• Save
Budaya Kerja
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
5,468
On Slideshare
5,364
From Embeds
104
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
1
Likes
7

Embeds 104

http://ksubuananawakartika.blogspot.com 104

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 BUDAYA KERJA .MUGIYARTO DIKLAT CALON KARYAWAN PT BPRS BUANA MITRA PERWIRA L TAHUN 2012 . PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 2. 2 BIODATA NAMA : DRS. MUGIYARTO, MSi TEMPAT DAN TGL LAHIR : BANYUMAS, 27 MEI 1967 PENDIDIKAN : S2 UNSOED, MAGISTER SAINT EKONOMI MANAJEMEN KONSENTRASI SUMBER DAYA MANUSIA PEKERJAAN : PNS, SETDA PBG HASIL KARYA 1. BUKU “JEJAK-JEJAK PEMBANGUNAN PURBALINGGA 2. KISAH DAN PETUAH BIJAK BUDAYA BANGSA 3. SOCIAL ENTREPRENEURSHIP (SBG. EDITOR) 4. MEMBANGUN KEBERSAMAAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 3. 3 TUJUAN DIKLAT BUDAYA KERJA 1. MEMBEKALI CALON KARYAWAN MEMAHAMI BUDAYA KERJA PERUSAHAAN 2. MEMBEKALI KARYAWAN MAMPU MENGIMPLEMENTASIKAN BUDAYA KERJA DI PERUSAHAAN 3. MEMBEKALI KARYAWAN UNTUK MAMPU BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN KERJA 4. MEMBEKALI KARYAWAN MAMPU MEMBANGUN TIME WORK YANG KUAT 5. MENCIPTAKAN HARMONISASI KERJA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 4. 4 MANFAAT YANG DI HARAPKAN SETELAH MENGIKUTI DIKLAT INI CALON KARYAWAN DIHARAPKAN: 1. DAPAT MEMAHAMI MAKNA BUDAYA KERJA PERUSAHAAN 2. DAPAT MENGIMPLEMENTASIKAN BUDAYA KERJA DI TEMPAT KERJA (BPRS BUANA MITRA PERWIRA) 3. CEPAT BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN KERJA 4. DAPAT MEMBANGUN KERJA SAMA ANTAR KARYAWAN DI TEMPAT KERJA 5. DAPAT MENCIPTAKAN HARMONISASI DI TEMPAT KERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 5. 5MUGIYARTO MATERI 1. BUDAYA KERJA 2. FILOSOFI BUDAYA KERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 6. 6MUGIYARTO SESI I BUDAYA KERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 7. 7 LATAR BELAKANG 1. SECARA UMUM KEBIASAAN DAN NORMA-NORMA YANG ADA DALAMMUGIYARTO MELAKUKAN PEKERJAAN BELUM DI SADARI SEBAGAI BUDAYA KERJA 2. DALAM BANYAK PENELITIAN, KEBERHASILAN SEBUAH ORGANISASI/ PERUSAHAAN BUKAN HANYA DI TENTUKAN OLEH KEHEBATAN IMPLEMENTASI DARI PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN SEPERTI: PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING DAN CONTROLLING , MELAINKAN ADANYA FAKTOR LAIN, YAKNI BUDAYA KERJA 3. DI ASIA, PENERAPAN BUDAYA KERJA BARU DIMULAI SETELAH JEPANG KALAH PERANG 4. KEMUDIAN DI IKUTI OLEH KOREA, TAIWAN, MALAYSIA, INDONESIA 5. DI INDONESIA KURANG BERHASIL KARENA SISTEM MANAJEMEN KURANG MENGGALI NILAI-NILAI BUDAYA YANG ADA
  • 8. LATAR BELAKANG SECARA KHUSUS 8 PERUSAHAANMUGIYARTO 1. PERSAINGAN KETAT ANTAR PERUSAHAAN YANG MENGEDEPANKAN KUALITAS PELAYANAN 2. BANYAKNYA PERUSAHAAN YANG BELUM MEMILIKI CIRI KHAS BUDAYA KERJA 3. BELUM BERJALANNYA SISTEM TATA NILAI BUDAYA KERJA PERUSAHAAN 4. BELUM MAKSIMALNYA PENGGARAPAN SECARA KHUSUS BUDAYA KERJA BAGI KARYAWAN 5. BELUM DIMILIKINYA ASSESMENT CENTER YG BERFUNGSI KHUSUS MELAKUKAN PENILAIAN TERHADAP KARYAWAN 6. PERUSAHAAN BANYAK TERJEBAK PD PEMAHAMAN, YG PENTING TARGET TERCAPAI BAGAIMANAPUN CARANYA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 9. 9 FAKTA DI LAPANGANMUGIYARTO 1. Masih terdengar banyak keluhan terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan (KARYAWAN) 2. Masih terjebak pada kebiasaan memberikan pelayanan prima dengan melihat status orang yg dilayani 3. Karyawan yg baik seringkali di cibir sebagai cari muka 4. Belum memiliki bentuk perilaku yang menjadi ciri khas PERUSAHAAN 5. Kultur yang ada, belum mencerminkan perilaku kolektif yang menunjukkan kedisiplinan, cakap, terampil, professional (masih individual) PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 10. BEBERAPA FAKTOR YANG yang menunjukkan belum 10 optimalnya pengelolaan PERUSAHAANMUGIYARTO 1. TIDAK DIKETAHUINYA VISI, MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN 2. MERASA DIRINYA YANG TAHU KOMPETENSINYA 3. PEKERJAAN DILAKUKAN MENUNGGU PERINTAH 4. TERJEBAK RUTINITAS PEKERJAAN MASING 5. BELUM PAHAM TUPOKSI 6. TIDAK DIKETAHUINYA ATURAN /TATA TERTIB 7. TIDAK ADANYA KETELADANAN DR PIMPINAN DI MASING- MASING LEVEL 8. MASIH MENGANGGAP BAHWA KEBERADAAN KELOMPOK BUDAYA KERJA PERUSAHAAN PADA AKHIRNYA HANYA UNTUK MEMBEBANI SIKAP KARYAWAN TERUTAMA UNTUK MENILAI BAIK/BURUKNYA KARYAWAN PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 11. 11MUGIYARTO BUDAYA KERJA BPRS BUANA MITRA PERWIRA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 12. BPRS sebagai lembaga keuangan (perbankan) berarti merupakan12 lembaga kepercayaan, karena tugas utamanya sebagai financial intermediary, menyalurkan dana dari unit surplus ke unit deficit Sebagai lembaga kepercayaan maka: kekuatan utama dari BPRS adalah pada tenaga kerjanya, yang harus merupakan orang-orang yang mempunyai integritas tinggi. Dengan demikian, maka unit assessment center, yang berfungsi melakukan penilaian terhadap kemampuan pekerja, merupakan hal yang tak boleh dilupakan. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 13. 13 Melalui assessment center, tenaga kerja baru direkrut, dan apabila terdapat kesalahan dalam rekrutmen maka akan berdampak sangat panjang, yakni sepanjang masa kerja karyawan yang bersangkutan. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 14. 14 SIFAT DASAR YANG HARUS DIMILIKI OLEH KARYAWAN BPRS ADALAH: Disamping memiliki kemampuan teknis perbankan juga dituntut memiliki akhlak dan moral yang Islami, yang dapat dijabarkan dan diselaraskan dengan sifat berikut ini: 1. SIDDIQ, 2. ISTIQOMAH, 3. FATHONAH, 4. AMANAH 5. TABLIGH PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 15. SIFAT2 YG HARUS DIMILIKI OLEH KARYAWAN PT BPRS15 BUANA MITRA PERWIRA SBG CERMIN BUDAYA KERJA PERUSAHAAN Siddiq : adalah bersikap jujur terhadap diri sendiri, terhadap orang lain, dan Allah SWT; -Istiqomah, : adalah bersikap teguh, sabar dan bijaksana; -Fathonah, : yakni professional, disiplin, mentaati peraturan, bekerja keras, dan inovatif; -Amanah, : yakni penuh tanggungjawab dan saling menghormati dalam menjalankan tugas dan melayani mitra usaha; -Tabligh, :yakni bersikap mendidik, membina, dan memotivasi pihak lain untuk meningkatkan fungsinya sebagai kalifah di muka bumi. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 16. 16 DEFINISI DIATAS MERUPAKAN KESIMPULAN DARI PENGERTIAN BUDAYA DAN KERJA BUDAYA ADALAH GABUNGAN KOMPLEKSITAS ASUMSI, TINGKAH LAKU, CERITA, MITHOS, METAFORA DAN BERBAGAI IDE LAIN YG MENJADI SATU UNTUK MENENTUKAN APA ARTI MENJADI ANGGOTA MASYARAKAT TERTENTU (STONER DKK, 1995) PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 17. 17 MAKNA KERJA Adalah: 1. HUKUMAN (KERJA PAKSA) 2. BEBAN (BAGI YANG MALAS) 3. KEWAJIBAN (BAGI PEGAWAI / KARYAWAN) 4. SUMBER PENGHASILAN 5. KESENANGAN / HOBY 6. GENGSI / PRESTISE 7. AKTUSALISASI DIRI (AMBISI) 8. PANGGILAN JIWA (BAKAT) 9. PENGABDIAN 10.HIDUP 11.IBADAH 12.SUCI / JANGAN DIKOTORI DENGAN BERBUAT DOSA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 18. 18MUGIYARTO BUDAYA KERJA PERUSAHAAN Adalah: “ Perilaku yang menunjukkan pengelolaan PERUSAHAAN yang menghasilkan pengembangan, proses pelayanan barang/ jasa yang berkualitas, ekonomis, bermanfaat dan memuaskan PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 19. 19 PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 20. 20MUGIYARTO TUJUAN BUDAYA KERJA Mengubah sikap dan perilaku SDM yang ada, agar dapat meningkatkan produktivitas kerja, untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 21. 21SEBELUM ADA BUDAYA KERJA SETELAH ADA BUDAYA KERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 22. 22 MEETING UNTUK MEMECAHKAN MASALAH BERSAMAMUGIYARTO PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 23. 23 FUNGSI BUDAYA KERJA 1. BUDAYA KERJA MEMPUNYAI PERAN PEMBEDA 2. BUDAYA KERJA MEMBAWA SUATU RASA IDENTITAS BAGI ANGGOTA-ANGGOTA ORGANISASI 3. BUDAYA KERJA MEMPERMUDAH TIMBULNYA KOMITMEN PADA SESUATU YG LEBIH LUAS DARIPADA KEPENTINGAN INDIVIDU 4. BUDAYA KERJA MENINGKATKAN KEMANTAPAN SISTEM SOSIAL PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 24. 24 DINAMIKA BUDAYA KERJA BEBERAPA UNSUR BUDAYA YG BEREPNGARUH TERHADAP DINAMIKA IMPLEMENTASI BUDAYA ORGANISASI/PERUSAHAAN: 1. LINGKUNGAN USAHA 2. NILAI-NILAI YG BERKEMBANG DI LINGKUNGAN TEMPAT KERJA 3. PANUTAN ATAU KETELADANAN 4. UPACARA/ ACARA RUTIN ORGANISASI/PERUSAHAAN 5. NETWORK PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA 2012
  • 25. 25 Langkah-langkah Menciptakan/Melakukan Perubahan Budaya Kerja 1. Menginventarisir / mengumpulkan nilai-nilai budaya yangMUGIYARTO bersumber dari individu anggota organisasi dan anggota di luar organisasi dengan melakukan observasi/ pengamatan, pencatatan dan perekaman dengan menggunakan alat tertentu 2. Menilai dan membandingkan nilai-nilai budaya yang telah dikumpulkan tersebut dengan visi dan misi organisasi 3. Memilih dan mengelompokkan nilai-nilai budaya yang telah cocok dengan organisasi PERUSAHAAN, agar dapat menjalankan visi dan misinya. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 26. 26 4. Nilai-nilai budaya yang telah dipilih dirumuskan untuk dijadikanMUGIYARTO Nilai baru budaya kerja organisasi yang kemudian dlakukan standardisasi nilai-nilai budaya kerja. 5. Melakukan sosialisasi nilai-nilai budaya kerja standard kepada seluruh anggota organisasi, dengan memanfaatkan kekuatan- kekuatan kelompok anggota organisasi untuk mengantisipasi adanya penolakan dari anggota organisasi. Soasialisasi sebaiknya menampilkan nilai-nilai budaya yang diinginkan melalui bentuk visualisasi (foto maupun film/video). 6. Melakukan pengamatan terhadap perilaku baru dari penerapan nilai-nilai budaya kerja baru. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 27. 27 7.Mengevaluasi hasil pengamatan dan dokumentasi/ rekaman fotoMUGIYARTO dan video untuk dilakukan proses penilaian, pemilihan, pembandingan nilai-nilai budaya yang mungkin baru dan cocok dengan visi dan misi perusahaan untuk dimasukkan dalam nilai budaya kerja standard. Pada proses ini akan terlihat anggota organisasi yang belum dan telah melakukan penyesuaian terhadap nilai-nilai budaya kerja baru sebagai bahan untuk melakukan refleksi perubahan budaya kepada seluruh anggota organisasi sehingga dapat dijadikan cerminan untuk mulai dan mempertahankan perilaku, sikap cara berkomunikasi selama melakukan aktivitas kerja , sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja yang telah distandarkan oleh organisasi / perusahaan. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 28. 28 Langkah-langkah Menciptakan/Merubah Budaya Kerja PerusahaanMUGIYARTO Individu 2 orgnisasi Hasil inventarisir nilai2 budker dari individu/organisasi lain Visi dan misi perusahaan Memilih dan mengelompokan budker yg sesuasi Sosialisasi Dirumuskan menjadi nilai2 budkerja yg baru budker yg baru PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 29. 29MUGIYARTO MANFAAT BUDAYA KERJA Antara lain 1. menjamin hasil kerja dengan kualitas yang lebih baik; 2. membuka seluruh jaringan komunikasi 3. keterbukaan, 4. kebersamaan, 5. kegotongroyongan, 6. kekeluargaan, 7. menemukan kesalahan dan cepat memperbaiki, 8. cepat menyesuaikan diri terhadap perkembangan luar (masyarakat, tekhnologi, social, ekonomi dll.) PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 30. 30MUGIYARTO RIILNYA 1. Terjadi kepuasan kerja yang meningkat 2. pergaulan yang lebih akrab 3. pengawasan fungsional berkurang 4. berkurangnya pemborosan 5. tingkat absensi menurun 6. selalu berupaya belajar untuk meningkatkan kinerja PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 31. 31MUGIYARTO Budaya kerja PERUSAHAAN pada prinsipnya dilaksanakan dalam rangka membangun dan memberdayakan SDM secara optimal, sebagai upaya menumbuhkan dan meningkatkan : 1. semangat/etos kerja, 2. disiplin dan 3. tanggung jawab moral KARYAWAN secara terus menerus dan konsisten, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 32. 32 PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 33. 33 BENTUK-BENTUK IMPLEMENTASI BUDAYA KERJAMUGIYARTO 1. MENGUCAPKAN SALAM SETIAP MASUK KANTOR 2. BERDOA BERSAMA SEBELUM MEMULAI PEKERJAAN 3. MEMATIKAN LAMPU, KRAN, KOMPUTER DLL SETELAH SELESAI MENGGUNAKAN 4. DISIPLIN 5. INTEGRITAS 6. MEMILIKI KOMITMEN YANG TINGGI 7. SOPAN 8. RESPONSIF 9. TANGGUNGJAWAB 10. MERUBAH TIDAK MENUNGGU DI TEGUR 11. DINAMIS 12. KREATIF PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 34. 34MUGIYARTO BENTUK-BENTUK TAMPILAN KARYAWAN 1. BERPAKAIAN YANG RAPI 2. KENAKAN IDENTITAS 3. MEJA KERJA YANG RAPI 4. RUANG KERJA YANG BERSIH, INDAH DAN RAPI 5. MENJAGA KEBERSIHAN 6. MEMBERITAHU PIMPINAN ATAU REKAN KERJA BILA MENINGGALKAN RUANG KERJA 7. TIDAK APATIS DENGAN KESULITAN TEMAN 8. MEMBANGUN TEAM WORK YANG KUAT PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 35. 35MUGIYARTO R EWARD DAN PUNISHMENT Reward Punishment  1. Pujian  1. Teguran Lisan  2. Bonus  2. Teguran Tertulis  3. Promosi  3. Skors  4. Diberhentikan PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 36. 36MUGIYARTO ‘‘HIDUP ADALAH PILIHAN ‘’ SEHINGGA TAK PERLU BERLEBIHAN EMPATI TERHADAP ORANG YG DIJATUHI SANGSI ATAS KESALAHANNYA SEBALIKNYA: TAK PERLU IRI DENGAN ORANG YANG MENDAPATKAN PENGHARGAAN KARENA PRESTASINYA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 37. 37 PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 38. 38MUGIYARTO SESI 2 FILOSOFI BUDAYA KERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 39. 39MUGIYARTO FILOSOFI BUDAYA KERJA PERUSAHAAN “BEKERJA HARUS ……………… DIBOM (DISIPLIN, INISIATIF, BELAJAR, OBSERVASI, MOTIVASI) Disiplin “Pekerja yang profesional seharusnya memiliki disiplin efektif pada dirinya sehingga Ia tidak akan terpengaruh kebiasaan kerja orang lain” PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 40. 40MUGIYARTO Inisiatif “Mengambil suatu inisitaif merupakan suatu langkah awal menuju sukses” Belajar “Sekali anda berhenti belajar berarti anda sudah mati, paling tidak demikianlah yang dilihat yunior anda PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 41. 41MUGIYARTO •Observasi “Amatilah apa yang dilakukan orang lain untuk memajukan atau memundurkan perusahan. belajar pengalaman dari orang lain akan lebih bijaksana dalam mencapai tujuan.” •Motivasi “Uang, cambuk, tongkat sihir itu sama sekali tidak berguna sebagai alat memotivasi dalam manajemen PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 42. 42 Yang harus di hindari dalam bekerja CEMASMUGIYARTO (CENGENG, EMOSIONAL, MEMELAS, APATIS, SROGAL- SROGOL) •Cengeng “Orang tidak akan pernah maju bila segala pekerjaan dianggap berat” •Emosional “Jangan pernah memberi pelayanan bila sering marah- marah. Pelayanan yang diberikanpada saat emosi hasilnya akan merugikan perusahaan.” PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 43. 43MUGIYARTO •Memelas “Bila orang lain dapat melakukannya, pastikan andapun demikian” •Apatis “Orang yang bersifat masa bodoh tidak akan pernah menikmati jerih lelahnya” •Srogal-srogol “Setiap orang punya privacy, pahamilah rambu-rambu privacy orang lain.” PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 44. 44MUGIYARTO BUDAYA KERJA YANG KUAT DAN LEMAH PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 45. 45MUGIYARTO Disempowering Terimalah nasib apa adanya Kegagalan itu pahit Ikuti air mengalir Tak ada gading yang tak retak Hidup segan mati tak mau Tak ada orang menolong tanpa pamrih Pikiran saya buntu, Santai sajalah PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 46. 46 PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 47. 47 PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 48. 48 PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 49. 49MUGIYARTO POWERING Hari esok harus lebih baik dari hari ini• Kegagalan adalah sukses yang tertunda• Lebih baik gagal daripada tidak mencoba• Hanya saya yang mampu mengubah hidupku• Hidup ini romantika yang penuh tantangan Nikmatilah hidup karena hidup ini indah• Pada dasarnya semua orang itu baik• Dimana ada usaha disitu ada jalan• Sambil menyelam minum air Lebih cepat lebih baik• Justru karena tua maka saya lebih BERPENGALAMAN PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 50. 50MUGIYARTO PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 51. 51MUGIYARTO TAMPILAN PROFESIONAL YANG SEHARUSNYA 1. MELAYANI NASABAH SEBAGAIMANA MESTINYA, TIDAK MELIHAT STATUS 2. MEYAKINI BAHWA NASABAH PASTI MENELITI ATAU SETIDAKNYA PADA SUATU KETIKA AKAN MENELITI 3. HARUS SENANTIASA MENCERMATI SISTEM, APAKAH BERMASALAH ATAU TIDAK 4. TEMAN JUGA MANUSIA, BISA SAJA KURANG TELITI, SEHINGGA HARUS SALING CROSS CHECK UNTUK SALING MENGINGATKAN 5. YAKINKAN SENDIRI BAHWA APABILA KITA BERBUAT TIDAK JUJUR PASTI PADA SUATU KETIKA TEMAN, NASABAH ATAU PIHAK TERTENTU AKAN TAHU, SETIDAKNYA YAKINKAN DIRI ANDA BAHWA ALLAH PASTI TAHU 6. CIPTAKAN KREATIFITAS DENGAN MENGELUARKAN PRODUK-PRODUK BARU PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 52. 52MUGIYARTO SESI III VISI, MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN APABILA ANDA MAU MEMBESARKAN PERUSAHAAN MAKA ANDA AKAN DIBESARKAN OLEH PERUSAHAAN (MUGIYARTO) PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 53. 53MUGIYARTO VISI •ADALAH ARAH TENTANG MASA DEPAN Oleh Karena Itu PERLU DIKEMBANGKAN DARI DIRI SENDIRI. Visi itu sesuatu yang konkrit karena dapat dijadikan sebagai acuan untuk melanjutkan apa yang diinginkan. CONTOH: 10 tahun lagi aku akan membangun rumah. 10 tahun lagi aku akan mengelola perusahaan sendiri PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 54. 54MUGIYARTO •Setiap individu diharapkan mempunyai visi Visi yang jelas akan memberikan kekuatan yang luar biasa bagi upaya seseorang untuk mencapainya. Visi yang jelas akan selalu memberikan konteks dalam setiap keputusannya dan tidak peragu apalagi ABS. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 55. 55MUGIYARTO VISI PRIBADI VISI KELUARGA VISI TEMPAT BEKERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 56. 56MUGIYARTO VISI PERUSAHAAN SANGAT PENTING UNTUK MENJAWAB KEMANA PERUSAHAAN AKAN DI BAWA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 57. 57MUGIYARTO MISI adalah sesuatu yang akan diwujudkan dalam rangka menuju tercapainya Visi Misi 1. Memberikan mediasi pengembangan ekonomi masyarakat 2. Memberikan layanan pembiayaan kepada masyarakat 3. Mengatasi berkembangnya praktek-praktek ijon dan rentenir yang memberatkan pelaku usaha mikro dan kecil ( masyarakat) 4. Memberikan pendampingan usaha di bidang perekonomian 5. Melakukan penelitian dan pengembangan model ekonomi Islam. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 58. 58MUGIYARTO Strategi adalah seluruh langkah yang akan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan misi untuk menuju Visi. Pertama, menerapkan visi pengembangan lembaga keuangan SYARIAH sebagai pioneer membangun ekonomi kerakyatan dengan komitmen membuka kantor kas /cabang 2020 di 10 tempat yang berbeda, baik yang berada di Purbalingga maupun di luar wilayah Purbalingga. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 59. 59MUGIYARTO Kedua, sebagai lembaga keuangan YG berupaya menerapkan konsep saling menguntungkan kedua belah pihak, MEMILIKI aspek diferensiasi dengan keunggulan kompetitif dengan produk dan skema yang beragam, transparansi, kompeten dalam keuangan dan beretika, teknologi informasi yang selalu up-date dan user friendly, serta adanya ahli investasi keuangan syariah yang memadai. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 60. 60MUGIYARTO Aspek branding “BPRS / BMT lebih dari sekedar BPRS/BMT biasa yang berkomitmen membangun kekuatan ekonomi kerakyatan. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 61. 61MUGIYARTO Ketiga, program pemetaan baru secara lebih akurat terhadap potensi pasar yang secara umum mengarahkan pelayanan jasa pembiayaan sebagai layanan universal atau BPRS/BMT berkomitmen melayani semua lapisan masyarakat dan semua segmen pasar. Keempat, program pengembangan produk yang diarahkan kepada variasi produk yang beragam, yang didukung oleh keunikan value yang ditawarkan (saling menguntungkan) dan dukungan jaringan kemitraan dengan LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH lain yang lebih luas dan penggunaan standar nama produk yang mudah dipahami PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 62. 62MUGIYARTO Kelima, peningkatan kualitas layanan yang didukung oleh SDM yang kompeten dan penyediaan teknologi informasi yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan nasabah serta mampu mengkomunikasikan produk dan jasa pembiayaan syariah kepada nasabah secara benar dan jelas, dengan tetap memenuhi prinsip syariah; dan Keenam, sosialisasi dan edukasi masyarakat secara lebih luas dan efisien melalui berbagai sarana komunikasi langsung, maupun tidak langsung (media cetak, elektronik, online/web- site), yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manfaat produk serta jasa pembiayaan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarat. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 63. 63MUGIYARTO 7. PROGRAM PROMOSI SEPANJANG WAKTU, DI BERBAGAI TEMPAT DENGAN KONSEP: “ SEKASUR, SEDAPUR, SESEDULUR, SESUMUR DAN CAMPUR BAWUR” PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 64. 64MUGIYARTO SESI IV FILOSOFI KINERJA PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 65. 65MUGIYARTO FILOSOFI UNTUK PIMPINAN ATAU CALON PIMPINAN 1. Seorang pimpinan yang profesional seharusnya memiliki disiplin efektif pada dirinya sehingga Ia tak perlu mendisiplinkan siapapun. 2. Mengambil suatu inisitaif merupakan suatu langkah awal menuju sukses. 3. Sekali anda berhenti belajar berarti anda sudah mati, paling tidak demikianlah yang dilihat bawahan anda 4. Amatilah apa yang dilakukan orang lain untuk memajukan atau memundurkan perusahan. Belajar pengalaman dari orang lain akan lebih bijaksana dalam mencapai tujuan. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 66. 66 6. Hasil merupakan satu-satunya ukuran performa manajemen. SedangkanMUGIYARTO proses adalah untuk melihat prestasi karyawan dan target adalah alat untuk melihat keberhasilan pimpinan. 7. Betapapun menyenangkan, akan tetapi bentuk imbalan yang paling buruk adalah uang. 8. Insentif individual biasanya bertentangan dengan semangat tim 9. Diperlukan suatu inspirasi untuk keluar dari kebiasaan lama agar dapat memenangkan kompetisI 10. Untuk memanajemeni karyawan dengan baik, maka anda harus memahami jarak, kapan seharusnya dekat dan kapan seharusnya jauh dari mereka. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 67. 67MUGIYARTO Kata-kata Mutiara Memotivasi Karyawan 1. Bila anda tak mampu menjual produk atau jasa anda maka tidak ada yang penting dalam diri anda. 2. Bila anda tak mengenal potensi anda maka anda tak akan mengenal segmen pasar 3. Kuasailah posisi yang tidak mudah direbut oleh pesaing anda 4. Menghormati nasabah bertujuan untuk membina hubungan seumur hidup. Itulah salah satu cara untuk membina kepuasan nasabah. PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 68. 68MUGIYARTO 5. Orang yang tidak memiliki visi dan meremehkan pesaingnya pasti akan dikuasai pesaingnya. 6. Teori tidak dapat memberikan formula yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah. Teori memungkinkan pikiran mencermati benda dan hubungannya lalu kemudian memutuskan mencari segmen pasar yang baru. 7. Carilah segmen pasar yang baru, sebelum yang lama menjadi jenuh PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 69. 69MUGIYARTO 8. Menunggu nasabah yang datang bukan cara yang tepat menjual jasa atau produk anda. Jemputlah mereka. Berikan apa yang membuat mereka loyal pada anda. 9. Melangkahlah dengan satu keyakinan untuk menang dalam persaingan 10. Tinggalkan calon nasabah yang telah dikuasai pesaing anda dengan sangat kuat. Carilah calon nasabah yang masih mungkin untuk anda rangkul. 11. Bila potensi kita besar maka raihlah segmen yang dikuasai oleh para pesaing yang berpotensi kecil PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012
  • 70. 70MUGIYARTO Terimakasih RAWATLAH AKU SEPERTI HALNYA KAMU MERAWAT KEKASIHMU. ANDAI KAU DAPAT, PASTI KAMU AKAN MERASAKAN BETAPA HANGAT BELAIANKU, YG PADA GILIRANNYA AKAN SEJAHTERALAH HIDUPMU PEMBEKALAN BUDAYA KERJA, PURBALINGGGA MARET 2012