Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
Pengembangan ekonomi lokal berbasis blue economy revisi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Pengembangan ekonomi lokal berbasis blue economy revisi

  • 1,690 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,690
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Disajikan pada Pelatihan Pembekalan TAR dan SDM Pendukung olehDirektorat Perkotaan dan Perdesaan, BAPPENAS di Yogyakarta padatanggal 26 Mei-1 Juni 2013DR. IR. SUGENG BUDIHARSONO
  • 2. 2 Perekonomian daerah adalah bagian integral dari perekonomiannasional  kinerja pereknas ditentukan oleh kinerja perekda. Dlm kerangka Kebijakan Desentralisasi & Otda, PEL = urusan pilihandaerah Wilayah Indonesia luas dengan kondisi & potensi unggulan daerah yangberagam  potensi ekonomi lokal akan lebih efektif & efisien jika dikelola olehDaerah. Keberagaman dapat menciptakan “mozaik” yang indah bila dikelola dgbaik PEL merupakan kebutuhan/strategi nasional dlm rangka meningkatkankualitas pertumbuhan ekonomi nasional. PEL menggunakan pendekatan kewilayahan & bottom-up  dptmenjadi koreksi atas pendekatan sektoral. Mayoritas pelaku usahanya adalah UMKM (44,7 juta = 99,9%, 2005)yang berbasis sumber daya lokal  PEL dapat mengatasi masalahketenagakerjaan & kemiskinan, serta meningkatkan ketahanan ekonominasional.
  • 3. 3 PEL sebagai Program Pembangunan dalam RPJMN 2010-2014 PEL sebagai Proyek yang bersifat sektoral - sentralistik• Belum ada konsep yang utuh & jelas ttg PEL(berdasarkan kerangka teori yg jelas)perbedaan pemahaman/persepsikebingungan di tingkat pelaksana di lapangan”proyek-proyek” PEL tdk terkoordinasi dgn baik• Kurang melibatkan peranserta masyarakat & duniausaha sbg stakeholders kunci• ketergantungan thd Pusat tinggi• Rasa memiliki & komitmen daerah kurang keberlanjutan kurang.
  • 4.  Pemahaman tentang peran Pemerintah & asas-asaskepemerintahan (desentralisasi, dekonsentrasi,TP) Keterbatasan dana:• Kemampuan keuangan negara/daerah terbatas• PEL = urusan pilihan daerah kalah prioritasdengan urusan wajib  Perlu pemikiran kreatif &inovatif (“entrepreneurial governance”) Keterbatasan wawasan & kapasitas manajerial SDMDaerah  Perda-perda “bermasalah” dibidang PD& RD PEL belum menjadi bagian integral dari sistemperencanaan pembangunan daerah.
  • 5. 5 Merubah pola pikir, pendekatan & orientasi:• Top-down, sentralistik  bottom-up, partisipatif, inisiatif lokal• Proyek Pusat  program & kegiatan pembangunan Daerah• Pemahaman yg benar tentang Peran Pem & Pembagian Kewenangan(Desentralisasi & Otda) Meningkatkan koordinasi lintas sektor & sinkronisasi Pusat-Daerah• Menko Perekonomian juga perlu koordinasikan Pemda, selain K/L• Perlu lembaga/fungsi ”Menko Perekonomian” di daerah• Perlu memperkuat peran Pemerintah Provinsi• DPOD perlu diperkuat kedudukan & perannya• Perlu peningkatan peran Asosiasi-asosiasi pemerintahan daerah• Meningkatkan kapasitas daerah di bidang: (a) analisis & perencanaanpemb. ekonomi daerah, (b) pengelolaan keuangan daerah terutamaagar dpt mengelola belanja (expenditure) publik dgn efektif & efisien,(c) pengelolaan kerjasama antar daerah & antara daerah dgn pihakketiga dan LN.TANTANGAN
  • 6. • The purpose of local economic development (LED) is to build up theeconomic capacity of a local area to improve its economic future andthe quality of life for all. It is a process by which public, business andnon-governmental sector partners work collectively to create betterconditions for economic growth and employment generation. (TheWorld Bank –DFID)• Local Economic Development is a participatory development processthat encourages partnership arrangements between the main privateand public stakeholders of a defined territory, enabling joint design andimplementation of a common development strategy, making use of localresources and competitive advantage in a global context, to creatingjobs and stimulating economic activity (ILO)• Pengembangan Ekonomi Lokal adalah usaha mengoptimalkan SUMBERDAYA LOKAL yang melibatkan PEMERINTAH, DUNIA USAHA,MASYARAKAT LOKAL dan ORGANISASI MASYARAKAT MADANI untukmengembangkan ekonomi pada suatu wilayah secara berkelanjutan(Panduan Pengembangan Ekonomi Lokal, Bappenas)
  • 7. 1. Peningkatan kandungan lokal;2. Pelibatan stakeholders secara substansial dalam suatukemitraan strategis;3. Pemanfaatan hasil pembangunan oleh sebagian besarmasyarakat lokal;4. Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi;5. Pembangunan berkelanjutan;6. Pengembangan usaha kecil dan menengah;7. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara inklusif;8. Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber dayamanusia;9. Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat,antar sektor dan antar daerah;10. Pengurangan dampak negatif dari kegiatan ekonomiterhadap lingkungan.
  • 8. (1) Pengertian lokal tidak merujuk pada batasan wilayahadministratif tetapi lebih pada peningkatan kandungankomponen lokal maupun optimalisasi pemanfaatansumberdaya lokal.(2) Inisiatif daerah yang dilakukan secara partisipatif.(3) Pendekatan pengembangan bisnis, bukan pada pendekatanbantuan sosial.(4) Upaya penanggulangan kemiskinan secara langsung.(5) Mengisi dan mengoptimalkan kegiatan ekonomi yangdilakukan berdasarkan pengembangan wilayah,perwilayahan komoditas, tata ruang, regionalisasi ekonomi.
  • 9. 10Tujuan dan Sasaran PEL1. Terlaksananya upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal melaluipelibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal, dan organisasimasyarakat madani dalam suatu proses yang partisipatif.2. Terbangun dan berkembangnya kemitraan dan aliansi strategis dalamupaya percepatan pengembangan ekonomi lokal diantara stakeholdersecara sinergis.3. Terbangunnya sarana dan prasarana ekonomi yang mendukung upayapercepatan pengembangan ekonomi lokal.4. Terwujudnya pengembangan dan pertumbuhan UKM secara ekonomisdan berkelanjutan.5. Terwujudnya peningkatan PAD dan PDRB.6. Terwujudnya peningkatan pendapatan masyarakat, berkurangnyapengangguran, menurunnya tingkat kemiskinan.7. Terwujudnya peningkatan pemerataan antar kelompok masyarakat,antar sektor dan antar wilayah.8. Terciptanya ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
  • 10. NO PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL EKONOMI TRADISIONAL1. Pendekatan kewilayahan Pendekatan sektoral2. Pembangunan secara bottom-up Pendekatan top-down, pemerintahpusat yang memutuskan bagaimandan dimana dilakukan intervensi3. Terdesentralisasi dan kerjasama antarapemerintah daerah dan dunia usahaDikelola oleh pemerintah pusat4. Fokus pada maksimisasi potensi ekonomisetempatFokus kepada industri besar daninsentif finansial untuk menciptakansuatu kegiatan ekonomiAndres Rodrigues-Pose
  • 11. No PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT1. Fokus utama pada pengembanganekonomi dan kerja yang layakFokus kepada isu sosial sepertikemiskinan dan eksklusi sosial2. Digagas oleh berbagai kalangan luas(pusat, provinsi dan kabupaten/kota)seperti pemerintah, dunia usaha,organisasi masyarakat madani, dandonorDigagas oleh beragam aktor, sepertiLSM atau organisasi internasional3. Mencakup berbagai pendekatan,melibatkan pelaku usaha lokal,masyarakat, dan kelompok sosial danpolitikBerusaha melibatkan kelompoktermarjinalkan dan masyarakat miskinAndres Rodrigues-Pose
  • 12. PENDEKATANKEWILAYAHANPENDEKATANTERPADUKEBERLANJUTANDAN KERJAYANG LAYAKTATAKELOLAYANG BAIKAndres Rodrigues-Pose
  • 13. Urbanization and agglomeration of economicactivity have made development a territorial,rather than sectoral issueDecentralization increases the ability of localgovernments to respond to these newdevelopment challengesLED encourages local governments to workwith other local stakeholders in order to createand implement locally tailored developmentplans
  • 14. LED promotes the formation of more balanceddevelopment strategies centered around four axes:Improvement of the competitiveness of local firmsAttraction of inward investmentUpgrading of human capital and labor skillsUpgrading of local infrastructureTo avoid imbalances, intervention in any of the fouraxes should be matched by sufficient capability in theother threeBalanced strategies
  • 15. LED can help create sustainable jobs by:Ensuring a participatory process that takes accountof the views of the main public and privatestakeholdersIdentifying opportunities for using local andexternal resources to create employmentBeing more sensitive to the needs of vulnerablegroups, such as the poor and those in informalemploymentEncouraging social dialogue and public-privatepartnerships
  • 16. LED is a bottom-up, participatory approach with a strongfocus on good governance at all levels of governmentIt may improve governance as it:Creates opportunities for voiceInvolves a wider range of stakeholdersEncourages horizontal cooperation between keystakeholders, both during planning and implementationPromotes vertical coordination between local, regional,and national government tiersCoordinates efforts and avoids policy overlap
  • 17. 18FAKTORLOKASIKELOMPOKSASARANPROSESMANAJEMENTATAPEMERINTAHANPEMBANGUNANBERKELANJUTANKESINERGIANDAN FOKUSKEBIJAKANPENGEMBANGANEKONOMI WILAYAHBERKELANJUTANASPEK UTAMA (HEKSAGONAL)PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL (PEL)** Sumber: Jorg Meyer Stamer, 2004
  • 18. 19Investor Luar Pelaku usaha baruPelaku usaha lokal
  • 19. 20Investor luar:Peraturan tentang kemudahan investasi, informasi prospekbisnis, kapasitas berusaha dan hukum, keamanan, kampanyepeluang usaha, pusat pelayanan investasi & konsultasiPelaku Usaha Lokal:Fasilitasi permodalan, promosi produk UKM utk perluaspasar, peningkatan teknologi, manajemen dan kelembagaanusaha lokalPelaku Usaha Baru:Fasilitasi pelatihan kewirausahaan, pendampingan danmonitoring, insentif, kecepatan pengurusan ijin
  • 20. 21Faktor LokasiintangibleIndividualFaktor LokasiTangibleFaktor LokasiintangiblePelaku Usaha
  • 21. 22Faktor lokasi tangible:Kondisi jaringan jalan, akses ke pelabuhan laut dan udara,sarana transportasi, infrstruktur komunikasi, infrastrukturenergi, upah, tenaga kerja trampil, tenaga kerja terdidik,Lembaga Keuangan lokal, kreditFaktor lokasi intangible untuk dunia usaha:Peran & kebijakan pemda, citra, rantai industri, peluangkerjasama, lembaga penelitian, pelayanan perijinan terpadusatu atap, peluang bekerja TK lokal vs pendatang.Faktor lokasi intangible untuk individual:Kualitas: pemukiman, lingkungan, fasilitas pendidikan,pelayanan kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum.
  • 22. 23Perluasan EkonomiPembangunanWilayahPerkotaanPemberdayaanMasyarakatPengembanganKomunitas
  • 23. 24Perluasan Ekonomi:Kebijakan: investasi, promosi daerah, persaingan usaha,pemberdayaan UKM, peningkatan peran Perusahaan Daerah,pengembangan jaringan usaha, informasi bursa tenaga kerja,pengembangan keahlian/ketrampilan.Pemberdayaan Masyarakat danPengembangan Komunitas:Kebijakan: pemberdayaan masyarakat berbasis kemitraan dgndunia usaha (CSR), pengurangan kemiskinan secara partisipatif.Pembangunan Wilayah Perkotaan:Kebijakan: kawasan industri, pusat pertumbuhan di perdesaan &perkotaan, perbaikan lingkungan permukiman, kerjasama antardaerah, tata ruang PEL, jaringan usaha antar sentra, sistemindustri berkelanjutan (keterkaitan bahan baku, produksi,pengolahan).
  • 24. 25Perluasan Ekonomi:Kebijakan: investasi, promosi daerah, persaingan usaha,pemberdayaan UKM, peningkatan peran Perusahaan Daerah,pengembangan jaringan usaha, informasi bursa tenaga kerja,pengembangan keahlian/ketrampilan.Pemberdayaan Masyarakat danPengembangan Komunitas:Kebijakan: pemberdayaan masyarakat berbasis kemitraan dgndunia usaha (CSR), pengurangan kemiskinan secara partisipatif.Pembangunan Wilayah Perkotaan:Kebijakan: kawasan industri, pusat pertumbuhan di perdesaan &perkotaan, perbaikan lingkungan permukiman, kerjasama antardaerah, tata ruang PEL, jaringan usaha antar sentra, sistemindustri berkelanjutan (keterkaitan bahan baku, produksi,pengolahan).
  • 25. 26EkonomiSosial LingkunganSEGITIGA MOBIUS BONEKA RUSSIAEkonomiLINGKNNGUASOISAL
  • 26. 27Ekonomi:Pengembangan Industri pendukung, jml perusahaan denganBusiness Plan, jml perusahaan yg lakukan inovasipengembangan produk & pasar.Sosial:Kontribusi PEL terhadap kesejahteraan masyarakat lokal,PEL dan adat/kelembagaan lokal.Lingkungan:Penerapan amdal, pengelolaan & daur ulang limbah,kebijakan konservasi Sumber Daya Alam.
  • 27. 28Kemitraan Pemerintahdan Dunia UsahaReformasiSektor PublikPengembanganOrganisasi
  • 28. 29Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha:Kemitraan: infrastruktur, promosi danperdagangan, pembiayaan usaha.Reformasi Sektor Publik:Reformasi sistem insentif aparat Pemda,restrukturisasi organisasi pemerintahan, danprosedur pelayanan publik.Pengembangan Organisasi:Asosiasi industri: status, peran, dan manfaatbagi anggota.
  • 29. 30Monitoringdan EvaluasiPartisipatifPerencanaan danImplementasiPartisipatifDiagnosis Partisipatif
  • 30. 31Diagnosa secara partisipatif:Analisis dan Pemetaan potensi ekonomi, pemetaan dayasaing wilayah, pemetaan kondisi politis lokal, sertaidentifikasi stakeholderPerencanaan dan Implementasi secara partisipatif:Penggunaan hasil diagnosis utk perencanaan, jumlahstakeholders dlm proses perencanaan, sinkronisasi(sektoral dan spasial) dlm perencanaan PEL, kesesuaianimplementasi dgn perencanaanMonev secara partisipatif:Keterlibatan stakeholders dlm penyusunan indikator danproses monev, frekuensi self evaluation dan diskusipemecahan masalah, penggunaan hasil monev utkperbaikan perencanaan
  • 31. EVOLUSI KONSEP PEMBANGUNAN
  • 32. Pada awalnya pembangunan identik dengan ekonomiIstilah pembangunan baru dikenal pada awal abad ke-20. Namun,pembahasan mengenai istilah pembangunan ataupun ideologipembangunan, dalam lieteratur-literatur Barat, seringkali dikaitkan denganpidato pelantikan Harry Truman sebagai Presiden Amerika Serikat padatanggal 20 Januari 1949, yang dikenal dengan Four Point Speech.Paradigma pembangunan Harry Truman tersebut sesungguhnya ditujukanutamanya kepada negara-negara yang baru merdeka, yang kemudiandisebut sebagai Negara-negara Dunia Ketiga, agar tidak tertarik kepadaBlok Uni Soviet (Negara Dunia Kedua). Selain itu, walaupun dalam pidatoHarry Truman dinyatakan bahwa: The old imperialism – exploitation forforeign profit - has no place in our plans, namun sesungguhnya bahwanegara-negara Barat (Amerika dan Eropa Barat) yang disebut Negara-negara Dunia Pertama, masih tetap ingin mengeksploitasi Negara-negaraDunia Ketiga tersebut tapi dengan bentuk lain
  • 33. Developmentalism, yang mencakup tentang Teori Modernisasidan pengkritiknya seperti: Teori Ketergantungan, Teori SistemDunia dan Marxis Klasik. Mazhab developmentalism iniberlangsung sekitar kurang waktu awal 1950-an sampai akhir1970-an.Globalism mencakup teori seperti: Globalisasi Neo-Liberal danTeori Alternatif dan Kritik terhadap Globalisasi. AliranGlobalism ini berlangsung dari awal 1980-an.Postdevelopment theory atau dapat juga dikatakan sebagai TeoriPasca Pembangunan (Post-development theory) atau AntiPembangunan menyatakan bahwa seluruh konsep dan praktekpembangunan merupakan refleksi hegemoni negara-negaraBarat terhadap negara-negara lainnya, atau untuk mereduksiantara Baik dan Buruk.
  • 34. EkonomiPertumbuhanEfisiensiStabilitasSosialPemberdayaanInklusiKonsultasiLingkunganKeliatan/keanekaragamanSumber daya alamPolusi PenurunanKemiskinan Keberlanjutan Keadilan PerubahanIklim
  • 35. Pauli (2011) melihat bahwa selama beberapa dekade,pembangunan telah berada di jalur globalisasi.Dorongan untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besatsemakin besar, dengan biaya marjinal lebih rendahmendorong industri pengolahan untuk melakukanstandarisasi, memangkas biaya melalui outsourcing danmanajemen rantai pasokan, membatasi jumlah pemasok kebeberapa penyedia utama menghilangkan semua menengahmanajemen yang tidak perlu, mendorong merger dan akuisisi,dan harga yang lebih rendah ke pelanggan sehinggamemperkuat daya beli mereka dan mengangkat warga kelasmenengah.Proses pertumbuhan yang didorong oleh globalisasiseharusnya memiliki efek penetesan ke bawah, membawakekayaan yang lebih banyak bagi anggota kelas menengahsehingga kekayaannya meningkat. Namun yang tejadi adalahsebaliknya, bahwa satu-satunya fenomena globalisasi yangberkelanjutan adalah kemiskinan dan kesenjangan.
  • 36. Model pembangunan tradisional baik kapitalis dan komunis,bahkan Neo-liberalisme tidak dapat dipertahankan lagi.Pembangunan selama ini tidak pernah bisa mengalokasikansumber daya secara efisien. Ekonomi pasar berkembangmenjadi sebuah sistem dimana perusahaan mengejar skalaekonomi dan melepaskan gelombang merger dan akuisisidimana manajemen aset dimanfaatkan untuk mengendalikanpesaing.Ketika utang menjadi tidak dapat dipertahankan, para bankirmenciptakan instrumen keuangan yang canggih yangmenciptakan aset berdasarkan sesuatu yang tidak ada atauyang disebut juga sebagai bubble economy, namur pada tahun2007 kemudian skema tersebut yang runtuh.Amerika Serikat perekonomiannya jatuh terlebih dahulu dansampai saat ini sulit untuk dapat bangkit, negara-negara EropaBarat seperti Portugal, Itali, Yunani dan Spanyol satu-persatuberguguran.
  • 37. Sampai saat ini, satu-satunya tanggapan serius terhadapmodel pembangunan kapitalis dan komunis adalahEkonomi Hijau dengan tujuannya untuk mencapaiproduksi dan konsumsi yang berkelanjutan.Namun tantangan utama dari Ekonomi Hijau adalahbahwa dunia usaha memerlukan investasi yang lebihbanyak untuk memproduksi barang dan jasa, sehinggaakibatnya consumen harus membayar lebih banyak juga.Kondisi ini dapat berlaku apabila perekonomian duniaberkembang dengan baik dan pengangguran menurun.Namun dengan kondisi perekonomian dunia saat iniyang sedang suram, kepercayaan konsumen yangsemakin menurun dan tingkat pengangguran yangsemakin meningkat, maka Ekonomi Hijau tidak berjalansesuai dengan yang diharapkan.
  • 38. Sejak sistem ekonomi komunis, ekonomi pasar danbahkan ekonomi hijau telah gagal memecahkanpermasalahan kemiskinan, kesenjangan, penganggurandan linkungan, maka menurut Pauli, dunia perlumendesain ulang seluruh sistem ekonomi dinamakandengan Ekonomi Biru (Blue Economy). Ekonomi Biru inimerupakan kelanjutan bahkan melebihi Ekonomi Hijau,maka biasanya disebut dengan Ekonomi Hijau versi2.0.Ekonomi Biru adalah pemanfaatan sumber daya alamsecara berjenjang (cascading), yaitu limbah suatu prosesproduksi dan konsumsi dijadikan sebagai input untukproses produksi lainnya dengan menggunakankreatifitas yang berbasis ekosistem.
  • 39. Solusi pertama dan terutama berdasarkan prinsip atauhukum fisika. Faktor penentu adalah tekanan dan suhu.Substitusikan sesuatu dengan yang ada.Sistem alam memberikan aliran nutrisi, materi dan energi -tidak ada limbah. Setiap produk sampingan adalah sumberuntuk produk baru.Alam berevolusi dari beberapa spesies menjadikeanekaragaman hayati yang kaya. Kekayaan berartikeanekaragaman. Standardisasi industri adalah sebaliknya.Alam memberikan ruang bagi dunia usaha yang melakukanlebih banyak dengan sesuatu yang lebih sedikit. Alambertentangan dengan konsep dan praktik monopoli.Gravitasi adalah sumber utama energi, energi surya adalahbahan bakar terbarukan kedua.Air adalah pelarut primer.
  • 40. Di alam sesuatu yang konstan adalah perubahan. Inovasi terjadi setiapsaat.Alam hanya bekerja dengan sesuatu yang tersedia secara lokal. Bisnisyang berkelanjutan berkembang dengan menghargai tidak hanya sumberdaya lokal, tetapi juga untuk budaya dan tradisi.Alam merespon kebutuhan dasar dan kemudian berkembang darikecukupan untuk kelimpahan. Model ekonomi saat ini bergantung padakelangkaan sebagai dasar untuk produksi dan konsumsi.Di alam semuanya terdegradasi secara biologis (biodegradable).Dalam sistem alami semuanya terhubung dan berkembang menujusimbiosis.Di alam, air, udara, dan tanah adalah milik umum, bebas dan berlimpah.Proses alami adalah efisien. Jadi bisnis yang berkelanjutanmemaksimalkan penggunaan materi dan energi yang tersedia, sehinggaakan mengurangi harga satuan bagi konsumen.Di alam yang negatif diubah menjadi positif. Masalah adalah kesempatan.Merespon terhadap kebutuhan dasar dengan apa yang dimiliki,memperkenalkan inovasi yang terinspirasi oleh alam, menghasilkankeuntungan ganda, termasuk pekerjaan dan modal sosial, danmenawarkan lebih banyak yang berasal dari sesuatu yang sedikit.
  • 41. EKONOMIKONVENSIONAL• Pemanfaatansumber daya secaraoptimalEKONOMIBERKELANJUTAN• Memasukan aspeklingkungan dan sosialdalam pembangunanEKONOMI HIJAU• Efisiensi pemanfaatansumber daya• Mengurangi limbahEONOMI BIRU• Efisiensi sumberdaya• Pemanfaatansecara berjenjang• Pemanfaatanlimbah (zerowaste)• Penggunaaninovasi untukpemanfaatansumber daya danlimbah
  • 42. Pembentukan atau Penguatan ForumStakeholder (3 – 6 bulan)Analisis Komoditi Unggulan dan Kawasan(3-6 bulan)Penyusunan Rencana dan Anggaran (3-6bulan)Pelaksanaan PEL dilakukan secara terusmenerus sampai berhasil dengan fasilitasiPEMDA.Monitoring dan Evaluasi (berkala dan terusmenerus)
  • 43. TAHAP 1TAHAP 2AnalisisStakeholderPenguatanKelembagaanAnalisis PengembanganKomoditi UnggulanAnalisis PengembanganKawasanAnalisis ResikoPengumpulandata daninformasipartisipatifRTRWKab/KotaRPJMD/RENSTRARencana IndukRencana BisnisRencana AksiRKP/RKPDOrganisasiMasyarakatMadaniDONORPelaksanaanPengembangan PEL(Klaster)DuniaUsahaAPBN/APBDMonitoring dan EvaluasiTAHAP 3TAHAP 4TAHAP 5
  • 44. PEL adalah proses multistakeholder, sehingga merupakan prosesyang melibatkan stakeholder kunci, terutama dunia usaha danpemerintah daerah, dalam seluruh tahapan PEL.Adanya komitmen yang kuat dari Bupati dalam PEL, yangdiimplementasikan terutama dengan adanya program/kegiatanserta anggarannya setiap tahunnya dalam rentang waktu yanglama.Strong leadership (khususnya dari Bupati amat diperlukan dalammembangunan komitmen.Membangun komitmen antara pemerintah, dunia usaha,masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat madani yang kuatdalam PEL.Dapat dibentuk atau meningkatkan kinerja Forum yang sudahada di aras kabupaten seperti FEDEP = Forum for EconomicDevelopment and Employment Promotion.Asosiasi berfungsi untuk melakukan quality control.
  • 45. Tahap Pembentukan dan Penguatan Pokja terdiridari kegiatan: identifikasi stakeholder danPengembangan dan Penguatan Forum Stakeholder.Identifikasi stakeholder dilakukan denganmenggunakan analisis stakeholder sehingga akandiperoleh stakeholder kunci yang akan terlibatdalam Forum Stakeholder.Setelah diketahui stakeholder kunci yang terlibatdalam PEL, Bappeda setempat menginisiasipembentukan Forum Stakeholder.Perlu pendampingan dalam proses pembentukanmaupun penguatan Forum Stakeholder.
  • 46. Tahap ini meliputi kegiatan pengumpulan data dan informasi dananalisis data.Pengumpulan data dan informasi dilakukan secara partisipatifbaik di tingkat masyarakat maupun di tingkat birokrasi dan duniausaha.Analisis data meliputi analisis pengembangan komoditi unggulandan analisis pengembangan wilayah serta analisis resiko.Analisis komoditi unggulan dengan Location Quotient (LQ) atauRevealed Comparative Advantage (RCA).Untuk mengetahui kondisi komoditi unggulan dari hulu ke hilirmenggunakan Analisis Value Chain (VCA). Tapi untuk PEL berbasisindustri kreatif tidak harus menggunakan VCA, karena walaupunsudah ada input dan proses tapi belum ada outputnya.Untuk mengetahui kondisi PEL di Kota Depok dapat digunakanAnalisis RALED.Analisis Keruangan dengan menggunakan analisis Sosiogram,Skalogram dan Sistem Informasi Geografi (SIG)
  • 47. Penentuan komoditi unggulan dilakukan oleh seluruhstakeholder kunci PEL di kabupaten/kotaberdasarkan hasil analisis LQ atau RCA atau metodelainnya.Mempertimbangkan potensi sumber daya yang ada.Berorientasi kepada permintaan jangka pendek danjangka panjang.Bukan hanya untuk pasar lokal, regional, tetapi jugauntuk pasar internasional.Mempertimbangkan kretaifitas yang berbasisekosistem dalam pengembangan komoditi tersebut.Komoditi unggulan yang dipilih harus diintegrasikandengan sektor lainnya. Pengembangan komoditiunggulan jangan hanya satu komoditi saja (singlecommodity development), namun harus diintegrasikandengan sektor lainnya misalnya pariwisata.
  • 48. Tahap ini meliputi kegiatan penyusunan rencana PEL(Klaster) industri kreatif dan pengintegrasian rencanatersebut ke dalam dokumen perencanaan danpenganggaran daerah. Dasar penyusunan rencana dananggaran berdasarkan hasil analisis VCA dan AnalisisRALEDRencana yang akan disusun meliputi: (1) Rencana Induk,(2) Rencana Bisnis dan (3) Rencana Aksi berdasarkan hasilanalisis yang telah dilakukan dan RTRW Kabupaten sertaRPJMD dan Renstra SKPD. Penyusunan rencana dilakukansecara partisipatif.Pengintegrasian rencana ke dalam dokumen perencanaandan penganggaran daerah, agar pengembangan klusterindustri kreatif ini berkelanjutan.
  • 49. Pada waktu menyusun rencana induk dan khususnya rencana tindak danrencana anggaran perlu dibuat program financial matrix.Dalam program financial matrix ini sudah dijelaskan tentang program dankegiatan, volume dan lokasi kegiatan, biaya/anggaran kegiatan danpenanggungjawab kegiatan, baik dari pemerintah daerah, pemerintahprovinsi, kementerian/lembaga, donor maupun masyarakat madani.Program financial matrix inilah yang akan dijual kepada stakeholdertersebut. Dalam penyusunan program financial matriks harusmengundang seluruh stakeholder kunci tersebut, dan yang diundangadalah orang yang mempunyai otoritas dalam alokasi anggaran organisasiyang diwakilinya.Dalam program financial matrix yang dimuat bukan hanya sekadar rencanadan anggarannya tetapi sudah merupakan komitmen dari organisasitersebut.Setiap kegiatan dibuat TOR singkat, dan kemudian dipromosikan kepadaorganisasi/lembaga yang tercantum dalam program financial matrix.Diperlukan peran aktif dari seluruh organisasi pemerintahan yang adauntuk ‘menjemput bola’ kepada organisasi-organisasi tersebut. KepadaSKPD yang memperoleh dana dari stakeholder pemberi dana, diberikaninsentif seperti di Pemerintah Provinsi Gorontalo.
  • 50. PEMDA KABKEMENTERIAN/LEMBAGAProgramFinancial MatrixDonorsBUMNDUNIAUSAHAKontraktor KelompokSasaranPEMERINTAHPROVINSIBAPPEDASKPDlainnya
  • 51. Pelaksanaan PEL (Klaster) dilakukan olehseluruh stakeholder kunci, baik olehpemerintah, dunia usaha dan masyarakat,donor agency maupun organisasimasyarakat madani (akademisi, dll).Koordinasi pelaksanaan sebaiknyadilakukan oleh Forum Stakeholder ataupengelola klaster agar terjadi keterpaduandan keharmonisan dalam pelaksanaanpengembangan kawasan tersebut.
  • 52. Mengubah mind set masyarakatPengembangan dan peningkatan produktifitas produkdari hulu ke hilir (produksi, pasca panen, industripengolahan, pemasaran) dan sektor pendukungnya.Pengembangan/inovasi teknologi produksiPengintegrasian produk komoditi unggulan dengansektor lainnya (misalnya dengan sektor wisata)Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.Peningkatan kapasitas sumber daya manusiaPenguatan kapasitas kelembagaan: KUB, Koperasi,Forum Stakeholder dan kerjasama antar daerahPenguatan branding, baik product branding maupunregion branding.Pendampingan baik di tingkat pemerintah daerahmaupun di aras masyarakat.
  • 53. Pemerintah dan masyarakat harus menyadari bahwaagar tercipta region branding yang baik harus merubahpola pikir (mindset) masyarakat berkelas internasional.Dan secara sadar harus memperbaiki mindset tersebut.Sebenarnya untuk merubah mindset tersebut tidak susahkarena mindset masyarakat berkelas internasionalsesungguhnya merupakan dasar dari masyarakat yangISLAMI, karena sebagian besar penduduk Indonesiaadalah muslim.Perubahan mindset terutama dalam hal: kedisiplinan,kebersihan, moral yang baik (tidak korupsi), keamanan,kesopansantunan, keramahtamahan, dll.Pemerintah pusat seyogyanya memberikan peran yanglebih besar kepada pemerintah daerah untukmengembangkan PEL. Perlu merubah mindsetstakeholder daerah bahwa PEL merupakan milik danmerupakan kebutuhan bagi daerah.
  • 54. Pengembangan SDM baik melalui pendidikanformal dan informal seyogyanya disesuaikandengan PEL pada masa kini dan mendatang.Penguatan kapasitas kelembagaan: KUB, Koperasi,Forum Stakeholder dan kerjasama antar daerahRevitalisai BDS, koperasi dan asosiasi yang dapatmendukung pengembangan ekonomi lokal. Peranasosiasi/koperasi dapat menjadi quality control,dll.Perlunya revitalisasi KADIN/KADINDA yang dapatmendukung pengembangan ekonomi lokal.
  • 55. Perlunya pembangunan infrastruktur fisik, sepertiinfrastruktur transportasi, energi, telekomunikasi danair baku agar dapat mencukupi untuk PEL. Prasaranatransportasi dan energi, merupakan hal yang sangatkritis saat ini bagi Indonesia.Pengelolaan infrastruktur fisik yang baik sangatdiperlukan agar infrastruktur yang ada dapatdimanfaatkan secara optimal dengan masa pakai yanglama.Infrastruktur lunak: menghilangkan kebijakan yangmenghambat PEL dan membuat kebijakan yangmendukung PEL
  • 56. Membangun lembaga pendidikan dan penelitian dan pengembanganMembangun lembaga pendidikan baik di tingkat menengahmaupun tinggi (politeknik dan akademi) oleh pemerintah pusatdan daerah dalam bidang teknologi yang pada setiap daerah yangdisesuaikan dengan PEL yang dikembangkan. Sehinggakreatifitas tidak hanya mengandalkan individu tapi jugapemerintah berperan dalam mengembangkan inovasi. Apabilasudah PEL sudah berkembang, maka dunia usaha akanmengambil alih dalam mengembangkan inovasi.Membangun lembaga penelitian khususnya oleh pemerintahpusat dan daerah yang disesuaikan dengan PEL yangdikembangkan.Di Tianjin China atau Potsdam, Jerman, kota setingkat kabupatenini mempunyai lebih dari 20 lembaga penelitian dan perguruantinggi yang mendukung PEL yang dikembangkan.Memberikan insentif yang baik bagi peneliti dan lembagapenelitian yang mempunyai kemampuan inovatif.
  • 57. Pemasalahan: Globalisasi menyebabkan produkbarang dan jasa yang ditawarkan relatif sama dalamdesain, kualitas, harga dsb. Oleh karena itu perlusesuatu yang unik dan berbeda.Definisi National/Region Branding: Establishment ofan image (internally and externally) for acountry/local based on positive and relevant valuesand perceptionsPelaku utama: Pembuat Strategi dan Dunia UsahaKenapa Region Branding? Pada negara yang luasseperti Indoneia, daerah tidak perlu tergantungdengan kondisi nasional.
  • 58. Siapakah yang terlibat:Pemerintah Daerah, Dunia Usaha,aparat keamanan, Artis, Media, Olah Raga, Pendidikan, LSMdan Konsultan.Siapakah yang menjadi audiens atau target? Caribagaimana citra kota baik menurut orang di dalam danluar negeri.Cari kekuatan dan kelemahan daerahKeseluruhan program harus berdasarkan sesuatu yangpositif dan relevan, jangan sebaliknya.Seluruh kegiatan harus dikoordinasikan untuk ekspor,investasi dan pariwisata.Mengelola pesan-pesan dari audiens baik dalam jangkapendek maupun jangka panjang.Program pembuatan region branding ini bisa berlangsunglama lebih dari 20 tahun.
  • 59. Meningkatkan kualitas produk: pemilihan input,proses dan produk yang sesuai dengan standardinternasional.Peningkatan clean government dan goodgovernance, menjamin keamanan berusaha,peningkatan kualitas perizinan dan pelayanandalam rangka meningkatkan kualitas iklimberusaha.Meningkatkan citra daerah dan akanmeningkatkan daya saing daerah dan produknya.
  • 60. Promosi amat penting dilakukan denganberbagai cara baik di dalam negeri maupun luarnegeri. Jangan merasa puas dengan kondisi yangtelah dicapai saat ini.Promosi melibatkan seluruh stakeholder kunciterutama pemerintah, dunia usaha danmasyarakat.Cara promosi: internet, eksebisi, pameran,festival, dll.Pemerintah kota menyiapkan materi promosidalam bentuk multi media, booklet, kelompoktari, barang-barang yang akan dipromosikan, dll
  • 61. Kerjasama dengan BUMN dan Dunia Usaha dalamrangka PKBL ataupun CSR dari BUMN atau duniausaha tersebut.Biro Perjalanan (mis ASITA): agar Kota Depokdimasukkan dalam bagian promosi maupun daerahtujuan wisata.Asosiasi Hotel dan Restoran (mis PHRI), agarbooklet/leaflet dan program kunjungan ke KotaDepok ada pada setiap hotel anggota PHRI.Maskapai Penerbangan: agar bahan-bahan promosisuatu daerah ada di pesawat atau bahkan diputardalam pesawat.Asosiasi pengelola pariwisata, agar Kota Depokdipromosikan dalam event-event yang merekaadakan.
  • 62. Pemerintah PusatKemendikbud, Kemendag, Kemenparekontif,Kemenkop dan UKM dan BKPM: Agar mintadipromosikan dalam event promosi pariwisata,perdagangan dan investasi di luar negeriPemerintah ProvinsiMeminta dukungan dari pemerintah provinsi agarpemerintah pusat mau membangun infrastruktur yangdiperlukan, dan turut mempromosikan kabupaten/kotadi dalam dan luar negeri dalam berbagai event promosi.Kerjasama Antar Pemerintah Kota/KabupatenKerjasama Antar klasterSister City: melakukan kerjasama khususnya dengankota-kota di luar negeri yang secara potensial akanberinvestasi atau menyumbang wisatawan.
  • 63. Banyak sekali donor yang dapat memberikan dana hibah(grant), namun seringkali daerah tidak memperolehinformasi yang akurat. Banyak donor yang tertarik untukdapat memberikan dana hibah asal program yang dibuatpemerintah daerah sangat menarik.Pemerintah daerah jangan mau didikte oleh donor (donordriven). Biasanya donor mendikte pemerintah apabilaposisi tawar pemerintah lemah, salah satunya adalahbahwa pemerintah tidak punya konsep yang jelas.Dengan adanya rencana induk dan rencana aksi, khususnyaprogram financial matrix, maka kita dapat menawarkannyakepada donor dengan posisi tawar yang lebih baik.Sebaiknya pemerintah daerah bekerjasama denganBappenas, apabila ingin didanai oleh donor.
  • 64. Adanya konsistensi dan komitmen daripemerintah daerah dalam memfasilitasipengembangan ekonomi lokal dan daerahselama jangka waktu yang relative lama(minimal 10 tahun), bandingkan di Eropafasilitasi dilakukan selam 22 tahun. (Fasilitasibisa dilakukan bersama dengan PemerintahPusat, Provinsi dan donors)Pemberian fasilitasi baik regulasi, lahan,keuangan, pendampingan teknis dilakukanoleh pemerintah daerah secara berkelanjutansampai daerah yang dibangun berhasil.
  • 65. Monitoring dan evaluasi (Monev) dilakukansecara berkala. Monitoring dilakukansekurang-kurangnya 3 bulan sekali,sedangkan evaluasi dilakukan pada akhirtahun.Monev dilakukan secara partisipatif denganmelibatkan stakeholder kunci.Tindak lanjut dari monev amat pentingsebagai bagian perbaikan pelaksanaan padamasa mendatang.
  • 66. KonsumsiLangsungUdangUdang SegarPengeringanDagingLimbahKulitUdang KalengUdang BekuKerupuk UdangKhitinKhitosanFotografiPembuatanKertasFarmasiPengolahanAirPengolahanKayuPengawetmakananObat Diabetesdan Hipertensi