Your SlideShare is downloading. ×
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Kondom Bocor, Sobek Ujungnya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kondom Bocor, Sobek Ujungnya

1,833

Published on

Sebuah Antologi karya 10 Penyair wanna be

Sebuah Antologi karya 10 Penyair wanna be

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,833
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Kondom Bocor, Sobek Ujungnya Copyright 2011, 10 Penyair Wanna Be isbn 123-456-789012-3-4 Sampul Ilustrasi Umpu Prahara & Reski Kuantan Editing Abjad Reski Kuantan & Jhon Pello Susun Letak Umpu Prahara & Jhon Pello Penerbit Magenta Publishing Cetakan Pertama Banget, Oktober 2011 x + 89 hlm, 14x20 cm Hak Cipta Puisi ditangan Penulis Puisi, silahkan diperbanyak sebanyak-banyaknyaisi diluar tanggungjawab orang yang tidak bertanggungjawab
  • 2. SENI DAN SASTRA UNTUK PEMBEBASAN Dipungkiri atau tidak, terlepas dari teori-teori, lepas dariaturan-aturan dan terlepas dari perkembangan zaman dan perada-ban, berseni bagi kami pada dasarnya adalah suatu kesenangandan sekaligus salah satu bentuk pembebasan atau membebaskandiri dari segala macam tekanan yang datang dari dalam maupunluar, serta adalah media penyampaian dan bahwa seni adalahmilik semua orang tanpa terkecuali. Begitu pula dengan bersastraatau menulis suatu karya satra, salah satunya adalah puisi. Misalnya Wiji Thukul dengan puisi-puisinya yang bahkanmampu menjadi motivasi serta semangat tersendiri pada aksi-aksikawan aktivis dan mahasiswa serta semua orang yang bergerakmenentang dan meruntuhkan pemerintahan Orde Baru dengan“Hanya ada satu kawan: Lawan!” (Puisi Peringatan), atau WS.Rendra yang kemudian dikenal dengan puisi-puisi pamfletnya.William Shakespeare dengan romantismenya dan masih banyaklagi penyair-penyair Tanah Air maupun luar dari latar belakangyang berbeda-beda yang berseni merangkai kata untuk menyam-paikan sesuatu hal, baik dari dalam diri sendiri mau pun dari luaratau lingkungan sebagai makhluk sosial dengan berbagai tema,kondisi dan situasi. Mereka adalah segelintir contoh orang-orang yang berhasilmembebaskan diri, terutama untuk berseni merangkai kata atauberpuisi dan bahkan berhasil membebaskan orang lain secara
  • 3. batiniah, seperti mampu memberi semangat, motivasi dan kepua-san ketika menikmati karya-karya mereka. Lantas apa hanya penyair yang menulis puisi? Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti inilah yang terkadang membelenggudan membatasi kreatifitas seseorang dalam berkarya, seseorangseringkali terjebak dalam pemikirannya sendiri, sebab bukan pen-yair maka tidak menulis puisi, sebab bukan pematung maka tidakmembuat patung, sebab bukan pelukis maka tidak melukis, dancenderung membuat batasan-batasan bagi diri sendiri. Selain itupola pikir yang dididik dan dipengaruhi lingkungan dengan per-sepsi-persepsi yang terkadang memandang suatu bentuk hasilsuatu karya adalah subyektif yang sebenarnya adalah obyektif. Dan kembali pada hakekatnya, berseni dan bersastra itu be-bas, bebas memaknai dan bebas berkarya. Dari itu semua orangwajib bebas dari batasan-batasan dari dalam mau pun luar diri un-tuk berseni dan berkarya. Berangkat dari pemahaman sederhana ini, kami dengansegala kekurangan dan dengan segenap keberanian serta rasa per-caya diri yang mungkin sebenarnya terlalu berlebihan dan dengankeyakinan yang umum sebab yang terpenting adalah proses,maka kami memulai, maka kami berkarya, kami bebaskan dirikami, dan bersepakat untuk membukkukan kumpulan puisi-puisikami yang kami beri judul “Kondom Bocor Sobek Ujungnya”.Mengapa “Kondom Bocor Sobek Ujungnya”? Begini sedikit penjelasannya : Kondom adalah alat kon-trasepsi keluarga berencana yang terbuat dari karet dan pe-makaiannya dilakukan dengan cara disarungkan pada kelaminlaki-laki ketika akan bersenggama. Kondom di sini adalah bata-san-batasan yang kami sarungkan dan kami ciptakan pada dirisendiri yang sebenarnya justru menghancurkan rencana-rencanakami, seringkali karena sangat elastisnya tanpa kami sadari telahmembunuh kreatifitas kami sendiri. Sehingga alat kontrasepsi ini
  • 4. harus dibuka alias tidak disarungkan lagi pada kuasa nafsu ke-bodohan dan ketololan pada diri kami semua, yang seharusnyabebas bersenggama dengan kreatifitas dalam kehidupan kami se-cara berkeadilan tentu saja. Atau adalah untuk menerabas batasan-batasan dan tidak membatas-batasi diri sendiri. Bocor adalah pertama, berlubang sehingga air dan udara da-pat keluar atau masuk; atau tiris, kedua tersiar sedikit-sedikit(tentang rahasia dan sebagainya), ketiga, adalah kerap kali buangair; keempat adalah mengeluarkan darah. Dan kami tentu saja me-mang sengaja membocorkan atau menjadi bocor agar kami tidaksakit perut, sesak nafas dan sakit kepala dalam berkreatifitas danmenyampaikan sesuatu hal. Sehingga kami bebas dan merdekatanpa adanya pengkotak-kotakan atau apalagi sampai memenjara-kan kreasi dan agar kami terus dapat bersirkulasi dan berproses. Sedangkan Sobek adalah cabik, robek, atau koyak. DanUjung yaitu bagian penghabisan, puncak, akhir atau maksud dantujuan. Yang di sini adalah sebuah harapan atau keinginan agardengan buku kumpulan puisi ini kami dapat turut membantumenyobek batasan-batasan pada orang lain atau dengan keinginanbisa sedikit memotivasi bahwa untuk melakukan sesuatu, teru-tama berkreatifitas, semua orang tanpa terkecuali memiliki hakdan kebebasan yang sama, dan itu harga mati. Titik!. Akhirnya, menjadi penting atau tidak penjelasan ini, semogabisa dinikmati. Jika berkenan dan berlapang dada silahkan dibaca,dikritik habis-habisan, disimpan dan disebarkan. Jika tidak berk-enan, silakan buku antologi puisi ini dikilokan sebagai barangloakan, didaurulang atau setidak-tidaknya diwariskan kepadaorang lain yang mungkin penasaran, meskipun akhirnya jugaakan bersikap sama, sakit perut, sakit kepala dan barangkali mun-tah. Maka, mari berkondom bocor sobek ujungnya, berseni danbersastra untuk pembebasan diri dan berkeadilan sosial! MaGenTa
  • 5. PUISI RUANG DOKUMENTASI YANG MENERIMA KEBEBASAN Maira Eka Sari Setiap orang, melalui rangkaian peristiwa yang berbeda-beda dalam menjalani hidup. Mau tidak mau, secara tidak lang-sung mereka menuntut untuk dimengerti apapun itu. Akan tetapi,keadaan alam kadang sering, bahkan lebih dominan memaksamereka untuk tidak bersikap sesukanya. Terbatas lebih tepatnya.Menjalani hal yang seperti itu menghadirkan ekspresi yang ber-beda pula dalam menanggapinya. Salah satu yang merupakan ek-spresi mereka adalah keinginan untuk suatu hal yang dinamakankebebasan. Saat menjalani tuntutan alam yang terkadang mengukungterkadang tidak, kebebasan itu sering diteriakan orang-orang –siapapun dia– pada apapun, kapanpun, dimanapun, tanpa terkec-uali. Bebas berfikir, bebas berbicara, bebas bergerak, bebasberkeingin, dan masih banyak lagi yang ingin dibebaskan daridalam maupun luar diri mereka. Hal itu tidak bisa dipungkiri danitu bukan suatu hal yang tidak wajar apalagi suatu kesalahan. Ke-bebasan itu hak semua, dan wajib diberikan oleh semua Seni kata atau lebih akrab dikenal dengan sastra menjadiwadah untuk kebebasan itu bersuara. Baik itu dalam bentuk puisimaupun prosa. Adapun peranan dari sastra adalah meneruskantradisi suatu bangsa kepada masyarakat se-zamannya dan kepada
  • 6. masyarakat yang akan datang, antara lain berupa cara berpikir,kepercayaan, kebiasaan, pengalaman sejarahnya, rasa keindahan,bahasa, serta bentuk-bentuk kebudayaannya (Semi, 1984: 14) Melalui puisi, penulis bebas menuangkan apapun, baik itupikiran, perasaan, harapan, caci-maki, penghinaan dan lainnyayang akan disampaikan pada orang lain ataupun hanya pada dir-inya sendiri. Dalam antologi ini, puisi merupakan salah satu darisekian banyak bentuk yang bisa digunakan untuk mengekspresi-kan sesuatu yang dinamakan kebebasan itu. Puisi adalah artefakyang bisa menumpu suara, gerak, perasaan, bau, dan apapun ke-jadian alam semesta ini dalam bentuk untaian kata, baik memilikikeindahan ataupun tidak. Puisi berhak lahir dan menemui takdirdan caranya masing-masing. Hal ini juga ada pada karya dan halyang lainnya. Dalam antologi puisi ini, para penyair wanna be mencobamenghadirkan warna baru yang merupakan wujud keinginanmereka dengan yang namanya kebebasan. Berbagai hal yang ber-beda disajikan oleh mereka yang berlatarbekang berbeda pulahingga secara tidak sengaja telah membatu memenuhi peran sas-tra untuk meneruskan tradisi. Hal itu telah menjadi sumbanganberharga dalam khasanah kesusastraan Indonesia. Hadir tanpa sebuah tema, mereka berani menyuguhkankandokumentasi berharga untuk artefak berharga pada mereka yangakan datang dan berada di masa-masa berikutnya.Padang, Oktober 2011
  • 7. Daftar PuisiAlfikri Ilmi • Pada Tanah Kelahiran 1 • Nostalgia Ramadhan 2 • Aku Ingin Tua Bersamamu 3 • Permintaan 4 • Jadi Cleopatra Semalam 5 • Cepat Bangun, Nak 7 • Menjahit Nasib 9 • Ibu 11Amanike Liza Fitra • Hidupku 12 • Kekecewaanku 13 • Kepergianmu Sobat 14Gilank Ralicha • Garuda di Dadaku 15 • Titip Surat Untuk Ayah 17 • Surat Kepada Kawan 19 • Hanya Sepotong Kata Untuk Bangsa Yang Merdeka 21 • Negeri Para Kesatria 23 • Logika Kosong (Anjing) 25Holy Adibz • Seorang Ibu Berbisik Pada Calon Bayinya 26 • Sajak Seorang Pelacur 28 • Laut Kota Jakarta 29 • Anakku Akan Kuliah 30 • Ayo Bayar Pajak 31 • Seorang Penyair dan Cangkulnya 32
  • 8. • Labuhan Kerbau Kampungku 34Jhon Pello • Debu Cinta Palsu 36 • Keegoan 37Joey Rose • Sajak Mabuk 38 • Al Faiz : Dengan Subuh dan Dibawah Gerimis Aku Bersaksi 39 • Tiga Perempuan Dalam Kehidupanku 41 • Dari Asrama Ke Jalur Gaza 42 • Sajak Untuk Nenek (Selamat Jalan Nek) 43 • Pagi Ini Seorang Mahasiswiku Kirim SMS 44 • Kami Selalu Siap Berperang! 46 • Mungkin Kita Lupa 47 • Ah, Revolusi Kok Ditakuti 48 • Aku Menangis Ketika Menggali Kubur Untuk Putriku, Dia Maju dan Kemudian Menyisir Janggutku 50 • Jika Semua Sempurna 51 • Bagaimana Mungkin Aku Bisa Diam, dan Kau? 52Lismomon Nata • Negeri Parewa 53 • Mau ke Mana Kau Indonesiaku 54 • Korupsi 55 • Bupala 56 • Wahai Penyair 57 • Tanah 58 • Apnea Masa Muda 59Reski Kuantan • Penyair Tolol dan Perempuan Gila 60 • Aku Melihat Langit 61
  • 9. • Cicak 62 • Aku Denganmu 63 • Puisi-puisian 64 • Menuai Hampa 65 • Taplau Tujuh Tiga Puluh 66 • Aku dan Ibuku, Tuan. 67 • Ke Rumahmu Aku Hendak Pulang 68Rizki Firdaus • Mengulum Biru 69 • I Sweep The Floor 70 • Antonimisme 71 • Author 72 • Perjalanan ke Kota Besar Perdanaku 73 • Tawa Fatamorgana 74Umpu Prahara • Kau 1 76 • Kau 2 77 • Untuk Ibu 78 • Seorang Gadis di Sebuah Ruangan 79 • Ahh... 81 • Malam 82 • Satu Hari 83 • Untukmu 85 • Perempuan 86
  • 10. Alfikry IlmiPada Tanah Kelahiranpada suatu waktu yang entahaku akan pergi menghapus segala jejak kaki di tubuhmuijinkan aku menempuh ribuan kilo jauh dari pandangmuijinkan aku menjadi lelakiijinkan aku tepati janjiijinkan mencoba peruntungan dari beberapa kemungkinandan ijinkan aku mengingatmu dalam kenangkarena kelak jika sudah sampai waktuaku akan kembali lagi ke pelukanmumembawa nyala api atau ditikam sepi berkali-kaliPadang, 6 Mei 2011 1
  • 11. Alfikry IlmiNostalgia RamadhanTidurlah.Besok sehabis Shubuhkita bakar petasandi samping orang pacaranPariaman, 1 Agustus 2011 2
  • 12. Alfikry IlmiAku Ingin Tua Bersamamu: Rahma WellyAku ingin tua bersamamumenghabiskan waktu dalam rentang umur yang berubanBerpetak umpet di keriput kulitmuBernostalgia ciuman pertama di bibirmu yang sudah kemarauBerkaca pada matamu yang masih menyimpan masa lalu.Aku ingin tua bersamamuMenikmati early reggae atau soul di berandasambil memandangi kepulangan burung-burung dalam formasimenuju sarangatau menikmati sunset,sunset yang selalu membuatmu kagum atau gemetar.Karena kau pikir masa depan tak pernah datang.Aku ingin tua bersamamuberdua kita tertawai masa sekarang.Dan saat itu barangkali kita sudah pikuntak terlalu ingat kapan pertama kali pandang kita bertemu.Aku ingin tua bersamamumasihkah kau ingin main ayunan di jenggotku?Padang, 1 Juli 2011 3
  • 13. Alfikry IlmiPermintaannyamuk tidurlahmasih ada malam lainbagimu mencoba peruntunganmenghisap darahmalam ini janganaku sudah terlalu lelahdihisapseharianPadang, 22 Juni 2011 4
  • 14. Alfikry IlmiJadi Cleopatra SemalamMalam ini bulan ketakutanbersembunyi di balik bangunan hotel bintang lima.Kita di dalamnyamenikmati semangkuk kencansetelah seribu panah rayuan kau lepaskan ke dadakuusai makan malam.Cleopatra-lah aku seketikapasca mahkota janji-janji surgakau letakkan di atas kepala.Bangga atau mungkin juga tak sengajakau sempat bisikanbahwa kita bisa berpesta berkat hasil penggelapan dana.Tak ada yang merasa kehilangansebab fakta seketika dialihkan isu yang lebih menarik untuk disi-mak.Melebihi candu sinetron rumah tangga dengan cerita mem-bosankan penuh peran antagonis.Kita pun lalu sama-sama tertawaatas kemenangan.Atas kepecundangan.Serupa aku yang menertawai nasib sendirikarena nikmat materi berlimpah beginibelum tentu kutemukan esok hari.Jadi, kucumbui saja kemewahan ini sampai pagisampai gelas tak mau lagi dituangi vodkasampai tubuh tak sanggup lagi dipacudan napas kita yang memburusama-sama membisu berhimpitan. 5
  • 15. Alfikry IlmiBulan gigil yang ketakuan semalam sudah digusur garangnyamatahari.Kita berpisah di depan sebuah gangsetelah perempatan.Barangkali kau langsung menuju pelukan anak istri yang setiamenantikepulanganmu dari rapat luar kota.Dan aku juga kembali pada kenyataan kontrakan 4x4 meterdengan beberapa lembar uang ratusanuntuk menghapus semua bekas ciuman dan biaya perawatanbadan.Padang, 12 Januari 2011 6
  • 16. Alfikry IlmiCepat Bangun, NakBangun, nak.Lekas mandisebelum didahului matahari.Hari tak sudi menantiwaktu tak mau menunggu.Kita harus segera pergimencari remah rotipenyambung hidup pagi ini.Mari, nak.Mari keluarDari pengap rumah yang kita dirikan di pinggir kalimereka selalu bilang tak layak hunisementara janji membumbung tinggibelum juga ditepati.Cepat, nak.Percepat gerakmukita kejar mimpi-mimpi yang tak terbelibarangkali ada yang tercecer di jalananatau nyangkut di tali jemuran.Perhatikan, nak.Tajamkan matamuBegitu banyak masa depan yang kita temui pada sampah-sampahitukau pungutlah satu persatuplastik, kaleng, besi, kardus, sepatu, kertas, bajujika beruntung kita dapat bukukau bisa peroleh ilmumeski tak sebanyak anak-anak gedonganyang sekolah untuk mendapatkan pengakuan. 7
  • 17. Alfikry IlmiSekarang matahari bermahkota di atas kepalaBadan kita dipanggang di bawahnya.Istirahatlah, nakdi bawah beringin itu.Tapi jangan terlalu nyamanapalagi sampai ketiduran.nanti kita diseret paksa keamanan.Kota ini butuh keindahan!Padang, 28 Desember 2010 8
  • 18. Alfikry IlmiMenjahit NasibKerja ini tak mampu membeli mimpi tinggi menjulangmenantang matahari.Harga yang melambung seperti balon membuat diri semakinsangsi.Gempapun membuat jarum dan benang pisah ranjangmenganggur tanpa kerjaan.Serupa di-PHK keadaan lem membeku dalam gumpalan gelisah.Istri tak bosan menyanyikan sumpah serapah karena tak tahu apayang mau dimasak.Anak mengeluh meminta uang jajan tanpa pemahaman bahwaharga makanan ringan tak seringan namanya.Mengganti pekerjaan demi kesejahteraan sempat terlintas dalampikiran.Syaraf otak sering tegang dipaksa berpacu memutar idecemerlang tak kunjung datang.Ijazah SD membuat tubuh tak punya banyak pilihan masa depan.Alam memang memberikan banyak pelajaran tanpa biayapungutan.Tapi kita hidup bukan di negri dongeng sebelum tidur denganakhir mengharukan.Menjahit nasib tak segampang menjahit sepatu yang tinggalmenarik benang.Hidup memang terus berjalan bahkan berlarian.Dengan atau tanpa keluh kesah meratapi kenyataan.Semakin pahit ditelan semakin sehat pikiran.Bugarkan badan tanpa suplemen kimia pabrikan.Warna aspal masih sama dengan iklim berbeda.Nasib sepertinya bukan roda yang berputar begitu saja. 9
  • 19. Alfikry IlmiBanting tulang berulang-ulang tinggal belulang.Putar otak menderu laju tak maju-maju.Padang, 29 Oktober 2010 10
  • 20. Alfikry IlmiIbuMengecup heningmu dalam doa air mataperistiwa yang tak bisa kutuangkan lewat kata.Cinta adalah keikhlasan menerima segala nyatabukan sebatas kata berujung sia-sia.Berkaca pada setiap peristiwa ;tak semua kata sanggup ku eja.Padang, 14 November 2010 11
  • 21. Amanike Liza FitraHidupkuAku berdiri diam-diam tiada bergerakAku takut apa yang terjadi nantiAku telah dapat merasakannyaTetapi seperti biasa aku tetap mengharapMeskipun hatiku mengharap penuh ketakutanDan tahu, bahwa apa yang ku harap takkan datangDan dadaku terasa sesakBukan karena berlari kerasTetapi menahan perasaan hatiku 12
  • 22. Amanike Liza FitraKekecewaankuAku perjuangkan semua yang kuimpikanHanya sekarang aku tidak tahu,Bahwa penderitaan dan kekecewaan mengorek di bawah jiwasadarkuMengubah pandangan hidupku, pikiranku dan sikapku kepadahidup di sekelilingkuIbarat api yang membakar Cinta pada HatiHebat laksana hembusan TaufanSemua derita jiwaku, harapan-harapan hatikuYang melambung kemudian terbanting dan melambung kembali,Terbanting lebih kejam,Was-was hatiku, keraguan hatiku, ketakutankuSedih hatiku, pilu mengharapkan bahagia 13
  • 23. Amanike Liza FitraKepergianmu SobatKalau aku lukis dahan dan ranting ituKamu paham betapa kering perasankuHujan Cuma membasuh rumputTidak menyegarkan kebun sukmakuDengar sobat, aku tak seperti yang duluSaat kamu tahu semangatkuDan aku fasih bahasa matamuKertas putih yang kotor, bergambar di sisinyaKau menarik batas, tapi milikku nyataIni bukan valentine dan rinciannya..Semua akan jadi abuTerimakasih untuk bintang emas dan kepergianmuAku akan selalu mengenangmuKau tetap sahabatkuPuisi ini tercipta setelah kepergian sahabatku untuk selamanyaFor Erick Nova Prima HI07 UNAND 14
  • 24. Gilank RalichaGaruda di DadakuGaruda di dadakuBukan hanya sepetak lapangan rumputBukan hanya nyanyian heroik kepada bachdim dan gonzalesDan tak berbataskan GBK ataupun Bukit JalilGaruda di dadakuAdalah simbol tekad dan ukiran kebanggaanSemiotika semangat dan kekagumanGaruda di dadakuAdalah janji akan sebuah pengabdianYang selalu meminta kepalanMemaksaku terus mempertanyakan semuanyaHinggap apa menjadi makna dan nyataGaruda di dadaku juga merupakan peringatanJangan coba membangun menara di bawah rakyat yang kelaparanJangan mencoba membanyol tentang keadilan dengan kokangansenapanDan jangan pernah berkata peduliBila masih dalam nyanyian untung dan rugiMungkin garuda di dadaku juga merupakan teguranJangan pernah berhenti menziarahi lembaran masa laluJangan pernah berhenti mengkhatabkan alfabet penyamarataanJangan berhenti teriakkan perubahanMeski engkau tidak lagi didengarkanGaruda di dadaku juga lambang kepedulianAkan saudara-saudaraku yang dilewati derap langkah pemban-gunanYang sesak bernafas akibat kemiskinan dihirup setiap hariDan tak lagi dapat bergerak, lantaran tanah adalah milik para tuan 15
  • 25. Gilank RalichatanahGaruda di dadaku adalah sebuah ajakanJangan hanya diam melihat pembodohanJangan hanya menyatakan ironi melihat pemelaratanDan lakukan apapunMeski hanya teriakanMeski hanya mengacungkan kepalanSelama garuda masih ada di dada kita 16
  • 26. Gilank RalichaTitip Surat Untuk AyahKepada yth:AyahandaMelalui surat ini kusampaikan permintaan maafku pada ayah.Maaf aku tidak pernah bisa jadi anak baik seperti manifesto don-geng yang ayah ceritakan sebelum tidurku, aku masih saja men-jadi begundal yang mencoreng muka ayah, dan bukan bahan yangmenarik untuk dibicarakan di komunitas orang tua kebanyakan.Maafkan aku yang mengambil aksi berbeda dengan provokasiayah, yang selalu berkata coba lihat anak sifulan, sekarang diabekerja di koorporasi kapitalis ini, baru bekerja beberapa bulansaja sudah bisa membeli ini, memberikan pada ayahnya ini danitu. Maafkan aku ayah bila megambil arah yang selama ini ayahkatakan merupakan jalan mereka yang telah kehilangan akal se-hat.Bagiku ada yang lebih berharga daripada kemapanan, yaitu kebe-basanAda yang lebih berharga daripada kekayaan, yaitu kesamarataanAda yang kebih berharga daripada kemasyuran, yaitu kebenaranAda yang lebih berharga daripada kemenangan untuk diri sendiri,yaitu keikhlasanAda yang lebih berharga daripada hidup aman dan berkecukupan,yaitu pembangkangan terhadap ketidak adilanAda yang berharga daripada hidup dalam dikte penguasa arus,yaitu gairah liar dari perjuangan kelasAda yang lebih berharga daripada menciptakan menara gadingdan hidup aman di atasnya, yaitu kepedulian akan menjaga ling-kunganAda yang lebih berharga daripada mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta, yaitu mengumpulkan sebanyak-banyaknya cintadan membaginya keseantero dunia 17
  • 27. Gilank RalichaAgar mereka yang dimarjinalkan merasa diperhatikan,Agar mereka yang dimelaratkan tidak lagi merasa kesepian,Agar mereka yang kelaparan merasakan sedikit kekuatanAgar mereka yang dinafikan merasakan arti harapanDan agar mereka yang selama ini dibohongi penipu yang merekapilih sendiri merasakan arti kasih sayangMaafkan aku ayah, karena aku tidak hidup dalam dikte rumuskalkulator yang menghitung semuanya berdasarkan besarnyaangka yang bisa kita dapatkan, menghitung kebahagiaan berdas-rkan konsumtifitas barang yang sebanyak mungkin bisa merekabanggakan, mengukur rasa syukur berdasarkan berapa banyakmakanan yang mereka hidangkan, mengukur arti teman denganseberapa bagus topeng yang bisa mereka kenakan, mengukur artidiri dari seberapa jengkal tanah dan tinggi pagar yang merekabangun.Maafkan aku ayah bila aku tidak bisa menggunakan standar-satandar moral yang kebanyakan itu. Bagiku hidup adalah pen-carian akan kebenaran, dan teman adalah kejujuran dalam persa-habatan. 18
  • 28. Gilank RalichaSurat Kepada KawanIni adalah sebuah jalan sulit kawanSaat hidup ini semakin dihadapkan pada pilihan-pilihan beratAkankah engkau akan menjadi militan atau anak baik bagi pen-guasa arusMenjadi anjing liar yang hidup bebas meski tak terurusAtau setia menggonggong tiap pagi dan menjilat untuk sekedarbertahan hidupDan mesti sabar diikat dan jadi permainanJalan ini semakin sulit untuk ditempuh temanSaat pilihan hanyalah tunduk atau bangkit melawanAkankah engkau akan melebur dalam barisanMereka yang merasa tak berdaya diperdaya oleh para pemodalAtaukah berbaris bersama yang muak dengan pembodohan iniApakah jawabmu teman?Tetap diam berkalang dendam atas ketidakadilan iniDan melanjutkan hidup dengan mengutuk ketidak mampuanmumenguasai hidupmuKarena hidup itu sendiri telah tergadai bersama surat kontrakKarena setiap deru waktu adalah target produksi yang harus dica-paiHingga bahkan keringatpun tak sempat lagi disekaDan jerih payah hanya dihargai sekedar roti penyambung nafasJadi,di mana barisanmu kawan?Akankah kita akan mencoba mengakhiri ketidakadilan iniMeski harus mati dalam mencoba?Ataukah tetap menerima kenyatan yang adaDengan doktrin " suratan takdir" sebagai pelipurlaraBeritahu aku kawan,waktu sudah semakin dekat 19
  • 29. Gilank RalichaDan genderang telah terlalu lama dia tabuhDan hanya masalah waktulahRevolusi ini akan mengetuk setiap pintu rumah kitaDan mereka butuh kita. 20
  • 30. Gilank RalichaHanya Sepotong Kata Untuk Bangsa Yang MerdekaApakah kita memang harus merayakan kemerdekaan ini?Disaat kita belum merdeka sepenuhnya.Berjuta rakyat indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinanDan mereka belum merdeka dari kemiskinan.Berjuta rakyat indonesiaMasih belum mengecap pendidikanMereka belum merdeka dari kebodohan.Apakah harus kita rayakan kemerdekaan ini?Saat berjuta rakyat indonesia merasa was-was di rumah merekasendiriSaat harus hidup berdampingan dengan bom berwarna hijau se-berat 3kgMereka belum merdeka dari ketakutanSaat berjuta rakyat indonesiaMesti dihadapkan pada kenaikan hargaYang semakin tidak terjangkau dari tahun ke tahunMereka belum merdeka dari tekanan.KawanCobalah lihat indonesia ini lebih dalamMelintasi gemerlap kota dan cakrawala manjaJauh menuju tempat yang tak tersentuh riuh pembangunanPerlintasan bagi deru perubahanMenuju dataran tak beraspalMereka belum merdeka dari keterasinganKenapa kita mesti merayakan kemerdekaan ini kawan?Saat berjuta generasi muda indonesiaMenghambakan diriPada blackberry, apple dan nokia keluaran terbaru 21
  • 31. Gilank RalichaSaat sukarno telah tergantikan oleh artis emo mtvDan semangat perjuangan telah dikooptasi oleh sinetron sedu na-mun sarat kekerasanMereka belum merdeka dari pembodohanMasihkah perlu kita rayakan kemerdekaan ini kawanKarena bagiku itu adalah sebuah pengkhianatan 22
  • 32. Gilank RalichaNegeri Para KesatriaAku ingi bercerita, tentang negeri para kesatriayang membentang dari khandahar hingga gazadaerah yang tidak mengenal kata takut dan kalahkarena takut adalah suatu yang memalukanaku ingin menceritakan kepada kaliannegeri para kesatria dan kisah para pemberanimereka yang menentang meski goliath bersenjatakan mataharidan david hanya memegang segenggam batunegeri yang tetap tegar berdiridari kelam malam dan teror mataharidari ancaman kelaparandan deruderu senapannegeri yang semua laki-lakinya adalah syuhadayang merindukan kematian demi sebuah kebebasanyang tak menyerah meski dihadapan ketidak berdayaansetiap helaian nafas adalah perjuangandan setiap degupan adalah sebuah perlawanannegeri yang tak pernah mengeluh.meski peluh telah lama mengeringmeski kematian adalah bayang-bayangmereka tidak sedetikpun mengeluhkarena hidup adalah pengabdiandan masa depanadalah kemenangan yang telah dijanjikandemi rahim ibu yang lahirkan para kesatriademi makam syuhada yang membentang dari khandahar hinggagaza 23
  • 33. Gilank Ralichademi lemparan-lemparan batu para intifadademi lantunan suci yang menjadi kidung tidur merekaaku inging mengisahkan sebuah kisah negeri para kesatriaagar kalian semua percaya.bahwa di dunia inimasih ada kebaikan dan kesetiaandan tuhan, berdiri tepat di samping para pejuang 24
  • 34. Gilank RalichaLogika Kosong (Anjing)Aku melihat kelebatan hitammengitari jiwa dan hati semua orangmemangkas nurani dengan deru kehidupanyang berputar kencang,lukiskan sembrautaku merasa kini tuhantak lagi beri hati pada manusiamelainkan logika kosong dan jiwa serigalakelamkan cahaya, samarkan langkahWahai….di manakah dia kini?dongeng suci yang kita eja kasih sayanglogika bodoh yang kita sebut cintaimpian buta yang kita sebut saudaraApa yang terjadi kini?apakah tuhan mulai bosan sendiri?sehingga ia butuh teman tuk berdialogataukah ia telah pasrahmelihat manusia bergerak lebih cepat daripada kuasanyaentahlah teman...... 25
  • 35. Holy AdibzSeorang Ibu Berbisik Pada Calon Bayinyaanakkujika nanti kau keluar dari rahimkujangan menangissimpan air matamu untuk esok hariaku takut kau kehabisan air matauntuk menangisi nasi yang tak ada dalam tudungsebab kita tidak lagi mendapat beras miskinyang dibagi kepala desa untuk sanak keluarganyayang berkarung beras dalam gudangnyajika nanti kau keluar dari rahimkutahan tangisanmuair matamu lebih berguna untuk menangisi korban bencana alamyang bantuannya tertahan di saku-saku para dermawandan di kantor-kantor urusan kemanusiaanjika nanti kau keluar ke duniadiam sajasetelah umurmu genap enam tahunmenangislah sekeras-kerasnyauntuk pemimpin bangsa yang gemar studi banding ke luar negerimemakai uang bangsa atas nama tugas negarasementara ribuan anak-anak terlempar ke jalan rayakarna tidak ada biaya untuk sekolahsaat kau lahir nantijangan menangis anakku sayangair matamu sangat berguna sekaliuntuk diminum para tenaga kerja di luar negeriyang haus perlindungan dari negara yang mereka beri devisabila kau menangis saat lahir nanti 26
  • 36. Holy Adibzmaka air matamu akan menyatu dengan air matakuair mata kita akan menjadi samuderayang memeluk air mata para buruh yang diberhentikankarna menanyakan gaji yang tidak pernah berkecukupanmembiayai anak istri dan berbagai keperluanyang tidak sepadan dengan peluh yang berceceran di pabrik-pabrikPadang, 1 November 2010 27
  • 37. Holy AdibzSajak Seorang Pelacurkau membumbung ke surgadengan sorbanmu yang berkilausementara aku berjalan menuju nerakadengan berjuta dosa dari kitabmumalam, waktumu mengajibermesraan dengan tuhanmalam, waktuku mencari gajibermesraan dengan tuan-tuandi atas sajadah panjangkau sujud tanpa memikirkan periuk esok siangdi atas empuk ranjangaku sujud di kelamin panjang demi periuk terjerangdemi tuhan yang memberi aku kehidupansungguh aku tak suka menanggalkan pakaiantapi pekerjaan hanya ada di saku pemerintahanyang akan menggusur lahan tempat aku cari makanPadang, 5 November 2010 28
  • 38. Holy AdibzLaut Kota Jakartadi laut kota iniair tawar dan asin menyatudi dalamnya ikan-ikan terombang-ambingoleh ombak yang dipermainkan angindi laut ibukota iniangin menjadi selimut orang-orangyang tidur di kolong jembatandan panas matahari menjadi tudungpara pedagang yang mendayung nasibdi pintu kemacetanJakarta adalah muaradari segala suaraimpian, jeritan dan kebahagiaanyang tenggelam dalam samudera zamanJakarta adalah dermagakapal-kapal besar datang dan pergimembawa semua harta yang tersimpan di dasarnyakapal-kapal kecil yang sekedar mengail ikan kecilmakin terpinggirkan, tak dapat bagiankota ini adalah lautan dalam dan luas sepanjang pandangsiapa yang tak punya kapal harus kuat berenangagar tak tenggelam dan disantap ikan-ikanyang tak pernah kenyangsiapa yang terjun ke kota initak bisa kembali pulangkarna ia adalah laut tanpa daratanJakarta, 29 Januari 2011 29
  • 39. Holy AdibzAnakku Akan Kuliahjangan belajar sastra anakkunanti kau diberi tugaskeluar rumah malam-malammenulis puisitentang bulan dan bintangjangan belajar agama anakkunanti kau disuruh menghafal kitab suciberdiam diri di rumah ibadahdan menutup telinga dari bisingnya jalan rayajangan belajar sejarah anakkunanti kau diajarimenghormati para pahlawanyang menghabisi nenek moyangmujangan sekali-sekalimempelajari ekonominanti kau jadi mentriyang mengakali rakyat sendiriapalagi belajar politikjangan anakkupulang-pulang kau bisa saja membodohiayah ibu yang membesarkanmujangan juga belajar matematikananti matamu buta dari tanda-tandaselain angka-angkayang terjebak di buku-buku kuliahkau ingin belajar teknik 30
  • 40. Holy Adibzaku mohon jangan anakkunanti kau dirikan industriyang membangun mimpi para buruhlalu menghancrukannya kembalilewat upah kecil dan pemutusan hubungan kerjabelajar olahraga saja anakkujadi pemain sepak bolaatau atlit bulu tangkisbadanmu sehat jiwamu kuatbiar tidak ditangkap saat unjuk rasasebab kau akan sibuk berlatihuntuk kejuaraan melambungkan nama negaraPadang, 18 November 2010 31
  • 41. Holy AdibzAyo Bayar Pajakayo bayar pajakuntuk menyemir aspalbiar kendaraan orang-orang besarberselancar di jalan rayamenuju restoran-restoran mewahayo bayar pajakuntuk pembangunan gedung-gedungbiar kota kita indahtanpa gubuk kardus para gelandanganyang mengganggu pandangan mataayo bayar pajakbiar pejabat kita di atas sanabisa berlibur ke luar negerisetelah lelah memikirkan nasib rakyatayo bayar pajakbiar kantong negara gemukbiar koruptor tak susah lagimencari lahan garapan baruayo bayar pajaktunda dulu membeli beras itudahulukan kepentingan negara ketimbang perutmunanti kita akan kenyang dengan kenyataan-kenyataan sesudahnyaPadang, 12 November 2010 32
  • 42. Holy AdibzSeorang Penyair Dan Cangkulnyaseorang penyairmembawa parangpergi ke hutanmencari sebatang kayuuntuk tangkai cangkulnyakayu ditebangdiperhalusdiukirdicocokkandengan mata cangkulcangkul siap berkubang di sawahnamuncangkul mengkilap itudiletakkan di ruang tamubersama bonekadari dapuristrinya menjerit“padi tinggal sesudut karung”Padang, 8 November 2010 33
  • 43. Holy AdibzLabuhan Kerbau Kampungkulabuhan kerbau kampungkutempatku berkubang siang malammenyendiri dengan bangau, lumpur dan daun nipahbila aku pergi merantaukutitipkan ibuku pada genang pasang bulanmuasinkan doa beliau untukku sepanjang malamlabuhan kerbau kampungkudi bawah jembatan tuamuikan-ikan kecil menunggu cahaya bulan purnamamalam hari ayahku biasanya pulang dari kedai kopibila aku pergi merantaukepada suara gemericik airmu aku berharaplumuri kaki ayahku pada ingatan tentang rumahyang kerap pulang setelah malam berubanlabuhan kerbau kampungkudi depan kubanganmu, sungai melarungkan kenangan masakecilkudan di samping kananmu, laut senantiasa berceritabagai suara rabab dan tukang kabayang tak pernah punah dalam kenangankusuatu saat, adik perempuanku akan menulis puisitentang riwayat para petani dan nelayanyang terbakar di atas kemarau tanahmubila aku pergi merantautolong jaga adik perempuankusaban hari, kera-kera yang bersembunyi di balik rimbun nipahdan kelelawar yang bersarang di pucuk kelapamengintainya berkereta pulang sekolahlabuhan kerbau kampungku 34
  • 44. Holy Adibztempatku berkubang siang malamseperti kerbau-kerbau yang terusir dari kandangnyaaku akan mengembara ke ladang orangmencari rumahku yang hilangbila aku pergi merantautikamkan jejak-jejakku di tubuhmubiar rinduku terpaku di jantungmukatakan pada ibukuaku akan pulangbila abu di atas tungku sudah membatuPadang, 28 Februari 2011 35
  • 45. Jhon PelloDebu Cinta Palsuhanya luka terpahattak kan mati di hatibuana raya buat jiwayang terlena, tersandar dan terkaparlusuhku tak terbasuhperihku tak sanggup merintihinilah jiwa yang terlukabersama asa yang terlupadi atas fana yang nyatadihembus bayu semu dan debu cinta palsuKamarku, 25 Mei 2009 36
  • 46. Jhon PelloKeegoanKadang aku berpikirKenapa kau dan akuTak pernah bertemuPada satu ujung jalanAdahkah karna aku berlari kearah yang salahAtau memang jalan ini masih terlalu panjang untuk kutemui se-buah ujungBukan suatu kerelaan ketika aku mencoba berlariDari sebuah kenyataanBahwa kau tak pernah tulus menyayanggikuTapi keterpaksaan telah membawa akuPada kelokkan yang bercabang pada ujung yang tak kelihatanMungkin sebenarnya tak perlu kutanyaMungkin juga tak pelu kau jawabKarena di dasar jiwamu dan jiwakuAda keegoan yang terpaksa harus kita akuiHanya aku menunggu waktu yang tepatDi mana aku harus berhenti melepaskan lelahnya perjalanan iniSebuah rasa keegoan tanpa pernah lagi menoleh ke belakangKamarku, 14 Juni 2009 37
  • 47. Joey RoseSajak Mabuk...semua orang sibuk......aku malah ngantuk......semua orang suntuk......aku malah sumuk......semua orang ngamuk......aku malah mabuk...Aku mabuk Engkau,datanglah,rengkuh aku sekarang juga!Bukit Karamunting, 23082010, 12:43 38
  • 48. Joey RoseAl Faiz: Dengan Subuh dan Di bawah Gerimis Aku Bersaksi(Razaq Akbar Faiz, sebab aku selalu merindukanmu)Al Faiz…dengan subuh,dan di bawah gerimis,aku bersaksi:Subuh adalah kesadaransegala permulaanrentang kehidupanrancang kemenanganbangun kekuatanraih kemerdekaan.Dengan subuhbangunkan tubuhsekaligus rubuhlawan keluhnyalakan suluh.Refuge in the Lord of mankindThe Sovereign of mankindThe God of mankindFrom the evil of the retreating whispererWhispers [evil] into the breasts of mankindAmong the jinn and mankind*.Di bawah gerimishamburkan tangiscinta kukaisperkuat barislawan iblistantang bengis 39
  • 49. Joey Rosekezaliman terkikisMenjadi Al Faiz.Padang, 11 September 2011, 05.00-06.00*Surat Annas dari Al Quran.Untuk kedua orangtuaku, untuk istriku dan anak-anakku, untukkeluarga besarku, untuk sahabat-sahabat spiritualku, untuk ka-wan-kawan seperjuanganku, untuk seluruh manusia dan kemanu-siaanku, dan untuk Tuhanku. 40
  • 50. Joey RoseTiga Perempuan Dalam KehidupankuSatuDari rahimMu aku dibuai-diasuhDalam dekap-kasihMu aku tumbuhEngkau kupanggil IbuDuaDari rahimMu aku tanamkan generasiDalam dekap-cintaMu akulah laki-laki sejatiEngkau kupanggil IstriTigaDari rahimMu akan Kau lahirkan kelakDalam dekap-revolusionerMu generasi baru bergerakEngkau kupanggil AnakPadang, Jumat, 16 Juli 2010, 12.30,Merayakan Lima Tahun Hidup Bersama 16 Juli 2005-16 Juli2010 dan Sampai Mati. (Mengenang Ibu Sri, disebabkan Welly,dan untuk Rara-Ku). 41
  • 51. Joey RoseDari Asrama Ke Jalur Gaza:untuk saudara-saudaraku di PalestinaAku sangka, begitu susah untuk tinggal di asramaTernyata, tidak ada artinya dibanding kehidupan di Jalur Gaza30 September 2009 asrama terguncang gempaNamun sepanjang waktu Jalur Gaza diterpa bencanaLihatlah dengan mata, dengarkan dengan telinga dan rasakandengan hatiKesaksian-kesaksian dari Jalur Gaza yang belum sepiTentang ribuan manusia-manusia kehilangan nyawa setiap hariTentang rintihan anak-anak muda kehilangan masa depan pastiTentang jeritan dan tangisan bayi-bayi tak berdosa tiada hentiTentang kehidupan yang terayun terombangambing tak bertepiKetika pesawat-pesawat meluncurkan rudal memburu mangsaketika peluru-peluru dimuntahkan membabi butaKetika buldoser-buldoser menggilas rumah-rumah bahkan manu-sia dengan paksaKetika pengkhianatan nilai-nilai kemanusiaan nyaris sempurnaDilakukan dengan penuh keangkuhan oleh para Zionis durjanaTidak ada... 42
  • 52. Joey RoseSajak Untuk Nenek (Selamat Jalan Nek)IAku bosan dengan keluhanTakkan selesai persoalanSebab hidup mencari jawabanIIMeski mati harus temukanTitik sempurna keabadianSatukan manusia dengan TuhanPadang, 14 November 2010. 43
  • 53. Joey RosePagi Ini Seorang Mahasiswiku Kirim SMS"Selamat hari guru ya bapak"Aku tidak sempat lagi berpikirapa beda guru dengan dosenaku hanya tahu, sama-sama mengajaritu saja, Nak!"semoga bapak semakin sukses, selalu sabar dan semangatdalam mengajar kami"Nak, aku masih bingung dengan kata suksestapi untuk sabar, mungkin aku masih kurangdan untuk semangat, paling tidak aku lebih memilihbertemu kalian dibanding bertemu Rektor, Menteri, atau PresidensekalipunAku ingin mendidik, bukan hanya mengajarjika itu mungkin, Nak!"makasih buat semua ilmu dan kasih sayang yang bapak kasihuntuk kami selama ini"Semua ilmuku adalah untukmu, Nak!aku mengasihi kalian karena kemanusiaanaku menyayangi kalian seperti anakku sendiriselama ini dan selamanyaterimakasih juga untukmuatas keseriusan kamu dalam belajar, Nak!"sampai kapanpun jasa bapak nggak akan bisa kami balas den-gan apapun"Nak, semangat dan keseriusanmu dalam belajaradalah balasan yang luar biasa bagikutidak menunggu kapan pun, tapi sekarang jugaaku pikir jasaku sebatas gaji bulanankunamun, engkau mengingatkanku 44
  • 54. Joey Rosekapitalisasi pendidikan harus dilawan!Terimakasih, Nak!"doakan kami supaya sukses ya Pak!"doakan saya juga,bisa jadi guru atau dosenmuyang baik dan benar, Nak!Padang, 25 November 2010, 13:20.Terimakasih untuk Fina Resty Fauthrisna, dan semua mahasiswa-mahasiswiku,"Ayo terus belajar untuk berani berpikir kritis!, berani bersikaptegas!!, berani bertindak nyata!!!...untuk Indonesia, untuk KitaSemua". 45
  • 55. Joey RoseKami Selalu Siap Berperang!Malam yang senang.Barisan sadar berkembang.Berpikir bersikap matang.Makin jalang makin garang.Kehidupan kerontang.Membangun pantang.Dunia tak tergoyang.Siap terus menerjang.Menang tak terjelang.Siap tuk berkalang.Pasti, suara takkan hilang.Yakin, gema akan terngiang.Ada sebutan pembangkang.Tidak butuh disebut pejuang.Anak-cucu saja mengenang.Kami selalu siap berperang!Padang, 01 Desember 2010; 12.10.Untuk "barisan sadar" (Iki, Reski, Gilank, Iko, Fiky, dan semuaorang yang siap masuk barisan membentuk pasukan)...dan untukYogyakarta-ku tercinta..."Apa kabar Rakyat Berserak dari Pun-cak Merapi sampai Pinggiran Parangtritis?!" 46
  • 56. Joey RoseMungkin Kita LupaObrolan santai tanpa tikaidalam terpaan angin basah pantaimembuat kita semakin pandaiberlompatan seperti tupaitanpa terjebak ocehan kedaisemakin membuat lalaidan lebih tolol dari keledaiPadang, 20 Desember 2010Pagi sampai siang yang suntuk dengan kepura-puraan, obrolanmembosankan seolah tanpa beban, "demi generasi masa depanatau demi sesuapan?" 47
  • 57. Joey RoseAh, Revolusi Kok DitakutiRevolusi itu resolusi pergantian tahun.Revolusi itu setelah lulus kuliah menerima gaji.Revolusi itu nama yang anda cari tidak ada, meskipun demikian,nama revolusi tersedia untuk didaftarkan.Revolusi itu tidak hanya berupa tulisan dan semangat saja, tapinanti pada akhirnya terbukti melalui tindakan nyata.Revolusi itu potong generasi tua yang sudah kronis dengankorupsi.Revolusi itu menguasai diri untuk menguasai dunia.Revolusi itu monyet nyengir melihat model perempuan bugil diatas puncak gunung meletus.Revolusi itu sepakbola yang menjadi penyakit pada tubuh seo-rang gadis mengelus dada.Revolusi itu nafsu purba manusia yang diumbar ke dunia nyatamelalui dunia maya.Revolusi itu aneka resep remeh temeh kehidupan manusia yangbisa menjadi urusan gawat darurat bagi petualang kesepian.Revolusi itu kerusuhan sosial yang bukan dipicu oleh seorangpemimpin negara tapi oleh bahan penghilang lapar perut rakyat.Revolusi itu bukan soal agama tapi tangisan untuk kehidupanyang layak, pekerjaan, ketahanan pangan, kebebasan, dan marta-bat untuk semua.Revolusi itu soal harga soal gambar soal asuransi dan soal-soalkehidupan lainnya yang semoga kau menikmatinya.Revolusi itu agen bola yang menyamar dan sebenarnya agen judiyang menjanjikan kekayaan sampai mati.Revolusi itu sebuah bisnis networking dengan produknya sebuahsoftware website yang berulang-ulang bisa mendapatkan pengha-silan tanpa batas.Revolusi itu ketidakpercayaan akan merembet karena tidak adaalasan soal lawannya banyak atau soal ada yang suka dan adayang tidak suka. 48
  • 58. Joey RoseRevolusi itu doa seorang gadis tentang tercapainya cita-cita seba-gai status dalam jejaring sosial di dunia maya.Revolusi itu sebuah peristiwa besar di negeri nun jauh di sanayang bisa ditonton dari sebuah kampung relijius.Revolusi itu ekspresi muka lucu dukun gondrong dengan celen-gan koin berciuman untuk orgasme hebat di titik tersensitif dantermahal di dunia.Revolusi itu menonton, browsing, ngobrol di satu layar harganyadiperkirakan milyaran.Revolusi itu sebuah puisi memaksa tentang sebuah karya dari co-mot sana comot sini penyair gadungan yang rindu eksis....ah, revolusi kok ditakuti...Padang, 01 Februari 2011, 23:15 49
  • 59. Joey RoseAku Menangis Ketika Menggali Kubur Untuk Putriku. DiaMaju dan Kemudian Menyisir Janggutku:sajak untuk Zahra Faiza FitriaSeringkali kesadaran begitu cair namun tidak jarang sangat beku.Ketika merasa sebagai pembuka jalan terang justru menyilaukanmata sendiri, maka air mata akan menetes perlahan dan terusmenerus menganak sungai. Kuburan bagi yang hidup itu justru le-bih menyiksa daripada mengubur yang mati. Bahkan yangmatipun akan membusuk dengan sendirinya dihantam terikmatahari, dihajar hujan deras yang mengguyur bumi, ditiup anginyang menghempaskan apapun ke udara.Dia yang selalu berharap aku pulang ketika kepergianku. Diayang selalu berharap aku ninabobokan menjelang lelapnya. Diayang benar-benar menyentuh, mengelus, menarik, dan akhirnyabenar-benar menyisir jenggotku. Dia yang begitu berarti untukku.Hidup dan matiku sebagiannya untukmu, Bunga-ku.Padang, 29 Juli 2009, 14:04. 50
  • 60. Joey RoseJika Semua SempurnaJika semua sempurnamaka selesai sudah hidup dan duniabebasmaka bukan sudah benar atau masih salahmaka bukan sudah baik atau masih burukhanya belajar dan bekerjamenerabas batas-batasyang dikonstruksi wajar dan pantasyang semestinya besar dan luasyang sesungguhnya bebassempurnaapakah sempurna mensyaratkan bebasapakah bebas mensyaratkan sempurnamungkinPadang,8/5/2011 51
  • 61. Joey RoseBagaimana mungkin Aku bisa diam, dan Kau?:untuk mereka yang tidak pernah diamBagaimana mungkin aku bisa diam jika kebodohan dipeliharaoleh manusia-manusia,bagaimana mungkin aku bisa diam jika ketidakberpihakan kepadayang harus dibela merajalela,bagaimana mungkin aku bisa diam jika kita semua hanya berkata-kata bahkan diam saja.Padang, 16092010; 09.45 52
  • 62. Lismomon NataNegeri ParewaNegeri parewaNegeri GalauGalau Hati nan tak TerkatakanResah membayang dalam mimpi yang tak berkesudahanMalang sudah dilahirkan di tanah yang tak berarahSudah dan tak sudahBhatin perihJiwa sesakIngin terteriakTakut tak makandan ditembakHanya menyaksikan dengan telanjang segala basa- basiJilatan liar atas semua kepalsuan yang disusun nyataPura- pura bertepuk tanganDalam sepi di Negeri ParewaBertanya dalam hatiKapan akan kembaliatau hanya mimpi 53
  • 63. Lismomon NataMau Ke Mana Kau IndonesiakuKisah potret negeri kusamdan tak pernah pastiberjalan terseokhilang dan menunggu matiSekolah untuk menjadi bodohbekerja untuk menjadi bodohpengangguran untuk menjadi bodohmau ke mana kau negerikukumencarimuKau tampak piluArahmu kian gontaiSemangatmu padamWahai IndonesiakuMana suara- suara yang kau teriakan lantang duluKokoh menatap hari esokTak takut akan badaiMenantang masa sekalipunMau ke manakah kau IndonesiakuTubuhmu kian kusamWajahmu kian legamBukan karena kedewasaan tapi sepertinya kau lupa ingatan 54
  • 64. Lismomon NataKorupsiKorupsi kata populerDi mana- mana ada hingga di balik besiSiapapun pasti sukaVirus bizurai negeriCongkakMerasa aman dan bisa dibeliBising dalam beritaSaling cakarGundikDalalahMall dan HotelCilokBurai sumpah serapah 55
  • 65. Lismomon NataBupalaOh....Bupala, kami akan cium tanganmuHingga jilati pantatmuBapala, kami akan cuci tapak kakimuHingga kau senang kegirangan karenanyaTak mengapaPembantu di rumah sendiriBudian di kampung sendiriBuruhTak apa- apa asalkan kau senangOh...BupalaEkor kami akan bergoyang- goyangSabar menanti titahmu 56
  • 66. Lismomon NataWahai PenyairPenyair, apakah syairmu mampu mengubah duniaPenyair, syairmu bukan lah kata sakti seperti memo yang bisamenundukan kepala manusia atau mengesahkan anggaran belanjanegaraPenyair, untuk apa kau habiskan waktu dan tintaBerkelahi siang malam, memutar kepala untuk merangkai kata-kataSementara mereka tak juga mau mendengarnyaPenyair untuk apa, saat manusia kini tak perlu estetika, etika,matematika, fisikamati rasaSemuanya telah digadaikan dengan mulut yang mengeluarkankata- kata namun bukan sastra, puisi, nasehat, dan ceritaBermain kata, membolak- balik kataMerubah putih menjadi hitamHitam menjadi putihItu sudah biasaPenyair, apa yang kau bisaKetika manusia tak butuh lagi dan mempertanyakan untuk apa 57
  • 67. Lismomon NataTanahTanahTidak ada lagi yang kami miliki hanya tanahTanah air ini tanahTempat lahir dan mati ini tanahTempat kami bermain kelereng, galah, ucakAdalah tanahKami adalah anak tanahTanah ibu PertiwiTempat kami bertanam padiNamun kini di manakah kau tanahKau semakin sempit bahkan tak terlihat lagiBerganti dengan beton- beton paku bumiMenjadi gedung- gedungTempat parkir mesin- mesin berodaTanahKau semakin mahal saja dan tak terbeli 58
  • 68. Lismomon NataApnea Masa MudaAku seperti santri bersarung dan berkutat dengan kitab tanpatanda bacaTerbata- bata membaca tanda hari esokAkan datang dan tak sempat untuk kubacaMenbaca kehidupanMencari suatu maknaGhaibLantas berjalan dalam sesak nafas cintaWaktu terus saja berjalan, entah kapan kan bersuaKuhancurkan menara yang telah dibangun dengan peluh dan airmataKuracuni kesempatan hanyut dalam derasnya cadaiTertawa terbahak- bahakKe sana ke siniMondar mandirDan layuKini apa yang dikataSenja kian mendekat, kusesal....Tapi apa yang hendak dikataAku Apnea 59
  • 69. Reski KuantanPenyair Tolol Dan Perempuan GilaAku ini penyair tolol dengan perempuan gila (tapi paling catiksedunia) memegang urat leherku, aku mau jadi harimau tapi iamenolak jadi kijang, katanya ia tidak mau ditindas tapi ditindih.Ia lebih suka kata-kata, ia suka gombal-gombal, tapi ia tidak sukadipolygami. Sesekali aku mengajaknya makan pecel, duduk dipinggir jalan atau pulangpergi cari utang naik becak sembarikubacakan puisi paling cinta.Ketika ia lapar, aku akan cubit pipinya sampai merah, kuciumikelopak matanya,kukunyah telinganya, selalu ia setelah itumenggigit pundakku dan berkata “kapan puisimu bakalan lakudijual? Cinta”. Kukecup kening dan kuseduh aroma segalamacam bunga dirambutnya “nanti, aku janji, akan kuajak kaumakan di restoran mewah, kemudian nginap dan bercinta di hotelbintang lima, cinta”. Selalu ia akan tertawa “cinta, kau pendustatapi aku suka” berbisik manja dan mengajakku bermain kucarikau sampai lelah, kadang aku sembunyi di dadanya kadang puladi pangkal paha dan bahasanya, bahasaku lalu adalah nafasterburu, peluh, lenguh "aduh" serta sendi-sendi yang mendadakngilu.Padang; 23/12/2010 60
  • 70. Reski KuantanAku Melihat LangitAku melihat langit,kudengar anak-anak menangissuara-suara perut laparburung-burung membisuputik-putik bunga layumereka sakitmereka kedinginanmereka tersiksasemua dirampas.Aku berdoa,orang-orang bertanyadi mana keadilansemua terdiamsemua hilangkini cuma derak ranting-ranting patahderit di bibir-bibir lukadaun-daun detik diputus duka.Oh, kuteguk air mata merekaagar badai di dadakuagar gemuruh di jantungkuagar runtuh, agar luluhagar remuk batu hatiku.Aku melihat langitkemudian menunduk dan menciumi tanah,orang-orang bertanyasiapa di atas sana?Padang; 15/06/2011 61
  • 71. Reski KuantanCicakAku ingin jadi cicak yang menempel di langit-langit kamarmu,dengan sepasang mata liarku, aku ingin menyimak gerak geriktidurmu, dengan harapan barangkali nanti di suatu malam kaubakalan membaca namaku dari dalam mimpimu.Aku selalu membayangkan dapat menyusup ke dalam piyamamu,menggetarkan bulu-bulu halus di susumu, kemudian perlahan-lahan kudengar degup jantungmu, mungkin saja kau sedangbermimpi buruk dan aku akan bersegera siagamembangunkanmu, barangkali dengan doaku.Hampir di tiap kapan kau mulai mematikan lampu danmenyembunyikan diri ke dalam selimutmu, selalu kulantunkandoa-doa pengantar kebahagian terhadap Tuhan, agar kausenantiasa diberikan kenyenyakan dan betapa di kehidupanmuagar aku senantiasa dapat berjaga di luar tidurmu, berjaga serupaudara yang ikhlas kau seduh ke dalam paru-paru.Padang; 18/02/2011 62
  • 72. Reski KuantanAku DenganmuAku, denganmu, selalu takut sendiri-sendiri, semisal pohonmangga di depan rumah, “Apa sekarang musim berbuah?” kauselalu pura-pura tidak tahu dan pura-pura mencari jawaban kesegenap bahasaku.Tak ada yang lebih ajaib ketimbang kita yang senantiasaberjumpa, meski telah saling tumbuh di lain dahan dan terkadangretak di lain cabang.Kau tak jarang menggantung-gantung sepi semacam angin di selaranting dan aku cerita yang tak sudah-sudah kau bawa ke semuacuaca, seperti pula kau kusenbunyikan dari segala patah.Di pucuk paling hingga, serupa doa dan airmata, kita samamemeram kecemasan, “Apa hari ini kita telah tanak?” selalusembari kugenggam gemetar penempuhanmu dan kau seduhdebar kehidupanku, kita sama mendekap usia yang jatuh satu-satu.Padang; 14/02/2011 63
  • 73. Reski KuantanPuisi-puisianIAku ke lautkau ke bukitdan yang lain menatap langitsementara kita sibuk saling berbohongdi perut orang-orang laparpara penguasa berbagi tiket ke neraka.IIJangan cium di sana,di sana geli,aku tak mau kita cuma sekedar saling menertawai,aku tertawa karena kau karena aku,Indonesia.IIIPohon itu tumbuh tinggi sekaliaku dengar,ada seseorang di puncaknyaingin menangkap bulan.Padang; 17/05/2011 64
  • 74. Reski KuantanMenuai HampaSeusai padi kutanam aku hendak menuaiilalang malah kiranyaseperti berladang pada yang tak mungkinaku mesra memeluk anginhampa nan dingin, sakit yang tak mengenal musimPatahnya di pangkal paling bawahkuncup-kuncup mengecup tanahtak sempat menjadi bungaduh, ada lukakatup-katupnya mengangamenelaga di ceruk mataPadang; 10/04/2010 65
  • 75. Reski KuantanTaplau tujuh tiga puluhMelempar bola matadan sepasang dukacita tergelak tibatibaini bukan gelombang yang samatanpa koran pagi atau halaman puisiPukul tujuh tiga puluh,tentang pantai, buih, pasir, dan aroma rambutyang diamdiam menata simakdi bebatuan dan segumpal penantianSiapa saja pernah salah kiraini laut jantan atau betinatapi, rindu tak faham angka merahjuga dermaga yang memisah badandi ujung muaraTuhan, aku ingin jadi anginaku ingin jadi awan atau hujanaku ingin jadi hari libur sepanjang musimPadang; 03/10/2010*Taplau:Tapi Lauik - Pantai Padang 66
  • 76. Reski KuantanAku dan Ibuku, Tuan.Ibu menanak mimpi di dalam kepalaku, aku belanga di atastungku, api menjadi guru, api mencairkan apa saja yang beku,mengabukan apa saja yang bisa menjadi abu, menelan apa sajayang bisa ditelan, memakan apa saja yang bisa dimakan, aku danibuku punya banyak tuntutan.Tapi, dari atas sana, di atas entah itu kursi penuh beban ataumalah kasur idaman, keringat ibuku disedot, darah ibuku disedot,doa dan airmata ibuku disedot, aku dan ibuku disedot, kamidisedot seperti tambang, disembelih kebijakan, dibuat akrabdengan kecemasan.Dari tubuh ibuku, dari rahim ibuku, dari seluruh luka dan dukaibuku, bakalan terus kalian lahirkan ketidakadilan, benarkahtuan?Padang; 20/06/2011 67
  • 77. Reski KuantanKe Rumahmu Aku Hendak PulangAku hendak pulang ke tubuhmu menjengkal belai. Meski takbegitu kuhafal lagi musim-musim di matamu. Tapi aku ingatsempat pernah dulu sembari menyimak kumbang bak lenggokanak gadis memotret gerimis melubangi palang pitu, kita tulispuisi tentang urat leher dan jabat di saku baju."Pantas saja lubang-lubang di kayu rumah ini kian berjumlah,kelak mungkin saja bakalan patah atau runtuh" katamu."Tapi itu bukan aku!" kataku."Kau yakin? kenapa tapi aku ragu? tibatiba wajahmu batu......................Entah bagaimana kemudian aku telah di luar mencari pintu. Akutahu kau sedang di dalam menumbuhkan ulang paru-paru.Padang; 02/09/2010 68
  • 78. Rizki FirdausMengulum Birubinar matamu merayap terangsambut untaian cahaya retoris benderangdalam lebam hati yang lelah mengerangkurungan berbatas jasad menjadi deraubak birokrat menjaga rakyat tetap terpantaucita membuka hanya mengigaupusat harap pada tangan tak terlihatmeski nuansa takdir dan ayatnyata menuai laba berlipatketika tali sebab terputusmembunuh logika determinasialih alih untuk bereksistensinamun kau tak mesti rela memupustuk setia selalu menghampiri konklusiBatu Taba, 240811to: my tough sister, if only I could find the concrete help... 69
  • 79. Rizki FirdausI Sweep The FloorI sweep the floornot because my mom told me toor conform to what people thinkof dirtiness and tidinessI sweep the flooron my own blissfor the process I love betweenI sweep the floorto pick any worth thingout of awareness to be expelledto check every corner of the roomas it might be some important thingsare enclosedat leastto figure out everythingneed to be thrown outI guess it will be delightfulto sweep the floor everydayhoping for every new synthesis to getBatu Taba, 010811 70
  • 80. Rizki FirdausAntonimismeragam kemudi terlontar menyapa. isyarati hati mulai pelayaran.satu pandu nyatanya mesti digenggam. sebentuk pilihan menurutberita. atau hanya turunan sekedar menelan. selain mau bertanyapada gerak periode alam.kemudian ambisi meluap terus ke atas. melupakan dimensi ber-nama masa. jatuh itu mudah. tanpa topangan dari bawah.setiap mulut kini serempak bilang benar. sedikit tenar berpeluangdidengar. suara sayup bisa tersulut. berulang kali dituding salah.menjadi pemenang tak lebih dari adu kuat. singkirkan dulu tang-gung jawab. putar otak buat pertahanan. karena kalah bukan ber-arti menyerah.dan ketika air memberi dingin . bisa bimbing panas mereda. se-makin deras mampu padamkan api kebenaran.maka hitam hanya akan kembali menjadi gelap. dalam terangfigura putih. demikian juga sebaliknya.adapun jika mati telah jadi pilihan menutup gusar. terse-bab hidup cuma bermacam kepentingan. hanya Tuhanyang punya kuasa. pada pahala yang mengurai hidayahmenuai pamrih. atau dosa yang memecah ikhlas.cinta anugerah semesta. bukan dunia satu dua. berkawan tanpahalangan perbedaan. melawan tembok sekat penyeragaman.Batu Taba 090311 71
  • 81. Rizki FirdausAuthora comfort zone fade away from my sighttogether with millions groan of defeatwhose really suffer of no link up to the mightshould I feel it?they keep calling me a blockheadfor sliding the gold bargaining overby refusing to get employed in the day to day linearthen spending my life in the taboo of insubordinatemust I notice that?Come on man, never think to regret thatCinderella shall find her happy ending fasterwhen she gets courage with the step motherthe sleeping princess ought to meet more than just a handsomeprinceif only she had bored to wait for the kissdespite of a certain magic upon thateveryone has their right to be an authorthank God for letting me battle on my ownBatu Taba 010211 72
  • 82. Rizki FirdausPerjalanan ke Kota Besar Perdanakubaru kali pertama kulihat tembok-tembok dipaksa memanjatmemandangi riuh para kerabat bersusun rapi bersaing hebatpikirku sang pemilik segala bakalan banggamengamati buah-buah pikiran ciptaannyapantang kehabisan upaya manfaatkan sumber dayalebar bumi sudah habis dipalu besilangit tempat bersemayam matahari kan masih luasterus bersemilah pembangunan mandiri abaikan proporsitengoklah variasi jajanan impormungkin ini keutamaan perdagangan bebasseperti wibawa bicara mereka di monitorusah jauh berkunjungagen kami setia melayaniselera luar negri akan siap segera datang menemanimerata ke semua linicoba kau bayangkan kesetaraan juga begitu terasajumlah beruang dan yang terawang sama banyakmengalahkan jamaah kere di desahingga partisipasi mereka kelak ikut merebaksemoga ku tak salah langkahpalingkan mimpi usang pada koar kehidupan baru di pintu ger-bangpuaskan mata berkaca ayah ibu yang penuh amanahsampai nanti kuminta burung mengabarkanperjalanan ke kota besar perdanakuBatu Taba 200111 73
  • 83. Rizki FirdausTawa Fatamorganategukan teh pahit penghabisandingin melukis waktu langit perhentianlelaki tanggungmengingat dalam lamunanrute barisan itik tiap petangsiang tadi ditempuh seorang temansaat istri dan hidangan dalam rantangsemua pada lesehanhingar bingar kabar bin impiantak merupa wajahnyagemerlap dasipantulan kilat sepatu kulittak urungkan lelah jantung ragadi jerujitumpukan kartal menjelma dewa, balik mendakwabangga apa jika buat meranatertumpah sia perasan keringat demi dangkalnya label hargasegera bangunkan tuan pemberanireinkarnasi awal revolusicicipi sederhana hakiki yang kau ajarikawaniringan senyumku antar harapanpada pusaran fatamorgana tawahingga luka lama kembali mengelupaspada binar mata yang mereduppada detik menutupnya kesempatan 74
  • 84. Rizki Firdauspada hati tertahan korban keadaanpada teriakan sayup berjumlah jutaanpencuri api,Bukittinggi 12: 31, 101210terinspirasi dari sinopsis Babbitt yang disampaikan ‘pak dosen’ 75
  • 85. Umpu PraharaKau 1Apakah wanita yang terbalut kain sari itu bercelana dalam ?Apakah wanita yang berjilbab itu mempunyai telinga ?Apakah wanita dengan kaca mata hitam itu buta ?Apakah aku?Apakah cinta sebuah hambatanUntuk mencapai tingkat spiritual yang tinggiLepas BramuLepas celana dalammuLepas semuanyaKita susuri tubuh ini dengan sentuhan halusDan jilatan-jilatan liarSampai terdengar lengguhan-lengguhanMelengking dalam tempo riuh rendahKenikmatan kenikmatanIni jujurKarena,Keperawanan adalah kebohonganDan,Keperjakaan adalah kesombonganAku?Lagi-lagi keluhan ?AkhCherry House. 12 Okt 2003. 21.37 WIB 76
  • 86. Umpu PraharaKau 2Tak kudengar lagi beritanyaBukan seperti Legian, Timur Tengah atau WTCBukan pula seperti ESPN dengan Tiger WoodAtau MTV dengan Christina AguileranyaTapi cuma dirimuYang tak kunjung datangDengan wajah yang sumringahSenyum dikulum permenManis di dalamDan lesung pipit di luarCherry House. 05 Nov 03. 21.56 WIB 77
  • 87. Umpu PraharaUntuk IbuSemburat kemilau matahari pagi belum lagi munculCericit burung-burung kecil belum lagi terdengarKokok ayam jantan belum lagi lantangCeloteh serangga malam belum lagi usaiTapi kau telah terbangunKau telah terjagaKau telah meninggalkan peraduanmu yang hangatMeninggalkan tilam emasmuBagaikan dewi kau memelukkuBagaikan ibu pertiwi kau melindungikuTak cukup tinta untuk menggoreskan segala kebaikanmuTak cukup kertas untuk mencatat semua yang telah kau berikanTak cukup mutiara untuk membalas semua hutangku padamuTetapi aku bukan milikmu seorangAku adalah milik anak bangsaAku adalah milik semua umat manusiaMaafkan aku Ibu.Turi, 00.00, 02 Apr 03. 78
  • 88. Umpu PraharaSeorang Gadis di Sebuah RuanganDi suatu senja yang temaramDi penghujung bulan SeptemberBulan yang terkatung-katung diantara dua musimBulan yang tanggung kata orangSeorang gadis yang sedang duduk mematungDi sebuah kursi panjang disudut sebuah ruanganYang tak terlalu luas, tetapi terlihat lapangYang dipenuhi oleh bunga-bunga hidup yang berwarna-warniSesekali dia mendesahSesekali dia menggumamSesekali dia menengok kearah pintu masukSepertinya ada yang di tungguDi suatu senja yang temaramDi penghujung bulan SeptemberBulan yang terkatung-katung diantara dua musimBulan yang tanggung kata orangSeorang gadis yang sedang duduk mematungMenunggu kasihnya yang tak kunjung datangLama dia menatap kearah sebuah pintuYang menghubungkannya dengan dunia luarDunia yang hiruk pikuk oleh ramai manusiaDi suatu senja yang temaramDi penghujung bulan SeptemberYang telah berganti dengan malam yang hampaTanpa bulan dan tanpa bintang menghiasinyaSeorang gadis yang sedang duduk mematung 79
  • 89. Umpu PraharaDi sebuah kursi panjang disudut sebuah ruanganYang tak terlalu luas, tetapi terlihat lapangYang dipenuhi oleh bunga-bunga hidup yang berwarna-warniPerlahan dia beranjak pergidengan membawa kegundahan dan kegelisahan hatinyaSetelah lama menunggu kekasih hatinyaYang tak juga munculSetelah sekian lama sang gadis menungguCherry House, 15 Sep 03. 01.00 WIB 80
  • 90. Umpu PraharaAhh...Seperti pelukis dalam absurditasSeperti filsuf dalam pencarian “tidak ada”Seperti politikus dalam arena retorikaSeperti ekonom dalam dansa di lantai bursaDan seperti aku yang mencari “Mu”Menangis di atas bangkai mayatTertawa dalam hari indahItu bohongJustru menangis harus di hari yang indahDan, tertawa di atas bangkai mayatItu baru benar…. Ha…ha…haaaa…Pintu ditutupHari telah malamMelolonglah di siang hari serigalakuCherry House. 5 Nov 03. 21.16 WIB 81
  • 91. Umpu PraharaMalamKeheningan malam bagaikan sebuah senjatayang mengoyak senjamerobek mayapadamenodai cakrawalaDalam keheningan malam tergambar kisah tentang dukaTentang bayi yang menangis laparTentang anak yang terlantarTentang kemanusian yang semakin memudarDalam keheningan malam tercipta sebuah beritaTentang rakusnya penguasaTentang matinya sebuah cita-citaTentang hancurnya tatanan negaraDalam keheningan malam terwujudlah sebuah cita-citaTentang rakyat yang merdekaTentang rakyat yang sejahteraTentang rakyat yang berkuasaPainan, 28 Desember 2010 82
  • 92. Umpu PraharaSatu HariSubuh,Tuhan tolong kami,Ampuni kami,Selamatkan kami,Tanpamu kami tak berartiPagi,Seorang gadis mengambil pisauMemotong kentang, memotong wortelMengaduk bumbu dan mencampurnyaLalu kemudian memasaknyaSiang,Seekor teri bercerita tentang anaknyaTentang kakap, tentang pausdan juga gurita yang meraja lelaSambil dikelilingi lalatSore,Si gadis menangis ditinggal pacarnyaIbu tiri memarahi anak tirinyaAyah berselingkuh dengan sekretarisnyaSeorang gadis kaya senang menjadi pemulungMalam,Dor, suara tembakan terdengarSuara tembakan saling bersahutanPenjahat tersungkur dan matiSang jagoan berdiri sambil berlumuran darahTengah malam,Orang kesurupan 83
  • 93. Umpu PraharaOrang meracauOrang disembuhkan doaAda dunia selain dunia kitaBegitulah seterusnya dan seterusnya...Padang, 24 Januari 2011 84
  • 94. Umpu PraharaUntukmuYang pernah kuajak merenda jedaTapi kau kata, tidak!Kataku tak berbisaTak meliuk serampaiMengapit helai tiadaMeski kata ini memang tumbuh dari lukakuNamun ia tetap bersemiBerharap takkan layuSetelah kutinggalkanTak kubawa cakrawalaKudapan sepi hanyaLantas siapa yang akan menyiraminya?Di saat panas menggodaKaupun tahuKabut dan hujan tidak datang bersamaanBegitupun matahariKadang terbit dari arah yang berbedaTapi itu mereka, dan bukan kitaSiapa kan menyangkaPada sebuah waktuKita akan bersuaPada ruang yang samaCherry House. 01 Nov 03 85
  • 95. Umpu PraharaPerempuanPerempuan ituTidak sekalipun pernah kulihat rinai rambutnyaApakah ia berambut ekor kuda ?ataukah ia berambut kepang dua ?atau. Gadis berambut ular?Yang pastiDi matanya ada dua kerlip bintangPerempuan tadiBetisnyapun jarang terlihatEntah padi bunting ?Gading gajah ?atauTiang penyangga menara PisaYang ku tau Senyumnya adalah bungaPerempuan yang laluBeraroma minyak kasturiBergaun ala burung KaswariIa lahir di ManokwariDan menyusu pada puting bidadariKaulah Dinda Bestari“Kan kuajak kau menikmati senja di kedai Singosaritempat Ken Arok dan Ken Dedes memadu janji.Dan kita bersama belajar mengaji, karena Ramadhan telahmenanti”“Untuk ia yang datang menemaniku pada suatu malam diGamping pada saat bulan Ramadhan”Cherry House. 05 Nov 03. 21.30 WIB 86
  • 96. Alfikry Ilmi Lahir di Pariaman, Sumatera Barat tanggal 21 Febru- ari 1989. Seorang mahasiswa pendidikan Biologi UNP yang mencintai seni dan sastra sejak kecil. Pe- cinta musik Jamica yang biasa menghabiskan waktu luang dengan membaca buku sambil mendengarkanmusik early reggae dan ska. Selain itu juga suka membaca, menulis,diskusi dan nonton film. Beberapa puisi pernah dimuat mediaonline. Aktivitas kesehariannya adalah bergiat di organisasi MaGenTa(Masyarakat Gerilyawan Kota). Email : madcitysociety@gmail.com Amanike Liza Fitra Lahir tanggal 15 Maret 1988 di Padang. Saat ini se- dang menuntut ilmu di Program Studi Hubungan In- ternasional, FISIP Universitas Andalas. Seorang yang memiliki minat yang tinggi terhadap seni dan sastra. Gilank Ralicha Lahir di Padang 20 September 1989. Seorang pecinta musik Punk Rock dan Folk serta penggiat filsafat Marxis dan Anarkisme. Menempuh studi di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Andalas Padang. Saat ini bergiat di organisasi MaGenTa(Masyarakat Gerilyawan Kota) sebagai Koordinator Umum, namunpernah menjadi staf pengajar Bahasa Inggris di LSM PAKU (Padangkota tercinta Bersatu) selama 3 tahun dan menjadi Leading OfficerHong Kong Red Cross dalam operasi tanggap bencana gempa 30September di Sumatera Barat pada tahun 2009 87
  • 97. Holy Adibz Nama saya Holy Adib. Lahir 10 September 1988 di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Berkuliah di STKIP PGRI Padang mengambil jurusan Bahasa Inggris. Saya gemar membaca, menulis puisi dan cer- pen. Beberapa puisi saya pernah dimuat di SuaraPembaruan, Harian Singgalang (harian lokal di padang), oase kom-pas.com dan blog penyair Nusantara. Aktivitas kesehariannya adalahbergiat di organisasi MaGenTa (Masyarakat Gerilyawan Kota). Sayabisa dihubungi di 081363827775 dan di adhiebzt44@yahoo.com. Jhon Pello Bernama lengkap Faizul Azmi. Kelahiran Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau pada 11 September 1988. Saat ini menuntut ilmu di bidang Komputer salah satu universitas swasta di kota Padang dan ter- gabung di dalam organisasi MaGenTa (MasyarakatGerilyawan Kota). Joey Rose Lahir di Ambarawa 20 Mei 1980, menulis puisi sejak kecil dan pada saat kelas 5 SD puisinya pernah dimuat dalam tabloid anak "Citra". Puisinya juga per- nah dimuat dalam antologi bersama "Dian Sastro for President! : End of Trilogy" (Februari 2005). Selainmenulis puisi juga menulis esai, salah satu esainya yang berjudul"Berpuisi adalah Bekerja untuk Pembebasan : Apresiasi Buku PuisiTempurung Tengkurap" (karya Mahatma Muhammad dan Yori Ka-yama) dimuat dalam http://horisononline.com (02 Agustus 2011). Se-lain itu juga mempublikasikan puisi serta esai nya dalam media jejar-ing sosial Facebook dengan akun : Joey VS Rose (Joey Rose). Ak- 88
  • 98. tivitas kesehariannya bergiat di organisasi MaGenTa (MasyarakatGerilyawan Kota) Lismomon Nata Lahir di Kota Sawahlunto 30 Agustus 1984. Alumnus Sosiologi Antropologi Universitas Negeri Padang. Seorang penyuka sastra dan seni. Menyelesaikan studinya dengan menulis “Makna Kesurupan Pertunjukan Kuda Kepang Pada Etnik Jawa di KotaSawahlunto”. Beberapa tulisannya pernah dimuat Harian PadangEkspress dan Harian Singgalang. Selain tulisan, puisinya juga pernahdimuat di Majalah Ganto. Pernah menjadi juara penulisan ilmiahtentang Bung Hatta dengan judul “Bung Hatta dalam Catatan AnakBangsa”. Bergiat pada Forum Lingkar Pena (FLP) Sumbar. Bekerjapada Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Reski Kuantan Lahir 7 Mei 1988 di sebuah kota kecil Teluk Kuantan, Kab. Kuantan Singingi, Riau. Memiliki apresiasi tinggi terhadap kesenian dan kesastraan sejak masih kecil. Beberapa puisinya terhimpun dalam buku kum- pulan puisi bersama : Indonesia Berkaca (2011) danSepuluh Kelok Di Mouseland (Kendi Aksara, 2011) Serta dipublika-sikan di media cetak maupun cyber. Aktivitas kesehariannya bergiatdi organisasi MaGenTa (Masyarakat Gerilyawan Kota) 89
  • 99. Rizki Firdaus Lahir di Bukittinggi 15 Desember dua puluh tiga ta- hun yang lalu, pemuda asli Ampek Angkek, Agam ini kini masih bertempat tinggal di kediaman orang tua di sebuah desa bernama Batu Taba. Selama menem- puh pendidikan Sastra Inggris di Universitas Andalashanya berkecimpung pasif di HIMA jurusan, bergiat di komunitastanpa basis ‘Pencuri Api’ dalam diskusi dan karya cipta terkaitfenomena budaya, menulis lepas di ‘BAHAS’ sebuah jurnal online lin-guistik dan sastra http://www.bahas.multiply.com, serta tergabungsekarang di organisasi MaGenTa (Masyarakat Gerilyawan Kota)mengkampanyekan wacana alternatif. Belakangan mengisi kesehar-ian sebagai guru Bahasa Inggris pada salah satu Bimbingan Belajar diBukittinggi sembari terus belajar menulis dan memperkaya referensibacaan. Umpu Prahara Lahir pada 1 November di Yogyakarta. Seorang pe- cinta seni dan sastra. Sejak kecil telah sering mengi- kuti lomba baca dan tulis puisi baik antar sekolah maupun antar madrasah. Pernah mewakili sekolah dalam lomba pidato karangan sendiri saat SD namunsayangnya tidak mendapatkan juara. Seorang pecinta keindahan alamdan pecinta musik. Saat ini bermukim di kota Padang dan bekerja se-bagai seorang pelayan publik di sebuah lembaga pemerintah di salahsatu daerah di Sumatera Barat. Saat ini bergiat di organisasi Ma-GenTa (Masyarakat Gerilyawan Kota) Memiliki alamat dunia maya :umpu.prahara@gmail.com 90
  • 100. 91

×