PENGARUH PEMBAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN
KONSUMEN PT DUA KELINCI FOOD INDUSTRY DI PATI, JAWA TENGAH,
INDONESIA
MAKAL...
Class 3C
UNIVERSITAS ISLAM "45" BEKASI
Jl . Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113 Tlp (021) 8802015, 8808851-52
Fax . (021) 88011...
Daftar isi
Daftar isi........................................................................................................
KATA PENGANTAR
Lingkaran indah terukir dalam puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT, berkat rahmat dan karunian...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya PT. Dua Kelinci Food Industry
yang...
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagimana Pentingnya bauran pemasaran dalam menentukan strategi
pemasaran di sebuah perusahaan ?
2....
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Landasan Teori
Sebagian besar pengusaha atau perusahaan tidak memahami dan memiliki
rencana pemasar...
Tengah, Indonesia. Faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dengan
tujuan menguasai pangsa pasar dari para kompetitor.
2...
kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan,
menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu...
dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di
harapkan.
2.2.3 Pembauran Pemasaran
Kotler (2000...
produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun
daya beli konsumen akan menguntungkan perus...
penjualan, kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana
kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain.
Tahap...
lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk
yang kita jual.
IV. Tahap kemunduran / penurun...
praktisnya.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya:
1. Bungkus yang membangkitkan hasrat un...
harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara
berbagai kelompok pelanggan. Harga mengg...
pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus
disesuaikan dengan kemampuan pengguna.”
Dalam ha...
•

Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga,
termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak...
Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter
yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggun...
mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara
pembeli dan penjual.
Promosi merupakan kegiatan t...
sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki,
menguasai

atau

mempertahankan

hubungan

pertukaran

...
produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa
yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen p...
•

Sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah
pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah r...
memenuhi kebutuhan pribadinya (atau besifat non-bisnis).
2. Pengecer (Retailer) adalah perantara yang berhubungan langsung...
penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi
pemasaran.
3. Distribusi eksklusif.
Distribusi yang dipilih p...
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
PT DUA KELINCI memakai konsep pemasaran modern yang mengacu pada
bauran pemasaran di dalam ...
LITERATUR
-

Lipsey dan Christal, 1995, An Introduction to positive Economics (Edisi ke
Lima, halaman xxiiii )

-

Hermawa...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

PENGARUH PEMBAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT DUA KELINCI FOOD INDUSTRY DI PATI, JAWA TENGAH, INDONESIA

10,290 views
10,015 views

Published on

1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
10,290
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
208
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PENGARUH PEMBAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT DUA KELINCI FOOD INDUSTRY DI PATI, JAWA TENGAH, INDONESIA

  1. 1. PENGARUH PEMBAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT DUA KELINCI FOOD INDUSTRY DI PATI, JAWA TENGAH, INDONESIA MAKALAH MENEJEMEN PEMASARAN 1 Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran 1 Semester 3 Dosen Pembimbing : U. Maman Rubaman , SE, MM Disusun oleh : 1 . Bisowarno Sejati ( 41183402120045 ) 2 . Dwi Rizky Andriansyah ( 41183402120035 ) 3 . Hasan Kamilin ( 41183402120023 ) Fakultas Ekonomi Jurusan Management S1
  2. 2. Class 3C UNIVERSITAS ISLAM "45" BEKASI Jl . Cut Meutia No. 83 Bekasi 17113 Tlp (021) 8802015, 8808851-52 Fax . (021) 8801192, Homepage : www.unismabekasi.ac.id Tahun Ajaran 2012/2013 ii
  3. 3. Daftar isi Daftar isi....................................................................................................................i KATA PENGANTAR...............................................................................................ii BAB I......................................................................................................................1 PENDAHULUAN....................................................................................................1 1.1.Latar Belakang Masalah................................................................................1 1.2.Rumusan Masalah.........................................................................................2 1.3. Tujuan Pembahasan Makalah.......................................................................2 BAB II......................................................................................................................3 PEMBAHASAN......................................................................................................3 2.1.Landasan Teori..............................................................................................3 2.2.Pembahasan...................................................................................................3 2.2.1 Konsep pemasaran......................................................................................4 2.2.1 Definisi Pemasaran.....................................................................................4 2.2.2 Kegiatan Utama pemasaran........................................................................5 2.2.3 Pembauran Pemasaran................................................................................6 BAB III PENUTUP..............................................................................................................21 3.1Kesimpulan...................................................................................................21 LITERATUR..........................................................................................................22 i
  4. 4. KATA PENGANTAR Lingkaran indah terukir dalam puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunianya, penulis dapat menyusun makalah sebagai tugas untuk memenuhi mata kuliah Menejemen Pemasaran 1 semester III yang membahas dengan judul ‘’PENGARUH PEMBAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT DUA KELINCI FOOD INDUSTRY DI PATI, JAWA TENGAH, INDONESIA’’ selesai tepat pada waktunya. Penulis ingin memetik nasihat Lipsey dan Christal dalam bukunya An Introduction to Positive Economics (Edisi ke Lima, 1995, halaman xxiiii ) : “ You need to study a book on economics in a different way from how you wold study a book on say, history or English literature Economic theory has a logical structure that builds on itself from stage to stage. Thus if you inperfectly understand some concept or theory, you will run into increasing difficulty when, in subsequen chapters, this theory or concept is taken for granted and built upon”. Ringkasannya, mempelajari ilmu ekonomi termasuk Menejemen Pemasaran tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, harus selangkah demi selangkah dan pada setiap langkah tersebut aspek-aspek yang diterangkan perlul dipahami dengan baik. Untuk membantu anda dalam memahami hal-hal yang diterangkan, pada akhir setiap bab disediakan ringkasan yang meliputi aspek yang diterangkan, dan konsep penting yang digunakan. Tujuannya adalah untuk membantu anda mengingat dan memahami uraian dalam setiap bab. Penyusunan makalah ini berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menjadikan makalah ini mendekati kesempurnaan, mudah dimengerti, menarik dan mungkin menjadikan suatu inspirasi kepada pembaca serta memberi kontribusi pada pemahaman yang lebih baik di sistem management pemasaran. Selamat membaca dan semoga anda sukses. Bekasi , 03 Januari 2014 ii
  5. 5. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya PT. Dua Kelinci Food Industry yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman (product) mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan dengan menguasai pangsa pasar. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Untuk menguasi pasar dan memperoleh kepuasan konsumen, memerlukan strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diaplikasikan di PT Dua Kelinci. Bauran pemasaran merupakan salah satu faktor dalam membuat strategi pamasaran yang tepat dan baik. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menguasai pangsa pangsa pasar dan mendapatkan kepuasan konsumen dengan produk yang ditawarkan. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produk-produknya.Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. 1
  6. 6. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagimana Pentingnya bauran pemasaran dalam menentukan strategi pemasaran di sebuah perusahaan ? 2. Bagaimana pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan konsumen dan pangsa pasar ? 3. Apa fungsi bauran pemasaran bagi kepuasan konsumen ? 4. Kenapa bauran pemasaran dilakukan di dalam manajemen pemasaran ? 5. Apa dampak bagi sebuah perusahaan yang tidak melaksanakan bauran pemasaran di dalam manajemen pemasaran ? 1.3. Tujuan Pembahasan Makalah.  Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan teori bauran pemasaran dan semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran.  Untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana cara melakukan kegiatan pemasaran dan apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan pemasaran.  Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran atau marketing mix.  Untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap manajemen pemasaran  Untuk mengetahui fungsi bauran pemasaran terhadap strategi pemasaran 2
  7. 7. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Landasan Teori Sebagian besar pengusaha atau perusahaan tidak memahami dan memiliki rencana pemasaran, hanya mengandalkan pengulangan penjualan, insting dan faktor keberuntungan (Luck) sehingga hasil yang diperoleh hanya puas dan menerima kondisi saat ini. Kondisi seperti ini dikarenakan kurangnya pemahaman tentang pentingnya bauran pemasaran dalam manaejemen pemasaran. (Slide chapter 1: manajemen strategic) Tugas pemasaran adalah menganalisis mengapa konsumen tidak menyukai produk itu dan apakah program pemasaran yang meliputi desain ulang produk, harga relatif dan promosi yang lebih positif akan mengubah keyakinan dan sikap pasar (Negative demand), mencari jalan untuk menghubungkan manfaat produk dengan kebutuhan dan minat natural orang tersebut (No demand). mengukur besarnya pasar potensial dan mengembangkan barang dan jasa yang tepat untuk memenuhi permintaan tersebut (Latent demand) dan membalikkan permintaan menurun melalui remarketing produk secara kreatif (Declining demand). Indikator PT Dua Kelinci memiliki manajemen pemasaran yang baik adalah keberhasilan dalam menjalankan pemasaran produknya yang ditandai oleh konsumen datang kembali untuk membeli dan konsumen mengajak konsumen lain untuk membeli produk dari perusahaan atau organisasi itu sendiri. Untuk mencapi semuanya itu bauran pemasaran merupakan hal yang paling mendasar dalam menetukan strategi pemasaran di dalam manajemen pemasaran untuk memperoleh kepuasan konsumen atau pelanggan. 2.2. Pembahasan Ruang lingkup yang akan dibahas dalam makalah ini adalah proses bauran pemasaran dalam menentukan strategi di dalam manejemen pemasaran untuk memperoleh kepuasaan konsumen PT Dua Kelinci Food Industry di Pati, Jawa 3
  8. 8. Tengah, Indonesia. Faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dengan tujuan menguasai pangsa pasar dari para kompetitor. 2.2.1 Konsep pemasaran Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam PT Dua Kelinci yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan pertumbuhan, tetapi konsep itu perlu dilaksanakan karena dapat meningkatkan penjualan dengan membuat barang yang mudah penggunaannya, mudah pembeliaannya, mudah pemeliharaannya. Orientasi konsumen / pasar / pembeli, volume penjualan yang menguntungkan, koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam PT Dua Kelinci merupakan tiga elemen pokok dalam penggunaan konsep pemasaran. Tiga elemen pokok tersebut, yang dapat menunjang keberhasilan bisnis yang dilakukan oleh sebuah perusahaan. Pada dasarnya, PT Dua Kelinci ingin mempraktekkan orientasi konsumen ini harus :  Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi  Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya  Menentukan produk dan program pemasarannya  Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka  Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik. 2.2.1 Definisi Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan 4
  9. 9. kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual akan sesuai dengan keinginan pelanggan, sehingga produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus difikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia. Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi : I. William J Stanton, menyatakan bahwa: Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatankegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial. II. Menurut Philip dan Duncan: Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen. III. American Marketing Association Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen. Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan : 1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan. 2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen. 3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang. 2.2.2 Kegiatan Utama pemasaran Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari empat variable yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan 5
  10. 10. dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan. 2.2.3 Pembauran Pemasaran Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dan Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place). PRODUK (PRODUCT). Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk PT DUA KELINCI berupa Coated Peanut yaitu Roasted Peanuts, Deka, dan Katom dengan products antara lain Hot Nut, Kacang Shanghai, Garlic Nut, Super Nut, Sukro. Beans yaitu Polongku, Rege, Polong Mas, Koroku, Lofet. Snack yaitu My Corn dan Tic Tac. Beverages yaitu Jus dan Sir Jus yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan. Produk PT Dua Kelinci di jual ke grosir atau barang yang dibeli grosir untuk dijual kembali kepada konsumen akhir. Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi tiga bagian : a. Pemilihan produk b. Pembungkus barang c. Merk barang d. Pemilihan barang/produk Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Pemilihan barang atau 6
  11. 11. produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan. Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah – masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru sebagai pengganti atau strategi baru. Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi menjadi lima tahapan di mana untuk masing – masing tahap suatu perusahaan harus memasang strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar kelangsungan hidup perusahaan terjamin. Lima tahapan tersebut adalah sebagai berikut :  Tahap perkenalan  Tahap pertumbuhan  Tahap kedewasaan dan kejenuhan  Tahap kemunduran / penurunan I. Tahap perkenalan. Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui penyampaian informasi dengan kegiatan promosi yang gencar dan agresif menekankan merk 7
  12. 12. penjualan, kelebihannya dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain. Tahap perkenalan ini biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam memberikan tambahan pendapatan produsen. Tujuan utama promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal dengan baik produk perusahaan dan mulai menyukainya. II. Tahap Pertumbuhan Tahap pertumbuhan ditunjukan dengan meningkatnya volume penjualan dengan cepat karena produk sudah menempatkan pada segmen pasar yang sesuai. Usaha yang dilakukan dalam tahap ini adalah menurunkan kegiatan promosinya untuk diganti dengan memperluas dan meningkatkan distribusi ke daerah – daerah (lokasi – lokasi segmen pasar) yang belum dimasuki atau kegiatan promosi digantikan dengan persaingan harga dengan perusahaan pesaing. Pada tahap ini bermunculan perusahaan-perusahaan pesaing yang mencoba merebut segmen pasar yang kita kuasai dengan menggunakan strategi-strategi yang dengan perlahan dan pasti dapat menggeser kedudukan perusahaan yang lebih dulu masuk pasar. III. Tahap kedewasaan dan kejenuhan Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan. Tambahan volume penjualan sudah dilakukan sedangkan bagian pasar yang kita kuasai sudah banyak yang dimasuki produk-produk pesaing yang sedikit demi sedikit mulai mengikis segmen pasar kita, ditambah lagi dengan konsumen sudah mulai melirik produk sejenis lainnya yang sekiranya mempunyai keunggulan 8
  13. 13. lebih banyak atau dengan kata lain konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang kita jual. IV. Tahap kemunduran / penurunan Akibat buruk perilaku konsumen tersebut menurunkan volume penjualan perusahaan sehingga perusahaan harus cepat-cepat mengambil kebijaksanaan agar perusahaan tidak bangkrut. Adapun kebijaksanaan yang akan di ambil oleh perusahaan pada umumnya terdiri dari dua, yaitu : • Menghentikan produk yang sudah tidak dapat bersaing dengan digantikan oleh barang yang benar-benar baru dan lain dibandingkan dengan produk lama. Kebijaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar asalkan perusahaan mempunyai tenaga yang punya kemampuan dalam membuat motivasi baru, kreasi, atau menciptakan barang yang akan menggantikannya. • Tetap mempertahankan barang lama tetapi memperbaharui atribut-atribut lamanya baik dari segi kemasan atau dapat juga menonjolkan kelebihan lain. Kalau alternatif ini tidak dapat dilakukan perusahaan harus dapat membuat barang yang benar-benar baru yang memerlukan penelitian dari awal baik dari segi mutu, merk dagang, pembungkus, cara mendistribusikan dan lain-lain. Pembungkus barang Pembungkus (Kemasan) barang merupakan pertimbangan ke dua setelah produk yang sejenis, ternyata mempunyai kualitas yang sama, rasa yang sama atau kegiatan yang relative berbeda. Maka bagi pembeli yang merasa bingung dengan berbagai merk tersebut akhirnya akan mempertimbangkan bungkus luar produk yang akan dipilih. Oleh karena itu bungkus juga memegang peranan penting dalam penjualan produk. Untuk membuat bungkus agar menarik pembeli maka perusahaan harus mempertimbangkan dari berbagai aspek baik aspek ekonomis, keindahan maupun 9
  14. 14. praktisnya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembungkusan diantaranya: 1. Bungkus yang membangkitkan hasrat untuk membeli. 2. Bungkus yang mudah diingat. 3. Bungkus yang tidak menambah harga jual sehingga tidak dapat besaing dengan produk sejenis yang lain. 4. Kemasan di design agar dapat menjaga mutu barang, memudahkan pengangkutan, penyimpanan, penyusunan di rak took, atau memmpunyai kegiatan setelah dipakai habis (ada kegiatan ganda). Merk Barang Merk barang PT Dua Kelinci disertai dengan gambar dua kelinci mempertegaskan adalah sangat penting bagi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain. Dengan melihat merk seseorang yang sudah menggemari atau fanatic terhadap rasanya, mutunya atau keadaanya tidak akan nemilih lagi dalam memilih lagi dalam membeli barang cukup hanya dengan melihat gambar tertentu atau kata-kata tertentu dalam suatu prroduk menganggap sudah cukup memutuskan untuk membeli. Dengan merk yang sudah menjadi langganan pemakai dapat menghemat waktu dalam membeli karena dapat menyuruh orang lain untuk membelinya (praktis) dan membuat anggaran tertentu dalam memakainya. Banyaknya manfaat yang dapat diperoleh konsumen ini ternyata terlihat juga oleh produsen sehingga sering sekali produsen menggunakan merk tersebut sebagai salah satu strategi pemasarannya dengan jalan perusahaan memproduksi barang yang tidak terlalu berbeda setiap memakai berbagai merk, hal ini dilakukan untuk menguasai pasar. HARGA ( PRICE ) Bauran harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat 10
  15. 15. harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan. Harga menggambarkan besarnya rupiah yang harus dikeluarkan seorang konsumen untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen. Definisi harga menurut Philip Kotler adalah : “price is the amount of money charged for a product or service. More broadly, price is the sum of all the value that consumers exchange for the benefits of having or using the product or service”. Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa. Sedangkan Stanton mendefinisikan harga: “Price is the amount of money and or goods needed to acquire some combination of another goods and its companying services”. Pengertian di atas mengandung arti bahwa harga adalah sejumlah uang dan atau barang yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi dari barang yang lain yang disertai dengan pemberian jasa. Harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, dimana suatu saat harga akan stabil dalam waktu tertentu tetapi dalam seketika harga dapat juga meningkat atau menurun dan juga merupakan satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan dari penjualan. Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh pengguna untuk mendapatkan produk. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari produksi tersebut (Moenroe, 1990). Jika hal ini dikaitkan dengan produk layanan, maka seseorang akan datang ke tempat kita jika waktu atau dana yang dikorbankan untuk mendapatkan produk layanan kita sesuai dengan produk layanan yang ditawarkan. Harga dan kebijaksanaan harga adalah elemen yang paling banyak diperdebatkan dalam pemasaran. Harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan, bagaimanapun harga mendatangkan masalah tersendiri. Condous (1983) menyarankan, “…apabila 11
  16. 16. pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna.” Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan keahlian manajemen paling banyak dibutuhkan dalam masalah penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting dalam penetapan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa para penjual kerap kali mengetahui permintaan in-elastis. Oleh karena itu mereka menetapkan harga yang paling tinggi. Akan tetapi mereka lalai bertindak yang sebaliknya, jika menghadpi permintaan yang elastis, walaupun harga lebih rendah akan menaikkan penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga naiknya laba bersih. Prinsip penetapan harga barang dapat juga diterapkan daam penetapan harga jasa. Secara singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithaml dan Bitner (1996) adalah sebagai berikut: • Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harganya, yang mencakup: pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan tingkat permintaan, prakiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang ditawarkan pesaing, pemilihan metode penetapan harga, dan menentukan harga akhir. • Perusahaan tidak selalu harus berupaya mencari profit makasimum melalui penetapan harga. Sasaran lain yang bisa mereka capai adalah mencakup survival, memakasimumkan penerimaan sekarang, memakasimumkan pertumbuhan penjualan, memakasimumkan penguasaan (skimming) pasar dan kepemimpinan produk atau kualitas. • Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa menghitung elastisitas permintaan, yang dapat dirumuskan Elastisitas = Persen (%) perubahan dalam kuantitas yang dibeli Persentase perubahan dalam harga 12
  17. 17. • Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan, harga harus mampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya. • Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga. • Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis. • Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya dengan menggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga diskrimiasi, serta harga bauran produk. Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung-hitung tentang apa yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengan demikian, harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akan diberikan oleh suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengan penggunaan produk tersebut ( Yazid, 1999). Pusat informasi yang menghendaki profit harus mampu menutup semua biaya yang berkaitan dengan proses memproduksi dan memasarkan suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjin secukupnya sehingga mampu memberikan keuntungan yang memuaskan. Yazid (1999) yang mengatakan bahwa, “Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang bersifat moneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukur tingkat atau porsi penerimaan dari konsumen”. 13
  18. 18. Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan suatu jasa mencakup: • Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang yang menawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi mempunyai keterbatasan waktu, mereka akan memperhitungkan biaya terhadap waktu yang digunakan dalam mencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan lain. • Upaya – upaya yang bersifat fisik. Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan untuk memperoleh sejumlah jasa bisa saja dimasukkan, khususnya bila penyajian jasa dilakukan secara swalayan. • Biaya-biaya sensor. Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan, bau tidak sedap, aliran udara yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat duduk yang tidak nyaman, lingkungan yang terkesan jorok, bahkan rasa yang tidak mengenakkan. • Biaya-biaya psikologis. Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasa tertentu, seperti upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atau ketidakadilan bahkan rasa takut. ( Yazid, 1999 ) PROMOSI ( PROMOTION ) Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen. Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dapat 14
  19. 19. mengarahkan organisasi atau seseorang untuk menciptakan transaksi antara pembeli dan penjual. Promosi merupakan kegiatan terakhir dari marketing mix yang sangat penting karena sekarang ini kebanyakan pasar lebih banyak bersifat pasar pembeli di mana keputusan terakhir terjadinya transaksi jual beli sangat dipengaruhi oleh konsumen. Oleh karena itu pembeli adalah raja. Para produsen berbagai barang bersaing untuk merebut hati pembeli agar tertarik dan mau membeli barang yang dijualnya. Pada dasarnya keputusan membeli sangat dipengaruhi oleh motif-motif pertimbangan secara emosional, seperti : merasa bangga, sugesti, angan-angan dan sebagainya. Tetapi bisa juga pembeli membeli secara rasional seperti: karena mempertimbangkan riwatnya, ekonomisnya, segi kepraktisan, harganya, pengangkutannya dan sebagainya. Dalam promosi terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan, pada umumnya ada empat kegiatan yang biasa dilakukan yaitu: a. Periklanan. b. Personal selling. c. Promosi penjualan. d. Publisitas dan humas. a. Periklanan ( Advertesing ) Periklanan merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi yang sering dilakukan perusahaan melalui komunikasi non individu dengan sejumlah biaya seperti iklan melalui media masa, PT DUA KELINCI dengn jalur promosi bellow the line dan above the line (dengan iklan televisi yang menggunakan ikon selebriti ) mereka tempuh Periklanan dilakukan untuk memasarkan produk baru, memasuki segmen pasar yang baru atau yang tidak terjangkau oleh salesman maupun personal selling. b. Personal selling Personal selling adalah kegiatan promosi yang dilakukan antar individu yang 15
  20. 20. sering bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai atau mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan kedua belah pihak, PT DUA KELINCI juga melakukan personal selling dengan mengundang ribuan grosir dalam acara wisata industri, untuk memperkuat jalur grosir dan distribusi. c. Promosi penjualan Promosi penjualan PT DUA KELINCI saat wisata industri dengan menggunakan alat peraga, demontrasi, dan hadiah untuk memperkenalkan produk . d. Publisitas Publisitas merupakan kegiatan promosi yang hampir sama dengan periklanan yaitu melalui media masa tetapi informasi yang diberikan tidak dalam bentuk iklan tetapi berupa berita. Strategi pemasaran PT DUA KELINCI memperkenalkan produknya pada masyarakat Indonesia dan mancanegara lewat sepak bola dengan mendatangkan pemain sepak bola Real Madrid Luis Figo pada tahun 2011 dan Xabi Alonso pada tahun 2012 SALURAN DISTRIBUSI ( PLACE ) Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk. Definisi saluran distribusi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran. Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan 16
  21. 21. produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat. Pemilihan saluran distribusi Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Hal ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan. Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas. Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai produsen untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak (penguasaan) sampai dengan pemindahan barang maupun hanya pemindahan hak kepemilikannya saja. Pemilihan saluran distribusi harus mempertimbangkan halhal sebagai berikut: • Sifat pembeli, seperti kebiasaan membeli, frekuensi pembelian, letak geografis dsb. b. Sifat produk. c. Sifat perantara. d. Sifat pesaing e. Sifat perusahaan, dan sebagainya Sifat pembeli sangat mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai. Sebagai contohnya, kalau jumlah pembeli hanya, frekuensi pembelian dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang. 17
  22. 22. • Sifat produk juga merupakan pertimbangan produsen yang tidak kalah pentingnya. Misalnya, apakah barang tersebut mudah rusak atau tidak, bagaimana ukurannya, bagaimana kualitas barang kalau dilihat dari segi konsumen, harganya dan sebagainya. Kesemuanya itu perlu dijadikan bahan pertimbangan yang penting juga. • Sifat perantara, perusahaan, pesaing, pasar yang dituju dan sebagainya menjadi faktor yang penting dalam memilih saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan. Saluran distribusi yang digunakan itu dengan tujuan agar barang yang ditawarkan sampai pada konsumen industry maupun konsumen akhir. Alternatif pemilihan saluran distribusi. Untuk memakai saluran distribusi tertentu di samping mempertimbangkan faktor-faktor di atas perusahaan juga perlu mengetahui unsur apa saja yang sebenarnya juga mempengaruhi pemilihan saluran distribusi, diantaranya: A. Tipe perantara. Perantara dalam kenyataannya juga melakukan beberapa macam fungsi pemasaran seperti penyimpanan, pengangkutan, penjualan, pembelian dan sebagainya. Kalau fungsi pemasaran yang dilakukan perantara ternyata lebih efisien dibanding dengan kalau fungsi pemasaran dilakukan oleh produsen maka produsen yang bersangkutan biasanya memasukan perantara kedalam saluran distribusi yang dipilihnya. Pada dasarnya ada 3 jenis perantara yaitu : 1. Pedagang (Wholesaler) adalah perantara yang secara nyata mempunyai barang dagangan dan melakukan fungsi pemasaran di mana barang yang di dagangkan dalam jumlah volume penjualan yang besar sehingga pedagang besar ini biasanya hanya melayani pembelian dalam jumlah yang banyak atau dengan kata lain tidak melayani kosumen akhir yang membeli untuk 18
  23. 23. memenuhi kebutuhan pribadinya (atau besifat non-bisnis). 2. Pengecer (Retailer) adalah perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir baik konsumen untuk keperluan pribadi maupun konsumen industri. 3. Agen merupakan perantara yang ketiga, agen mempunyai perbedaan baik dengan pedagang besar mupun pengecer. Hal ini diperlihatkan pada masalah hak kepemilikan barang yang dijualnya. Kalau pedagang besar dan pengecer memiliki hak milik pada barang yang dijual maka kalau pada agen sebaliknya. Biarpun sebagai agen mereka bisa menjual dalam partai besar tetapi tetap hak miliknya ada pada produsennya. Kalau digambarkan sebagai berikut: B. Jumlah Perantara Kalau ditinjau dari jumlah perantara, ini menyangkut untuk tingkat penyebaran pasar yang diinginkan oleh produsen.Dengan mempertimbangkan jumlah perantara/penyalur maka produsen mempunyai 3 jenis kebijaksanaan alternative pemakaian saluran distribusi, yaitu: 1. Distribusi Insentif. Kebijaksanaan yang dipakai perusahaan PT DUA KELINCI dengan jalan memakai sebanyak mungkin penyalur atau pengecer untuk mencapai dengan cepat kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan segera, yaitu di pasar basah (tradisional) dan di pasar kering (modern) 2. Distribusi selektif. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memakai beberapa perantara saja, untuk memudahkan pengawasan terhadap penyalur. Distribusi ini dipakai untuk memasarkan barang-barang baru, barang spesial, PT DUA KELINCI juga membuat “kios kelinci” Sehingga dalam pemakaian saluran distribusi ini produsen berusaha memilih berapa 19
  24. 24. penyalur yang benar-benar baik dan mampu melaksanakan fungsi pemasaran. 3. Distribusi eksklusif. Distribusi yang dipilih produsen dengan hanya memilih satu perantara saja dalam wilayah geografis tertentu. Hal ini digunakan untuk pengawasan yang lebih intensif dan mendorong semangat penyalur agar agresif dalam melaksanakan fungsi pemasarannya. PT DUA KELINCI juga menjalin hubungan dengan maskapai penerbangan GARUDA INDONEIA dengan produknya “mixed nut” Distribusi ini dipakai produsen penghasil barangbarang yang relatif sedikit lebih mahal. Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan (finance), teori Marketing mix juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1] Perencanaan saluran distribusi dilakukan dengan maksud untuk memperlancar penyaluran produk agar sampai kepada konsumen. Dengan kegiatan distribusi ini diharapkan dapat mempermudah konsumen untuk memperoleh produk setiap saat. Kecepatan dan ketepatan dari saluran distribusi yang dilakukan oleh perusahaan akan sangat membantu konsumen dalam mendapatkan produk perusahaan, hal ini agar dapat menaikkan citra keberadaan produk dan perusahaan itu sendiri. PT DUA KEINCI dengan melakukan export agar jangkauan pemasarannya (market range) merata dalam skala global antara lain negara Europe, Saudi Arabia, China, Hongkong, Thailand, Singapore, Malaisia, Philipina, Brunai Darusalam, Austrtralia, Canada, United States Of Amerika 20
  25. 25. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan PT DUA KELINCI memakai konsep pemasaran modern yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Perencanaan produk yang dihasilkan oleh PT Dua Kelinci sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran, keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen. Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion). Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi strategic business concept artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan. 21
  26. 26. LITERATUR - Lipsey dan Christal, 1995, An Introduction to positive Economics (Edisi ke Lima, halaman xxiiii ) - Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler, 2002, Rethinking Marketing; Sustainable Marketing Enterprise in Asia. Jakarta: Prenhallindo - Keegan, Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo. - Widyatmini,1995, Pengantar Bisnis,Cetakan ke IV edisi 1,seri,Depok,Seri Diktat Kuliah: Gunadarma - Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta - Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba. - 22 Dua Kelinci Official Web

×