Your SlideShare is downloading. ×
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Ilmu hama tumbuhan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ilmu hama tumbuhan

10,647

Published on

HAMA TUMBUHAN

HAMA TUMBUHAN

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
10,647
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
124
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENDAHULUAN Tumbuhan tidak selamanya bisa hidup tanpa gangguan. Kadang tumbuhanmengalami gangguan oleh binatang atau organisme kecil (virus, bakteri, atau jamur).Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan denganmemakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakanbeberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman. Pembasmi hama menggunakan pestisida dan obat harus secara hati – hati dantepat guna. Pengunaan pertisida yang berlebihan dan tidak tepat justru dapatmenimbulkan bahaya yang lebih besat. Hal itu disebabkan karena pestisida dapatmenimbulkan kekebalan pada hama dan penyakit. Oleh karena itu pengguna obat –obatan anti hama dan penyakit hendaknya diusahakan seminimal dan sebijakmungkin. Indonesia. Dalam budi-dayanya sering dijumpai ber-bagai kendala, sepertimusim, serangan hama dan penyakit, kebijakan pemerintah sampai harga jual yangrendah. Adanya serangan hama dan penyakit seperti penggerek batang, werengcoklat maupun tungro dan dain-lain masih menjadi kendala utama bagi petani.Petani seakan sudah kehilangan akal untuk mengatasi serangan-serangan ini.Kerugian yang ditimbulkan tidak sedikit dan mengancam produksi beras nasi-onal.Akibat serangan ini, produksi bisa turun dari serangan rendah (15%) sampaiserangan berat (79%). Penurunan produksi akibat serangan ini dapat dikurangi bilakita mengenali terlebih dahulu karateristik hama dan penyakitnya sehingga kitadapat mencari cara yang efektif dalam me-ngendalikannya.
  • 2. Dalam prakteknya di lapangan, sebagian besar petani masih belum begitumemahami karakteristik hama-hama tanaman padi. Sementara itu, dalam prosespengendalian hama tersebut setidaknya dibutuhkan pengetahuan tentangkarakteristik dari hama yang akan dikendalikan. Sebab, pada umumnya karakteristikserangan hama, memiliki korelasi dengan teknik pengendalian yang akan dilakukan.Oleh sebab itu, sering sekali terjadi pengambilan keputusan yang salah dalampengendalian hama maupun penyakit sehingga menimbulkan dampak negatif baikdalam jangka panjang atupun dalam jangka pendek.
  • 3. TINJAUAN PUSTAKAA. Hama Tanaman PadiHama dan penyakit pada tanaman padi sangat beragam, disamping factorlingkungan(curah hujan, suhu dan musim) yang sangat mempengaruhi terhadapproduksi padi. Belum lagi mahalnya bibit, biaya produksi, pengangkutan dan hargajual yang rendah sehingga petani jarang dapat meningkat kehidupan dankesejahteraan keluarganya. Dihadapkan pada persoalan dilematis ini, tidak pernahada penyelesaiannya. Berikut ini adalah beberapa jenis hama pada tanaman padi yang jugamerupakan hama-hama utama pada pertanaman padi di indonesia khususnya. Jenis- jenis hama ini memiliki berbagai serangan. Dampak serangan yang pernahditimbulkan di pertanaman padi di indonesia juga sudah sangat banyak sehinggahama-hama ini sudah dikategorikan sebagai hama penting dalam pertanaman padi.1. Tikus (rat) Rattus argentiventer (Rob. & Kloss) Tikus merusak tanaman padi pada semua fase tumbuh dari semai hinggapanen,bahkan sampai penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jika tikus menyerangpadi pada fasegeneratif, karena tanaman sudah tidak mampu membentuk anakanbaru. Pada serangan berat, tikus merusak tanaman padi mulai dari tengah petak,meluas ke arah pinggir, dan menyisakan 1-2 baris padi di pinggir petakan Tikus menyerang padi pada malam hari. Pada siang hari, tikus bersembunyidalam sarangnya ditanggul-tanggul irigasi, jalan sawah, pematang, dan di daerah
  • 4. perkampungan dekat sawah. Pada periode bera, sebagian besar tikus bermigrasi kedaerah perkampungan dekat sawah dan akan kembali lagi ke sawah setelahpertanaman padimenjelang generatif. Kehadiran tikus pada daerah persawahandapat dideteksi dengan memantau keberadaan jejak kaki (foot print), jalur jalan (runway), kotoran/faeces, lubang aktif, dan gejala serangan. Tikus sangat cepat berkembang biak dan hanya terjadi pada periode padigeneratif. Dalam satu musim tanam, satu ekor tikus betina dapat melahirkan 80 ekoranak. Pengendalian tikus dilakukan melalui pendekatan PHTT (Pengendalian HamaTikus Terpadu), yaitu pengendalian yang didasarkan pada biologi dan ekologi tikus,dilakukan secara bersama oleh petani sejak dini (sejak sebelum tanam), intensif danterus-menerus,2. Wereng batang coklat Dalam taksonomi hama, wereng batang coklat masuk kedalam Kelas: Insecta;Ordo Hemiptera; Famili Delphacidae; Genus Nilaparvata; Spesies: N. lugens dengannama binomial Nilaparvata lugens (Stal). Wereng batang coklat berkembangbiak secara sexual, masa pra peneluran 3-4 hari untuk brakiptera (bersayap kerdil) dan 3-8 hari untuk makroptera (bersayappanjang). Telur biasanya diletakkan pada jaringan pangkal pelepah daun, tetapikalau populasinya tinggi telur diletakkan di ujung pelepah dan tulang daun. Wereng coklat menjadi salah satu hama utama tanaman padi di Indonesiasejak pertengahan tahun 1970-an. Ini merupakan konsekuensi dari penerapansistem intensifikasi padi (varietas unggul, pemupukan N dosis tinggi, penerapanIP>200, dsb). Penggunaan pestisida yang melanggar kaidah-kaidah PHT (tepat
  • 5. jenis, tepat dosis, dan tepat waktu aplikasi) turut memic ledakan wereng coklat.Tergantung pada tingkat kerusakan, serangan wereng coklat dapat meningkatkankerugian hasil padi dari hanya beberapa kuintal gabah sampai puso. Selain itu, WCkjuga merupakan vektor penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Denganmenghisap cairan dari dalam jaringan pengangkutan tanaman padi, WCk dapatmenimbulkan kerusakan ringan sampai berat pada hampir semua fase tumbuh,sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian). Gejala WCk pada individu rumpun dapat terlihat dari daundaun yangmenguning, kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar). Gejalaini dikenal dengan istilah hopperburn. Dalam suatu hamparan, gejala hopperburnterlihat sebagai bentuk lingkaran (Gb. 8), yang menunjukkan pola penyebaran WCkyang dimulai dari satu titik, kemudian meyebar ke segala arah dalam bentuklingkaran. Dalam keadaan demikian, populasi WCk biasanya sudah sangat tinggi. WCk dapat dikendalikan dengan varietas tahan. Penanaman padi denganjarak tanam yang tidak terlalu rapat, pergiliran varietas, dan insektisida juga efektifuntuk mengendalikan hama ini. Varietas tahan WCk, tergantung pada biotipe yangberkembang di suatu ekosistem . Daerah-daerah endemik WCk biotipe1, dapatmenanam, antara lain, varietas Memberamo, Widas, dan Cimelati; untuk biotipe 2dan 3, Memberamo, Cigeulis dan Ciapus (lihat Daftar Varietas Unggul Padi pada CDROM Bank Informasi Teknolog Padi). Berbagai insektisida yang efektif antara lainyang berbahan aktif amitraz, bupofresin, beauveria bassiana 6.20x1010 cfu/ml,BPMC, fipronil, amidakloprid, karbofuran, karbosulfan, metolkarb, MIPCI, propoksur,atau tiametoksan.
  • 6. Tindakan yang dapat dilakukan untuk memberantas hama ini dengan carapreventif, represif dan kuratif. • Tindakan Preventif dengan cara-cara: a. Serumpun daun padi layu, lakukan pemeriksaan dengan teliti. b. Apabila dirumpun padi ditemukan seekor wereng, bunuh dan periksa telur- telurnya didaun lalu daun dicabut dan dibakar. Periksa tanmaan-tanaman lainnya yang berdekatan. c. Apabila dalam serumpun terdapat banyak wereng, lakukan penyemprotan massal dengan insektisida. • Tindakan Reppresif dilakukan sebagai berikut: a. Pengeringan pada petakan sawah. b. Pencabutan dan pembakaran seluruh tanaman. c. Memilih bibit unggul (PB 30, 32, 34, Sicantik, Bengawan, dan lain-lain) yang direndam dalam Aldrien 40% (12 gr/1 kg benih) atau Dildrien 50% WP (10 gr/1 kg benih). d. Crop rotation (pergiliran padi dan palawija). • Tindakan Kuratif ditempuh dengan: a. Insektisida butiran menggunakan Furadan 30 (17-20 kg/ha), Basudin 10 g 910 15 kg/ha) dan Diazinon 10G (10-15 kg/ha) yang ditaburkan di antara larikan petak sawah tiga atau empat minggu sekali. b. Penyemprotan insektisida cair seminggu sekali atau maksimal 10 hari sekali menggunakan Agrothion 50, Sumithion 50 EC (2 ltr/ha), Karphos 50 EC (2 ltr/ha), DDVP 50 EC (0.6 ltr/ha), Nogos 50 (0.6 ltr/ha), Sevin 85 Sp (1.2 ltr/ha), Diazinon 60 EC (1.5 ltr/ha).
  • 7. 3. Wereng hijau (green leafhopper) Peran wereng hijau (WH) (Gb. 9) dalam system pertanaman padi menjadipenting oleh karena WH merupakan vektor penyakit tungro, yang merupakan salahsatu penyakit virus terpenting di Indonesia. Kemampuan WH sebagai penghambatdalam system pertanian padi sangat tergantung pada penyakit virus tungro. Sebagai hama, WH banyak ditemukan pada sistem sawah irigasi teknis,ekosistem tadah hujan, tetapi tidak lazim pada ekosistem padi gogo. WH menghisapcairan dari dalam daun bagian pinggir, tidak menyukai pelepah. ataupun daun-daunbagian tengah. WH menyebabkan daun-daun padi berwarna kuning sampi kuningoranye, penurunan jumlah anakan, dan pertumbuhan tanaman yang terhambat(memendek). Pemupukan unsur nitrogen yang tinggi sangat memicu perkembanganWH, Bertelur (sebanyak 25 butir) yang ditempatkan dibawah daun padi selama tigakali sampai dia mati. WH umumnya dikendalikan dalam satu paket dengan pengendalian tungro.Dianjurkan untuk menanam varietas tahan tungro seperti Tukad Petanu, Kalimas,dan Bondoyudo, dan penggunaan insektisida. Beberapa insektisida efektif, terutamayang berbahan aktif BPMC, bufrezin, imidkloprid, karbofuran, MIPC, atautiametoksam, dan pengendalian wereng hijau dan wereng coklat sama, terkadangpenyerangan pun bersama-sama.4. Penggerek Batang (stem borer)Penggerek batang termasuk hama paling penting pada tanaman padi yang seringmenimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. Di lapang,
  • 8. keberadaan hama ini ditandai oleh kehadiran ngengat (kupu-kupu), kematian tunas-tunas padi, kematian malai, dan ulat (larva) Hama ini dapat merusak tanaman pada semua fase tumbuh, baik pada saat dipembibitan, fase anakan, maupun fase berbunga. Bila serangan terjadi padapembibitan sampai fase anakan, hama ini disebut sundep dan jika terjadi pada saatberbunga, disebut beluk. Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan penggerekbatang. Oleh karena itu gejala serangan hama ini perlu diwaspadai, terutama padapertanaman musim hujan. Waktu tanam yang tepat, merupakan cara yang efektifuntuk menghindari serangan penggerek batang. Hindari penanaman pada bulan-bulan Desember-Januari, karena suhu, kelembaban, dan curah hujan pada saat itusangat cocok bagi perkembangan penggerek batang, sementara tanaman padi yangbaru ditanam, sangat sensitif terhadap hama ini. Sampai saat ini belum ada varietas yang tahan penggerek batang. Olehkarena itu gejala serangan hama ini perlu diwaspadai, terutama pada pertanamanmusim hujan. Waktu tanam yang tepat, merupakan cara yang efektif untukmenghindari serangan penggerek batang. Hindari penanaman pada bulan-bulanDesember-Januari, karena suhu, kelembaban, dan curah hujan pada saat itu sangatcocok bagi perkembangan penggerek batang, sementara tanaman padi yang baruditanam, sangat sensitif terhadap hama ini. Tindakan pengendalian harus segeradilakukan, kalau > 10% umpun memperlihatkan gejala sundep atau beluk.Insektisida yang efektif terhadap penggerek batang tersedia di kios-kios saranapertanian,terutama yang berbahan aktif: karbofuran, bensultap, karbosulfan,dimenhipo, amitraz, dan fipronil. Sebelum menggunakan suatu produk pestisida,
  • 9. baca dan pahami informasi yang tertera pada label. Kecuali untuk kupu-kupu yangbanyak beterbangan, jangan memakai pestisida semprot untuk sundep dan beluk.5. Kepinding tanah (black bug)Scotinophara coarctataPada ekosistem padi di Asia, terdapat duaspesies kepinding tanah, yaitu kepindingtanah Malaya, Scotinophara (=Podops) coarctata (Gb. 10) dan kepinding tanahJepang Scotinophara (=Podops) lurida. Banyak lagi spesies yang mirip keduakepinding tanah tersebut, tetapi keberadaannya jarang mencapai jumlah yangmelimpah. Kedua jenis kepinding tanah ini sering mencapai jumlah berlimpah dankarena pengendalian dengan pestisida sulit dilakukan, hama ini sering menimbulkankerugian besar. Pada siang hari, kepinding tua yang hitam coklat mengkilat bergerombol dipangkal batang padi, persis di batas genangan air pada siang hari. Pada malam harimereka naik batang padi dan mengisap cairan dari dalam jaringan tanaman. Selamamusim kemarau, kepinding tanah menghabiskan waktunya di belahan tanah-tanahyang ditumbuhi rumput. Kepinding tanah dapat terbang ke pertanaman padi danberkembang biak dalam beberapa generasi. Mereka kembali ke fase dormannyasetelah padi dipanen. Kepinding dewasa dapat berpindah menempuh jarak yangjauh. Kepinding dewasa tertarik pada sinar dengan intensitas yang kuat danpenangkapan tertinggi diperoleh pada saat bulan purnama. Pengisapan cairan oleh kepinding tanah menyebabkan warna tanamanberubah menjadi coklat kemerahan atau kuning. Buku pada batang merupakantempat isapan yang disukai karena menyimpan bayak cairan. Pengisapan oleh
  • 10. kepinding tanah pada fase anakan, menyebabkan jumlah anakan berkurang danpertumbuhan terhambat (kerdil). Apabila serangan terjadi setelah fase bunting,tanaman menghasilkan malai yang kerdil, eksersi malai yang tidak lengkap, dangabah hampa. Dalam kondisi populasi kepinding tinggi, tanaman yang dihisap dapatmati atau mengalami bugburn, seperti hopperburn oleh wereng coklat.Kepinding tanah dapat dikendalikan dengancara:• membersihkan lahan dari berbagai gulma agar sinar matahari dapat mencapaidasar kanopi tanaman padi,• menanam varietas padi berumur genjah, untuk menghambat peningkatan populasikepinding tanah.6. Walang sangit (rice bug) Walang sangit merupakan hama yang umum merusak bulir padi pada fasepemasakan. Mekanisme merusaknya yaitu menghisap butiran gabah yang sedangmengisi. Apabila diganggu, serangga akan mempertahankan diri denganmengeluarkan bau. Selain sebagai mekanisme pertahanan diri, bau yangdikeluarkan juga digunakan untuk menarik walang sangit lain dari spesies yangsama. Walang sangit merusak tanaman ketika mencapai fase berbunga sampaimatang susu. Kerusakan yang ditimbulkannya menyebabkan beras berubah warnadan mengapur,serta gabah menjadi hampa . Hama ini dapat dikendalikan melaluibeberapalangkah, seperti:• mengenendalikan gulma, baik yang ada di sawah maupun yang ada di sekitarpertanaman;
  • 11. • meratakan lahan dengan baik dan memupuk tanaman secara merata agartanaman tumbuhseragam;• menangkap walang sangit dengan menggunakan jaring sebelum stadiapembungaan;• mengumpan walang sangit dengan ikan yang sudah busuk, daging yang sudahrusak, ataudengan kotoran ayam;• menggunakan insektisida bila diperlukan dan sebaiknya dilakukan pada pagi atausore hariketika walang sangit berada di kanopiPenggunaan insektisida (bila diperlukan) antaralain yang berbahan aktif:- BPMC,- fipronil,- metolkarb,- MIPC, atau- propoksur.7. Ganjur (gall midge) Orseolia oryzae (Wood-Mason) Ganjur umumnya bukan merupakan hamautama padi di Indonesia. Hama ini hanya sedikit merugikan, sangat bersifat lokal,dan hanya terjadi pada musim-musim tertentu. Namun demikian, serangan ganjurdapat terjadi sejak pertanaman masih di pembibitan sampai tanaman mencapai faseprimordia.
  • 12. Gejala khas ganjur adalah tunas padi yang tumbuh menjadi bentuk sepertipentil atau daun bawang, dengan panjang bervariasi, 15-20 cm. Anakan yangterserang ganjur tidak mampu menghasilkan malai. Serangga dewasa Orseoliaoryzae menyerupai nyamuk kecil, tidak kuat terbang, sehingga penyebaran sangatterbatas. Serangga ini aktif pada malam hari dan sangat tertarik pada cahaya. Hamaganjur dapat dikendalikan melalui langkah-langkah sebagai berikut:• Atur waktu tanam agar puncak curah hujan tidak bersamaan dengan stadiavegetatif.• Bajak ratun/tunggul yang berasal dari tanaman sebelumnya dan buang/bersihkansemua tanaman inang alternatif seperti padi liar (Oryza rufipogon) selama masabera.• Tanam varietas tahan seperti Ciliwung dan Asahan• Hama ganjur dewasa sangat tertarik terhadap cahaya, oleh karena itu lampuperangkap dapat digunakan untuk menangkap hama ganjur dewasa.• Insektisida granular yang berbahan aktif karbofuran dapat digunakan karenabekerja secara sistemik.8. Hama putih palsu (leaffolder)Cnaphalocrocis medinalis (Guenée) Hama putih palsu jarang menjadi hama utama padi. Serangannya menjadiberarti bila kerusakan pada daun pada fase anakan maksimum dan fasepematangan mencapai >50%. Kerusakan akibat serangan larva hama putih palsuterlihat dengan adanya warna putih pada daun di pertanaman. Larva memakan jaringan hijau daun dari dalam lipatan daun meninggalkanpermukaan bawah daun yang berwarna putih. Siklus hidup hama ini 30- 60 hari.
  • 13. Tanda pertama adanya infestasi hama putih palsu adalah kehadiran ngengatberwarna kuning coklat yang memiliki 3 buah pita hitam dengan garis lengkap atauterputus pada bagian sayap depan.Pada saat beristirahat, ngengat berbentuk segi tiga Untuk mengendalikan hamaputih palsu:• upayakan pemeliharaan tanaman sebaik mungkin agar pertanaman tumbuh secarabaik, sehat, dan seragam;• pergunakan insektisida (bila diperlukan) berbahan aktif fipronil atau karbofuran;• jangan menggunakan insektisida sampai tanaman berumur 30 hari setelah tanampindahatau 40 hari sesudah sebar benih;• Tanaman padi yang terserang pada fase ini dapat pulih apabila air dan pupukdikelola dengan baik.9. Hama putih (caseworm)Nymphula depunctalis (Guenée) Hama putih jarang menjadi hama utama pada padi. Tanda adanya hama inidi lapang adalah dari ngengat kecil dan larva. Serangan oleh hama ini dapat terjadipada pembibitan sampai fase anakan. Fase hama yang merusak adalah fase larva. Kerusakan pada daun yang khas yaitu daun terpotong seperti diguntingDaun yang terpotong tersebut berubah menyerupai tabung yang digunakan larvauntuk membungkus dirinya dan larva aman dengan benang-benang sutranya. Larvabernafas dari dalam tabung dan memerlukan air di sawah. Gulungan daun yangberisi larva dapat mengapung di atas permukaan air pada siang hari dan makanpada malam hari. Larva akan memanjat batang padi membawa gulungan daunnyayang berisi air untuk pernafasannya.
  • 14. Tindakan pengendalian perlu dilakukan kalau tingkat serangan mencapai>25% daun rusak atau 10 daun rusak per rumpun. Bila diperlukan, gunakaninsektisida yangberbahan aktif fipronil atau karbofuran.10. Ulat tentara/grayak (armyworm)Spodoptera mauritia acronyctoides (Guenée)Mythimna separata (Walker)Spodoptera exempta (Walker)Spodoptera litura (Fabricius) (jarang merusak padi) Ngengat dewasa aktif padamalam hari. Pada malam hari serangga dewasa makan, berkopulasi, danbermigrasi, sedangkan pada siang hari ngengat beristirahat di dasar tanaman.Ngengat sangat tertarik terhadap cahaya. Kerusakan terjadi karena larva makan bagian atas tanaman pada malamhari dan cuaca yang berawan. Larva mulai makan dari tepi daun sampai hanyameninggalkan tulang daun dan batang Larva sangat rakus dan serangan terjadipada semua fase tumbuh tanaman padi, mulai dari pembibitan, khususnyapembibitan kering, sampai fase pengisian. M. separata dapat memotong malai padapangkalnya dan dikenal sebagai ulat pemotong leher malai. Bila diperlukan, gunakaninsektisida yang berbahan aktif BPMC atau karbofuran.11. Ulat tanduk hijau (green horned caterpillar)Melanitis leda ismene Cramer
  • 15. Ngengat tidak tertarik pada cahaya. Ngengat berupa kupu-kupu yangberukuran besar yang sangat mudah dikenali karena pada sayapnya terdapatbercak berbentuk seperti mata Larva memiliki 2 pasang tanduk, satu pasang di bagian ujung kepala dansatu pasang lainnya ada di bagian ujung abdomen. Larva penyebab kerusakan padatanaman, makan daun mulai dari pinggiran dan ujung daun. Fase pertumbuhantanaman yang diserang adalah dari fase anakan sampai pembentukan malai. Selain tanaman padi, serangga ini memiliki inang lain seperti rumput-rumputan, tebu, sorgum, Anastrophus sp, Imperata sp, dan Panicum spp. Hama ini sebaiknya dikendalikan dengan cara memanfaatkan musuh alami,seperti parasit telur Trichogrammatidae. Oleh karena itu pengendalian secarakimiawi dengan insektisida tidak dianjurkan pada saat tanaman berumur 30 harisetelah tanam pindah atau 40 hari setelah sebar benih.12. Ulat jengkal-palsu hijau (green semilooper)Naranga aenescens (Moore)Populasi tinggi dari hama ini dapat terjadi sejak di persemaian hingga anakanmaksimum. Larvamuda memarut jaringan epidermis tanaman, meninggalkan lapisanbawah daun yang berwarnaputih. Larva yang sudah tua makan dari pinggiran daun.Larva bergerak seperti ula jengkal dengan cara melengkungkan bagian belakangtubuhnya Tanaman padi yang diberi pupuk dengan takaran tinggi sangat disukai hamaini. Populasinya meningkat selama musim hujan. Ngengat aktif pada malam hari danpada siang hari bersembunyi di dasar tanaman atau di rumput-rumputan. Hama ini jarang menyebabkan kehilangan hasil karena tanaman yangterserang dapat sembuh kembali dan juga musuh alami dapat menekan populasi
  • 16. hama ini. Oleh karena itu, untuk mengendalikan hama ini sebaiknya denganmemanfaatkan musuh alami seperti parasit telur Trichogrammatidae; parasit larvadan pupa seperti Ichneumonidae, Braconidae, Eulophidae, Chalcidae; dan laba-labapemangsa ngengat.13. Orong-orong (mole cricket)Gryllotalpa orientalis Burmeister Orong-orong jarang menjadi masalah di sawah, tetapi sering ditemukan dilahan pasang surut dan biasanya hanya terdapat di sawah yang kering, yangkekurangan air. Penggenangan tanaman menyebabkan orong-orong pindah kepematang. Hama ini memiliki tungkai depan yang besar. Siklus hidupnya 6 bulan.Hama ini dapat merusak tanaman pada semua fase tumbuh. Benih yang disebar dipembibitan juga dapat dimakannya. Hama ini memotong tanaman pada pangkal batang dan orang sering kelirudengan gejala kerusakan yang disebabkan oleh penggerek batang (sundep). Orong-orong merusak akar muda dan bagian pangkal tanaman yang berada di bawahtanah (Gb. 34). Pertanaman padi muda yangdiserangnya mati sehingga terlihatadanya spotspot kosong di sawah.Cara pengendalian orong-orong:• perataan tanah agar air tergenang merata;• penggenangan sawah 3-4 hari dapat membantumembunuh telur orong-orong di tanah;• penggunaan umpan (sekam dicampur
  • 17. insektisida);• penggunaan insektisida (bila diperlukan) yangberbahan aktif karbofuran atau fipronil.14. Lalat bibit (rice whorl maggot)Hydrellia philippina Ferino Lalat bibit merupakan hama penting pada daerah yang kondisi airnya sulitdiatur. Dalamserangan yang tinggi, hama ini dapat menyebabkan petani harus melakukan tanamulang, karena lebih dari 50% tanaman baru mereka mati oleh lalat bibit Lalat bibit umumnya menyerang pertanaman yang baru dipindah di sawahyang tergenang. Gejala serangan berupa bercak kuning disepanjang tepi daun, daunyang terserang menjadi berubah bentuk, dan daun menggulung Telur serangga inidiletakkan di permukaan atas daun, berwarna keputih-putihan, berbentuk lonjongmenyerupai buah pisang Bila daun yang menggulung dibuka, dengan mudah dapatdijumpai larva yang berwarna kuning kehijauan yang tembus cahaya. Larva jugadapat bergerak ke bagian tengah tanaman sampai mencapai titik tumbuh Hama ini dapat dikendalikan dengan cara mengeringkan sawah.Pengendalian lalat bibit yang tepat adalah melalui pencegahan karena ketika gejalakerusakan terlihat di lapang, lalat bibit sudah tidak ada di pertanaman. Penggunaaninsektisida (bila diperlukan) adalah yang berbahan aktif:- bensultap,- BPMC, atau
  • 18. - karbofuran.15. Keong mas (golden apple snail)Pomacea canaliculata (Lamarck) Keong mas merusak tanaman dengan cara memarut jaringan tanaman danmemakannya, menyebabkan adanya bibit yang hilang di pertanaman. Bekaspotongan daun dan batang yang diserangnya terlihat mengambangWaktu kritis untuk mengendalikan keong mas adalah pada saat 10 hari setelahtanam pindah, atau 21 hari setelah sebar benih (benih basah). Setelah itu lajupertumbuhan tanaman lebih besar daripada laju kerusakan oleh keong mas. Bila terjadi invasi keong mas, sawah perlu segera dikeringkan, karena keongmas menyenangi tempat-tempat yang digenangi air. Jika petani menanam dengansistem tanam pindah maka pada 15 hari setelah tanam pindah, sawah perludikeringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian (flash flood = intermittenirrigation). Bila padi ditanam dengan sebar langsung, selama 21 hari setelah sebar,sawah perlu dikeringkan kemudian digenangi lagi secara bergantian. Selain itu perludibuat caren di dalam dan di sekeliling petakan sawah sebelum tanam, baik dimusim hujan maupun kemarau. Ini dimaksudkan agar pada saat dilakukanpengeringan, keong mas akan menuju caren sehingga memudahkan pengambilankeong mas dan sebagai salah satu cara pengendaliannya.
  • 19. Keberadaannya di lapang ditandai oleh adanya telur berwarna merah mudadan keong mas dengan berbagai ukuran dan warna. Keong mas merupakan salahsatu hama penting yang menyerang padi muda terutama di sawah yang ditanamdengan sistem tabela. Keong mas dapat dikendalikan melalui:• Secara fisik, gunakan saringan berukuran 5 mm mesh yang dipasang pada tempatair masuk di pematang untuk meminimalkan masuknya keong mas ke sawah danmemudahkan pemungutan dengan tangan.• Secara mekanis, pungut keong dan hancurkan. Telur keong mas dihancurkandengan kayu/bambu.• Bila di suatu lokasi sudah diketahui bahwa keong mas adalah hama utama,sebaiknya tanam bibit umur > 21 hari dan tanam lebih dari satu bibit per rumpun;buat caren di dalam dan di sekeliling petakan sawah.• Bila diperlukan gunakan pestisida yang berbahan aktif niclos amida dan pestisidabotani sepertilerak, deris, dan saponin. Aplikasi pestisida dilakukan di sawah yang tergenang, dicaren, atau di cekungan-cekungan yang ada airnya tempat keong mas berkumpul.16. Burung (bird)Lonchura spp.Ploceus sp.Burung menyerang tanaman padi pada fase matang susu sampai pemasakan biji(sebelumpanen). Serangan mengakibatkan biji hampa, adanya gejala seperti beluk,dan biji banyak yanghilang. Burung sebaiknya dikendalikan dengan cara: • Penjaga burung mulai dari jam 6-10 pagi dan jam 2-6 sore, karena waktu- waktu tersebut merupakan waktu yang kritis bagi tanaman diserang burung.
  • 20. • Gunakan jaring untuk mengisolasi sawah dari serangan burung; luas sawah yang diisolasi kurang dari 0,25 hektar. • Bila tanam tabela: - benih yang sudah disebar di sawah ditutup dengan tanah; - benih yang digunakan harus lebih banyak; - gunakan orang-orangan atau tali yang diberi plastik untuk menakut-nakuti burung; - Pekerjakan penjaga burung; - Tanam serentak dengan sekitarnya; jangan menanam atau memanen diluar musim agar tidak dijadikan sebagai satu-satunya sumber makanan padasaat itu. • Kendalikan habitat/sarang burung.
  • 21. DAFTAR PUSTAKABalai Penelitian Tanaman Padi. 2008. Hama Penyakit Tanaman Padi. http://balitpa.litbang.deptan.go.id (diakses 12 November 2010)Divisi Pengembangan Produksi Pertanian. 1973. Pedoman Bercocok Tanam Palawija. Departemen Pertanian, Jakarta.Kartasapoetra, AG. 1993. Hama Tanaman Pangan dan Perkebunan. Bumi Aksara, Jakarta.Tjoe Tjien Mo. 1953. Memberantas Hama Padi di Sawah dan Gudang. Jakarta.

×