Artikel dan berita tentang makalah kritisisme dalam filsafat ilmu mungkin telah berada pada daftarposting yang telah dipub...
Kant kerap dipandang sebagai tokoh paling menonjol dalam bidang filsafat setelah era yunani kuno.Perpaduannya antara rasio...
kepada pengalaman, a posteoriri, dan terinspirasi oleh aristoteles. Pertama kant kant beranggapankedua paham tersebut sama...
Sebuah ide bukanlah merupakanpengetahuan. Karena ide harus dikombinasiakn dengan idea lainsehingga menjadi pertimbangan me...
d) Agama dalam ikatan akal terdiri dari moralitas. Kristianitas adalah moralitas yang abadi.Kritik atas pertimbangana) Kri...
pernyataan misalnya meja itu bagus disini predikat dihubungkan dengan subyek berdasakanpengalaman indrawi. Ketiga , putusa...
Kant mengatakan bahwa pengalaman kita berada dalam bentuk-bentuk yang ditentukan olehperangkat indrawi kita, maka hanya da...
Kritisisme Immanuel Kant. Yang mana pemikiran Immanuel Kant yakni penggabungan dua ajaranyang saling bertentangan yakni Ra...
yang menderita tipus pasti terdapat kuman tipus; dan bila tidak terdapat kuman itu maka orang itutidak akan menderita tipu...
4. Yang sintetis a posterioriPengetahuan a priori adalah pengetahuan yang tidak tergantung pada adanya pengalaman atau,yan...
Data-data inderawi harus dibuktikan dulu dengan 12 kategori tadi, baru dapat diputuskan, itulahproses Kritisisme Rasionali...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Artikel dan berita tentang makalah kritisisme dalam filsafat ilmu mungkin telah berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini

9,603 views
9,438 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,603
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
104
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Artikel dan berita tentang makalah kritisisme dalam filsafat ilmu mungkin telah berada pada daftar posting yang telah dipublis pada situs ini

  1. 1. Artikel dan berita tentang makalah kritisisme dalam filsafat ilmu mungkin telah berada pada daftarposting yang telah dipublis pada situs ini, namun mungkin anda belum menuliskan kata kunci yangtepat, bila belum menemukan yang sesuai dengan makalah kritisisme dalam filsafat ilmu, Andadapat melakukan pencarian dengan kata kunci yang lain, pada search di situs kafeilmu ini, ataudengan melihat daftar post berikut ini yang mungkin mempunyai materi yang diinginkan. Serta kamisertakan pula beberapa situs lain yang membahas makalah kritisisme dalam filsafat ilmu. Anda jugabisa request untuk memuat artikel tentang makalah kritisisme dalam filsafat ilmu pada kolomkomentar. Bahkan anda dapat juga dapat mengirimkan artikel Anda ke email kami,mykafes@gmail.com.Read more: http://kafeilmu.com/tema/makalah-kritisisme-dalam-filsafat-ilmu.html#ixzz1b3J0887QMakalah Kritisisme immanuel kantPendahuluanImmanuel kant adalah filsuf modern yang paling berpengaruh. Pemikirannya yang analisis dan tajammemasang patok-patok yang mau tak mau menjadi acuan bagi segenap pemikiran filosofiskemudian, terutama dalam bidang epistimologi, metafisika dan etika.Kant dilahirkan di Konigsberg, prusia. Pada usia delapan tahun kant menjadi murid di gymnasium.Pada tahun 1740 kant meninggalkan gymnasium dan melanjutkan studinya tentang teologi diuniversits Konigsberg . Namun perhatiannya justru tercurah pada filsafat, ilmu pasti dan fisika.Karena tidak mampu membiayai studinya, kant memperoleh uang studinya dari beasisiwa. Sebagaiseorang pribadi kant tidak memilki pribadi yang bergejolak dan tantangan seperti misalnya yangdialami oleh Ocrates, Bruno, Spinoza.Setelah belajar filsafat, fisika dan ilmu pasti, kemudian ia menjadi guru besar dalam ilmu logika danmetafisika, juga di konigsbergen. Hidupnya dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pra-kritisdan tahap kritis , dengan kira-kira tahun 1770 sebagai garis perbatasannya, yaitu ketika ia menerimajabatan guru besar. Sejak itu ia menyodorkan filsafatnya kepada dunia dengan penuh kepastian,sedang sebelumnya masih terdapat perubahan perubahan dalam tulisan tulisannya. Semula kantdipengaruhi oleh rasionalisme Leibniz dan wolf, kemudian dipengaruhi oleh empirisme Hume,sedang Roussea juga menampakkan pengaruhnnya. Menurrut kant sendiri Humelah yangmenjadikan ia bangun dari tidurnya dalam dogmatism. Hume berpendapat bahwa empiris adalahsebuah pengetahuan yang tak lebih dari kesan kesan indrawi saja, namun kant bertentangandenagan filsafat hume. Kant menulis tentang berbagai masalah dari bidang ilmu alam, ilmu pasti,dan filsafat. Kemudian, selama 11 tahun tak ada tulisan kant apapun, itulah saat pemikiran kantberubah.Pembahasan
  2. 2. Kant kerap dipandang sebagai tokoh paling menonjol dalam bidang filsafat setelah era yunani kuno.Perpaduannya antara rasionalisme dan empirisme yang ia sebut dengan kritisisme, ia mengatakanbahwa pengalaman kita berada dalam bentuk-bentuk yang ditentukan oleh perangkat indrawi kita,maka hanya dalam bentuk-bentuk itulah kita menggambarkan eksitensi segala hal. Kant denganpemikirannya membangun pemikiran baru, yakni yang disebut denagan kritisisme yang dilawankanterhadap seluruh filsafat sebelumnnya yang ditolaknya sebagai dogmatisme. Artinya, filsafatsebelumnnya yang ditolaknya sebagai dogmatism. Artinya, filsafat sebelum dianggap kant domatiskarena begitu saja kemampuan rasio manusia dipercaya, padahal batas rasio harus diteliti dulu .Yang dimaksud dengan dogmatisme adalah filsafat yang mendasarkan pandangannya kepadapengertian Allah atau subtansi atau monade, tanpa menghiraukan rasio telah memiliki pengertiantentang hakekatnya sendiri, luas dan batas kemampuannya. Filsafat bersifat dogmatis menerimakebenaran-kebenaran asasi agama dan dasar ilmu pengetahuan begitu saja, tanpa mempertanggungjawabkan secara kritis. Dogmatisme menganggap pengenalan obyektif sebagai hal yang sudahsendirinya. Sikap demikian, menurut kant adalah ssalah. Orang harus bertanya: “bagaimanapengenalan obyektif mungkin?”. Oleh karena itu penting sekali menjawab pertanyaan mengenaisysrat syarat kemungkinan adanyua pengenalan dan batas batas pengenalan itu.Filsafat kant disebut dengan kritisime. Itulah sebab ketiga karyanya yang besar disebut “kritik”, yaitukritik der reinen vernunft, atau kritik atas rasio murni (1781), kritik der praktischen vernunft, ataukritik atas rasio praktis (1788) dan kritik der urteilskraft, atau kritik ats daya pertimbangan (1790).Secara harfiah kata kritik berarti pemisahan. Filsafat kant bermaksud membed-bedakan antarapengenalan yang murni dan yang tidak murni, yang tiada kepastiannya. Ia ingin membersihkanpengenalan dari keterikatan kepada segala penampakan yang bersiifat sementara. Jadi filsafatnyadimaksud sebagai penyadaran atas kemampuan—kemampuan rasio secar obyektif dan menentukanbatas-batas kemampuannya, untuk member tempat kepada iman dan kepercayaan.Menurut kant, pemikiran telah mencapai arahnya yang pasti didalam ilmu pengetahuan pasti- alam,seperti yang telah disusun oleh newton. Ilmu pengetahuan pasti-alam itu telah mengajarkan kita,bahwa perlu sekali kita terlebih dahulu secar akritis meneliti pengenalan.pertanyaannya kenapa Immanuel Kant menyatakan filsafatnya kritisisme:Karena kant menggabungkan kedua faham yang bersebrangan, yaitu rasionalisme eropa yangteoritis, a priori, sesuai rasio, dan terinspirasi oleh plato, serta empirisme inggris yang berpijak
  3. 3. kepada pengalaman, a posteoriri, dan terinspirasi oleh aristoteles. Pertama kant kant beranggapankedua paham tersebut sama baiknya dan bias digabungkan untuk mencapai hal yang sempurna.Apesteori menurut istilah adalah menunjukkan sejenis pengetahuan yang dapat dicapai hanya daripengalaman, maka dari itu pengetahauan dapat dirumuskan hanya setelah observasi daneksperimen. Lawan dari a priori.Apriori digunakan, kontras dengan aposteriori, unutk mengacu kepada kesimpulan-kesimpulan yangdiasalkan dari apa yang sudah ditentukan, dan bukan dari pengalaman . apriori berarti tidakbergantung pada pengalaman inderawi.kant sebenarnya meneruskan perjuangan Thomas Aquinas yang pernah melakukannya. Kant sendirisemula ia berpegang teguh kepada rasionalisme, karena dia adalah orang jerman yang semulamemegang teguh tentang ajaran rasionalisme. Namun ia juga tertarik tentang empirisme yangdikembangkan oleh David Hume seorang filosof inggris. Dan sejak itulah kant merasa bahwarasionalisme dan empirisme dapat digabungkan dan merupakan sebuah bagian yang dapatmelengkapi satu sama lain.Immanuel kant mengkritik empirisme, ia berpendapat bahwa empirisme harus dialandasi denganteori teori dari rasionalisme sebelum dianggap sah melalui proses epistomologi, itu merupakanpenjelasan melalui bukunya yang berjudul critique of pure reason (kritik atas rasio murni), selainkaryanya tersebut Immanuel kant juga menulis buku yang menyatakan filsafat kritisisme yaituadalah kritik atas rasio praktis (etika) yang terakhir adalah kritik atas pertimbangan (judgment).Anggapan kant tentang empirisme, bahwa empirisme (pengalaman) itu bersifat relative tanpaadanya landasan teori.Kritik atas pertimbangan (judgment)Kosekuensi dari “ kritik atas rasio murni “ dan kritik atas rasio praktis” menimbulkan adanya duakawasan yang tersendiri, yaitu kawasan keperluan mutlak dibidang alam dan kawasan kebebasantingkah laku manusia.
  4. 4. Sebuah ide bukanlah merupakanpengetahuan. Karena ide harus dikombinasiakn dengan idea lainsehingga menjadi pertimbangan melalui subjek dan predikat.Pertimbangan ada dua macam:a) Pertimbangan analitik, menganalisis suatu idea tanpa menambah sesuatu yang baru abginya.b) Pertimbangan sintetik, memperluas subjek dan menambah pengetahhuan baginya.Tidak setiap pertimbangan secara pasti merupakan pengetahuan ilmiah. Suatu pertimbangan bagipengetahuan ilmiah harus benar, menghasilkan kemestian dan universalitas.a) Suatu pertimbangan yang semata mata berdasarkan pada pengalaman, tidak dapat merupakanpengetahuan ilmiah, ini adalah pertimbangan a posteriori.b) Untuk menjadi ilmiah, suatu pertimbangan harus mendasarkan pada dasar rasional, berakar padaakal (maupun pengamatan), pertimbangan ini harus a prioric) Dengan demikian, pengetahuan adalah pertimbangan sintetik yang a priorid) Bagaiman dapat membentuk pertimbangan sintetik a priorii. Jika indra memberiakn bahan bahan bagi suatu pertimbangan dank al bekerja, maka mungkin adapengetahuanii. Dengan demikian, pengetahuan merupakan kemampuan yang sensory, yang member bahanbahan bagi pengetahuan dan intellect (concept), yang membentuk bahan bagi pengetahuanKritik atas akal praktisKarya pertama kant adalah kritik atas rasio murni (yang menurut Scopenhauer merupakan bukuterpenting ysng pernah ditulis dieropa). Dalam buku ini kant melakukan revolusi kopernikan dalambidang filsafat, sebagaimana coppernicus menjatuhkan gambaran dunia tradisiaonal denganmempermaklumkan bahwa bukan matahari yang mengitari bumi, akan tetapi bumilah yangmengitari matahari.Salah satu kesimpulan dari revolusi itu adalah bahwa menurut kant pengetahuan dalam arti yangsesungguhnya hanya mungkin dalam bidang indrawi. Ini karena hanya dalam bidang itu adakaitannya dengan relitas sendiri meskipun hanya dalam bentuk yang telah diterjemahkan kedalambahsa aporiri pengertian kita .a) Kritik atas akal murni menghasilakan sketisisme yang beralasan.b) Kehendak buakannya akal yang membentuk dasar bagi kemampuan kita dan benda-benda. Tuhanyang sesungguhnya adalah kemerdekaan dalam pengabdian pada yang di cita-citakan.c) Akal praktis adalh berkuasa dan lebih tinggi dari pada akl teoritis.
  5. 5. d) Agama dalam ikatan akal terdiri dari moralitas. Kristianitas adalah moralitas yang abadi.Kritik atas pertimbangana) Kritik atas pertimbangan menghubungkan diantara kehendak dan pemahamanb) Kehendak cernderung menuju yang baik, kebenaran adalah objek dari pemahaman.c) Pertimbangan yang terlibat terletak diantara yang benar dan yang baik1) Estetika adalah cirinya tidak teoritis maupun praktis, ini dalah gejala yang ada pada dasarsubjektif.2) Teologi adalah teori tentang fenomena, ini adalah bertujuan: (a) subjektif (menciptakankesenangan dan keselarasan)dan (b) objektif (menciptakan yang cocok melalui akibat-akibat daripengalaman).Kritik atas rasio praktis (Etika)Pandangan kant tentang etika yakni kant sepakat dengan anggapan paling dasar kebanyakan aliranetika normative kontemporer, ia menolak Relativisme, Skeptisisme, dan Domatisme dalam Etika, iaberpendapat bahwa penilaian dan tindakan moral bukan urusan perasaan pribadi (moral sentimen)atu keputusan sewenag-wenang (decisionism) dan bukan masalah asal usul social-kultural, sopansantun, atau adat istiadat (Relativisme kultural). Ia berpendapat bahwa tindakan manusia dibawahketertarikan moral mutlak dan dapat dituntut pertanggungjawabannya oleh orang lain .Etika kant tentu saja tidak tanpa problematika. Friedrich Scheler dan Bejamin Constant menuduhkant bhwa ia telah jatuh kedalam RIGORISME, hegel mengkritik bahwa kant melepaskan moralitasdari lingkungan social, scheler dan Nicolai Hartmann menolak FORMALISME-nya dan Scheler jugamenuduh bahwa etika kant meruapakan Gesinnungsethik yang hanya memperhatikan sikap batindan melalaikan pelaksanaan. Etika kewwjiban kant juga dianggap biang keladi “ketaatan Prussia”yang menjadi cirri khas angkatan bersenjata dan korps pegawai negeri Prussia.Dalam kritiknya antara lain kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan adalah bersifat umum, mutlakdan pengertian baru. Untuk itu ia membedakan tiga aspek putusan. Pertama, putusan analitis apriori, dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subyek, karena termasukdidalamnya (misalnya, setiap benda menempati ruang). Kedua putusan sintesis aposteriori, misalnya
  6. 6. pernyataan misalnya meja itu bagus disini predikat dihubungkan dengan subyek berdasakanpengalaman indrawi. Ketiga , putusan sintesis apriori, dipakai sebagai suatu sumber pengetahuankendati bersifat sintesis, tetapi bersifat apriori juga, misalnya, putusan yang berbunyi segala kejadianmempunyai sebab.a) Kaidah moral adalah imperative kategoris. Akidah ini memerintah tanpa syarat, kategoris. Kaidahini merupakan asas fundamental.1) Berindaklah selalu sehingga kamu dapat menjadi dalil atau asa yang dapat menentukan daritindakanmu untuk menjadi kaidah universal (susatu patokan a priori dan bukan hasil daripengalaman).2) Ini adalah tes yang sesungguhnya tentang apa yang benar da salah. Ini memerintahpertimbangan-pertimbanagan moral.Pendekatan kepada etikaKekacauaan dizaman kita sekarang ini telah ditambah oleh tiga aspek pendekatan yang berbedabeda kepada problema moralitas. Pertama adalah kecondongan lama yang mendorong manusiauntuk prebegang kepada kepercayaan atau tindakan yang biasa diketahui, dan menguatkankecenderunga itu dengan suatu kepercayaan kepada kekuasaan yang mutlak. Pendekatan kedauadalah anggapan bahwa moralitas itu bersifat relative sepenuhnya dan tidak dapat ukuran moral,merka itu disebut dengan relativis dan menganggap bahwa moralitas adalah soal pendapat pribadi,atau kelompok.KesimpulanFilsafat Immanuel kant yakni kritisisme adalah penggabungan antara aliran filsafat sebelumnya yakniRasionalisme yang dipelopori oleh Rene Descartes dan empirisme yang dipelopori oleh David Hume.Kant mempunyai tiga karya yang sangat penting yakni kritik atas rasio murni, kritik atas rasio praktis,kritik atas pertimbangan. Ketiga karyanya inilah yang sangat mempengaruhi pemikiran filosofsesudahnya, yang mau tak mau menggunakan pemikiran kant. Karena pemikiran kritisismemengandung patokan-patokan berfikir yang rasional dan empiris.Kritik
  7. 7. Kant mengatakan bahwa pengalaman kita berada dalam bentuk-bentuk yang ditentukan olehperangkat indrawi kita, maka hanya dalam bentuk-bentuk itulah kita menggambarkan eksitensisegala hal, kelemahan dari pendapatnya ini bahwa pengalaman ditentukan oleh perangkat indrawi,dari pernyataan ini kant mengabaikan pengalaman yang timbul dari luar indarwi, yakni misalkanmetafisika, psykologi, karena pengalaman ini tidak bersifat indrawi, secara tidak langsung kantmenentang pengalaman yang tidak indrawi atau metafisik. Sehingga seseorang tidak dapatmenggambarkan eksistensi sesuatu.Daftar PustakaBagus, Lorenz. 2005. “Kamus Filsafat”. Cetakan keempat, Jakarta: Gramedia Pustaka UtamaBertens, K. 2005. “Panorama Filsafat Modern”. Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Mizan republikaHadiwijono, Harun. 1980. “Sari Sejarah Filsafat Barat 2”. Jakarta: KanisiusMagee, Bryan, 2001, “The Story of Phylosopy”, Yogyakarta: kanisiusMudhofir, Ali. 2001. “Kamus Filsafat Barat”, cetakan 1, Yogyakarta: pustaka pelajarMuslih, Mohammad. 2008. “Filsafat Ilmu: Kajian Atas Asumsi Dasar Pradigma dan Kerangka TeoriIlmu pengetahuan”, cetakan kelima. Yogyakarta: BelukarSuseno, franz magnis. ,”Pustaka filsafat 13 Tokoh etika, sejak zaman rohani sampai abad ke-19”.Jakarta: kanisiusTitus, Harold, DKK. 1984. “Persoalan-Persoalan Filsafat”. Cetakan Pertama, Jakarta: PT. Bulan Bintangfilsafat kritisismePENDAHULUAN1. Latar belakangFilsafat sebagai “induk segala ilmu pengetahuan” dalam hal ini adalah ilmu yang mendasari manusiauntuk mengembangkan ilmu pengetahuan maupun penemuan-penemuan baru. Pada dasarnyafilsafat adalah suatu usaha mensistimatisir pemikiran dan menerapkan pemikiran-pemikiran itu padasegala bidang ilmu pengetahuan.Pada umumnya makalah ini membahas tentang filsafat di barat pada zaman pertengahan atauzaman setelah abad pertengahan yaitu filsafat modern, dan khususnya membahas tentang filsafat
  8. 8. Kritisisme Immanuel Kant. Yang mana pemikiran Immanuel Kant yakni penggabungan dua ajaranyang saling bertentangan yakni Rasionalisme Jerman dengan Empirisme Inggris.Menurut filsuf jerman kelahiran Konigsberg ini, baik Rasionalisme maupun Empirisme belum berhasilmembimbing kita untuk memperoleh pengetahuan yang pasti,berlaku umum,dan terbukti denganjelas.Pada masa ini (abad 17) cenderung menganggap sumber pengetahuan salah satunya atau memberitekanan pada akal (rasio) atau hanya melalui pengalaman (empiris) saja, sesuai dengan paham yangmereka anut.2.Rumusan masalah Pengertian Aliran Kritsisme ? Sejarah Timbulnya Kritisisme ? Pemikiran kritisisme tentang ilmu pengetahuan ? Metode Berpikir Dalam Mendapatkan Ilmu ?BAB IIPEMBAHASANA. PENGERTIAN KRITISISMEFilsafat kritisisme adalah faham yang mengkritik terhadap faham Rasionalisme dan fahamEmpirisme. Yang mana kedua faham tersebut berlawanan.Adapun pengertian secara perinci adalah sebagai berikut:1. Faham Rasionalisme adalah faham yang beranggapan bahwa dasar semua pengetahuan itu adadalam pikiran (berasal dari rasio/ akal). Faham ini depelopori oleh Rene Descartos (1596-1650)2. Faham Empirisme adalah faham yang beranggapan bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia ituberasal dari indra (pengalaman) kita. Faham ini di pelopori oleh David Hume (1711-1776)Jadi, Kritisisme adalah penggabungan dua paham yang saling berseberangan yakni rasionalismeEropa yang teoritis “a priori” dengan empirisme Inggris yang berpijak pada pengalaman “aposteriori”. Immanuel Kant beranggapan bahwa kedua paham tersebut sama baiknya dan dapatdigabungkan untuk mencapai kesempurnaan. Gagasan-gagasannya muncul oleh karena bentrokanyang timbul dari pemikiran metafisis Jerman, dan empirisme Inggris. Dari bentrokan ini Kantterpaksa memikirkan unsur-unsur mana di dalam pemikiran manusia yang telah terdapat dalam akalmanusia dan unsur-unsur mana yang berasal dari pengalaman.Menurutnya sebab-akibat tidak dapat dialami, sebagai contoh sebuah pernyataan “kuman typusmenyebabkan demam tipus” bagaimana kita dapat mengetahui keadaan yang mempunyaihubungan sebab-akibat ini? Pasti jawabannya adalah setelah diselidiki oleh para ahli bahwa orang
  9. 9. yang menderita tipus pasti terdapat kuman tipus; dan bila tidak terdapat kuman itu maka orang itutidak akan menderita tipus. Karena, seseorang pembawa kuman tipus pasti mengandung kumantipus, namun mungkin dia tidak menderita demam tersebut. Contoh lain adalah; jika kita melihatseekor ular kemudian kita membunuhnya, maka kita tidak akan mengatakan bahwa ularmenyebabkan kita membunuh, walaupun yang demikian terjadi berulang kali. Indera hanya dapatmemberikan data indera, dan data ialah yang bisa di tangkap oleh indera. Memang benar kitamempunyai pengalaman tetapi sama benarnya juga bahwa untuk mempunyai pengetahuan kitaharus menembus pengalaman. Kata Kant, bagaimana hal ini mungkin terjadi? Jika dalam halmemperoleh pengetahuan kita menembus pengalaman, maka jelaslah dari suatu segi pengetahuanhal itu tidak diperoleh melalui pengalaman, melainkan ditambahkan pada pengetahuan. Di dalamputusan Sintetik-Apriori ini, “akal budi dan pengalaman indrawi di butuhkan serentak”B.SEJARAH TIMBULNYA KRITISISMEAliran ini muncul pada abad ke-18 suatu zaman baru dimana seorang yang cerdas mencobamenyelesaikan pertentangan antara rasionalisme dengan emperisme. Zaman baru ini disebut zamanpencerahan (aufklarung) zaman pencerahan ini muncul dimana manusia lahir dalam keadaan belumdewasa (dalam pemikiran filsafatnya). Akan tetapi, seorang filosof Jerman Immanuel Kant (1724-1804) mengadakan penyelidikan (kritik) terhadap pernah pengetahuan akal.Sebagai latar belakangnya, manusia melihat adanya kemajuan ilmu pengetahuan (ilmu pasti, biologi,filsafat dan sejarah) telah mencapai hasil yang menggembirakan. Disisi lain, jalannya filsafattersendat-sendat. Untuk itu diperlukan upaya agar filsafat dapat berkembang sejajar dengan ilmupengetahuan alam.Pada rasionalimse dan emperisme ternyata amat jelas pertentangan antara budi dan pengalaman,manakah yang sebenarnya sumber pengetahuan, makanah pengetahuan yang benar? Seorang ahlipikir Jerman Immanuel Kant mencoba mengadakan penyelesaian pertalian ini. Pada umumnya, Kantmengikuti rasionalisme, tetapi kemudian terpengaruh oleh emperisme (hume). Walaupun demikian,Kant tidak begitu mudah menerimanya karena ia mengetahui bahwa emperisme membawa karagu-raguan terhadap budi manusia akan dapat mencapai kebenaran. Maka Kant akan menyelidiki(mengadakan kritik) pengetahuan budi serta akan diterangkan, apa sebabnya pengetahuan budi inimungkin. Itulah sebabnya aliran ini disebut kriticisme.Akhirnya, Kant mengakui peranan budi dan keharusan empiri, kemudian dicobanya mengadakansintesis. Walaupun semua pengetahuan bersumber pada budi (nasionalisme), tetapi adanyapengertian timbul dari benda (emperisme) budi metode berpikirnya disebut metode kritik.C.PEMIKIRAN KRITISISME TENTANG ILMU PENGETAHUANKant membedakan pengetahuan ke dalam empat bagian, sebagai berikut:1. Yang analitis a priori2. Yang sintetis a priori3. Yang analitis a posteriori
  10. 10. 4. Yang sintetis a posterioriPengetahuan a priori adalah pengetahuan yang tidak tergantung pada adanya pengalaman atau,yang ada sebelum pengalaman. Sedangkan pengetahuan a posteriori terjadi sebagai akibatpengalaman. Pengetahuan yan analitis merupakan hasil analisa dan pengetahuan sintetismerupakan hasil keadaan yang mempersatukan dua hal yang biasanya terpisah Pengetahuan yanganalitis a priori adalah pengetahuan yang dihasilkan oleh analisa terhadap unsur-unsur yang a priori.Pengetahuan sintetis a priori dihasilkan oleh penyelidikan akal terhadap bentuk-bentukpengalamannya sendiri dan penggabungan unsur-unsur yang tidak saling bertumpu. Misal, 7 – 2 = 5merupakan contoh pengetahuan semacam itu. Pengetahuan sintetis a posteriori diperoleh setelahadanya pengalaman.Dengan filsafatnya, ia bermaksud memugar sifat obyektivitas dunia dan ilmu pengetahuan. Agarmaksud tersebut terlaksana orang harus menghindarkan diri dari sifat sepihak. Menurut Kant ilmupengetahuan adalah bersyarat pada: a) bersiafat umum dan bersifat perlu mutlak dan b) memberipengetahuan yang baru. Kant bermaksud mengadakan penelitian yang kritis terhadap rasio murnidan realita.Kant yang mengajarkan tentang daya pengenalan mengemukakan bahwa daya pengenalan rohadalah bertingkat, dari tingkatan terendah pengamatan inderawi, menuju ke tingkat menengah akal(Verstand) dan yang tertinggi rasio atau buddhi (Vernunft).Immanuel Kant menganggap Empirisme (pengalaman) itu bersifat relative bila tanpa ada landasanteorinya. contohnya adalah kamu selama ini tahu air yang dimasak sampai mendidih pasti akanpanas, C, maka air itu tidak akanpanas karena terkena suhu dingin daerah kutub, karena pada teorinya suhu air malah akan menjadidingin. dan contoh lainnya adalah pada gravitasi, gravitasi hanya dapat di buktikan di bumi saja,tetapi tidak dapat diterapkan di bulan. Jadi sudah terbukti bahwa pengalaman itu bersifat relatif,tidak bisa kita simpulkan atau kita iyakan begitu saja tanpa dibuktikan dengan sebuah akal dan teori.Dan oleh karena itu Ilmu pengetahuan atau Science haruslah bersifat berkembang, tidak absoluteatau mutlak dan tidak bertahan lama karena akan melalui perubahan yang mengikuti perkembanganzaman yang terus maju. (mungkin Sir Issac Newton bila hidup kembali bakal merevisi teroiGravitasinya kembali)Pengalaman juga bersifat data-data Inderawi. Makanya Immanuel Kant mengkritik Empirisme, dataInderawi sendiri harus dibuktikan atau dicek dengan 12 kategori "a priori" rasio, baru setelah itudiputuskan sah "a priory" atau 12 kategori azas prinsipal abstrak yang dibagi menjadi 4 olehImmanuel Kant, antara lain:-Kuantitas (hitung-hitungan) mengandung kesatuan, kejamakan dan keutuhan.-Kualitas (Baik dan buruk) realitas, negasi dan pembatasan.-Relasi (hubungan) mengandung substansi, kausalitas dan timbal balik.-Modalitas mengandung kemungkinan, peneguhan dan keperluan.
  11. 11. Data-data inderawi harus dibuktikan dulu dengan 12 kategori tadi, baru dapat diputuskan, itulahproses Kritisisme Rasionalis Jerman yang di ajarkan Immanuel Kant.D. METODE BERPIKIR DALAM MENDAPATKAN ILMUMetodelogi Immanuel Kant tersebut dikenal dengan metode Induksi, dari particular data-dataterkecil baru mencapai kesimpulan Universal. Menurut Immanuel Kant, Manusia sudahmendapatkan ke 12 kategori tersebut sejak terlahir di dunia ini, Teori itu terinspirasi dari Dunia IdePlatoImmanuel Kant juga beranggapan bahwa data inderawi manusia hanya bisa menentukan Fenomenasaja. Fenomena itu sendiri adalah sesuatu yang tampak yang hanya menunjukkan fisiknya saja.Seperti benda pada dirinya, bukan isinya atau idenya. Seperti ada ungkapan "The Think in itself"Sama halnya dengan Manusia hanya bisa melihat Manusia lain secara penampakannya saja ataufisiknya saja, tetapi tidak bisa melihat ide manusia tersebut. Inderawi hanya bisa melihat Fenomena(fisik) tapi tidak bisa melihat Nomena (Dunia ide abstrak--> Plato). Cara berpikir yang demikian itu,yaitu pemikiran dengan memakai tese, antitese dan sintese.Immanuel Kant menggabungkan dunia Ide Plato "a priori" yang artinya sebelum dibuktikan tapi kitasudah percaya, seperti konsep ketuhanan dengan pengalaman itu sendiri yang bersifat "a posteriori"yaitu setelah dibuktikan baru percaya, kata lainnya adalah kesimpulan dari kesan-kesan barukemudian membentuk sebuah ide.

×