0IMAN KEPADA PARA RASULDisusun oleh Epi 4A :Adhi HimawanEli SobariMuhamad Budiman SusiloM. Tulus RiyadiSumaryonoDibimbing ...
1KATA PENGANTARAssalamualaikum wr wb,Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, atas segala limpahanrahmat dan k...
2DAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR ....................................................... 1DAFTAR ISI ........................
3IMAN KEPADA PARA RASULA. PendahuluanSeorang muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih diantaraumat manusia...
4untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri atau semua kaum. Singkatnya rasuladalah orang yang diperintahkan untuk menyampai...
5seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 136)C. Jumlah Nabi dan Rasul sert...
6daerah dan waktu tertentu sampai datang rasul penggantinya. Kecuali risalah dakwahNabi Muhammad SAW yang bersifat univers...
7D. Rasulullah Muhammad SAW adalah Penutup Nabi dan RasulSelain beriman kepada kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, seoran...
8pengertian bahasa arab dan syara‟. Pemahaman Qadiyani tentang kalimat “Khatamunmabiyyin” adalah cap (stempel) untuk nabi-...
9Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah SAW itu, adalah MirzaGhulam Ahmad. Orang ini mengklaim dirinya sebagai na...
10“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yangdilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr...
11keputusan hukum dari Rasulullah SAW tanpa ada rasa keberatan serta kesempitandalam diri mereka terhadap hukum tersebut. ...
12pendapat AL-MAUDUDI yang mengemukakan pengaruh iman dalam kehidupanmanusia antara lain:1) Manusia yang beriman tidak mun...
13membuat orang beriman sadar bahwa jika ia berbuat dan bersikap benar serta adilmaka akan meraih kesuksesan.6) Orang yang...
14terhadap kalimat tauhid tersebut, atau dengan kata lain , tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah SWT.
15DAFTAR PUSTAKA1. Ahmed, S. dan Karim, A. 1997. Akar Nasionalisme Di Dunia Islam. PenerbitAl Izzah. Bangil.2. Al-Asqalani...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Iman kepada para rasul

3,876

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,876
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
79
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Iman kepada para rasul"

  1. 1. 0IMAN KEPADA PARA RASULDisusun oleh Epi 4A :Adhi HimawanEli SobariMuhamad Budiman SusiloM. Tulus RiyadiSumaryonoDibimbing oleh :H. Asnin Syafiuddin, Lc. MASekolah Tinggi Agama IslamASY-SYUKRIYYAHJl. KH. Hasyim Ashari Km. 3 Cipondoh Tangerang – Banten
  2. 2. 1KATA PENGANTARAssalamualaikum wr wb,Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, atas segala limpahanrahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalahini yang bertemakan “Iman Kepada Para Rasul”.Tim Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuandan tuntunan Allah Swt dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalamkesempatan ini Tim Penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yangsebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.Tim Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauhdari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, TimPenulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimilikisehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, Tim Penulis dengan rendahhati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul gunapenyempurnaan makalah ini. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapatbermanfaat bagi seluruh pembaca dan teman-teman. Aamiin…Sehubungan dengan terselesaikannya makalah ini, Tim Penulis mengucapkanterima kasih kepada : Ust. H. Asnin Syafiuddin, Lc. MA, Selaku dosen pembimbingyang telah membantu dan membimbing saya dalam menyelesaikan makalah ini.
  3. 3. 2DAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR ....................................................... 1DAFTAR ISI ....................................................... 2A. Pendahuluan ....................................................... 3B. Pengertian Nabi dan Rasul ....................................................... 3C. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran Risalahnya................. 5D. Rasulullah Muhammad SAW adalah Penutup Nabi dan Rasul.......... 7E. Makna Iman kepada Kerasulan Muhammad SAW............................. 9F. Pengaruh Keimanan Dalam Kehidupan Sehari-hari............................ 11DAFTAR PUSTAKA ....................................................... 15
  4. 4. 3IMAN KEPADA PARA RASULA. PendahuluanSeorang muslim beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih diantaraumat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusan-Nya kepada umat manusia.Allah SWT mengutus para nabi dan rasul untuk membawa kabar manusia kepadaumat manusia tentang kenikmatan abadi yang disediakan bagi mereka yang beriman,dan memperingatkan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). Merekapun memberitaladan tingkah laku yang baik dan mulia bagi manusia, antara lain dalam bentukibadah yang benar, akhlak yang terpuji dan istiqomah (berpegang teguh) terhadapajaran Allah SWT.B. Pengertian Nabi dan RasulWalaupun tugas nabi dan rasul adalah sama dari segi tugas penyampaianwahyu, tetapi kedua istilah ini maknanya berbeda. Sebagian kaum musliminberpendapat bahwa nabi atau rasul adalah orang yang menerima wahyu Allah untukdilaksanakan terutama untuk dirinya sendiri; lalu jika ia diperintahkan Allah untukmenyampaikan wahyu itu kepada manusia, maka ia disebut rasul. Tetapi jika tidakdemikian , maka ia disebut nabi.Pendapat ini terasa ganjil terdengar. Sebab, mungkinkah seorang nabi tidakdiberikan tugas untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia? Apakah nabihanya diutus Allah untuk melaksanakan agama Allah untuk dirinya sendiri?Sesungguhnya arti nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya syari‟atrasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan suatu syari‟at itu kepadasuatu kaum tertentu. Contohnya adalah nabi-nabi bani israil seperti nabi Musa as danIsa as. Sedangkan rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari‟at baru
  5. 5. 4untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri atau semua kaum. Singkatnya rasuladalah orang yang diperintahkan untuk menyampaikan syari‟atnya sendiri, sedangkannabi diperintahkan untuk menyampaikan syari‟at rasul lain (rasul sebelumnya).Allah SWT berfirman:QS. Al-Hajj : 52“(Dan) Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak pulaseorang nabi....” (QS. Al-Hajj : 52)Imam Baidlawi menafsirkan ayat itu sebagai berikut:“Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari‟at yang baru untukmenyeru manusia kepada-nya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untukmenetapkan (menjalankan) syari‟at rasul-rasul sebelumnya.”Dengan batasan yang jelas ini, dapat dikatakn bahwa Nabi Musa as adalah nabisekaligus rasul. Tetapi nabi Harun as hanyalah nabi. Sebagian tidak diberikan syari‟atyang baru. Sayyidina Muhammad SAW adalah nabi dan rasul. Namun yang palingistimewa pada diri beliau adalah kenabian dan kerasulannya diutus untuk seluruhumat manusia, bukan hanya untuk satu kaum tertentu.Seorang muslim wajib meyakini semua nabi dan rasul sebagaimana firmanAllah SWT:QS. Al-Baqarah : 136“Katakanlah (kepada orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah danapa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail,Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa sertaapa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan
  6. 6. 5seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 136)C. Jumlah Nabi dan Rasul serta Keluasan Ajaran RisalahnyaSeorang muslim wajib beriman bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi danrasul sebelum Nabi Muhammad SAW, meski tidak perlu mengetahui berapa jumlahmereka seluruhnya, siapa nama-nama mereka dan dimana mereka bertugas.Memang dalam suatu hadits riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitabmusnadnya, dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124.000 orang danjumlah rasul ada 315 orang. Tetapi riwayat tersebut bukan hadits muttawatir,karenanya tidak bisa dijadikan pegangan dalam aqidah. Sebab aqidah tidak bolehberlandaskan dalil-dalil yang dzonni (yang belum pasti kebenarannya, seperti haditsahad). Tetapi ia harus berdasarkan dalil-dalil yang qoth‟i.Allah SWT berfirman;QS. Al-Mu‟min : 78“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula)yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mu‟min : 78)Ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Allah hanya memperkenalkansebagian dari para nabi dan rasul-Nya. Al-Qur‟an hanya menerangkan (menceritakan)sebanyak 25 nabi dan rasul saja, yang wajib dipercayai kenabian dan kerasulannya.Semua nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad SAW diutus Allah untuk suatubangsa tertentu (baik satu atau beberapa generasi dari suatu bangsa) dan untuk suatuperiode tertentu. Masa berlaku syari‟at dan daerah dakwah para nabi terbatas di
  7. 7. 6daerah dan waktu tertentu sampai datang rasul penggantinya. Kecuali risalah dakwahNabi Muhammad SAW yang bersifat universal, sebagaimana firman Allah SWT:QS. Saba‟ : 28‫ال‬“(Dan) Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusiaseluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapikebanyakan manusia tidak (mau) mengetahui.” (QS. Saba‟ : 28)Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan olehBukhari dan Muslim dari jabir ra:“Nabi-nabi terdahulu diutus diperuntukan bagi kaumnya sendiri (khusus).Sedangkan aku telah diutus untuk seluruh umat manusia.”Berbeda dengan para nabi dan rasul lainnya, kenabian Muhammad SAW, dapatdibuktikan secara aqli dengan mukjizatnya yang abadi, yaitu Al-Qur‟an. Al-Qur‟anadalah wahyu Allah sekaligus mukjizat abadi bagi kenabian Muhammad SAW. Al-Qur‟an telah membungkam orang-orang kafir, terdiam tak mampu menandingi ataumendatangkan satu surat saja semisal dalam Al-Qur‟an. Inilah dalil yang meyakinkanbahwa Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul. Sebab, suatu mukjizat hanyadiberikan Allah kepada para nabi dan rasul.Allah SWT berfirman:QS. Al-Baqarah : 23“(Dan) jika kalian (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kamiwahyukan kepada hamba Kami (Muhammad SAW), buatlah satu surat (saja) yangsemisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamuorang-orang yang benar.” (QS. Al-Baqarah : 23)
  8. 8. 7D. Rasulullah Muhammad SAW adalah Penutup Nabi dan RasulSelain beriman kepada kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, seorangmuslim wajib pula meyakini bahwa nabi Muhammad SAW adalah khatamun-nabiyyin (penutup para nabi). Tidak ada lagi nabi dan rasul sesudahnya sampai harikiamat. Hal ini berdasarkan:1) Firman Allah SWT:QS. Al-Ahzab : 40“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalahAllah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab : 40)2) Haditsa) Hadits muttawatir yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hambal dari Anas binMalik:“sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabidan rasul sesudahku.”b) Hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Ahmad Ibnu Hibban dari Abu Hurairah:“sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumkuadalah sama dengan seseorang yang membuat rumah; diperindah dandiperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yangdisiapkan) untuk sebuah batu bata disudut rumah itu. Orang-orang yangmengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya: „mengapa engkaubelum memasang batu bata itu?‟ nabi pun berkata: „akulah batu bata (terakhir)–sebagai penyempurna itu, dan sayalah penutup para nabi.”Dengan nash-nash tersebut faham Ahmadiyah Qadiyani yang meyakini bahwasesudah Rasulullah SAW masih ada nabi adalah keliru (sesat) dan tidak berdasarkan
  9. 9. 8pengertian bahasa arab dan syara‟. Pemahaman Qadiyani tentang kalimat “Khatamunmabiyyin” adalah cap (stempel) untuk nabi-nabi sebelumnya, jelas sangat keliru.Sebab pengertian kalimat itu menurut bahasa Arab adalah “Nabi penghabisan(terakhir)”.Jamaludin Muhammad Al Anshari, ahli bahasa arab paling terkenal dengankamus “Lisanul Arab” mengatakan bahwa kata “Khatam” mempunyai arti yang samadengan kata “Khatim” dan “Khatam”. Ia menulis:“Khitam dari suatu kaum serta khatim dan khatamnya, artinya adalahpenghabisan dari mereka. Dan Muhammad SAW adalah khatim (penghabisan/akhir)dari segala nabi. Khatim dan khatam adalah diantara nama (yang diberikan kepadanabi) Nabi Muhammad SAW di dalam Al-Qur‟an. Disebutkan di dalam Al-Qur‟anbahwa Muhammad SAW adalah khatimannabiyyin, yakni penghabisan nabi(penutup) segala nabi”.Selanjutnya Jamaludin Muhammad Al Anshari mengatakan:“Merujuk kepada Al-Qur‟an dan hadits muttawatir di atas, kalau ada orangyang mengatakan masih akan ada nabi setelah Muhammad SAW, maka mereka telahsesat dan kafir. Oleh karena itu, orang-orang yang mengklaim dirinya sebagai nabimaka orang itu telah sesat (menyimpang) dari aqidah Islam yang jelas-jelasmenegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi dengan nashyang qath‟i dilalah.”Mengenai hal ini jauh-jauh hari Rasulullah SAW telah memberitakannya dalamsebuah hadits dan riwayat oleh Bukhari, Muslim Ahmad dari Abi Hurairah:“Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong(para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.”
  10. 10. 9Termasuk para penipu yang disinyalir Rasulullah SAW itu, adalah MirzaGhulam Ahmad. Orang ini mengklaim dirinya sebagai nabi sesudah MuhammadSAW. Ia mengada-adakan syari‟at baru dan menyatakan bahwa ia menerima wahyuserta mengarang kitab yang disebutnya sebagai wahyu Allah.E. Makna Iman kepada Kerasulan Muhammad SAWKetika seorang muslim mengucapkan “Laa ilaaha illallah; Muhammadurrasulullah” berarti ia telah meyakini bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Dzat yangberhak diibadahi dan diabdi, dipatuhi dan ditaati serta sebagai satu-satunya pembuatsyari‟at. Ia pun meyakini bahwa dari sekian banyak makhluk ciptaan Allah di dunia,hanya Muhammad SAW satu-satunya hamba Allah yang berhak untuk diikuti danditeladani. Tidak boleh mengambil sesuatu teladan perbuatan dan hukum kecuali daribeliau.Jadi, tidak boleh mengambil hukum dari Voltaire, Montesque ataupun KarlMarx (dalam hukum kemasyarakatan dan tata negara). Juga tidak boleh mengambilhukum dari agama manapun, baik dari agama yang sudah menyimpang dan diubahseperti Yahudi dan Nasrani, ataupun agama yang sumbernya dari manusia sepertiHindu, Budha, Qodiyaniyah, dan lain sebagainya (dalam hukum ibadah dankeakhiratan).Begitu pula tidak diperbolehkan untuk mengambil hukum yang bersumber dariideologi apapun di dunia ini, seperti kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan lain-lain. Selaku orang muslim, kita dituntut untuk merujuk hanya kepada islam semata,dan hanya mengikuti Rasulullah SAW.Allah SWT berfirman:QS. Al-Hasyr : 7
  11. 11. 10“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yangdilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr : 7)QS. Al-Ahzab : 36“(Dan) orang-orang mu‟min serta mu‟minah, apabila Allah dan Rasul-Nyatelah menetapkan suatu keputusan tidaklah patut bagi mereka untuk memiliki pilihan(yang lain) tentang hukum urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab : 36)QS. An-Nisaa‟ : 65“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga merekamenjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian merekatidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, danmereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisaa‟ : 65)QS. Ali-Imran : 31“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscayaAllah akan mencintai kamu.” (QS. Ali-Imran : 31)Ayat-ayat ini jelas memerintahkan kepada kaum muslimin agar mengambilaturan dari Rasulullah SAW, meneladani dan mematuhi baik dalam perkataanmaupun perbuatan. Ayat kedua menerangkan tentang tidak boleh (patut)nya seorangmukmin mempunyai aturan selain dari Allah dan Rasul-Nya.Ayat ketiga menegaskan bahwa seseorang hanya bisa menjadi mukmin sejati,kecuali ia mengangkat Rasulullah sebagai hakim ( pemutus permasalahan) bila terjadiperselisihan antar mereka. Mereka belum beriman sampai mereka menerima
  12. 12. 11keputusan hukum dari Rasulullah SAW tanpa ada rasa keberatan serta kesempitandalam diri mereka terhadap hukum tersebut. Disamping itu mereka benar-benarpasrah serta berserah diri lahir batin terhadap apa yang datang dari Rasulillah.Sedangkan ayat terakhir mengaitkan cinta kepada Allah dengan ketaatanmengikuti Rasulullah dalam segala peraturan yang dilakukan beliau. Sebab bila tidakdemikian, tidak ada artinya orang berpura-pura mencintai Allah tapi tak maumengikuti ketetapan utusan-Nya.Oleh karena itu, Rasulullah mewajibkan segenap muslimin untuk menerapkansecara sempurna segala apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, tanpamembeda-bedakan antara hukum ibadah dan muamalah, dll. Semua hukum Allah itusama rata ditinjau dari kewajibannya untuk diterapkan.Allah SWT berfirman:QS. Al-Baqarah : 85“Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkarterhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikiandari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamatmereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apayang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah : 85)F. Pengaruh Keimanan Dalam Kehidupan Sehari-hariIman memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan seorang mukmin jikaiman itu benar maka akan memberikan pengaruh positif yang akan mendatangkankeberuntungan dan kebahagiaan ,namun sebaliknya jika iman itu salah karenabercampur dengan syirik maka akn memberikan pengaruh negative yangmenyengsarakan kehidupan dunia dan akhirat untuk lebih jelasnya dapat kita kaji dari
  13. 13. 12pendapat AL-MAUDUDI yang mengemukakan pengaruh iman dalam kehidupanmanusia antara lain:1) Manusia yang beriman tidak mungkin orang yang berpandangan sempit danberakal pendek ia percaya kepada Allah SWT sebagai penguasa dan pemeliharaalam semesta dia tidak akan pernah merasa asing dengan apapun yang adadidunia pandangannya menjadi luas wawasan intelektualnya menjadi terbukapendiriannya bebas seperti kekuasaan Allah SWT.2) Keimanan ini mengangkat manusia kederjat yang paling tinggi dalam harkatnyasebagai manusia ,orang yang beriman percaya hanya kepada Allah SWT yangmaha kuasa dan tidak ada selainnya yang dapat menguntungkan atau merugikanseseorang.3) Bersamaan dengan rasa harga diri yang tinggi keimanan juga mengalir ke dalamdiri manusia dengan rasa kesederhanaan dan kesahajaan ,ia menjadi orang yangtidak menyukai sifat pamir atau kepura puraan , orang yang beriman tidak pernahangkuh ,kelebihan harta atau kekuasaan tidak membuatnya sombong karena iatahu semua itu berasal dari Allah ,setiap saat Allah dapat mengambil apa yangpenah di berikan-Nya kepada manusia.4) Keimanan membuat manusia menjadi suci daan benar, ia yakin tidak ada jalanlain untuk mencapai kesuksesan dan keselamatan kecuali dengan kesucian jiwadan tingkah laku yang baik ,ia yakin tuhan berada di atas segalanya yang ada, iamempuyai keyakinan kuat Allah SWT adalah penguasa seluruh kekayaan yangada di bumi dan di langit.5) Orang yang beriman mempunyai kemauan kuat, kesabaran yang tinggi dankepercayaan yang teguh kepada Allah dalam segala hal tidak mempunyaihubungan khusus dengan siapapun atau apapun yang menyebabkan rusaknyaiman ,orang beriman meyakini bahwa tidak ada seorang pun yang dapat ikutcampur tangan terhadap kekuasaan Allah dalam kehidupan , keyakinan ini
  14. 14. 13membuat orang beriman sadar bahwa jika ia berbuat dan bersikap benar serta adilmaka akan meraih kesuksesan.6) Orang yang beriman tidak bakal putus asa atau patah hati dengan keadaan yang dihadapi ketika orang beriman memutuskan untuk menjalankan perintah perintah-Nya maka ia yakin akan mendapat dukungan dan pertolongan Allah, keyakinanini membuat orang beriman tetap kukuh dan mantap dalam menjalani kehidupan.7) Keimanan menumbuhkan keberanian dalam diri manusia dalam hubungan ini adadua hal yang membuat manusia menjadi pengecut, (a) takut mati dan (b)pemikiran yang menyatakan bahwa ada orang lain selain allah yang dapatmencabut nyawanya “keimanan kepada kalimat ”Laa ilaaha illallah” menghapuskedua pemikiran di atas.8) Orang-orang beriman selalu menghindari cara-cara yang rendah dalam mencapaitujuannya mereka percaya bahwa kesejahteraan manusia berada di tangan AllahSWT.9) Allah memberikannya kepada manusia dengan kehendaknya ,tugas manusiahanya berusaha keras untuk mendapatkannya dengan cara yang benar ,merekamengetahui tercapai tidaknya tujuan manusia dalam hidup ini tergantung kepadakehendak Allah SWT semata.10) Pengaruh keimanan membuat manusia menjadi taat dan patuh kepada hukum-hukum Allah, seseorang yang beriman yakin bahwa Allah mengetahui segalanyabaik yang nyata maupun yang tersembunyi dari pandangan manusia- ,manusiadapat menyenbunyikan sesuatu kepada orang lain, tetapi tidak dapatmenyembunyikannya di hadapan Allah SWT.Demikian beberapa dampak keimanan dalam kehidupan manusia sehari harikarena alasan inilah, keimanan ini menjadi aspek yang pertama dan terpenting untukmenjadi seorang muslim sejati , Kepatuhan kepada Allah SWT tidak mungkintumbuh dalam diri seseorang jika ia tidak mempunyai keyakinan dan keimanan
  15. 15. 14terhadap kalimat tauhid tersebut, atau dengan kata lain , tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah SWT.
  16. 16. 15DAFTAR PUSTAKA1. Ahmed, S. dan Karim, A. 1997. Akar Nasionalisme Di Dunia Islam. PenerbitAl Izzah. Bangil.2. Al-Asqalani, A.I.H. Fathu al-Bari Syarah Shahih al-Bukhari. Dar Al-Ma‟rifat,Beirut. Libanon.3. Al-Buthi, Dr.M.A. 1998. Sirah Nabawiyah. Rabbani Pers. Jakarta.4. An Nabhani, T. 1953. Nidzamul Islam. Terjemahan. Pustaka Thariqul „Izzah.Indonesia.

×