• Save
The Art of Leadership Chapter 1 - Seni mengembangkan kemampuan Kepemimpinan Pribadi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

The Art of Leadership Chapter 1 - Seni mengembangkan kemampuan Kepemimpinan Pribadi

  • 2,756 views
Uploaded on

Kepemimpinan adalah suatu seni /art yang harus dimiliki oleh para Manajer agar mereka dapat mengelola staff yang mereka pimpin dengan efektif. Seni melakukan kepemimpinan, bisa dipelajari untuk......

Kepemimpinan adalah suatu seni /art yang harus dimiliki oleh para Manajer agar mereka dapat mengelola staff yang mereka pimpin dengan efektif. Seni melakukan kepemimpinan, bisa dipelajari untuk mengembangkan kemampuan diri mengelola tim kerja. Setiap anggota tim kerja perlu di berdayakan untuk mencapai kinerja yang terbaik

More in: Business , Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,756
On Slideshare
2,740
From Embeds
16
Number of Embeds
4

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
3

Embeds 16

http://www.linkedin.com 10
https://www.linkedin.com 3
http://www.docshut.com 2
https://twitter.com 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Art of Leadership to Drive High Performance Seni Kepemimpinan untuk Mendorong Pencapaian Kinerja Terbaik Dirangkum oleh: Bowo T. Suharso,SE,CBA,CPHRKami akan membagikan/sharing wacana dalam beberapa seri tulisan mengenai Leadership skills/ keahlian Kepemimpinan bagi Human Resource Manager. Harapan kami semoga tulisan inidapat bermanfaat untuk kita terapkan secara profesional diperusahaan manapun kita bekerjademi mencapai tujuan organisasi dengan efisien dan efektif.Tiga Pilar Kepemimpinan:Dalam melakukan peran kita sebagai pemimpin, baik pemimpin group informal (informalleader), grup kerja, ataupun sebagai pemimpin formal struktural (supervisor, manager, GM,dstnya), kita harus memiliki tujuan untuk terus meningkatkan daya saing perusahaan/organisasidengan cara mengasah dan mengembangkan keahlian manajemen, serta semakin efektif dalamberkarya baik sebagai professional maupun pemimpin yang tangguh.Sebuah konsep yang dapat kita gali, kembangkan, dan terapkan adalah konsep Tiga PilarKepemimpinan yaitu: Kepemimpinan Pribadi (Personal Leadership), Kepemimpinan Team(Team Leadership), dan Kepemimpinan Lintas Batas (Cross Boundary Leadership).Untuk menjadi seorang pemimpin dalam bisnis dunia global saat ini, berarti kita tidak hanyaharus mengambil tanggung jawab untuk tindakan-tindakan kepemimpinan pribadi bagi diri kitasendiri, namun kita juga harus mampu membantu, mendorong dan mengharapkan orang lainjuga mampu melakukan hal yang sama. Untuk menjadi sebuah organisasi yang kuat/powerfulkita harus mampu menciptakan “organisasi yang tak berbatas” dimana orang-orang ber-aliansibekerjasama dari kelompok-2 kerja yang berbeda untuk memperkuat daya saing kompetisiorganisasi kita.Sifat Kepemimpinan yang mutlak dimiliki oleh seorang Pemimpin (Leader):Dari sekian banyak teori mengenai kepemimpinan, ada 7 (tujuh) sifat kemampuankepemimpinan yang mutlak /esensial harus dimiliki oleh seorang Pemimpin, yang harusdikuasai oleh para Pemimpin agar efektif dalam melaksanakan peran mereka. Sifat esensialkepemimpinan mewakili pengetahuan dan keahlian yang sangat krusial yang dibutuhkanPemimpin dalam sebuah kondisi yang dinamis dan sulit di prediksi ke masa depan.7 (tujuh) sifat mutlak/esensial yang harus dimiliki Pemimpin:1. Melatih dan Mengembangkan untuk mencapai Tujuan (Coach & Develop for Results)2. Mengarahkan Kinerja (Drive Performance)3. Menginspirasikan Kesetiaan dan Kepercayaan (Inspire Loyalty & Trust)4. Mengelola Kerja (Manage Work)5. Bertindak sebagai Mitra didalam dan antar Team Kerja yang berbeda (Partner Within and Across Team)6. Memberikan Pengaruh melalui Kekuatan Pribadi (Influence Through Personal Power)7. Memilih dan mengembangkan talenta (Select and Develop Talent)© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 1 of 7
  • 2. Art of Leadership to Drive High PerformanceDengan menguasai sifat-sifat esensial kepemimpinan kita akan mampu mengatasi tantangan-tantangan dalam memimpin menggunakan Tiga Pilar Kepemimpinan dan hasilnya adalahorganisasi yang memiliki kinerja yang lebih tinggi dengan secara konsisten mengembangkanorang-orang yang berpotensi yang memiliki kapasitas eksekutif untuk memformulasikan danmengarahkan kinerja yang mencapai tujuan organisasi.TIGA PILAR KEPEMIMPINAN:Mengembangkan keahlian kepemimpinan bukan hanya mengenai mengembangkan perilakukepemimpinan individu dari para manager, tetapi juga berarti mengembangkan kepemimpinandan keahlian interaksi dari para manager, baik di dalam lingkup departmental-nya maupunmelampaui area responsibility/tanggung jawab mereka.1. PERSONAL LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN PRIBADI): Dalam dunia kompetisi bisnis global seperti saat ini, organisasi-organisasi tidak dapat bergantung hanya kepada orang-orang di pucuk pimpinan perusahaan untuk memimpin dalam memacu kinerja serta mengembangkan orang-orang yang berpotensial. Kesuksesan tergantung dari penciptaan kultur bahwa menjadi Pemimpin adalah peran dari setiap orang. Kita harus mengambil tangung jawab atas tindakan-tindakan kepemimpinan sebab kitalah yang akan memberi kontribusi atas kesuksesan organisasi. Dalam tulisan pertama ini kita akan memfokuskan diri bagaimana kita mengambil tanggung jawab untuk kepemimpinan pribadi dan bagaimana mengelola keahlian interaksi yang pada gilirannya juga akan memperkuat keahlian kepemimpinan pribadi kita.2. KEPEMIMPINAN TEAM (TEAM LEADERSHIP): Menjadi seorang pemimpin, dalam dunia kompetisi bisnis global seperti saat ini bukan hanya mengambil tanggung jawab atas kepemimpinan pribadi, namun juga membantu, dan mendorong serta mengharapkan orang-orang disekitar kita mampu berbuat hal yang sama. Team Leadership berarti mengembangkan dan melatih team kita untuk memacu kinerja untuk meningkatkan keunggulan daya saing. Kita akan berbicara lebih mendalam mengenai: Melatih untuk mencapai Sukses Team (Coach for Success), dan Melatih untuk Peningkatan Kinerja (Coach for Improvement), dan Melatih untuk mengelola serta mengatasi masalah kinerja (Coach to Manage Performance Problems).3. Kepemimpinan Lintas Batas (Cross Boundary Leadership) Dalam topic ini kita akan mempelajari bagaimana mengembangkan keahlian-keahlian Kepemimpinan Lintas Batas untuk menciptakan organisasi yang kuat (powerful).PEMBAHASAN-I:KEPEMIMPINAN PRIBADI (PERSONAL LEADERSHIP):Hampir setiap hari dalam pekerjaan kita diperhadapkan pada situasi dimana kita harusmenjawab pertanyaan: Bagaimana saya harus melakukan ini? Apa proses selanjutnya? KapanPekerjaan ini bisa diselesaikan? Siapa yang akan melakukan ini? Dan seterusnya© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 2 of 7
  • 3. Art of Leadership to Drive High PerformancePertanyaan-pertanyaan penting yang biasanya jarang/tidak pernah ditanyakan adalah:Apakah saya mau membantu organisasi saya mencapai level keberhasilan yang lebih tinggi?Apa kualitas yang saya butuhkan untuk melakukan hal itu? Untuk berhasil dalam tugaskepemimpinan yang kita lakukan, kita harus mengambil tanggung jawab dari tindakan-tindakan kita.Kepemimpinan Pribadi: Menjadi seorang katalisatorKatalisator: adalah seorang yang yang mampu menggerakkan inisiatif pribadi dalam diri oranglain.Menjadi seorang katalisator:1. Adalah seorang yang memiliki pola pikir yang luas – pendekatan /approach secara menyeluruh untuk memimpin orang lain.2. Seorang yang percaya bahwa dalam pekerjaan yang terus berubah seperti saat ini, para individu harus mengandalkan akuntabilitas pribadi dalam menyelesaikan berbagai hal.3. Berarti melakukan pelatihan/coaching, mendukung /supporting, dan menyarankan/advising orang lain untuk mengambil inisiatif dalam menyelesaikan berbagai hal.4. Berarti secara konsisten berpola perilaku dalam cara-cara yang mampu memberikan energi dan memobilisasi orang lain.Seorang katalisator percaya bahwa:1. Mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang ada dalam diri orang lain. Orang layak mendapatkan penghargaan dan adanya suatu nilai yang berharga dari perbedaan-perbedaan yang ada.2. Melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi rencana. Kepercayaan adalah suatu unsur yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan.3. Menyediakan suatu lingkungan, alat/tools, dukungan/support, dan arah/direction pada saat menyingkirkan halangan-halangan untuk membantu individu-individu dan team kerja untuk menyelesaikan pekerjaan.PRINSIP-PRINSIP UTAMA:1. Mempertahankan atau Meningkatkan Rasa Percaya Diri (Maintain or Enhance Self Esteem): Orang perlu merasa dihargai dan memiliki perasaan dirinya berharga untuk dapat dimotivasi, menjadi percaya diri, memiliki inovasi, dan berkomitmen pada pekerjaan mereka. Ketika terjadi suatu hal, dimana hal tsb memiliki hasil yang menyimpang/tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan, kita perlu mempertahankan/ maintain rasa percaya diri orang tersebut. Untuk melakukan hal ini, kita dapat melakukan: a. Fokus pada fakta (focus on fact) b. Tetap menghargai dan mendukung orang itu (Respect and Support others) c. Mengklarifikasi motif (clarify motives). Contoh: “Saya mengerti bahwa karena adanya perubahan-perubahan dalam sistem telah menyebabkan kamu terlambat dalam memenuhi beberapa tenggat waktu jatuh tempo© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 3 of 7
  • 4. Art of Leadership to Drive High Performance penyelesaian order. Namun karena kecepatan dalam pemikiran dan tindakan yang kamu lakukan, kita tetap dapat menjaga keterlambatan seminim mungkin” Ketika seseorang telah melakukan tugasnya dengan baik, berhasil dalam tugasnya, atau membuat kontribusi, yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan/ enhance rasa percaya diri orang tersebut: a. Mengakui adanya ide dan pemikiran yang baik b. Mengakui pencapaian-pencapaian (recognize accomplishments) c. Spesifik dan tulus (Be specific and sincere) Contohnya: “Inisiatif yang kamu lakukan untuk mencatat point-point penting yang perlu diperhatikan selama meeting kita hari ini membantu kita untuk tetap dalam jalur yang tepat dalam menangani masalah perusahaan kita. Saya sangat menghargai usaha-usaha yang kamu lakukan itu”2. Mendengarkan dan memberi respon dengan Empati (Listen and Respond with Empathy): Sebagai pemimpin, kita seringkali bersentuhan dengan perasaan-perasaan orang lain berkenaan dengan keberhasilan, kegagalan, kebanggaan, dan juga rasa frustasi. Ketika seorang dalam team kita mengekspresikan emosinya, baik secara verbal ataupun non-verbal, kita dapat mendengarkan dan memberikan respon dengan rasa empati agar ia tahu bahwa kita mengerti situasinya. Gunakan prinsip utama: a. Tunjukkan empati dengan perasaan positif. b. Berikan respon baik untuk fakta-fakta maupun perasaan-2. c. Menurunkan /mengurasi emosi negatif. Contohnya: “Sangat jelas terlihat bahwa perubahan-perubahan di menit terakhir (fakta) telah menyebabkan dampak kerugian yang besar (perasaan) untuk kamu dan team kerja”3. Meminta Bantuan dan Mendorong Keterlibatan (Ask for Help and Encourage Involvement): Untuk mendapatkan upaya yang maksimal dari orang-orang dalam group kerja kita, kita perlu mendapatkan ide-ide dan opini mereka. Ketika kita meminta bantuan dan mendorong keterlibatan mereka, kita menunjukkan bahwa kita menghargai input/masukan dan kemampuan-kemampuan mereka. Ingatlah bahwa: a. Buatlah keterlibatan sebagai pilihan utama kita b. Pancinglah ide-ide dari setiap orang dengan pertanyaan-pertanyaan. c. Doronglah rasa tanggung jawab melalui keterlibatan (involvement). Contohnya: “Sebelum kita terlibat terlampau jauh dalam proses ini, saya ingin mendengarkan pendapat Anda sekalian bagaimana menurut Anda progress/kemajuan dari set-up operasional yang ada saat ini. Saya juga ingin mendengar pemikiran-pemikiran serta opini Anda mengenai set-up ini dan hal-hal lain yang mungkin Anda amati”.© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 4 of 7
  • 5. Art of Leadership to Drive High Performance4. Membagikan Pemikiran-Pemikiran, Perasaan dan Rasional (Share Thoughts, Feelings and Rationale): Orang-orang akan bekerja dalam upaya terbaik mereka kepada Pemimpin yang mereka percaya. Cara membangun kepercayaan dari team adalah dengan cara mengungkapkan pemikiran, perasaan, dan rasional kita dengan cara yang tepat (appropriate) yang mungkin saja orang lain tidak terlalu menyadarinya. Ketika kita sharing, ingatlah bahwa: a. Kemukakan perasaan dan pemikiran dengan cara yang tepat. b. Tawarkan pertanyaan “Mengapa”, dibalik semua keputusan, ide, atau perubahan. c. Pastikan bahwa ide-ide kita, opini, dan pengalaman, tidak ‘menggantikan’ ide-ide, opini, dan pengalaman dari orang yg kita pimpin. Contohnya: (Sharing feelings): “Saya tahu bahwa ini adalah sebuah perubahan yang radikal dan kita semua berusaha keras mengetahui bagaimana hal ini akan mempengaruhi para customer kita. Sejujurnya, Saya juga concern dengan hal itu. Namun disaat yang sama, saya harus mengatakan bahwa menurut saya perubahan-perubahan ini adalah diperlukan karena.....dstnya”5. Sediakan Dukungan tanpa mencabut Tanggung Jawab (Provide Support Without Removing Responsibility): Tak ada hal lain yang lebih cepat dalam menghilangkan rasa percaya diri anak buah Anda selain dng cara mengatakan bahwa mereka tidak melakukan dengan cara yang benar, dan kemudian Anda lakukan hal itu sendiri. Sebaliknya, jika kita menyediakan support tanpa mencabut tanggung jawab mereka, kita telah membangun rasa memiliki dari anak buah kita (build people’s sense of ownership) atas tugas atau project, dan disaat yang sama membangun rasa percaya diri bahwa mereka mampu melakukannya. Ketika kita menggunakan prinsip ini ingatlah bahwa: a. Bantulah orang lain untuk berpikir dan melakukan. b. Jadilah realistis dengan apa yang mampu Anda lakukan dan jagalah komitmen. c. Tahanlah ‘godaan’ untuk men-take over /mengambil alih tanggung jawab anak buah Anda – jagalah letak tanggung jawab itu dimana seharusnya berada. Contohnya: “Saya menyadari bahwa prosedur ini tidak familiar untuk kamu. Saya dengan senang hati membimbing dan melatihmu untuk menjalani proses yang ada jika Anda berpikir bahwa hal itu dapat membantumu.”Memberikan Umpan Balik (FEEDBACK).Feedback yang efektif adalah:a. Moment yang Tepat (Timely): • Memberikan feedback yang positif di saat yang tepat akan secara kuat menginduksi tindakan dan hasil yang positif. • Memberikan feedback yang membangun disaat yang tepat, akan menyediakan waktu yang cukup bagi anak buah untuk melakukan adjustment/penyesuaian-penyesuaian dimana perlu, dan meningkatkan kinerja mereka.© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 5 of 7
  • 6. Art of Leadership to Drive High Performanceb. Seimbang (Balanced): • Feedback yang terfokus hanya pada apa yang dibutuhkan orang itu, untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik • Feedback yang diberikan Pemimpin hanya pada sisi ‘strong performance’ adalah kurang efektif. Pemimpin harus secara seimbang juga memberi kesempatan orang mengenali kelemahannya dan mendorong serta membuat mereka menjadi lebih berhasil dilain waktu.c. Spesifik: • Sampaikan kepada orang lain apa yang telah mereka capai – atau, apa yang belum tercapai, secara tepat, dan gunakan terminology yang terukur. Bandingkan antara data yang spesifik dengan target yang menunjukkan apakah mereka bertindak sesuai target, atau mereka perlu melakukan beberapa penyesuaian-penyesuaian/adjustments. • Jelaskan bagaimana mereka mencapai hasil. Apa tindakan yang telah mereka lakukan? Metode apa yang efektif? • Jelaskan mengapa tindakan-tindakan mereka efektif. Apa saja hasil-hasil yang telah dicapai? Bagaimana respon orang-orang? Bagaimana hasil-hasil yang nampak?Pembahasan berikut ini kita akan membahas bagaimana memberikan Feedback/Umpan Balikdengan prinsip “STAR” (STAR Feedback).Suatu cara yang mudah untuk mengingat untuk memberikan umpan balik yang komplit danspesifik adalah dengan menggunakan akronim STAR. Komponen STAR mengingatkan kitauntuk menjelaskan Situasi Tugas, Action (Tindakan), dan Result (Hasil): ST – Situasi atau Tugas. Identifikasi Masalah problem, kesempatan bisnis, tantangan, atau Tugas? A – Action (Tindakan). Apakah yang telah dikatakan atau dilakukan untuk menangani Situasi atau Tugas? Untuk Feedback yang bertujuan untuk pengembangan, apa yang telah dilakukan atau dikatakan oleh team/anak buah Anda yang tidak efektif? R – Result (Hasil) Perubahan/hasil apa yang telah dihasilkan, semakin baik atau semakin buruk, dan apakah konsekuensi /dampak dari hasil tindakan tersebut?Kita dapat menggunakan pendekatan ini untuk memberikan dua macam feedback: positif, untukmenguraikan secara spesifik apa yang telah dikerjakan dengan baik oleh team atau personil anakbuah Anda; dan developmental (pengembangan), yang mana dapat membimbing seseorangatau team untuk mencari pendekatan pemecahan masalah yang lebih efektif. Pada saat Andamenggunakan pendekatan STAR untuk umpan balik dng tujuan pengembangan (developmentalfeedback), Anda juga akan menjelaskan:© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 6 of 7
  • 7. Art of Leadership to Drive High Performance• Sebuah Alternatif Action (Tindakan Alternatif) – sesuatu tindakan alternatif yang mungkin seharusnya dapat dilakukan secara berbeda dari apa yg sudah dilakukan saat ini.• Result (Hasil) yang mungkin lebih baik yang dapat dicapai apabila seandainya Alternatif Tindakan (Alternative Action) diatas dilakukan.Contoh:Umpan Balik yang Positif (Positive Feedback) (STAR)ST – “Terima kasih karena telah membantuku membereskan permintaan-2 & pesanan-2 clientyang sangat mendadak tadi pagi”. A (Action/Tindakan) – “Kamu tahu dengan tepat dimanasupply bahan-bahan itu dan mendapatkannya secara cepat dan tepat untuk saya”. R(Result/hasil) – “Customer kita sangat terkesan bahwa kita mampu menangani pesanan spesialitu dalam tenggat yang sangat singkat, sehingga mereka mempercayakan penanganan bisnisnyayang lain kepada kita”.Umpan Balik untuk Pengembangan /Developmental Feedback (STAR/AR)ST – “Ketika saya melewati conference room pagi ini, saya memperhatikan bahwa kamu dangrup kerjamu mengerjakan perencanaan project”. A – “Kamu membuat daftar tindakan-tindakanyang mungkin untuk dilakukan dalam sebuah flip chart”. R – Team Kerja kelihatannyamengalami kesulitan mengikuti dan mencatat segala perubahan-perubahan dan ide-ide yangharus ditulis”. A – “Apakah kamu telah mempertimbangkan untuk menggunakan sebuahsoftware perencanaan project dengan laptop dan menghubungkannya ke proyektor LCD?” R –“Dengan cara tersebut kamu dapat menunjukkan rencana-2 dan ide-2, sehingga semua anggotateam dapat melihat, perubahan-2 yang ada di setiap fase dan mencoba konfigurasi yang berbeda-beda. Hal itu sebenarnya dapat menghemat waktumu”.Seorang PEMIMPIN yang bertindak sebagai Katalisator secara konsisten melakukan:• Bertanya, Mendengarkan dan Mempelajari• Membimbing, Memfasilitasi, dan Mengendalikan Arah• Membantu orang lain mengenali masalah dan menangani problem yang ada• Memberikan Umpan Balik yang Seimbang• Bertanya untuk memancing ide-ide baru• Membagikan pemikiran, perasaan, dan rasional• Mempercayai, membangun komitmen, dan memobilisasi• Memusatkan perhatian mengembangkan potensi yang ada pada diri orang lain• Mendorong kreatifitas dan inovasi-inovasi• Mendukung pengembangan bakat orang yang dipimpinnya• Pusat perhatian adalah pada kerjasama Team• Menyediakan dukungan tanpa mencabut /mengalihkan tanggung jawabSaat ini Anda dapat mulai mengindentifikasi jenis Umpan Balik apa yang tepat yang harus Andaberikan kepada Anak buah Anda saat ini. Ingatlah prinsip-prinsip utama seorang katalisator.Pembahasan kita pada kesempatan selanjutnya adalah KEPEMIMPINAN TEAM (TEAMLEADERSHIP)© Bowo Trahutomo Suharso,SE,CBA.CPHR Page 7 of 7