Jurnaltayana
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
803
On Slideshare
803
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
11
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PERANCANGAN JARINGAN SISTEM KOMUNIKASI FIBER OPTIK UNTUK APLIKASI DIGITAL BILLBOARD DI KOTA CIMAHI Moch Yana H. 1 Akhmad Hambali, Ir, MT 2 Ida Wahidah, ST, MT 3 1, 2, 3 Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi TELKOM Bandung 1 2 3 yana_jadid@yahoo.com hbl @stttelkom.ac.id idw@stttelkom.ac.id Jl. Telekomunikasi, Dayeuh kolot Bandung 40257 Telp (022) 7564108 Indonesia Abstraks Mobilitas yang sangat tinggi dari user pada era sekarang ini berimplikasi pada kebutuhan user akan informasikapan dan dimanapun user berada, termasuk di jalan raya. Billboard yang selama ini kita lihat secara umum bersifat statissehingga tidak menjadi efektif lagi sebagai sarana yang signifikan mempengaruhi user di era digital ini. Maka munculahdigital billboard, untuk bisa mentrasmisikan informasi multimedia, maka diperlukan bandwidth yang lebar, media transmisiyang handal yang dapat mentransmisikan data rate yang tinggi untuk digital billboard, dalam tugas akhir ini digunakanfiber optik untuk perancangan jaringan. Pencarian informasi pemasangan digital billboard melibatkan tiga dinas Pemkot Cimahi terkait yaitu, Dinaspenyehatan lingkungan dan kebersihan, Dinas Pendapatan Daerah, dan Badan pembangunan daerah dengan memintabeberapa data dan wawancara. Survey dilakukan untuk mengetahui kondisi real. Topologi optimum didapatkan denganmenggunakan algoritma prim. Mencari perangkat eksisting untuk optik dan pendukung jaringan. Perhitungan manual danjuga Microsoft excell untuk sinkronisasi hasil perhitungan Power Link Budget dan Rise Time Budget. Perhitungan bit ratetransmisi yang outputnya didapatkan line coding yang tepat, perhitungan bit rate digital billboard terakhir memperkirakanwaktu transfer delay total selama proses pengiriman data. Hasil dari pemkot diperbolehkan 12 digital billboard, satu titik ditolak karena termasuk daerah khusus. Optikmelalui jalur jalan raya dengan pemasangan di bawah tanah. Topologi kombinasi bus dan star yang menggunakan 13.36km fiber optik Multimode Graded Index. Power Link Budget titik terdekat Server BITC ke Pintu Gerbang Baros 1terpenuhi dengan Pin receiver 34.428 dB, dan power margin sebesar -28.572 dBm dan rise time budget terpenuhi Ttotal =62.71497248 ns, dengan bit rate transmisi di bawah 11.1 Mbps dengan line coding NRZ, bit rate digital billboard 43.2Mbps, Total Waktu Transfer dari BITC ke BAROS 1 sebesar 9.059 sekon untuk file sebesar 10 Mbyte dari server..Kata Kunci:Digital Billboard,Rise Time Budget,Power Link Budget,NRZ,Bit rate,Multimode
  • 2. Abstract User’s high mobility in the present era implies the user’s need for information, whenever and wherever he/shestands, including in the roadways. A billboard seen so far is generally static so that it ineffectively becomes significant toolswhich affect user in this digital era. Digital Billboard functions to transmit multimedia information. To transmit them, widebandwidth, which is reliable transmission media, is needed. However, the digital billboard in the present research usedoptical fiber for network designing. The information searching about digital billboard installation involved three (3) institutions of Cimahi localadministration; those are environmental sanitation and hygiene services (Dinas penyehatan lingkungan dan kebersihan),Regional Revenue Office (Dinas Pendapatan Daerah), and Regional Development Agencies (Badan Pembangunan Daerah)by seeking several data as well as interviews. Surveying was performed to recognize the real condition. Optimum Topologywas gained by using algorithm prim. The next step is by searching existing device for optic and networking support. Then,manual and Microsoft Excel calculation were performed to synchronize the calculation of power Link Budget and RiseTime Budget. The calculation of bit rate transmission of which the output gained a correct line coding, the latest calculationof digital Billboard bit rate estimated total time delay transfer during the process of data transferring. The result of the local administration permitted twelve (12) digital billboards, with the rejection of one point bythe local administration since it belongs to specific area. The optics via highway was installed underground. Topology withthe combination of bus and star was using 13.36 km fiber optic multimode Graded Index. The closest point of Power linkbudget is Server BITC to Pintu Gerbang Baros. The Pin receiver fulfilled 34.428 dB, and power Margin in the amount of -28.572 dBm and rise time budget fulfilled Ttotal = 62.71497248 ns, with transmission bit rate below 11.1 Mbps with linecoding NRZ, bit rate digital billboard 43.2 Mbps, the Total Time to transfer from BITC to BAROS 1 is 9.059 seconds for 10Mbyte of files from server.Keywords: Digital Billboard,Rise Time Budget,Power Link Budget,NRZ, Bit rate, MultimodeI. PENDAHULUAN Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Informasi dalam digital1.1 Latar Belakang billboard akan semakin berkualitas, update, dan mudah Informasi yang akan menjadi trend masa kini dan penggantian content informasi dalam digital billboardmendatang adalah informasi yang bersifat karena dengan melakukan setting dari satu server makatripleplay/broadband dengan bandwidth yang lebar digital billboard dalam suatu jaringan akan berubah secarasehingga dapat ditransmisikan informasi voice, data, dan broadcast ataupun hanya untuk digital billboard tertentu,multimedia dalam kapasitas yang besar dengan delay yang dan akan berdampak pada revenue perusahaan atau instansisemakin kecil dan juga BER yang kecil. Billboard pun pemerintah yang memasang informasi pada digitaltidak akan bersifat statis lagi, yang muncul adalah digital billboard.billboard yang bersifat dinamis yang dapat mengakomodirinformasi tripleplay yaitu voice, data, dan multimedia Perancangan jaringan sistem komunikasi yangdengan resolusi gambar yang tinggi karena informasi memungkinkan untuk melakukan tripleplay pada digitalditransmisikan melalui kanal yang memiliki bandwidth billboard adalah jaringan fiber optik. Fiber optik sebagaiyang besar. Digital billboard akan semakin berkembang media transmisi fisik guided channel memiliki jangkauankedepan karena promosi akan lebih efektif dan lebih dari 550 meter sampai ratusan kilometer lebih jauhmenarik bagi user, terbukti dengan begitu semaraknya dibandingkan jenis saluran transmisi yang lain, denganpemakaian digital billboard di luar negeri terutama di frekuensi mencapai 10^14 GHz, tahan terhadap interferensinegara-negara maju, sedangkan di Indonesia masih belum elektromagnetik/immunty from elektomagnetic interferenceterlalu banyak hanya kota-kota besar tertentu seperti, (EMI) dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih
  • 3. tinggi. Pemilihan Kota Cimahi dikarenakan belum adanya 3. Jumlah server hanya satu di Kota Cimahi denganjaringan fiber optik untuk aplikasi digital billboard di Kota jumlah node display sesuai dengan yang diijinkan diCimahi, selain itu juga karena Kota Cimahi merupakan kota Kota Cimahi.urban dari kota Bandung, begitu pentingnya kota urban 4. Tidak membahas masalah keamanan jaringan.Cimahi bagi kota Bandung, dan kota ini cukup besar 5. Masalah yang menjadi fokus dalam sistem komunikasipertumbuhan ekonomi dari perdagangan dan juga dari optik yang dibahas adalah parameter link budget dansektor wisata. Diharapkan dengan adanya pemasangan rise time budget.digital billboard di Kota Cimahi akan menambah nilai 6. Topologi jaringan tidak hanya fixed satu jenis topologitambah bagi sektor birokrasi, ekonomi, dan juga sektor tetapi bisa merupakan kombinasi dari topologi jaringanwisata. yang ada. 7. Daya sinyal output Server Konstan.1.2 Tujuan Penelitian 8. Tidak membahas masalah kondisi eksisting dikarenakan1. Terbentuknya perancangan topologi jaringan optik yang belum didapatkan data perancangan jaringan optik tepat untuk digital billboard di Kota Cimahi. digital billboard dalam suatu kota menggunakan fiber2. Mendapatkan parameter perancangan jaringan fiber optik dan keterbatasan pengambilan data pada optik terutama yang terkait dengan Power Link Budget perusahaan digital billboard. dan Rise Time Budget yang paling tepat dalam 9. Tidak membahas masalah modulasi. perancangan jaringan sesuai dengan informasi, 10. Tidak membahas masalah cost. kebutuhan bandwidth, dan jarak transmsi. 11. Tidak membahas sampai kepada aspek bangunan dan3. Menentukan kebutuhan komponen perangkat jaringan tata penempatan dalam jalan. untuk digital billboard. 12. Tidak dibahas masalah detail sistem perangkat pada4. Menjadi blue print/rekomendasi perancangan jaringan internal server, client dan digital billboard dikarenakan fiber optik bagi perusahaan videotron LED digital keterbatasan data. billboard, pemerintah daerah cimahi, dan juga daerah lain yang belum terdapat digital billboard untuk II. DASAR TEORI meningkatkan pendapatan/revenue bagi pihak yang 2.1 Konsep Dasar terkait. Sistem transmisi serat optik memilki tiga komponen, yaitu sumber cahaya, media transmisi dan fotodetektor.1.3 Rumusan Masalah Dengan memasang sumber cahaya di salah satu ujung serat1. Bagaimana menghitung Link Budget yang dibutuhkan optik dan sebuah fotodetektor di ujung yang lainnya maka dalam perancangan jaringan system komunikasi optic akan diperoleh sistem tranmisi, seperti yang terlihat pada sesuai dengan pemetaan pemasangan digital billboard gambar. yang diijinkan di kota cimahi.2. Bagaimana Rise Time Budget Optik dari perancangan jaringan3. Bagaimana memberikan addressing dari setiap display digital billboard sehingga akan mudah pengaturan di server Gambar 2.1 Konfigurasi Sistem Komunikasi Optik4. Bagaimana kebutuhan jumlah perangkat seperti; repeater,switch,server, konektor,dan splitter Media optik sebagai media transmisi memiliki5. Bagaimana topologi jaringan fiber optic untuk banyak kelebihan dibandingkan dengan kabel tembaga perancangan yang paling sesuai di kota cimahi maupun gelombang radio. Media serat optik memiliki6. Berapakah besar bit rate yang bisa dilewatkan bandwidth yang lebih lebar dibandingkan dengan kabel7. Berapakah besar delay yang terjadi saat pengiriman data tembaga, sehingga memiliki bit rate yang lebih tinggi. Serat optik memiliki redaman yang rendah dibandingkan1.4 Batasan Masalah dengan redaman pada kabel tembaga, sekalipun pada1. Perancangan jaringan sistem komunikasi optik ini hanya frekuensi tinggi. Media transmisi serat optik tahan terhadap untuk di Kota Cimahi dan hanya untuk aplikasi digital interferensi elektromagnetik sehingga tidak menyebabkan billboard. distorsi. Kelebihan yang lain dari media transmisi serat2. Tidak dibahas interkoneksi server dengan kota lain. optik adalah ukurannya kecil, ringan dan aman atau tidak mudah disadap.
  • 4. Tujuan dari sebuah sistem komunikasi adalah 2.4.1 Power Link Budgetmengirimkan sinyal pesan dari sebuah sumber informasidalam bentuk yang telah dikenal oleh user. Untuk Power Budget adalah perhitungan daya yangmelakukannya, transmitter memodifikasi sinyal pesan ke dilakukan pada suatu sistem transmisi yang didasarkan padadalam bentuk yang cocok sesuai dengan kanal yang karakteristik saluran(redaman), sumber optik dandilaluinya yaitu sinyal pembawa (sinyal carrier). Proses ini sensitivitas fotodetektor. Perhitungan daya sinyalpada akhirnya kita sebut sebagai modulasi. Receiver diformulasikan dengan persamaan:kemudian mengembalikan sinyal pesan yang sudahditransmisikan melalui kanal menjadi sinyal pesan seperti Ptx – Prx = Ms + αtotalbentuk yang semula. Proses yang terjadi pada receiver ini disebutdengan demodulasi. Kanal transmisi merupakan mediumyang melewatkan informasi dari transmitter ke receiver.Sistem komunikasi optik secara konsep sama dengan sistemkomunikasi jenis lain pada umumnya, namun yangmembedakannya adalah pada sistem komunikasi optik,sinyal informasi dibawa oleh cahaya. Gambar 2.5 Power Link Budget2.2 . Serat Optik Serat optik merupakan suatu dielektrik pandu Daya diterima detektor :gelombang yang digunakan untuk merambatkan energi PR = PS – ATelektromagnetik. Serat optik terdiri dari inti(core), AT = 2 αc + n αsp + αf L + MSselubung yang mengelilingi inti(cladding) dan pembungkus PS : daya optik dipancarkan dari sumber ujung fiber [dBm]yang mengelilingi cladding(coating), seperti yang PR : daya diterima detektor [dBm]ditunjukan oleh gambar. AT : redaman total [dB] αc : loss konektor [dB/bh] αsp : loss splice [dB/bh] αf : konstanta redaman fiber [dB/Km] L : panjang link [Km] MS : margin sistem [dB] Anggaran daya terpenuhi jika : daya diterima didetektor/fotodetektor >= Gambar 2.2 Struktur Fiber Optik sensitivitas penerima detektor/fotodetektor2.3 . Karakteristik Serat Optik 2.4.2 Rise Time Budget Performansi sistem komunikasi serat optikdipengaruhi oleh parameter redaman yang menentukan Rise Time Budget bertujuan untuk menganalisisjarak tempuh sinyal optik yang dapat ditransmisikan dan kemampuan komponen sistem yang menjamin bahwadispersi yang menentukan besarnya laju data. sistem yang didesain dapat melayani bit rate transmisi yangRedaman ditrasmisikan, maka dilakukan perhitungan rise time budgetDalam merancang sistem transmisi serat optik, redaman ini. Dalam persamaan berikut ini dituliskan perhitunganmempunyai peranan yang sangat penting. Redaman untuk rise time budget sistem yang didesain,menentukan jarak trasmisi maksimum antara transmitterdan receiver, dan juga menentukan banyaknya repeater dan Untuk menentukan pembatasan dispersi link fiber optik.margin daya yang diperlukan dalam sebuah link. Redaman Rise time sistem keseluruhan : Ttotal =sinyal dalam serat optik dinyatakan dalam decibel. Ttotal : Rise time sistem keseluruhanRedaman pada serat optik disebabkan oleh tiga mekanisme, ti : rise time kontributoryaitu absorpsi, hamburan Rayleigh dan Bending. ttx : rise time sumber optik/pemancar tmat : rise time dispersi material fiber2.4 . Parameter Unjuk Kerja Sistem
  • 5. tmod : rise time dispersi modus fiber meningkatkan kualitas hardware dari komputer, yaitutwg : rise time dispersi pandu gelombang processor, kecepatan, storage, capacity, dan broadbandtrx : rise time detektor optik/penerima access internet. Audio Video Interleaver atau dikenal dengan AVI adalah format multimedia yang dikenalkanRise time dispersi = pelebaran pulsa karena dispersi σ oleh Microsoft pada November 1992 sebagai bagian dari windows technology. File AVI mengadung format audioTtotal = maupun video yang memungkinkan synchoronous audio maupun video playback seperti pada format DVD. Files AVI dapat mensupport multiple streaming audio dan video.Ttotal = rise time total sistem (ns)2.5 Addressing TCP/IP III. PERANCANGAN JARINGAN DAN PARAMETER INPUT OPTIKPengalamatan IPv4 Alamat IP dalam hal ini adalah IPv4(RFC1166)digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan padahost computer. Untuk memudahkan kita dalam membacadan mengingat suatu alamat IPv4, maka umumnyapenamaan yang digunakan adalah berdasarkan bilangandecimal atau sering disebut sebagai notasi dotted decimal. IPv4 memiliki sifat yang dikenal sebagai :unriable, connectionless, datagram delivery service. IPaddress merupakan bilangan biner 32 bit yang dipisahkandengan tanda pemisah berupa titik setiap 8 bit nya. Tiap 8bit ini disebut sebagai octet. Untuk memudahkanpembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angkadecimal, misalnya alamat IP 192.168.1.2 yang jikadinyatakan dalam bilangan biner menjadi 1100 0000.10101000.0000 0001.0000 0010. Dari 32 bit ini berartibanyaknya jumlah maksimum alamat yang dapat dituliskanadalah 2 pangkat 32 atau 4.294.967.296 alamat. Bentuk IP Gambar 3.1 Flowchart Pengerjaan Tugas Akhiraddress adalah sebagai berikut :(setiap symbol ”x” dapatdigantikan dengan angka 0 atau 1). Akan tetapi dari 32 bit 3.1 Digital Billboard PT Lintas Mediatamaini tidak boleh semuanya angka 0 atau 1(0.0.0.0 digunakan Reklame Megatron Nideotron/Large Elektronikuntuk jaringan yang tidak di kenal dan 255.255.255.255 Display (LED) adalah reklame yang menggunakan layardigunakan untuk broadcast). monitor besar berupa program. Reklame atau iklan bersinar dengan gambar dan atau tulisan berwarna yang dapat xxxxxxxx. xxxxxxxx. xxxxxxxx. xxxxxxxx. berubah-ubah, terprogram dan difungsikan dengan tenagaBit 0 8 16 24 32 Listrik. Merupakan Outdoor advertising / reklame luar ruang. Sebuah media digital yang saat ini mulai banyak Byte 1 Byte 2 Byte 3 Byte 4 diaplikasikan di kota-kota besar di Indonesia. Media ini sebagai media informasi dalam menyampaikan pesan-2.6 Aplikasi Video pesan. Media ini terdiri dari LED (Light Emitting Diode) screen dan controlling system. Dengan menampilkan Video adalah teknologi yang mampu menangkap, materi/contents yang informatif, sudah pasti akan lebihmemproses, menyimpan dan merekonstruksi urutan menarik perhatian orang.gambar. Teknologi video pertama kali dikembangkan Termasuk ke dalam golongan reklame berukuranuntuk sistem televisi tabung sinar katoda. Tetapi kemudian kecil. Fungsi dari media ini adalah untuk mengiklankanbeberapa teknologi terbaru untuk memperagakan video produk, jasa, atau kegiatan tertentu, dan dapat ditempatkantelah ditemukan. Dengan komputer, sistem televisi, video di node atau tempat-tempat strategis lainnya. Media smallclips, dan media streaming juga dapat ditampilkan dengan billboard tidak boleh dipergunakan untuk mengidentifikasi
  • 6. atau menunjuk suatu lokasi atau fungsi tertentu (dan  Titik terdekat Server BITC ke Pintu Tol BAROS 1ditempatkan pada node atau pusat suatu Lingkungan).  Ttransmitter LED Server BITC = 2 ns (Standarisasi Telkom 2-10 ns).  Lebar Spektral (σλ) = 50 nm (LED Pabrikan). STADION SANGKURIANG 0.24 km 192.168.0.8 1.86 km 0.86 km  Dispersi Kromatik Material = 120 GERBANG BARAT ps/nm.km (Standarisasi ITU-T G.651). 0.6 km 192.168.0.9 PERTIGAAN AMIR MAHMUD 192.168.0.10 0.5 km  Panjang Link = 220 m = 0.22 km (Google 1m 1m GANDAWIJAYA maps). 192.168.0.7 1m 0.28 km DINAS SOSIAL 192.168.0.11 1m 1.5 km  Treceiver = 1 ns (Si Photodetector pabrikan). PASAR ANTRI192.168.0.6 0.6 km 1m 1.2 km 1m  Modal Distortion Bandwidth = 2500 PERLINTASAN BARAT CIMINDI Mhz.Km (ITU-T, Pabrikan, TELKOM). 192.168.0.5 192.168.0.12 0.22 km BITC 1.6 km 1.1 km 0.5 km SERVER 192.168.0.1  q = 0.7, koefisien modal distortion 0.7 km bandwidth (Telkom, ITU -T,Gerd 1.6 km TOL UTAMA 192.168.0.4 1m 1m Keiser). GERBANG TIMUR 192.168.0.13 BUNDERAN LEUWI GAJAH 192.168.0.3 PINTU TOL BAROS 192.168.0.2  Diameter core = 62.5 µm / Multimode Graded Index (Pabrikan, Gambar 3.8 Jaringan yang akan diimplementasikan SKSO,Telkom).IV. OUTPUT DAN ANALISIS HASIL  Jari-jari core = 31.25 µm / Multimode Graded Index (Pabrikan, PERANCANGAN SKSO,Telkom).4.1 Rise Time Budget (Kalkulasi Waktu Bangkit)  Δ = 0.01, perbedaan nilai indeks bias core Rise time budget diperlukan untuk tujuan dengan cladding (Gerd Keiser).menganalisis kemampuan komponen sistem yang dirancangdapat menjamin bahwa sistem yang didesain dapat  Panjang Gelombang (λ) = 850 nm.mentransmisikan bit rate yang dirancang, rise time budget  π = 3.14pada Multimode Graded Index ini sangat perlu dilakukankarena adanya keterbatasan akibat pengaruh dispersi pada  Cepat rambat cahaya dalam vakum (c) =saluran transmisi optik. Output akhir dari analisis Rise 3x m/s.Time Budget ini sebagai unjuk kerja jaringan yangdirancang layak diimplementasikan dengan salah satunya  Numerical Aperture (NA) = 0.29parameter Rise Time Budget selain dari Power Link Budget (Pabrikan).yang juga sangat berkontribusi besar menetukan unjuk kerjaperancangan jaringan.  Bit Rate akan dicari dari perhitungan Rise Perhitungan Rise Time Budget ini akan dilakukan Time Budget ini sekaligus line codingantar 2 node point to point. Diambil sampel titik terdekat. yang digunakan RZ atau NRZ.Nilai Rise Time Budget akan dipengaruhi 5 faktor yaitu:Ttransmitter, Tmaterial, Treceiver, Tmodus, dan Tpandu Untuk lebih memudahkan proses perhitungan manualgelombang sehingga Ttotal akan didapatkan. Setelah Ttotal yang relatif panjang, tahapannya adalah;didapatkan maka kita akan mengetahui bit rate antar node 1. Ttransmitter sesuai dengan Ttransmitter padaberapa yang bisa dilewatkan dan line coding yang bisa LED yang direkomendasikan oleh PT TELKOMdigunakan. sebesar 2 ns sampai dengan 10 ns. Asumsi diambil nilai 2 ns karena semakin kecil waktu
  • 7. bangkit akan berpengaruh pada Bit Error Rate pintu BAROS 1 sebesar 220 meter atau 0.22 km. yang semakin handal dan juga bit rate yang bisa Sesuai dengan formula Tmodus = (440 x ) km/ dilewatkan akan semakin besar. Bo MHz.Km.2. Tmaterial ditentukan oleh tiga komponen yaitu; Tmodus =(440 x (0.22)^0.7 Km / 2500 Mhz.Km) Lebar spektral, Dispersi kromatik material, dan = 0.060982966 µs = 60.982966 ns. Tmodus yang Panjang Link. Lebar spektral didapat dari sangat berkontribusi paling besar dalam nilai akhir spesifikasi pabrikan sebesar 50 nm data terlampir Ttotal dibandingkan dengan nilai rise time yang di data sheet. Dispersi Kromatik Material lain, oleh karenanya itu pembahasan rise time mengacu pada standarisasi International Tmodus relatif lebih panjang. Telecommunicatin union (ITU-T) sebesar 120 5. Tpandu gelombang(Tw), untuk mendapatkan nilai ps/nm.km. Jarak antara BITC dengan pintu tol Tpandu gelombang (Tw) prosedurnya yang paling BAROS 1 adalah 220 meter atau 0.22 km. panjang dibandingkan dengan Rise Time yang Tmaterial = σλ x Dm x L = 50 nm x 120 lainnya. ps/nm.km x 0.22 km = 1320 ps Tmaterial= 1.32 ns. 5.1 Mendapatkan nilai V yaitu banyaknya mode yang merambat dalam Fiber Optik.3. Treceiver didapatkan dari photodetektor Si-Pin V = (2 x π x a x NA) / λ. Maka jika yang digunakan. Dari data sheet spesifikasi nilai-nilainya dimasukan ke dalam rumus perangkat didapatkan Treceiver sebesar 1 ns untuk tersebut V = (2 x 3.14 x 31.25 µm x 0.29) operasi gelombang pada 850 nm. / 850 nm = 66.95=674. Tmodus, bergantung pada 3 faktor yaitu: Modal 5.2 Mendapatkan nilai indeks bias 1 (Core). distortion bandwidth (Bo) yaitu Bandwidth pada NA = n1 x (2 x Δ)^0.5. dengan NA=0.29 panjang kabel 1 km, faktor q, dan panjang link. dan Δ=0.01. Jadi untuk mendapatkan Pabrikan merekomendasikan nilai modal distortion nilai n1 = ((NA)^2 / 2 x Δ)^0.5 n1 = (Bo) ≥ 200 MHz.Km, sedangkan ITU-T ((0.29)^2 / 2 x 0.01)^0.5 = 2.050609665 merekomendasikan ≥ 1000 MHz.Km dan ≥ 2000 MHz.Km. Bo ini akan sangat berpengaruh pada 5.3 Mendapatkan nilai indeks bias 2 Bit Rate yang bisa dilewatkan dalam sistem ini, (Cladding). NA = (n1^2 – n2^2)^0.5, dengan dasar tadi asumsi yang diambil untuk Bo = untuk mendapatkan n2 = ((n1^2 – 2500 MHz.Km atau eqivalen dengan 2.5 GHz.Km. (NA)^2)^0.5, NA= 0.29 dan n1 = Semakin besar Bo maka akan semakin kecil 2.050609665,jadi n2=((2.050609665)^2- Tmodus dan nilai Ttotal. Dengan seperti itu maka (0.29)^2)^0.5 = 2.03 selisih Ttotal akan semakin jauh terhadap Tsistem 5.4 Mendapatkan nilai Tw=Tpandu yang artinya sistem layak diimplementasikan gelombang = ((L/c).(n1-n2).(1-(π/V)). secara rise time budget dan juga bit rate yang Jarak dalam satuan meter agak bisa saling dilewatkan akan semakin besar. Nilai Bo paling menghilangkan dengan satuan c yaitu tidak dipengaruhi oleh empat hal yaitu: prosedur m/s, (n1-n2) dan (1-(π/V)) tidak pabrikan dalam pembuatan, komposisi fiber, fiber berdimensi dan tidak bersatuan. Hasil itu sendiri, dan design dari Fiber Optik. Jadi dari Tw dalam dimensi waktu yaitu sekon untuk dapat melewatkan bit rate yang besar dalam dan setelah itu dikonversi(dikalikan sistem bergantung sekali pada 4 hal tadi, jika dengan 10^9 ns) agar hasil akhir Tw teknologi rekayasa Fiber semakin berkembang dalam ns sama dengan rise time yang dari empat hal tadi yang sudah disebutkan maka lain. Maka Tw = ((220/3 x 10^8) x bit rate berapapun yang akan dilewatkan menjadi (2.050609665 - 2.03) x (1 – (3.14/67))) = sangat mungkin. Tmodus yang memberikan 1.44054380 x 10^-8 s nilai tersebut kontribusi paling besar dalam Ttotal. Nilai dikonversi ke ns (1.44054380 x 10^-8 x konstanta q dari standarisasi ITU-T dan yang 10^9) = 14.4 ns. digunakan TELKOM berada dalam range interval 0<q<1. Secara umum digunakan nilai q sebesar 0.7. panjang lintasan dari Server BITC menuju
  • 8. 6. Setelah Ttransmitter, Tmaterial, Treceiver, Untuk pertama kali gunakanlah kode RZ apakah Tmodus, dan Tpandu gelombang didapatkan, Tsys kode RZ bisa lebih besar dari Ttotal, jika bisa maka dalam tahap ke-enam ini akan dihitung maka kode RZ bisa diimplementasikan, tetapi jika Ttotal rise time budget, rumus total nya, Ttotal = Tsys RZ lebih kecil dari Ttotal maka RZ tidak bisa ((Ttx)^2 + (Tmat)^2 + (Trx)^2 + (Tmod)^2 + diimplementasikan. Sesudah menghitung dan (Tw)^2)^0.5. Sekarang masukan nilai-nilai pada mengetahui RZ tidak bisa, maka akan dilakukan tahap selanjutnya ke rumus Ttotal tersebut. Dari perhitungan Tsys NRZ. Jika Tsys NRZ lebih besar hasil perhitungan pada tahap sebelumnya Ttx = 2 dari Ttotal maka system bisa diimplementasikan. ns, Tmat = 1.32 ns, Trx= 1 ns, Tmod = 60.982966 ns dan Tw= 14.4 ns. Masukan input-input rise Dari hasil pada langkah ketujuh ini, Treshold time budget tersebut ke rumus Ttotal = ((2)^2 + maksimum bit rate yang bisa dilewatkan dalam system (1.32)^2 + (1)^2 + (60.982966)^2 + (14.4)^2)^0.5 transmisi dari server menuju pintu gerbang tol baros yang = 62.71383055 ns. merupakan titik terpendek dari server adalah sebesar 11.1 Mbps, apabila bit rate lebih besar dari 11.1 Mbps system7. Mendapatkan output nilai Tsistem. Hal ini akan tidak layak, bisa dilihat dengan indikator rise time budget berpengaruh pada line coding, RZ atau NRZ yang yang tidak memenuhi, sedangkan apabila dibawah 11.1 akan kita gunakan, karena 2 tipe line coding itu Mbps system layak bisa dilihat dengan indikator rise time saja yang digunakan dalam sistem komunikasi budget yang memenuhi. Pada kondisi bit rate maksimum fiber optik, bukan hanya line coding saja tetapi 11.1 Mbps didapatkan nilai Tsytem untuk line coding RZ yang penting juga adalah pada bit rate yang bisa sebesar 31.5315315 ns, nilai Ttotal pada tahap keenam dilewatkan dalam sistem ini. Pada tahap ini yang adalah 62.7149725 ns, Ttotal > Tsys berarti rise time budget menjadi masukan adalah bit rate, jika dimasukan tidak memenuhi untuk line coding RZ dan system untuk bit rate tertentu akan didapat dua output nilai line coding RZ tidak layak. Nilai Tsystem untuk line Tsistem, yang pertama output nilai untuk kode RZ coding NRZ sebesar 63.0630631 ns, Ttotal 62.7149725 ns, dengan memakai formula Tsys=(0.35/Bit Rate) dalam hal ini Ttotal < Tsys berarti rise time budget dan output nilai yang kedua adalah Tsys untuk terpenuhi memenuhi untuk line coding NRZ dan system kode NRZ dengan menggunakan formula, layak diimplementasikan dengan line coding NRZ. Tsys=(0.70/Bit Rate), jika output nilai Tsys baik Bit rate pada titik terdekat dari server ini akan untuk line coding RZ maupun NRZ lebih kecil dari memiliki nilai bit rate yang paling besar dibandingkan Ttotal maka system ini tidak bisa dengan 11 node titik digital billboard lainnya karena diimplementasikan, Rise Time Budget Tidak jaraknya yang paling dekat dengan server, analogi yang memenuhi, bit rate yang dilewatkan dalam system sama dengan daya yang mengalami redaman dan berubah terlalu besar maka bit rate harus diturunkan terhadap fungsi jarak ini. sampai dengan treshold maksimum bit rate yang bisa dilewatkan dalam system ini yaitu parameter 4.2 Power Link Budget rise time budget terpenuhi (Ttotal<Tsys) bisa RZ Power Link Budget adalah besarnya daya yang atau NRZ terpenuhi dan layak, bisa saja salah satu diperlukan untuk dapat mentransmisikan data atau dari dua line coding tersebut yang layak walaupun informasi dari satu titik ke titik lainnya, dimana selama kemungkinannya untuk nilai bit rate maksimum proses transmisi akan terjadi redaman. Tujuan dari Power akan menggunakan NRZ dan bit rate dibawah Link Budget agar dapat mengestimasi besar daya yang threshold maksimum sudah pasti dapat dilewatkan. dikirimkan akan lebih besar dari redaman dan sampai di Jika output nilai Tsys baik untuk line coding RZ penerima akan lebih besar atau sama dengan sensitivitas maupun NRZ lebih besar dari Ttotal maka system penerima. ini bisa diimplementasikan, Rise Time Budget Perhitungan Power Link Budget ini akan dilakukan antar 2 memenuhi, bit rate bisa dilewatkan dalam sytem node point to point. Dalam analisis pembahasan Power ini hal yang sama dengan treatment pada kondisi Link Budget perhitungan untuk titik terdekat. sebelumnya bit rate harus dinaikan sampai dengan  Titik Terdekat adalah Server BITC ke Pintu masuk threshold maksimum bit rate yang bisa dilewatkan atau keluar TOL BAROS 1 dalam system ini yaitu parameter rise time budget terpenuhi (Ttotal<Tsys) dan bit rate dibawah  Power output LED : -20 dBm (Sesuai threshold maksimum sudah pasti dapat dilewatkan. Spesifikasi Perangkat Pabrikan).
  • 9.  Sensitivitas penerima : -63 dBm (didapat dengan sumber LED optik yang dari Bit Rate terkecil pada Rise Time digunakan dan serat optik Multimode Budget, sensitivitas minimum, tabel Graded Index. Konektor kedua pada hubungan bit rate dengan sensitivitas). optical switch yang menghubungkan langsung dengan sumber LED. Konektor  Fiber Loss : 2.6 dB/km (Spesifikasi ketiga merupakan output dari optical Perangkat). switch menuju receiver di pintu tol BAROS Terakhir konektor keempat ada  Konektor : 0.5 dB (Spesifikasi pada perangkat penerima receiver di Perangkat). Pintu Tol BAROS 1. Dari keempat  Splicing Loss : 0.5 dB jika ada konektor tersebut akan berkontribusi (TELKOM 2-4 km/haspel). memberikan redaman pada system transmisi. Masing –masing konektor ST  Margin System : 6 dB (Teks book). sesuai dengan data sheet yang didapat bernilai 0.5 dB. Jadi total redaman  Panjang Link : 220 m = 0.22 km (Server konektor = 4 x 0.5 dB = 2 dB. BITC-Pintu Tol Baros 1). o Splicing atau sambungan antar fiber optikUntuk lebih memudahkan proses perhitungan manual yang yang diperlukan jikalau satu gulunganrelatif panjang, tahapannya adalah; optik sudah habis. Satu gulungan atau 1. Proses yang pertama kali dilakukan adalah dengan nama yang familiar pada fiber mendapatkan nilai power link budget atau dengan optik adalah haspel. Dari standarisasi istilah lain namanya required margin. Power link Telkom, 1 haspel rata-rata sepanjang 2-4 budget ini didapatkan dengan cara melakukan km. dengan mengacu pada standarisasi pengurangan power output LED terhadap ITU-T yang terbaru maka asumsi diambil sensitivitas penerima. Power link budget = -20 2 km/haspel. Jarak yang dibutuhkan dBm- (-63 dBm) = -20 dBm + 63 dBm = 43 dB. antar node digital billboard tidak lebih dari 2 km. Oleh karena itu setiap antar 2. Kedua adalah melakukan perhitungan terhadap node digital billboard, fiber optik tidak semua komponen system loss yang terdiri dari : perlu displacing, karena akan digunakan o Fiber loss, dari standarisasi pabrikan langsung panjang fiber optik sesuai didapakan nilai fiber loss = 2.6 dB/km. dengan kebutuhan. Dalam hal ini tidak Panjang link dari server BITC menuju ada penambahan redaman yang Pintu Tol Baros 1 sebesar 220 m atau diakibatkan oleh splicing. kalau dikonversi dalam kilometer sebesar o Margin System yang lebih dikenal dengan 0.22 km, hal ini diperlukan karena fiber safety margin sesuai dengan teks book loss merupakan fungsi redaman 2.6 dB teoritis digunakan sebesar interval range dalam 1 km atau eqivalen dengan 1 km 6-8 dB. Margin system yang digunakan terjadi redaman 2.6 dB. dengan demikian diambil yang minimum yaitu 6 dB dengan cara mengalikan komponen dengan asumsi yang paling kecil redaman fiber loss dengan panjang link, berkontribusi untuk penambahan redaman total fiber loss akan didapatkan. Nilainya pada total sytem loss. sebesar = 2.6 dB/km x 0.22 km = 0.572 dB.  Total sytem loss= Fiber Loss + Konektor + Splicing + Margin o Konektor, dalam hal ini dari Link Server System BITC menuju Pintu Tol BAROS 1 akan dibutuhkan 4 konektor. Satu konektor Total Sytem loss= 0.572 dB + 2 pada output LED yang merupakan dB + 0 dB + 6 dB = 8.572 dB. komponen berjenis ST, maka semua 3. Mendapatkan Power Margin. Mengurangkan nilai perangkat konektor akan disesuaikan Power Budget pada langkah pertama dengan Total
  • 10. Sytem loss pada langkah kedua. Nilai Power artinya Pt minimum sama dengan Pt maksimum, hanya saja Margin = 43 dB – 8.572 dB = 34.428 dB. Power harus dihitung lagi nilai Pin pada kondisi saturasi dimana Margin adalah besarnya daya cadangan yang Pin = Pt maks – Total Loss, Pin = -20 dbm – 8.572 db = - dimiliki system. Power Margin merupakan nilai 28.572 dbm. Pin pada kondisi saturasi harus lebih kecil selisih daya yang dipunyai system terhadap daripada sensitivitas maksimum, Pin = -28.572 dbm, sensitivitas minimum. Besarnya selisih daya sensitivitas maksimum -46 dbm. Seharusnya pada kondisi terima di receiver dengan sensitivitas minimum. saturasi Pin lebih kecil dari Sensitivitas maksimum (Pin < Untuk lebih jelasnya system receiver memilki Sensitifitas maksimum) pada kondisi ini tidak terjadi. 34.428 dB lebih positif dibandingkan dengan Kesimpulan yang bisa ditarik kondisi saturasi akan terjadi sensitivitas minimum receiver. dimana output sumber LED dan sensitivitas berada dalam range minimum dan maksimum yang berbeda. Selanjutnya 4. Menghitung nilai Pin yaitu daya yang diterima di nilai dari Pin akan berada dalam range interval sensitivitas fotodetektor. Berbeda dengan langkah ketiga, minimum dan sensitivitas maksimun, dalam matematis bisa pada langkah ketiga di dalam power Budget yang dituliskan dengan (Sensitivitas minimum < Pin < akan dikurangkan pada total loss, nilai daripada Sensitivitas maksimum) jika kondisi sumber dan Power Budget sudah dikurangkan dengan sensitivitas berbeda dalam range interval maksimum dan sensitivitas penerima, sedangkan dalam minimum dan kondisi saturasi terpenuhi. Perangkat yang mendapatkan nilai Pin nilai daripada power budget dimiliki sumber LED nilai maksimum dan minimumya tidak dikurangkan dengan sensitivitas penerima, sama maka kondisi saturasi dan Pin berada dalam interval jadi power budget dalam menghitung Pin hanya sensitivitas minimum dan maksimum tidak bisa tercapai. terdiri dari daya kirim minimum Pt. Pin = -20 dBm – 8.572 dB = -28.572 dBm. Perbedaan antara daya terima di receiver pada langkah ketiga, dayanya bersatuan dB dan pada Pin memiliki satuan dBm. Kedua daya ini akan menjadi dua komponen yang sangat penting dalam membuktikan kinerja power budget. Untuk mengatahui parameter keberhasilan daya yangdikirim cukup, power link budget cukup, ada dua proses.Yang pertama nilai dari Power Margin yang didapat haruslebih besar dari 0 dB (Power Margin > 0 dB). Dan yang Gambar 4.1 Redaman Power Link Budgetkedua nilai Pin harus lebih besar sama dengan sensitivitas Server BITC- Gerbang Pintu Tol BAROS 1penerima. Power Margin yang didapatkan pada linkserver-Pintu Tol Baros 1 ini sebesar 34.428 dB, power 4.3 Perhitungan Bit Rate Digital Billboard Untukmargin lebih besar dari 0 dB ( 34.428 dB > 0 dB) maka Karakteristik Videodaya yang dikirim lebih dari cukup, tapi bukan hanya Bit depth adalah jumlah bit yang digunakan untukPower Margin saja, salah satu komponen yang berkaitan merepresentasikan tiap titik dalam representasi citra grafis.dengan sensitivitas penerima harus juga diperhitungakan. Semakin besar jumlah bit yang digunakan untukPin yang didapatkan sebesar -28.572 dBm. Nilai merepresentasikan suatu titik, semakin banyak warna dansensitivitas minimum sebesar -63 dBm pada kondisi atau bayangan abu-abu yang dapat dibuat.normal. Pin lebih besar sama dengan Nilai sensitivitas Semakin besar bit rate maka akan semakin baguspenerima ( -28.572 dBm >= -63 dBm) artinya Power Link pula kualitas video. Bit rate adalah jumlah rata-rata dari bitBudget yang dihitung telah memenuhi kedua syarat tadi, yang diterima per detik.power link budget cukup dan layak diimplementasikan. Bit rate digital billboard (bps) = Resolusi (pixel) x BitBerbeda halnya dengan Sumber LED yang digunakan Depth(bit) x Frame Rate(fps)konstan, nilai sensitivitas memiliki nilai interval minimumsebesar -63 dBm pada kondisi normal dengan Pt minimum Bit Rate digital billboard = Resolusi x Bit Depth x fpssebesar -20 dBm, nilai sensitivitas memilki nilai maksimum 1. Satu pixel ada 4 LED, asumsi 1 LED menyimpan 1 bitsebesar -46 dBm pada kondisi saturasi dengan Pt maka bit depth = 4 x 1 = 4 bit atau eqivalen dengan 4maksimum. Sumber LED konstan pada nilai -20 dbm, bit/pixel, dan kemungkinan warna yang mungkin
  • 11. muncul adalah 2^4=16 warna per pixel, analisis Depth akan digunakan bit depth sebesar 32 bit ini. Dengan intensitas setiap LED dinyatakan dalan on>1>nyala dan demikian antara client dengan Digital Billboard akan off>0>mati dan pada kondisi ini tidak mungkin dilewatkan bit rate sesuai dengan demand Digital Billboard diimplementasikan untuk digital billboard. 43.2 Mbps. Jumlah Light Emitting Diode yang dibutuhkan2. Satu pixel ada 4 LED, asumsi 1 LED menyimpan 2 bit sebanyak = Resolusi x (jumlah LED/pixel). Pada true pixel maka bit depth = 4 x 2= 8 bit atau eqivalen dengan 8 sesuai dengan yang dipakai dengan PT Lintas Mediatama 1 bit/pixel, dan kemungkinan warna yang mungkin pixel merepresentasikan 4 buah LED, yang terdiri dari 2 muncul adalah 2^8=256 warna per pixel, analisis warna merah, 1 warna hijau, 1 warna biru, maka bisa ditulis intensitas setiap LED dinyatakan dalam range (00 01 10 (2R1G1B). Jumlah LED = (300 x 150) pixel x (4 11) pada setiap LED maka intensitas LED akan ada LED/pixel) = 180.000 LED untuk setiap Digital Billboard. dalam range warna dari (00 01 10 11). Misal 00>off LED dan 11>>on total jelas sekali warna, 01>warna 4.4 Perhitungan Delay Total Waktu Transfer kurang jelas sekali, 10>>warna sedikit kurang jelas. Delay propagasi pada fiber 5 mikrosekon per Kondisi ini masih bisa merepresentasikan kondisi kilometer (5μs/km). Dalam jarak terdekat dari Server digital billboard di kondisi realita walaupun kurang BITC-Gerbang pintu tol Baros 1 sebesar 0.22 km akan banyak Maka Bit Rate = (300 x 150) x 8 x 30= 10.8 memilki delay sebesar 1.1 ns. Jarak terjauh Server BITC- Mbps per display. Gerbang Timur 9.9 km akan memiliki delay 49.5 ns. Waktu transfer dari Server akan memiliki persamaan= (Besar File/bit rate) + delay fiber. Delay fiber sangat kecil maka komponen delay dari fiber bisa diabaikan. Titik terdekat Server FTP BITC(192.168.0.1) ke Gerbang BAROS1(192.168.0.2) dengan asumsi tidak ada delay pada Gambar 4.2 Display bit depth 8 bit (256 variasi warna) client menuju digital billboard, dan asumsi besarnya data;  10 Mega Byte3. Satu pixel ada 4 LED, asumsi 1 LED menyimpan 8 bit maka bit depth = 4 x 8= 32 bit, atau eqivalen dengan 32 Maka waktu Transfer titik terdekat = (10 MByte / bit/pixel dan Kemungkinan warna yang mungkin 11.1 Mbps)=(10 x 1024 x 1024 x 8 bit)/ (11.1 x 1024 x muncul adalah 2^32=4.294.967.296 warna, analisis 1024 bit /sekon) = 7.2072 sekon. Waktu pengiriman total intensitas setiap LED dinyatakan dalam range 7.2072 sekon akan sampai di client dan artinya data di (00000000 sampai dengan 11111111)=(256 x 256 x 256 buffer di client dari detik ke-0 selama 7.2072 sekon sampai x 256)= 4.294.967.296 pada setiap LED maka dengan pengiriman data selesai semua. Setelah di buffer intensitas LED akan ada dalam range warna dari akan dikirim ke digital billboard dengan asumsi mengambil (00000000 sd 11111111). Misal 00000000>>off LED bit rate 43.2 Mbps dari client menuju digital billboard, bit dan 11111111>>on total warna, 00101111>>warna rate sebesar 43.2 Mbps sesuai dengan demand digital kurang jelas dan warna tertentu dominan, billboard, maka waktu transfer dari client menuju digital 10100001>>warna kurang jelas dan warna tertentu billboard, Ttrasnfer = (10 MByte / 43.2 Mbps)=(10 x 1024 dominan yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. x 1024 x 8 bit)/(43.2 x 1024 x 1024 bit / sekon ) = 1.85185 Kondisi ini yang paling sangat memungkinkan untuk s. Ttotal = Ttansfer 1 + Ttransfer 2 = 9.059 s. Jadi dari bisa merepresentasikan kondisi digital billboard Server sampai dengan digital billboard selama 9.059 s. dikondisi realita, maka Bit Rate= (300 x 150) x 32 x 30=  100 Mega Byte 43.2 Mbps per display. Maka waktu Transfer titik terdekat = (100 MByte / 11.1 Mbps)=(100 x 1024 x 1024 x 8 bit)/ (11.1 x 1024 x 1024 bit / sekon ) = 72.072 sekon. Waktu pengiriman total 72.072 sekon akan sampai di client dan di buffer selama 72.072 sekon dari detik ke-0 pada buffer client. Setelah di buffer akan dikirim ke digital billboard dengan asumsiGambar 4.6 Display bit depth 32 bit (4.294.967.296 variasi mengambil bit rate 43.2 Mbps dari client menuju digital warna) billboard, bit rate sebesar 43.2 Mbps sesuai dengan32 bit (4.294.967.296 variasi warna). Bit depth 32 bit demand digital billboard maka waktu transfer dari clientmemilki variasi warna yang sangat banyak. Kondisi Bit menuju digital billboard Ttrasnfer = (100 MByte / 43.2
  • 12. Mbps)=(100 x 1024 x 1024 x 8 bit)/(43.2 x 1024 x 1024 bit Ttotal = 62.71497248 ns dan Tsys = 63.06306306/ sekon ) = 18.5185 s. Ttotal = Ttansfer 1 + Ttransfer 2 = ns.90.59 s. Jadi dari Server sampai dengan digital billboard 4. Power Link Budget,power margin 34.428 dB>0selama 90.59 s.Titik terjauh Server FTP BITC(192.168.0.1) ke Gerbang dB,Pin Receiver -28.572 dBm, dua syaratTimur(192.168.0.13) Asumsi tidak ada delay pada client terpenuhi, redaman bertambah dengan banyaknyamenuju digital billboard, asumsi besarya data; optical switch.  10 Mega Byte 5. Bit Rate Digital Billboard 43.2 Mbps Maka waktu Transfer titik terjauh = (10 MByte / denganWaktu Transfer, 10 Mbyte, 9.059 s0.64 Mbps)= 125 sekon. Waktu pengiriman total 125 sekonakan sampai di client dan di buffer pada client selama 125sekon dari detik ke-0 sampai semua data terkirimkan DAFTAR PUSTAKAsemua. Setelah di buffer akan dikirim ke digital billboarddengan asumsi mengambil bit rate 43.2 Mbps dari client [1] Keiser, Gerd.1991.Optical Fibermenuju digital billboard, bit rate sebesar 43.2 Mbps sesuai Communications.New York:McGraw-dengan demand digital billboard maka waktu transfer dari Hill.client menuju digital billboard Ttrasnfer = (10 MByte /43.2 Mbps)= 1.85185 s. Ttotal = Ttansfer 1 + Ttransfer 2 = [2] Palais, Joseph C.1984.Fiber Optic126.85 s. Communications.New Jersey:Prentice-  100 Mega Byte Hall Maka waktu Transfer titik terjauh = (100 MByte / [3] Ernawati.2001. Perancangan0.64 Mbps)=1250 sekon. Waktu pengiriman total 1250 pengembangan jaringan serat optik disekon akan sampai di client dan di buffer pada client selama STT TELKOM.Bandung:Tugas Akhir1250 sekon dari detik ke-0 sampai semua data diterimasemua. Setelah di buffer akan dikirim ke digital billboard STT Telkom.dengan asumsi mengambil bit rate 43.2 Mbps dari client [4] Amar.2009. Perancangan GPON Lipomenuju digital billboard, bit rate sebesar 43.2 Mbps sesuai Cikarang. Bandung:Tugas Akhir ITdengan demand digital billboard maka waktu transfer dariclient menuju digital billboard Ttrasnfer = (100 MByte / Telkom.43.2 Mbps)= 18.5185 s. Ttotal = Ttansfer 1 + Ttransfer 2 = [5] Cimahi, pemkot.2008.Perencanaan1268.5 s. standarisasi dan tata letak reklame dan dekorasi kota.Cimahi:DinasV. KESIMPULAN DAN SARAN Penyehatan Lingkungan dan5.1 Kesimpulan Kebersihan(DPLK). Kesimpulan yang dapat ditarik dari perancangan [6] Munir, Rinaldi.2003.Matematikajaringan sistem komunikasi fiber optik untuk aplikasidigital billboard di Kota Cimahi ini diantaranya adalah: Diskrit.Bandung:Informatika 1. Topologi kombinasi Star-Bus yang merupakan [7] RISTI, TELKOM.2004.Dasar Sistem output algoritma prim. Komunikasi Optik Optical Access 2. Perangkat; Sumber LED, Konektor ST,diameter Network.Bandung:PT Telkom. core/cladding 62.5/125μm,Optical switch 5 [8] Alwyn,Viviek.2004.Optical Network port,Satu FTP server, 12 client PC dan digital Design and billboard,penerima Si. implementation.ciscopress.com. 3. Rise Time Budget.titik terdekat 11.1 Mbps Line coding NRZ,syarat Ttotal<=Tsystem terpenuhi.