Kb sengatan sengata-12
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

 

Statistics

Views

Total Views
556
Views on SlideShare
556
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
6
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kb sengatan sengata-12 Presentation Transcript

  • 1. Sengatan SangattaKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 2. Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 3. pengantar Masyarakat Kabupaten Kutai Timur bersepakat untuk mulai membangun daya saing daerah dengan berbagai prakarsa. Prakarsa strategis dilakukan dengan mulai membangun sistem inovasi daerah (SID) dengan prioritas bidang pendidikan, lingkungan hidup dan ekonomi. Dokumen ini memaparkan salah satu fragmen pembangunan daya saing daerah dalam perspektif ekonomi, yang diinisiasi oleh PUPUK bersama PT KPC dan pemerintah daerah.. Dalam konteks SID, masih banyak agenda yang perlu dilakukan namun belum terlaksana di Kutai Timur. Beberapa tonjolan (highlight) dipaparkan di sini dengan maksud berbagi dan semangat untuk saling belajar.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 4. Prakarsa dan dinamika penentu Platform klaster industri 1 disepakati 6 Skema pembiayaan berisiko terinisiasi Lembaga kolaborasi 2 lintas pelaku terbentuk 7 melakukan investasi yang me- numbuhkan permintaan lokal. CSR strategis 3 dijalankan 8 Kegiatan litbang di pelaku bisnis lokal Lembaga litbang 4 terlibatkan Market intelligence Komersialisasi hasil 9 5 litbang Proses pembelajaran 10 terjadi di antara pelakuKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 5. Prakarsa dan dinamika penentu Kaidah pelaksanaan 11 kegiatan dipenuhi Pelaku ekonomi 12 bertambah Rekayasa alat penyulingan 13 di tingkat lokal strategi 14 diversifikasi usahaKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 6. Landasan Klaster Industri disepakati 1 Untuk memberi identitas keunikan lokal, sekaligus memberikan ciri daya saing kolektif, formasi ini diberi nama “Pechole Borneo” Setelah melewati dis- kusi yang intensif se- lama enam hari, dise- pakati salah satu tema pembangunan ekonomi Kutim adalah Nilam dan dibangun formasiKawi Boedisetio klaster industri nilam.telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 7. Diskusi terfokus secara partisipatif, merupakan salah satu tonggak dari rangkaian proses sebelumnya. catatanKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 8. Lembaga kolaborasi lintas pelaku 2 Untuk mengawal agenda perkuatan lingkungan usaha dalam konteks klaster industri nilam, dibentuk lembaga kolaborasi lintas pelaku yang diberi nama “Komite Klaster Nilam Pechole Borneo”Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 9. Pengurus Komite Klaster Industri Pechole Borneo 2008 Pramono Suradi Arif Syarifah Lili Addasia WidiatmokoKawi Boedisetio Suprayitno Alpinus Wiwittelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 10. Pengurus Komite Klaster Industri Pechole Borneo 2009 Suradi Widiatmoko Arif Trajang Supono PramonoKawi Boedisetio Ahmad S. M. Hidayat Fadin Wiwittelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 11. SK Bupati Kutai Timur 188.4.45/814/HK/XII/2009 Pechole Borneo 2010Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 12. CSR strategis *) 3 Analisis Rantai Nilai Perusahaan (Inside-out Analisis lingkungan usaha analysis) (Outside-in analysis) Infrastruktur perusahaan Konteks strategi (pembiayaan, perencanaan, hubungan investor) Kegiatan pendukung Konteks strateg Value yang bersedia dibayar oleh pembeli Manajemen SDM Konteks st jin (rekrut, pelatihan, sistem kompensasi) ma r Pengembangan teknologi (desain produk, pengujian, desain proses, riset material, riset pasar) Pembelian (komponen, peralatan, iklan, jasa) Logistik Operasi Logistik Pemasaran & Layanan purna Kondisi Kondisi Logis Logist Pemasaran Laya Kondi permintaan (penyimpanan (perakitan (pemrosesan (tenaga pen- (instalasi, du- material datang, (perakitan (pemroses jualan, promosi, (instalasi, d jin (penyimpanan (perakitan (pemrosesan pe (tenaga pen-juala (instalasi, mar (penyimpanan mater (perakitan fabr (pemrosesa (tenaga pe (instalasi, du-ku (penyimp (peraki (pemrose (tenaga (instalasi Industri pendukung Kegiatan utama Industri pe Akuisisi lahan. Agroklimat baik utk Berpotensi memunculkan tanaman nilam konflik antara perusahaan dengan masyarakat Program khusus “Gerdabangagri” Penumbuhan & perkuatan klaster nilamKawi Boedisetio *) baca dokumen “CSR & Daya Saing”telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 13. Strategi perusahaan Produsen batubara unggul Penyiapan paska Aspek kompetitif tambang lainnya CSR Strategis reklamasi lahan Penyiapan ● mengidentifikasi masyarakat sejumlah kecil dampak sosial yang secara sig- nifikan dapat diberikan oleh perusahaan kepa- da masyarakat, sambil meningkatkan daya Penyiapan eko Penguatan saing bisnis dalam nomi jangka panjang. berkelanjutan lingkungan usaha ● Menciptakan dimensi sosial pada valueKawi Boedisetio proposition.telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 14. Lembaga litbang terlibat 4 BALITTRO merupakan unit pelaksana teknis dibidang penelitian dan pengembangan yang berada di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia. Memiliki dua kelompok program komoditas, Tanaman Obat dan Aromatik. Terdapat juga 2 unit organisasi fungsional yaitu, Unit Komersialisasi Teknologi (UKT) dan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS). Dalam pengembangan klaster industri nilam Kutim, BALITTRO mengenalkan varietas unggul yang cocok dibudidayakan di Kutim.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 15. Mahasiswa STIPER melakukan penelitian efektifitas pestisida alami buatan Balittro untuk budidaya nilam spesifik Sengata.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 16. Komersialisasi hasil litbang 5Balittro melakukan penelitian 3 varietas nilam: Sidikalang, Tapaktuan,Lhokseumawe. Setelah melakukan berbagai percobaan, maka varietasSidikalang dilepas ke wilayah komersial di Kutai Timur.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 17. (calon) petani bersedia membeli bibit nilam karena terdapat peluang bisnis yang telah didiskusikan pada proses sebelumnya. catatanKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 18. Skema pembiayaan berisiko terinisiasi revenue 6 Maturirty Expansion IPO, Incubation period Acquisition Growth Banks Idea Pinjaman lunak Roll-out Start-up Venture Capital Firms & diberikan kepada Pilot Corporate Investors KSU disertai dengan Founders Angel Investors pendampingan usaha time Salah satu titik KSU BSM memulai usaha kritis dalam siklus baru, penyulingan nilam, bisnis adalah “start- yang merupakan bidang up” atau memulai usaha pionir di Kutai bisnis TimurKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 19. Permintaan lokal 7 Konteks strategi Konteks strateg Konteks st Kondisi Kondisi Kondi permintaan Industri pendukung Industri pe Tumbuhnya usaha penyulingan nilam memicu permintaan lokal akan terna. *) terna = daun nilam bahan baku penyulinganKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 20. Kegiatan litbang pelaku bisnis lokal 8Eksperimen selalu dilakukan untuk terus meningkatkan kualitasminyak nilam.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 21. Berdasarkan pengujian laboratorium Balittro Bogor, hasil penyulingan KSU BSM memenuhi standard SNIKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 22. Market Intelligence 9 Di mana saja, kapan saja selalu memantau perkembangan bisnis nilamKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 23. Pemantauan pasar secara kontinu, berguna untuk mengupayakan agar selalu didapatkan kondisi transaksi yang terbaik. Kelompok pemantau harga diambil dari anggota komite “Pechole Borneo” catatanKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 24. Proses pembelajaran di antara pelaku 10 Perusahaan penyulingan memberikan penyuluhan kepada petani nilam. Selain terjadi alih pengetahuan, juga bertujuanKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org untuk memperkuat basis pemasok.
  • 25. Kaidah pelaksanaan kegiatan dipenuhi 11 kesertaan memulai Kemakmuran D aya Saing (produktivitas) Kapasitas inovatif Infra struktur ino vas i Lingk ung an inova si untu k um um k la ste r spesifik Sum berdaya inovasi Kualitas p ersediaa n rencana tindakan hubungan “pengeta huan” n asio nal Strateg i pe rus ahaan Kebijak an dan pers aingan i nova si Fa ktor k ondis i Kond isi perm intaan Indus tri pendu kung dan terk ait Penerapan Teknologi Informasi Mengembangkan keran gka umum dan Komunikasi yang ko ndusif bagi inova si H A A1 Mengembangka n H1 A2 Pengembangan Daerah kelembagaan & d ay a dukung terti nggal G H2 A4 A3 B iptek serta mengembangkan G2 H3 A5 B1 kemampuan abs orpsi UKM G3 A6 B2 G1 G4 D4 B3 F3 D5 C2 partisipatif kolaboratif kelayakan F1 F2 D3 C1 F C Menumbuhkembangkan F4 E2 D1 Kolaborasi bagi Inovasi dan Peny elarasan dengan perkemban gan Global E3 D2 Meningkatkan D ifusi Inovasi, E1 Praktik Baik dan/ atau Hasil Litbang E D Menum buhkembangkan Membangun buday a Sistem Inov asi dan Klaster inov asi Indu stri Nasional dan Daerah Pembangunan kapasitas Perkuatan basis data Pembangunan kapasit permintaan tautan pasokan Untuk penjelasan lebih rinci tentang kaidah pelaksanaan ini, baca dokumen terpisahKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 26. Perencanaan dilakukan kesertaan secara partisipatif di antara pemangku kepen- tingan kunci dan tindakan dilakukan secara kolabo- rencana tindakan ratif oleh semua kolaborator. partisipatif kolaboratifKawi Boedisetio kaidahtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 27. Kecukupan lingkup kaidah pasokan tautan permintaan Petani nilam: Petani dan penyu- Penyuling: ● Pendampingan teknis ling bersepakat ● Pendampingan mana- ● Pengorganisasian tentang trading jemen kelompok term yang paling ● Benchmarking menguntungkanKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 28. keserentakan kaidah Kegiatan pada kelompok tani, perusahaan penyulingan dan upaya membangun tautan (linkage) dilakukan pada kurun waktu yang sama.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 29. Kecukupan volume kaidah Volume kegiatan prakarsa mencapai critical mass, sehingga memungkinkan untuk dijadikan penggerak ekonomi daerah.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 30. memulai Kemakmuran kaidah Daya Saing (produktivitas) Kapasitas inovatif Infrastruktur inovasi Lingkungan inovasi untuk umum klaster spesifik Sumberdaya inovasi Kualitas persediaan hubungan “pengetahuan” nasional Strategi perusahaan Kebijakan dan persaingan inovasi Faktor kondisi Kondisi permintaan Industri pendukung dan terkait Penerapan Teknologi Informasi Mengembangkan kerangka umum dan Komunikasi yang kondusif bagi inovasi H A A1 Mengembangkan H1 A2 Pengembangan Daerah kelembagaan & daya dukung tertinggal G H2 A4 A3 B iptek serta mengembangkan G2 H3 A5 B1 kemampuan absorpsi UKM G3 A6 B2 G1 G4 D4 B3 F3 D5 C2 F1 F2 D3 C1 Menumbuhkembangkan Penyelarasan dengan F F4 E2 D1 C Kolaborasi bagi Inovasi dan perkembangan Global E3 D2 Meningkatkan Difusi Inovasi, E1 Praktik Baik dan/atau Hasil Litbang E D Menumbuhkembangkan Membangun budaya Sistem Inovasi dan Klaster inovasi Industri Nasional dan Daerah Pembangunan kapasitas Perkuatan basis data personil pemrakarsa Apapun strateginya, seluruh rangkaian agenda perlu dimulai dengan prakarsa perkuatan basis data dan pembangunan kapasitas (capacity building) pihakKawi Boedisetio pemrakarsatelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 31. Pembangunan kapasitas Perkuatan basis data personil pemrakarsa Data seputar klaster nilam, mulai ditata dan dipelihara sebagai pijakan perencanaan dan juga sebagai Pertemuan reguler dilakukan di antara penetapan capaian pemrakarsa untuk memperdalam pemahaman dan untuk mempertajam agenda tindak.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 32. Pelaku ekonomi bertambah 12 Petani bertambah Karena melihat peluang usaha, petani nilam bertambah jumlahnya Penangkar bibit bertambah Kebutuhan bibit yang meningkat, menumbuhkan penangkar bibit. Penyuling bertambah Karena harga minyak nilam dianggap menarik, maka jumlah penyuling makin banyak. Pembuat mesin penyulingan muncul Lahir bengkel pembuat mesin penyulingan yang pertama di Kutai Timur Seluruh perkembangan di atas mem- perkuat lapis-lapis usaha sekaligusKawi Boedisetio memperbaiki struktur persaingan.telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 33. Rekayasa alat suling di tingkat lokal 13Berdasarkan pengamatan padaperjalanan studi banding ke Jawa,KSU bersama pendamping danbengkel lokal melakukan modifikasidesain alat penyulingan danmembuatnya sendiri di Sengata. Pada masa sebelumnya, alat suling didatangkan dari Jawa.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 34. Strategi diversifikasi usaha 14 800/kg Penyuling 600 rb/kg Pembeli m. Situasi 1 Petani nilam nilam nilam terna Penyuling 320 rb/kg Pembeli m. Situasi 2 nilam nilam 800/kg Petani nilam terna 320 rb/kg Situasi 3 Penyuling Pembeli m. nilam nilam Petani nilam bibit baru 650/bibit Ketika harga pasar minyak nilam jatuh, dilakukan strategi diversifikasi usaha sehingga harga pembelian terna dari petani tetap. Dengan demikian petani tetap tertarik untukKawi Boedisetio menanam nilam dan terjadi perluasan basis pemasok terna.telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 35. Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 36. Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 37. Lokasi penanaman nilam Per Agustus 2008 Bengalon Sengata Utara 3 kecamatan 50 haKawi Boedisetio Rantau Pulungtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 38. Lokasi penanaman nilam Per Januari 2009 Muara Wahau Bengalon Koubun Kaliorang Sengata Utara Sengata Selatan 8 kecamatan 209 ha Teluk PandanKawi Boedisetio Rantau Pulungtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 39. Lokasi Unit Penyulingan Agustus 2008 Bukit Subur Mandiri Desa Singa Gembara Kec. Sengatta UtaraKawi Boedisetio Kap. 400 kg keringtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 40. Lokasi Unit Penyulingan Km 106 Km 125 Januari 2009 Desa Tepian Langsat Desa Tepian Langsat Kec Bengalon Kec Bengalon Kap 550 kg kering Kap 100 kg kering Muara Wahau Kap 200 kg kering Desa Kap 300 kg kering Batutak Desa Muara Bengalon Kec Bengalon Kap 200 kg kering Bukit Subur Mandiri Desa Singa Gembara Kec. Sengatta UtaraKawi Boedisetio Kap. 400 kg keringtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 41. Industri inti Industri pendukung Industri pemasok Industri terkaitKawi Boedisetio Industri pembeli Lembaga pendukungtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 42. Juli 2008 Peta potensi pelaku klaster nilam Kutai Timur Petani Durian Petani Jarak Petani Pisang Petani Sayur Petani Sahang Petani Jeruk Petani Padi Petani Salak Petani Sawit Kotoran Ternak Penangkar Bibit Sapi Pembeli Pembuat Petani Nilam Minyak Nilam Kambing Kompos (KSU BSM) Exportir Industri Penyuling Nilam (PT. Djasula Parfum Ternak Itik Penjual BBM (KSU Bukit Subur Wangi) Global Mandiri) Pedagang Penjual Jerigen Pengumpul m. Ayam Ras Hitam nilam di Blitar Pemasok m. Toko Saprodi nilam Berau Jasa Tukang Lembaga Jasa Jasa Pemesinan Jasa Telekom- Jasa Sertifikasi Las Keuangan (BRI, Transportasi (PT. Tjokro unikasi (Sucofindo) Bersaudara) (voucher pulsa) Mandiri, BPR) (PT. Triwisna) Hotel Faperta Unmul STIPER BALITTRO LSM ABDI Kutim UPT BPTP NGO PUPUK Bdg Pemkab Kutim (Bappeda, PU, Community Dewan Atsiri PKBL PKT F. MSH CSRKawi Disperindag, DisKop, Disbun) Boedisetio Empowerment KPC Indonesiatelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 43. Peta pelaku klaster nilam – Pechole Borneo Januari 2009 Petani Sawit PT KPC Kotoran ternak Petani nilam Pembeli m. Penangkar bibit ● Kec. Sengata ● Kec. Kobun nilam Sengata sapi Pembuat ● Kec. Bengalon Eksportir kompos ● Kec. Rantau Pulung (Djasula Wangi) kambing ● Kec. Muara Wahau Pedagang m. itik nilam Blitar Penjual BBM Penyuling nilam ayam ras ● Kec. Sengata ● Kec. Kobun Penjual jerican ● Kec. Bengalon ● Kec. Rantau Pulung ● Kec. Muara Wahau Toko saprodi Bengkel Jasa Jasa las hotel pembuat mesin transportasi LSM Abdi Pemkab Kutim BALITTRO CE-KPC LPSM PUPUKKawi Boedisetio Kutimtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 44. Peta pelaku klaster nilam – Pechole Borneo Januari 2010 Petani Sawit PT KPC Kotoran ternak Petani nilam Pembeli m. Penangkar bibit ● Kec. Sengata Slatan ● Kec. Kobun nilam Sengata sapi ● Kec. Bengalon Pembuat ● Kec. Rantau Pulung kambing kompos Pedagang m. itik nilam Blitar Penjual BBM Penyuling nilam ayam ras ● Kec. Sengata ● Kec. Kobun Penjual jerican ● Kec. Bengalon ● Kec. Rantau Pulung ● Kec. Muara Wahau Toko saprodi Pembuat alat Pembuat alat Jasa konstruksi Jasa BPR Kutim Jasa las suling suling Mlg pabrik suling transportasi LSM Abdi Pemkab Kutim BALITTRO CE-KPC LPSM PUPUKKawi Boedisetio Kutimtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 45. Periode Juni 08 – Juli 08 (2 bulan) 133 petani 400 pekerja 50 ha Penangkar 506 juta Petani nilam bibit 24 juta 1 pengusaha 8 pekerja Penyuling Pedagang nilam 98 juta di Jawa nilam 1 penyulingan 8 pekerja 125 juta 754 juta Bengkel alat suling Jawa 549 orangKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 46. Periode Agustus 08 – Januari 09 (6 bulan) Dealer sepeda motor 665 petani 2000 pekerja 50 juta 209 ha Penangkar 2,037 juta Petani nilam bibit 700 juta 3 pengusaha 20 pekerja Penyuling Pedagang nilam 1.530 juta di Jawa nilam 6 penyulingan 40 pekerja 380 juta 70 juta 4,75 milyar Bengkel alat Bengkel alat suling Jawa suling Sengata 2.725 orangKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 47. Siklus transaksi yang rela- tif teratur, memungkinkan petani untuk melakukan pembelian sepedamotor dengan skema khususKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 48. Skema pembelian sepeda motor sepeda motor Dealer sepeda motor petani cicilan leasing ternaKawi Boedisetio penyulingtelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 49. 1 kg minyak nilam dihasilkan dari hasil panen 70 pokok tanaman nilam yang Minyak nilam 1 kg ditanam pada lahan seluas 50 m2 Terna kering 50 kg Terna basah 200 kg panen 70 pokok 50 m2Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 50. Upah buruh tani 800 ribu rupiah per bulan (8 hari kerja)Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 51. Perkuatan ● Diversifikasi usaha lingkungan usaha ● Studi banding/ benchmarking ● Perbaikan struktur persaingan ● Kegiatan litbang di tingkat pelaku ● Skema pembiayaan berisiko Konteks strategi Konteks strateg ● Investasi yang ● Peningkatan peran lembaga Konteks st menyebabkan tumbuhnya riset permintaan lokal. Kondisi Kondisi Kondi permintaan Industri pendukung Industri pe ● Perbanyakan lapis-lapis usaha ● Penyepakatan formasi klaster industri ● Terbentuk Komite Klaster Pechole BorneoKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 52. Masalah kritis Beberapa kondisi ditemukenali sebagai hal yang kritis. Jika tidak dilakukan antisipasi yang sungguh- sungguh, maka akan menghilangkan proses peningkatan yang sedang berlangsung.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 53. Pemahaman seluruh pelaku Keberhasilan suatu formasi rumpun usaha sangat bergantung kepada pemahaman seluruh pelaku akan prinsip-prinsip daya saing wilayah. Beberapa prakarsa penentu inovasi perlu difahami dan dilakukan terus-menerus.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 54. Infrastruktur jalan tidak memadai Faktor pendukung utama dalam kegiatan masyarakat, khususnya ekonomi, adalah infrastruktur jalan. Kondisi jalan di Kabupaten Kutai Timur rusak dan sulit dilalui kendaraan. Khusus untuk angkutan terna, kondisi ini tidak saja memperlambat transportasi, namun juga dapat membuat terna menjadi rusak dan tak dapat diproses lebih lanjut.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 55. Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 56. Bercocok tanam di lahan tambang Sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur adalah wilayah usaha pertambangan. Beberapa bagian wilayah tambang yang belum di-eksploitasi digunakan oleh masyarakat. Untuk menjamin kepastian usaha, wilayah tambang ini perlu dikomunikasikan kepada seluruh anggota masyarakat agar dapat disesuaikan dengan rencana usaha.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 57. Lembaga kolaboratif pengawal agenda Agenda perkuatan lingkungan usaha telah disepakati dan akan terus dikembangkan. Komite Klaster Pechole Borneo perlu ditingkatkan kapasitasnya sebagai lembaga pengawal agenda perkuatan. Formalisasi lembaga merupakan salah satu prasyarat keberlanjutan proses peningkatan.Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 58. Dengan titik ungkit yang tepat, sumberdaya yang relatif kecil dapat menghasilkan capaian yang relatif besar . . .Kawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 59. 200 jutaKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org
  • 60. 4 milyar 200 jutaKawi Boedisetiotelebiro.bandung0@clubmember.org