Konseling analisis transaksional

7,374 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,374
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
116
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Konseling analisis transaksional

  1. 1. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT)ERIC BERNEA. TOKOH PENGEMBANGEric Berne (1910-1970) kelahiran Montreal, Canada, adalah pelopor AnalisisTransaksional (AT). Dia mulai mengembangkan AT ini sebagai terapi, bermulaketika dia bertugas dalam Dinas Militer Amerika Serikat diminta membuka programterapi kelompok bagi para serdadu yang mendapat gangguan emosional sebagaiakibat Perang Dunia ke-2.Berne, pada mulanya seorang pengikut Freud dan melakukan praktikPsikoanalisis dalam terapi. Sebab, saat itu psikoanalisis tengah mendapat perhatianyang luar biasa. Bahkan Berne sendiri pernah mendapat kuliah psikoanlisis di YalePsychiatric Clinic (1936-1938) dan New York Psichoanalitical Institute (1941-1943).Setelah Berne berhenti bekerja pada Dinas Militer itu, dia mulai melakukaneksperimen yang sungguh-sungguh. Akhirnya pada pertengahan tahun 50-an barudia memperkenalkan teorinya, Analisis Transaksional. Diluar dugaan, teori inimendapat sambutan baik dari kalangan ahli terapi kelompok, dalam pertemuanRegional Perhimpunan Terapi Kelompok Amerika di Los Angeles tahun 1957 teoriini diangkat sebagai salah satu tema yang dibahas. Tentu saja AT mulai mengundangingin tahu banyak orang, dan setelah menerapkannya banyak orang berdecak-
  2. 2. kagum atas hasilnya, sehinga dalam waktu singkat AT dapat diterima sebagai salahsatu model dalam kasanah konseling.Oleh Jhon Dusay & K. Dusay dalam Current Psychotherapies (Corsini. Ed.1984) membagi fase perkembangan AT; Pertama, adalah awal dari perkembanganAT (1956-1962), ditandai masa dimana Berne menjajaki dan menemukan Ego Statesebagai suatu sistem berfikir, berperasaan, dan bertingkah laku. Fase kedua (1962-1966) adalah masa perhatian Berne tertuju kepada Transaksi, dimana Ego Stateorang menjadi stimulus bagi Ego State orang lain dalam berkomunikasi. Dia mulaimengembangkan teorinya dalam rangka transakasi antar ego state sebagai suatubentuk terapi.Sejak kematian Berne, 1970, pengikutnya selalu berupaya mengembangkanAT ini. AT yang pada mulanya dipergunakan Berne untuk terapi kelompok, sekarangtelah meluas pula untuk terapi Individual. Pengikut Berne juga berhasil mendirikanperhimpunan Analisis Transaksional Internasional yang bernama ITAA(International Transaktional Analysis Association), anggotanya tersebar luas baik diAmerika Serikat maupun di Amerika Selatan, Eropa, India atau Jepang. Melaluijurnal AT, yang diterbitkan sejak tahun 1971, telah memberikan hadiah ataupenghargaan kepada orang-orang yang berjasa mengembangkan AT ini. Diantaraorang yang mendapat penghargaan atas jasanya dalam mengembangkan AT adalahClaude Stainer yang mengembangakan Skript Matrix, Stephen Karpman dalamDrama Triangle, Jhon Dusay dalam Egogram, serta Taibi Kahler dalam Miniscript.B. KONDISI YANG MELATAR BELAKANGI LAHIRNYA ANALISIS TRANSAKSIONAL(AT)Sebelum Berne menggelar AT sebagai model terapi, telah terkondisibeberapa hal yang mendorong kelahiran AT Kondisi tersebut berbentuk penemuan-penemuan tentang apa yang akhirnya menjadi landaasan teori Berne. seperti egostate, games dan transaksi serta skript (script).
  3. 3. Orang yang pertama yang mempercayai, bahwa adanya perbedaaan egomanusia adalah Wilder Penfield. dan menyatakan bahwa status ego secara utuhmenyimpan reaksi yang permanen. Games dan Transaksional dikembangkan olehBerne bersamaan dengan gencarnya usaha penerapan teori komunikasi terhadapisu psikologi yang dipelopori oleh George Bateson & Jurgen Kuesch. Teori Bernetentang Skript banyak diilhami oleh Joseph Campbell, seorang ahli mitologi yangmengatakan bahwa manusia mengikuti bentuk-bentuk mitologi yang diperolehnya.Sedangkan sebelumnya Jung juga pernah mengunakan istilah persona. Skript yangdigunakan oleh Berne ini mirip dengnan persona dari Jung ini.Semua kondisi ini bukanlah berarti mengecilkan penemuan Berne, tapimerupakan cikal bakal saja yang wujudnya lahir di tangan Berne. Penemuan yangterpisah kemudian dapat dirangkai Berne dalam suatu teori adalah jauh lebih besardan lebih berarti dari segalanya. Di tangan Bernelah, praktik AT ini pertama lahirdan membuahkan hasil yang menarik perhatian banyak orang, sehingga mengakuiAT ini sebagai suatu model konseling.C. PANDANGAN ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT) TERHADAP MANUSIAManusia menurut AT selalu berubah dan bebas untuk menentukan pilihanya.Persoalan: Kenapa manusia berubah ? Menurut Thomas A. Harris, MD ada tigaperkara. Pertama, bahwa manusia (klien) adalah orang yang “telah cukup lamamenderita”, karena itu mereka ingin bahagia dan mereka berusaha melakukanperubahan.Faktor kedua, adanya kebosanan, kejenuhan atau putus asa.. Manusia tidaktidak puas dengan kehidupan yang monoton, kendatipun tidak menderita bahkanberkecukupan. Keadaan yang monoton akan melahirkan perasaan jenuh atau bosan,karena itu individu terdorong dan berupaya untuk melakukan perubahan.Faktor ketiga, manusia bisa berubah karena adanya penemuan tiba-tiba. Inimerupakan hasil AT yang dapat diamati. Banyak orang yang pada mulanya tak-mauatau tak-tahu dengan perubahan, tapi dengan adanya informasi, cerita, atau
  4. 4. pengetahuan baru yang membuka cakrawala barunya, timbullah semangatnyauntuk menyelidiki terus dan berupaya melakukan perubahan.AT punya pandangan yang optimis atas manusia. Manusia dapat berubah asal diamau. Perubahan manusia itu adalah persoalan di sini dan sekarang (here and now).Berbeda dengan Psikoanalisis, yang cenderung deterministik, di mana sesuatu yangterjadi pada manusia sekarang di mengerti dari masa lalunya. Bagi AT, manusiasekarang punya kehendak, karena itu perilaku manusia sekarang adalah persoalansekarang dan di sini. Kendatipun ada hubungannya dengan masa lalu, tapi bukanseluruhnya perilaku hari ini ditentukan oleh pengalaman masa lalunya.Harris berkata, bahwa kita harus menjawab masalah ini bukan dengan menolakhubungan sebab akibat antara alam yak sadar dengan perilaku manusia, melainkandengan mencari sebab itu, Sebab seseuatu perbuatan, justru berada pada masasekarang bukan di masa lalu seseorang.D. TEORI ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT) TENTANG KEPRIBADIAN MANUSIAMemahami konsep pokok AT tentang kepribadian manusia tersimpul dalamistilah yang digunakan dalam teori ini. Yaitu Ego State, Transaksional, Games,Stroke, Egogram, dan Skript .1. Ego State (Keadaan Ego)Ketika Berne menghadapi klien, ia menemukan bahwa kliennyakadang-kadang berfikir, berperasaan dan berperilaku seperti anak-anak,tapi di lain kesempatan terlihat seperti orang tua atau orang dewasa.Berdasarkan pengalamanya dengan klien itu, Berne berkesimpulanbahwa manusia memiliki berbagai bentuk kondisi ego, atau disebutnyadengan ego state. Status ego manusia itu ada tiga macam : Orang tua(Parent), Dewasa (Adult) dan Anak-anak (Child).-Orang tua (Parent = Exteropsyche)-Dewasa (Adult = Neopsyche)
  5. 5. -Anak-anak (Child = Archaeopsyche)Kondisi ego orang tua (O) atau aslinya disebut oleh Berne denganExteropsyche adalah prototype yang ditampilkan seseorang sepertilayaknya bokap atau nyokap Yakni penampilan yang terikat kepadasistem nilai, moral dan serangkaian kepercayaan. Bentuk nyatanyaberupa pengontrolan, membimbing, membantu mengarahkan,menasehati, menuntun atau dapat pula mengecam, mengkritik,mengumando, melarang, mencegah atau memerintah dsb. Kata-kata yangsering digunakan oleh status ego O ini adalah, Jangan…………seharusnya…………. tidak baik…………. bagus…………..…. semestinya…………..….hendaknya.Keadaan ego Dewasa (D) adalah reaksi yang bersifat realistis danlogis. Status ego ini sering disebut komplek Karena bertindak danmengambil keputusan berdasarkan hasil pemerosesan informasi daridata dan fakta lapangan. Karena itu, Berne menyebut status ego inidengan Neopsyche. Kata-kata yang sering dipergunakan adalah benar,salah, praktis, dsb.Keadaan ego Anak-anak (A) atau archaeopsyche, merupakankeadaaan dan reaksi emosi yang kadang-kadang adaptif, intuitif, kreatif,dan emosional, tetapi kadang-kadang juga bertindak lepas, ingin terbebasdari pengaruh orang lain.. Kata-kata yang ssering digunakan dapatberupa “Wah !”, Tidak mau…………..Tidak bisa……..dsb.Ketiga status ego dari Berne ini mempunyai perbedaaan nyatadengankonsep Freud mengenai Id, Ego dan Super Ego. Keunggulan konsep Bernemengenai status ego ini, karena ketiga macam status ini dapat diamatisecara nyata, ketimbang konsep Freud yang abstrak.Menurut Berne, ketiga macam statu ego ini, O, D, A, dapat dilihat secaraterpisah pada setiap orang. Artinya, dalam keadaan atau waktu yangberbeda orang dapat menampilkan status ego yang berbeda pula. Orang
  6. 6. normal (sehat) adalah orang yang dapat melahirkan status ego yangsesuai dengan keadaan lingkungannya.Berne melukiskan adanya tiga macam bentuk ego yang berada dalam diriseseorang. Normal, Kontaminasi (Campuran) dan Eksklusi. Normaladalah bersifat terpisah, Kontaminasi adalah dua atau lebih status egotercampur seperti tercampurnya status ego O dengan A. Sedangkaneksklusi yaitu salah satu ego yang menguasai seseorang dalam waktuyang lama sehingga menyingkirkan dua ego lainnya.Struktur Kontaminasi Eksklusi Kepribadian Normal ( Delusion )(Fixation)2.TransaksiTransaksi merupakan inti dari konsep AT. Istilah transaksisebenarnya adalah istilah yang sering dipergunakan dalam lapangankomunikasi. Sesuai dengan teori ini, transaksi diatikan sebagai hubunganstimulus respons atau dua ego state. Transaksi akan terjadi bilaseseorang (A) memberikan rangsangan (stimulus) kepada orang lain (B),B memberi respons dan pada gilirannya respons B itu menjadi stimulusbagi A dan begitu seterusnya.Menurut Berne, transaksi itu terjalin antar ego state. Kalau dua orangberaada pada suatu ruanngan, berarti pertemuannya 6 ego state. Darisudut Ego state ini, Berne mengemukakan adanya 3 macam, yaitutransaksi yang bersifat Komplementer, Crossed (Silang) dan Ulterior(tersamar atau semu).Transaksi Komplementer adalah transaksi antar dua ego state yangsama, seperti O dengan O, D dengan D, atau A dengan A Transaksi O-Olihatlah orang yang tengah bertengkar. Contoh D-D seperti seminar.Contoh A-A orang lagi pacaran.Transaksi silang merupakan transaksi antar dua ego state yangberbeda. Ada tiga bentuk dengan contohnya: O–D (ujian skripsi), O–A
  7. 7. (guru di kelas) D–A (dokter-pasien) .Transaksi tersamar atau semu adalah transaksi antar dua ego namundiikuti terjadinya transaksi dua ego lain yang tidak kelihatan atautertutup, namun dirasakan oleh orang yang melakukannya. Transaksiyang tak kelihatan itu mengandung kesan psikologis. Tapi transaksi ituBentuk ketiga transaksi tersebut adalah :Komplementer Silang TersamarDari ketiga macam transaksi tersebut diatas, maka transaksi yang baikadalah Transaksi antara ego state Dewasa dengan Dewasa, karena lebihbersifat realitis dan logis.3.Permainan(Games)Komunikasi antara dua manusia sebenarnya bagaikan sebuatpermainan (games), ada yang kalah (korban) dan ada pula yang menang(penindas). Orang yang kalah atau menang dapat silih berganti. Kalauyang kalah berhasil mencari penyelamatan, dia akan bergerak menjadipenindas dan mengeser lawannya jadi korban, dan begitulah seterusnya..Orang menjadi pemenang akan merasa puas. Penindas diinndikasikanbilamana ia berhasil menggunakan egostate O. Namun bila lawannyaberhasil mencari penyelamatan dan kemudian menggunakan egostate O
  8. 8. terhadapnya ia akan merasa terhina. Sehingga oleh Compos disebutOrang yang menang disebut pendulang kopon emas, dan yang kalahdisebut pengumpul kopon cokelat.Oleh karena itu perilaku seseorang dapat berubah dalam setiaptransaksi dengan orang lain. Kadang-kadang dia bersifat penindas, dankadang-kadang sebagai korban. Perubahan bentuk peranan ini dapatdigambarkan dalam drama segi tiga (threangle) di bawah.4.Stroke(Dorongan atau Perhatian )Interaksi antar manusia membutuhkan atroke atau berupa doronganatau perhatian agar tercipta perubahan. Stroke ini dapat dibedakan atasstroke negatif dan positif, stroke bersyarat dan tanpa syarat.Stroke positif adalah stroke yang mengakibatkan seseorang merasadihargai dan diperhatikan sehinga menimbulkan motivasi yang kuatbaginya untuk melakukan perubahan. Stroke negatif adalah yangmengakibatkan seseorang merasa kecewa atau penyesalan. "Saya tidakjadi berimu hadiah, karena kamu telat" Stroke bersyarat adalah doronganatau perhatian yang diberikan bila dia berhasil melakukan suatuprasyaratnya terlebih dahulu. “Kamu akan saya sayangi bila kamu patuh”.Sedangkan stroke tanpa syarat seperti “ Ibu menyayangimu nak“5.Skript(Script)Istilah skript bagi Berne dipergunakan untuk menunjukan polakehidupan yang dapat berwujud cara bertingkah laku yang diyakini,sebagai cara, nasib, atau modus bagi dirinya. Tidak jarang pula skriptboleh menjadi batas atau standar sukses yang ditanamkan orang tuanya.Skript ini bisa mempengaruhi interksi seseorang dengan orang lain.Kendatipun hal ini tidak disadarinya. Skript ini bisa mempengaruhi sehattidaknya (OK tidak OK) seseorang dalam memandang diri danlingkungannya.Skript ini menurut AT dapat dirubah dengan memahami kembali ataumendefinisikannya kembali melalui interaksi seseorang dengan terapist.
  9. 9. 6. Egogram ( Takaran Energi Ego )Istilah Egogram dikembangkan oleh Dusay yang dipakai untukmenunjukan fungsi dan besarnya kekuatan energi yang terdapat padamasing-masing ego state, terutama yang berhubungan dengan aspekemosional. Kendatipun Berne membagi ego state atas O, D dan A,Dusay membagi Egogram manusia atas 5 macam yang dikembangkandari Ego state tersebut.Status Ego EgogramParent : Orang tua (O) Critical Parent : Kritikan O (KO)Nurturing Parent : Pemeliharaan O (PO)Adult : Dewasa (D) Adult : (D)Child : Anak-anak (A) Free Child : Kebebasan Anak (KA)Adapted Child : Adaptasi Anak (AA)Kelima macam Egogram ini mempunyai energi yang berbeda untuksetiap orang. Perbedaan energi egogram inilah yang menyebabkanperbedaan kepribadian seseorang.Orang yang rendah energi KO, bersifat mudah tergoda, rendah NOkesepian atau depresi, rendah D kesulitan konsentrasi ataumemecahkan masalah, rendah KA kehilangan kreativitas, intuitif dansemangat hidup, sedangkan rendah AA bersikap tidak kompromi ataukonfrontasi.
  10. 10. Seseorang yang baik jadi Konselor adalah punya D sangat tinggi, POlebih tinggi dari KO, AA lebih rendah dari KA serta sangat rendah KA.Gambar "STATUS EGO"Kepribadian Konselor6.SikapDasarManusiaSejak kecil manusia selalu berhubungan dengan dirinya danorang lain. Bagaimana seseorang menerima diri dan orang lain ituakan membentuk sikap dasarnya. Sikap dasar ini menenmtukankeberhasilannya dalam hidup ini, termasuk menentukan bermasalahtidaknya seseorang.Sehubungan dengan penilain seseorang terhadap dirinya (I)dan orang lain (you), Thomas Harris (1985 : 50) mengklasifikasikanadanya 4 macam sikap dasar sesuai dengan perkembangan manusia.Saya tidak Oke - Kamu OkeSaya tidak Oke - Kamu tidak OkeSaya Oke - Kamu tidak OkeSaya Oke - Kamu OkeSikap dasar pertama, saya tidak Oke – Kamu Oke, adalah sikapyang paling awal diperoleh manusia, yakni sikap seorang bayi. Diamenganggap dirinya jelek atau tidak mampu dan menganggap orang
  11. 11. lain baik dan penuh perhatian padanya. Karena itu ia sering kalimengunakan ego state anak-anakSikap dasar kedua, saya tidak Oke – Kamu tidak Oke, adalahsikap dasar yang memandang jelek baik atas dirinya maupun kepadaorang lain. Kondisi seperti ini menandakan seseorang bermasalahatau depresi. Namun dalam kadar yang kecil terlihat pada perilaku dimasa remaja yang tidak peduli dengan diri dan berontak terhadapaturan bahkan orang tua sendiri..Sikap dasar ketiga, Saya Oke – Kamu tidak Oke, adalah sikapyang memandang jelek terhadap orang lain. Mereka suka mengkritik,atau menyalahkan orang lain. Ego state yang sering digunakannyadalam bertransaksi adalah O.Sedangkan sikap dasar keempat, Saya dan Kamu Oke, adalahsikap hidup yang baik, atau posisi kepribadian yang sehat, dia bisamemandang realistis sebagai mana adanya dirinya dan orang lain. Initerlihat bagi orang yang suka menggunakan ego state D.E. PROSES KONSELINGAT bertujuan membantu Klien mengembangkan status egonya sehinggadapat berfungsi lebih baik dengan cara menganalisa transaksi yang dilakukannya.Proses Konseling dalam AT ini dilakukan bahwa setiap transaksi dianalisis, Klienyang nampaknya mengelakkan tanggung jawab diarahkan untuk mau menerimatanggung jawab pada dirinya. Sehingga Klien dapat menyeimbangkan Egogramnya,mendefinisikan kembali skiptnya, serta melakukan instrospeksi terhadap gamesyang dijalaninya..Menurut Harris, proses konseling AT pada bagian pendahuluan digunakanuntuk menentukan kontrak dengan klien, baik mengenai masalah maupun tanggungjawab kedua pihak. Pada bagian kedua baru mengajarkan Klien tentang ego statenyadengan diskusi bersama Klien ( Shertzer & Stone, 1980 : 209).
  12. 12. Kontrak bagi Dusay (Cosini, 1984 : 419 ) adalah berbentuk pernyataan klien– terapis untuk bekerja sama mencapai tujuan dan masing-masing terikat untuksaling bertangung jawab, karena terapist bukanlah pula orang yang menantimukjizat terapist. Kontrak dalam AT menurut Dusay mencakup 4 (empat)Komponen:1. Saling menyetujui, yakni terjadinya persetujuan dalam keadaaan ego statedewasa antara Klien – terapist untuk melakukan perubahan yang spesifik.2. Kompetensi, yakni kesediaan terapist untuk memberikan layanan yangmenggunakan kompetensi yang dimilikinya, yakni merobah dan mengatasipersepsi klien yang salah atas diri dan lingkungannya. Kontrak untuk hidupsehat dan panjang umur berada diluar jangkauan kompetisi therapist3. Tujuan yang legal, adalah menyangkut materi dan tujuan dari kontrak yangbersifat legal.4. Konpensasi, yakni menyangkut imbalan bagi terapist yang telahmengorbankan waktu dan kemampuannya.Setelah kontrak ini selesai, baru kemudian terapist bersama klien menggaliego state dan memperbaikinya sehingga terjadi dan tercapainya tujuan konseling.F. TEKNIK KONSELINGDalam AT konseling diarahkan kepada bagaimana klien bertransaksi denganlingkungannya. Karena itu, dalam melakukan konseling ini, terapist memfokuskanperhatian terhadap apa yang dikatakan klien kepada orang lain dan apa yangdikatakan orang lain kepada klien. Untuk itu, teknik yang sering digunakan dalamAT diantaranya adalah analisis struktur, analisis transaksional, analisis skript, dananalisis mainan.1. Analisis StrukturAnalisis struktur maksudnya adalah analisis terhadap status ego yangmenjadi dasar struktur kepribadian klien. Analis hendaknya bisamengenal 1) apakah klien menggunakan ego state tertentu, 2) apakah egostate klien, normal, terkontaminasi atau eksklusif, dan 3) bagaimanakah
  13. 13. energi egogram klien tersebut.Dengan mengetahui struktur ego state klien, akan diketahui masalah yangdihadapi klien. Bila klien dominan menggunakan ego state A masalahyang dihadapinya kurngnya rasa pecaya diri atau dipandang rendah orang lain. Bila O yang domninan maka klien tengah ditakuti, dijauhi,disishkan atau diasingkan orang lain.2. Analisis transaksionalTransaksi antara konselor – klien pada hakekatnya adalah tranasksiantar status ego keduanya. Konselor menganalisa status ego yang terlihatdari respons atau stimulus klien. Dengan orang lain Baik dari kata-katayang diungkapkan klien, maupun dengan bahasa non verbal. Data atauinformasi yang diperoleh dari transaksi dijadikan konselor untuk bahananalisis atau problem yang dihadapi klien..3. Analisis MainanAnalisis mainan adalah analisis hubungan transaksi yang terselubungantara Klien dengan konselor atau dengan Lingkungannya. Mungkin Kliendalam transaksinya sering mengumpulkan “kupon emas atau kuponCoklat” (perasaan menang atau perasaan kalah). Bila klien dalam gamessering berperan sebagai pemenang, maka ada kemungkinan ia menjadiamat takut sewaktu-waktu akan menerima kopon cokelat yang banyak..4. Analisis SkriptAnalisis Skript ini merupakan usaha terapist yang terakhir, dandiperlukan mengenal proses terbentuknya skript yang dimiliki klien.Analisis skript ini hendaknya sampai menyelidiki transaksi seseorangsejak masa kecil dan standar sukses yang telah ditanamkan orang tuanya.Disamping keempat macam teknik yang digunakan di atas, treatmentdari AT sering pula menggunakan teknik khusus, seperti: Interogasi,Spesifikasi, Konfrontasi, Eksplanasi, Ilustrasi, Konformasi, Interpretasi,Kristalisasi
  14. 14. G. SIKAP DAN PERANAN KONSELORInti pokok dari AT terletak pada usaha konselor (terapist) menganalisistransaksi klien dengan teknik-teknik yang telah disebutkan diatas. Dengan demikiantelihat sikap dan peranan konselor di sini :1. Berusaha meletakkan tanggung jawab pada klienKarena pada hakekatnya setiap hendaknya bertanggung jawab ataskehidupannya, maka bagi AT juga mengarahkan agar pada diri klientumbuh rasa tanggung jawab dan kemampuan untuk mengambiltanggung jawab atas kehidupannya.2. Menyediakan lingkungan yang menunjangUntuk mencapai perubahan klien atau keseimbangan ego state klien,konselor berusaha sebagai penyedia fasilitas yang mendorong terjadinyaperubahan ego state klien.3. Memisahkan mite dengan realitasKarena pengaruh skript, banyak klien dipengaruhi oleh mitologi yangtelah diadapsinya sejak lama. Dalam rangka memperbaiki kembali(memahami kembali) skript kehidupan klien itu, konselor AT mempunyaiperanan untuk memisahkan mite yang berpengaruh dalam skript kliendengan realitas kehidupan yang sebenarnya.4. Melakukan Konfrontasi atas keanehan yang tampakKeanehan atau keadaan ego state klien yang tidak seimbang dapatdiperbaiki terapist dengan melakukan konfrontasi.Terapist hendaknyabisa membentuk dan merekonstruksi menjadi seimbang.Jadi, dengan melihat peranan dan sikap konselor di atas,memperlihatkan bahwa konselor dalam AT bersifat aktif. Dia lebihbanyak menentukan jalanya konseling.
  15. 15. H. KEUNGGULAN DAN KELEMAHANDari uraian di atas, kiranya telah dapat dipahami sosok tubuh AT. Walaupunuraian teori ini lebih mengarah pada analisis transaksinya dari pada kaitannyadengan peran, proses, treatment. Namun dapat dibandingkan dengan pendekatanlain. AT merupakan salah satu pendekatan yang berbeda dengan beberapapendekatan yang telah berkembang sebelumnya.Bila kita lihat, bandingkan, atau nilai dari berbagai pendekatan lain, ternyataAT juga punya kelemahan disamping kebaikanya, seperti layaknya pendekatan lain.Adanya keunggulan hendaknya bisa kita manfaatkan, dan adanya kelemahan justrumembuka peluang dan menantang, mencari dan menemukan pendekatan lain.Paling kurang terbukanya kesempatan untuk memperbaiki kelemahannya.Diantarakeunggulan dan kelemahan AT itu antara lain:1. Keunggulan ATDengan melihat Konsepsi, penekanan, pelaksanaan serta penerimaanpada klien, maka ada beberapa kebaikan dari AT:a. Punya Pandangan Optimis dan Realistis tentang ManusiaSeperti telah disebutkan pada bab terdahulu, AT memandangmanusia dapat berubah bila dia mau. Manusia punya kehendakdan kemauan. Kemauan inilah yang memungkinkan manusiaberubah, tidak statis. Sehingga manusia bermasalah sekalipundapat berubah lebih baik, bila kemauannya dapat tumbuh. Karenaitu AT lebih Optimis dan realistis memandang manusia.Bila kita bandingkan dengan Psikoanalisa, Freud, AT nampakselangkah lebih maju. Psikoanalisis memandang manusiadeterministik. Perilaku manusia bagaikan suatu rotasi daripengalaman masa kecil, kendatipun pengalaman masa kecil itu takdiingatnya lagi (Unconscious). AT tidak menolak adanya pengaruhmasa kecil ini. Konsepnya tentang skript kehidupan mengakuiadanya kontribusi pengalaman masa kecil atas kehidupansekarang. Tapi karena manusia punya kehendak dan kemauan
  16. 16. untuk bebas, “pengalaman itu dapat dirubah “ (Shertzer & Stone,1982, 237).Skript kehidupan manusia diakui AT bersisi dua, ada yangnegatif dan ada yang positif. Sesuai dengan nilai-nilai yangditerimanya dari orang tuanya atau interaksinya denganlingkungan. Karena skrip itu mempengaruhi seseorang untukmengambil kesimpulan, maka keputusan orang itu dapat Oke atauTidak Oke terhadap diri dan lingkungannya.Hal ini juga lebih realitis dari konsep Rogers yang memandangmanusia baik, rasional dapat dipercaya, dapat mengubah dirinyalebih baik atau dapat merealisasikan dirinya menjadi makhlukInsanul Kamil.b. Penekanan Waktu Sekarang dan Di siniTujuan pokok terapi AT adalah mengatasi masalah klien agardia punya kemampuan dan memiliki rasa bebas untukmenentukan pilihannya. Untuk mengatasi masalah klien itu, ATberusaha membangkitkan kemauan dan kemampuan orangdengan melakukan analisis interaksinya dengan orang lain. Hal inidimulai dengan mennganalisis interaksinya dengan terapist.Analisis seperti di atas, analisis interaksi klien dengan terapistatau orang lain, adalah persoalan interaksi sekarang. Kini dan disini (here and now).Metoda analisis struktur, status ego dengan egogram, analisispermainan semuanya merupakan analisis terhadap perilaku yangdi tampilkan klien pada saat ini, di sini di hadapan konselor. Kalauanalisis itu (struktur, ego state, dan mainan) tidak mencapai hasilbaru AT menggunakan analisis skrip, yang orientasinya pada masalalu. Alternatif ini dipergunakan AT sebagai cara terakhir, bilaanalisis sebelumnya gagal merenggut hasil.
  17. 17. c. Mudah DiobservasiBanyak teori yang lahir dibelakang labor ilmiah, tak terkecualiuntuk teori-teori Psikologi. Pada umumnya teori yang muncul darilaboratorium itu sulit diamati karena itu terlihat abstrak, sehinggakadang-kadang tak jarang pula yang hanya merupakan konstrukpikiran manusia penemunya.Berbeda dengan AT, ajaran Berne tentang status ego ( O, D dan A)adalah konsep yang dapat diamati secara nyata dalam setiapinteraksi atau komunikasi manusia.Status ego Berne jauh lebihobservable dari teori Freud mengenai Id, Ego dan Super Ego, yanghanya dapat dijadikan konstruk pikiran kita atas perilakuseseorang. Lain dengan Ego Orang tua, Dewasa dan Anak, diadapat diamati secara jelas tanpa menggunakan laboratorium.Begitu juga dengan sikap dasar manusia yang memilahmanusia atas 4 posisi (saya tidak oke-kamu yang oke, saya dankamu tidak oke, saya oke-kamu tidak oke, dan saya dan kamu oke)yang dikembangkan Harris, jauh lebih maju dari konsep karenHorney yang hanya mengemukakan 3 disposisi manusia. Helpless(minta pertolongan), hostility (menyerang) dan issolation(mengasingkan diri) (Bischof, 1970, 212).Horney membagi 3 disposisi ini dari sudut orang lain. Helpless,punya arah gerak kepada orang lain (Moving toward people).Menyerang merupakan arah menentang orang lain (movingagaints people), sedangkan isolasi punya arah melarikan diri dariorang lain (moving away from people).Sedangkan Harris membagi sikap dasar manusia itu atas dasarpandangan terhadap diri sendiri dan orang lain. Karena itu,konsep ini lebih maju dari Horney yang hanya melihat dari oranglain saja, pandangan terhadap diri sendiri juga mempengaruhihubungan dengan orang lain.
  18. 18. d. Meningkatkan Keterampilan BerkomunikasiFokus AT terpusat pada cara bagaimana klien berinteraksi,maka treatment juga mengacu pada interaksi, cara bebicara, kata-kata yang dipergunakannya dalam berkomunikasi. Analisisterhadap interaksi klien pada ruangan konseling, memberikesempatan kepada klien untuk memperbaiki cara interaksinyadan komunikasinya baik di dalam ruangan Konseling. Karena itu,AT tidak hanya berusaha memperbaiki sikap, persepsi, ataupemahamannya tentang dirinya tetapi sekaligus mempunyaisumbangan positif terhadap keterampilan berkomunikasi denganorang lain. Hal semacam ini tidak dimilliki oleh pendekatanlainnya.2. Kelemahan ATDisamping decak kagum orang atas ajaran Berne ini, yang telahberhasil merekrut teori-teori komunikasi kelapangan psikologi, bukanlahberarti teori ini tidak punya kelemahan, banyak kritik dilontarkan padaAT, diantaranya :a. Kurang Efisien terhadap Kontrak TreatmentAT mengharapkan, kontrak treatment antara konselor-klienharus terjadi antara status ego Dewasa-dewasa. Artinyamenghendaki bahwa klien mengikat kontrak secara realistis,sebagai orang yang membutuhkan pertolongan.Tetapi dalam kenyataannya, cukup banyak ditemui bahwa banyakklien yang punya anggapan jelek terhadap dirinya, atau tidakrealistis. Karena itu, sulit tercapainya kontrak, karena ia tidakdapat mengungkapkan tujuan apa yang sebenarnya diinginkannya.Sehingga memerlukan beberapa kali pertemuan. Hal semacam inidianggap tidak efisien dalam pelaksanaannya.
  19. 19. b. Subyektif dalam Menafsirkan Status EgoApakah ungkapan klien termasuk status Ego Orang tua,Dewasa, atau Anak-anak merupakan penilaian yang subyektif.Mungkin dalam hal yang ekstrim tidak ada perbedaan dalammenafsirkannya. Tapi bila pernyataan itu mendekati dua macamstatus ego akan sulit ditafsirkan, dan mungkin berbeda antaraorang yang satu dengan yang lainnya. Kesalahan atau perbedaandalam menafsirkan status ego ini telah dibuktikan oleh Thomsondalam Dusay (Corsini, 1984) yang telah merekam suatuwawancara konseling, kemudian kepada konselor dan calonkonselor AT disuruh menganalisis wawancara itu dari 3 macamstatus ego. Hasilnya memperlihatkan adanya perbedaanpenafsiran diantara konselor dan calon konselor tadi.Di pihak lain error dari pihak klien mungkin pula munculkepermukaan. Secepat ia memasuki ruangan konseling secepat itupula terjad perubahan pola komunikasinya. Interaksinya diluarruangan konseling tidak sama dengan didalam ruangan konseling.Bisa diluar lebih baik dengan menampilkan status ego dewasa,tapi di dalam ruangan konseling lebih banyak menampilakn statusego Anak-anak.Latar belakang kebudayaan serta bahasa sangatmempengaruhi pemahaman mengenai status ego ini. Karena ituanalisis terhadap status ego ini bila antara konselor dengan klienpunya latar belakang kebudayaan dan bahasa yang sama. Danadalah sangat sulit terciptanya penafsiran yang sama padamasyarakat yang punya strata sosial berbeda, paternalis dsb.Perbedaan dalam memahami status ego ini, menyebabkan sulitnyakesamaan dalam menakar egogram klien.
  20. 20. c. Kurang Petunjuk Mengenai Tingkah laku KonselorBagi orang yang ingin mempraktikkan AT ini perlu petunjukbagaimana menganalisis transaksi itu secara tepat dan hemat.Termasuk persoalan bentuk-bentuk responsnya, dan konten dariungkapan klien. Mungkin di atas telah disebutkan adanya analisisstruktur, permainan, Skrip dengan penggunaan beberapa teknik,namun teknik mana yang dipakai dalam menganalisis itu tidak /belum dikembangkan secara khusus dalam teori AT ini. Karenabelum adanya petunjuk khusus ini, orang menganggap AT kurangterinci, karena tidak ada petunjukanyaI. KEMUNGKINAN PENERAPANNYA PADA SEKOLAHBanyak laporan, terutama dari praktioner (penganut) AT, bahwa AT berhasildengan memuaskan. Banyak klien yang telah disembuhkan dengan cara ini, serta“decak kagum “ pun dialamatkan pada temuan Berne ini. Terbentuknyaperhimpunan AT, ITAA, dan terbitnya jurnal AT membuktikan bahwa AT sebagaisuatu pendekatan yang sudah besar dan berkembang luas dikalangan ahli terapi.Persoalan sekarang, apakah keberhasilan AT ini dapat pula diterapkandisekolah, terutama di sekolah kita Indonesia yang berlandaskan filsafat Pancasila?Persoalan ini tidaklah sederhana. Keterampilan AT pada klinik Psikologi boleh jadicocok atau boleh jadi tidak. Penerapan yang tepat meminta uji coba yang cukupmatang.Secara rasional, keberhasilan AT di klinik-klinik Psikoterapi mungkin sekalikita rekrut ke sekolah. Malah kita lebih optimis lagi, karena dapat mengamatilangsung perubahan klien di luar ruangan konseling. Betapa tidak, titik sentral darianalisisnya terletak pada transaksi. Selama klien masih berada di sekolah, selamaitu pula kita dapat menganalisis transaksinya baik dengan temannya atau gurunya.Lebih optimis lagi, bahwa AT dapat berhasil bila digunakan sebagai penyuluhkelompok. Karena orang yang sehat kreteria AT adalah yang punya perasaan bebasuntuk menentukan pilihannya. Transaksi yang digunakan adalah terciptanya
  21. 21. transaksi antar status ego Dewasa. Kemungkinan tumbuh dan berkembangtransaksi antar ego Dewasa ini lebih besar dengan teman sebaya. Jadi kondisi inimemungkinkan konselor menerapkan AT sebagai penyuluh kelompok di sekolah.Kondisi sekolah yang menunjang penerapan AT sebagai pendekatanpenyuluhan kelompok ini, justru sebaliknya bagi penyuluh individual. Harapan agarkomunikasi atau transaksi antara konselor – klien dapat terbentuk transaksi antaraego state dewasa-dewasa, justru sulit terbina. Karena adanya jarak antara Konselordengan Klien. Jarak itu adalah faktor usia. Konselor lebih cenderung jauh lebih tuadari klien yang siswa ( 12 – 15 untuk SMTP, 15 – 19 tahun untuk SMTA). Karena itutransaksi yang mungkin sering muncul adalah antara ego state Dewasa (Konselor) –Anak-anak (Pada siswa).Kondisi ini ditopang oleh faktor budaya kita. Indonesia sebagai bangsa yangberlandaskan pada Pancasila bukanlah negara yang berfaham Liberal. Adat dansopan santun ketimuran selalu melengket pada masyarakat Indonesia. Caraberbicara dengan orang yang sama besar atau lebih kecil tidak sama dengan caraberbicara dengan orang yang dihormati dan atau lebih besar. Pada beberapa daerah,bahasa yang digunakanpun juga berbeda, lebih halus dan lembut. Karena itu,keberhasilan AT pada masyarakat Amerika yang egaliter belim tentu bisa samadengan masyarakat kita.
  22. 22. J. STRUKTUR KEPRIBADIANAnalisis transaksional meyakini pada diri individu terdapat unsure-unsurkepribadian yang terstruktur dan itu meruakan satu kesatuan yang disebut dengan“ego state”. Adapun unsur kepribadian itu terdiri dari:1. Ego state childPernyataan ego dengan ciri kepribadian anak-anak seperti bersifat manja,riang, lincah dan rewel. Tiga bagian dari ego state child ini ialah:a) Adapted child (kekanak-kanakan)Unsure ini kurang baik ditampilkan saat komunikasi karena banyakorang tidak menyukai dan hal ini menujukkan ketidak matangan dalamsentuhan.b) Natural child (anak yang alamiah)Natural child ini banyak disenangi oleh orang lain karena sifatnyayang alamiah dan tidak dibuat-buat serta tidak berpura-pura, dankebanyakan orang senang pada saat terjadinya transaksi.c) Little professorUnsur ini ditampilkan oleh seseorang untuk membuat suasana rianggembira dan menyenangkan padahal apapun yang dilakukannya itu tidaklahmenunjukkan kebenaran.2. Ego state parentCiri kepribadian yang diwarnai oleh siafat banyak menasehati, memerintahdan menunjukkan kekuasaannya. Ego state parent ini terbagi dua yaitu:a) Critical parentBagian ini dinilai sebagai bagian kepriadian yang kurang baik, sepertimenujukkan sifat judes, cerewet, dll.b) Nurturing parentPenampilan ego state seperti ini baik seperti merawat dan lainsebagianya.
  23. 23. 3. Ego state adultBerorientasi kepada fakta dan selalu diwarnai pertanyaan apa, mengapa danbagaimana.Dengan demikian untuk kita ketahui bahwasanya dalam tiap individu ego stateyang tiga diatas selalu ada yang berbeda Cuma kadarnya saja. Berapa banyakego state yang ada dalam individu akan mempengaruhi tingkah lakuorangtersebut.Berdasarkan keberadaan ego state terdapat tiga komposisi yang ada dalam diriindividu adalah:1. Ego state normalSesuai dengan situasi dan kondisi dimana orang itu berada. Penampilan egostate yang normal ini dapat dilihat dalam suasana yang serius.2. Ego state kakuEgo state yang ditmpilaknnya tidak berbeda tetapi hanya satu saja.3. Ego state cairTidak ada batasan antara penampilan ego state yang satu dengan yang lain.K. MOTIVASI HIDUPHansen (dalam Taufik, 2000:101) membagi kebutuhan psikologis manusiamenjadi tiga bagian menurut analisis transaksional yaitu:1. Kebutuhan akan memperoleh rangsanganSentuhan yang diberika bisa bersifat jasmaniah(salaman, tepukan,belaian),rohaniah (perhatian, senyuman, sapaan), positif (pujian, sanjungan)maupunnegative(ejekan, cemoohan, hinaan).Sentuhan akan memberikan warna tersendiri bagi individu, jika sentuhan itubersifat sistematis maka anak-akan menerima apa adanya. Misalnya anak yang
  24. 24. biasa mendengar kata-kata kasar dari orang tua, apabila dia tidak mendengarkata-kata tersebut maka ia akan merasakan keanehan.2. Kebutuhan untuk menstruktur waktuEnam bentuk hubungan yang dipilih seseorang dalam mencari sentuhan;a) With drawlMemutuskan hubungan atau hubungan menarik diri. Individumencari sentuhan dengan berbicara sendiri, berfantasi.b) RitualIndividu melaukan hubungan social untuk memperoleh sentuhandengan sedikit modal energy atau juga melihat sedikit resiko.c) Pas timeIndividu mencari sentuhan dengn melalukan waktumembiarkanwaktu berlalu tanpa sesuatu yang jelas.d) ActivityMelakukan suatu kegiatan dimana dalam kegiatan itu diperolehsentuhan.e) GamesIndividu yang berupaya memperoleh sentuhan dengan caramelakukan permainan dengan orang lain.f) IntimacyIndividu memperoleh sentuhan dengan melakukan hubungan intimbaik dengan individu lain ataupun dengan benda.
  25. 25. 3. Kebutuhan untuk memperoleh posisi hidupAnalisis transaksional menurut A.Harris dalam Taufik (2009) membagiempat posisi hidup yang sering dipilih oleh seseorang yaitu;a) Saya OK kamu OKPosisi ini ialah posisi yang dipilih oleh seseorang apabila ia merasaberes dan orang lain juga beres. Hubungannya yang terjadi bersifatevolusioner yaitu berubah secara lambat.b) Saya OK kamu tidak OKPosisi ini dipilih oleh seseorang apabila ia merasa posisinya beres danposisi orang lain tidak beres. Hubungan ini cendrung untuk merubahpihak kedua dan bersifat revolusioner yaitu perubahan secara cepat.c) Saya tidak OK kamu OKOrang yang berada dalam posisi ini ialah orang yang merasa dirinyatidak beres dan orang lainlah yang beres. Sifat hubungannya inidevolusioner yaitu berubah secara lambat. Biasanya orang yang memilihposisi ini mempunyai sifat rendah diri.d) Saya tidak OK kamu tidak OKOrang yang berada pada posisi ini merasa dirinya tidak beres danorang lain pun dirasaka tidak beres. Hubungannya tidak jelas yaitu siapayang mengubah siapa yang bersifat obvolusioner.L. JENIS-JENIS TRANSAKSIGerald Corey (dalam Taufik, 2009:108) membagi jenis transaksi menjadi tigabagian yaitu:1. Transaksi sejajarIndividu yang berkomunikasi dengan menggunakan ego state tertentusehingganya respon yang ditampilakan oleh orang lain sesuai dengan yangdiharapkan
  26. 26. 2. Transaksi silangPenampilan ego state seseorang sehingganya respon yang diberikantidak sesuai dengan yang diharapkan.3. Transaksi terselubungPenampilan ego state seseorang yang dalam komunikasi yangmemiliki tujuan terselubung dari maksud pembicaraannya.M. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG SEHATCiri-ciri kepribadian yang sehat menurut Hansen (dalam Taufik, 2009;111)adalah:1. Individu dapat menampilkan ego statenya secara luwes sesuai dengan tempatia berada2. Individu berusaha menemukan naskah hidupnya secara bebas sertamemungkinkan pula ia memperoleh sentuhan secara bebas pula.3. Memilih posisi hidup revolusioner, saya OK kamu Ok4. Ego statenya bersifat fleksibel tidak kaku dan tidak pul cair.N. PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN YANG ABNORMALMasih dalam buku sumber yang sama cirri kepribadian yang abnormal ialah:1. Kecendrungan untuk memilih posisi devolusioner, obvolusioner dan padadirinya ada unsure tidak Ok2. Kecenderungan untuk menggunakan ego state yang tunggal3. Ego state yang ditampilkannya terlalu cair4. Ego statenya tercemar.
  27. 27. O. TUJUAN DAN PROSES KONSELINGAdapun tujuan dari konseling ini ialah:1. Mendekontaminasikan ego state yang terganggu2. Membantu mengunakan ketiga ego state yang terganggu3. Membantu menggunakan ego state adult secara optimal4. Mendorong berkembangnya life position SOKO dan lifi script baru dan produktif.Berikut ini akan dibahas hal-hal yang harus diperhatikan konselor dalam melakukankonseling dengan menggunakan analisis transaksional.1. Analisis strukturMenjelaskan kepada klien bahwasanya kita sebagai indvidu mengemban tigaego state dan menjelaskan tentang ego state itu satu persatu, sehingganyaindividu itu sadar ego state yang mana yang lebih dominan dalam dirinya.2. Analisis transaksionalKonselor menganalisis pola transaksi dalam kelompok, sehingganya konselordapat mengetahui ego state yang mana yang lebih dominan dan apakah egostate yang ditampilkan tersebut sudah tepat atau belum.3. Analisis permainanKonselor menganalisis suasana permainan yang diikuti oleh klien untukmendapat sentuhan, setelah itu dilihat apakah kline mampu menanggung resikoatau malah bergerak kearah resiko yang tingkatnya lebih rendah.4. Analisis naskah hidupHal ini dilakukan apabila konselor sudah meyakini bahwasanya kliennyaterjangkiti posisi hidup yang tidak sehat.
  28. 28. P. TEKNIK-TEKNIK KONSELINGTeknik konseling yang digunakan adalah:1. PermissionMemperbolehkan klien melakukan apa yang tidak boleh dilakukan olehorang tuanya2. ProtectionMelindungi klien dari ketakutan karena klien disuruh melanggar terhadapperaturan orang tuanya.3. PotencyMendorong klien untuk menjauhkan diri klien dari injuction yang diberikanorang tuanya.4. Operationa). InterrogationMengkonfrontasikan kesenjangan-kesenjangan yang terjadi pada diriklien sehingganya berkembang respon adult dalam dirinya.b). SpecificationMengkhususkan hal-hal yang dibicarakan sehingganya klien pahamtentang ego statenya.c). ConfrontationMenunjukkan kesenjangan atau ketidak beresan pada diri kliend). ExplanationTransaksi adult-adult yang terjadi antara konselor dengan klien untukmenejlaskan mengapa hal ini terjadi (konselor mengajar klien)
  29. 29. e). IllustrationMemberikan contoh pengajaran kepada klien agar ego statenyadigunakan secara tepat.f). ConfirmationMendorong klien untuk bekerja lebih keras lagi.g). InterpretationMembantu klien menyadari latar belakang dari tingkah lakunyah). CrystallizationMenjelaskan kepada klien bahwasanya klien sudah boleh mengikutigames untuk mendapatkan stroke yang diperlukannya.KEPUSTAKAANPrayitno. 1998. Konseling Pancawaskita. Padang: Jurusan BK FIP UNPTaufik. 2009. Model-model konseling. Padang: Jurusan BK FIP UNPMuhammad Surya. 2003. Teori-teori Konseling. Bandung: Pustaka Bany Quraisy
  30. 30. TUGASMODEL-MODEL KONSELINGDosen Pembina :Dra.Zikra,M.Pd.,Kons“KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL”(KONSTRAN)OLEH :RIJALUL FIKRIKHAIR15629/2010BIMBINGAN DAN KONSELINGFAKULTAS ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS NEGERI PADANG2013

×