Your SlideShare is downloading. ×
mengartikan "Brain drain"
mengartikan "Brain drain"
mengartikan "Brain drain"
mengartikan "Brain drain"
mengartikan "Brain drain"
mengartikan "Brain drain"
mengartikan "Brain drain"
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

mengartikan "Brain drain"

609

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
609
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. FENOMENA BRAIN DRAIN DI INDONESIA DISUSUN OLEH : 1. Dinik Surmayanti 120321100002 2. Fiska Istifani 120321100006 3. Suci Nur Jannah 120321100021 4. Achmad Edy Setiawan 120321100027 5. Tito Susanto 120321100030 6. Ahmad Burhanuddin Anwar 120321100032 7. Lilik Anggraeni 120321100035
  • 2. PRODI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2013
  • 3. Brain Drain Brain drain adalah sebuah fenomena global yang banyak berkembang di belahan dunia ketiga. Dalam istilah umum, brain drain sering dikaitkan dengan SDM yang diantranya sebagian adalah orang-orang pintar juga ilmuwan yang berambisi untuk memperluas kemampuannya dengan berpindah ke negara-negara yang dianggapnya dapat menerima dan mampu mengembangkan ilmu yang dimilikinya. Pelaku brain drain sendiri tidak hanya berpindah dari negara asalnya untuk menuntut ilmu ataupun mengaplikasikan kemampuannya di negara lain, bahkan ada yang sampai pindah kewarganegaraan dan tidak sedikit yang menetap atau enggan balik ke negara asalnya sendiri. Peristiwa brain drain juga melibatkan Indonesia sebagai negara yang masih belum mampu menampung sumber daya manusia (SDM) yang dimilkinya. Tetapi tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun juga demikian. Mayoritas adalah negara-negara miskin dan kebanyakan pelaku brain drain hijrah ke Amerika. Amerika sendiri merupakan negara yang dapat dikatakan negara dengan banyaknya imigran yang berada di negara tersebut. Tetapi tidak menuntut pelaku brain drain lari ke Amerika saja, mereka juga banyak tersebar di Eropa, Inggris, Australia, dan di negara-negara lainnya. Brain drain hampir terjadi di setiap negara miskin, dan pelakunya akan berpindah ke negara yang sudah maju dan kaya. Sebuah sumber mengatakan bahwa, untuk mencari dokter ahli asal Etiopia di USA jauh lebih gampang dibandingkan dengan mencari dokter spesialis di Etiopia sendiri. Fenomena Brain Drain di Indonesia Indonesia merupakan negara berkembang, sehingga sumber daya manusia yang dimilkinya masih tergolong minoritas saja. Meski demikian Indonesia memiliki sumber daya manusia yang cukup potensial pada orang-orang yang cerdas dan ahli dalam bidangnya. Seperti data yang diperoleh dari Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasioanal, terdapat sekitar 7.000 PhD, master, bahkan profesor, yang sudah tersebar di berbagai belahan dunia dan tengah meniti kariernya dan ada pula yang tidak kembali ke tanah air. Kendati demikian, orang-orang hebat ini merupakan potensi yang dimiliki oleh Indonesia, sudah seharusnya Indonesia mampu mengembangkan dan memberi kesempatan bagi mereka. Tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki bahkan sebagai negara destinasi para pelaku brain drain. Akan tetapi, butuh waktu untuk ke arah sana. Indonesia sebaiknya melirik Amerika yang dapat dijadikan contoh. Semboyan Amerika sendiri ialah destinasi
  • 4. terhadap orang-orang pintar yang dikenal dengan semboyan “American Dream” yang isinya mengandung inti bahwa setiap masyarakat Amerika berhak dan layak untuk mendapatkan kebebasan dlam memperoleh ilmu yang lebiih baik dan berkarir tanpa hambatan. Alasan Terjadinya Brain Drain Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Indinesia juga memiliki beberapa SDM yang hebat dan sangat potensial. Akan tetapi, yang menginginkan untuk mengembangkan ilmu dan karirnya lebih maju dan dihargai mereka lebih memilih untuk hijrah ke luar negeri. Atas dasar minimnya kesempatan dalam berkarya dan memberdayakn dirinya di tanah air menjadi sebab orang memilih pindah ke negara lain. Banyak pula mereke-mereka yang kini telah sukses akan keberaniannya untuk mengembakngkan ilmu yang dimiliki. Selain itu, para pelaku brain drain sendiri beranggapan bahwa di negaranya sendiri ia merasa kurang dihargai dengan SDM yang sudah sangat potensial, minimnya fasilitas perkembangan ilmu yang dimiliki oleh suatu negara terhadap kepentingan ilmu pengetahuan., dan serta sulitnya akses dan minimnya fasilitas ke dunia internasional. Kesimpulannya brain drain sendiri menekankan pada anggapan bahwa orang-orang yang ingin untuk tumbuh dan berkembang atas dasar kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Karena pada umumnya golongan muda lebih perduli kepada pengembangan kapsitas diri yang dimilikinya. Logikanya yakni, kalau di negeri sendiri tidak tersedia barulah Ia beralih ke negara lain yang sanggup untuk menerimanya Indonesia tentu saja bisa untuk mencegah fenomena brain drain yang dialami oleh bangsa ini sendiri. Tentu saja dengan berkembang lebih baik dan mampu memberi fasilitas kepada SDM SDM yang dimilkinya. Dengan demikian Indonesia akan mampu untuk menarik kembali para ilmuwan yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali ke negara tercinta dan membuatnmya lebih baik dan maju. Sebagai contoh, India sudah bisa dikatakan negara yang telah mampu menarik masyarakatnya untuk kembali ke India dan mengembangkan SDM yang mereka miliki. Pelaku Brain Drain Pada umumnya seseorang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata adalah para pelaku brain drain, apalagi mereka yang masih tergolong muda dan memiliki potensi yang cukup besar. Mereka adalah para ilmuwan, insinyur, ahli teknologi dan informasi, ahli komputer, dokter, dan para ahli yang lainnya. Masa muda orang-orang seperti ini mereka habiskan dengan mengembangkan ilmu
  • 5. mereka sampai jenjang yang memuaskan menurut mereka, mereka melakukan research yang memperoleh biaya dari negara tujuannya. Oleh karena itu segala bentuk temuan-temuan orang hebat ini dipatenkan di negara itu sendiri yang telah mengembangkan SDM para pelaku brain drain. Melihat hal seperti ini, negara kita sendiri dikenakan pembayaran royalti kepada negara asing untuk mengakses apa yang telah menjadi temuan anak bangsanya tersebut. Belum terdapat data empiris yang cukup akurat, akan tetapi diperkirakan sebanyak 5% pelaku brain drain yang berasal dari negara kita, Indonesia. Jumlah sebanyak 5% tersebut cukup signifikan ditengah terpuruknya SDM Indonesia yan terjadi saat ini. Demikianlah yang dipaparkan oleh Hariyanto : 2008. Sebagai contoh yaitu hengkangan dari Arif Budiman, Ariel Heryanto, dan beberapa intelektual muda yang lainnya dikarenakan tekanan politik dari negara. Karena tuduhan sebagai intelektual oposisi pada masa orde baru dan tuduhan subversibe. Karir akademisnya di perguruan tinggi swasta di salah satu daerah di Jawa Tengah diberangus melalui interverensi negara. Pada akhirnya mereka diterima dan diangkat menjadi visiting proffesor di perguruan tinggi yang terdapat di negara tetangga, Australia. Contoh kasus lain yakni yang dialami oleh mantan ahli ekonomi dan keuangan yaitu Sri Mulyani. Kasus Sri Mulyani merupakan kasus brain drain yang dilakukan kalangan elit tekhnokrat yang dimilki Indonesia. Terlepas dari kemelut fenomena Skandal Century, terpuruk di negeri sendiri namun saat ini Sri Mulyani berkibar di lembaga keuangan tingkat Internasional. Memang dampak yang ditimbulkan akibat para pelaku brain drain sangat mengecewakan bagi negara tersebut, disaat kondisi negeri sendiri sedang membutuhkan SDM yang memapu menjembatani menuju negara yang berkembang dan maju justru mereka memilih untuk berkarya di luar, di negara yang sudah maju. Hal demikian juga tidak dapat menuntut terhadap para pelaku brain drain, apalagi sampai mengkaitkan hal nasionalisme. Karena apa yang dibutuhkan di negaranya tidak terpenuhi dan hanya terdapat di luar negeri. Karena mereka juga punya hak untuk terus berkembang dan memanfaatkan kemampuannya lebih jauh lagi dan melakukan yang terbaik. Sudah saatnya Indonesia menyadari betapa banyak SDM yang dimilikinya cukup berkualitas dan berpotensi besar dalam membangun Indonesia menjadi negara yang lebih berkembang lewat temuan-temuan yang nantinya akan merubah Indonesia. Tentu dengan merubah pola pikir dan menyediakan banyak wadah untuk mengembangkan ilmu-ilmu dan mengaplikasikan apa yang dikuasai oleh orang-orang hebat yang dimilikinya sehingga dapat terealisasikan dan membuat masyarakatnya akan lebih maju dan membentuk negara ynag hebat.
  • 6. Menjadi seseorang yang merasa memiliki kemampuan diatas rata-rata juga perlu untuk berpikir bahwa mereka harus bisa berkembang dan memajukan negaranya sendiri sebelum berpikir untuk pergi ke luar negeri mewujudkan citancitanya.
  • 7. Menjadi seseorang yang merasa memiliki kemampuan diatas rata-rata juga perlu untuk berpikir bahwa mereka harus bisa berkembang dan memajukan negaranya sendiri sebelum berpikir untuk pergi ke luar negeri mewujudkan citancitanya.

×