Your SlideShare is downloading. ×
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Pemadam kebakaran
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pemadam kebakaran

12,065

Published on

1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,065
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
372
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pemadam Kebakaran Pemadam kebakaran atau branwir adalah petugas atau dinas yang dilatih dan bertugasuntuk menanggulangi kebakaran. Pakaian yang digunakan pemadam kebakaran adalahpakaian khusus yang berbentuk astronot yang biasanya dipakai untuk menyelamatkan korbankebakaran. Jaket orange yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran berfungsi untukmelindungi diri dari panasnya api pada saat memadamkan apiPetugas pemadam kebakaran selain terlatih untuk menyelamatkan korban dari kebakaran,juga dilatih untuk menyelamatkan korban kecelakaan lalu lintas, gedung runtuh, dan lain-lain. Dinas pemadam kebakaran adalah unsur pelaksana pemerintah yang diberi tanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas penanganan masalah kebakaran, yang termasukdalam dinas gawat darurat. Biasanya para pemadam kebakaran mamakai baju anti api agartidak mudah terbakar dan juga mereka memakai bagian baju yang mengkilat agar mudahterlihat. Definisi api adalah suatu fenomena yang dapat diamati dengan adanya cahaya danpanas serta adanya proses perubahan zat menjadi zat baru melalui reaksi kimia oksidasieksotermal. Api terbentuk karena adanya interaksi beberapa unsur/elemen yang padakesetimbangan tertentu dapat menimbulkan api. Sedangkan kebakaran yaitu peristiwabencana yang ditimbulkan oleh api, yang tidak dikehendaki oleh manusia dan bisamengakibatkan kerugian nyawa dan harta. Ditinjau dari jenisnya api dapat dikategorikanmenjadi 2 jenis api yaitu :  Api jinak.  Api liar.Jenis api jinak artinya api yang masih dapat dikuasai oleh manusia, sedang jenis api liar tidakdapat dikuasai, inilah yang dinamakan kebakaran. Proses kebakaran atau terjadinya apisebenarnya bisa kita baca dari teori segitiga api yang meliputi elemen bahan, panas danoksigen. Tanpa salah satu dari ketiga unsur tersebut, api tidak akan muncul. Oksigen sendiriharus membutuhkan diatas 10% kandungan oksigen di udara yang diperlukan untukmemungkinkan terjadinya proses pembakaran.
  • 2. Contoh gambar segitiga api :Sedangkan mengenai sumber api dapat muncul dari beberapa sebab antara lain : 1. Sumber api terbuka yaitu penggunaan api yang langsung dalam beraktivitas seperti : masak, las, dll. 2. Listrik Dinamis yaitu panas yang berlebihan dari sistem peralatan/rangkaian listrik seperti : setrika, atau karena adanya korsleting. 3. Listrik Statis yaitu panas yang ditimbulkan akibat loncatan ion negatif dengan ion positif seperti : peti. 4. Mekanis yaitu panas yang ditimbulkan akibat gesekan/benturan benda seperti : gerinda, memaku, dll. 5. Kimia yaitu panas yang timbul akibat reaksi kimia seperti : karbit dengan air.Bisa terjadi juga kecenderungan terjadi reaksi kimia akibat adanya elemen ke empat. Inilahyang biasa dinamakan tetrahidral api.Contoh gambar tetrahidral api : Ada beberapa klasifikasi jenis kebakaran berdasarkan bahan yang terbakar antara lainyaitu : 1. Api kelas A, yang terbakar bahan padat : kertas, kayu, plastik, karet, kain, dsb. 2. Api kelas B, yang terbakar benda cair seperti : minyak tanah, bensin, solar, tinner, gas elpiji, dsb.
  • 3. 3. Api kelas C, yang terbakar melibatkan : listrik, travo, kabel/konsleting arus listriknya. 4. Api kelas D, kebakaran khusus / bahan yang terbakar : logam, aluminium, besi, konstruksi baja.Klasifikasi jenis kebakaran tersebut diatas terbentuk sesudah tahun 1970, sebelumnya hanyakelas A, B, C.Tanda / Simbol Alat Pemadam Api Portable dibedakan menjadi 4 macam :  Untuk api klas A , adalah ordinary combustible dengan tanda gambar segitiga sama sisi dengan dasar warna hijau dan ditengahnya dengan huruf A dan tulisan “ ORDINARY COMBUSTIBLE”.  Untuk api klas B , adalah flammable liquids dengan tanda gambar bujur sangkar dengan dasar warna merah dan ditengahnya dengan huruf B dan tulisan “ FLAMMABLE LIQUIDS”.  Untuk api klas C , adalah electrical equipment dengan tanda gambar lingkaran dan warna dasar biru serta di tengahnya ditulis dengan huruf “ C “ dan diberi tulisan ELECTRICAL EQUIPMENT.  Untuk api kelas D adalah combustible metals dengan tanda bintang lima warna dasar kuning dan ditengahnya ditulis dengan huruf “D” dan diberi tulisan COMBUSTIBLES METALS.Sifat Teknis Api & Kebakaran Pembahasan sifat teknis api & kebakaran perlu diuraikan sedikit disini. Karenahal dan prosedurpenanggulangan bahaya kebakaran dilandasi oleh fenomena teknis api(disamping juga hal-hal psikologis,seperti : shock, kepanikan ,dll.). Hal-hal teknis yangmenjadi landasan upaya penanggulangan antara lain : -unsur penbentuk api, - tahanperkembangan api, serta – hal-hal yang membahayakan keselamatan jiwa.Api tumbuh secara bertahap, dari mulai menyala, membesar, menghasilkan gasdan asap dari bahan yangterbakar, dan bila tidak dikontrol, ia akan mencapai tahapmaksimal yang menghanguskan sertamembahayakan keselamatan jiwa. Secara teknis,perkembangan api di dalam ruangan tertutup dapat dibagimenjadi 5 (lima ) tahap : 1. Tahap penyalaan. 2. Tahap pertumbuhan. 3. Tahap puncak. 4. Tahap pembakaran penuh. 5. Tahap surutDalam suatu proses pembakaran, tidak semua tahap perkembangan api akan selaluterlalui, atau prosespembakaran mencapai semua tahap (lima tahap tersebut diatas). Hal tersebut sangat tergantung dari kualitas
  • 4. dan kapasitas tiga unsur pembentukan api. Secaradefenbisi, api dapat dijelaskan sebagai hasil reaksi cepat darimaterial terbakar, oksigen (O2) dan energi awal. Ketiga unsur tersebut adalah yang membentuk api.Ketiga unsur tersebut seperti di atas, harus bekerja bersama-sama untuk dapat membentuk api danpembakaran. Tanpa adanya salah satu dari ketiga unsurtersebut, proses pembakaran tidak akan pernah terjadi .Komposisi dari ketiga unsurinilah yang menentukan tahap proses pembakaran berlangsung. Suhu penyulutandimaksudkan sebagai tingkatan energi bahan untuk terbakar pada temperatur bakarnya.Terperatur bakar yaitutemperatur terendah saat bahan bakar mulai terbakar. Atau bisadiartikan bahwa bahan material mudahterbakar bila temperaturbakar material tersebutrelatif rendah.Karakteristik pertumbuhan dan penyebaran api,sama seperti penyalaan api, kecepatanpenyebaran, dan pemancaran panas, asap dan gas berbahaya, ditentukanoleh banyak faktor antara lain :  Kondisi geometris ruangan.  Bukan yang ada.  Sumber isi.  Jarak antara sumber api dengan material yang terbakar.  Karakteristik dari material interior.  Tipe dan volume material.  Kondisi dan penataan ruangan.Api dengan cepat berkembang besar melalui konveksi, dan kemudian menyebarsecara lateral terus ke langit-langit bila ruangan terbatas. Sesuatu yang terbakar,disamping menghasilkan gas, juga asap dan panas. Panasgas yang timbul peristiwakebakaran, bisa mencapai 650 0C – 950 0C. Salah satu fenomena khas terjadipadaperistiwa kebakaran adalah terjadinya “flashover”, dimana api tiba-tiba membesar dengannyala yangbesar pula.Bahaya Kebakaran Ada dua jenis bahaya yang ditibulkan sebagai akibat dari terjadinya kebakaranyaitu kerugian materialdan keselamatan jiwa manusia. Beberapa aspek penyelamatan sebenarnya lebih diarahkan dan diprioritaskanpada penyelamatan jiwa manusia terlebih dahulu, untuk kemudian meminimalkan kerugian pada tahapberikutnya. Sehingga padaprinsipnya, konsep penanggulangan kebakaran (fire safety) yang utama adalahpenyelamatan jiwa manusia. Bahaya keselamatan jiwa manusia pada peristiwa kebakaran dapatdiklasifikasikan : 1. Bahaya langsung  Tersengat temperatur yang tinggi.  Keracunan asap. 2. bahaya tidak langsung.  Terluka.
  • 5.  Terjatuh.  Terserang sakit.  mengalami shock/serangan psikologis.Sistem Penanggulangan Kebakaran Sebagai suatu sistem, bangunan terdiri dari sub - sub sistem yang membentuknya secara integraldalam satu kesatuan. Sub-sub sistem tersebut antara lain arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal, desainruang dalam ( interior ), desain ruang luar (landscape ), utilitas, dan sistem-sistem lain seperti manajemen/pengelolaan, maitenance / service, sistem penanggulangan kebakaran /fire safety. Sistem-sistem ini haruslahterintegrasi dengan baik dalam bangunan. Pada pelaksanaannya, tentunya penataan atau perencanaannyaharus dilibatkan secara kontinyu pada saat proseskonstruksi secara keseluruhan. Proses konstruksi yangdimaksudkan di atas adalah dari mulai tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian serta perbaikan danperawatan. Beberapa hal yang termasuk di dalam permasalahan site dalam kaitannya denganpenanggulangankebakaran ini antara lain :  Penataan blok-blok masa hunian dan jarak antar bangunan.  Kemudahan pencapaian ke lingkungan pemukiman maupun bangunan.  Tersedianya area parkir ataupun open space dilingkungan kaewasan.  Menyediakan hidrant eksterior di lingkungan kawasan.  menyediakan aliran dan kapasitas suply air untuk pemadam.Perencanaan Struktur dan Kontruksi Bangunan Perencanaan struktur disini berkaitan dengan kemampuan bangunan untuk tetapatau bertahan berdiripada saat terjadi bencana kebakaran. Sedangkan perencanaan kontruksi berkaitan dengan jenis material yangdigunakan. Material yang mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap api (terbakar), akan lebih baik pulaterhadap pencegahan penjalaran api, pengisolasian daerah yang terbakar serta memberi waktu yang cukupuntuk pengevaluasian penghuni.Hal-hal yang berkaitan denganperencanaan sistem ini antara lain : 1. Pemilihan material bangunan yang memperhatikan sifat materia :  Sifat penjalaran dan penyebaran.  Combustibility (kemampuan terbakar material).  Sifat penyalaan material bila terbakar.  Sifat racun (akibat reaksi kimia yang ditimbulkan / dihasilkan bilabahan tersebut terbakar). 2. Kemampuan / daya tahan bahan struktur (fire resistance) dari komponen-komponen struktur. Komponen struktur seperti rangka atap, lantai, kolam dan balok adalah tulang – tulang kekuatan pada bangunan. Perencanaan yang optimal darihal yang dimaksudkan :  Meminimalkan kerusakan pada banguna.
  • 6.  mencegah penjalaran kebakaran.  melindungi penghuni, minimal memberi waktu yang cukupdievaluasi. 3. Penataan ruang, terutama berkaitan dengan areal yang rawan bahaya dipilih material struktur yang lebih resisten.Perencanaan daerah dan jalur penyelamatan (evakuasi) pada bangunan Perencanaan daerah evakuasi, biasanya diperuntukan untuk bangunan pemukiman berlantai banyakdan merupakan bangunan yang lebih kompleks.Beberapa hal yang menjadi pertimbangan perencanaan sistem ini :  Kalkulasi jumlah penghuni / pemakai bangunan.  Tangga kebakaran dan jenisnya.  Pintu kebakaran.  Daerah perlindungan sementara.  Jalur keluar bangunan.  Peralatan dan perlengkapan evakuasi.Manajemen sistem penanggulangan kekakaran. Gagasan dari manajemen sistem penanggulangan kebakarann berkembang sekitar memeliharaperalatan/perlengkapan penanggulangan kebakaran sehingga dapat digunakan secara optimal pada saatdiperlukan. Manajemen penanggulangan kebakaran termasuk juga administrasi strategi untuk memastikankeselamatan secara preventif, membatasi perkembangan api dan menjamin keselamatan penghuni. Untukmencapai fungsi ini, manajemen sistem ini harus terlihat didalam semua aspek yang ada dalam bangunantermasuk daerah terhadap bahaya.Komunikasi Kebakaran tidak dapat diatur walaupun dengan sistem proteksi yang paling baik, sehingga sangatpenting untuk mendeteksi terjadinya segera untuk keberhasilan penanggulangaannya. Sistem informasi yangbaik bisa berguna untuk memicu tindakan awal penyelamatan. Komunikasi menjadi hal yang penting buatpenghuni bangunan, baik itu dari sistem alarm maupun penghuni lain, sehingga informasi harus tersampaikandanterdengar dengan jelas agar dapat memanfaatkan waktu untuk penyelamatan yang perlu.Pemeliharaan. Perbaikan dan pemeliharaan terhadap peralatan-peralatan darurat, seperti hidrant, bosereels,extinguisher, lampu darurat dll, adalah sangat penting. Tipe, standar dan frekuensi pemeliharaan harusterdokumentasikan pada program manajemen ini, dan staf yang berkepentingan perlu mengetahuinya danselalu menjalankannya dengan benar.
  • 7. Pelatihan. Pelatihan pegawai yang berkepentingan terhadap penanggulangan kebakaran ini tidak boleh luputdari perhatian. Mereka harus menerima instruksi bagaimana menghidupkan alarm tanda bahaya bila merekamenemukan kebakaran, serta mereka yang memberi peringatan kebakaran kepada penghuni. Begitu pulaterhadap penggunaan peralatan pemadam api, yang harus mampu dipraktekkan.Beberapa pelatihan yang dilaksanakan antara lain memberi pengetahuan tentang :  Pencegahan kebakaran secara umum.  Tindakan yang diambil pada waktu mendengarkan alarm dan menemukan api.  Metode yang benar dalam memanggil pasukan pemadam.  Lokasi, kegunaan dan penggunaan peralatan pemadam.  Rute penyelamatan, titik pertemuan dan jalan keluar.  prosedur evakuasiAda lima aspek yang harus dipertimbangkan di salam sistem manajemen ini, yaitu :  Tindakan preventif .  Prosedur.  Komunikasi.  Perawatan / pemeliharaan.  PelatihanKelima aspek-aspek tersebut masing-masing harus selalu dievaluasi kelengkapan dan kegunaannya.Tindakan Pencegahan Aspek ini adalah yang paling langsung dan efektif dalam mencegah datangnya kebakaran.Pencegahan dan pembatasan perkembangan api, harus dimulai dari saat bangunan masih dalam bentukgambar. Arsitek mempunyai tanggung jawab moral untuk memasukkan perencanaan penanggulangankebakaran ini pada konsep bangunannya. Perlu juga dibuat instruksi manual sederhana untuk staf yangkompeten serta untuk melatih penghuni beradaptasi bila hal yang tidak diinginkan terjadi. Staf yang kompeten,misalnya Satpam, atau pegawai kebersihan, atau teknisi dll, perlu untuk diatur secara reguler mengawasibangunan.ProsedurMemformulasikan sistem prosedur adalah bertujuan untuk mensikronisasikan operasional bangunan.Prosedur perbaikan dan perawatan / perlengkapan khususnya peralatan darurat kebakarann, harus dikerjakanterdokumentasi dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh staf-staf yang berkompeten. Semua pihakyang terlibat dalam hal ini (penghuni,terutama pegawai) haruslah mengetahui apa yang harus dilakukan, siapayang harus dihubungi, bagaimana melakukannya, dan kapan itu perlu. Keuntuingan dari pelaksanaan yangsesuai prosedur, adalah bisa menghindari keterlambatan penyelamatan bila keadaan darurat.
  • 8. Kontrol Penggunaan Sistem Penanggulangan Kebakaran Fungsi kontrol didalam pelaksanaan persyaratan-persyaratan teknis pada bangunan adalah menjaditanggung jawab semua pihak yang terlibat. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pelaku kontruksi sebagaipelaksana serta pengguna dan masyarakat selaku pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian.Begitupun peran pemerintah adalah yang paling signifikan disini, karena penyediaan dan pengelolaanmanajemen dansumber daya yang berkaitan dengan kepentingan umum ada di tangan pemerintah.Berkaitan dengan peran pemerintah terhadap perlindungan penanggulangan bahayakebakaran, antara lain : 1. Pengelolaan dan kontrol terhadap dinas-dinas penanggulangan yang terkait :  Sistem manajemen pengelolan.  Peralatan dan perlengkapan.  Sumber daya manusia. 2. Penyediaan dan pengelolaan fasilitas-fasilitas pendukung.  Sirkulasi kota dan open space.  Penyediaan air.  Sstem telekomunikasi.  Peraturan-peraturan terkait, dll 3. Kontrol persyaratan pelaksanaan proses kontruksi pada bangunan Ada enam tahap di dalam proses konstruksi yang keseluruhannya bisa dimasukkanpersyaratan kualifikasi sistem penanggulangan kebakaran dalam pelaksanaannya. Tahap-tahap tersebut adalah :  Tahap perencanaan bangunan.  Tahap desain.  Tahap pelaksanaan / pengoperasian bangunan.  Tahap perawatan.  Tahap perbaikan dan atau restorasi bangunan.Penempatan simbol / tanda alat pemadam api :  Bila dipasang pada alat pemadam api portable, maka penempatannya harus pada bagian depan tabung , di atas atau di bawah nama alat pemadam tersebut dan dapat dibaca dengan mudah dari jarak + 1 meter.  Bila dipasang di tembok dekat alat pemadam api portable maka tanda tersebut harus dapat dibaca dengan mudah dari jarak kira kira 8 meter.Standar warna yang digunakan pada simbol alat pemadam api :  Green (hijau) : No 14260.
  • 9.  Red (merah) : No 11105.  Blue (biru) : No 15102.  Yellow (kuning) : No 13655.Pemberian simbol pemadam kebakaran :  Diberi satu simbol karena alat pemadam tersebut hanya untuk satu kelas api seperti water pressurized type extinguisher hanya untuk api kelas A, maka diberi simbol api kelas A (ordinary combustible) dan juga dry powder hanya untuk api kelas D, maka diberi simbol api kelas D (combustible metals).  Diberi dua simbol karena alat pemadam tersebut untuk dua kelas api seperti Carbon Dioxyde untuk api kelas B dan api kelas C, maka diberi simbol api kelas B (flammable liquids) dan simbol api kelas C (electrical equipment).  Diberi tiga simbol karena alat pemadam tersebut untuk tiga kelas api seperti Multipurpose Dry Chemical Extinguisher untukapi kelas A, api kelas B dan api kelas C, maka diberi simbol api kelas A (ordinary combustible), simbol api kelas B (flammable liquids) dan simbol api kelas C (electrical equipment).Tipe kebakaran : Cara yang digunakan untuk memadamkan api secara cepat, perlu difahami segitiga apiseperti yang telah diuraikan diatas yaitu menghilangkan salah satu unsur dari segitiga api.Selain itu, harus ada sarana dan prasarana alat pemadam kebakaran. Alat yang sifatnyatradisional masih bisa dipakai seperti karung goni, pasir, termasuk keperluan komunikasi
  • 10. kentongan dll. Sedang untuk alat pemadam kebakaran yang sifatnya umum antara antara lainHidrant, Mobil pemadam kebakaran, Alat pemadam api ringan (APAR), sprinkler, dll.Disamping itu alat pemadam api lain yang mempunyai sifat sebagai racun api, antara lainkarbon dioksida, Bahan Kimia kering multi guna dan bubuk kering. Dari beberapa macamalat pemadam api tersebut masing‐masing mempunyai kegunaan dan aturan tersendiri.  Karakteristik jenis alat pemadam kebakaran : 1. Hydrospray Alat pemadam dengan air ini umumnya digunakan untuk kebakaran kelas A. Alat ini biasanya dilengkapi dengan penera untuk mengetahui tekanan air. Penera berwarna hijau menunjukkan alat aman untuk digunakan, sedangkan warna merah menunjukkan tekanan sudah berkurang. Contoh gambar : 2. Drychemical Powder Jenis bubuk kering digunakan untuk kelas A,B, C dan D, sedangkan sifat pemadaman jenis bubuk kering antara lain :  Menyerap panas dan mendinginkan obyek yang terbakar.  Menahan radiasi panas.  Bukan penghantar arus listrik.  Menutup dengan cara melekat pada obyek yang terbakar karena adanya reaksi kimia bahan tersebut saat terjadi kebakaran (reaksi panas api).  Menghambat terjadinya oksidasi pada obyek yang terbakar.
  • 11.  Tidak berbahaya.  Efek samping yang muncul adalah debu dan kotor.  Dapat berakibat korosi dan kerusakan pada mesin ataupun perangkat elektronik.  Sekali pakai pada tiap kejadian. Contoh gambar :3. Gas Cair Hallon Free/AF 11/Halotron 1 Alat pemadam gas cair ini bisa digunakan untuk semua jenis klasifikasi kebakaran. Sifat alat pemadam ini antara lain :  Bukan penghantar listrik.  Tidak merusak peralatan.  Non Toxic (tidak beracun).  Bersih tidak meninggalkan bekas.  Memadamkan api dengan cara mengikat O2 disekitar area kebakaran.  Penggunaan yang multi purpose (semua klas kebakaran).  Bisa digunakan berulang-ulang.  Lebih tepat digunakan di dalam ruang. Contoh gambar :
  • 12. 4. Carbon dioksida Racun api CO2 ini cocok dan efektif digunakan untuk pemadaman api kelas B dan C. Sifat-sifatnya antara lain :  Bersih tidak meninggalkan bekas.  Non Toxide ( tidak beracun ).  Bukan penghantar listrik.  Tidak merusak peralatan ( elektronik / mesin ).  Cara pemadaman dengan mendinginkan dan menyelimutiobyek yang terbakar.  Tepat untuk area generator dan instalasi listrik.  Tekanan kerja sangat besar. Contoh gambar :5. Racun Api Busa Racun api berupa busa hanya digunakan untuk jenis kebakaran kelas A dan B. Cara kerjanya menyelimuti dan membasahi obyek yang terbakar, jika obyek yang terbakar benda cair, racun api busa ini bekerja menutup permukaan zat cair. Sifat lainnya yaitu penghantar arus listrik sehingga tidak dapat digunakan pada ruang yang berisi peralatan komponen listrik. Contoh gambar :
  • 13. 6. Fire Sprinkler System Alat ini biasanya terinstal didalam gedung dan bersifat mengandung Hg. Mekanisme kerja sprinkler yaitusecara otomatis akan mengeluarkan air bila kepala sprinkler terkena panas. Prinsip dasar alat ini adalah mampu menyerap kalor yang dihasilkan dari bahan yang terbakar. Contoh gambar :7. Hydrant Digunakan untuk jenis api kelas A dan B. Contoh gambar :
  • 14. 8. Selang air serta pemancarnya noozleKlasifikasi media racun api pada kebakaran :Agar bisa bekerja cepat dalam keadaan darurat perlu diperhitungkan persyaratan dan carapemasangan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang antara lain :  Tempat mudah dilihat dan dijangkau, tidak boleh digembok atau diikat mati.  Jarak jangkauan maksimum 15 m.  Tinggi pemasangan maksimum 125 cm.  Jenis media dan ukuran sesuai dengan klasifikasi kebakaran dan beban api.  Diperiksa secara berkala.  Bisa diisi ulang (Refill).  Kekuatan konstruksi terstandar.Fasilitas yang harus dipunyai oleh laboratorium :  APAR.  Tangga darurat.  Ada sistem alarm seperti Heat detector, Smoke detector dan Flame detector (lidah api).  Hydrant (Box hydrant).  Baju tahan panas pelindung kerja lengkap tahan api.  Pintu tahan Api.
  • 15.  Jumping sheet.  Penangkal petir.Perhatikan juga jika masuk ke laboratorium atau gedung manapun, cobalah lihat dan caritanda arah evakuasi ataupun pintu darurat. Biasanya ditunjukkan dengan papan nama pintudarurat atau "exit" seperi gambar ini :Usaha Preventif Tanggap Kebakaran :  Penyuluhan dan pelatihan tentang pemadam kebakaran.  Adanya SOP cara pengoperasian pada tabung pemadam.  Pastikan listrik/api telah padam sebelum meniggalkan laboratorium.  Usahakan bak kamar mandi selalu penuh.Cara yang dilakukan dalam pemadaman kebakakaran :  Selalu siap mental dan jangan panik.  Perhatikan arah angin (dengan melihat lidah api).  Membelakangi arah angin menghindar dari sisi lain.  Semprotkan/arahkan pada sumber api.  Harus tahu jenis benda yang terbakar.  Usahakan mengatur dan menahan nafas.Sedangkan prosedur emergensi evakuasi seperti berikut :  Bunyikan / tekan alarm terdekat.  Keluar lewat pintu terdekat.  Berkumpul ditempat yang berjarak minimal 30 meter dari sumber kebakaran.  Beritahu petugas emergensi mengenai orang-orang yang ada didalam.  Beritahu petugas emergensi mengenai alasan pengosongan ruangan.  Jangan masuk kedalam gedung lagi sampai dijinkan oleh yang berwenang.

×