• Like
Presentasi Dewan Kedelai Nasional (Dekenas)  Kadin
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Presentasi Dewan Kedelai Nasional (Dekenas) Kadin

  • 1,439 views
Published

 

Published in Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,439
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
95
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. SIMPOSIUM JAGUNG & KEDELAI MENARA KADIN INDONESIA – 29 JULI 2009 Ir. H. Benny A. Kusbini Ketua Umum Dewan Kedelai Nasional
  • 2. I. TUJUAN & SASARAN DEKENAS
    • Untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dan komunikasi antara stakeholder (Petani, Industri, Koperasi, Penangkar Benih, Universitas/peneliti dan Konsumen) mulai dari tingkat pusat hingga daerah agar bekerja sama secara effisien dan effektif untuk mengembangkan Agribisnis Kedelai mulai dari hulu (Budidaya) sampai dengan konsumen akhir.
  • 3. II. VISI DEKENAS
    • “ Menjadikan kedelai sebagai salah satu unggulan komoditas pertanian di Indonesia untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat petani dan stakeholder
  • 4. III. MISI DEKENAS
    • 1. Membangun dan mengembangkan kedelai ke dalam satu usaha dan sistem agribisnis dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat petani dan stakeholders;
    • 2. Mengembangkan sistem budidaya untuk meningkatkan produktivitas dan produksi kedelai dalam negeri;
    • 3. Mendorong terlaksananya pengendaliann perdagangan kedelai dalam negeri, ekspor dan impor yang sehat dan berkeadilan;
    • 4. Mendorong terciptanya efisiensi distribusi dan persediaan (stock) nasional untuk mencukupi kebutuhan kedelai masyarakat;
    • 5. Mendorong penyediaan prasarana dan sarana produksi;
    • 6. Mendorong pengembangan kemampuan sumberdaya manusia dalam bidang penelitian, manajemen kewirausahaan dan pengetahuan teknis pengembangan kedelai.
  • 5. IV. SITUASI & KONDISI AGRIBISNIS KEDELAI
    • 1. Lebih dari 90% kebutuhan kedelai diimport , yaitu dari Amerika Brazil dan Kanada, karena produksi dalam negeri sangat kecil;
    • 2. Harga kedelai lokal tidak begitu menarik bagi petani, mereka lebih senang menanam jagung;
    • 3. Produktivitas budidaya masih rendah, berkisar 1,2  1,5 Ton/Ha;
    • 4. Impor kedelai dilakukan oleh pengusaha yang tidak mau terjadi swasembada, mereka diuntungkan dengan kondisi saat ini, sementara para petani, pedagang kecil, konsumen akhir dirugikan.
  • 6. 5. Bea impor saat ini nol %; 6. Lahan pertanian kedelai yang menyempit; 7. Tidak tersediannya infrastruktur yang memadai; 8. Tidak tersedianya bibit yang baik; 9. Kebijakan pemerintah yang setengah-setengah mendorong peningkatan produksi kedelai; 10. Harga yang tidak memberikan gairah bagi para petani, dimana pada saat panen harga menurun, pedagang membanjiri dengan kedelai impor.
  • 7. V. HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN
    • 1. Sementara produksi dalam negeri belum mencukupi, tetap dilakukan import, tetapi diawasi ketat, baik oleh Pemerintah maupun DKN;
    • 2. Produktivitas budidaya harus ditingkatkan dengan memberikan pelatihan dan bimbingan GAP kepada petani guna meningkatkan produktivitas dari saat ini 1,2 Ton/Ha, secara bertahap agar bisa naik 2 Ton/Ha lebih;
    • 3. Memperluas lahan penanaman kedelai;
    Bersambung ke hal. berikutnya
  • 8.
    • 4. Memperbaiki infrastruktur jalan ke lokasi pertanian;
    • 5. Menyediakan infrastruktur pasca panen: silo, Warehouse, mesin perontok dll;
    • 6. Untuk melindungi petani lokal, harus ada impor duty, jangan seperti sekarang nol %;
    • 7. Agar komoditi strategis ini tidak menjadi komoditi bisnis spekulan, sebaiknya peran Bulog diaktifkan sebagai pengelola perdagangan kedelai Nasional;
    • 8. Menyediakan pembiayaan budidaya/kredit program dengan bunga rendah;
    • 9. Memberikan insentif khusus bagi investor swasta yang berminat melakukan penanaman kedelai.
  • 9. PERKEMBANGAN LUAS PANEN & PRODUKSI KEDELAI TAHUN 1992 - 2009 Bersambung ke hal. berikutnya 1.017.634 824.484 2000 9 1.382.848 1.151.079 1999 8 1.304.950 1.094.262 1998 7 1.356.891 1.119.079 1997 6 1.517.181 1.279.286 1996 5 1.680.007 1.477.432 1995 4 1.564.847 1.406.918 1994 3 1.708.528 1.470.206 1993 2 1.869.713 1.665.706 1992 1 PRODUKSI (TON) LUAS PANEN (HA) TAHUN NO.
  • 10. 1.115.158 927.498 RATA-RATA 850.226 638.103 2009 **) 18 776.491 591.899 2008 *) 17 592.534 459.116 2007 16 747.611 580.534 2006 15 808.303 621.541 2005 14 723.483 565.155 2004 13 671.600 526.796 2003 12 673.056 544.522 2002 11 826.932 678.848 2001 10 PRODUKSI (TON) LUAS PANEN (HA) TAHUN NO.
  • 11. REKAPITULASI ANGGOTA PRODUSEN PRIMKOPTI SE-INDONESIA 822,373,632 68,531,136 39,227 1,894 9,862 27,471 138 JUMLAH 24,206,400 2,017,200 1,414 765 207 442 9 Kalimantan & SumUt 9 40,084,320 3,340,360 939 15 141 783 10 Sumatera Selatan 8 36,465,600 3,038,800 1,322 13 194 1,115 6 Lampung 7 181,132,272 15,094,356 6,795 245 1,575 4,975 43 Jawa Timur 6 38,404,080 3,200,340 2,816 250 812 1,754 5 DI Yogyakarta 5 183,917,856 15,326,488 12,967 67 3,234 9,666 35 Jawa Tengah 4 166,540,704 13,878,392 6,774 36 2,926 3,812 20 Jawa Barat 3 47,136,000 3,928,000 2,045 266 150 1,629 5 Banten 2 104,486,400 8,707,200 4,155 237 623 3,295 5 DKI Jakarta 1 KG/THN KG/BLN JUMLAH LAIN2 TAHU TEMPE KEBUTUHAN ANGGOTA PRODUSEN JUMLAH PRIM- KOPTI WILAYAH NO.
  • 12. KEBUTUHAN KEDELE UNTUK KOPTI DAN ASUMSI KEBUTUHAN BIBIT & KEBUN
    • A. Bila 1 Bulan dibutuhkan : ± 68,531 Ton/ bulan
    • Maka setiap bulan harus :
    • 1. Tanam kedelai
    •  68,531 Ton/bln = ± 45,687 ha/bln
    • 1,5 Ton/ha
    • ± 548,244 ha/thn
    • 2. Bibit
    •  45,687 ha x 40 kg/ha = 2.1. 1,827 ton/bln
    • 1,218 ha/ bln (kebun bibit)
    • 2.2. 21,924 ton/thn
    • 14,616 ha/thn (kebun bibit)
    Bersambung ke hal. berikutnya
  • 13.
    • 3. Asumsi Lapangan kerja untuk Kopti saja:
    •  45,687 Ha X 5 orang/Ha = 228,435 orang, jika 1 pekerja
    • memiliki 1 istri & 2 anak, maka :
    • 228,435 orang x 3 orang = 685,305 orang yang dihidupi oleh budidaya kedelai.
    • 4. Bila kebutuhan kedelai/tahun, maka
    •  2,300,000 Ton = 1,150,000 Ha x 5 orang/Ha = 5,750,000 org/
    • 2 Ton/Ha
    • tenaga kerja yang terserap diusaha kedelai.
    • 5. Perputaran uang diusaha kedelai (Kapitalisasi Bisnis Kedelai di Tingkat Nasional)
    •  2,300,000 Ton x Rp. 6,000/Kg = 13.8 trilyun/tahun
    • Belum termasuk: a. Mesin pengering d. Gudang
    • b. Karung plastik e. Pekerja/ tukang
    • c. Transport/ truk
    Bersambung ke hal. berikutnya
  • 14.
    • 6. Melihat begitu besarnya peluang usaha di Bidang Pekedelaian Nasional dan inipun akan menjadi ancaman bila tidak segera diatasi, karena kebutuhan akan kedelai akan terus meningkat, sejalan dengan:
    • a. Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat;
    • b. Terus berkembangnya industri pangan: tahu, tempe, susu
    • dan pangan olahan lainnya;
    • c. Sebagai pakan ternak = bungkil kedelai.
    • 7. Untuk mencapai swasembada kedelai tahun 2014:
    • a. Kebutuhan : 1.150.000 Ha
    • b. Luas tahun 2009 : 638.103 Ha
    • c. Kekurangan lahan : 511.896 Ha / 5 tahun
    • d. Harus ada peningkatan lahan: 102.379 Ha/tahun.
  • 15. PERKEMBANGAN KONSUMSI, PRODUKSI & IMPOR KEDELAI TAHUN 1992 - 2009 Bersambung ke hal. berikutnya 1.276.366 1.017.634 2.294.000 2000 9 1.301.152 1.382.848 2.684.000 1999 8 344.050 1.304.950 1.649.000 1998 7 616.109 1.356.891 1.973.000 1997 6 745.819 1.517.181 2.263.000 1996 5 606.993 1.680.007 2.287.000 1995 4 800.153 1.564.847 2.365.000 1994 3 722.472 1.708.528 2.431.000 1993 2 690.287 1.869.713 2.560.000 1992 1 IMPOR ***) TON PRODUKSI **) TON KONSUMSI *) TON TAHUN NO
  • 16. Ket.: - *) Sumber Badan Litbang Pertanian, Deptan, diolah - **) Sumber BPS - ***) Sumber Ditjen P2HP, Deptan ??? 850.226 2.292.000 2009 18 1.515.509 776.491 2.292.000 2008 17 1.641.466 592.534 2.234.000 2007 16 1.431.389 747.611 2.179.000 2006 15 1.313.697 808.303 2.122.000 2005 14 1.291.517 723.483 2.015.000 2004 13 1.344.400 671.600 2.016.000 2003 12 1.343.944 673.056 2.017.000 2002 11 1.133.068 826.932 1.960.000 2001 10 IMPOR ***) TON PRODUKSI **) TON KONSUMSI *) TON TAHUN NO
  • 17. TARGET AKHIR DEKENAS
    • “ SWASEMBADA”
    • Kebutuhan Kedelai Dipenuhi Produksi Dalam Negeri
    • PETANI  PEDAGANG  KONSUMEN
    • HAPPY
  • 18. SELESAI