Beasiswa ads bagi orang awam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Beasiswa ads bagi orang awam

on

  • 702 views

 

Statistics

Views

Total Views
702
Views on SlideShare
702
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
6
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Beasiswa ads bagi orang awam Beasiswa ads bagi orang awam Document Transcript

  • Beasiswa ADS bagi orang awamThis entry was posted on April 4, 2012, in Australia, Beasiswa ADS, Beasiswa LuarNegeri, Leadership, Scholarship. Bookmark the permalink. 92 CommentsHari ini saya mendapat email dari seseorang perihal beasiswa AustralianDevelopment Scholarship atau ADS. Yang agak mengejutkan, meskipun rasanyasaya sudah menulis cukup banyak tentang beasiswa ADS di blog ini, pengirim emailini ―tidak tahu harus mulai darimana‖. Kalimat ini saya petikkan langsung dariemailnya. Dengan dugaan bahwa kawan kita ini tidak sendiri, maka saya menulisinformasi ini, dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin mendaftar beasiswaADS tetapi ―tidak tahu harus mulai dari mana‖.Apa sih beasiswa ADS itu?ADS singkatan dari Australian Development Scholarship alias BeasiswaPembangunan Australia yang diberikan oleh Australian Agency for InternationalDevelopment alias AusAID. Beasiswa ADS juga dikenal dengan beasiswa AusAID.Beasiswa ADS diberikan kepada orang Indonesia dan beberapa negara lain yangingin belajar S2 atau S3 di Australia. Mereka yang berhasil memperoleh beasiswa inibisa menempuh pendidikan S2 atau S3 di institusi/universitas Australia yang menjadirekanan AusAID. Artinya pelamar harus sekolah di universitas yang masuk dalamdaftar ini. Perlu diketahui, tidak semua institusi Australia masuk dalam daftarAusAID.Mulai dari mana?Idealnya calon pelamar harus mulai dari membaca secara cermat SEMUA informasiyang sudah ditulis dengan lengkap selengkap-lengkapnya di website ADS. Jikasabar dan cermat, semua hal ada di sana dan sebenarnya tidak perlu banyakbertanya, terutama tentang persyaratan. Saya sarankan mulailah dari mengunduhformulirnya dari website ADS atau bisa juga dari blog saya. Di formulir ini adainformasi yang lengkap, terutama soal persyaratannya. Dengan membaca danmencermati setiap pertanyaan dari formulirnya maka Anda akan tahu apa saja yangharus dikuasai atau disiapkan. Kemungkinan besar akan ada pertanyaan yangbelum dipahami maknanya, apalagi jawabannya. Dari sinilah Anda bisa kembalimembaca petunjuk umum di website atau bertanya pada orang lain. Dengan caraini, pertanyaannya akan menjadi lebih spesifik sehingga lebih mudah bagi oranguntuk membantu menjawabnya.Daftar persyaratan ada di halaman 24 formulir ADS. Dengan membaca persyaratanini, calon pelamar akan tahu apakah dirinya memenuhi syarat atau tidak. TentangTOEFL atau IELTS misalnya, pelamar harus mencapai skor tertentu danmenyiapkan terlebih dahulu. Jika belum memenui syarat, harus belajar dulu dan ikutujiannya. Persyaratan lain misalnya adalah dokumen yang harus diterjemahkan keBahasa Inggris. Jika belum, lakukan ini dulu. Intinya, lengkapi dan penuhi syaratnya.Sambil melengkapi syarat, mulailah melihat-lihat universitas yang cocok. Sebelumitu tentu saja perlu menetapkan bidang yang ingin dipelajari. Silakan lihat caramemilih universitas pada posting saya sebelumnya. Jika Anda akan sekolah master
  • by research atau S3 maka perlu mencari calon supervisor. Silakan lihat bedanyamaster by research dengan master by coursework dan cara mencari calonsupervisor di blog ini. Semua hal ini bisa dilakukan parallel tetapi ingat bahwa kontakdengan supervisor dan informasi tentang jurusan/program S2/S3 tidak akan adagunanya kalau Anda tidak memenuhi syarat. Yang paling krusial tentu saja IP danTOEFL/IELTS. IP tentu tidak bisa diubah, kecuali Anda mengulang S1. Sementaraitu, TOEFL atau IELTS tentu bisa diperbaiki. Maka saya selalu sarankan, meskipunbisa kerja parallel mencari sekolah dan mencari supervisor, sebaiknya berikanperhatian penuh pada syarat formal seperti IP dan TOEFL/IELTS terlebih dahulu.Secara terpisah, semua informasi ini suda ada di blog saya, tentu perlu kesabarandalam mencari. Semua informasi sudah saya kumpulkan dalam satu halaman diBeasiswa ADS. Silakan lihat di sana, saya yakin, sebagian besar pertanyaan Andasudah dijawab di sana.Saya selalu senang berbagi kepada siapa saja. Itulah sebabnya ada puluhan tulisantetang beasiswa ADS di blog ini. Saya juga paham, ada orang yang benar-benarawam soal beasiswa sehingga muncul pertanyaan seperti yang saya sampaikan diawal tulisan ini. Hanya saja memang saya sering merenung sendiri jika ada yangtiba-tiba muncul dengan pertanyaan yang sangat mendasar dan sesungguhnya bisadicari sendiri di website ADS atau bahkan di blog ini. Pertanyaan saya adalahapakah tulisan saya sulit dipahami atau membosankan sehingga membuat orangenggan membaca? Jika demikian, saya harus belajar menulis lebih baik lagi. Untukmereka yang demikian, saya akan tetap berusaha menjawab dengan baik tetapitentu saja saya berharap para peminat ini memiliki kesungguhan untuk membacadan mencari sendiri. Memang mudah sekali bertanya dan sangat nyaman jika kitabisa mendapatkan jawaban secara instan dari seseorang. Namun percayalah, life isnot always that easy. Sering kita harus melakukan hal penting dengan bersusahpayah dan bekerja keras. Kadang kita terantuk dan tersandung tanpa adaseorangpun yang peduli. Maka dari itu mari kita syukuri kemudahan mendapatkaninformasi dari teman-teman kita dengan tidak menjadikannya sebagai alasan untukmenjadi malas.Beasiswa ADS ini diperebutkan oleh sekitar 5000 orang setiap tahunya. Merekayang tangguh dan ulet yang akan memenangkannya. Membaca dan mencatatdengan cermat adalah bagian dari pembuktian ketangguhan itu. Saya selalumenyebut para pemburu beasiswa ini sebagai ―pejuang‖ dan saya yakin Andamemenuhi syarat untuk sebutan itu. Selamat berjuang dan kita akan bersulang saatkemenangan dalam genggaman!
  • Tips Beasiswa: Menghubungi Calon PembimbingThis entry was posted on June 17, 2010, in Australia, Geodesi UGM, Leadership,Scholarship, Tips. Bookmark the permalink. 169 CommentsMereka yang melanjutkan sekolah pascasarjana (S2 atau S3) umumnyamemerlukan pembimbing atau supervisor atau professor. Intinya, jika bersekolahyang ada komponen penelitiannya (menulis tesis atau desertasi), kehadiranpembimbing adalah wajib. Hal ini tentu tidak berlaku pada mereka yang menempuhstudi S2 by coursework karena memang tidak diwajibkan membuat tesis. ProgramS2 semacam ini, setahu saya, ada di Australia yang bisa ditempuh dalam waktusetahun.Kesulitan yang cukup sering dialami oleh calon mahasiswa adalah dalam melakukankontak dengan calon pembimbing ini. Jika Anda ingin bersekolah S2 (master byresearch) atau S3 di Australia, Anda sudah harus mengontak calon pembimbingsebelum datang ke Australia. Biasanya, Anda bahkan perlu melakukan komunikasisebelum lebih jauh melamar sekolah. Jika Anda ingin melamar beasiswa sepertiALA, maka Anda wajib sudah diterima di sebuah universitas. Sementara untuk bisaditerima di universitas Anda wajib punya calon pembimbing. Singkatnya,mendapatkan pembimbing ini sangatlah penting. Jika saat ini Anda sedang diIndonesia, bagaimana cara menghubungi calon pembimbing tersebut?Lagi-lagi harus saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki kualifikasi formal untukmenasihati cara menghubungi professor di luar negeri. Yang saya mau sampaikanadalah pengalaman saya, pengalaman teman dan hasil membaca berbagai sumber.Untuk sedikit meyakinkan Anda, saat ini saya bekerja paruh waktu sebagaiInternational Student Adviser di University of Wollongong yang salah satu tugasnyaadalah memberi masukan/informasi kepada calon mahasiswa perihal ini. Semogaberita ini membuat saya sedikit lebih mayakinkan.Ketika diminta menjadi pemateri di UII Yogyakarta beberapa waktu lalu, sayasampaikan beberapa hal penting dalam menghubungi professor. Pertama, Andaharus tahu orang yang akan Anda hubungi ini adalah orang sibuk. Mereka sibukkarena mereka hebat. Karena mereka hebatlah maka Anda menghubunginya kan?Saya sering berkelakar, mereka bukan supervisor, tetapi superstar yang cirinyaadalah tidak mudah dihubungi, waktunya selalu terbatas. Artinya, kalau email Andatidak langsung dibalas, bersabarlah dan itu adalah hal yang wajar. Karena merekasibuk, biasakan menggunakan bahasa yang singkat, langsung ke pokok persoalantanpa menjadi tidak sopan. Kalau mengirim email pertama sebaiknya tidak lebih dari200 kata. Paragraf yang sedang Anda baca ini terdiri dari 110 kata.Hal kedua, Anda wajib mencari tahu secara intensif informasi tentang orangtersebut. Kunjungi website universitas di mana dia berkantor dan cari informasi rincitentang dirinya. Hal penting adalah ketertarikan risetnya, publikasi yang sudahpernah ditulis dan aktivitas risetnya saat ini. Biasanya, informasi seperti itu tidak sulitdicari di websitenya. Hal selanjutnya adalah Anda sebaiknya tidak tembak langsung,meminta dia jadi supervisor pada email pertama. Mulailah dengan menyinggungkaryanya yang dipublikasikan di jurnal atau di konferensi. Intinya, Anda harus benar-benar pernah membaca tulisannya, terutama yang terkait dengan topik yang ingin
  • Anda tekuni. Jika bisa mendapatkan tulisan terbarunya di sebuah jurnal akan lebihbagus. Bagaimana caranya? Kunjungi websitenya, lihat daftar publikasinya lalu pilihyang paling sesuai. Anda biasanya akan melihat judul atau abstraknya saja diwebsite itu, sedangkan naskah lengkap ada di jurnal yang memuatnya. Umumnyakita di Indonesia tidak memiliki akses terhadap jurnal ini tapi jangan khawatir karenajurnal itu bisa didapatkan dari berbagai sumber. Jika Anda punya teman yangsedang sekolah di luar negeri, minta dia mengunduh jurnal tersebut danmengirimkannya pada Anda. Jika tidak ada teman di luar negeri, kontak dosen Andaketika kuliah dulu. Kalau dosen ini cukup gaul dan banyak temannya di luar negeri(istilah kerennya, jaringannya luas) maka tidak akan sulit baginya mendapatkanjurnal tersebut. Jika Anda merasa kurang pas dengan dosen Anda karena dulu killerdan memberi nilai C saat skripsi, coba cari dosen lain. Dari sekian banyak, masaksih tidak ada yang akrab? Jika benar-benar tidak ada dosen yang Anda kenaldengan baik, berarti Anda bermasalah. Coba pikirkan lagi, mengapa!Tapi kalau benar-benar Anda tidak mengenal siapapun yang bisa membantu,saatnya mencari kenalan. Coba ikuti milis mailto:beasiswa-subscribe@yahoogroups.com. Di sana ada banyak sekali orang baik yang hobimembantu orang lain. Perhatikan anggota yang aktif dan sedang berada di luarnegeri. Coba kontak beliau dengan santun, minta diunduhkan jurnal. Kalau caraAnda cukup sopan, semestinya ada yang rela membantu. Setelah membaca jurnalitu, perhatikan, resapi, pahami dan buat catatan penting tentang bagian yang akanAnda bicarakan. Selanjutnya dalam email pertama, lakukan sapaan singkat danmulailah menyinggung topik tersebut. Cara yang baik adalah sedikit berkomentaruntuk menunjukkan pemahaman, selanjutnya bisa ditutup dengan pertanyaansingkat tentang topik itu. Saya cukup sering melakukan ini dan selalu berhasilmendapat respon. Jika Anda khawatir dengan Bahasa Inggris Anda (atau bahasaasing lainnya), mintalah teman untuk membaca sebelum dikirim. Ini namanya KKN,Kawan Kawan Nolong.Ada kalanya, profesor yang hendak Anda hubungi ini sudah memiliki mahasiswabimbingan, baik S2 maupun S3. Dalam banyak kasus, bukan tidak mungkin salahsatu bimbingannya itu adalah orang Indonesia. Daftar mahasiswa ini biasanya akanmuncul di websitenya. Jika demikian, berusahalah mencari alamat email mahasiswatersebut jika di website tesebut tidak ada. Jika iseng-iseng anda ketikkan namanyadi Google, kemungkinan besar akan muncul alamat facebooknya. Adakah orangyang tidak memiliki fecebook di tahun 2010 ini? Tentu saja ada. Tapi orang itupastilah bukan saya atau Anda. Kalaupun itu Anda, itu adalah sebuah pengecualianyang sangat langka. Selanjutnya coba kontak mahasiswa Indonesia ini dansampaikan persoalan Anda. Ingat, setiap orang akan lebih senang menerima emailyang sopan, tidak berkepanjangan, dan tidak sibuk memamerkan kehebatan sendiri.Ingat juga, semua orang suka dipuji, meskipun banyak orang yang berkata ‖ah sayabiasa-biasa saja kok. Saya hanya beruntung saja.‖ Padahal kalau pakai helm,helmnya sudah pecah karena pujian Anda.Berkenalan lewat teman ini cukup efektif. Hanya saja kalau mahasiswa Indonesia initernyata sedang bermasalah dengan pembimbingnya itu, mungkin Anda belumberuntung. Mungkin dia tidak mau mengaku secara terus terang bahwa dia sedangbermasalah dengan pembimbingnya namun dari jawaban-jawabannya Anda tentubisa menduga arahnya. Jika rasanya tidak mungkin, janga dipaksa dan tutup
  • komunikasi dengan baik, tetap sopan dan tetap berterima kasih. Siapa tahu suatusaat Anda akan bertemu dia di bawah pembimbing yang sama. Sekedar peringatan,mahasiswa yang sedang pusing menulis tesis atau desertasi kadang aneh danmudah emosi. Bersabarlah.Jika semua lancar, jalan Anda mungkin lebih mudah karena memiliki ‘perwakilan‘yang bisa menyampaikan keinginan Anda. Perlu diingat juga, banyak profesor yangsangat ingin menambah mahasiswa tetapi sulit menemukan kandidat yang cocok.Dengan direkomendasikan oleh muridnya sendiri, dia akan lebih yakin terhadapAnda. Jika demikian, urusan akan jadi lebih mudah.Banyak orang yang bertanya pada saya, kalau mereka menguhubungi dua ataulebih profesor sekaligus dan semuanya memberikan respon bagaimana caramenolak salah satunya. Saya tegaskan, umumnya mereka profesional. Calonmahasiswa internasional yang baik memang kadang menjadi rebutan. Ini hal biasadan jangan merasa bersalah. Kalau Anda menyampaikan dengan baik, terbuka danapa adanya, mereka umumnya mengerti. Saya sekolah S2 di UNSW Sydney tetapisaat S3 saya memilih University of Wollongong yang lebih kecil. Sementara itu,supervisor S2 saya sangat ingin saya kembali ke UNSW. Saya mengatakan terusterang bahwa saya merasa akan lebih berkembang di Wollongong karena ini ini danini. Salah satu alasan penting adalah karena di Wollongong ada lebih banyak orangyang menekuni bidang yang sama sehingga punya teman diskusi yang lebih banyak.Supervisor S2 saya pun mengerti dan dia tetap memberikan reference letter yangsangat istimewa. Mereka memang profesional. Hanya saja, saya ingatkan lagi,jangan berbohong karena dunia itu sempit, apalagi bidang Anda sangat khusus.Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Anda akan bertemu dia lagi di foruminternasional. Jangan sampai Anda kagok sendiri. Intinya, memilih satu pembimbingdari sekian pilihan itu biasa, menegosiasikan topik juga biasa. Asal Anda tahu,komunikasi yang baik adalah yang sopan, elegan dan jelas dasarnya.Satu hal penting, Anda harus tahu bahwa tidak semua orang hebat itu bule. Tidaksedikit yang heran dan terkejut ketika bersekolah di Australia atau di Amerikamendapati pembimbingnya adalah orang China atau India atau Timur Tengah. Makadari itu, jangan selalu membayangkan bahwa orang yang membalas email Andaadalah orang bule. Tidak sedikit orang bukan bule yang justru sangat hebat dibidangnya. Ada beberapa kawan saya yang mengurungkan niat sekolah karena tahucalon pembimbingnya dari China. ‖Jauh-jauh sekolah ke Australia dibimbing China‖katanya. Saya mau tanya pada Anda, pernahkan Anda membayangkan Andaberkantor di belahan bumi utara atau selatan lalu suatu hari mendapat email dariseseorang dan orang itu memohon-mohon agar Anda mau menjadi pembimbingS3nya? Apa yang Anda pikirkan jika beberapa hari kemudian mahasiswa inimembatalkan gara-gara tahu kulit Anda sawo matang? Semoga Anda menemukanjawaban yang tepat untuk pertanyaan ini.Untuk meringkas, saya ulangi lagi calon pembimbing Anda adalah orang sibuk, jadiharus singkat saja. Anda wajib mencari informasi selengkap mungkin sebelummenghubungi dan jangan tembak langsung di email pertama. Ada sebaiknya mulaidengan mengapresiasi karyanya dan mengajukan pertanyaan. Bisa juga berkenalanlewat teman sesama Indonesia sehingga lebih mudah. Selain itu, perlu diingatbahwa mereka, umumnya professional, tidak mudah sakit hati, tidak juga mudah
  • tersinggung. Meski begitu, tetaplah berkomunikasi dengan sopan, menghormati danelegan. Saya ingatkan lagi, jangan terkejut kalau pembimbing anda bukan bule.Hal terakhir yang mungkin sangat ingin Anda dapatkan dari tulisan ini adalah contohemail yang baik untuk menghubungi calon supervisor. Kalau Anda agak rajin sedikitsaja dalam melakukan pencarian di dunia maya, ribuan contoh bisa Anda dapatkan.Ketik saja misalnya how to contact a professor di Googel. Meski begitu, sayaingatkan lagi, email ini mirip seperti personal statement, harus mencerminkan dirisendiri. Jangan asal salin dari sembarang tempat. Sempatkan untuk melakukanpenyesuaian sendiri. Berikut adalah salah satu contoh yang mungkin bisadipertimbangkan.Dear Prof. Arsana,I hope this finds you well.I am Andi from Indonesia, a lecturer in the Department of Geodetic Engineering atGadjah Mada University. I have read your paper concerning Australia’s extendedcontinental shelf published in latest Marine Geodesy. Thank you for writing thepaper. It is very helpful for me to understand the technicality of continental shelfbeyond 200 M from baselines. I particularly like the way you explain article 76 ofUNCLOS through simple, yet effective illustrations.I have a question to ask about Australia’s extended continental shelf in the Antarctic.From the map in your paper I understood that the part has been delineated.However, it is not part of the official submission to the UN. Could you pleaseelaborate more about this?I am interested in the issue of continental shelf and thinking of pursuing a masterdegree with this topic. I hope you can shed a light on this issue. Thank you verymuch for your kind attention and I am looking forward to hearing from you at yourearliest convenience.Sincerely yoursAndiSurat di atas mungkin sedikit agak panjang untuk mereka yang sangat sibuk.Karenanya itu bukan panduan yang harus Anda turuti. Itu hanya contoh saja yangsaya rasa akan mampu mengetuk hati calon pembimbing Anda. Kalimat terakhirtentang apresiasi dan pengaharapan atas jawaban itu adalah standar surat resmiyang sopan dan elegan. Anda boleh tiru bagian yang itu.Mendapatkan beasiswa memang ada caranya dan bisa dipelajari. Meski demikian iniadalah juga masalah common sense. Cobalah membayangkan diri sebagaiprofessor. Calon mahasiswa seperti apa yang ideal menurut Anda?PS. Apa bedanya Master by Research dan Master by Coursework?Master by research merupakan sebuah program S2 dengan proporsi dominan untukpenelitian guna pembuatan tesis. Program ini biasanya berlangsung selama 2 tahun.
  • Mata kuliah hanya sedikit (kalaupun ada), paling banyak 3 mata kuliah saja selama2 tahun itu. Biasanya mahasiswa akan menghabiskan semester pertama untukkuliah dan 3 semester berikutnya full riset dan menulis tesis.Master by coursework sebaliknya, isinya kuliah saja, tanpa kewajiban penelitianuntuk menghasilkan tesis. Tesis adalah sesuatu yang tidak wajib pada Master byCoursework. Isinya full kuliah saja, membuat tugas (assignment), ujian (mid ataupunakhir) dan setelah semuanya beres, tamatlah sudah. Meski begitu, ada jugamahasiswa Master by Coursework ini mengambil mata kuliah yang berisi komponenriset yang cukup tinggi sehingga perlu membuat mini thesis. Ini biasanya dilakukandi semester akhir. Sekali lagi ini adalah keputusan sendiri, bukan merupakansesuatu yang wajib. Program ini biasanya ditempuh dalam waktu satu tahun.Perbedaan yang menyolok dari keduanya: waktu tempuh berbeda (Master byResearch 2 tahun, Master by Coursework 1 tahun), gelarnya berbeda tetapipengakuan di Indonesia sama saja, sama-sama S2. Kalau mau melanjutkanS3, umumnya Master by Research lebih berpeluang karena dianggap sudahberpengalaman melakukan riset mandiri. Meski demikian, kenyataannya banyakjuga alumni Master by Coursework yang kemudian melanjutkan S3. Ini bukansesuatu yang tidak mungkin.Bagaimana memilih jurusan dan universitas di luar negeriThis entry was posted on March 29, 2012, in Australia, Beasiswa ADS, BeasiswaLuar Negeri, Geodesi UGM, Tips. Bookmark the permalink. 41 CommentsSaya sering mendapat pertanyaan dari pejuang beasiswa luar negeri (biasanyaAustralian Developmen Scholarship atau ADS) yang bernada seperti ini:―saya alumni jurusan xxx dari uiversitas yyy. Saat ini saya sedang bekerja di zzz.Jurusan apa yang kira-kira cocok untuk saya dan di universitas mana ya?‖Karena saya tidak bekerja sebagai konsultan pendidikan, pertanyaan ini tidak mudahdijawab. Lebih tidak mudah lagi karena bidang ilmu si penanya sangat amat jauhdengan apa yang sedang saya pelajari. Awalnya saya senyum-senyum sajamenerima pertanyaan seperti ini dan di kesempatan lain ada perasaan kurangnyaman juga. Coba dibayangkan, misalnya, ada orang yang memiliki latar belakangaktuaria (jangan khawatir, saya juga tidak tahu barang apa ini) dan tiba-tibamengirim email pada saya dan minta nasihat jurusan dan universitas yang tepat.Saya yakin seyakin-yakinnya si penanya ini tidak tahu bahwa saya adalah sarjanaTeknik Geodesi yang pekerjaannya bercengkrama dengan peta dan sekali-sekaliberurusan dengan perbatasan.Lambat laun saya menjadi terbiasa. Tidak jarang ada email yang bertanya tentangpenelitian ekonomi, linguistik, psikologi, olah raga hingga kajian gender. Percayalah,tidak mudah bagi seorang surveyor seperti saya untuk memberi masukan apalagi
  • petunjuk studi yang tepat bagi para penanya ini. Tapi biasanya saya beri masukanperihal cara memilih jurusan dan sekolah. Maka ini saya tuliskan agar bisa dibacalagi oleh siapa saja yang mengalami kesulitan serupa.Jika bidang ilmu Anda seperti bidang ilmu saya yang tidak popular, urusannyabiasanya lebih mudah. Di Australia, misalnya, tidak banyak universitas memilikijurusan Teknik Geodesi atau ilmu bumi yang spesifik seperti yang saya pelajari.Akibatnya, saya tidak mengalami kesulitan dalam memilih jurusan dan universitas.Jika Anda belajar bidang ilmu yang sangat umum seperti ekonomi atau politik,misalnya, urusannya bisa jauh lebih rumit.Pertama, seorang pelamar barus menentukan bidang kajian yang diinginkan. Jikabelum tahu bidang yang diinginkan, berarti Anda perlu menentukan dulu. Diskusisoal ini tentu saja bisa tiga hari tiga malam tidak selesai, jadi saya serahkan padaAnda untuk menentukannya. Pertimbangannya tentu saja bisa terkait pekerjaanyang dilakukan sekarang atau pekerjaan yang diinginkan di masa depan ataupassion pribadi Anda yang mungkin tidak selalu terkait dengan trend dan pekerjaandi masa depan. Silakan menimbang-nimbang dan kemudian menentukan.Percayalah, yang paling tahu hal ini adalah mereka yang menekuni bidang ini.Jika sudah cukup jelas bidang yang ingin dikaji, mulailah membaca buku atau artikeljurnal atau koran atau laporan terkait bidang tersebut. Yang perlu diutamakan adalahpublikasi ilmiah seperti jurnal terkini di bidang tersebut. Jika tidak punya aksesterhadap jurnal ilmiah, bisa menggunakan Google Scholar. Coba cari bidang kajiantersebut di Google Scholar maka artikel yang muncul dipastikan adalah artikelilmiah. Ini penting agar Anda terhindar dari informasi tidak sahih yang saat inibertebaran di dunia maya. Dengan banyak membaca bidang yang akan ditekuni,Anda mulai tahu nama ahli dan juga institusi tempat ahli itu bernaung. Denganbegini, Anda mulai bisa meraba-raba, institusi mana yang nantinya menjadi pilihan.Jika sama sekali tidak punya gambaran apa yang harus dibaca, coba main kekampus tempat Anda menamatkan S1 dulu. Coba ngobrol dengan dosenpembimbing atau teman yang jadi dosen sekedar untuk menyegarkan ingatan akankeilmuan Anda. Biasanya akan ada ide. Jika Anda sudah bekerja, ngobrol denganakademisi ini sangat bagus karena kedua belah pihak akan untung. Andadisegarkan dengan teori mapan, sang akademisi juga mendapat perspektif yangsegar dari ‗dunia nyata‘.Jika Anda akan kuliah dengan komponen penelitian yang banyak (Master byResearch atau PhD) maka membaca jurnal ilmiah ini sangat penting. Ini bisa jadimodal untuk menghubungi professor sebagai calon pembimbing. Jika Anda akansekolah dengan sistem coursework, maka membaca jurnal ini setidaknya bisamemberi gambaran institusi mana yang cocok. Jurnal itu tentu ditulis oleh seorangpakar dan pakar itu pasti bernaung di sebuah institusi. Demikianlah caranyamenentukan institusi. Jika Anda belum menemukan mood membaca karena sudahterlalu lama berada di luar ruang kelas, coba ikuti seminar di bidang keilmuan Anda.Jika malas membaca, biasanya bisa dirangsang dengan mendengar dan melihatdulu.Cara lain adalah dengan melakukan pencarian menggunakan mesin pencari sepertiGoogle. Jika sudah yakin dengan bidang kajian yang diminati maka lakukan
  • pencarian dengan kata kuncinya tertentu dengan tambahan pembatasan bahwapencarian itu khusus untuk mencari universitas saja. Caranya adalah denganmenambahkan ekstensi domain yang sesuai. JIka mencari bidang ilmu/kajian diuniversitas Australia maka harus menggunakan ekstensi domain universitasAustralia. Anda harus tahu bahwa domain institusi pendidikan di Australia adalahedu.au. Indonesia misalnya menggunakan ac.id. Amerika menggunakan edu, Inggrismenggunakan ac.uk, Belanda menggunakan nl, Singapura memakai edu.sg danseterusnya. Misalnya jika Anda ingin belajar aktuaria di universitas di Australia makacoba ketikkan di Google actuarial studies site:edu.au. Hasilnya adalah websiteinstitusi pendidikan di Australia yang ada ada kata actuarial. Jika ingin menkunipemetaan atau geodesi di Australia, coba surveying site:edu.au. Ini akanmemudahkan Anda untuk memilih.Setelah mendapatkan website beberapa universitas, kunjungi website tersebut danpelajari program yang ada di situ. Umumnya program mereka akan sangat lengkap,terutama ada silabus/kurikulumnya. Biasanya ada juga daftar mata kuliah dan isinyasecara singkat. Dengan memahami ini Anda akan mendapat gambaran yang lebihjelas apa yang bisa diharapkan jika belajar di program/jurusan tersebut. Selainmelihat programnya, perhatikan juga penelitian dan terutama publikasidosen/professor di jurusan/program tersebut. Biasanya, di websitenya akan ada linkyang menjelaskan staff/dosen/peneliti yang bekerja di tempat itu. Masing-masingstaf akan dijelaskan sedemikian rupa, misalnya soal sejarah pendidikannya,ketertarikan penelitiannya dan publikasi terkininya. Dengan memperhatikan itu, Andaakan bisa memahami seberapa produktif staf di jurusan tersebut. Semakin banyakpublikasinya, tentu semakin baik. Dari daftar publikasi itu Anda juga akan tahuseberapa cocok bidang yang Anda minati dengan keahlian orang-orang yang ada dijurusan tersebut.Selain soal publikasi, biasanya ada juga berita terkait peran jurusan itu dimasyarakat atau asosiasi profesi terkait. Misalnya, seberapa sering stafnya ikutkonferensi, mengadakan workshop, kerjasama dengan pemerintah, punya proyekdengan dunia industri dan sebagainya. Semakin banyak hal tersebut, semakinbagus peran jurusan itu di masyarakat, artinya Anda boleh menduga bahwa semakinterjamin pula kualitasnya, meskipun ini tidak selalu benar. Jika Anda berencanabelajar di universitas tesebut dengan beasiswa maka harus dicek apakah beasiswatersebut bersedia mendanai Anda untuk belajar di universitas pilihan itu. BeasiswaADS misalnya memiliki daftar universitas tertentu yang diijinkan. Jika hasil pencarianAnda tidak termasuk dalam daftar ini maka artinya Anda tidak bisa melamarBeasiswa ADS. Solusinya, pilih universitas lain atau pilih jenis beasiswa lain.Untuk mengkonfirmasi kualitas suatu jurusan/universitas, coba juga cari orangIndonesia yang sedang atau pernah sekolah di jurusan tersebut. Caranya? Denganmenghubungi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di universitas tersebut. Belumtahu caranya? Coba gunakan Google dengan kata kunci ―Indonesian Students‖―University of X‖ atau ―Perhimpunan Pelajar Indonesia‖ ―University of X‖. Jika masihkesulitan, coba lihat website oisaa.org dan cari PPI di negara yang dimaksud.Setelah ketemu kontak/website PPI suatu negara, coba tanyakan PPI di universitasyang Anda inginkan. Di Australia, misalnya, PPI itu berjenjang, mulai dari PPIAustralia Pusat yang menaungi satu negara, PPI Cabang dengan lingkup negarabagian dan PPI ranting yang berada di suatu universitas. Jika yang Anda cari
  • memang ada, pasti akan dibantu. Kalau saja Anda serius untuk melakukanpencarian ini dalam waktu 1 jam saja, saya yakin PASTI bisa mendapatkan kontak.Soal ada respon atau tidak, itu adalah cerita lain. Dengan jejaring social saat ini,mencari orang atau organisasi adalah pekerjaan yang sangat amat mudah.Kadang ada yang bertanya, selain kualitas bidang ilmu tertentu di sebuah institusi,apalagi pertimbangan lain untuk memilih universitas. Salah satu yang seringdipertimbangkan adalah rangking universitas tersebut menurut standard umum,misalnya menurut Times Higher Education. Di Australia, misalnya ada konsorsiumGroup of Eight yg mengklaim sebagai delapan universitas dengan kualitas khusus diAustralia. Anda mungkin juga ingin menjadi mahasiswa dari salah satu universitastersebut untuk alasan kualitas atau prestise. Bagaimanapun juga prestise itu pentingmeski urusan kualitas diri itu seringkali adalah urusan diri sendiri.Tulisan ini bisa menjadi satu buku yang sangat tebal karena ada banyak sekalipertimbangan dalam memilih jurusan atau sekolah di luar negeri. Yang ingin sayatekankan sekali lagi adalah bahwa memilih sekolah itu sebaiknya didasarkan padariset mendalam yang dilakukan sendiri dengan kriteria yang ditetapkan. Beberapakriteria itu sudah saya contohkan di atas. Yang jelas, bertanya pada seseorangsecara singkat dengan kalimat ―Universitas X dan Y itu bagus mana ya?‖ tidak selalumendapatkan jawaban yang memuaskan. Untuk membandingkan, harus ada kriteriayang jelas. Tidak jarang calon mahasiswa mementingkan gedung yang menterengatau lokasi yang strategis dekat pusat perbelanjaan dibandingkan jumlah koleksibuku/jurnal di perpustakaan universitas tersebut. Mana yang ingin Andabandingkan? Sepemahaman saya, tidak ada satu institusipun yang segalanya lebihbaik dari institusi lain. Rangking itu relatif, tergantung kriteria yang dipakai.Sebelum bertanya, ada baiknya kita menyempatkan diri melakukan pencariansendiri sebisa mungkin. Akan lebih baik jika kemudian kita bertanya pada orang laindengan kalimat ―saya sudah mengunjungi website universitas A, B, C dan D lalumembandingkan criteria X, Y, Z dari keempatnya. Saya kira Univesitas C ada diposisi yg lebih baik dari tiga universitas lainnya. Yang belum berhasil saya temukanadalah soal Z. Apakah Mas/Mbak bisa membantu saya mendapatkan informasi ini?‖Berkaca pada diri sendiri, saya akan jauh lebih bersemangat membantu orangdengan gaya seperti ini. Saya yakin, banyak orang lain juga demikian. Selain inibedampak sehat bagi orang yang ditanya, bersekolah pada dasarnya adalah sebuahproses pencarian mandiri. Latihan untuk Ini bisa dimulai saat mencari jurusan danuniversitas yang tepat. Selamat berjuang.Tips Beasiswa: Menulis Personal StatementThis entry was posted on June 8, 2010, in Australia, Geodesi UGM, Scholarship.Bookmark the permalink. 40 Comments
  • Tidak sedikit yang bertanya pada saya cara membuatsebuah personal statement atau statement of purpose yang diperlukan untukmelamar beasiswa atau melamar sekolah pascasarjana di luar negeri. Meskipunpernah mendapat beasiswa, saya bukanlah orang yang ahli soal ini dan tidakmemiliki kualifikasi resmi untuk menilai sebuah personal statement (PS).Menariknya, setelah saya mengecek di internet, ada banyak sekali tips pembuatanPS yang disediakan oleh berbagai institusi dan berbeda satu sama lain. Tidakmudah bagi saya untuk mengatakan mana yang baik dan mana yang buruk. Meskidemikian, toh saya memang pernah membuat PS dan dengannya saya mendapatbeasiswa. Oleh karena itu, ketika diminta mengisi workshop di UII Yogyakartabeberapa waktu lalu, yang saya andalkan bukanlah teori, tetapi pengalaman. Yangsaya tawarkan kepada peserta bukanlah petunjuk teknis membuat PS tetapipengalaman saya dalam membuat PS yang akhirnya membuat saya mendapatbeasiswa.Ada beberapa hal yang ketika itu saya kemukakan, gabungan antara pengalamandan hasil membaca. Yang utama, kita tidak sedang berbohong. PS memang haruscantik, tetapi dia tidak boleh merupakan kebohongan hanya untuk menipu pembaca.We are not putting lipstick on a pig. Meski tidak boleh bohong, kita mengenal apayang disebut ‗kemasan yang baik‘. Good packaging, kalau istilah orang-orang bule.Selain itu, kita harus menghindari penggunaan kata-kata bombastis/terlalu generik.Sebaiknya menggunakan contoh nyata yang menggambarkan kita memiliki sifat dankemampuan yang baik. Dalam workshop di Jogja saya membandingkan antara DasaDharma Pramuka yang sangat normatif dan mendayu-dayu dengan kalimat lain,misalnya ―Saya ditugaskan membuat proposal penelitian HIV/AIDS di tahun 2006.Saya selesaikan dalam dua hari dengan hasil baik dan proposal tersebut didanaioleh WHO. Sejak itu, dosen saya selalu mempercayakan pekerjaan serupa kepadasaya.‖ Saya ingin menunjukkan bahwa contoh nyata akan lebih baik dibandingkanjargon bombastis seperti ―bertanggung jawab dan dapat dipercaya‖ atau ―suci dalampikiran, perkataan, dan perbuatan‖.Karena PS harus ditulis dalam bahasa asing (umumnya Inggris) maka saya jugaingatkan bahwa bahasa adalah persoalan sikap hidup. Jika tidak bisa berkomunikasi
  • yang baik dalam bahasa ibu, jangan berharap bisa memukau dalam bahasa asing.Maka dari itu, belajar santun dan efektif dalam berkomunikasi dalam bahasa ibuakan sangat membantu dalam menyusun PS dalam bahasa asing. Lebih lanjut sayakemukakan sepuluh larangan dan anjuran dalam membuat PS seperti yangdisarankan oleh sebuah situs yang direkomendasikan oleh MIT di Amerika Serikat.Meskipun tidak harus diikuti seratus persen, tips semacam ini perlu diperhatikan.Yang lebih penting, perguruan tinggi yang hendak kita tuju biasanya menyediakantips tersendiri yang mungkin berbeda dengan yang disediakan oleh pihak lain.Perhatikan dan utamakan tips dari perguruan tinggi yang kita tuju tersebut.Sebenarnya contoh PS sangat banyak di dunia maya. Dengan mengetikkan,misalnya, ‖personal statement sample‖ maka Anda akan menemukan banyak sekalicontoh. Di sinilah kita harus jeli memilih. Sekali lagi, perlu diperhatikan bahwasebaiknya kita mengacu pada sumber yang disarankan oleh perguruan tinggi yangkita tuju. Selain itu, dalam menggunakan contoh/template, tentu saja kita harusbijaksana. Menyalin apa adanya dengan hanya mengganti nama dan bagian pentinglainnya tentu saja tidak disarankan. Kita akan terdengar ‘palsu‘, tidak orisinil.Bayangkanlah kalau Anda menjadi seorang anggota tim penyeleksi dan menemukanada seorang peserta menggunakan lamaran yang disalin dari buku atau dariinternet. Rasanya tidak sulit untuk mengetahuinya, apalagi jika kemudiandibandingkan dengan gaya bahasa orang tersebut di dokumen lainnya sepertiformulir pendaftaran, CV, dll. So, be yourself!Pada akhirnya, PS adalah masalah personality. PS adalah cerminan kepribadianyang membedakan seseorang dengan kandidat lainnya. PS harus khas dan benar-benar mencerminkan diri sendiri. Meskipun berhasil ‘menipu‘ dengan PS yangmembuai-buai, suatu saat akan ketahuan juga. Serapi-rapinya seekor srigalamenyembunyikan tubuhnya dalam bulu domba, suatu saat dia akan meraung juga.Maka dari itu, buatlah PS yang benar-benar mencerminkan kepribadian Anda.Jika ingin melihat PS yang pernah saya buat, silakan unduh di sini. Sekali lagi sayategaskan, PS ini bukanlah model yang harus dijadikan acuan, hanya untukperbandingan. Jika dibandingkan dengan berbagai tips yang tersebar di dunia maya,bisa jadi PS ini banyak kelemahan dan kesalahannya. Hanya saja, dengan PS inisaya telah diterima beasiswa Endeavour Australia yang katanya fenomenal itu,meskipun dengan berat hati harus saya tolak karena suatu alasan yang baik.Selamat berjuang.
  • Writing Your Grad School Personal StatementYou want to create a statement of purpose that highlights your strengths and uniquequalifications as a student and as an individual. This task can pose quite achallenge, especially when your competition is fierce, your time is limited, and youhave no idea what you should write about.The experienced staff of consultants and editors at Accepted.com has been helpinggrad school applicants like you gain acceptance to top graduate school programssince 1994. We will ensure that you distinguish yourself from the competition byhelping you craft a compelling statement of purpose that presents you at your best.We will help you work efficiently to brainstorm, outline, and edit your graduate schoolpersonal statements until they are of "Accepted!" quality.We offer expert advising and editing services and invaluable free resources:Personal Statement Resources for Grad StudentsPrepping for Grad School Apps Grad School Sample EssaysGrad Admissions Ebooks Five Fatal Flaws to AvoidGrad School Admissions Consulting and EditingEssay Editing Letters of RecommendationWait-List Letters Client FeedbackWhy Choose Accepted Service RequestIn fact, lets get started on your grad school personal statement right now byclarifying a few things.What is a Graduate Statement of Purpose or Personal Statement?It is an essay that demonstrates your qualifications for and your commitment to yourchosen academic field. You do this by discussing the people, events, andexperiences that have inspired you to bring you to this junction in your life. Theessay should be vibrant with details and examples, and should scream to the adcomreaders, "This is a person worth getting to know!"Thats a tall order for a 2-3 page essay!The following tips will help you write a persuasive, vibrant statement of purpose—one that transforms you from a bland collection of test scores and classes into anexciting human being.Ten Dos and Donts for Your Statement of Purpose
  • The Dos 1. Unite your essay and give it direction with a theme or thesis. The thesis is the main point you want to communicate. 2. Before you begin writing, choose what you want to discuss and the order in which you want to discuss it. 3. Use concrete examples from your life experience to support your thesis and distinguish yourself from other applicants. 4. Write about what interests you, excites you. Thats what the admissions staff wants to read. 5. Start your essay with an attention-grabbing lead -- an anecdote, quote, question, or engaging description of a scene. 6. End your essay with a conclusion that refers back to the lead and restates your thesis. 7. Revise your essay at least three times. 8. In addition to your editing, ask someone else to critique your statement of purpose for you. 9. Proofread your personal statement by reading it out loud or reading it into a tape recorder and playing back the tape. 10. Write clearly, succinctly.The Donts 1. Dont include information that doesnt support your thesis. 2. Dont start your essay with "I was born in...," or "My parents came from..." 3. Dont write an autobiography, itinerary, or resume in prose. 4. Dont try to be a clown (but gentle humor is OK). 5. Dont be afraid to start over if the essay just isnt working or doesnt answer the essay question. 6. Dont try to impress your reader with your vocabulary. 7. Dont rely exclusively on your computer to check your spelling. 8. Dont provide a collection of generic statements and platitudes. 9. Dont give mealy-mouthed, weak excuses for your GPA or test scores. 10. Dont make things up.Its Not All About Content…Persuasive writing requires more than just good content. If youre going to draw (andthen keep) the attention of the adcom readers, youre going to need to employ stellarwriting techniques as well. The most fascinating content can be all but ruined by poorstyle, erroneous grammar or vocabulary, typos, and incorrect usage.You may call the process of editing nit-picky and boring, but believe us when we tellyou that it is essential step to creating a prized essay. If you are not confident aboutyour writing or editing skills, we can help you. Our experienced editors will do morethan just dot your is and cross your ts; they will help you make sure that yourcontent is engaging, that there are no stylistic, grammatical, or other errors in youressay, and that you are truly presenting your best work possible. BrowseAccepted.coms review and editing services for more information.
  • If you feel like you need advising on the content front as well, then you may chooseto purchase one of Accepteds complete packages which provide one-on-one,personalized assistance every step of the way.By Linda Abraham, Founder and President of Accepted.comCara Membuat Proposal Penelitian untuk Beasiswa Luar NegeriThis entry was posted on June 26, 2012, in Australia, Beasiswa ADS, Beasiswa LuarNegeri, Books, Contemplations, Geodesi UGM, Scholarship, Tips and taggedaustralian development scholarship, proposal seminar. Bookmark the permalink. 43CommentsThe Proposal – movieUntuk melamar sekolah dan beasiswa, kita kadang diharapkan mengajukanproposal penelitian/riset (research proposal) untuk tesis atau disertasi. Hal ini wajibbagi mereka yang akan sekolah S3 atau S2 dengan penelitian (master by research).Banyak yang bertanya perihal proposal riset ini pada saya. Saya biasanyamenjawab sesuai pengalaman saja, tidak ada teori berlebihan. Satu hal yang selalusaya sampaikan, meskipun pernah diterima, proposal saya juga pernah ditolak.Anggap saja tulisan ini pelengkap dari pencarian teman-teman yang sudah sangatintensif. Jika ini adalah tulisan pertama tentang proposal riset yang dibaca, janganpercaya begitu saja, silakan baca tulisan lainnya.Ibu saya, meskipun tidak sekolah, sering penasaran dengan apa yang saya lakukan.Beliau rajin menanyakan istilah-istilah asing seperti konferensi, proposal, seminar,presentasi dan sebagainya. Tentu saja heran karena beliau tidak pernah
  • menyiapkan anaknya bergaul dengan hal-hal aneh seperti itu. Saya bilang, proposalini adalah usul. Kalau kita punya satu maksud maka kita perlu sampaikan dalambentuk usulan. Tujuannya agar pihak lain mengerti dan kemudian mendukungusulan itu. Proposal riset juga demikian.Proposal itu bisa seratus halaman, bisa juga hanya satu halaman, tergantung untuksiapa proposal itu dibuat. Gagasan yang hebat sekalipun bisa disampaikan dalamsatu lembar proposal. Kita akan diskusi proposal versi kedua yaitu versi pendekuntuk kepentingan melamar beasiswa luar negeri. Saya akan mengacu padakerangka pertanyaan proposal di formulir beasiswa ADS (Australian DevelopmentScholarship). Di formulir tahun 2013 halaman 15-16 ada pertanyaan-pertanyaanyang harus dijawab. Jika semua pertanyaan itu dijawab dengan baik, maka kitasudah menghasilkan sebuah proposal penelitian.Pertama, judul/tema harus tegas dan menarik. Judul atau tema sebaiknyamenunjukkan isi penelitiannya sendiri. Dengan membaca judulnya, orang harussudah bisa membayangkan isinya. Kita tidak sedang membuat film atau novelmisteri, apalagi sinetron. Masih ingat sinetron ―Tersanjung‖? Mengapa judulnyaharus ―Tersanjung‖ sementara inti ceritanya bukan soal sanjungan atau menyanjung.Bagaimana dengan judul ini ―Study on Error Measurement on Several StandardSetting Methods‖? Bisakah kita langsung menebak bidang kajiannya? Sekilasmungkin terdengar bagus, tetapi saya yakin orang yang tidak sebidang ilmu akanmenebak-nebak. Saya bahkan menduga ini bidang teknik/sains, ternyata ini terkaitpendidikan. Is it just me? Judul yang saya pilih ketika mendaftar ALA adalah―Challenges and Opportunities in the Delimitation of Indonesian Maritime Boundaries– A Legal and Technical Approach‖Kedua, latar belakang harus jelas dan mendukung. Apa sih yang membuat kita inginmeneliti itu? Apa yang kita saksikan di sekitar kita? Apa yang kita baca? Apa yangsedang jadi persoalan? Fakta dan fenomena apa yang terjadi atau teramatisehingga kita merasa perlu adanya penelitian? Penelitian saya didukung oleh faktabahwa Indonesia memiliki sepuluh tetangga yang dengannya perlu menetapkanbatas maritim dan belum tuntas hingga hari ini. Fenomena lain adalah bahwadengan batas yang belum tuntas itu sering ada insiden di perbatasan. Tentu banyakcontoh yang bisa disebutkan. Insiden ini merugikan banyak pihak seperti nelayandan lain-lain. Ketidakjelasan batas ini juga menyulitkan pengelolaan danpemanfaatan sumberdaya laut. Maka dari itu perlu ada usaha untuk menyelesaikanbatas maritim ini. Penelitian yang serius terhadap ini jelas diperlukan. Bagaimanadengan bidang Anda?Ketiga, sampaikan pernyataan penelitian dan maksud dengan tegas. Maksud(purpose) ini kadang bermakna sama atau kabur dengan tujuan (objective) danseringkali penggunaanya tertukar tanpa masalah. Dari pustaka yang saya baca danpengalaman, ‗maksud‘ adalah sesuatu yang lebih filosofis mendasari sebuah riset.Untuk menyatakan maksud, sebaiknya menggunakan kata-kata seperti discover,explain, evaluate, explicate, infer dan sejenisnya. Maksud dari penelitian sayamisalnya adalah ―to evaluate existing approach in the delimitation of Indonesia’smaritime boundaries with its neighbours and to propose possible improvement.‖
  • Di form ADS, pertanyaan purpose ini juga harus dilengkapi dengan keunikanpenelitian yang diusulkan. Intinya bahwa usulan penelitian kita harus berbedadengan yang lain. Meskipun bagus dan penting tetapi kalau sudah ada yangmelakukan hal yang persis sama, tentu ini tidak unik. Dengan kata lain, penelitian itutidak perlu dilakukan karena sudah dilakukan orang lain.Inti dari sebuah penelitian adalah melengkapi yang sudah ada atau melakukan apayang belum dilakukan. Sederhananya, kita tidak akan melakukan hal yang persissama dengan apa yang sudah pernah dilakukan orang lain. Dalam ungkapanBahasa Inggris disebut bahwa kita tidak ―reinventing the wheel‖. Maka dari itu kitaperlu membaca penelitian yang sudah ada di bidang terkait untuk memastikan kitamengetahui perkembangan bidang tersebut dan menjamin bahwa apa yang kitalakukan tidak mengulang apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Membaca jurnal,laporan resmi, dan buku menjadi sangat penting dalam hal ini. Kita tidak bisamengatakan ―penelitian ini unik dan belum pernah dilakukan‖ tanpa mendalami atausetidaknya membaca penelitian orang lain di bidang tersebut. Kita juga tidak bisamengatakan penelitian ini baru dan unik hanya karena ada seorang professor yangkita kenal mengatakan demikian secara lisan. Di sinilah perlunya literature review.Dalam membuat proposal untuk beasiswa seperti ADS yang biasanya singkat, tentukita tidak bisa sampaikan semua teori. Cukup sampaikan beberapa pustaka utamauntuk menunjukkan bahwa kita sudah mengikuti perkembangan ilmu tersebut danpaham sampai di mana perkembangan riset terkait sehingga kemudian kita bisamelangkah maju berdasarkan apa yang sudah diteliti orang lain. Ini bisa jugadiistilahkan dengan ―finding the gap‖ atau mencari ―novelty‖ atau kebaruan daripenelitian kita. Kalimat yang bisa disampaikan misalnya ―researches concerning blahblah blah have been carried out by blah blah blah revealing that blah blah blah.While those researches have contributed significantly to the development of blahblah blah, none of those researches have managed to address the blah blah blahaspects of it. This proposed research is aimed at analysing the blah blah blahaspects of the issue to contribute what have been missing in the existingdiscourses.‖Intinya, keunikan itu bisa ditegaskan dengan menyatakan bahwa riset kita akanmenggunakan metode baru yang belum pernah, atau menggunakan pendekatanbaru, atau membahas kasus yang sama sekali baru, atau menggabungkanbeberapa metode di bidang lain yang belum pernah diuji, atau melengkapikekosongan (filling the gaps) dan lain-lain. Perlu diperhatiian bahwa penelitian unikitu tidak selalu berarti harus benar-benar menemukan sesuatu yang spektakuler.Penelitian tidak selalu tentang menemukan roket untuk pergi ke bulan pulang pergidalam waktu sehari.Hal selanjutnya adalah hipotesis. Memang tidak semua penelitian itu perlumenyampaikan hipotesis tetapi umumnya ada hipotesis atau dugaan yang ingindibuktikan. Dalam kasus penelitian terkait batas maritim, hipotesis yang bisadisampaikan misalnya ―pendekatan XXX yang diterapkan saat ini tidak efektif danperlu diperbaiki dengan pendekatan baru yaitu pendekatan XXX.‖ Kalau proposalnyaberbahasa Inggris tentu tinggal diterjemahkan. Hipotesis ini tentu saja didasarkanpada penelusuran yang cukup intensif. Di sinilah perlunya membaca penelitianterkait sebelum menulis proposal. Tanpa membaca penelitian terdahulu kita tidak
  • bisa membuat hopotesis. Mengutip Will Smith dalam film Hitch, ―You can’t reallyknow where you’re going until you know where you’ve been‖. Kita memang tidakakan tahu ke mana mana penelitian ini kita arahkan jika tidak tahu persis sudahsampai di mana perkembangan riset saat ini. Hipotesis juga tidak harus selalubenar. Bisa saja hasil penelitian kita nanti menyimpulkan bahwa hipotesis kita salah.Selanjutnya adaah menjelaskan tujuan penelitian atau objectives. Secarasederhana, tujuan ini merupakan bentuk rinci dan lebih teknis dari maksud(purpose). Tujuan merupakan penjabaran dari maksud menjadi sesuatu yang lebihterukur. Dalam kasus penelitian saya misalnya, tujuannya bisa 1) mendeskrispikandan menjelaskan status batas maritim Indonesia terkini, 2) mengindentifikasi batasmaritim yang memerlukan penetapan baru, 3) mengidentifikasi tantangan danharapan/kesempatan terkait penetapan batas maritim di masa depan dan 4)menganalisis dan menyajikan opsi batas maritim yang sesuai untuk Indonesia dannegara tetangga. Intinya, sekali lagi, tujuan atau objective adalah pejabaran darimaksud atau purpose penelitian.Untuk bagian metodologi, kita harus menjabarkan cara atau metode kita dalammencapai maksud dan tujuan penelitian. Sampaikan apakah akan mengandalkankajian pustaka saja (literature review) atau disertai dengan eksperimen, wawancaraatau Focus Group Discussion (FGD). Jika melibatkan data, sampaikan sumber dataserta bagaimana data itu diperoleh dan diolah. Perlu disampaikan juga perangkatyang digunakan untuk mengolah dan metode yang dipakai. Yang tidak kalah pentingadalah rencana penelitian dalam bentuk jadwal. Jika belum tahu pasti soal ini makabisa dibuat kalimat umum yang membuat pembaca proposal mendapat gambaranmenyeluruh. Akan lebih baik jika proposal dilengkapi dengan satu pernyataan bahwakita sudah melakukan langkah-langkah tertentu sebagai persiapan. Misalnya, kitasudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait yang akan bisa menyediakandata. Dukungan dari instansi penyandang dana juga perlu disampaikan jika sudahada.Kesiapan seorang peneliti juga dinilai dari pengalamannya. Untuk mendaftar S3,biasanya diharapkan orang yang sudah penah meneliti. Maka dari itu penting untukmenyantumkan daftar publikasi, misalnya jika sudah pernah menulis di jurnal atauikut konferensi. Hal ini akan meyakinkan pembaca proposal bahwa kita memilikikesiapan yang lebih karena sudah pengalaman. Jika belum pernah menulis samasekali, bisa juga sampaikan pengalaman yang mendukung, misalnya pernahmenjadi asisten peneliti terkait, pernah terlibat dalam pembuatan laporan yang tidakditerbitkan, pernah menulis skpripsi yang terkait, pernah menjadi asisten professor dibidang terkait meskipun belum pernah meneliti secara sistematis. Intinya, sampaikansaja apapun yang bisa menguatkan bahwa kita memiliki kesiapan untuk meneliti dibidang itu. Tentu saja akan lebih bagus kalau sudah pernah publikasi di jurnal ataumajalah. Maka dari itu, jika kita membaca tulisan ini dan merencanakan akansekolah S2/S3 dalam waktu dua atau tiga tahun lagi, pastikan kita melakukanpenelitian pendahuluan dan pernah membuat publikasi. Ingat juga, publikasi adalahtulisan yang diterbitkan secara resmi di jurnal yang dinilai oleh rekan sejawat/ahliatau dipresentasikan di sebuah konferensi. Menulis blog atau catatan pribadi tidakbisa dimasukkan dalam kategori publikasi ilmiah meskipun yang ditulis terkait eratdengan bidang penelitian.
  • Setelah semua perihal ilmiah tercakup, kadang perlu menyampaikan institusi yangtepat untuk proposal tersebut. Sampaikan mengapa kita memilih sebuah institusi,misalnya. Yang jelas sampaikan alasan yang mendukung misalnya, kampustersebut memiliki pusat studi yang relevan, memiliki banyak ahli di bidang terkait danadanya mahasiswa S2 dan S3 yang meneliti bidang terkait. Atau mungkin karenauniversitas tersebut memiliki program pendidikan yang secara formal memangmengajarkan bidang yang kita minati, misalnya program S2 dengan konsentrasi dibidang yang sesuai. Intinya, kita harus melakukan penelitian secara intensif denganmembaca sebanyak mungkin informasi tentang universitas yang kita tuju terlebihdahulu sebelum menulis proposal. Coba lihat tulisan saya terkait memilih universitas.Selain institusi, kadang kita juga perlu mencantumkan calon pembimbing/supervisorkita untuk S2 atau S3 nanti. Jika sudah kenal tentu tidak ada masalah. Jika belummaka ini bisa jadi masalah tersendiri. Intinya kita harus menjalin kontak terlebihdahulu dengan calon supervisor ini. Coba baca tulisan saya terkait caramenghubungi calong pembimbing. Setelah mendapat nama, tentu kita harusmejelaskan alasannya mengapa orang ini dipilih. Keahlian tentu saja menjadi alasanutama yang dibuktikan dengan jumlah publikasinya di jurnal atau di konferensi ataubuku yang ditulisnya. Keterlibatan dia di organisasi profesi, misalnya menjadipresiden asosiasi profesi internsional, adalah salah satu alasan yang baik. Intinya,sampaikan mengapa dia layak jadi supervisor. Jika ada alasan pribadi, misalnyamerasa cocok bekerjasama dalam bidang ini karena sebelumnya pernah penelitianbareng, silakan sampaikan.Bagian yang sangat penting dalam membuat proposal penelitian untuk melamarbeasiswa adalah menunjukkan manfaat penelitian itu bagi Indonesia. kita harusmemikirkan ini dengan seruis dan menjawab dengan tepat. Di sini kita perlu tahupersoalan Indonesia yang terkait penelitian kita dan bagaimana penelitian itu akanmemberi solusi atau setidaknya membuat pemahaman terhadapnya jadi lebih baik.Semakin spesifik, semakin bagus. Misalnya sebaiknya tidak mengungkapkan istilah-istilah umum seperti ―dengan penelitian ini maka persoalan tentang ini akan bisadiatasi‖. Yang lebih bagus misalnya ―penelitian dari X dan laporan dari lembaga Anumenunjukkan persoalan di Indonesia terkait dengan A, B dan C. Sementara itu,penelitian ini diharapkan akan menghasilan P, Q dan R yang secara langsung bisadimanfaatkan untuk menanggulangi persoalan A, B dan C. Secara spesifik, akan halini akan dilakukan dengan cara ini dan itu.‖Proposal yang baik juga harus menyertakan informasi apakah akan melibatkan kerjalapangan (field work) atau tidak. Jika ya, lebih baik menjelaskan fieldwork ini denganrinci. Saya paham, umumnya para pelamar beasiswa belum memiliki gambaranbagaimana hal ini dilakukan. Sampaikan saja secara umum bahwa data untukpenelitian ini akan diperoleh dari lembaga A, B dan C dan memerlukan interaksilangsung untuk memperolehnya. Selama penelitian, Anda akan melakukankunjungan untuk penelitian lapangan ke A, B dan C yang direncanakan akandilakukan pada tahun kedua. Selama fieldwork itu, jelaskan bahwa kita akanmelakukan komunikasi pendahuluan dengan instansi terkait dan meminta orang-orang tertentu untuk membantu, bisa juga sebagai pembimbing lapangan. Jelaskandengan estimasi berapa lama penelitian lapangan itu akan berlangsung dansumberdaya apa saja yang diperlukan. Misalnaya selain tiket PP dari Australia kelokasi, kita juga akan memerlukan akomodasi dll. Dalam hal ini kita harus tahu persis
  • apakah biaya ini bisa ditanggung oleh penyedia beasiswa atau tidak. Jika tidak,sampaikan bagaimana strategi kita mengatasi masalah itu. Misalnya, sampaikanbahwa di lokasi tersebut kita memiliki saudara yang bersedia membantu akomodasi,misalnya. Hal ini nampak sederhana dan kecil tetapi bisa menguatkan prosposalkita. Tentu saja hal ini tidak harus dijadikan isu utama, tetapi pendukung yangmenguatkan. Hal utama tentu saja adalah konten ilmiah dari proposal tersebut.Sebagai penutup, coba bayangkan diri kita menjadi seorang penilai atau pengujiproposal penelitian. Apa yang membuat kita yakin proposal itu layak diterima? Cobarenungkan. Coba juga tanyakan hal-hal berikut: 1. Apa sih yang mau dilakukan peneliti ini? Maksusnya apa, tujuannya apa? Lalu latar belakangnya apa kok dia mau meneliti topik ini? 2. Mengapa penelitian ini perlu dilakukan. Kalau tidak dilakukan bagaimana? 3. Penelitian ini memang baik, tapi apakah memang masih perlu diteliti? Apakah belum ada penelitian lain? Apa bedanya/kelebihannya dengan penelitian yang sudah ada? 4. Bagaimana cara dia melakukannya? Apakah hanya baca buku saja di perpusatakaan atau akan tenggelam di lab atau jalan-jalan wawancara orang- orang di lapangan. Lalu mengolah datanya bagaimana sehingga maksud dan tujuannya tercapai? 5. Mampukah orang ini melaklukannya? Kesiapan akademisnya bagaimana? Dukungan pihak luar bagaimana? Dukungan dana? 6. Dan banyak lagi pertanyaan yang mungkin muncul. Coba renungkan dan jawab pertanyaan itu di proposal. Semakin banyak pertanyaan yang bisa dijawab oleh proposal itu, semakin bagus dia dan semakin berpeluang untuk diterima.Akhir kata, saya kembali tegaskan bahwa tulisan ini tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan dan saya tidak pernah mengklaim ini tips yang pasti membuatproposal Anda diterima. Meski demikian, saya memang pernah membuat proposaldengan cara yang sama dan diterima. Di luar semua hal-hal yang rumit, selalulahingat bahwa proposal, seperti yang saya jelaskan ke ibu saya, adalah usulansemata, tidak lebih dari itu. Dia akan diterima jika bisa menjawab semua (atausebagian besar) pertanyaan dan keraguan dari mereka yang menerima usul itu.Lihat juga contoh proposal yang pernah saya buat. Selamat berjuang.PS. Baca juga: Panduan menulis proposal