• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Meningkatkan motivasi peserta latih melalui muatan tim building dalam materi fmd
 

Meningkatkan motivasi peserta latih melalui muatan tim building dalam materi fmd

on

  • 5,289 views

Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam Materi FMD

Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam Materi FMD

Statistics

Views

Total Views
5,289
Views on SlideShare
5,289
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
120
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Meningkatkan motivasi peserta latih melalui muatan tim building dalam materi fmd Meningkatkan motivasi peserta latih melalui muatan tim building dalam materi fmd Document Transcript

    • MENINGKATKAN MOTIVASI PESERTA LATIH MELALUI PENAMBAHAN MATERI TIM BUILDING DALAM KEGIATAN FMD (FISIK, MENTAL DAN DISIPLIN) CAHYANI WINDARTO,ST Instruktur Pertama Departemen Otomotif BBLKI Surakarta (Anggota Tim FMD BBLKI Surakarta) Abstraksi- Attitude (sikap) menjadi faktor dominan yang menjadi indikasi keberhasilan program pelatihan. Sikap kerja professional menjadi tuntutan bagi seiap calon tenaga kerja agar dapat memenuhi standar sikap kerja minimal yang disyaratkan oleh dunia industri. Kegiatan FMD (Fisik, Mental dan Disiplin) menjadi salah satu pilar pembentukan sikap kerja professional. Dunia industry membutuhkan calon tenaga kerja yang disiplin, tepat waktu, memiliki etos kerja (endurance), mampu berkomunikasi dan bekerja dalam tim sesuai dengan bidang keahlian yang ditekuni. Melalui kerjasama dan saling berbagi pengetahuan serta ketrampilan, sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan tugas secara efektif, ketimbang dilakukan oleh seorang individu. Membangun sebuah tim adalah suatu proses memilih, mengembangkan, memberikan kemudahan, dan melatih sebuah kelompok kerja agar berhasil mencapai tujuan bersama. Di dalamnya mencakup memotivasi anggota-anggota agar merasa bangga dalam melaksanakan tugas kelompoknya. Pembangun tim (team builder) harus mampu memenuhi tuntutan tugas (kualitas hasil, tepat waktu, dsb.) dan memenuhi kebutuhan anggota-anggota kelompok (adil, tidak konflik, dsb.) Dalam pelaksanan kegiatan FMD diperlukan panambahan materi tim building kepada peserta latih baik secara pengetahuan maupun dirangsang dengan permainan (game) tim building. Variasi materi dalam kegiatan FMD diharapkan mampu meningkatkan motivasi peserta latih untuk mengikuti program pelatihan secara kontinyu dan bersemangat. Kata Kunci-Tim Building, attitude, sikap kerja, game, dunia industri. 1. PENDAHULUAN Lembaga pelatihan sebagai entitas yang memiliki kapasitas untuk memberikanpelatihan ketenagakerjaan, memiliki peran serta dalam membentuk sikap kerja professional.Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira (Pengembangan Kapasitas Pembelajaran;2010)menyebutkan empat tipe pembelajaran yang dapat mempengaruhi organisasi dalammengembangkan gagasan-gagasan meliputi eksperimen, kemahiran kompetensi, patokduga, dan perbaikan berkelanjutan.1. Tipe pembelajaran Eksperimen Beberapa organisasi melakukan kegiatan pembelajaran dengan mencoba banyak gagasan baru dan siap menerima hasil eksperimen berupa proses dan produk baru. Sumber utama pembelajaran adalah pengalaman langsung dari pelanggan dan karyawan. Tujuannya adalah mencapai prestasi pembelajaran organisasi yang unggul melalui eksperimen terkendali dari dalam dan luar organisasi. Eksploitasi pengalaman dari yang lain tidak dilakukan. 3M, Sony, Hewlett-Packard, dan Unilever adalah perusahaan yang terkenal dalam kegiatan eksperimennya. Mereka mengikuti prinsip- prinsip dasar yang meliputi: a. Secara reguler-tetap mencari gagasan baru yang terkadang sebelum gagasan lama dilaksanakan. b. Secara reguler-tetap mencari cara-cara baru dalam bekerja. 1
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD c. Mencoba menerapkan banyak gagasan; dan terkenal sebagai pelaku eksperimen dalam industri. d. Menjadi yang pertama masuk ke pasar dengan gagasan atau konsep baru.2. Tipe pembelajaran kemahiran kompetensi Tipe pembelajaran dalam bentuk kemahiran kompetensi sangat dibutuhkan apabila perusahaan ingin terus maju. Beberapa perusahaan mendorong para individu dan tim untuk mendapatkan kompetensi. Pembelajaran adalah aspek sangat penting dari strategi bisnis.Fokusnya pada pengalaman pihak lain dan eksplorasi kemungkinan ada sesuatu yang baru. Dengan menginvestasi sumberdaya manusia dalam pelatihan dan pengembangan, organisasi menyediakan bahan terpilih dan konsep kepada para individu melalui konsultan, manajer lini, dan lembaga pendidikan tinggi. Tujuannya adalah membantu para karyawan memperoleh pengetahuan relevan yang dapat mempercepat asimiliasi pengetahuan baru dan menstimulasi mereka untuk mengembangkan produk dan proses inovatif. Motorola dan GE adalah perusahaan yang dikenal dengan strategi kemahiran kompetensinya. Prinsip-prinsip yang dipakainya adalah: a. Mendorong tiap individu dan tim untuk mendapatkan kompetensi baru. b. Belajar dengan menggunakan atau menyewa orang dari perusahaan lain yang memiliki ketrampilan yang dibutuhkan. c. Pembelajaran adalah bagian sangat penting dari strategi bisnis.3. Tipe pembelajaran patok duga (benchmarking) Perusahaan belajar dengan mengamati bagaimana perusahaan lainnya beroperasi dan mereka mencoba untuk mengadopsi/meniru dan menyesuaikan pengetahuan dalam perusahaan mereka. Pembelajaran datang dari perusahaan yang telah menunjukkan performa unggul atau mengembangkan praktek terbaiknya dalam proses yang spesifik. Perusahaan yang melakukan patok duga utamanya belajar dari pengalaman perusahaan lain dan mengeksploitasi keberhasilan dalam penggunaan teknologi dan proses yang sudah ada. Samsung, Xerox, dan Miliken adalah contoh perusahaan yang banyak dikenal melakukan tipe patok-duga. Prinsip-prinsip yang digunakannya meliputi: a. Belajar dari organisasi lain, masuk ke pasar produk atau menerapkan suatu proses yang telah teruji. b. Belajar dengan mengamati apa yang dilakukan perusahaan lain. Belajar dengan memfokuskan pengamatan kami pada kegiatan spesifik yang telah berhasil dikerjakan perusahaan lain. c. Melakukan patok-duga (benchmarking) tentang persaingan, mengukur kemajuan dibandingkan kinerja pesaing.4. Tipe pembelajaran Perbaikan Berkelanjutan (Continous Improvement) Perusahaan belajar dalam perbaikan secara teratur pada apa yang telah dikerjakan sebelumnya dan mengarahkan tiap langkah sebelum bergerak ke langkah baru melalui suatu proses dengan pendekatan Six Sigma. Dengan memberikan penekanan pada keterlibatan kelompok karyawan (siklus pengendalian mutu atau kelompok pengambilan keputusan) dan diorganisasikan untuk memecahkan masalah yang terdapat pada pelanggan internal dan eksternal. Perusahaan seperti ini mengandalkan pada pembelajaran melalui pengalaman langsung dan eksploitasi praktek yang ada. Toyota, Honeywell, dan Honda adalah bentuk perusahaan yang selalu melakukan perbaikan berkelanjutan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut. 2
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD a. Menguasai gagasan baru sebelum bergerak pada tahap berikutnya. b. Meningkatkan cara dalam melaksanakan pekerjaan hingga memiliki pendekatan yang benar. c. Ingin dikenal sebagai kumpulan akhli teknik terbaik dalam industri. d. Melakukan patok-duga pada diri sendiri, mengukur kemajuan dibanding kinerja sebelumnya. e. Menggunakan Six Sigma dan alat penilai mutu lainnya untuk perbaikan berkelanjutan terhadap pekerjaan yang dilakukan. Lalu bagaimana dengan lembaga pelatihan, tipe pemelajaran apa yang akan dipilihuntuk bisa memerikan output calon pekerja professional yang sesuai dengan kebutuhandunia industri? Apakah semua tipe atau kombinasi akan diterapkan? Atau memilih salahsatu yang dinilai terbaik sesuai dengan kondisi internal dan eksternal?. Hendaknyamanajemen dapat menelaah atau menilai mana dari empat tipe yang paling lazimditerapkan. Kemudian dicari mana yang paling layak diterapkan. Dalam hal ini tipeeksperimen sebaiknya didukung oleh tipe kemahiran kompetensi. Namun tipe tersebut jugaharus terkait dengan perbaikan berkelanjutan dan tidak mengabaikan tipe patok-duga. Hal-hal itulah yang dikenal sebagai pendekatan tipe pembelajaran ganda dalam menemukangagasan-gagasan baru tentang proses dan output. Sehingga kegiatan FMD (Fisik, Mental dan Disiplin) yang selama ini berjalan perlumenggunakan pendekatan pembelajaran ganda, dengan menemukan gagasan-gagasan barudalam proses pelatihan FMD sebagai perbaikan berkelanjutan melalui eksperimen untukmencapai kompetensi sikap kerja (attitude) yang sesuai dengan persyaratan industri. Salahsatu gagasan yang perlu diperhatikan adalah melihat persyaratan kebutuhan dunia industrybekaitan dengan kerja secara tim (tim work). Persyaratan ini dapat dijembatani denganmemberikan muatan materi tim building dalam kegiatan FMD melalui permainan ataugame interaktif. 2. MENINGKATKAN MOTIVASI PESERTA LATIH Motivasi peserta latih dalam mengikuti program pelatihan memberikan indikasikemudahan dalam melakukan pembentukan sikap kerja. Di sisi lain kejenuhan, de-motivasi,kelelahan dalam berlatih tentu menjadi momok dalam lembaga pelatihan yang sangatberdampak pada kinerja dan hasil output itu sendiri. Bahkan tidak jarang kita mendengartuntutan ini dan itu tentunya karena merasa tidak puas dan sudah tidak ada lagi motivasidalam berlatih. Motif atau motivasi berasal dari bahasa latin “moreve” yang artinya dorongan daridalam untuk bertindak atau berperilaku. Pengertian motivasi tidak lepas dari kebutuhanatau “needs” terhadap objek di luar diri seseorang tersebut.Kebutuhan adalah suatu potensidalam diri manusia yang perlu di tanggapi atau direspons. Karena itu motivasi adalah suatualasan (reasoning) seseorang untuk bertindak dalam rangka memenuhi kebutuhanhidupnya. Banyak orang berpendapat bahwa uang merupakan alat yang paling ampuh untukmeningkatkan motivasi. Pendapat itu mungkin ada benarnya, tapi juga mungkin tidaksepenuhnya benar, walau pada kenyataannya faktor ini cukup memainkan peranan pentingterhadap motivasi. Tetapi ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi motivasi 3
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMDkaryawan / pekerja yang akan di bahas saat ini. Yang tercermin dari beberapa teori tentangmotivasi.A. Teori McClelland Dalam diri manusia ada 2 motivasi, yakni motivasi primer atau motif yang tidak dapat dipelajari dan motivasi sekunder yang bisa di pelajari melalui pengalaman serta interaksi dengan orang lain. Motivasi sekunder biasa di sebut juga sebagai motif sosial. Motif ini dibedakan menjadi 3 bagian yaitu : a. Motif untuk berprestasi (need for achievement) b. Motif untuk berafiliasi (need for affiliation) c. Motif untuk berkuasa (need for power) Motif Berprestasi diwujudkan dalam perilaku kerja yang tinggi, selalu ingin bekerja lebih baik dari sebelumnya atau lebih baik dari orang lain. Pencerminan motif ini dalam dunia kerja antara lain: 1. Berani mengambil tanggung jawab pribadi atas perbuatan-perbuatannya. 2. Selalu mencari umpan balik terhadap keputusan atau tindakannya yang berkaitan dengan tugasnya 3. Selalu berusaha melaksanakan pekerjaannya atau tugasnya dengan cara-cara baru atau inovatif 4. Tidak puas terhadap setiap pencapaian kerja, ingin lebih baik lagi Motif Berafiliasi di wujudkan dengan bekerjasama dengan orang lain. Pencerminan motif ini dalam perilaku sehari-hari antara lain : 1. Senang menjalin pertemanan atau persahabatan dengan orang lain 2. Dalam melakukan tugas lebih mementingkan team work daripada bekerja sendiri 3. Setiap pengambilan keputusan cenderung minta persetujuan atau kesepakatan orang lain atau kawan sekerjanya. Sementara Motif Berkuasa berusaha mengarahkan perilaku seseorang untuk mencapai kepuasan melalui tujuan tertentu, yakni dengan jalan mengontrol orang lain. Pencerminan motif berkuasa ini dalam kehidupan sehari-hari yaitu : 1. Selalu ingin mendominasi pembicaraan dalam pergaulan dengan orang lain terutama dalam kelompok 2. Aktif dalam menentukan atau pengambilan keputusan terkait dengan kegiatan kelompok atau pekerjaan 3. Senang membantu atau memberikan pendapat kepada pihak lain, meskipun tidak diminta 4. Senang menjadi anggota suatu organisasi atau perkumpulan yang dapat mencerminkan prestise dan sebagainyaB. Teori McGregor Berdasarkan penelitiannya, McGregor menyimpulkan teori motivasi itu dalam teori X dan Y. Teori ini didasarkan pada pandangan konvensional/klasik (teori X) dan pandangan baru atau modern (teori Y). Teori X yang bertolak belakang dari pandangan klasik ini di dasarkan pada : a. Pada umumnya manusia itu tidak senang bekerja b. Pada umumnya manusia cenderung melakukan aktivitas sesedikit mungkin c. Pada umumnya manusia kurang berambisi 4
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD d. Pada umumnya manusia kurang sendang diberi tanggung jawab, melainkan suka di atur dan di arahkan e. Pada umumnya manusia kurang acuh pada organisasi, karena itu dalam melakukan pekerjaan harus diawasi supaya tujuan organisasi tercapai Sedangkan teori Y bertumpu pada pandangan atau pendekatan yang beranggapan bahwa: : a. Pada dasarnya manusia itu tidak pasif, tetapi aktif b. Pada dasarnya manusia itu tidak malas bekerja, tetapi suka bekerja c. Pada dasarnya manusia dapat berprestasi dalam menjalankan pekerjaan d. Pada dasarnya manusia selalu berusaha mencapai sasaran atau tujuan organisasi e. Pada dasarnya manusia itu selalu mengembangkan diri untuk mencapai tujuan atau sasaran Berdasarkan teori ini, para pemimpin organisasi atau manajer perusahaan mempunyai keyakinan bahwa mereka dapat mengarahkan bawahannya untuk mencapai produktivitas atau tujuan-tujuan organisasi mereka. Dengan tercapainya tujuan organisasi, maka tujuan-tujuan perorangan dalam organisasi akan tercapai.C. Teori Herzberg Herzberg mengembangkan teori motivasi Dua Faktor. Menurut teori ini, ada 2 faktor yang mempengaruhi seseorang dalam tugas atau pekerjaannya, yaitu : 1. Faktor-faktor penyebab kepuasan (satisfierr) atau faktor motivasional Apabila kepuasan kerja di capai dalam pekerjaan, maka akan menggerakan tingkat motivasi yang kuat bagi seorang pekerja, dan akhirnya dapat menghasilkan kinerja yang tinggi. Faktor ini mencakup : a. Prestasi (achievement) b. Penghargaan (recognation) c. Tanggung jawab (responsibility) d. Kesempatan untuk maju (posibility of growth) e. Pekerjaan itu sendiri (work) 2. Faktor-faktor penyebab ketidakpuasan (dissatisfaction) atau faktor higiene Faktor-faktor ini menyangkut kebutuhan akan pemeliharaan atau maintenance factor yang merupakan hakikat manusia yang ingin memperoleh kesehatan. Hilangnya faktor ini akan menimbulkan ketidakpuasan bekerja antara lain : a. Kondisi kerja fisik (physical environtment) b. Hubungan interpersonal (interpersonal relationship) c. Kebijakan dan administrasi perusahaan (company and administration policy) d. Pengawasan (supervision) e. Gaji (salary) f. Keamanan kerja (job security) Dari teori ini dapat di lihat bahwa : a. Faktor-faktor yang dapat memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya adalah kelompok faktor motivasional (satisfiers) b. Perbaikan gaji, kondisi kerja, kebijakan organisasi dan administrasi tidak akan menimbulkan kepuasan, melainkan ketidakpuasan. Sedangkan faktor yang menimbulkan kepuasan adalah hasil kerja itu sendiri c. Perbaikan faktor higiene kurang dapat mempengaruhi terhadap sikap kerja yang positif 5
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMDBerdasarkan sumbernya, ada dua jenis motivasi yaitu :1. Motivasi Internal : motivasi dari dalam diri sendiri , biasanya berupa tekad dan keinginan untuk berhasil2. Motivasi Eksternal : motivasi dari luar, contoh : insentif, reward, juga bisa berupa tekanan misalnya teguran yang membuat karyawan atau pekerja berusaha untuk lebih baik dan tetap dapat bekerjaUntuk jangka pendek motivasi eksternal sangat membantu, namun tidak berlangsung lama.Motivasi internal adalah yang terbaik karena digerakkan oleh keinginan /desire yangsifatnya lebih permanen atau jangka panjang.Karena itu perlu sekali ditanamkan sikap untuk mencintai pekerjaan supaya loyalitas danproduktifitas dalam bekerja selalu terjaga. Sebagai contoh tentang Satpam. Ada banyaksatpam yang bekerja pada sebuah lembaga pelatihan, karena mereka telah mengikutipendidikan dasar satpam, maka mereka telah memiliki kompetensi minimal yangdiperlukan oleh seorang satpam. Setelah bebeapa lama ternyata ada seorang satpam yangcukup menonjol dan agak beda. Apabila sedang bertugas posisi jarang duduk, kalau ada liftterbuka dia menyapa orang yang keluar lift dan murah senyum. Begitu juga kalau adakaryawan atau pengunjung yang berjalan menuju lift, maka dia menawarkan untukmemencet tombol di depan lift, begitu juga kalau dimintai untuk melakukan hal-hal lainmaka yang dikedepankan adalah sikap “helpful” , sigap dan tulus. Akhirnya satpamtersebut ditawari untuk menjadi staff di sebuah bagian. Ini batu loncatan yang luar biasa,kesempatan datang karena motivasi yang kuat dan tulus dari seorang satpam. Ada motivasiinternal yang cukup kuat dimana kuatnya rasa cinta pada perkerjaannya, sampai datangpengakuan dan penghargaan kepadanya.Berikut beberapa indikator untuk menemukan hasrat dalam diri :1. Merasa senang melakukan pekerjaan, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun2. Tidak semata-mata fokus pada hasil tetapi lebih memperhatikan proses kemajuan diri3. Tidak mencari jalan pintas dalam menjalankan tugas, namun mencari jalan terbaik untuk meningkatkan hasil yang diinginkan4. Melakukan pekerjaan tanpa beban atau keluh kesah (just do it)5. Selalu memiliki prinsip melakukan lebih baik dari sebelumnyaApabila sebuah lembaga pelatihan mampu memberikan motivasi dan membangkitkansemangat untuk berlatih maka akan mempermudah proses transfer pengetahuan(knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap kerja (attitude) sesuai dengan persyaratan duniaindustry. 3. MEMBANGUN KEKOMPAKAN TIM (TIM BUILDING) Hasan Mustafa (Team Building, 2001) menyebutkan melalui kerjasama dan salingberbagi pengetahuan serta ketrampilan, sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan tugassecara efektif, daripada dilakukan oleh seorang individu. “A team is a group organized towork together to accomplish a set of objectives that cannot be achieved effectively byindividuals” Tim merupakan kelompok kerja yang relatif permanen, namun juga bisabersifat temporer yang bertugas untuk menyelesaikan sebuah proyek tertentu. Tim yangrelatif permanen biasanya dinamakan “natural team work”, sedangkan yang temporerbanyak disebut sebagai “a cross-functional action team” biasanya terdiri dari orang-orang 6
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMDdari berbagai bagian atau departemen. Bentuk tim yang dianggap paling maju adalah “self-directed”, karenanya tim semacam ini tidak memerlukan pengawasan, dan memilikiotoritas penuh dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Agar tim bisa bekerja secara efektifdalam mengembangkan motivasi, kedekatan, dan produktivitas, banyak organisasi yangmemandang pembangunan tim merupakan salah satu aspek dari pengembangan organisasi.3.1. Tujuan Tim Tim dibangun dengan tujuan untuk membantu kelompok fungsional menjadi lebihefektif. Karena rasa individualisme dan persaingan atar pribadi relatif tajam dalamorganisasi, maka tidak semua kelompok kerja dapat dikategorikan ke dalam suatu tim.Lima atau enam orang yang sedang menyelesaikan suatu proyek belum menjamin bahwamereka bisa bekerjasama dalam mencapai tujuan. Secara spesifik, membangun sebuah timartinya harus mengembangkan semangat, saling percaya, kedekatan, komunikasi, danproduktivitas.1. Semangat Muncul karena masing-masing anggota percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas. Makin tinggi tingkat kepercayaan mereka atas kemampuannya, makin besar pula motivasi mereka untuk menyelesaikan tugas dengan baik2. Saling percaya Rasa saling percaya antar sesama anggota merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anggota tim, agar tim mampu bekerja secara efektif.3. Kedekatan Kedekatan antar anggota merupakan perasaan yang mampu menyatukan anggota secara sukarela. Suatu kelompok yang kohesif adalah kelompok yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Mereka mempunyai tingkat loyalitas yang tinggi terhadap kelompoknya. Umumnya kelompok yang kohesif akan lebih produktif.4. Komunikasi Agar tim bisa berfungsi dengan baik, semua anggota harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan hubungan antar pribadi secara baik, bicara secara terbuka satu sama lain, memecahkan konflik yang ada, dan secara bersama menghadapi masalah. “Poor communication means no team”5. Produktivitas Tim seyogianya dapat menyelesaikan tugas yang tidak mungkin dilaksanakan perorangan. Melalui saling berbagi sumber daya, ketrampilan, pengetahuan, kepemimpinan, maka tim berpotensi sangat lebih efektif daripada perorangan.3.2. Proses Membangun Tim Tidak ada satu cara khusus yang dipakai untuk membangun sebuah tim. Tujuan untukmembangun tim yang bersemangat, memiliki kedekatan, saling percaya, dan produktifdapat dilakukan dengan banyak cara. Apapun caranya, hal yang penting diingat adalah timitu sendiri harus mengembangkan kemampuan mengidentifikasikan persoalan kerja merekadan sekaligus juga memecahkannya. Lima tahap atau langkah yang umumnya dilakukandalam membangun sebuah tim diuraikan di bawah ini.1. Langkah I . Membentuk Struktur Tim Setiap tim harus bekerja dengan suatu struktur yang memadai agar berdaya menangani isu-isu berat dan memecahkan persoalan-persoalan yang rumit. Walau struktur bisa berbeda antara perusahaan satu dengan lainnya, namun komponen yang umumnya ada meliputi : 7
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD a. Tim Pengarah, yang terdiri atas manajer-manajer tingkat atas, pimpinan serikat kerja (kalau ada), manajer lini, penyelia, pimpinan tim, dan orang-orang penting lainnya. Seperti seorang pilot, kelompok tersebut menetapkan seperangkat tindakan dan berperan sebagai nara sumber dan pemberi umpan balik atas kegiatan tim b. Perancang Tim, merupakan tim lintas sektoral yang mencakup anggota-anggota dari semua jenjang dan fungsi dalam organisasi. Anggotanya terdiri atas para penyelia dan para manajer. c. Pemimpin, merupakan unsur penting bagi keberhasilan tim. Pemilihan pemimpin merupakan faktor penting, mereka harus yang bergaya partisipatif. Pemimpin tipe X kurang tepat untuk diminta sebagai pemimpin tim. d. Rapat-rapat, merupakan aktivitas yang terpenting. Agenda ini harus difasilitasi dan dilakukan relatif sering. Pimpinan harus dilatih untuk mengelola proses rapat dan proses terjadinya hubungan antar pribadi. Proses rapat antara lain mencakup perencanaan dan penggunaan agenda, mengelola jalannya rapat, mendistribusikan notulen rapat, mengatur bahan dan waktu rapat. Saat rapat berlangsung pimpinan rapat harus mampu meningkatkan partisipasi semua anggota untuk mengeluarkan gagasannya, mengatasi pertentangan akibat adanya perbedaan pendapat, menangani anggota-anggota yang “sulit”, dan menciptakan suasana rapat yang dinamis. e. Proses konsultasi. Kehadiran pihak ketiga dalam upaya membimbing, mengajar, membantu menyelesaikan konflik, kadang sangat diperlukan. Karena sesungguhnya mereka bukan anggota tim, konsultan dapat memberikan tantangan bagi anggota tim. Mereka bisa lebih obyektif dan bisa lebih bebas bekerja dan berpendapat ketika membantu tim. Konsultan juga bisa membantu membangun aturan-aturan dan cara- cara kerja. Mereka bisa diminta untuk mendidik anggota tim dalam menggunakan peralatan, metode kerja, dan memecahkan masalah agar tim bisa lebih produktif.2. Langkah II : Mengumpulkan informasi Membangun tim harus dimulai dengan penilaian diri anggota kelompok (self- assesment), untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh setiap anggota. Pengembangan tim dapat ditetapkan berdasarkan data yang diperoleh dari survai tentang sikap, wawancara dengan anggota tim, dan pengamatan atas diskusi- diskusi kelompok. Cara-cara tersebut bermanfaat untuk menilai sejumlah hal, antara lain iklim komunikasi, rasa saling percaya, motivasi, kemampuan memimpin, pencapaian konsensus, dan nilai kelompok.3. Langkah III : Membicarakan Kebutuhan Informasi yang diperoleh dalam langkah II harus dirangkum dan diumpan-balikan kepada anggota tim. Tim harus mendiskusikannya secara terbuka, dan mencoba menginterpretasikannya. Melalui proses ini akan ditemukan sejumlah kebutuhan ; kekuatan yang ada harus dicoba dipertahankan dan dikembangkan sedangkan kelemahan harus segera diatasi. Proses ini bisa berlangsung dalam beberapa kali pertemuan guna menemukan hal-hal yang memang sangat dibutuhkan. Proses ini sangat penting dalam upaya untuk menetapkan sendiri tujuan tim. Melalui pemahaman atas kekuatan dan kelemahan diri sendiri, tim sudah dalam kondisi siaga untuk mendiagnosis masalah dan menemukan jalan keluarnya.4. Langkah IV : Merencanakan sasaran dan menetapkan cara pencapaiannya. Begitu isu-isu diklarifikasikan, tim harus menetapkan tujuan dan misinya, serta menetapkan prioritas kegiatan. “Perhaps most importantly, a team must have a shared sense of mission. Whether we are talking about a temporary work improvement team, 8
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD or branch, all members must share the sense of mission” Hal yang paling utama dilakukan oleh tim adalah bekerja pada isu yang oleh anggota dianggap paling penting. Dengan agenda yang ditetapkan sendiri, tim akan lebih komit pada proses pelaksanaan dan pengembangannya. Kelompok harus mengembangkan skedul tentatif dan rencana tindakan guna mencapai tujuan. Konsultan akan sangat membantu dengan cara memberikan saran-saran tentang teknik atau kegiatan yang mungkin dilakukan dalam upaya mencapai tujuan. Pengembang organisasi atau spesialis pelatihan harus mengetahui jenis-jenis latihan, film, modul-modul, atau studi kasus, guna membantu kelompok agar bisa mengembangkan ketrampilan yang diperlukan bagi efektivitas kerja tim.5. Langkah V : Mengembangkan Ketrampilan Sebagian besar proses “pembangunan tim” akan memusatkan kegiatannya pada pengembangan ketrampilan yang diperlukan untuk menciptakan tim yang berkinerja tinggi. Seperti halnya para atlit olah raga, setiap anggota tim harus belajar bermain, bergerak, dan mempraktekan ketrampilan mereka. Beberapa jenis ketrampilan yang sangat diperlukan dalam membangun tim yang baik adalah : 1. Kesadaran untuk mengembangkan kelompok. Harus disadari oleh semua anggota tim bahwa kemajuan suatu tim dilakukan melalui tahapan-tahapan yang bisa diprediksi, yaitu fase orientasi, fase evaluasi, dan fase kontrol. Fase orientasi ditandai oleh adanya ragu-raguan para anggota kelompok akan peran mereka. Mereka kurang memahami apa yang harus mereka lakukan selaku anggota tim. Pada fase evaluasi, anggota cenderung mengalami konflik yang disebabkan oleh kekurang-setujuan mereka terhadap cara-cara penyelesaian tugas. Dalam fase ini kelompok bisa terpecah-pecah dalam beberapa koalisi. Dalam fase kontrol, kelompok kembali bersatu, karena mereka mulai memahami satu sama lainnya. Apa yang terjadi di atas merupakan gejala normal yang banyak terjadi. Faktor kepemimpinan merupakan hal yang paling krusial dalam hal ini. Jika pimpinannya baik maka ketiga fase tersebut tidak berlangsung lama, sehingga tim dapat segera bisa berfungsi. 2. Klarifikasi Peran Bahkan ketika tim sudah mulai bekerja, kadang mereka masih bingung tentang apa yang harus mereka lakukan, dan juga siapa yang harus melakukannya. Dalam upaya mencapai tugas-tugas kelompok, setiap anggota harus memahami peran mereka masing-masing. Mereka harus tahu dengan baik apa yang harus mereka kerjakan dan juga batas-batas kewenangannya. “Team members must know what others expect from them. Ambiguity in role expectations produces stress and hampers performance” Uraian jabatan formal seringkali tidak sesuai dengan harapan masing-masing anggota, oleh karena itu pembagian peran sebaiknya dibicarakan bersama. Dalam diskusi ini harus dibahas misi kelompok, kepada siapa kelompok harus melaporkan hasil kerjanya?, kewenangan apa yang dipunyai kelompok?, siapa yang menentukan pimpinan mereka?, apakah anggota kelompok setuju pada pembagian pekerjaan?, dan apakah peran masing-masing anggota kelompok tidak bertentangan atau tumpang tindih satu sama lainnya?. Seperti hanya dengan anggota tim olahraga, kelompok kerja memerlukan pengetahuan tentang apa yang dimainkan oleh dirinya dan diri anggota lainnya. 9
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD Berdiskusi dengan tujuan menjernihkan atau mengklarifikasikan peran masing- masing anggota merupakan agenda penting untuk memulai kerja dalam tim.3. Pemecahan Masalah. Memahami bagaimana menggunakan teknik-teknik pemecahan masalah merupakan hal penting yang menunjang keberhasilan kerja tim. Setiap anggota tim harus bisa berpartisipasi menggunakan beberapa cara dasar dalam memecahkan masalah di bawah ini : a. Diagram Pareto Menggambarkan masalah-masalah yang dihadapi oleh tim. Setiap “bar” menunjukan tingkat seringnya masalah tertentu muncul, atau biaya yang diakibatkan oleh adanya masalah. Tim harus berupaya untuk memecahkan masalah yang sering muncul atau yang dampaknya paling merugikan. b. Diagram Alur Kerja Menggambarkan langkah-langkah kerja yang harus dilakukan mulai dari awal sampai dengan akhir. Dengan mempelajari diagram tersebut setiap anggota dapat membayangkan proses kerja tim secara keseluruhan. c. Diagram Sebab-Akibat Biasanya juga disebut dengan nama diagram “tulang ikan”. Di dalamnya tertera masalah utama dan secara berurutan hal-hal lain yang diperirakan sebagai penyebab munculnya masalah. d. “Brainstorming” Setiap anggota kelompok diberi kesempatan untuk mengembangkan gagasan- gagasan sebebas dan sebanyak mungkin. Setiap gagasan dituliskan dalam “flip- chart”. Anggota tidak diperkenankan untuk “membunuh” gagasan segila apapun. Melalui cara ini diharapkan muncul pemikiran kreatif guna pemecahan masalah. e. Rencana tindakan Memungkinkan apa yang telah diputuskan untuk segera dilaksanakan. Peran dan tanggungjawab diberikan, Laporan diperlukan. Biasanya temuan-temuan dan rencana tindakan disajikan di hadapan manajemen atau panitia pengarah untuk memperoleh persetujuan, atau sebagai informasi dan komunikasi. f. Bagan pertanggung-jawaban Menggambarkan kegiatan-kegiatan, waktunya, tekniknya, dan orang yang melaksanakannya. Adanya bagan ini semua anggota tim mengetahui secara rinci keseluruhan proses kegiatan yang sedang berlangsung. Pelatihan yang komprehensif, diikuti oleh pelatihan individual, membantu anggota tim menerapkan alat-alat di atas dengan benar. Setiap orang harus bekerja dan senantiasa memperbaiki ketrampilannya. Bangsa Jepang menyebutnya “Kaizen”.4. Konsensus dalam mengambil keputusan. Sebagian besar keputusan di tempat kerja dibuat oleh pihak yang memiliki kekuasaan. Konsensus terjadi manakala semua anggota mengatakan : “Sepakat dengan keputusan itu, walau tidak 100% setuju, namun saya sangat mendukungnya”. Konsensus berbeda dengan demokratis. Keputusan yang diambil secara demokratis mengandalkan pada suara terbanyak, artinya masih ada anggota tim yang tidak setuju, yaitu minoritas. Pihak yang tidak setuju biasanya tidak sungguh-sungguh bersedia melaksanakan hasil keputusan. Dalam teknik pengambilan keputusan melalui konsensus yang sebenarnya, keputusan diambil 10
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD setelah semua anggota setuju. Melalui penambahan waktu dan kesabaran, setiap anggota mengemukakan secara panjang lebar pendapatnya sehingga semua pihak mengerti. Konsensus tidak hanya merupakan cara terbaik dalam pengambilan keputusan, namun juga berpotensi memunculkan komitmen tinggi pada diri setiap anggota tim untuk melaksanakannya. Kualitas keputusan melalui consensus memang sangat baik, sehingga memudahkan pelaksanaannya karena semua yang mengambil keputusan sepakat atas apa yang telah diputuskan. Pengambilan keputusan secara konsensus tidaklah mudah, oleh karena itu setiap anggota perlu memperoleh latihan guna memiliki ketrampilan yang diperlukan. Studi kasus yang diikuti oleh analisis kelompok merupakan salah satu bentuk pelatihan. Di sini akan terlihat beberapa perilaku : “Apakah anggota kelompok mendengar-kan gagasan-gagasan secara obyektif?”, “Apakah setiap anggota kelompok telah diberikan kesempatan bicara secara memadai?” ”Apakah ada pihak yang mendominasi?”, “Apakah kelompok mampu memecahkan pertentangan?”. Pengambilan keputusan secara consensus harus dilakukan secara sistematis dan sabar. Tidak perlu tergesa-gesa. Apabila kelompok mencapai konsensus, tim akan dapat bekerja secara maksimal.5. Mengatasi konflik Bukan hal yang aneh jika suatu kelompok yang terdiri atas orang-orang yang berbeda latar belakang, berpotensi memunculkan konflik. Jika tim gagal menangani konflik dengan semestinya maka akan gagal mencapai tujuan. Dengan dikembangkannya ketrampilan mengelola konflik, maka walaupun terjadi konflik, tim masih memperoleh manfaat daripadanya. Pandangan yang saling bertentangan satu sama lain, jika dikelola dengan baik justru akan menciptakan suatu keputusan yang lebih baik. Sebuah tim dapat mengembangkan kapasitas menangani konflik melalui berbagai cara, misalnya diskusi terbuka tentang konflik itu sendiri atau melalui diskusi yang tangguh yang penuh perdebatan dan skeptisme. Permainan peran (role playing), dan latihan-latihan membantu tim mengembangkan komunikasi terbuka yang diperlukan untuk menyelesaikan konflik secara produktif. Tim yang berkinerja tinggi antara lain dicirikan dengan adanya anggota-anggota yang kritis, namun masih saling menghargai satu sama lainnya.6. Evaluasi hasil Sebagai suatu tim kerja yang senantiasa berfungsi, tim harus mengevaluasi hasil kegiatannya guna mengetahui keberhasilan atau pun kegagalannya. Evaluasi dapat dilakukan melalui berbagai cara. Dalam beberapa kasus, hasil dari adanya tim kerja dapat diukur berdasarkan kriteria baku produktivitas atau keluaran. Jika setelah dibentuknya tim, produktivitas lebih baik daripada sebelumnya maka dapat dikatakan tim tersebut efektif. Kesalahan yang makin berkurang, biaya produksi makin kecil, tingkat turnover menurun, adalah beberapa tanda bahwa tim bekerja secara efektif. Pemasok dan juga pelanggan yang menggunakan jasa tim harus pula dijadikan sumber informasi keberhasilan atau kegagalan tim. 11
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD 4. CONTOH GAME / PERMAINAN TIM BUILDING Pelatihan dengan game tim building akhir-akhir ini semakin populer di kalanganpraktisi pelatihan SDM. Banyak perusahaan besar, maupun perusahaan kecil memanfaatkanmetode game tim building management training di dalam pengembangan sumber dayamanusia. Berikut beberapa alasan kenapa metode game tim building dipakai. Diantaranyasebagai berikut:1. Metode ini adalah sebuah simulasi kehidupan yang kompleks menjadi sederhana Manusia pada dasarnya dapat memahami kehidupan ini dari alam semesta. Alam semesta adalah sumber kearifan, dan tempat belajar bagi semua orang. Itulah sebabnya Tuhan diberbagai kitab suci menyuruh manusia untuk membaca makna yang ada di dalam alam semesta. Bagaimana burung terbang bersama, dan bagaimana lebah dan semut berbagi tugas telah menjadikan banyak inspirasi bagi pakar managemen. Kehidupan dalam organisasi perusahaan yang sangat kompleks sebenarnya dapat disimulasikan kedalam suatu bentuk kegiatan yang sederhana. Permainan game tim building training adalah cara untuk menggambarkan kehidupan yang kompleks dengan cara sederhana melalui penggunaan sebuah metafora. Permainan yang ditampilkan dalam game tim building training adalah metafora dalam kehidupan kompleks tersebut.2. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman. (experiental learning) Game Tim Building training menggunakan cara yang memberikan sebuah pengalam langsung kepada peserta pelatihan. Suatu kehidupan organinasi disimulasikan dalam sebuah kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh peserta program pelatihan outbound. Peserta langsung merasakan sukses dan gagal dalam sebuah kegiatan Game Tim Building training. Kalau sukses, peserta akan tahu, prilaku apa yang membuat mereka sukses. Kalau gagal, mereka juga akan segera tahu, prilaku mana yang menyebabkan kegagalan tersebut. Pendekatan outbound traning memudahkan pemahaman tentang konsep manajemen3. Metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan. Kegiatan pelatihan Game Tim Building training banyak sekali menggunakan aktifitas yang mirip permainan yang biasa dilakukan anak-anak. Permainan biasanya disukai hampir setiap orang, sehingga sangat menyenangkan dan semua peserta pelatihan bisa lepas dalam kegiatan outbound. Dari pengalaman di dalam menyelenggarakan outbound, dijumpai keterangsangan emosi dan kegembiraan pada diri peserta pelatihan Game Tim Building training.Berikut ini beberapa contoh Game Tim Building yang bisa dilakukan kepada pesertapelatihan :1. Air Bridge (Jembatan Udara)2. All Stand Up3. Almost Infinite Circle4. Ball Tossing5. Birthday Line Up6. Blind Leader7. Blind Train8. Caterpillar Race9. Crocodille River10. Evakuasi Bambu11. Flying Eggs12. Folding Carpets 12
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD13. Frantic Ballon14. Glove Racing15. Hollahop Berpindah16. Human Ladder17. Hunter My Name18. Lifting Water19. Mencari Harta Karun20. Perang Balon21. Pipa Bocor22. Solo23. Time Bomb24. Titanic (Kapal Tenggelam)25. Toxic Waste26. Trush Fall4.1. Air Bridge (Jembatan Udara) Game ini termasuk dalam kategori middle game Teaching point : - Berfikir kreatif dengan paradigma baru - Pemecahan masalah - Peningkatan kualitas kerja - Kerjasama kelompok dalam sinergi - Komunikasi yang efektif - Ketahanan menghadapi stress. Perlengkapan : - Lapangan dengan ukuran 40-40 m - Tiga buah bangku/krat minuman botol/tong besar untuk masing-masing team - Tiga lembar papan tebal untuk masing-masing team - Stop watch Cara permainan : Peserta diminta menuju lokasi yang jaraknya 30 meter dari garis start dengan dara menggeserkan jembatan yang mereka buat. Separuh anggota kelompok berdiri di atas papan yang ditaruh diatas bangku. Separuh anggota yang lain bertugas menggeser bangku untuk track jembatan berikutnya. Apabila anggota kelompok ada yang terjatuh, maka game dimulai lagi dari awal. Kelompok pemenang adalah yang bisa mencapai garis finish paling cepat. Debriefing : Menanyakan teaching point yang diperoleh Bagaimana mereka mengatur strategi dalam pemecahan masalah Perilaku apa yang menunjang keberhasilan kelompok4.2 All Stand Up Teaching point : Memahami pentingnya fungsi orang lain dalam kesuksesan kerja Memecah kebekuan (ice Breaking) dengan saling bersentuhan fisik Memahami bahwa kekurangan anggota team ( terlalu gemuk atau terlalu kecil) bukan merupakan kendala untuk kinerja team. Perencanaan strategik Pergeseran paradigma kerja. 13
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD Cara permainan : Permainan dimulai dengan sepasang anggota team duduk berhadap-hadapan. Ujung kaki saling dikaitkan dan tangan berpegangan. Kemudian mereka diminta untuk berdiri bersama. Apabila berhasil, maka jumlahnya ditambah menjadi 2,3,4 hingga seluruh team yang ada berdiri bersama berbarengan. Kemudian tantangan diubah, dimulai dari 2 orang lagi dengan duduk saling membelakangi. Peserta diminta berdiri dengan bantuan punggung temannya, tangan tidak usah berpegangan. Kemudian dilanjutkan hingga berdiri seluruh team nya. Mereka dipersilahkan mengatur strategi agar sama-sama bisa berdiri serempak. Debriefing : - Faktor penunjang keberhasilan? - Perasaan setelah berhasil? - Implikasi ke tempat kerja? Gambar 1. Gambar Game All Stand Up4.3 Almost Infinite Circle Peralatan yang dibutuhkan : Tali rafiah yang dipotong sepanjang 80cm. Masing- masing peserta Tim Building training mendapatkan satu buah Stopwatch Persiapan : Instruktur outbound memerintahkan seluruh peserta outbound untuk berpasangan dua-dua. Kemudian setiap orang mengikatkan tali rafiah dipergelangan tangannya, dengan saling menyilang dengan pasangannya Permainan : Peserta diminta untuk dapat melepaskan tali yang terikat dengan tali pasangannya, dimana tali tersebut masing-masing terikat di kedua pergelangan tangan masing- masing orang. Aturan Main : a. Tidak boleh memotong tali. b. Tidak boleh membuka simpul yang mengikat ke pergelangan tangan Teaching point : Problem solving Melatih kesabaran’ Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain. Saling pengertian 14
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD Gambar 2. Gambar Game Almost Infinite Circle4.4. Ball Tossing Teaching point : Fokus pada pekerjaan, Sensitivitas terhadap orang lain, Pelayanan prima, Inovasi Perlengkapan : Tiga buah bola plastic, Stopwatch, Pluit Cara permainan : Game ini termasuk dalam kategori fun game dan ice breaking. Peserta diminta untuk membentuk lingkaran dengan wajah menghadap ketengah dan berhadapan dengan peserta lain. Selanjutnya peserta diminta untuk melempar sebuah bola kepeserta lain dengan menyebutkan namanya sendiri dan nama orang yang diberi bola. Selanjutnya orang yang diberi bola juga menyebut namanya dan memberikan kepada orang lain sambil menyebut nama orang lain. hal yang sama dilakukan secara bergantian pada peserta lainnya. Tolok ukur : Kesuksesan tim dinilai dari berapa banyak kesalahan menyebut nama sendiri dan nama orang lain. Jumlah bola jatuh Debriefing : Menanyakan pengalaman individu dari permainan Perilaku peserta yang mendukung dan menghambat kesuksesan tim4.5. Birthday Line Up Cara permainan : Semua peserta diminta berdiri di atas papan. Kemudian mereka diminta untuk mengatur barisan mereka berdasarkan bulan hari ualng tahun mereka atau berdasarkan tinggi badan. Mereka tidak boleh berbicara dalam menyusun barisan itu. Teaching point : Melatih konsentrasi pada tugas. Mengembangkan cara berkomunikasi yang efektif Melatih untuk berinovasi Aplikasi praktis dalam proses pemecahan masalah Kepemimpinan bersama 15
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.6. Blind Leader Tujuan Permainan : 1.Melatih kekompakan team/tim 2.Melatih kepercayaan kepada pemimpin 3.Pengaturan strategi 4.Menempatkan orang di tempat yang tepat Cara permainan : 1.Peserta Tim Building training di bagi dalam beberapa kelompok tim. 2.Tiap-tiap kelompok berjumlah antara 8-10 orang 3.Instruktur outbound menentukan garis finish terlebih dahulu 4.Seluruh peserta outbound membuat barisan satu banjar kebelakang 5.Seluruh mata peserta outbound ditutup oleh penutup mata/slayer. 6.Peserta yang paling belakang bertindak sebagai masinis. 7.Instruktur outbound mengumpulkan “masinis” kemudian diberi briefing cara permainan dan diberitahu garis finishnya. 8.Seluruh masinis kembali kekelompoknya masing-masing, berdiri diposisi paling belakang barisan. 9.Cara berjalan adalah, dengan cara menepuk bahu kanan untuk belok ke kanan. Menepuk bahu kiri untuk belok ke kiri. Menepuk dua-duanya untuk jalan lurus. Mulut tidak boleh berbicara sama sekali. 10. Kelompok pertama yang sampai di garis finish adalah pemenangnya. Gambar 3. Gambar Game Blind Leader4.7. Blind Train Tujuan permainan : Untuk melatih keseimbangan otak peserta outbound. Cara permainan : Langkah yang harus dilakukan oleh peserta outbound adalah tiap-tiap peserta dalam Tim Building training ditutup matanya, kecuali yang ditunjuk sebagai leader, mengikuti jalur yang sudah dibuat. Dengan arahan Leader, peserta berjalan mengikuti jalur tanpa menyentuh pembatas. Orang yang pertama memasuki garis finish ditetapkan sebagai pemenang. Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaimana seorang bisa tampil sebagai pemimpin (leader) dan bagaimana rasanya dipimpin orang lain. Saling percaya antar sesama divisi dalam perusahaan. 16
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.8. Caterpillar Race Dalam permainan ini kita akan membuat sesuatu yang mirip ulet bulu. Game ini ada juga yang menyebutnya game kaki seribu. Termasuk dalam kategori middle game. Penuh fun dan keceriaan di dalamnya. Cara permainan : 1.Bagilah peserta Tim Building training dalam beberapa kelompok (sebaiknya satu kelompok terdiri dari 7-12 orang). 2.Tentukan garis start dan garis finishnya terlebih dahulu. 3.Instruktur outbound memerintahkan peserta untuk berbaris dikelompoknya masing- masing dengan posisi duduk, dimana kedua kaki peserta diletakkan di paha temannya yang berada di depannya, sehingga kaki seluruh peserta outbound tidak ada yang menyentuh tanah. Tentunya peserta yang berada didepan tetap menyentuh tanah kakinya. 4.Tugas kelompok adalah berjalan dengan menggunakan tangan sampai ke garis finish. 5.Pada saat berjalan, anggota kelompok tidak boleh terputus. 6.Masing-masing kelompok berlomba sampai garis finish. 7.Yang paling cepat adalah pemenangnya. Manfaat dari permainan ini : 1.Melatih kekompakan tim. 2.Bisa menempatkan seseorang pada posisi yang tepat. 3.Mengatur strategi kelompok. 4.Mengetahui kekurangan dan kelebihan orang lain.4.9. Crocodile River Game ini termasuk dalam kategori middle game Teaching point : - Berfikir kreatif dengan paradigma baru - Pemecahan masalah - Peningkatan kualitas kerja - Kerjasama kelompok dalam sinergi - Komunikasi yang efektif - Ketahanan menghadapi stress. Perlengkapan : - Lapangan dengan ukuran 40-40 m - Tiga buah bangku/krat minuman botol/tong besar untuk masing-masing team - Tiga lembar papan tebal untuk masing-masing team - Stop watch Cara permainan : Peserta diminta menuju lokasi yang jaraknya 30 meter dari garis start dengan dara menggeserkan jembatan yang mereka buat. Seluruh anggota kelompok berada di atas papan.Tantangan terberat adalah memindahkan papan dan bangku, tanpa turun dari papan/tanpa menyentuh tanah. Apabila anggota kelompok ada yang terjatuh, maka game dimulai lagi dari awal. Kelompok pemenang adalah yang bisa mencapai garis finish paling cepat. Debriefing : Menanyakan teaching point yang diperoleh Bagaimana mereka mengatur strategi dalam pemecahan masalah Perilaku apa yang menunjang keberhasilan kelompok 17
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.10. Evakuasi Bambu Tujuan permainan : Melatih kerjasama yang komunikatif. Alat bantu yang digunakan adalah bambu, air, tali dan bola pimpong Prosedur dalam permainan: 1.Tiap kelompok berlomba mengeluarkan bola dari dalam bambu dengan cara menuangkan air ke dalam bambu. 2.Cara menuangkannya, bambu yang berisi air hanya boleh diangkat dengan menggunakan tali yang telah disediakan 3.Saat melakukan evakuasi, anggota badan tidak boleh melewati batas aman dari daerah yang telah ditentukan Pemaknaan dalam permainan ini adalah : 1.Bagaimana langkah peserta dalam melaksanakan tugas ini 2.Strategi apa saja yang peserta gunakan untuk menyelesaikan tugas ? 3.Mampukan mereka bekerjasama dengan baik ? 4.Siapakah yang mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik4.11. Flying Eggs Tujuan Permainan : 1.Meningkatkan kerjasama tim 2.Melatih sikap kehati-hatian. 3.Melatih psikomotorik (kasar dan halus). Perlengkapan : Telur sejumlah kelompok/tim yang ada. Pelaksanaan : 1.Bagi peserta outbound dalam beberapa tim. Masing-masing tim beranggotakan 8-10 orang. 2.Tiap kelompok membentuk barisan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan jarak 5-10 meter. 3.Peserta pertama menerima sebuah telur dari instruktur outbound, lalu melemparkannya ke peserta tim yang ada didepannya. Dalam menerima telur, peserta menggunakan kaos yang dipakainya. Setelah menerima telur, telur tersebut dilemparkan kembali ke peserta berikutnya. Begitu seterusnya sampai ke peserta terakhir. 4.Kelompok yang memecahkan telur dianggap gagal/gugur. 5.Kelompok yang berhasil memindahkan telur dari awal sampai akhir tanpa membuat telur tersebut pecah, dinyatakan sebagai pemenang.4.12. Folding Carpets Jenis games ini dimainkan dengan alat bantu sebuah karpet atau terpal plastik atau kain yang ukurannya 1 meter persegi untuk 8-10 orang. Ukuran karpet dapat disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan ikut bermain maupun tingkat kesulitan yang ingin diberikan, lebih banyak peserta maka dibutuhkan karpet yang lebih luas. Cara Pelaksanaan : 1.Pertama, seluruh peserta diminta naik ke atas karpet dan 2.Setelah aba-aba dimulai mereka harus dapat membalik karpet tersebut 3.Kelompok harus bekerja sama dalam menemukan cara dan kemudian membalik karpet tersebut. Target : Kelompok yang paling cepat membalik karpet dianggap sebagai pemenang. 18
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD Larangan dan Hukuman : 1.Orang-orang yang berada di atas karpet tersebut tidak boleh turun ataupun menyentuh tanah. 2.Jika melakukan pelanggaran tersebut maka kelompok dianggap gagal melakukan tugasnya.4.13. Frantic Ballon Teaching point : Memahami perubahan lingkungan bisnis terhadap strategi organisasi. Berubahnya lingkungan bisnis menuntut perubahan strategi Menyusun perencanaan strategik Mengimplementasikan rencana yang disusun Kerjasama dalam kelompok Lokasi : Dilapangan terbuka kira-kira seperempat lapangan bola Perlengkapan : Balon dalam jumlah 4x jumlah peserta dan stopwatch Cara permainan : Setiap anggota diminta untuk meniup dua buah baloon dengan ukuran cukup besar. Semua peserta Tim Building training akan melambungkan bola tersebut ke angkasa dengan menepuknya dari bawah ke atas. Peserta diberitahu bahwa balon akan ditambah oleh fasilitator dari waktu ke waktu. Tolok ukur sukses adalah berapa banyak balon yang dapat ditangkap dan tidak pecah dalam kurun waktu 10 menit. Tim diberi waktu sekitar 10 menit untuk membuat perencanaan strategik. Setelah percobaan pertama, tim dipersilahkan untuk mencoba lagi dan diberi waktu untuk membuat perencanaan srategik lagi. Debriefing : Apa yang merupakan teaching pointnya Faktor apa yang menentukan kecepatan kerja Hal-hal yang menjengkelkan di saat kegiatan dan bagaimana mengatasi kejengkelan tersebut. Kalau dihubungkan dengan dunia kerja dan kehidupan organisasi apa arti permainan tersebut.4.14. Glove Racing Tujuan kegiatan outbound : 1.Melatih jiwa kompetisi 2.Kebersamaan. 3.Mengatur strategi 4.Meningkatkan motivasi Perlengkapan : 1.Sarung tangan besar yang biasa dipakai oleh penjaga gawang sepakbola 2.Permen (banyaknya sesuai jumlah peserta. 3.Keranjang sampah/penggantinya (banyaknya sesuai jumlah peserta outbound. Cara permainan : 1.Permainan/games ini dilakukan secara perseorangan. 2.Instruktur outbound terlebih dahulu menetapkan jarak tempuh/ menentukan titik start dan finish nya. Sebaiknya jaraknya sekitar 10 meter. 3.Letakkan keranjang sampai di garis start sedangkan sarung tangan dan permen di garis finish. 19
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD 4.Tugas peserta outbound adalah berlari dari garis start menuju finish, lalu berlomba memakai sarung tangan, setelah itu mengambil permen, membuka dan memakan permen. Kemudian berlari ke garis start untuk membuang bungkus permen ke keranjang sampah yang telah disediakan di garis start. 5.Bagian akhir adalah kembali ke garis finish, kemudian menaruh kembali sarung tangan serta menempatkan kembali pada tempat semula. Peraturan : 1.Dalam membuka permen, peserta hanya memakai tangan, tidak boleh dengan alat bantu lain (mulut, atau yang lainnya) 2.Peserta tidak diperkenankan menyisakan bungkus permen. 3.Peserta yang paling cepat menyelesaikan tugasnya adalah pemenangnya. Debriefing : Setelah tugas selesai, diskusikan tentang hikmah dari permainan tersebut.4.15. Hollahop Berpindah Kategori game ini adalah termasuk low game dan biasa digunakan untuk game pemecah kebekuan (Ice Breaking). Perlengkapan : Hollahop, tali, webbing Cara Permainan : Peserta Tim Building training dibagi menjadi beberapa kelompok besar. Kemudian insruktur outbound memerintahkan seluruh anggota kelompok berpegangan tangan sehingga membentuk garis lurus. Hollahop ditaruh di ujung kanan, kemudian peserta outbound diminta untuk memindahkan hollahop tersebut ke sebelah kiri tanpa memutus pegangan tangan. Kemudian tantangan di ubah dengan menggunakan tali, kemudian dengan menggunakan webbing. Apabila sudah maka tantangan berikutnya adalah, hollahop ditaruh di sebelah kanan, webbing ditaruh disebelah kiri. Kemudian peserta diminta memindahkan benda tersebut ke sisi yang berseberangan secara bersamaan. Tujuan : Melatih kerjasama team Mengetahui kecerdasan peserta Sebagai game pemecah kebekuan Berfikir kreatif dan inovatif4.16. Human Ladder Cara Permainan : Peserta berpasangan berhadap-hadapan dan berdiri sejajar. Setiap pasangan memegang kayu (ukuran 1-1,5 m), dan berdiri berjajar membuat seperti anak tangga. Ketinggian bisa bervariasi. Peserta Tim Building training menaiki anak tangga yang dipegang oeh temannya. Peserta yang telah dilewati menuju ke depan untuk membuat anak tangga berikutnya. Debriefing : - Apa yang dirasakan pada saat menaiki anak tangga - Apa yang dirasakan saat dilewati Apakah rasa percaya kepada orang lain membuat anda mudah melewati tantangan ini? Teaching point : - Trush, Tanggung jawab - Pasrah - Menjadi peserta aktif 20
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.17. Hunter My Name Game ini termasuk dalam kategori low game. Peralatan yang dibutuhkan: Kertas yang di potong ukuran 10×5 cm. Pulpen, dan webbing atau tali dibuat melingkar berdiameter kurang lebih 1meter. Cara permainan : Peserta outbound dibuat menjadi beberapa kelompok. Masing- masing peserta diminta untuk menuliskan namanya masing-masing pada kertas kecil yang sudah disediakan. Kemudian kertas tersebut digulung dandi aduk/diacak. Seluruh peserta outbound diminta untuk masuk kedalam webbing/tali yang sudah disediaka n instruktur. 3 atau 4 anggota kelompok ditutup matanya. Kemudian instruktur outbound menyebar kertas yang berisi nama seluruh peserta outbound di lapangan/area outbound. Seluruh peserta diminta untuk mencari namanya masing2 dalam waktu yang teah ditentukan oleh instruktur outbound. Peserta dilarang keluar lingkaran group dalam mencari nama mereka. Teaching point : - Melatih kekompakan group - Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita - Cepat bertindak dan mengambil keputusan - Mengetahui strategi yang baik dalam suatu permasalahan. - Berfikir kreatif dan inovatif4.18. Lifting Water Tujuan permainan : 1.Kerjasama tim 2.Kekompakan 3.Melatih kehati-hatian 4.Melatih kesabaran’ 5.Mengatur strategi tim 6.Membangun jiwa kompetisi Alat yang digunakan : 1.Tongkat pramuka sejumlah peserta. 2.Ember (jumlah sesuai dengan jumlah kelompok outbound) Cara permainan 1.Permainan dilakukan secara beregu/berkelompok dengan jumlah masing-masing kelompok sekitar 8-10 orang 2.Masing-masing peserta outbound mendapatkan satu buah tongkat pramuka 3.Instruktur outbound menentukan titika start dan titik finish nya terlebih dahulu (jaraknya sebaiknya antara 5 sampai 10 meter). 4.Letakkan ember yang telah diisi dengan air (tak perlu penuh) di titik start sejumlah regu yang bertanding. 5.Instruktur outbound memberi aba-aba mulai. Seluruh peserta outbound mulai mengangkat air menuju titik finish. Aturan main : 1.Dalam mengangkat ember yang berisi air, peserta hanya boleh menggunakan tongkat, tidak boleh memakai tangan. Ember bisa diangkat dengan tongkat caranya menyentuhkan ujung tongkat ke bibir ember. 2.Permainan diulang lagi bila ember terjatuh atau dianggap gagal. 3.Pemenang adalah kelompok yang paling dahulu sampai titik finish tanpa menjatuhkan ember. 21
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.19. Mencari Harta Karun Game ini termasuk dalam kategori Middle Game. Peralatan yang dibutuhkan : Bambu ukuran 1,8 m, 4 buah. Tali atau webbing, buah jeruk,buah salak, buah lainnya, penutup mata/slayer. Cara permainan: Buah diikat pada seutas tali kemudian digantung pada ketinggian sekitar 3meter. Peserta outbound dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan 4 buah bambu dan 2 buah tali. Seluruh anggota kelompok diminta untuk membuat tandu dengan kreasinya sendiri-sendiri. Setelah tandu selesai, instruktur menyuruh peserta outbound berkumpul dan menjelaskan bahwa tandu yang mereka buat belum tentu mereka yang memakainya. Kemudian instruktur outbound mengundi tandu untuk menentukan siapa memakai tandu siapa. Setelah masing-masing kelompok mendapatkan tandu, seluruh anggota kelompok memakai penutup mata/slayer, kecuali ketua kelompoknya. Kemudian ketua kelompok naik ke atas tandu dan diangkat oleh seluruh anggota kelompok yang memakai penutup mata. Ketua kelompok memerintahkan anak buahnya untuk menuju lokasi harta karun (buah) yang sudah ditentukan oleh instruktur outbound. Kelompok yang berhasil mendapatkan buah(harta karun) paling dulu adalah pemenangnya. Teaching point : - Melatih kekompakan group - Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita - Cepat bertindak dan mengambil keputusan - Mengetahui strategi yang baik dalam suatu permasalahan. - Berfikir kreatif dan inovatif - Siap memimpin dan siap dipimpin - Mengetahui bahwa kita mempunyai keterbatasan Gambar 4. Gambar Game Mencari Harta Karun4.20. Perang Balon Tujuan Permainan :  Memberikan kesegaran kepada peserta dalam meluapkan emosi  Melatih kecepatan dalam bertindak Alat yang digunakan : 1.Balon (1 peserta 1 buah) 2.Tali (untuk mengikat balon) 22
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD Cara Permainan : 1.Bagikan satu buah balon dan seutas tali (kurang lebih 60cm) kepada masing-masing peserta outbound. 2.Instruktur memerintahkan peserta untuk meniup balon masing-masing 3.Balon yang sudah ditiup kemudian diikatkan dengan tali dan diikatkan dengan salah satu kaki peserta (kanan atau kiri) 4.Instruktur menjelaskan kepada peserta tujuan permainannya, yaitu memecahkan balon peserta lain sebanyak mungkin tanpa membuat balon yang ada dikakinya pecah 5.Permainan dimulai ketika ada aba-aba dari instruktur 6.Bagi peserta yang balonnya meletus, harus meninggalkan lokasi permainan dan tidak boleh menginjak balon temannya lagi 7.Peserta terakhir yang balonnya tidak pecah adalah pemenangnya. 8.Setelah permainan usai, ajaklah peserta untuk berdialog, apa yang mereka rasa, mereka dengar dan mereka lihat selama kegiatan tadi.4.21. Pipa Bocor Tujuan permainan : Mengatasi berbagai masalah. Alat : Bantu dalam permainan ini meliputi pipa bocor, penyangga, ember/kaleng, bola pimpong. Prosedur dalam permainan ini adalah : 1.Masing-masing kelompok diminta berlomba mengeluarkan bola pimpong yang ada dalam pipa bocor dengan menggunakan air. 2.Cara menuangkan air ke dalam pipa hanya boleh menggunakan ember yang telah disediakan dengan waktu yang telah ditentukan Pemaknaan dalam permainan ini : Bagaiman mengatur strategi kerjasama kelompok, strategi menyelesaikan masalah dan kepemimpinan.4.22. Solo Dari nama game nya sudah kelihatan solo = sendirian. Jadi semua peserta dibuat berpencar satu dengan lainnya. duduk/tidur menyendiri selama sekitar 2 jam antara pukul 22.00-24.00. Kemudian menuliskan semua pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang dibuat mencakup : Visi kehidupan, visi pribadi, visi keluarga dan visi organisasi. Melihat kelemahan-kelemahan diri dan menyusun langkah-langkah untuk memperbaikinya. Melihat kekuatan diri yang dimiliki. Merefleksikan kualitas keberagaman dalam kehidupan sehari-hari. Teaching point : Membangun visi kehidupan memahami kelemahan-kelemahan diri melihat diri dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki. Meningkatkan rasa percaya diri 23
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.23. Time Bomb Game ini termasuk dalam kategori low game. Peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini adalah : - Tambang plastik - Kayu/bambu yang ujungnya diset sedemikian rupa sehingga berlubang dan bisa dipakai untuk menaruh bola - Bola Plastik - Tali rafiah Persiapan alat : Tambang plastik dipotong berukuran 1,5 m, kemudian diikatkan pada kayu. Masing- masing kayu memiliki 8-10 ujung tambang plastik. Cara permainan/ gamesnya : Instruktur outbound membagi peserta dalam beberapa kelompok yang terdiri antara 8- 10 orang. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk mengambil satu buah kayu yang sudah diikatkan tambang plastik dan satu buah bola plastik. Instruktur outbound menyiapkan garis start dan finish menggunakan tali rafiah. Seluruh peserta outbound diminta untuk memegang ujung tali, setiap orang mendapat satu utas tali. Kelompok harus bisa menstabilkan kayu, sehingga apabila bola plastik ditaruh di atas kayu, bola tersebut tidak jatuh. Seluruh peserta menuju garis start, kemudian bola ditaruh di atas kayu. Peserta mulai berjalan menuju garis finish. Apabila bolanya jatuh, maka game harus diulangi kembali mulai dari garis start kembali. Kelompok pemenang adalah yang mencapai garis finish terlebih dahulu tanpa membuat bolanya jatuh. Teaching point : - Kerjasama kelompok/team - Melatih Konsentrasi - Mengatur ritme kerja - Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman Gambar 5. Gambar Game Time Bomb4.24. Titanic (Kapal Tenggelam) Cara Permainan : Semua anggota tim diminta untuk berdiri di atas kain, seakan akan mereka berada dia atas sebuah kapal yang akan tenggelam. Tidak ada bagian dari kaki berdiri diluar kain. Setelah mereka berhasil berdiri, maka instruktur outbound menghitung satu sampai lima hitungan. Apabila berhasil, kain dilipat menjadi lebih kecil. Kemudian 24
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD dilakukan kembali proses seperti semula. Kelompok yang mampu berdiri di atas kain yang terkecil adalah pemenangnya. Teaching point : - Membangun kebersamaan - Menunjukkan untuk kesuksesan tim, diperlukan pengorbanan - Perlunya anggota tim untuk menyatu dengan kelompok. - Pengaturan strategi dalam pemecahan masalah - Berfikir kreatif Gambar 6. Gambar Game Titanic4.25. Toxic Waste Alat yang dibutuhkan : - Botol air mineral yang diberi tali. Setiap botol dibeli tali minimal 10 buah - botol air mineral ditaruh tegak di atas tanah dengan tutup terbuka Cara Permainan : Tim harus memindahkan cairan beracun dari satu container (diwakili oleh botol) ke container yang lain. Aturan Main : Fasilitator outbound memberikan instruksi :  Peserta tidak boleh berbicara satu sama lain.  Alat bantu yang dapat digunakan hanya berupa tali-tali yang tersedia.  Tidak boleh memasuki area radiasi, bila ada seorang peserta yang menginjak maka permainan harus diulang dari awal lagi.  Cairan tidak boleh tumpah, apabila tumpah permainan diulang dari awal.  Dianggap selesai bila tali-tali yang dipergunakan kembali keluar lingkaran. Target : Team work dalam mencapai target, inovasi-kreativitas , disiplin, melatih kesabaran, mengetahui kekurangan dan kelebihan rekan kerja, komunikasi yang efektif terhadap rekan kerja 25
    • Meningkatkan Motivasi Peserta Latih Melalui Muatan Tim Building dalam FMD4.26. Trush Fall Cara Permainan : Perintahkan seseorang untuk berdiri di atas drum atau bangku menghadap ke depan. Peserta lainnya berada di bawah, dan saling mengaitkan tangan yang satu dengan yang lainnya. Tujuannya adalah menangkap orang yang berada di atas drum pada saat peserta outbound tersebut menjatuhkan diri. Teaching pointnya adalah : - Mengembangkan rasa percaya diri pada peserta outbound - Mengembangkan rasa percaya diri pada orang lain - Mengembangkan kerjasama kelompok. - Mengembangkan sikap bekerja dengan fokus yang dalam - Melatih keberanian mengambil resiko 5. PELAKSANAAN GAME TIM BUILDING Game Tim Building dalam kegiatan FMD dapat dilaksanakan dengan porsi 30%kegiatan, artinya apabila kegiatan FMD berdurasi 4 jam latihan, maka 1,5 jam latihan bisadialokasikan untuk muatan materi tim building. 6. KESIMPULAN Sebagai sistem inovasi baru, memasukkan muatan game tim building dalamkegiatan FMD diharapkan mampu mengurangi kejenuhan peserta latih sehingga dapatmeningkatkan semangat dan motivasi dalam mengikuti pelatihan. Pendekatan dengan aktifitas game tim building dapat mengakomodasi pembelajaranmodel orang dewasa yaitu belajar dari apa yang dialami (action), yang mana praktisasinyadihubungkan (Reflection) dengan permasalahan dalam dunia kerja. Pelatihan denganpenambahan muatan game tim building memberikan beberapa nilai tambah, metode initerbukti efektif . yang memberikan keleluasaan baik pada gerak fisik (psikomotorik),maupun emosi (afeksi) dan berpikir (kognisi) bagi pesertanya. 26
    • REFERENSI 1. Mangkupriwa, Sjafri, Prof. Dr. Ir. H, Pengembangan Kapasitas Organisasi Pembelajaran, www.indosdm.com (2010). 2. Felissa, Ria, Bagaimana Meningkatkan Motivasi?, www.vbizmanagement.com (2011). 3. Setiyawan, Dani, Cara Meningkatkan Motivasi Diri, www. danisetiyawan.com /cara-meningkatkan-motivasi-diri/ (2011) 4. Mustafa, Hasan, Team Building, 2001 5. Yudho, Alasan Mengapa Perusahaan Memerlukan Outbond Training, www.outboundmalang.com (2010) 6. www.outboundmalang.com, Outbound Games, 2010 7. www.adventurendonesia.co.id, Metode Pelatihan Outbound Training, 2011. 8. www.indosdm.com, Permainan-permainan Tim Building, tanpa tahun 9. Toha, Muhammad, Membangun Kerja Tim (Tim Building)., tanpa tahun 10. Anonim, Membangun Tim, Pelatihan Ketrampilan Manajerial SPMK, 2008 11. www.principleofmanagement.blog.perbanas.ac.id, Cara Meningkatkan Motivasi Kerja, tanpa tahun 12. www. thesocratesmedia.com, Hukum Kerjasama Tim, tanpa tahun 27