Budaya Organisasi

20,242 views
19,954 views

Published on

E.B. Taylor, 1874
Culture as “that complex whole which includes knowledge, belief, art, moral, law, custom, and any other copabilities and habits acquired by man as a member of society

Published in: Education, Technology, Business
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
20,242
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
134
Actions
Shares
0
Downloads
701
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budaya Organisasi

  1. 1. BUDAYA ORGANISASI Pengajar : Dr. Chairul M S, SE., SH., MP
  2. 2. N A M A : CHAIRUL MURIMAN S TEMPAT / TGL LAHIR : MADIUN / 13 JANUARI 1966 STATUS : 1 1 3 AGAMA : ISLAM ORGANISASI : 1. BID. ORG. PENGURUS BESAR IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA (PB. IPSI) 2. FKPPI 3. LSM PEKERJAAN : 1. DOSEN PTIK 2. TRAINNER SDM 3. DOSEN UHAMKA JAKARTA HOBY : TRAVELING TEMPAT TGL : 1. JL. KEBRAON INDAH PERMAI C-45 KARANGPILANG, SURABAYA 2. PTIK FLAT D II/5 KEB. BARU JAKARTA SELATAN
  3. 3. KONSEP KEBUDAYAAN DEFENISI KEBUDAYAAN E.B. Taylor, 1874 Culture as “that complex whole which includes knowledge, belief, art, moral, law, custom, and any other copabilities and habits acquired by man as a member of society <ul><li>Selo Sumarjan dan Soeleman Sumardi 1974 </li></ul><ul><li>Pola bertindak </li></ul><ul><li>Pola berpikir </li></ul><ul><li>Pola berperasaan </li></ul><ul><li>Nilai 2 dominan yang didukung anggota organisasi </li></ul><ul><li>Falsafah yang menuntun kebijakan organisasi </li></ul><ul><li>Metode kerja yang dianut anggota organisasi </li></ul><ul><li>Sumber : Stephen P. Robbin, Teori Organisasi, 1994 </li></ul>
  4. 4. KARAKTERISTIK KEBUDAYAAN <ul><li>Culture is universal in man’s experience, yet each local or regional manifestation it is unique. </li></ul><ul><li>Culture is stable, yet also dynamic, and manifest continious and constant change. </li></ul><ul><li>Culture files and largely determines the course of our lives, yet rarely intrudes into consicous thought </li></ul><ul><li>Sumber : Melivile J. Herskovits, Cultural Abtrophology (1955) </li></ul>
  5. 5. WUJUD KEBUDAYAAN DALAM MASYARAKAT <ul><li>Material berupa hasil seni, sarana produksi, sarana transportasi, sarana papan. </li></ul><ul><li>Sistem nilai berupa hukum dan norma yang menjadi pedoman bagi setiap anggota masyarakat bertindak </li></ul>WUJUD KEBUDAYAAN DALAM ORGANISASI <ul><li>Material berupa dekorasi gedung, interior desain, arsitektur gedung, mode seragam pakaian, atau sarana yang digunakan oleh setiap/beberapa anggota suatu organisasi. </li></ul><ul><li>Sistem nilai berupa aturan suatu organisasi, visi dan misi, target yang ditentukan oleh organisasi, serta etos kerja. </li></ul>
  6. 6. MENGAPA ADA BUDAYA ORGANISASI? <ul><li>Visi dan Misi </li></ul><ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Sarana mencapai tujuan </li></ul>Pola Berpikir Pola Bertindak Kesepakatan Pola Berperasaan
  7. 7. BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI BRAND IMAGE <ul><li>Inisiatif individual merujuk tingkat tanggung jawab individu dalam suatu organisasi. </li></ul><ul><li>Toleransi terhadap tindakan beresiko merupakan upaya untuk memberi kebebasan kepada anggota untuk mengambil inisiatif. </li></ul><ul><li>Arah merupakan visi dan misi, serta tujuan organisasi yang didukung oleh setiap anggota suatu organisasi. </li></ul><ul><li>Integrasi merupakan mekanisme kerja antar unit atau antar anggota yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan organisasi </li></ul><ul><li>Pola-pola komunikasi lateral maupun hierarkikal </li></ul><ul><li>Sumber : Stephen P Robbin </li></ul>
  8. 8. Pengembangan Budaya Organisasi : Kasus LA Olympic Organizing Committee <ul><li>Pengembangan kebijakan organisasi yang terukur, disepakati oleh semua anggota (feasible). </li></ul><ul><li>Interdepartemental interaction dapat berlangsung karena adanya masing-masing departemen job descriptions yang congruence. </li></ul><ul><li>Creation of inspiring symbol and motivating strategies </li></ul>Sumber : Peggy McDonald (1991) The Los Angles Olympic Organizing Committee: Organizational Culture in The Short Run
  9. 9. PRINSIP PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI <ul><li>Keseimbangan antara kepentingan individu dan organisasi </li></ul><ul><li>Responsif dan adaptif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi </li></ul><ul><li>Memungkinkan terjadinya inkulturisasi dari budaya organisasi pesaing </li></ul><ul><li>Mengembangkan learning organization yang disepakati oleh staf dan manajemen. </li></ul><ul><li>Proses evelosioner dan berkesinambungan </li></ul>
  10. 10. <ul><li>SYMBUL </li></ul><ul><li>CERITA </li></ul><ul><li>JARGON : BAHASA SPESIFIK UNTUK MENDEFINISIKAN </li></ul><ul><li>BUDAYA KADANG-2 BENTUK “AKRONIM” </li></ul><ul><li>MIS : PANIT </li></ul><ul><li> KANIT </li></ul><ul><li> SI KONTOL PANJANG </li></ul><ul><li>RITUAL </li></ul><ul><li>STATEMEN  KODE ETIK </li></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>MEMPELAJARI BUDAYA </li></ul></ul></ul></ul></ul>
  11. 11. <ul><li>FUNGSI DASAR BUDAYA ORGANISASI </li></ul>BUDAYA ORGANISASI MENINGKATKAN KOMITMEN THD MISI ORGANISASI MENJELASKAN & MEMPERKOKOH STANDARD PRILAKU PELEMBAGAAN NILAI / CIRI THD ANGGOTA
  12. 12. <ul><li>TINGKATAN KEBUDAYAAN </li></ul>BUDAYA DOMINAN SUB BUDAYA NILAI INTI RESERSE SUB BUDAYA NILAI-NILAI DOMINAN B.O. KEPOLISIAN LOGISTIK SUB BUDAYA LALU LINTAS SUB BUDAYA KUALITAS TINGGI PELAYANAN IDE BARU
  13. 13. By Chairul - PTIK <ul><li>MENGKREASI BUDAYA </li></ul>SIKAP NILAI HARAPAN I N D I V I D U SIKAP NILAI HARAPAN K E L O M P O K NILAI NORMA ATURAN O R G A N I S A S I PENDIRI ORGANISASI PENGALAMAN ORGANISASI INTERAKSI INTERNAL REGULAR INTERACTION SHARED INTERPRETATION OF ORGANIZATIONAL EVENT ORGANIZATIONAL CULTURE YES NO YES NO
  14. 14. Matur sembah nuwun

×