2010                Modul 2 Pemesinan Bubut  CNC                         Oleh :                   B.S...
Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009      2  
Modul 2              • Mengenal Panel Kontrol Sinumerik 802 S                  • Menghidupkan Mesin Bubut CNC       • Sett...
I.         Kedudukan Modul pada SKKD      (Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah            ...
II.     Penilaian Mandiri        Penilaian mandiri dimaksudkan sebagai evaluasi bagi peserta didik mengenaikemampuan apa s...
                          Penilaian         Kriteria                                                                      ...
2. Pemeriksaan         • Apakah anda dapat membuat produk contoh sesuai       contoh produksi       spesifikasi       terh...
III.    Uraian Materi                                               Materi 1                         Mengenal Panel Kontro...
A. Panel Kontrol     Gambar skematis panel kontrol adalah sebagai berikut                                                 ...
Panel kontrol sebelah kiri                                                                    B. Layout Layar             ...
Tabel 1. Penjelasan Bagian-bagian tampilan Sinumerik 802 SNo. Bagian                           Singkatan             Arti1...
No. Bagian                          Singkatan              Arti                                    10                     ...
C. Area OperasiFungsi dasar CNC dikelompokkan dalam area operasi berikut :                    Gambar 2. Area Operasi Sinum...
Tingkatan-tingkatan proteksiTitik-titik sensitif dari sistem kontrol diproteksi menggunakan password untuk mencegahterjadi...
                                                 Materi 2                      Menghidupkan Mesin Bubut CNC               ...
Langkah- langkah Menghidupkan Mesin Bubut CNCPompa Oli hidrolik (yang berada di sebelah kanan eretan) dipompa 3 kali, samp...
3. Referensi MesinUntuk mengaktifkan referensi mesin, maka ditekan tombol referensi, kemudian tekantombol gerakan pahat ke...
Menggerakkan pahat Ke arah sumbu ZMenggerakkan pahat ke arah sumbu XSetelah mampu menghidupkan mesin, maka dipersilahkan p...
Materi 3                 Setting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset                             Mesin Bubut CNC          ...
Setelah mesin dihidupkan dan mengaktifkan referensi mesin, maka sebelummesin digunakan dilakukan setting pahat. Sebelum se...
Pemilihan cara pencekaman tersebut di                                                      atas, sangat menentukan hasil p...
Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009      22  
Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009      23  
Pemasangan pahat dilakukan dengan cara menjepit pahat pada rumah pahat(tool post). Usahakan bagian pahat yang menonjol tid...
Kerusakan pahat dan troubleshootingBeberapa kerusakan pada pahat dan cara mengatasinya dapat dlihat pada table dibawah.Mod...
C. Setting Pahat dan Zero Offset       Langkah- langkah Setting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Freis       CNC ...
Sesudah proses mengaktifkan referensi, maka pahat bisa digerakkan dengan  menggunakan tombol gerakan pahat ke arah sumbu X...
a. Langkah- langkah Tool Offset (Menentukan Tool Compensation)         Setelah mesin menemukan referensinya maka dilakukan...
3. Tekan Tool corr    4. Tekan >                                                                          Letakkan        ...
5. Tekan Get Comp.    6. Sentuhkan pahat pada benda kerja seperti pada gambar (pada diameter benda         kerja yang suda...
9.   Tekan Calcutate, kemudian tekan OK    10. Tekan Next axis untuk setting pahat pada sumbu Z (mengukur L2), sehingga   ...
11. Sentuhkan pahat pada permukaan benda kerja seperti pada gambar    12. Masukkan data Z yang tertulis di Axis Z, ke bari...
b. Langkah-langkah Menentukan Zero Offset (untuk program yang diawali       G54, atau G55 )Langkah- langkah penentuan perg...
4. Tekan ^    5. Tekan Zero offset                                                           Kursor di                    ...
10. Sentuhkan pahat pada benda kerja untuk menentukan pergeseran titik nol pada        sumbu X    11. Turunkan kursor ke p...
Pindah ke                                                                         Axis Z     14. Tekan Next Axis          ...
16. Setelah pahat menyentuh, Tekan Calculate, tekan OKProses setting pahat dan G54 sudah selesai.Selanjutnya akan dicoba/d...
c. Menguji data alat potong dan zero offsetUntuk mengetahui apakah data alat potong dan zero offset yang kita telah lakuka...
Pahat menuju                                    ke diameter                                    X= 30 dan                  ...
Materi 4          Menulis Program di Mesin Bubut CNC      (membuka, menulis, dan mengedit program CNC)Langkah- langkah mem...
Dasar- dasar pemrograman CNC    A. Struktur program        Program CNC terdiri dari blok (block) yang berurutan. Setiap bl...
3. Jumlah karakter pada addresSatu kata boleh berisi beberapa huruf addres. Akan tetapi dalam kasus ini, tanda samadengan ...
Sewaktu program dikerjakan oleh mesin, maka blok yang diawali dengan tanda “ / ”dilewati atau diabaikan, program yang dike...
D. Membuka Program CNC yang sudah ada di dalam memori mesinBeberapa program CNC yang pernah ditulis di mesin, tersimpan da...
4. Untuk memilih program CNC dari daftar yang ada untuk dibuka, maka tempatkan        tanda kursor turun atau naik dengan ...
6. Di layar akan muncul isi dari program CNC dengan nama EX10.MPF    7. Untuk melihat blok program selanjutnya ditekan tom...
Dengan mengikuti langkah tersebut di atas, maka kita sudah bisa membuka        program CNC yang tersimpan dalam memori mes...
E. Berlatih menulis program CNC di Mesin Freis CNCUntuk memasukkan/menulis/mengetik program CNC pada Mesin Freis CNC,maka ...
4. Tekan >, sehingga muncul    Softkey New         5. Tekan softkey New        Setelah itu jendela dialog akan muncul, seh...
PRG1        7. Tekan softkey OK, sehingga muncul di area editor untuk menulis           program di layar untuk menulis pro...
Nama program                                                                          Area untuk                          ...
Blok program yang sudah                                                            ditulis                                ...
Nama program yang sudah                                                            ditulis ada di sini                    ...
Contoh Program :N00 G54 G90 T1 M3 S1500 F100N10 G0 X44 Z2N20 X39N30 G1 Z-60N40 X42N50 G0 Z2N60 X37N70 G1 Z-40N80 X42N90 G0...
Catatan :Bila ada kesulitan dalam mengikuti modul ini, pelajari langkah-langkahnya melalui mediavideo yang disertakan deng...
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli

14,610

Published on

Modul of CNC Turning Machine with Sinumerik 802 S control

Published in: Education, Business, Technology
10 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
14,610
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,336
Comments
10
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 2 mesin_bubut_cnc_versi_juli

  1. 1.   2010           Modul 2 Pemesinan Bubut  CNC     Oleh : B.Sentot Wijanarka Program Pascasarjana UNY 1/19/2010 
  2. 2. Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    2  
  3. 3. Modul 2 • Mengenal Panel Kontrol Sinumerik 802 S • Menghidupkan Mesin Bubut CNC • Setting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset pada Mesin Bubut CNC            Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    3  
  4. 4. I. Kedudukan Modul pada SKKD (Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor : 251/C/kep/mn/2008 Tanggal : 22 Agustus 2008)Bidang Studi Keahlian : Teknologi dan RekayasaProgram Studi Keahlian : Teknik MesinKompetensi Keahlian : Teknik Pemesinan (014) STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 15. Mengeset mesin dan program 15.1 Mendeskripsikan instruksi kerja mesin NC/CNC (dasar) 15.2 Memasang fixture/perlengkapan/ alat pemegang 15.3 Melakukan pemeriksaan awal 15.4 Melakukan pengaturan mesin NC/CNC (numerical control/ computer numerical control) 15.5 Menginstruksi operator mesin 15.6 Mengganti tooling yang rusak 16. Memprogram mesin NC/CNC 16.1 Mengenal bagian-bagian program mesin (dasar) NC/CNC 16.2 Menulis program mesin NC/CNC 16.3 Melaksanakan lembar penulisan operasi NC/CNC 16.4 Menguji coba program 17. Mengoperasikan mesin NC/CNC 17.1 Mendeskripsikan instruksi kerja (Dasar) 17.2 Melakukan pemeriksaan awal 17.3 Mengoperasikan mesin CNC/NC 17.4 Mengawasi kerja mesin/proses CNC/NC.Modul Ini mendukung Kompetensi Kejuruan Teknik Pemesinan (014), StandarKompetensi no. 15, 16 dan 17 .Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    4  
  5. 5. II. Penilaian Mandiri Penilaian mandiri dimaksudkan sebagai evaluasi bagi peserta didik mengenaikemampuan apa saja yang harus dikuasai untuk standar kompetensi yang dimaksud.Standar kompetensi menurut SKKD yaitu Teknik Pemesinan (014), Standar Kompetensino. 15 adalah Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar). Standarkompetensi ini sama dengan SKKNI Unit Kompetensi No. LOG.OO07.015.00 :Mengeset Mesin dan program mesin NC/CNC (dasar) Set NC/CNC machines/process(basic).Petunjuk :Silahkan siswa mengisi penilaian mandiri berikut untuk mengetahui kemampuan awalsiswa. Penilaian ini digunakan juga sebagai penilaian akhir sesudah mempelajari modulini.Pada kolom penilaian K = Kompeten, BK = Belum Kompeten Elemen Kompetensi :  01. Memahami instruksi kerja Kriteria Penilaian Daftar Pertanyaan  Penilaian  Unjuk Kerja (Penilaian Mandiri/Self Assessment) BK K Asesor  1. Memahami dan • Dapat menjelaskan fungsi perlengkapan pencekam mengikuti dengan pada mesin CNC tepat lembar kerja • Dapat menentukan alat pencekam yang sesuai dan dokumen dengan benda kerja sejenis • Dapat mengidentifikasi pencekam yang sesuai dengan mesin & benda kerja Elemen Kompetensi :  02. Memasang fixture/perlengkapan/alat pemegang 2. Pre-set tooling • Apakah anda dapat menjelaskan fungsi dari Pre-set dipasang pada tooling ? pada mesin sesuai kebutuhan • Apakah anda dapat memasang/ memposisikan Pre- set tooling sesuai prosedur operasi standar.? • Apakah anda dapat menggunakan Pre-set tooling sesuai Prosedur Operasi Standar ? 3.Fixture/perlengkap • Apakah anda dapat memasang posisi pencekam an/pencekam benda kerja pada meja mesin dengan benar ? disetel pada mesin berdasarkan • Apakah anda dapat mengatur data posisi pencekam kebutuhan yang di sesuaikan dengan titik nol mesin ? menggunakan prosedur operasi standarModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    5  
  6. 6.   Penilaian Kriteria Penilaian  Unjuk Kerja Daftar Pertanyaan  BK K Asesor  (Penilaian Mandiri/Self Assessment) 4. Pengaturan tool • Apakah anda dapat memasang tool pada pengganti offset atau data alat potong otomatis diidentifikasi/dipas • Apakah anda dapat mengatur data tool offset dengan tikan terhadap menggunakan Pre-set Tooling lembar kerja • Apakah anda dapat Dapat memasukan data tool menggunakan offset secara manual/ otomatis prosedur operasi • standar. 5. Program NC/CNC • Apakah anda dapat memasukan program CNC pada yang dimasukkan, memori mesin baik secara manual atau melalui dipilih dan jaringan dipastikan sesuai • Apakah anda dapat t memilih program CNC yang akan digunakan dari daftar program dengan instruksi • Apakah anda dapat memastikan bahwa program kerja. yang diambil sesuai dengan kebutuhan ( simulasi) Elemen Kompetensi :  03 .Melakukan pemeriksaan awal 1. Tanggungjawab • Apakah anda dapat melakukan pemeliharaan alat pemeriksaan awal ukur sesuai POS ? berdasarkan • Apakah anda dapat mengidentifikasi kebutuhan alat prosedur) potong sesuai program 2. Mengamati • Apakah anda dapat melaksanakan prosedur prosedur keselamatan kerja sesuai Standar? keselamatan kerja • Apakah anda dapat menjelaskan tanda-tanda dan memeriksa keselamatan kerja pada mesin? perlengkapan • Apakah anda dapat memastikan semua perlengkapan dapat beroperasi dengan tepat ? apakah telah beroperasi dengan tepat. Elemen Kompetensi :  04. Pengaturan mesin NC/CNC (numerical control/computer numerical control ) 1. Pengaturan/penye • Apakah anda dapat mengatur mesin CNC terhadap suaian mesin tuntutan operasional dan spesifikasi berdasarkan terhadap tuntutan operasi standar operasional dan • Apakah anda dapat menyesuaikan mesin CNC/proses spesifikasi. yang relevan terhadap benda kerja • Apakah anda dapat menjelaskan pengaruh dari penyetelanModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    6  
  7. 7. 2. Pemeriksaan • Apakah anda dapat membuat produk contoh sesuai contoh produksi spesifikasi terhadap spesifiksi • Apakah anda dapat menentukan alat ukur yang menggunakan sesuai prosedur opersional standar • Apakah anda dapat menentukan apakah ukuran produk sesuai dengan spesifikasi atau belum Kriteria Penilaian Daftar Pertanyaan  Penilaian  Unjuk Kerja (Penilaian Mandiri/Self Assessment) BK K Asesor  Elemen Kompetensi :  05. Menginstruksi operator mesin 1. Operator diberi • Apakah anda dapat memberi instruksi kepada operator instruksi jikaperlu yang berkaitan dengan prosedur operasi standar untuk memastikan prosedur dan • Apakah anda dapat memberi instruksi kepada operator peralatan yang berkaitan dengan peralatan keselamatan kerja harus selalu berada pada tempat yang tepat keselamatan kerja pada tempatnya Elemen Kompetensi :  06. Mengganti tooling yang retak/rusak 1.Jikamemungkinkan • Apakah anda dapat mengidentifikasi tools/ Alat , cutting tool potong yang tumpul/retak diganti, tool offset • Apakah anda dapat mengganti cutting tool yang disesuaikan atau tumpul/retak tindakan perbaikan • Apakah anda dapat mengasah cutting tool yang rusak lainnya dilakukan • Apakah anda dapat mengatur kembali tool offset berdasarkan prosedur Berdasarkan prosedur operasi standar operasional standar.Apabila masih belum kompeten, maka silahkan mempelajari modul ini.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    7  
  8. 8. III. Uraian Materi Materi 1 Mengenal Panel Kontrol Sinumerik 802S                      Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    8  
  9. 9. A. Panel Kontrol Gambar skematis panel kontrol adalah sebagai berikut                    Penjelasan Panel kontrol sebelah kanan   Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    9   
  10. 10. Panel kontrol sebelah kiri   B. Layout Layar Gambar 1. Layout LayarPenjelasan untuk gambar di atas adalah :Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    10  
  11. 11. Tabel 1. Penjelasan Bagian-bagian tampilan Sinumerik 802 SNo. Bagian Singkatan Arti1 MA MesinArea operasi yang sedang PA Parameteraktif PR Programming DI Services DG Diagnosis2 STOP Program BerhentiStatus Program RUN Program sedang berjalan RESET Program dibatalkan3 Jog Pergeseran eretan manualMode Pengoperasian MDA Input manual dengan fungsi otomatis Auto Automatic4 SKP Blok dilewatiStatus Display Blok program yang diberi tanda garis miring (/) di depan nomer blok diabaikan selama eksekusi program DRY Dry Run Feed Gerakan pergeseran eretan dilaksanakan dengan gerak makan yang telah ditentukan dalam data gerak makan yang sudah ditetapkan pada setting Dry Run ROV Rapid traverse overide Penambahan kecepatan gerak juga terjadi pada gerakan Rapid SBL Single Block Pelaksanaan program dengan eksekusi tiap blok program M1 Programmed Stop Ketika fungsi ini aktif, program akan berhenti pada blok dimana M01 dituliskan. Pada kasus ini, pesan “5 stop M00/M01 is active” muncul pada layar. PRT Program test Pengujian program yang telah dituliskan 1…1000 INC Mode Incremental Apabila kontrol pada mode Jog, maka ukuran incremental ditampilkan sebagai ganti fungsi kontrol active program5 1 Stop : No NC ReadyOperational Massage 2 3 Stop : EMERGENCY STOP Active 4 Stop : Alarm active with stop 5 Stop : M00/M01 active 6 Stop : Block ended in SBL Mode 7 Stop : NC STOP active 8 Wait : Read- in enable missing 9 Wait : Feed enable missingModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    11  
  12. 12. No. Bagian Singkatan Arti 10 Wait : Dwell time active 11 Wait : Auxiliary fuction acknowl. missing 12 Wait : Axis enable missing 13 Wait : Exact Stop not reached 14 15 Wait : For Spindle 16 17 Wait : eed Overide to 0% 18 Stop : NC block incorrect 19 20 21 Wait : Block search Active 22 Wait : No. spindle enable 23 Wait : Axis feed value 06 Program name Nama Program7 Alarm line Baris alarm hanya muncul jika suatu alarm NC atau PLC sedang aktif. Baris alarm berisi nomer alarm dan kriteria reset dari sebagian besar alarm yang muncul8 Working Window Jendela kerja dan display NC9 Recall symbol Simbol ini ditampilkan di atas tombol softkey ketika operator pada menu yang lebih rendah10 Menu extension ETC muncul jika simbol muncul di atas tombol softkey, fungsi lanjutan akan muncul. Fungsi ini dapat diaktifkan dengan tombol ETC.11 Softkey Bar12 Vertical Menu Apabila simbol ini muncul di atas tombol softkey fungsi menu lebih lanjut akan muncul. Ketika tombol VM ditekan, fungsi ii akan muncul di layar dan dapat dipilih dengan menggunakan kursor UP dan kursor DOWN13 Feedrate override 0% Di sini ditampilkan penambahan feed rate gerak makan aktual14 Gear box Di sini ditampilkan tingkatan gigi spindel 1….515 Spindel speed override 0% Di sini ditampilkan penambahan kecepatan spindelModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    12  
  13. 13. C. Area OperasiFungsi dasar CNC dikelompokkan dalam area operasi berikut : Gambar 2. Area Operasi Sinumerik 802 S/C Base linePemindahan daerah operasi : Tekan tombol area “Machine” untuk bisa langsung masuk pada area operasimesin. Gunakan tombol pemindahan area operasi untuk kembali dari semua areaoperasi ke menu utama.Tekan tombol pemindahhan area operasi dua kali untuk kembali ke area operasisebelumnya. Sesudah sistem kontrol dihidupkan, secara default akan muncul areaoperasi mesin.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    13  
  14. 14. Tingkatan-tingkatan proteksiTitik-titik sensitif dari sistem kontrol diproteksi menggunakan password untuk mencegahterjadinya pengisian dan perubahan data. Akan tetapi, operator bisa memilih tingkatanproteksi pada menu “Machine Data” yang tampil pada area operasi “Diagnostics.”Secara default proteksi berada pada Protection Level 3. Pada menu tersebut,pemasukan dan pengubahan data tergantung pada pengaturan tingkatan proteksi yaitu • Tool offsets • Zero offsets • Setting data • RS232 settingsSetelah anda belajar mengenal panel kontrol silahkan melanjutkan ke materi 2.                Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    14  
  15. 15.   Materi 2 Menghidupkan Mesin Bubut CNC              Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    15  
  16. 16. Langkah- langkah Menghidupkan Mesin Bubut CNCPompa Oli hidrolik (yang berada di sebelah kanan eretan) dipompa 3 kali, sampai dieretan keluar pelumas. 1. Hidupkan mesin dengan cara memposisikan kunci power supply dan saklar utama pada posisi ON 2. Hidupkan Kontrol CNC /Monitor dengan menekan tomol NC ON, kemudian tunggu sebentar sampai proses booting selesai dan muncul tampilan di layar seperti gambar di bawahModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    16  
  17. 17. 3. Referensi MesinUntuk mengaktifkan referensi mesin, maka ditekan tombol referensi, kemudian tekantombol gerakan pahat ke arah +Z sampai referensi ditemukan (lihat posisi kecepatangerak makan (feed rate), jangan pada posisi nol) . Setelah itu tekan tombol +X sampaireferensi ditemukan. Tampilan di layar menjadi : Angka yang  tampil di mesin  mungkin berbeda  4. Spindle dihidupkan dengan menekan tombol spindel start, maka di layar akan tampil rpm putaran spindel, dan spindel mesin berputar. 5. Menggerakkan pahat manual untuk menyayat. Untuk menggerakkan pahat secara manual dilakukan dengan cara menekan tombol jog. Setelah itu pahat bisa digerakkan ke arah sumbu X (diameter), atau arah sumbu Z (memanjang). Hal tersebut dilakukan dengan menekan tombol Jog, kemudian tombol gerakan sumbu di tekan.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    17  
  18. 18. Menggerakkan pahat Ke arah sumbu ZMenggerakkan pahat ke arah sumbu XSetelah mampu menghidupkan mesin, maka dipersilahkan pindah ke Materi 3.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    18  
  19. 19. Materi 3 Setting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Bubut CNC Oleh : Tim Pengajar CNCModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    19  
  20. 20. Setelah mesin dihidupkan dan mengaktifkan referensi mesin, maka sebelummesin digunakan dilakukan setting pahat. Sebelum setting pahat harus dipahami dahuluprinsip pencekaman benda kerja dan pemasangan benda kerja, serta pemahamantentang alat potong (pahat) yang digunakan pada mesin CNC pada umumnya. A. Pencekaman benda kerja di Mesin Bubut CNC Alat pencekam benda kerja adalah seperti gambar 1 berikut. Spindel mesin bubut  collet  Cekam  rahang  empat Cekam  rahang tiga  Face   plate Gambar 1. Alat pencekam/ pemegang  benda kerja proses bubut Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    20  
  21. 21. Pemilihan cara pencekaman tersebut di atas, sangat menentukan hasil proses bubut. Pemilihan alat pencekam yang tepat akan menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas geometris yang dituntut oleh gambar kerja. Misalnya apabila memilih cekam rahang tiga untuk mencekam benda kerja silindris yang relatif panjang, hendaknya digunakan juga senter jalan yang dipasang pada kepala lepas, agar benda kerja tidak tertekan Gambar 2. Benda kerja yang relatif panjang dipegang oleh cekam rahang tiga dan didukung oleh senter putar B. Pahat Pahat pada mesin CNC biasanya menggunakan pahat sisipan dari bahankarbida, seperti terlihat pada Gambar 3. Gambar 3. Pahat bubut sisipan (inserts), dan pahat sisipan yang  dipasang pada  pemegang pahat (tool holders)Bentuk dan pengkodean pahat sisipan serta pemegang pahatnya sudah distandarkanoleh ISO. Standar ISO untuk pahat sisipan dapat dilihat pada Gambar di bawah.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    21  
  22. 22. Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    22  
  23. 23. Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    23  
  24. 24. Pemasangan pahat dilakukan dengan cara menjepit pahat pada rumah pahat(tool post). Usahakan bagian pahat yang menonjol tidak terlalu panjang, supaya tidakterjadi getaran pada pahat ketika proses pemotongan dilakukan. Posisi ujung pahatharus pada sumbu kerja mesin bubut, atau pada sumbu benda kerja yang dikerjakan.Posisi ujung pahat yang terlalu rendah tidak direkomendasi, karena menyebabkanbenda kerja terangkat, dan proses pemotongan tidak efektif (lihat Gambar 4). Cutting data Biasanya data pemotongan disertakan pada kemasan pahat sisipan, seperti pada gambar di bawah.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    24  
  25. 25. Kerusakan pahat dan troubleshootingBeberapa kerusakan pada pahat dan cara mengatasinya dapat dlihat pada table dibawah.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    25  
  26. 26. C. Setting Pahat dan Zero Offset Langkah- langkah Setting Benda Kerja, Pahat, dan Zero Offset Mesin Freis CNC “EDU MILL INDO versi 1.5” Proses mengaktifkan referensi pahat dimaksudkan untuk mengidentifikasi posisitempat pahat pada posisi paling jauh dari spindle mesin (posisi Z maksimal, dan posisi Zmaksimal). Angka yang tercantum pada sumbu X dan sumbu Z sesudah mengaktifkanreferensi berbeda-beda untuk setiap jenis mesin , dan ukuran mesin (disetting diperusahaan mesin). Apa yang tertera di layar sebelum, dan sesudah mengaktifkanreferensi dapat dilihat pada gambar di bawah.Mengaktif Referensi Mesin CNCSebelum referensi Sesudah referensi aktif Angka yang  tercantum  tergantung  ukuran mesin Sesudah mengaktifkan referensi , dilakukan juga mengaktifkan spindle (memutarspindle) dengan menekan tombol spindle start, sehingga pada layar akan mampakputaran spindle pada rpm tertentu. Hal tersebut terlihat pada gambar di bawah.Tampilan di layar ketika Spindle dihidupkanModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    26  
  27. 27. Sesudah proses mengaktifkan referensi, maka pahat bisa digerakkan dengan menggunakan tombol gerakan pahat ke arah sumbu X dan sumbu Z. Menggerakkan pahat manual untuk menyayat. Gerakan arah sumbu ZTombol-tomboluntukmenggerakkanpahat Gerakan arah sumbu X Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    27   
  28. 28. a. Langkah- langkah Tool Offset (Menentukan Tool Compensation) Setelah mesin menemukan referensinya maka dilakukan setting pahat (tooloffset) , dan zero offset. Berikut ini dijelaskan langkah-langkah yang harus diikuti olehoperator mesin dalam mengidentifikasi tool offset. Untuk memanggil pahat bagi pahatyang telah diatur tool offsetnya harus ditambah kompensasinya misal : T1 D1, atau T2D2. Apabila program CNC tidak memperhitungkan harga kompensasi pahat (dalamprogram nama pahat hanya ditulis T1), maka langkah penentuan tool offset ini bisadiabaikan, dan untuk mensetting mesin langsung pada langkah zero offset (langkah bhalaman 33). 1. Menu utama ( apabila belum di menu utama, tekan tombol pemindahan area mesin, yaitu tombol yang di sebelah kanan bawah pada gambar) 2. Tekan parameter (tombol softkey warna biru di bawah tulisan parameter pada layar)Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    28  
  29. 29. 3. Tekan Tool corr 4. Tekan > Letakkan  kursor disini  Untuk mengukur L1, Tempatkan kursor pada kolom Geometry untuk Length 1Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    29  
  30. 30. 5. Tekan Get Comp. 6. Sentuhkan pahat pada benda kerja seperti pada gambar (pada diameter benda kerja yang sudah diketahui diameternya/ telah diukur dulu). Apabila pahat dari depan maka posisinya adalah seperti gambar di bawah). 7. Masukkan diameter benda kerja, misal kalau diameter benda kerja yang disentuh oleh pahat adalah 30 mm, maka pada offset ditulis 30. 8.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    30  
  31. 31. 9. Tekan Calcutate, kemudian tekan OK 10. Tekan Next axis untuk setting pahat pada sumbu Z (mengukur L2), sehingga pada layar seperti gambar di bawahModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    31  
  32. 32. 11. Sentuhkan pahat pada permukaan benda kerja seperti pada gambar 12. Masukkan data Z yang tertulis di Axis Z, ke baris Offset 13. Tekan Calculate, klik OK Apabila langkah ini dilakukan dengan benar, maka selisih panjang pahat (L1 dan L2) telah diukur. Untuk pahat ke 2 dan seterusnya dilakukan dengan cara yang sama ( pada langkah ke 3 T No : 2, dan D number : 2)Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    32  
  33. 33. b. Langkah-langkah Menentukan Zero Offset (untuk program yang diawali G54, atau G55 )Langkah- langkah penentuan pergeseran titik nol (Zero Offset) adalah sebagai berikut( pada setiap tampilan gambar layar, angka yang tertera tidak sama dengan yang dimesin sesungguhnya, angka selalu berbeda setiap melakukan setting) : 1. Pindah ke area operasi manual dengan menekan JOG 2. Tekan Main menu Tombol  pemindahan  area operasi  3. Tekan ParameterModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    33  
  34. 34. 4. Tekan ^ 5. Tekan Zero offset Kursor di  baris X  6. Pilih G54, dan tempatkan kursor di baris X 7. Tekan Determine Tulis di sini  nomer pahat,  misal 1  8. Tulis nomer Tool (misalnya : 1) 9. Tekan OKModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    34  
  35. 35. 10. Sentuhkan pahat pada benda kerja untuk menentukan pergeseran titik nol pada sumbu X 11. Turunkan kursor ke posisi offset dengan menekan tombol kursor turun ▼. 12. Masukkan harga diameter dari benda kerja yang digunakan untuk setting diameter  benda kerja  yang  disentuh  13. Tekan Calculate, klik OK Kemudian pindahkan kursor ke Axis Z dengan menekan tombol kursor turun ▼.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    35  
  36. 36. Pindah ke  Axis Z  14. Tekan Next Axis Menjadi  Axis Z  15. Sentuhkan pahat ke bagian permukaan benda kerja arah sumbu ZModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    36  
  37. 37. 16. Setelah pahat menyentuh, Tekan Calculate, tekan OKProses setting pahat dan G54 sudah selesai.Selanjutnya akan dicoba/diuji apakah setting yang sudah dilakukan tersebut benar.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    37  
  38. 38. c. Menguji data alat potong dan zero offsetUntuk mengetahui apakah data alat potong dan zero offset yang kita telah lakukanbenar, maka kita membuat program singkat (1 baris). Program tersebut berisimemanggil G54 dengan pahat T1, dan pahat bergerak ke arah diameter dan jarak yangdiketahui. 1. Tekan MDA, kemudian tulis program : G54 G90 T1 D1 G0 X30 Z3 pada tempat seperti terlihat pada gambar Program  ditulis di sini  2. Sesudah ditulis program singkat tersebut, kemudian tekan cycle start (posisi feed rate jangan pada posisi 0%), apabila pahat bergerak ke diameter dan jarak Z yang ditentukan, maka setting yang sudah dilakukan benar. Jika tidak benar, maka proses setting diulangi lagi.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    38  
  39. 39. Pahat menuju ke diameter X= 30 dan jarak Z=3Setelah bisa melakukan setting, maka berikutnya silahkan mempelajari cara menulisdan mengedit program CNC (Materi 4), dan menjalankan mesin CNC untuk membuatbenda kerja ( Materi 5).Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    39  
  40. 40. Materi 4 Menulis Program di Mesin Bubut CNC (membuka, menulis, dan mengedit program CNC)Langkah- langkah membuka, mengedit dan menulis program CNC di mesin bubutCNC adalah sama dengan pada mesin Freis CNC, karena sistem kontrol yangdigunakan sama.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    40  
  41. 41. Dasar- dasar pemrograman CNC A. Struktur program Program CNC terdiri dari blok (block) yang berurutan. Setiap blok merupakanlangkah pemesinan. Perintah/Instruksi ditulis dalam satu blok dalam bentuk kata-kata(words).Blok terakhir dari urut- urutan tersebut berisi kata khusus untuk mengakhiri programyaitu M2.Tabel 4.1. Blok struktur program 1. Setiap program memiliki nama sendiri.Ketika membuat suatu program CNC, nama program bisa ditentukan sendiri olehpembuat dengan ketentuan sebagai berikut : • Dua karakter pertama harus merupakan huruf, selanjutnya huruf, angka-angka, atau underscore boleh dipakai • Jangan menggunakan lebih dari 8 karakter • Jangan menggunakan tanda pisah (-) Contoh nama program : FRAME5231 2. Struktur kata dan addres adalah seperti Gambar di bawah Gambar 4.1. Struktur KataModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    41  
  42. 42. 3. Jumlah karakter pada addresSatu kata boleh berisi beberapa huruf addres. Akan tetapi dalam kasus ini, tanda samadengan “=” harus disisipkan untuk menunjukkan harga dari angkanya terhadap hurufaddres yang dimaksud.Contoh : CR=5.23 B. Struktur blokSuatu blok sebaiknya berisi semua data yang diperlukan untuk melaksanakan satulangkah pemesinan.Blok biasanya terdiri dari beberapa kata dan selalu diakhiri dengan the end of-blockcharacter “LF” (line feed). Karakter tersebut akan muncul dengan sendirinya ketikatombol return atau input ditekan ketika kita menulis program. Gambar 4.2. Diagram struktur blok 1. Urut- urutan kataKetika satu blok terdiri dari lebih dari satu pernyataan, kata-kata dalam satu blok harusdiatur dengan urutan sebagai berikut :N... G... X... Y... Z... F... S... T... D... M...Pilihlah nomer blok dengan langkah 5 atau 10. Dengan demikian kita masih memilikitempat untuk menyisipkan blok lagi, jika nantinya ada kesalahan atau blok programkurang. 2. Blok diabaikan (Block skipping)Blok program yang tidak dikerjakan ketika menjalankan program CNC ditandai dengantanda garis miring “ / ” di depan nomer blok.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    42  
  43. 43. Sewaktu program dikerjakan oleh mesin, maka blok yang diawali dengan tanda “ / ”dilewati atau diabaikan, program yang dikerjakan adalah pada blok selanjutnya. 3. Komentar/ catatan (comment/remark)Catatan dapat digunakan untuk menjelaskan pernyataan dari blok program . Komentarditampilkan bersama dengan isi program yang lain dari satu blok yang sedang tampil.Contoh Program :N10 ; G&S Order No. 12A71N20 ; Pump part 17, Drawing No.: 123 677N30 ; Program created by Mr. Adam Dept. TV 4N50 G17 G54 G94 F470 S20 D0 M3 ; Blok UtamaN60 G0 G90 X100 Y200N70 G1 Y185.6N80 X112/N90 X118 Y180 ;Blok yang diabaikanN100 X118 Y120N110 X135 Y70N120 X145 Y50N130 G0 G90 X200N140 M2 ;Program berakhir C. Penjelasan kode-kode program dapat dilihat pada Buku Referensi“Operation and Programming Turning untuk mesin dengankontrol CNC 802 S/C “Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    43  
  44. 44. D. Membuka Program CNC yang sudah ada di dalam memori mesinBeberapa program CNC yang pernah ditulis di mesin, tersimpan dalam memori mesin.Program tersebut dapat dibuka/dipanggil pada waktu berikutnya. Cara membukaprogram yang ada di dalam memori mesin adalah : 1. Dari menu awal, tekan tombol area switch over 2. Tekan softkey Program 3. Setelah itu di monitor, akan muncul nama-nama program CNC yang sudah pernah diisikan di dalam mesin bubut CNCModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    44  
  45. 45. 4. Untuk memilih program CNC dari daftar yang ada untuk dibuka, maka tempatkan tanda kursor turun atau naik dengan menekan tombol panah naik ▲ atau turun▼, sehingga nama program yang akan dibuka diblok dengan warna kelabu (warna jadi lebih gelap) 5. Misalnya akan dibuka program CNC dengan nama EX10.MPF atau program dengan nama lain (anda tentukan sendiri nama program yang akan dibuka), maka blok abu-abu kita tempatkan di nama program tersebut, kemudian tekan softkey OpenModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    45  
  46. 46. 6. Di layar akan muncul isi dari program CNC dengan nama EX10.MPF 7. Untuk melihat blok program selanjutnya ditekan tombol panah ke bawah.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    46  
  47. 47. Dengan mengikuti langkah tersebut di atas, maka kita sudah bisa membuka program CNC yang tersimpan dalam memori mesin freis CNC. Latihan : Cobalah membuka program CNC yang lain beberapa kali dengan langkah yang sama.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    47  
  48. 48. E. Berlatih menulis program CNC di Mesin Freis CNCUntuk memasukkan/menulis/mengetik program CNC pada Mesin Freis CNC,maka mesin freis CNC terlebih dahulu dihidupkan, dan referensi mesin telahdiaktifkan. Untuk menulis program anda berada pada menu utama. Langkahtersebut akan dijelaskan dengan rinci sebagai berikut.Misalnya Menulis Program dengan nama : PRG1.MPF 1. Tekan area operasi mesin 2. Tekan area switch over 3. Tekan softkey Program, maka di layar akan tampilModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    48  
  49. 49. 4. Tekan >, sehingga muncul Softkey New  5. Tekan softkey New Setelah itu jendela dialog akan muncul, sehingga anda dapat menulis nama program CNC yang akan anda tulis. Nama  program  ditulis di sini  6. Tulis nama program pada kotak di bawah tulisan “Please specify name !” di layar . Misal anda tulis PRG1, maka melalui panel kontrol yang terdiri dari huruf dan angka anda dapat menuliskan nama itu.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    49  
  50. 50. PRG1 7. Tekan softkey OK, sehingga muncul di area editor untuk menulis program di layar untuk menulis programModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    50  
  51. 51. Nama program Area untuk  menulis program Papan ketik untuk  menulis program  Tombol enter  Tombol shift untuk fungsi  Tombol spasi   huruf atau simbol pada  papan ketik  Kemudian tulislah program berikut dengan menggunakan papan ketik di bawah monitor . Setelah selesai menulis satu blok tekan tombol untuk menulis blok program berikutnya : N00 G54 N10 G90 T01 M03 S1000 F100 N20 G0 X44 Z2 N30 G0 X38 N40 G1 Z-50 N50 G1 X44 N60 G0 Z2 N70 X50 N80 M5 M2Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    51  
  52. 52. Blok program yang sudah  ditulis  Untuk berpindah ke blok   program berikutnya tekan  tombol ini  8. Setelah selesai menulis semua baris program program, tekan > 9. Tekan softkey Close, untuk menyimpan program yang sudah ditulis.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    52  
  53. 53. Nama program yang sudah  ditulis ada di sini  Untuk melihat nama‐nama  program yang ada tekan  tombol panah turun atau  tombol panah ke atas  10. Untuk melihat daftar program yang sudah ada di mesin, maka ditekan tombol anak panah ke bawah atau ke atas , maka program yang ditulis tadi sudah ada dalam daftar program tersimpan dengan nama PRG1.MPF.Dengan demikian anda sudah berlatih menulis program PRG1.MPF di dalammesin CNC.Cobalah menulis lagi program tersebut di atas dengan nama yang berbedamisalnya PRG2, dengan isi program yang sama, sehingga anda lancar menulisprogram.Tugas :Cobalah menulis program CNC untuk contoh program di bawah (tulislahprogram tersebut berulang-ulang dengan mengganti namanya, sehinggaanda menguasai cara menulis dan mengedit program). Anda boleh jugamenulis program CNC contoh yang ada di buku referensi Siemens 802 C.Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    53  
  54. 54. Contoh Program :N00 G54 G90 T1 M3 S1500 F100N10 G0 X44 Z2N20 X39N30 G1 Z-60N40 X42N50 G0 Z2N60 X37N70 G1 Z-40N80 X42N90 G0 Z2N100 X36N110 G1 Z-40N120 X38N130 Z-60N140 X44N150 G0 Z5N160 X50N170 M5N180 M2(Program tersebut untuk benda kerja diamater 40, panjang 100 mm)Gambar benda kerja jadi sebagai berikut : Ø40  Ø38 Ø36 Ø36  40  60  Langkah- langkah untuk membuat benda kerja jadi (proses pengerjaan benda kerjasama dengan pada mesin freis CNC (lihat modul mesin Freis CNC).Modul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    54    54  
  55. 55. Catatan :Bila ada kesulitan dalam mengikuti modul ini, pelajari langkah-langkahnya melalui mediavideo yang disertakan dengan modul ini. Anda boleh meng-copy media video, bukureferensi dan modul dalam bentuk file ke flash disk anda. File tersebut tersedia diHardisk komputer sekolah dengan folder pelatihan CNC, atau anda menyalin dari CDyang disediakan. Selamat BelajarModul 2. Pemesinan Bubut CNC untuk SMK, Versi 1/11/2009    55  

×