26707467 pengaruh-motivasi-belajar-dan-metode-pembelajaran-terhadap-prestasi

27,788 views
27,628 views

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
27,788
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
85
Actions
Shares
0
Downloads
953
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

26707467 pengaruh-motivasi-belajar-dan-metode-pembelajaran-terhadap-prestasi

  1. 1. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS I JURUSAN AKUNTANSI SMK PELITA NUSANTARA 1 SEMARANG SKRIPSI Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Oleh: Asti Wahyuni 3301403039 Pendidikan Akuntansi FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007
  2. 2. PERSETUJUAN PEMBIMBINGSkripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujianskripsi pada:Hari :Tanggal : Disahkan oleh:Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing IIDrs. Kusmuriyanto, M. Si Maylia Pramono Sari, SE, M. SiNIP. 131404309 NIP. 132307250 Mengetahui Ketua Jurusan Akuntansi Drs. Sukirman, M. Si NIP. 131967646
  3. 3. PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasilkarya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atauseluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutipatau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang, Juli 2007 Asti Wahyuni NIM. 3301403039
  4. 4. PENGESAHAN KELULUSANSkripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi FakultasEkonomi Universitas Negeri Semarang pada:Hari : SeninTanggal : 27 Agustus 2007 Penguji Skripsi Drs. Partono Thomas, M.S. NIP. 131125640Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing IIDrs. Kusmuriyanto, M. Si Maylia Pramono Sari, SE, M. SiNIP. 131404309 NIP. 132307250 Mengetahui Dekan Drs. Agus Wahyudin, M. Si NIP. 131658236
  5. 5. MOTTO DAN PERSEMBAHANMotto: Keberhasilan tidak akan pernah diraih tanpa ketekunan, keprihatinan dan kesabaran. Persembahan Kupersembahkan skripsi ini untuk: Bapak dan Ibu tercinta atas doa dan segalanya Adikku Ari dan Fatkhur yang kusayangi Mas Chandra atas semua doa dan dukungannya Keluarga Balapulang atas dukungannya Keluarga besar Kos Pasadena Teman-temanku Ratieh, Puj-puj, Datik Teman-teman seperjuangan Pend. Akuntansi 03 ‫و‬
  6. 6. PRAKATA Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNyasehingga skripsi dengan judul "Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaranterhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas I Jurusan Akuntansi SMK PelitaNusantara 1 Semarang" dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun untuk menyelesaikan studi strata 1 (satu) guna meraihgelar Sarjana Pendidikan. Berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak, penulismengucapkan terima kasih kepada:1. Prof. Dr. Soedijono Sastroatmodjo, M. Si, Rektor Universitas Negeri Semarang.2. Drs. Agus Wahyudin, M. Si, Dekan Fakultas Ekonomi.3. Drs. Sukirman, M. Si, Ketua Jurusan Akuntansi.4. Drs. Kusmuriyanto, M. Si, Dosen Pembimbing I yang telah memberikan kritik dan saran dengan tulus.5. Maylia Pramono Sari, SE, M. Si, Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dengan tulus.6. Drs. Partono Thomas, M.S. selaku Dosen Penguji yang telah memberikan kritik dan saran.7. Bapak dan Ibu Dosen jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNNES yang telah memberikan bekal ilmu dan pengetahuan kepada penyusun.
  7. 7. 8. Drs. Djoko Prasetyo, MM, kepala sekolah SMK Pelita Nusantara 1 Semarang, yang telah memberi ijin dan membantu dalam penelitian ini.9. Budi Setyowati, S.Pd dan Tina Andarwati, S.Pd, selaku guru SMK Pelita Nusantara 1 Semarang yang telah membantu dalam penelitian ini.10. Siswa-siswi kelas I jurusan Akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang yang membantu dalam pengumpulan data.11. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan moral maupun materi dalam penyusunan skripsi ini. Dengan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, penulis yakin skripsi inijauh dari sempurna. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaatbagi para pembaca. Semarang, Juni 2007 Peneliti
  8. 8. SARIAsti Wahyuni. 2007. Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode PembelajaranTerhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas I Jurusan Akuntansi SMK PelitaNusantara 1 Semarang. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas NegeriSemarang. 99 hal.Kata kunci: Motivasi Belajar, Metode Pembelajaran, Prestasi Belajar Akuntansi. Prestasi belajar akuntansi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.Beberapa faktor diantaranya adalah motivasi belajar dan metode pembelajaran.Motivasi yang rendah dapat menimbulkan rasa malas dalam mengikuti pelajaran,serta metode pembelajaran yang kurang bervariasi akan terasa monoton sehinggasiswa menjadi bosan. Untuk dapat mengetahui pengaruh motivasi belajar dan metodepembelajaran maka diperlukan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Apakah terdapat pengaruhantara motivasi belajar dan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansisiswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang? (2) Apakahterdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas Ijurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang? (3) Apakah terdapat pengaruhmetode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas I jurusanakuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang? Penelitian ini bertujuan (1) mengetahuiapakah terdapat pengaruh antara motivasi belajar dan metode pembelajaran terhadapprestasi belajar akuntansi siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1Semarang? (2) mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi belajar terhadapprestasi belajar akuntansi siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1Semarang? (3) mengetahui apakah terdapat pengaruh metode pembelajaran terhadapprestasi belajar akuntansi siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1Semarang? Populasi penelitian ini adalah siswa kelas I jurusan akuntansi SMK PelitaNusantara 1 Semarang sebanyak 118 siswa yang tersebar dalam 3 kelas. Pengambilansampel yang berjumlah 54 siswa dilakukan dengan teknik proportional randomsampling. Ada tiga variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: motivasi belajar,metode pembelajaran dan prestasi belajar akuntansi. Sumber data berasal dari dataprimer dan sekunder. Data diambil melalui angket dan dokumentasi. Uji validitasmenggunakan rumus Product Moment dari Pearson. Sedangkan uji reliabilitasmenggunakan rumus Alpha. Analisis data menggunakan analisis deskriptif presentasedan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil regresi berganda diperoleh model regresi Y = 4,442 +0,034X1 + 0,037X2. Uji keberartian persamaan regresi dengan menggunakan uji F,diperoleh Fhitung = 168,554 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti terdapatpengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar dan metode pembelajaran
  9. 9. terhadap prestasi belajar akuntansi. Besarnya pengaruh motivasi belajar dan metodepembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi siswa kelas I jurusan akuntansiSMK Pelita Nusantara 1 Semarang mencapai 86,9%. Berdasarkan uji parsialdiperoleh thitung variabel motivasi belajar sebesar 7,335 dengan taraf signifikansi0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajarterhadap prestasi belajar akuntansi, sedangkan kontribusi motivasi belajar terhadapprestasi belajar sebesar 51,3%. Hasil uji parsial metode pembelajaran diperoleh thitungsebesar 6,958 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05 berarti terdapat pengaruh positifdan signifikan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi, kontribusimetode pembelajaran terhadap prestasi belajar sebesar 46,1%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapatpengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar dan metode pembelajaranterhadap prestasi belajar akuntansi secara bersama-sama dan parsial. Oleh karena itupeneliti menyarankan guru memberikan penugasan lebih agar siswa lebihbertanggungjawab untuk belajar untuk menunjang kemandirian dalam belajar. Sertaguru hendaknya lebih meningkatkan kemampuan keprofesionalannya dalammenyampaikan materi dengan metode yang lebih efektif untuk menunjang keberaniansiswa untuk bertanya.
  10. 10. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL.......................................................................................... iSURAT REKOMENDASI ................................................................................ iPERSETUJUAN PEMBIMBING...................................................................... iiiPENGESAHAN KELULUSAN ........................................................................ ivPERNYATAAN................................................................................................. vMOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................................................................... viPRAKATA......................................................................................................... viiSARI................................................................................................................... ixDAFTAR ISI...................................................................................................... xivDAFTAR TABEL.............................................................................................. xvDAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xviiDAFTAR LAMPIRAN...................................................................................... xviiiBAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang .............................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................... 7 1.3 Penegasan Istilah........................................................................... 7 1.4 Tujuan Penelitian .......................................................................... 8 1.5 Manfaat Penelitian ........................................................................ 9 1.6 Sistematika Skripsi........................................................................ 10 ‫ك‬
  11. 11. BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 11 2.1 Tinjauan Prestasi Belajar Akuntansi ............................................. 11 2.1.1 Hakekat Belajar.................................................................... 11 2.1.2 Ciri-ciri Belajar .................................................................... 12 2.1.3 Prinsip-prinsip Belajar ......................................................... 13 2.1.4 Teori-teori Belajar................................................................ 15 2.1.5 Pengertian Prestasi Belajar Akuntansi ................................. 19 2.1.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ............ 20 2.2 Motivasi Belajar ............................................................................ 23 2.2.1 Pengertian Motivasi Belajar................................................. 23 2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi ....................... 25 2.2.3 Ciri-ciri Motivasi Belajar ..................................................... 27 2.2.4 Bentuk-bentuk Motivasi....................................................... 27 2.2.5 Jenis Motivasi Belajar .......................................................... 30 2.2.6 Fungsi Motivasi Belajar ....................................................... 30 2.3 Metode Pembelajaran.................................................................... 31 2.3.1 Pengertian Metode Pembelajaran......................................... 31 2.3.3 Pemilihan dan Penentuan Metode........................................ 32 2.3.4 Macam-macam Metode Pembelajaran................................. 37 2.4 Kajian tentang Akuntansi.............................................................. 44 2.5 Kerangka Berfikir ......................................................................... 47 2.6 Hipotesis........................................................................................ 51 ‫ل‬
  12. 12. BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 52 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian .................................................... 52 3.1.1 Populasi ................................................................................ 52 3.1.2 Sampel ................................................................................. 53 3.1.3 Pilot Tes ............................................................................... 55 3.2 Variabel Penelitian ........................................................................ 55 3.2.1 Variabel Bebas atau Independen Variabel .......................... 55 3.2.2 Variabel Terikat ................................................................... 56 3.3 Sumber Data.................................................................................. 56 3.4 Metode Pengumpulan Data ........................................................... 57 3.4.1 Angket .................................................................................. 57 3.4.2 Dokumentasi ........................................................................ 57 3.5 Validitas dan Reliabilitas .............................................................. 57 3.5.1 Validitas ............................................................................... 58 3.5.2 Reliabilitas ........................................................................... 58 3.6 Metode Analisis Data.................................................................... 61 3.6.1 Metode Analisis Deskriptif Persentase ................................ 61 3.6.2 Uji Asumsi Klasik ................................................................ 63 3.6.3 Analisis Regresi ................................................................... 64BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 68 4.1 Gambaran Umum Tempat Penelitian............................................ 68 4.2 Hasil Penelitian ............................................................................. 68 ‫م‬
  13. 13. 4.2.1 Analisis Deskriptif ............................................................... 69 4.2.1.1 Analisis Deskriptif Motivasi Belajar Akuntansi ...... 71 4.2.1.2 Analisis Deskriptif Metode Pembelajaran .............. 78 4.2.2 Uji Asumsi Klasik ................................................................ 83 4.2.3 Uji Hipotesis ........................................................................ 87 4.2.2.1 Analisis Regresi Berganda ....................................... 87 4.2.2.2 Uji Bersama-sama .................................................... 88 4.2.2.3 Uji Parsial................................................................. 88 4.2.2.4 Besarnya Kontribusi Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar ................... 90 4.3 Pembahasan .................................................................................. 90BAB V SIMPULAN DAN SARAN ................................................................. 96 5.1 Simpulan ...................................................................................... 96 5.2 Saran ............................................................................................. 97DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 98LAMPIRAN....................................................................................................... 99 ‫ن‬
  14. 14. DAFTAR GAMBARGambar Halaman2.1 Bagan Kerangka Berfikir ............................................................................. 514.1 Normal P-Plot Regresi................................................................................. 844.2 Pola Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas..................................................... 85
  15. 15. DAFTAR TABELTabel HalamanTabel 1.1 Prestasi Belajar Siswa Semester I ........................................................ 2Tabel 3.1 Data Jumlah Siswa Kelas I Jurusan Akuntansi.................................... 52Tabel 3.2 Perhitungan Proporsi Sampel............................................................... 54Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas...................................................... 60Tabel 3.4 Kriteria Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran........................... 62Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Variabel................................................................. 69Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Akuntansi................................ 71Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Tekun Menghadapi Tugas .................................. 72Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Keinginan Untuk Sukses .................................... 74Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Suka Bekerja Keras ............................................ 75Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Berorientasi Jauh ke Depan ................................ 77Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Metode Pembelajaran ......................................... 78Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Mendidik Belajar Sendiri ................................... 78Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Menumbuhkan Keinginan Belajar Lebih Lanjut 80Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Meniadakan Verbalitas..................................... 81Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi Kesempatan Mewujudkan Hasil Karya ............ 82Tabel 4.12 Hasil Uji Asumsi Klasik .................................................................... 86`Tabel 4.13 Analisis Regresi ................................................................................. 87Tabel 4.14 Hasil Uji Bersama-sama..................................................................... 88
  16. 16. Tabel 4.15 Hasil Uji Parsial ................................................................................. 89Tabel 4.16 Kontribusi Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar .................................................................. 90
  17. 17. DAFTAR LAMPIRANLampiran HalamanLampiran 1 Kisi-Kisi Kuesioner .......................................................................... 104Lampiran 2 Kuesioner Penelitian......................................................................... 105Lampiran 3 Uji Validitas Motivasi Belajar.......................................................... 112Lampiran 4 Perhitungan Validitas Motivasi Belajar............................................ 113Lampiran 5 Perhitungan Reliabilitas Motivasi Belajar........................................ 117Lampiran 6 Uji Validitas Metode Pembelajaran.................................................. 120Lampiran 7 Perhitungan Validitas Metode Pembelajaran ................................... 121Lampiran 8 Perhitungan Reliabilitas Metode Pembelajaran................................ 125Lampiran 9 Data Hasil Penelitian ........................................................................ 128Lampiran 10 Tabel Persiapan Regresi ................................................................. 132Lampiran 11 Analisis Regresi.............................................................................. 133Lampiran 12 Daftar Kritik Uji t ........................................................................... 138Lampiran 13 Daftar Kritik Uji F .......................................................................... 139Lampiran 14 Data Prestasi Belajar Siswa ............................................................ 140Lampiran 15 Daftar Nama Siswa......................................................................... 141Lampiran 16 Surat Ijin Observasi ........................................................................ 143Lampiran 17 Surat Ijin Penelitian ........................................................................ 144Lampiran 18 Surat Keterangan Penelitian ........................................................... 146 xviii
  18. 18. 1 BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pendidikan pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan pesertadidik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang (UUPN No. 2 1989, pasal 1). Sehingga dalam mengembantugasnya guru dituntut dapat mendidik, mengajar dan melatih agar penguasaankonsep lebih tertanam. Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuandalam segala unsur-unsur yang mendukung pendidikan. Adapun unsur tersebutadalah siswa, guru, alat dan metode, materi dan lingkungan pendidikan. Semua unsurtersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Perkembangan dunia pendidikan dari tahun ke tahun mengalami perubahanseiring dengan tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitasdan mampu bersaing di era global. Salah satu permasalahan yang dihadapi olehbangsa kita adalah masih rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang. Banyakhal yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional antara lainmelalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum,pengadaan buku dan alat pelajaran serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.Namun demikian mutu pendidikan yang dicapai belum seperti apa yang diharapkan.Perbaikan yang telah dilakukan pemerintah tidak akan ada artinya jika tanpa 1
  19. 19. 2dukungan dari guru, orang tua, siswa, dan masyarakat. Berbicara tentang mutupendidikan tidak akan lepas dengan proses belajar mengajar. Di mana dalam prosesbelajar mengajar guru harus mampu menjalankan tugas dan peranannya. SMK Pelita Nusantara 1 Semarang sebagai salah satu SMK yangmempunyai 3 program keahlian yaitu akuntansi, administrasi perkantoran, danpenjualan. Di SMK Pelita Nusantara 1 Semarang sendiri prestasi belajar akuntansipada siswa kelas I yang memperoleh mata pelajaran akuntansi yaitu jurusan akuntansisebagian belum membuahkan hasil yang diharapkan. Siswa masih menemuikesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal akuntansi. Hal ini terlihat dariobservasi awal yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil ulangan perkompetensi untuk mata diklat produktif akuntansi 2 yang masih belum mencapai hasilyang maksimal. Rata-rata nilai ulangan masih di bawah 7,00. Adapun data nilaiakuntansi siswa kelas I AK adalah: Tabel 1.1 Prestasi Belajar Siswa Mata Diklat Produktif Akuntansi 2Siswa Kelas I Jurusan Akuntansi Semester 1 SMK Pelita Nusantara 1 Semarang Nilai rata- Nilai di Nilai di atas Kelas Jumlah siswa rata kelas bawah 7,00 7,00 I AK 1 6,74 25 16 41 I AK 2 6,84 22 18 40 I AK 3 6,71 20 17 37 Jumlah 67 51 118Sumber : SMK Pelita Nusantara 1 Semarang
  20. 20. 3 Nilai yang memenuhi standar ketuntasan yang ditetapkan oleh SMK PelitaNusantara 1 Semarang adalah sebesar 7,00. Jadi hanya terdapat 43% siswa yang telahmemenuhi standar ketuntasan sedangkan sisanya 57% siswa belum tuntas. Hal inibisa juga dikarenakan terjadi perubahan jenjang dari siswa SMP menuju SMKdimana waktu masih duduk di SMP belum mendapatkan pelajaran akuntansi. Keberhasilan seorang siswa dalam belajar dapat dilihat dari prestasi belajarsiswa yang bersangkutan. Di dalam pendidikan siswa akan dinilai keberhasilannyamelalui tes hasil belajar. Hasil yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baikkarena setiap orang menginginkan prestasi yang tinggi, baik siswa, guru, sekolah,maupun orang tua hingga masyarakat. Namun antara siswa satu dengan siswa yanglainnya berbeda dalam pencapaian prestasi belajar. Ada yang mampu mencapaiprestasi yang tinggi, namun ada juga siswa yang rendah prestasi belajarnya. Bagisiswa sendiri prestasi belajar akuntansi sangat penting mengingat jurusan merekaadalah akuntansi agar siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangannya terutamadalam belajar akuntansi sehingga dapat membuat perencanaan studi kelanjutannya. Adanya perbedaan prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagaifaktor. Prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktoreksternal. Faktor internal yaitu faktor yang bersumber dari dalam individu sepertikecerdasan, perhatian, minat, bakat, motivasi, kematangan dan kesiapan. Sedangkanfaktor eksternal adalah semua faktor yang bersumber dari luar seperti lingkungan.Lingkungan ini terdiri dari tiga yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, danlingkungan masyarakat. Lingkungan keluarga meliputi cara orang tua mendidik,
  21. 21. 4relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertianorang tua dan latar belakang kebudayaan. Lingkungan sekolah meliputi metodemengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplinsekolah, alat pelajaran, waktu sekolah dan lain-lain. Sedangkan lingkunganmasyarakat meliputi keadaan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergauldan bentuk kehidupan masyarakat. Berkaitan dengan proses interaksi belajar mengajar ada beberapa faktoryang perlu diperhatikan antara lain adalah motivasi belajar dan metode pembelajaran.Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang cukup penting dalamproses belajar mengajar. Motivasi diperlukan untuk menumbuhkan minat terhadappelajaran yang diajarkan oleh guru. Sedangkan metode pembelajaran juga salah satufaktor yang menentukan berhasil tidaknya proses belajar mengajar, dengan metodeyang tepat secara otomatis akan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.Sehingga kedua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut mempunyai andilyang cukup besar dalam kegiatan belajar. Belajar adalah salah satu kegiatan yang membutuhkan motivasi. Sayangnyamotivasi ini tidak selalu timbul, sehingga terlihat ada siswa yang bersemangat, adajuga yang malas. Hal ini tercermin dari proses pembelajaran di SMK Pelita Nusantara1 Semarang. Siswa terlihat belum termotivasi untuk mengikuti pelajaran yangdisampaikan oleh guru. Guru yang bersangkutan sudah berusaha membangkitkanmotivasi siswa untuk mengikuti kegiatan belajar namun hasilnya belum maksimal.Guru banyak memberikan waktu ekstra untuk mengembangkan tugas yang diberikan
  22. 22. 5dan memperluas materi belajar. Selain itu guru juga menilai setiap tugas danmemberikan komentar secara tertulis. Metode yang digunakan guru dalam mengajarjuga menentukan sikap siswa, sehingga siswa kurang bersemangat dalam mengikutikegiatan belajar. Menggerakkan motivasi belajar dapat mendorong pencapaian prestasibelajar secara optimal. Walaupun siswa mempunyai bakat dan minat yang tinggitetapi bila tidak disertai dengan motivasi belajar maka prestasi belajar tidak optimalbegitu juga sebaliknya. Bisa juga siswa yang mempunyai intelegensi tinggi boleh jadigagal karena kekurangan motivasi. Sehingga motivasi mempunyai peranan pentingdalam kegiatan belajar karena motivasi adalah tenaga yang menggerakkan danmengarahkan seseorang. Selain siswa unsur yang penting dalam kegiatan pembelajaran adalah guru.Di tangan gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya penyampaian tujuanbelajar. Menurut pengalaman peneliti pada saat PPL (Praktik Pengalaman Lapangan)siswa cenderung kurang bersemangat pada saat belajar akuntansi. Semua itu terlihatdengan adanya sikap beberapa siswa yang kurang antusias dalam mengerjakan soal-soal akuntansi. Siswa kurang bersemangat untuk mengerjakan karena proses belajarmengajar terasa monoton. Metode pembelajaran yang diberikan kurang bervariasisehingga timbul kebosanan pada siswa. Suasana kelas terlihat kurang hidup karenasiswa menjadi pasif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diberikan guru.Sehingga dibutuhkan strategi metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dankondisi siswa.
  23. 23. 6 Pemilihan dan penggunaan metode yang tepat sesuai dengan tujuankompetensi sangat diperlukan. Karena metode adalah cara yang digunakan oleh guruuntuk mengadakan hubungan dengan siswa pada saat kegiatan belajar mengajarberlangsung. Untuk itu guru sebagai pengarah dan pembimbing tidak hanya pandaidalam memilih metode pembelajaran namun usaha guru-guru untuk mengoptimalkankomponen pembelajaran diperlukan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar. Dimana akuntansi merupakan sebuah mata diklat yang membutuhkan kecermatan danketelitian sehingga metode yang digunakan harus sesuai agar mendapatkan hasil yangmaksimal. Pengembangan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akanmenjadi kendala untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Masalah yang timbulbagi siswa adalah bagaimana cara belajar yang efektif yaitu sesuai dengan teknikbelajar yang standar dengan berlatih melatih otaknya untuk belajar terus denganketeraturan, bagaimana melakukan penyesuaian dengan guru dan bagaimanamenimbulkan kebiasaan teratur sehingga mencapai prestasi belajar yang optimal. Dari keterangan di atas peneliti mempunyai dugaan bahwa ada keterkaitanantara tinggi rendahnya motivasi belajar dan metode pembelajaran yang digunakanterhadap prestasi belajar. Berdasarkan pengamatan tersebut di atas peneliti tertarikuntuk meneliti masalah ini ke dalam skripsi dengan judul “PENGARUH MOTIVASIBELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJARAKUNTANSI SISWA KELAS I JURUSAN AKUNTANSI SMK PELITANUSANTARA 1 SEMARANG”.
  24. 24. 71.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat diambildalam penelitian ini adalah:1. Apakah terdapat pengaruh antara motivasi belajar dan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang?2. Apakah terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang?3. Apakah terdapat pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang?1.3 Penegasan Istilah Judul yang dikemukakan oleh peneliti terdapat istilah-istilah yang perludijelaskan agar tidak terjadi salah penafsiran atau salah pengertian, oleh karena itupenulis akan membatasi istilah-istilah tersebut sehingga pembaca dapat mengerti apayang dimaksudkan peneliti. Adapun istilah yang perlu ditegaskan adalah:1. Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan yang memberikan arah kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai (Sardiman, 2006: 75).
  25. 25. 8 Motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah motivasi siswa dalam belajar akuntansi, baik dalam penyerapan materi yang telah diberikan oleh guru sampai pada penerapan ilmu dengan menyelesaikan soal-soal akuntansi.2. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur (Ahmadi, 1997: 52). Metode pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah metode-metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi akuntansi.3. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2003: 895). Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai siswa dalam mata diklat produktif akuntansi 2 yang dapat diketahui dari nilai ulangan per kompetensi dan sejauh mana keberhasilan terhadap materi yang diterima.1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini untuk:1. Mengetahui pengaruh antara motivasi belajar dan metode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang.
  26. 26. 92. Mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang.3. Mengetahui pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang.1.5 Manfaat Penelitian1. Manfaat Teoritis Memberikan masukan dalam rangka penyusunan teori dan konsep-konsep baru terutama untuk mengembangkan bidang ilmu pendidikan khususnya ilmu akuntansi.2. Manfaat Praktis a. Bagi Siswa Diharapkan siswa selalu meningkatkan motivasi belajar akuntansi pada khususnya. b. Bagi Guru Mendorong guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang bisa menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap akuntansi dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan efektif dalam penyampaian materinya. c. Bagi Sekolah Sekolah dapat lebih meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk keseluruhan mata pelajaran pada umumnya.
  27. 27. 10 d. Bagi Peneliti Merupakan wahana latihan pengembangan ilmu pengetahuan melalui kegiatan penelitian.1.6 Sistematika Skripsi Untuk mengetahui gambaran isi dari penelitian ini maka peneliti membuatsistematika secara garis besar. Adapun sistematikanya sebagai berikut:BAB I Pendahuluan yang berisikan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika skripsi.BAB II Landasan teori yang berisikan teori yang dijadikan landasan teoritis dalam penelitian yang menjadi acuan untuk mengajukan hipotesis.BAB III Metode penelitian yang berisikan mengenai populasi penelitian, sampel penelitian, pilot tes, variabel penelitian, sumber data, metode pengumpulan data serta metode analisis data.BAB IV Hasil penelitian dan pembahasan berisikan mengenai hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada siswa kelas I jurusan akuntansi SMK Pelita Nusantara 1 Semarang.BAB V Penutup yang berisikan simpulan dan saran yang dapat membantu dalam pengembangan pendidikan di SMK Pelita Nusantara 1 Semarang.Pada bagian akhir skripsi terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
  28. 28. 11 BAB II LANDASAN TEORI2.1 Tinjauan Prestasi Belajar Akuntansi2.1.1 Hakekat Belajar Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia danmencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Perubahan perilaku terjadikarena didahului oleh proses pengalaman. Dari pengalaman yang satu ke pengalamanyang lain akan menyebabkan proses perubahan. Perubahan ini tidak hanya berkaitandengan penambahan ilmu pengetahuan tetapi juga kecakapan, ketrampilan, sikap,pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri. "Belajar tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penyusunan, kebiasaan,persepsi, kesenangan atau minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilanlain dan cita-cita" (Hamalik, 2002:45). Dengan demikian seseorang dikatakan belajarapabila terjadi perubahan pada diri orang yang belajar akibat adanya latihan danpengalaman melalui interaksi dengan lingkungan. Belajar akuntansi berbeda dengan belajar mata pelajaran yang lainnya.Karena dalam belajar akuntansi membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan ketrampilandalam bentuk latihan yang kontinyu. Latihan merupakan cara belajar yang tepatkarena memiliki andil yang cukup besar dalam mempelajari akuntansi sehinggamencapai hasil belajar yang optimal. 11
  29. 29. 122.1.2 Ciri-ciri Belajar Hakekat belajar adalah perubahan tingkah laku sehingga menurut Djamarah(2002:15) belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:1. Belajar adalah perubahan yang terjadi secara sadar.2. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional.3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.4. Perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara.5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah.6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Menurut aliran Humanis bahwa setiap orang menentukan sendiri tingkahlakunya. Orang bebas memilih sesuai dengan kebutuhannya. Tidak terikat padalingkungan. Hal ini sesuai dengan Wasty Sumanto yang dikutip dari Darsono(2000:18) bahwa tujuan pendidikan adalah membantu masing-masing individu untukmengenal dirinya sendiri sebagai manusia yang unik dan membantunya dalammewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri masing-masing. Menurut pandangan dan teori Konstruktivisme (Sardiman, 2006:37) belajarmerupakan proses aktif dari si subyek belajar untuk merekonstruksi makna, sesuatuentah tes, kegiatan dialog, pengalaman fisik dan lain-lain. Belajar merupakan prosesmengasimilasi dan menghubungkan dengan pengalaman atau bagian yangdipelajarinya dari pengertian yang dimiliki sehingga pengertiannya menjadiberkembang. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa ciri atau prinsip dalam belajarmenurut Paul Suparno seperti dikutip oleh Sardiman (2006: 38) yang dijelaskansebagai berikut:
  30. 30. 131. Belajar mencari makna. Makna diciptakan siswa dari apa yang mereka lihat, dengar, rasakan, dan alami.2. Konstruksi makna adalah proses yang terus menerus.3. Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta, tetapi merupakan pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian yang baru. Belajar bukanlah hasil perkembangan tetapi perkembangan itu sendiri.4. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subyek belajar dengan dunia fisik dengan lingkungannya.5. Hasil belajar seseorang tergantung pada apa yang telah diketahui si subyek belajar, tujuan, motivasi yang mempengaruhi proses interaksi dengan bahan yang telah dipelajari. Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka proses mengajar bukanlahkegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa tetapi suatu kegiatan yangmemungkinkan siswa merekonstruksi sendiri pengetahuannya dan menggunakanpengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu gurusangat dibutuhkan untuk membantu belajar siswa sebagai perwujudan perannyasebagai mediator dan fasilitator.2.1.3 Prinsip-prinsip Belajar Untuk melengkapi berbagai pengertian dan makna belajar, perlu dikemukakanprinsip-prinsip yang berkaitan dengan belajar. Menurut Slameto (2003:27-28)seorang guru atau calon guru perlu mengetahui prinsip-prinsip belajar yaitu prinsip-prinsip belajar yang harus dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang berbeda danoleh setiap siswa secara individual. Beberapa prinsip belajar yang perlu diketahuiantara lain:1. Berdasarkan prasyarat yang diperlukan untuk belajar a. Dalam belajar setiap siswa harus diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan instruksional.
  31. 31. 14 b. Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan instruksional. c. Belajar perlu lingkungan yang menantang di mana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektif. d. Belajar perlu ada interaksi siswa dengan lingkungannya.2. Sesuai hakikat belajar a. Belajar itu proses kontinyu maka harus tahap demi tahap menurut perkembangannya. b. Belajar adalah proses organisasi, adaptasi, eksplorasi dan discovery. c. Belajar adalah proses kontinguitas (hubungan antara pengertian yang satu dengan pengertian yang lain) sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan.3. Sesuai materi atau bahan yang harus dipelajari a. Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur, penyajian yang sederhana, sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya. b. Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapai.4. Syarat keberhasilan belajar a. Belajar memerlukan sarana yang cukup sehingga siswa dapat belajar dengan tenang. b. Repetisi, dalam belajar mengajar perlu ulangan berkali-kali agar pengertian/ketrampilan/sikap itu mendalam pada siswa.
  32. 32. 152.1.4 Teori-teori Belajar Menurut Sardiman (2006:30-36) selama perkembangan sejarah psikologi, kitabanyak sekali mengenal aliran psikologi. Setiap aliran tersebut mempunyaipandangan sendiri mengenai belajar. Berikut ini adalah beberapa teori tentang belajar:1. Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Daya Menurut teori ini, jiwa manusia terdiri dari bermacam-macam daya. Masing-masing daya dapat dilatih dalam rangka untuk memenuhi fungsinya. Untuk melatihdaya itu dapat digunakan berbagai cara atau bahan. Misalkan untuk melatih dayaingat dalam belajar dengan menghafalkan kata-kata atau angka, istilah-istilah asing.2. Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Gestalt Teori ini berpandangan bahwa keseluruhan lebih penting dari bagian-bagian/unsur. Sehingga dalam kegiatan belajar berawal dari pengamatan. Pengamatanitu penting dilakukan secara menyeluruh. Sehingga berdasarkan teori ini mudah atausukarnya suatu pemecahan masalah tergantung pada pengamatan. Menurut aliranteori ini, seseorang belajar jika mendapatkan insight. Insight ini diperoleh kalauseseorang melihat hubungan tertentu antara berbagai unsur dalam situasi tertentu. Dari aliran ilmu jiwa Gestalt memberikan beberapa prinsip yang penting,antara lain:a. Manusia bereaksi dengan lingkungannya secara keseluruhan, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara fisik, emosional, sosial dan sebagainya.b. Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan.c. Manusia berkembang secara keseluruhan sejak dari kecil sampai dewasa, lengkap dengan segala aspek-aspeknya.d. Belajar adalah perkembangan ke arah diferensiasi yang lebih luas.e. Belajar hanya berhasil apabila tercapai kematangan untuk memperoleh insight.
  33. 33. 16f. Tidak mungkin ada belajar tanpa ada kemauan untuk belajar, motivasi memberi dorongan yang menggerakkan seluruh organisme.g. Belajar akan berhasil kalau ada tujuan.h. Belajar merupakan suatu proses bila seseorang itu aktif, bukan ibarat suatu bejana yang diisi.3. Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Asosiasi Ilmu jiwa asosiasi berprinsip bahwa keseluruhan itu sebenarnya terdiri daripenjumlahan bagian-bagian atau unsur-unsurnya. Dari aliran ini ada dua teori yangterkenal yakni:a. Teori Konektionisme Teori ini mengatakan belajar adalah pembentukan hubungan antara stimulusdan respon, antara aksi dan reaksi. Antara stimulus dan respon ini akan terjadi suatuhubungan yang erat kalau sering dilatih. Berkat latihan yang terus menerus, hubunganantara stimulus dan respon itu akan terbiasa, otomatis.b. Teori Conditioning Teori ini mengemukakan bahwa seseorang akan melakukan sesuatu kebiasaankarena adanya suatu tanda. Kondisi yang diciptakan merupakan syarat memunculkanrefleks bersyarat.4. Teori Konstruktivisme Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankanbahwa pengetahuan kita itu adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Secarasederhana konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan kita merupakankonstruksi dari kita yang mengetahui sesuatu. Pengetahuan itu bukanlah suatu fakta
  34. 34. 17yang tinggal ditemukan, melainkan suatu perumusan yang diciptakan orang yangsedang mempelajarinya. Jadi seseorang yang belajar itu membentuk pengertian. Bettencourt dalam Sardiman (2006:37) menyimpulkan bahwa konstruktivismetidak bertujuan mengerti hakikat realitas tetapi lebih hendak melihat bagaimanaproses kita menjadi tahu tentang sesuatu. Jadi menurut teori konstruktivisme, belajaradalah kegiatan yang aktif dimana si subjek belajar membangun sendiripengetahuannya. Subjek belajar juga mencari sendiri makna dari sesuatu yang merekapelajari.5. Teori belajar dari R. Gagne Dalam masalah belajar, Gagne memberikan dua definisi:a. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku.b. Belajar adalah pengetahuan atau keterampilan yang diperoleh dari instruksi. Gagne mengatakan bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia dapatdibagi menjadi lima kategori yang disebut dengan the domainds of learning yaitusebagai berikut ini:1) Keterampilan motoris (motor skill) Dalam hal ini perlu koordinasi dari berbagai gerakan badan misalnya melempar bola, main tenis, mengemudi mobil dan sebagainya.
  35. 35. 182) Informasi verbal Orang dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar, dalam hal ini dapat dimengerti bahwa untuk mengatakan sesuatu perlu intelegensi.3) Kemampuan intelektual Manusia mengadakan interaksi dengan dunia luar dengan simbol-simbol. Kemampuan belajar dengan cara inilah yang disebut dengan “kemampuan intelektual”.4) Strategi kognitif Strategi kognitif merupakan organisasi keterampilan yang internal (internal organized skill) yang perlu untuk belajar mengingat dan berpikir. Kemampuan ini berbeda dengan kemampuan intelektual, karena ditujukan ke dunia luar dan tidak dapat dipelajari hanya dengan berbuat satu kali serta memerlukan perbaikan-perbaikan terus menerus.5) Sikap Kemampuan ini tak dapat dipelajari dengan ulangan-ulangan, tidak tergantung atau dipengaruhi oleh hubungan verbal seperti halnya domain yang lain. Sikap ini penting dalam proses belajar, tanpa kemampuan ini belajar tak akan berhasil dengan baik. Berdasarkan teori-teori belajar yang dijelaskan di atas teori yang sesuaidengan motivasi adalah teori belajar menurut R. Gagne yang menyebutkan bahwabelajar adalah proses untuk memperoleh motivasi. Sedangkan teori yang sesuai
  36. 36. 19dengan faktor ekstern yang mempengaruhi prestasi yang sedang dikaji oleh penelitiyaitu metode pembelajaran adalah teori konstruktivisme. Teori ini meyebutkan bahwaproses belajar mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kesubjek belajar/siswa, tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan subjek belajarmerekonstruksi pengetahuannya. Mengajar adalah bentuk partisipasi dengan subjekbelajar dalam membentuk pengetahuan dan membuat makna, mencari kejelasan danmembentuk justifikasi. Karena itu guru mempunyai peran yang penting sebagaimediator dan fasilitator untuk membantu optimalisasi belajar siswa dengan caramenggunakan metode-metode mengajar yang tepat.2.1.5 Pengertian Prestasi Belajar Akuntansi "Belajar adalah suatu tingkah laku atau kegiatan dalam rangkamengembangkan diri, baik dalam aspek kognitif, psikomotorik, maupun sikap"(Darsono, 2000:64). Ketiga aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang tidakterpisahkan. Oleh karena itu dalam kegiatan belajar mengajar harus berjalan secaraefektif agar mampu mempengaruhi hasil belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan,dikerjakan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2003: 895). Prestasi belajar adalah buktikeberhasilan dari seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar ataumempelajari sesuatu. Sedangkan menurut Tu’u (2004:75) prestasi belajar adalahpenguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran,lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
  37. 37. 20 Prestasi belajar akuntansi merupakan hasil belajar yang telah dicapai padamata pelajaran akuntansi yang ditunjukkan nilai tes atau angka yang diberikan olehguru akuntansi. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa prestasibelajar akuntansi merupakan hasil yang telah dicapai oleh peserta didik dalamkegiatan belajar yang ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai dari hasil evaluasiyang diberikan oleh guru akuntansi.2.1.6 Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Slameto (2003:54) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajarada dua macam yaitu faktor internal dan faktor eksternal1. Faktor Internal adalah faktor yang ada dalam individu yang sedang belajar seperti:a. Faktor Jasmaniah, meliputi a) Faktor kesehatan Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan orang terganggu, selain itu juga akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, mengantuk, kurang darah atau gangguan fungsi alat indera. b) Cacat tubuh Cacat tubuh ini dapat berupa buta, tuli, patah kaki dan patah tangan.b. Faktor Psikologis, meliputi a) Intelegensi Siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. Siswa yang mempunyai intelegensi tinggi dapat berhasil dengan baik dalam
  38. 38. 21 belajarnya dikarenakan belajar dengan menerapkan metode belajar yang efisien. Sedangkan yang mempunyai intelegensi rendah perlu mendapatkan pendidikan khusus.b) Perhatian Perhatian menurut Ghazali yang dikutip oleh Slameto (2003:55) adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek benda/hal atau sekumpulan obyek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya.c) Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar.d) Bakat Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.e) Motivasi Seseorang akan berhasil dalam belajarnya bila mempunyai penggerak atau pendorong untuk mencapai tujuan. Penggerak atau pendorong inilah yang disebut dengan motivasi.
  39. 39. 22 f) Kematangan Kematangan adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Belajar akan berhasil bila anak sudah siap (matang). g) Kesiapan Kesiapan adalah kesediaan untuk memberikan respon atau bereaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar mengajar karena jika siswa sudah memiliki kesiapan dalam belajar maka hasil belajarnya akan lebih baik.c. Faktor Kelelahan Kelelahan dibedakan menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglai, sedangkan kelelahan rohani terlihat dengan kelesuan dan kebosanan.2. Faktor Eksternala. Keadaan keluarga Keluarga merupakan lingkungan utama dalam proses belajar. Keadaan yangada dalam keluarga mempunyai pengaruh yang besar dalam pencapaian prestasibelajar misalnya cara orang tua mendidik, relasi anggota keluarga, suasana rumah,keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua.b. Keadaan sekolah Lingkungan sekolah adalah lingkungan di mana siswa belajar secarasistematis. Kondisi ini meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan
  40. 40. 23siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, metode belajar danfasilitas yang mendukung lainnya.c. Keadaan masyarakat Siswa akan mudah kena pengaruh lingkungan masyarakat karenakeberadaannya dalam lingkungan tersebut. Kegiatan dalam masyarakat, mass media,teman bergaul, lingkungan tetangga merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhisiswa sehingga perlu diusahakan lingkungan yang positif untuk mendukung belajarsiswa. Dari berbagai faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhiprestasi belajar siswa maka peneliti mengkaji motivasi belajar dan metodepembelajaran.2.2 Motivasi Belajar2.2.1 Pengertian Motivasi Melakukan perbuatan mengajar secara relatif tidak semudah melakukankebiasaan yang rutin dilakukan. Oleh karena itu diperlukan adanya sesuatu yangmendorong kegiatan belajar agar semua tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Haltersebut adalah adanya motivasi. Menurut Syamsu (1994: 36) motivasi berasal darikata motif yang berarti keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untukbertindak melakukan suatu kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan. Menurut Whittaker yang dikutip Darsono (2000:61) motivasi adalah suatuistilah yang sifatnya luas yang digunakan dalam psikologi yang meliputi kondisi-kondisi atau keadaan internal yang mengaktifkan atau memberi kekuatan pada
  41. 41. 24organisme dan mengarahkan tingkah laku organisme mencapai tujuan. Sedangkanmenurut Winkel motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif pada saat-saatmelakukan percobaan, sedangkan motif sudah ada dalam diri seseorang jauh sebelumorang itu melakukan suatu perbuatan. Menurut Nasution (2000: 73) motivasi adalahsegala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam psikologi motivasi diartikan sebagai suatu kekuatan yang terdapatdalam diri manusia yang dapat mempengaruhi tingkah lakunya untuk melakukankegiatan. Sedangkan menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004: 83),motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari danmengarahkan perbuatan belajar. "Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakansebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatanbelajar, yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan yang memberikan arahkegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapattercapai" (Sardiman, 2006: 75). Sedangkan menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sardiman (2006: 73)motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai denganmunculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Jadidalam penelitian ini motivasi belajar diartikan sebagai dorongan yang ada dan timbuldalam diri siswa untuk belajar atau meningkatkan pengetahuan serta pemahamanakuntansinya. Sesuai dengan pengertian motivasi yang dijelaskan di atas, bahwa tidak perludipertanyakan lagi pentingnya motivasi bagi siswa dalam belajar. Di dalam kenyataan
  42. 42. 25motivasi belajar tidak selalu timbul dalam diri siswa. Ada sebagian siswa yangmempunyai motivasi tinggi namun ada juga yang rendah motivasinya. Oleh karenaitu seorang guru harus bisa membangkitkan motivasi yang terdapat dalam diri siswaagar dapat mencapai tujuan belajar. Bagi siswa yang sudah mempunyai motivasi,guru bertugas untuk meningkatkan motivasinya, jika guru dapat membangun motivasisiswa terhadap pelajaran yang diajarkan, diharapkan seterusnya siswa akan meminatipelajaran tersebut.2.2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi Dalam proses belajar motivasi dapat tumbuh maupun hilang atau berubahdikarenakan adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor-faktoryang mempengaruhi motivasi belajar yaitu:1. Cita-cita atau Aspirasi Cita-cita disebut juga aspirasi adalah suatu target yang ingin dicapai.Penentuan target ini tidak sama bagi semua siswa. Cita-cita atau aspirasi adalahtujuan yang ditetapkan dalam suatu kegiatan yang mengandung makna bagiseseorang, Winkel (1989:96) dalam Darsono. Aspirasi ini bisa bersifat positif dannegatif, ada yang menunjukkan keinginan untuk mendapatkan keberhasilan tapi adajuga yang sebaliknya. Taraf keberhasilan biasanya ditentukan sendiri oleh siswa danberharap dapat mencapainya.
  43. 43. 262. Kemampuan Belajar Dalam kemampuan belajar ini, taraf perkembangan berfikir siswa menjadiukuran. Jadi siswa yang mempunyai kemampuan belajar tinggi biasanya lebihtermotivasi dalam belajar.3. Kondisi Siswa Kondisi siswa yang mempengaruhi motivasi belajar berhubungan dengankondisi fisik dan kondisi psikologis. Biasanya kondisi fisik lebih cepat terlihat karenalebih jelas menunjukkan gejalanya daripada kondisi psikologis. Kondisi-kondisitersebut dapat mengurangi bahkan menghilangkan motivasi belajar siswa.4. Kondisi Lingkungan Kondisi lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan keluarga, lingkungansekolah dan lingkungan masyarakat. Ketiga lingkungan ini sangat berpengaruhterhadap motivasi belajar siswa.5. Unsur-unsur Dinamis dalam Belajar Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang keberadaannyadalam proses belajar tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah danbahkan hilang sama sekali, khususnya kondisi-kondisi yang sifatnya kondisional.6. Upaya Guru Membelajarkan Siswa Guru mempersiapkan diri dalam membelajarkan siswa mulai dari penguasaanmateri sampai dengan mengevaluasi hasil belajar siswa. Upaya tersebut berorientasipada kepentingan siswa diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar.
  44. 44. 272.2.3 Ciri-ciri motivasi belajar Menurut Sardiman (2006 :83) bahwa motivasi yang ada dalam diri seseorangmemiliki ciri-ciri sebagai berikut:1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah (minat untuk sukses).4. Mempunyai orientasi ke masa depan.5. Lebih senang bekerja mandiri.6. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang- ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).7. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).8. Tidak pernah mudah melepaskan hal yang sudah diyakini.9. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. Apabila seseorang telah memiliki ciri-ciri motivasi di atas maka orangtersebut selalu memiliki motivasi yang cukup kuat. Dalam kegiatan belajar mengajarakan berhasil baik, kalau siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkanberbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Selain itu siswa juga harus peka danresponsif terhadap masalah umum dan bagaimana memikirkan pemecahannya. Siswayang telah termotivasi memiliki keinginan dan harapan untuk berhasil dan apabilamengalami kegagalan mereka akan berusaha keras untuk mencapai keberhasilan ituyang ditunjukkan dalam prestasi belajarnya. Dengan kata lain dengan adanya usahayang tekun dan terutama didasari adanya motivasi maka seseorang yang belajar akanmelahirkan prestasi belajar yang baik.2.2.4 Bentuk-bentuk motivasi Menurut Sardiman (2006:92-95) ada beberapa bentuk dan cara untukmenumbuhkan motivasi dalam belajar di sekolah:
  45. 45. 281. Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Bagi siswaangka-angka itu merupakan motivasi yang kuat. Sehingga yang biasa dikejar siswaadalah nilai ulangan atau nilai-nilai pada raport angkanya baik-baik.2. Hadiah Hadiah dapat dikatakan sebagai motivasi tetapi tidak selalu karena hadiahuntuk suatu pekerjaan mungkin tidak akan menarik perhatian bagi seseorang yangtidak senang dan tidak berbakat dalam pekerjaan tersebut.3. Saingan atau kompetisi Saingan atau kompetisi dapat dijadikan sebagai alat motivasi untukmendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingankelompok dapat meningkatkan prestasi belajar.4. Ego-involvement Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas danmenerima sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan hargadiri adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akanberusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjagaharga dirinya.5. Memberi ulangan Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Memberiulangan seperti juga merupakan sarana motivasi.
  46. 46. 296. Mengetahui hasil Dengan mengetahui hasil pekerjaan apalagi kalau terjadi kemajuan akanmendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui grafik hasil belajarsemakin meningkat maka ada motivasi dalam diri siswa untuk terus belajar, dengansuatu harapan hasilnya terus meningkat.7. Pujian Pujian ini merupakan suatu bentuk reinforcement yang positif dan sekaligusmerupakan motivasi yang baik. Dengan pujian yang tepat yang menyenangkan danmempertinggi gairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.8. Hukuman Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secaratepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.9. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar.Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik memang ada motivasi untuk belajarsehingga hasilnya akan baik.10. Minat Motivasi sangat erat hubungannya dengan minat. Motivasi muncul karena adakebutuhan, begitu juga minat sehingga tepat kalau minat merupakan alat motivasiyang pokok. Proses belajar akan berjalan lancar kalau disertai dengan minat.
  47. 47. 3011. Tujuan yang diakui Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik olah siswa, merupakan alatmotivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang hendak dicapai,karena dirasa berguna dan menguntungkan maka akan timbul gairah untuk terusbelajar.2.2.5 Jenis motivasi belajar Menurut Sardiman (2006:89) ada berbagai jenis motivasi, yaitu:1. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang aktif atau berfungsinya tidak perludirangsang dari luar karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untukmelakukan sesuatu. Seorang siswa melakukan belajar karena didorong tujuan inginmendapatkan pengetahuan, nilai dan keterampilan.2. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karenaadanya perangsang dari luar. Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakansebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskanberdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitasbelajar.2.2.6 Fungsi motivasi belajar Menurut Sardiman (2006:85) bahwa motivasi selain berfungsi sebagaipendorong usaha dan pencapaian prestasi juga berfungsi sebagai berikut:
  48. 48. 311. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang telah dicapai.3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan mana yang akan dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan- perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Dari pendapat beberapa ahli tersebut maka dapat dikemukakan indikatormotivasi belajar dalam penelitian ini adalah:1. Tekun menghadapi tugas2. Keinginan untuk sukses3. Suka bekerja keras4. Berorientasi jauh ke depan2.3 Metode Pembelajaran2.3.1 Pengertian Metode Pembelajaran Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks, sehingga sulitmenentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. Metode adalah salah satualat untuk mencapai tujuan. Sedangkan "pembelajaran adalah suatu kegiatan yangdilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah ke arahyang lebih baik" (Darsono, 2000:24). Menurut Ahmadi (1997: 52) dikutip oleh YatikHidayanti, metode pembelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-caramengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain mengatakanbahwa metode pembelajaran merupakan teknik penyajian yang dikuasai oleh guruuntuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas, baik
  49. 49. 32secara individual ataupun secara kelompok agar pelajaran itu dapat diserap, dipahamidan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah strategipembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuanpembelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencarimetode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik olehsiswa. Mengajar secara efektif sangat bergantung pada pemilihan dan penggunaanmetode mengajar.2.3.2 Pemilihan dan Penentuan Metode Dalam proses belajar mengajar guru harus selalu mencari cara-cara baruuntuk menyesuaikan pengajarannya dengan situasi yang dihadapi. Metode-metodeyang digunakan pun haruslah bervariasi untuk menghindari kejenuhan pada siswa.Namun metode yang bervariasi ini tidak akan menguntungkan bila tidak sesuaidengan situasinya. Baik tidaknya suatu metode pembelajaran dipengaruhi olehberbagai faktor. Winarno Surakhmad dalam Djamarah mengatakan bahwa pemilihandan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:1. Anak didik Di ruang kelas guru akan berhadapan dengan sejumlah anak dengan latarbelakang kehidupan yang berlainan. Status sosial mereka juga bermacam-macam.Demikian juga dengan jenis kelamin serta postur tubuh. Pendek kata dari aspek fisikselalu ada perbedaan dan persamaan pada setiap anak didik. Sedangkan dari segiintelektual pun sama ada perbedaan yang ditunjukkan dari cepat dan lambatnya
  50. 50. 33tanggapan anak didik terhadap rangsangan yang diberikan dalam kegiatan belajarmengajar. Aspek psikologis juga ada perbedaan yaitu adanya anak didik yangpendiam, terbuka, dan lain-lain. Perbedaan dari aspek yang disebutkan di atasmempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang mana sebaiknya guru ambiluntuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam waktu yang relatif lamademi tercapainya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan secara operasional.2. Tujuan yang akan dicapai Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Halini dapat mempengaruhi penyeleksian metode yang harus digunakan. Metode yangdipilih guru harus sesuai dengan taraf kemampuan yang hendak diisi ke dalam dirisetiap anak didik. Jadi metode harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.3. Situasi belajar mengajar Situasi belajar mengajar yang diciptakan guru tidak selamanya sama. Makaguru harus memilih metode mengajar yang sesuai dengan situasi yang diciptakan. Diwaktu lain, sesuai dengan sifat bahan dan kemampuan yang ingin dicapai oleh tujuanmaka guru menciptakan lingkungan belajar secara berkelompok. Jadi situasi yangdiciptakan mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.4. Fasilitas belajar mengajar Fasilitas merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuanmetode mengajar. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak disekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metodemengajar.
  51. 51. 345. Guru. Latar belakang pendidikan guru diakui mempengaruhi kompetensi.Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalammemilih dan menentukan metode. Apalagi belum memiliki pengalaman mengajaryang memadai. Tetapi ada juga yang tepat memilihnya namun dalam pelaksanaannyamenemui kendala disebabkan labilnya kepribadian dan dangkalnya penguasaan atasmetode yang digunakan. Sedangkan kriteria pemilihan metode menurut Slameto (1991:98) adalaha. Tujuan pengajaran, yaitu tingkah laku yang diharapkan dapat ditunjukkan siswa setelah proses belajar mengajar.b. Materi pengajaran, yaitu bahan yang disajikan dalam pengajaran yang berupa fakta yang memerlukan metode yang berbeda dari metode yang dipakai untuk mengajarkan materi yang berupa konsep, prosedur atau kaidah.c. Besar kelas (jumlah kelas), yaitu banyaknya siswa yang mengikuti pelajaran dalam kelas yang bersangkutan. Kelas dengan 5-10 orang siswa memerlukan metode pengajaran yang berbeda dibandingkan kelas dengan 50-100 orang siswa.d. Kemampuan siswa, yaitu kemampuan siswa menangkap dan mengembangkan bahan pengajaran yang diajarkan. Hal ini banyak tergantung pada tingkat kematangan siswa baik mental, fisik dan intelektualnya.e. Kemampuan guru, yaitu kemampuan dalam menggunakan berbagai jenis metode pengajaran yang optimal.
  52. 52. 35f. Fasilitas yang tersedia, bahan atau alat bantu serta fasilitas lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengajaran.g. Waktu yang tersedia, jumlah waktu yang direncanakan atau dialokasikan untuk menyajikan bahan pengajaran yang sudah ditentukan. Untuk materi yang banyak akan disajikan dalam waktu yang singkat memerlukan metode yang berbeda dengan bahan penyajian yang relatif sedikit tetapi waktu penyajian yang relatif cukup banyak. Ahmadi (1997:53) yang dikutip Yatik Hidayanti mengemukakan syarat-syaratyang harus diperhatikan dalam penggunaan metode mengajar adalah:1. Metode mengajar harus dapat membangkitkan motif, minat atau gairah belajar siswa.2. Metode mengajar harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.3. Metode mengajar harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.4. Metode mengajar harus dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut, melakukan eksplorasi dan inovasi (pembaharuan).5. Metode mengajar harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.6. Metode mengajar harus dapat meniadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan pengalaman atau situasi yang nyata dan bertujuan.7. Metode mengajar harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai dan sikap- sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakanlingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah satukegiatan yang harus dilakukan adalah melakukan penentuan dan pemilihan metode.Suatu metode yang digunakan oleh guru untuk mengajar harus benar-benar dikuasai.Sehingga pada saat penggunaannya dapat menciptakan suasana interaksi edukatif.
  53. 53. 36Untuk menghindari kejemuan dan berhentinya minat siswa terhadap pelajaran yangdisampaikan maka hendaknya guru menggunakan metode yang bervariasi. Bahkanmetode yang digunakan dapat menumbuhkan keinginan siswa untuk belajar secaramandiri dengan menggunakan teknik tersendiri. Di dalam kelas guru menyampaikan bahan pelajaran. Bahan pelajaran ituakan kurang memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar lebih lanjut bilapenyampaiannya menggunakan strategi yang kurang tepat. Metode-metode yangdipilih dipergunakan berdasarkan manfaatnya, jadi seorang guru dikatakan kompetenbila ia memiliki khazanah cara penyampaian yang kaya dan memiliki kriteria yangakan digunakan untuk memilih cara-cara dalam menyajikan pengalaman belajarmengajar. Dalam proses belajar mengajar juga dibutuhkan alat bantu yang digunakanuntuk menghilangkan verbalitas. Sehingga siswa lebih cepat menyerap materi yangtelah disampaikan. Metode pembelajaran yang diterapkan guru hendaknya dapat mewujudkanhasil karya siswa. Siswa dituntun untuk dapat berfikir kritis dan kreatif denganmemberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan ide-idenya. Pemilihanmetode yang kurang tepat dengan sifat bahan dan tujuan pembelajaran menyebabkankelas kurang bergairah dan kondisi siswa kurang kreatif. Sehingga dengan penerapanmetode yang tepat dengan berbagai macam indikator tersebut dapat meningkatkanminat siswa pada bahan pelajaran yang disampaikan dan minat yang besar padaakhirnya akan berpengaruh terhadap prestasi yang akan diraihnya.
  54. 54. 372.3.3 Macam-macam Metode Pembelajaran Banyak macam metode pembelajaran yang dapat digunakan. Berikut iniadalah 9 macam metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajarmengajar dan diungkapkan peneliti antara lain:1. Metode ceramah Metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan (Ibrahim, 2003:106). a. Kelebihan metode ceramah 1) Guru lebih menguasai kelas 2) Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas 3) Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar 4) Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya 5) Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik b. Kelemahan metode ceramah 1) Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata). 2) Yang visual menjadi rugi, yang auditif (mendengar) lebih besar menerima. 3) Membosankan bila selalu digunakan dan terlalu lama. 4) Sukar menyimpulkan siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya.2. Metode tanya jawab Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat dua arah sebab pada saat yang sama terjadi
  55. 55. 38 dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. a. Kelebihan metode tanya jawab 1) Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. 2) Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan. 3) Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. b. Kelemahan metode tanya jawab 1) Siswa merasa takut bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang. 2) Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa. 3) Sering membuang banyak waktu. 4) Kurangnya waktu untuk memberikan pertanyaan kepada seluruh siswa.3. Metode diskusi Metode diskusi adalah bertukar informasi, berpendapat, dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas.
  56. 56. 39 a. Kelebihan metode diskusi 1) Merangsang kreatifitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan, prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan masalah. 2) Mengembangkan sikap saling menghargai pendapat orang lain. 3) Memperluas wawasan. 4) Membina untuk terbiasa musyawarah dalam memecahkan suatu masalah. b. Kelemahan metode diskusi 1) Membutuhkan waktu yang panjang. 2) Tidak dapat dipakai untuk kelompok yang besar. 3) Peserta mendapat informasi yang terbatas. 4) Dikuasai orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.4. Metode demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang cukup efektif sebab membantu para siswa untuk memperoleh jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu. a. Kelebihan metode demonstrasi 1) Menghindari verbalisme. 2) Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari. 3) Proses pengajaran lebih menarik. 4) Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.
  57. 57. 40 b. Kelemahan metode demonstrasi 1) Memerlukan keterampilan guru secara khusus. 2) Kurangnya fasilitas. 3) Membutuhkan waktu yang lama.5. Metode Eksperimen Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari (Djamarah, 2002:95). a. Kelebihan metode eksperimen 1) Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan. 2) Membina siswa membuat terobosan baru. 3) Hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk kemakmuran umat manusia. b. Kelemahan metode eksperimen 1) Cenderung sesuai bidang sains dan teknologi. 2) Kesulitan dalam fasilitas. 3) Menuntut ketelitian, kesabaran, dan ketabahan. 4) Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
  58. 58. 416. Metode latihan (drill) Metode latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari. a. Kelebihan metode latihan 1) Untuk memperoleh kecakapan motoris. 2) Untuk memperoleh kecakapan mental. 3) Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat. 4) Pembentukan kebiasaan serta menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan. 5) Pemanfaatan kebiasaan yang tidak membutuhkan konsentrasi. 6) Pembentukan kebiasaaan yang lebih otomatis. b. Kelemahan metode latihan 1) Menghambat bakat dan inisiatif siswa. 2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. 3) Monoton, mudah membosankan. 4) Membentuk kebiasaan yang kaku. 5) Dapat menimbulkan verbalisme.7. Metode pemberian tugas (resitasi) Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.
  59. 59. 42 a. Kelebihan metode resitasi 1) Merangsang siswa dalam melaksanakan aktivitas belajar baik individual maupun kelompok. 2) Dapat mengembangkan kemandirian. 3) Membina tanggung jawab dan disiplin siswa. 4) Mengembangkan kreatifitas siswa. b. Kelemahan metode resitasi 1) Sulit dikontrol. 2) Khusus tugas kelompok yang aktif siswa tertentu. 3) Sulit memberikan tugas yang sesuai perbedaan individu. 4) Menimbulkan kebosanan.8. Metode Karyawisata Melalui metode ini siswa-siswa diajak mengunjungi tempat-tempat tertentu di luar sekolah. Tempat-tempat yang akan dikunjungi dan hal-hal yang perlu diamati telah direncanakan terlebih dahulu, dan setelah kegiatan siswa diminta membuat laporan. a. Kelebihan metode karyawisata 1) Memiliki prinsip pengajaran modern dengan memanfaatkan lingkungan nyata. 2) Membuat relevansi antara apa yang dipelajari dengan kebutuhan di masyarakat. 3) Merangsang kreatifitas siswa.
  60. 60. 43 4) Bahan pelajaran lebih luas dan aktual. b. Kelemahan metode karyawisata 1) Kurangnya fasilitas. 2) Perlu perencanaan yang matang. 3) Perlu koordinasi agar tidak tumpah tindih waktu. 4) Mengabaikan unsur studi. 5) Kesulitan mengatur siswa yang banyak.9. Metode Sosiodrama Metode yang digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai dan memecahkan masalah- masalah yang dihadapi dalam hubungan sosial dengan orang-orang di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam pelaksanaannya siswa diberikan peran tertentu dan melaksanakan peran tersebut serta mendiskusikannya di kelas. (Ibrahim, 2003: 107). a. Kelebihan metode sosiodrama 1) Melatih siswa untuk melatih, memahami dan mengingat isi bahan yang akan didramakan. 2) Melatih siswa berinisiatif dan berkreatif. 3) Memupuk bakat. 4) Menumbuhkan dan membina kerjasama. 5) Mendapat kebiasaan untuk membagi tanggung jawab. 6) Membina tata bahasa siswa.
  61. 61. 44 b. Kelemahan metode sosiodrama 1) Kurang kreatif bagi anak yang tidak ikut dalam drama. 2) Banyak memakan waktu. 3) Memerlukan tempat yang luas. 4) Mengganggu kelas lain karena gaduh. Metode-metode yang sering digunakan dalam kegiatan belajar mengajarakuntansi adalah metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metodelatihan dan metode resitasi. Dari pendapat beberapa ahli tersebut maka dapat dikemukakan indikatormetode pembelajaran dalam penelitian ini adalah:1. Mendidik belajar sendiri2. Menumbuhkan keinginan belajar lebih lanjut3. Meniadakan verbalitas4. Kesempatan mewujudkan hasil karya2.4 Kajian Tentang Akuntansi Akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakaninformasi yang diperlukan untuk melakukan kegiatan secara efisien dan mengevaluasikegiatan-kegiatan suatu organisasi, bila ditinjau dari sudut pemakainya. Sedangkanbila ditinjau dari proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai prosespencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangansuatu organisasi. (Haryono Jusuf: 2001: 5). Sedangkan definisi akuntansi menurutbuku A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) yang dikutip Syafri (2003:
  62. 62. 454) adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasiekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatifdalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya. Akuntansi sebagai suatu sistem informasi diperlukan oleh berbagai pihak baikdari kalangan intern maupun dari luar organisasi yang menyelenggarakan akuntansitersebut. Secara garis besar pihak-pihak tersebut adalah:1. Manajer Manajer perusahaan menggunakan akuntansi untuk menyusun perencanaan perusahaannya, mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan, dan melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan.2. Investor Para investor melakukan penanaman modal dalam perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya. Oleh karena itu mereka harus mengevaluasi pendapatan yang diperkirakan dari investasinya.3. Kreditur Kredit diberikan kepada calon penerima kredit bila mereka dipandang mampu untuk mengembalikan bunga dan kredit tepat waktu. Untuk itu kreditur selalu meminta laporan keuangan calon nasabah untuk dinilai.4. Instansi Pemerintah Badan-badan pemerintah tertentu membutuhkan informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya
  63. 63. 46 melalui pasar modal untuk menetapkan pajak perusahaan atau mengawasi perusahaan.5. Organisasi Nirlaba Meskipun organisasi ini tidak bertujuan untuk mencari laba tetapi mereka tetap berurusan dengan soal keuangan karena mereka harus mempunyai anggaran, membayar tenaga kerja, membayar listrik dan sewa serta urusan keuangan lainnya.6. Pemakai Lainnya Informasi akuntansi diperlukan oleh berbagai pihak lain untuk kepentingan tertentu, misalnya oleh organisasi buruh. para buruh membutuhkan informasi tentang laba perusahaan dan kadang-kadang juga informasi lain dalam rangka mengajukan kenaikan gaji atau tunjangan-tunjangan lain dari perusahaan tempat mereka bekerja. Jabatan-jabatan dalam lapangan akuntansi dapat dikelompokkan dalamberbagai bidang. Pada umumnya dibedakan menjadi dua bidang yaitu akuntansipublik dan akuntansi intern. Akuntan Publik adalah akuntansi yang memberikanjasanya untuk melayani kepada masyarakat. Untuk itu akuntansi publik menerimaimbalan jasa dari pemakai jasa. Sedangkan Akuntan Intern adalah akuntan yangbekerja pada suatu perusahaan tertentu. Perbedaannya akuntan intern hanyamelakukan pekerjaan untuk kepentingan perusahaan dimana ia bekerja.
  64. 64. 472.5 Kerangka Berpikir Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah lakusebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Belajardikatakan berhasil bila siswa dalam melakukan kegiatan berlangsung secara intensifdan optimal sehingga menimbulkan pengaruh tingkah laku yang bersifat tetap.Perubahan tingkah laku sebagai akibat belajar dipengaruhi banyak faktor. Dari faktor-faktor yang mempengaruhinya secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu faktorintern (dari dalam) diri subjek belajar dan faktor ekstern (dari luar) diri subjek belajar. Dari pembicaraan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatanbelajar tidak hanya ditekankan pada faktor intern saja melainkan juga faktor ekstern.Faktor intern menyangkut faktor jasmaniah, psikologis dan kelelahan. Faktor internyang relevan dengan persoalan reinforcement adalah faktor psikologis, sehinggafaktor psikologis dijadikan tinjauan khususnya dalam faktor intern. Sedangkan faktorekstern menyangkut faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keseluruhan faktoryang berpengaruh terhadap belajar mempunyai andil yang sama besar dalammemberikan dasar dan kemudahan dalam pencapaian tujuan belajar yang optimal. Faktor psikologis yang termasuk di dalamnya adalah intelegensi, perhatian,minat, bakat, motivasi, kematangan, kesiapan dan lainnya yang mempunyai peranpenting dalam pemahaman bahan pelajaran, dan pada akhirnya penguasaan terhadapbahan pelajaran tersebut lebih cepat dan efektif. Di antara berbagai faktor psikologistersebut motivasi merupakan hal yang penting dan menunjang keberhasilan siswadalam belajar.
  65. 65. 48 Motivasi merupakan salah satu unsur yang penting dalam melakukankegiatan. Dalam melakukan sesuatu motivasi dapat dijadikan sebagai pendorong ataupenggerak. Motivasi sangat dibutuhkan dalam pemahaman bahan pelajaran disekolah. Bila belajar berhasil maka akan timbul motivasi dengan sendirinya danmenimbulkan keinginan untuk lebih banyak belajar. Sukses dalam belajar akanmembangkitkan motivasi belajar. Masalah motivasi bukan soal memberikan motivasitetapi mengatur kondisi belajar sehingga memberikan reinforcement (Skinner, 1968). Motivasi merupakan hal yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar.Dengan adanya motivasi maka prestasi belajar akan optimal. Semakin tepat motivasiyang diberikan guru maka kegiatan belajar mengajar akan semakin berhasil. Motivasiakan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar peserta didik. Motivasi berkaitandengan suatu tujuan. Sehubungan dengan hal di atas, motivasi berfungsi sebagai penggerak ataumotor yang melepaskan energi, menentukan arah perbuatan yakni ke arah tujuan yanghendak dicapai dan menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apayang harus dikerjakan, yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkanperbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat (Sardiman, 2006: 85). Selain itu motivasijuga dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Adanyamotivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Belajar akuntansi sering dianggap sulit tetapi bila siswa sudah memilikimotivasi yang tinggi dalam belajar akuntansi maka tidak akan mudah putus asa padasaat menghadapi kesulitan dalam belajar akuntansi. Siswa yang mempunyai motivasi

×