Rpp f surat lamaran

4,130
-1

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,130
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
164
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Rpp f surat lamaran

  1. 1. RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)BAHASA INDONESIAKELAS XII/ SEMESTER 1MATERIMENULIS SURAT LAMARAN PEKERJAANOlehDra. Sri SuwarniNIP 19640407 200701 2 009SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN 2011/2012<br />F 751/WKS1.1f<br />RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN<br />IDENTITAS<br />Nama Sekolah: SMA Batik 1 Surakarta<br />Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia<br />Kelas, Semester: XII, 1<br />Alokasi Waktu : 2 x 45 (satu kali pertemuan)<br />Standar Kompetensi: Menulis<br /> 4. Mengungkapkan infomasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi <br />Kompetensi Dasar : 4.1 Menulis surat lamaran pekerjaan berdasarkan unsur-unsur dan struktur<br />Indikator: <br />Mengidentifikasi unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan<br />Membuat surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan<br />TUJUAN PEMBELAJARAN<br />Siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan<br />Siswa dapat membuat surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan<br />MATERI PEMBELAJARAN (SURAT LAMARAN PEKERJAAN)<br />Surat adalah sehelai kertas atau lebih yang digunakan untuk mengadakan komunikasi secara tertulis. Adapun isi surat dapat berupa pernyataan, keterangan, pemberitahuan, laporan, permintaan, tuntutan, dan lain-lain. Sementara itu yang dimaksud dengan surat lamaran pekerjaan adalah surat permohonan yang dibuat oleh pelamar kerja (pencari kerja) untuk dikirim pada pencari tenaga kerja (badan usaha atau instansi) guna mendapatkan pekerjaan atau jabatan yang sesuai dengan pencari tenaga kerja. Surat ini dibuat oleh seseorang dan ditujukan ke perusahaan atau instansi untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang dimiliki.<br />38100267970Dalam surat lamaran pekerjaan terdapat dua hal yang sangat penting, yaitu: surat lamaran pekerjaan dan daftar riwayat hidup (curriculum vitae). Surat lamaran kerja merupakan ungkapan keinginan si pelamar. Dalam surat lamaran kerja ini tercantum data pribadi si pelamar yang disebut kualifikasi pelamar. Sementara daftar riwayat hidup merupakan elemen penunjang yang sangat penting sebagai promosi diri pelamar. Daftar riwayat hidup ini harus memuat informasi atau keterangan dari pelamar yang mempunyai nilai-nilai jual. Surat lamaran memastikan pemusatan perhatian secara kilat bagi perusahaan. Surat lamaran kerja bukanlah cara untuk mempresentasikan kemampuan diri. Daftar riwayat hidup (curriculum vitae) merupakan salah satu pendukung dalam membuat surat lamaran kerja.<br />Daftar riwayat hidup (curriculum vitae) merupakan element penting dalam surat lamaran kerja sebagai ajang promosi diri dari pelamar. Daftar riwayat hidup harus memuat segala segala informasi atau keterangan yang semuanya mempunyai nilai jual yang tinggi, sehingga terlihat menarik dalam pandangan instansi atau perusahaan pencari tenaga kerja. <br />Informasi atau keterangan di dalam daftar riwayat hidup dari setiap pelamar tentu berbeda mengingat latar belakang dari diri pelamar yang berbeda-beda. Latar belakang dari pelamar secara umum meliputi pendidikan, keahlian atau keterampilan, dan juga pengalaman yang dimiliki pelamar.<br />Surat pengalaman kerja adalah surat yang dikeluarkan oleh instansi, perusahaan atau kantor kepada seseorang yang telah keluar dari suatu kantor tersebut tempat seseorang mengundurkan diri secara hormat. Di dalam surat ini dijelaskan bahwa seseorang tersebut pernah bekerja di instansi itu serta ditandatangani oleh pimpinan atau kepala bagian personalia instansi yang bersangkutan.<br />Fungsi surat pengalaman kerja ini adalah untuk mengetahui apakah pelamar kerja mempunyai pengalaman bekerja dan juga sebagai acuan bagi perusahaan yang baru untuk menempatkan calon karyawan tersebut sesuai bidang dan keahliannya di perusahaan yang baru. Selain itu surat pengalaman kerja merupakan suatu pemberitahuan bahwa seorang telah keluar secara baik-baik, sehingga bisa menjadi suatu pertimbangan yang sangat berharga bagi perusahaan yang baru sebelum akhirnya memutuskan untuk menerima pelamar tersebut sebagai karyawan di perusahaan yang bersangkutan.<br /><ul><li>Keterangan gambar:Nama kota dan tanggal pembuatanLampiran dan perihalAlamat suratSalam pembukaIsi surat terdiri dari:Paragraf pembukaParagraf isiParagraf penutupSalam penutupTanda tangan dan nama terangFormat surat lamaran pekerjaan</li></ul> <br />Contoh surat lamaran pekerjaan<br />Surakarta, 12 Juli 2011<br />Lampiran: Satu berkas<br />Hal : Permohonan lamaran pekerjaan<br />Yth. Direktur PT Kuat Anggun<br />Jalan Ahmad Dahlan 10<br />Jakarta Selatan<br />Dengan hormat,<br />Berdasarkan iklan di harian Suara Merdeka edisi Sabtu 10 Juli 2011, saya membaca bahwa PT Kuat Anggun membutuhkan beberapa orang tenaga administrasi.<br />Sehubungan dengan hal itu, saya mengajukan surat lamaran pekerjaan dengan kualifikasi sebagai berikut: <br />nama: Sriti<br />tempat, tanggal lahir: Sukoharjo, 12 Desember 1988<br />jenis kelamin: Wanita<br />agama: Islam<br />alamat: Jalan Hang Lekir 25 Semarang<br />pendidikan terakhir: SMk lulus tahun 2011<br />Sebagai pertimbangan Bapak, dengan ini saya melampirkan:<br />Satu lembar fotokopi ijazah SMEA<br />Satu lembar fotokopi sertifikat komputer<br />Satu lembar fotokopi sertifikat TOEFL<br />Foto ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar<br />Fotokopi KTP yang masih berlaku<br />Daftar riwayat hidup<br />Besar harapan saya untuk diterima sebagai pegawai di perusahaan Bapak. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.<br />Hormat saya,<br />Sriti<br />Contoh surat lamaran di atas merupakan surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan. Sementara itu, masih ada orang yang membuat surat lamaran pekerjaan berdasarkan informasi orang lain/ dalam dan ada yang membuat surat lamaran pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri.<br />Perbedaan yang mendasar antara ketiga jenis surat lamaran pekerjaan hanya terletak pada bagian paragraf pembuka (pertama) saja. <br />1.Contoh paragraf pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan<br />Berdasarkan iklan yag terdapat pada harian Solopos tanggal 18 April 2009, saya membaca bahwa perusahaan Bapak membutuhkan staff manager.<br />2.Contoh paragraf pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan informasi orang lain (baik orang dalam maupun orang luar) <br />Menurut Bapak Anwar Nurhadi, Direktur pemasaran, saya mendapatkan informasi bahwa perusahaan Bapak membutuhkan staff manager.<br />3.Contoh paragraf pembuka surat lamaran pekerjaan berdasarkan inisiatif sendiri <br />Berdasarkan kemampuan yang saya miliki yaitu lulusan dari Universitas ITB Bandung , dengan IPK 3,60. Dengan pengalaman bekerja diUniversitas Jaya Negara Lampung , dan saat kuliah pada semester ke 3 saya menjadi asisten dosen sampai saya lulus pada tahun 2000.<br />METODE PEMBELAJARAN<br />Penugasan, Diskusi, Tanya jawab<br />LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN<br /><ul><li>Pertemuan ke-1
  2. 2. Kegiatan Awal</li></ul>Guru menanyakan pekerjaan rumah (jika ada)<br />Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari dan indikator yang harus dicapai.<br /><ul><li>Guru dan siswa bertanya-jawab tentang surat lamaran pekerjaan
  3. 3.
  4. 4. Kegiatan Inti</li></ul>Siswa menyebutkan unsur-unsur surat lamaran pekerjaan<br />Siswa membaca contoh surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan<br />Siswa membuat surat lamaran pekerjaan dengan memperhatikan unsur-unsur dalam surat lamaran pekerjaan<br /><ul><li>Kegiatan Penutup
  5. 5. a. Siswa menyimpulkan pembelajaran.
  6. 6. b. Guru memberikan penegasan tentang kesimpulan materi pembelajaran.</li></ul>ALAT/ BAHAN/ SUMBER BELAJAR<br /><ul><li>Buku Bahasa Indonesia SMA kelas XII/ Platinum
  7. 7. Buku yang berhubungan dengan surat lamaran pekerjaan
  8. 8. Surat kabar dan majalah yang memuat surat lamaran pekerjaan
  9. 9. Internet yang memuat surat lamaran pekerjaan</li></ul>G. PENILAIAN<br />Teknik: tugas individu<br />Bentuk Instrumen: uraian bebas dan jawaban singkat<br />Soal Instrumen:<br />1. Buatlah bagan surat lamaran pekerjaan kemudian jelaskan unsur-unsurnya!<br />2. Buatlah surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan! <br />IKLAN LOWONGAN PEKERJAAN<br />Dibutuhkan beberapa karyawan untuk tenaga administrasi. Syarat: Sarjana (S-1), minimal berusia 22 tahun, dapat berbahasa inggris secara aktif dan pasif, dapat mengoperasikan komputer. Lamaran ditujukan pada PT Kuat Anggun paling lambat satu minggu setelah iklan dimuat. (Suara Merdeka edisi Sabtu 10 Desember 2008), <br />Kunci:<br />Bagan Surat Lamaran Pekerjaan<br /><ul><li>Keterangan gambar:Nama kota dan tanggal pembuatanLampiran dan perihalAlamat suratSalam pembukaIsi surat terdiri dari:Paragraph pembukaParagraph isiParagraph penutupSalam penutupTanda tangan dan nama terang</li></ul>Contoh surat lamaran pekerjaan<br />Surakarta, 12 Desember 2008<br />Lampiran: Satu berkas<br />Hal : Permohonan lamaran pekerjaan<br />Yth. Direktur PT Kuat Anggun<br />Jalan Ahmad Dahlan 10<br />Jakarta Selatan<br />Dengan hormat,<br />Berdasarkan iklan di harian Suara Merdeka edisi Sabtu 10 Desember 2008, saya membaca bahwa PT Kuat Anggun membutuhkan beberapa orang tenaga administrasi.<br />Sehubungan dengan hal itu, saya mengajukan surat lamaran pekerjaan dengan kualifikasi sebagai berikut: <br />nama: Sriti<br />tempat, tanggal lahir: Sukoharjo, 12 Desember 1988<br />jenis kelamin: Wanita<br />agama: Islam<br />alamat: Jalan Hang Lekir 25 Semarang<br />pendidikan terakhir: Sarjana Ekonomi (S-1) tahun 2010<br />Sebagai pertimbangan Bapak, dengan ini saya melampirkan:<br />Satu lembar fotokopi ijazah Sarjana Ekonomi<br />Satu lembar fotokopi sertifikat komputer<br />Satu lembar fotokopi sertifikat TOEFL<br />Foto ukuran 3 x 4 sebanyak dua lembar<br />Fotokopi KTP yang masih berlaku<br />Daftar riwayat hidup<br />Besar harapan saya untuk diterima sebagai pegawai di perusahaan Bapak. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.<br />Hormat saya,<br />Sriti<br />SKALA PENILAIAN TES KEMAMPUAN MENULIS <br />SURAT LAMARAN PEKERJAAN<br /><ul><li>No.DimensiSkalaKriteriaSkorMaksimal1Membuat bagan surat lamaran pekerjaan dan menjelaskan unsur-unsurnya86-75-61-40Sangat tepat, lengkap dan benar Lengkap dan menyebut secara keseluruhan tetapi ada yang salahHanya menyebutkan sebagian unsur surat saja Mengerjakan tidak lengkapTidak mengerjakan82Membuat surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan10-127-94-62-30Sangat baik: sesuai dengan pembuatan surat lamaran yang berdasarkan iklan (ada paragraf pembuka, isi, dan paragraf penutup) serta kelengkapan yang lainBaik: sesuai dengan pembuatan surat lamaran yang berdasarkan iklan (ada paragraf pembuka, isi, dan paragraf penutup) serta kelengkapan yang lain, namun masih ada 4-6 bagian yang keliruCukup: agak kurang sesuai dengan pembuatan surat lamaran yang berdasarkan iklan (ada paragraf pembuka, isi, dan paragraf penutup) masih ada 7-8 bagian yang keliruKurang: sesuai dengan pembuatan surat lamaran yang berdasarkan iklan (ada paragraf pembuka, isi, dan paragraf penutup) serta kurang lengkap Tidak mengerjakan12Jumlah skor maksimal20</li></ul>Penghitungan Nilai<br />NA = Jumlah Skor diperoleh X 5<br />Nilai maksimal yang diperoleh siswa adalah <br />NA = 20 x 5 = 100<br />Contoh Penilaian<br />Seorang siswa memperoleh skor 16 artinya ia mendapatkan nilai 16 X 5 = 80<br />Surakarta, 11 Juli 2009<br />Mengetahui, Disiapkan oleh<br />Kepala SMA Batik 1 Surakarta Guru Mata Pelajaran<br />Drs. Literzet Sobri, M.Pd.Dra. Sri Suwarni, M. Pd.<br />NIP 19600602 198703 1 006NIP 19640407 200701 2 009<br />RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)BAHASA INDONESIAKELAS XII/ SEMESTER 1MATERIMENULIS RESENSI BUKUOlehDra. Sri SuwarniNIP 19640407 200701 2 009SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN 2011/2012<br />F 751/WKS1.1fRENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN<br />IDENTITAS<br />Nama Sekolah: SMA Batik 1 Surakarta<br />Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia<br />Kelas, Semester: XII, 1<br />Alokasi Waktu : 2 x 45 (Satu kali pertemuan)<br />Standar Kompetensi: Menulis <br />4. Mengungkapkan informasi dalam bentuk surat dinas, laporan, resensi<br />Kompetensi Dasar: 4.4 Menulis buku resensi pengetahuan berdasarkan format baku <br />Indikator: <br />Menyebutkan unsur-unsur resensi buku<br />Menuliskan identitas buku<br />Mencatat keunggulan yang terdapat dalam resensi buku <br />TUJUAN PEMBELAJARAN<br /><ul><li>Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur resensi buku</li></ul>Siswa dapat menuliskan identitas buku<br />Siswa dapat mencatat keunggulan dari isi buku<br /><ul><li>MATERI PEMBELAJARAN</li></ul>Resensi Buku Pengetahuan<br />Resensi adalah karangan yang berisi komentar ataupun bahasan terhadap kualitas, kelebihan dan kelemahan dari suatu buku. Unsur-unsur resensi meliputi: Identitas buku, meliputi: (judul buku; nama pengarang; nama penerbit; tahun terbit ; tebal buku); pokok-pokok isi buku; keunggulan isi buku; kekurangan isi buku; saran-saran yang mungkin ditambahkan pada isi buku; serta penilaian terhadap buku. <br />Adapun dasar-dasar dalam penulisan resensi, yaitu: 1) peresensi perlu memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku menulis buku; 2) peresensi perlu menyadari sepenuhanya tujunan menulis resensi; 3) peresensi perlu memahami latar belakang pembaca yang menjadi sasarannya; dan 4) peresensi perlu memehami karakteristik media cetak yang menjadi tujuan pemuatan resensi. <br />Selain dasar-dasar tersebut peresensi perlu memperhatikan langkah-langkah dalam membuat resensi. Langkah-langkah membuat resensi buku pengetahuan (nonfiksi), yaitu: 1) mencari buku yang akan diresensi; 2) bacalah dengan cermat kata pengantar, daftar isi, tentang penulis buku, kemudian barulah membaca buku yang akan diresensi; 3) sambil membaca, berilah tanda pada bagian-bagian buku yang penting; 4) tulislah hal-hal yang menarik serta menakjubkan; 5) buatlah ringkasan isi buku; dan 6) membuat resensi buku nonfiksi dengan memperhatikan unsur-unsur resensi. <br />Bacalah dengan cermat contoh resensi buku pengetahuan di bawah ini!<br />Jalan-Jalan Seru di Jawa dan Madura<br />Judul Buku: 99 Tempat Liburan di Pulau Jawa dan Madura <br />Penulis : Anandita Ayudya & Anasthasia R Y SadrachPenerbit : PT Gramedia Pustaka UtamaTerbit : November 2009<br />Tebal : 286 Halaman<br />238125112395 (1) Untuk mengisi hari libur, baik saat libur akhir pekan atau sedang cuti bekerja, tidak perlu dibuat susah. Meski waktu libur hanya beberapa hari dan isi kantong pas-pasan, masih banyak alternatif tujuan tempat wisata yang bisa dikunjungi. Lagi pula, hal itu bisa membuat acara jalan-jalan Anda menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk menghilangkan kepenatan bekerja.<br />(2) Ternyata di Pulau Jawa dan Madura terhampar begitu banyak tempat tujuan wisata yang bisa Anda pilih. Ada beberapa jenis wisata seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata seni, sampai wisata kuliner. Semua pilihan tergantung pada keinginan Anda dan disesuaikan dengan waktu yang tersedia serta isi kantong.<br />(3) Anda pun titak perlu pusing mencari atau mensurvei ke mana tempat liburan yang paling cocok. Sebab, Anandita Ayudya dan Anasthasia R Y Sadrach sudah merangkumnya secara menarik dalam buku berjudul 99 Tempat Liburan Akhir Pekan di Pulau Jawa dan Madura. Buku setebal 286 halaman yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama ini bisa menjadi panduan bagi Anda untuk menentukan tempat liburan yang menyenangkan bersama keluarga atau teman-teman<br />(4) Kedua penulis perempuan yang gemar berwisata ini mengupas satu per satu berbagai tempat tujuan wisata yang terbentang dari Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Pulau Madura. Termasuk sejumlah lokasi wisata di Ibu Kota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta titak ketinggalan ditampilkan dalam buku ini.<br />(5) Untuk wisata alam, disajikan berbagai destinasi, seperti Tanjung Lesung dan Rafting di Sungai Citarik di Jawa Barat, Tanjung Kodok di Jawa Timur, serta ke Karimun Jawa, Jawa Tengah. Ada wisata sejarah, seperti ke Keraton Kasepuhan di Cirebon, Museum Kereta Api di Ambarawa, Jawa Tengah, Situs Majapahit dan Situs Trowulan di Jawa Timur.<br />(6) Bagi masyarakat di Jabodetabek titak perlu jauh-jauh untuk berlibur karena berbagai tempat wisata di ibu kota tersaji lengkap. Mulai dari Kebun Binatang Ragunan yang murah meriah, Taman Impian Jaya Ancol, sampai Taman Buah Mekar Sari. Bila ingin mengajak buah hati berlibur bisa berkunjung ke Museum Layang-Layang karena melibatkan anak-anak membuat layang-layang. Anda bisa juga mengunjungi Museum Polri yang baru diresmikan.<br />(7) Buku ini cocok untuk menjadi panduan berlibur bagi Anda. Bukan sekadar menunjukkan lokasi tempat wisata saja, buku ini mengangkat berbagai keunikan dan hal menarik yang bisa Anda temukan di setiap lokasi wisata. Bahkan diperkenalkan berbagai makanan khas di setiap daerah yang bisa dinikmati sambil liburan dengan harga yang terjangkau.<br />(8) Dengan menggunakan gaya bahasa yang bertutur tidak akan membuat Anda lelah membacanya. Bahkan dengan disertai foto-foto menarik dan desain yang unik, Anda pasti ingin membacanya sampai tuntas agar bisa memutuskan ke mana akan berlibur. Siapa tahu ada tempat wisata di Pulau Jawa yang belum pernah Anda kunjungi.<br />(9) Jadi sebelum memutuskan akan berlibur ke mana, ada baiknya Anda membaca buku ini dulu agar bisa melakukan persiapan yang baik. Waktu liburan Anda bisa benar-benar dinikmati dengan baik dan menyegarkan pikiran dan badan, sebelum bertemu dengan rutinitas kerja sehari-hari.(Wasis Wibowo) (diambil dari http://resensibukubaru.com/ dengan beberapa perbaikan).<br />Berdasarkan contoh resensi di atas, dapat dijelaskan bahwa unsur-unsur resensi buku tersebut seperti tertulis berikut ini!<br />1. Identitas Buku<br />Judul Buku: 99 Tempat Liburan di Pulau Jawa dan Madura <br />Penulis : Anandita Ayudya & Anasthasia R Y SadrachPenerbit : PT Gramedia Pustaka UtamaTerbit : November 2009<br />Tebal : 286 Halaman<br />2.Paragraf 1 menunjukkan adanya pengantar buku <br />3.Paragraf 2 menunjukkan adanya ringkasan isi buku<br />4.Paragraf 3 menunjukkan adanya ringkasan isi buku<br />5.Paragraf 4 menunjukkan adanya kegemaran penulis<br />6.Paragraf 5 menunjukkan adanya tinjauan tentang isi buku<br />7.Paragraf 6 menunjukkan adanya tinjauan tentang isi buku<br />8.Paragraf 7 menunjukkan adanya keunggulan buku<br />9.Paragraf 8 menunjukkan adanya keunggulan buku<br />10.Paragraf 9 menunjukkan adanya kesimpulan<br />Dalam resensi tersebut tidak ditemukan adanya kelemahan buku. Resensator juga belum memberikan penjelasan secara khusus tentang pengarang buku. Selain itu, belum ada tinjauan buku yang berkaitan dengan penggunaan bahasa. Namun demikian, contoh resensi tersebut sudah bagus, dapat memberikan gambaran kepada pembaca tentang buku yang diresensi.<br />METODE PEMBELAJARAN<br />Penugasan, Diskusi, Tanya jawab<br />LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN<br /><ul><li>Pertemuan ke-1
  10. 10. Kegiatan Awal</li></ul>Guru menanyakan resensi buku yang sudah mereka baca<br />Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari dan indikator yang harus dicapai.<br /><ul><li>Guru dan siswa bertanya-jawab tentang pengetahuan siswa mengenai materi yang akan dipelajari.
  11. 11. Kegiatan Inti</li></ul>Membaca buku yang akan diresensi dan menulis intinya (di rumah)<br />Menulis kelengkapan unsur-unsur resensi antara lain:<br />identitas buku meliputi: judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, dan tebal buku<br />isi yang penting/menarik<br />bahasa pengarang<br />keunggulan<br />kelemahan<br />kesimpulan<br /><ul><li>Menulis resensi buku dengan memperhatikan unsur-unsur resensi
  12. 12. Kegiatan Penutup
  13. 13. a. Siswa menyimpulkan pembelajaran
  14. 14. b. Guru memberikan penegasan tentang kesimpulan materi pembelajaran.</li></ul>ALAT/ BAHAN/ SUMBER BELAJAR<br /><ul><li>Buku Bahasa Indonesia SMA kelas XII
  15. 15. Buku yang berhubungan dengan resensi (buku, majalah, surat kabar)
  16. 16. Materi di internet yang berhibungan dengan resensi
  17. 17. Buku-buku nonfiksi</li></ul>G. PENILAIAN<br />Teknik: tugas individu<br />Bentuk Instrumen: uraian bebas dan jawaban singkat<br />Soal Instrumen:<br />1. Sebutkan unsur-unsur resensi resensi buku! <br />2. Apa saja yang termasuk identitas buku? Sebutkan secara urut!<br />3. Bacalah kutipan di bawah ini!<br />Buku ini cocok untuk menjadi panduan berlibur bagi Anda. Bukan sekadar menunjukkan lokasi tempat wisata saja, buku ini mengangkat berbagai keunikan dan hal menarik yang bisa Anda temukan di setiap lokasi wisata. Bahkan diperkenalkan berbagai makanan khas di setiap daerah yang bisa dinikmati sambil liburan dengan harga yang terjangkau.<br />Kutipan di atas menonjolkan adanya unsur resensi. Tunjukkan unsur resensi yang menonjol adanya keunggulan buku! <br />Jawab<br />1.Unsur-unsur resensi meliputi: Identitas buku; pokok-pokok isi buku; keunggulan isi buku; kekurangan isi buku; saran-saran yang mungkin ditambahkan pada isi buku; serta penilaian terhadap buku. <br />2. Identitas buku, meliputi: judul buku; nama pengarang; nama penerbit; tahun terbit ; tebal buku<br />3. Buku ini cocok untuk menjadi panduan berlibur bagi Anda.<br />SKALA PENILAIAN TES KEMAMPUAN MENULIS RESENSI<br /><ul><li>No.DimensiSkalaKriteriaSkorMaksimal1Menyebutkan unsur-unsur resensi buku6-84-52-310Sangat tepat: menyampaikan semua unsure resensi dengan sangat tepat dan urut Tepat: menyampaikan secara tepat dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami, sesuai dengan isiCukup: menyampaikan dengan cukup baik dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami, sesuai dengan isiKurang: kurang dapat menyampaikan isi utama puisi Tidak mengerjakan82Menyebutkan identitas buku secara urut6-84-52-310Sangat tepat: menyebutkan identitas buku secara urut dan tepatTepat: menyebutkan identitas buku ada yang tidak urutCukup: hanya menyebutkan 3 identitas buku sajaKurang: hanya menyebutkan satu identitas Tidak mengerjakan83Menunjukkan keunggulan buku yang diresensi43210Sangat tepat menuliskan empat keunggulan bukuMenuliskan tiga keunggulan bukuMenuliskan dua keunggulan bukuMenuliskan sata keunggulan bukuTidak menjawab4Jumlah skor maksimal20</li></ul>Penghitungan Nilai<br />NA = Jumlah Skor diperoleh x 5<br />Nilai maksimal yang diperoleh siswa adalah <br />NA = 20 x 5 = 100<br />Contoh Penilaian<br />Seorang siswa memperoleh skor 19 artinya ia mendapatkan nilai 19 X 5 = 95<br />Surakarta, 7 Juli 2011<br />Mengetahui, Disiapkan oleh<br />Kepala SMA Batik 1 Surakarta Guru Mata Pelajaran<br />Drs. Literzet Sobri, M.Pd.Dra. Sri Suwarni, M. Pd.<br />NIP 19600602 198703 1 006NIP 19640407 200701 2 009<br />RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)BAHASA INDONESIAKELAS XII/ SEMESTER 1MATERIDEDUKTIF DAN INDUKTIF OlehDra. Sri SuwarniNIP 19640407 200701 2 009SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN 2011/2012<br />F 751/WKS1.1fRENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN<br />A. IDENTITAS<br />Nama Sekolah: SMA <br />Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia<br />Kelas, Semester: XII, 1<br />Alokasi Waktu : 2 x 45 (Satu kali pertemuan)<br />Standar Kompetensi: Menulis <br />Mengungkapkan pikiran, pendapat, dan informasi dalam penulisan karangan berpola<br />Kompetensi Dasar: 12.1Menulis karangan berdasarkan topik tertentu dengan pola pengembangan deduktif dan induktif<br />Indikator: <br />Membuat paragraf dengan pola pengembangan generalisasi<br />Membuat paragraf dengan pola pengembangan analogi<br />Membuat paragraf dengan pola pengembangan sebab akibat<br />B.Tujuan Pembelajaran<br />Membuat paragraf dengan pola pengembangan generalisasi<br />Membuat paragraf dengan pola pengembangan analogi<br />Membuat paragraf dengan pola pengembangan sebab akibat<br />C.Materi Pembelajaran (Membaca Intensif Paragraf Induktif dan Deduktif)<br />Paragraf induktif adalah paragraf yang didahului dengan kalimat yang bersifat khusus, kemudian diakhiri dengan kalimat yang bersifat umum. Paragraf induktif memiliki ciri peletakan kalimat utamanya diakhir paragraf. Biasanya ditandai dengan penghubung antarkalimat seperti jadi, oleh karena itu, dan dengan demikian. Namun, kata penghubung tersebut sifatnya tidak mutlak artinya tidak harus menggunakan seperti tersebut di atas. <br />Adapun ciri-ciri paragraf induktif adalah pernyataan umum terletak pada akhir paragraf; contoh, ilustrasi, uraian khusus, data, grafik, gambar ditampilkan lebih dulu sebelum mengemukakan pernyataan umum<br />Cara Menarik Kesimpulan <br />Ada tiga macam cara untuk menarik kesimpulan dalam paragraf induktif, yaitu generalisasi, analogi, dan sebab akibat.<br /><ul><li>Generalisasi
  18. 18. Generalisasi merupakan pola pengembangan sebuah paragraf yang dibentuk melalui penarikan sebuah gagasan atau simpulan umum berdasarkan perihal atau kejadian.</li></ul>Contoh:<br /><ul><li>Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jendral Sudirman. Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil Anwar. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di Jalan Jenderal Sudirman dalam kantung celana Anwar. Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.
  19. 19. Simpulan generalisasi tersebut ditandai dengan memberikan pernyataan yang bersifat khusus untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Dapat diketahui bahwa pikiran utama atau kesimpulan paragraf tersebut ditandai dengan kata dengan demikian. Secara lengkap adalah Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.</li></ul>2. Analogi<br />Analogi merupakan perbandingan dua hal yang berbeda, tetapi masih memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua hal yang dibandingkan. Dua hal yang dibandingkan tersebut berbeda, tetapi memiliki banyak persamaan. Berdasarkan banyak kesamaan tersebut, ditariklah suatu kesimpulan.<br />Contoh:<br />Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya ? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya ? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung yaitu banyak rintangan untuk mencapai puncaknya.<br />3. Sebab-akibat<br />Pengembangan sebuah paragraf dapat pula menggunakan sebab akibat. Sebab dapat bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Akan tetapi, sebab akibat ini dapat juga terbalik, akibat yang menjadi gagasan utamanya dan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya.<br />Ada beberapa macam pola pengembangan sebab akibat, yaitu sebab akibat, sebab akibat 1 akibat 2, atau sebaliknya akibat sebab, akibat 1 akibat 2 sebab.<br />AkibatAkibat<br />SebabbAkibat 1SebabbAkibat 1<br />Akibat 2Akibat 2<br />Model 1Model 2<br />Contoh:<br />Melihat sepintas lalu masyarakat kota bandar kita terkesan oleh kesibukan-kesibukan kerja dan lalu lintas sehari-hari. Hubungan dagang dengan relasi-relasi dari luar daerah pulau ataupun asing yang pembesarannya harus selekas mungkin diadakan berhubung terikatnya perahu layar pada angin musim; pemuatan barang-barang ekspor dan pembongkaran barangbarang impor, semuanya itu tidak memungkinkan orang bekerja pelan-pelan seperti menanti menguningnya padi di musim panen. Kiranya inilah yang membentuk tipe manusia pesisiran, yang lain dari tipe manusia pedalaman.<br />Paragraf Deduktif<br />Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terdapat pada awal paragraf. Oleh karena itu, langkah penting dalam menemukan paragraf deduktif adalah mencari dan menemukan letak kalimat utama.<br />Adapun ciri-ciri paragraf deduktif adalah: kalimat utama terletak di awal paragraf, dimulai dengan pernyataan umum dilanjutkan dengan uraian atau penjelasan khusus.<br />Contoh:<br />Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan mengalihkan anggaran subsidi minyak tanah ke elpiji. Dengan cara ini, diharapkan harga elpiji akan makin murah sehingga mendorong masyarakat tidak lagi menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, jika proses diversifikasi energi ini berjalan, diperkirakan dana subsidi minyak bisa dihemat hingga Rp30 triliun. Subsidi elpiji diperkirakan berjumlah Rp 6 triliun.<br />Gagasan utama paragraf tersebut terletak pada awal paragraf, yaitu Pemerintah mengkaji anggaran subsidi minyak tanah ke elpiji. <br />Contoh:<br />Pemakiaan bahasa Indonesia di seluruh Indonesia dewasa ini belum dapat dikatakan seragam. Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, dan ucapan terlihat dengan mudah. Pemakiaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering dikalahkan oleh bahasa daerah. Di lingkungan persuratkabaran, radio, dan televisi pemakaian bahasa Indonesia belum terjaga dengan baik. Para pemuka kitapun pada umumnya belum memperlihatkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Fakta-fakta di atas menunjukan bahwa pengajaran bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.<br />Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diawal paragraf (Deduktif), yaitu pemakaian bahasa Indonesia di seluruh Indonesia belum seragam.<br />Silogisme merupakan proses berpikir yang bertolak dari satu atau lebih premis, yakni pernyataan-pernyataan yang mendahului, untuk ditarik menjadi suatu kesimpulan. Silogisme merupakan jenis penalaran deduksi yang banyak digunakan apabila seseorang menyusun suatu argumentasi.<br />Berdasarkan pola pengembangannya, paragraf dibedakan seperti berikut:<br />Paragraf Analogi adalah paragraf yang isinya membandingkan dua hal yang banyak persamaanya.<br />Paragraf Generalisasi adalah paragraf yang isinya menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta.<br />Paragraf Sebab Akibat adalah paragaf yang mengungkapkan fakta yang menjadi sebab dan diikuti oleh kesimpulan yang menjadi akibat.<br />Paragraf Akibat Sebab adalah yang berisi fakta yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dicari sebabnya.<br />Paragraf Analisis adalah paragraf yang berisi analisis bagian-bagian dari suatu hal, peristiwa, ataupun kejadian.<br />Paragraf Contoh adalah paragarf yang isinya dikembangkan dengan cara memberikan penjelasan yang berupa contoh.<br />Paragraf Definisi adalah paragraf yang isinya menjelaskan suatu istilah yang mengandung konsep yang sianggap baru bagi pembaca.<br />Catatan<br />Paragraf yang baik selalu berisi ide pokok. Ide pokok itu merupakan bagian yang integral dari ide pokok yang terkandung dalam keseluruhan karangan. <br />Ide pokok paragraf tidak hanya merupakan bagian dari ide pokok keseluruhan tetapi juga mempunyai relevansi dan menunjang ide pokok tersebut. <br />D.Metode Pembelajaran<br />Tanya jawab, penugasan, diskusi<br />E.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran<br />Pertemuan 1<br />Kegiatan Awal<br />Dengan tanya jawab, siswa mengingat-ingat kembali materi sebelumnya.<br />Kegiatan Inti<br />Siswa memperhatikan contoh paragraf induktif yang disampaikan guru<br />Siswa mencoba menulis karangan induktif yang berpola generalisasi<br /> Siswa mencoba menulis karangan induktif yang berpola analogi<br />Siswa mencoba menulis karangan induktif yang berpola sebab akibat<br />Menyunting karangan berpola induktif.<br />Kegiatan Akhir<br /> Siswa menyimpulkan pembelajaran yang berlangsung<br />Pertemuan 2<br />Kegiatan Awal<br />Dengan tanya jawab, siswa mengingat-ingat kembali materi sebelumnya.<br />Kegiatan Inti<br />Siswa memperhatikan contoh yang disampaikan guru mengenai silogisme<br />Siswa membuat contoh silogisme positif<br />Siswa membuat contoh silogisme negatif<br />Siswa membuat contoh silogisme alternatif<br />Siswa membuat contoh entimem<br />Kegiatan Akhir<br />Siswa menyimpulkan pembelajaran yang berlangsung<br />Siswa mengerjakan latihan sola-soal<br />F.Alat/ Bahan/ Sumber Belajar<br />Buku Bahasa Indonesia Kelas XII/ Platinum<br />Modul Bahasa Indonesia Kelas XII, Sindunata<br />Teks dari media cetak/ elektronik<br />G.Penilaian<br />Teknik: tugas individu<br />Bentuk Instrumen: uraian bebas<br />Soal Instrumen:<br />Buatlah contoh paragraf induktif dengan pola pengembangan generalisasi!<br />Buatlah contoh paragraf induktif dengan pola pengembangan analogi!<br />Buatlah contoh paragraf induktif dengan pola pengembangan sebab akibat!<br />Kunci:<br />Contoh generalisasi (alternatif jawaban)<br />Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jendral Sudirman. Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah. Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang mobil Anwar. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di Jalan Jenderal Sudirman dalam kantung celana Anwar. Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.<br />Contoh analogi (alternatif jawaban)<br />Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki, ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya ? Begitu pula bila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran, dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya ? Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung yaitu banyak rintangan untuk mencapai puncaknya.<br />Contoh sebab akibat (alternatif jawaban)<br />Melihat sepintas lalu masyarakat kota bandar kita terkesan oleh kesibukan-kesibukan kerja dan lalu lintas sehari-hari. Hubungan dagang dengan relasi-relasi dari luar daerah pulau ataupun asing yang pembesarannya harus selekas mungkin diadakan berhubung terikatnya perahu layar pada angin musim; pemuatan barang-barang ekspor dan pembongkaran barangbarang impor, semuanya itu tidak memungkinkan orang bekerja pelan-pelan seperti menanti menguningnya padi di musim panen. Kiranya inilah yang membentuk tipe manusia pesisiran, yang lain dari tipe manusia pedalaman.<br />SKALA PENILAIAN TES KEMAMPUAN MENULIS <br />INDUKTIF DAN DEDUKTIF<br />No.DimensiSkalaKriteriaSkorMaksimal1Membuat contoh paragraf induktif dengan pola pengembangan generalisasi9-106-82-50Jenis paragraf dan kalimatnya baik Jenis paragraf dan kalimatnya kurang baik Jenis paragraf salah dan kalimatnya kurang baikTidak mengerjakan102Membuat contoh paragraf induktif dengan pola pengembangan analogi9-106-82-50Jenis paragraf dan kalimatnya baik Jenis paragraf dan kalimatnya kurang baik Jenis paragraf salah dan kalimatnya kurang baikTidak mengerjakan103Membuat contoh paragraf induktif dengan pola pengembangan sebab akibat9-106-82-50Jenis paragraf dan kalimatnya baik Jenis paragraf dan kalimatnya kurang baik Jenis paragraf salah dan kalimatnya kurang baikTidak mengerjakan10Jumlah skor maksimal30<br />Penghitungan Nilai<br />NA = Jumlah Skor diperoleh x 10<br />3<br />Nilai maksimal yang diperoleh siswa adalah <br />NA = 30 x 10 = 100<br />3<br />Contoh Penilaian<br />Seorang siswa memperoleh skor 20 artinya ia mendapatkan nilai 21 X 10 = 70<br />3<br />Surakarta, 7 Juli 2011<br />Mengetahui, Disiapkan oleh<br />Kepala SMA Batik 1 Surakarta Guru Mata Pelajaran<br />Drs. Literzet Sobri, M.Pd.Dra. Sri Suwarni, M. Pd.<br />NIP 19600602 198703 1 006NIP 19640407 200701 2 009<br />RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)BAHASA INDONESIAKELAS XII/ SEMESTER 1MATERIGURINDAMOlehDra. Sri SuwarniNIP 19640407 200701 2 009SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN 2011/2012<br />F 751/WKS1.1fRENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN<br />A. IDENTITAS<br />Nama Sekolah: SMA <br />Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia<br />Kelas, Semester: XII, 1<br />Alokasi Waktu : 4 x 45 (dua kali pertemuan)<br />Standar Kompetensi: Berbicara <br />Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan puisi lama<br />Kompetensi Dasar:14.1Membahas ciri-ciri dan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam<br />Indikator: <br />Mengidentifikasikan ciri-ciri gurindam<br />Menemukan pesan dalam gurindam <br />Mendiskusikan pengertian/ isi gurindam<br />Membicarakan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam<br />Mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam<br />B.Tujuan Pembelajaran<br />Siswa dapat mengidentifikasikan ciri-ciri gurindam<br />Siswa dapat menemukan pesan dalam gurindam <br />Siswa dapat mendiskusikan pengertian/ isi gurindam<br />Siswa dapat membicarakan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam<br />Siswa dapat mendiskusikan nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam<br />C.Materi Pembelajaran<br />Pengertian Gurindam<br />Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua baris yang mengandung petuah atau nasihat, ajaran moral kebaikan, serta budi pekerti. Baris pertama gurindam berisi sebab dan baris kedua berisi akibat. Gurindam 12 pasal pertama dan kedua ada di dinding makam beliau di pulau Penyengat. <br />Contoh Gurindam<br />Gurindam Dua Belas karya Raja Ali HajiIni gurindam pasal yang pertama:Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang ma'rifatBarang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya.Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia mudarat.<br />Gambar: Dinding makam Raja Ali Haji bertuliskan “Gurindam 12 pasal pertama dan kedua”<br />Ini gurindam pasal yang kedua:Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut.Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa,tidaklah mendapat dua temasya.Barang siapa meninggalkan zakat,tiadalah hartanya beroleh berkat.Barang siapa meninggalkan haji,tiadalah ia menyempurnakan janjiIni gurindam pasal yang keempat:Hati kerajaan di dalam tubuh,jikalau zalim segala anggota pun roboh.Apabila dengki sudah bertanah,datanglah daripadanya beberapa anak panah.Mengumpat dan memuji hendaklah fikir,di situlah banyak orang yang tergelincir.Pekerjaan marah jangan dibela,nanti hilang akal di kepala.Jika sedikitpun berbuat bohong,boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.Tanda orang yang amat celaka,aib dirinya tiada ia sangka.Bakhil jangan diberi singgah,itupun perampok yang amat gagah.Barang siapa yang sudah besar,janganlah kelakuannya membuat kasar.Barang siapa perkataan kotor,mulutnya itu umpama ketur.Di mana tahu salah diri,jika tidak orang lain yang berperi.<br />Ini gurindam pasal yang keenam:Cahari olehmu akan sahabat,yang boleh dijadikan obat.Cahari olehmu akan guru,yang boleh tahukan tiap seteru.Cahari olehmu akan isteri,yang boleh menyerahkan diri.Cahari olehmu akan kawan,pilih segala orang yang setiawan.Cahari olehmu akan abdi,yang ada baik sedikit budi,<br />Ini Gurindam pasal yang ketujuh:Apabila banyak berkata-kata,Apabila orang yang banyak tidur,di situlah jalan masuk dusta.sia-sia sahajalah umur.Apabila banyak berlebih-lebihan suka,Apabila mendengar akan khabar,itulah tanda hampir duka.menerimanya itu hendaklah sabar.Apabila kita kurang siasat,Apabila menengar akan aduan,itulah tanda pekerjaan hendak sesat.membicarakannya itu hendaklah cemburuan.Apabila anak tidak dilatih,Apabila perkataan yang lemah-lembut,jika besar bapanya letih.lekaslah segala orang mengikut.Apabila banyak mencela orang,Apabila perkataan yang amat kasar,itulah tanda dirinya kurang.lekaslah orang sekalian gusar..Apabila pekerjaan yang amat benar,,tidak boleh orang berbuat onar.<br />Ini gurindam pasal yang kedelapan:Barang siapa khianat akan dirinya,apalagi kepada lainnya.Kepada dirinya ia aniaya,orang itu jangan engkau percaya.Lidah yang suka membenarkan dirinya,daripada yang lain dapat kesalahannya.Daripada memuji diri hendaklah sabar,biar pada orang datangnya khabar.Orang yang suka menampakkan jasa,setengah daripada syirik mengaku kuasa.Kejahatan diri sembunyikan,kebaikan diri diamkan.Keaiban orang jangan dibuka,keaiban diri hendaklah sangka.Ini gurindam pasal yang kesembilan:Tahu pekerjaan tak baik,tetapi dikerjakan,bukannya manusia yaitulah syaitan.Kejahatan seorang perempuan tua,itulah iblis punya penggawa.Kepada segala hamba-hamba raja,di situlah syaitan tempatnya manja.Kebanyakan orang yang muda-muda,di situlah syaitan tempat berkuda.Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,di situlah syaitan punya jamuan.Adapun orang tua yang hemat,syaitan tak suka membuat sahabatJika orang muda kuat berguru,dengan syaitan jadi berseteru.<br />Ini gurindam pasal yang kesepuluh:Dengan bapa jangan durhaka,supaya Allah tidak murka.Dengan ibu hendaklah hormat,supaya badan dapat selamat.Dengan anak janganlah lalai,supaya boleh naik ke tengah balai.Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,supaya kemaluan jangan menerpa.Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.Ini gurindam pasal yang kesebelas:Hendaklah berjasa,kepada yang sebangsa.Hendaklah jadi kepala,buang perangai yang cela.Hendaklah memegang amanat,buanglah khianat.Hendak marah,dahulukan hajat.Hendak dimulai,jangan melalui.Hendak ramai,murahkan perangai.<br />Ini gurindam pasal yang kedua belas:Raja muafakat dengan menteri,Hormat akan orang yang pandai,seperti kebun berpagarkan duri.tanda mengenal kasa dan cindai.Betul hati kepada raja,Ingatkan dirinya mati,tanda jadi sebarang kerja.itulah asal berbuat bakti.Hukum adil atas rakyat,Akhirat itu terlalu nyata,tanda raja beroleh anayat.kepada hati yang tidak buta.Kasihan orang yang berilmu,tanda rahmat atas dirimu.<br />Arti kata-kata sulit/ kata kunci dalam gurindam. Pasal pertama: ma’rifat (sempurna pengetahuannya), tagahnya (larangan), mudarat (sesuatu yang tidak menguntungkan/ melarat). Pasal kedua: temasya (tamasya/ tontonan/ pertunjukan), Pasal ketiga: damping (dekat/ sampai), fi’il (perbuatan). Pasal keempat: lalim (bengis/ kejam), pekong (nama penyakit kulit yang busuk baunya), ketur (tempat ludah). Pasal kelima: bercampur (didekatkan). Pasal keenam: cahari (cari), seteru (musuh pribadi), dimenyerahkan (awalan dan akhiran yang digunakan agak ganjil, namun maksudnya jadi tempat menyerahkan), Pasal ketujuh: letih (sangat kesulitan mengaturnya), gusar (marah). Pasal kedelapan: sangka (memperkirakan). Pasal kesembilan: penggawa (kepala pasukan). Pasal kesepuluh: balai (rumah di lingkungan istana), kafill (majikan, orang yang menanggung tenaga kerja). Pasal kesebelas: perangai (sikap batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan perbuatan). Pasal keduabelas: sebarang (apa saja), anayat (bantuan, sokongan), kasa (kain putih yang halus), cindai (kain sutra yang berbunga-bunga).<br />Secara keseluruhan gurindam duabelas di atas menggambarkan tentang suatu kehidupan manusia. Apabila ingin mendapatkan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat, orang/ manusia harus berpegang kepada ajaran agama dengan sepenuh hati, tidak setengah-setengah. Itulah ajaran yang sangat mulia yang terkandung dalam gurindam duabelas. Ajaran tersebut sampai sekarang ini masih cocok/ sesuai dengan kehidupan bangsa Indonesia. Tak mengherankan jika Presiden SBY memberikan gelar anugerah pahlawan nasional kepada beliau.<br />Membaca Gurindam<br />Gurindam termasuk karya sastra lama seperti halnya dengan pantun, meskipun demikian antara gurindam dan pantun tetap berbeda. Membaca gurindam sama halnya dengan membaca pantun. Sikap, ekspresi, dan mimik disesuaikan dengan kebutuhan artinya tidak perlu berlebih-lebihan. Hal ini bertujuan agar pesan/ isi yang disampaikan gurindam dapat sampai pada pembaca. Selain itu, pengucapan lafal dan intonasi hendaknya jelas dan tepat sesuai dengan maksud/ isi gurindam.<br />Perhatikan gurindam berikut!<br />Ini gurindam pasal yang kelima:Jika hendak mengenal orang berbangsa,Jika hendak mengenal orang yang berilmu,lihat kepada budi dan bahasa,bertanya dan belajar tiadalah jemu.Jika hendak mengenal orang berbahagia,Jika hendak mengenal orang yang berakal,sangat memeliharakan yang sia-sia.di dalam dunia mengambil bekal.Jika hendak mengenal orang mulia,Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,lihatlah kepada kelakuan dia.lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai<br />Berdasarkan contoh tersebut dapat ditemukan kata-kata sulit dapat berupa kata, frasa, atau ungkapan. Misalnya: budi dan bahasa berarti perilaku seseorang serta kata-kata yang diucapkan dalam kesehariaannya. Dengan demikian pada baris pertama dan kedua gurindam di atas dapat bermakna “perilaku serta kata-kata yang diucapkan seseorang dalam kesehariaannya dapat menunjukkan keadaan/ identitas/ jati diri orang itu di masyarakat”. <br />Ciri-ciri Gurindam<br />Setiap bait terdiri dari dua baris/ larik<br />Setiap baris terdiri dari 4-6 kata ( 8-12 suku kata)<br /><ul><li>Baris pertama dan kedua berupa isi ( merupakan hubungan sebab akibat)
  20. 20. Terdiri dari 10-14 baris
  21. 21. Bersajak (a a)
  22. 22. Berisi nasihat, petuah, atau amsal (ucapan yang mengandung kebenaran)</li></ul>Tokoh Gurindam<br />Raja Ali Haji, lahir pada tahun 1808 di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau yang damai di tengah laut, penaruh perhatian yang tinggi terhadap tamadun dan kemanusian, taat beragama dan santun dalam pergaulan hidup. Melahirkan karya-karya sastra yang sarat dengan pesan-pesan kemanusiaan dan pendidikan. <br /><ul><li>Raja Ali Haji adalah budayawan yang dikenal di kalangan masyarakat umum dan masyarakat ilmuwan sebagai seorang pakar bahasa, sastra, ulama sekaligus dalam bidang hukum dan juga ikut berperan dalam lapangan politik. Ketenarannya menyebabkan Raja Ali Haji seperti tidak memerlukan perkenalan lagi. Karya-karya telah dibawa masuk ke dalam perpustakaan universitas di dalam dan di luar negeri, serta dibahas dari berbagai segi.
  23. 23. Raja Ali Haji termasuk pujangga melayu lama yang sangat dikenal sebagai pengarang gurindam. Gurindam 12 merupakan hasil karyanya yang paling tekenal. Selain itu, beliau merupakan orang yang telah dikukuhkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada 10 November 2004.</li></ul>D.Metode Pembelajaran<br />Tanya jawab, Penugasan, Demostrasi<br />E.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran<br />Pertemuan 1<br />Kegiatan Awal<br />Dengan tanya jawab, siswa mengingat-ingat kembali materi sebelumnya.<br />Kegiatan Inti<br />Siswa membacakan dan mengidentifikasi ciri-ciri gurindam<br />Siswa menjelaskan pengertian gurindam<br />Siswa mendiskusikan ciri-ciri dan nilai-nilai dalam gurindam yang didengar<br />Siswa membicarakan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam yang didengar.<br />Kegiatan Akhir<br /> Siswa menyimpulkan pembelajaran yang berlangsung<br />Pertemuan 2<br />Kegiatan Awal<br />Dengan tanya jawab, siswa mengingat-ingat kembali materi sebelumnya.<br />Kegiatan Inti<br />Siswa mendengarkan informasi secara langsung.<br />Siswa mengajukan saran perbaikan kepada pembicara.<br />Siswa menulis ringkasan isi informasi.<br />Kegiatan Akhir<br />Siswa menyimpulkan pembelajaran yang berlangsung<br />Siswa mengerjakan latihan sola-soal<br />F.Alat/ Bahan/ Sumber Belajar<br />Buku Bahasa Indonesia Kelas XII/ Platinum<br />Modul Bahasa Indonesia Kelas XII, Sindunata<br />Buku yang terkait dengan puisi lama<br />G.Penilaian<br />Teknik: tugas individu<br />Bentuk Instrumen: uraian bebas<br />Soal Instrumen:<br />Ini gurindam pasal ketiga<br />Apabila terpelihara mata,sedikitlah cita-cita.Apabila terpelihara kuping,khabar yang jahat tiadalah damping.Apabila terpelihara lidah,nescaya dapat daripadanya faedah.Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,daripada segala berat dan ringan.Apabila perut terlalu penuh,keluarlah fi'il yang tiada senonoh.Anggota tengah hendaklah ingat,di situlah banyak orang yang hilang semangatHendaklah peliharakan kaki,daripada berjalan yang membawa rugi.<br /><ul><li>Sebutkan ciri-ciri gurindam!
  24. 24. Sebutkan pesan-pesan yang terdapat dalam gurindam tersebut!
  25. 25. Apakah isi gurindam pada pasal ketiga masih cocok dengan kehidupan masa sekarang? Jelaskan!
  26. 26. Sebutkan tiga amanat yang terdapat dalam gurindam pasal yang ketiga di atas!
  27. 27. Kemukakan nilai-nilai apa sajakah yang dapat diperoleh dalam gurindam pasal ketiga tersebut?
  28. 28. Kunci:
  29. 29. Ciri-ciri gurindam</li></ul>Setiap bait terdiri dari dua baris/ larik<br />Setiap baris terdiri dari 4-6 kata ( 8-12 suku kata)<br /><ul><li>Baris pertama dan kedua berupa isi ( merupakan hubungan sebab akibat)
  30. 30. Terdiri dari 10-14 baris
  31. 31. Bersajak (a a)
  32. 32. Berisi nasihat, petuah, atau amsal (ucapan yang mengandung kebenaran)
  33. 33. Pesan-pesan gurindam pasal ketiga
  34. 34. orang yang dapat memelihara mata, telinga, lidah, tangan, perut, dan kaki akan mendapatkan keberuntungan
  35. 35. Isi gurindam pasal ketiga masih cocok dengan kehidupan sekarang ini. Isi gurindam tersebut mengajak manusia untuk senantiasa menjaga anggota tubuh kita dari segala perbuatan yang dapat merugikan.
  36. 36. Amanat gurindam pasal ketiga
  37. 37. Manusia hendaknya dapat menjaga mata agar tidak mempunyai keinginan yang aneh-aneh
  38. 38. Manusia hendaknya dapat menjaga telinga agar tidak mendengar berita-berita yang dapat menimbulkan fitnah
  39. 39. Manusia hendaknya dapat menjaga lidah agar tidak mudah mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
  40. 40. Nilai-nilai dalam gurindam: nilai pendidikan, nilai budi pekerti, nilai keagamaan</li></ul>SKALA PENILAIAN TES KEMAMPUAN GURINDAM<br /><ul><li>No.DimensiSkalaKriteriaNo.1Menjelaskan cirri-ciri gurindam5432Sangat tepat: menyampaikan dengan sangat tepat cirri-gurindam dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahamiTepat: menyampaikan secara tepat dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahamiCukup: menyampaikan dengan cukup baik dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami,Kurang: kurang dapat menyampaikan isi utama puisi 52Menjelaskan pesan-pesan gurindam5432Sangat tepat: menemukan dengan sangat tepat pesan gurindamTepat: menemukan dengan tepat pesan gurindamCukup: menemukan dengan cukup tepat pesan gurindamKurang: menemukan dengan kurang tepat pesan gurindam53Menjelaskan isi gurindam5432Sangat tepat: menemukan dengan sangat tepat isi gurindamTepat: menemukan dengan tepat isi gurindamCukup: menemukan dengan cukup tepat isi gurindamKurang: menemukan dengan kurang tepat isi gurindam54Menemukan amanat dalam gurindam5432Sangat tepat: menemukan dengan tepat tiga amanat dalam gurindamTepat: menemukan dengan tepat dua amanat dalam gurindamCukup: menemukan tiga amanat dalam gurindam dengan cukup baikKurang: menemukan satu amanat dalam gurindam 55Menemukan nilai-nilai dalam gurindam5432Sangat tepat: menemukan dengan tepat tiga nilai dalam gurindamTepat: menemukan dengan tepat dua nilai dalam gurindamCukup: menemukan tiga nilai dalam gurindam dengan cukup baikKurang: menemukan satu nilai dalam 5Jumlah skor maksimal25</li></ul>Penghitungan Nilai<br />NA = Jumlah Skor diperoleh x 4<br />Nilai maksimal yang diperoleh siswa adalah <br />NA = 25 x 4 = 100<br />Contoh Penilaian<br /><ul><li>Seorang siswa memperoleh skor 19 artinya ia mendapatkan nilai 17 X 4 = 68</li></ul>Surakarta, 7 Juli 2011<br />Mengetahui, Disiapkan oleh<br />Kepala SMA Batik 1 Surakarta Guru Mata Pelajaran<br />Drs. Literzet Sobri, M.Pd.Dra. Sri Suwarni, M. Pd.<br />NIP 19600602 198703 1 006NIP 19640407 200701 2 009<br />RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)BAHASA INDONESIAKELAS XII/ SEMESTER 1MATERIKUMPULAN PUISI KONTEMPORERKarya Sutardji Calzoum BachriOlehDra. Sri SuwarniNIP 19640407 200701 2 009SMA BATIK 1 SURAKARTATAHUN 2011/2012<br />RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)<br />IDENTITAS<br />Nama Sekolah: SMA Batik 1 Surakarta<br />Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia<br />Kelas/ Semester: XII/ 1<br />Waktu: 4 x 45 (2 kali pertemuan)<br /><ul><li>Standar Kompetensi: Membaca</li></ul>Memahami buku kumpulan puisi kontemporer dan karya sastra yang dianggap penting pada tiap periode<br /><ul><li>Kompetensi Dasar :15.1 Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi kontemporer
  41. 41. Indikator
  42. 42. Mendata hal-hal yang bersifat khusus dalam puisi kontemporer
  43. 43. Menemukan pesan/ amanat yang ingin disampaikan penyair </li></ul>Menjelaskan maksud isi puisi kontemporer<br /><ul><li>Menemukan tema puisi kontemporer
  44. 44. Menjelaskan ciri-ciri umum puisi kontemporer
  45. 45. B. Tujuan Pembelajaran
  46. 46. Siswa dapat mendata hal-hal yang bersifat khusus dalam puisi kontemporer
  47. 47. Siswa dapat menemukan pesan/ amanat yang disampaikan penyair </li></ul>Siswa dapat menjelaskan maksud isi puisi kontemporer<br />Siswa dapat menjelaskan secara umum tema puisi kontemporer<br />Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri umum puisi kontemporer<br /><ul><li>C. MATERI PELAJARAN</li></ul>Kumpulan Puisi kontemporer karya Sutardji Calzoum Bachri <br /> Contoh 1<br />SEPISAUPI<br />sepisau luka sepisau duri<br />sepikul dosa sepukau sepi<br />sepisau duka serisau diri<br />sepisau sepi sepisau nyanyi<br />sepisaupa sepisaupi<br />sepisaupanya sepikau sepi<br />sepisaupa sepisaupi<br />sepikul diri keranjang diri<br />sepisaupa sepisaupi<br />sepisaupa sepisaupi<br />sepisaupa sepisaupi<br />sampai pisau-Nya ke dalam nyanyi<br />(Oleh Sutardji Calzoum Bachri)<br />Contoh 2<br />Tragedi Winka & Sihkha<br /><ul><li>kawin
  48. 48. kawin
  49. 49. kawin
  50. 50. kawin
  51. 51. kawin
  52. 52. Ka
  53. 53. win
  54. 54. ka
  55. 55. win
  56. 56. ka
  57. 57. win
  58. 58. ka
  59. 59. win
  60. 60. ka
  61. 61. winka
  62. 62. winka
  63. 63. winka
  64. 64. winka
  65. 65. winka
  66. 66. winka
  67. 67. sih
  68. 68. ka
  69. 69. sih
  70. 70. ka
  71. 71. sih
  72. 72. ka
  73. 73. sih
  74. 74. ka
  75. 75. sih
  76. 76. ka
  77. 77. sih
  78. 78. sih
  79. 79. sih
  80. 80. sih
  81. 81. sih
  82. 82. sih
  83. 83. ka
  84. 84. Ku
  85. 85. (Sutardji Calzoum Bachri)
  86. 86. Contoh 3
  87. 87. Q
  88. 88. !!
  89. 89. !!!
  90. 90. !!!!!!
  91. 91. !
  92. 92. ! a
  93. 93. lif !!
  94. 94. l
  95. 95. la
  96. 96. lam
  97. 97. ! !
  98. 98. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
  99. 99. iiiiiiiiiiiiiiiiii
  100. 100. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
  101. 101. (Oleh Sutardji Calzoum Bachri)
  102. 102. Penjelasan Puisi “Tragedi Sihka & Winka”
  103. 103. Kalau dicermati, sajak tersebut sebenarnya hanyalah terdiri dari dua kata, yaitu kata winka dan kata sihka. Kedua kata itu diputus-putus dan dibalik secara metatesis yang secara linguistic tidak ada artinya kecuali kawin dan kasih itu. Dalam sajak tersebut kata kasih dan kawin mengandung arti konotatif, yaitu perkawinan itu menimbulkan angan-angan hidup penuh kebahagiaan, lebih-lebih bila disertai kasih sayang. Dalam sajak itu kata kawin dideretkan sampai lima kali secara utuh. Hal itu memberi sugesti bahwa dalam periode, entah lima tahun, lima bulan, lima minggu, atau lima hari perkawinan itu berjalan seperti ide semula yaitu penuh kebahagiaan.
  104. 104. Akan tetapi, kemudian kata kawin terputus-putus. Hal ini memberikan sugesti bahwa ideal perkawinan yang penuh kebahagiaan itu sudah tidak utuh lagi, misalnya saja pasangan suami isteri mulai bertengkar tiap hari karena masalah-masalah kehidupan. Bahkan kemudian terbalik kata kawin menjadi winka. Kebahagiaan yang diidealkan itu terbalik menjadi neraka. Pada akhirnya terjadi tragedy winka dan sihka itu, misalnya saja terjadi perceraian, atau bahkan suami membunuh isterinya atau sebaliknya. Itulah tragedy.
  105. 105. Tipografi zigzag yang sangat menonjol itu memberi sugesti bahwa perkawinan yang semula bermakna kebahagiaan itu, setelah melalui jalan yang berliku-liku yang penuh bahaya pada akhirnya terjadi bencana , terjadi tragedi.</li></ul>Penjelasan Puisi “Sepisaupi”<br />Puisi “Sepisaupi” sebenarnya merupakan perwujudan dari kata pisau dan kata sepi yang kemudian diporakporndakan susunannya menjadi sepisaupi.<br />Puisi tersebut terlihat bersifat inkonvensional, yaitu menentang idiom konvensional yang tidak lagi menghiraukan hubungan makna setiap kata. Puisi tersebut secara jelas menolak adanya idiom, menolak gramatikal. Hal ini dapat dilihat pada baris pertama: sepisau luka/ sepisau duri. Secara gramatikal pisau bukanlah kata bantu bilangan yang tidak sejenis dengan sebuah atau sebutir. Secara gramatik bentuk sepisau luka jelas tidak ada. Hal itu dilakukan Sutardji justru untuk melukiskan keadaan dunia kini serba jungkir balik, nilai-nilai diporakporandakan, jiwa terasa sepi dalam keadaan yang menyakitkan.<br />Penjelasan Puisi “Q”<br />Q merupakan kepanjangan dari Quran. Quran merupakan kitab suci orang islam yang perlu dibaca, dipelajari, dihayati, dipahami, dan diamalkan oleh pemeluknya. Tanda seru yang berderet merupakan bentuk perintah, yaitu perintah kepada umatnya yang mengaku beragama islam untuk mempelajari dan mengamalkan isi yang terdapat di dalam Al Quran. <br />Sementara itu, rangkaian huruf yang dapat dilafalkan alif, lam, dan mim merupakan ayat awal yang terdapat dalam surat albaqarah. Pada ayat selanjutnya dijelskan bahwa Quran merupakan kitab yang dapat dijadikan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman. Alif lam mim tersebut mengawali rumusan iman dan islam: La illaha illallah Muhammad Rasullallah yang berarti tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan/ rasul Allah. Melalui puisi Q tersebut Sutardji Calzoum Bachri hendak mengatakan bahwa iman dan kepercayaan memiliki peranan yang sangat penting dalam memahami kebesaran Tuhan.<br />D. Strategi Pembelajaran<br />Metode Pembelajaran: ceramah, diskusi, tanya jawab<br /><ul><li>Pendekatan: Contextual Teaching and Learning (CTL)
  106. 106. Konstruktivisme (Construktivism)
  107. 107. Inquiri (Inquiry)
  108. 108. Bertanya (Questioning)
  109. 109. Masyarakat Belajar (Learning Comunity)
  110. 110. Pemodelan (Modeling)
  111. 111. Refleksi (Reflection)
  112. 112. Penilaian Autentik (Authentic Assesment)</li></ul>Proses Pembelajaran<br /><ul><li>Pertemuan pertama
  113. 113. Waktu: 2 x 45 menit
  114. 114. No.KegiatanAspek CTLWaktu1.Kegiatan AwalGuru mengucapkan salam, kemudian menanyakan berapa siswa yang tidak masuk.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran puisi kontemporerCeramahPenilaian Autentik10’2.Kegiatan IntiGuru menayangkan puisi “Tragedi Sihka & Winka”. Guru menanyakan kata kunci yang ada pada puisi tersebut. Dengan Tanya jawab, guru membuka cakrawala berpikir siswa. Selanjutnya guru memberikan penguatan untuk jawaban yang benar serta memberikan tambahan ulasan yang berkaitan dengan puisi tersebut.Guru memberikan contoh parafrasa puisi “Tragedi Sihka & Winka”Guru menanyakan kepada siswa kalau ada yang belum memahami puisi kontemporerSiswa membaca contoh puisi kontemporer yang dibagikan guruDengan tanya jawab siswa berusaha mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporerSiswa mempelajari dengan cermat puisi “Tragedi Sihka & Winka”Dengan tanya jawab, siswa memperhatikan penjelasan dan menjawab pertanyaan guruGuru memberikan contoh cara memahami isi puisiDengan bantuan guru, siswa menemukan kata kunci puisi tersebut (tragedi, sihka, winka)Dengan tanya jawab siswa memberikan makna kata kunci puisi tersebutBerdasarkan keterlibatannya dalam pembelajaran, siswa berusaha menjelaskan maksud isi puisi kontemporerGuru membagi siswa dalam bentuk kelompok diskusi (4-6 siswa), kemudian membagikan dua buah puisi, masing-masing berjudul “Q” dan “Sepi Saupi”Siswa mendiskusikan puisi kontemporer yang berjudul “Q” dan “Sepi Saupi” semuanya karya Sutardji Calzoum Bachri. Guru berkeliling ke tiap-tiap kelompok untuk mengetahui aktivitas dalam kelompok serta memberikan bantuan apabila dibutuhkanSecara berkelompok siswa memperesentasikan hasil diskusiBertanyaInquiriKonstruktivismePemodelanKonstruktivismeMasyarakat BelajarPenilaian AutentikInquiriMasyarakat Belajar Penilaian AutentikInquiri40’30’3.Kegiatan AkhirGuru menanyakan menyisakan waktu untuk siswa merefleksi terhadap proses dan hasil belajar hari ini dengan menanyakan kesulitan yang masih dirasakan oleh siswa.Guru menyimpulkan pelajaran dan memberi tugas siswa untuk membuat puisi kontemporerRefleksi10’</li></ul>Pertemuan ke-2<br />Waktu: 2 x 45 menit<br /><ul><li>NoKegiatanAspek CTLWaktu1.Kegiatan AwalGuru mengucapkan salam, kemudian menanyakan berapa siswa yang tidak masuk.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran puisi kontemporerCeramahPenilaian Autentik10’2.Kegiatan IntiKelompok yang belum maju supaya mempersiapkan diri mempresentasikan hasil diskusi (secara bergilir kelompok yang belum maju tampil di depan kelas cera bergilir)Dengan tanya jawab siswa berusaha mengidentifikasi tema puisi kontemporer yang sudah didiskusikan Siswa menyimpulkan hasil pembelajaranGuru memberikan penegasan tentang kesimpulan materi pembelajaran dengan menayangkan parafrasa kedua puisi yang didiskusikanGuru memberikan penegasan jawaban hasil diskusi siswa dengan menanyangkan jawaban pertanyaan yang terdapat pada lembar soalGuru membagikan soal ulangan kepada siswaGuru mengawasi jalannya ulangan supaya berjalan lancar dan tertib BertanyaInquiriKonstruktivisme30’40’3.Kegiatan AkhirGuru bersama-sama siswa mengadakan refleksi terhadap proses pembelajaranGuru menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang sudah berlangsungKonstruktivisme10’
  115. 115. Alat dan Bahan Pembelajaran
  116. 116. LCD, Laptop
  117. 117. Sumber Pembelajaran
  118. 118. 1.Kumpulan puisi kontemporer
  119. 119. 2. Buku Bahasa Indonesia SMA Kelas XII (Quadra)
  120. 120. 3. Buku Pengkajian Puisi karya Rachmad Djoko Pradopo
  121. 121. 4. Buku Pengkajian Puisi karya Herman J. Waluyo
  122. 122. 5. Buku Apresiasi Puisi karya Yakob Sumardjo
  123. 123. 6. Kesusastraan Indonesia 2 karya Zaidan Hendy
  124. 124. Penilaian
  125. 125. 1. Jenis Penilaian
  126. 126. a. Penilaian proses
  127. 127. Penilaian dilakukan pada saat siswa berdiskusi dengan aspek penilaian: inquiri, bertanya, dan masyarakat belajar
  128. 128. Penilaian dilakukan pada saat siswa memperesentasekan hasil kerja kelompok
  129. 129. b. Penilaian hasil
  130. 130. Penilaian dilakukan pada hasil kerja siswa dalam mengapresiasi puisi kontemporer
  131. 131. Penilaian dilakukan pada akhir siklus
  132. 132. 2. Instrumen Penilaian (Soal, kunci jawaban, dan penilaian terlampir)</li></ul>Soal Uji Kompetensi <br />Bacalah puisi berikut dan jawablah pertanyaannya!<br /><ul><li>Q
  133. 133. !!
  134. 134. !!!
  135. 135. !!!!!!
  136. 136. !
  137. 137. ! a
  138. 138. lif !!
  139. 139. l
  140. 140. la
  141. 141. lam
  142. 142. ! !
  143. 143. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
  144. 144. iiiiiiiiiiiiiiiiii
  145. 145. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
  146. 146. (Oleh Sutardji Calzoum Bachri)</li></ul>Pertanyaan<br />Jelaskan masalah utama yang dibahas penyair dalam puisi tersebut!<br />Bagaimanakah sikap penyair terhadap masalah yang disampaikan dalam puisi? Tunjukkan kutipan teks yang mendukung jawaban Anda!<br />Bagaimanakah perasaan penyair ketika puisi itu ditulis? Jelaskan jawaban Anda disertai dengan kutipan teks yang mendukungnya!<br />Pesan apa sajakah yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca?<br />Sampaikan secara garis besar isi puisi yang Anda baca!<br />Kunci jawaban:<br />Masalah utama yang dibahas penyair adalah memperingatkan umat islam untuk senantiasa mengingat dan mengamalkan ajaran yang terdapat dalam Al Quran<br />Masalah penyair dalam puisi tersebut adalah keinginan dia untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya<br />Penyair ingin menemukan Tuhannya dengan selalu mengingat ajaran-ajarannya<br />Umat manusia senantiasa mengingat Tuhannya, menjalankan perintahnya<br />Quran merupakan kitab suci orang islam yang perlu dibaca, dipelajari, dihayati, dipahami, dan diamalkan oleh pemeluknya. Tanda seru yang berderet merupakan bentuk perintah, yaitu perintah kepada umatnya yang mengaku beragama islam untuk mempelajari dan mengamalkan isi yang terdapat di dalam Al Quran<br />SKALA PENILAIAN TES KEMAMPUAN MENGAPRESIASI <br />PUISI KONTEMPORER<br /><ul><li>No.DimensiSkalaKriteriaSkorMaksimal1mendata hal-hal yang bersifat khusus dalam puisi “Q”5432Sangat tepat: menyampaikan dengan sangat tepat dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami, sesuai dengan isiTepat: menyampaikan secara tepat dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami, sesuai dengan isiCukup: menyampaikan dengan cukup baik dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami, sesuai dengan isiKurang: kurang dapat menyampaikan isi utama puisi 52menemukan pesan/ amanat yang disampaikan penyair5432Sangat tepat: menemukan dengan sangat tepat sikap penyair serta suasana hati penyairTepat: menemukan dengan tepat sikap penyair serta suasana hati penyairCukup: menemukan dengan cukup tepat sikap penyair serta suasana hati penyairKurang: menemukan dengan kurang tepat sikap penyair serta suasana hati penyair53menjelaskan maksud isi puisi “Q”5432Sangat tepat: menuliskan perasaan penyair dengan sangat tepat sesuai dengan puisi yang dibuat penyair Tepat: menuliskan perasaan penyair dengan tepat sesuai dengan puisi yang dibuat penyairCukup: menuliskan perasaan penyair dengan cukup tepat sesuai dengan puisi yang dibuat penyair Kurang: menuliskan perasaan penyair dengan kurang tepat 54menjelaskan ciri-ciri puisi kontemporer5432Sangat tepat: menemukan dengan tepat tiga amanat dalam puisiTepat: menemukan dengan tepat dua amanat dalam puisiCukup: menemukan tiga amanat dalam puisi dengan cukup baikKurang: menemukan satu amanat dalam puisi 55Menemukan tema puisi “Q”5432Sangat tepat: menyampaikan isi puisi dengan bahasa yang sangat tepat dan mudah dipahamiTepat: menyampaikan isi puisi dengan bahasa yang tepat dan mudah dipahamiCukup: menyampaikan isi puisi dengan bahasa yang cukup tepat dan mudah dipahamiKurang: kurang mampu menyampaikan isi puisi dengan bahasa yang sangat tepat 5Jumlah skor maksimal25</li></ul>Penghitungan Nilai<br />NA = Jumlah Skor diperoleh x 4<br />Nilai maksimal yang diperoleh siswa adalah <br />NA = 25 x 4 = 100<br />Contoh Penilaian<br />Seorang siswa memperoleh skor 20 artinya ia mendapatkan nilai 20 X 4 = 80<br />Surakarta, 7 Juli 2011<br />MengetahuiGuru Mata Pelajaran<br />Kepala SekolahBahasa Indonesia<br />Drs. Literzet Sobri, M. Pd.Dra. Sri Suwarni, M. Pd. <br />NIP 19600602 198703 1006NIP 19640407 200701 2009<br />

×