Pelestarian Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa

16,105 views
15,790 views

Published on

Modul Pelestarian Lingkungan

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,105
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
117
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelestarian Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelestarian alam adalah upaya dalam melindungi alam jagat raya dan segala isinya. Dalam pelestarian alam terdapat sebuah komponen keberhasilan seperti adanya pengaruh dan dukugan dari pemerintah dan masyarakat. Karena sebuah keberhasilan pelestarian alam itu merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai pengatur dan masyarakat untuk membantu dalam mensukseskan acara –acara pelestarian alam tersebut. Pemerintah yang mempunyai program dalam upaya pelestarian alam, sebagai salah satu program seperti Cagar alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan,satwa dan ekosistem,yang perkembanganya dan digunakan untuk membudayakan flora dan fauna yang punah, ini merupakan salah satu upaya program pemerintah, selain itu Indonesia kaya akan pelestarian alam yang bisa di manfaatkan untuk melestarikan dan bermanfaat sebagai tempat objek wisata, sebagai ilmu pegetahuan dan budaya Indonesia yang harus dipertahankan. Masyarakat akan membantu dalam keberhasilan pelestarian alam degan upaya membatasi atau bahkan menghentikan kegiatan penebagan hutan-hutan yang semakin gundul, menghentikan pengambilan hewan langka, di hutan-hutan. Jika sebuah lingkugan alam semesta ini rusak, akan berdampak pada diri kita sendiri. Dalam kerusakan lingkungan yang terjadi oleh ulah dan akibat tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dalam pelestarian lingkugan dan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di jagat raya ini, jika terus dibiarkan akan seperti apa alam semesta ini ?. saat ini saja masalah yang paling sulit dirubah adalah proses membuang sampah ke tempat sampah saja sulit. Banyak yang 1
  2. 2. masih seenaknya membuang sampah, akibatnya terjadi banjir. Selain itu masih banyak orang-orang yang melakukan penebagan liar, padhal hal itu akan menyebabkan terjadinya kelongsoran dan membuat masalah tanah yang semakin rusak. Banjir terjadi dimana-mana akibat ulah tanggan manusia, akibat buang sampah sembaragan, akibat penebagan hutan. Dalam artikel Geografi menjelaskan bahwa Upaya pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan pengaturan dan pengelolaan lingkungan hidup, yaitu Undang- Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-undang tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 mengenai Analisis Dampak Lingkungan, PP No. 19 Tahun 1999 mengenai Pengendalian Pencemaran Danau atau Perusakan Laut, dan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, serta Undang Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Adapun inti dari peraturan-peraturan tersebut adalah bagaimana manusia dapat mengelola dan memanfaatkan sumber daya lingkungan secara arif dan bijaksana tanpa harus merusaknya. Apabila ada penduduk baik secara individu maupun kelompok melanggar aturan tersebut maka sudah sepantasnya dikenai sanksi yang setimpal tanpa memandang status. Di lain pihak, masyarakat hendaknya mendukung program-program pemerintah yang berkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan. seperti yang dijelaskan oleh salah satu pakar Lingkungan Upaya yang dilakukan Pemerintah dalah pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya 2
  3. 3. memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain: Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya: Menanggulangi kasus pencemaran. Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3). Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah. Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jadi kita itu mempunyai Banyak cara dan usaha yang bisa dilakukan manusia untuk melestarikan alam ini. Salah satunya adalah Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara mengajak masyarakat untuk ikut serta dalamkegiatan menanam 1000 pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah mereka yang sudah gundul dan mereka sendiri lah yang menentukan sebuah keberhasilan acara tersbut. Selain upaya pemerintah mengkampanyekan pelestarian alam dalam kehidupan dan turun langsung dalam masyarakat, pemerintah bisa melakukan kampanye dalam media massa seperti mengkampanyekan dalam iklan, acar kampanye penghijauan. Dan pamflet – pamflet atau selebaran dibagikan ke masyarakat. Semakin banyak cara pemerintah dalam 3
  4. 4. mengambil hati masyarakatnya akan semakin terlaksananya suatu program yang merupakan suatu keuntugan bagi seluruh isi jagat raya ini. Termasuk jika alam semeta ini hijau dan tidah gersang. Masyarakat akan merasa nyaman dalam melakukan aktifitas. Maka dari itu kita sukseskan acara atau program-program pemrintah yang merupakan suatu keuntugan bagi masyarakatnya sendiri seprti upaya penghijauan atau pelestarian alam kita. Dan yang terpenting adalah manusia harus menjaga dan melestarikan alam agar tidak terjadi berbagai masalah dan bencana alam. 4
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN A. Pentingnya Menjaga Kelestarian Alam (Suaka Marga Satwa dan Cagar Alam) Alam memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan bagi penduduk dunia.Kemampuan (potensi) yang ada pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau natural resources bumi dengan segala isinya yang terkandung didalamnya disebut pula dengan alam dunia. Bila kita perhatikan alam dunia dapat dikelompokan atas lima bagian yang berupa : 1. Atmosfer adalah lapisan udara yang mengelilingi bumi. 2. Hidrosfer adalah lapisan air yang ada dibumi berupa laut, danau, sungai, rawa, air tanah, es, dan air di atmosfer. 3. Biosfer adalah kehidupan dibumi yang terdiri dari tumbuhan dan binatang 4. Antroposfer adalah manusia atau penduduk bumi. Semua itu merupakan sumber kehidupan bagi manusia kesemuanya memiliki potensi yang saling berkaitan dalam mendukung kehidupan penduduk dunia yang terus bertambah, potensi alam dunia yang tersedia jumlahnya amat banyak dan beraneka ragam. Mineral, energi, tumbuh-tumbuhan, binatang, udara, iklim, air, bentang alam berupa daratan, pegunungan, bahkan gurun pun memiliki potensi untuk mendukung kehidupan penduduk dunia asalkan manusia mampu memenfaatkannya 5 dengan baik.
  6. 6. tidak semua bagian bumi memiliki potensial sumber daya alam yang sama. semakin banyak sumber daya alam, disuatu daerah maka makin bnyak yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. sumber daya alam yang ada dapat diperbaharuai dan tidak dapat diperbaharui. bumi memang memiliki potensial alam yang besar dan banyak, namun semua itu tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang mengancam kelangsungan dan kelestarian potensi alam ini. Permasalahan itu beraneka ragam mulai drai yang kecil sampai yang besar, dari yang bisa diatasi sampai yang tak terselesaikan. Tak bisa dipungkiri bahwa semua masalah itu sebenarnya disebabkan dari manusia itu sendiri. banyak manusia yang tak bertanggung jawab memenfaakan kekayaan alam secara besar-besaran tanpa memikirkan dampak dan akibatnya yang akhirnya, tentu saja merusak potensi dan ekosistem alam. Memang ada potensi alam dunia yang bisa digunakan oleh manusia tanpa harus takut potensi alam tersebut akan habis diantaranya adalah air,udara,dan energi matahari. Air bisa memperbaharui sendidri melalui siklus air. Dan potensi alam ini yang bisa diperbaharui namun masih harus teliti dalam manfaatnya yaitu hutan, hewan,tumbuhan,tanah, udara, air, dan matahari. pemanfaatan kekayaan alam yang tidak seimbang telah banyak menimbulkan permasalahan bagi penduduk dunia. Hutan-hutan telah banyak yang gundul akibat penebangan hutan secsra terus-menerus diusahakan tanpa adanya usaha pemulihan kesuburan tanah melalui pemupukan.Sumbersumber mineral telah kering dengan mineral karena sudah terlalu banyak digunakan untuk 6
  7. 7. industri tanpa adanya batas-batas larangan pengambilan. Namun tentu sja setelah ada masalah tersebut telah bnyak usaha-usaha yang dillakukan untuk menjaga kelestarian potensi alam dunia, yaitu : 1. Meningktakan pemnfaatan sumber-sumber energi yang tidak akan habis sebagai pengganti minyak bumi atau batu bara, misalnya penggunaan energi sinar matahari, angin,tenaga air, pasnag air laut, dsb. 2. Melakukan daur ulang sihingga pengambilan sumber daya alam dapat diperkecil misalnya daur ulang terhadap barang-barang bekas seperti besi,alumunium,kertas,plastik,dll. 3. melakukan pengawetan terhadap sumber dya alam berupa kayu,sebelum digunakan hendaknya diwajibkan untuk diawetkan terlebih dahulu agar daya tahan pengguna kayu untuk bahan bangunan dapat dihemat karena kayu yang dapat digunakan telah dapat digunakan dalam jangka waktu Cara-cara Kelestarian Alam : a. Pengolahan air limbah dan penertiban pembuangan sampah b. Program Kali bersih c. Pengolahan Daerah Aliran Sungai (DAS) d. Pengolahan lautan dan daerah pesisir 7 yang panjang
  8. 8. B. Landasan Hukum Pemerintah Pelestarian alam di Indonesia secara legal mengacu kepada dua undang-undang (UU) induk, yakni UU no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya; serta UU no 41 tahun 1999 tentang Kehutanan (jo. UU no 5 tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan). UU no 5/1990 bertitik berat pada pelestarian keanekaragaman hayati, baik keanekaragaman hayati hutan maupun bukan; baik di dalam kawasan hutan negara maupun di luarnya. Sedangkan UU no 41/1999 salah satunya mengatur konservasi alam di kawasan hutan negara; namun bukan hanya mencakup konservasi keanekaragaman hayati, melainkan meliputi pula perlindungan fungsi-fungsi penunjang kehidupan yang disediakan kawasan hutan. UU no 41/1999 membedakan dua kategori besar kawasan hutan yang dilindungi, yakni: Hutan lindung, yakni kawasan hutan negara yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah instrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah; dan Hutan konservasi, yakni kawasan hutan negara dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Selanjutnya, UU no 41/1999 lebih lanjut merinci kawasan hutan konservasi ke dalam: Kawasan hutan suaka alam. Ialah kawasan hutan negara dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. 8
  9. 9. Kawasan hutan pelestarian alam. Ialah kawasan hutan negara dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Taman buru. Yakni kawasan hutan negara yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu. Peraturan Pemerintah RI no 68 tahun 1998[7] sebelumnya telah mendefinisikan: Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan, yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. PP no 68/1998, sebagaimana juga UU no 5/1990, tidak membatasi lingkupnya hanya pada hutan atau kawasan hutan negara. Selanjutnya PP tersebut merinci, yang termasuk ke dalam Kawasan Suaka Alam (KSA) adalah cagar alam dan suaka margasatwa. Sedangkan yang tergolong Kawasan Pelestarian Alam (KPA) adalah taman nasional, taman hutan raya (tahura), sertataman wisata alam. “oleh sebab itu Pemerintah benar-benar serius tentang penyedian tempat bagi Suaka Marga Satwa dan cagar alam” 9
  10. 10. C. Kenapa Pemerintah Menyediakan Tempat untuk Suaka Marga Satwa dan Cagar Alam Pertanyaan ini didasarkan pada fakta jaman sekarang yang keadaan alam sudah kurang stabil, akibat dari berbagai macam masalah Lingkungan yang sudah sangat memprihatinkan diantaranya : Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi. Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain: a. Letusan gunung berapi Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa: 1. Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan. 2. Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui. 10
  11. 11. 3. Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui. 4. Gas yang mengandung racun. 5. Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain. b. Gempa bumi Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa. Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya: 1. Berbagai bangunan roboh. 2. Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus. 3. Tanah longsor akibat guncangan. 4. Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul. 5. Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami c. Angin topan Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah. Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, 11
  12. 12. sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global. Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk: 1. Merobohkan bangunan. 2. Rusaknya areal pertanian dan perkebunan. 3. Membahayakan penerbangan. 4. Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain: 1. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri. 2. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan. 3. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan. Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain: 1. 2. 12 Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan). Perburuan liar.
  13. 13. 3. Merusak hutan bakau. 4. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman. 5. Pembuangan sampah di sembarang tempat. 6. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS). 7. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas. “Oleh karena Hal tersebut diatas pemerintah Haruslah menyediakan tempat khusus agar kekayaan alam Indonesia tetap Lestari” D. Upaya yang Dilakukan Pemerintah Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain: 1. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah. 2. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 3. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). 4. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, Tujuan pokok Badan Pengendalian Lingkungan: 1. Menanggulangi kasus pencemaran. 2. Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3). 3. Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). 4. Mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon. 13
  14. 14. BAB II KESIMPULAN A. Kita sebagai generasi muda yang baik harus bnikut serta dalam upaya melestarikan lingkungan karena lingkungan adalah tempat dimana kita hidup. B. Dengan melestarikan lingkungan berarti kita telah menyelamatkan beribu bahkan berjuta juta nyawa. Karena banyak nyawa yang melayang itu banyak disebabkan adanya kerusakan lingkungan. C. “Lingkungan hidup” merupakan tempat berinteraksi makhluk hidup yang membentuk suatu system jaringan kebutuhan, yaitu: jenis dan jumlah masing- masing unsur lingkungan, interaksi antar unsur dalam lingkungan hidup, perilaku dan konndisi unsur lingkungan hidup dan factor material, seperti suhu dan cahaya. D. “Lingkungan hidup”, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan. Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia. 14
  15. 15. 15

×