Teknologi bahan korosi (inhibisi)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Teknologi bahan korosi (inhibisi)

on

  • 1,384 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,384
Views on SlideShare
1,384
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
18
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Teknologi bahan korosi (inhibisi) Teknologi bahan korosi (inhibisi) Document Transcript

  • TEKNOLOGI BAHAN KOROSIPENAMBAHAN EDTA SEBAGAI INHIBITOR PADA LAJU KOROSI LOGAM TEMBAGA OLEH: CARRIE MEIRIZA VIRRIYSHA PUTRI (1131410071) TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI MALANG NOVEMBER 2012
  • Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan agen chelat EDTA untukmenghambat laju korosi pada logam tembaga. Penelitian ini menggunakan metodapenentuan korosi melalui pengukuran resistansi logam, di mana kenaikan resistansi padalogam tersebut menandai bahwa logam yang terkorosi semakin meningkat. Pengukurankorosi dilakukan terhadap kawat tembaga dan kawat tembaga yang dichelat dengan mediapengkorosi H2SO4 1M. Hasil penelitian terhadap kawat tembaga dengan panjang 3 m dandiameter 0.5 mm yang dichelat dengan EDTA 1 M menunjukkan penurunan korosi sebesar20.6%.Metode Penelitian. Pengchelatan dilakukan pada kawat tembaga dengan panjang kawat 3 m danberdiameter 0.5 mm dengan agen chelat EDTA 1 M dengan cara direndam 24 jam kemudiandikeringkan. Pengkuran korosi dilakukan dengan pengukuran harian (24 Jam selama 5 hari)dengan medium pengkorosi asam sulfat 0.1 M.a. Resistansi kawat tembaga dengan diameter dan panjang tertentu diukur untukmengetahui resistansi awal, kemudian di masukkan kedalam larutan untuk memperolehkurva kalibrasi perubahan resistansi vs waktub. Mengukur resistansi logam yang telah dichelat dalam medium pengkorosi sehinggadiperoleh kurva resistansi vs waktuc. Membandingkan korosi logam yang dichelat dan tanpa diberi agen chelat. Sebelum perlakuan semua logam dibersihkan terlebih dahulu permukaannya untukdiperoleh permukaan logam yang bersih. Hal tersebut dimaksudkan agar semua pengotor dipermukaan logam baik yang berasal korosi sebelum dikorosikan dan pengotor padapermukaannya hilang. Perlakuan selanjutnya permukaan logam dilapis denganmenggunakan agen penchelat dengan cara memasukkan logam kedalam agen pengchelat,dengan cara ini diharapkan semua permukaan logam bisa lapis oleh agen chelat. Padaperlakuan inilah terjadi reaksi antara permukaan logam dengan agen pengchelat yaitu:
  • Selanjutnya logam dimasukkan kedalam kedalam larutan pengkorosi dan diamati setiapselang waktu tertentu. Resistansi suatu kawat secara tidak langsung memiliki hubungantidak langsung dengan panjang dan diameter kawat, sehingga setiap perubahan diameterkawat akibat adanya proses korosi maka akan mengakibatkan perubahan terhadapresistansi kawat. Hubungan tersebut ditunjukkan sebagai:Dimana: R adalah resistansi ρ adalah resistivitas l adalah panjang kawat A adalah diameter kawat Penelitian ini menggunakan panjang kawat yang sama, sehingga dalam hubungannyadengan R hanya tergantung pada nilai A yang mana R berbanding terbalik dengan A. SedangA berbanding lurus dengan masa kawat sesuai dengan persamaan ρ A ≈ m sehingga dengansemakin besar korosi yang terjadi maka nilai A dan masa kawat tetapi nilai R dari kawatsemakin kecil. Hubungan antara resistansi kawat dengan masa kawat akan berbandingtebalik sesuai dengan hubungan antara R dengan A yang nilai kesebandingan perubahannyadinyatakan dengan -∆R ≈ 1/∆m. Proses korosi yang terjadi mencerminkan penguranganmasa kawat sehingga makin besar kawat yang terkorosi maka masa kawat akan berkurangdalam jumlah yang besar juga. Pemilihan proses pengukuran dengan metode pengukuranresistansi pada reaksi inhibisi korosi ini disebabkan oleh pertimbangan bahwa (1) denganmenggunakan proses ini tidak mengganggu proses reaksi yang tengah berlangsung (2) caraini tidak merusak logam yang diukur (3) dapat diukur setiap saat. Hal ini berbeda dengancara pengukuran konservatif yang mana pada proses tersebut reaksi dihentikan terlebihdahulu kemudian logam digosok dengan demikian beberapa bagian yang terkorosi harusdihilangkan terlebih dahulu kemudian ditimbang dan proses baru dilanjutkan. Cara tersebutmenyebabkan reaksi terhenti sementara dan dengan penghilangan bagian permukaanlogam maka baian yang telah bereaksi dan menutupi hasil reaksi akan memulai reaksi baruyang tentunya lebih mudah terjadi dibandingkan dengan apabila permukaan logam masihtertutup oleh produk hasil korosi.
  • Pada proses penelitian ini dipakai assumsi bahwa proses yang terjadi terjadi padakondisi temperatur dan tekanan konstan sehingga tidak terjadi pemuaian kawat dan seluruhpermukaan yang terkorosi serta larutan tidak ikut terukur resistansinya, sehingga pengaruhresistansi non logam yang diteliti dianggap tidak ada. Dalam setiap pelarut selalu terdapatsejumlah pengotor yang membuat sampel menjadi terkorosi, sehingga dalam penelitian inidianggap bahwa reaksi yang terjadi hanya akibat medium pengkorosi saja. Logam Cu dilapisi terlebih dahulu dengan agen chelat sehingga diharapkan agenchelat bereaksi dengan permukaan logam dan melindungi logam dari proses korosi yangberasal dari medium luar. Proses korosi yang dilakukan terhadap tembaga diperoleh hasilyang disajikan dalam grafik dibawah ini: Gambar Grafik resistansi vs waktu untuk korosi logam tembaga dalam H2SO4 0.1 M Gambar diatas menunjukkan bahwa tembaga dalam asam sulfat 0.1 M terjadi proseskorosi hal ini bisa dilihat dari kecenderungan kuva yang mengalami perubahan resistansimenjadi semakin besar. Kenaikan resistansi tembaga sebesar 2.9 Ohm tersebut disebabkanoleh sejumlah masa tembaga yang larut dalam asam sulfat dengan reaksi sebagai berikut:Cu + H2SO4 CuSO4 + 2H+ Sedangkan setelah perlakuan dengan agen chelat maka diperoleh hasil sebagaiberikut:
  • Gambar 5 Grafik resistansi vs waktu untuk korosi logam tembaga dengan dichelat EDTA dalam H2SO4 0.1 M Adanya agen chelat yang melindungi permukaan logam tembaga maka proses korosiyang terjadi pada tembaga yang dipergunakan cukup kecil dibandingkan dengan prosestanpa pengchelatan. Kecenderungan akibat adanya proses pengchelatan dengan EDTAmenunjukkan bahwa terjadi penurunan dari kenaikan resistansi tembaga yang dichelat.Proses ini menunjukkan bahwa tembaga-EDTA memiliki kesetimbangan yang cukup tinggi kearah perlindungan logam dibandingkan reaksi tembaga dengan asam sulfat. Akibatkecenderungan tersebut maka permukaan logam tembaga tertutupi EDTA yang mengikatpermukaan tembaga sehingga sulit untuk ditembus oleh asam sulfat sebagai reaktorpengkorosi. Perubahan ini ditunjukkan oleh penurunan kenaikan resistansi yang hanyasebesar 0.6 ohm atau relatif kecil terhadap laju tanpa dichelat yaitu 20.6 %ReferensiRahmad Nuryanto, Retno A.L, Khabibi. Jurusan Kimia FMIPA UNIVERSITAS DIPONEGORO.http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ksa/article/download/3312/2975 diakses padatanggal 19 November 2012