Slide struktur codeigneter

970 views

Published on

Published in: Technology, Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
970
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
125
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Slide struktur codeigneter

  1. 1. Materi Struktur CodeIgniter• Kelompok NP 10-01Nama : Cicilia Natalia (30210115) Wildan Putra Delianda (30210158) Andika cherry Serano (30210167)
  2. 2. Struktur aplication or module (controller) Codeigniter memiliki struktur direktori tersendiri. Direktori utama CI berada di direktori system/application.
  3. 3. System• Di dalam folder system, kita akan sering bekerja dengan folder controllers, models, dan views (dari konsep MVC, Model <-> Views <-> Controller)
  4. 4. Folder Application• Dalam folder ini,berisi kode-kode yang kita buat nantinya akan disimpan didalam folder yang sesuai. Model disimpan di folder models,controller di folder controller dan view di folder views.
  5. 5. Folder application• Folder-folder yang ada direktori application adalah• 1. models => menyimpan model yang dibuat• 2. controller => tempat menyimpan semua file controller.• 3. Folder config : tempat menyimpan semua file konfigurasi yang ada di aplikasi mulai dari database, router dan autoload dari aplikasi
  6. 6. Folder Application• 4. Folder errors : tempat menyimpan semua template error aplikasi• 5. Folder helpers : tempat menyimpan helper-helper yang bukan berasal dari CI• 6. Folder hooks : tempat menyimpan hook yang digunakan untuk mengubah alur fungsi dari core CI• 7. Folder language : tempat menyimpan bahasa-bahasa yang akan di gunakan• 8. Folder libraries : tempat menyimpan semua library buatan kita sendiri
  7. 7. Folder application• 9. Folder views tempat menyimpan semua file view applikasi.
  8. 8. folder-folder selanjutnya• cache, untuk meyimpan caching dari website.• 3. codeigniter, berisi file-file yang akan me-load inti dari framework.• 4. database, berisi class-class yang akan digunakan untuk bekerja dengan• basis data, termasuk didalamnya driver-driver untuk beberapa server
  9. 9. • basis data yang didukung oleh CodeIgniter.• 5. fonts, digunakan untuk menyimpan font yang nanti akan kita gunakan di• dalam website.• 6. helpers, berisi helper.• 7. language, digunakan untuk menyimpan file-file dukungan bahasa.• .
  10. 10. • 8. libraries, berisi pustaka-pustaka yang disediakan untuk digunakan untuk• pembuatan website.• 9. logs, berisi file-file catatan yang mencatat log dari website kita.• 10.plugins, untuk menyimpan plugin.• 11.scafollding, berisi file-file untuk keperluan scafollding
  11. 11. Spesifikasi pluginPlugin pada dasarnya hampir sama dengan helper. Perbedaan utamaantara plugin dan helper terletak pada jumlah fungsi. Sebuah helper dapatterdiri dari beberapa fungsi, sedangkan sebuah plugin hanya mengandungsatu buah fungsi. Helper juga biasanya dianggap sebagai bagian darisystem utama dan dibuat oleh Tim pengembang CodeIgniter, sedangkanplugin dimaksudan untuk dibuat dan disebarkan oleh komunitas.Tata cara penggunaan plugin juga sama dengan cara penggunaan helper,dimana untuk dapat menggunakan plugin dapat dilakukan dengan carakonfigurasi pada file autoload.php atau melakukan proses loading padasetiap controller yang akan menggunakan plugin. Konfigurasi padaautoload.php adalah sebagai berikut:$autoload[plugin] = array(‘captcha’, ‘js_calendar’);Untuk melakukan loading pada setiap controller yang akan menggunakanplugin, dilakukan dengan sintak sebagai berikut:$this->load->plugin(‘namaplugin’);Namaplugin diambil dari nama file plugin, dikurangi ekstensi .php dan _pi.Contoh apabila kita ingin me-load file captcha_pi.php, maka sintaknyaaadalah sebagai berikut:$this->load->plugin(‘captcha’);
  12. 12. Spesifikasi Library• Library adalah sekumpulan kelas dan fungsi yang dibuat untuk membantu pengembang aplikasi untuk dapat membangun aplikasi dengan lebih cepat dan lebih efisien. Beberapa kelas sangat dibutuhkan dan hampir selalu digunakan setiap kita membangun aplikasi web, sedemikian sehingga kelas-kelas tersebut selalu kita atur supaya secara otomatis di-load oleh sistem dan dapat langsung digunakan. Contoh library yang hampir selalu digunakan dalam suatu web dinamis diantaranya adalah library database, session, input dan security. Di dalam CodeIgniter, library terbagi menjadi dua macam, yaitu library yang bersifat global dan library yang kita buat sendiri sesuai dengan kebutuhan. Library global terdiri dari kelas dan fungsi-fungsi yang telah disediakan oleh CodeIgniter, dan terletak pada folder system/libraries. Sedangkan library yang kita buat sendiri sesuai dengan kebutuhan ditempatkan pada folder application/libraries.
  13. 13. • Beberapa library yang wajib diketahui oleh setiap pengembang diantaranya adalah:• Database, library ini menyediakan serangkaian fungsi- fungsi yang digunakan untuk mengakses database dan melakukan pengolahan data yang ada di dalam database.• Input, library ini merupakan library yang digunakan untuk menangani dan memproses data-data yang berasal dari form. Misalkan apabila kita menggunakan form untuk memasukkan data maka library ini harus di- load supaya kita dapat melakukan pemrosesan data form.• File Uploading, library ini merupakan library yang digunakan apabila kita akan membangun web yang dapat mengunggah (upload) file ke dalam web. Misalkan kita menginginkan supaya di dalam web kita ada fitur yang dapat digunakan untuk memasukkan file gambar ke dalam aplikasi web kita, maka digunakanlah library ini.
  14. 14. • Session, library ini merupakan library yang digunakan untuk memelihara informasi status mengenai pengguna. Sebagai contoh misalkan kita membangun suatu website dimana pengunjung website tersebut harus melakukan proses login terlebih dahulu untuk masuk ke dalam suatu halaman, maka pada situasi seperti ini, library session harus di-load supaya kita dapat memelihara state dari pengunjung, sampai pengunjung tersebut logout.• URI Class, library ini berisi fungsi-fungsi yang membantu kita untuk mendapatkan informasi dari URI pada alamat web kita.• Validation, library ini digunakan untuk melakukan validasi terhadap form input yang ada pada aplikasi web kita.• Pagination, library ini berguna pada saat kita memiliki banyak data yang harus ditampilkan. Misalkan kita memiliki 100 data, dimana ke-100 data ini akan ditampilkan ke dalam 10 halaman (10 data / halaman). Untuk membuat 10 halaman yang masing-masing memuat 10 data dan masing-masing halaman terhubung satu sama lain, maka pagination merupakan library yang tepat untuk digunakan.
  15. 15. Spesifikasi Model• Model adalah komponen CodeIgniter yang dirancang untuk bekerja dengan informasi dalam database. Melalui model kita bisa membuat fungsi-fungsi yang dapat mengambil (retrieve), memasukkan (insert), menghapus (delete), maupun memutakhirkan (update) data.• Model dibuat dengan format sebagai berikut:•• <? php class Nama_model extends Model {• function Nama_model() { parent::Model(); } function nama_fungsi() {• } } ?>• Nama_model merupakan nama dari class yang kita buat. Nama dari class untuk model harus diawali dengan huruf capital. Pastikan bahwa setiap kita membuat class model, kita melakukan ‘extends’ terhadap class dasar dari Model. Nama konstruktor juga sama dengan nama dari class. Untuk nama fungsi biasanya diawali dengan huruf kecil.• File-file model yang kita buat, harus disimpan di dalam folder application/models. File-file ini seperti biasa disimpan dengan ekstensi .php, dimana nama file sama dengan nama class, tetapi semuanya menggunakan huruf kecil.
  16. 16. Spesifikasi Model• Fungsi-fungsi dalam model, dapat kita gunakan setelah kita melakukan proses loading terhadap model yang telah kita buat. Proses loading ini dilakukan di dalam controller, sesuai dengan fungsi controller sebagai penghubung diantara komponen-komponen CodeIgniter. Sebaiknya model di-load di dalam konstruktor dari controller. Tujuannya supaya sekali di-load, semua fungsi yang ada di dalam controller dapat menggunakan model tersebut tanpa harus melakukan loading di setiap fungsi. Berikut sintak untuk melakukan loading suatu model:• $this->load->model(‘nama_model’);• Apabila model yang akan kita load berada pada folder tertentu, maka sintaknya:• $this->load->model(‘nama_folder/nama_model’);•• Setelah model di-load, maka kita dapat mengakses fungsi- fungsi yang ada pada model dengan menggunakan sintak sebagai berikut:• $this->nama_model->nama_fungsi();•
  17. 17. Spesifikasi view• View dapat berupa satu tampilan utuh atau bisa juga terdiri dari beberapa view, dimana view-view ini merupakan bagian-bagian dari suatu halaman web seperti header, footer, sidebar, dan lainnya.• Sesuai dengan konsep MVC yang mendasari CodeIgniter, Controller berperan sebagai penghubung antara berbagai komponen yang dibutuhkan CodeIgniter untuk memproses request dari browser. Oleh karenanya view tidak bisa langsung dipanggil untuk melakukan sesuatu, tetapi harus dipanggil melalui controller.• Untuk melihat keterkaitan antara controller dan view dalam menampilkan suatu halaman web, mari kita buat suatu file dengan nama testview.php dengan kode seperti berikut ini:• <html> <head> <title>Testing View</title> </head> <body> <h1>Hallo. Anda telah sukses membuat view</h1> </body> </html>• Simpan kode di atas ke dalam folder application/views.
  18. 18. Controller• Controller berfungsi sebagai penghubung antara komponen-komponen yang dibutuhkan untuk memproses HTTP request dan menghasilkan halaman web. Terkait dengan fungsinya tersebut, maka controller akan berhubungan langsung dengan URI. Perhatikan contoh URI berikut ini:• http://localhost/index.php/test/• Pada contoh di atas, CodeIgniter akan mencoba mencari controller yang bernama test.php dan kemudian mengeksekusi file controller tersebut. Untuk membuktikannya, mari kita buat file test.php. File test.php dapat dibuat dengan menggunakan aplikasi text editor seperti Notepad, Notepad+ +, Wordpad, EditPlus, Macromedia Dremweaver, dsb. Di dalam text editor yang kita gunakan, tuliskan kode berikut:• <?php class Test extends Controller {• function index() { echo ‘Hello World!’; } } ?>
  19. 19. • Perlu selalu diingat bahwa nama dari setiap classcontroller yang kita buat harus diawali dengan huruf kapital. Setiapclass yang kita buat juga harus extends Controller supaya mewarisi fungsi-fungsi classcontroller dan dikenali sebagai controller. File controller yang kita buat harus disimpan dengan format .phpdimana nama file harus sama dengan nama class tetapi nama file harus dimulai dengan huruf kecil. Seperti pada contoh di atas, nama class adalah Test dimana class ini extends Controller dan disimpan dengan nama test.php.• Setiap controller minimal terdiri dari satu fungsi. Pada controller Test yang baru saja kita buat, fungsi yang kita buat adalah fungsi index(). Fungsi index() merupakan fungsi yang secara default akan dipanggil apabila argumen kedua pada URL kosong. Jadi ketika kita mengakses alamat http://localhost/index.php/test maka sebenarnya kita sedang mengakses fungsi index() padacontroller test. Hasil yang sama akan didapatkan apabila kita mengakes alamat http://localhost/index.php/test/index
  20. 20. • Berikut kode dari fungsi tersebut:• <?php class Test extends Controller {• function index() { echo ‘Hello World!’; } function welcome() { echo ‘Selamat anda telah membuat fungsi!’; } } ?>
  21. 21. Aliran data• Gambar berikut ini menggambarkan aliran data dalam sistem:• Berikut penjelasan dari gambar di atas:• ‘index.php’ berperan sebagai controller terdepan, memulai sumber daya utama untuk menjalankan CodeIgniter.• Router memeriksa request HTTP untuk menentukan apa yang seharusnya dilakukan.• Jika terdapat file cache, maka file tersebut langsung dikirim ke browser, melampaui eksekusi sistem secara normal.
  22. 22. • Sebelum controller aplikasi dijalankan, request HTTP dan setiap data yang dimasukkan user disaring untuk keperluan keamanan.• Controller memanggil model, library, plugin, helper dan sumber daya lainnya yang diperlukan untuk memproses request.• Data dari controller kemudian dirender di View dan dikirim ke browser.

×