107                                       BAB IV                     HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN        Pada bab IV in...
108Alam dan 5 kelas program Ilmu Sosial, dan kelas XII berjumlah delapan kelas terdiridari 3 kelas program Ilmu Alam dan 5...
109dilanjutkan dengan mengabsen siswa. Dengan menggunakan metode ceramah dandiskusi, materi puisi kontemporer dijelaskan s...
110            Kegiatan mengapresiasi puisi kontemporer dilakukan samapi waktu yangtelah ditentukan. Selanjutnya guru meny...
111 Tabel 2. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Kondisi Awal   No.                 Uraian Pencapaian Has...
112                                B. Deskripsi Hasil Siklus I        Pelaksanaan tindakan kelas ini berlangsung melalui d...
113Sutardji Calzoum Bachri. Ada tiga puisi yang dipilih masing-masing berjudul“Tragedi Winka & Sihka”, “Q”, dan “Sepisaupi...
114oleh Sutardji Calzoum Bachri. Dengan berkeliling guru mencoba memberikansemacam pancingan agar siswa dengan secepatnya ...
115diskusi untuk setiap kelompok, guru memberikan penegasan ulang tentang maksudpuisi serta hal-hal yang berkaitan dengan ...
116c. Menyiapkan Lembar Observasi         Lembar observasi digunakan untuk merekam segala aktivitas pelaksanaanproses bela...
117menjawab waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Guru mengadakan tanyajawab sekitar puisi dan siswa yang merasa bis...
118dalam pembelajaran ini, yaitu metode dengan pendekatan kontekstual. Setelah itubarulah guru masuk pada inti pembelajara...
119       Guru menayangkan slide ke-5 dan ke-6 yang tentang puisi “Tragedi Winka &Sihka” yang ditulis oleh Sutardji Calzou...
120      Sekitar 25 menit guru menyampaikan penjelasan kepada siswa. Setelahpenjelasan kepada siswa dirasa cukup, guru den...
121sudah berlatih untuk mengapresiasi puisi kontemporer dengan melalui pendekatankontekstual. Pendekatan ini pun juga suda...
122mengucapkan assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, siswa pun membalasdengan menjawab waalaikum salam warohmatulloh...
123                     Gambar 12. (slide ke-15 LKS Puisi “Sepi Saupi”)              Pertanyaan              1. Jelaskan m...
124         Evaluasi siklus I dilaksanakan 45 menit menjelang berakhirnya kegiatanpembelajaran. Materi puisi disesuaikan d...
1253. Tahap Observasi Interpretasi       Hasil observasi terhadap pelaksanaan tindakan dapat dideskripsikan sepertiberikut...
126       Dalam proses belajar mengajar, belum semua siswa dapat memanfaatkanwaktu dengan sebaik-baiknya. Hal ini dapat di...
127mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus I mencapai 66. Sementara itu,ketuntasan secara klasikal baru mencapai 47,62...
128       Adanya beberapa siswa yang kurang menghiraukan terhadap instruksi yangdisampaikan oleh guru karena beberapa hal....
129pertanyaan/ menemukan jawaban (inquiry), mempresentasikan hasil diskusi. Selainitu, siswa perlu mengetahui bahwa pengal...
130       Puisi kontemporer yang dipilih pada siklus kedua ini adalah puisikontemporer karya F. Rahadi, Noorca marendra, d...
131kontemporer. Setelah selesai pembahasan puisi tersebut siswa diberi kesempatanuntuk menyampaikan pertanyaan.         Se...
1322) Tahap Inti       Siklus pertama pertemuan kedua ini merupakan kelanjutan dari pertemuanpertama. Bagi kelompok yang b...
133point dan laptop yang dihubungkan dengan LCD. Dengan cara ini, media power pointyang sudah dibuat dapat ditampilkan.   ...
134b. Tahap Pelaksanaan Tindakan       Sebagaimana yang telah diuraikan pada RPP, kegiatan proses pembelajaranpada siklus ...
135                                    Sajak Transmigran II                                            dia selalu singkong...
136                   Gambar 17. Suasana masyarakat belajar pada siklus II       Dalam kegiatan diskusi tersebut tampak si...
137       Pada siklus kedua pertemuan kedua ini, guru melanjutkan kegiatanpembelajaran sebelumnya yakni mengapresiasi puis...
138         Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk mencatat hal-hal yang pentingdan mencocokkan jawaban yang sudah d...
139atas proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Waktu yang digunakan untukrefleksi sekitar 10 menit.3. Tahap Observasi...
140       Hasil pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus II dapatdilihat pada tabel berikut.       Tabel 4...
141     100      80                                                           nilai sama dengan 67                        ...
142                         D. Pembahasan Hasil Penelitian1. Pembahasan Kondisi Awal        Proses pembelajaran mengapresi...
143sesuatu (pertanyaan) yang belum diketahui jawabannya. Oleh karena itu, kemampuansiswa yang dimiliki dalam mengapresiasi...
144menyampaikan materi puisi kontemporer. Meskipun siswa tertawa riang, kelastampak dalam situasi yang hidup dan terkendal...
145terhadap puisi kontemporer sebesar 52,38. Siswa melalukan kegiatan bertanyaterhadap puisi kontemporer sebesar 52,38. Si...
146saat diskusi dilakukan, siswa tampak bersungguh-sungguh, mereka secepatnyaberdiskusi, dan secepatnya menyelesaikan soal...
1473. Pembahasan Antarsiklus       Hasil belajar siswa pada siklus I belum memenuhi batas tuntas yang telahditetapkan. Upa...
148mengapresiasi puisi kontemporer dengan pendekatan CTL pada siklus I belumberlangsung dengan baik.       Pada siklus II,...
149aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan indikator kinerjayang telah ditetapkan.       Berdas...
150       Hasil pengamatan atau abservasi yang disajikan pada tabel di atas dapatdideskripsikan seperti berikut. Aktivitas...
151           Tabel 6. Hasil Tes Mengapresiasi Puisi Kontemporer Tiap Siklus    No.            Aspek Pencapaian Hasil     ...
152  100   90   80   70   60                                                       rata-rata   50                         ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Gabungan a e final

2,457 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,457
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
52
Actions
Shares
0
Downloads
22
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Gabungan a e final

  1. 1. 107 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini diuraikan tentang hasil penelitan yang merupakan jawabanatas rumusan masalah yang sudah dutuangkan dalam Bab I. Sebelum hasil penelitianini dipaparkan, pada bagian ini akan diuraikan terlebih dahulu tentang kondisi awal(pratindakan) pembelajaran apresiasi puisi kontemporer pada siswa kelas XII IlmuSosial-4 SMA Batik 1 Surakarta. Secara garis besar, pada bab IV ini akan diuraikan lima hal pokok, yaitu: (1)deskripsi kondisi awal, (2) deskripsi hasil siklus I, (3) deskripsi hasil siklus II, (4)pembahasan hasil penelitian, dan (5) hasil penelitian. Penelitian tindakan kelas inidilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu tahapperencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan interpretasi, dantahap analisis dan refleksi. A. Deskripsi Kondisi Awal SMA Batik 1 Surakarta terletak di pusat kota Surakarta bagian Barat.Lembaga ini beralamat di Jalan Slamet Riyadi 445 Surakarta dengan nomor telepon(0271) 710785, 723665, nomor faksimil (0271) 723742, website: www.smubatik1-slo.sch.id. dengan e-mail: smabatik1@yahoo.com. Sekolah tersebut mempunyai 25 kelas terdiri dari kelas X sebanyaksembilan kelas, kelas XI sebanyak delapan kelas terdiri dari 3 kelas program Ilmu
  2. 2. 108Alam dan 5 kelas program Ilmu Sosial, dan kelas XII berjumlah delapan kelas terdiridari 3 kelas program Ilmu Alam dan 5 kelas program Ilmu Sosial. Adapun kelas yangdigunakan untuk penelitian ini adalah kelas XII Ilmu Sosial-4. Siswa kelas XII Ilmu Sosial-4 SMA Batik 1 Surakarta berjumlah 42 siswaterdiri dari 21 siswa putra dan 21 siswa putri. Kemampuan akademik yang dimilikisiswa di kelas tersebut sangat bervariasi. Hal ini berarti kelas tersebut terdapatbermacam-macam kategori kemampuan siswa, ada yang memiliki kemampuanprestasi akademik yang menonjol, ada yang memiliki kemampuan prestasi akademikyang kurang, dan banyak diantara mereka yang memiliki kemampuan prestasiakademik sedang/ rata-rata. Hal ini dapat dilihat pada nilai akhir semester satu. Rata-rata kelas tersebut mencapai 67,15. Angka tersebut merupakan angka sedikit lebihtinggi dari batas KKM yang sudah ditetapkan, yaitu 67. Adapun kondisi awal proses pembelajaran mengapresiasi puisikontemporer siswa kelas XII Ilmu Sosial-4 SMA Batik 1 Surakarta ini dapatdideskripsikan seperti berikut. Pada tanggal 16 Januari 2009 jam ke-4 dan 5 guru danpeneliti masuk ke ruang kelas XII Ilmu Sosial-4. Suasana kelas tampak tenang padasaat jam pelajaran bahasa Indonesia yang diampu oleh Esti Suryani, S. Pd. dimulai.Siswa segera menempatkan diri pada tempat yang sudah disediakan dan siapmenerima pelajaran. Materi pembelajaran pada kondisi awal ini dikemas dalam satu tatapmuka dengan alokasi waktu 2 x 45 menit. Pada saat mengawali proses pembelajaranmengapresiasi puisi kontemporer, terlebih dahulu guru mengucapkan salam dan
  3. 3. 109dilanjutkan dengan mengabsen siswa. Dengan menggunakan metode ceramah dandiskusi, materi puisi kontemporer dijelaskan secara panjang lebar oleh guru.Sementara itu, siswa memperhatikan penjelasan guru dengan sungguh-sungguhsambil mencatat penjelasan guru. Proses pembelajaran dimulai dengan penjelasan sekitar puisi kontemporerseperti: pengertian, ciri-ciri, contoh-contoh, pengarang puisi kontemporer, dan caramemahami puisi kontemporer. Suasana kelas tampak tenang selama gurumemberikan penjelasan. Sambil mendengarkan penjelasan dari guru, siswa mencatathal-hal yang penting dalam puisi kontemporer. Pada akhir penjelasan, gurumemberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pertanyaan yangberhubungan dengan puisi kontemporer. Kesempatan tersebut hanya digunakan olehsebagian kecil siswa untuk bertanya. Siswa kelihatan pasif seolah-olah hanyamenerima begitu saja materi puisi yang disampaikan oleh guru. Setelah penjelasan dirasa cukup, guru memberikan tugas kepada siswauntuk mengapresiasi puisi kontemporer yang terdapat pada buku paket yang berjudul”Doktorandus Tikus I” karya F. Rahadi. Sebagian besar siswa tampak kebingunganuntuk mengetahui isi puisi yang ditugaskan oleh guru. Siswa merasa aneh dan heranbahwa ada bentuk puisi seperti itu. Sesekali guru berkeliling dan melihat pekerjaansiswa. Dalam hal ini tampak kurangnya bimbingan guru terhadap siswa. Guru hanyaberkeliling melihat suasana kejiwaan yang ada pada setiap siswa untuk mengapresiasipuisi kontemporer.
  4. 4. 110 Kegiatan mengapresiasi puisi kontemporer dilakukan samapi waktu yangtelah ditentukan. Selanjutnya guru menyuruh siswa mengumpulkan tugas yang sudahdikerjakan. Proses kegiatan belajar mengajar diakhiri tanpa memberikan penguatanatau umpan balik mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung. Gambar 4. Siswa sedang mendengarkan penjelasan guru pada awal sebelum PTK dilaksanakan (16 Januari 2009) Hasil mengapresiasi puisi kontemporer pada kondisi awal dapat dilihat padatabel berikut ini.
  5. 5. 111 Tabel 2. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Kondisi Awal No. Uraian Pencapaian Hasil Jumlah Siswa Keterangan 1 Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67 2 Tuntas 2 Siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 67 40 Belum tuntas 3 Rata-rata 54 4 Ketuntasan Klasikal 4,76% Nilai yang disajikan pada tabel di atas menunjukkan bahwa siswa yangmendapatkan nilai di atas 67 sebanyak 2 siswa. Sebaliknya, siswa yang mendapatkannilai kurang dari 67 sebanyak 40 siswa. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasipuisi kontemporer pada kondisi awal mencapai 54. Sementara itu, ketuntasan secaraklasikal baru mencapai 4,76%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwaproses pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer sebelum dilakukan tindakanmasih sangat kurang. Untuk lebih jelasnya, nilai kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padakondisi awal dapat digambarkan seperti diagram berikut ini. 60 nilai sama dengan atau lebih dari 50 67 40 nilai kurang dari 67 30 20 rata-rata 10 ketuntasan klasikal 0 jumlah siswa keterangan Gambar 5. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Kondisi Awal
  6. 6. 112 B. Deskripsi Hasil Siklus I Pelaksanaan tindakan kelas ini berlangsung melalui dua siklus yangberkelanjutan mulai siklus pertama sampai siklus kedua. Setiap siklus dilaksanakandalam dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan dua jam pelajaran (sekitar 90menit). Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yang meliputi: a) tahap perencanaan(planning), b) tahap pelaksanaan tindakan (acting), c) tahap observasi (observing),dan d) tahap refleksi (reflecting).Siklus Pertama (dilaksanakan pada tanggal 23 dan 28 Januari 2009) Ada empat tahap kegiatan pada siklus I, yaitu: tahap perencanaan tindakan, tahappelaksanaan tindakan, tahap observasi dan interpretasi, dan tahap analisis dan refleksi.1. Tahap Perencanaan Tindakan Perencanaan penelitian tindakan kelas pada siklus ini meliputi kegiatan-kegiatan seperti: (1) menyusun RPP, (2) mempersiapkan fasilitas dan saranapendukung, dan (3) menyiapkan lembar observasi.a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pada tahap ini peneliti dan guru berkolaborasi menyusun skenariopembelajaran. Pembelajaran apresiasi puisi kontemporer dalam satu siklus dirancanguntuk dua kali pertemuan. Perancangan RPP mencakup penentuan: standarkompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok, skenario pembelajaran, mediapower point, dan sistem penilaian. Adapun materi pembelajaran ini berkaitan dengan puisi kontemporer. Puisikontemporer yang dipilih pada siklus pertama ini adalah puisi kontemporer karya
  7. 7. 113Sutardji Calzoum Bachri. Ada tiga puisi yang dipilih masing-masing berjudul“Tragedi Winka & Sihka”, “Q”, dan “Sepisaupi”. Ketiga puisi itu digunakan untukdua kali pertemuan. Langkah-langkah atau skenario pembelajaran pada siklus I (pertemuan ke-1)mencakup kegiatan-kegiatan seperti berikut ini.1) Tahap Pendahuluan Guru bersama peneliti memasuki ruang kelas XII IPS-4, memberikan salam,mengabsen, dan mengkondisikan siswa segera mengikuti proses belajar mengajar.Guru dibantu oleh siswa mempersiapkan laptop dan LCD untuk mempersiapkankegiatan belajar mengajar. Guru berdialog dengan siswa berkaitan dengan materipuisi yang pernah dipelajarinya dan puisi yang akan dipelajari. Selain itu, guru jugamengadakan tanya jawab seputar materi puisi. Selanjutnya, guru menyampaikanStandar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan indikator.2) Tahap Inti Pada tahap ini, siswa membaca contoh puisi kontemporer yang sudahdibagikan oleh guru. Selanjutnya, guru menyampaikan penjelasan cara memahamipuisi “Tragedi Winka & Sihka”. Melalui tanya jawab dan penjelasan guru,diharapkan siswa terbuka cakrawala berpikir dalam memahami puisi kontemporer.Setelah selesai pembahasan puisi tersebut siswa diberi kesempatan untukmenyampaikan pertanyaan. Selanjutnya siswa berkelompok untuk mendiskusikan dua puisi. Puisi pertamaberjudul “Q” dan puisi kedua berjudul “Sepi Saupi” Kedua puisi tersebut dikarang
  8. 8. 114oleh Sutardji Calzoum Bachri. Dengan berkeliling guru mencoba memberikansemacam pancingan agar siswa dengan secepatnya dapat menemukan maksud puisiyang didiskusikan. Selain itu, siswa juga diperintahkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada pada lembar siswa. Kegiatan diskusi berlangsung selama25 menit. Setelah selesai diskusi dan mengerjakan soal-soal latihan, setiap kelompokmembacakan hasil diskusi di depan kelas.3) Tahap Penutup Pada tahap ini guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran yang sudahberlangsung. Bagi kelompok yang belum mempresentasikan hasil duskusi, supayamempersiapkan kelompoknya pada pertemuan yang akan datang. Langkah-langkah atau skenario pembelajaran pada siklus I (pertemuan ke-2)mencakup kegiatan-kegiatan seperti berikut ini.1) Tahap Pendahuluan Guru bersama peneliti memasuki ruang kelas XII IPS-4, memberikan salam,mengabsen, dan mengkondisikan siswa segera mengikuti proses belajar mengajar.Guru dibantu oleh siswa mempersiapkan laptop dan LCD untuk mempersiapkankegiatan belajar mengajar. Guru berdialog dengan siswa untuk melanjutkanpresentasi bagi kelompok yang belum maju.2) Tahap Inti Pada siklus pertama pertemuan yang kedua merupakan kelanjutan daripertemuan pertama. Bagi kelompok yang belum maju supaya mempersiapkan diriuntuk maju menyampaikan hasil diskusinya. Setelah selesai penyampaian hasil
  9. 9. 115diskusi untuk setiap kelompok, guru memberikan penegasan ulang tentang maksudpuisi serta hal-hal yang berkaitan dengan puisi yang didiskusikan. Setelah semuakelompok maju guru menanyakan hal-hal yang belum jelas. Setelah dirasa cukupguru memberikan penegasan yang berkaitan dengan kedua puisi yang didiskusikan.Guru menampilkan di layar slide ke-17 sampai dengan slide ke-26. Siswa diberikesempatan untuk menulis hal-hal penting yang terdapat dalam slide tersebut. Setelahproses pembelajaran dirasa cukup, untuk mengetahui kemampuan siswa dalammengapresiasi puisi kontemporer guru mengadakan ulangan selama 40 menit.3) Tahap Penutup Siswa dan guru melakukan refleksi untuk mengetahui kekurangan dankelebihan proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Hal ini berguna untukmemperbaiki kegiatan pada siklus berikutnya.b. Mempersiapkan Fasilitas dan Sarana Pendukung Fasilitas yang perlu disiapkan untuk proses pembelajaran adalah ruang kelasXII IPS-4. Di Kelas XII IPS-4 sudah tersedia sebuah LCD dan sebuah layar yang siapdigunakan. Untuk itu, guru tinggal mempersiapkan laptop yang dihubungkan denganLCD agar media power point yang sudah dibuat dapat ditampilkan. Sementara itu, untuk keperluan diskusi, siswa tinggal membalikkan kursisupaya posisi tempat duduk siswa dapat berhadap-hadapan. Hal ini dapatmemudahkan siswa untuk dapat berdiskusi dengan baik sesuai dengan kelompoknya.
  10. 10. 116c. Menyiapkan Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk merekam segala aktivitas pelaksanaanproses belajar mengajar. Untuk itu, lembar observasi yang dibutuhkan berupablangko pengamatan yang berisi daftar isian yang mencakup kegiatan guru dan siswa.Lembar pengamatan yang digunakan untuk siswa meliputi: kegiatan siswa selamaproses belajar mengajar khususnya pada saat berdiskusi (bertanya, menemukan, danmerekonstruksi), lembar kerja siswa, dan soal evaluasi untuk uji kompetensi padasiklus pertama. Sementara itu, lembar pengamatan yang digunakan untuk gurumeliputi aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsung seperti:bagaimana guru mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran, bagaimana gurumenjadi motivator dalam pembelajaran, bagaimana guru memberikan kesempatanbertanya kepada siswa, bagaimana guru memberikan contoh-contoh konkrit dalammengapresiasi puisi kontemporer, bagaimana guru membimbing siswa selama prosespembelajaran, bagaimana guru mengatur waktu sesuai dengan pengalokasian waktuyang telah direncanakan, dan bagaimana guru memiliki sikap simpatik terhadapsiswa.2. Tahap Pelaksanaan Tindakan Sebagaimana yang telah diuraikan pada RPP, kegiatan proses pembelajaranpada siklus I dirancang untuk untuk dua kali pertemuan. Pada siklus pertamapertemuan pertama ini, guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkanassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Siswa pun membalas dengan
  11. 11. 117menjawab waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Guru mengadakan tanyajawab sekitar puisi dan siswa yang merasa bisa menjawab pertanyaan guru tersebut.Setelah dinilai cukup, guru memulai dengan menampilkan slide pertama yang ada dilayar (screen). Pada slide pertama tertulis puisi kontemporer dengan tulisan yangcukup besar. Hal ini unutk memberikan penekanan bahwa matei yang di bahas saatini berkaitan dengan puisi kontemporer. Selanjutnya guru menampilkan slide ke-2. Sebelum ditampilkan tulisannya,disitu terdapat beground dengan gambar kunci. Guru menanyakan maksud gambar ituyang tentu saja dihubungkan dengan puisi kontemporer. Pada slide ke-2 tertulis“Standar Kompetensi” yang berbunyi “Memahami buku kumpulan puisi kontemporerdan karya sastra yang dianggap penting pada tiap periode”. Selanjutnya gurumenampilkan slide yang ke-3. Sebagaimana slide yang ke-2 guru juga menanyakanmakna beground yang menunjukkan orang bersalaman. Oleh guru, beground tersebutdiberi makna bahwa dalam sebuah puisi terdapat satu kesatuan yaitu tema.Selanjutnya ditampilkan isi slide yang ke-3 yaitu “Kompetensi Dasar” yangberbunyai “Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatanmembaca buku kumpulan puisi kontemporer”. Pada slide ke-4 guru menyempaikan tentang indikator. Guru menjelaskanbahwa setelah selesai pembelajaran siswa hendaknya dapat melakukan, membuat,menghubungkan menemukan segala sesuatu yang ada dalam puisi kontemporer.Setelah menyampaikan indikator, guru menjelaskan tentang metode yang digunakan
  12. 12. 118dalam pembelajaran ini, yaitu metode dengan pendekatan kontekstual. Setelah itubarulah guru masuk pada inti pembelajaran. Tragedi Winka & Sihka kawin kawin kawin kawin kawin ka win ka win ka win ka win ka winka winka winka winka winka winka sih Gambar 6. (slide ke-5 puisi Tragedi Winka & Sihka) Tragedi Winka & Sihka ka sih ka sih ka sih ka sih ka sih sih sih sih sih sih ka Ku (Sutardji Calzoum Bachri) Gambar 7. lanjutan (slide ke-6 puisi Tragedi Winka & Sihka)
  13. 13. 119 Guru menayangkan slide ke-5 dan ke-6 yang tentang puisi “Tragedi Winka &Sihka” yang ditulis oleh Sutardji Calzoum Bachri. Puisi tersebut tidak cukup dalamsatu slide, untuk itu guru membagikan puisi tersebut dalam bentuk lembar kertasfotokopi agar siswa mengetahui dengan jelas tipografi puisi tersebut. Dengan tanyajawab guru berusaha membantu siswa untuk membuka cakrawala berpikir untukmengetahui isi puisi tersebut. Selain itu, guru pun memberikan penjelasan caramemahami isi puisi kontemporer itu baik mengenai tipografi, kata-kata nonsense,enjambemen, dan pemenggalan kata. Hal ini dapat dilihat pada tayangan slide ke-7s.d. slide ke-10. Gambar 8. Guru sedang menyampaikan materi untuk mengkonstruksi puisi kontemporer pada siklus I
  14. 14. 120 Sekitar 25 menit guru menyampaikan penjelasan kepada siswa. Setelahpenjelasan kepada siswa dirasa cukup, guru dengan cepat menyuruh siswa membuatkelompok untuk mendiskusikan puisi kontemporer yang akan dibagikan. Selanjutnyasetiap siswa menerima lembar kerja untuk mendiskusikan dua buah puisikontemporer dan selanjutnya mengisi lembar kerja tersebut. Sesekali gurumemberikan pancingan kepada siswa untuk dapat menemukan isi puisi tersebut. Gambar 9. Suasana masyarakat belajar pada siklus I Dalam kegiatan diskusi tersebut tampak siswa aktif berpikir mengajukanpendapatnya dalam kelompok. Oleh kelompok, pendapat-pendapat dari anggotanyaditanggapi oleh anggota yang lain. Selanjutnya setelah dilakukan pengkajian danpembahasan dalam kelompok ditulislah hasil diskusi kelompok itu ke dalam lembarjawab siswa yang sudah dimiliki oleh masing-masing siswa. Dalam hal ini siswa
  15. 15. 121sudah berlatih untuk mengapresiasi puisi kontemporer dengan melalui pendekatankontekstual. Pendekatan ini pun juga sudah dilaksanakan oleh siswa dengan caramengkonstruksi, menemukan, bertanya dan menjawab (diskusi) pertanyaan yang adadalan lembar kerja siswa. Sekitar pukul 11.15 guru mempersilakan kelompok untuk majumenyampaikan hasil diskusinya. Kelompok petama yang maju dipimpin oleh Adiyta,sedangkan kelompok yang kedua maju dipimpin oleh Danis. Kedua kelompoktersebut hanya menyampaikan pembahasan satu puisi saja. Dengan demikianpembahasan puisi kedua dan kelompok yang belum maju akan dilanjutkan padapertemuan yang akan datang. Gambar 10. Suasana penyampaian hasil diskusi kelompok di depan kelas pada siklus I Pada siklus pertama pertemuan kedua ini, guru melanjutkan kegiatanpembelajaran sebelumnya yakni mengapresiasi puisi kontemporer. Diawali dengan
  16. 16. 122mengucapkan assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, siswa pun membalasdengan menjawab waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Guru mengadakantanya jawab sekitar puisi kontemporer yang sudah disampaikan pada pertemuansebelumnya. Setelah dinilai cukup, guru memulai memberikan kesempatan padakelompok yang belum maju untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Gambar 11. Suasana menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas pada pertemuan kedua siklus I Setelah kegiatan diskusi selesai guru menyampaikan kembali segala sesuatuyang sudah didiskusikan. Hal ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepadasiswa mengenai hasil diskusi yang sudah dilaksanakan. Adapun penguatan yangdisampaikan guru dapat dilihat pada slide ke-15 s. d. slide ke-26 (lihat lampiran)
  17. 17. 123 Gambar 12. (slide ke-15 LKS Puisi “Sepi Saupi”) Pertanyaan 1. Jelaskan masalah utama yang dibahas penyair dalam puisi Sepi Saupi ! Jawab: masalah utama puisi Sepi Saupi adalah keadaan dunia sekarang ini yang serba jungkir balik/ porak poranda. 2. Bagaimanakah sikap penyair terhadap masalah yang disampaikan dalam puisi? Jawab: Penyair menganggap bahwa kehidupan di dunia ini sungguh menyakitkan, jiwa terasa sepi dan hampa. Gambar 13. (slide ke-16 jawaban LKS Puisi “Sepi Saupi”) Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk mencatat hal-hal yang pentingdan mencocokkan jawaban yang sudah didiskusikan dalam kelompok. Hal ini perludilakukan untuk memberikan keyakinan tentang hasil diskusi yang sudahdilaksanakan. Setelah proses kegiatan belajar selesai dilanjutkan dengan evaluasi.
  18. 18. 124 Evaluasi siklus I dilaksanakan 45 menit menjelang berakhirnya kegiatanpembelajaran. Materi puisi disesuaikan dengan puisi yang sudah didiskusikan dalamkelompok. Pada kegiatan ini, siswa kelihatan diam, berusaha mengerjakan soal-soal,dan berusaha menjawab soal-soal yang ada. Soal dikerjakan oleh siswa selam 40menit. Gambar 14. Suasana tes pada akhir siklus I Setelah semuanya selesai (sampai pada evaluasi), proses pembelajarandiakhiri dengan refleksi. Hal ini digunakan untuk mengetahui kekurangan dankelebihan proses pembelajaran yang sudah berlangsung serta untuk memperbaikiproses pembelajaran yang akan datang. Waktu yang digunakan untuk refleksi sekitar10 menit.
  19. 19. 1253. Tahap Observasi Interpretasi Hasil observasi terhadap pelaksanaan tindakan dapat dideskripsikan sepertiberikut ini. Pada saat guru mengkonstruksi puisi kontemporer, tampak siswamemperhatikan dengan sungguh-sungguh. Mereka asyik mendengarkan penjelasanguru dan sesekali menjawab pertanyaan guru. Mereka tampak gembira dalammengikuti pelajaran, antusias, dan respek terhadap apa yang disampaikan oleh guru.Pada tahap rekonstruksi ini anak betul-betul mengikuti dengan tertib, meskipunsesekali terdengar suara tertawa gembira melihat dan mendengar penjelasan dari gurumenyampaikan materi puisi kontemporer. Meskipun siswa tertawa riang, kelastampak dalam situasi yang hidup dan terkendali. Sementara itu, pada saat pembentukan kelompok untuk mendiskusikan puisiyang sudah dibagikan, masih ada siswa yang tidak cepat dalam memilih kelompok.Dia bingung akan mengikuti kelompok mana setelah mengetahui teman-temannyasudah pada membentuk kelompok. Selanjutnya guru menyarankan untuk mengikutikelompok yang anggotanya masih sedikit. Pada saat diskusi dilakukan, masih ada siswa yang tampak bersantai-santai,kurang cepat memikirkan puisi yang sudah ada dihadapannya. Untung saja guru cepatmendekati siswa tersebut dan mengarahkan agar secepatnya menyesuaikan diri.Sebagian siswa tampak belum dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.Ada siswa yang belum memulai membaca puisi yang sudah disampaikan oleh gurumeskipun sudah waktu mengerjakan sudah berlangsung selama tiga menit.
  20. 20. 126 Dalam proses belajar mengajar, belum semua siswa dapat memanfaatkanwaktu dengan sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat pada saat kegiatan diskusikelompok dilaksanakan. Ada sebagian siswa yang kurang dapat memanfaatkan waktuyang telah ditentukan dengan sebaik-baiknya. Hal ini terlihat saat guru berkelilingada kelompok siswa yang belum mengerjakan soal-soal yang sudah disampaikankepada siswa untuk ditemukan jawabannya. Padahal kegiatan diskusi sudahberlangsung sekitar 7 menit. Guru menegur kelompok tersebut dan memotivasikelompok tersebut untuk secepatnya menyesuaikan diri dan mendiskusikan puisiyang sudah dibagikan kepada setiap kelompok. Hasil pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus I dapatdilihat pada tabel berikut. Tabel 3. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Siklus INo. Uraian Pencapaian Hasil Jumlah Siswa Keterangan 1 Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67 20 Tuntas 2 Siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 67 22 Belum Tuntas 3 Rata-rata 66 4 Ketuntasan Klasikal 47, 62% Hasil tes yang disajikan pada tabel di atas, menunjukkan bahwa siswa yangmendapatkan nilai di atas 67 sebanyak 20 siswa. Sebaliknya, siswa yangmendapatkan nilai kurang dari 67 sebanyak 22 siswa. Nilai rata-rata kemampuan
  21. 21. 127mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus I mencapai 66. Sementara itu,ketuntasan secara klasikal baru mencapai 47,62% (lihat lampiran siklus I halaman204-205). Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa proses pembelajaranmengapresiasi puisi kontemporer dengan pendekatan CTL pada siklus I belumberlangsung dengan baik. Untuk lebih jelasnya, nilai kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus I dapat digambarkan seperti diagram berikut ini. 70 60 nilai sama dengan 67 atau 50 lebih 40 nilai kurang dari 67 30 rata-rata 20 10 ketuntasan klasikal 0 jumlah siswa keterangan Gambar 15. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Siklus I4. Tahap Refleksi Berdasarkan hasil observasi di atas, dapat diketahui bahwa belum semuasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Hal ini dapat dilihat masih ada siswayang bercakap-cakap untuk masalah yang lain. Untuk menindaklanjuti hal tersebut,proses pembelajaran pada siklus II perlu ditekankan kepada siswa mengenaipentingnya pemanfaatan waktu untuk pembelajaran.
  22. 22. 128 Adanya beberapa siswa yang kurang menghiraukan terhadap instruksi yangdisampaikan oleh guru karena beberapa hal. Pertama, sulitnya mengubah kebiasaansiswa yang semula pasif menjadi aktif. Kedua, sulitnya mengkondisikan siswamengikuti proses belajar mengajar selama 90 menit. Adanya kecenderungan siswauntuk mencuri kesempatan melakukan aktivitas lain seperti berbincang-bincangdengan siswa lain dengan topik yang berbeda. Siswa melakukan hal-hal tersebutdisebabkan siswa kurang mengerti terhadap tujuan yang harus dicapai setelahkegiatan pembelajaran selesai. Oleh sebab itu, pada proses pembelajaran berikutnya,yaitu siklus II perlu ditekankan kepada siswa untuk mengikuti proses kegiatan belajardengan sungguh-sungguh. Khusus pada pembuatan puisi kontemporer, perlu ditekankan kepada siswauntuk memperhatikan tipografi serta makna yang tersirat dalam tipografi tersebut.Tipografi tersebut sangat penting karena merupakan salah satu ciri dari puisikontemporer. Selain itu, pemilihan diksi diupayakan setepat dan sehemat mungkin.Namun demikian, puisi yang dibuatnya tetap mengacu pada suatu tema yang telahditentukan. Perlu ditingkatkan pula keaktivan siswa serta peran setiap siswa dalam diskusikelompok. Siswa perlu dibangkitkan semangatnya, sehingga persoalan yang terdapatdalam setiap kelompok dapat diselesaikan. Selain itu, tanggung jawab yang diberikankepada siswa perlu dibina dan ditingkatkan. Untuk itu siswa perlu mengetahui bahwa apa-apa yang mereka lakukan akandiberikan penilaian, seperti: mengajukan pertanyaan (questioning), menjawab
  23. 23. 129pertanyaan/ menemukan jawaban (inquiry), mempresentasikan hasil diskusi. Selainitu, siswa perlu mengetahui bahwa pengalaman yang diperoleh melalui prosespembelajaran akan bermanfaat bagi dirinya untuk dapat mengapresiasi puisikontemporer secara lebih baik. C. Deskripsi Hasil Siklus IISiklus Kedua (dilaksanakan pada tanggal 6 dan 11 Februari 2009) Proses pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus II ini disusunmelalui empat tahap kegiatan. Tahap kegiatan pada siklus II, meliputi: tahap perencanaantindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan interpretasi, dan tahap analisis danrefleksi.1. Tahap Perencanaan Tindakan Perencanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II ini masih sama dengantahap perencanaan tindakan siklus sebelumnya. Kegiatan-kegiatan siklus II inimeliputi: (1) menyusun RPP, (2) mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung, dan(3) menyiapkan lembar observasi.a) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP pada siklus II dirancang seperti berikut. Peneliti dan guru berkolaborasimenyusun skenario pembelajaran. Adapun materi pembelajaran ini berkaitan denganpuisi kontemporer karya beberapa pengarang. Puisi kontemporer yang dipilih padasiklus kedua ini adalah puisi kontemporer karya F. Rahadi, Noorca marendra, danJiehan.
  24. 24. 130 Puisi kontemporer yang dipilih pada siklus kedua ini adalah puisikontemporer karya F. Rahadi, Noorca marendra, dan Jiehan. Ada tiga puisi yangdipilih masing-masing berjudul “Sajak Transmigran II” karya F. Rahadi, “Di” karyaNoorca Marendra, dan “Viva Pancasila” karya Jiehan. Ketiga puisi itu digunakanuntuk dua kali pertemuan. Langkah-langkah atau skenario pembelajaran pada siklus II (pertemuan ke-1)mencakup kegiatan-kegiatan seperti berikut ini.1) Tahap Pendahuluan Guru bersama peneliti memasuki ruang kelas XII IPS-4, memberikan salam,mengabsen, dan mengkondisikan siswa segera mengikuti proses belajar mengajar.Guru dibantu oleh siswa mempersiapkan laptop dan LCD untuk mempersiapkankegiatan belajar mengajar. Guru menyampaikan hasil refleksi pada siklus I yangsudah dilaksanakan. Berdasarkan hasil refleksi itu, guru mengajak siswa untuk lebihmeningkatkan dalam memberikan kritik terhadap puisi. Selanjutnya, gurumenyampaikan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) dan indikator.2) Tahap Inti Pada tahap ini, siswa membaca contoh puisi kontemporer yang sudahdibagikan oleh guru. Selanjutnya, guru menyampaikan penjelasan cara memahamipuisi “Sajak Transmigran II” karya F. Rahadi. Melalui tanya jawab dan penjelasanguru, diharapkan siswa dapat terbuka cakrawala berpikirnya dalam memahami puisi
  25. 25. 131kontemporer. Setelah selesai pembahasan puisi tersebut siswa diberi kesempatanuntuk menyampaikan pertanyaan. Selanjutnya siswa berkelompok untuk mendiskusikan dua puisi yangdibagikan guru. Puisi tersebut masing-masing berjudul “Di” karya Noorca Marendradan “Viva Pancasila” karya Jiehan. Dengan berkeliling guru mencoba memberikansemacam pancingan agar siswa dengan secepatnya dapat menemukan maksud keduapuisi tersebut. Selain itu, siswa juga diperintahkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah ada pada lembar siswa. Setelah selesai diskusi danmengerjakan soal-soal latihan, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi di depankelas.3) Tahap Penutup Pada tahap ini guru dan siswa merefleksi kegiatan pembelajaran yang sudahberlangsung. Bagi kelompok yang belum mempresentasikan hasil duskusi, supayamempersiapkan kelompoknya pada pertemuan yang akan datang. Langkah-langkah atau skenario pembelajaran pada siklus II (pertemuan ke-2)mencakup kegiatan-kegiatan seperti berikut ini.1) Tahap Pendahuluan Guru bersama peneliti memasuki ruang kelas XII IPS-4, memberikan salam,mengabsen, dan mengkondisikan siswa segera mengikuti proses belajar mengajar.Guru dibantu oleh siswa mempersiapkan laptop dan LCD untuk mempersiapkankegiatan belajar mengajar. Guru berdialog dengan siswa untuk melanjutkanpresentasi bagi kelompok yang belum maju.
  26. 26. 1322) Tahap Inti Siklus pertama pertemuan kedua ini merupakan kelanjutan dari pertemuanpertama. Bagi kelompok yang belum maju supaya mempersiapkan diri untuk majumenyampaikan hasil diskusinya. Setelah selesai penyampaian hasil diskusi untuksetiap kelompok, guru memberikan penegasan ulang tentang maksud puisi serta hal-hal yang berkaitan dengan puisi yang didiskusikan. Setelah semua kelompok majuguru menanyakan hal-hal yang belum jelas. Setelah dirasa cukup guru memberikanpenegasan yang berkaitan dengan kedua puisi yang didiskusikan. Guru menampilkandi layar slide ke-17 sampai dengan slide ke-26 yang berkaitan dengan puisi yangsudah didiskusikan. Siswa diberi kesempatan untuk menulis hal-hal penting yangterdapat dalam slide tersebut. Setelah proses pembelajaran dirasa cukup, untukmengetahui kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi kontemporer gurumengadakan ulangan selama 40 menit.3) Tahap Penutup Siswa dan guru melakukan refleksi terhadap kegiatan mengapresiasi puisikontemporer. Selanjutnya siswa dan guru bersama-sama membuat kesimpulantentang kegiatan mengapresiasi puisi kontemporer.2. Mempersiapkan Fasilitas dan Sarana Pendukung Fasilitas yang perlu disiapkan untuk proses pembelajaran adalah ruang kelasXII Ilmu Sosial-4. Di Kelas XII Ilmu Sosial-4 sudah tersedia sebuah LCD dan sebuahlayar yang siap digunakan. Untuk itu, guru tinggal mempersiapkan media power
  27. 27. 133point dan laptop yang dihubungkan dengan LCD. Dengan cara ini, media power pointyang sudah dibuat dapat ditampilkan. Sementara itu, untuk keperluan diskusi, siswa tinggal membalikkan kursisupaya posisi tempat duduk siswa dapat berhadap-hadapan. Hal ini dapatmemudahkan siswa untuk dapat berdiskusi dengan baik sesuai dengan kelompoknya.3. Menyiapkan Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk merekam segala aktivitaspelaksanaan proses belajar mengajar. Untuk itu, lembar observasi yang dibutuhkanberupa blangko pengamatan yang berisi daftar isian yang mencakup kegiatan gurudan siswa. Lembar pengamatan yang digunakan untuk siswa meliputi: kegiatan siswaselama proses belajar mengajar khususnya pada saat berdiskusi (bertanya,menemukan, dan merekonstruksi), lembar kerja siswa, dan soal evaluasi untuk ujikompetensi pada siklus pertama. Sementara itu, lembar pengamatan yang digunakanuntuk guru meliputi aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsungseperti: bagaimana guru mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran, bagaimanaguru menjadi motivator dalam pembelajaran, bagaimana guru memberikankesempatan bertanya kepada siswa, bagaimana guru memberikan contoh-contohkonkrit dalam mengapresiasi puisi kontemporer, bagaimana guru membimbing siswaselama proses pembelajaran, bagaimana guru mengatur waktu sesuai denganpengalokasian waktu yang telah direncanakan, dan bagaimana guru memiliki sikapsimpatik terhadap siswa.
  28. 28. 134b. Tahap Pelaksanaan Tindakan Sebagaimana yang telah diuraikan pada RPP, kegiatan proses pembelajaranpada siklus II dirancang untuk untuk dua kali pertemuan. Pada siklus II pertemuanpertama ini, guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengucapkanassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Siswa pun membalas denganmenjawab waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Selanjutnya guru mengadakan tanya jawab sekitar puisi kontemporer yangsudah dipelajari pada pertemuan yang lalu. Setelah dinilai cukup, guru memulaidengan menampilkan slide pertama yang ada di layar (screen). Pada slide pertamatertulis puisi kontemporer dengan tulisan yang cukup besar. Selanjutnya gurumenampilkan slide ke-2 dan ke-3 secara agak cepat yang berkaitan dengan StandarKompetensi, Kompetensi Dasar. Pada slide ke-4 guru menyampaikan tentangindikator. Guru menjelaskan bahwa setelah selesai pembelajaran siswa hendaknyadapat melakukan, membuat, menghubungkan menemukan segala sesuatu yang adadalam puisi kontemporer. Setelah menyampaikan indikator, guru menjelaskan tentangmetode yang digunakan dalam pembelajaran ini, yaitu metode dengan pendekatankontekstual. Setelah itu barulah guru masuk pada inti pembelajaran.
  29. 29. 135 Sajak Transmigran II dia selalu singkong dan terus menerus singkong hari ini singkong tadi malam singkong besuk mungkin singkong besuknya lagi juga singkong di rumah sepotong singkong di ladang seikat singkong di pasar segerobak singkong di rumah tetangga sepiring singkong enam bulan lagi tetap singkong setahun lagi tetap singkong sepuluh tahun masih singkong dua puluh tahun makan singkong dan lima puluh tahun kemudian transmigran berubah sakit-sakitan mati lalu dikubur di ladang singkong (1983, F. Rahardi) Gambar 16. (slide ke-5 puisi “Sajak Transmigran II”) Guru menayangkan slide ke-5 tentang puisi “Sajak Transmigran II” yangditulis oleh F. Rahadi. Dengan tanya jawab guru berusaha membantu siswa untukmembuka cakrawala berpikir untuk mengetahui isi puisi tersebut. Selain itu, guru punmemberikan penjelasan cara memahami isi puisi kontemporer itu baik mengenaitipografi, kata-kata nonsense, enjambemen, dan pemenggalan kata. Hal ini dapatdilihat pada tayangan slide ke-6 dan ke-7. Sekitar 25 menit guru menyampaikanpenjelasan kepada siswa. Setelah penjelasan kepada siswa dirasa cukup, guru dengancepat menyuruh siswa membuat kelompok untuk mendiskusikan puisi kontemporeryang akan dibagikan. Selanjutnya setiap siswa menerima lembar kerja untukmendiskusikan dua buah puisi kontemporer dan selanjutnya mengisi lembar kerjatersebut. Sesekali guru memberikan pancingan kepada siswa untuk dapat menemukanisi puisi tersebut.
  30. 30. 136 Gambar 17. Suasana masyarakat belajar pada siklus II Dalam kegiatan diskusi tersebut tampak siswa aktif berpikir mengajukanpendapatnya dalam kelompok. Oleh kelompok, pendapat-pendapat dari anggotanyaditanggapi oleh anggota yang lain. Selanjutnya setelah dilakukan pengkajian danpembahasan dalam kelompok ditulislah hasil diskusi kelompok itu ke dalam lembarjawab siswa yang sudah dimiliki oleh masing-masing siswa. Dalam hal ini siswasudah berlatih untuk mengapresiasi puisi kontemporer dengan melalui pendekatankontekstual. Pendekatan ini pun juga sudah dilaksanakan oleh siswa dengan caramengkonstruksi, menemukan, bertanya dan menjawab (diskusi) pertanyaan yang adadalan lembar kerja siswa. Sekitar pukul 11.00 guru mempersilakan kelompok untukmaju menyampaikan hasil diskusinya sampai berakhirnya kegiatan pembelajaransekitar pukul 11.30.
  31. 31. 137 Pada siklus kedua pertemuan kedua ini, guru melanjutkan kegiatanpembelajaran sebelumnya yakni mengapresiasi puisi kontemporer. Diawali denganmengucapkan assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, siswa pun membalasdengan menjawab waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh. Guru mengadakantanya jawab sekitar puisi kontemporer yang sudah disampaikan pada pertemuansebelumnya. Setelah dinilai cukup, guru memulai memberikan kesempatan padakelompok yang belum maju untuk menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Setelah kegiatan diskusi selesai guru menyampaikan kembali segala sesuatuyang sudah didiskusikan. Hal ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepadasiswa mengenai hasil diskusi yang sudah dilaksanakan. Adapun penguatan yangdisampaikan guru dapat dilihat pada slide ke-15 s. d. slide ke-26 (lihat lampiran) Gambar 18. (slide ke-15 LKS Puisi “Di”)
  32. 32. 138 Pada tahap ini siswa diberi kesempatan untuk mencatat hal-hal yang pentingdan mencocokkan jawaban yang sudah didiskusikan dalam kelompok. Hal ini perludilakukan untuk memberikan keyakinan tentang hasil diskusi yang sudahdilaksanakan. Setelah proses kegiatan belajar selesai dilanjutkan dengan evaluasi. Evaluasi siklus I dilaksanakan 50 menit menjelang berakhirnya kegiatanpembelajaran. Materi puisi disesuaikan dengan puisi yang sudah didiskusikan dalamkelompok. Pada kegiatan ini, siswa kelihatan diam, berusaha mengerjakan soal-soal,dan berusaha menjawab soal-soal yang ada. Soal dikerjakan oleh siswa selam 40menit. Gambar 19. Suasana tes pada akhir siklus II Setelah semuanya selesai (sampai pada evaluasi), proses pembelajarandiakhiri dengan refleksi. Hal ini digunakan untuk mengetahui kekurangan dankelebihan proses pembelajaran yang sudah berlangsung serta menarik kesimpulan
  33. 33. 139atas proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Waktu yang digunakan untukrefleksi sekitar 10 menit.3. Tahap Observasi Interpretasi Hasil observasi terhadap pelaksanaan tindakan dapat dideskripsikan sepertiberikut ini. Pada saat guru mengkonstruksi puisi kontemporer, tampak siswamemperhatikan dengan sungguh-sungguh. Mereka asyik mendengarkan penjelasanguru dan sesekali menjawab pertanyaan guru. Mereka tampak gembira dalammengikuti pelajaran, antusias, dan respek terhadap apa yang disampaikan oleh guru.Pada tahap rekonstruksi ini anak betul-betul mengikuti dengan tertib, meskipunsesekali terdengar suara tertawa gembira melihat dan mendengar penjelasan dari gurumenyampaikan materi puisi kontemporer. Meskipun siswa tertawa riang, kelastampak dalam situasi yang hidup dan terkendali. Sementara itu, pada saat pembentukan kelompok untuk mendiskusikan puisiyang sudah dibagikan, siswa langsung membuat kelompok seperti yang sudahdilakukan sebelumnya. Tidak ada siswa yang bingung dalam menentukan kelompok.Siswa kelihatan sudah lebih siap dan terbiasa untuk berdiskusi dalam kelompok. Padasaat diskusi dilakukan, siswa tampak bersungguh-sungguh, mereka secepatnyaberdiskusi, dan secepatnya menyelesaikan soal-soal yang didiskusikan. Sebagianbesar siswa dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bahkan adakelompok yang baru lima belas menit sudah dapat menyelesaikan permasalahan yangada dalam puisi yang didiskusikan. Kegiatan diskusi kelompok tampak lebih hidup.
  34. 34. 140 Hasil pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus II dapatdilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Siklus IINo. Uraian Pencapaian Hasil Jumlah Siswa Keterangan 1 Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67 42 Tuntas 2 Siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 67 0 Belum Tuntas 3 Rata-rata 74 4 Ketuntasan Klasikal 100% Hasil tes yang disajikan pada tabel di atas menunjukkan bahwa siswa yangmendapatkan nilai di atas 67 sebanyak 42 siswa. Sebaliknya, tidak ada siswa yangmendapatkan nilai kurang dari 67. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasi puisikontemporer pada siklus II mencapai 74. Sementara itu, ketuntasan secara klasikalbaru mencapai 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa prosespembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer dengan pendekatan CTL pada siklusII dapat berlangsung dengan baik. Untuk lebih jelasnya, nilai kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus II dapat digambarkan seperti diagram berikut ini.
  35. 35. 141 100 80 nilai sama dengan 67 atau lebih 60 nilai kurang dari 67 40 rata-rata 20 ketuntasan klasikal 0 jumlah siswa keterangan Gambar 20. Nilai Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer pada Siklus IId. Tahap Refleksi Berdasarkan hasil observasi di atas dapat diketahui bahwa sebagian besarsiswa dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada saat diskusidilakukan, semua siswa asyik berdiskusi dan secepatnya menyelesaikan permasalahanyang perlu dipecahkan oleh kelompok. Siswa merasa senang dan antusias dalamberdiskusi. Hal ini disebabkan siswa dapat memprediksi dan mengapresiasi puisiyang dididkusikan. Siswa tampak gembira-gembira dalam beberapa kelompok,setelah menemukan sesuatu yang ada dalam puisi. Siswa pun mengetahui bahwasegala sesuatu yang mereka lakukan akan diberikan penilaian, seperti: mengajukanpertanyaan (questioning), menjawab pertanyaan/ menemukan jawaban (inquiry),mempresentasikan hasil diskusi. Selain itu, siswa perlu mengetahui bahwapengalaman yang diperoleh melalui proses pembelajaran akan bermanfaat bagidirinya untuk dapat mengapresiasi puisi kontemporer secara lebih baik.
  36. 36. 142 D. Pembahasan Hasil Penelitian1. Pembahasan Kondisi Awal Proses pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer pada kondisi awaldilakukan dengan pendekatan konvensional. Dalam proses pembelajaran ini, tampakdidominasi dengan teori-teori yang berkaitan dengan puisi kontemporer. Guru masihbanyak memberikan penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, tokoh-tokoh/ pengarangpuisi kontemporer. Siswa tampak mencatat penjelasan-penjelasan yang disampaikanguru, dan tidak banyak kegiatan yang berkaitan dengan tanya jawab. Setelahpenjelasan puisi kontemporer selesai, siswa diberi tugas untuk menentukan unsur-unsur intrinsik puisi. Konsep pembelajaran hanya dari guru dan buku penunjang. Selain itu,sebenarnya siswa juga sudah diberi kesempatan untuk berdiskusi menemukan unsur-unsur intrinsik puisi. Hanya saja, siswa belum diajak untuk mengkonstruksi caramengapresiasi puisi kontemporer dan merefleksi pembelajaran yang sudahberlangsung. Selain itu, guru tidak memberikan contoh cara menemukan unsurintrinsik puisi. Dalam melakukan penilaian guru hanya menekankan pada aspek hasil kerjasiswa. Penilaian proses belum mendapatkan perhatian khusus. Siswa sama sekalibelum dilibatkan untuk memberikan penilaian tehadap proses belajar mengajar yangtelah belangsung. Pada akhir kegiatan pembelajaran, siswa tidak diberikan penguatantentang puisi yang sudah dibahasnya. Hal ini menyebabkan siswa merasakan adanya
  37. 37. 143sesuatu (pertanyaan) yang belum diketahui jawabannya. Oleh karena itu, kemampuansiswa yang dimiliki dalam mengapresiasi puisi kontemporer terasa masih kurang. Berdasarkan hasil tes pada kondisi awal dapat diketahui dari 42 siswa yangmendapatkan nilai di atas 67 sebanyak 2 siswa. Sebaliknya, siswa yang mendapatkannilai kurang dari 67 sebanyak 40 siswa. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasipuisi kontemporer pada kondisi awal mencapai 54. Sementara itu, ketuntasan secaraklasikal baru mencapai 4,76%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwaproses pembelajaran mengapresiasi puisi kontemporer sebelum dilakukan tindakanmasih sangat kurang.2. Pembahasan Tiap SiklusSiklus I Deskripsi siklus I menunjukkan bahwa proses belajar mengajar belumberlangsung sebagaimana yang diharapkan. Siswa masih kurang aktif dalammengikuti kegiatan sesuai dengan skenario yang telah dirancang oleh guru. Hal inidisebabkan siswa belum mengetahui pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Pada saat guru mengkonstruksi puisi kontemporer, siswa tampakmemperhatikan dengan sungguh-sungguh. Mereka asyik mendengarkan penjelasanguru dan sesekali menjawab pertanyaan guru. Mereka tampak gembira dalammengikuti pelajaran, antusias, dan respek terhadap apa yang disampaikan oleh guru.Pada tahap rekonstruksi ini anak betul-betul mengikuti dengan tertib, meskipunsesekali terdengar suara tertawa gembira melihat dan mendengar penjelasan dari guru
  38. 38. 144menyampaikan materi puisi kontemporer. Meskipun siswa tertawa riang, kelastampak dalam situasi yang hidup dan terkendali. Akan tetapi, pada saat pembentukan kelompok untuk mendiskusikan puisiyang sudah dibagikan, masih ada siswa yang tidak cepat dalam memilih kelompok.Dia bingung akan mengikuti kelompok mana setelah mengetahui teman-temannyasudah pada membentuk kelompok. Selanjutnya guru menyarankan untuk mengikutikelompok yang anggotanya masih sedikit. Pada saat diskusi dilakukan, masih ada siswa yang tampak bersantai-santai,kurang cepat memikirkan puisi yang sudah ada dihadapannya. Untung saja guru cepatmendekati siswa tersebut dan mengarahkan agar secepatnya menyesuaikan diri.Sebagian siswa tampak belum dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.Ada siswa yang belum memulai membaca puisi yang sudah disampaikan oleh gurumeskipun sudah waktu mengerjakan sudah berlangsung selama tiga menit. Dalam proses belajar mengajar, belum semua siswa dapat memanfaatkanwaktu dengan sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat pada saat kegiatan diskusikelompok dilaksanakan. Ada sebagian siswa yang kurang dapat memanfaatkan waktuyang telah ditentukan dengan sebaik-baiknya. Hal ini terlihat saat guru berkelilingada kelompok siswa yang belum mengerjakan soal-soal yang sudah disampaikankepada siswa untuk ditemukan jawabannya. Data yang diperoleh dari pengamatan atau observasi pada siklus Imenunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dengankategori baik dapat diketahui seperti berikut. Siswa melalukan kegiatan inquiri
  39. 39. 145terhadap puisi kontemporer sebesar 52,38. Siswa melalukan kegiatan bertanyaterhadap puisi kontemporer sebesar 52,38. Siswa melalukan kegiatan berdiskusi(masyarakat belajar) terhadap puisi kontemporer sebesar 61,90. Hasil inimenunjukkan bahwa aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran belumsesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus ini diketahui seperti berikut. Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67 sebanyak20 siswa. Sebaliknya, siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 67 sebanyak 22siswa. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus Imencapai 66. Sementara itu, ketuntasan secara klasikal baru mencapai 47,62%.Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa proses pembelajaran mengapresiasipuisi kontemporer dengan pendekatan CTL pada siklus I belum berlangsung denganbaik. Untuk lebih jelasnya, nilai kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus I dapat dilihat pada diagram berikut ini.Siklus II Pada siklus II, siswa sudah dapat mengikuti proses kegiatan belajar denganlebih baik. Siswa tampak dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Pada saatpembentukan kelompok, siswa langsung membuat kelompok seperti yang sudahdilakukan sebelumnya. Tidak ada siswa yang bingung dalam menentukan kelompok.Siswa kelihatan sudah lebih siap dan terbiasa untuk berdiskusi dalam kelompok. Pada
  40. 40. 146saat diskusi dilakukan, siswa tampak bersungguh-sungguh, mereka secepatnyaberdiskusi, dan secepatnya menyelesaikan soal-soal yang didiskusikan. Sebagianbesar siswa dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bahkan adakelompok yang baru lima belas menit sudah dapat menyelesaikan permasalahan yangada dalam puisi yang didiskusikan. Kegiatan diskusi kelompok tampak lebih hidup. Data yang diperoleh dari pengamatan atau observasi menunjukkan bahwaaktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dengan kategori baik dapatdiketahui seperti berikut. Siswa melalukan kegiatan inquiri terhadap puisikontemporer sebesar 71,42. Siswa melalukan kegiatan bertanya terhadap puisikontemporer sebesar 78,57. Siswa melalukan kegiatan berdiskusi (masyarakatbelajar) terhadap puisi kontemporer sebesar 76,19. Hasil ini menunjukkan bahwaaktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan indikator kinerjayang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus II ini diketahui seperti berikut. Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67sebanyak 42 siswa. Sebaliknya, tidak ada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari67. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus IImencapai 74. Sementara itu, ketuntasan secara klasikal sudah mencapai 100%.Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa proses pembelajaran mengapresiasipuisi kontemporer pada siklus II dapat berlangsung dengan baik. Untuk lebih jelasnya, nilai kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus I dapat dilihat pada diagram berikut ini.
  41. 41. 1473. Pembahasan Antarsiklus Hasil belajar siswa pada siklus I belum memenuhi batas tuntas yang telahditetapkan. Upaya pelaksanaan tindakan yang dilakukan belum berhasil secaramaksimal. Tindakan yang belum berhasil tersebut dapat dilihat pada pemanfaatanwaktu belummaksimal. Hal ini sangat terlihat pada saat diskusi berlangsung yaitumasih ada siswa yang belum menyesuaikan diri secara cepat. Selain itu, pada saatinquiri masih ada siswa yang enggan untuk berpikir. Setelah waktu kegiatan diskusiselesai masih ada beberapa siswa yang belum mendapatkan kesimpulan hasil diskusi. Data yang diperoleh dari pengamatan atau observasi menunjukkan bahwaaktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dengan kategori baik dapatdiketahui seperti berikut. Siswa melalukan kegiatan inquiri terhadap puisikontemporer sebesar 52,38. Siswa melalukan kegiatan bertanya terhadap puisikontemporer sebesar 52,38. Siswa melalukan kegiatan berdiskusi (masyarakatbelajar) terhadap puisi kontemporer sebesar 61,90. Hasil ini menunjukkan bahwaaktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran belum sesuai dengan indikatorkinerja yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus I ini diketahui seperti berikut. Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67sebanyak 20 siswa. Sebaliknya, siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 67sebanyak 22 siswa. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus I mencapai 66. Sementara itu, ketuntasan secara klasikal baru mencapai47,62%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa proses pembelajaran
  42. 42. 148mengapresiasi puisi kontemporer dengan pendekatan CTL pada siklus I belumberlangsung dengan baik. Pada siklus II, tindakan pebaikan lebih ditekankan untuk memperbaikikelemahan yang terjadi pada siklus I. Dalam proses belajar mengajar, belum semuasiswa dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat padasaat kegiatan diskusi kelompok dilaksanakan. Ada sebagian siswa yang kurang dapatmemanfaatkan waktu yang telah ditentukan dengan sebaik-baiknya. Hal ini terlihatsaat guru berkeliling ada kelompok siswa yang belum mengerjakan soal-soal yangseharusnya didiskusikan. Dengan tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus II, siswa sudah dapatmemanfaatkan waktu dengan baik. Pada saat diskusi berlangsung, dengan cepat siswamelaksanakan diskusi, melakukan inquiri, bertanya dalam kelompok. Siswa tampaklebih aktif dalam berdiskusi. Mereka saling bertanya dan menjawab yang berkaitandengan apresiasi puisi. Berdasarkan hasil observasi dan tes kemampuan mengapresiasi puisikontemporer, siklus II menunjukkan adanya peningkatan apabila dibandingkandengan siklus I. Berdasarkan pengamatan atau observasi menunjukkan bahwaaktivitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dengan kategori baik dapatdiketahui seperti berikut. Siswa melalukan kegiatan inquiri terhadap puisikontemporer sebesar 71,42. Siswa melalukan kegiatan bertanya terhadap puisikontemporer sebesar 78,57. Siswa melalukan kegiatan berdiskusi (masyarakatbelajar) terhadap puisi kontemporer sebesar 76,19. Hasil ini menunjukkan bahwa
  43. 43. 149aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan indikator kinerjayang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil tes kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer padasiklus II ini diketahui seperti berikut. Siswa yang mendapatkan nilai di atas 67sebanyak 42 siswa. Sebaliknya, tidak ada siswa yang mendapatkan nilai kurang dari67. Nilai rata-rata kemampuan mengapresiasi puisi kontemporer pada siklus IImencapai 74. Sementara itu, ketuntasan secara klasikal sudah mencapai 100%. E. Hasil Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas tentang mengapresiasi puisi kontemporer yangdilaksanakan dalam dua siklus dapat disajikan seperti berikut.1. Aktivitas Siswa Selama Proses Belajar Mengajar Aktivitas siswa selama mengikuti proses belajar mengajar yang berhubungandengan kegiatan mengapresiasi puisi kontemporer dapat dilihat dari hasil pengamatanatau observasi yang dilakukan oleh peneliti. Aktivitas siswa selama proses belajarmengajar dapat dilihat pada tabel hasil pengamatan atau observasi berikut ini. Tabel 5. Hasil Pengamatan terhadap Aktivitas Siswa Selama Mengikuti Proses Belajar Mengajar No. Aspek Pengamatan Siklus I (%) II (%) 1 Inquiri 52,38 71,42 2 Bertanya 52,38 78,57 3 Masyarakat Belajar (diskusi) 61,90 76,19 Rata-rata 55,55 75,39
  44. 44. 150 Hasil pengamatan atau abservasi yang disajikan pada tabel di atas dapatdideskripsikan seperti berikut. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajarmengalami peningkatan. Peningkatan aktivitas siswa tersebut dapat dilihatberdasarkan hasil observasi yang meliputi kegiatan mnegkonstruksi, menemukan(inquiri), bertanya, dan masyarakat belajar (berdiskusi). Rata-rata hasil observasiterhadap aktivitas siswa pada siklus I sebesar 55,55% dan mengalami peningkatanpada siklus II menjadi 75,39%. Untuk lebih jelasnya, hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa selamamengikuti proses belajar mengajar dapat digambarkan seperti diagram berikut ini. 80 70 60 50 inquiry 40 bertanya 30 masyarakat belajar 20 rata-rata 10 0 siklus 1 siklus 2 Gambar 21. Hasil Pengamatan terhadap Aktivitas Siswa Selama Mengikuti Proses Belajar Mengajar2. Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer Perkembangan hasil mengapresiasi puisi kontemporer siswa selama dua siklusdapat disajikan seperti tabel berikut.
  45. 45. 151 Tabel 6. Hasil Tes Mengapresiasi Puisi Kontemporer Tiap Siklus No. Aspek Pencapaian Hasil Siklus Belajar Kondisi Awal I II 1 Rata-rata nilai tes mengapresiasi 54 66 74 puisi kontemporer 2 Jumlah siswa yang mendapatkan 40 22 0 nilai kurang dari 67 3 Jumlah siswa yang mendapatkan 2 20 42 nilai 67 atau lebih 4 Ketuntasan klasikal (%) 4,76% 47,62% 100% Hasil rata-rata tes mengapresiasi puisi kontemporer siswa pada kondisi awaladalah 54. Setelah dilakukan/ diberikan tindakan perbaikan pada siklus I, rata-ratanilai tes mengapresiasi puisi kontemporer siswa meningkat menjadi 66. Peningkatanrata-rata dari 54 ke 66 belum mencapai nilai batas sesuai dengan Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) yang telah ditentukan yaitu 67. Oleh karena itu, perlu dilakukantindakan perbaikan pada siklus II. Pada siklus II rata-rata tes mengapresiasi puisikontemporer mencapai 74, dengan ketuntasan klasikal 100%. Hal ini berarti adapeningkatan yang sangat bagus dalam siklus II ini. Pencapaian hasil tersebut sudahsesuai dengan KKM yang sudah ditentukan. Untuk lebih jelasnya, hasil tes mengapresiasi puisi kontemporer tiap siklusdapat digambarkan seperti diagram berikut ini.
  46. 46. 152 100 90 80 70 60 rata-rata 50 nilai kurang dari 67 40 nilai 67 atau lebih 30 ketuntasan klasikal 20 10 0 kondisi awal siklus 1 siklus 2Gambar 22. Grafik Hasil Tes Kemampuan Mengapresiasi Puisi Kontemporer Tiap Siklus

×