Your SlideShare is downloading. ×
0
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi

4,422

Published on

Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi

Asuhan keperawatan Vakum Ekstraksi dan Forcep Ekstraksi

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,422
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA DIAGNOSA FORCEP EKSTRAKSI DAN VAKUM EKSTRAKSI IKHA HARIYATI RUT APRILIA KARTINI SUKMO LELONO .N.
  2. LAPORAN PENDAHULUAN EKSTRAKSI PORCEP • Definisi Ekstraksi forceps atau ekstraksi cunam adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan tarikan cunam yang dipasang di kepala janin. Suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan suatu tarikan porceps yang dipasang pada kepalanya (Prawirohardjo, 2008).
  3. Tujuan Ekstaksi Forcep • Traksi: Yaitu menarik anak yang tidak dapat lahir spontan, yang disebabkan oleh karena satu dan lain hal • Koreksi: Yaitu merubah letak kepala dimana ubun-ubun kecil dikiri atau dikanan depan atau sekali-kali UUK melintang kiri dan kanan atau UUK kiri atau kanan belakang menjadi UUK depan (dibawah simfisis pubis) • Kompresor: untuk menambah moulage kepala
  4. Jenis Ekstraksi Forcep • High Forceps : Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin belum masuk pintu atas panggul (floating). Saat ini tidak dilakukan lagi karena sangat berbahaya bagi janin ataupun ibu. Sectio cesarean lebih direkomendasikan. • Mid Forceps : Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin sudah masuk pintu atas panggul (engaged), namun belum mencapai dasar panggul. Saat ini tidak dilakukan lagi. Sectio Cesarea ataupun vakum lebih direkomendasikan. • Low Forceps/ Outlet Forceps : Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin sudah mencapai dasar panggul. Cara ini yang masih sering dipakai hingga saat ini.
  5. Syarat Dalam Melakukan Ekstraksi Forcep • Pembukaan lengkap • Presentasi belakang kepala • Panggul luas / tidak ada DKP • Ketuban sudah pecah • Kepala sudah engaged, sudah berada di dasar panggul • Janin tunggal hidup
  6. Indikasi Ekstraksi Forcep • Indikasi Ibu: Ekstraksi forceps dilakukan pada ibu-ibu dengan keadaan pre- eklampsi, eklampsi, atau ibu-ibu dengan penyakit jantung, paru, partus kasep. • Indikasi Janin: pada keadaan gawat janin • Indikasi waktu: pada kala dua lama
  7. Kontra Indikasi Ekstraksi Forcep • Panggul sempit (disproporsi kepala-panggul) • Janin sudah lama mati sehingga kepala tidak bulat dan keras lagi, sehingga kepala sulit dipegang dengan forsep • Kepala masih tinggi (ukuran terbesar kepala belum melewati pintu atas panggul) • Pembukaan belum lengkap
  8. Komplikasi Ekstraksi Forcep Komplikasi-komplikasi pada janin : • hematoma pada kepala • Perdarahan dalam tengkorak (intra cranial hemorrahage) • Perdarahan didalam corpus vitrium mata. • Luka lecet pada kepala Komplikasi-kompliaksi pada ibu: • Ruptura uteri • Shock • Perdarahan postpartum • Pecahnya varices dari pada vagina
  9. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN EKSTRAKSI PORCEP
  10. Pengkajian : Pengkajian yang dilakukan terhadap ibu pre eklampsi berat antara lain sebagai berikut: • Identitas Umum Ibu • Data Riwayat Kesehatan Riwayat Kesehatan Dahulu : • Kemungkinan ibu menderita penyakit hipertensi sebelum hamil • Kemungkinan ibu mempunyai riwayat preeklampsia pada kehamilan terdahulu • Biasanya mudah terjadi pada ibu dengan obesitas • Ibu mungkin pernah menderita penyakit ginjal kronis
  11. Riwayat Kesehatan Sekarang • Ibu merasa sakit kepala di daerah frontal • Terasa sakit flu di ulu hati/nyeri epigastrium • Gangguan virus : penglihatan kabur,skotoma,dan diplopia • Mual dan muntah, tidak ada nafsu makan • Gangguan serebral lainnya ; terhuyung-huyung, refleks tinggi,dan tidak tenang • Edema pada ekstermitas • Tengkuk terasa berat • Kenaikan berat badan mencapai 1 kg perminggu
  12. Riwayat Kesehatan Keluarga • Kemungkinan mempunyai riwayat preeklampsi ringan atau berat dan eklampsi dalam keluarga.
  13. Pemeriksaan Fisik Biologis • Keadaan umum : Lemah • Kepala : Sakit kepala, wajah edema • Mata : Konjungtiva sedikit anemis, edema pada retina • Pencernaan abdomen : Nyeri daerah epigastrium, anoreksia, mual dan muntah • Ekstermitas : Edema pada kaki dan tangan juga pada jari-jari kaki • Sistem persarafan : Hiper refleksia, klonus pada kaki • Genitourinaria : Oliguria, proteinuria • Pemeriksaan janin : Bunyi jantung janin tidak teratur, gerakan janin melemah
  14. Diagnosa Keperawatan 1. Kelebihan volume cairan interstisial yang berhubungan dengan penurunan tekanan osmotik, perubhan permeabilitas pembuluh darah 2. Penurunan curah jantung yang berhubungan dengan hipovolemia/ penurunan aliran balik vena 3. Resiko cedera pada janin yang berhubungan dengan tidak adekuatnya perfusi darah ke plasenta 4. Resiko cedera pada ibu yang berhubungan dengan edema/ hipoksia jaringan, kelang tonik klonik
  15. Intervensi Keperawatan Diagnosa 1 : Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan tekanan osmotik, perubahan permeabilitas pembuluh darah Tujuan : Setelah diberikan intervensi keperawatan diharapkan kelebihan volume cairan berkurang atau hilang Kriteria Hasil: • Intake dan output seimbang • Tanda-tanda vital dalam batas normal
  16. Intervensi Rasional Pantau dan catat intake dan output setiap hari Dengan memantau intake dan output diharapkan dapat diketahui adanya keseimbangan cairan dan dapat diramalkan keadaan dan kerusakan glomerulus. Pemantauan tanda-tanda vital, catat waktu pengisisan kapiler (capillary refill time-CRT) Dengan memantau tanda-tanda vital dan pengisian kapiler dapat dijadikan pedoaman untuk penggantian cairan atau menilai respons dari kardiovaskuler Memantau atau menimbang berat badan ibu Keadaan edema merupakan indikator keadaan cairan dalam tubuh Observasi keadaan edema Diet rendah garam akan mengurangi terjadinya kelebihan cairan Berikan diet rendah garam sesuia hasil kolaborasi dengan ahli gizi Retensi cairan yang berlebihan bisa dimanifestasikan dengan pelebaran vena jugularis dan edema perifer Kaji distensi vena jugularis dan perifer Diuretik dapat meningkatkan filtrasi glomerulus dan menghambat penyerapan sodium dan air dalam tubulus ginjal
  17. Diagnosa 2 : Penurunan curah jantung berhubungan dengan hipovolemia/ penurunan aliran balik vena Tujuan: Setelah diberikan intervensi keperawatan diharapkan penurunan curah jantung berkurang atau hilang Kriteria Hasil: • Tidak terdapat edema • Tidak terdapat sesak napas • Tanda-tanda vital dalam batas normal
  18. Intervensi Rasional Pemantauan nadi dan tekanan darah Dengan memantau nadi dan tekanan darah dapat melihat peningkatan volume plasma, relaksasi vaskular dengan penurunan tahanan perifer Lakukan tirah baring pada ibu dengan posisi miring kiri Meningkatkan aliran balik vena, curah jantung, dan perfusi ginjal Pemantauan parameter hemodinamik invasif (kolaborasi) Memberikan gambaran akurat dari perubahan vaskular dan volume cairan. Konstruksi vaskular yang lama, peningkatan dan hemokonsentrasi, serta perpindahan cairan menurunkan curah jantung Berikan obat antihipertensi sesuai kebutuhan berdasarkan kolaborasi dengan dokter Obat antihipertensi bekerja secara langsung pada arteriola untuk meningkatkan relaksasi otot polos kardiovaskular dan membantu meningkatkan suplai darah Pemantauan tekanan darah dan obat hipertensi Mengetahui efek samping yang terjadi seperti takikardi, sakit kepala, mual, muntah, dan palpitasi
  19. Diagnosa 3 : Resiko cedera pada janin berhubungan dengan tidak adekuatnya perfusi darah ke plasenta Tujuan: Setelah diberikan intervensi keperawatan diharapkan cidera pada janin tidak terjadi Kriteria Hasil: • Janin tidak cidera • Pengisian kapiler normal
  20. INTERVENSI RASIONAL Istirahatkan ibu Dengan mengistirahatkan ibu diharapkan metabolisme tubuh menurun dan peredaran darah keplasenta menjadi adekuat, sehingga kebutuhan oksigen untuk janin dapat dipenuhi. Anjurkan ibu agar tidur miring ke kiri Dengan tidur miring ke kiri diharapkan vena kava dibagian kanan tidak tertekan oleh uterus yang membesar, sehingga aliran darah ke plasenta menjadi lancar. Pantau tekanan darah ibu Dengan memantau tekanan darah ibu dapat diketahui keadaan aliran darah ke plasenta seperti tekanan darah tinggi, aliran darah ke plasenta berkurang, sehingga suplai oksigen ke janin berkurang. Memantau bunyi jantung janin Dengan memantau bunyi jantung janin dapat diketahui keadaan jantung janin lemah atau menurun menandakan suplai oksigen ke plasenta berkurang, sehingga dapat direncanakan tindakan selanjutnya. Beri obat hipertensi setelah kolaborasi dengan dokter Dengan obat anti hipertensi akan menurunkan tonus arterei dan menyebabkan penurunan afterload jantung dengan vasodilatasi pembuluh darah, maka aliran darah ke plasenta menjadi adekuat.
  21. LAPORAN PENDAHULUAN VAKUM EKSTRAKSI
  22.  Definisi • Ekstraksi vakum adalah suatu persalinan buatan, janin dilahirkan dengan ekstraksi tenaga negatif (vakum) di kepalanya. Alat ini dinamakan ekstraktor vakum atau ventouse. • Ekstraksi vakum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Oleh karena itu, kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya, merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama.
  23. Keuntungan dan Kerugian  Keuntungan : • Pemasangan mudah (mengurangi bahaya trauma dan infeksi). • Tidak diperlukan narkosis umum. • Mangkuk tidak menambah besar ukuran kepala yang harus melalui jalan lahir. • Ekstraksi vakum dapat dipakai pada kepala yang masih tinggi dan pembukaan serviks belum lengkap. • Trauma pada kepala janin lebih ringan  Kerugian : • Persalinan janin memerlukan waktu yang lebih lama. • Tenaga traksi tidak sekuat seperti pada cunam. Sebenarnya hal ini dianggap sebagai keuntungan, karena kepala janin terlindung dari traksi dengan tenaga yang berlebihan. • Pemeliharaannya lebih sukar, karena bagian-bagiannya banyak terbuat dari karet dan harus selalu kedap udara.
  24. Penatalaksanaan Persiapan Tindakan : Persiapkan ibu dalam posisi litotomi, kosongkan kandung kemih dan rektum, bersihkan vulva dan perineum dengan antiseptik, dan beri infus bila diperlukan.
  25. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN VAKUM EKSTRAKSI
  26. PENGKAJIAN A. IDENTITAS • Nama : • Umur : • Agama : • Pendidikan : • Pekerjaan : • Alamat : • Suku/ bangsa : • Tanggal MRS : • Tanggal Pengkajian : • No. Register : • Nama Suami : • Umur : • Agama : • Pendidikan : • Pekerjaan : • Alamat :
  27. RIWAYAT KESEHATAN • Riwayat Kesehatan Dahulu : Adanya riwayat abortus, SC pada persalinan sebelumnya. • Riwayat Kesehatan Sekarang : Distosia (kesulitan persalinan), Penyakit jantung, eklampsia, Fetal distres , Janin berhenti berotasi, Posisi janin oksiput posterior atau oksiput transverse, Ketidakmampuan mengejan, Keletihan, Kala II yang lama. • Riwayat Kesehatan Keluarga : Adanya penyakit keturunan (jantung)
  28. PEMERIKSAAN FISIK • Tanda-tanda vital : Tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu. • Eliminasi : Retensi urine, Makanan/cairan. • Seksualitas : adanya laserasi servik uteri dan vagina Pada janin/bayi : • DJJ sebelum forsep dipasang. • DJJ sebelum traksi dipasang setelah forsep dipasang. • Fraktur tengkorak, subdural hematoma, edema. • Perdarahan intrakranial • Adanya lecet dan abrasi pada pemasangan bilah/laserasi kulit kepala. • Paralisis facial
  29. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Kekurangan volume cairan b.d kehilangan vaskular berlebihan. 2. Resti infeksi b.d prosedur invasif, kerusakan kulit, penurunan Hb, pemajanan terhadap patogen. 3. Resti cedera b.d trauma jaringan, perubahan motilitas, efek-efek obat/penurunan sensasi. 4. Kurang pengetahuan.
  30. PERENCANAAN KEPERAWATAN Diagnosa I : Kekurangan volume cairan b.d kehilangan vaskular berlebihan. Subjektif : Haus Objektif: • Hipotensi • Peningkatan frekuensi nadi • Penurunan tekanan nadi • Urin menurun/terkonsentrasi • Penurunan pengisian vena • Perubahan mental
  31. Tujuan : Mendemonstrasikan kestabilan/ perbaikan keseimbangan cairan. Kriteria hasil : • TTV stabil • Pengisian kapiler cepat • Sensorium tepat, dan • Haluaran serta berat jenis urin adekuat secara individual.
  32. INTERVENSI RASIONAL Perhatikan hipotensi atau takikardi, pelambatan pengisian kapiler, atau sianosis dasar kuku, membrane mukosa, dan bibir. Tanda-tanda ini menunjukkan hipovolemik dan terjadinya syok. Perubahan pada TD tidak dapat dideteksi sampai volume cairan telah menurun sampai 30%-50%. Sianosis adalah tanda akhir dari hipoksia. Lakukan tirah baring dengan kaki ditinggikan 20-30 derajat dan tubuh horizontal. Pengubahan posisi yang tepat meningkatklan aliran balik vena, menjamin persediaan darah ke otak dan organ vital lainnya lebih besar. Berikan lingkungan yang tenang dan dukungan psikologis. Meningkatkan relaksasi, menurunkan ansietas dan kebutuhan metabolik. Kaji terhadap nyeri perineal menetap atau perasaan penuh pada vagina. Hematoma sering merupakan akibat dari perdarahan lanjut pada laserasi jalan lahir.
  33. Diagnosa 2 : Resti infeksi b.d prosedur invasif, kerusakan kulit, penurunan Hb, pemajanan terhadap patogen. Tujuan : • Bebas dari infeksi. • Pencapaian tepat waktu dalam pemulihan luka tanpa komplikasi.
  34. INTERVENSI RASIONAL Tinjau ulang kondisi/faktor risiko yang ada sebelumnya. Kondisi dasar ibu, seperti diabetes atau hemoragi, menimbulkan potensial risiko infeksi atau penyembuhan luka yang buruk. Infeksi dapat mengubah penyembuhan luka. Kaji terhadap tanda/gejala infeksi (mis. peningkatan suhu, nadi, jumlah sel darah putih, atau bau/warna rabas vagina. Berikan perawatan perineal sedikitnya setiap 4 jam. Menurunkan resiko infeksi asenden. Catat hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht), catat perkiraan kehilangan darah selama prosedur pembedahan. Risiko infeksi pasca-melahirkan dan penyembuhan buruk meningkat bila kadar Hb rendah dan kehilangan darah berlebihan. Berikan antibiotik spektrum luas parenteral pada praoperasi. Antibiotik profilaktik dapat dipesankan untuk mencegah terjadinya proses infeksi, atau sebagai pengobatan pada infeksi yang teridentifikasi.
  35. THANK YOU

×