Pendidikan Alternatif :    Anak Kurang Beruntung
Siapa
“ Anak-anak yang berada di batas marginal, anak-anak yangtertekan secara sosial maupun budaya, didiskriminasiberdasarkan e...
Anak Kurang               •   Martin :                              “ Semua anak yang memiliki hambatan belajar,Beruntung ...
Karakteristik: Tidak pernah masuk           Tinggal di daerah terpencil   sekolah                     Meninggalkan ruma...
Karakteristik di Indonesia• Anak yang di dearah pedalaman• Aktif secara ekonomi dan bekerja lebih dari 4  jam/hari• Anak p...
Penyebab
Faktor Penyebab             Keluarga                      Lingkungan Sekitar• Kepala keluarga yang berasal dari    Rumah ...
Penanganan• Dengan menggunakan  berbagai pendekatan :  pendekatan sosial budaya,  managerial                     pengambi...
• Belajar mengenal huruf  membaca,• Mengenal angka  berhitung,• Bagaimana menghindar dari ancaman kekerasan dan bahaya  ...
Pendidikan Anak Kurang Beruntung Menurut           Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan    Program pendidikan dasar dan ba...
Anak yang Tumbuh dalam      Kemiskinan
Karakteristik : Umumnya pretasi rendah                                Dampak Resiko putus sekolah besar        • Pertumb...
Program Penanganan Anak yang      Tumbuh dalam Kemiskinan Memberikan pengalaman-pengalaman nyata (contoh : field   trip)...
Anak yang Tidak Memiliki    Tempat Tinggal
Anak-anak yang tidak memiliki   tempat tinggal biasanyamemiliki perasaan bingung dantidak aman, terutama apabila   mereka ...
Anak Jalanan
•   Children of the streetAnak Jalanan :                   →    Anak-anak yang tidak memiliki rumahAnak yang mengabaikan  ...
4 Alternatif Penanganan Anak Jalanan Street-centered intervention Family-centered intervention Institutional-centered i...
Penanganan Anak Jalan di Indonesia• Memberikan intervensi di jalan  Hal yang dapat dilakukan  antara lain adalah bermain,...
Model Penanganan Anak Jalanan di            Indonesia• Rumah singgah  wahana perantara antara anak  jalanan dengan pihak-...
Program Pendidikan Anak Jalanan• Pengembangan diri    Mengajak anak untuk mengembangkan kemampuan      untuk menjaga dan ...
Komponen Pendukung Pendidikan Anak Jalanan• Ada pendamping anak jalanan   sebagai   kawan, keluarga, pembela, role   model...
Anak yang Berasal Dari Keluarga yang             Bercerai
Perilaku yang Tampak :           Pasif, menarik diri           Agresif dan mengganggu
Program untuk Anak yang Mengalami            Perceraian• Menerima perilaku yang tidak biasanya• Memahami perasaan mereka y...
Pekerja Anak
Pekerja Anak di IndonesiaSurvey ILO (Int’l Labour Organization) pada tahun 2006 :• 4 juta anak usia 13 – 15 tahun di Indon...
Sikap Orang Tua Pekerja AnakSurvey ILO terhadap ortu dengan sosek D dan E (pengeluaran total <Rp 600rb/bulan) dengan anak ...
Faktor Masyarakat yang Memengaruhi    Sikap Orang Tua Pekerja Anak• Orang tua mengakui bahwa  memiliki anak usia sekolah  ...
Jenis Pekerjaan yang Dilarang Ortu           untuk Dilakukan Anak•Sebagian besar ortu setuju bahwa        •Sedikit ortu se...
Jenis pekerjaan yang tidak boleh dilakukan oleh anak di           bawah usia 18 tahun? (menurut ILO)                      ...
Tingkat kesadaran ortu dalam                                          Bias gender dalam pendidikan     partisipasi pendidi...
Anak yang Ditelantarkan
Taylor , Smiley dan Richard (2009) :• Kegagalan ortu yang menyebabkan  kematian, gangguan fisik yang serius,  gangguan emo...
Program Pengangan Anak yg            DitelantarkanTergantung kebutuhan, namun membutuhkan:• Bahasa dan kemampuan membaca• ...
Anak Korban Kekerasan
Mengalami penganiayaan fisik dari orangtua dan orang lain secara terus menerusatau berkala sehingga anak menjadi tidakdira...
DSM-IV, anak yang mengalami/pelaku kekerasan dapat dikategorikanke dalam conduct disorder→ pola perilaku yang berulang dan...
• Kekerasan fisik  Injury fisik akibat                     aktivitas fisik yang membuat anak                     terluka ...
Kekerasan yang Dialami Anak• Anak – Orangtua• Anak – Teman sebaya →Anak yang menjadi korban kekerasan dari   teman sebayan...
Dampak Kekerasan   Pada Anak              • Menarik diri dari siswa lain              • Depresi              • Menangis   ...
Hal yang Patut Diwaspadai :•   Anak tidak memberikan alasan dari luka yang tampak seperti memar, lecet, luka    melepuh,• ...
Program untuk Anak yang Mengalami            Kekerasan• Pendampingan terhadap korban• Mengajarkan resolusi konflik• Senior...
Educational Disadvantage
Faktor yang menyebabkan kegagalan                 akademis    Kondisi awal beresiko (keterlambatan krn fisik dan mental s...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendidikan Alternatif -- Anak Kurang Beruntung

942
-1

Published on

Presentasi Pendidikan untuk anak kurang beruntung (co: anak jalanan) presentasi yang kita buat semasa sekoolah dahulu

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
942
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
76
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendidikan Alternatif -- Anak Kurang Beruntung

  1. 1. Pendidikan Alternatif : Anak Kurang Beruntung
  2. 2. Siapa
  3. 3. “ Anak-anak yang berada di batas marginal, anak-anak yangtertekan secara sosial maupun budaya, didiskriminasiberdasarkan etnisnya, berada dalam konflik orangtua “ (Phuyal et all, 2005)
  4. 4. Anak Kurang • Martin : “ Semua anak yang memiliki hambatan belajar,Beruntung langsung atau tidak langsung tersisisihkan atau ditolak kesempatannya untuk berpartisipasi secara optimal dalam aktivitas belajar yang dilaksanakan dalam setting formal atau non formal“ • Irwanto :  anak dari keluarga dengan tingkat sosek rendah  anak perempuan cenderung diharapkan untuk berhenti sekolah, membantu urusanDalam Mangungsong, 2011 rumah tangga, bekerja penuh waktu dan menikah
  5. 5. Karakteristik: Tidak pernah masuk  Tinggal di daerah terpencil sekolah  Meninggalkan rumahnya Putus sekolah  Harus bekerja untuk Tinggal di panti asuhan menambah penghasilan Terjangkit/terkena  Memiliki Keterbatasan HIV/AIDS fisik Tinggal di daerah konflik
  6. 6. Karakteristik di Indonesia• Anak yang di dearah pedalaman• Aktif secara ekonomi dan bekerja lebih dari 4 jam/hari• Anak perempuan yang menikah sebelum 17 tahun
  7. 7. Penyebab
  8. 8. Faktor Penyebab Keluarga Lingkungan Sekitar• Kepala keluarga yang berasal dari  Rumah yang tidak adekuat tingkat pendidikan formal yang (besarnya) rendah  Lingkungan rumah yang tidak• Kepala keluarga yang lebih muda aman (unsafe neighborhood) usianya  Lingkungan rumah yang tidak• Orangtua tunggal terutama ibu memiliki komunitas sosial tunggal maupun sekolah yang memadai• Orangtua yang tidak bekerja  Lingkungan rumah yang kurang memberi stimulasi bagi anak
  9. 9. Penanganan• Dengan menggunakan berbagai pendekatan : pendekatan sosial budaya, managerial  pengambilan keputusan• Model belajar dipadukan  Pemecahan masalah dengan Life Skill Education  Berpikir kreatif, kritis  Ketrampilan fungsional  Ketrampilan berkomunikasi  Kesadaran diri
  10. 10. • Belajar mengenal huruf  membaca,• Mengenal angka  berhitung,• Bagaimana menghindar dari ancaman kekerasan dan bahaya lainnya,• Bagaimana mengolah usaha, menghitung hasil usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperoleh pemberian kredit/modal, bahan, alat• Bagaimana memasarkan hasil usaha/kerajinan Agar anak-anak itu tidak hanya belajar tapi juga memperoleh penghasilan
  11. 11. Pendidikan Anak Kurang Beruntung Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Program pendidikan dasar dan baca Program Vokasi tulis: • Diklusepora/Dikmas• Ditjen Dikdasmen  Kejar Usaha  Model sistem guru kunjung • Kementrian Ketenagakerjaan  SMP Terbuka  Vocational Training Center• Diklusepora/Dikmas • Kementrian Sosial  Program Pemberantasan Buta  Training sebagai bagian dari Huruf rehabilitasi sosial  Kejar Paket A setara SD  Kejar Paket B Sertara SLTP
  12. 12. Anak yang Tumbuh dalam Kemiskinan
  13. 13. Karakteristik : Umumnya pretasi rendah Dampak Resiko putus sekolah besar • Pertumbahan pra-kelahiran Rendah diri dan rentan depresi • Nutrisi yang kurang baik Kurang dalam keterampilan • Akses terbatas dalam akademik dasar mendapatkan fasilitas kesehatan Kelebihan: Memiliki • Pengaruh lingkungan tetangga pengetahuan dunia kerja , Ahli yang berbahaya pada pekerjaan rumah tangga seperti memasak dan menjaga adik
  14. 14. Program Penanganan Anak yang Tumbuh dalam Kemiskinan Memberikan pengalaman-pengalaman nyata (contoh : field trip) Memberikan materi pelajaran yang gratis Memfasilitasi dengan adanya program after school Memberikan kemungkinan adanya kegiatan pada siswa Tetap menghargai siswa
  15. 15. Anak yang Tidak Memiliki Tempat Tinggal
  16. 16. Anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal biasanyamemiliki perasaan bingung dantidak aman, terutama apabila mereka bergabung pada sekolah-sekolah umum yang ada. Program Penanganan :  menerima keberadaan anak- anak tersebut  mengajak siswa lain untuk belajar pengalaman dari anak-anak homeless
  17. 17. Anak Jalanan
  18. 18. • Children of the streetAnak Jalanan : → Anak-anak yang tidak memiliki rumahAnak yang mengabaikan yang hidup dan tinggal di jalananrumah, sekolah, dan → hidup sendiri dan lebih membutuhkankomunitasnya sebelum dukungan psikologisusia 16 tahun dan terseretpada kehidupan jalanan • Children on the streetyang nomaden. → Anak-anak yang bekerja di jalanan (mengemis), dan pulang ke rumah pada malam harinya → memiliki rumah untuk tinggal dan juga keluarga
  19. 19. 4 Alternatif Penanganan Anak Jalanan Street-centered intervention Family-centered intervention Institutional-centered intervention Community-centered intervention
  20. 20. Penanganan Anak Jalan di Indonesia• Memberikan intervensi di jalan  Hal yang dapat dilakukan antara lain adalah bermain, berdiskusi, pengajaran, ataupun pemberian informasi• Panti, merupakan pelayanan yang diadakan pada suatu tempat untuk melakukan kegiatan tertentu.• Keluarga dan masyarakat  melibatkan keluarga dan masyarakat untuk mencegah agar anak-anak tidak turun ke jalanan
  21. 21. Model Penanganan Anak Jalanan di Indonesia• Rumah singgah  wahana perantara antara anak jalanan dengan pihak-pihak yang akan memberikan bantuan• Mobil sahabat anak (MSA)  mobil keliling untuk menjangkau dan memberikan pelayanan pada anak jalanan di tempat mereka berkumpul• Pemberdayaan keluarga dan lingkungan
  22. 22. Program Pendidikan Anak Jalanan• Pengembangan diri  Mengajak anak untuk mengembangkan kemampuan untuk menjaga dan rawat diri  Kemampuan berinteraksi  Kemampuan intelektual (bacam tulis, pikir, rencana, dll)• Perlindungan diri• Pengembangan keterampilan dan pekerjaan  Menemukan bakat minat
  23. 23. Komponen Pendukung Pendidikan Anak Jalanan• Ada pendamping anak jalanan sebagai kawan, keluarga, pembela, role model• Materi dan kurikulum• Ada “Rumah belajar” : Bertemu, belajar dan berkumpul dengan kakak pembimbing• Karakteristik fasilitator : Cinta anak, ramah, adaptif, bisa dipercaya, pny pengalaman, pny
  24. 24. Anak yang Berasal Dari Keluarga yang Bercerai
  25. 25. Perilaku yang Tampak : Pasif, menarik diri Agresif dan mengganggu
  26. 26. Program untuk Anak yang Mengalami Perceraian• Menerima perilaku yang tidak biasanya• Memahami perasaan mereka yang sedang menghayati perasaannya• Memahami dan mengimbangi dengan jadwal baru• Mengawasi dan mengontrol perilaku yang mengganggu di sekolah
  27. 27. Pekerja Anak
  28. 28. Pekerja Anak di IndonesiaSurvey ILO (Int’l Labour Organization) pada tahun 2006 :• 4 juta anak usia 13 – 15 tahun di Indonesia tidak bersekolah.• 1,5 juta anak yang tidak bersekolah usia 10 – 14 tahun sudah termasuk ke dalam angkatan kerja.• Pekerja anak telah diakui sebagai sebuah masalah di Indonesia. Indonesia telah meratifikasi Konvensi ILO No.138 (usia minimum memasuki dunia kerja) dan No. 182 (penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak).• Akses ke dunia pendidikan di Indonesia menunjukkan peningkatan, namun masalah kemiskinan masih tetap menyebabkan anak-anak putus sekolah dan memasuki dunia kerja.
  29. 29. Sikap Orang Tua Pekerja AnakSurvey ILO terhadap ortu dengan sosek D dan E (pengeluaran total <Rp 600rb/bulan) dengan anak usia sekolah 12 – 15 tahun :• Kebanyakan ortu menganggap bahwa usia 17 tahun adalah usia minimum anak bekerja penuh waktu. Mayoritas ortu percaya bahwa mereka seharusnya tidak membolehkan anak bekerja karena bahaya yang mengancam kesehatan anak.• Berapa jam kerja yang layak bagi anak di bawah 15 tahun menurut ortu? 3 jam atau kurang (37%) ; 4 jam (27%) ; 5 jam (19%) ; 6 jam atau lebih (15%).• Tantangan utama dalam upaya untuk menghapus pekerja anak adalah kecenderungan ortu untuk menentukan apa yang dilakukan pekerja anak.
  30. 30. Faktor Masyarakat yang Memengaruhi Sikap Orang Tua Pekerja Anak• Orang tua mengakui bahwa memiliki anak usia sekolah yang bekerja adalah hal biasa, namun mereka tidak yakin apakah anak suka bekerja atau tidak.• Sebagian ortu mengakui bahwa pemerintah lokal berusaha mencegah pekerja anak, namun mereka membiarkan anak bekerja selama pekerjaan yang dimaksud aman bagi anak.
  31. 31. Jenis Pekerjaan yang Dilarang Ortu untuk Dilakukan Anak•Sebagian besar ortu setuju bahwa •Sedikit ortu setuju bahwa anak anak di bawah usia 18 tahun tidak boleh dilibatkan dalam tidak boleh bekerja di sektor pekerjaan yang berbahaya, seperti terlarang, yaitu sektor prostitusi angkat berat dan kerja di dan obat terlarang. kedalaman air.•Hanya sebagian kecil ortu yang •Orang tua yang tidak mengetahui menyatakan anak tidak boleh adanya pesan penghapusan bekerja dengan menggunakan zat pekerja anak lebih permisif dalam kimia, tidak boleh bekerja di membiarkan anak bekerja, bila perairan lepas pantai dan tidak dibandingkan dengan orang tua boleh terlibat dalam pekerjaan yang mengetahui pesan mengangkat beban berat. penghapusan pekerja anak.Sebagian besar ortu setuju bahwa anak-anak di bawah usia 15 tahun boleh bekerjaselama 4 jam atau lebih setiap harinya, namun penelitian menemukan bahwa bilaanak bekerja 4 jam atau lebih akan mengurangi kehadiran anak di sekolah secarasignifikan.
  32. 32. Jenis pekerjaan yang tidak boleh dilakukan oleh anak di bawah usia 18 tahun? (menurut ILO) • Kerja di ketinggian >2 m.• Memproduksi dan menjual • Kerja di kedalaman air. barang/obat ilegal. • Kerja angkat berat.• Kerja di tempat hiburan, seperti panti pijat atau lokalisasi. • Kerja di lingkungan bising.• Bekerja dengan waktu panjang • Kerja di lepas pantai. tanpa istirahat. • Kerja di tempat yang• Kerja di malam hari. mengandung bahan kimia• Operasi mesin (mis: mesin jahit berbahaya. atau generator listrik).• Operasi alat berat (mis: traktor).
  33. 33. Tingkat kesadaran ortu dalam Bias gender dalam pendidikan partisipasi pendidikan pekerja anak pekerja anak• Banyak ortu ingin menyekolahkan • Ortu memiliki pandangan bahwa anaknya ke sekolah, tapi karena tidak anak laki-laki maupun perempuan mampu mereka harus menghapus memiliki kecepatan belajar yang keinginan tersebut. sama. Namun, sebagian ortu• Ortu yang anaknya mengalami drop berpendapat bahwa lebih penting out dari sekolah atau tidak pernah bagi anak laki-laki untuk bersekolah cenderung tidak memiliki menyelesaikan sekolah setidaknya pandangan positif terhadap sampai setingkat SMP. pendidikan.• Ortu yang memiliki anak yang bersekolah formal cenderung bersifat Terlepas dari cukup tingginya kesadaran positif terhadap pendidikan. ortu, penting untuk meyakinkan ortu• Biaya rata-rata untuk menyekolahkan bahwa melanjutkan pendidikan dapat satu anak di SD dan satu anak di SMP membuat anak mereka mempunyai untuk satu tahun (termasuk biaya penghasilan dan masa depan yang lebih transportasi dan seragam) bisa sama baik. dengan 2 bulan upah minimum provinsi.
  34. 34. Anak yang Ditelantarkan
  35. 35. Taylor , Smiley dan Richard (2009) :• Kegagalan ortu yang menyebabkan kematian, gangguan fisik yang serius, gangguan emosi, kekerasan seksual dan eksploitasi• Kegagalan dalam berperilaku yang menimbulkan tampilnya risiko kerusakan serius Penelantaran merupakan kegagalan penyediaan kebutuhan dasar anak : makanan, tempat tinggal, pengawasan, medis, dan pendidikan.
  36. 36. Program Pengangan Anak yg DitelantarkanTergantung kebutuhan, namun membutuhkan:• Bahasa dan kemampuan membaca• Kemampuan Matematika• Kemampuan mengontrol sosial dan perilaku• Keterlibatan Keluarga
  37. 37. Anak Korban Kekerasan
  38. 38. Mengalami penganiayaan fisik dari orangtua dan orang lain secara terus menerusatau berkala sehingga anak menjadi tidakdirawat, terpelihara, dan tidakdipertanggungjawabkan dengan baik olehorang yang seharusnya mengawasinya,pemilik rumah, anggota keluarga yangmenyebabkan kesehatan dankesejahteraan anak menjadi terancamatau beresiko terancam
  39. 39. DSM-IV, anak yang mengalami/pelaku kekerasan dapat dikategorikanke dalam conduct disorder→ pola perilaku yang berulang dan menetap dimana terjadi kekerasan pada hak dasar atau norma dan aturan sosial yang sesuai usianya Anak yang biasa hidup dalam lingkungan yang keras, akan merespon bentuk kekerasan dari lingkungan dengan kekerasan pula dan perilaku ini dianggap tidak patologis tetapi sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan
  40. 40. • Kekerasan fisik  Injury fisik akibat aktivitas fisik yang membuat anak terluka • Kekerasan seksual  Aktivitas pengalaman seksual yang tidak menyenangkan dan berlebihan, eksploitasi prostitusi dan atauBentuk Kekerasan produksi pornografi • Kekerasan emosi  Perilaku yang menyebabkan perkembangkan emosi anak dan penghargaan diri terganggu
  41. 41. Kekerasan yang Dialami Anak• Anak – Orangtua• Anak – Teman sebaya →Anak yang menjadi korban kekerasan dari teman sebayanya antara lain : gay, LD, mengikuti program/kurikuler tertentu, pendatang baru, penampilan fisik yang dinilai aneh, siswa dengan agama tertentu
  42. 42. Dampak Kekerasan Pada Anak • Menarik diri dari siswa lain • Depresi • Menangis • Penampilan yang tampak berantakan
  43. 43. Hal yang Patut Diwaspadai :• Anak tidak memberikan alasan dari luka yang tampak seperti memar, lecet, luka melepuh,• Jumlah luka yang cukup banyak• Luka bekas cakaran atau ikatan yang disebabkan oleh rokok, ikat pinggang• Penjelasan mengenai luka yang tidak masuk akal• Datang ke sekolah dengan penampilan yang tidak rapi dan bersih• Tertidur di kelas• Menunjukkan perilaku seksual yang tidak sesuai usianya• Secara langsung/tidak langsung mengutarakan terjadi sesuatu yang tidak semestinya
  44. 44. Program untuk Anak yang Mengalami Kekerasan• Pendampingan terhadap korban• Mengajarkan resolusi konflik• Senior menjadi mentor bagi junior
  45. 45. Educational Disadvantage
  46. 46. Faktor yang menyebabkan kegagalan akademis Kondisi awal beresiko (keterlambatan krn fisik dan mental sejak lahir) Kondisi biologis beresiko (penyakit tertentu) Kondisi lingkungan beresiko (ada KDRT, kemiskinan, dll) Terkena Narkoba Ketidakstabilan keluarga (perceraian, perpisahan) Kemiskinan Tidak ada tempat tinggal Kekerasan di rumah Kehamilan remaja
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×