0
POTENSI DAN PEMASARANBAHAN BAKAR NABATIDI INDONESIANopember 2006
LATAR BELAKANGPeraturan Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentangKebijakan Energi Nasional, tanggal 25 Januari2006.Instruksi Pre...
POTENSI PENGHEMATAN BBM FOSSIL                                                          Dalam KL                          ...
BAHAN BAKU BIO                  Oil or Fat                  • Soybean                  • Rapeseed                  • Palm ...
BIO DIESEL
APAKAH BIODIESEL ?          Biodiesel adalah senyawa organik          yang dapat digunakan sebagai          alternatif bah...
SPESIFIKASI BIO-DIESEL                          STANDARD NASIONAL INDONESIA 04-7182-2006 (BIODIESEL)No.                   ...
BIOSOLAR PERTAMINA     Biosolar Pertamina terdiri dari campuran     95 % Solar dan 5 % Fatty Acid Methil     Ester (FAME) ...
Price (USC/Ltr)                                                                       0.00                                ...
BIO ETHANOL
GASOHOL campuran bioetanol kering/absolut (kadar Ethanol > 99,5% ) terdenaturasi dan bensin/Mogas             BioPremium E...
Penambahan nilai oktan gasohol                                  4.50Potensi pertambahan angka oktan                       ...
Source : Renewable Fuels Association (RFA) 2005
Gambaran kinerja etanol pada mesin Otto  140  120                                                                         ...
Perbandingan emisi gas-buang mesinberbahan bakar bensin, gasohol & etanol                120                              ...
Pemakaian gasohol s/d E10 tak mengharuskanmesin mobil/motor dimodifikasi                                                  ...
Penggunaan gasohol di berbagai negara Negara       Gasohol          Volume (L/thn)        Keterangan Brazil       E20 s/d ...
PEMASARAN   BIOFUELDI INDONESIA
Pengembangan BIOFUEL di INDONESIAKondisi Saat Ini PRODUK     TEMPAT       TANGGAL           JML      VOLUME               ...
Penjualan BIOSOLAR dan BIOPREMIUM dalam KL                       50,000                       45,000                      ...
Kebijakan & Strategi Distribusi BBN             2006                  2007-2008                    2009 -2010             ...
Roll Out Pemasaran BBN                                      (skenario 1)                                                  ...
Roll Out Pemasaran BBN                                                 (skenario 2)Skenario Optimis                       ...
PRODUSEN FAMETAHUN   PRODUSEN                            TOTAL PRODUKSI                                            (Ton/ta...
ESTIMASI PENAMBAHAN PRODUKSI FAMETAHUN   PRODUSEN                            TOTAL PRODUKSI                               ...
ESTIMASI PENAMBAHAN PRODUSEN ETHANOLUNHYDROUSTAHUN    PRODUSEN                        TOTAL PRODUKSI                      ...
Kendala Pemasaran BBN pada saat ini• Keterbatasan dari produsen Masih sedikit sekali produsen dari FAME (untuk Biosolar) d...
SPESIFIKASI BIOSOLAR :                                      SK Dirjen MIGAS 3675K/24/DJM/2006                  Typical Bio...
SPESIFIKASI BIOSOLAR :                                      SK Dirjen MIGAS 3675K/24/DJM/2006                  Typical Bio...
SERTIFIKAT TYPICAL BIOSOLAR B-5 :
SERTIFIKAT TYPICAL BIOSOLAR B-0 :
STANDARD NASIONAL INDONESIA 04-7182-2006 (BIODIESEL)No.                        Parameter              Satuan       Nilai  ...
Data uji lengkap BioPremium E-5                      (95% Premium 88 dan 5% Ethanol 99.7%)No          Karakteristik       ...
7    Tekanan Uap (100oF)    D-323    kPa      Max 82         42.58    Berat Jenis at 15 oC            Kg/m3    715-780    ...
0 keynote pertamina
0 keynote pertamina
0 keynote pertamina
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

0 keynote pertamina

1,013

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,013
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "0 keynote pertamina"

  1. 1. POTENSI DAN PEMASARANBAHAN BAKAR NABATIDI INDONESIANopember 2006
  2. 2. LATAR BELAKANGPeraturan Presiden Nomor 5 tahun 2006 tentangKebijakan Energi Nasional, tanggal 25 Januari2006.Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tentangpenyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati(BIOFUEL) Sebagai Bahan Bakar Lain, tanggal 25Januari 2006.Komitment PT. Pertamina dalam menyiapkanBahan Bakar yang ramah lingkungan dandiversifikasi Energi dengan memanfaatkan BahanBakar Nabati yang terbarukan.
  3. 3. POTENSI PENGHEMATAN BBM FOSSIL Dalam KL Premium M. Tanah M. Solar Kebutuhan 2006 17,000,000 10,000,000 26,000,000 Potensi Penghematan 5% 850,000 500,000 1,300,000 Potensi Penghematan 10 - 30% 1,700,000 2,000,000 5,200,000Faktor-faktor pendorong (drivers) : Energy security Neraca pembayaran negara (balance of payments) Peredaman emisi-emisi polutan global dan lokal (CO, partikulat, dll.). Pengupayaan solusi-solusi bagi long-term sustainable mobility. Penciptaan pasar baru utk industri pertanian.
  4. 4. BAHAN BAKU BIO Oil or Fat • Soybean • Rapeseed • Palm • Jatropha • Cottonseed • Sunflower • CornPRODUK : FAME BioSolar Ethanol BioPremium
  5. 5. BIO DIESEL
  6. 6. APAKAH BIODIESEL ? Biodiesel adalah senyawa organik yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan bakar diesel, yang dihasilkan dari minyak nabati, lemak hewani, atau minyak bekas, dimana melalui reaksi TRANSESTERIFIKASI minyak-minyak ini dikombinasikan dengan alkohol (ethanol/methanol) untuk membentuk senyawa FATTY ACIDS METHYL ESTER.
  7. 7. SPESIFIKASI BIO-DIESEL STANDARD NASIONAL INDONESIA 04-7182-2006 (BIODIESEL)No. Parameter Satuan Nilai Metode Uji 1 Massa jenis pada 40 °C kg/m3 850-890 ASTM D 1298 2 Viskositas kinematik pada 40 °C mm2/s 2,3 – 6,0 ASTM D 445 3 Angka setana min. 51 ASTM D 613 4 Titik nyala (mangkok tertutup) °C min. 100 ASTM D 93 5 Titik kabut °C maks. 18 ASTM D 2500 6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 °C) maks. No. 3 ASTM D 130 7 Residu karbon %-massa maks. 0,05 ASTM D 4530 -dalam contoh asli, atau maks. 0,30 -dalam 10% ampas distilasi 8 Air dan sedimen %-vol. maks. 0,05 ASTM D 2709 atau ASTM D 1796 9 Temperatur distilasi 90% °C maks. 360 ASTM D 116010 Abu tersulfatkan %-massa maks. 0,02 ASTM D 87411 Belerang mg/kg maks. 100 ASTM D 5453 atau ASTM D 126612 Fosfor mg/kg maks. 10 AOCS Ca. 12-5513 Angka asam mg KOH/g maks. 0,8 AOCS Cd. 3d-63 atau ASTM D 66414 Gliserol bebas %-massa maks. 0,02 AOCS Ca. 14-56 atau ASTM D 658415 Gliserol total %-massa maks. 0,24 AOCS Ca. 14-56 atau ASTM D 658416 Kadar ester alkil %-massa min. 96,5 dihitung17 Angka Iodium %-massa maks. 115 AOCS Cd. 1-2518 Uji Halphen negatif AOCS Cb. 1-25
  8. 8. BIOSOLAR PERTAMINA Biosolar Pertamina terdiri dari campuran 95 % Solar dan 5 % Fatty Acid Methil Ester (FAME) atau Biosolar B-5. Brand Name Biosolar Pertamina adalah :
  9. 9. Price (USC/Ltr) 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 1/1/2004 2/1/2004 3/1/2004 4/1/2004Sumber : Publikasi Platts 5/1/2004 6/1/2004 7/1/2004 Mogas 95 Unl 8/1/2004 9/1/2004 10/1/2004 11/1/2004 12/1/2004 Mogas 92 Unl 1/1/2005 2/1/2005 3/1/2005 Kero 4/1/2005 5/1/2005 6/1/2005 7/1/2005 8/1/2005 TIMELINE 9/1/2005 GAS OIL L/P 0,05% 10/1/2005 11/1/2005 MOPS & FAME 2004 - 2006 12/1/2005 1/1/2006 2/1/2006 Fame Minimum 3/1/2006 4/1/2006 5/1/2006 6/1/2006 7/1/2006 8/1/2006 Fame Maksimum 9/1/2006 10/1/2006 11/1/2006
  10. 10. BIO ETHANOL
  11. 11. GASOHOL campuran bioetanol kering/absolut (kadar Ethanol > 99,5% ) terdenaturasi dan bensin/Mogas BioPremium E-5 terdiri dari campuran • 95 % Premium • 5 % Ethanol Murni
  12. 12. Penambahan nilai oktan gasohol 4.50Potensi pertambahan angka oktan 4.00 4.00 3.50 3.56 3.17 3.00 3.08 2.83 2.74 2.50 2.54 2.44 2.28 2.30 2.18 2.11 2.00 2.03 1.96 1.96 1.81 1.86 1.82 1.82 1.77 1.62 1.62 1.50 1.45 1.51 1.44 1.40 1.40 1.31 1.20 1.12 1.06 1.00 1.04 1.04 0.50 0.00 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 Angka oktan bensin basis (R+M)/2 10%-v etanol 7.70%-v etanol 5.70%-v etanol Sumber: Szwarc (2004) dari Williams Biofuels
  13. 13. Source : Renewable Fuels Association (RFA) 2005
  14. 14. Gambaran kinerja etanol pada mesin Otto 140 120 129.4 % 100 105.3 % 80 110.0 % 106.4 % 103.2 % 105.5 % 95.5 % 103.3 % 102.1 % 60 89.3 % 40 20 0 Daya Torsi Kecepatan maks. Waktu akselerasi Konsumsi (0~100 km/h) (L/100km) Premium (ref.) Gasohol E22 Etanol 100% Emisi gas buang yang relatif lebih ‘bersih’: Sumber: − Emisi CO & HC rata-rata yang lebih rendah − Εmisi CO2 netral (neraca karbon netral/‘zero’) Joseph, Jr., 2004
  15. 15. Perbandingan emisi gas-buang mesinberbahan bakar bensin, gasohol & etanol 120 114 100 85 80 86 80 Persentase 60 51 53 40 20 0 CO HC NOx Premium (ref.) Gasohol E22 Etanol 100%Sumber: Joseph, Jr. (2004)
  16. 16. Pemakaian gasohol s/d E10 tak mengharuskanmesin mobil/motor dimodifikasi Sistem pembuangan Catalytic converter Sistem penguapan Sistem penyalaan Cold start system Intake manifold Alat tekan BB Saringan BB Mesin dasar Karburator Pompa BB Tangki BB Injeksi BB Oli mesin Kadar etanol dlm bahan bakar (BB) ≤ 5% 5 ~ 10% 10 ~ 25% 25 ~ 85% ≥ 85% tidak perlu modifikasi mungkin perlu modifikasi [Sumber: Joseph, Jr. (2005)]
  17. 17. Penggunaan gasohol di berbagai negara Negara Gasohol Volume (L/thn) Keterangan Brazil E20 s/d E25 ~ 14 milyar (total) program Proalcool, sejak 1975, produsen & pengguna terbesar AS E10, E85 > 6 milyar sejak 1978 Colombia E10 1 milyar (2006) sejak 2001 Australia E10, E20 60 juta penjajalan sejak 1992 Swedia E5 50 juta sejak 2000 India E5 1,3 milyar wajib sejak 2003 Thailand E10 60 juta sejak 2002, berencana ekspor Jepang E3 & E10 total 7,8 milyar (pasar potensial), belum diwajibkan Cina E10 1,48 milyar (pasar potensial)• Rekomendasi World Wide Fuel Charter (WWFC) Dec 2002 membolehkan bensin mengandung s/d 2,7 %-b oksigen (dari oksigenat), yang berarti bahwa industri mobil dan motor bakar dunia siap melayani penggunaan E7,5• SK Dirjen Migas no 3674K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 membolehkan penggunaan ethanol s.d 10% volum.
  18. 18. PEMASARAN BIOFUELDI INDONESIA
  19. 19. Pengembangan BIOFUEL di INDONESIAKondisi Saat Ini PRODUK TEMPAT TANGGAL JML VOLUME LAUNCHING SPBU (KL/hari)Biosolar Jakarta 20 Mei 2006 197 +/- 2.000Biosolar Surabaya 12 Agustus 2006 12 80 - 100Biopremium Malang 13 Agustus 2006 1 8 - 10 (Soft Launching) Rencana : Nopember - Desember 2006 akan memasarkan Biosolar diseluruh SPBU DKI ditambah beberapa SPBU Bekasi, Tangerang, Banten, Bogor (sekitar 250 SPBU), Bandung dan Surabaya
  20. 20. Penjualan BIOSOLAR dan BIOPREMIUM dalam KL 50,000 45,000 40,000V olum e da la m K L 35,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 - MAY 2006 JUN 2006 JUL 2006 AUG 2006 SEP 2006 OCT 2006 NOV 2006 Bulan Ctt : Nopember adalah prognosa
  21. 21. Kebijakan & Strategi Distribusi BBN 2006 2007-2008 2009 -2010 2011 - 2015 Biosolar (B-5) : Biosolar (B-5) : Biosolar (B-10) : Biosolar (B-10) :Transp 5 Kota Besar Transp Big Cities Jawa Transp Bigcities Jawa, Stra, Transp Big Cities Indonesiadi Jawa & Sumatera XTan Industri (10% Vol Konsumsi Industri (50% Vol Konsumsi Industri (100% Vol Kons Industri) Industri) Industri) Listrik (10% Volume PLTD Listrik (50% Volume PLTD PLN) Listrik (100% Volume PLTD PLN) PLN) BioPremium (E-5) : BioPremium (E-5) : BioPremium (E-10) : BioPremium (E-10) :Transp 2 Kota Besar di Transportasi Big Cities Transp Big Cities Jawa, & Transp Big Ciies IndonesiaJawa Timur di Jawa Sumatera BioOil (O-10) : BioOil (O-10) : BioOil (O-10) : BioOil (O-10) :Uji Coba u/ Rumah Rumah Tangga di Jawa Rumah Tangga di Jawa & Rumah Tangga di SeluruhTangga di Jakpus Sumatera Indonesia
  22. 22. Roll Out Pemasaran BBN (skenario 1) 2011 - 2014- Keterangan 2006 2007 2008 2009 2010 2013 2015 Rencana Roll Out (%ase thd 25% 35% 45% 60% 75% 100% Konsumsi Nasional)Konsumsi BBM- Solar Transportasi (Ribu KL) 200 2,548 3,568 4,587 6,116 7,645 10,193- Solar Industri (Ribu KL) - 1,702 2,382 3,063 4,084 5,105 6,807- Solar PLN (Ribu KL) - 1,619 2,267 2,915 3,887 4,858 6,478- Premium Transportasi (Ribu KL) 2 3,888 5,443 6,998 9,331 11,663 15,551- M.Tanah Rmh Tangga (Ribu KL) - 2,393 3,351 4,308 5,744 7,180 9,574Kebutuhan BBN- FAME (Ribu KL) 10 293 411 528 704 880 1,174- Etanol (Ribu KL) 0.1 194 272 350 467 583 778- Olein/FAME (Ribu KL) - 239 335 431 574 718 957
  23. 23. Roll Out Pemasaran BBN (skenario 2)Skenario Optimis 2011 - 2014- Keterangan 2006 2007 2008 2009 2010 2013 2015 Rencana Roll Out (%ase thd 25% 35% 45% 60% 75% 100% Konsumsi Nasional)Konsumsi BBM- Solar Transportasi (Ribu KL) 200 2,548 3,568 4,587 6,116 7,645 10,193- Solar Industri (Ribu KL) - 1,702 2,382 3,063 4,084 5,105 6,807- Solar PLN (Ribu KL) - 1,619 2,267 2,915 3,887 4,858 6,478- Premium Transportasi (RibuKL) 2 3,888 5,443 6,998 9,331 11,663 15,551- M.Tanah Rmh Tangga(Ribu KL) - 2,393 3,351 4,308 5,744 7,180 9,574Kebutuhan BBN- FAME (Ribu KL) 10 1,251 1,752 2,252 3,003 3,753 5,005- Etanol (Ribu KL) 0.1 389 544 700 933 1,166 1,555- Olein/FAME (Ribu KL) - 239 335 431 574 718 957
  24. 24. PRODUSEN FAMETAHUN PRODUSEN TOTAL PRODUKSI (Ton/tahun)2006 PT. Eterindo (Jakarta + Surabaya) 120.000 PT. Platinum (Jakarta) 40.000 PT. Walmart (Dumai) 350.000 (akhir tahun) BPPT ITB dllPRODUSEN ETHANOL UnhydrousTAHUN PRODUSEN TOTAL PRODUKSI (KL/tahun)2006 PT. Molindo Raya 50.000 PTPN
  25. 25. ESTIMASI PENAMBAHAN PRODUKSI FAMETAHUN PRODUSEN TOTAL PRODUKSI (Ton/tahun)2006 PT. Eterindo (Jakarta + Surabaya) 120.000 PT. Platinum (Jakarta) 40.000 PT. Walmart (Dumai) 350.000 (akhir tahun)2007 PT. Eterindo (Jakarta + Surabaya) 120.000 PT. Bio Nusantara (Medan) 250.000 PT. Sumiasih (Jakarta) 100.000 PT. Darmex (Jakarta) 50.000 PT. Platinum 50.0002008 Naik +/- 25% 1.350.0002009 Naik +/- 20% 1.600.0002010 Naik +/- 20% 1.900.000
  26. 26. ESTIMASI PENAMBAHAN PRODUSEN ETHANOLUNHYDROUSTAHUN PRODUSEN TOTAL PRODUKSI (KL/tahun)2006 PT. Molindo Raya (Malang) 10.0002007 BPPT (Lampung) 2.0002008 PT. Indo Lampung (Lampung) 20.000 PT. Medco Etanol (Lampung) 22.000 PT. Molindo Raya (Malang) 40.0002009 PT. Molindo Raya (Lampung) 40.000 PT. Etanol Indonesia (Banten) 35.000 Sampoerna Group 60.0002010 PT. Indo Acidatama (Lampung) 50.000Sumber: Kajian BPPT, 2006
  27. 27. Kendala Pemasaran BBN pada saat ini• Keterbatasan dari produsen Masih sedikit sekali produsen dari FAME (untuk Biosolar) dan Ethanol (untuk Biopremium) yang memenuhi syarat (standar, kapasitas produksi, pengalaman, kontinuitas produk, kapasitas untuk BBN))• Harga Harga FAME yang cenderung naik dan sudah melewati harga MOPS ( posisi tanggal Oktober 2006 harga FAME = 127% harga MOPS Gas Oil)
  28. 28. SPESIFIKASI BIOSOLAR : SK Dirjen MIGAS 3675K/24/DJM/2006 Typical Biosolar B-5 Minimum Maximum Cetane Number 51,0 --- 58,2 Cetane Index 48,0 --- 52,0 0 Density @ 15 C g/cm3 0,820 0,860 0,857 0 Viscosity @ 40 C cSt 1.6 5,8 5,4 Sulfur content ppm --- 500 243 0 Flash point C 55 --- 105 0 Titik Tuang C 18 15 Carbon residue % m/m --- 0,3 0,01 Water content ppm --- 500 19 Stabilitas Oksidasi g/m3 25 -- Biological growth NIHIL NIHIL Kandungan FAME % v/v 10 5 Kandungan metanol dan Etanol % v/v Tak terdeteksi Tak terdeteksi Korosi Bila Tembaga merit Class 1 Class 1 Kandungan Abu % m/m 0.01 <0.01 Kandungan Sedimen % m/m 0.01 <0.01 Bilangan Asam Kuat mg KOH/gr --- 0 0 Bilangan Asam Total mg KOH/gr --- 0.3 0.17 0 Lubricity (HFRR scar dia. @ 60 C micron --- 460 202
  29. 29. SPESIFIKASI BIOSOLAR : SK Dirjen MIGAS 3675K/24/DJM/2006 Typical Biosolar B-5 Minimum Maximum Cetane Number 51,0 --- 58,2 Cetane Index 48,0 --- 52,0 0 Density @ 15 C g/cm3 0,820 0,860 0,857 0 Viscosity @ 40 C cSt 1.6 5,8 5,4 Sulfur content ppm --- 500 243 0 Flash point C 55 --- 105 0 Titik Tuang C 18 15 Carbon residue % m/m --- 0,3 0,01 Water content ppm --- 500 19 Stabilitas Oksidasi g/m3 25 -- Biological growth NIHIL NIHIL Kandungan FAME % v/v 10 5 Kandungan metanol dan Etanol % v/v Tak terdeteksi Tak terdeteksi Korosi Bila Tembaga merit Class 1 Class 1 Kandungan Abu % m/m 0.01 <0.01 Kandungan Sedimen % m/m 0.01 <0.01 Bilangan Asam Kuat mg KOH/gr --- 0 0 Bilangan Asam Total mg KOH/gr --- 0.3 0.17 0 Lubricity (HFRR scar dia. @ 60 C micron --- 460 202
  30. 30. SERTIFIKAT TYPICAL BIOSOLAR B-5 :
  31. 31. SERTIFIKAT TYPICAL BIOSOLAR B-0 :
  32. 32. STANDARD NASIONAL INDONESIA 04-7182-2006 (BIODIESEL)No. Parameter Satuan Nilai Metode Uji 1 Massa jenis pada 40 °C kg/m3 850-890 ASTM D 1298 2 Viskositas kinematik pada 40 °C mm2/s 2,3 – 6,0 ASTM D 445 3 Angka setana min. 51 ASTM D 613 4 Titik nyala (mangkok tertutup) °C min. 100 ASTM D 93 5 Titik kabut °C maks. 18 ASTM D 2500 6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50 °C) maks. No. 3 ASTM D 130 7 Residu karbon %-massa maks. 0,05 ASTM D 4530 -dalam contoh asli, atau maks. 0,30 -dalam 10% ampas distilasi 8 Air dan sedimen %-vol. maks. 0,05 ASTM D 2709 atau ASTM D 1796 9 Temperatur distilasi 90% °C maks. 360 ASTM D 116010 Abu tersulfatkan %-massa maks. 0,02 ASTM D 87411 Belerang mg/kg maks. 100 ASTM D 5453 atau ASTM D 126612 Fosfor mg/kg maks. 10 AOCS Ca. 12-5513 Angka asam mg KOH/g maks. 0,8 AOCS Cd. 3d-63 atau ASTM D 66414 Gliserol bebas %-massa maks. 0,02 AOCS Ca. 14-56 atau ASTM D 658415 Gliserol total %-massa maks. 0,24 AOCS Ca. 14-56 atau ASTM D 658416 Kadar ester alkil %-massa min. 96,5 dihitung17 Angka Iodium %-massa maks. 115 AOCS Cd. 1-2518 Uji Halphen negatif AOCS Cb. 1-25
  33. 33. Data uji lengkap BioPremium E-5 (95% Premium 88 dan 5% Ethanol 99.7%)No Karakteristik Spec BioPremium Metoda Satuan Premium 88* E-51 Bilangan Oktan (RON) D-2699 RON Min 88 912 Stabilitas Oksidasi D-525 menit Min 180 8163 Kandungan Sulfur D-1266 % m/m Max 0.05 0.014 Distilasi : D-86 IBP ºC 41 10 % recovery ºC Max 74 57 50 % recovery ºC 68-125 101 90 % recovery ºC Max 180 150 Titik didih akhir (FBP) ºC Max 215 185 Residu % vol. Max 2.0 1.0 Loss % vol. 0.55. Kandungan Oksigen D-4815 %m/m Max 2.7 *) 1,816 Existent gum D-381 mg/100 Max 5 <1 ml
  34. 34. 7 Tekanan Uap (100oF) D-323 kPa Max 82 42.58 Berat Jenis at 15 oC Kg/m3 715-780 -9 Korosi bilah tembaga D-130 Kelas 1 1A10 Uji doctor IP-130 Neg Neg11 Sulfur Mercaptane D-3227 % mass <0.002 <0.000312 Penampilan visual Jernih Jernih13 Warna visual Yellow Yellow14 Water content UOP-481 ppm 12315 Bau Dapat dipasark MKT an Catatan:Spec Premium 88 Dirjen Migas, Penggunaan etanol diperbolehkan sampai dengan maks. 10%volume
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×