3 pedoman pengemb_pend_budaya_dan_karakter_bangsa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

3 pedoman pengemb_pend_budaya_dan_karakter_bangsa

on

  • 2,819 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,819
Views on SlideShare
2,819
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
208
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

3 pedoman pengemb_pend_budaya_dan_karakter_bangsa 3 pedoman pengemb_pend_budaya_dan_karakter_bangsa Document Transcript

  • DAFTAR ISIDAFTAR ISI iKATA PENGANTAR iiBAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 2 C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 5 D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 7 E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 7 F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 7BAB II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA SEKOLAH A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 11 B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 14 C. Pengembangan Proses Pembelajaran 19 D. Penilaian Hasil Belajar 22 E. Indikator Sekolah dan Kelas 23BAB III : PETA NILAI DAN INDIKATOR A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator 31 B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Berdasarkan Mata Pelajaran 41 C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator Mata Pelajaran 48BAB IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP 81PENUTUP 101 i
  • KATA PENGANTAR Disamping persamaan dalam kelompok, materi belajar ranah pengetahuan (cognitive) yang dalam satu kelompok developmental dengan nilai, antara keduanya terdapat perbedaanAlhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT serta dukungan dan partisipasi berbagai pihak yang mendasar dalam perencanaan pada dokumen kurikulum (KTSP), silabus, RPP, danakhirnya Naskah Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa telah rampung. proses belajar. Materi belajar ranah pengetahuan dapat dijadikan pokok bahasan sedangkanNaskah ini merupakan salah satu hasil dari program 100 hari yang diamanahkan kepada materi nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tidak dapat dijadikan pokokBadan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional Kabinet Bersatu II. bahasan karena mengandung resiko akan menjadi materi yang bersifat kognitif. OlehKebijakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dicanangkan berdasarkan masukan karena itu, dalam pengembangan materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sikapdari Masyarakat, pengembangan telah dilakukan bersama oleh Badan Penelitian dan menyukai, ingin memiliki, dan mau menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bagiPengembangan dan beberapa Unit Utama di lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional tindakan dalam perilaku kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awalserta kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Upaya yang telah dilakukan yang mutlak untuk keberhasilan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.masyarakat dan lembaga terkait berupa pemikiran tentang pendidikan nilai, moral, dan Proses Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proseskarakter bangsa telah dikembangkan dan dilaksanakan dalam skala yang manageable belajar aktif. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif olehsesuai dengan kemampuan lembaga terkait dan dukungan kebijakan pemerintah. Pada saat peserta didik (dirinya subyek yang akan menerima, menjadikan nilai sebagai miliknya dansekarang, kebijakan pemerintah merupakan bukan saja dukungan tetapi juga unsur yang menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakan) makaberperan aktif dalam pengembangan budaya dan karakter bangsa. posisi peserta didik sebagai subyek yang aktif dalam belajar adalah prinsip utama belajarBerdasarkan kajian terhadap masukan dari masyarakat baik melalui media massa, seminar, aktif. Oleh karena itu, keduanya saling memerlukan.sarasehan, kajian literatur, maupun upaya langsung dalam melaksanakan pendidikan nilai, Selain sebagai pedoman untuk pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa,moral, budaya, dan karakter, Badan Penelitian dan Pengembangan menyusun naskah naskah ini dilengkapi juga dengan indikator sekolah dan indikator kelas yang dianggapPendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Pikiran tentang Pendidikan Budaya dan Karakter kondusif dalam penerapan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kepada guru, kepalaBangsa yang tercantum dalam naskah yang ada di hadapan para pendidik dan peminat sekolah, konselor sekolah dan pengawas dapat menggunakan indikator tersebut sebagaipendidikan ini merupakan pikiran yang bersifat praktis dan dapat dilaksanakan dalam pedoman dalam mengembangkan dan menilai budaya sekolah yang kondusif untuksuasana pendidikan yang ada di sekolah pada saat sekarang. Meskipun demikian, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa memerlukan berbagai perubahandalam pelaksanaan proses pendidikan yang terjadi di sekolah pada saat sekarang. Semoga naskah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh guru, kepala sekolah, konselorPerubahan yang diperlukan tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi menghendaki sekolah, pengawas dan pihak lain yang terkait.sikap baru dan keterampilan baru dari para guru, kepala sekolah dan konselor sekolah.Sikap dan keterampilan baru tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi (condito Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dansine qua non) untuk keberhasilan implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. berpartisipasi dalam penyusunan naskah ini. Kami doakan semoga semua dukungan danPerubahan sikap dan penguasaan keterampilan yang dipersyaratkan tersebut hanya dapat partisipasi berupa pikiran, tenaga, waktu dan materi bernilai ibadah di sisi Tuhan Yangdikembangkan melalui pendidikan dalam jabatan yang berfokus, berkelanjutan, dan Maha Kuasa. Amin.sistemik.Karakter sebagai suatu moral excellence atau akhlak dibangun di atas berbagia kebajikan(virtues) yang pada gilirannya hanya memilikimakna ketika dilandasi atas nilai-nilai yangberlaku dalam budaya (bangsa). Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki Jakarta, Januari 2010warga Negara Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatukebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh karena Kepala Badan Penelitian dan Pengembanganitu, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilai-nilai mendasari suatu kebijakan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga Negara.Berbeda dari materi ajar yang bersifat mastery, sebagaimana halnya suatu performancecontent suatu kompetensi, materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bersifatdevelopmental. Perbedaan hakekat kedua kelompok materi tersebut menghendakiperbedaan perlakuan dalam proses pendidikan. Materi pendidikan yang bersifat Prof. Dr. H. Mansyur Ramlydevelopmental menghendaki proses pendidikan yang cukup panjang dan bersifat salingmenguat (reinforce) antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lainnya, antara prosesbelajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah. ii iii
  • PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA PENDAHULUAN Pengarah: A. Latar Belakang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media Kepala Pusat Kurikulum cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, Penanggung Jawab Kegiatan: para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat Erry Utomo, Ph.D sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Persoalan yang Wakil Penanggung Jawab Kegiatan: muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, Drs. Sutjipto, M.Pd. perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik yang tidak Tim Penulis Naskah: produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar, Ketua: dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti Prof. Dr. Said Hamid Hasan peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang Anggota: lebih kuat. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi, Prof. Dr. Yoyok Mulyana Drs. M. Hamka, M.Ed masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. Drs. Kurniawan, M.Ed Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan Drs. Zulfikrie Anas, M.Ed membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat Dra. Lili Nurlaili, M.Ed preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda Dra. Maria Listiyanti bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab Drs. Jarwadi, M.Pd berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil dari Dra. Maria Chatarina pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi memiliki Drs. Heni Waluyo, M.Pd daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat. Drs. Sapto Aji Wirantho Dra. Suci Paresti, M.Ed Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). Oleh Drs. A. Buchori Ismail karena itu, sudah seharusnya kurikulum, saat ini, memberikan perhatian yang lebih Sekretaris Kegiatan: besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa Erlina Indarti, ST sebelumnya. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat, ahli pendidikan, para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa, 1 iv
  • seminar, dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter b21angsa awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akan perlu dikemukakan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan. pendidikan budaya dan karakter bangsa. Apalagi jika dikaji, bahwa kebutuhan itu, Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan dalam secara imperatif, adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam mengembangkan pedoman ini. Guru-guru Antropologi, Pendidikan Kewarganegaraan, Tujuan Pendidikan Nasional. dan mata pelajaran lain, yang istilah-istilah itu menjadi pokok bahasan dalam mata pelajaran terkait, tetap memiliki kebebasan sepenuhnya membahas dan berargumentasi Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik. menjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagai Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan lembaga pemerintah, terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional. keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral, Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan walaupun sifatnya belum menyeluruh. Keinginan masyarakat dan kepedulian lingkungan alamnya. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan itu digunakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa, akhirnya berakumulasi dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial, sistem ekonomi, sistem pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya. Manusia sebagai menjadi salah satu program unggulan pemerintah, paling tidak untuk masa 5 (lima) makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan; tahun mendatang. Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakan akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah dihasilkannya. Ketika kehidupan manusia terus berkembang, maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, ilmu,B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa teknologi, serta seni. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Kebajikan terdiri atas didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha sejumlah nilai, moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga hormat kepada orang lain. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan nasional itu karakter masyarakat dan karakter bangsa. Oleh karena itu, pengembangan karakter merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan pendidikan nasional Akan tetapi, karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu, maka menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang berangkutan. Artinya, pengembangan budaya dan karakter 2 3
  • bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsapeserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa. Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didikLingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila; jadi pendidikan budaya dan secara optimal. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didikkarakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Dengan kata lain, mendidik berada, terutama dari lingkungan budayanya, karena peserta didik hidup tak terpishkanbudaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah budayanya.peserta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik. Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan peserta didikPendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan tercerabut dari akar budayanya. Ketika hal ini terjadi, maka mereka tidak akanpotensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa mengenal budayanya dengan baik sehingga ia menjadi orang “asing” dalam lingkungandalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat budayanya. Selain menjadi orang asing, yang lebih mengkhawatirkan adalah diadan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh menjadi orang yang tidak menyukai budayanya.pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Olehkarena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi Budaya, yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang, dimulai darigenerasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk budaya di lingkungan terdekat (kampung, RT, RW, desa) berkembang ke lingkunganpeningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Dalam yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut olehproses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik ummat manusia. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka diamengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengenal dirinya sebagainilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan anggota budaya bangsa. Dalam situasi demikian, dia sangat rentan terhadap pengaruhkehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa prosesyang bermartabat. pertimbangan (valueing). Kecenderungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukanBerdasarkan pengertian budaya, karakter bangsa, dan pendidikan yang telah pertimbangan (valueing).dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagaipendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan, semakin kuat pulapeserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. Padamenerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota titik kulminasinya, norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro akanmasyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif . menjadi norma dan nilai budaya bangsa. Dengan demikian, peserta didik akan menjadiAtas dasar pemikiran itu, pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat warga negara Indonesia yang memiliki wawasan, cara berpikir, cara bertindak, danstrategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-Indonesiaannya.Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatan yang Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas,sesuai, dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat suatu “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangnilai, pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Oleh karena itu, aturankarenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudahmelalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi dirisekolah. seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa. 4 5
  • Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan nilai-nilai dan D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsaprestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Selainmewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai 1. pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadibudaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan berperilaku baik; ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yangkehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru mencerminkan budaya dan karakter bangsa;yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya dan karakter 2. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalambangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat; danProses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki 3. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yangsuatu proses yang berkelanjutan, dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.dalam kurikulum (kewarganegaraan, sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi,antropologi, bahasa Indonesia, IPS, IPA, matematika, agama, pendidikan jasmani dan E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsaolahraga, seni, serta ketrampilan). Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa,kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang 1. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia danmemberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. Selain itu, pendidikan harusmembangun pula kesadaran, pengetahuan, wawasan, dan nilai berkenaan dengan 2. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalanlingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi), nilai yang hidup di masyarakat dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;(antropologi), sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi), sistem 3. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagaiketatanegaraan, pemerintahan, dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan), generasi penerus bangsa;bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya, kehidupan perekonomian, ilmu, teknologi, 4. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri,dan seni. Artinya, perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilai- kreatif, berwawasan kebangsaan; dannilai yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. Denganterobosan kurikulum yang demikian, nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri 5. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yangpeserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri, aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaanmasyarakat, bangsa, dan bahkan umat manusia. yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai ataukebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. Kebajikan yang F. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsamenjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Oleh karena itu pendidikan Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsabudaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini.berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dannilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. 6 7
  • 1. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.2. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, Gambar 1. Baris berbaris (nilai disiplin) yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai- Berdasarkan keempat sumber nilai itu, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara. budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini.3. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat Tabel 1. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Posisi budaya NILAI DESKRIPSI yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya 1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan4. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap pemeluk agama lain. warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di 2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai perkataan, tindakan, dan pekerjaan. kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan 3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan berbeda dari dirinya. pendidikan budaya dan karakter bangsa. 4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. 5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. 6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. 7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. 8 9
  • NILAI DESKRIPSI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI 8. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, 9. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk DAN BUDAYA SEKOLAH mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. 10. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Bangsa 11. Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi Pada prinsipnya, pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, pengembangan diri, dan ekonomi, dan politik bangsa. 12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Silabus dan Rencana Program 13. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, Komuniktif bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain. Pembelajaran (RPP) yang sudah ada. 14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan 15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. 16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan, mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan 17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan keyakinan diri. Dengan prinsip ini, peserta didik belajar melalui proses berpikir, pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan 18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya danCatatan: karakter bangsa.Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuaidengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan 1. Berkelanjutan; mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilaimateri bahasan suatu mata pelajaran. Meskipun demikian, ada 5 nilai yang diharapkanmenjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman, jujur, budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang, dimulai dari awalpeduli, cerdas, dan tangguh/kerjakeras. peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. Sejatinya, proses tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun. 10 11
  • 2. Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah; mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap mata pelajaran, dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai melalui jalur-jalur itu: MATA PELAJARAN NILAI PENGEMBANGAN DIRI BUDAYA SEKOLAH Gambar 4. Warung Kejujuran Nilai kejujuran dikembangkan dengan praktik langsung melalui Gambar 2. Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa warung kejujuran, tidak diajarkan sebagai materi atau pokok bahasan dalam mata pelajaran. Pembeli membayar sesuai dengan harga yang ditentukan.Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yangtelah ditetapkan dalam Standar Isi (SI), digambarkan sebagai berikut ini. MP 1 MP 1 Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan MP 2 MP 2 nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, guru tidak perlu mengubah MP 3 MP 3 pokok bahasan yang sudah ada, tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu NILAI MP 4 MP 4 NILAI untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Juga, guru tidak MP 5 MP 5 harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Suatu MP 6 MP6 hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk MP .n MP .n mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Konsekuensi dari prinsip ini, nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tidakGambar 3. Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata Pelajaran ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian. Walaupun demikian, peserta didik perlu mengetahui pengertian dari suatu nilai yang sedang mereka tumbuhkan pada diri3. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan; mengandung makna bahwa materi nilai mereka. Mereka tidak boleh berada dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa; artinya, nilai-nilai itu tidak nilai itu. dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran agama, 4. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan; bahasa Indonesia, PKn, IPA, IPS, matematika, pendidikan jasmani dan kesehatan, prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa seni, dan ketrampilan. dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri 12 13
  • handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Prinsip ini juga 1. Program Pengembangan Diri menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif. budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkan maka sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut. guru menuntun peserta didik agar aktif. Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan a. Kegiatan rutin sekolah kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif, tapi guru merencanakan kegiatan belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan, mencari Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus sumber informasi, dan mengumpulkan informasi dari sumber, mengolah informasi menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari yang sudah dimiliki, merekonstruksi data, fakta, atau nilai, menyajikan hasil besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga, rambut, dan rekonstruksi atau proses pengembangan nilai, menumbuhkan nilai-nilai budaya dan lain-lain) setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat bersama setiap karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas, dhuhur (bagi yang beragama Islam), berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, sekolah, dan tugas-tugas di luar sekolah. mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman. Gambar 6. Membersihkan Kelas Gambar 7. Upacara Bendera Gambar 5. Pembelajaran Aktif b. Kegiatan spontanB. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru mengetahui adanya ini. perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus 14 15
  • melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh. Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji. Gambar 9. Menolong teman yang terluka (nilai kasih sayang) d. Pengkondisian Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur. Gambar 8. Nilai cinta damaic. Keteladanan Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan. Gambar 10. Pengkondisian suasana sekolah yang bersih didukung oleh fasilitas yang memadai. 16 17
  • 2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran 3. Budaya Sekolah Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya mencakup ritual, harapan, dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, proses dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di ditempuh melalui cara-cara berikut ini: sekolah. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, a. mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok masyarakat Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang sekolah. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai tercantum itu sudah tercakup di dalamnya; aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. b. menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan; sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah. c. mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel 1 itu ke dalam silabus; Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, d. mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP; konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan e. mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang menggunakan fasilitas sekolah. memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; dan f. memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. Gambar 12. Budaya bersih C. Pengembangan Proses Pembelajaran Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak; dilakukan melalui berbagai Gambar 11. Guru mengintegrasikan nilai dalam mata pelajaran kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. 18 19
  • 1. Kelas, melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang budaya dan karakter bangsa, lomba membuat tulisan, lomba mengarang lagu, sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu, tidak selalu diperlukan kegiatan bangsa, mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi, gelar wicara, atau belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. karakter bangsa. Meskipun demikian, untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu. Gambar 14. Pagelaran seni 3. Luar sekolah, melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik, dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik. Misalnya, kunjungan ke tempat- tempat yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan, melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial (membantu mereka yang tertimpa musibah banjir, Gambar 13. Gemar membaca memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum, membantu membersihkan atau mengatur barang di tempat ibadah tertentu).2. Sekolah, melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah itu, direncanakan sejak awal tahun pelajaran, dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari- hari sebagai bagian dari budaya sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air, pagelaran seni, lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa, pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa, lomba olah raga antarkelas, lomba kesenian antarkelas, pameran hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa, pameran foto hasil karya peserta didik bertema Gambar 15. Kesetiakawanan sosial 20 21
  • D. Penilaian Hasil Belajar Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya, guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu indikator atau Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator. bahkan suatu nilai. Kesimpulan atau pertimbangan itu dapat dinyatakan dalam Sebagai contoh, indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat, diamati, dipelajari, atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara) BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya. perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Perasaan yang dinyatakan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan konsisten). umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda umum teman sekelasnya. perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). Penilaian dilakukan secara terus menerus, setiap saat guru berada di kelas atau di MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku sekolah. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat digunakan Pernyataan kualitatif di atas dapat digunakan ketika guru melakukan asesmen pada guru. Selain itu, guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau setiap kegiatan belajar sehingga guru memperoleh profile peserta didik dalam satu kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai semester tentang nilai terkait (jujur, kerja keras, peduli, cerdas, dan sebagainya). Guru yang dimilikinya. Sebagai contoh, peserta didik dimintakan menyatakan sikapnya dapat pula menggunakan BT, MT, MB atau MK tersebut dalam rapor. terhadap upaya menolong pemalas, memberikan bantuan terhadap orang kikir, atau hal-hal lain yang bersifat bukan kontroversial sampai kepada hal yang dapat Posisi nilai yang dimiliki peserta didik adalah posisi seorang peserta didik di akhir mengundang konflik pada dirinya. semester, bukan hasil tambah atau akumulasi berbagai kesempatan/tindakan penilaian selama satu semester tersebut. Jadi, apabila pada awal semester seorang peserta didik masih dalam status BT sedangkan pada penilaian di akhir emester yang bersangkutan sudah berada pada MB maka untuk rapor digunakan MB. Ini membedakan penilaian hasil belajar pengetahuan dengan nilai dan ketrampilan. E. Indikator Sekolah dan Kelas Ada 2 (dua) jenis indikator yang dikembangkan dalam pedoman ini. Pertama, indikator untuk sekolah dan kelas. Kedua, indikator untuk mata pelajaran. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru, dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini Gambar 16. Melakukan observasi 22 23
  • dan pekerjaan rumah. kelas antara lain seperti berikut ini.24 peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. makanan”, membagi pensil, membagi buku, dan sebagainya. tentang perilaku untuk nilai tertentu telah menjadi perilaku yang dimiliki peserta didik. lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya ( 1-3; 4-6; 7-9; 10-12), dan bahkan sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang bersifat progresif. Artinya, perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah kompleks. Misalkan,”membagi makanan kepada teman” sebagai indikator kepedulian Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa Indikator berfungsi bagi guru sebagai kriteria untuk memberikan pertimbangan dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, tanya jawab dengan peserta didik, jawaban yang diberikan peserta Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan sekolah yang sosial pada jenjang kelas 1 – 3. Guru dapat mengembangkannya menjadi “membagi mengembangkan budaya dan karakter bangsa, maka ditetapkan indikator sekolah dan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa didik terhadap tugas dan pertanyaan guru, serta tulisan peserta didik dalam laporan Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah itu telah melaksanakan pembelajaran yang INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh Merayakan hari-hari besar Berdoa sebelum dan sesudah dalam melaksanakan ajaran agama keagamaan. pelajaran. yang dianutnya, toleran terhadap Memiliki fasilitas yang dapat Memberikan kesempatan kepada pelaksanaan ibadah agama lain, digunakan untuk beribadah. semua peserta didik untuk serta hidup rukun dengan pemeluk Memberikan kesempatan kepada melaksanakan ibadah. agama lain. semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. 2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada Menyediakan fasilitas tempat temuan Menyediakan fasilitas tempat upaya menjadikan dirinya sebagai barang hilang. temuan barang hilang. orang yang selalu dapat dipercaya Tranparansi laporan keuangan dan Tempat pengumuman barang dalam perkataan, tindakan, dan penilaian sekolah secara berkala. temuan atau hilang. pekerjaan. Menyediakan kantin kejujuran. Tranparansi laporan keuangan 25 Menyediakan kotak saran dan dan penilaian kelas secara pengaduan. berkala. Larangan membawa fasilitas Larangan menyontek. komunikasi pada saat ulangan atau ujian. 3. Toleransi Sikap dan tindakan yang Menghargai dan memberikan Memberikan pelayanan yang menghargai perbedaan agama, suku, perlakuan yang sama terhadap sama terhadap seluruh warga etnis,pendapat, sikap, dan tindakan seluruh warga sekolah tanpa kelas tanpa membedakan suku, orang lain yang berbeda dari dirinya membedakan suku, agama, ras, agama, ras, golongan, status golongan, status sosial, status sosial, dan status ekonomi. ekonomi, dan kemampuan khas. Memberikan pelayanan terhadap Memberikan perlakuan yang sama anak berkebutuhan khusus. terhadap stakeholder tanpa Bekerja dalam kelompok yang membedakan suku, agama, ras, berbeda. golongan, status sosial, dan status ekonomi. 25
  • NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan Memiliki catatan kehadiran. Membiasakan hadir tepat waktu. perilaku tertib dan patuh pada Memberikan penghargaan kepada Membiasakan mematuhi aturan. berbagai ketentuan dan peraturan. warga sekolah yang disiplin. Menggunakan pakaian praktik Memiliki tata tertib sekolah. sesuai dengan program studi Membiasakan warga sekolah untuk keahliannya (SMK). berdisiplin. Penyimpanan dan pengeluaran Menegakkan aturan dengan alat dan bahan (sesuai program memberikan sanksi secara adil bagi studi keahlian) (SMK). pelanggar tata tertib sekolah. Menyediakan peralatan praktik sesuai program studi keahlian (SMK). 5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya Menciptakan suasana kompetisi yang Menciptakan suasana kompetisi sungguh-sungguh dalam mengatasi sehat. yang sehat.26 berbagai hambatan belajar, tugas Menciptakan suasana sekolah yang Menciptakan kondisi etos kerja, dan menyelesaikan tugas dengan menantang dan memacu untuk pantang menyerah, dan daya sebaik-baiknya. bekerja keras. tahan belajar. Memiliki pajangan tentang slogan Mencipatakan suasana belajar atau motto tentang kerja. yang memacu daya tahan kerja. Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar. 6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu Menciptakan situasi yang Menciptakan situasi belajar yang untuk menghasilkan cara atau hasil menumbuhkan daya berpikir dan bisa menumbuhkan daya pikir baru dari sesuatu yang telah bertindak kreatif. dan bertindak kreatif. dimiliki. Pemberian tugas yang menantang munculnya karya- karya baru baik yang autentik maupun modifikasi. 7. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah Menciptakan situasi sekolah yang Menciptakan suasana kelas yang tergantung pada orang lain dalam membangun kemandirian peserta didik. memberikan kesempatan kepada menyelesaikan tugas-tugas. peserta didik untuk bekerja mandiri. 26 NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 8. Demokratis Cara berpikir, bersikap, dan Melibatkan warga sekolah dalam Mengambil keputusan kelas bertindak yang menilai sama hak setiap pengambilan keputusan. secara bersama melalui dan kewajiban dirinya dan orang Menciptakan suasana sekolah yang musyawarah dan mufakat. lain. menerima perbedaan. Pemilihan kepengurusan kelas Pemilihan kepengurusan OSIS secara secara terbuka. terbuka. Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat. Mengimplementasikan model- model pembelajaran yang dialogis dan interaktif. 9. Rasa Ingin Sikap dan tindakan yang selalu Menyediakan media komunikasi atau Menciptakan suasana kelas yang Tahu berupaya untuk mengetahui lebih informasi (media cetak atau media mengundang rasa ingin tahu. mendalam dan meluas dari sesuatu elektronik) untuk berekspresi bagi Eksplorasi lingkungan secara yang dipelajari, dilihat, dan warga sekolah. terprogram.27 didengar. Memfasilitasi warga sekolah untuk Tersedia media komunikasi atau bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu informasi (media cetak atau pengetahuan, teknologi, dan budaya. media elektronik). 10. Semangat Cara berpikir, bertindak, dan Melakukan upacara rutin sekolah. Bekerja sama dengan teman Kebangsaan berwawasan yang menempatkan Melakukan upacara hari-hari besar sekelas yang berbeda suku, kepentingan bangsa dan negara di nasional. etnis, status sosial-ekonomi. atas kepentingan diri dan Menyelenggarakan peringatan hari Mendiskusikan hari-hari besar kelompoknya. kepahlawanan nasional. nasional. Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. Mengikuti lomba pada hari besar nasional. 11. Cinta Tanah Cara berpikir, bersikap, dan berbuat Menggunakan produk buatan dalam Memajangkan: foto presiden dan Air yang menunjukkan kesetiaan, negeri. wakil presiden, bendera negara, kepedulian, dan penghargaan yang Menggunakan bahasa Indonesia yang lambang negara, peta Indonesia, tinggi terhadap bahasa, lingkungan baik dan benar. gambar kehidupan masyarakat 27
  • NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan Menyediakan informasi (dari Indonesia. politik bangsa. sumber cetak, elektronik) tentang Menggunakan produk buatan kekayaan alam dan budaya dalam negeri. Indonesia. 12. Menghargai Sikap dan tindakan yang mendorong Memberikan penghargaan atas hasil Memberikan penghargaan atas Prestasi dirinya untuk menghasilkan sesuatu prestasi kepada warga sekolah. hasil karya peserta didik. yang berguna bagi masyarakat, Memajang tanda-tanda penghargaan Memajang tanda-tanda mengakui, dan menghormati prestasi. penghargaan prestasi. keberhasilan orang lain. Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi. 13. Bersahabat/ Tindakan yang memperlihatkan rasa Suasana sekolah yang memudahkan Pengaturan kelas yang Komuniktif senang berbicara, bergaul, dan terjadinya interaksi antarwarga memudahkan terjadinya bekerja sama dengan orang lain. sekolah. interaksi peserta didik.28 Berkomunikasi dengan bahasa yang Pembelajaran yang dialogis. santun. Guru mendengarkan keluhan- Saling menghargai dan menjaga keluhan peserta didik. kehormatan. Dalam berkomunikasi, guru Pergaulan dengan cinta kasih dan tidak menjaga jarak dengan rela berkorban. peserta didik. 14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang Menciptakan suasana sekolah dan Menciptakan suasana kelas yang menyebabkan orang lain merasa bekerja yang nyaman, tenteram, dan damai. senang dan aman atas kehadiran harmonis. Membiasakan perilaku warga dirinya Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. sekolah yang anti kekerasan. Pembelajaran yang tidak bias Membiasakan perilaku warga gender. sekolah yang tidak bias gender. Kekerabatan di kelas yang Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang. penuh kasih sayang. 28 NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 15. Gemar Kebiasaan menyediakan waktu Program wajib baca. Daftar buku atau tulisan yang Membaca untuk membaca berbagai bacaan Frekuensi kunjungan perpustakaan. dibaca peserta didik. yang memberikan kebajikan bagi Menyediakan fasilitas dan suasana Frekuensi kunjungan dirinya. menyenangkan untuk membaca. perpustakaan. Saling tukar bacaan. Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi. 16. Peduli Sikap dan tindakan yang selalu Pembiasaan memelihara kebersihan Memelihara lingkungan kelas. Lingkungan berupaya mencegah kerusakan pada dan kelestarian lingkungan sekolah. Tersedia tempat pembuangan lingkungan alam di sekitarnya dan Tersedia tempat pembuangan sampah sampah di dalam kelas. mengembangkan upaya-upaya dan tempat cuci tangan. Pembiasaan hemat energi. untuk memperbaiki kerusakan alam Menyediakan kamar mandi dan air Memasang stiker perintah yang sudah terjadi. bersih. mematikan lampu dan menutup Pembiasaan hemat energi. kran air pada setiap ruangan Membuat biopori di area sekolah. apabila selesai digunakan29 Membangun saluran pembuangan air (SMK). limbah dengan baik. Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik. Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik. Penanganan limbah hasil praktik (SMK). Menyediakan peralatan kebersihan. Membuat tandon penyimpanan air. Memrogramkan cinta bersih lingkungan. 17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu Memfasilitasi kegiatan bersifat Berempati kepada sesama teman ingin memberi bantuan pada orang sosial. kelas. lain dan masyarakat yang Melakukan aksi sosial. Melakukan aksi sosial. membutuhkan. Menyediakan fasilitas untuk Membangun kerukunan warga menyumbang. kelas. 29
  • Peran serta aktif dalam kegiatan PETA NILAI DAN INDIKATOR Mengajukan usul pemecahan Pelaksanaan tugas piket secaraINDIKATOR KELAS Bab III ini memuat nilai dan indikator minimal, peta nilai yang diidentifikasi untuk sejumlah mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah, serta keterkaitan masalah. sekolah. teratur. antara SK dan KD, nilai, dan indikator untuk setiap jenjang kelas yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Dalam pedoman ini ada 4 jenjang kelas yaitu SD (1-3, 4-6), SMP (7-9), SMA/SMK (10-12). mengatasi masalah dalam lingkup Menghindarkan kecurangan dalam Membuat laporan setiap kegiatan untuk yang dilakukan dalam bentuk lisan Melakukan tugas tanpa disuruh.INDIKATOR SEKOLAH A. NILAI, JENJANG KELAS, DAN INDIKATOR prakarsa Tabel berikut menggambarkan keterkaitan antara nilai, jenjang kelas, dan indikator pelaksanaan tugas. untuk nilai itu. Indikator itu bersifat berkembang secara progresif. Artinya, perilaku maupun tertulis. Menunjukkan yang dirumuskan dalam indikator untuk jenjang kelas 1 - 3 lebih sederhana terdekat. dibandingkan perilaku untuk jenjang kelas 4 - 6. Bagi nilai yang sama, perilaku yang 30 dirumuskan dalam indikator untuk kelas 7 - 9 lebih kompleks dibandingkan untuk dan kewajibannya, yang seharusnya dia sosial dan budaya), negara dan lakukan, terhadap diri sendiri, Sikap dan perilaku seseorang untuk masyarakat, lingkungan (alam, kelas 4 - 6, tetapi lebih sederhana dibandingkan untuk kelas 10 - 12. tugas Misalnya, bagi nilai religius, indikatorDESKRIPSI Tuhan Yang Maha Esa. “mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui melaksanakan cara merawatnya dengan baik” untuk kelas 1-3 lebih sederhana dibandingkan indikator “mengagumi sistem dan cara Gambar 17. Indikator perilaku nilai-nilai kerja organ-organ tubuh manusia yang 18. Tanggung sempurna dalam sinkronisasi fungsiNILAI jawab organ” untuk kelas 4-6 karena mengagumi sistem dan cara kerja organ lebih tinggi dibandingkan mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagian tubuh. 30 31
  • 1. KETERKAITAN NILAI DAN INDIKATOR UNTUK SEKOLAH DASAR INDIKATOR NILAI 1-3 4-6 INDIKATOR Membantu teman yang Bekerja sama dengan teman NILAI mengalami kesulitan yang berbeda agama, suku, 1-3 4-6 walaupun be rbeda dalam dan etnis dalam kegiatan- Religius: Mengenal dan mensyukuri Mengagumi sistem dan cara agama, suku, dan etnis. kegiatan kelas dan sekolah. Sikap dan perilaku yang patuh tubuh dan bagiannya sebagai kerja organ-organ tubuh dalam melaksanakan ajaran ciptaan Tuhan melalui cara manusia yang sempurna Menerima pendapat teman Bersahabat dengan teman agama yang dianutnya, toleran merawatnya dengan baik. dalam sinkronisasi fungsi yang berbeda dari pendapat yang berbeda pendapat. terhadap pelaksanaan ibadah organ. dirinya. agama lain, serta hidup rukun Mengagumi kebesaran Tuhan Bersyukur kepada Tuhan Disiplin: Datang ke sekolah dan Menyelesaikan tugas pada dengan pemeluk agama lain. karena kelahirannya di dunia karena memiliki keluarga Tindakan yang menunjukkan masuk kelas pada waktunya. waktunya. dan hormat kepada yang menyayanginya. perilaku tertib dan patuh pada orangtuanya. Melaksanakan tugas-tugas Saling menjaga dengan teman berbagai ketentuan dan Mengagumi kekuasaan Merasakan kekuasaan Tuhan peraturan. kelas yang menjadi tanggung agar semua tugas-tugas kelas Tuhan yang telah yang telah menciptakan jawabnya. terlaksana dengan baik. menciptakan berbagai jenis berbagai keteraturan dalam bahasa dan suku bangsa. berbahasa. Duduk pada tempat yang Selalu mengajak teman Senang mengikuti aturan Merasakan manfaat aturan telah ditetapkan. menjaga ketertiban kelas. kelas dan sekolah untuk kelas dan sekolah sebagai Menaati peraturan sekolah Mengingatkan teman yang kepentingan hidup bersama. keperluan untuk hidup dan kelas. melanggar peraturan dengan bersama. kata-kata sopan dan tidak Senang bergaul dengan Membantu teman yang menyinggung. teman sekelas dan satu memerlukan bantuan sebagai Berpakaian rapi. Berpakaian sopan dan rapi. sekolah dengan berbagai suatu ibadah atau kebajikan. perbedaan yang telah Mematuhi aturan permainan. Mematuhi aturan sekolah. diciptakan-Nya. Jujur: Tidak meniru jawaban teman Tidak meniru pekerjaan Kerja keras: Mengerjakan semua tugas Mengerjakaan tugas dengan Perilaku yang didasarkan pada (menyontek) ketika ulangan temannya dalam mengerjakan kelas dengan sungguh- teliti dan rapi. Perilaku yang menunjukkan upaya menjadikan dirinya ataupun mengerjakan tugas tugas di rumah. sungguh. upaya sungguh-sungguh sebagai orang yang selalu di kelas. dalam mengatasi berbagai Mencari informasi dari Mencari informasi dari dapat dipercaya dalam Menjawab pertanyaan guru Mengatakan dengan hambatan belajar, tugas, dan sumber di luar buku sumber-sumber di luar perkataan, tindakan, dan tentang sesuatu berdasarkan sesungguhnya sesuatu yang menyelesaikan tugas dengan pelajaran. sekolah. pekerjaan. yang diketahuinya. telah terjadi atau yang sebaik-baiknya. dialaminya. Menyelesaikan PR pada Mengerjakan tugas-tugas dari waktunya. guru pada waktunya. Mau bercerita tentang Mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam kesulitan menerima pendapat Menggunakan sebagian besar Fokus pada tugas-tugas yang berteman. temannya. waktu di kelas untuk belajar. diberikan guru di kelas. Menceritakan suatu kejadian Mengemukakan pendapat Mencatat dengan sungguh- Mencatat dengan sungguh- berdasarkan sesuatu yang tentang sesuatu sesuai dengan sungguh sesuatu yang sungguh sesuatu yang dibaca, diketahuinya. yang diyakininya. ditugaskan guru. diamati, dan didengar untuk kegiatan kelas. Mau menyatakan tentang Mengemukakan Kreatif: Membuat suatu karya dari Membuat berbagai kalimat ketidaknyaman suasana ketidaknyaman dirinya dalam Berpikir dan melakukan bahan yang tersedia di kelas. baru dari sebuah kata. belajar di kelas. belajar di sekolah. sesuatu yang menghasilkan Mengusulkan suatu kegiatan Bertanya tentang sesuatu cara atau hasil baru baru di kelas. yang berkenaan dengan Toleransi: Tidak mengganggu teman Menjaga hak teman yang berdasarkan sesuatu yang telah pelajaran tetapi di luar Sikap dan tindakan yang yang berlainan agama dalam berbeda agama untuk dimiliki. cakupam materi pelajaran. menghargai perbedaan agama, beribadah. melaksanakan ajaran suku, etnis, pendapat, sikap, agamanya. Menyatakan perasaannya Membuat karya tulis tentang dan tindakan orang lain yang Mau bertegur sapa dengan Menghargai pendapat yang dalam gambar, seni, bentuk- hal baru tapi terkait dengan berbeda dari dirinya. teman yang berbeda berbeda sebagai sesuatu yang bentuk komunikasi lisan dan materi pelajaran. pendapat. alami dan insani. tulis. 32 33
  • INDIKATOR INDIKATOR NILAI NILAI 1-3 4-6 1-3 4-6 Melakukan tindakan- Melakukan penghijauan atau Mengakui persamaan hak Bekerja sama dengan teman tindakan untuk membuat penyegaran halaman sekolah. dan kewajiban antara dirinya dari suku, etnis, budaya lain kelas menjadi sesuatu yang dan teman sebangsa dari berdasarkan persamaan hak nyaman. suku, etnis, budaya lain. dan kewajiban.Mandiri: Melakukan sendiri tugas Mencari sumber untuk Membaca buku-buku Menyadari bahwa setiapSikap dan prilaku yang tidak kelas yang menjadi tanggung menyelesaikan tugas sekolah mengenai suku bangsa dan perjuangan mempertahankanmudah tergantung pada orang jawabnya. tanpa bantuan pustakawan etnis yang berjuang bersama kemerdekaan dilakukanlain dalam menyelesaikan sekolah. dalam mempertahankan bersama oleh berbagai suku,tugas-tugas. Mengerjakan PR tanpa Mengerjakan PR tanpa kemerdekaan. etnis yang ada di Indonesia. meniru pekerjaan temannya. meniru pekerjaan temannya.Demokratis: Menerima ketua kelas Membiasakan diri Cinta tanah air: Mengagumi keunggulan Mengagumi posisi geografisCara berpikir, bersikap, dan terpilih berdasarkan suara bermusyawarah dengan Cara berpikir, bersikap, dan geografis dan kesuburan wilayah Indonesia dalambertindak yang menilai sama terbanyak. teman-teman. berbuat yang menunjukkan tanah wilayah Indonesia. perhubungan laut dan udarahak dan kewajiban dirinya dan kesetiaan, kepedulian, dan dengan negara lain. Memberikan suara dalam Menerima kekalahan dalamorang lain. penghargaan yang tinggi Menyenangi keragaman Mengagumi kekayaan budaya pemilihan di kelas dan pemilihan dengan ikhlas. sekolah. terhadap bahasa, lingkungan budaya dan seni di Indonesia. dan seni di Indonesia. fisik, sosial, budaya, ekonomi, Mengemukakan pikiran Mengemukakan pendapat dan politik bangsa. Menyenangi keragaman suku Mengagumi keragaman suku, tentang teman-teman sekelas. tentang teman yang jadi bangsa dan bahasa daerah etnis, dan bahasa sebagai pemimpinnya. yang dimiliki Indonesia. keunggulan yang hadir di wilayah negara Indonesia. Ikut membantu Memberi kesempatan kepada melaksanakan program ketua teman yang menjadi Mengagumi keragaman Mengagumi sumbangan kelas. pemimpinnya untuk bekerja. hasil-hasil pertanian, produk pertanian, perikanan, perikanan, flora, dan fauna flora, dan fauna Indonesia Menerima arahan dari ketua Melaksanakan kegiatan yang Indonesia. bagi dunia. kelas, ketua kelompok dirancang oleh teman yang belajar, dan OSIS. menjadi pemimpinnya. Mengagumi kekayaan hutan Mengagumi peran hutan Indonesia. Indonesia bagi dunia.Rasa ingin tahu: Bertanya kepada guru dan Bertanya atau membacaSikap dan tindakan yang teman tentang materi sumber di luar buku teks Mengagumi laut serta Mengagumi peran laut danselalu berupaya untuk pelajaran. tentang materi yang terkait perannya dalam kehidupan hasil laut Indonesia bagimengetahui lebih mendalam dengan pelajaran. bangsa Indonesia. bangsa-bangsa di dunia.dan meluas dari sesuatu yang Bertanya kepada sesuatu Membaca atau mendiskusikan Menghargai prestasi: Mengerjakan tugas dari guru Rajin belajar untukdipelajari, dilihat, dan tentang gejala alam yang gejala alam yang baru terjadi. Sikap dan tindakan yang dengan sebaik-baiknya. berprestasi tinggi.didengar. baru terjadi. mendorong dirinya untuk Berlatih keras untuk Berlatih keras untuk menjadi menghasilkan sesuatu yang berprestasi dalam olah raga pemenang dalam berbagai Bertanya kepada guru Bertanya tentang beberapa berguna bagi masyarakat, dan kesenian. kegiatan olah raga dan tentang sesuatu yang peristiwa alam, sosial, mengakui, dan menghormati kesenian di sekolah. didengar dari radio atau budaya, ekonomi, politik, keberhasilan orang lain. televisi. teknologi yang baru didengar. Hormat kepada sesuatu yang Menghargai kerja keras guru, sudah dilakukan guru, kepala kepala sekolah, dan Bertanya tentang berbagai Bertanya tentang sesuatu sekolah, dan personalia personalia lain. peristiwa yang dibaca dari yang terkait dengan materi sekolah lain. media cetak. pelajaran tetapi di luar yang dibahas di kelas. Menceritakan prestasi yang Menghargai upaya orang tua dicapai orang tua. untuk mengembangkanSemangat kebangsaan: Turut serta dalam upacara Turut serta dalam panitia berbagai potensi dirinyaCara berpikir, bertindak, dan peringatan hari pahlawan dan peringatan hari pahlawan dan melalui pendidikan danberwawasan yang proklamasi kemerdekaan. proklamasi kemerdekaan. kegiatan lain.menempatkan kepentingan Menggunakan bahasa Menggunakan bahasa Menghargai hasil kerja Menghargai hasil kerjabangsa dan negara di atas Indonesia ketika ada teman Indonesia ketika berbicara di pemimpin di masyarakat pemimpin dalamkepentingan diri dan dari suku lain. kelas. sekitarnya. menyejahterakan masyarakatkelompoknya. dan bangsa. Menyanyikan lagu Indonesia Menyanyikan lagu-lagu Raya dan lagu-lagu wajib. perjuangan. Mengagumi banyaknya Menyukai berbagai upacara keragaman bahasa di adat di nusantara. Indonesia. 34 35
  • INDIKATOR INDIKATOR NILAI NILAI 1-3 4-6 1-3 4-6 Menghargai tradisi dan hasil Menghargai temuan-temuan Meminjamkan alat kepada Mmbantu teman yang sedang karya masyarakat di yang telah dihasilkan manusia teman yang tidak membawa memerlukan bantuan. sekitarnya. dalam bidang ilmu, teknologi, atau tidak punya. sosial, budaya, dan seni. Mengumpulkan uang dan Menyumbang darah untuk barang untuk korban bencana PMI.Bersahabat/ komunikatif: Bekerja sama dalam Memberikan pendapat dalam alam.Tindakan yang kelompok di kelas. kerja kelompok di kelas. Peduli lingkungan: Buang air besar dan air kecil Membersihkan WC.memperlihatkan rasa senang Berbicara dengan teman Memberi dan mendengarkan di WC. Sikap dan tindakan yangberbicara, bergaul, dan bekerja sekelas. pendapat dalam diskusi kelas. selalu berupaya mencegah Membuang sampah di Membersihkan tempatsama dengan orang lain. Bergaul dengan teman Aktif dalam kegiatan sosial kerusakan lingkungan alam di tempatnya. sampah. sekelas ketika istirahat. dan budaya kelas. sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya Membersihkan halaman Membersihkan lingkungan Bergaul dengan teman lain Aktif dalam kegiatan sekolah. sekolah. untuk memperbaiki kerusakan kelas. organisasi di sekolah. alam yang sudah terjadi. Tidak memetik bunga di Memperindah kelas dan Aktif dalam kegiatan sosial taman sekolah. sekolah dengan tanaman. dan budaya sekolah. Tidak menginjak Ikut memelihara taman di Berbicara dengan guru, Berbicara dengan guru, rumput di taman sekolah. halaman sekolah. kepala sekolah, dan kepala sekolah, dan personalia sekolah lainnya. personalia sekolah lainnya. Menjaga kebersihan rumah Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkunganCinta damai: Tidak menggunakan Mendamaikan teman yangSikap, perkataan, dan tindakan kekuatan fisik dalam sedang berselisih.yang menyebabkan orang lain berselisih dengan teman.merasa senang dan aman atas Berbicara dengan kata-kata Menggunakan kata-kata yangkehadiran dirinya yang tidak mengundang menyejukkan emosi teman amarah teman. yang sedang marah. Tidak mengambil barang Ikut menjaga keamanan 2. KETERKAITAN NILAI, JENJANG KELAS DAN INDIKATOR UNTUK teman. barang-barang di kelas. SMP - SMA Mengucapkan salam atau Menjaga keselamatan teman INDIKATOR selamat pagi/siang/sore di kelas/sekolah dari NILAI 7-9 10- 12 ketika bertemu teman untuk perbuatan jahil yang merusak. pertama kali pada hari itu. Religius: Mengagumi kebesaran Tuhan Mensyukuri keunggulan Sikap dan perilaku yang melalui kemampuan manusia manusia sebagai makhlukGemar membaca: Membaca buku atau tulisan Membaca buku dan tulisan dalam melakukan pencipta dan penguasa patuh dalam melaksanakanKebiasaan menyediakan yang diwajibkan guru. yang terkait dengan mata sinkronisasi antara aspek dibandingkan makhluk lain ajaran agama yangwaktu untuk membaca pelajaran. fisik dengan aspek kejiwaan. dianutnya, toleran terhadapberbagai bacaan yang pelaksanaan ibadah agamamemberikan kebajikan bagi Mengagumi kebesaran Tuhan Bersyukur kepada Tuhan karena Membaca buku-buku cerita Mencari bahan bacaan dari lain, dan hidup rukun karena kemampuan dirinya menjadi warga bangsadirinya. yang ada di perpustakaan perpustakaan daerah. dengan pemeluk agama untuk hidup sebagai anggota Indonesia. sekolah. lain. masyarakat. Mengagumi kekuasaan Merasakan kekuasaan Tuhan Membaca koran atau majalah Membaca buku novel dan Tuhan yang telah yang telah menciptakan dinding. cerita pendek. menciptakan berbagai alam berbagai keteraturan di alam semesta. semesta. Membaca buku yang ada di Membaca buku atau tulisan rumah tentang flora, fauna, tentang alam, sosial, budaya, Mengagumi kebesaran Tuhan Merasakan kebesaran Tuhan dan alam. seni, dan teknologi. karena adanya agama yang dengan keberagaman agama menjadi sumber keteraturan yang ada di dunia.Peduli sosial: Membagi makanan dengan Mengunjungi rumah yatim hidup masyarakat.Sikap dan tindakan yang teman. dan orang jompo.selalu ingin memberi bantuan Mengagumi kebesaran Tuhan Mengagumi kebesaran Tuhan Berterima kasih kepada Menghormati petugas-petugas melalui berbagai pokok melalui berbagai pokok bahasankepada orang lain dan petugas kebersihan sekolah. sekolah.masyarakat yang bahasan dalam berbagai mata dalam berbagai mata pelajaran.membutuhkan. pelajaran. 36 37
  • INDIKATOR INDIKATOR NILAI NILAI 7-9 10- 12 7-9 10- 12Jujur: Tidak menyontek ataupun Melaksanakan tugas sesuai Kerja keras: Mengerjakan semua tugas Mengerjakaan tugas denganPerilaku yang didasarkan menjadi plagiat dalam dengan aturan akademik yang Perilaku yang kelas selesai dengan baik teliti dan rapi.pada upaya menjadikan mengerjakan setiap tugas. berlaku di sekolah. menunjukkan upaya pada waktu yang telahdirinya sebagai orang yang Mengemukakan pendapat Menyebutkan secara tegas sungguh-sungguh dalam ditetapkan.selalu dapat dipercaya tanpa ragu tentang suatu keunggulan dan kelemahan mengatasi berbagai Tidak putus asa dalam Menggunakan waktu secaradalam perkataan, tindakan, pokok diskusi. suatu pokok bahasan. hambatan belajar, tugas, menghadapi kesulitan dalam efektif untuk menyelesaikandan pekerjaan. dan menyelesaikan tugas belajar. tugas-tugas di kelas dan luar Mengemukakan rasa senang Mau bercerita tentang dengan sebaik-baiknya. kelas. atau tidak senang terhadap permasalahan dirinya dalam pelajaran. menerima pendapat temannya. Selalu fokus pada pelajaran. Selalu berusaha untuk mencari Menyatakan sikap terhadap Mengemukakan pendapat informasi tentang materi suatu materi diskusi kelas. tentang sesuatu sesuai dengan pelajaran dari berbagai sumber. yang diyakininya. Kreatif: Mengajukan pendapat yang Mengajukan suatu pikiran baru Berpikir dan melakukan berkenaan dengan suatu tentang suatu pokok bahasan. Membayar barang yang Membayar barang yang dibeli sesuatu yang menghasilkan pokok bahasan. dibeli di toko sekolah dengan dengan jujur. cara atau hasil baru dari Bertanya mengenai Menerapkan jujur. yang telah dimiliki. penerapan suatu hukum/teori/prinsip yang Mengembalikan barang yang Mengembalikan barang yang hukum/teori/prinsip dari sedang dipelajari dalam aspek dipinjam atau ditemukan di dipinjam atau ditemukan di materi lain ke materi yang kehidupan masyarakat. tempat umum. tempat umum. sedang dipelajari.Toleransi: Tidak menggangu teman Memberi kesempatan kepada Mandiri: Melakukan sendiri tugas Mencari sumber di perpustakaanSikap dan tindakan yang yang berbeda pendapat. teman untuk berbeda pendapat. Sikap dan prilaku yang kelas yang menjadi tanggung untuk menyelesaikan tugas tidak mudah tergantung jawabnya. sekolah tanpa bantuanmenghargai perbedaan Menghormati teman yang Bersahabat dengan teman lain pada orang lain dalam pustakawan.agama, suku, etnis, berbeda adat-istiadatnya. tanpa membedakan agama, menyelesaikan tugas-tugas. Mencari sendiri di kamus Menerjemahkan sendiri kalimatpendapat, sikap, dan suku, dan etnistindakan orang lain yang terjemahan kata bahasa asing bahasa Indonesia ke bahasa Bersahabat dengan teman Mau mendengarkan pendapat untuk bahasa Indonesia atau asing atau sebaliknya.berbeda dari dirinya. dari kelas lain. yang dikemukakan teman sebaliknya. tentang budayanya. Demokratis: Memilih ketua kelompok Membiasakan diri Mau menerima pendapat yang Cara berpikir, bersikap, berdasarkan suara terbanyak. bermusyawarah dengan teman- berbeda dari teman sekelas. dan bertindak yang menilai teman. sama hak dan kewajiban Memberikan suara dalam Menerima kekalahan dalamDisiplin: Selalu tertib dalam Selalu teliti dan tertib dalam dirinya dan orang lain. pemilihan di kelas dan pemilihan dengan ikhlas.Tindakan yang melaksanakan tugas-tugas mengerjakan tugas. sekolah.menunjukkan perilaku kebersihan sekolah. Mengemukakan pikiran Mengemukakan pendapattertib dan patuh pada Tertib dalam berbahasa lisan Tertib dalam menerapkan tentang teman-teman sekelas. tentang teman yang menjadiberbagai ketentuan dan dan tulis. kaidah-kaidah tata tulis dalam pemimpinnya.peraturan. sebuah tulisan. Ikut membantu melaksanakan Memberi kesempatan kepada Patuh dalam menjalankan Menaati peosedur kerja program ketua kelas. teman yang menjadi ketetapan-ketetapan laboratorium dan prosedur pemimpinnya untuk bekerja. organisasi peserta didik. pengamatan permasalahan Rasa ingin tahu: Bertanya kepada guru dan Bertanya atau membaca sumber sosial. Sikap dan tindakan yang teman tentang materi di luar buku teks tentang materi selalu berupaya untuk pelajaran. yang terkait dengan pelajaran. Menaati aturan berbicara Mematuhi jadwal belajar yang yang ditentukan dalam telah ditetapkan sendiri. mengetahui lebih Bertanya kepada sesuatu Membaca atau mendiskusikan mendalam dan meluas dari tentang gejala alam yang baru gejala alam yang baru terjadi. sebuah diskusi kelas. sesuatu yang dipelajari, terjadi. Tertib dalam menerapkan Tertib dalam menerapkan aturan dilihat, dan didengar. Bertanya kepada guru tentang Membaca atau mendiskusikan aturan penulisan untuk karya penulisan untuk karya tulis sesuatu yang didengar dari beberapa peristiwa alam, sosial, tulis. ilmiah. ibu, bapak, teman, radio, atau budaya, ekonomi, politik, dan televise. teknologi yang baru didengar. 38 39
  • INDIKATOR INDIKATOR NILAI NILAI 7-9 10- 12 7-9 10- 12Semangat kebangsaan: Turut serta dalam upacara Turut serta dalam panitia Menghargai tradisi dan hasil Menghargai temuan-temuanCara berpikir, bertindak, peringatan hari pahlawan dan peringatan hari pahlawan dan karya masyarakat di yang telah dihasilkan manusiadan berwawasan yang proklamasi kemerdekaan. proklamasi kemerdekaan. sekitarnya. dalam bidang ilmu, teknologi,menempatkan kepentingan sosial, budaya, dan seni. Mengemukakan pikiran dan Mengemukakan pikiran danbangsa dan negara di atas sikap mengenai ancaman dari sikap terhadap pertentangan Bersahabat/ komunikatif: Bekerja sama dalam Memberikan pendapat dalamkepentingan diri dan Tindakan yang kelompok di kelas. kerja kelompok di kelas. negara lain terhadap bangsa antara bangsa Indonesia dengankelompoknya. dan negara Indonesia. negara lain. memperlihatkan rasa Berbicara dengan teman Memberi dan mendengarkan senang berbicara, bergaul, sekelas. pendapat dalam diskusi kelas. Mengemukakan sikap dan Mengemukakan sikap dan dan bekerja sama dengan tindakan yang akan dilakukan tindakan mengenai hubungan orang lain Bergaul dengan teman Aktif dalam kegiatan sosial dan mengenai hubungan antara Indonesia dengan negara-negara sekelas ketika istirahat. budaya kelas. bangsa Indonesia dengan lain dalam masalah politik, Bergaul dengan teman lain Aktif dalam kegiatan organisasi negara bekas penjajah ekonomi, sosial, dan budaya. kelas. di sekolah. Indonesia. Aktif dalam kegiatan sosial danCinta tanah air: Menyenangi keunggulan Mengemukakan sikap mengenai budaya sekolah.Cara berpikir, bersikap, geografis dan kesuburan kondisi geografis Indonesia. Berbicara dengan guru, Berbicara dengan guru, kepaladan berbuat yang tanah wilayah Indonesia. kepala sekolah, dan sekolah, dan personalia sekolahmenunjukkan kesetiaan, Menyenangi keragaman Mengemukakan sikap dan personalia sekolah lainnya. lainnya.kepedulian, dan budaya dan seni di Indonesia. kepedulian terhadap Cinta damai: Melindungi teman dari Ikut serta dalam berbagaipenghargaan yang tinggi keberagaman budaya dan seni di ancaman fisik. kegiatan cinta damai. Sikap, perkataan, danterhadap bahasa, Indonesia. tindakan yanglingkungan fisik, sosial, Berupaya mempererat Berkomunikasi dengan teman- Menyenangi keberagaman Mengemukakan sikap dan menyebabkan orang lain pertemanan. teman setanah air.budaya, ekonomi, dan merasa senang dan amanpolitik bangsa. suku bangsa dan bahasa kepedulian terhadap kekayaan Ikut berpartisipasi dalam Ikut berpartisipasi dalam daerah yang dimiliki budaya bangsa Indonesia. atas kehadiran dirinya. sistem keamanan sekolah. menjaga keamanan sekolah. Indonesia. Gemar membaca: Membaca buku atau tulisan Membaca buku atau tulisan Mengagumi keberagaman Rasa bangga dan peduli Kebiasaan menyediakan keilmuan, sastra, seni, keilmuan, sastra, seni, budaya, hasil-hasil pertanian, terhadap berbagai unggulan waktu untuk membaca budaya, teknologi, dan teknologi, dan humaniora. perikanan, flora, dan fauna produk Indonesia dalam berbagai bacaan yang humaniora. Indonesia. pertanian, perikanan, flora, dan memberikan kebajikan bagi Membaca buku atau tulisan fauna. dirinya. Membaca koran/majalah tentang alam, sosial, budaya, Mengagumi dan menyenangi Rasa bangga atas berbagai dinding. seni, dan teknologi. produk, industri, dan produk unggulan bangsa teknologi yang dihasilkan Indonesia di bidang industri dan Membaca koran. bangsa Indonesia teknologi. Peduli sosial: Ikut dalam berbagai kegiatan Merancang dan melaksanakanMenghargai prestasi: Mengerjakan tugas dari guru Rajin belajar untuk berprestasi Sikap dan tindakan yang sosial. berbagai kegiatan sosial.Sikap dan tindakan yang dengan sebaik-baiknya. tinggi. selalu ingin memberimendorong dirinya untuk Berlatih keras untuk Berlatih keras untuk menjadi bantuan bagi orang lain dan Meminjamkan alat kepada Menghormati petugas-petugasmenghasilkan sesuatu yang berprestasi dalam olah raga pemenang dalam berbagai masyarakat yang teman yang tidak membawa sekolah.berguna bagi masyarakat, dan kesenian. kegiatan olah raga dan kesenian membutuhkan. atau tidak punya.mengakui, dan di sekolah. Mmbantu teman yang sedangmenghormati keberhasilan memerlukan bantuan.orang lain. Hormat kepada sesuatu yang Menghargai kerja keras guru, sudah dilakukan guru, kepala kepala sekolah, dan personalia sekolah, dan personalia lainnya. Menyumbang darah. sekolah lain. Peduli lingkungan Mengikuti berbagai kegiatan Merencanakan dan Menceritakan prestasi yang Menghargai upaya orangtua Sikap dan tindakan yang berkenaan dengan melaksanakan berbagai kegiatan dicapai orang tua. untuk mengembangkan berbagai selalu berupaya mencegah kebersihan, keindahan, dan pencegahan kerusakan potensi dirinya melalui kerusakan lingkungan alam pemeliharaan lingkungan. lingkungan. pendidikan dan kegiatan lain. di sekitarnya dan mengembangkan upaya- Menghargai hasil kerja Menghargai hasil kerja upaya untuk memperbaiki pemimpin di masyarakat pemimpin dalam kerusakan alam yang sudah sekitarnya. mensejahteraan kesejahteraan terjadi. masyarakat dan bangsa. 40 41
  • B. PETA NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MATA JENJANG KELAS PELAJARAN 1-3 4-6 7-9 BERDASARKAN MATA PELAJARAN Kreatif Kreatif Kreatif Mandiri Mandiri Mandiri Berikut adalah gambaran keterkaitan antara mata pelajaran dengan nilai yang dapat Demokratis Demokratis Demokrasi dikembangkan untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa. Rasa Ingin Rasa Ingin Rasa Ingin Tahu Tahu Tahu 1. JENJANG PENDIDIKAN DASAR Semangat Semangat Cinta Tanah Air Kebangsaan Kebangsaan MATA JENJANG KELAS Cinta Tanah Air Cinta Tanah Menghargai PELAJARAN 1-3 4-6 7-9 Menghargai Air Prestasi PENDIDIKAN Cinta tanah air Semangat Semangat Prestasi Menghargai Bersahabat/ KEWARGANEGA Bersahabat/Ko Prestasi Komunikatif Bersahabat kebangsaan kebangsaan RAAN (PKn) munikatif Bersahabat/K Cinta Damai Komunikatif Cinta tanah air Cinta tanah air omunikatif Cinta Damai Peduli Sosial Senang Menghargai Menghargai Peduli Sosial Terbuka * Peduli membaca Prestasi Prestasi Peduli Lingkungan Peduli sosial Bersahabat Bersahabat Lingkungan Kritis Peduli Komunikatif Komunikatif Berani * Terbuka lingkungan, Cinta Damai Cinta Damai Kritis * Kemanusiaan Jujur Senang Senang Terbuka * Optimis Humor * Toleran membaca membaca Kemanusiaan* Disiplin Peduli sosial Peduli sosial MATEMATIKA Teliti Teliti Teliti Kreatif Peduli Peduli Tekun Tekun Kreatif Rasa ingin tahu lingkungan, lingkungan, Kerja keras Kerja keras Patang Percaya Religius Religius menyerah Rasa ingin tahu Rasa ingin Respek Jujur Jujur Pantang tahu Rasa ingin Tahu Bertanggung Toleran Toleran menyerah Pantang jawab Disiplin Disiplin menyerah Saling berbagi Kerja keras Kerja keras IPS Religius Religius Religius Kreatif Kreatif Toleransi Toleransi Jujur Mandiri Mandiri Kerja keras Disiplin Toleransi Demokratis Demokratis Kreatif Kreatif Disiplin Rasa ingin Rasa ingin tahu Bersahabat/kom Demokratis Kerja keras unikatif Rasa ingin Kreatif tahu Percaya Kasih sayang tahu Mandiri Percaya Respek Rukun Semangat Rasa ingin tahu Respek Bertanggung (persatuan) kebangsaan Cinta tanah air Bertanggung jawab Tahu diri Menghargai Menghargai jawab Saling berbagi Penghargaan prestasi prestasi Saling berbagi Kebahagiaan Bersahabat Bersahabat Kerendahan Senang Senang BAHASA Religius Religius Religius hati membaca membaca INDONESIA Jujur Jujur Jujur Peduli Peduli sosial Toleransi Toleransi Toleransi lingkungan Peduli Disiplin Disiplin Disiplin lingkungan Kerja Keras Kerja Keras Kerja keras 42 43
  • MATA JENJANG KELAS 2. JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PELAJARAN 1-3 4-6 7-9 NILAI BERDASARKAN JENJANG KELASIPA Peduli Peduli Peduli MATA PELAJARAN 10 - 12 kesehatan kesehatan kesehatan PKn Semangat Kebangsaan Nilai intelektual Nilai Nilai intelektual intelektual Religius Cinta Tanah air Religius Empati Religius Empati Menghargai Prestasi Mandiri Empati Mandiri Bersahabat Disiplin Mandiri Disiplin Komunikatif Toleransi Disiplin Toleransi Cinta Damai Hati-hati Toleransi Hati-hati Senang membaca Bersahabat/kom Hati-hati Bersahabat/kom Peduli sosial unikasi Bersahabat/ko unikasi Peduli lingkungan, Peduli sosial munikasi Peduli sosial Religius Tanggung Peduli sosial Tanggung Jujur jawab Tanggung jawab Toleran Peduli jawab Peduli Disiplin lingkungan Peduli lingkungan Kerja keras/cerdas Nilai susila lingkungan Nilai susila Kreatif Rasa ingin tahu Nilai susila Kerja keras Mandiri Senang Kerja keras Rasa ingin tahu Demokratis membaca Rasa ingin Senang Rasa ingin tahun Percaya Estetika tahu membaca Respek, Teliti Senang Estetika Bertanggung jawab Menghargai membaca Nilai ekonomi Saling berbagi prestasi Estetika Kreatif Pantang Kreatif Teliti BAHASA INDONESIA Religius menyerah Teliti Skeptis Jujur Terbuka Septis Menghargai Toleransi Jujur Mnghargai prestasi Disiplin Cinta damai prestasi Pantang Kerja Keras Objektif Pantang menyerah Kreatif Hemat menyerah Terbuka Mandiri Percaya diri Terbuka Jujur Demokratis Jujur Cinta damai Rasa Ingin Tahu Cinta damai Objektif Semangat Kebangsaan Objektif Hemat Cinta Tanah Air Hemat Percaya diri Menghargai Prestasi Percaya diri Cinta tanah air Bersahabat/Komunikatif Cinta Damai Peduli Sosial Peduli Lingkungan Berani * Kritis * 44 45
  • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS MATA PELAJARAN MATA PELAJARAN 10 - 12 10 - 12 Terbuka * EKONOMI Jujur Humor * Peduli sosial Kemanusiaan* Rasa ingin tahuMATEMATIKA Teliti Kreatif Kreatif Mandiri Pantang menyerah Cinta tanah air Rasa ingin Tahu Kerja keras DisiplinSEJARAH Semangat Kebangsaan Semangat kebangsaan Cinta Tanah Air Demokratis Mengharagai Prestasi Bersahabat/Komunikatif GEOGRAFI Semangat kebangsaan, Cinta Damai Cinta tanah air, Senang Membaca Menghargai prestasi, Peduli Sosial Bersahabat, Peduli Lingkungan Cintai damai, Religius Senang membaca, Jujur Peduli sosial, Toleransi Peduli lingkungan, Disiplin Religius, Kerjakeras Jujur, Kreatif Toleransi, Mandiri Disiplin, Demokratis Kerja keras, Rasa Ingin Tahu Kretaif,BIOLOGI Peduli Kesehatan Mandiri, Religius Memokratis, Mandiri Rasa ingin tahu Toleransi BAHASA INGGRIS Bersahabat Bersahabat/komunikatif Komunikatif, Peduli sosial Peduli sosial Tanggungjawab Rasa ingin tahu Peduli lingkungan DemokratisFISIKA Rasa ingin tahu Mandiri Senang membaca Kerja keras Semangat kebangsaan Disiplin Jujur Senang membaca Peduli lingkungan KIMIA Rasa Ingin tahu Toleransi Jujur Cinta damai Peduli lingkungan Kerja keras Senang membaca Berani Kritis Kreatif 46 47
  • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 1. SK/KD, Nilai, dan Indikator Sekolah Dasar MATA PELAJARAN 10 - 12 Indikator Berdasarkan Kreatif Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar Toleran 1-3 4-6 Peduli sosial Pendidikan Menerapkan Mengetahui Rasa ingin Bermain dan Mencari Religius Kewarganegaraan hidup rukun tahu belajar informasi perbedaan Disiplin (PKn) dalam bersama tentang agama perbedaan jenis dan suku Komunikatif kelamin, bangsa di Mandiri agama,suku Indonesia lebih bangsa lanjut dari apa Peduli sosial yang ada pada Cinta tanah air buku pelajaran Cinta damai Senang Memilih buku Membaca SOSIOLOGI Bersahabat/ membaca bacaan di buku-buku perpustakaan yang berkenaan Komunikasitif, dan membaca dengan agama Cinta Damai, buku tersebut dan suku Peduli Sosial, bangsa di Indonesia Peduli Lingkungan, Religius, Memberikan Menghargai Berbicara Bersahabat contoh hidup perbedaan dengan semua dengan semua Toleransi, rukun teman sekelas teman sekelas Disiplin, melalui kegiatan di Hidup rukun Bersedia Bekerja dalam Kerja Karas, rumah dan duduk kelompok yang Kreatif, sekolah sebangku beragam latar dengan teman belakang Demokratis, dan sekelas yang agama dan Rasa Ingin Tahu mana saja suku bangsa Menerapkan Hidup rukun Membagi Meminjamkan kehidupan bekal kepada alat belajar rukun di teman yang kepada temanC. STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, NILAI, DAN INDIKATOR rumah dan di membutuhkan yang tidak sekolah punya atau lupa MATA PELAJARAN membawa Bekerja sama Bekerja sama Setiap Kompetensi Dasar memiliki kemampuan mengembangkan satu atau lebih nilai dengan baik dengan semua dalam warga sekolah dan setiap nilai memiliki satu atau lebih indikator. Berikut ini adalah peta yang kelompok dalam menggambarkan keterkaitan antara KD dan SD dengan nilai dan indikator untuk nilai belajar yang kelompok beragam organisasi terkait. suku/agama peserta didik Membiasakan Menjelaskan Disiplin Merapikan Melaksanakan Dalam pengembangan silabus pada awal tahun atau awal semester, guru dapat tertib di perlunya tata meja dan kursi tugas-tugas rumah dan di tertib di setelah belajar kelas menggunakan contoh berikut ini untuk merencanakan pengembangan nilai terkait sekolah rumah di di kelas sekolah untuk semester yang akan dilaksanakan atau tahun akademik yang akan dilaksanakan. Melaksanakan Disiplin Membantu Membantu Guru memiliki kebebasan dalam menambah, mengurangi bahkan mengembangkan tatatertib di memelihara memelihara rumah dan kebersihan kebersihan sendiri indikator yang akan digunakan. sekolah ruang kelas sekolah dan pekarangan 48 49
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 1-3 4-6 1-3 4-6 Tidak bermain Mengerjakan peduli sosial tidak Mau ketika sedang tugas sesuai mengolok- berkomunikasi belajar dengan tugas olok teman dengan teman kelompok di yang diberikan yang memiliki yang kelas kelompok keterbatasan mengalami fisik (anggota keterbatasan Menenerap- Menjelaskan Senang Anak meminta Anak tubuh) fisik (anggota kan hak anak hak anak membaca bantuan menanyakan tubuh) di rumah dan untuk kepada guru kata/kalimat/isi di sekolah bermain dan dalam dari Mengidentifi Rasa ingin menunjukkan menanyakan belajar dan membaca buku/tulisan -kasi tahu antusiasme aspek lain yang yang dibacanya kebutuhan dalam terkait dengan dengan tubuh agar memperoleh kebutuhan pendapatnya tumbuh sehat informasi tubuh agar Melaksana- Senang Anak Anak membaca dan kuat tentang sehat dan kuat kan hak anak membaca membaca buku anak- (makanan, kebutuhan di rumah dan buku anak- anak tentang air, pakaian, tubuh agar di sekolah anak yang di sesuatu terkait udara, sehat dan kuat perpustakaan mata pelajaran lingkungan sehat) kerja keras menyimak memilah Menerapkan Mengikuti Disiplin Memilih Mengembalika penjelasan fakta/informasi kewajiban tata tertib di dengan tertib n buku guru dengan yang relevan anak di rumah dan di buku bacaan perpustakaan serius, dan tidak rumah dan di sekolah sekolah untuk pada waktunya mengajukan relevan secara sekolah dibaca pertanyaan teliti dalam dan pendapat mengidentifika Masuk kelas Membeli tentang si kebutuhan dengan teratur makanan/minu kebutuhan tubuh agar man/barang di tubuh agar sehat dan kuat kantin sekolah sehat dan kuat dengan tertib Mengenal Membiasa- disiplin Selalu Membersihkan Menerapkan Disiplin Membuang Membantu anggota kan hidup mencuci gigi setelah aturan yang sampah pada membuang tubuh sehat tangan makan berlaku di tempatnya sampah di sebelum dan masyarakat tempat sampah sesudah di kelas yang makan sudah penuh Bersahabat/ Membantu MembantuIlmu Pengetahuan Mengenal Mengenal rasa ingin menunjukkan mengajukan komunikatif teman temanAlam (IPA) anggota bagian tubuh tahu pengamatan pertanyaan membersihkan membersihkan tubuh dan yang serius yang berkaitan bagian tubuh bagian tubuh perawatan terhadap dengan fungsi yang terkena belakang yang nya anggota anggota tubuh kotoran kotor tubuhnya dan perawatan Peduli sosial Tidak Menutup mulut nya meludah di jika batuk dan tempat umum menutup senang Mengemuka- mengemukakan hidung jika membaca kan dengan dengan antusias bersin antusias fungsi cara merawat bagian-bagian bagian-bagian Buang air Membersihkan tubuh tubuh kecil/besar toilet atau berdasarkan berdasarkan pada tempat buang hasil bacaan hasil bacaan tempatnya/ air kecil/basar toilet 50 51
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 1-3 4-6 1-3 4-6 Menutup Menunjukkan Peduli Bermain/dudu Menunjukkan mulut jika upaya aktif lingkungan k pada tempat kepedulian batuk dan dalam bidang yang bersih di dalam menjaga menutup kesehatan lingkungan lingkungan hidung jika seperti menjadi sekolah kelas agar tetap bersin pengurus UKS sehat (Usaha Kesehatan Sekolah) atau Menunjukkan Menunjukkan menjadi donor upaya kepedulian darah, dll. menjaga dalam menjaga kebersihan lingkungan Mengenal Mengenal Disiplin Membuang Mengikuti bangku dan sekolah agar cara cara menjaga sampah pada jadwal piket kursi masing- tetap sehat memelihara lingkungan tempatnya untuk masing lingkungan agar tetap memelihara agar tetap sehat kebersihan Mengenal Mencerita- Senang Menceritakan Menceritakan sehat ruangan kelas cara kan perlunya membaca dengan dengan antusias Senang Menjawab Mengemukaka memelihara merawat antusias tentang membaca pertanyaan n pendapat lingkungan tanaman, tentang perlunya guru dengan dengan antusias agar tetap hewan perlunya merawat antusias berdasarkan sehat peliharaan merawat tanaman, tentang cara hasil bacaan menjaga tentang cara dan tanaman, hewan dan lingkungan menjaga lingkungan hewan dan lingkungan agar tetap lingkungan sekitar lingkungan berdasarkan sehat agar tetap sehat berdasarkan hasil bacaan berdasarkan hasil bacaan buku paket hasil bacaan buku paket dan buku Ingin tahu Menunjukkan Mengumpulkan lainnya/buku antusiasme informasi dari dalam guru dan buku pengayaan memperoleh tentang informasi lingkungan Peduli Tidak Menunjukkan tentang sehat lingkungan mencabut upaya turut lingkungan tanaman dan serta dalam sehat memetik merawat menanyakan Mengumpul- bunga di tanaman di aspek lain kan informasi halaman lingkungan yang terkait dari berbagai sekolah sekolah seperti dengan sumber (guru menyiram dan kebutuhan dan buku) menyiangi lingkungan tentang sehat lingkungan tanaman sehat Menunjukkan Mengemuka- Membeda- Kerja keras Menyimak Memilah upaya turut kan pendapat/ kan penjelasan fakta/informasi serta dalam saran untuk lingkungan guru dengan yang relevan merawat memelihara sehat dengan serius, dan tidak lingkungan mengajukan relevan secara tanaman di tanaman dan tidak sehat pertanyaan teliti dalam pekarangan lingkungan tentang membedakan kelas seperti sekolah. lingkungan lingkungan menyiram sehat dan tidak sehat dan tidak tanaman pada sehat sehat pot 52 53
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 1-3 4-6 1-3 4-6 Mengenal Mengidentifi- Menghargai Berusaha Memberikan Menceritakan Jujur Menceritakan berbagai kasi benda prestasi mendapatkan penghargaan pengalaman pengalaman sifat benda yang ada di nilai yanag kepada teman pengamatan lingkungan sempurna dari yang diri tentang dan kegunaannya sekitar tugas yang berprestasi identitas melalui berdasarkan diberikan. keluarga dan pengamatan cirinya kerabat sesuai melalui Jujur Mengungkap- Melaporkan dengan perubahan kan secara secara jujur bentuk benda pengamatan kenyataannya ciri-ciri benda hasil yang dapat pengamatan diamati di mengenai Menceritakan Religius Menyatakan lingkungan benda di rasa syukur sekitar sekitarnya kasih sayang antar melalui doa Bersahabat/ Mengungkap- Turut dalam sederhana anggota karena komunikatif kan secara diskusi kelas keluarga jelas benda- memiliki benda yang keluarga yang dapat diamati saling di lingkungan menyayangi sekitar Memahami Mencerita- Kasih Menunjukan identitas diri kan kasih Sayang rasa kasih dan keluarga, sayang antar sayang Peduli sosial Mendengar Menjawab serta sikap anggota terhadap dan menyimak pertanyaan saling keluarga anggota penjelasan teman sekelas menghormati keluarga guru dan dalam melalui cerita teman sekelas kemajemu- di kelas kan keluarga Menunjuka Toleransi Menunjukan Senang Menceritakan Membicarakan sikap hidup sikap hidup membaca hal yang telah isi buku/tulisan rukun dalam rukun dalam difahami yang dibacanya kemajemu- kemajemukan dalam di kelas kan keluarga keluarga kegiatan membaca. Mendeskrip- Menceritakan Jujur Menceritakan sikan kembali salah satuIlmu Pengetahuan Memahami Mengidentifi- Rasa Ingin Menunjukan lingkungan peristiwa peristiwaSosial (IPS) identitas diri kasi identitas tahu antusiasme penting yang penting di dan keluarga, diri, keluarga dalam rumah dialami sendiri dalam serta sikap dan kerabat mengenali di lingkungan keluarga saling identitas menghormati anggota sesuai dengan dalam keluarga dan kejadian kemajemu- kerabat sebenarnya kan keluarga Disiplin Melakukan Mendeskrip- Menceritakan Empati Menyatakan tugas sikan salah satu perasaan yang pengamatan lingkungan peristiwa dalam melalui terhadap rumah penting di kata-kata identitas dalam terhadap keluarga dan keluarga pengalaman kerabat sesuai dengan aturan sesuai dengan anggota yang kejadian keluarga yang ditetapkan sebenarnya menyedihkan 54 55
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 1-3 4-6 1-3 4-6 Mendeskrip- Jujur Menggambar- Menceritakan Jujur Menceritakan sikan letak kan letak pengalaman pengalaman rumah rumah sesuai dalam dalam dengan melaksanakan melaksanakan kenyataannya peran dalam peran dalam anggota keluarga Mendeskrip- Menjelaskan Rasa ingin Mengekspresi keluarga sesuai dengan sikan lingkungan tahu kan dengan kenyataannya lingkungan rumah sehat kata-kata Menghargai Menunjukan rumah dan perilaku bayangan/ prestasi rasa bangga dalam imaginasi akan kerja menjaga tinggal di keras yang kebersihan rumah yang dilakukan rumah orang tua sehat dalam usaha Peduli Membuang mencukupi lingkungan sampah pada kebutuhan keluarga tempatnya di lingkungan Memahami Memberi Rasa ingin Melakukan sekolah kedudukan contoh tahu pengamatan dan peran bentuk - sederhana Memahami Memelihara Rasa ingin Menunjukan Menunjukan anggota bentuk tentang peristiwa dokumen tahu antusiame antusiame dalam kerjasama di bentuk-bentuk penting dan koleksi untuk untuk keluarga dan lingkungan kerjasama di benda mengenali mengenali lingkungan tetangga lingkungan dalam tetangga tetangga berharga dokumen dan dokumen dan keluarga koleksi benda koleksi benda secara berharaga berharaga yang kronologis Jujur Mau yang dimiliki dimiliki menceritakan kelas sekolah partisipasi Memahami Mendeskrips Rasa ingin Melakukan dalam kegiatan kedudukan ikan tahu pengamatan kerjasama di dan peran kedudukan sederhana lingkungan anggota dan peran tentang tugas tetangga yang dalam anggota dan peran dilakukan keluarga dan keluarga setiap anggota peserta didik lingkungan dalam sesuai dengan tetangga keluarga sebenarnya dalam kehidupan sehari - hari Kritis Membedakan tugas masing- masing anggota keluarga dalam kehidupan sehari - hari 56 57
  • 2. SK/KD, Nilai, dan Indikator SMP Mata Standar Kompetensi Indikator Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar 7-9 Mata Standar Kompetensi Indikator Nilai Menampilkan Menguraikan Peduli sosial Membantu kegiatan Pelajaran Kompetensi Dasar 7-9 sikap positif hakikat, hukum, lembaga HAM Pendidikan Menunjukkan Mendeskripsikan Semangat Mengumpulkan terhadap dan kelembagaan dalam kampanye Kewarganegaraan sikap positif hakekat norma- kebangsaan beberapa gambar perlindungan HAM tentang HAM (PKn) terhadap norma,kebiasaan, dan pakaian adat di dan penegakan Hak Azasi kepada masyarakat norma-norma adat istiadat, Indonesi dan yang berlaku peraturan yang memabahasnya Manusia dalam berlaku dalam dalam tugas (HAM) kehidupan masyarakat. Pekerjaan Rumah Menampilkan Mendeskripsikan Rasa ingin Mewawancarai bermasyarakat, Rasa ingin Mengikuti lomba sikap positif kasus pelanggaran tahu Lembaga Swadaya berbangsa dan tahu cerdas cermat terhadap dan pupaya Masyarakat (LSM) bernegara. tentang adat istiadat perlindungan perlindungan dalam kaitannya di sekolah dan penegakan HAM dengan penegakan Menjelaskan Rasa ingin Mewakili sekolah Hak Azasi HAM hakikat dan arti tahu dalam lomba cerdas Manusia penting hukum cermat tentng (HAM) bagi warganegara hukum di luar Ilmu Pengatahuan Mengajukan Memahami Melaksanakan Ingin tahu sekolah Alam (IPA) pertanyaan untuk gejala-gejala pengamatan objek Menerapkan Kreatif Menarikan salah alam melalui secara terencana memperoleh norma-norma, satu tarian daerah pengamatan dan sistematis penjelasan tentang kebiasaan, adat dalam peringatan 17 gejala alam biotik untuk dan abiotik istiadat dan Agustus di Sekolah memperoleh peraturan yang Kerja keras Memilah data hasil informasi gejala berlaku dalam pengamatan yang kehidupan alam biotik dan abiotik relevan dan tidak bermasyarakat relevan secara teliti berbangsa dan bernegara untuk memperoleh informasi gejala Menerapkan Bersahabat Menerima dan mau alam biotik dan a- norma-norma, bergaul dengan biotik kebiasaan, adat teman yang berbeda istiadat dan agama Jujur Melaporkan hasil peraturan yang pengamatan sesuai berlaku dalam data / fakta yang kehidupan diperoleh bermasyarakat berbangsa dan Disiplin Format dan teknik bernegara pelaporan mengikuti kaidah dan aturan Mendeskripsi- Menjelaskan Cinta tanah Turut aktif didalam yang telah kan makna makna proklamasi air memperingati detik- ditetapkan dalam Proklamasi kemerdekaan detik proklamasi di Kemerdekaan sekolah tugas Mendeskripsikan dan konstitusi suasana kebatinan Demokratis Menerima adanya pertama konstitusi pertama perbedaan pendapat Menjelaskan Menganalisis Rasa ingin Mencari berbagai tentang hasil makna hubungan antara tahu sumber di luar buku pengamatan proklamasi proklamasi pelajaran tentang Memahami Menggunakan Mandiri Dapat menggunakan kemerdekaan kemerdekaan dan Pancasila dan UUD gejala-gejala mikroskop dan mikroskop serta Mendeskripsi- UUD 1945 1945 alam melalui peralatan peralatan kan suasana Menunjukkan Kreatif Memprakarsai pengamatan pendukung pendukungnya tanpa kebatinan sikap positif kegiatan untuk lainnya untuk lagi dibantu guru konstitusi terhadap makna memahami makna mengamati gejala- pertama gejala kehidupan proklamasi proklamasi bagi para kemerdekaan dan pemimpin bangsa suasana kebatinan yang melahirkan konstitusi UUD 1945 pertama. 58 59
  • Mata Standar Kompetensi Indikator Mata Standar Kompetensi Indikator Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar 7-9 Pelajaran Kompetensi Dasar 7-9 Menghargai Menunjukkan Jujur Mengkomunikasika prestasi pengakuan /apresiasi n hal yang dipahami terhadap mutu hasil dengan benar (jujur) kerja teman baik secara lisan maupun tulisan Bekerja Mencoba berbagai keras upaya untuk Peduli Memperhatikan memperoleh jawban lingkungan keselamatan jiwa terhadap pertanyaan dan keselamatan alat yang diajukan (seafty) dalam menyusun prosedur. Menerapkan Disiplin Menggunakan keselamatan kerja mikroskop dan Disiplin Menggunakan dalam melakukan peralatan lainnya syarat-syarat khusus dalam mengukur pengamatan secara hati-hati suhu (taat azaz). gejala-gejala alam sesuai prosedur Ilmu Pengetahuan Memahami Mengidentifikasi Ktitis Menunjukan Memahami Mendeskripsikan Senang Mendapatkan Sosial (IPS) masalah berbagai usaha kesadaran akan prosedur besaran pokok dan membaca informasi melalui penyimpangan pencegahan dampak negatif dari ilmiah untuk besaran turunan kegiatan membaca sosial. penyimpangan penyakit sosial mempelajari beserta satuannya tentang besaran sosial dalam (miras, narkoba, benda-benda pokok dan besaran keluarga dan judi, seks bebas, alam dengan turunan masyarakat PSK dll) akibat menggunakan Rasa ingin 1. Mengajukan penyimpangan peralatan tahu pertanyaan sosial di keluarga untuk dan masyarakat mengetahui Disiplin Menunjukan besaran pokok kewaspadaan dan dan besaran menjauhi perilaku turunan yang cenderung 2. Melakukan mengarah ke bentuk pengamatan patologi sosial yang untuk ada di lingkungan mengetahui sekitar besaran pokok Peduli sosial Menunjukan sikap dan besaran menghindari turunan perilaku yang Semangat Bangga akan satuan mengandung kebangsaan tradisional penyakit sosial dan merugikan diri Jujur Menyimpulkan hasil sendiri dan pengamatan tentang meresahkan besaran pokok dan masyarakat. besaran turunan dengan benar (jujur) Rasa ingin Mencari informasi tahu tentang upaya- Berani Mau menjelaskan upaya menangulangi besaran pokok dan dan mencegah besaran satuan penyakit sosial yang beserta satuannya diakibatkan oleh Mendeskripsikan Berani Berani menjelaskan perilaku pengertian suhu secara benar dengan menyimpang dari dan pengukuran bahasa sendiri. berbagai sumber. nya Kreatif Keatif menyusun Memahami Mengidentifikasi Rasa ingin Menemukan contoh kalimat yang benar kegiatan bentuk pasar tahu dalam kehidupan dan dapat pelaku dalam kegiatan sehari - hari baik di dimengerti. ekonomi di ekonomi lingkungan rumah masyarakat masyarakat maupun di masyarakat adanya 60 61
  • Mata Standar Kompetensi Indikator Mata Standar Kompetensi Indikator Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar 7-9 Pelajaran Kompetensi Dasar 7-9 hubungan antara kebersamaan kelangkaan sumber mempersiapkan daya dengan kemerdekaaan kebutuhan manusia Indonesia. yang tidak terbatas Empati Menunjukan dengan Kreatif Menunjukan melalui pernyataan ikut sikap membiasakan merasakan gejolak diri dalam kehidupan sehari - semangat bangsa hari membuat skala Indonesia ketika prioritas kebutuhan mendengar untuk mengatasi kekalahan Jepang keterbatasan dari Sekutu kemampuan Menghargai Menunjukan sikap memenuhinya. prestasi menghormati Jujur Menceritakan perbedaan pengalaman tentang pemikiran kaum perbedaan yang muda dan kaum tua dirasakan belanja di menjelang pasar moderen proklamasi dengan pasar kemerdekaan tradisional sesuai Indonesia sebagai dengan kenyataan bagian dinamika Memahami Mendeskripsikan Senang Mencari informasi sejarah perjuangan usaha peristiwa- membaca dari sumber bacaan bangsa. persiapan peristiwa sekitar lain tentang peranan Memahami Mendeskripsikan Senang Mencari informasi kemerdekaan proklamasi dan BPUPKI dan PPKI Kegiatan permasalahan membaca melalui sumber proses dalam penyusunan perekonomian angkatan kerja bacaan lain tentang terbentuknya persiapan Indonesia dan tenaga kerja masalah ketidak negara kesatuan kemerdekaan dan sebagai sumber setimbangan antara Republik merumuskan daya dalam jumlah angkatan Indonesia kelengkapan sebuah kegiatan ekonomi, kerja dengan negara yang serta peranan kesempatan kerja merdeka . pemerintah dalam Rasa ingin Melakukan Semangat Menunjukan sikap upaya tahu pengamatan di kebangsaan penghargaan atas penanggulangan- lingkungan setempat kerja keras dan nya terhadap rendahnya kerjasama dalam kualitas ketrampilan menyelesaikan tenaga kerja yang berbagai pebedaan menjadi beban dan mencapai pemerindah daerah kesepakatan baik dalam sidang Mandiri Belajar dengan BPUPKI maupun sungguh-sungguh PPKI demi dan memiliki Indonesia merdeka ketrampilan yang memadai agar kelak Menunjukan sikap tidak menjadi beban meneladani sikap keluarga, tokoh - tokoh masyarakat dan BPUPKI dan PPKI negara. demi keutuhan semangat dan 62 63
  • 3. SK/KD, Nilai, dan Indikator SMA Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Indikator Berdasarkan Pelajaran Kompetensi Dasar Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas 10 - 12 Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar MATEMATIKA Memecahkan Menggunakan Teliti Bekerja secara teratur, 10 - 12 masalah yang aturan pangkat, rinci dan tertib dalam PENDIDIKAN Memahami Mendeskripsi- Rasa Mengungkapkan berkaitan dengan akar, dan menggunakan aturan KEWARGANE hakikat bangsa kan hakikat kebangsaan perasaan terbaiknya bentuk pangkat, logaritma. pangkat, akar, dan GARAAN dan Negara bangsa dan yang menyatakan akar, dan logaritma (PKn) Kesatuan unsur-unsur bahwa bangsa logaritma Republik terbentuknya Indonesia tebentuk Pantang Terus mencoba Indonesia Negara karena ada persamaan Menyerah menerapkan aturan sejarah, kepentingan pangkat, akar, dan dan tujun antara suku- logaritma suku bangsa menjadi Melakukan Cermat dalam Teliti sebuah bangsa untuk manipulasi melakukan manipulasi membentuk sebuah aljabar dalam aljabar dalam Negara. perhitungan perhitungan yang Rasa ingin Menunjukkan yang melibatkan melibatkan pangkat, tahu pengkajian yang serius pangkat, akar, akar, dan logaritma. terhadap bentuk dan logaritma. pemerintahan Pantang Berusaha dengan gigih Indonesia yang Menyerah dalam memilih republic dan mempertahankan bukannya kerajaan. pendapat yang berkaitan dengan Semangat Memilki sikap yang manipulasi aljabar kebangsaan jelas bahwa NKRI ada dalam perhitungan karena rasa yang melibatkan kebangsaan dan pangkat, akar, dan persatuan bangsa logaritma. Menjelaskan Semangat Memilki sikap yang Memecahkan Memahami Teliti Rapi dalam pengertian, kebangsaan jelas bahwa NKRI ada masalah yang konsep fungsi menyajikan jawaban fungsi dan karena rasa berkaitan terhadap soal yang tujuan NKRI kebangsaan dan berkaitan dengan persatuan bangsa dengan fungsi, pemahaman konsep Memilih untuk persamaan dan fungsi membela Negara jika fungsi kuadrat dihadapkan pada situsi Menggambar Teliti Selalu mengecek ulang serta yang menempatkan grafik fungsi segala pekerjaan yang pertidaksamaan Negara dalam bahaya. aljabar telah dilakukan kuadrat sederhana dan berkaitan dengan Menampilkan Mendeskripsi- Disiplin Memecahkan fungsi kuadrat penggambaran grafik sikap positif kan pengertian persoalan fungsi aljabar terhadap sistem sistem hukum kelas/sekolah yang sederhana dan fungsi hukum dan dan peradilan didasari oleh aturan kuadrat. peradilan nasional dan tata tertib sekolah. nasional Tekun Tidak terpengaruh oleh Menganalisis Rasa ingin Melakukan pengkajian keadaan lingkungan lembaga- tahun dan pengumpulan pada waktu lembaga informasi serta laporan menggambar grafik peradilan singkat tentang fungsi aljabar kegiatan lembga – sederhana dan fungsi lembaga peradilan di kuadrat. Indonesia Jujur Terus berupaya Partisipasi Menggiatkan simulasi menggambar grafik pelaksanaan fungsi aljabar pengadilan di sekolah sederhana dan fungsi kuadrat secara benar 64 65
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12KIMIA Memahami Memahami Kritis Mengajukan pemikiran Menghargai Memberikan struktur atom, struktur atom kritis dalam diskusi kesempatan kepada sifat-sifat berdasarkan tentang keteraturan teman lain untuk periodik unsur, teori atom Bohr, dalam system periodik mengajukan pendapat dan ikatan kimia sifat-sifat unsur, unsur dan mengomentarinya massa atom dengan santun Rasa ingin Mencari informasi relatif, dan sifat- tahu lebih lanjut tentang FISIKA Menerapkan Mengukur Senang Mencari informasi sifat periodik fenomena keteraturan konsep besaran besaran fisika membaca. lebih dari berbagai unsur dalam dalam unsur di alam fisika dan (massa, panjang, sumber (internet) tabel periodik pengukurannya dan waktu) untuk memahami serta menyadari Religius Menunjukkan makna standar , keteraturannya, kesadaran bahwa bertanya lebih dalam, melalui keteraturan dalam bertanya pada ahli. pemahaman alam disebabkan oleh konfigurasi Jujur Melakukan Tuhan penciptanya elektron eksperimen untuk Disiplin Menunjukkan pengukuran panjang, kesadaran bahwa massa dan waktu disiplin merupakan satu cara untuk Melakukan mempertahankan eksperimen secara keteraturan alam benar, cermat , teliti, taaat azaz, hati-hati, Memahami Membanding- Kritis Mengajukan pemikiran menjaga keslaamatan struktur atom, kan proses kritis dalam diskusi kerja. sifat-sifat pembentukan tentang pembentukan periodik unsur, ikatan ion, ikatan kovalen, ion, Melakukan Jujur Melaporkan hasil dan ikatan kimia ikatan kovalen, koordinasi penjumlahan eksperimen secara ikatan vektor benar (jujur) baik lisan Komunikatif Menggunakan bahasa maupun tulisan dengan koordinasi, dan yang komunikatif aturan ilmiah yang ikatan logam dalam kelompok untuk benar serta mengungkapkan hubungannya Rasa ingin Mengamati fenomena gagasan dengan sifat tahu untuk mengetahui fisika senyawa konsep penjumlahan yang terbentuk Menghargai Memberi kesempatan besaran vektor. kepada anggota kelompok diskusi Kerja keras. Bekerja secara untuk mengajukan optimal, pendapat meyelesaikan pekerjaan pada Memahami Mendeskripsi- Rasa ingin Menunjukkan usaha waktunya hukum-hukum kan tata nama tahu yang keras untuk senyawa memperoleh informasi Menerapkan Menganalisis Rasa ingin Mencari informasi dasar kimia dan konsep dan besaran fisika tentang tatanama tahu lebih dari berbagai penerapannya anorganik prinsip dasar pada gerak sumber (internet) senyawa kimia dalam dan organik kinematika dan dengan untuk memahami perhitungan sederhana Senang Mencari sumber dinamika benda kecepatan dan konsep gerak, membaca informasi/bacaan lain titik percepatan bertanya lebih dalam, kimia serta untuk memperoleh konstan bertanya pada ahli. (stoikiometri) persamaan informasi tambahan reaksinya tentang tatanama Peduli Melakukan senyawa kimia lingkungan eksperimen secara benar, cermat, teliti, Jujur Melaporkan hasil taat azaz, hati-hati, percobaan berdasarkan dan menjaga data hasil percobaan keselamataan kerja. 66 67
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12 Toleran, Bekerjasama dalam Menerapkan Disiplin. Melakukan kelompok, alat-alat optik eksperimen secara bertanggung jawab dalam benar, cermat, teliti, dalam kelompok kehidupan taat azat, hati-hati, dan Menganalisis Jujur Melaporkan hasil sehari-hari menjaga keselamataan besaran fisika eksperimen secara kerja pada gerak benar (jujur) baik Kreatif Menampilkan hasil melingkar lisan maupun tulisan karya dalam kegiatan dengan laju dengan aturan ilmiah pameran konstan yang benar. BIOLOGI Memahami Mengidentifi- Ingin tahu Mengumpulkan Kerja keras Bekerja secara hakikat Biologi kasi ruang informasi dari berbagai optimal, sebagai ilmu lingkup Biologi sumber (guru, buku, meyelesaikan dan pengamatan) pekerjaan pada tentang ruang lingkup waktunya Biologi Menerapkan Menerapkan Rasa ingin Mengamati fenomena Kerja keras Menunjukkan upaya konsep dan Hukum Newton tahu untuk mengetahui mempelajari sumber- prinsip dasar sebagai prinsip keberlakukan Hukum sumber acuan/bacaan kinematika dan dasar dinamika I, II dan III Newton yang relevan untuk dinamika benda untuk gerak mengidentifikasi ruang Senang Mencari informasi titik lurus, gerak lingkup Biologi membaca. lebih dari berbagai vertikal, dan sumber (internet) Senang Melaporkan hasil gerak melingkar untuk memahami membaca kajian buku teks dan beraturan konsep Hukum pustaka lainnya secara Newton, bertanya antusias dalam lebih dalam, bertanya mengidentifikasi ruang lingkup Biologi pada ahli. Mendeskripsi- Kerja keras Menunjukkan upaya Kreatif Menemukan kasus- kan objek dan mempelajari sumber- kasus yang menarik permasalahan sumber acuan/bacaan terkait dengan biologi pada yang relevan untuk penerapan hukum berbagai tingkat mendeskripsikan objek Newton organisasi dan permasalahan Menerapkan Menganalisis Rasa ingin Mengamati fenomena kehidupan biologi pada berbagai (molekul, sel, tingkat organisasi prinsip kerja alat- alat-alat optik tahu untuk mengetahui jaringan, organ, kehidupan alat optik secara kualitatif keberlakuan individu, dan kuantitatif pentingya alat-alat Ingin tahu Mengumpulkan populasi, informasi dari optik bagai ekosistem, dan berbagai sumber (guru kebutuhan hidup bioma) dan buku) tentang manusia. tahapan Jujur Melakukan perkembangan eksperimen secara manusia benar, cermat, teliti, Memahami Mendeskripsi- Kerja keras Menunjukkan upaya taat azat, hati-hati, dan prinsip-prinsip kan ciri-ciri, mempelajari sumber- menjaga keselamataan pengelompokan replikasi, dan sumber acuan/bacaan kerja makhluk hidup peran virus yang relevan untuk dalam mendeskripsikan ciri- Kreatif Membuat teropong, kehidupan ciri, replikasi, dan teleskope, kamera peran virus dalam pinholl kehidupan 68 69
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12 Ingin tahu Mengumpulkan Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai informasi dari berbagai sumber (guru dan sumber (guru dan buku) tentang ciri-ciri, buku) tentang replikasi, dan peran komponen kimiawi virus dalam kehidupan sel, struktur dan fungsi Peduli Mengemukakan sel sebagai unit lingkungan pendapat/ saran positif terkecil kehidupan tentang upaya Mengidentifi- Ingin tahu Mengumpulkan menghindari kasi organela sel informasi dari berbagai penyebaran virus flu di tumbuhan dan sumber (guru, buku, dalam kelas hewan dan pengamatan) Mendeskripsikan Kerja keras Menunjukkan upaya tentang organela sel ciri-ciri mempelajari sumber- tumbuhan dan hewan Archaeobacteria sumber acuan/bacaan Kerja keras Menunjukkan upaya dan Eubacteria yang relevan untuk mempelajari sumber- dan peranannya mendeskripsikan ciri- sumber acuan/bacaan bagi kehidupan ciri Archaeobacteria yang relevan untuk dan Eubacteria dan mengidentifikasi peranannya bagi organela sel tumbuhan kehidupan dan hewan Menganalisis Kerja keras Menunjukkan upaya Membanding- Ingin Tahu Mengumpulkan jenis-jenis yang sungguh-sungguh kan mekanisme informasi dari berbagai dalam mengkaitkan transpor pada sumber (guru, buku, limbah dan daur membran dan pengamatan) ulang limbah fakta hasil pengamatan (difusi, osmosis, tentang perbedaan dengan sumber transport aktif, mekanisme transpor acuan/pustaka untuk endositosis, pada membran (difusi, menganalisis jenis- eksositosis) osmosis, transport jenis limbah dan daur aktif, endositosis. ulang limbah Kerja keras Menunjukkan upaya Membuat Kreatif Membuat produk baru yang sungguh-sungguh produk daur dari daur ulang limbah dalam mengkaitkan ulang limbah yang bermanfaat, fakta dengan sumber menarik dan bernilai acuan/pustaka untuk ekonomi mengidentifikasi mekanisme transpor Jujur Tidak meniru/ pada membran (difusi, menyontek desain osmosis, transport produk daur ulang aktif, endositosis, limbah teman yang eksositosis) lain BAHASA Memahami Merespon Rasa ingin Merespon isi Mandiri Menyelesaikan INGGRIS makna dalam makna yang tahu percakapan dua orang masalah sendiri yang percakapan terdapat dalam peserta didik yang berkaitan dengan transaksional dan percakapan melibatkan pembuatan produk interpersonal transaksional (to tindak/ujaran daur ulang limbah resmi dan get things done) menerima/ Memahami Mendeskripsikan Kerja keras Menunjukkan upaya berlanjut dan mempelajari sumber- Persahabatan Mendengarkan struktur komponen (sustained) dalam interpersonal sumber acuan/bacaan percakapan antara dua dan fungsi sel kimiawi sel, konteks (bersosialisasi) orang yang saling yang relevan untuk kehidupan sehari- resmi dan tak sebagai unit struktur mendeskripsikan berkenalan agar terkecil dan fungsi sel hari resmi yang peserta didik komponen kimiawi kehidupan sebagai unit menggunakan mempraktekkan sel, struktur dan fungsi terkecil sel sebagai unit persahabatan dan kehidupan terkecil kehidupan kepedulian sosial 70 71
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12 ragam bahasa Merespon Peduli Mendengarkan lisan sederhana makna lingkungan monolog lisan tentang secara akurat, dalam teks peristiwa alam agar monolog peserta didik dapat lancar dan menujukkan peduli berterima dalam sederhana yang lingkungan dan rasa konteks menggunakan ingin tahu ragam bahasa kehidupan lisan secara sehari-hari dan Jujur Merespon ceritera akurat, lancar melibatkan dan berterima tentang tokoh yang tindak tutur: dalam berbagai menggambarkan berkenalan, konteks kejujuran, kerja keras, kehidupan disiplin agar peserta bertemu/ didik dapat berpisah, sehari-hari dalam teks: menunjukkan nilai menyetujui kejujuran, kerja keras, recount, ajakan/tawaran/ narrative, dan dan disiplin undangan, procedure menerima janji, Mengungkapkan Mengungkapkan dan makna dalam makna dalam membatalkan percakapan percakapan janji transaksional dan transaksional (to Merespon Persahabatan Mendengarkan interpersonal get things done) makna yang percakapan dua orang dalam konteks dan terdapat dalam yang melibatkan kehidupan sehari- interpersonal hari (bersosialisasi) percakapan tindak tutur resmi dan tak transaksional (to mengungkapkan resmi secara get things done) perasaan bahagia, akurat, lancar dan menunjukkan dan berterima interpersonal perhatian, dengan (bersosialisasi) menunjukkan simpati, menggunakan resmi dan tak atau menerima ragam bahasa resmi yang instruksi agar peserta lisan sederhana menggunakan didik dapat dalam konteks ragam bahasa mempraktekkan kehidupan lisan sederhana persahabatan, sehari-hari dan melibatkan secara akurat, toleransi, dan peduli tindak tutur: lancar dan sosial berkenalan, berterima dalam bertemu/ konteks berpisah, Peduli sosial Merespon isi menyetujui kehidupan percakapan yang ajakan/tawaran/ sehari-hari dan melibatkan tindak tutur undangan, melibatkan mengungkapkan menerima janji, tindak tutur: perasaan bahagia, dan mengungkapkan menunjukkan membatalkan perasaan perhatian, janji bahagia, menunjukkan simpati, GEOGRAFI Menganalisis Menyimpulkan Rasa ingin Mencari pengertian menunjukkan atau menerima gejala alam fisik hakekat geografi tahu dan ruang lingkup perhatian, instruksi agar peserta dan geografi dari sumber menunjukkan didik dapat perkembangan lain (RIT) simpati, dan mempraktekkan bentuk muka Menanyakan memberi persahabatan, bumi serta hubungan antara instruksi toleransi, peduli sosial, pelestariannya geografi dengan ilmu- rasa ingin tahu ilmu lain (RIT) 72 73
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai NilaiPelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12 Mencari pengertian Memprediksi Rasa ingin Mencari gambar dari dan ruang lingkup dinamika tahu sumber lain yang geografi dari sumber perubahan relevan mengenai lain (RIT) litosfer dan batas-batas wilayah Menanyakan dampaknya pesisir dan pantai hubungan antara terhadap (RIT) geografi dengan ilmu- ilmu lain (RIT) kehidupan di Jujur Menginventarisasi muka bumi lagu-lagu nasional Mengemukakan pendapat mengenai yang bertemakan ciri-ciri wilayah tentang laut (SK) tempat tinggalnya SEJARAH Menganalisis Menganalisis Semangat Setia menghadiri (RIT) perkembangan hubungan antara kebangsaan setiap upacara bendera Manafsirkan Rasa ingin Bekerja sama dengan bangsa perkembangan pada setiap hari pola dan ciri tahu teman sekelas yang paham-paham kemerdekaaan/kebangs kenampakan berbeda Indonesia sejak baru dan aan di sekolah. alam dan desa/kelurahan untuk masuknya budaya pada menggambar peta transformasi pengaruh berbagai peta kabupaten setempat sosial dengan Barat sampai kesadaran dan dan media citra (SK) dengan pergerakan Menganalisis Menyimpulkan Rasa ingin Mencari pengertian pendudukan gejala alam fisik hakekat geografi tahu dan ruang lingkup dan geografi dari sumber Jepang. perkembangan lain (RIT) Menganalisis Membedakan Semangat Mengemukakan bentuk muka Menanyakan sejarah pengaruh kebangsaan pendapat/saran positif bumi serta hubungan antara untuk menyelesaikan dunia yang Revolusi pelestariannya geografi dengan ilmu- suatu masalah nasional ilmu lain (RIT) mempengaruhi Prancis, sejarah Bangsa Revolusi (berkenaan dengan Mengemukakan konflik sosial, pendapat mengenai Indonesia Amerika, ekonomi, politik) di ciri-ciri wilayah ari abad ke-18 dan Revolusi sekolah maupun di tempat tinggalnya sampai dengan Rusia (RIT) luar sekolah abad ke-20. terhadap Manafsirkan Rasa ingin Bekerjasama dengan perkembangan pola dan ciri tahu teman sekelas yang pergerakan kenampakan berbeda nasional alam dan desa/kelurahan untuk Indonesia. budaya pada menggambar peta berbagai peta kabupaten setempat Menganalisis Menganalisis Cinta tanah Khidmat mengikuti dan media citra (SK perjalanan terbentuknya air upacara kenaikan Semangat Menanyakan global bangsa Indonesia negara bendera merah putih kebangsaan warming dalam dari Kebangsaan disertai lagu kaitannya dengan negara Indonesia kebangsaan Indonesia iklim di Indonesia Raya. (RIT) tradisional, kolonial, Menganalisis Memprediksi Jujur Melaporkan hasil perubahan pengamatan mengenai pergerakan gejala alam fisik dan dinamika data kerusakan pada kebangsaan, perkembangan atmosfer dan saat terjadi bencana hingga dampaknya (JJR) terbentuknya bentuk muka terhadap bumi serta Rasa ingin Mencari informasi negara kehidupan di pelestariannya muka bumi tahu mengenai konversi kebangsaan lahan di lingkungan sampai setempat dari sumber Proklamasi lain yang relevan Kemerdekaan (RIT) Indonesia 74 75
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12 Menganalisis Menganalisis Menghargai Mengagumi teknologi Senang - membuat ringkasan peradaban kehidupan awal prestasi yang telah dihasilkan Membaca isi buku dari hasil Indonesia dan masyarakat oleh masyarakat awal bacaan yang dunia Indonesia bangsa Indonesia - berkaitan dengan Mengidentifi- Menghargai Mempelajari dan kajian sosiologi kasi peradaban prestasi mengagumi berbagai untuk me awal masyarakat peninggalan budaya & Rasa ingin - menanyakan sesuatu di dunia yang peradaban dalam tahu yang tidak jelas/tahu berpengaruh perjalanan panjang yang terhadap sejarah Indonesia atau - berhubungan dengan peradaban dunia. kajian sosialogi Indonesia Menerapkan nilai Menjelaskan Semangat Bekerjasama dengan Menganalisis Menghargai Mempelajari dan dan norma dalam sosialisasi Kebangsaan teman sekelas dan asal-usul dan prestasi mengagumi proses sebagai proses sekolahnya yang persebaran keberanian manusia pengembangan dalam berbeda manusia di yang menjadi leluhur kepribadian pembentukan agama/suku/budaya/st kepulauan bangsa Indonesia kepribadian atus sosial dalam Indonesia untuk berlayar dengan rangka bersosialisasi perlengkapan yang untuk membentuk sangat terbatas kepribadian bangsa Menganalisis Menganalisis Bersahabat/ Bersikap ramah dan Mendeskripsi- Kerja keras Berani menolak ajakan perjalanan proses interaksi komunikatif berteman baik dengan kan terjadinya yang dapat mengarah bangsa Indonesia antara tradisi teman-teman sekelas perilaku pada prilaku pada masa lokal, Hindu- dari berbagai daerah menyimpang menyimpang dan negara-negara Buddha, dan tanpa membedakan dan sikap-sikap sikap-sikap anti sosial tradisional. Islam di etnis, agama, budaya, anti sosial Indonesia. golongan, asal-usul Disiplin Menjaga prilaku dan sosial. perbuatan positif sesuai dengan aturan Menganalisis Menganalisis Bersahabat/ Menunjukkan sikap sekolah agar tidak perkembangan hubungan komunikatif bersedia membantu terjerumus pada bangsa Indonesia antara teman-teman perilaku menyimpang sejak masuknya perkembangan kelas/sekolah yang dan sikap-sikap anti pengaruh paham-paham sedang menghadapi sosial Barat sampai baru dan kesulitan semampunya Menerapkan Disiplin Menghindari prilaku dengan transformasi aturan sosial negative yang dapat pendudukan sosial dengan dalam mengarah pada prilaku Jepang kesadaran dan kehidupan menyimpang pergerakan bermasyarakat kebangsaan. Memahami Mendeskripsi- Toleransi Menjalin hubunganSOSIOLOGI Memahami Menjelaskan Bersahabat/ Bergaul dengan teman- struktur sosial kan bentuk- pertemanan dengan prilaku fungsi Komunikatif teman sekelasnya serta berbagai bentuk struktur teman-teman keteraturan hidup sosiologi faktor penyebab sosial dalam sekolahnya yang sesuai dengan sebagai Cinta Damai menjauhi sikap fenomena berasal dari struktur nilai dan norma ilmu bermusuhan dengan kehidupan sosial yang berbeda yang berlaku teman sekelasnya yang mengkaji Bersahabat/ Melakukan dalam hubungan komunikatif pertemanan dengan masyarakat seluruh sivitas sekolah masyarakat dan Peduli Menunjukkan rasa lingkungan tanpa melihat Sosial simpati pada teman kedudukan dan sekelasnya jabatannya 76 77
  • Indikator Berdasarkan Indikator Berdasarkan Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Mata Standar Kompetensi Jenjang Kelas Nilai Nilai Pelajaran Kompetensi Dasar Pelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 10 - 12 Peduli Membantu teman- Jujur Menunjukkan hasil Sosial teman sekelasnya yang pengamatan apa membutuhkan pertolongan/bantuan adanya tentang tanpa melihat perilaku konsumen kedudukan dan dalam kegiatan jabatannya ekonomi saat ini. Menganalisis Bersahabat/ Menjalin persahabatan Cinta Tanah Mengemukakan factor penyebab komunikatif dengan teman-teman Air pendapat tentang konflik sosial sekelas dan sekolahnya pengembangan dalam untuk menghindari konflik sosial produksi barang- masyarakat barang dalam negeri di Semangat Mengemukakan kebangsaan pendapat/saran positif masa yang akan untuk menyelesaikan datang. konflik sosial yang terjadi di negaranya Mendeskripsi- Mandiri Menuliskan sendiri kan peran sejumlah peranEKONOMI Memahami Mengidentifi- Jujur Menyebutkan dengan jujur kebutuhan konsumen dan konsumen dan permasalahan kasi kebutuhan hidupnya sehari-hari produsen produsen dalam ekonomi dulu manusia kaitannya dengan yang masih belum membangun terpenuhi perekonomian kebutuhan manusia, Cermat Mengelompokkan masyarakat Indonesia. kelangkaan dan secara mendetail Rasa ingin Menunjukkan hasil sistem ekonomi kebutuhan hidup tahu. pengamatan yang keluarganya dengan teliti mendalam tentang perilaku produsen dan Peduli Memberikan solusi dampaknya terhadap Sosial untuk penyelesaian perilaku ekonomi masalah yang dihadapi masyarakat miskin. masyarakat Indonesia. Mendeskripsi- Kreatif Mengungkapkan Memahami Mengidentifi- Kerja Keras Mengumpulkan dan kan berbagai gagasan baru terhadap konsep ekonomi kasi faktor- mempertunjukkan sumber ekonomi penanggulangi dalam kaitannya faktor yang sebanyak-banyaknya yang langka & masalah ekonomi dengan mempengaruhi informasi tentang kebutuhan akibat kelangkaan permintaan, permintaan dan faktor yang manusia yang sumber daya alam penawaran, harga penawaran mempengaruhi jumlah tidak terbatas (bahan bakar). keseimbangan permintaan dan Peduli Merancang satu dan pasar. penawaran barang. Sosial kegiatan dengan Rasa ingin Melakukan penelaahan memanfaatkan tahu dengan benar kaitan berbagai potensi ekonomi untuk antara permintaan dan menanggulangi penawaran. masalah kebutuhan Demokratis mendapatkan hidup masyarakatat. kesempatan secara Memahami Mendeskripsi- Mandiri Mengidentifikasi bergiliran persoalan konsep ekonomi kan pola sendiri berbagai yang ada dan dlm kaitannya dg perilaku perilaku konsumen mempengaruhi kegiatan ekonomi konsumen dan dalam kegiatan permintaan dan konsumen dan produsen dalam ekonomi sehari-hari penawaran barang. produsen kegiatan ekonomi 78 79
  • Mata Standar Kompetensi Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DANPelajaran Kompetensi Dasar 10 - 12 KARAKTER BANGSA KE DALAM Menjelaskan Teliti Menguraikan dengan DOKUMEN KTSP hukum cermat, penjabaran permintaan dan hukum permintaan dan penawaran serta penawaran dalam asumsi yang perilaku ekonomi mendasarinya. sehari-hari berdasarkan hasil analisis kelompok. Menghargai Memberi perhatian Prestasi yang sungguh sungguh serta respon positif atas prestasi dan kelompok lain yang dapat menunjukkan dengan benar contoh- contoh ikaitan hukum permintaan dan penawaran. Sebagaimana dijelaskan pada bab II, prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan, (2) melalui semua mata pelajaran (saling menguatkan), muatan lokal, kepribadian, dan budaya sekolah, (3) nilai- nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan, dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif. Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan belajar di kelas, sekolah, dan luar sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan rutin, spontan, keteladanan, dan pengkondisian. Sekolah yang menjalankan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas seperti yang tercantum dalam bab II. Pelaksanaaan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara terus menerus dan berkesinambungan. Penilaian ini dilakukan oleh pihak ekternal (dinas pendidikan) dan internal (kepala sekolah dan guru). Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan harus tercermin jelas dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. Dalam satu sekolah hanya ada satu KTSP. Oleh karena itu, contoh berikut ini bukanlah dokumen KTSP yang akan dipersandingkan dengan dokumen KTSP yang sudah ada atau sedang berjalan. Contoh dokumen KTSP yang mengembangkan pendidikan budaya dan karakter 80 81
  • berikut merupakan masukan untuk diadaptasi dengan dokumen KTSP yang sedang berlaku CONTOH DOKUMEN KTSPdi sekolah. Dokumen KTSP yang dipaparkan ini bukan mengambil contoh dari salah satusekolah yang nyata. Oleh karenanya tidak menyertakan analisis konteks dari keadaansekolah tertentu. Ini semata-mata contoh yang dalam penerapannya di lapangan harus KURIKULUM SMP ….diadakan adaptasi (bukan adopsi) sesuai dengan konteks sekolah yang bersangkutan.Contoh KTSP yang dituangkan di sini adalah untuk Sekolah Menengah Pertama/MadrasahTsanawiyah. Bagi pelaksana pendidikan di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, SekolahMenengah Atas/Madrasah Aliyah, dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah AliyahKejuruan diharap mengadakan adaptasi dari contoh itu.Contoh dokumen KTSP yang memuat pendidikan budaya dan karakter bangsa diuraikan LOGOsecara lengkap dengan anak bab (I) Pendahuluan, (II) Tujuan Pendidikan, Visi, Misi, dan SEKOLAH/ DAERAHTujuan Sekolah, (III) Struktur dan Muatan Kurikulum, dan (IV) Kalender Pendidikan. SMP …. ALAMAT SEKOLAH 82 83
  • I. PENDAHULUAN semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai1. Latar Belakang melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan 2. Landasan Penyusunan KTSP pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan a. Landasan Filosofis Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya (SK), dan Kompetensi Dasar (KD). yang dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yang KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing- mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini masing satuan pendidikan. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan, dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah. potensi daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus, kewaktuan, kondisi sosial dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini. Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat b. Landasan Yuridis sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun Secara yuridis KTSP ini dikembangkan berdasarkan: kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), “Pemerintah memajukan ilmu Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan. persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia” Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan Pasal 32 ayat (1), “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya.” mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan Bab II Pasal 3, ”Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta pendidikan. didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. KTSP ini Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius, Pasal 36 ayat (2), “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan 84 85
  • peserta didik”. Pasal 38 ayat (2), “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk kepentingan peserta didik, dan tuntutan lingkungan, serta budaya dan karakter pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”. bangsa. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan didik. Nasional Pasal 17 ayat (1), “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan b. Beragam dan terpadu SD/MI/SDLB, SMP/MTs./SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, atau Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, peserta diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial didik”. ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, “Satuan c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Penelitian dan teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional bersama unit terkait”. dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.3. Tujuan Penyusunan KTSP d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan KTSP ini disusun sebagai pedoman bagi komunitas sekolah dalam menyelenggarakan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik sekolah, tujuan pendidikan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, nasional, dan prinsip-prinsip pendidikan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir,4. Prinsip Pengembangan KTSP keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini. e. Menyeluruh dan berkesinambungan a. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian dan lingkungannya keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, 86 87
  • f. Belajar sepanjang hayat Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri. pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan nyaman. mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan, komunikatif, informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu tanpa takut salah, dan demokratis. berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan manusia agar g. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan semangat kebangsaan, dan hidup demokratis. bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 4. Tujuan Sekolah Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan II. TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. a. Semua kelas melaksanakan pendekatan “pembelajaran aktif” pada semua mata1. Tujuan Pendidikan pelajaran. Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi b. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, pendidikan budaya dan karakter bangsa. sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. c. Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan dasar. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, d. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. budaya dan karakter bangsa. e. Menjalin kerja sama lembaga pendidikan dengan media dalam memublikasikan2. Visi program sekolah. Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi f. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas untuk sebesar-besarnya dalam proses peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. pembelajaran.3. Misi Mengembangkan sikap dan perilaku religiusitas di lingkungan dalam dan luar sekolah. 88 89
  • III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM Kelompok Cakupan Melalui Mata Pelajaran1. Struktur Kurikulum lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan Struktur dan muatan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang membayar pajak, dan sikap serta tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini. perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia Ilmu Pengetahuan Kelompok mata pelajaran ilmu Kegiatan pembelajaran dan Teknologi pengetahuan dan teknologi pada bahasa, matematika, ilmu b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan pengetahuan alam, ilmu c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperoleh kompetensi dasar pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan/kejuruan, d. Kelompok mata pelajaran estetika membudayakan berpikir ilmiah dan/atau teknologi informasi secara kritis, kreatif dan mandiri. dan komunikasi, serta muatan e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan lokal yang relevan. Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing Estetika Kelompok mata pelajaran estetika Kegiatan bahasa, seni dan dimaksudkan untuk meningkatkan budaya, keterampilan, dan seperti diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 sensitivitas, kemampuan muatan lokal yang relevan, mengekspresikan dan kemampuan dan pengembangan ayat (1) Pasal 7 sebagai berikut ini. mengapresiasi keindahan dan diri/ekstrakurikuler harmoni. Kemampuan mengapresiasi Kelompok dan mengekspresikan keindahan Cakupan Melalui serta harmoni mencakup apresiasi Mata Pelajaran dan ekspresi, baik dalam kehidupan Agama dan Akhlak Kelompok mata pelajaran agama dan Kegiatan keagamaan, individual sehingga mampu Mulia akhlak mulia dimaksudkan untuk pembelajaran menikmati dan mensyukuri hidup, membentuk peserta didik menjadi kewarganegaraan dan maupun dalam kehidupan manusia yang beriman dan bertakwa pembinaan kemasyarakatan sehingga mampu kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kepribadian/akhlak mulia, menciptakan kebersamaan yang berakhlak mulia. Akhlak mulia pembelajaran ilmu harmonis. mencakup etika, budi pekerti, atau pengetahuan dan teknologi, Jasmani, Olah Kelompok mata pelajaran jasmani, Kegiatan pendidikan jasmani, moral sebagai perwujudan dari estetika, jasmani, olahraga Raga, dan olahraga dan kesehatan pada olahraga, pendidikan pendidikan agama. dan kesehatan, dan Kesehatan. SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan kesehatan, ilmu pengetahuan pengembangan untuk meningkatkan potensi fisik alam, dan muatan lokal yang diri/ekstrakurikuler serta membudayakan sportivitas dan relevan, dan pengembangan Kewarganegaraan Kelompok mata pelajaran Kegiatan keagamaan, kesadaran hidup sehat. diri/ekstrakurikuler dan Kepribadian kewarganegaraan dan kepribadian pembinaan Budaya hidup sehat termasuk dimaksudkan untuk peningkatan kepribadian/akhlak mulia, kesadaran, sikap, dan perilaku hidup kesadaran dan wawasan peserta didik pembelajaran sehat yang bersifat individual akan status, hak, dan kewajibannya kewarganegaraan, bahasa, ataupun yang bersifat kolektif dalam kehidupan bermasyarakat, seni dan budaya, dan kemasyarakatan seperti keterbebasan berbangsa, dan bernegara, serta pendidikan jasmani, dan dari perilaku seksual bebas, peningkatan kualitas dirinya sebagai pengembangan kecanduan narkoba, HIV/AIDS, manusia. diri/ekstrakurikuler demam berdarah, muntaber, dan Kesadaran dan wawasan termasuk penyakit lain yang potensial untuk wawasan kebangsaan, jiwa dan mewabah. patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian 90 91
  • Struktur kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk pengembangan diri 2. Muatan Kurikulumsebagai berikut ini. Muatan Kurikulum SMP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan Kelas dan Alokasi Waktu kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal. Komponen VII VIII IX A. Mata Pelajaran a. Mata Pelajaran Wajib 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di SMP terdiri atas mata-mata 3. Bahasa Indonesia 4 4 4 pelajaran sebagai berikut ini. 4. Bahasa Inggris 4 4 4 1) Pendidikan Agama 5. Matematika 4 4 4 6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4 Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP meliputi agama Islam, 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4 Kristen Protestan, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. 8. Seni Budaya 2 2 2 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 2 2 2 Tujuan: 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan agamanya masing-masing; B. Muatan Lokal 1. Pendidikan Keterampilan Jasa - 2 - Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia; dan 2. Agroindustri - - 2 Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama. 3. Budidaya Tanaman 1 - - 4. Bahasa Daerah 1 - - 2) Pendidikan Kewarganegaraan C. Pengembangan Diri 2* 2* 2* Tujuan: 1. Bimbingan Konseling Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup 2. Kegiatan Ekstrakurikuler: berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan a. Kepramukaan kesatuan. b. UKS dan PMR Ruang lingkup: c. Karya Ilmiah Remaja (KIR) d. Olahraga a) Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan, e. Kerohanian cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, f. Seni budaya/Sanggar seni keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam g. Kebersihan pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik h. Peduli dan Bakti Sosial Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan. i. …………………………… Jumlah 32 32 32 b) Norma, hukum, dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan 2*) Ekuivalen 2 Jam pembelajaran bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum dan peradilan internasional. 92 93
  • c) Hak asasi manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban 4) Bahasa Inggris anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, Tujuan: pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM. Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis d) Kebutuhan warga negara, meliputi: hidup gotong royong, harga diri untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi. sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri, Ruang lingkup: persamaan kedudukan warganegara. a) Kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau e) Konstitusi negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan hubungan dasar negara dengan konstitusi. menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional; f) Kekuasan dan politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan, b) Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintah pusat, demokrasi dan sistem dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju masyarakat madani, narrative, dan report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi. kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika; g) Pancasila, meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan c) Kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata ideologi negara, proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam sebagai ideologi terbuka. berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah h) Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana dan organisasi internasional, serta mengevaluasi globalisasi. (menggunakan piranti pembentuk wacana).3) Bahasa Indonesia 5) Matematika Tujuan: Tujuan: Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap rangka penguasaan IPTEK. IPTEK. Ruang lingkup: Ruang lingkup: a) Mendengarkan a) Bilangan b) Berbicara b) Aljabar c) Membaca c) Geometri dan Pengukuran d) Menulis d) Statistika dan Peluang 94 95
  • 6) Ilmu Pengetahuan Alam c) Seni Tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari. Tujuan: d) Seni Teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk yang pementasannya memadukan unsur seni musik, seni tari, dan seni menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK. peran. Ruang lingkup: a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan 9) Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan b) Materi dan Sifatnya Tujuan: c) Energi dan Perubahannya Menanamkan kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran dan d) Bumi dan Alam Semesta keterampilan dalam bidang olah raga, menanamkan rasa sportifitas, tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik.7) Ilmu Pengetahuan Sosial Ruang lingkup; Tujuan: a) Permainan dan olah raga, meliputi: olah raga tradisional, permainan, Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor nonlokomotor, dan manipulatif, mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis hidup secara mandiri. meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya. Ruang lingkup: b) Aktivitas pengembangan, meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen a) Manusia, Tempat, dan Lingkungan kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. b) Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan c) Aktivitas senam, meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, c) Sistem Sosial dan Budaya ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya. d) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan d) Aktivitas ritmik, meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya.8) Seni Budaya 10) Teknologi Informasi dan Komunikasi Tujuan: Tujuan: Mengembangkan apresiasi seni, daya kreasi, dan kecintaan pada seni budaya nasional. Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Ruang lingkup: Ruang lingkup: a) Seni Rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, dan sebagainya. menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi; b) Seni Musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu memainkan alat musik, apresiasi karya musik. perangkat ke perangkat lainnya. 96 97
  • b. Muatan Lokal 1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas, potensi dan peserta didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui keunggulan daerah, serta ketersediaan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik. penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini. Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan Kegiatan Pelaksanaan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Nilai-nilai kewirausahaan Layanan dan kegiatan Individual yang dikembangkan antara lain inovasi, kreatif, berpikir kritis, eksplorasi, pendukung konseling Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke komunikasi, kemandirian, dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai budaya yang kelas dimaksud antara lain kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepekaan terhadap Ekstrakurikuler Kepramukaan PMR lingkungan, dan kerja sama. UKS KIR Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam Olah raga proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi Kerohaniaan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Seni budaya/sanggar seni Kesehatan reproduksi remaja Muatan Lokal merupakan mata pelajaran, sehinggga satuan pendidikan harus Latihan dasar kepemimpinan mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap 2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan muatan lokal yang diselenggarakan. sebagai berikut. Muatan Lokal yang diselenggarakan di SMP ini adalah sebagai berikut. Alokasi Waktu Kegiatan Contoh No. Jenis Muatan Lokal VII VIII IX Rutin, yaitu kegiatan Piket kelas yang dilakukan Ibadah 1. Pendidikan Keterampilan Jasa 2 terjadwal Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran 2. Agroindustri 2 di kelas 3. Budidaya Tanaman 1 Bakti sosial 4. Bahasa Daerah 1 Spontan, adalah Memberi dan menjawab salam kegiatan tidak Meminta maaf terjadwal dalam Berterima kasih kejadian khusus Mengunjungi orang yang sakitc. Pengembangan Diri Membuang sampah pada tempatnya Menolong orang yang sedang dalam Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesusahan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri Melerai pertengkaran sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan pengembangan diri dapat Keteladanan, adalah Performa guru kegiatan dalam Mengambil sampah yang berserakan dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. bentuk perilaku Cara berbicara yang sopan sehari-hari Mengucapkan terima kasih Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak Meminta maaf terprogram. Menghargai pendapat orang lain 98 99
  • Kegiatan Contoh Nilai-nilai yang Jenis Pengembangan Diri Strategi ditanamkan Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda B. Kegiatan Demokratis Latihan terprogram Mendahulukan kesempatan kepada orang Ekstrakurikuler: (kepemimpinan, Disiplin tua 1. Kepramukaan berorganisasi) Kerja sama Penugasan peserta didik secara bergilir Menaati tata tertib (disiplin, taat waktu, Rasa Kebangsaan taat pada peraturan) Toleransi Memberi salam ketika bertemu Peduli sosial dan Berpakaian rapi dan bersih lingkungan Menepati janji Cinta damai Memberikan penghargaan kepada orang Kerja keras yang berprestasi Berperilaku santun 2. UKS dan PMR Peduli sosial Latihan Pengendalian diri yang baik terprogram Toleransi Memuji pada orang yang jujur Disiplin Mengakui kebenaran orang lain Mengakui kesalahan diri sendiri Komunikatif Berani mengambil keputusan 3. KIR Komunikatif Pembinaan rutin Berani berkata benar Rasa ingin tahu Mengikuti Melindungi kaum yang lemah perlombaan Kerja keras Membantu kaum yang fakir Pameran atau Sabar mendengarkan orang lain Senang membaca pekan ilmiah Mengunjungi teman yang sakit Menghargai prestasi Publikasi ilmiah Membela kehormatan bangsa Jujur secara internal Mengembalikan barang yang bukan miliknya 4. Olahraga Sportifitas Melalui latihan Antri rutin (antara lain: Menghargai prestasi bola voli, basket, Mendamaikan Kerja keras tenis meja, Cinta damai badminton,Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMP adalah sebagai berikut ini. pencak silat, Disiplin outbond) Nilai-nilai yang Jujur Jenis Pengembangan Diri Strategi Perlombaan olah ditanamkan raga A. Bimbingan Konseling Kemandirian Pembentukan (BK) karakter atau 5. Kerohanian Religius Beribadah rutin Percaya diri kepribadian Rasa kebangsaan Peringatan hari Kerja sama besar agama Pemberian motivasi Cinta tanah air Demokratis Kegiatan Bimbingan karier Peduli sosial keagamaan Komunikatif 6. Seni budaya/Sanggar Disiplin Latihan rutin Jujur seni Jujur Mengikuti vokal grup Peduli budaya 100 101
  • Nilai-nilai yang d. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter BangsaJenis Pengembangan Diri Strategi ditanamkan Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak Peduli sosial Berkompetisi Cinta tanah air internal dan dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran, eksternal Semangat pengembangan diri dan budaya sekolah. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan Pagelaran seni kebangsaan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke 7. Kesehatan reproduksi Kebersihan Kegiatan rutin dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah ada. Indikator nilai-nilai budaya dan remaja pada waktu hari Kesehatan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas, dan (2) jum’at Tanggung jawab indikator untuk mata pelajaran. Rasa ingin tahu Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, 8. Kepemimpinan Tanggung jawab Kegiatan OSIS guru dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan Keberanian Kepramukaan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter Tekun Kegiatan kerohanian bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan Sportivitas Kegiatan KIR dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan Disiplin Kegiatan PMR perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Mandiri Demokratis Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter Cinta damai bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin komplek Cinta tanah air antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang Peduli lingkungan kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu Peduli sosial perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih Keteladanan kompleks. Sabar Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan Toleransi proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di Kerja keras Pantang menyerah kelas, sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar Kerja sama yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan 9. Festival sekolah Kreativitas Pasar seni ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya Etos kerja Pagelaran seni atau musik sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku Tanggung jawab kepemimpinan Pameran karya yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Di masyarakat ilmiah Kerja sama dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke Bazaar tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian Pasar murah masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Karya seni Peringatan hari- Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada hari besar agama/nasional indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan guru 102 103
  • ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal Satu jam Minggu Waktu Jumlah record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan Jumlah pembelajaran efektif pembelajaran jam per Kelas jampel/ dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu tatap muka per per tahun tahun (@ minggu (menit) tahun (jampel) 60 menit) persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. VII, VIII, 40 36 34 1360 906 IX Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam Selain tatap muka, beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- puluh persen (50%) dari jumlah jam tatap muka. Penugasan terstruktur di tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). antaranya pekerjaan rumah (PR), penyusunan program/perencanaan kegiatan, laporan pelaksanaan kegiatan. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok tetapi belum konsisten) yang disesuaikan dengan potensi, minat, dan bakat peserta didik. MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai f. Ketuntasan Belajar konsisten) Dalam penetapan ketuntasan belajar, sekolah menetapkan kriteria ketuntasan MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas, daya dukung, dan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten) tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran.e. Pengaturan Beban Belajar Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan Beban belajar ditentukan mengacu pada ketentuan standar pengelolaan pendidikan Minimal (KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal. yang berlaku di satuan pendidikan. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda. Oleh Pengaturan beban belajar di SMP ini dengan sistem paket yang didasarkan pada karena itu, maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini. struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini. Beban belajar tetap adalah 36 jam pelajaran per minggu Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran 104 105
  • Penetapan KKM 1. Program Remedial (Perbaikan) Kriteria Ketuntasan Belajar a. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM Komponen VII VIII IX dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator. A. Mata Pelajaran b. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. 1. Pendidikan Agama 75 77 80 c. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian. 2. Pendidikan Kewarganegaraan 75 77 80 d. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes. 3. Bahasa Indonesia 75 77 80 e. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial. f. Nilai remedial dapat melampaui KKM. 4. Bahasa Inggris 75 77 80 2. Program Pengayaan 5. Matematika 75 77 80 a. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM 6. Ilmu Pengetahuan Alam 75 77 80 dalam setiap kompetensi dasar. 7. Ilmu Pengetahuan Sosial 75 77 80 b. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. 8. Seni Budaya 75 77 80 c. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes. 9. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan 75 77 80 Kesehatan d. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan. 10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 75 77 80 B. Muatan Lokal g. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan 1. Pendidikan Keterampilan Jasa - 77 - 1) Kenaikan Kelas 2. Agroindustri - - 80 Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: 3. Budidaya Tanaman 75 - - 4. Bahasa Daerah 75 - - a) telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun pelajaran; C. Pengembangan Diri 1. BK b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata 2. Kegiatan Ekstra Kurikuler: pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK; a. Pramuka c) jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hari b. UKS dan PMR per tahun. c. Olahraga d. Kerohanian 2) Kelulusan e. Senibudaya/Sanggar seni Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 72 ayat (1) menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakanSatuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar), lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila:ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai a) telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran;ketuntasan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan b) memiliki nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selainremedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan kelompok mata pelajaran IPTEK;pengayaan. c) lulus ujian sekolah; dan d) lulus ujian nasional. 106 107
  • IV. KALENDER PENDIDIKAN Hari Belajar Tanggal dan Bulan Kegiatan Efektif Oktober 15Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik 17 sd 23 Libur menjelang Idul Fitriselama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu 24 sd 25 Hari Raya Idul Fitriefektif belajar, waktu pembelajaran efektif, efektif fakultatif, dan hari libur. Berikut adalah - silaturahmi di sekolah 26 sd 28 Libur sesudah Idul Fitrikalender tersebut secara rinci. November 25 10 Memperingati hari pahlawan Hari Kegiatan Waktu - Membaca sajak Senin Upacara 07.00 - 07.30 - Ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kegiatan belajar mengajar 07.30 - 14.25 - Lomba esai tentang kepahlawanan di Selasa Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 14.20 majalah dinding - Lomba pidato Rabu Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 14.20 Desember 13 Kamis Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 14.20 11 s/d 16 Ulangan akhir semester Jumat Kegiatan belajar mengajar 07.00 - 11.45 23 Pembagian rapor Shalat Jumat 11.45 - 25 Merayakan Hari Raya Natal Sabtu Ekstra kurikuler 08.00 - 12.00 26 sd 30 Libur akhir semester 31 Merayakan Hari Raya Idul Adha, KALENDER PENDIDIKAN SMP Shalat Ied, menyembelih kurban, Hari Belajar membagikam daging kurban kepada Tanggal dan Bulan Kegiatan mustahiq Efektif Juli 10 Januari 20 1 s/d 15 Libur akhir tahun ajaran 1 Tahun Baru masehi - School Fair (bazaar, pasar murah, 2 sd 6 Libur akhir semester pameran sains, pameran KIR, pentas 20 Tahun Baru Hijrah seni dan budaya, kompetisi olahraga) - Karnaval - Bakti sosial 21 Hari raya Nyepi 17 s/d 19 Masa orientasi peserta didik (MOS) kelas VII Februari 27 Agustus 25 14 Merayakan Imlek 17 Upacara HUT Proklamasi RI - Membuat lampion Setelah upacara diadakan lomba-lomba: - Kreatifitas mengolah kue keranjang - menyanyikan lagu wajib nasional Maret 29 - kebersihan 31 Memperingati Maulid Nabi Muhammad - lomba membaca atau membuat puisi SAW kebangsaan/story telling tentang kebangsaan Merayakan hari raya Waisak - lomba-lomba lainnya April 16 21 Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad 13 Wafatnya Isa Almasih Lomba marawis 21 Merayakan Hari Kartini September 23 23 s/d 30 Ujian praktik 28 s/d 30 Libur awal Ramadhan 1427 H 108 109
  • Tanggal dan Bulan Kegiatan Hari Belajar PENUTUP Efektif Mei 15 1 s/d 5 Ujian praktik (lanjutan) Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan Budaya dan 2 Hari Pendidikan Nasional Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi pribadi juga menyaring Upacara/diadakan lomba membaca atau pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan 7 sd 9 Ujian Sekolah budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian 21 sd 23 Ujian Nasional kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan 24 Memperingati Kenaikan Isa Almasih Juni 18 pengembangan diri yang dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan 18 s/d 23 Ulangan umum (habituasi) dalam kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta 25 Pengumuman kelulusan damai, tanggung-jawab, dsb. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai 30 Pembagian rapor dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didikHari Belajar Efektif Semester I = 119 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 19 minggu yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar. belajar efektif).Hari Belajar Efektif Semester II = 131 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 21 minggu Pedoman yang disusun ini lebih diperuntukkan kepada kepala sekolah. Pembentukan belajar efektif). budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui serangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik, danCatatan : Semua kegiatan pada tabel di atas merupakan contoh kalender pendidikan yang penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di tingkat sekolah pada intinya adalah penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di tingkat sekolah (KTSP), seperti menetapkan visi, misi, tujuan, struktur kurikulum, kalender akademik, dan penyusunan silabus. Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk akhlak budi luhur. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan, tetapi lebih kepada upaya penanaman nilai- nilai baik melalui mata pelajaran, program pengembangan diri maupun budaya sekolah. Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI). Begitu pula melalui program pengembangan diri, seperti kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian. Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter 110 111
  • Bangsa ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secarabersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolahyang selanjutnya diharapkan menghasilkan budaya sekolah.Pedoman yang ada ini pada intinya merupakan produk Program Kerja 100 hari KabinetIndonesia Bersatu II. Penyempurnaan pedoman ini akan terus menerus dilanjutkan seiringdengan kompleksnya permasalahan pendidikan terutama dalam pembentukan budaya dankarakter bangsa. Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif dengan muatanbudaya dan karakter bangsa perlu menjadi perhatian terutama dalam membelajarkanpeserta didik. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkandari semua pihak pemerhati, pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnyadapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat sekolah. Selanjutnya diharapkankualitas produk peserta didik yang memiliki akhlak budi mulia sebagai pencerminanbangsa yang besar. 112