Your SlideShare is downloading. ×
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Sistem gerak pada manusia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sistem gerak pada manusia

9,603

Published on

Published in: Education
5 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
9,603
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
398
Comments
5
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Tugas biologi "sistem gerak" 8 G By: Eva C indy Daka Novita Novi
  • 2. Anggota Kelompok Cindy Clarissa D. Novi Dwanty Novita Cahyani Noor Eva Rahma Dani Eka S.
  • 3. Daftar Isi Rangka Tulang Gangguan s.gerak Fungsi Tulang Otot Sendi
  • 4. Jenis - Jenis Tulang
  • 5.
    • Tulang tidak beraturan:
    • Gabungan dari beberapaTulang .
    • Contoh: Tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas- ruas tulang belakang
  • 6.
    • Tulang pipa:
    • Memanjang dan tengahnya Berlubang.
    • Contoh:
    • Tulang,betis, lengan Dan paha
  • 7.
    • Tulang pendek:
    • Bersifat ringan, kuat, bulat, dan Pendek
    • Contoh:
    • Telapak tangan, Kaki, dan pergelangan tangan
  • 8.
    • Tulang pipih:
    • Berbentuk pipih seperti pelat.
    • contoh:
    • tulang rusuk dan Tulang dada
  • 9. Melindungi Organ vital Untuk Membentuk pola tubuh Menyimpan garam mineral Membantu tubuh untuk melakukan pergerakan Memproduksi Sel darah Merah pada Sumsum tulang
  • 10. Melindungi Organ vital
  • 11. Untuk Membentuk pola tubuh
  • 12. Menyimpan garam mineral
  • 13. Membantu tubuh untuk melakukan pergerakan
  • 14. Memproduksi Sel darah Merah pada Sumsum tulang
  • 15. Otot Otot Lurik: Untuk melakukan Gerakan Otot polos: Penyusun organ bagian dalam Otot jantung: Hanya teerdapat pada jantung Tersusun dari sel-sel panjang yang Disebut serat otot,tersusun dari protein kont raktil ”aktin dan miosin” Fungsi otot : - melakukan gerakan bersama tulang - mengalirkan darah - mengedarkan sari makanan - menggerakan jantung
  • 16. Fungsi Otot
    • Fungsi otot : - melakukan gerakan bersama tulang - mengalirkan darah - mengedarkan sari makanan - menggerakan jantung
  • 17. Otot Jantung
    • Otot Jantung:
    • Terlihat seperti otot lurik,
    • hanya terdapat pada Jantung
    • dan tidak dapat dikendalikan
    • secara sadar
  • 18.
    • Ciri-ciri otot jantung:
    • 1.Otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Struk turnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel.
    • 2.otot jantung tidak bisa dikendalikan, tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial.
  • 19. Otot lurik
    • Otot Lurik:
    • Digunakan untuk melakukan
    • gerakan
    • 2. Memiliki banyak intit sel
    • yang terletak di tepi
    • 3.Tidak bercabang
  • 20.  
  • 21. Otot Polos
    • Otot polos:
    • Tidak ada bagian gelap dan terang
    • Merupakan penyusun organ dalam
    • Tidak dapat dikendalikan secara sadar
  • 22. Otot Polos
    • Ciri-ciri otot polos
    • 1.Bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung.
    • 2.Mempunyai satu inti sel.
    • 3.Tidak memiliki garis-garis melintang (polos).
    • 4.Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar.
    • 5.Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan lain lain.
  • 23. Gangguan pada sistem gerak
  • 24. Rickets Rickets: Kelainan pada tulang yang terjadi karen a Kekurangan zat kapur, fosfor, dan vitamin D. Kelainan ini dapat dilihat dari kaki yang Berbentuk huruf O dan X
  • 25. Mikrosefalus/microcephalus: Kelainan pertumbuhan tengkorak kepala yang menyebabkan kepala Penderita terlihat lebih kecil dari normal Mikrosefalus
  • 26. Osteomyelitis: Infeksi ini menyerang tulang dan diakibatkan oleh bacterimia, atau Sepsis yang menyebar dan mengurangi kekuatan tulang. Osteomyelitis
  • 27. Osteomalacia: Penyakit ini mengakibatkan tulang menjadi lunglai diakibatkan kekuranganVitamin D atau kesalahan metabolisme di dalam tubuh. Sama halnya dengan osteoporosis, osteomalacia juga berpotensi membuat tulang cepat patah Osteomalacia
  • 28. Sublubrikasi
    • Sublubrikasi Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang pada bagian leher yang menyebabkan kepala penderita gangguan tersebut berubah arah ke kiri atau ke kanan.
  • 29. Osteoporosis Osteoporosis: Suatu keadaan dimana penghancuran lebih Cepat daripada proses pembentukan tulang, Yang menjadikan tulang lebih cepat keropos Dikarenakan kurangnya kalsium pada tubuh.
  • 30. Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal , wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam .
  • 31.
    • Diognosa
    • Pada seseorang yang mengalami patah tulang, diagnosis osteoporosis ditegakkan berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik dan rontgen tulang. Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menyingkirkan keadaan lainnya yang bisa diatasi, yang bisa menyebabkan osteoporosis.
  • 32. Pengobatan
    • Tujuan pengobatan adalah meningkatkan kepadatan tulang. Semua wanita, terutama yang menderita osteoporosis, harus mengonsumsi kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang mencukupi.
  • 33. Patah Tulang Patah tulang: Dapat terjadi karena benturan atau tekanan yang terlalu keras, dan juga Karena kecelakaan.
  • 34. Arthritis Arthritis: Peradangan yang terjadi pada Sendi, dapat terjadi karena banyak Membawa barang ataupun mikroorganisme
  • 35. Ankilosis / Ankylosis Ankilosis adalah gangguan pada sendi di menyababkan sendi tidak dapat digerakkan di mana ujung-ujung antar tulang serasa bersatu.
  • 36. Diagnosis
    • Agak sulit menegakkan diagnosis dini SA sebelum timbulnya deformitas yang ireversibel. Diagnosis SA dapat ditegakkan berdasarkan Kriteria New York 1984 yang dimodifikasi:1,8,9
  • 37.
    • Kriteria klinis:
    • Keterbatasan gerak vertebra lumbal terhadap bidang frontal dan sagital.
    • Nyeri pinggang bawah lebih dari 3 bulan, menjadi baik dengan latihan dan tidak hilang dengan istirahat.
    • Penurunan ekspansi dada.
  • 38.
    • Kriteria radiologis:
    • Sakroilitis bilateral tingkat 3-4.
    • Sakroilitis unilateral tingkat 3-4. Diagnosis ditegakkan bila ditemukan minimal 1 kriteria radiologis ditambah 1 kriteria klinis1,8,9. Pemeriksaan B27 tidak hanya berguna sebagai penunjang diagnosis, tetapi juga bermanfaat dalam diagnostik awal sebelum timbulnya kelainan radiologis. Beberapa studi menunjukkan kelompok B27 dengan gejala khas SA tanpa kelainan radiologis (sakroilitis) sebagian besar memperlihatkan kelainan radilogis setelah beberapa tahun kemudian1-4,8,9.
  • 39. lordosis Lordosis: Kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung kedepan sehiongga Bagian perut maju.
  • 40.
    • Gejala Tanda utama dari lordosis adalah pantat tampak menonjol. Sakit punggung, nyeri di kaki, dan perubahan dalam usus dan kandung kemih terkadang dirasakan penderita lordosis. Jika seorang anak mengalami gejala jenis ini membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut dari dokter.
  • 41. kifosis Kifosis: Kelainan pada tulang belakang yang menekuk ke belakang,sehingga tubuh Membungkuk.
  • 42.
    • Penyebab:
    • beberapa kifosis sering terjadi dan dimulai pada masa remaja, anak laki laki lebih sering terkena dibandingkan anak perempuan. Penyebabnya tidak diketahui, tulang belakang melengkung ke depan satu sama lain. Biasanya pada bagian punggung atas. Akibatnya, terjadi bungkuk. Scoliosis juga sering terjadi pada anak kyphosis (kyphoscoliocis)
  • 43.
    • gejala
    • kifosis seringkali tidak menghasilkan gejala”. Kadangkala, ringan, nyeri punggung yang lama terjadi. Kifosis kemungkinan dipastikan hanya karena hal itu mengubah penampakan tubuh. Bahu bisa tampak bulat. Punggung bagian atas terlihat lebih melengkung dibandingkan normal, atau bongkok kemungkinan terlihat.
  • 44.
    • Diagnosa
    • kiposis ringan yang tidak menghasilkan gejala”, kadangkala hanya terdeteksi selama pemeriksaan fisik rutin. Dokter memastikan diagnosa dengan melakukan sinar X pada punggung, yang menunjukkan lengkungan dan kelainan bentuk pada punggung belakang.
  • 45. Penyebab: paling sering terdiri dari menggunakan penahan punggung atau tidur diatas kasur keras. Pada khyposis ringan, punggung bisa diluruskan secara cepat dgn pengobatan, meskipun gejala” tidak dapat diperbaiki. Hal ini tidak jelas apakah apakah pengoobatan khyphosis ringan mencegah lengkungan bertambah parah. Ketika khyposis lebih berat, pengobatan bisa memperbaiki gejala” dan mencegah lengkungan bertambah parah. Jarang terjadi, meskipun dalam pengobatan, Kyphosis bertambah buruk terhadap beberapa perluasan dimana operasi dibutuhkan untuk menguatkan punggung.
  • 46. skoliosis Skoliosis: Kelainan pada tulang belakang melengkung ke Samping sehinggai tubuh ikut melengkung Kesamping.
  • 47.
    • Skoliosis dapat terjadi pada segala usia. Jenis yang paling umum adalah skoliosis idiopatik yang terjadi pada anak usia 10 sampai 12 dan awal remaja mereka. Ini merupakan waktu ketika anak-anak tumbuh dengan cepat. Anak perempuan lebih mungkin menderita skoliosis daripada anak laki-laki. Scoliosis juga dapat dipengaruhi oleh faktor herediter/keturunan.
  • 48.
    • Dokter akan menggunakan riwayat medis pasien dan keluarga, pemeriksaan fisik, dan tes ketika memeriksa seseorang untuk skoliosis. Pemeriksaan dengan sinar X pada tulang belakang dapat membantu dokter memutuskan apakah seseorang memiliki skoliosis. Sinar x memungkinkan dokter mengukur kurva dalam ukuran derajat (seperti 25 derajat), dan melihat lokasi, bentuk, dan polanya.
  • 49.
    • .
    • Pengobatan untuk scoliosis didasarkan pada:
    •   - usia penderita
    • - berapa banyak lagi dia masih akan tumbuh
    • - tingkat dan pola kurva
    • jenis skoliosis.
    • Dokter dapat merekomendasikan observasi, penguatan (bracing ), atau pembedahan
  • 50. lepas sendi Lepas sendi: Sendi dapat lepas dari tempatnya sehingga Ligamen putus atau sobek,dapat terjadi karena kecelakaan atau saat olah raga bera t
  • 51. rematik
    • Rematik termasuk dalam kelompok penyakit reumatologi, yang menunjukkan suatu kondisi dengan nyeri dan kaku yang menyerang anggota gerak atau sistem muskuloskeleton, yaitu sendi, otot, tulang, maupun jaringan di sekitar sendi. Rematik banyak jenisnya, termasuk diantaranya asam urat (gout artritis) yang merupakan jenis rematik yang paling populer dan banyak diderita penduduk Indonesia.
  • 52. rematik
    • nyeri sendi disebabkan oleh pengapuran. Pengapuran berarti menipisnya jaringan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan persendian
  • 53.
    • Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan pada beberapa bagian tubuh yang menunjukkan gejala rematik, seperti nyeri, pembengkakan dan peradangan, serta kekakuan pada suatu sendi. Kadang-kadang, gangguan pada saw sendi dapat menyebabkan ketegangan pada sendi-sendi di dekatnya. Misalnya, sakit pada sendi balum dapat menyebabkan gangguan pada leher.
  • 54.
    • Asam unit darah (uric acid) Pemeriksaan ini untuk mendeteksi kemungkinan terkena rematik gout yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah.
  • 55.
    • Analisis cairan sendi Analisa ini merupakan pemeriksaan cairan sendi di bawah mikroskop untuk melihat adanya peradangan, infeksi bakteri, dan kristal asam urat.
  • 56.
    • Nyeri pada anggota gerak Rasa nyeri pada anggota gerak merupakan keluhan utama Para penderita rematik. Biasanya, rasa nyeri timbul ketika melakukan gerakan tertentu atau setelah melakukan aktivitas. Nyeri juga dapat timbul ketika istirahat yang tidak ada hubungan dengan masa gerakan sebelumnya, atau pada pagi bad ketika bangun tidur. Rasa nyeri tersebut tidak hanya di persendian, tetapi juga menyebar hingga ke seluruh tubuh. Nyeri yang menjalar secara tajam ke seluruh tubuh menandakan nyeri saraf.
  • 57. Sendi Hubungan antara tulang satu dengan Tulang yang lain
  • 58. Sendi engsel: Memungkinkan terjadinyqa gerakan Pada satu bidang. Contoh: Sendi pada siku dan lutut.
  • 59. Sendi peluru: Memungkinkan terjadinya gerakan Yang hampir keseluruh arah Contoh: Sendi antara lengan dan bahu.
  • 60. Sendi putar: Memungkinkan terjadinya gerakan Memutar . Contoh: Sendi pada leher
  • 61. Sendi pelana: Memungkinkan terjadinya gerakan memutar dan melangkung. Contoh: Sendi pada ibu jari.
  • 62. Sendi geser: Memungkinkan terjadinya Pergeseran antar tulang. Contoh: Sendi yang terdapat pada tulang belakang
  • 63. Thanks to: ALLAH SWT. Dan semua orang yang mendukung

×