Your SlideShare is downloading. ×
Presentasi seminar hmtg_ugm
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Presentasi seminar hmtg_ugm

1,846

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,846
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
45
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PELUANG GEOTHERMAL SEBAGAI ANDALAN ENERGI ALTERNATIF DI INDONESIA (DISAMPAIKAN PADA SEMINAR NASIONAL – HMTG UNIVERSITAS GADJAHMADA) YOGYAKARTA, 28 APRIL 2007
  • 2. ENERGI GEOTHERMAL KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL PROGRAM PENGEMBANGAN GEOTHERMAL KESIMPULAN
  • 3. ENERGI GEOTHERMAL
  • 4. CAP HOT WATER STEAM STEAM HEAT SOURCE GEOTHERMAL ENERGY
  • 5. PENGERTIAN DAN PEMANFAATAN ENERGI GEOTHERMAL
  • 6. PENGERTIAN DAN PEMANFAATAN ENERGI GEOTHERMAL
  • 7. BISNIS GEOTHERMAL (UNIQUE) UNCERTAINTY (SITE SPECIFIC) Kondisi lapangan satu dengan lainnya - Kualitas uap (kandungan gas & potensi “scaling) - Kualitas cadangan (dominan uap, dominan air) Mempengaruhi Uncertainty Cost NON QUICK YIELDING, TERKAIT RECOVERY OF CAPITALT YANG RELATIF LAMA ~ 7 - 8 TAHUN Masa pembangunan pra-produksi (eksplorasi & pengembangan) mencapai 4 – 5 tahun TIDAK ADA KEJUTAN HARGA Terikat kontrak jangka panjang (perioda 30 tahun) Ada eskalasi harga sesuai inflasi barang dan jasa sesuai laporan BPS dan Biro Statistik Internasional (USA) Formulasi harga & eskalasi harga tertuang dalam kontrak RENEWABLE Energi geothermal merupakan energi primer non minyak yang bersifat terbarukan. Namun untuk “business arrangement” diperhitungkan waktu (umur) operasi komersial 25 – 30 tahun yang tertuang dalam kontrak. RAMAH LINGKUNGAN Potensi emisi gas buangan kecil ~ 0 Potensi limbah B-3 kecil Lahan pengembangan tidak mengkhawatirkan lingkungan ONSITE UTILIZATION Tidak dapat disimpan & ditransport
  • 8. KONVERSI ENERGI KONVERSI ENERGI (PT PLN, pers.com) 1 GWh ~ 260 Ton Minyak (Steam Power Plant) 1 GWh ~ 400 Ton Coal Power Plant 1 GWh ~ 8.000 MCF Natural Gas 1 CF Gas = 1.030 BTU FUEL Cost 1 kWh ~ 0.28 liter (Minyak) = Rp. 763,84 = 8.3 cents US /kWh 1 kWh ~ 0.4 kg (Coal) = 2 cents US / kWh. 1 kWh ~ 8 CF (Gas) = 2.8 cents US /kWh. Asumsi : • Harga Minyak Rp 2.728,--/liter • Harga Batubara 45 US$/ton • Harga Gas 3.5 US$/MMBTU Potensi gejolak/kenaikan harga tingg, terkait dengan kecenderungan kenaikan Harga minyak mentah dunia dan pemicuan teknologi dalam penyediaan alternatif minyak
  • 9. 100 MW INSTALLED CAPACITY 4.250 BOEPD OF OIL OIL CONSUMPTION ENERGY TO GEOTHERMAL UTILIZATION OIL CONSUMPTION ENERGY TOOIL CONSUMPTION ENERGY TO GEOTHERMAL UTILIZATIONGEOTHERMAL UTILIZATION 100 MW INSTALLED CAPACITY 864 TONNE / DAY OF COAL COAL CONSUMPTION TO GEOTHERMAL UTILIZATION ECONOMIC SUBSITITUTION PRICE TECHNOLOGY TREND OF PRICING DEPENDENCY RELATAED TO INCREASING OIL AND GAS INTERANTIONAL MARKET (UNCERATINTY) THE INCREMENTAL OIL AND GAS INTERNATIONAL MARKET WHICH IS TRIGERRED TECHNOLOGY IN COAL/BIOFUEL PROCESSING ENVIRONMENTAL INTERNALIZED ENVIROMENTAL COST RELATED TO GAS EMMISION
  • 10. LATAR BELAKANG
  • 11. UNCERTAINTY REGULATION LAND USE AUTONOMY FISCAL ENVIRONMENTAL RESOURCE COMPETITOR • OIL AND GAS • COAL • LARGE UPFRONT INVESTMENT • HIGH RISK / TECHNOLOGY REGULATED PRICE LEAST COST REGULATION CERTAINTY IN BUSINESS AND FISCAL TO MEET ECONOMIC BUSINESS CRITERIA RENEW ABLE –NON TRANSPORTABLE / ONSITE – SUSTAINABLE – ENVIRONMENTAL FRIENDLY – CARBON CREDIT POTENTIAL EARNING STRATEGIC ? (MULTIPLY EFFECT) REDUCING OIL IMPORT / CONSUMPTION, CREATE JOB, ECONOMIC TRIGERRING, SECURE NATIONAL ENERGY, ADDED VALUE OF SOCIAL LIVE AND ENVIRONMENT NATIONAL ENERGY POLICY PP NO. 3/2005 & PERPRES NO. 5/2006 GEOTHERMAL ENERGY ELECTRICITY
  • 12. Total power generation capacity by Type of energy in 2004 35,572984458524,2007,4606,36116,201MW Total Other (Renewable) BiomassGeothermalHydroCoalGasOil Power Plant Capacity by Energy Type
  • 13. Oil Production and Domestic Demand For Petroleum Products 0 250 500 750 1000 1250 1500 1750 1970 1974 1978 1982 1986 1990 1994 1998 2002 2006 2010 MMSTBD Demand Production A number of months of net oil imports were recorded in 2004 2004 Production 1.07 MMstbd Consumption 1.0 MMstbd Source : Chris Newton - IPA
  • 14. CRUDE OIL PRODUCTION IN INDONESIACRUDE OIL PRODUCTION IN INDONESIA (Million Barrel/Day)(Million Barrel/Day) POD = Plan of Development Oil production natural decline SUMBER: DESDM
  • 15. Current State and Challenges Is geothermal expensive energy? If we consider the fuel export effect and the environmental cost, geothermal energy is not expensive energy for the society 26.714.69.111.58.7(¢/kWh)Total from table below ditto ditto (0.38) (0.45) (0.74) (0.01) (0.34) (0.52) (0.33) (0.49) (0.98) (0.00) (0.00) (0.01) (0.01) (0.00) (0.02) (¢/kWh) (¢/kWh) (¢/kWh) (Sulfur dioxide) (Nitrogen oxide) (Carbon dioxide) 1.60.91.80.00.0(¢/kWh)Environmental cost Oil 50$/BBL, Coal 35 US $ /ton, LNG 8.6U$/MMBTU 8.06.01.8--(¢/kWh)Loss of fuel export opportunity cost In case of IRR=18%17.17.75.511.58.7(¢/kWh)Selling Price RemarksOil (Diesel)Natural GasCoalHydroGeothermalItem ‘@ 10$/ton7425199751115(kg/MWh) (*3)Carbon dioxide ‘@ 2,500$/ton (*4)4.002.964.310.000.00(lb/MWh) (*2)Nitrogen oxide ‘@ 700$/ton (*4)12.000.2210.390.000.35(lb/MWh) (*1)Sulfur dioxide Price of Emission Oil (Diesel) Natural GasCoalHydroGeothermalEmission of Pollutant *1 A Guide to Geothermal and the Environmental: Geothermal Energy Association USA (2005) Fig.1.6 *2 A Guide to Geothermal and the Environmental: Geothermal Energy Association USA (2005) Fig.1.7 *3 Central Research Institute of Electric Power Industry, Japan CRIEPI Review No. 45,2001 Nov Fig 1.8 *4 US Emission Market 2006, April JICA Geoth.Dev. Masterplan Team, Feb 2007
  • 16. EmisiEmisi gasgas berbagaiberbagai pembangkitpembangkit dandan nilainilai ekonomiekonomi carbon creditcarbon credit geothermalgeothermal 0 200 400 600 800 1000 1200 Batubara M.Bumi Geoth. Nat. Gas 0 50 100 150 Batubara M.Bumi Geoth. Nat. Gas ~30% ~50% 100% Ekonomi1GWuntuk10thn 0% $300-500 Jt 960 670 500 100 CER Emisikg/MWh Base Line 728Base Line 728 CER (Certified Emission Reduction) ~ US$ 5,2 /ton
  • 17. STATISTIK CAPACITY FACTOR PEMBANGKIT LISTRIK (Energi dan Permasalahan Investasi Ketenagalistrikan, B. Hasan – 2002) BBM Muarakarang BBM Tambaklorok PLTG – BBM Gilimanuk PLTG – BBM Pesanggrahan PLTGU – BBG Gresik PLTGU BBG – BBM Muarakarang PLTGU – BBM Tambaklorok PEMBANGKIT 38 54.90 39 67 74 60 64 CF,% 64 64 44 44 71 68 38 PLTA Saguling PLTA Sutami PLTA Brantas PLTU batubara Suralaya 1 – 4 5 – 7 PLTU Batubara Paiton PLTU Batubara Jawa Power CF,%PEMBANGKIT 93 93 94 92 CF,% PLTP Kamojang PLTP Darajat PLTP Wayang WIndu PLTP Salak PEMBANGKIT (Sumber : “Energi dan Permasalahan Investasi Ketenagalistrikan” oleh B. Hasan) KHUSUS PLTP INDEK PERFORMACE • IGA Indek yang dipakai = CF, LF dan AF Untuk Jepang = 75,6 ; 84,2 dan 92,1 Itali = 75,1 ; 89,3 dan 92,3 • Standar NERC (North American Electric Releability Council) adalah (CF = 72,77%, EAT = 73,71%) PLTP di Indonesia harga rata-rata diatas standar tersebut : Salah satu contoh PLTP Kamojang rata-rata (Unit 1, 2 dan 3) : CF = 97,1% LF = 95,8% AF = 96,5% EAF = 96,4% Catatan : CF = Capacity Factor LF = Load Factor AF = Available Factor EAF = Equivaled Malleable Factor
  • 18. KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL
  • 19. TARGET KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL DIVERSIFICATION, EFFICIENCY ENERGY, PRICE POLICY Secure National Energy Supply Reduce Import Fuel/Fossil Fuel Create People Job Generating / Triggering Local Economic Added Value / Social – Environment
  • 20. KEBIJAKAN BISNIS GEOTHERMAL Ref. UU No. 27/2003 : Pasal 9 : Wilayah kerja Pengusahaan Geotehrmal diberikan oleh Pemerintah Pusat (lintas Propinsi), Gubernur (lintas Kabupaten) dan atau Kabupaten. Pasal 29 g : Pemegang IUP secara berkala melaporakan tertulis pelaksanaan RK kepada pemberi IUP (Menteri, Gubernur/Bupati) Ref. PP No. 3/2005: PasalPasal 22 ayatayat 4 :4 : Penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan Umum diprioritaskan menggunakan sumber energi setempat, wajib mengutamakan sumber energi terbarukan. Ref. PerPres No. 5/2006 : Kebijakan Energi Nasional (Pasal 2) : minyakbumi menjadi kurang dari 20 %, dan panasbumi menjadi 5 % dari energy mix. Penetapan kebijakan harga (Pasal 3 butir 2 c) kearah harga keekonomiaan. Harga keekonomiaan merupakan biaya produksi per unit energi termasuk biaya lingkungan ditambah biaya margin.
  • 21. PROGRAM PENGEMBANGAN GEOTHERMAL
  • 22. Pengusahaan geothermal adalah pengusahaan yang padat modal dan ber-resiko tinggi, meliputi pengusahaan hulu (eksplorasi dan eksploitasi lapangan) untuk konfirmasi cadangan dan suplai energi (uap) berkesinambungan, serta pengusahaan hilir (konstruksi, operasi PLTP dan distribusi energi listrik) yang merupakan satu rangkaian dalam satu ikatan komitmen bisnis. Didalam industri geothermal, banyak pihak terlibat mulai dari para pengusaha (penjual dan pembeli/pemakai), tenaga ahli (scientists dan engineers) sampai pihak pemerintah, kesemuanya tidak mampu mengelak dari adanya faktor ketidakpastian dalam menetapkan besaran dan karakter cadangan geothermal terkait kelayakan proyek untuk pengembangannya. EKSPLORASI EKSPLOITASI LAPANGAN FILOSOFI DASAR U A P KONSTRUKSI OPERASI PLTP LISTRIK DISTRIBUSI LISTRIK PELANGGAN
  • 23. Sumatera Reserves : 5,837 MWe Resources : 7,983 MWe SumateraSumatera Reserves : 5,837Reserves : 5,837 MWeMWe Resources : 7,983Resources : 7,983 MWeMWe Semarang Medan Tanjung Karang Bandung Manado Maluku-Papua Reserves : 142 MWe Resources : 442 MWe MalukuMaluku--PapuaPapua Reserves : 142Reserves : 142 MWeMWe Resources : 442Resources : 442 MWeMWe Sulawesi-Kalimantan Reserves : 896 MWe Resources : 1100 MWe SulawesiSulawesi--KalimantanKalimantan Reserves : 896Reserves : 896 MWeMWe Resources : 1100Resources : 1100 MWeMWe Jawa Reserves : 5,300 MWe Resources : 3954 MWe JawaJawa Reserves : 5,300Reserves : 5,300 MWeMWe Resources : 3954Resources : 3954 MWeMWe Bali-NTB - NTT Reserves : 885 MWe Resources : 602 MWe BaliBali--NTBNTB -- NTTNTT Reserves : 885Reserves : 885 MWeMWe Resources : 602Resources : 602 MWeMWe POTENSI GEOTHERMAL DI INDONESIAPOTENSI GEOTHERMAL DI INDONESIA 807 *3.60513.06014.08027.140 INSTALLED, MWESC, MWeRESERVES, MWeRESOURCES, MWeTOTAL, MWe * PERTAMINA ~ 162 MW Total kapasitas PLTP terpasang : 807 MW ~ 40.000 SBM/HARI (BOEPD)
  • 24. • Potensi Cadangan Kamojang : 300 MW, Wayang Windu : 400 MW Darajat : 360 MW, Patuha : 250 MW, Salak: 485MW Sibayak : 40 MW Lumutbalai : 300 MW Lahendong : 100 MW Tompaso : 100 MW Dieng : 280 MW Ulubelu : 300 MW POTENSI PENGEMBANGAN BISNIS GEOTHERMAL PERTAMINA Source: Interviews; literature search; Pertamina Corporate Planning • Sekilas informasi : – Potensi sumber daya di Indonesia diperkirakan sampai 27 GW – Mempunyai daya saing dengan energi alternatif lain – Akan tetapi pengembangan lapangan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan karena isu kebijakan bisnis maupun fiskal • Pengembangan geothermal padat modal & padat resiko ( 1s/d 2,2 juta US$ /MW) • PLN masih menjadi single buyer dengan struktur tarif dalam Rp. dan tidak fleksibel terhadap investasi geothermal • Pengembangan sementara terhenti terkait ketidak pastian usaha. Sarulla : 400 MW 4 Area KOB : 645 MW –- Salak (330 MW) –- Darajat (145 MW) –- Wayang WIndu (110 MW) –- Dieng (60MW) Bedugul : 30 MW • Kapasitas PLTP Terpasang (Desember 2006) 3 AGH Pertamina Operasi Sendiri – Kamojang (140 MW) – Lahendong (20 MW) – Sibayak (2 MW) Kotamobagu : 150 MW Hululais : 200 MW S. Penuh : 60 MW
  • 25. Eksplorasi Pengembangan Komersial 2 tahun 2-3 tahun 25-30 tahun
  • 26. HAMBATAN PENGEMBANGAN BISNIS GEOTHERMAL HAMBATAN TEKNIS : FRACTURED PERMEABILITY CHEMICAL COSTRAINT ~ PRODUCTION DECLINE RATE HAZARDS INVESTASI : NON QUICK YIELDING (HARGA PEROLEHAN & HARGA JUAL) TUNTUTAN BISNIS (MARGIN DAN INVESTASI) KONTRAK JANGKA PANJANG
  • 27. KONDISI YANG DIINGINKAN UNTUK TERCAPAINYAKONDISI YANG DIINGINKAN UNTUK TERCAPAINYA PERCEPATAN PENGEMBANGAN GEOTHERMALPERCEPATAN PENGEMBANGAN GEOTHERMAL JAMINAN INVESTASI Pengusahaan geothermal bersifat padat modal dan padat teknologi serta beresiko tinggi, kecenderungan pelaku bisnis akan berpartner untuk “sharing risk”. Partnership : pendanaan dan teknologi memerlukan jaminan dan cenderung lebih “costly”. MINDSET DALAM PENGEMBANGAN GEOTHERMAL MELIBATKAN LINTAS DEPARTEMENTAL DAN FUNGSI HARUS DALAM PERSEPSI satu “COMMITMENT”, konsisten dan berkesinambungan dalam pelaksanaan pengembangan geothermal sebagai implementasi Kebijakan Diversifikasi. PRICING : PENGUSAHAAN GEOTHERMAL HARUS MEMENUHI KRITERIA TEKNIS YANG DIDUKUNG DENGAN REGULASI DAN KEBIJAKAN UNTUK DAPAT MEMASUKI PASAR SESUAI ATURAN BISNIS (bench mark), semestinya tidak sekedar berprinsip “least cost” tetapi harus dilakukan secara komprehensif dalam analisa “benefit-loss” dalam pengusahaan geothermal suatu daerah (ketersediaan sumberdaya alam vs kebutuhan energi/listrik)
  • 28. 2004 2012 2020 2004 2008 2012 2016 2020 822 MW (produksi ) 2000 MW 3442 MW 4600 MW 6000 MW (target) 1442 MW Existing WKP 1158 MW Existing WKP + New WKP 1400 MW New WKP 1193 MW Existing WKP Geothermal Road - map (GSDM, 2004; 2005) Geothermal Road-map by 2025 1000 Mwe for 30 years 465 Juta Barrel oil 9000 MW (target) 2025 2008 2016 2025
  • 29. KESIMPULAN
  • 30. KESIMPULANKESIMPULAN KONDISI GEOLOGIS INDONESIA MENDUKUNG TERBENTUKNYA ENERGI GEOTHERMAL YANG BESAR YANG TERINDIKASI SAMPAI DENGAN 27 GW. ENERGI GEOTHERMAL DAPAT DIMANFAATKAN SECARA TIDAK LANGSUNG UNTUK PENGGERAK TURBIN PENGHASIL ENERGI LISTRIK YANG MEMPUNYAI KESETARAAN 1 MWh SEBESAR 1,971 BBL MINYAK YANG BERARTI UNTUK PEMANFAATAN SEBESAR 1000 MW SETARA DENGAN SEKITAR 47.300 BOEPD SEIRING DENGAN NILAI JUAL MINYAK YANG SEMAKIN BESAR DAN CADANGAN YANG SEMAKIN MENIPIS SERTA KETERGANTUNGAN ENERGI LISTRIK DARI MINYAK DAN GAS MASIH DIATAS 50 % DARI ENERGY MIX, PEMBERDAYAAN ENERGI ALTERNATIF KHUSUSNYA YANG BERSIFAT TERBARUKAN SEPANTASNYA MENJADI PRIORITAS. DENGAN ADANYA RATIFIKASI KYOTO PROTOCOL, ENERGI TERBARUKAN YANG AKRAB LINGKUNGAN SESUAI KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL, GEOTHERMAL SUDAH DITETAPKAN UNTUK MEMBERIKAN KONTRIBUSI HINGGA 5 % ENERGY MIX PEMERINTAH MELALUI KANTOR MENTERI ESDM TELAH MENETAPKAN ROAD MAP UNTUK PENGEMBANGAN GEOTHERMAL MENJADI 3000 MW DI TAHUN 2010 DAN 9000 MW DI TAHUN 2025.

×