Fgd Pembiayaan Dan Insentif Rev 1 1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Fgd Pembiayaan Dan Insentif Rev 1 1

on

  • 4,530 views

Diskusi mengenai pembiayaan bagi Industri kreatif

Diskusi mengenai pembiayaan bagi Industri kreatif

Statistics

Views

Total Views
4,530
Views on SlideShare
4,529
Embed Views
1

Actions

Likes
4
Downloads
405
Comments
0

1 Embed 1

http://www.docseek.net 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Disatuin lagi
  • Hanya dimunculkan angka kontribusi absolut dan trendnya, jangan rata-rata, dan hanya diambil dari tahun 2005-2008 saja.
  • Untuk Industri kreatif, obyek yang dibiayai oleh bank adalah intangible asset (copyright film, musik, software, desain, dll) yang umumnya cepat obsolete seiring berjalannya waktu, sehingga tidak dapat dan tidak cocok untuk dijadikan agunan. Untuk itu diperlukan agunan tambahan yang berupa piutang (Untuk penjualan yang bersifat contract based) dan Fixed asset/Jaminan Pemerintah

Fgd Pembiayaan Dan Insentif Rev 1 1 Fgd Pembiayaan Dan Insentif Rev 1 1 Presentation Transcript

  • PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF : DISKUSI PEMBIAYAAN DAN PEMBERIAN INSENTIF BAGI INDUSTRI KREATIF
    Persiapan Kegiatan Konvensi PPKI
    Cokorda Istri Dewi
    Jakarta, 9Juni 2010
    6/21/2010
    1
  • Ikhtisar
    2
    1.
    PENDAHULUAN
    • LATAR BELAKANG
    • MODEL PENGEMBANGAN
    • ENAM PERMASALAHAN POKOK EKONOMI KREATIF
    • TUJUAN DISKUSI
    2.
    SEKILAS PEMBIAYAAN & INSENTIF BAGI PELAKU KREATIF
    • KARAKTERISTIK INDUSTRI KREATIF
    • TANTANGAN PEMBIAYAAN INDUSTRI KREATIF
    • JENIS PEMBIAYAAN: PERBANKAN, KUR ,PKBL
    • INSENTIF BAGI INDUSTRI KREATIF
    3.
    DISKUSI PEMBIAYAAN & INSENTIF BAGI INDUSTRI KREATIF
    • ALTERNATIF PEMBIAYAAN LAINNYA
    • SINERGI PROGRAM
    • DISKUSI
    • KESIMPULAN
    6/21/2010
  • 1.PENDAHULUAN
    LATAR BELAKANG | ENAM PERMASALAHAN INDUSTRI KREATIF |MODEL PENGEMBANGAN | TUJUAN DISKUSI
    6/21/2010
    3
  • Latar Belakang
    Latar Belakang Diskusi Mengenai Ekonomi kreatif adalah:
    Pelaksanaan Inpres No.6 Tahun 2009 tentang Ekonomi Kreatif
    Perlunya koordinasi secara intensif antar pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung pengembangan ekonomi kreatif
    Permasalahan & Tantangan yang dihadapi oleh Industri Kreatif di Indonesia, khususnya aspek pembiayaan
    6/21/2010
    4
  • Permasalahan Utama Industri Kreatif Indonesia
    • Identifikasi permasalahan Utama Industri Kreatif berdasarkan hasil FGD, konvensi dan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 2006-2007
    • Dikembangkan model pengembangan Ekonomi kreatif untuk menjawab permasalahan dan untuk mencapai target sasaran yang ingin dicapai
    5
    6/21/2010
  • Model Pengembangan
    6
    Satu Landasan Utama danLima Pilarutamayang harus diperkuat dalam mengembangkan ekonomi kreatif adalah:
    “The Triple Helix”
    Intellectual
    Business
    Government
    People adalah individu-individu atau sumber daya manusia yang kreatif.
    Industry adalah kumpulan dari perusahaan yang bergerak di dalam bidang industri kreatif
    Technology adalahenableruntuk mewujudkan kreatifitas individu dalam bentuk karya nyata.
    Resourcesadalah inputselain kreatifitas & pengetahuan individu yang dibutuhkan dalam proses kreatif, misal: SDA, lahan
    Institution adalah tatanan sosial, public places & spaces(norma, nilai, tempat publik, ruang publik, kebijakan dan hukum) yang mengatur interaksi antar manusia
    Financial Intermediary adalah Lembagaintermediasikeuangan
    Industry
    Technology
    Resources
    Institution
    Financial Intermediary
    People
    6/21/2010
  • Tujuan Rapat Pembahasan
    Mensosialisasikan tugas & kegiatan Kemendag untuk mendukung implementasi Inpres No.6 Tahun 2010 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif;
    Identifikasi pembiayaan bagi Industri kreatif yang sudah ada dan bagaimana perkembangannya saat ini.
    (Program pembiayaan; Lembaga pemberi pembiayaan; Mekanisme pengajuan permohonan pembiayaan;Persyaratan pembiayaan; Kontak untuk mengajukan pembiayaan; danMekanisme pemberian persetujuan pembiayaan);
    Tantanganpenyaluran pembiayaan bagi industri kreatif saat ini dan di masa yang akan datang;
    Identifikasi solusi pembiayaan yang memungkinkan bagi pelaku industri kreatif;
    Mengupayakan sinergi program dan kegiatan antar pemangku kepentingan sebagai suatu solusi;
    Identifikasi insentif yang dapat diberikan kepada pelaku kreatif;
    Tindak lanjut untuk mengupayakan insentif tersebut terwujud dan tersosialisasikan dengan baik
    7
    6/21/2010
  • RoadMap Ekonomi Kreatif
    *Inpres No. 6 Tahun2009 tentangEkonomiKreatif, melibatkan27 InstansiPemerintahpusatdanseluruhpemda.
    2009
    2025
    • Fasilitasi creative talent untuk berkreasi
    • Jumlah dan kualitas creative worker
    • Creative mindset pada masyarakat
    • Entrepreneurship
    “Masyarakat dengan mindset dan moodset kreatif yang didukung oleh talenta pekerja kreatif”
    People
    • Industry Attractiveness
    • Efisiensi untuk keunggulan komparatif
    • Inovasi bermuatan lokal untuk keunggulan kompetitif
    “Industri Kreatif yang unggul di pasar domestik dan asing dengan peran dominan wirausahawan nasional”
    Industry
    • Basis-basis teknologi menuju klaster teknologi
    • Kapasitas penguasaan teknologi dan komputer literacy
    • Iklim usaha yang kondusif untuk investasi dan infrastrukur
    Technology
    “Teknologi yang mendukung desain dan melayani kebutuhan pasar”
    • Kemampuan memanfaatkan bahan baku alam
    • Apresiasi dan sadar lingkungan
    • Basis-basis teknologi pengolah sumber daya alam
    • Iklim kondusif untuk ketersediaan pasokan bahan baku domestik
    “Pemanfaatan bahan baku dengan nilai tambah dan tingkat utilisasi yang tinggi serta ramah lingkungan”
    Resource
    • Apresiasi budaya dan wariasan budaya Indonesia di dalam dan luar negeri
    • Masyarakat kreatif yang saling menghargai dan bertukar pengetahuan
    Institution
    “Masyarakat berpemikiran terbuka dan mengkonsumsi produk kreatif lokal”
    “Tercapainya tingkat kepercayaan dan distribusi informasi yang simetris antara lembaga keuangan dengan Industri Kreatif”
    • Penguatan hubungan aktor IK dengan lembaga keuangan
    • Skema dan lembaga pembiayaan yang sesuai
    Financial
    Intermediary
    8
  • 9
    Sasaran Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2025 (1)
    MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF
    Origin Point
    Destination Point
  • 10
    Sasaran Strategis Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2025 (2)
  • Statistik Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2002-2008
    11
    *Departemen Perdagangan 2009
    Tren 2005-2008
    11
  • Pengembangan yang berkelanjutan dari desain dan inovasi yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan
    Menciptakan brand awareness dari produk IK Indonesia
    Menciptakan & menstabilkan tingkat permintaan, meningkatkan produktivitas & efisiensi usaha hingga mencapai tingkat tertinggi
    Perbaikan target fasilitasi pemerintah dan program-program pengembangan IK
    Meningkatkan kualitasdari informasi dan membagikan informasi mengenai industri kreatif
    5 tahapan utama dalam Pengembangan Industri Kreatif oleh Kementerian Perdagangan (2010-2014) untuk pencapaian 5 tujuan utama
    12
    Tahapan Pengembangan Ekonomi Kreatif
  • Program Pengembangan Ekonomi Kreatif 2010-2015 OLEH KEMENDAG
    Program yang akan dilakukan KEMENDAG untuk mencapai setiap sasaran pengembangan ekonomi kreatif adalah:
    Terbukanya akses terhadap talenta kreatif dan potensi kreatif.
    Penciptaan informasi dan database industri kreatif Indonesia yang didukung dengan teknologi informasi
    Fasilitasi riset industri kreatif dan pemberian insentif yang mendukung inovasi
    Fasilitasi kegiatan yang mendorong lahirnya insan kreatif dan entrepeneur kreatif baru
    Terciptanya industri kreatif berdaya saing melalui pengelolaan pelayanan distribusi dan komersialisasi karya insan kreatif yang sesuai
    Peningkatan efisiensi pelayanan distribusi dalam dan luar negeri
    Peningkatan jangkauan dan efektivitas pemasaran di dalam dan luar negeri
    Kapasitas dan penguasaan teknologi yang tinggi.
    Peningkatan kapasitas teknologi melalui program kemitraan baik dengan pihak dalam maupun luar negeri
    Pemberian insentif untuk eksportir dan importir teknologi
    Distribusi bahan baku yang mendukung tumbuh kembangnya industri kreatif.
    Revitalisasi kebijakan dan regulasi distribusi bahan baku industri kreatif
    Kebijakan dan Regulasi distribusi output industri kreatif yang sesuai dan mendukung penghargaan terhadap karya insan kreatif, dan lahirnya identitas lokal daerah
    Perbaikan dan sosialiasi kebijakan, regulasi distribusi produk/jasa kreatif serta Hak atas kekayaan Intelektual
    Penciptaan identitas lokal daerah tingkat I dan II dan identitas nasional di mata dunia
    Pengembangan Ekonomi Kreatif 2010-2014
  • Pengembangan Ekonomi Kreatif 2006-2009OLEH KEMENDAG
    Rapid Mapping Produk SDA dan Kekayaan Intelektual
    Prototyping produk UKM dan Akses ke Pasar
    Sosialisasi EK Ke daerah-daerah
    Pembuatan Film “Nation Pride Campaign”
    Studi Pemetaan Industri Kreatif Indonesia
    Pengembangan Ekonomi Kreatif 2010-2014
    14
    Fasilitasi Promosi Produk kreatif pada kegiatan pameran di dalam maupun luar negeri: Inacraft, TEI PPKI/PPBI, Pangan Nusa, Pameran Ekonomi kreatif, Pameran di luar negeri (harrods, pavilion Indonesia)
    Fasilitasi kegiatan kreatif di daerah
    • Tahunan
    • 2006
    • 2007
  • Pengembangan Ekonomi Kreatif 2006-2009OLEH KEMENDAG
    Pengembangan Ekonomi Kreatif 2010-2014
    15
    Cetak Biru Pengembangan ekonomi Kreatif
    Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif oleh DEPDAG
    Bulan Indonesia Kreatif
    Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif
    Inisiasi Pembuatan INPRES Tentang Ekonomi Kreatif
    Gerakan Aku Cinta Indonesia
    Pemutakhiran Studi Indonesia Kreatif
    Portal Indonesia Kreatif
    Keikutsertaan Indonesia pada WEI
    Fasilitasi desain dan kemasan UKM pangan
    Dukungan Branding bagi UKM Kreatif
    Dukungan terhadap pengembangan World music di Festival java jazz
    • 2008
    • 2009
  • Pengembangan Platform Komunikasi
    1. Portal Indonesia Kreatif; 2.Microsite per subsektor; 3. Jejaring Media Sosial: Facebook dan Twitter; 4.Showcase;5.Bazaar
    6/21/2010
    16
  • Kontes Rencana Bisnis & Desain Kemasan
    Finalis Kontes Rencana Bisnis:
    WayBag (ISI Denpasar); Sangharsa (History of Mahabrata Online Games for Children); Guyon Clothing Tematik Indonesia;
    6/21/2010
    17
    Desain al Terego; Goni Lamp ; , +62 Kaos Batik Nusantara ;S&A Biro Branding dan Desain Kemasan UKM; Lazuli Sarae, Batik on Denim
  • 2.SEKILAS PEMBIAYAAN & INSENTIF BAGI PELAKU KREATIF
    KARAKTERISTIK INDUSTRI KREATIF | TANTANGAN PEMBIAYAAN INDUSTRI KREATIF | PEMBIAYAAN PERBANKAN, KUR, PKBL| INSENTIF BAGI INDUSTRI KREATIF
    6/21/2010
    18
  • Karakteristik Industri Kreatif Dari Sudut Pandang Perbankan
    June 21, 2010
    19
    1
    Pada umumnya pelaku usaha industri kreatif dijalankan UMKM dan perorangan
    UMKM
    2
    Wirausahawan Muda
    Pelaku usahanya terutama para wirausahawan muda yang mempunyai daya inovasi dan kreasi tinggi, serta dinamis
    3
    Kreativitas
    Bersumber dari kreativitas, keahlian & talenta individu melalui penciptaan & komersialisasi kekayaan intelektual
    4
    Keekonomian Industri Kreatif
    Nilai ekonomis produk industri kreatif tidak sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme ekonomi pasar, umumnya transaksi di industri kreatif bersifat seasonal, dengan product life cycle yang pendek
  • Tantangan Bagi Perbankan
    1
    Prinsip utama pembiayaan bank adalah penilaian atas usaha calon debitur
    • Industri kreatif umumnya adalah usaha yang baru berkembangdan dikelola oleh anak muda yang cenderung menuntut kualitas produk dan layanan perbankan relatif lebih tinggi
    • Bank kesulitan untuk mendapatkan track recordyang memadai dalam melakukan penilaian atas usaha yang baru berjalan.
    • Untuk memenuhi aspek hukum, Bank juga tetap membutuhkan persyaratan perijinan, yang biasanya sulit dipenuhi usaha baru atau usaha kecil.
    • Bank memerlukan agunan sebagai second way out apabila ternyata pinjaman tidak dibayar.
    • Keberadaan asosiasi atau organisasi pelaku industri kreatif belum formal dan settled, untuk mendukung pengembangan sektor industri tersebut
    Pembiayaan Usaha Baru & Penjaminan
    2
    Benchmark pengukuran potensi ekonomi industri kreatif
    • Industri kreatif mencakup produk yang sangat luas dan beragam
    • Nilai ekonomis produk industri kreatif tidak sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme ekonomi pasar, sehingga tidak tersedia patokan harga pasar yang bisa menjadi benchmark.
    • Siklus usaha sektor industri kreatif sulit diprediksi sehinggabank kesulitan dalam menganalisa cash flow untuk menghitung kebutuhan pembiayaan Calon Debitur dan mengestimasi “repayment capacity” sangat vital bagi bank untuk meminimalisir risiko
    Pengukuran Potensi Ekonomi
    3
    Pemahaman Setiap Jenis Industri
    Jenis industri kreatif yang mencakup 14 kelompok
    • Masing-masing kelompok memiliki karateristik usaha yang unik dan spesifik
    • Bank harus membangun kemampuan yang memadai untuk memahami masing-masing jenis industri kreatif
    6/21/2010
    20
  • Contoh Akses Pembiayaan Bagi Industri Kreatif Yang sudah berjalan
    Pembiayaan oleh Bank Mandiri: Kelompok unbankable (kemitraan dan wira usaha muda mandiri) dan bankable (mikro, small business, commercial);
    Pembiayaan oleh Bank BNI: KUR, Bina usaha, Usaha berkembang dan usaha maju;
    Pembiayaan melalui dana CSR BUMN (PKBL):
    6/21/2010
    21
  • 3.DISKUSI PEMBIAYAAN & INSENTIF BAGI PELAKU KREATIF
    ALTERNATIF PEMBIAYAAN LAINNYA | SINERGI PROGRAM | DISKUSI |
    KESIMPULAN
    6/21/2010
    22
  • Diskusi Pembiayaan & Insentif
    Bagaimanakah perkembangan pembiayaanyang sudah dilaksanakan tersebut?
    Apakah pembiayaan yang sudah saat ini sudah memadai bagi industri kreatif?
    Bagaimana tindak lanjut upaya implementasi dari konsep insentif dan pembiayaan yang telah diberikan oleh Kemenkop UKM?
    Bagaimana tantangan distribusi pembiayaan bagi industri kreatif oleh lembaga yang sudah menjalankan sesuai dengan skim yang ada?
    Apakah ada bentuk pembiayaan lainnya ?
    Bagaimanakah bentuk insentif yang sudah diberikan bagi Industri kreatif?
    6/21/2010
    23
  • Sinergi Program
    Bagaimana bentuk sinergi program antara pemangku kepentingan untuk memberikan akses pembiayaan bagi pelaku industri kreatif ?
    Contoh yang sudah terjadi antara: KEMENDAG dan BNI 46
    6/21/2010
    24
  • Diskusi
    Bagaimana Akses Pembiayaan bagi Industri kreatif untuk mengakselerasi pengembangan industri kreatif Indonesia?
    6/21/2010
    25
  • Kesimpulan
    “Akses Pembiayaan bagi Industri kreatif sehingga Indonesia menjadi Negara yang kreatif”
    6/21/2010
    26
  • TERIMA KASIH
    27
    6/21/2010
  • Pembiayaan oleh Perbankan
    Pembiayaan oleh Bank Mandiri
    Pembiayaan oleh BNI
    6/21/2010
    28
  • Strategi Bank Mandiri Untuk Mendukung Pengembangan Industri Kreatif
    June 21, 2010
    29
    Pola Pembiayaan Sesuai Segmentasi
    Pola Pembinaan & Pembiayaan Terbatas
    Program Kemitraan
    1
    Kelompok Bankable
    (Memiliki Kemampuan Akses Pembiayaan ke Bank)
    Pembinaan
    Wirausaha Muda Mandiri
    2
    Pembiayaan Segmen Mikro
    Limit <Rp100 Jt
    Kelompok UnBankable
    (Belum Memiliki Kemampuan Akses Pembiayaan ke Bank)
    Pembiayaan Small Business
    Limit > Rp100 jt sd Rp5 M
    Pembiayaan Segmen Commercial
    Limit >Rp5 M
    Value Chain (Supplier, Distributor) Debitur Commercial
    di Industri Kreatif
  • Bentuk Program Kemitraaan Melalui Pinjaman & Program Pembinaan
    June 21, 2010
    Strategi Bank Mandiri Mendukung Pengembangan Industri Kreatif
    30
    Pinjaman
    Pinjaman Khusus
    Pembinaan
    1
    2
    3
    Untuk membiayai kebutuhan dana pelaksanaan kegiatan usaha Mitra Binaan yang bersifat pinjaman tambahan dan berjangka pendek dalam rangka memenuhi pesanan dari rekanan usaha Mitra Binaan
    • Untuk membiayai pendidikan, pelatihan, pemagangan, pemasaran, promosi, dan hal-hal lain yang menyangkut produktivitas Mitra Binaan serta untuk pengkajian/penelitian yang berkaitan dengan Program Kemitraan
    • Bersifat hibah dengan besar maksimal 20% (dua puluh persen) dari dana Program Kemitraan yang disalurkan pada tahun berjalan.
    • Pembinaan hanya dapat diberikan kepada atau untuk kepentingan Mitra Binaan
    Untuk membiayai modal kerja dan atau pembelian aktiva tetap dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan
    Limit per mitra binaan maksimal Rp. 20 juta & jangka waktu maksimal 36 bulan
  • Target Program Kemitraaan Untuk Mendorong Pertumbuhan Usaha
    June 21, 2010
    Strategi Bank Mandiri Mendukung Pengembangan Industri Kreatif
    31
    Kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1 Milyar.
    Rp
    Aset
    Milik Warga Negara Indonesia, berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
    Kepemilikan
    Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha tidak berbadan hukum atau badan usaha berbadan hukum dan mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan.
    Badan Usaha
    Telah melakukan kegiatan usaha minimal 1 (satu) tahun, belum memenuhi syarat perbankan (non bankable)‏ dan belum pernah memperoleh pinjaman serupa dari BUMN lain atau tidak sedang menjadi Mitra Binaan BUMN lain.
    Kriteria Lain
  • Skim BNI UntukPengembangan Industri Kreatif
    June 10
    Page 32
    Produk kredit usaha kecil BNI yang ada saat ini yang dapat digunakan
    untuk pembiayaan Industri kreatif , yaitu :
    BNI KUR
    Kredit yg diberikan bg usaha pelaku industri kreatif yang feasible,
    namun tidak bankable  program penjaminan Pemerintah s/d Rp. 500 juta
    BNI
    WIRAUSAHA
    Kredit untuk pelaku industri kreatif yang feasible & bankable,
    max. s/d Rp. 1 milyar
    BNI
    USAHA BERKEMBANG
    Kredit untuk pelaku industri kreatif yang feasible & bankable,
    max. s/d Rp. 3 milyar
    BNI USAHA MAJU
    Kredit untuk pelaku ekonomi kreatif yang feasible & bankable,
    max. s/d Rp. 10 milyar (untuk individu) dan s/d Rp. 15 milyar (untuk grup usaha)
    Sesuai dengan strategi yang dicanangkan untuk memperbesar share pada segment SME maka fokus pemasaran adalah pada BNI KUR, BNI Wirausaha dan BNI Usaha Berkembang
  • Komitmen BNI Dalam Pengembangan Industri Kreatif *
    June 10
    33
    *Sumber: Peran BNIDalamPengembangan Industri Kreatif, Felia Salim – Wakil Dirut BNI, Pekan Produk Kreatif Indonesia, Jakarta Convention Center, 25-27 Juni 2009
    Komitmen atas realisasi MoU antara Depdag dan BNI yang ditandatangani pada bulan Agustus 2008.
    Refocusing target market dengan fokus pada segmen SME dan Konsumer
    Penyediaan produk dana, jasa dan pembiayaan untuk segmen tsb:
    Taplus Bisnis, dengan fasilitas lengkap ATM dan electronic banking
    Trade Finance dan Remittance untuk nasabah dengan orientasi pasar ekspor
    Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi dan BNI Wirausaha untuk nasabah dengan skala usaha yang kecil
    Kebijakan penyaluran kredit kemitraan (bagian dari PKBL) dengan salah satu target market adalah yang berbasiskan industri kreatif
    Coverage area yang luas untuk melayani kebutuhan usaha kecil yang mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia
  • Pengembangan & Penyaluran Kredit Kemitraan Bagi Industri Kreatif
    June 10
    Page 34
    CSR
    BINA LINGKUNGAN
    “Kesejahteraan Masyarakat”
    Program Kemitraan
    “Keberpihakan Kebijakan Pada UMKM”
    Penyaluran kredit utk pengembangan produk unggulan daerah
    Pendidikan
    Kesehatan
    Industri Kreatif
    Korban bencana Alam
    Capacity Building
    Prasarana & Sarana
    Ketahanan Pangan
    Sarana Ibadah
    Feasible but Unbankable
    Bankable
    Scouting
    Market
    Channel
    Capacity
    Building
    Jaga Quality & Vol:
    Market Eksposure:
    Target:
    Sustainability:
    Kriteria
    Pelatihan
    Lokal / DN
    Produk yg ditawarkan
    Standarisasi
    Luar Negeri / LN
    Pasar yg dimiliki
    Grooming
    Akses & Pameran
    Kurator
  • Kampoeng BNI
    June 10
    Page 35
    Diharapkan setiap kantor wilayah memiliki 1 Kampoeng BNI yang berkesinambungan
    BNI
    Channel BNI:
    SKC – UKC – Cabang – STA
    KAMPOENG BNI:
    1. Sistem Kluster
    2. Basic Industri Kreatif dan
    Industri Pangan
    3. Memiliki usaha dgn daya
    promosi tinggi, misalnya:
    kerajinan khas daerah/
    produk pangan unggulan.
    4. Memiliki Perusahaan Inti/
    Bapak Angkat yg feasible.
    UMKM
    (Bankable):
    • BNI KUR
    • BNI Wirausaha
    • BNI Berkembang
    • BNI Usaha Maju
    SELEKTIF
    EMBRIO
    HASIL
    UMKM
    (Feasible namun belum Bankable)
  • BNI Griya
    June 10
    Page 36
    Contoh: BNI Griya
    • Sebagaicontohadalahpengembangan BNI Griya yang didukungoleh SDM yang kreatifdanteknologi yang mendukung (e-Lo) menawarkanproduk yang sesuaidengankebutuhannasabah
    • Saatiniproduk enhancement terusdilakukandisesuaikandengankebutuhannasabahantara lain denganmeluncurkanBNI Griya Green Design (pemberian KPR dengankriteria yang ditetapkan) bekerjasamadengankomunitasarsitek, green community, arsitek landscape, desainer interior & media, dll.
    S
    U
    S
    T
    A
    I
    N
    A
    B
    L
    E
    Manfaat kepada:
    B
    U
    S
    I
    N
    E
    S
    S
    BNI
    Masyarakat/ nasabah
    Lingkungan & profesional
  • Pembiayaan oleh Pemerintahan
    6/21/2010
    37
    • Pembiayaan oleh BUMN PKBL
    • Konsep Pembiayaan oleh Menko UKM
    Kementerian Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah
    Republik Indonesia
    Kementerian Negara BUMN
  • Peranan BUMN
    SHAREHOLDERS
    PROFIT
    BUMN
    STAKEHOLDERS
    EXTERNALITIES
    PKBL
    Program Kemitraan
    Program
    BinaLingkungan
    June 10
    Page 38
  • Sumber Dana dan Bentuk Program BUMN PKBL
    KEMITRAAN
    BINA LINGKUNGAN
    SUMBER DANA
    max 2% darilababersih
    max 2% darilababersih
    Bantuan pemberdayaansosial masyarakat
    Bentuk Bantuan :
    • bencana alam;
    • pendidikan/pelatihan;
    • kesehatan;
    • prasarana & sarana umum
    • sarana ibadah
    • pelestarian alam
    1. Dana Pinjaman (minimal 80%)
    Utk modal kerja dan atau pembelian aktiva tetap;
    serta pinjaman khusus utk memenuhi pesanan dari rekanan usaha mitra binaan
    2. Dana Pembinaan
    (maksimal 20%)
    Utk bantuan diklat, promosi/pemasaran, pemagangan (capacity building).
    BENTUK
    PROGRAM
    June 10
    Page 20
  • Tata Kerja & Mekanisme Pertanggung Jawaban PKBL
    RUPS/MENTERI
    Persetujuan RKA PKBL
    PengesahanLaporanTahunan PKBL & PelepasanTanggungjawabDireksi /Komisaris
    Penyampaian RKA PKBL
    PenyampaianLaporanTahunan PKBL
    Komisaris
    Direksi BUMN
    Auditor Independen
    (BPK-RI dan KAP)
    SPI
    PKBL
    UKM & Masyarakat
    June 10
    Page 40
  • Konsep Pembinaan Terpadu PKBL
    • Pembinaan secara Cluster
    • Terintegrasi (Hulu – Hilir)
    • Berkesinambungan
    • Menciptakan Kemandirian
    • Multi Stakeholder  Skema “ABG”
    Skema “ABG”
    June 10
    Page 41
  • Model Pembiayaan & Pembinaan PKBL
    kerjasama
    Jaminan
    BUMN Penyedia
    Dana PKBL
    Pemda/
    DinasTerkait
    ASURANSI
    Avalis/
    Jaminan 100%
    Pinjaman
    Angsuran
    kerjasama
    Off-Taker
    (Inti)
    KOPERASI KELOMPOK
    Analisa,Monitoring
    Pembayaranhasil
    Pendamping
    (PerguruanTinggi)
    Reporting
    KontrakPemasaran
    Capacity Building
    Pembiayaan Modal
    Kerja (Cash + Barang)
    Simpanan
    Pendampingan Teknis
    Kelompok
    UKM & Masyarakat
    Binaan (Plasma)
    PendampinganKelompok
    Penyerahanproduk / hasilpanen
    June 10
    Page 42
  • Strategi dan Program Pembiayaan Industri Kreatif Menko UKM
    1
    Menyediakandanmemperluassumberpembiayaansesuaidengansegmentasipelakuusaha
    Belumlayakusahadanbelum bankable
    Pembiayaan Program NasionalPemberdayaanMasyarakat (PNPM) Mandiri
    Pembiayaan Program KemitraaandanBinaLingkungan (PKBL daripenyisiansebagianlaba BUMN
    Pembiayaan Corporate Social Responsibility (CSR)
    Dana BadanAmilZakatInfaqdanSadaqah (BAZIS)
    Dana BergulirmelalauiBadanLayananUmum Daerah (BLUD)
    Pembiayaanmelalui LKM, terutama KSP/KJKS/BMT
    Pembiayaanmelalui program-program pemberdayaandenganbelanjabantuansosial, hibahdansubsidi
    PembiayaankerjasamaPemdadenganLembagaKeuangan Non Bank (ContohPegadaiandenganskema KRISTA)
    June 10
    Page 43
  • Strategi dan Program Pembiayaan Industri Kreatif Menko UKM
    Layak Usaha danbelum bankable
    PembiayaandariLembagaPengelola Dana BergulirKementerian Negara Koperasidan UKM
    PembiayaanKredit Usaha Rakyat (KUR)]
    PembiayaanKredit Usaha Mikrodan Kecil (KUMKM SUP -005) Non Bank (Pegadaiandan PNM)
    Pembiayaan Modal Ventura
    Pembiayaanmelaluiskemakredit LKBB
    PembiayaanKreditBersubsidiuntukketahananpangan
    Layak Usaha dan Bankable
    Pembiayaan KUMK SUP-005
    PembiayaanBisnis Plan Perbankanbagi UMKM
    Pembiayaan Linkage Program Bank dengan BPR/S dan KSP/KJKS
    PembiayaanKreditKomersial
    PembiayaanKredit Usaha UKM Ekspor
    June 10
    Page 44
  • Strategi dan Program Pembiayaan Industri Kreatif Menko UKM
    2
    Meningkatkan aksesabilitas kepada sumber dan lembaga keuangan
    MemfasilitasipenyediaanpinjamanPemdabekerjasamadenganPerumPegadaiandan PNM.
    MendorongkerjasamalintasdaerahuntukmembentukLembagaPenjaminanKredit Daerah (LPKD) untukpemberdayaan UMKM setempat, serayameningkatkanperansertapemerintahdaerah.
    Memfasilitasisertifikasitanahbagipengusahamikrodankecil yang terkaitdenganpenjaminankreditusahadiperbankan, bekerjasamadenganBadanPertanahanNasionaldanDepartemenDalamNegeri.
    Pelatihan KKMB danpenyediaantenagapendamping.
    June 10
    Page 45
  • Strategi dan Program Pembiayaan Industri Kreatif Menko UKM
    3
    MengembangkandanmemberdayakanLembaga Keuangan Mikro
    Melaksanakantransformasidankonversi LKM Non formal menjadiKoperasi, BPR/BUMDesatau Perusahaan Pembiayaan ;
    Mengembangansistem monitoring danevaluasidaridana-danaperkuatanuntuk LKM;
    Meningkatkanpermodalan LKM;
    Memanfaatkankerjasamainternasionaltentang LKM;
    June 10
    Page 46
  • Alternatif Pembiayaan UKM Industri Kreatif Berbasis MediaOleh: Kemenkop-UKM
    June 10
    Page 47
  • Alternatif Pembiayaan UKM Industri Kreatif Berbasis Desain, seni & budaya Oleh: Kemenkop-UKM
    June 10
    Page 48
  • Alternatif Pembiayaan UKM Industri Kreatif Berbasis IPTEK Oleh: Kemenkop-UKM
    June 10
    Page 49
  • Kategori Mahasiswa> WayBag (ISI Denpasar)
    IDE RENCANA BISNIS
    WayBag
    WayBag berasal kata “Wayang & Bag” yaitu produk hand bag atau tas tangan inovatif yang menghadirkan sentuhan ornamental wayang Bali. Keunggulan produk ini terletak pada proses pembuatan wayang yang diukir langsung tanpa bantuan mesin, sehingga para pembeli dapat merasakan langsung “jiwa kreativitas” dari tangan seorang ‘seniman wayang’ dalam menghasilkan produk yangmemiliki cita rasa seni tinggi dengan kuantitas produksi terbatas atau produk limited edition.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Ketut Adhi Apriana
    Nama Universitas: ISI Denpasar
    Domisili: Bali
    6/21/2010
    50
  • IDE RENCANA BISNIS
    Sangharsa (History of Mahabrata Online Games for Children)
    Sebuah game berbasis internet yang dikemas oleh pelajaran yang bersifat edukatif. Sañgharsa menimbulkan kecintaan terhadap ‘jagoan’ dari kisah yang telah melegenda di Indonesia. Game ini menceritakan tentang perang kurusetra dari kisah mahabrata yang menceritakan konflik antara pandawa dan korawa berdasarkan tokoh pewayangan.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Della Achmad Fawwaz
    Ifad Ardin
    Ihsan Nur Hadi
    Nama Universitas: ITB
    Domisili: Bandung
    6/21/2010
    51
    Kategori Mahasiswa> Sangharsa Online Games (ITB, Bandung)
  • IDE RENCANA BISNIS
    Guyon Clothing Tematik Indonesia
    Guyon didirikan pada 20 November 2007 di saat isu mengenai Malaysia yang mengakui batik sebagai kebudayaan mereka sedang merebak. Hal ini memberikan inspirasi untuk membuat batik menjadi pakaian yang digemari generasi muda. Tujuan penciptaan konsep produk adalah dengan membuat batik menjadi pakaian yang lepas dari kesan formal, kaku dan kuno menjadi lebih modern, santai dan colorful. Dengan membuat kain batik sebagai aplikasi dari T-Shirt yang diproduksi berhasil membuat ciri khas usaha yang menjadi pembeda dengan para pesaing. Per Maret 2010, Guyon mulai merintis lagi dari awal dengan konsep yang lebih luas, serius dan matang. Sekarang tidak lagi bermain di batik saja tapi juga kain-kain tradisional lain sebagai kain aplikasi pada desain yang berunsur kebudayaan Indonesia dan pemasaran dengan lingkup global sehingga dapat mengenalkan kebudayaan Indonesia ke masyarakat lokal maupun masyarakat luar negeri.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Laras Nintyas
    Muhammad Bagus Pratama
    Ades Vidyatmaja
    Nama Universitas: Prasetia Mulia
    Domisili: Jakarta
    6/21/2010
    52
    Kategori Mahasiswa> Guyon Clothing Tematik Indonesia (Prasetiya Mulya, Jakarta)
  • IDE RENCANA BISNIS
    Desain al Terego
    Al Terego berdiri sekitar tahun 2009, dengan didasari kecintaan pada dunia ilustrasi, gambar dan juga desain. Pada awalnya Al Terego hanya membuat sebuah produk pakaian lukis (pakaian lukis secara manual dengan akrilik) , dimana kami hanya membuat satu tshirt di setiap edisinya, dan dijual dengan harga Rp. 150.000. Semakin perkembangannya waktu ternyata peminat kami semakin bertambah, makan kami mensolusikan bagaimana cara membuatnya agar desain kaos yang kami buat bisa tetap terbatas dan terjaga kualitasnya, akhirnya kami memutuskan untuk memproduksinya secara sablon, tetapi tetap dengan persediaan terbatas yaitu dengan mengeluarkan di setiap desainnya hanya selusin ataupun dua lusin (maksimal).
    PROFIL PESERTA
    Nama: Muhammad Raihan Jabbar
    Utoro Elmar
    Griksa Gunadarma
    Nama Universitas: IKJ
    Domisili: Jakarta
    6/21/2010
    53
    Kategori Mahasiswa>Desain al Terego (IKJ, Jakarta)
  • Kategori Umum> Goni Lamp (Bandung)
    IDE RENCANA BISNIS
    Goni Lamp
    Pemanfaatan serat alam sebagai material tekstil mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan karena Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah. Hal-hal yang berkaitan dengan estetika termasuk didalamnya elemen dekoratif interior semakin diminati oleh masyarakat luas. Mencermati hal di atas, banyak sekali sumber daya alam dari negara ini yang dapat dimanfaatkan untuk diolah sedemikian rupa guna menghasilkan karya yang tidak hanya bermuatan estetik, tetapi juga berdaya fungsional yang tinggi dan bernilai ekonomis. Kain gunny, sebagai bahan pembuatan gunny sack atau lebih dikenal sebagai karung goni, merupakan salah satu hasil pemanfaatan serat alam jute. Dengan teknologi penghalusan serat maka kain goni digunakan sebagai material dasar interior ruang.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Anggun Pribadi
    Elpan Dellahaty
    Galih Mulya Nugraha
    Domisili: Bandung
    6/21/2010
    54
  • Kategori Umum> +62 Kaos Batik Nusantara (Surabaya/Semarang)
    IDE RENCANA BISNIS
    +62 Kaos Batik Nusantara
    +62 (baca: plus enam dua) hadir melalui website www.plus62.com mengumpulkan desain-desain batik terbaik dari seluruh penjuru nusantara. Desain yang dihasilkan oleh kawula muda, kemudian diproduksi untuk kawula muda. Setiap orang muda berhak mengekspresikan rasa cintanya kepada batik dengan memunculkan desain-desain batik yang segar di www.plus62.com. Bagi kawula muda yang ingin menunjukkan nasionalisme nya melalui batik nusantara bisa memilih desain batik yang menurut mereka paling baik untuk diproduksi. Ini sangat menyenangkan! bisa memilih desain batik sesuai dengan selera.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Febri Akhmad Nasukha
    Ferdian Kelana
    Triana Rosma Fikriyati Dina
    Domisili: Surabaya/Semarang
    6/21/2010
    55
  • Kategori Umum> S&A Biro Branding dan Desain Kemasan UKM (Bandung)
    IDE RENCANA BISNIS
    S&A Biro Branding dan Desain Kemasan UKM
    S&A adalah biro branding dan desain kemasan yang ditujukan untuk pasar UKM dengan omzet perbulan mulai dari 90 juta/bulan. S&A ditujukan untuk meningkatkan kompetitivitas UKM dari sisi kemasan. Potensi pasar yang sangat besar sangat memungkinkan usaha ini untuk diwujudkan. Selain dari sisi profit, S&A agency memiliki tujuan yang lebih besar yaitu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan PDB Indonesia. Branding dan packaging adalah diferensiasi utama yang kami tawarkan. Strategi pemasaran yang kami gunakan adalah WOM yaitu dengan memberikan diskon untuk second Champ UKM di kategorinya masing-masing dan lomba untuk memperebutkan jasa S&A secara gratis sehingga menimbulkan pembicaraan hangat di kalangan UKM.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Bayu Andra
    Stefanus Brahmana Restu Adji
    Tine Oktalina Tejalaksana
    Domisili: Bandung
    6/21/2010
    56
  • Kategori Umum> Lazuli Sarae, Batik on Denim (Bandung)
    IDE RENCANA BISNIS
    Lazuli Sarae, Batik on Denim
    Lazuli Sarae adalah suatu produk yang menggabungkan kedua kultur tersebut dengan melakukan proses pembatikan pada bahan denim sehingga menghasilkan varian tekstil baru (denim dengan motif batik) yang kemudian dijadikan bahan untuk pembuatan produk fashion dan aksesoris saat ini, seperti jeans, jaket, sepatu, tas, dan sebagainya.
    PROFIL PESERTA
    Nama: Gilang M. Iqbal
    Ivan Kurniawan
    Maretta Astri Rimanda
    Domisili: Bandung
    6/21/2010
    57