BAB IV
RANCANGAN PENELITIAN

Disusun oleh :

1.
2.
3.
4.

Nofi Thowilin Niam
Siti Nur Lailatus S.
Krisna Indah Puspitasari...
BAB IV
RANCANGAN PENELITIAN
( Research Design )

A. RANCANGAN PENELITIAN
Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempi...
Kesimpulannya, definisi dari rancangan penelitian adalah sebuah rencana yang rinci
(detil), yang diperlukan untuk melakuka...
Adapun penjelasan dari tiap unsur-unsur rancangan penelitian, yaitu:
Pertama : Tujuan Penelitian
Yang dimaksud dengan tuju...
Kelima : Teknik pengambilan sampel
Secara umum ada dua teknik, yaitu sampling probabilistik dan nonproba-bilistik, atau ac...
2. Jenis Rancangan Penelitian.
Rancangan penelitian dikembangkan sesuai dengan jenis penelitian dan merupakan
ciri dari je...
B. cara menetapkan subjek yang akan diteliti

menetapkan sumber data.

C. Menetapkan format data.
D. penyamaan konsep dan ...
B.PENELITIAN EKSPERIMEN
1.Pendahuluan
Rancangan percobaan atau eksperimen mempunyai karakteristik sentral yaitu didasarkan...
Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan tapi tidak dengan kelompok
pembanding.Dalam bentuk diagram pengertian itu dap...
B. Merencanakan Eksperimen
Dalam sebuah eksperimen di perlukanya perencanan dalam prosesnya sehingga data
yang dihasilkan ...
Banyak variabel variabel lain yang tidak diperhitungkan yang dapat menggangu bahkan
dapat menyesatkan tecapainya tujuan po...
akibat buruk yang ditimbulkan. Teknik pengambilan sampel harus dilakukan dengan
baik,hal ini dimaksudkan untuk menjamin ak...
3. Rancangan Eksperimen (experimental design)
Dalam langkah ini peneliti menetapkan strategi penelitian yang akan ditempuh...
2. The One group pretest-postest design
KELEMAHAN
1) Tidak ada jaminan bahwa X adalah satu-satunya factor atau balikan fac...
Eksperimental Semu (Quasi-Experimental Research)
Tujuan rancangan eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yan...
a. Pre test-post tes control group design
Rancangan ini lebih baik dan rancangan eksperimen tanpa pre tes, karena aka lebi...
c. Control group posttest-only design
Dalam model rancangan ml, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dibentuk
dengan p...
Contoh ex post facto
Misalnya, hasil ujian kelas A dan B menunjukkan perbedaan dari satu siswa ke siswa lainnya.
Dari hasi...
b. Penelitian yang berangkat dari hasil pengamatan fenomena yang terjadi adanya perbedaan
subjek, kemudian diteliti untuk ...
dilakukan antar kelompok subjek atas dasar faktor yang menjadi konsen. Hal ini dapat
dilakukan dengan teknik analisis Uji-...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah Rancangan penelitian (research design)

18,847

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
18,847
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
339
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Makalah Rancangan penelitian (research design)"

  1. 1. BAB IV RANCANGAN PENELITIAN Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. Nofi Thowilin Niam Siti Nur Lailatus S. Krisna Indah Puspitasari Annisa Nur Aini 2011 E PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE (UNIROW) TUBAN
  2. 2. BAB IV RANCANGAN PENELITIAN ( Research Design ) A. RANCANGAN PENELITIAN Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam rancangan perencanaan dimulai dengan mengadakan observasi dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui, sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu pembuktian lebih lanjut. Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrumen, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian. Berdasarkan pemahaman tersebut di atas, maka tujuan rancangan penelitian adalah untuk memberikan suatu rencana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Rancangan Penelitian (research design) adalah merupakan bagian dari Rencana Penelitian (research plan). Pengertian lain : Pertama : Rancangan penelitian adalah suatu bagian dari rencana penelitian (research plan) yang menunjukkan secara khusus sumber dan bentuk informasi atau data sehubungan dengan pertanyaan atau problem penelitian. pengembangannya berorientasi pada masalah, tujuan, atau hipotesis penelitian. Kedua : Rancangan penelitian merupakan strategi atau "blueprint" yang akan menspesifikasikan pendekatan yang akan dipilih dan digunakan peneliti untuk mengumpulkan dan menganalisis data. pendekatan yang dipilih akan melahirkan jenis penelitian yang akan dikembangkan. Ketiga : Rancangan penelitian memberikan pertimbangan tentang penggunaan waktu dan biaya, yang menyangkut prinsip efisiensi, efektifitas dan penetapan sampel.
  3. 3. Kesimpulannya, definisi dari rancangan penelitian adalah sebuah rencana yang rinci (detil), yang diperlukan untuk melakukan penelitian. 1. Orientasi. Orientasi adalah pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar. Penelitian dapat berorientasi pada tujuan (goal oriented) dan pemecahan masalah (problem solving oriented). Penentuan tujuan mana yang akan dipilih peneliti tergantung pada hipotesis atau problem yang telah berhasil dirumuskan. Contoh goal oriented: penelitian tentang kegunaan bahasa inggris dalam dunia kerja, pentingnya penguasaan bahasa inggris sejak usia dini. Contoh problem solving oriented: bagaimana cara belajar bahasa inggris yang menyenangkan, cara mengajar bahasa inggris yang inovatif dan tidak membosankan. Tujuan ilmu pengetahuan atau metode ilmiah, adalah : 1. EKSPLORASI 2. PREDIKSI 3. EKSPLANASI 4. KONTROL UNSUR-UNSUR RANCANGAN PENELITIAN Unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah rancangan penelitian, yaitu: 1. Tujuan penelitian 2. Jenis penelitian yang akan digunakan 3. Unit analisis atau populasi penelitian 4. Rentang waktu dan tempat penelitian dilakukan 5. Teknik pengambilan sampel 6. Teknik pengumpulan data 7. Definisi operasional variabel penelitian 8. Pengukuran 9. Teknik analisis data 10. Instrumen pencarian data (mis. Kuesioner)
  4. 4. Adapun penjelasan dari tiap unsur-unsur rancangan penelitian, yaitu: Pertama : Tujuan Penelitian Yang dimaksud dengan tujuan penelitian adalah hasil akhir penelitian itu sendiri. Fungsi tujuan penelitian, di samping untuk mengarahkan proses penelitian, juga dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan penelitian. Tujuan penelitian dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan penelitian (research questions) dan atau juga hipotesis penelitian Kedua : Jenis penelitian yang akan diaplikasikan Beberapa jenis penelitian yang banyak dipakai dalam ilmu administrasi atau manajemen adalah penelitian deskriptif, korelasional, eksperimental. Penelitian deskriptif bertujuan memberikan gambaran fenomena yang diteliti secara apa adanya, namun lengkap dan rinci. Satu contoh yang banyak dari penelitian deskriptif adalah penilaian sikap atau pendapat dari individual, organisasi, peristiwa, atau prosedur kerja. Beberapa contoh pertanyaan penelitian yang dicoba ditemukan jawabannya melalui penelitian deskriptif adalah sebagi berikut : - Bagaimana manajer menghabiskan waktu kerjanya? - Bagaimana sikap pegawai terhadap jadwal kerja “flex-time”? - Bagaimana organisasi melakukan proses seleksi pegawai ? - Bagaimana koordinasi kerja antar bagian dalam organisasi? Ketiga : Unit analisis atau populasi penelitian Individual. Misalnya ingin mengetahui kepuasan pegawai, maka unit analisisnya adalah individuindividu pegawai. Kelompok. Misalnya ingin mengetahui kinerja antar departemen atau gugus kendali mutu, maka unit analisisnya adalah kelompok. Organisasi. Misalnya ingin mengukur kualitas pelayanan kantor X, maka unit analisisnya adalah organisasi. Benda. Misalnya menilai kualitas susu bubuk untuk bayi, maka unit analisis- nya adalah produk, berupa susu bayi. Keempat : Rentang waktu penelitian 1. One shot or Cross section studies, data dikumpulkan hanya sekali. 2. Longitudinal studies, data dikumpulkan dalam beberapa periode waktu tertentu. Misalnya untuk meneliti disiplin pegawai, peneliti mengamati perilaku pegawai selama enam bulan
  5. 5. Kelima : Teknik pengambilan sampel Secara umum ada dua teknik, yaitu sampling probabilistik dan nonproba-bilistik, atau acak dan non-acak. Dalam sampel acak antara lain terdapat simple random sampling, stratified random sampling, area sampling, cluster sampling, systematic sampling. Dalam nonprobabilistic sampling antara lain terdapat accidental sampling, convienience sampling, snow-ball sampling, purposive sampling. Kesemua teknik tersebut dibahas secara lebih mendalam dalam teknik sampling. Keenam : Teknik Pengumpulan data Kita mengenal beberapa teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, kuesioner, observasi, dan studi dokumentasi. Sebuah penelitian bisa hanya menggantungkan pada satu cara pengumpulan data, tetapi bisa juga mengkombinasikannya. Misalnya, untuk mencari data dari variable motivasi kerja menggunakan kuesioner, sedangkan untuk mencari data pendapatan, gaji, atau upah, menggunakan teknik observasi. Ketujuh : Definisi operasional variabel penelitian Bagi penelitian kuantitatif, langkah ini mutlak dilakukan. Yang dimaksud dengan definisi operasional variabel adalah upaya untuk mengurangi keabstrakan konsep atau variabel penelitian, sehingga bisa dilakukan pengukuran. Beberapa peneliti menggunakan istilah indikator. Misalnya, untuk mengukur disiplin pegawai, maka dihitung frekuensi ketepatan masuk kerja, kepatuhan pada peraturan, dlsb. Untuk mengetahui produktivitas, dihitung perbandingan antara hasil herja dengan waktu kerja. Kedelapan : Pengukuran variabel penelitian Jenis skala pengukuran untuk setiap variabel penelitian perlu diketahui dengan benar. Hal ini berguna untuk menetapkan rumus atau perhitungan-perhitungan statistik. Misalnya, untuk variabel yang berskala nominal tidak mungkin dihitung rata-ratanya. Skala pengukuran yang ada adalah nominal, ordinal, interval, dan rasio. Kesembilan : Teknik analisis data Sebelum data dianalisis, diolah terlebih dahulu. Maka dikenal proses editing, coding, master table, dan lain-lainnya. Analisis data mencakup kegiatan mengukur reliabilitas dan validitas, mean, deviasi standar, korelasi, distribusi frekuensi, uji hipotesis, dan lain sebagainya. Kesepuluh : Instrumen Pencarian Data Ada beberapa alat yang dikenal sebagai alat pengambil data dalam penelitian sosial / bisnis. Alat-alat tersebut mencakup wawancara, kuesioner atau angket, observasi, dan studi dokumentasi
  6. 6. 2. Jenis Rancangan Penelitian. Rancangan penelitian dikembangkan sesuai dengan jenis penelitian dan merupakan ciri dari jenis penelitian yang akan dilaksanakan. a. Penelitian Deskriptif Ditujukan untuk mendeskripsikan/menggambarkan suatu fenomena/ keadaan secara apa adanya. Dalam penelitian ini, peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian , semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa adanya. Peneliti diharapkan mendapatkan informasi yang akurat tentang karakteristik subjek, kelompok subjek, lembaga, atau gambaran situasi atau frekuensi kejadian tertentu, tujuannya adalah untuk mendeskripsikan fakta-fakta atau kerakteristik suatu populasi secara sistematis, faktual, dan akurat. Karakteristik Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif mempunyai karakteristikkarakteristik seperti yang dikemukakan Furchan (2004) bahwa 1) penelitian deskriptif cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah secara teratur-ketat, mengutamakan obyektivitas, dan dilakukan secara cermat. 2) Tidak adanya perlakuan yang diberikan atau dikendalikan, dan 3) Tidak adanya uji hipotesis. Jenis penelitian deskriptif sendiri dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu (1) apabila hanya mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif maka disebut penelitian deskriptif kualitatif; (2) Apabila dilakukan analisis data dengan menghubungkan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka disebut deskriptif asosiatif; dan (3) apabila dalam analisis data dilakukan pembandingan maka disebut deskriptif komparatif. Secara umum langkah-langkah penelitian deskriptif • Merumuskan tujuan penelitian dan secara jelas menyebutkan faktor dan karakteristik apa yang akan dicakup dalam penelitian, • Menetapkan pendekatan : A. Cara mengumpulkan data menetapkan metode pengumpulan data.
  7. 7. B. cara menetapkan subjek yang akan diteliti menetapkan sumber data. C. Menetapkan format data. D. penyamaan konsep dan persepsi. • Melaksanakan pengumpulan data. • Menyajikan hasil (menyusun laporan). • b. Penelitian Eksplanasi Menerangkan suatu kejadian dan adanya hubungan dan/atau perbedaan pada variabelvariabel yang diteliti. penelitian korelasional, penelitian pengembangan, dan penelitian perbandingan adalah contoh dari penelitian eksplanasi. Perbedaan penelitian eksplanatif dan eksperimental: Penelitian eksplanasi - peneliti tidak melakukan manipulasi Penelitian eksperimental - manipulasi variabel bebas merupakan ciri utamanya variabel bebas - variabel yang saling berhubungan - variabel-variabel lain selain variabel perlakuan harus sedapat mungkin diterangkan dikendalikan pengaruhnya terhadap variabel tak bebas atau variabel respon. c. Penelitian Prediktif Ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi di masa mendatang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini. Dapat dilakukan melalui studi kecenderungan yaitu dengan melihat kecenderungan perkembangan subjek pada jangka waktu tertentu, pada masa kini atau pada masa lalu, maka dari pantauan tersebut kita dapat melihat kecenderungannya akan jadi seperti apa di masa mendatang/masa depan. Contoh: prediksi tentang jumlah penduduk lima atau sepuluh tahun yang akan datang bisa dihitung berdasarkan perkembangan penduduk lima sampai sepuluh tahun yang lalu.
  8. 8. B.PENELITIAN EKSPERIMEN 1.Pendahuluan Rancangan percobaan atau eksperimen mempunyai karakteristik sentral yaitu didasarkan pada adanya manipulasi variabel bebas dan mengukur efek pada variabel terikat. Rancangan eksperimen klasik terdiri dan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen, variabel bebasnya dimanipulasi. Dalam kelompok kontrol variabel terikatnya yang diukur, maka tidak ada perubahan yang dibuat pada variabel bebasnya. Eksperimen adalah salah satu metode dari berbagai jenis metode penelitian baik dibidang IPA maupun IPS. Metode ini mempunyai ciri khusus,yaitu: (1) Pemberian perlakuan kepada subyek penelitian, (2) Pengamatan terhadap gejala yang muncul pada variabel respon sebagai akibat pemberian perlakuan, (3) Pengndalian variabel lain yang bersama variabel perlakuan ikut berpengaruh terhadap variabel respon. Perlakuan yang diberikan kepada subjek penelitian harus direncanakan sebaik baiknya agar tujuan ekspeimen dapat dicapai.Dengan demikian konsep atau ide yang digunakan harus jelas. Eksperimen umumnya dilakukan dalam ruang lingkup yang terbatas dengan maksud meinimalisir akibat negativ yang ditimbulkan.Oleh karenanya pengambilan sampelnya harus cermat dan tepat. Berkenaan dengan sifat dan cirinya,maka eksperimen dinyatakan sebagai metode yang cocok untuk kepentingan penelitian yang menyangkut hubungan sebab akibat antar variabel.Mengetahui hubungan antara perlakuan yang diberikan dan gajala yang diakibatkan merupakan tugas pokok eksperimen,sehingga akibat yang diakibatkan bisa di perhitungkan oleh peneliti.Penelitian eksperimen banyak dilaksanakan dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi,sedangkan dibidang ilmu pengetahun sosial dan pendidikan akan sulit dilakukan karena variabel variabelnya sangat sukar untuk dikendalikan,sehingga eksperimen dibidang pendidikan dilakukan dengan cara membandingkan sekurang kurangnya dua kelompok.Kedua kelompok tersebut berfungsi sebagai kelompok eksperimen (experiment group) dan kelompok pembanding (control group).
  9. 9. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan tapi tidak dengan kelompok pembanding.Dalam bentuk diagram pengertian itu dapat digambarkan sebagai berikut Kelompok E ---------------x--------------- di tes Kelompok P -------------------------------- di tes Keterangan: E = eksperimen P = pembanding X = perlakuan (variabel perlakuan) Oleh karena peneliti harus mampu melakukan kontrol yang ketat terhadap variabel eksperimen, maka ada tiga prinsip dasar dalam pelaksanaan rancangan eksperimen yaitu: 1. Replikasi, pengulangan dari eksperimen dasar. Hal ini berguna untuk memberikan estimasi yang lebih tepat terhadap error eksperimen dan memperoleh estimasi yang lebih baik terhadap rata-rata pengaruh yang ditimbulkan dan perlakuan. 2. Randomisasi, bermanfaat untuk meningkatkan validitas dan mengurangi bias utamanya dalam hal pembagian kelompok dan perlakuan. 3. Kontrol internal, melakukan penimbangan. bloking. dan pengelompokan dan unit-unit percobaan yang digunakan. Hal ini bermanfaat untuk membuat prosedur yang lebih akurat, efisien, dan sensitif. Error eksperimen dalam sebuah penelitian eksperimen dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu: a. Kesalahan dari percobaan yang sedang dilakukan. b. Kesalahan pengamatan. c. Kesalahan pengukuran. d. Variasi dan bahan yang digunakan dalam percobaan. e. Pengaruh kombinasi dari faktor-faktor luar. Semakin banyak replikasi memang membawa konsekuensi penelitian eksperimen itu mahal dan memakan waktu relatif lama.
  10. 10. B. Merencanakan Eksperimen Dalam sebuah eksperimen di perlukanya perencanan dalam prosesnya sehingga data yang dihasilkan valid.Perencanaan tersebut meliputi semua langkah yang akan ditempuh dalam eksperimen , mulai dari identifikasi dan perumusan masalah sampai dengan teknik penarikan kesimpulan. a. Masalah penelitian Ciri utama penelitian eksperimen adalah pemberian perlakuan terhadap suatu kelompok atau individu ,dengan tujuan tertentu. Misalnya seorang pendidik akan memperbaiki metode mengajar yang digunakan , maka fokus masalahnya bukan pada metode mengajarnya tetapi pada hal yang melatar belakangi perbaikan metode mengajar itu. Jika yang melatar belakangi adalah prestasi belajar siswa rendah, maka fokus masalahnya berada pada prestasi belajar yang rendah dan tujuan peneliti adalah untuk meningkatkan prestasi siswa. Setelah peneliti berasumsi apa yang menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar berdasarkan latar belakangnya ,maka peneliti bisa menemukan cara dan menerapkannya agar restasi belajar siswa dapat meningkat. b. Variabel penelitian Didalam penelitian eksperimen dikenal pasangan variabel, yaitu variabel bebas (independent variables) dan variabel tergntung atau tidak bebas atau variabel respon (dependent variables). Metode baru yang akan dicobakan disebut variabel bebas, sedangkan prestasi belajar sebagai variabel respon. Hal itu berarti seandainya metode baru isa meningkatkan prestasi belajar siswa, maka artinya prestasi belajar mempunyai ketergantungan terhadap metode yang digunakan. Pemberian metode baru itulah yang disebut perlakuan pada proses eksperimen oleh karenanya disebut dengan variabel perlakuan. Hubunganya dapat digambarkan sebagai berikut: Metode baru prestasi belajar (var.bebas) (var.respon) Catatan : istilah variabel bebas dalam eksperimen sering juga disebut variabel manipulasi Karen variabel tersebut dapat diubah (manipulasi) sesuai dengan tujuan,jadi variabel bebas =variabel manipulasi =variabel perlakuan.
  11. 11. Banyak variabel variabel lain yang tidak diperhitungkan yang dapat menggangu bahkan dapat menyesatkan tecapainya tujuan pokok eksperimen.Kedua variabel yang memiliki kedudukan sebagai pengecoh (distractor variables) dan variabel penyesat (error variables). Pada dasarnya pada eksperimen semua variabel kecuali variabel perlakuan harus dikendalikan agar tidak mengotori variabel perlakuan dalam mempengaruhi variabel respon. 1) Variabel perlakuan Variabel perlakuan merupakan variabel bebas,yang keberadaanya direncanakan dan secara sengaja diberikan kepada sekelompok sampel ( pada kelompok ekperimen ).karakteristik variabel ini harus dikenal secara baik oleh para peneliti. Variabel ini dapat di ubah sesuai dengan ujuan ekperimen. 2) Variabel moderator Variabel ini termasuk kelompok variabel bebas dan itu mempengaruhi perubahan pada variabel respon dan keberadaanya tidak dapat di kendalikan.apabila peneliti bermaksud mengontrol pengaruh variabel moderator ini,lazimnya dilakukan dalam proses analisis,yang antara lain menggunakan analisis korelasi parsial atau kovariansi. 3) Variabel terkendali Ada beberapa jenis variabel yang dapat dikendalikan atau dikontrol oleh peneliti yang biasanya dilakukan dengan proses ekualisasi,yang maksudnya adalah menyamakan kondisi variabel yang dimaksud pada kelompok ekperimen dan pada kelompok pembanding.variabel ini merupakan variabel yang mampu dikendalikan oleh peneliti,sehingga pengaruh yang diakibatkanya terhadap variabel respon dapat terdeteksi dan tidak mengotori tujuan ekperimen. 4) Variabel acak Variabel jenis ini disebut variabel tak terkendali ( uncontrolled variables ).variabel ini memang secara empirik sukar untuk dikendalikan dan munculnya pun tidak dapat diperhitungkan atau diduga,yang bila muncul akan menurunkan tingkat validitas tingkat eksperimen. c. Penetapan Sampel Digunakanya sampel didalam penelitian,antara lain adalah agar pelaksanaan penelitian memperoleh kecermatan yang tinggi,hemat biaya,waktu,dan tenaga,serta membatasi
  12. 12. akibat buruk yang ditimbulkan. Teknik pengambilan sampel harus dilakukan dengan baik,hal ini dimaksudkan untuk menjamin akurasi generalisasi eksperimen. Teknik acak ( random sampling tehnique ) adalah teknik sampling yang baik untuk menetapkan sampel. Teknik acak sendiri adalah teknik pengambilan sampel yang bebas dari pengaruh subjektif peneliti,bebas dari berbagai pertimbangan dan purba sangka yang mengganggu keobjektifan penelitian.resiko penggunaan teknik sampling dengan cara acak ini adalah akan terjadi bahwa satu atau dua siswa yang berasal dari sebuah kelas sebagai sampel. Cara sampling yang lazim dilaksanakan oleh para peneliti apabila menghadapi hal semacam ini adalah mengambil sampel kelas bukan sampel siswa sebagai individu. Jika eksperimen yang dilakukan menggunakan kelompok pembanding, maka peneliti perlu menyiapkan lebih dari satu sampel acak. Tiap sampel ditentukan fungsinya,sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding secara acak pula. Pada eksperimen hubungan sampel dan populasi bersifat sangat luas.Tidak jarang hasil eksperimen dapat digeneralisasikan kepada populasi yang sangat luas,sepanjang kelompok yang akan dikenai pemberlakuan memiliki ciri yang sama. d. Pemberian perlakuan Pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen harus dilakukan sesuai dengan yng dirumuskan,jika tidak maka dapat terjadi hasil eksperimen yang tidak sesuai dengan teori maupun hipotesis. Harus diingat bahwa kesalahan pemberian perlakuan akan membuahkan hasil yang sangat merugikan. Selain itu peneliti harus memahami tentang sifat atau karakteristik variabel perlakuan. Ada perlakuan yang langsung bisa dicermati,misal anak dipukul maka langsung marah. Dan ada perlakuan yang baru dapat diaamati setelah berulang kali diberikan perlakuan,misal menerapkan metode dalam belajar. Dalam pelaksanaan eksperimen hendaknya telah diperhitungkan berapa kali akan diberikanya perlakuan agar mengalami perubahan yang berarti. Salah satu ciri atau karakter dari variabel perlakuan adalah bahwa variabel perlakuan ini bisa diubah atau disebut variabel aktif (active variable atau manipulated variable ) sesuai dngan apa yang diinginkan peneliti.
  13. 13. 3. Rancangan Eksperimen (experimental design) Dalam langkah ini peneliti menetapkan strategi penelitian yang akan ditempuh dan menyusun rancangan eksperimen yang dimaksudkan. Kegiatan menyusun rancangan eksperimen dilakukan dengan berorientasi kepada masalah penelitian dan/atau hipotesis penelitian. Kedudukan hipotesis di dalam penelitian eksperimen sangat penting dan bahkan mutlak perlu diajukan. Jenis Penelitian Eksperimen : PRA-EKSPERIMENTAL 1.The One-Shot Case Study Dalam rancangan ini suatu kelompok subjek dikenakan perlakuan tertentu,lalu setelah itu dilakukan pengukuran terhadap variabel tergantung. KELEMAHAN a.sama sekali tidak ada kontrol dan tidak ada internal validity b.tidak ada dasar untuk melakukan komparasi,kecuali secara implisit,intuitif dan impresionistik c.cara pendekatan ini biasanya mengandung “error of misplaced precision”. d.usaha untuk menggunakan test-test terbaku sebagai ganti kelompok kontrol tak banyak menolong,karena variabel lain yang juga menjadi sumber perbedaan yang timbul cukup banyak. KEUNTUNGAN Metode ini mungkin berguna untuk menjajagi masalah-masalah yang dapat diteliti,atau untuk mengembangkan gagasan-gagasan atau alat-alat,misalnya dalam action research.rancangan ini tidak menghantar kita untuk sampai kepada kesimpulan yang dapat dipertahankan dalam penelitian .
  14. 14. 2. The One group pretest-postest design KELEMAHAN 1) Tidak ada jaminan bahwa X adalah satu-satunya factor atau balikan factor utama yang menimbulkan perbedaan antara T1 dan T2 2) Ada beberapa hipotesis tandingan yang mungkin diajukan (problem error) a. History: Misalnya selama mendapat perlakuan subjek pindah ke rumah yang lebih baik atau orang tua mereka lebih menaruh perhatian terhadap kegiatan belajar mereka. b. Maturation: Kenyataan bahwa mereka menjadi lebih dewasa, atau lelah atau bahkan menjadi kurang menaruh perhatian, atau menjadi lebih antusias. c. Testing Effect: Pengalaman dengan T1 itu sendiri mungkin telah meningkatkan motivasi belajar, atau mengubah sikap, atau merangsang persaingan terhadap diri sendiri. d. Changing Effect of Instrument: Setiap perubahan pada test, cara skoringnya, teknik observasi atau wawancara, menyebabkan bahwa T1 berbeda dengan T2. e. Statistical Regression: Suatu hal yang tak dapat dihindarkan apabila kelompokkelompok ekstrim yang dibandingkan dalam pretes dan postes. f. Selection Biases and Mortality: Apabila subjek yang sama tidak mengambil kedua test itu, yaitu T1 dan T2, perbedaan yang ada mungkin disebabkan oleh sifat-sifat yang tak terkontrol yang berkaitan dengan perbedaan itu. KEUNTUNGAN Pretes itu memberi alasan untuk membuat komparasi prestasi subjek yang sama sebelum dan sesudah dikenai X (experimental treatment). Rancangan ini juga memungkinkan utnuk mengontrol selection variable and mortality variable, jika subjek yang sama mengambil T1 dan T2 kedua-duanya.
  15. 15. Eksperimental Semu (Quasi-Experimental Research) Tujuan rancangan eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Si peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validitas eksternal rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut. Ciri-ciri rancangan eksperimen semu adalah: a. Manipulasi eksperimen hanya pada variabel bebas. b. Tidak ada pemilihan secara acak untuk kelompok dan atau c. Tidak ada kelompok kontrol. 1. The Static Group Comparison (Randomized Control Goup Only Design) Dalam rancangan ini sekelompok subjek yang diambil dari populasi tertentu dikelompokan secara rambang menjadi dua kelompok,yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. DESIGN VALIDITY : dengan menempatkan masing-masing subjek secara ranbang kedalam salah satu dari kelompok itu,peneliti dapat menyakan bahwa kelompok itu pada awal penelitian adalah sama (setara) Beberapa faktor penggangu dapat dikontrol walaupun tidak dapat diperhitungkan efeknya ,yaitu : a.history b. Maturation c. Testing d. instrumentation. Eksperimen Sungguhan (true-experimental research). Penelitian ini bertujuan menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan satu atau lebih kondisi perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen, atau membandingkan perlakuan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol.
  16. 16. a. Pre test-post tes control group design Rancangan ini lebih baik dan rancangan eksperimen tanpa pre tes, karena aka lebih akurat dalam memperoleh akibat dan suatu perlakuan dengan perbandingan keadaan dan variabel terikat pada kelompok eksperimen setelah dikenal perlakuan dan variabel kontrol yang tidak dikenai oleh perlakuan. b. Solomon four group design Rancangan solomon ini memang tidak banyak digunakan pada jumlah sampel penelitian yang kecil, namun pada penelitian pertanian dan sosial sering digunakan. Rancangan ini memiliki keunggulan untuk mengurangi pengaruh pre-test terhadap unit percobaan dan mengurangi error interaksi antara pre-test dengan perlakuan. Rancangan ini terdiri dari 4 kelompok, yaitu 2 kelompok yang dilakukan pre test-post tes dan 2 kelompok yang dilakukan pre tes-posttes. Secara konkret dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. kelompok perlakuan dan kontrol dengan pre test. 2. kelompok perlakuan dan kontrol tanpa pre test. Khusus faktorial, pada dasarnya bukan merupakan rancangan penelitian, tetapi memang sebuah penelitian eksperimen. Oleh karena itu eksperimen faktorial bisa didekati dengan berbagai rancangan, misalnya dengan randomized complete block. Keuntungan dan eksperimen faktorial adalah dimungkinkan untuk mengetahui pengaruh interaksi antar faktor. Oleh karena itu, semua prinsip dasar penelitian eksperimen harus tetap ada, agar error eksperimen dapat diukur. Misalnya akan diadakan 2 perlakuan pemberian makanan tambahan yang berupa susu dan bubur kacang dengan masing-masing 2 level. Maka disusunlah kelompok: 1. Kelompok A, pemberian susu 2 gelas sehari. 2. Kelompok B, pemberian susu 3 gelas sehari 3. Kelompok C, pemberian bubur kacang 1 mangkok sehari. 4. Kelompok D, pemberian bubur kacang 2 mangkok sehari. Desain ini merupakan kombinasi desain Post Test Only Control Group Design dan Pre-test – Post – test Control Group Design yang merupakan model desain ideal untuk melakukan penelitian eksperimen terkontrol. Peneliti dapat menekan sekecil mungkin sumber-sumber kesalahan karena adanya empat kelompok yang berbeda dengan enam format pengkuran.
  17. 17. c. Control group posttest-only design Dalam model rancangan ml, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dibentuk dengan prosedur random, sehingga keduanya dapat dianggap setara. Selanjutnya kelompok eksperimen diberikan perlakuan. Setelah perlakuan telah diberikan dalam jangka waktu tertentu, maka setelah itu dilakukan pengukuran variabel terikat pada kedua kelompok tersebut, dan hasilnya dibandingkan perbedaannya. Model rancangan ini cocok untuk kondisi yang tidak dimungkinkan diakukan pre test atau ketika dikhawatirkan akan adanya interaksi antara pre test dengan perlakuan yang diberikan. Rancangan ml mampu mengendalikan faktor histori, maturasi, dan pre tes, tetapi tidak mampu mengukur besarnya efek dan faktor-faktor tersebut. C. PENELITIAN EX POST FACTO Penelitian dengan rancangan Ex Post Facto sering disebut dengan after the fact. Artinya, penelitian yang dilakukan setelah suatu kejadian itu terjadi, dan disebut juga sebagai restropective study karena penelitian ini merupakan penelitian penelusuran kembali. Terhadap suatu peristiwa atau suatu kejadian dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Dalam pelaksanaan penelitian expost facto peneliti tidak dapat melakukan pengendalian dan intervensi terhadap semua variabel bebas.fakta tentang variabel-varabel tersebut telah muncul dan terjadi sedemikian adanya sebelum proses penelitian dilaksanakan. Variabel semacam itu disebut variabel ex post facto. terhadap variabel semacam ini seorang peneliti hanya dapat mengamati kembali atau melakukan retropeksi terhadap fakta yang memang telah demikian adanya. Perbedaan prinsip antara penelitian eksperimen dan ex post facto adalah sebagai berikut. 1. Penelitian eksperimen dilaksanakan dengan menciptakan kondisi atau situasi tertentu untuk dapat mengamati akibat perlakuan(treatment) yang dengan sengaja dirancang dan diberikan kepada kelompok coba. 2. Penelitian expost facto dirancang untuk menerangkan adanya hubungan (sebab-akibat) antar variabel yang di teliti antara lain dengan cara membandingkan faktor penyebab yang terkait dengan suatu kejadian. Oleh karena itu penelitian expost facto in disebut juga penelitian causal comparative.
  18. 18. Contoh ex post facto Misalnya, hasil ujian kelas A dan B menunjukkan perbedaan dari satu siswa ke siswa lainnya. Dari hasil tersebut, dilakukan klasifikasi antara siswa yang memiliki nilai tinggi dengan siswa yang memiliki nilai rendah. Kemudian dihubungkan antara kecemasan dengan hasil nilai. Misalnya ditemukan kesimpulan bahwa nilai di atas rata-rata dikerjakan oleh siswa yang memiliki kecemasan. Oleh karena itu, pengaruh kecemasan siswa memang berpengaruh terhadap hasil ujian, yaitu menjadi lebih baik. Penelitian dengan menggunakan pendekatan ini tentu saja memiliki kekurangan. Dari kasus di atas dapat terlihat satu celah kelemahan bahwa bisa jadi adanya faktor ketiga selain kecemasan yang membuat nilai ujian meningkat. Hal ini dimungkinkan adanya faktor ketiga, yaitu kecerdasan. Selain kecemasan, bisa dimungkinkan bahwa kecemasan adalah situasi lain, sedangkan kecerdasan menjadi penunjang utama. Beberapa keterbatasan penelitian ex post facto 1. Dalam penelitian expost facto tidak dpat di lakukan pengendalian atau intervensi terhadap variable bebas. 2. Sejalan dengan keterbatasan yang pertama , pada penelitian tidak dilakukan manipulasi variable bebas. 3. Randomisasi dalam penetapan subject penelitian tidak dilakukan dengan mengikuti pengkategorian variable bebas. Ketiga keterbatasan itu secara logis akan terjadi demikian karena fakta variable bebas telah muncul atau terjadi sebelum pelaksanaan penelitian.Oleh karena itu sifat hubungan kasual antara variable bebas dan variable tergantung dapat bersifat semu (spurious) Penelitian expost facto dikategorikan sebagai penelitian yang berfungsi menerangkan atau eksplanasi, sekalipun dalam proses penelitian ini peneliti dapat mengangkat hipotesis dan melakukan pengujian kebenaran hipotesis tersebut. 1. Rancangan penelitian expost facto Terdapat 2 model dasar penelitian ex post facto, yaitu: a. Penelitian yang berangkat dari kenyataan atau fenomena yang menunjukkan adanya perbedaan subjekdilihat dari variable tertentu dan kemudian dilakukan pengujian hipotesis yang berhubungan dengan akibat adanya perbedaan tersebut.
  19. 19. b. Penelitian yang berangkat dari hasil pengamatan fenomena yang terjadi adanya perbedaan subjek, kemudian diteliti untuk menetapkan penyebab yang paling mungkin atas terjadinya fenomena tersebut. 2. Langkah – langkah penelitian ex post facto Tidak adanya manipulasi perlakuan dan penempatan subjek secara acak menyebabkan validitas internal dalam penelitian ex post facto kurang dapat dikendalikan. Dengan kata lain hipotesis tandingan yang logis sulit dibatasi. Akan tetapi dengan perencanaan yang balk, hal ini dapat ditekan seminimal sehingga hasilnya akan mendekati penelitian eksperimen. Langkah-langkah penelitian ex post facto: a) Perumusan masalah, masalah yang ditetapkan harus mengandung sebab atau kausa bagi munculnya variabel dependen, yang dapat diketahui berdasarkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan atau penafsiran peneliti terhadap hasil observasi fenomena yang sedang diteliti. Masalah penelitian ini dapat berbentuk pernyataan hipotesis atau tujuan. Rumusan hipotesis digunakan jika sifat dasar perbedaan dapat diprediksi oleh peneliti sebelum data dikumpulkan. Sedangkan rumusan pernyataan tujuan digunakan bila peneliti tidak dapat memprediksi perbedaan antar kelompok subjek yangdibandingkan dalam variabel tertentu. b) Seleksi,setelah masalah dirumuskan, peneliti harus mampu mengidentifikasi hipotesis tandingan atau alternatif yang mungkin dapat menerangkan hubungan antar variabel independen dan dependen. c) Penentuan kelompok subjek yang akan dibandingkan. Pertama-tama, kelompok yang dipilih harus memiliki karakteristik yang menjadi konsen penelitian. Selanjutnya peneliti memilih kelompok yang tidak memiliki karakteristik tersebut atau berbeda tingkatannya. d) Pengumpulan data. Hanya data yang diperlukan yang dikumpulkan, balk yang berkenan dengan variabel dependen maupun berkenaan dengan faktor yang dimungkinkan memunculkan hipotesis tandingan. Karena penelitian ini menyelidiki fenomena yang sudah terjadi, seringkali data yang diperlukan sudah tersedia sehingga peneliti tinggai memilih sumber yang sesuai. Disamping itu berbagai instrumen seperti Les, angket, interview, dapat digunakan untuk mengumpulkan data bagi peneliti. e) Analisis data. Teknik analisis data yang digunakan serupa dengan yang digunakan dalam penelitian diferensial maupun eksperimen, dimana perbandingan nilai variabel dependen
  20. 20. dilakukan antar kelompok subjek atas dasar faktor yang menjadi konsen. Hal ini dapat dilakukan dengan teknik analisis Uji-T, independen atau ANAVA, tergantung dari jumlah kelompok dari faktor tersebut. Apapun teknik analisis statistik inferensial yang digunakan, biasanya analisis tersebut diawali dengan penghitungan nilai rata-rata atau mean dan standar deviasi untuk mengetahui perbandingan antar kelompok secara deskriptif. f) Penafsiran hasil. Pernyataan sebab akibat dalam penelitian ini perlu dilakukan secara hatihati. Kualitas hubungan antar variabel independen dan dependen sangat tergantung pada kemampuan peneliti untuk memilih kelompok perbandingan yang homogen dan keyakinan bahwa munculnya hipotesis tandingan dapat dicegah.

×