Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
5 puisi kontemporer 2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

5 puisi kontemporer 2

  • 47,028 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
47,028
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13

Actions

Shares
Downloads
628
Comments
10
Likes
7

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Memahami buku kumpulanpuisi kontemporer dan karyasastra yang dianggap pentingpada tiap periode
  • 2. Klik di siniMengidentifikasi tema dan ciri-ciripuisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi kontemporer
  • 3. •Mendata hal-hal yang bersifat khusus dalam puisi kontemporer •Menemukan pesan/amanat yang ingin disampaikan penyair •Menjelaskan maksud isi puisi kontemporer•Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri umum puisi kontemporer •Mengemukakan permasalah utama yang dibahasa penyair •Memberikan penilaian terhadap puisi kontemporer •Membuat puisi kontemporer dengan memperhatikan tipografinya
  • 4. Sajak Transmigran II dia selalu singkong dan terus menerus singkong hari ini singkong tadi malam singkong besuk mungkin singkong besuknya lagi juga singkong di rumah sepotong singkong di ladang seikat singkong di pasar segerobak singkong di rumah tetangga sepiring singkong enam bulan lagi tetap singkong setahun lagi tetap singkong sepuluh tahun masih singkong dua puluh tahun makan singkong dan lima puluh tahun kemudian transmigran berubah sakit-sakitan mati lalu dikubur di ladang singkong (1983, F. Rahardi)
  • 5. Puisi yang berjudul “Sajak TransmigranII” yang dikarang oleh F. Rahadi bertemakanprotes sosial terhadap pemerintah. Puisi tersebutmenceritakan tentang penderitaan yang dialamioleh masyarakat yang telah mengikuti programpemerintah untuk bertransmigrasi.Hal ini dapat dilihat pada baris-baris puisi yangmenyebut kata singkong yang terdapat padabaris pertama sampai baris ke-14. Singkongdapat diartikan sebagai lambang penderitaanyang dialami oleh warga transmigran
  • 6. Orang yang bertransmigrasi kehidupan ekonominya tidak berubah (selalu menderita), yangsemula mengalami kekurangan dalam hal ekonomi didaerah transmigrasi pun ekonominya juga tidak jauh berbeda yaitu tetap mengalami kekurangan. Para transmigran pun mengalami penderitaan, sakit-sakitan, bahkan sampai meninggal dunia pun mereka masih dalam keadaan menderita. Penderitaan tersebut dialaminya sepanjang hayat, yaitu mulai kedatangannya di daerah transmigran pada hari pertama sampai seterusnya bahhkansampai meniggal dunia pun kehidupannya tetap tidak berubah yaitu menderita dan miskin.
  • 7. Di Di Betul kau pasti sedang menghitung berapa nasib lagi tinggal sebelum fajar terakhir kau tutup tanpa seorang pun tahu siapa kau dan di kau maka kini lengkaplah sudah perhitungan di luar akal dan angan-angan di dalam hati kita tentang sesuatu yang tak bisa siapa punmenerangkatakan pada saat itu kau mungkin sedang di Betul kan ? (Noorca Marendra)
  • 8. Penjelasan Puisi “Di” Puisi yang berjudul “Di” karya Noorca Marendra merupakan jenis puisi tipografi. Puisi tipografi adalah puisi yang lebih mementingkan gambaran visual dari puisi tersebut. Dalam puisi tipografi seorang penyair berusaha mengekspresikan gejolak hatinya dengan lebih menonjolkan lukisan bentuk dari puisinya termasuk penggunaan kata-kata yang ada didalam puisi tersebut. Puisi tersebut tidak hanya mengandalkanlukisan bentuknya saja, tetapi juga pemilihan kata-katanya yang digunakan.
  • 9. Dilihat dari lukisan bentuknya, dua bentuk segitiga bertumpuk tampak seperti tumpukan dua buah pohoncemara. Bentuk runcing segitiga bentukitu seolah-olah menunjuk ke arah langit, ke atas, sangat atas. Seolah-olah diatas langit masih ada langit. Yang dimaksudkan bahwa di atas sana ada dunia sang kausa prima, yaitu Tuhan sendiri.
  • 10. Lukisan segitiga yang menyerupai pohon cemara yang menunjuk ke langit itu memperkuat makna baris dalam puisi-puisitersebut. kau pasti sedang menghitung berapa nasib lagi tinggal sebelum fajar terakhir kau tutup. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pribadi hari demi hari tanpa sadar berarak ke rumah abadi/ menghadap sang pencipta (meninggal). Namun sebelum hari kematian itu tiba, apa saja yang dapat dilakukanmanusia. Manusia secara naluriah hanya dapat menghitung berapa lagi nasib yang tersisa.
  • 11. VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV V VIVA PANCASILA ! (Oleh Jeihan)
  • 12. Puisi yang berjudul “Viva Pancasila”karya Jiehan merupakan jenis puisi tipografi. Puisi tipografi adalah puisi yang lebih mementingkan gambaran visual dari puisi tersebut. Dalam puisi tipografi seorang penyair berusaha mengekspresikan gejolak hatinya dengan lebih menonjolkan lukisan bentuk dari puisinya termasuk penggunaan kata-kata yang ada didalam puisi tersebut. Puisi tersebut tidak hanya mengandalkanlukisan bentuknya saja, tetapi juga pemilihan kata-katanya yang digunakan.
  • 13. Dilihat dari lukisan bentuknya, puisi tersebut berbentuksegiempat. Baris pertama menggunakan huruf V sebanyak 17 huruf. Hal tersebut menandakan tanggal diproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu tanggal 17. Sementara itu, huruf V ke bawah berjumlah 8 baris. Hal tersebutmenandakan bulan diproklamasikannya kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu bulan delapan (Agustus).Pada akhir baris terakhir tertulis “Viva Pancasila”. Viva dalambahasa latin berarti kemenangan, Pancasila berarti lima dasar. Tulisan tersebut seolah-olah merupakan judul puisi karya Jiehan yang mempunyai makna kemenangan Pancasila. Jika diartikan secara keseluruhan sajak tersebut berisikan tentang Kemenangan Pancasila berkat diproklamasikannyakemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 bulan delapan oleh bangsa Indonesia.
  • 14. Pertanyaan1. Jelaskan masalah utama yang dibahaspenyair dalam puisi ‘Di’!Jawab: masalah utama puisi ‘Di’ adalahmanusia pada akhirnya akan kembalikepada sang pencipta (Yang MahaSegalanya)2. Bagaimanakah sikap penyair terhadapmasalah yang disampaikan dalam puisi?Jawab: Penyair menganggap bahwa oranghidup di dunia ini pada akhirnya akankembali kepada Sang Pencipta.
  • 15. 3. Bagaimanakah perasaan penyairketika puisi itu ditulis!Jawab: Penyair merasa kesulitan untukmenemukan Tuhan. 4. Pesan apa sajakah yang ingindisampaikan penyair kepada pembaca?Jawab: jangan membangga-banggakandiri karena kelebihan yang dimilikinya,sebab di atas sana adalah sang pemilikyang Mahakuasa
  • 16. 5. Sampaikan secara garis besar puisi yang Anda baca! Jawab: Puisi “Di” yang berbentuk seperti lukisan segitiga yang menyerupai pohon cemara yang menunjuk ke langit itu memperkuat makna baris dalam puisi-puisi tersebut. kau pasti sedang menghitung berapa nasib lagi tinggal sebelum fajar terakhir kau tutup. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pribadi hari demi hari tanpa sadar berarak kerumah abadi/ menghadap sang pencipta (meninggal).Namun sebelum hari kematian itu tiba, apa saja yang dapat dilakukan manusia. Manusia secara naluriah hanya dapat menghitung berapa lagi nasib yang tersisa.
  • 17. 6. Berilah penilaian terhadap puisi tersebutkhususnya yang berkaitan dengan isi, tipografi,dan nonsense!Isi: isinya cukup bagus, yaitu mengingatkanmanusia pada akhirnya akan kembali kepadaTuhannya. Untuk itu, harus bersiap-siapmenghadap-Nya.Tipografi: lukisan seperti bentuk pohon cemarabertumpukNonsense: tidak ada
  • 18. Pertanyaan1. Jelaskan masalah utama yang dibahaspenyair dalam puisi ‘Viva Pancasila’!Jawab: masalah utama puisi ‘VivaPancasila ’ adalah kemenangan bangsaIndonesia yang telah memproklamasikankemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus19452. Bagaimanakah sikap penyair terhadapmasalah yang disampaikan dalam puisi?Jawab: Penyair menganggap kemerdekaanbangsa Indonesia berkat adanyakemenangan terhadap Pancasila
  • 19. 3. Bagaimanakah perasaan penyairketika puisi itu ditulis!Jawab: Penyair merasa bangga dangembira dengan adanya proklamasitanggal 17 bulan Agustus bagi bangsaIndonesia 4. Pesan apa sajakah yang ingindisampaikan penyair kepada pembaca?Jawab: ingat-ingatlah kemenanganPancasila berkat tanggal 17 Agustus
  • 20. 5. Sampaikan secara garis besar puisi yang Anda baca! Jawab: Puisi “Viva Pancasila” Dilihat dari lukisan bentuknya, puisi tersebut berbentuk segiempat. Baris pertama menggunakan huruf V sebanyak 17 huruf. Hal tersebut menandakan tanggal diproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu tanggal 17. Sementara itu, huruf V ke bawah berjumlah 8 baris. Hal tersebut menandakan bulan diproklamasikannya kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu bulan delapan (Agustus).Pada akhir baris terakhir tertulis “Viva Pancasila”. Viva dalambahasa latin berarti kemenangan, Pancasila berarti lima dasar. Tulisan tersebut seolah-olah merupakan judul puisi karya Jiehan yang mempunyai makna kemenangan Pancasila. Jika diartikan secara keseluruhan sajak tersebut berisikan tentang Kemenangan Pancasila berkat diproklamasikannyakemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 bulan delapan oleh bangsa Indonesia. .
  • 21. 6. Berilah penilaian terhadap puisi tersebutkhususnya yang berkaitan dengan isi, tipografi,dan nonsense!Isi: isinya cukup bagus, yaitu mengingatkanbangsa Indonesia tentang tanggal kemerdekaanbangsa yaitu tanggal 17 bulan Agustus.Tipografi: lukisan berbentuk segi empatNonsense: huruf V yang berderet vertikal danhorisontal