Your SlideShare is downloading. ×
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

21198220 apakah-pembelajaran-kontekstual

1,243

Published on

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Pembelajaran kontekstual ialah kaedah pembelajaran yang menggabungkan isi
    kandungan dengan pengalaman harian individu, masyarakat dan alam
    pekerjaan. Kaedah ini menyediakan pembelajaran secara konkrit yang
    melibatkan aktiviti hands – on dan minds – on.
    1Pengalaman Harian Individu
    2Persekolahan
    3Alam Pekerjaan
    4Kehidupan Masyarakat
    5Teori pembelajaran secara kontekstual
    6Pengetahuan sedia ada
    7Pengetahuan baru
    8Pembelajaran hanya berlaku apabila murid dapat memproses maklumat atau
    9pengetahuan baru dengan cara yang bermakna dalam rangka minda mereka.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Pembelajaran kontekstual ialah...
    kaedah pembelajaran yang menggabungkan isi
    kandungan dengan pengalaman harian individu, masyarakat dan alam
    pekerjaan. Kaedah ini menyediakan pembelajaran secara konkrit yang
    melibatkan aktiviti hands – on dan minds – on.
    1.Pengalaman Harian Individu
    2.Persekolahan
    3.Alam Pekerjaan
    4.Kehidupan Masyarakat
    5.Teori pembelajaran secara kontekstual
    6.Pengetahuan sedia ada
    7.Pengetahuan baru
    Pembelajaran hanya berlaku apabila murid dapat memproses maklumat atau
    pengetahuan baru dengan cara yang bermakna dalam rangka minda mereka.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
1,243
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
82
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. APAKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ?Pembelajaran kontekstual ialah kaedah pembelajaran yang menggabungkan isikandungan dengan pengalaman harian individu, masyarakat dan alampekerjaan. Kaedah ini menyediakan pembelajaran secara konkrit yangmelibatkan aktiviti hands – on dan minds – on.7  Pengalaman Harian Individu  Persekolahan  Alam Pekerjaan  Kehidupan Masyarakat  Teori pembelajaran secara kontekstual  Pengetahuan sedia ada  Pengetahuan baru  Pembelajaran hanya berlaku apabila murid dapat memproses maklumat atau  pengetahuan baru dengan cara yang bermakna dalam rangka minda mereka.Pembelajaran akan menjadi lebih berkesan jika maklumat disampaikan dalamkonteks yang pelbagai dan bermakna kepada murid.  Budaya  Fizikal  SosialPenekanan perlu diberi kepada kepelbagaian persekitaranpembelajaran untuk menghasilkan pembelajaran yang berkesan.Kepelbagaian PersekitaranPembelajaran  Bilik Darjah  Tempat KerjaMengapakah pendekatan kontekstual perludalam pengajaran dan pembelajaran?Individu mengekalkanmaklumat dengan lebih berkesan melalui pengalaman sendiri.Individu memilikipelbagai jeniskecerdasan.
  • 2. Pembelajarankontekstual mengambilkira pelbagai gaya pembelajaran. NG KITATAHU TENTANGPROSES PEMBELAJARAN?• Kebanyakan murid belajar dengan berkesan melalui pengalaman penglibatanperibadi, aktiviti hands-on dan peluang untuk penemuan kendiri.• Pembelajaran lebih bermakna apabila konsep disampaikan dalam konteks hubungan yang tidak asing kepada murid.• Kebanyakan murid belajar dengan lebih berkesan melalui komunikasi interpersonal, belajar dalamkumpulan, berkongsi maklumat, saling membantu dan maklum balas yang positif.• Pemindahan pembelajaran dari satu situasi ke situasi yang lain adalah satu kemahiran yang perlu dipelajari.Dalam proses pembelajaran secara kontekstual, murid akan melalui satu ataulebih daripada kaedah-kaedah pembelajaran berikut :Relating(Menghubungkait)Belajar dalam konteks menghubungkaitkan pengetahuan baru denganpengalaman hidupExperiencing (Mengalami)Belajar dalam kontekspenerokaan,penemuan dan reka ciptaApplying(Mengaplikasi)Belajar dalam konteks bagaimana pengetahuan atauinformasi boleh digunakan dalam situasi lain.Cooperating (Bekerjasama)Belajar dalam konteks bekerjasama, member maklum balas danBerkomunikasiTransfering (Memindahkan)Belajar dalam konteks pengetahuan sedia ada dengan menggunakan atau membina daripada apayang telah diketahuiDalam pendekatan kontekstual, pengajaran dan pembelajaran mestimemenuhi keperluan strategi berikut:MOTIVASI§ Pengenalan § Isu perbincangan § Alat bantu mengajar
  • 3. PEMAHAMAN§ Penerangankonsep dan perbincangankelas § Bacaan dan melakukan § Contoh kajianKEMAHIRANAPLIKASI§ Aktiviti Hands-On § Penyelesaian masalahIMBASANKEMBALI DAN PENILAIAN§ Ingat kembali fakta utama § Penilaian kemajuanPerkara Yang Perlu Dipertimbangkan Bagi Melaksanakan Pembelajaran SecaraKontekstual Dengan BerkesanMatlamat utama pembelajaran secara kontekstual adalah untuk menghasilkan murid yangberkualiti. Untuk menjayakannya, semua pihak perlu bersetuju mengenai apa yang perludipelajari dan bersetuju mengenai strategi pembelajarannya. Di samping itu, sokongandaripada organisasi masyarakat diperlukan untuk menjayakan strategi pengajaran danpembelajaran kontekstual. Sokongan luaran ini akan memberi galakan dan sumber-sumber untukmembantu murid dan guru mewujudkan suasana pengajaran dan pembelajaran yang kondusif.Pembelajaran KontekstualA. Latar belakang Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akanbelajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anakmengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi padapenguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagaldalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjangPendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajaryang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswadan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengankonsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaranberlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransferpengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasilDalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya,guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelolakelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi
  • 4. anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kataguru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstualB. Pemikiran tentang belajarPendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagaiberikut.1. Proses belajar • Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkontruksi pengetahuan di benak mereka. • Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu saja oleh guru. • Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki sesorang itu terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan. • Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan. • Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru. • Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide. • Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan sesorang.2. Transfer Belajar • Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain. • Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit demi sedikit) • Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu3. Siswa sebagai Pembelajar • Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seorang anak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru.
  • 5. • Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting. • Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yang sudah diketahui. • Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri.4. Pentingnya Lingkungan Belajar • Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari guru akting di depan kelas, siswa menonton ke siswa akting bekerja dan berkarya, guru mengarahkan. • Pengajaran harus berpusat pada bagaimana cara siswa menggunakan pengetahuan baru mereka.Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya. • Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian yang benar. • Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.C. Hakekat Pembelajaran KontekstualPembelajarn kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yangmembantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswadan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utamapembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning),menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), danpenilaian sebenarnya (Authentic Assessment)D. Pengertian Pembelajaran Kontekstual 1. Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. 2. Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakatE. Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Tradisional
  • 6. Kontekstual 1. Menyandarkan pada pemahaman makna. 2. Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa. 3. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. 4. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan. 5. Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. 6. Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang. 7. Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok). 8. Perilaku dibangun atas kesadaran diri. 9. Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman. 10. Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri. yang bersifat subyektif. 11. Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tersebut merugikan. 12. Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik. 13. Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting. 14. Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik.Tradisional 1. Menyandarkan pada hapalan 2. Pemilihan informasi lebih banyak ditentukan oleh guru. 3. Siswa secara pasif menerima informasi, khususnya dari guru. 4. Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis, tidak bersandar pada realitas kehidupan. 5. Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan. 6. Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu. 7. Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengar ceramah, dan mengisi latihan (kerja individual). 8. Perilaku dibangun atas kebiasaan. 9. Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan. 10. Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai rapor.
  • 7. 11. Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman. 12. Perilaku baik berdasarkan motivasi entrinsik. 13. Pembelajaran terjadi hanya terjadi di dalam ruangan kelas. 14. Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan.F. Penerapan Pendekatan Kontekstual Di KelasPembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dankelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukupmudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri,dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya 1. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik 2. kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 3. Ciptakan masyarakat belajar. 4. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran 5. Lakukan refleksi di akhir pertemuan 6. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai caraG. Tujuh Komponen Pembelajaran Kontekstual1. Konstruktivisme • Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal. • Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan2. Inquiry • Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman. • Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis3. Questioning (Bertanya) • Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. • Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry4. Learning Community (Masyarakat Belajar)
  • 8. • Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar. • Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri. • Tukar pengalaman. • Berbagi ide5. Modeling (Pemodelan) • Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar. • Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya6. Reflection ( Refleksi) • Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari. • Mencatat apa yang telah dipelajari. • Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok7. Authentic Assessment (Penilaian Yang Sebenarnya) • Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. • Penilaian produk (kinerja). • Tugas-tugas yang relevan dan kontekstualH. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual • Kerjasama • Saling menunjang • Menyenangkan, tidak membosankan • Belajar dengan bergairah • Pembelajaran terintegrasi • Menggunakan berbagai sumber • Siswa aktif • Sharing dengan teman • Siswa kritis guru kreatif • Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain
  • 9. • Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lainI. Menyusun Rencana Pembelajaran Berbasis KontekstualDalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelasyang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukanbersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermintujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.Dalam konteks itu, program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yangakan dikerjakannya bersama siswanya.Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensionaldengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya padapenekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuanyang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstuallebih menekankan pada skenario pembelajarannya.Atas dasar itu, saran pokok dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasiskontekstual adalah sebagai berikut. 1. Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar. 2. Nyatakan tujuan umum pembelajarannya. 3. Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu 4. Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa 5. Nyatakan authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.

×