Kelompok iii supply chain management in new era

  • 726 views
Uploaded on

Kelompok III Supply Chain Management in New Era

Kelompok III Supply Chain Management in New Era

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
726
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
20
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • << data umkm & koperasi, kebutuhan hanya jumlah keseluruhan

Transcript

  • 1. WORKSHOP KEBIJAKAN & MANAJEMEN TI Implementing Supply Chain Management in the New Era:A Replenishment Framework for the Supply Chain Operations Reference Model Yogyakarta, 4 Maret 2013 Gedung Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM Lt. 2 Jalan Grafika 2 Yogyakarta – 55824
  • 2. Run DownPresentasi (07.10 s/d 07.30)1. Supply Chain Operations Reference (SCOR) : Tantangan, Pemodelan dan Aturan Partisipasi. Yobo , Calon Prananta Laboratorium, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Kementerian Kehutanan RI2. Implementasi Integrasi: Transformasi As Is – To Be, Analisa KPI, Kontrol Kinerja SCOR Cahyani Windarto, Instruktur Pertama, BBLKI Surakarta Ditjen Bina Latas Kemenakertrans3. Studi Kasus : Boeing & LPSE Joko Marwiyanto, …….., Bagian TI Pemerintah Kota YogyakartaDiskusi (07.30 s/d 07.50) Sec 1 : 3 Participant Sec 2 : 2 PartisipantHarmonisasi Materi (07.50 s/d 08.00)Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS (Expert)
  • 3. Konsep Supply Chain Management Menggabungkan dengan berkolaborasi antara pelanggan dan pemasok, pembelian tradisional dan fungsi logistik telahberevolusi menjadi sebuah konsep yang lebih luas dalam manajemen bahan dan distribusi, yang dinamakan, manajemen rantai pasokan (SCM) (Tan, 2001) Sebuah rantai pasokan akan dibuat bila ada integrasi operasi di seluruh konstituen entitas, yaitu, pemasok, mitra, dan pelanggan bisnis (Narasimhan & Mahapatra, 2004) Manajemen rantai suplai adalah seperangkat pendekatan yang digunakan untuk efisiensi dalam mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang, dantoko-toko, sehingga barang yang diproduksi dan didistribusikan pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk meminimalkan biaya sementara itu dibutuhkan tingkat pelayanan yang memuaskan (David Simchi-Levi)
  • 4. Entitas SCMsuppliersmanufacturerdistributionretail outletscustomers
  • 5. Keuntungan Penerapan SCMMengurangi inventory barangMenjamin kelancaran penyediaanMenjamin mutu
  • 6. Optimalisasi SCMmenggalang dan memperbaiki komunikasi harian antara semua pelaku supply, mulai dari hilir sampai ke hulu (retailer, distributor, manufacturer dan supplier )‘membangun kepercayaan’ antara semua pelaku supply barang dan jasa yang bersangkutanPartnering sebagai suatu solusiTeknologi informasi sebagai katalisator
  • 7. Supply Chain Operations Reference (SCOR) Model Dikembangkan pada tahun 1996 Model standar dalam proses supply chain dan digunakan pada dokumen- dokumen ISO untuk proses intra-perusahaan Model SCOR juga dibangun di atas konsep rekayasa ulang proses bisnis (BPR), pengukuran kinerja, dan manajemen logistik dengan mengintegrasikan teknik ini ke dalam sebuah konfigurasi, kerangka lintas-fungsional. Ini adalah model yang menghubungkan proses bisnis, indikator kinerja (metrik), dan rekomendasi tindakan (praktik terbaik dan fitur)
  • 8. Supply Chain Operations Reference (SCOR) :Tantangan, Pemodelan dan Aturan PartisipasiDiurai dari P1 (Plan Supply Chain), seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1:•P1.1 – mengidentifikasi, memprioritaskan, dan menjumlah persyaratan produksi•P1.2 – mengidentifikasi, menilai, dan menjumla sumber daya rantai pasokan•P1.3 – keseimbangan sumber daya rantai pasokan dengan kebutuhan rantaipasokan•P1.4 – menetapkan dan mengkomunikasi kan rencana rantai pasokan
  • 9. Pendekatan “top-down” dalamimplementasi Model SCOR (SCC, 2001)
  • 10. Implementasi Saluran Terintegrasi dari SCM (Supply Chain Management) SCM menggunakan metode terminologi SCOR (Supply Chain Operations Reference) SCOR diadopsi secara luas dalam standar industri tetapi belum berhasil menangani suatu transformasi “As-Is" untuk "To-Be” SCOR hanya menangani komponen proses bisnis dan teknologi tanpa mengatasi faktor-faktor sosial masalah manusia.
  • 11. Komponen pelaksanaan proyek SCM “As-Is” – “To-Be”
  • 12. Analisis KPI• Metrik finansial ataupun non-finansial yang digunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi (wikipedia)• KPI sering digunakan untuk menilai aktivitas-aktivitas yang sulit diukur seperti keuntungan pengembangan kepemimpinan, perjanjian, layanan, dan kepuasan.• KPI umumnya dikaitkan dengan strategi organisasi yang contohnya diterapkan oleh teknik-teknik seperti kartu skor berimbang (BSC, balanced scorecard).• Peranan KPI : Menjembatani kesenjangan dari transformasi rantai pasokan (gambar)
  • 13. Peran KPI (Key Performance Indicator)
  • 14. Daya saing yang harus dipertimbangkan ketikamengidentifikasi harapan dan kendala parastakeholder pada supply chain:• Perusahaan berperan dalam ekosistem bisnis dan jaringan pasokan• Cluster perusahaan yang secara bertahap berkembang sebagai sebuah kelompok efek koevolusi• Pembangunan bertahap visi bersama berpusat di sekitar kelompok produk atau produk• Peran cluster daya saing
  • 15. Studi Kasus : Boeing dan LPSE….. the issues in the subsequent discussionfollow the logical sequences of SCOR thathave been widely adopted by industries suchas AT&T, Boeing, and ACER for supplychain diagnosis and design. [page 36]
  • 16. Studi Kasus : 787 Dreamliner’s Supply Chain Fast Development and Low Manucafturing and Assembly Cost Referensi : Christopher S. Tang, J. D. (2009). Managing New Product Development and Supply Chain Risks. Supply Chain Forum: International Journal ,BEM Bordeaux Management School, www.supplychain- forum.com, Vol.10 n 2 - 2009, 74-86.787’s Dev Time : Berkurang dari 6  4 Tahun787’s Dev Cost : Berkurang dari $10  $6 Billion
  • 17. Bagaimana caranya? :1. Boeing memutuskan untuk mengembangkan dan memproduksi 787 Dreamliner dengan menggunakan rantai pasokan era baru untuk industri pesawat manufaktur untuk menjaga manufaktur dan perakitan biaya rendah2. Rantai pasokan era baru pada 787 ini didasarkan pada struktur berjenjang yang akan memungkinkan Boeing untuk mendorong kemitraan dengan sekitar 50 tier-1 mitra strategis yang berfungsi sebagai "Integrator" yang merakit bagian yang berbeda dan subsistem diproduksi oleh tier-2 pemasok3. Dengan outsourcing 70% dari kegiatan pengembangan dan produksi , Boeing dapat mempersingkat waktu pengembangan dengan memanfaatkan kemampuan pemasok untuk mengembangkan bagian yang berbeda pada waktu yang sama dan dapat mengurangi biaya pembangunan 787 dengan memanfaatkan keahlian pemasok.
  • 18. Perbandingan Strategi Pengembangan Proyek 787 dengan proyek sebelumnya : As Is : Proyek sebelum To Be : New Supply Chain 787 Dreamliner 787 Dreamliner Pjt Strategi As-Is To-Be Penyediaan 35 – 50 % Outsourcing 70 % Outsourcing Hubungan strategis dengan suplier Hubungan Supplier Hubungan supplier sesuai kontrak Tier-1 Mengembangkan dan memproduksi Mengembangkan dan memproduksi Tanggung Jawab Supplier komponen untuk Boeing Bagian untuk Boeing Jumlah Supplier Ribuan Sekitar 50 Mitra strategis Tier-1 Kontrak Harga Tetap dengan pinalti atas Jenis Kontrak Kontrak dengan pembagian resiko keterlambatan 30 Hari di Boeing untuk Final Assy / Perakitan 3 Hari untuk Final Assy di Boeing perakitan keseluruhan
  • 19. Boeing’s Global Supply Chain SystemProject Boeing 787 Dreamliner menunjukkan filosofi supply chain baru danpendekatan dengan mitra struktur dan sistem di seluruh dunia. Tantanganterbesar adalah untuk memastikan semua mitra memiliki akses dan visibilitaske permintaan informasi terbaru dari Boeing dan Boeing mampu memantaukemampuan pemasok untuk memenuhi jadwal pengiriman.
  • 20. Boeing’s Global Supply Chain SystemBoeing menggunakan software sistem Exostar dan jaringan terhubungke rantai pasokan untuk untuk memastikan layanan sistem, mengelolasiklus komponen secara lengkap dan proses kegiatan mitra beberapatingkatan yang akan memberikan solusi berikut:1. Pengelolaan komunikasi dan koordinasi order Multi-tier2. Pelaporan dan analisis3. Sinkronis permintaan dan pasokan Multi-Tier4. Pengelolaan Inventori Mitra Supplier5. Pengelolaan Keamanan dan data
  • 21. Dasar Hukum : PERPRES 54/ 2010Tentang KEWAJIBAN IMPLEMENTASIE-PROCUREMENT Referensi : Manual Kewajiban Implementasi E-Procurement Direktorat E-Procurement Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
  • 22. Keuntungan bagi rekanan:• Mendorong persaingan sehat di antara vendor, dan• Efisiensi serta efektifitas dalam pengadaan barang/jasa. efisiensi administrasi karna cukup sekali mendaftar sudah dapat mengikuti pelelangan lainnya• Jaminan kerahasiaan dokumen peserta tender,Bagi panitia :• Memperkecil peluang untuk KKN (tatap muka dengan rekanan hanya pada saat penandatangan kontrak)• Meminimalisir tekanan atas profesionalitas panitia,• Kemudahan proses administrasi• Keakuratan dalam proses evaluasi dan monitoring.Secara Umum adalah :• Meningkatkan transparansi• Meningkatkan efesiensi dan efektifitas• Meningkatkan kualitas dalam kompetisi• Meningkatkan fungsi monitoring dan kontrol bagi panita.
  • 23. Arsitektur Aplikasi E-AUDIT LPSE BPKP Information ExchangePenyedia A E-Tendering Portal Prngadaan Dirjen PajakPenyedia B Nasional Data Depdagri Performansi Performansi Penyedia lelang Ware house BankPenyedia N E-Purchasing KPKN E- Knowledge Based e-Goverment PAYMENT Sanggah & Monitoring Tenaga Ahli Regulasi Kepastian & Evaluasi Pengadaan Hukum
  • 24. Harmonisasi