Please wait ...
KELOMPOK 6                   XII IPA 3SMA BATIK 1 SURAKARTA
KELUARCREDITS
PENGERTIAN NOVELDalam bahasa Jerman istilah novel yaitu novelle, dan secara harfiah novella berarti sebuah barang baru yan...
UNSUR INTRINSIK NOVEL       TEMA                     PENOKOHANALUR                        AMANAT SETTING                 S...
TEMATema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga  berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam  memaparkan ...
ALURAlur atau plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh  tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita  y...
SETTINGLatar atau setting adalah landas tumpu, mengarah pada  pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan  sosial te...
PENOKOHANPenokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas  tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah  cerita.Untuk men...
AMANATAmanat adalah hal yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, yang berkaitan dengan tema.Amanat dapat berupa p...
SUDUT PANDANGSudut pandang merupakan strategi, teknik, siasat, yang  secara sengaja dipilih pengarang untuk  mengemukakan ...
PERBEDAAN NOVEL DAN CERPEN                   Novel                               CerpenTerjadi konflik batin              ...
CIRI-CIRI Teknik perwatakannya tidak menggunakan analisis langsung.  Deskripsi fisik sudah sedikit.  Contoh:  ....  ”Aduh...
 Tidak banyak sisipan cerita sehingga alurnya menjadi    lebih erat.   Pusat pengisahannya menggunakan metode orang    k...
 Bersifat didaktis, yaitu memaparkan tentang suatu  permasalahan.  Contoh:  ....  Dalam sepi yang sesepi-sepinya itulah k...
SOAL-SOAL1.     Pada apartemen kedua, kami menghitung lubang-     lubang kunci dan memperhitungkan kewajiban     pembayara...
2.     Unsur intrinsik yang merupakan jawaban atas  pernyataan “Kondisi sosial apa yang terungkap pada cerpen  tersebut?” ...
4.      Ketika detak jantung ibu melemah dan desah nafasnya     tinggal satu-satu, saya menendang rahim ibu dan mendorong ...
5.    Dari luar, kudengar sayup-sayup suara kicau  burung-burung. Rupanya sudah pagi, kubuka jendela  menhirup udara segar...
6.       Percakapan itu lancar, mengiringi gerak dan sentuhan bidan  yang pasti dan ahli memeriksa payudara pasien, pernaf...
7.       Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak  berputra laki-laki yang baik parasnya. Maka kata per...
9.       Sesaat kemudian Zeimu sudah berdiri di hadapan meja manager  penjualan. Pria itu menhirup asap rokoknya ketika bu...
11.      Ibu Santi senantiasa membersihkan diri. Setiap kotoran yang      menempel di rimah ditepisnya jauh-jauh. Ia manja...
YES   NO
Preparing to exit ...
Thank you for watching us …
Novel
Novel
Novel
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Novel

7,285 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
7,285
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
87
Actions
Shares
0
Downloads
69
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Novel

  1. 1. Please wait ...
  2. 2. KELOMPOK 6 XII IPA 3SMA BATIK 1 SURAKARTA
  3. 3. KELUARCREDITS
  4. 4. PENGERTIAN NOVELDalam bahasa Jerman istilah novel yaitu novelle, dan secara harfiah novella berarti sebuah barang baru yang kecil dan kemudian diartikan sebagai cerita yang pendek dalam bentuk prosa.Dalam The American College Dictionary (Tarigan, 1984: 164) bahwa novel adalah suatu cerita prosa yang fiktif dalam panjang yang tertentu, yang melukiskan para tokoh, gerak serta dengan adegan nyata representatif dalam suatu alur atau suatu keadaan yang kacau atau kusut.
  5. 5. UNSUR INTRINSIK NOVEL TEMA PENOKOHANALUR AMANAT SETTING SUDUT PANDANG
  6. 6. TEMATema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya.
  7. 7. ALURAlur atau plot adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.Pada umumnya plot terdiri atas beberapa tahap sebagai berikut : Tahap pengenalan Tahap penampilan konflik Tahap konflik memuncak Tahap klimaks Tahap ketegangan menurun Tahap penyelesaian
  8. 8. SETTINGLatar atau setting adalah landas tumpu, mengarah pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.
  9. 9. PENOKOHANPenokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita.Untuk mengetahui watak pelaku, perhatikan : Apa yang dilakukan pelaku Apa yang dikatakan pelaku Bagaimana sikap pelaku menghadapi masalah Bagaimana penilaian pelaku lainnya terhadap dirinya
  10. 10. AMANATAmanat adalah hal yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, yang berkaitan dengan tema.Amanat dapat berupa paham-paham tertentu, nasihat- nasihat, ajakan, atau larangan.
  11. 11. SUDUT PANDANGSudut pandang merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya.Ada beberapa macam sudut pandang : Sudut pandang orang pertama Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang pengarang Sudut pandang serba tahu
  12. 12. PERBEDAAN NOVEL DAN CERPEN Novel CerpenTerjadi konflik batin Tidak harus terjadiPerwatakan digambarkan secara detail Perwatakan digambarkan secara singkatAlur lebih rumit Akhir ceritanya sederhanaLatar lebih luas dan waktunya lebih Latar hanya sebentar dan terbataslamaNovel lebih panjang karangannya lebih pendek karangannyadaripada cerpenUnsur-unsur cerita dalam novel lebih Unsur cerita dalam cerpen relativekompleks dan beragam dibandingkan sederhana dan pasti tunggalcerpenNovel minimal halamannya adalah 100 Cerpen halaman maksimal 30 kuartohalamanJumlah kata dalam novel minimal Jumlah kata dalam cerpen maksimal35.000 kata 10.000 kata
  13. 13. CIRI-CIRI Teknik perwatakannya tidak menggunakan analisis langsung. Deskripsi fisik sudah sedikit. Contoh: .... ”Aduh, indah benar. Dan seraya melompat-lompat kecil ditariknya tangan kakaknya, ”Lihat Ti, yang kecil itu, alangkah bagus mulutnya! Apa ditelannya itu? Nah, nah, dia bersembunyi di celah karang.” Sekalian perkataan itu melancar dari mulutnya, sebagai air memancar dari celah gunung. Tuti mendekat dan melihat menurut arah telunjuk Maria, ia pun berkata, ”Ya, bagus.” Tetapi suaranya amat berlainan dari adiknya, tertahan berat. .... Dikutip dari: Layar Terkembang, St. Takdir Alisjahbana, Balai Pustaka, Jakarta, 1989 Dari kutipan tersebut dapat diketahui watak Maria yang mudah memuji dan watak Tuti yang tidak mudah kagum atau memuji. Watak Maria dan Tuti dapat dilihat dari percakapan antara Maria dan Tuti.
  14. 14.  Tidak banyak sisipan cerita sehingga alurnya menjadi lebih erat. Pusat pengisahannya menggunakan metode orang ketiga. Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan, pepatah, dan peribahasa. Masalah yang diangkat adalah masalah kehidupan masyarakat kota, misalnya masalah emansipasi, pemilihan pekerjaan, dan masalah individu manusia. Berisi setidaknya 40.000 kata. Tidak habis dibaca dalam sekali duduk. Ditulis dengan gaya narasi, yang terkadang dicampur deskripsi untuk menggambarkan suasananya. Alur ceritanya kompleks.
  15. 15.  Bersifat didaktis, yaitu memaparkan tentang suatu permasalahan. Contoh: .... Dalam sepi yang sesepi-sepinya itulah kedengaran suara Tuti membelah. ”Saudara-saudaraku kaum perempuan, rapat yang terhormat! Berbicara tentang sikap perempuan baru sebahagian besar ialah berbicara tentang cita-cita bagaimanakah harusnya kedudukan perempuan dalam masyarakat yang akan datang. Janganlah sekali-kali disangka, bahwa berunding tentang cita- cita yang demikian semata-mata berarti berunding tentang angan- angan dan pelamunan yang tiada mempunyai guna yang praktis sedikit jua pun. .... Dikutip dari: Layar Terkembang, St. Takdir Alisjahbana, Balai Pustaka, Jakarta, 1989 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa salah satu masalah yang ditampilkan adalah masalah emansipasi wanita.
  16. 16. SOAL-SOAL1. Pada apartemen kedua, kami menghitung lubang- lubang kunci dan memperhitungkan kewajiban pembayaran setinggi 39 ribu rupiah. Pada apartemen berikutnya kami hitung jumlah bola lampu setelah kira- kira satu jam kami telah menyusun daftar wajib pajak yang mengesankan bagi seluruh pemilik apartemen di rumah susun tersebut. Setting cerita tersebut adalah....a. Pada apartemen keduab. Pada apartemen berikutnyac. Pada sebuah apartemend. Pada sebuah rumah susune. Sebuah apartemen di rumah susun
  17. 17. 2. Unsur intrinsik yang merupakan jawaban atas pernyataan “Kondisi sosial apa yang terungkap pada cerpen tersebut?” adalah.... a. Tema b. Tokoh c. Amanat d. Latar e. Alur 3. Novel yang kental dengan nilai-nilai agama adalah.... a. Siti Nurbaya b. Namaku Hiroko c. Robohnya Surau Kami d. Si Jamin dan Si Johan e. Tenggelamnya Kapal van der Wijk
  18. 18. 4. Ketika detak jantung ibu melemah dan desah nafasnya tinggal satu-satu, saya menendang rahim ibu dan mendorong badan saya keluar keras-keras. Dokter kandungan memegang kaki saya dan mengangkat saya hingga jungkir balik. Saya menangis keras. Saya ingin memeluk ibu. Tapi dokter kandungan seperti tidak peduli. Ia malah menggunting tali pusar saya lalu menaruh saya dalam gendongan suster yang selanjutnya memandikan saya. Saya berteriak memohon ibu. Suster mengeringkan saya dengan handuk. Saya berteriak memohon ibu. Suster membebat saya dengan selimut. Saya memohon ibu. Dokter menutup ibu dengan kain putih. Suster membawa saya keluar dari kamar bersalin. Terpisah dari ibu. Sudut pandang yang digunakan adalah....a. Orang pertamab. Orang pertama dan ketigac. Orang ketigad. Orang keduae. Orang kedua dan ketiga
  19. 19. 5. Dari luar, kudengar sayup-sayup suara kicau burung-burung. Rupanya sudah pagi, kubuka jendela menhirup udara segar dini hari. Teduhnya pagi ini. Seekor burung pipit hinggap dekat tanganku. Jinak betul, memandang kepadaku dengan matanya yang hitam kecil, lucu ...Ahh, sekarang aku tahu mengapa sampai bermimpi Raumanen semalam. Latar novel diatas menggambarkan suasana.... a. Syahdu b. Sedih c. Galau d. Khidmat e. Riang
  20. 20. 6. Percakapan itu lancar, mengiringi gerak dan sentuhan bidan yang pasti dan ahli memeriksa payudara pasien, pernafasan, mata, tenggorokan. Kemudian mencuci tangan, mengenakan pelindung dari akret. “Anaknya berapa, Bu?” “Lima” “Wah, sudah banyak! Mengikuti KB atau tidak?” “Suami saya tidak mau.” “Euh!” bidan mengeluarkan bunyi sesalan. “Ya, dia sih enak saja! Ibu yang cape!” Ditanya umur, rumah, nama anak-anaknya. Tiba-tiba bidan itu memandangi wajah pasiennya lagi, seakan-akan mencari satu pengenalan. Ya, benar! Pasien itu sudah pernah diperiksanya. Entah berapa kali. Barangkali setiap beranak! Permasalahan dalam penggalan cerita diatas adalah.... a. Agar setiap bidan tidak selalu membicarakan masalah pribadi pada saat bertugas b. Agar setiap bidan tidak bertanya tentang jumlahnya anak pasiennya c. Agar setiap orang tidak memandang rendah kehidaupan orang lain d. Agar setiap ibu merencanakan dan membatasi kehamilannya dengan mengikuti KB e. Agar setiap bidan bersikap bersikap ramah, sopan, dan bertindak sesuai dengan tugasnya
  21. 21. 7. Syahdan akan Permaisuri Kuripan pun ingin rasanya ia hendak berputra laki-laki yang baik parasnya. Maka kata permaisuri, “ Kakang Aji, ingin pula rasanya kita ini peroleh anak.” Maka kata Nata, “Sungguh seperti kata Tuan, Kakanda pun demikianlah juga bila gerangan Kakang ini beroleh putra dengan pun Yayi, akan jadi ganti pun Kakang di dalam dunia ini, kalau-kalau kita berdua dikehendaki oleh Sanghyang Sukma kembali ke Khayangan kita.” Maka kata Permaisuri, ”Kakang Aji, marilah kita memuja pada segala Dewa-Dewa memohonkan kalau-kalau dianugrahkan oleh Dewa mulia raya akan kita akan anak ini.” Watak permaisuri pada kutipan tersebut adalah …. a. Takut pada suami b. Keras hati c. Taat beribadah d. Suka berhayal e. Tinggi hati 8. Amanat pada cerita nomor 7 diatas adalah …. a. Jangan memuja Dewa-Dewa b. Bersabarlah dalam menghadapi musibah c. Bersikaplah saling menghormati antar suami istri d. Hindarilah perbuatan tercela e. Berdoalah dan berusaha jika menginginkan sesuatu
  22. 22. 9. Sesaat kemudian Zeimu sudah berdiri di hadapan meja manager penjualan. Pria itu menhirup asap rokoknya ketika burung beonya mulai berkata-kata dalam nada yang tak kenal basa-basi. “Zeimu, dengarkan! Seperti yang kau tahu, saat ini cukup kritis bagi perusahaan. Lebih dari sebelumnya, saat ini kita dituntut berprestasi. Dan terus terang saja Zeimu, setelah menelaah laporan harian hasil penjualanmu, saya hanya dapat berkata bahwa kau belum berusaha sebaik mungkin, singkatnya kau harus berusaha lebih keras lagi." Nilai budaya yang terdapat pada kutipan berikut adalah ….a. pentingnya bekerja sama dengan pimpinanb. pemberian interuksi dari atasan kepada bawahanc. patuh pada atasan di perusahaand. tuntutan dunia kerja pada zaman sekarange. karyawan yang berprestasi adalah karyawan yang baik10. Setting yang digunakan dalam cerpen tersebut adalah ….a. Lobbyb. Kantor direkturc. Kantor Managerd. Ruang Staffe. Halaman kantor
  23. 23. 11. Ibu Santi senantiasa membersihkan diri. Setiap kotoran yang menempel di rimah ditepisnya jauh-jauh. Ia manjakan indra- indranya dengan aroma wangi lilin temaram,sunyi alam. Panas tubuhnya senantiasa ia dinginkan seperti hujan yang membasuh basah bumi. Dan semua itu ia lakukan dengan penuh bakti. Layaknya sebuah panggilan, bukan beban. Pertanyaanku terjawab. Ia mungkin bosan. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan novel tersebut adalah ….a. orang pertama pelaku sampinganb. orang pertama dan ketigac. orang pertama pelaku ketigad. orang pertama pelaku utamae. orang ketiga serba tahu12. Watak tokoh ibu Sati dalam penggalan novel tersebut adalah ….a. egoisb. angkuhc. ramahd. telitie. sombong
  24. 24. YES NO
  25. 25. Preparing to exit ...
  26. 26. Thank you for watching us …

×