• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
analisis teks drama Sandyakala ning majapahit
 

analisis teks drama Sandyakala ning majapahit

on

  • 2,399 views

Drama

Drama

Statistics

Views

Total Views
2,399
Views on SlideShare
2,399
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
12
Comments
3

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    analisis teks drama Sandyakala ning majapahit analisis teks drama Sandyakala ning majapahit Document Transcript

    • Sanusi Pane adalah salah satu sastrawan periode angkatan pujangga baru. Salah satudrama karya Sanusi Pane yang terkenal adalah “Sandhyakala ning Majapahit” yang di muatdi majalah Timboel pada tahun 1932. Drama ini menceritakan tentang Damar Wulan padamasa Kerajaan Majapahit. Namun akhir cerita pada drama ini berbeda dengan SeratDamarwulan yang dijadikan dasar pembuatannya. Dalam versi Sanusi Pane, nasib damarwulan berakhir menyedihkan. Damar Wulan dituduh berkhianat dan tidak dinikahkandengan sang raja putri. Ia pun akhirnya dihukum mati, dan setelahnya Majapahitditumbangkan oleh pasukan dari Kerajaan Demak Bintara. Entah apa yang menjadi dasar Sanusi Pane mengubah akhir cerita Damar Wulanini. Namun Sanusi Pane sering menulis karangan-karangan kesusastraan, filsafatdan politik. Apabila diperhatikan percakapan antara Damar Wulan dengan Wisnu.Dapat dikatakan Sanusi ingin sedikit membahas tentang cara berfikir dankepercayaan masyarakat pada waktu itu. Selain itu dimasukan juga trik atau caratipu muslihat untuk mengalahkan menak Djingga. Dan dalam drama ini juga terdapatunsur politik. Saat Damar Wulan dituduh sebagai penghianat seperti padapercakapan anatara Dewi Suhita, Darmajaksa Ring Kasyaiwan, saksi-saksi danDamar Wulan: DAMARJAKSA RING KASYAIWAN:Prabu sudah mendengar katanya; agama sekarang hanya takhayul. Gusti, biarlah patik membawa saksi kehadapan paduka Seri Prabu. DEWI SUHITA: Begitu juga pikiran kami, supaya jangan dibilang kami nanti tidak adil. Mpu Darmajaksa ring Kasyaiwan, bawalah saksi ke hadapan kami. (Damajaksa pergi, datang kembali dengan beberapa orang.) kamu kenalkh Ratu Angabaya? SAKSI PERTAMA: Menurut Ratu Angabaya, Dewata sebenarnya tidak ada. Manusia harus merdeka. Tidak ada perbedaan kesatria, sudera dengan rakyat bawahan harus berontak. Ksatria sekarang harus dibunuh dan keraton dihancurka. Karena manusia harus merdeka, engan menurut perintah. SAKSI KEDUA: Patik mendengar paduka Ratu Angabaya mencela agama dan menyuruh rakyat melawan pendita, menghancurkan segala kasyaiwan dan kebodohan, memusnahkan segala berhala. Bukan dewa dan prabu tuan kami,
    • akan tetapi diri sendiri. Rakyat dilarang iuran kepada negri penggawa, karena kami manusia merdeka. SAKSI KETIGA: Setelah mendengar Paduka Angabaya menerangkan agama, patik jmenjadi bingung benar dan berkata dalam hati sendiri; kalau dewata tidak ada, baiklah saya minum tuak saja dan merampok orang yang lain. DAMAR WULAN: Prabu, keterangan patik tentang agama diputar-balikan oleh saksi.seorang antaranya patik kenal. Ia benci akan ksatria. Ia rupanya ingin supaya patik kehilangan kuasa, supaya kesatria seperti dahulu kelakuannya kembali, sehingga rakyat panas hati dan berontak memusnahkan ksatria. Yang lain itu tidak mengerti atau mereka dapat upah. Patik bukan menyuruh berontak, melawan pemerintah negri, membunuh kaum bangsawan, menghancurkan kasyaiwan dan kebodohan. Patik menerangkan bahwa manusia harus merdeka dari ikatan keinginan, yang berakar dalam masya. Patik menerangkan bahwa, ksatria berlaku sewenang-wenang dan patik akan melawan mereka, akan tetapi akan percuma pekerjaan saya, kalau rakyat tidak sadar akan keadaannya sekarng ini. Dari kutipan di atas terlihat kalau Damar Wulan itu di kambing hitamkan. Tidakmenutup kemungkinan Sanusi Pane menyindir pemerintahan pada saat itu. Karenaia juga salah seorang sastrawan yang senang mengamati dan menulis tentangpolitik. Selain itu Sanusi Pane sastrawan Pujangga baru yang penomenal. Dalam banyakhal berbeda dengan Sultan Takdir Alisjahbana. Sultan Takdir Alisjahbanamenghendaki coretan yang hitam dan tebal di bawah pra-Indonesia, yangdianggapnya telah menyebabkan bangsa indonesia menjadi nista, Sanusi malahberpandangan sebaliknya, mencari ke jaman Indonesia purba dan ke arah nirwanakebudayaan Hindu-Budha. Sanusi mencari inspirasi pada kejayaan Hindu-Budha diIndonesia pada masa lampau. Dan ketika dia berkunjung ke India, dia mendapatpengetahuan dan warna baru tentang kesusastraan. Apabila kita perhatikan, pada bagian Kata Bermula paragraf pertama yang berisi“Diucapkan oleh seorang berpakaian biksu buddha, berwarna kuning tua.” Dan padaparagraf kedua “... O, syiwabuddha yang bersemayam di hati dunia dan di hati
    • segala yang ada dan buat lakon ini berjalan dengan selamat, karena persembahanseorang pujangga kepada bangsanya, yang berjuang untuk kemerdekaan dankemuliaan”. Dari kedua paragraf tersebut dapat kita bayangkan ketika awalpembukaan pentas Drama Sandhyakala ning Majapahit. Disitu ada lakon seorangbiksu yang sedang berdoa kepada Syiwabuddha meminta agar lakon yangdipersembahkan itu berjalan dengan selamat. Namun, jika kita perhatikan isi dari text drama. Tokoh yang diambil pada drama ituberlatarkan agama Hindu. Seperti “Wisnu” dia adalah salah satu Trimurti atauTritunggal dalam agama Hindu. Wisnu adalah dewa pemelihara atau dewa air. Tapiapabila dilihat kepada sosok pengarang yaitu Sanusi Pane, walaupun ia dilahirkan dikeluarga yang beragama Islam, tapi Ia mempunyai keyakinan bahwa agama Hindusudah merasuk ke dalam sanubarinya. Ketika Sanusi Pane akan meninggal, iaberpesan agar jenazahnya di perabukan sebagai pujangga Hindu yang telahterdahulu. Selain itu tedapat kutipan yang menunjukan bahwa islam datang kesitudengan tujuan tidak baik, karena ingin menghancurkan Majapahit. Berikut kutipanpercakapannya: "Biarkan mereka membunuh Ratu Angabaya, ialah hati jantungkerajaan dan agama yang sesat ini. Selama ia masih hidup, singgasana Majapahityang tidak dijungjung oleh rakyat dan sukar dirubuhkan. Kaum bangsawan tidaktahu, bahwa mereka hendak menikam hatinya sendiri. Suatu pemerintahan yangtidak dijunjung oleh rakyat akan runtuh sendirinya."
    • DAFTAR PUSTAKAhttp://indosastra.com/sanusi-pane/www.tamanismailmarzuki.com/tokoh/sanusi.htmlwww.Id.wikipedia.org/wiki/sanusi_panefile:///F:/drama/sanusi-pane.html