Your SlideShare is downloading. ×
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kerajaan Mataram Kuno

20,613

Published on

Menjelaskan tentang sejarah Kerajaan Mataram Kuno dalam Bahasa Indonesia. Silahkan mengunduh atau menyimpan slide ini untuk keperluan belajar, jangan lupa sertakan sumbernya ya! Semoga Bermanfaat! …

Menjelaskan tentang sejarah Kerajaan Mataram Kuno dalam Bahasa Indonesia. Silahkan mengunduh atau menyimpan slide ini untuk keperluan belajar, jangan lupa sertakan sumbernya ya! Semoga Bermanfaat!

Describing about the history of Ancient Mataram Kingdom in Bahasa. You can download or save this slide for studying, but don't forget to write the source. Thank you!

www.slideshare.net/chlorophylls

Published in: Education
0 Comments
13 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
20,613
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
704
Comments
0
Likes
13
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • mutiararah
  • Transcript

    • 1. SEJARAH KERAJAAN MATARAM KUNO
    • 2. Anggara Putra Prasetyo (5) Chintya Putri Erlianti (10) Fiska Fianita (15) Jasmine Rahma Amalia (20) Maznah Zuhria (25) Mutiara Rahmah Amari (30) Wiwit Puspita Utami (35) ANGGOTA KELOMPOK
    • 3. • Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada pertengahan abad ke-8 di daerah Jawa bagian tengah. • Berbagai sumber menyebutkan bahwa pusat kerajaan berada di Medang dan di Poh Pitu, namun letak Poh Pitu masih belum jelas. • Nama Mataram sendiri pertama kali disebut pada prasasti yang ditulis di masa raja Balitung. • Mataram Kuno atau Mataram (Hindu) merupakan sebutan untuk dua dinasti, yakni Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra, yang berkuasa di Jawa Tengah bagian selatan. Dinasti Sanjaya yang bercorak Hindu didirikan oleh Sanjaya pada tahun 732. Beberapa saat kemudian, Dinasti Syailendra yang bercorak Buddha Mahayana didirikan oleh Bhanu pada tahun 752. SEJARAH BERDIRINYA KERAJAAN MATARAM KUNO
    • 4. Untuk mengetahui perkembangan dari Kerajaan Mataram Kuno dapat diketahui dari prasasti-prasasti peninggalannya, antara lain: • Prasasti Canggal • Prasasti Kalasan • Prasasti Klura • Prasasti Kedu atau Prasasti Balitung Prasasti Balitung PRASASTI PENINGGALAN KERAJAAN MATARAM KUNO
    • 5. PRASASTI CANGGAL • Prasasti Canggal ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Canggal berangka tahun 732 M dalam bentuk Candrasangkala.
    • 6. PRASASTI KALASAN • Prasasti Kalasan, ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778 M, ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sansekerta
    • 7. • Prasasti Mantyasih ditemukan di Mantyasih PRASASTI MANTYASIH Kedu, Jateng berangka tahun 907 M yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Isi dari prasasti tersebut adalah daftar silsilah rajaraja Mataram yang mendahului Bality yaitu Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Panunggalan, Rakai Warak, Rakai Garung, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, dan Rakai Watukura Dyah Balitung. Untuk itu prasasti Mantyasih/Kedu ini juga disebut dengan prasasti Belitung
    • 8. PRASASTI KLURAK • Prasasti Klurak ditemukan di desa Prambanan berangka tahun 782 M ditulis dalam huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta isinya menceritakan pembuatan arca Manjusri oleh Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadananjaya.
    • 9. • Sebelum sanjaya berkuasa di mataram kuno, di jawa sudah berkuasa seorang raja bernama Sanna. Menurut prasasti Canggak yang berangka tahun 732 M, Raja Sanna telah digantikan oleh Sanjaya. • Sanjaya tampil memerintah kerajaan mataram kuno pada tahun 717-780 M. Setelah itu pada tahun 732 M raja sanhaya mendirikan bangunan suci sebagai tempat pemujaan, berupa lingga dan berada di atas gunung wukir. • Raja sanjaya bersikap arif, adil dalam memerintah, dan memiliki pengetahuan luas. Di bawah pemerintahan raja sanjaya, kerajaan menjadi aman dan tenteram. Sanjaya juga dikenal sebagai raja yang paham akan isi kitab kitab suci.
    • 10. • Setelah raja sanjaya wafat, ia digantikan oleh putranya bernama rakai panangkaran. Panangkaran mendukung adanya perkembangan agama Buddha. Dalam prasasti kalasan yang berangka tahun 778 M, raja panangkaran telah memberikan hadiah tanah dan memerintahkan membangun sebuah candi untuk dewi tara dan sebuah biara untuk para pendeta agama Buddha. Prasasti kalasan juga menerangkan bahwa raja panangkaran disebut dengan nama syailendra sri maharaja dyah pancapana rakai panangkaran. Raja panangkaran kemudian memindahkan pusat pemerintahannya ke arah timur. • Agama Buddha mahayan waktu itu berkembang pesat. Ia juga mendirikan bangunan-bangunan suci, misalnya candi kalasan dan arca manjusri. LANJUTAN …
    • 11. • Setalah kekuasaan panangkaran berakhir, timbul perpecahan antara anggota keluarga yang sudah memeluk agama Buddha dengan keluarga yang masih memeluk agama hindu (syiwa) yang menimbulkan perpecahan didalam permerintahan kerajaan mataram kuno. Tokohtokoh kerabat istana yang menganut agama hindu berkuasa di daerah jawa bagian utara. Tokoh tokoh yang beragama Buddha berkuasa didaerah jawa bagian selatan. Keluarga syailendra yang beragama hindu meninggalkan bangunan-bangunan candi di jawa bagian utara. • Sementara yang beragama Buddha meninggalkan, candi candi seperti candi ngawen, mendut, pawon, dan Borobudur. Candi Borobudur diperkirakan mulai dibangun oleh samaratungga pada tahun 824 M. LANJUTAN …
    • 12. MUNCULNYA WANGSA SANJAYA • Wangsa Sanjaya adalah wangsa atau dinasti yang sebagian besar rajanya menganut agama Hindu, yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Medang (Mataram Kuno). Wangsa ini menganut agama Hindu aliran Siwa, dan berkiblat ke Kunjaradari di daerah India. Menurut Prasasti Canggal, wangsa ini didirikan pada tahun 732 M oleh Sanjaya. Tak banyak yang diketahui pada masa-masa awal Wangsa Sanjaya.
    • 13. • Ratu Sanjaya alias Rakai Mataram menempati urutan pertama dalam daftar para raja Kerajaan Medang versi prasasti Mantyasih, yaitu prasasti yang dikeluarkan oleh Maharaja Dyah Balitung tahun 907. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tanggal 6 Oktober 732 tentang pendirian sebuah lingga serta bangunan candi untuk memuja Siwa di atas sebuah bukit. Candi tersebut kini hanya tinggal puing-puing reruntuhannya saja, yang ditemukan di atas Gunung Wukir, dekat Kedu. RATU SANJAYA
    • 14. • Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya, menikah dengan Pramodhawardhani (833-856 M), puteri raja Wangsa Syailendara Samaratungga. Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram, menggantikan Agama Buddha. Rakai Pikatan bahkan mendepak Raja Balaputradewa, dan pada tahun 850 M, Wangsa Sanjaya kembali menjadi satu-satunya penguasa Mataram. Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November 856 M. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura, juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha, yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa. RAKAI PIKATAN
    • 15. • Sebenarnya kurang tepat apabila Rakai Kayuwangi disebut sebagai raja Kerajaan Mataram karena menurut prasasti Wantil, saat itu istana Kerajaan Medang tidak lagi berada di daerah Mataram, melainkan sudah dipindahkan oleh Rakai Pikatan (raja sebelumnya) ke daerah Mamrati, dan diberi nama Mamratipura RAKAI KAYUWANGI
    • 16. • Menurut daftar para raja Kerajaan Medang dalam prasasti Mantyasih, Rakai Watuhumalang menjadi raja kedelapan menggantikan Rakai Kayuwangi. Prasasti tersebut dikeluarkan tahun 907 M oleh Dyah Balitung, yaitu raja sesudah Rakai Watuhumalang. Rakai Watuhumalang sendiri tidak meninggalkan prasasti atas nama dirinya. Sementara itu prasasti Panunggalan tanggal 19 November 896 M menyebut adanya tokoh bernama Sang Watuhumalang Mpu Teguh, namun tidak bergelar maharaja, melainkan hanya bergelar haji (raja bawahan). RAKAI WATUHUMALANG
    • 17. • Dyah Balitung berhasil naik takhta karena menikahi putri raja sebelumnya. Kemungkinan besar raja tersebut adalah Rakai Watuhumalang yang menurut prasasti Mantyasih memerintah sebelum Balitung. Mungkin alasan Dyah Balitung bisa naik takhta bukan hanya itu, mengingat raja sebelumnya ternyata juga memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap). Alasan lain yang menunjang ialah keadaan Kerajaan Medang sepeninggal Rakai Kayuwangi mengalami perpecahan, yaitu dengan ditemukannya prasasti Munggu Antan atas nama Maharaja Rakai Gurunwangi dan prasasti Poh Dulur atas nama Rakai Limus Dyah Dewendra. RAKAI WATUKURA DYAH BALITUNG
    • 18. • Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti Tang berbunyi Tat So Kan Hiung, yang artinya "Daksa, saudara raja yang gagah berani". MPU DAKSA
    • 19. • Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. Ditinjau dari ciri-cirinya, tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi, jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang, bahkan naik takhta menggantikan mertuanya, yaitu Mpu Daksa. RAKAI LAYANG DYAH TULODHONG
    • 20. • Dyah Wawa naik takhta menggantikan Dyah Tulodhong. Nama Rakai Sumba tercatat dalam prasasti Culanggi tanggal 7 Maret 927, menjabat menjabat sebagai Sang Pamgat Momahumah, yaitu semacam pegawai pengadilan. Selain bergelar Rakai Sumba, Dyah Wawa juga bergelar Rakai Pangkaja. Dyah Wawa tidak memiliki hak atas takhta Dyah Tulodhong. Sejarawan Boechari berpendapat bahwa Dyah Wawa melakukan kudeta merebut takhta Kerajaan Medang. RAKAI SUMBA DYAH WAWA
    • 21. • Pada abad ke-8 (bahkan sebelumnya), bangsa kita telah menggunakan budaya lokal dalam menghadapi globalisasi. Salah satu buktinya yaitu Candi Borobudur, yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO tahun 1991. • Candi Borobudur didirikan oleh Raja Samaratungga dari dinasti Syailendra pada abad ke-9. Candi itu terletak diantara dua bukit di Desa Borobudur, Kab. Magelang. Candi Borobudur, Candi Pawon dan Candi Mendut terletak pada satu garis dan dipandang sebagai satu kesatuan. Sesuai aturan dalam kitab-kitab pedoman di India, yaitu Vastusastra. CANDI BOROBUDUR
    • 22. • Susunan Candi Borobudur berbeda dengan candi di India. Susunan candi di India umumnya berdiri diatas fondasi yang tertanam di dalam tanah. Pada titik tengahnya terdapat tiang yang tembus ke atas permukaan tanah, sebagai tongkat. Candi Borobudur didirikan langsung diatas bukit tanpa fondasi seperti di India. Candi Borobudur merupakan sebuah teras stupa. • Bangunan ini dinamai Bhumisambharabhudara artinya bukit peningkatan kebijakan setelah melampui sepuluh tingkat Boddhisattwa, sebagai lambang ke-10nya. CANDI BOROBUDUR
    • 23. • Stupa merupakan perwujudan makrokosmos yang terdiri dari tiga tingkatan, yaitu kamadatu, rupadatu, dan arupadatu. Kamadatu merupakan alam bawah (bagian bawah candi) terdapat relief karmawibangga (hukum sebab akibat). Arupadatu adalah alam atas (tempat para dewa), sedangkan stupa induk berdiri diatas rupadatu pada tingkatan ke-3. Dari arcanya, membuktika Candi Borobudur sebagai penganut aliran Buddha Mahayana.Dan adanya penyatuan Mahayana dan Tantrayana, sesuai filsafat Yogacara. CANDI BOROBUDUR
    • 24. • Dalam Kitab Sang Hyang Kamahayanikan Mantranaya, pada abad ke-10 Mpu Sendok dari dinasti Isana menyebarkan ajaran dari India, yaitu agama Buddha. Ajaran itu disebarkan sesuai pengetahuan penduduk, yaitu dalam bentuk candi oleh penduduk Jawa, bukan India. Candi itu kemudian digunakan sebagai sarana ibadah mereka. Salah satu buktinya yaitu ditemukannya tulisan yang memakai huruf Jawa Kuno, dengan bahasa Sansekerta, dengan tidak menggunakan tata bahasa sansekerta. CANDI BOROBUDUR
    • 25. Kamadhatu Rupadhatu Arpadhatu
    • 26. • Cerita asal mula Candi Prambanan masih berkembang di sekitar prambanan, dan legenda Bandung Bondowoso tersebut muncul sebagai cerita rakyat saat Candi Siwa masih berdiri kokomonument kejayaan h. • Legenda tersebut menandakan Mataram Kuno yang berdiri tegak di dataran prambanan yang subur. • Loro Jonggrang (Harfiah : Seorang gadis cantik semampai), diwujudkan sebagai arca Durga Mahisasuramawardini, di bilik utara candi siwa, pada bangunan [paling tinggi di kompleks Candi Prambanan. CANDI PRAMBANAN
    • 27. • Candi Prambanan terletak di Desa Prambanan, abad 9M, atas perintah raja saat puncak kejayaan Dinasti Sanjaya, ditemukan oleh Calons (733M), diresmikan oleh Rakai K Layuwangi (856M), dikerjakan oleh ratusan pekerja, memiliki keistimewaan pada bentuk candi yang menjulang tinggi pada tanah datar, dan berfungsi sebagai sebuah dharma bagi agama Hindu. CANDI PRAMBANAN
    • 28. • Candi utama : Candi Siwa (4 ruangan). Ruang utama : Patung Siwa sebagai Mahadewa. Sebelah utara : Siwa sebgagai durga Mahesasuramardin. Timur : Patung Ganesa. • Di dinding Candi Siwa terdapat relief Ramayana. • Candi Brahma : Candi kedua terbesar di Prambanan, terdapat patung brahmana, dan memiliki relief epic Ramayana (patio bong). • Candi ketiga : Candi Wisnu, terdapat arca Wisnu, memiliki relief tentang Kernayana. • Candi Sewu memiliki latar belakang agama Budha, dilihat dari arsitektur seperti stupa. CANDI PRAMBANAN
    • 29. • Candi prambanan berada dalam kawasan kepadatan candi yang beragam. Di sisi timur Kali Opak, terdapat Candi Bubrah, lumbung, sewu. Ke 4 candi tersebut memiliki kesatuan mandala, dan menunjukkan adanya toleransi agama Hindu-Budha pada masa Mataram Kuno. • Kawasan Candi Prambanan ditetapkan sebagai situs dunia oleh UNESCO (1991). CANDI PRAMBANAN
    • 30. SILAHKAN MENGCOPY UNTUK KEPERLUAN BELAJAR. JANGAN LUPA CANTUMKAN SUMBERNYA YA! SEMOGA BERMANFAAT www.slideshare.net/chlorophylls

    ×