Sistem Operasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • URUS NIK EKSPORT IMPORT.
    URUS NIK PPJK/SRP BEACUKAI.
    URUS NIK PENGANGKUT/SRP BEACUKAI.
    (Issuing of SRP (Custom's Letter of Registration).

    URUS SRP BEACUKAI / NIK BEACUKAI
    Peraturan Menteri Keuangan Nomor 63/PMK.04/2011.

    Persyaratan NIK BEACUKAI / Registrasi Kepabeanan:
    1. Akte Pendirian Perusahaan dan SK Kehakiman
    2. Akte Perubahan Perusahaan yg Terakhir + SK Kehakiman
    3. Domisili Perusahaan yg masih berlaku.
    4. Kartu NPWP Perusahaan.
    5. SKT (Surat Keterangan Terdaftar) NPWP.
    6. SPPKP (Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak)
    7. SIUP PT Lokal atau Pendaftaran BKPM/Izin Prinsip/IUT Perusahaan PMA.
    8. TDP Perusahaan.
    9. API (Angka Pengenal Importir). atau PEB untuk Export atau salah satu nama barang export.
    10. SRP Lama (Apabila Perubahan).
    11. KTP dan NPWP Direksi (Pengurus Perusahaan yg ada di Akte Terakhir).
    12. KTP dan NPWP Kuasa Direksi (Penanda Tangan API).
    13. Rekening Koran.
    14. Nama Barang yg akan di Import dan HS Barang.
    15. Laporan Keuangan (Neraca - Rugi/Laba) Perusahaan yg terakhir.
    16. Komponen Pembukuan Perusahaan:
    - General Jurnal, General Ledger dan Subsidiary Legder ( sesuai kondisi pembukuan perusahaan)
    - Jurnal Pembelian, Jurnal Pengengeluaran kas dan buku besarnya'
    - Jurnal Pembelian,

    NB, 15 s/ 16 bisa dibantu

    - Lama Proses Perubahaan SRP 5-10 hari kerja, Penerbitan Baru 20-25 hari kerja
    - Payment setelah NIK/SRP Beacukai setelah terbit
    - Dokumen pick up and delivery system (sistem antar jemput) khusus Jabodetabek, untuk luar kota kirim via TIKI.

    Jakarta
    Maya Indah Building Lt 2 Jl. Kramat Raya No. 5 A Jakarta Pusat 10450
    Tep: +(62) 21- 3142566
    Fax : +(62) 21- 3928113
    Mobile: 081385042000
    Pin BB 2262D175
    Flexi 021-70940216

    Bekasi
    Harapan Indah 2 Ifolia HY 22/ 25 Bekasi Utara
    Telp: + ( 62) 21-88991328
    Fax : + ( 62) 21-88990026

    Medan
    Gedung Johar Jl. Tani Bersaudara no. 9 Medan.
    Telp: +(62) 61-77554440
    Fax : +(62) 61-77554440
    Mobile: 085270139105

    Email:
    legal@saranaizin.com
    admin.legal@saranaizin.com
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • to create this slide...thank you very much...this help me little...thank you again
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
33,791
On Slideshare
33,688
From Embeds
103
Number of Embeds
6

Actions

Shares
Downloads
595
Comments
2
Likes
2

Embeds 103

http://www.slideshare.net 82
http://freshincome.blogspot.com 14
http://zulkiflihidayatullah.blogspot.com 3
http://coretanhamdan.blogspot.com 2
http://translate.googleusercontent.com 1
http://66.228.164.181 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. DAFTAR PUSTAKA 1. TANENBAUM,ANDREW.S “ MODERN OPERATING SYSTEM “ , PRENTICE-HALL 2. TANENBAUM,ANDREW.S “ OPERATNG SISTEM DESIGN AND IMPLEMENTATION “ PRENTICE-HALL 3. SILBERSCHATZ, ABRAHAM “ PRINCIPLES OF OPERATING SYSTEM “, MC GRAW-HILL 4. SILBERSCHATZ, ABRAHAM, PETER B GALVIN “ OPERATING SYSTEM CONCEPTS “ ADDISON WESLEY PUBLISHING COMPANY0
  • 2. PENDAHULUAN KOMPONEN UTAMA SUATU SISTEM KOMPUTER PERANGKAT KERAS : * PROCESSOR * MEMORY * TERMINAL * DISK * CLOCK * PRANGKAT I/O, DLL PERANGKAT LUNAK : 1. PROGRAM SISTEM * PROGRAM UNTUK PENGOPERASIAN KOMPUTER 2. PROGRAM APLIKASI * PROGRAM YANG DIKEMBANGKAN PENGUNA(USER) UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH YANG DIINGINKAN
  • 3. SISTEM OPERASI SEPERANGKAT PROGRAM YANG MEMANTAU DAN MENGATUR PEMAKAIAN SUMBER DAYA KOMPUTER, ANTARA LAIN PROCESSOR, MAIN MEMORY, FILE, I/O DEVICE, DLL MEJEMBATANI ANTARA USER DENGAN PERANGKAT KERAS KOMPUTER BANKING SYSTEM AIRLINE RESERVATION GAMES COMPLIER EDITOR COMMAND INTERPRETER SISTEM OPERASI BAHASA MESIN ( MACHINE LANGUAGE ) PROGRAMMING MIKRO PERANGKAT FISIK ( PHYSICAL DEVICES ) PROGRAM APLIKASI PROGRAM SISTEM PERANGKAT KERAS ( HARDWARE ) GAMBAR 1. KOMPONEN SISTEM KOMPUTER FUNGSI SISTEN OPERASI SEBAGAI EXTENDED MACHINE ( VIRTUAL MACHINE ) * MENYEMBUNYIKAN KOMPLEKSITAS PEMROGRAMAN HARDWARE DARI PROGRAMMER ATAU USER * MENYAJIKAN FASILITAS YANG LEBIH MUDAH DAN SEDERHANA UNTUK MENGGUNAAN HADWARE
  • 4. SEBAGAI RESOURCE MANAJER * MENGATUR DAN MENGEFISIENKAN PENGGUNAAN SUMBER DAYA KOMPUTER ( COMPUTER RESOURCES ) TUGAS UTAMANYA ANTARA LAIN :
    • MEMANTAU PENGGUNAAN SEMUA RESOURCES
    • MENERAPKAN ATURAN PENGUNAAN RESOURCE
    • MENGALOKASIKAN RESOURCE YANG DIMINTA
    • 4. MENGAMBIL KEMBALI RESOURCE
  • 5. SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM OPERASI GENERASI PERTAMA (1945 – 1955) OPERASI MENGGUNAKAN PLUGBOARD BELUM MENGGUNAKAN BAHASA PEMOGRAMAN INSTRUKSI PUNCHED CARD GENERASI KEDUA (1955-1965) PENERAPAN BATCH SYSTEM PENGOPERASIAN OFF-LINE MEWNGGUNAKAN BAHASA PEMOGRAMAN FORTRAN DAN ASSEMBLER SISTEM OPERASI FORTRAN MONITOR SYSTEM
  • 6. GENERASI KETIGA (1965-1980) SISTEM OPERASI OS/360 MENGADOPSI KONSEP ONE FAMILY SISTEM OPERASI MULTIPROGRAMMING MENGINTRODUKSI SPOOLING (SIMULTANENOUS PERIPHERAL OPERATION ON LINE) MENGGUNAKAN INTEGRATED CIRCUIT INTRODUKSI TIME SHARINTG
  • 7. GENERASI KEEMPAT ( 1980-1990) PENGEMBANGAN LSI( LARGE SCALE INTEGRATION ) CIRCUITS, MELAHIRKAN PERSONAL KOMPUTER DAN WORKSTATION   NETWORK OPERATING SYSTEM   DISTRIBUTED OPERATING SYSTEM  
  • 8. KONSEP SISTEM OPERASI SISTEM CALL : SUATU SET EXTENDED INSTRUCTION YANG MERUPAKAN INTERFACE ANTARA PEROGRAM-PROGRAM DENGAN SISTEM OPERASI SISTEM CALLS MENG-CREATE, MEN-DELETE DAN MENGGUNAKAN OBYEK-OBYEK YANG DIATUR OLEH SISTEM OPERASI, MISALNYA PEROSES-PROSES DAN FILE-FILE PROSES : PROGRAM YANG SEDANG DIEKSEKUSI TERDIRI DARI : EXECUTABLEPROGRAM, DATA, STACK, PROGRAM COUNTER, STACK POINTER, REGISTER DAN LAIN-LAIN
  • 9. PADA SISTEM TIME SHARING SECARA PERIODIK SISTEM OPERASI MENGGILIR EKSEKUSI PROSES-PROSES YANG ADA, BIASANYA BERDASARKAN PORSI WAKTU CPU KETIKA EKSEKUSI SUATU PROPSES DIHENTIKAN UNTUK SEMENTARA, MAKA PROSES TERSEBUT HARUS DIMULAI KEMBALI PADA STATE YANG SAMA DENGAN STATE KETIKA IA DIHENTIKAN SEMUA INFORMASI YANG BERKAITAN DENGAN PROSES TERSEBUT HARUS DISIMPAN. UMUMNYA INFORMASI TERSEBUT DISIMPAN PADA PROCESS TABLE9 ARRAY ATAU LINKED LIST), SATU TABLE UNTUK SETIAP PROSES SUATU PROSES TERDIRI DARI : ADDRESS SPACE ( CORE IMAGE) DAN ATRIBUT / INFORMASI PADA PROSES TABLE
  • 10. SYSTEM CALL UTAMA DALAM PENGATURAN PROSES ADALAH YANG BERKAITAN DENGAN PEMBUATAN DAN PENGHENTIAN SUATU PROSES. SUATU PROSES DAPAT MEMBUAT PROSES LAINNYA YANG DISEBUT SEBAGAI CHILD PROCESS. SISTEM OPERASI DAPAT BERKOMUNIKASI DENGAN SUATU PROSES DENGAN MENGGUNAKAN SIGNAL SIGNAL DAPAT DIGUNAKAN UNTUK KOMUNIKASI ANTAR PROSES PADA SISTEM MULTIPROGRAMMING, SETIAP PROSES MEMILIKI USER IDENTIFICATION (UID) YANG BERASAL DARI UID PEMIL;IK PROSES
  • 11. STRUKTUR SISTEM OPERASI SISTEM MONOLITIK : * TIDAK BERSTRUKTUR * KARNEL CALL / SUPERVISOR CALL * USER MODE * KARNEL MODE / SUPERVISOR MODE STRUKTUR DASAR SISTEM OPERASI : * MAIN PROGRAM * SEVICE PROCEDURES * UTILITY PROCEDURES SISTEM BERLAPIS ( LAYERED SYSTEMS) 5. THE OPERATOR 4. USER PROGRAMS 3. INPUT/ OUTPUT MANAGEMENT 2. OPERATOR-PROCESS COMMUNICATION 1. MEMORY & DRUM MANAGEMENT 0. PROCESSOR ALLOCATION & MULTIPROGRAMMING
  • 12. MESIN VIRTUAL ( VIRTUAL MACHINES) * VIRTUAL MACHINE MONITOR * CMS ( CONVERSATIONAL MONITOR SYSTEM) MODEL CLINENT-SERVER * CLIENT PROCESS ( USER PROCESS ) * SERVER PROCESS CLINET CLINET PROCESS TERMINAL . . . FILE MEMORY PROCESS PROCESS SERVER SERVER SERVER SERVER KERNEL PENGATURAN PROSES ( PROCESS MANAGEMENT )
  • 13. KONSEP DASAR : * MULTIPROGRAMMING SYSTEM * PSEUDOPARALLELISM MODEL PROSES : * SEQUENTIAL PROCESS * MULTIPROGRAMMING * CPU SWITCHING * PROGRAM COUNTER A B C D PROCESS SWITCH A B C D PROGRAM COUNTER
  • 14. HIRARKI PROSES PADA UMUMNYA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN YANG SESUAI DENGAN KEADAAN SELAMA MESIN BEROPERASI, DIPERLUKAN SUATU METODA UNTUK MENCIPTAKAN PROSES DAN MENIADAKAN PROSES. PADA UNIX PROSES DICIPTAKAN DENGAN MENGGUNAKAN SYSTEM CALL FORK. PADA METODA INI, PROSES YANG BARU AWALNYA DICIPTAKAN COPY DARI INDUKNYA YANG BEROPERASI BERSAMA- SAMA SECARA PARALEL DAN BERIKUTNYA ANAK MAUPUN INDUKNYA MENCIPTAKAN PROSES YANG BARU LAGI, SEHINGGA TERBENTUK PROSES DENGAN STRUKTUR TREE
  • 15. A B C D E F G H J I GBR. STRUKTUR PROSES BERBENTUK TREE STATUS DARI PROSES WALAUPUN SATU PROSES DENGAN PROSES YANG LAINNYA TIDAK SALING TERGANTUNG, MASING-MASING DENGAN PENCACAH PROGRAM DENGAN STATUS INTERNAL SENDIRI, TETAPI ADA KALANYA DIPERLUKAN SUATU INTERAKSI DIANTARA PROSES TERSEBUT. CONTOH : SUSTU PROSES MEMBUTUHKSN OUTPUT DARI PROSES YANG LAIN SEBAGAI INPUTNYA.
  • 16.                                       ADA BEBERAPA STATUS PROSES : * PROSES DALAM KEADAAN BLOK MENUNGGU INPUTAN ( MENGGU INPUTAN EXTERNAL EVENT TERTENTU) * PENJADWALAN MEMBAWA PROSES YANG SEDANG OPERASI KE STATUS READY * PENJADWALAN MEMILIH SUATU PROSES YANG BERADA DALAM STATUS READY DAN DIBAWA KE STATUS RUN * EVENT YANG DITUNGGU DATANG, PROSES DIBAWA KE STATUS READY RUNNING BLOCKED READY 1(a) 3(c) 2(b) 4(d)
  • 17.  
    • STATUS RUNNING : PROSES DAPAT
    • MENGGUNAKAN CPU
    • STATUS READY : PROSES SIAP DI
    • OPERASIKAN, MENUNGGU
    • WAKTU CPU DIGUNAKAN
    • STATUS BLCKED : PROSES TIDAK DAPAT
    • DIOPERASIKAN
    • MENUNGGU SUATU
    • EXTERNAL EVENT
    • TERTENTU DATANG.
    TRANSISI a TERJADI, BILA SUATU PROSES YANG SEDANG BEROPERASI TIDAK DAPAT MELANJUTKAN OPERASI, KARENA ADA SESUATU HAL. MISALNYA : PROSES PREEPSI TRANSISI b DAN c , HAL INI TERJADI SESUAI DENGAN PROSES SCEDULLER DALAM SISTEM O[ERASI
  • 18. TRANSISI b TERJADI, BILA WAKTU CPU SUDAH HABIS UNTUK MELAYANI PROSES YANG SEDANG DI OPERASIKAN DAN HARUS MELAYANI PROSES YANG LAIN TRANSISI c TERJADI, BILA DALAM STATUS RUNNING, TIDAK ADA PROSES YANG AKAN DIOPERASIKAN. TRANSISI d TERJADI, BILA EVENT YANG DITUNGGU DATANG DAN PADA WAKTU TERSEBUT TIDAK ADA PROSES DALAM STATUS RUNNING, MAKA TRANSISI LANGSUNG DIIKUTI TRANSISI e, TETAPI BILA TERDAPAT PROSES DALAM RUNNING, MAKA PROSES YANG BARU MEMASUKI STATUS READY SAMPAI TIBA GILIRANNYA MENGGUNAKAN CPU.
  • 19. 0 1 ……. n - 2 n - 1 scheduller proses KOMUNIKASI ANTAR PROSES RACE CONDITION : KEADAAN DIMANA DUA PROSES ATAU LEBIH MEMBACA ATAU MENULIS KE SUATU DATA PATUNGAN, DAN HASILNYA TERGANTUNG PADA SIAPA YANG TEPAT WAKTUNYA OPERASI(RUN) 4 a b c 5 prog.c 6 prog.n 7 Proses A Proses B out : 4 In : 7 SPOOLER DIRECTORY
  • 20. CRITICAL SECTION ( BAGIAN KRITIS ) : BAGIAN PROGRAM DIMANA MEMORI PATUNGAN SEDANG DIAKSES MENCEGAH RACE CONDITION : 1. TIDAK BOLEH ADA DUA PROSES YANG BERADA DALAM CRITICAL SECTIONNYA DALAM WAKTU YANG SAMA 2. TIDAK BOLEH ADA ASUMSI TENTANG KECEPATAN ATAU JUMLAH CPU 3. TIDAK BOLEH ADA PROSES YANG BERADA DI LUAR CRITICAL SECTIONNYA MEMBLOCK PROSES YANG LAIN 4. TIDAK BOLEH ADA PROSES YANG HARUS MENUNGGU SELAMANYA UNTUK MEMASUKI CRITICAL SECTIONNYA MUTUAL EXCLUSION WITH BUSY WAITING (DENGAN PENANTIAN SIBUK ) * PADA KEADAAN MUTUAL EXCLUSION, INTERUPSI TIDAK BOLEH DILAKUKAN. UNTUK MENGATASI MUTUAL EXCLUSION : * MEMATIKAN INTERUPSI ( DISABLING INTERRUPTS) : SEMUA INTERUPSI DIMATIKAN BEGITU PROSES MEMASUKI CRITICAL SECTION DAN MENGHIDUPKAN KEMBALI BEGITU MENINGGALKANNYA * INTRUPSI DIMATIKAN, MAKA TIDAK ADA INTRUPSI CLOK YANG TERJADI * PENGALIHAN CPU DARI SATU PROSES KE PROSE LAIN HANYA TERJADI BILA ADA CLOCK ATAU INTRUPSI LAIN DAN DENGAN MEMATIKAN INTRUPSI, CPU TIDAK AKAN DIALIHKAN KE PROSES LAIN.
  • 21. * LOCK VARIABLES ( VARIABEL PENGUNCI ) PADA KEADAAN INI, PEMAKAIAN SECARA PATUNGAN VARIABEL TUNGGAL DENGAN HARGA AWAL 0. BILA SUATU PROSES INGIN MASUK DAERAH KRITIS, PERTAMA YANG DILAKUKAN ADALAH MEMERIKSA PENGUNCI. BILA HARGANYA 0, PROSES TERSEBUT AKAN MENSET KE HARGA 1, KEMUDIAN MASUK KE DAERAH KRITIS. JADI HARGA PENGUNCI 0, BERARTI TIDAK ADA PROSES YANG SEDANG EKSEKUSI PADA DAERAH KRITIS DAN BILA HARGA 1, BERARTI ADA PROSES YANG SEDANG MEMASUKINYA. * STRICT ALTERNATION PADA KEADAAN INI, MENGGUNAKAN VARIABEL TURN YANG DIBERI HARGA AWAL 0. HARGA TURN INI MENYATAKAN NOMOR PROSES YANG MENDAPATKAN SEBAGAI GILIRAN UNTUK MASUK KE DAERAH KRITIS SERTA MEMERIKSA ATAU MEMUTAHIRKAN DAERAH PATUNGAN. PERTAMA PROSES 0 MEMERIKSA VARIABEL TURN DAN MELIHAT HARGA 0, MAKA DIA MEMASUKI DAERAH KRITIS. PADA SAT INTRUKSI DIMATIKAN, PROSE DAPAT MEMERIKSA DAN MEMUTAHIRKAN MEMOR PATUNGAN TANPA ADA INTERVENSI DARI PROSES LAIN
  • 22. * SLEEP AND WAKE UP ( PENANTIAN PROSES SIBUK) SLEEP : SYSTEM CALL YANG MEMBUAT PROSES YANG MEMANGGIL DI BLOK WAKE UP : SYSTEM CALL YANG MEMBUAT PROSES YANG MEMANGGIL MENJADI READY MEKANISME SLEEP AND WAKE UP : PROSES DI BLOK,APA BILA TIDAK DAPAT MEMASUKI CRITICAL SECTIONNYA DAN AKAN DIBANGUN / READY APA BILA SUMBER YANG DIPERLUKAN TELAH TERSEDIA. PEMANGGILAN WAKEUP MENCOCOKKAN ADDRESS SLEEP DAN WAKEUP * SEMAPHORES. SEMAPHORE, DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI JUMLAH YANG PERLU DIBANGUN PEMANGGILAN DALAM PENGOPERASIAN PROSES DALAM SISTEM. SEMAPHORE MEMPUNYAI HARGA 0 ATAU HARGA POSITIP BILA ADA SATU ATAU LEBIH WAKEUP YANG DITUNDA.ADA DUA OPERASI DALAM SEMAPHORE YAITU DOWN UTK SLEEP DAN UP UTK WAKEUP. DOWN UTK HARGA SEMAPHORE, BILA LEGIH BESAR DARI 0, HARGA DITURUNKAN EKSEKUSI DI LANJUTKAN.BILA HARGA 0,PROSES STATUS SLEEP. * EVENT COUNTER EVENT COUNTER BERISI HARGA ISI DARI BUFFER PD SAAT PROSES BEROPERASI PD BUFFER. VARIABEL YANG DIGUNAKAN IN DAN OUT. IN UTK MENGHITUNG SECARA KUMULATIF JUMLAH DATA YG DIMASUKKAN KE BUFFER. OUT UTK MENGHITUNG SECARA KUMULATIF JUMLAH DATA YG DIAMBIL DARI BUFFER. HARGA IN HARUS LEBIH BESAR ATAU SAMA DENG HARGA OUT, TETAPI TDK LEBIH BESAR ATAU SAMA DENGAN HARGA OUT.
  • 23. * MONITOR MONITOR, MERUPAKAN KUMPULAN, VARIABEL DAN STRUKTUR DATA YG DIKELOMPOKKAN DLM SATU MODUL. PD MONITOR HANYA SATU PROSES YG DPT AKTIF DALAM SATU SATUA WAKTU BILA SUATU PROSES MEMANGGIL SUATU PROSEDUR MONITOR, BEBERAPA INSTRUKSI DARI PROSEDUR MELAKUKAN PEMERIKSAAN, TERHADAP MONITOR, APAKAH ADA PROSES AKTIF ATAU TDK. BILA ADA, MAKA PROSES YANG MEMANGGIL DITUNDA SAMPAI PROSES YG AKTIF SELESAI. BILA TDK ADA PROSES YG MEMANGIL DPT MASUK. * PENGIRIMAN PESAN KOMUNIKASI INTERPROSES MENGGUNAKAN DUA OPERASI YAITU : 1. SEND ( DESTINATION & MESSAGE) 2. RECEIVE (SOURCE & MESSAGE )
  • 24. MASALAH KOMUNIKASI ANTAR PROSES 1. ROUND ROBIN SCHEDULING SETIAP PROSES DIBERI QUANTUM YG SAMA YAITU PERIODE WAKTU SAMA UTK DI RUN (MENGGUNAKAN CPU) BILA PROSES TELAH HABIS QUANTUMNYA, CPU AKAN DIBERIKAN PD PROSES BERIKUTNYA DAN PROSES TERSEBUT DITEMPATKAN DI URUTAN PALING BELAKANG CONTOH : A B C D E SEDANG PROSES PROSES BERIKUTNYA B C D E A SEDANG PROSES PROSES BERIKUTNYA PERTUKARAN PENGGUNAAN CPU ANTAR PROSES MEMBUTUHKAN WAKTU UTK : a. SAVING DAN LOADING REGISTER DAN MEMORI MAP b. UPDATING BEBERAPA TABEL DAN LIST, DLL
  • 25. PROSES PERTUKARAN ANTAR PROSES DISEB UT PROSES SWITCH ATAU CONTEXT SWITCH. BILA QUANTUM DISET TERLALU PENDEK, MEMPERBANYAK TERJADI PROSES SWITCH DAN MENYEBABKAN RENDAHNYA EFESIENSI PENGGUNAAN CPU BILA QUANTUM DISET PANJANG, MENYEBABKAN PROSES-PROSES INTERAKTIF PENDEK TDK DAPAT DIPROSES 2. PENJADWALAN DNG PRIORITAS. SETIAP PROSES DIBERI PRIORITAS, DIMANA PROSES DNG PRIORITAS TINGGI DI RUN TERLEBIH DAHULU. PROSES DPT DI RUN TANPA BATAS QUANTUMNYA PEMBERIAN PRIORITAS PD PROSES DPT DILAKUKAB DNG CARA : a. MULTI QUEUES * DIBUAT KELAS-KELAS PRIORITAS * PROSES PRIORITAS TINGGI DIBERI 1 QUANTUM * PROSES PRIORITAS SETINGKAT DI BAWAHNYA DIBERI 2 QUANTUM DAN BERIKUTNYA 4 QUANTUM, DST
  • 26. MULTI QUEUES PRIORITAS DIBUAT KELIPATAN DUA CONTOH : 1,2,4,6 DAN SETERUSNYA CONTOH KASUS, DALAM SISTEM TERDAPAT 5 PROSES YAITU : A, B, C, D DAN E. TENTUKAN ALOKASI PRIORITAS MASING-MASING PROSES. b. MENDAHULUKAN JOB TERPENDEK ( SHORTEST JOB FIRST) BILA ADA 4 JOB DALAM SISTEM, DNG WAKTU PROSES MASING-MASING JOB ADALAH a, b, c DAN d MENIT. JOB-JOB TERSEBUT SELESAI DIPROSES ADALAH: * JOB a DIPROSES SELAMA a MENIT * JOB b DIPROSES SELAMA a + b MENIT * JOB c DIPROSES SELAMA a + b + c MENIT * JOB d DIPROSES SELAMA a + b + c + d menit WAKTU PUTAR RATA-RATA : a + b + c + d / 4 CONTOH : ADA 4 JOB DI DLM SISTEM YAITU A, B, C DAN D DNG WAKTU PROSES 8, 4, 4 DAN 4 MENIT. LAMA PROSES MASING-MASING JOB ADALAH : * JOB A : 8 MENIT * JOB B : 8 + 4 : 12 MENIT * JOB C : 8 + 4 + 4 : 16 MENIT * JOB D : 8 + 4 + 4 + 4 : 20 MENIT
  • 27. WAKTU PUTAR RATA-RATA : (8+12+16+20)/4 : 14 MENIT. BILA URUTAN PROSES JOB DIMULAI : B, C, D DAN A, TENTUKAN LAMA PROSES MASING JOB DAN WAKTU PUTAR RATA-RATA YG TERJADI. SIKLUS HIDUP SISTEM 1 2 SUB MIT STATE HOLD STATE READY STATE RUN STATE COMPLATE STATE WAIT STATE
  • 28. PENGATURAN MEMORI ( MANAJEMEN MEMORI) HAL –HAL YG DI LAKUKAN : * MEMANTAU MEMORI, DIPAKAI ATAU TDK DIPAKAI BILA DIPAKAI DIMANA LOKASI YANG DIPAKAI * MENGALOKASIKAN MEMORI KE JOB YANG DIPROSES DAN MENGOSONGKANNYA BILA JOB SELESAI DI PROSES * MENGATUR PERTUKARAN TEMPAT ANTARA MEMORI DNG SCONDARY STORAGE, DLL
    • PENGATURAN MEMORI TANPA SWAPPING ATAU PAGING.
    a. MONOPROGRAMMING ( SINGEL CONTIGOUS ALLOCATION SISTEM OPERASI JOB FREE AREA KEUNTUNGAN : * S.O SANGAT SEDERHANA KERUGIAN : * TERDAPAT BAGIAN MEMORI YANG TELAH DIALOKASIKAN TIDAK DIGUNAKAN * DAYA GUNA PROSESOR RENDAH * SELAMA I / O PROSESOR AKTIF BEROPERASI, CPU PASSIP, SAMPAI OPERASI I / O SELESAI
  • 29. b. MULTI PROGRAMMING * KELEMAHAN SINGEL CONTIGOUS DAPAT DIATASI PADA MULTI PROGRAMMING * FLEXIBILITAS PENGGUNAAN SISTEM SANGAT RENDAH, KARENA SISTEM TIDAK DAPAT MENERIMA JOB LEBIH BESAR DARI KAPASIOTAS MAIN MEMORI * BILA ADA n DERAJAT PROGRAMMING DALAM MEMORI PADA WAKTU YANG SAMA, PROBABILITAS MENUNGGU I / O SAMA PEMAKAIAN CPU = 1 - p = waktu menunggu (wai state) b1. MULTI PROGRAMMING DENGAN PARTISI TETAP. * MEMORI DIBAGI-BAGI SECARA TETAP BERBENTUK PARTISI * PARTISIM DIBENTUK PADA SAAT SISTEM AWAL DIOPERASIKAN * SETIAP PARTISI MEMPUNYAI MEMORI TUNGGU (ANTRIAN) * SEMUA JOB YANG MASUK DITEMPATKAN PADA MEMORI TUNGGU DAN PD SAAT TERJADI AWAL PROSESAN, S.O, MENUNTUKAN PROSES JOB YANG MANA, SESUAI PRIORITASNYA ( SISTEM HANYA BERAD DALAM MAIN MAIN MEMORI) 2. PENGATURAN MEMORI DENGAN SWAPPING ATAU PAGING. * PENGATURAN MEMORI DENGAN METODA INI, MENGGUNAKAN MAIN MEMORI DAN SCONDARY STORAGE * PADA PROSES JOB, DAPAT TERJADI DISTRIBUSI BAGAN-BAGAN JOB ATAU JOB DARI SCONDARI STORAGE KE MAIN MEMORI ATAU SEBALIKNYA ( DISEBUT SWAPPING)
  • 30. * JUMLAH DAN BESARNYA PROSES YANG BERADA DALAM MAIN MEMORI DAPAT BERUBAH-UBAH M.M M.M M.M M.M SIO 0000 FFFF Partisi statik injob A,B 0000 FFFF S.O S.O S.O A B Fr.Ar Fr.Ar F.A Partisi Dinamik * PARTISI STATIK, TERJADI SEBELUM ADA JOB MASUK SISTEM PARTISI STATIK. * PARTISI TETAP ADA SELAM A SISTEM BEROPERASI * MEMORI DIBAGI-BAGI MENJADI BAGIAN-BAGIAN KECIL YANG BESARNYA SAMA * PARTISI STATIK MENDUKUNG KONSEP MULTIPROGRAMMING PARTISI DINAMIK. MULTIPROGRAMMNIG DENGAN PARTISI VARIABEL : * PARTISI TERJADI PADA SAAT ADANYA JOB MASUK KE SISTEM * BESAR PARTISI YANG TERJAD HARUS LEBIH BESAR ATAU SAMA DENGAN BESAR JOB YANG MENGGUNAKAN PARTISI TERSEBUT * TERJADI MASALAH FRAGMENTASI ( PEMBOROSAN MEMORI) YAITU ADA MEMORI YANG SIAP PAKAI, TAPI TIDAK DAPAT DIGUNAKAN, KARENA TIDAK DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN JOB * PARTISI DINAMIK ADA DUA METODA YAITU : 1. THE BEST FIT (B.F) 2. THE FIRST FIT (F.F)
  • 31. PARTISI DINAMIK THE BEST FIT (B.F) * PADA PARTISI METODA INI, BILA ADA JOB BARU MASUK, AKAN MEMILIH MEMORI YANG PALING SESUAI DAN DAPAT MEMENUHI KEBUTUHANNYA PARTISI DINAMIK THE FIRST FIT (F.F) * PADA PARTISI METODA INI, BILA ADA JOB BARU MASUK, AKAN MEMASUKI MEMORI YANG KOSONG YANG DAPAT MEMENUHI KEBUTUHANNYA, BERAPAPUN BESARNYA. PENGATURAN MEMORI DENGAN RELOKASI PARTISI ( RELOKASI PARTISI MEMORI MANAJEMEN) * MENGATASI MASALAH FRAGMENTASI, MAKA DILAKUKAN DENGAN PENGATURAN MEMORI METODA RELOKASI PARTISI * PADA METODA RELOKASI PARTISI INI, TERJADI PROSES COMPACTION YAITU MEMORI YANG BERISI DIGESER KEATAS DAN MEMORI YANG KOSONG DIGESER KEBAWAH S.O = 150 Kb A = 150 Kb Fr.Ar = 15 Kb B = 250 Kb Fr.Ar = 25 Kb C = 200 Kb Fr.Ar = 20 Kb R.P.M.M F.A = 190 Kb MAIN MEMORI :1000 Kb MEMORI BERISI MEMORI KOSONG TERJADI PROSES COMPACTION
  • 32. ADA TIGA CARA YANG DAPAT DIGUNAKAN MEMANTAU PENGGUNAKAAN MEMORI :
    • METODA PETA BIT (BIT MAPS)
    • METODA DAFTAR (LIST)
    • METODA SISTEM BUDDY
    METODA PETA BIT * MEMORI DIBAGI-BAGI DALAM UNIT-UNIT ALOKASI (BEBERAPA KATA ATAU KILOBYTE) * HARGA BIT 0, MENYATAKAN KOSONG DAN 1 MENYATAKAN UDAH DIALOKASIKAN ( AKAN SEGERA DIGUNAKAN) METODA LINKED LIST * MEMBUAT LINKED LIST DARI SEGMEN-SEGMEN MEMORI YANG DIALOKASIKAN DAN YANG KOSONG * DAFTAR SEGMEN DAPAT DIURUTKAN BERDASARKAN ALAMAT METODA BUDDY * MEMORI DIBUAT DALAM DAFTAR BLOK-BLOK DENGAN UKURUAN KELIPATAN DUA YAITU 1, 2, 4, 8, 16 ……… n. * CONTOH OPERASINYA : IN JOB A = 70 Kb, MAKA DICARI LOKASI YANG BESARNYA PANGKAT 2 YANG PALING DEKAT DENGAN 70 Kb YAITU 128 Kb,LOKASI INILAH YANG PALING KECIL YANG DAPAT MEMUAT JOB A , TETAPI LOKASI INI TDAK ADA DALAM LIST, MAKA BLOK 1 MEGA, DIBAGI DUA YAITU MASING-MASING 512 Kb. KEMUDIAN DIBAGI DUA LAGI MENJADI 256 Kb DAN DIBAGI DUA LAGI MENJADI 128 Kb YANG DINYATAKAN SATU ADA DIADRESS 0 ( KOSONG) DAN 1 DIADDRESS 128 Kb. JADI JOB A DIMASUKKAN PADA ADDRES 0 YAITU ADRESS YANG BELUM DIALOKASIKAN
  • 33. DEMAND PAGE MEMORI MENAJEMEN (DPMM) ( SISTEM MANIPULASI DATA ) * FILOSOPHI DPMM :
    • PROGRAM SANGAT BESAR, SEHINGGA TIDAK
    • DAPAT DIPENUHI MEMORI YANG TERSEDIA
    - PROGRAM-PROGRAM YANG BESAR DIBAGI-BAGI MENJADI SUB-PROGRAM ( TEKNIK INI DISEBUT DENGAN OVERLAY. - PADA PENGOPERASIANNYA SUB PROGRAM TERSEBUT DIPROSES BERGANTUAN MENURUT URUTAN YANG DITENTUKAN
    • NOMER OVERLAY DIBUT : 0, 1, 2,…..,n. OPERASI
    • PERTAMA DIMULAI OVERLAY YANG KE 0
    - KEMUDIAN DIKEMBANGKAN VIRTUAL MEMORI TEKNIK PAGING VIRTUAL MEMORI VIRTUAL MEMORI DAPAT DINYATAKAN : * MEMORI BAYANGAN * MEMORI SEMU
  • 34. * SISTEM DAPAT MENGOPERASIKAN JOB YANG MEMBUTUHKAN MEMORI LEBIH BESAR DAR MEMORI YANG TERSEDIA PRINSIP OPERASI PEMBENTUKAN VIRTUAL MEMORI : * IN JOB MENGISI MEMORI YANG TERSEDIA, BILA MEMORI TIDAK DAPAT MENAMPUNG JOB TERSEBUT, MAKA SEBAGIAN DIDISTRIBUSIKAN KESCONDARY STORAGE. * SCONDARY STORAGE YANG MENAMPUNG TERSEBUTLAH YANG DINYATAKAN VIRTUAL MEMORI PADA IN JOB. * VIRTUAL ADDRESS TIDAK LANGSUNG DIMASUKKAN KE BUS MEMORI, TETAPI DI MASUKKAN KE MEMORI MANAJEMEN UNIT (M.M.U) YAITU MEMETAKANNYA VIRTUAL ADDRESS KE MAIN MEMORI CONTOH : CPU M.M.U MEMORI DISK CONTROLLER CPU MENGIRIMKAN VIRTUAL MEMORI KE MMU GAMBAR. POSISI DAN FUNGSI DARI MMU BUS MMU MENGIRIM KE MAIN MEMORI
  • 35. ADDRESS SPACE VIRTUAL MEMORI 2 1 6 0 4 3 X X X 5 X 7 X X X X ADDRESS MAIN MEMORI 0-4 K 4-8 K 8-12 K 12-16 K 16-20 K 20-24 K 24-28 K 28-32 K 0-4 K 4-8 K 8-12 K 12-16 K 16-20 K 20-24 K 24-28 K 28-32 K 32-36 K 36-40 K 40-44 k 44-48 k 48-52 K 52-56 K 56-60 K 60-64 K PAGE FRAME VIRTUAL MEMORI * HUBUNGAN ANTARA VIRTUAL MEMORI DENGAN ADDRESSMAIN MEMORI DIBERIKAN MELALUI TABEL PAGE ATAU PAGE MAP TABEL. * MEMORI YG DIBANGKITKAN ADALAH DARI 16 BIT ( 0 S/D 64 K) * KAPASITAN MAIN MEMORI HANYA 32 K * VIRTUAL ADDRESS SPACE TERDIRI DARI PAGE DAN MAIN MEMORI YANG TERSESUN DARI UNIT-UNIT YANG SAMA BESARNYA DISEBUT PAGE FRAME * UKURAN SATU PAGE DAN SATU PAGE FRAME ADALAH ½ K, 1 K, 2K, 4K, 8K
  • 36. * PAGE FAULT ADALAH KONDISI TRAP KE SISTEM OPERASI AKIBAT ADA SUATU ISTRUKSI MENGACU KE VIRTUAL ADRESS (PAGE)YANG BELUMDIPETAKKAN ( BELUM MASUK KE PAGE FRAME) * PAGE FAULT TERJADI PADA SAAT TRANSFORMASI ADDRESS DARI VIRTUAL MEMORI KE MAIN MEMORI, DIMANMA ANTRI PAGE YANG BERSANGKUTAN DI M.M.U PRESENT/ABSENT BITNYA 0 YANG BERARTI PAGE YG BERSANGKUTAN BELUM DI PETAKAN PROSEDUR MENANGANI PAGE FAULT: * PILIH SUATU PAGE UNTK DIKELUARKAN DARI PAGE FRAME DAN PRESENT/ABSENT BITNYA PADA ENTRI DI M.M.U DIUBAH MENJADI 0 * MASUKKAN PAGE YG MENGAKIBATKAN PAGE FAULT KE PAGE FRAME YANG SUDAH KOSONG DAN ENTRI M.M.U UTK PAGE YG BERSANGKUTAN DIISI DENGAN NOMOR PAGE FRAME DAN PRESENT / ABSENT BITNYA DIUBAH MENJADI 1 PADA METODA DEMAND PAGE MEMORI MANAJEMEN ADA BEBERAPA HAL HARUS DIPERHATIKAN YAITU : 1. PENGATURAN BAGIAN-BAGIAN MEMORI, DILAKSANAKAN DENGAN MENGGUNAKAN : # SATU PMT UTK SETIAP ADDRESS SPACE # SATU MBT UTK SELURUH SISTEM # SATU JOB TABEL UTK SELURUH SISTEM 2. KEBIJAKSANAAN PENYEDIAAN BLOK DAN SAAT PEMAKAIANNYA SELAIN DITENTUKAN OLEH JOB SCEDULLER, SECARA DINAMIS, JUGA DITENTUKAN DEMAND PAGE INTERRUPT
  • 37. 3. PELAKSANAANNYA DENGAN MENCARI BLOK-BLOK YANG KOSONG, KEMUDIAN STATUSNYA DI RUBAH DARI TIDAK TERPAKAI MENJADI TERPAKAI 4. UNTUK DEALOKASI, BILA PENCARIAN BLOK DALAM RANGKA MELAYANI PAGE INTERRUPT TIDAK DITEMUI ADANYA BLOK YANG BELUM TERPAKAI, MAKA HARUS DIPILIH SALAH SATU BLOK YANG SEDANG DIPAKAI UTK SEGERA DI KOSONGKAN ATAU DIPERTUKAR TEMPATKAN DENGAN PAGE YANG AKAN DIEKSEKUSI PEMILIHAN PAGE YANG DIKELUARKAN DARI BLOK DAPAT DILAKUKAN DENGAN DUA CARA YAITU :
    • FIRST IN FIRST OUT ( FIFO)
    • LEAST RECENTLY USED ( LRU )
    METODA FIFO : PEMILIHAN BERDASARKAN TEORI YANG MENYATAKAN, BILA SUATU PAGE DIGUNAKAN , KEMUNGKINAN UTK DIGUNAKAN LAGI SANGAT BESAR DAN SEBALIKNYA. BILA SUATU PAGE SUDAH LAMA TIDAK DIGUNAKAN, KEMUNGKINAN UTK DIGUNAKAN DALAM WAKTU DEKAT SANGAT KECIL, TEORI INI DISEBUT TEORI LOKASI METODA LRU : PEMILIHAN BERDASARKAN LAMANYA PAGE BERADA DI MEMORI, DIHITUNG MULAI SAAT TERAKHIR DIMASUKKAN KE MEMORI TANPA ADAMNYA PERTIMBANGAN PAGE TERSEBUT SERING DIGUNAKAN ATAU TIDAK
  • 38. SEGMENTASI MEMORI MANAJEMEN SEGMENTASI ADALAH : SUATU TEKNIK PENGOLAHAN MEMORI, DIMANA UTK SUATU PROSES DAPAT DICIPTAKAN LEBIH DARI SATU VIRTUAL MEMORI * SETIAP VIRTUAL ADDRESS SPACE DISEBUT SEGMEN SIFAT-SIFAT SEGMEN : * BERISI DATA YANG SEJENIS ( SEBUAH PROSEDUA, STACK, TABEL KONSTANTA, ARRAY DAN STRUKTUR DATA LAINNYA * SELAMA EKSEKUSI PROGRAM, SETIAP SEGMENNYA DAPAT BEBAS BERTAMBAH ATAU BERKURANG SESUAI KEBUTUHANNYA * PERUBAHAN TERHADAP SUATU PROSEDUR PD SEGMEN TERTENTU TDAK BERPENGARUH TERHADAP ACUAN ALAMAT SEFGMEN-SEGMEN LAIN. * PENGALAMATAN DALAM PEMANGGILAN PROSEDUR MENGGUNAKAN NOMOR SEGMEN DAN ENTRY POINT. MEMORI TERSEGMEN MEMUNGKINKAN BETAMBAH DAN BERKURANG SEGMEN-SEGMENNYA SECARA SENDIRI-SENDIRI ( BEBAS, SATU SEGMEN DENGAN SEGMEN LAINNYA TIDAK SALING BERGANTUNG ) SESUAI KEBUTUHAN MASING-MASING
  • 39. CONTOH : SEGMEN 0 SEGMEN 1 SEGMEN 2 SEGMEN 3 0 4 K 8 K 12 K 16 K 20 K 24 K CONTOH SEGMENTASI DENGAN TEKNIK PAGING : SEGMENDISKRIPTOR PAGE TABEL UTK SEGMEN 0 PAGE TABEL UTK SEGMEN 1 DISKRIPTOR SEGMEN 0 DISKRIPTOR SEGMEN 1 DISKRIPTOR SEGMEN 2 DISKRIPTOR SEGMEN 3 DISKRIPTOR SEGMEN 4 ENTRY PAGE 0 ENTRY PAGE 1 ENTRY PAGE 2 ENTRY PAGE 3 ENTRY PAGE 0 ENTRY PAGE 1 ENTRY PAGE 2 ENTRY PAGE 3
  • 40. KEUNTUNGAN SEGMEN MEMORI MANAJEMEN : * TIDAK TERJADI FRAGMENTASI PROBLEM * TERJADI VIRTUAL MEMORI SEGMEN DAPAT DIPERBESAR ATAU DIPERKECIL SESUAI KEBUTUHAN, PERUBAHAN DAPAT TERJADI PADA SAAT EKSEKUSI * D YNAMIC LINGKING DAN LOADING YAITU PENUNDAAN PROSES LINGKING SEGMEN YANG TDK DIPERLUKAN DAPAT DIHINDARI * SEGMEN-SEGMEN DAPAT DIPAKAI BERSAMA * * PENGENDALIAN AKSES DI DALAM SEGMEN MEMORI MANAJEMEN, TERDAPAT KOMBINASI ANTARA ASPEK RELOKASI PARTISI DAN DEMNAND PAGE MEMORI MANAJEMEN YAITU :
    • PENGAMATAN STATUS BAGIAN-BAGIAN MEMORI DIKERJAKAN DENGAN MEMPERGUNAKAN 4 HIMPUNAN TABEL UTAMA YAITU :
    • * SATU SEGMEN MAP TABEL (SMT) UTK MASING-MASING ADDRESS SPACE
    • * SATU FREE AREA UTK SELURUH SISTEM
    • * SATU ACTIVE REFRENCE TABEL UTK MASING-MASING ADDRESS SPACE
    • * SATU ACTIVE SEGMEN TABEL UTK SELURUH SISTEM
    2. UTK MENENTUKAN PENGGUNAAN MEMORI DPT DILAKUKAN SECARA STATIS OLEH SCEDULLER JOB, BILA PENGGUNAAN VIRTUAL MEMORI DIBATASI. PEMENUHAN KEBUTUHAN MEMORI DAPAT DITENTUKAN SECARA DINAMIS BERDASARKAN SEGMEN DEMAN INTERRUPT 3. LOKASI YAITU BILA SUATU SEGMEN AKAN DIMASUKKAN KE MEMORI, HARUS DI CARI MEMORI YANG CUKUP BESAR UTK DITEMPATKAN SEGMEN YANG CUKUP BESAR. ADA KALANYA HARUS TERLEBIH DAHULU ADA PROSES CAMPECTION
  • 41. 4. DIALOKASI, JIKA SUATU JOB BERHENTI ( TERMINATED ), MAKA SEMUA BAGIAN MEMORI YANG DIPERGUNAKAN BERSTATUS KOSONG. JIKA PADA SAAT ALOKASI SEGMEN TIDAK CUKUP MEMORI, DENGAN DEMIKIAN DAPAT SAJA SATU SEGMEN YANG BERADA DALAM MEMORI DI BERIKAN KE SCONDARY STORAGE UNTUK MEMENUHI ALOKASI YANG DIBUTUHKAN PENGATURAN PROSESOR. PADA PRINSIPNYA PENGATURAN PROSESOR ADALAH PENGATURAN FISIK PROSESOR DAN PENUGASAN PROSESOR PADA PROSES-PROSES YANG AKAN MENGGUNAKAN PROSESOR TERSEBUT YANG DISEBUT TUGAS SPOOLING. TUGAS-TUGAS LAIN :
    • JOB SCEDULLER YAITU MENYUSUN PROSES DARI JOB YANG ADA
    • DAN PADA SINGEL PROGRAMMING, HARUS DAPAT
    • MEMUTUSKAN PROSES YANG MANA YANG DAPAT
    • MENGGUNAKAN PROSESOR. SEDANGKAN PADA
    • MULRTIPROGRAMMING SEMUA JOB YANG ADA
    • DALAM HOLD STATE, SELALU DALAM KONTROL
    • UNTUK DIPILIH DENGAN KRETERIA TERTENTU,
    • KEMUDIAN DI SUSUN PROSESNYA SEBELUM
    • DIMASUKKAN KE READY STATE
    2. PROSESOR SCEDULLER YAITU DFALAM MULTIPROGRAMMING, SALAH SATU DARI SEKEAN BANYAK PROSES YANG READY UNTUK DIBERI KESEMPATAN MENGGUNAKAN PROSESOR PADA JADWAL WAKTU TERTENTU DAN SELAMA WAKTU TERSEBUT MELAKUKAN PROSES 3. TRAFIC CONTROLLER YAITU MENGONTROL STATUS SEMUA PROSES YG BERADA DLM SISTEM UTK MENYIAPKAN MEKANISME PERUBAHAN STATE SEMUA PROSES BILA TIBA SAATNYA. MENGKOORDINASIKAN SINGKRONISASI DAN KOMUNIKASI ANTAR PROSES
  • 42. JOB SCEDULLER JOB SCEDULLER YANG MASUK KE DALAM SISTEM, DITENTUKAN DENGAN MEMPERHATIKAN :
    • WAKTU JOB DITERIMA
    • PRIORITAS JOB
    • BESAR MEMORI YANG DIBUTUHKAN
    • PERALATAN I / O YANG DIBUTUHKAN
    • CPU TIME YANG DIBUTUHKAN
    • SISTEM KESEIMBANGAN ANTARA PROSESOR DENGAN
    • PROSES I / O
    JOB SCEDULLER UNIPROGRAMMING (SINGEL PROGRAMMING). WAKTU PUTAR PROSES ADALAH T = 1/n ( Fi – A i ) n = DERAJAT PROGRAMMING F i = SAAT SELESAIANYA PROSES JOB NOMOR YANG KE i A i = SAAT DATANGNYA JOB NOMOR YANG KE i MENENTUKAN WAKTU PUTAR JOB ADA TIGA METODA YANG DAPAT DIGUNAKAN YAITU :
    • METODA FIFO
    • METODA WAKTU PROSES JOB TERPENDEK
    • METODA PERAMALAN
    PADA JOB SCEDULLER DALAM MULTIPROGRAMMING TERDAPAT CPU HEAD WAY JOB YAITU JUMLAH CPU TIME YANG DITERIMA OLEH JOB YANG BERSANGKUTAN DALAM SELANG WAKTU TERTENTU.
  • 43. CONTOH : SELAMA WAKTU t , ADA 2 JOB YANG DI RUN DENGAN MULTIPROGRAMMINGH DAN PROSES SCEDULLER ROUND ROBIN, MAKA CPU HEAD WAY JOB TERSEBUT SEBESAR : ½ t SISTEM FILE ( FILE MANAGEMENT) * PENAMAAN FILE
    • PENAMAAN SUATU FILE BERVARIASI DARI SATU SISTEM KE
    • SISTEM YANG LAIN, SEMUA SISTEM OPERASI MENGIZINKAN
    • NAMA FILE MENGGUNAKAN STRING TERDIRI DARI 1 SAMPAI 8
    • KARAKTER
    • BEBERAPA SISTEM FILE MEMBEDAKAN HURUF BESAR
    • DENGAN HURUF KECIL, TETAPI ADA YANG TIDAK
    • MEMBEDAKAN
    • BEBERAPA S.O MEMBAGI NAMA FILE MENJADI 2 BAGIAN, DENGAN
    • KEDUA BAGIAN DIBEDAKAN DENGAN TANDA TITIK, CONTOH :
    • PROG.C
    • BAGIAN KEDUA DISEBUT FILE EXTENSION
    • PADA UNIX PAJANG FILE EXTENSION TERGANTUNG PEMAKAI,
    • CONTOH : PROG.C.Z
    • Z DIGUNAKAN UNTUK MENUNJUKKAN FILE TERSEBUT FILE
    • KOMPRES
    • BEBERAPA KASUS, FILE EXTENSION HANYA SUATU KONVENSI,
    • TIDAK HARUS ADA, CONTOH : FILE . TXT. MENYATAKAN FILE
    • TERSEBUT TEXT FILE, HANYA UNTUK INFORMASI PADA PEMAKAI
    • KOMPUTER. TETAPI PADA C COMPILER PEMAKAI HARUS
    • MEMAKAI FILE EXTENSION DALAM BENTUK .C.
  • 44. * STRUKTUR FILE 1. BYTE SEQUENCE 1 BYTE 2. RECORD SEQUENCE 1 RECORD 3. TREE BUDI NITA ALI EDO LITA AGAM AGITO * TIPE-TIPE FILE
    • REGULER FILE YAITU FILE BERISI INFORMASI PEMAKAI
    • YANG UMUMNYA ASCII FILE ATAU BINARY FILE
    • DIRECTORIES FILE YAITU FILE MANAJEMEN UNTUK
    • MENJAGA STRUKTUR DARI SISTEM FILE
    • CHARACTER SPECIAL FILE YAITU FILE YANG BERHUBUNGAN DENGAN
    • INPUT / OUTPUT, DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT MODEL SERIAL INPUT /
    • OUTPUT, CONTOH : TERMINAL, PRINTER, PLOTTER, NETWORK, DLL
    • BLOK SPECIAL FILE YAITU FILE UNTUK MEMBUAT MODEL DISK
  • 45. * PENGAKSESAN FILE
    • SEQUENCEAL ACCESS
    • RANDOM ACCESS
    * ATRIBUT-ATRIBUT FILE
    • SETIAP FILE MEMPUNYAI NAMA DAN DATA
    • SEMUA S.O MENAMBAHKAN SETIAP FILE
    • INFORMASI TANGGAL, WAKTU FILE
    • DIBUAT, BESAR FILE, DAN LAIN-LAIN,
    • INFORMASI INILAH YANG DISEBUT ATRIBUT
    • FILE
    * OPERASI PADA FILE
    • CREATE
    • DELETE
    • OPEN
    • CLOSE
    • READ
    • WRITE
    • APPEND
    • SEEK
    • GET ATRIBUTES
    • SET ATRIBUTES
    • RENAME
    • DLL
    * MEMORY –MAPPED FILE
    • BEBERAPA S.O MEMPUNYAI CARA AKSES FILE MELALUI MAPPING
    • FILE KE DALAM ADDRESS SPACE PROGRAM YANG SEDANG JALAN
    • SECARA KONSEP DAPAT DIBAYANGKAN ADANYA DUA SYSTEM CALL
    • YANG BARU YAITU MAP DAN UNMAP
  • 46. CONTOH : SUATU FILE A DENGAN PANJANG 64 K, DI MAP KE DALAM VIRTUAL ADDRESS 512 K. MAKA SETIAP INSTRUKSI MESIN MEMBACA ISI BYTE PADA 512 K MEMPEROLEH 0 BUTY DARI FILE TERSEBUT DAN SETERUSNYA. DENGAN CARA YANG SAMA, SUATU INSTRUKSI WRITE KE ADDRESS 512 K + 1100 MEMODIFIKASDI BYTE 1100 DARI FILE TERSEBUT. JADI YANG TERJADI ADALAH INTERNAL SISTEM TABEL DIUBAH UNTUK MENJADI FILE SEBAGAI TEMPAT PENYIMPANAN UNTUK FILE TERSEBUT DENGAN MENGGUNAKAN PROSES SEGMENTASI. DIREKTORI FILE * PADA PENGATURAN FILE, SISTEM FILE MEMPUNYAI DIREKTORI- DIREKTOR. * SISTEM DIREKTORI BERHIRARKI SETIAP, DIREKTORI MEMPUNYAI SUATU ENTRY DAN SATU ENTRY PER FILE ADA DUA KEMUNGKINAN CARA PENYAJIAN ENTRY YAITU : 1. SETIAP ENTRY MEMPUNYAI NAMA FILE, ATRIBUT FILE DAN ADDRESS DARI DISK 2. SETIAP ENTRY MEMPUNYAI NAMA FILE DAN POINTER YANG MENUNJUK KE DATA STRUKTUR YANG MEMPUNYAI ATRIBUT DAN ADDRESS DISK UNTUK MENGHINDARI KONFLIK ANTAR PEMAKAI KETIKA MENGAKSES NAMA FILE YANG SAMA PADA WAKTU YANG BERSAMAAN, MAKA DIPERLUKAN SUATU SISTEM DIREKTORI BERHIRARKI
  • 47. * PATHNAME ( JALUR NAMA) * ADA DUA CARA YANG BERBEDA YANG DIGUNAKAN DALAM PATHNAME YAITU ABSOLUT PATHNAME DAN RELATIVE PATHNAME * ABSOLUT PATHNAME BERISI PATH DARI ROOT DIREKTORI KE FILE YANG DITUJU SAMPAI * RELATIVE PATHNAME PATH DARI DIREKTORI YANG AKTIF SAMPAI KE FILE YANG DITUJU * OPERASI-OPERASI PADA DIREKTORI . PADA PRINSIPNYA ADA BEBERAPA OPERASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIREKTORI ( CONTOH DIAMBIL DARI S.O UNIX) 1. CREATE 2. DELETE 3. OPENDIR 4. CLOSEDIR 5. READDIR 6. RENAME 7. LINK 8. UNLINK, DLL IMPLEMENTASI SISTEM FILE * MASALAH UTAMA DALAM IMPLEMENTASI PENYIMPANAN FILE ADALAH BAGAIMANA MENJAGA HUBUNGAN ANTARA BLOK-BLOK PADA DISK DENGAN FILE YANG MENEMPATINYA. * ADA BEBERAPA CARA YANG DAPAT DIGUNAKAN, ANTARA LAIN : A. CONTIGOUS ALLOCATION MENYIMPAN SETIAP FILE BERDERETAN BLOK DATA YANG BERDEKATAN CONTOH :
  • 48. CONTOH : PADA SISTEM ADA 1 FILE 50 Kb, JIKA 1 BLOK BERISI 1 Kb, MAKA FILE TERSEBUT MEMBUTUHKAN 50 BLOK. BLOK 1 50 KEUNTUNGAN : 1. IMPLEMENTASINYA SIMPEL, MENCARI BLOK- BLOK SUATU FILE HANYA MENGGUNAKAN SATU ALAMAT YAITU ALAMAT BLOK PERTAMA 2. KINERJANYA SANGAT BAIK, KARENA SELURUH FILE DAPAT DIBACA HANYA DENGAN SATU INSTRUKSI KERUGIAN : 1. TIDA ADA INFORMASI MAKSIMUM ALAMAT YANG DIBUTUHKAN SUATU FILE 2. DAPAT TERJADI FRAGMENTASI 3. DAPAT TERJADI KEKURANGAN ADDRESS B. LINKED LIST ALLOCATION * FILE DIBUAT MENJADI LINKED LIST
  • 49. FILE A PHYSICAL BLOK 4 7 2 10 12 FILE FILE FILE FILE FILE BLOK 0 BLOK 1 BLOK 2 BLOK 3 BLOK 4 FILE B FILE FILE FILE FILE BLOK 0 BLOK 1 BLOK 2 BLOK 3 PHYSICAL BLOK 6 3 11 14 KEUNTUNGAN : 1. SATU BLOK DAPAT SEPENUHNYA DIGUNAKAN DATA 2. RANDOM ACCESS MUDAH DILAKUKAN KERUGIAN : SELURUH TABEL HARUS BERADA DALAM MEMORI SELAMA SISTEM BEROPERASI C. INDEX NODE ( I – NODES ) * MENGGUNAKAN INDEX NODE ( TABL KECIL) * INDEX NODE BERISI ATRIBUT-ATRIBUT DAN ALAMAT-ALAMAT DISK YANG MENUNJUK KE BLOK-BLOK YANG DIGUNAKAN SUATU FILE
  • 50. IMPLEMENTASI DIREKTORI
    • SEBELUM SUATU FILE DIEKSEKUSI, FILE DIBUKA TERLEBIH DAHULU
    • PADA SAAT SUATU FILE DIBUKA, S.O
    • MENGGUNAKAN PATHNAME UTK MENCAPAI
    • DIREKTORI ENTRY
    • DIREKTORI ENTRY MEMBERIKAN
    • INFORMASI UNTUK MENEMUKAN BLOK-
    • BLOK DALAM DISK
    DIREKTORI DALAM CP/M
    • SISTEM CP/M HANYA ADA 1 DIREKTORI, JADI
    • JIKA SISTEM FILE MENCARI SUATU NAMA
    • FILE CUKUP DENGAN MENCARI SATU-
    • SATUNYA DIREKTORI YANG ADA
    • JIKA DIREKTORI DITEMUKAN, NOMOR BLOK
    • DALAM DISK DIDAPAT, KARENA INFORMASI
    • TERSEBUT DISIMPAN DALAM DIREKTORY
    • ENTRY
  • 51.
    • JIKA SUATU FILE MEMBUTUHKAN BLOK-BLOK
    • YANG LEBIH BANYAK SEHINGGA TIDAK DAPAT
    • MEMUAT DALAM SATU ENTRY, MAKA
    • DIALOKASIKAN DIREKTORY ENTRY TAMBAHAN.
    PENGATURAN RUANG PADA DISK
    • FILE-FILE BIASANYA DISIMPAN DALAM DISK
    • SEHINGGA MANAJEMEN TEMPAT DALAM DISK
    • ADALAH MASALAH TERPENTING UNTUK
    • MERANCANG SISTEM FILE
    • ADA DUA STRATEGI YANG DIGUNAKAN UNTUK
    • MENYIMPAN n BYTE FILE
    • PERTAMA, MENGALOKASIKAN n BYTE
    • YANG BERURUTAN DALAM DISK
    * KEDUA FILE DIPECAH MENJADI BEBERAPA BLOK
    • KEDUA CARA DIATAS DIGABUNGKAN,
    • SEHINGA OPTIMAL
  • 52.
    • Dalam penggabungan tersebut, ada beberapa hal
    • yang harus diperhatikan yaitu :
    • 1. ukuran blok
    • 2. menjaga informasi blok-blok yang kosong
    • 3. kuota disk
    KEHANDALAN SISTEM FILE
    • KERUSAKAN PADA SISTEM FILE MEMBERI
    • AKIBAT LEBIH PARAH DARI PADA KOMPUTER
    • CONTOH : KEHILANGAN SUATU FILE,
    • UNTUK MENDAPAT KANNYA KEMBALI
    • SANGHAT SULIT DAN MEMBUTUHKAN
    • WAKTU RELATIP LAMA
    • MENJAMIN KEHANDALAN SISTEM FILE ADA
    • BEBERAPA CARA YANG DAPAT DILAKUKAN
    • ANTARA LAIN :
    • 1. BACKUP SISTEM
    • 2. SEKURITY SISTEM :
    • a. INTERNAL
    • b. EXTERNAL
  • 53. KEAMANAN FILE
    • SISTEM FILE DAPAT BERISI INFORMASI YANG SANGAT BERARTI
    • BAGI PEMAKAI
    * PROTEKSI TERHADAP INFORMASI SANGAT PENTING
    • AdA BEBERAPA HAL YANG PERLU DIKETAHUI DALAM
    • SECURITY, ANTARA LAIN :
    • 1. RANCANGAN SISTEM HARUS UMUM
    • 2. SECARA DEFAULT TIDAK ADA AKSES
    • 3. CEK AUTHORITY YANG SEKARANG
    • 4. SETIAP PROSES PRORITAS TERKECIL
    • 5. MEKANISME PROTEKSI HARUS SIMPEL, SERAGAM DAN
    • DIBUAT SAMPAI KE LAPISAN PALING BAWAH
    • 6. SKEMA YANG DIPILIH HARUS DAPAT DITERIMA
    USER AUTHENTICATION
    • PROBLEM DALAM MENGIDENTIFIKASI PEMAKAI KETIKA MERAKA
    • LOG IN DISEBUT USER AUTHENTICATION
    • BEBERAPA SKEMA PROTEKSI DIDASARKAN PADA ASUMSI SISTEM
    • MENGETAHUI IDENTITAS SETIAP PEMAKAI
    • METODA AUTHENTICATION DIDASARKAN PADA
    • PENGIDENTIFIKASIAN SESUATU YANG DIKETAHUI PEMAKAI,
    • SESUATU YANG DIMILIKI PEMAKAI ATAU SESUATU TENTANG
    • PEMAKAI ITU SENDIRI
    • ADA BEBERAPA HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAI, ANTARA LAIN :
    • 1. PASSWORD
    • 2. PHYSICAL IDENTIFICATION
    • 3. COUNTE MEASURES
  • 54. MEKANISME PROTEKSI A . DOMAIN PROTEKSI
    • OBYEK YANG PERLU DIPROTEKSI :
    • HARDWARE : CPU, MEMORY, TERMINAL, DISK DRIVE, DLL
    • SOFTWARE : PROSES, FILE, DATA BASE, SEMAPHORE, DLL
    • SETIAP OBYEK MEMPUNYAI NAMA YANG UNIK, DAN
    • SEKUMPULAN OPERASI YANG DAPAT DILAKUKAN
    • TERHADAPNYA, MISAL : READ / WRITE UNTUK FILE
    • UP / DOWN UNTUK SEMAPHORE
    • DOMAIN : SET PAIRS ( OBJECT, RIGHTS
    • CONTOH DOMAIN PROTEKSI :
    DOMAIN 1 DOMAIN 2 DOMAIN 3 FILE 1 [R] FILE 2 [RW] FILE 3 [R] FILE 4 [RWX] FILE 5 [RW] PRINTER [[W] FILE 6 [ RWX] PLOTTER [W] GAMBAR . TIGA PROTEKSI DOMAIN
    • PROTEKSI CINCIN (RING)
    • TERDAPAT 4 CINCIN PROTEKSI YAITU :
    • 0 : OPERATING SYSTEM
    • 1 : CRITICAL UTILITIES
    • 2 : GRADING PROCEDURE
    • 3 : STUDENT PROCEDURE
  • 55.
    • PROTEKSI MATRIX
    • CONTOH :
    READ READ WRITE FILE 1 FILE2 FILE 3 FILE 4 FILE 5 FILE 6 PRINTER PLOTTER DOMAIN 1 2 3 READ READ WRITE EXECUTE READ WRITE READ WRITE EXECUTE WRITE WRITE WRITE WRITE OBJEK B. ACCESS CONTROL LIST (ACL) CONTOH : FILE 0 : ( JAN, * , RWX ) FILE 1 : ( JAN, SYSTEM, RWX) FILE 2 : ( JAN, * , RW-), ( ELS, STAFF,R- - ), MAAIKE, * , R - - ) FILE 3 : JELLE, * , - - - ), * , STUDENT, R - - ) C. CAPABILITY LIST ( C – LIST ) CONTOH : C – LIST DOMAIN 2 TYPE RIGHTS OBJEK FILE FILE FILE PRINTER R - - R W X R W - - W - PONTER KE FILE 3 POINTER KE FILE 4 POINTER KE FILE 5 POINTER KE PRINTER 1 0 1 2 3
  • 56. D. MODEL- MODEL PROTEKSI BEBERAPA OPERASI : * CREATE OBJEK * DELETE OBJEK * CREATE DOMAIN * DELETE DOMAIN * INSERT RIGHT * REMOVE RIGHT, DLL PENGATURAN INPUT / OUTPUT ( I/O MANAGEMENT) PERALATAN INPUT / OUTPUT :
    • BLOCK DEVICE , INFORMASI DALAM BENTUK BLOCK BERUKURAN
    • TETAP. CONTOH : DISK, DLL
    • CHARACTER DEVICE, INFORMASI DALAM BENTUK KARAKTER
    • ALAT INI MENGIRIM / MENERIMA DATA BERBENTUK URUTAN
    • KARAKTER. CONTOH : LINE PRINTER
    • BENTUK PERALATAN I / O LAINNYA :
    • * CLOCK
    • * DEVICE DRIVER
    • * DEVICE CONTROLER
    INPT / OUTPUT TERDIRI DARI : * KOMPONEN MEKANIK * KOMPONEN ELEKTRONIK
    • KONTROLLER, DAPAT MENGATUR 2, 4 ATAU 8 ALAT
    • STANDARISASI INTERFACE ANTARA CONTROLLER DAN
    • DEVICE MENGIKUTI : ISO, IEEE, ANSI
  • 57. MODE KONEKSI CPU, MEMORI, CONTROLLER DAN I / O DEVICE CPU MEMORI DISK CONTROLLER PRINTER CONTROLLER OTHER CONTROLLER PRINTER DISK DRIVES CONTROLLER DEVICE INTERFACE SYSTEM BUS
    • INTERFACE ANTARA CONTROLLER DENGAN DEVICE SERING
    • BERUPA LOW – LEVEL INTERFACE. CONTOH : DISK DIFORMAT
    • DENGAN 8 SEKTOR, 512 BYTE / TRACK, DATA DATANG
    • DALAM BENTUK RANGKAIAN BIT SERIAL YANG DIAWALI
    • DENGAN PREAMBLE DAN DIAKHIRI BCC
    • SISTEM OPERASI MELAKUKAN I / O DENGAN MENULIS
    • INSTRUKSI KE CONTRLLER REGISTER
    • DIRECT MEMORY ACCESS ( DMA )
    CARA KERJA DMA :
    • PERTAMA, CONTROLLER MEMBACA BLOCK DARI DEVICE,
    • SECARA SERIAL. BIT PER BIT, HINGGA BLOCK TERSEBUT
    • BERADA DALAM BUFFER INTERNAL DARI CONTROLLER
    * SELANJUTNYA DILAKUKAN PERHITUNGAN CHECKSUM UNTUK VERIFIKASI BAHWA TIDAK TERJADI KESALAHAN PEMBACAAN * PADA SAAT SISTEM OPERASI MULAI RUNNING, IA DAPAT MEMBACA BLOCK DISK DARI BUFFER CONTROLLER, 1 BYTE / WORD SETIAP SAT DENGAN EKSEKUSI SUATU LOOP. SETIAP ITERASI PEMBACAAN, 1 BYTE / WORD DARI REGISTER CONTROLLER DI PINDAHKAN KE MEMORY
  • 58. CPU MEMORY COUNT DISK CONTROLLER DISK COUNT DMA REGISTER MEMORY ADDRESS BUFFER SYSTEM BUS * INTERLEAVING : PELOMPATAN BLOCK UNTUK MEMBERI WAKTU ATAU KESEMPATAN PADA CONTROLLER MENTRANSFER DATA KE MEMORY. KEADAAN DAPAT TERJADI : @ NO INTERLEAVING @ SINGEL INTERLEAVING @ DOUBLE INTERLEAVING PRINSIP PERANGKAT LUNAK INPUT / OUTPUT SASARAN PERANGKAT LUNAK INPUT / OUTPUT : * DEVICE INDEPENDENT MEMUNGKINKAN PENULISAN PROGRAM DENGAN FILE-FILE PADA SCONDARY STORAGE, TANPA MELAKUKAN MODIFIKASI * PENAMAAN SERAGAM, NAMA FILE / DEVICE DISEDERHANAKAN DENGAN SUATU STRING ATAU INTEGER, TIDAK TERGANTUNG PADA DEVICE * ERROR HANDLING * SYNCHRONOUS VS ASYNCHRONOUS TRANSFER * SHARABLE VS DEDICATED DEVICE * TUJUAN DAPAT DICAPAI SECARA BAIK DAN EFESIEN,DENGAN MENYUSUN I / O SOFTWARE MENJADI 4 LAYER YAITU :
  • 59. @ INTRRUPT HANDLERS @ DEVICE DRIVER @ DEVICE INDEPENDENT OPERATING SYSTEM SOFTWARE @ USER LEVEL SOFTWARE * INTERRUPT HANDLERS SEWAKTU TERJADI INTERUPSI, PROSEDUR INTERUPSI AKAN MENGECK APAKAH INTERUPSI INI UNTUK MELAKUKAN UNBLOCK DRIVER. PADA BEBERAPA SISTEM, HAL INI AKAN MENAIKKANNILAISEMAPHORE. PADA SISTEM LAINYA AKAN MENGIRIMKAN PESAN KE SUATU PROSES. YANG SEDANG DIBLOK, MEMBERIKAN SIGNAL KE SUATU VARIABEL KONDISI DI MONITOR. PADA SELURUH KASUS TERSEBUT, PENGARUH DARI INTERUPSI ADALAH MENYEBABKAN SUATU PROSES YANG TADINYA DIBLOCK, DAPAT DI RUN KEMBALI. * DEVICE DRIVER. SETIAP DEVICE DRIVER, MENANGANI SUATU JENIS DEVICE ATAU SATU KLAS PERALATAN * DEVICE INDEPENDENT I / O SOFTWARE BEBERAPA FUNGSI DARI DEVICE INDEPENDENT I / SOFTWARE : @ INTERFACE YANG SERAGAM UNTUK DEVICE @ PENAMAAN DEVICE @ PROTEKSI DEVICE @ MEMBERIKAN UKURAN BLOCK YANG TIDAK TERGANTUNG DEVICE @ PENYANGGA @ ALOKASI STORAGE PADA BLOCK DEVICE @ ALOKASI DAN RELEASING DEDICATED DEVICE @ LAPORAN KESALAHAN
  • 60. * USER SPACE I / O SOFTWARE @ KEBANYAKAN I / O SOFTWARE ADA DALAM SISTEM OPERASI @ BAGIANKECIL DARI I / O SOFTWARE TERDIRI DARI KEPUSTAKAAN YANG TERHUBUNG BERSAMA DENGAN PROGRAM- PROGRAM USER. SELURUH PROGRAM USER DIEKSEKUSI DI LUAR KERNEL @ SYSTEM CALL, TERMASUK I / O SYSTEM CALL,NORMALNYA DIBUAT DENGAN PROSEDUR LIBRARY @ TIDAK SEMUA USER LEVEL I / O SOFTWARE TERDIRI DARI PROSEDUR LIBRARY. BENTUK LAINNYA ADALAH SPOOLING SYSTEM LAYER PERANGKAT LUNAK I / O SYSTEM : I/O REQUEST LAYER I / O REPLY USER PROCESS DEVICE INDEPENDENT SOFTWARE DEVICE DRIVERS INTERRUPT HANDLERS HARDWARE DISK TIGA KEUNTUNGAN UTAMA MENGGUNAKAN DISK DIBANDINGKAN DENGAN MEMORI DALAM PENYIMPANAN DATA : @ KAPASITAS PENYIMPANAN YANG TERSEDIA JAUH LEBIH BESAR @ HARGA untuk setiap bit jauh lebih rendah @ informasi tidak hilang jika listrik dimatikan
  • 61. Perangkat keras hardisk * SEMUA DISK DIORGANISASI DALAM SELINDER * SETIAP SELINDER TERDIRI ATAS TRACK-TRACK YANG BNYAKNY SAMA DENGAN BANYAKNYA HEADS YANG DILETAKKAN DIATAS / DIBAWAH SETIAP DISK * SETIAP TRACK DIBAGI ATAS BEBERAPA SEKTOR YANG BIASANYA 8 SAMPAI 32 * SETIAP SEKTOR TERDIRI DARI SEJUMLAH BYTES YANG SAMA HAL UTAMA SUATU DEVICE YANG MEMBERIKAN IMPLIKASI PENTING UNTUK DISK DRIVER ADALAH KEMUNGKINAN UNTUK MENDAPATKAN DATA DARI DUA ATAU LEBIH DRIVE DALAM WAKTU BERSAMAAN. HAL INI DISEBUT OVERLAPPED SEEK. KETIKA CONTROLLER DAN SOFTWARE MENUNGGU HINGGA PENCARIAN DATA DARI SUATU DRIVE SELESAI, CONTROLLER DAPAT MULAI PENCARIAN DATA DARI DRIVE YANG LAIN. ALGORITME PENJADWALAN TANGAN DISK WAKTU UNTUK MEMBACA ATAU MENULIS SUATU DISKBLOCKDITENTUKAN OLEH : @ SEEK TIME, WAKTU YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGGERAKKAN TANGAN SAMPAI SILINDER YANG DIINGINKAN @ ROTATION DELAY, WAKTU YANG DIPERLUKAN AGAR SEKTOR YANG DIINGINKAN PERSIS DIBAWAH HEAD KESALAHAN (ERROR) @ PROGRAMMING ERROR ( PERMINTAN UNTUK SEKTOR YANG TIDAK ADA ) @ TRANSIENT CHECKSUM ERROR( DISEBABKAN HEAD KOTOR) @ PERMANEN CHECKSUM ERROR ( DISK BLOCK SECARA FISIK RUSAK)
  • 62. @ SEEK ERROR ( TANGAN / ARM YANG DIKIRIM DITERIMA KE LOKASI LAIN, MISAL : DIKIRIM KE SILINDER 6 TETAPI SAMPAI KE SILINDER 7 ) @ CONTROLLER ERROR ( CONTROLLER MENOLAK UNTUK MENERIMA BAD BLOK ) RAM DISK SUATU BLOCK DEVICE ADALAH MEDIA PENYIMPAN DENGAN DUA INSTRUKSI YAITU : @ TULIS SUATU BLOK @ BACA SUATU BLOK BIASANYA BLOK-BLOK DISIMPAN DALAM MEMORI BERPUTAR, SEPERTI FLOPPY DISK DAN HARDISK. RAM DISK MEMORI YANG DIALOKASIKAN SEBELUMNYA UNTUK MENYIMPAN BLOK-BLOK DATA. KEUNTUNGAN RAM DISK ADALAH DATA DAPAT DIPEROLEH SEKETIKA, TANPA MEMBUTUHKAN WAKTU ROTASI. RAMDISK SANGAT SESUAI UNTUK MENYIMPAN PROGRAM YANG SERING DIPERLUKAN DEADLOCK PROCES DEADLOCK ADALAH SUATU PROSES YANG MENGALAMI TERBLOCK PADA SUATU SUMBER YANG TIDAK PERNAH DIPENUHI.
  • 63. KONDISI DEADLOCK : 1. KONDISI MUTUAL EXCLUSION 2. KONDISI HOLD DAN WAIT 3. KONDISI NO PREEMPTION 4. KONDISI CIRCULAR WAIT SALAH SATU CONTOH MODEL DEADLOCK : REQUEST REQUEST ALLOCATION ALLOCATION R1 P1 P2 R2 Gambar. Diagram alur deadlock P1 = P2 = proces R1 = R2 = sumber daya R1 tidak dapat memproces P1, karena terlock P2, demikian juga R2 tidak dapat memproces P2, karena terlock P1 STRATEGI MENANGANI DEADLOCK : 1. IGNORE ( ABAIKAN) 2. DETECTION AND RECOVERY 3. DYNAMIC AVOIDANCE DENGAN CARA MENGALOKASIKAN RESOURCE SECRA BERHATI-HATI 4. PREVENTION, DENGAN CARA MENEGATIFKAN SALAH SATU KONDISI DEADLOCK
  • 64. SISTEM OPERASI TERSEBAR KEUNTUNGAN SISTEM TERSEBAR DARI SISTEM TERPUSAT : 1. EKONOMIS 2. KECEPATAN 3. KEHANDALAN DAN LAIN-LAIN KEUNTUNGAN SISTEM TERSEBAR DARI PERSONAL KOMPUTER : 1. DATA SHARING 2. DEVICE SHARING 3. KOMUNIKASI 4. FLEKSIBILITAS KELEMAHAN SISTEM TERSEBAR : 1. PERANGKAT LUNAK 2. NETWORKING 3. KEAMANAN KONSEP PERANGKAT ERAS SISTEM OERASI TERDISTRIBUSI * SISTEM TERSEBAR MELIBATKAN BANYAK CPU, SEHINGGA MASALAH INTERCONNECTED DAN KOMUNIKASI SANGAT PENTING
  • 65. BERDASARKAN INSTRUCTION STREAM DAN DATA STRAM, MENGKLASIFIKASIKAN SKEMA SISTEM DENGAN ANYAK CPU : 1. SISD ( SINGLE INSTRUCTION STREAM AND SINGEL DATA STREAM ) 2. SIMD ( SINGLE INSTRUCTION STREAM AND MULTIPLE DATA STREAM ) 3. MISD ( MULTIPLE INSTRUCTION STREAM AND SINGLE DATA STREAM ) 4. MIMD ( MULTIPLE INSTRUCTION STREAM AND MULTIPLE DATA STREAM ) TAKSONOMI SISTEM KOMPUTER TERSEBAR DAN PARALEL KOMPUTER PARALLEL DAN TERSEBAR MULTICOMPUTERS (PRIVATE ) MULTIPROCESSOR (SHARED MEMORY) BUS BUS SWITCH SWITCH
  • 66. MULTIPROCESSOR DIDASARKAN PADA BUS ( BUS BASED MULTIPROCESSOR) * SEJUMLAH PROCESSOR DIHUBUNGKAN DENGAN SEBUAH BUS * DILENGKAPI DENGAN BACKPLANE ATAU MOTHERBOARD * DENGAN SEBUAH MEMORI DAN BERSIFAT KOHEREN CPU CPU CPU CACHE CACHE CACHE MEMORY GAMBAR. BUS-BASED MULTIPRCESSOR SWITCHED MULTIPROCESSOR * JUMLAH PROCESOR RELATIP BESAR ( > 64 PROCESSOR) M M M M C C C C GAMBAR. CROSSPOIT SWITCH M M M M C C C C GAMAR. OMEGA SWITCH
  • 67. BUS- BASED MULTICOMPUTER * TIDAK ADA SHARED EMORY * BACKPLANE LOCAL MEMORY LOCAL MEMORY LOCAL MEMORY CPU CPU CPU NETWORK KONSEP PERANGKAT LUNAK SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI * SETIAP USER MEMPUNYAI STASIUN KERJA ( work staton ) * SETIAP USER DAPAT LIGIN K STASIUN KERJA LAINNYA * PADA SUATU SA HANYA ATU ESIN YANG DAPAT DIOPERASIKAN, MESIN DIPILH SECARA NUAL * DAPAT MENGCOPY FLE DARI SATU MESIN KE MESIN YANG LAIN * FILE SERVER * SETIP MEIN MEMPUNYAI TINGKAT OTONOMI YANG TINGGI * NFS (NETWORK FILE SYSTEM ) SALAH STU CONTOH DARI ETWORK OPERATING SYSTEM
  • 68. TIGA ASPEK UTAMA DARI NFS :
    • ARSITEKTUR NFS
    • PROTOCOL NFS
    • 3. IMPLEMENTASI NFS
  • 69.  
  • 70.  
  • 71.  
  • 72.  
  • 73.