Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
  • Save
BUKU PUTIH KEMENTRIAN KOMINFO 2010
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

BUKU PUTIH KEMENTRIAN KOMINFO 2010

  • 1,890 views
Published

 

Published in Education , Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,890
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PUSAT DATAKEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA2010KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA INDONESIAWHITEPAPER 2010
  • 2. ©2010 Kementrian Komunikasi dan InformatikaPusat DataKatalog dalam TerbitanKomunikasi dan Informatika Indonesia / Kalamullah Ramli, Khamami Herusantoso, HasyimGautama, Eko Fajar, Siti Meiningsih, Nani Grace Berliana, Budi Triyono, Chichi Shintia Laksani,Irene Muflikh; Sarwoto; Udi Rusadi; Baringin Batubara; Akman Amir; Yudhistira Nugraha;Kunti Pratiwi. Jakarta : Pusat Data, 2010102 hlm ; 21x 29,7 cmISBN : 978 – 602 – 98285 – 1 – 11. Trend TIK2. Kondisi TIK Saat Ini3. Kebijakan dan RencanaEditor :Dr Rudi Lumanto ; Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA; Dr. Ir. Ashwin Sasongko, M.Sc; Ir. CahyanaAhmadjayadi; Drs. Freddy H.Tulung, MUA; Dr. Yan Rianto, M.Eng.Penerbit : Pusat DataKementrian Komunikasi dan InformatikaJl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta 10110, Telp/Fax 3848882
  • 3. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 1Bab 1 - Tren TIKPENGANTARMenteri Komunikasi dan Informatika,Tifatul SembiringPembangunan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di sebuah negara telah dipahami dapatmendorong pertumbuhan ekonomi dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kesejahteraanrakyat. Pemerintah Indonesia juga telah meletakkan pembangunan kominfo ini sebagai salah satu daribeberapa elemen penting pembangunan negara Indonesia secara keseluruhan. Beberapa kebijakan danstrategi pembangunan telah ditetapkan dalam rangka tercapainya harapan akan infrastruktur Kominfoyang lebih baik dan lebih cepat serta layanan layanannya yang berkualitas.Meskipun pemerintah meyakini bahwa pembangunan kominfo yang dilakukan saat ini berada pada jaluryang benar tetapi tidak semua harapan harapan yang ada sebelumnya itu telah dapat direalisasikan.Hal ini dikarenakan salah satunya adalah kondisi geografisnya yang unik dan memiliki dimensi yangkompleks. Diperlukan terus menerus usaha yang komprehensif, intensif dan dengan skala masif sehinggapembangunan kominfo ini segera dapat dirasakan manfaatnya. Pembangunan harus berkelanjutan, halhal yang dirasa perlu diperbaiki karena adanya kemajuan teknologi maka harus segera diperbaiki, halhal yang dirasa perlu dilanjutkan maka perlu dilanjutkan sehingga pembangunan ini bisa kontinyu danberkesinambungan.Buku putih ini diterbitkan salah satunya adalah agar menjadi milestone dan outlook pembangunankominfo di Indonesia. Sehingga bagi yang sudah lewat bisa dijadikan pelajaran untuk lebih ditingkatkansedangkan bagi yang berada pada kondisi saat ini, buku putih ini dapat dijadikan acuan untuk melangkahke depan yang lebih baik.Isinya meliputi tiga bagian besar yaitu tren TIK global saat ini khususnya untuk melihat pengaruhkemajuan teknologi TIK yang sangat cepat, Kondisi TIK Indonesia saat ini dan Gambaran kedepanpembangunan TIK Indonesia Diharapkan dengan keluarnya buku putihini, seluruh stakeholders pembangunan TIK dapat memahami dan ikutserta mendukung disamping ikut juga mengawasi dan memperbaikikekurangan kekurangan yang mungkin ada.Semoga TIK Indonesia maju, Indonesia jaya dan masyarakat punsejahtera.
  • 4. Bab 1 - Tren TIK2 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010DAFTAR ISITREN TIK ............................................................................ 03TIK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TREN KONVERGEN .................................... 05TREN PITA-LEBAR .......................................................................................................... 13TREN KOMPUTASI AWAN ............................................................................................ 16TREN TV DIGITAL ............................................................................................................ 19TREN TIK HIJAU .............................................................................................................. 22KONDISI TIK SAAT INI ....................................................... 31INFRASTRUKTUR DAN PENGGUNAAN TIK .............................................................. 33- Telekomunikasi .......................................................................................................... 34- Internet dan Komputer ........................................................................................... 39- TV ................................................................................................................................... 54- POS ............................................................................................................................... 58SDM TIK ............................................................................................................................ 61PERBANDINGAN INTERNATIONAL .............................................................................. 63KEBIJAKAN DAN RENCANA KEDEPAN ............................. 67INDIKATOR SUKSES KOMINFO ................................................................................... 69VISI, MISI DAN STRATEGI KOMINFO ......................................................................... 71ROADMAP TIK INDONESIA .......................................................................................... 79ROADMAP TV DIGITAL .................................................................................................. 85ROADMAP INTERNET (IPV6) ........................................................................................ 88ROADMAP SATELIT ........................................................................................................ 89LAMPIRAN ......................................................................... 93
  • 5. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 3Bab 1 - Tren TIKBAB 1TREN TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi )
  • 6. Bab 1 - Tren TIK4 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20101
  • 7. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 5Bab 1 - Tren TIK1.1 TIK dan Pertumbuhan EkonomiHubungan antara TIK dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara sudah diketahui dan banyakdikaji oleh para peneliti, dan memiliki hubungan yang positip, artinya pembangunan TIK akanmenghasilkan efek berantai ke meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi. Meskipun angka korelasiini berbeda antara tiap negara akan tetapi pemahaman bahwa pembangunan TIK secara positif danpasti akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi perlu diyakini agar kita tidak ragu dan teruskontinyu untuk melanjutkan pembangunan ini. Gambar 1.1 memperlihatkan bagaimana efek berantaiyang memperlihatkan dampak pembangunan ini. Dampak pertama yang bisa dilihat adalah sisi (a)infrastruktur (b) peningkatan keterampilan (c) peningkatan penggunaan berbagai aplikasi TIK dalamkehidupan. Pembangunan dan penguatan infrastruktur dalam implementasinya memerlukan investasiyang tinggi dan hasil hasil inovasi agar sesuai peruntukannya. Hal ini membawa kepada terjadinyapeningkatan skala elemen produksi, kebutuhan tenaga kerja serta membaiknya produktifitas sejalandengan menguatnya infrastruktur. Bergeraknya elemen produksi dan produktifitas secara positifakan membangun kekuatan ekonomi sebagai dampak kedua. Dengan alur yang sama, peningkatanketrampilan SDM dibidang TIK akan membawa kepada terbangunnya kekuatan Intelektual, sedangkanpeningkatan berbagai aplikasi TIK dalam kehidupan baik dalam Komunitas online maupun dalamkerangka keterbukaan informasi membawa kepada terbangunnya kekuatan sosial. Tiga kekuatan inimerupakan modal dasar bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.Gambar 1.1 Pembangunan Kominfo dan Pertumbuhan EkonomiSumber : Japan ICT Whitepaper 2009
  • 8. Bab 1 - Tren TIK6 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Hubungan antara TIK dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara secara empiris dikeluarkan puladalam laporan kajian yang dilakukan oleh Bank Dunia. Kajian terbaru yang dikeluarkan oleh Bank duniaini dilakukan untuk melihat dampak TIK baik dari internet dan pita-lebar maupun dari layanan telepontetap dan bergerak terhadap pertumbuhan ekonominya. Kajian dilakukan di 120 negara antara tahun1980 dan 2006 dengan metode analisa econometric pertumbuhan.0.51.01.5Fixed Mobile Internet Broadband0.430.730.600.81 0.771.121.211.38High-income economiesLow - and middle -income economiesDari hasil kajian, terlihat bahwa untuk tiap-tiap 10% titik bertambah di penetrasi layanan pita-lebar,ada pertambahan di pertumbuhan ekonomi sebanyak 1,3% (Qiang 2009). Efek pertumbuhan pita-lebarini memiliki arti yang sangat signifikan karena ternyata pengaruhnya jauh lebih kuat dan lebih tinggidibanding dengan jasa teleponi (tetap atau bergerak) dan Internet. Gambar 1.2 memperlihatkan pulabagaimana negara berkembang meskipun dari sisi teknologi dan pembangunan infrastruktur pita-lebarmasih tertinggal dibanding negara maju, tetap memiliki keuntungan dan dampak yang tinggi daripembangunan infrastruktur pita-lebarnya. Dampak dari pertumbuhan akses dan pita-lebar ini masihmemiliki potensi menjadi lebih besar dan luas ketika penetrasinya mencapai titik kritis.1.1.1 TIK dan Pertumbuhan Ekonomi di IndonesiaBagaimanakah pembangunan TIK di Indonesia akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia?Meskipun secara umum sudah diketahui memiliki hubungan yang positif, pertanyaan ini akan dielaborasidengan melihat adanya korelasi antara beberapa faktor dalam pembangunan TIK dengan terbangunnya(Sumber: World Bank, Extending Reach and Increasing Impact Information & Communications Technologyfor Development, 2009)Gambar 1.2 Hubungan dampak pembangunan TIK dengan pertumbuhan ekonomi
  • 9. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 7Bab 1 - Tren TIKGambar 1.3 Investasi Industri TIKkekuatan ekonomi, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial. Pada kekuatan ekonomi, TIK berperanterhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kontribusinya pada input faktor produksi sepertiinvestasi dan penyerapan tenga kerja. Selain itu, TIK juga dapat berperan dalam mendorong pertumbuhanekonomi melalui peningkatan nilai tambah dan produktivitas.-0,80%0,20%1,20%2,20%3,20%0200400Investasi Industri Manufaktur TIKKontribusi Investasi Industri Manufaktur TIK terhadap Total Investasi Industri ManufakturTahunPersentaseJumlahPerusahaanIndustriManufakturTIKterhadapTotalIndustriManufakturJumlahPerusahaanSumber: BPS, diolahGambar1.3 memperlihatkan investasi industri TIK dengan melihat kepada jumlah perusahaan. Selamaperiode 1998-2007, terjadi peningkatan jumlah perusahaan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar1.9%. Namun demikian, data menunjukkan bahwa kontribusi industri TIK terhadap total jumlahperusahaan sektor industri manufaktur masih rendah dengan rata-rata kontribusi sebesar 1.25%.Data ini juga menunjukkan terjadinya kecenderungan penurunan kontribusi industri TIK terhadap totaljumlah perusahaan industri manufaktur, khususnya semenjak tahun 2005. Meski pada tahun 2007kontribusi industri TIK meningkat, tapi angkanya masih rendah dibanding tahun 1998.
  • 10. Bab 1 - Tren TIK8 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20100,00%1,50%3,00%4,50%0800001600002400001998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007Total Tenaga Kerja Industri Manufaktur TIKKontribusi Tenaga Kerja Industri Manufaktur TIK terhadap Total Tenaga KerjaIndustri ManufakturGambar 1.4 Tenaga Kerja Industri TIKSumber: BPS, diolahGambar1.4 memperlihatkan terjadinya peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor industri TIK semenjaktahun 2002, sehingga mencapai kurang lebih 173 ribu tenaga kerja di tahun 2007. Pada tahun 2001,industri TIK hanya menyerap 2.11 persen dari total tenaga kerjadi industri manufaktur. Namun, setelahitu kontribusi penyerapan tenaga kerja industri TIK terus mengalami peningkatan hingga mencapai 3.75persen di tahun 2007. Rata-rata kontribusi industri TIK terhadap total tenaga kerja industri manufaktursebesar 3.42% Hasil analisa data ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerjadi industri TIKmempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi ( PDB nominal perkapita ) dengan nilaikoefisien korelasi sebesar 0.10 yang menunjukkan masih tergolong rendah.Gambar 1.5 memperlihatkan pertumbuhan industri TIK. Selama kurun waktu 1998 –2006, nilai tambahindustri TIK cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 18.12 persen.Meskipun demikian, kontribusi nilai tambah industri TIK terhadap sektor industri manufaktur cenderungmengalami penurunan. Bahkan semenjak tahun 2005 kontribusi nilai tambah industri TIK menunjukkanangka yang terus menurun.Hasil analisa data ini menunjukkan bahwa nilai tambah industri TIK ini mempunyai hubungan positifdengan pertumbuhan PDB riil dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.72 yang tergolong cukuptinggi.
  • 11. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 9Bab 1 - Tren TIKGambar 1.5 Nilai tambah industri TIK dan kontribusinyaPada kekuatan intelektual TIK berperan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kontribusinya terhadapakumulasi modal manusia. Secara khusus, modal manusia terdiri dari pengetahuan/informasi danpendidikan sumber daya manusia. TIK berkontribusi terhadap akumulasi modal manusia melalui:(1) Pendidikan/sumber daya manusia yaitu melalui perbaikan dalam pendidikan dari penetrasipendidikan jarak jauh dengan menggunakan TIK, sehingga angka pertisipasi/tingkat kemajuanpendidikan tinggi meningkat.(2) Pengetahuan/informasi yaitu jaringan seperti internet dll, akan mendorong sharing pengetahuan/informasi yang dapat dilakukan dengan mudah dan dapat digunakan oleh siapa saja.0,00%1,00%2,00%3,00%4,00%5,00%6,00%7,00%8,00%0,005,0010,0015,0020,0025,001998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006Nilai Tambah Industri Manufaktur TIKKontribusi Nilai Tambah Industri Manufaktur TIK terhadap TotalNilai Tambah Industri ManufakturTahunSumber: BPS, diolah
  • 12. Bab 1 - Tren TIK10 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar1.6 Gambaran tingkat pengetahuan melalui indikator publikasi ilmiahGambar 1.6 memperlihatkan tingkat pengetahuan Indonesia terus mengalami peningkatan yangditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah publikasi ilmiah Internasional (per1 juta penduduk) yangmampu dihasilkan setiap tahunnya. Namun demikian, jumlah publikasi yang dihasilkan oleh pendudukIndonesia masih sangat rendah. Data menunjukkan bahwa selama kurun waktu tahun 1999 hingga2008, setiap 1 juta penduduk Indonesia dalam satu tahunnya hanya mampu menghasilkan publikasitidak lebih dari enam buah. Dari data ini, hasil analisa menunjukkan bahwa jumlah pengguna internetper 100 penduduk mempunyai hubungan positif dengan jumlah publikasi per 1 juta penduduk dengannilai koefisien korelasi yang tergolong tinggi, yaitu sebesar 0.81. Hasil analisa juga menunjukkanbahwa jumlah publikasi per 1 juta penduduk mempunyai hubungan positif yang cukup kuat denganpertumbuhan PDB riil per kapita dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.64. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa TIK berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatanpengetahuan yang berhubungan positif dengan peningkatan penggunaan internet.Pada kekuatan intelektual TIK berperan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kontribusinyapada penguatan modal sosial. Modal sosial secara khusus mempertimbangkan dua bidang, yaiturantai komunitas lokal (kepercayaan, pertukaran, jejaring) dan tata kepemerintahan (pendapat danakuntabilitas, stabilitas politik dan ketiadaan kekerasan / teroris, efektifitas kepemerintahan, kualitasregulasi, aturan, pengawasan terhadap korupsi).Sumber: Indikator Iptek Nasional (Pappitek, LIPI, 2009), diolah
  • 13. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 11Bab 1 - Tren TIKBeberapa contoh bagaimana TIK berkontribusi terhadap akumulasi modal sosial misalnya adalah :(1) Rantai komunitas lokal yaitu melalui penggunaan TIK, rantai komunitas lokal akan lebih dalam dankepercayaan serta stabilitas dalam masyarakat akan meningkat.(2) Kualitas sistem dan organisasi yaitu melalui penggunaan TIK, transparansi organisasi dan sistemakan meningkat dan aktivitas ekonomi yang tidak efisien akan dieliminasi.Gambar 1.7 memperlihatkan kualitas kepemerintahan suatu negara dinilai dari degree of governanceyang merupakan nilai rata-rata dari enam indikator kepemerintahan yang dikembangkan oleh WorldBank yaitu voice and accountability, political stability, government effectiveness, regulatory quality,rule of law, dan control of corruption. Semenjak tahun 2004 degree of governance Indonesia terusmenunjukkan peningkatan. Jumlah pengguna internet per 100 penduduk mempunyai hubungan yangpositif dengan degree of governance dengan nilai koefisien korelasi 0.59.Gambar1.7 Gambaran tingkat tata kelola pemerintahan. (degree of governance)Sumber : Bank Dunia, diolah
  • 14. Bab 1 - Tren TIK12 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20101.2 Tren KonvergensiKonvergensi secara harfiah berarti menuju ke satu titik atau atau terjadinya penyatuan. Secara umumistilah konvergensi saat ini merujuk kepada penyatuan berbagai layanan dan teknologi baik teknologikomunikasi, informasi maupun yang terkait dengannya. Teknologi yang tadinya terpisah sepertisuara, data dan video dapat menyatu dalam satu sumber daya sehingga dapat langsung berinteraksisatu dengan yang lainnya menciptakan sinergi yang efisien. Pada saat ini, sinergi antara teknologiinternet, penyiaran dan telekomunikasi merupakan contoh tren konvergensi yang sudah dirasakansecara langsung. Gambar 1.8 memperlihatkan konvergensi antara fix, wireless dan content. Disampingperkembangan teknologi yang cepat, faktor lain dapat pula menjadi pendorong terjadinya konvergensiseperti meningkatnya kompetisi, kebutuhan akan layanan baru yang lebih murah dsb.Gambar1.8 Konvergensi antara Fix, Wireless dan ContentSumber: Morgan Stanley
  • 15. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 13Bab 1 - Tren TIK1.3 Tren Pita-LebarDiperkirakan 60% penduduk dunia menggunakan wireless dan lapangan kompetisi akandidominasi wirelessGambar : 1.9 Roadmap dan Evolusi Teknologi Pita-lebar
  • 16. Bab 1 - Tren TIK14 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010No. Country Region % above 5 Mbps QoQ Change YoY ChangeGlobal 20% -5.2 % 1.5%1 South Korea 65% -7,6% 25%2 Japan 60% 0.2% 4.8%3 Romania 48% -4.5% 18%4 Hongkong 45% -9.0% 16%5 Sweden 42% -3.7% -13%6 Latvia 41% 2.9% 75%7 Denmark 41% 0.7% 16%8 Netherlands 40% 2.6% 10%9 Canada 34% 0.9% 47%10 Belgium 33% -2.9% -1.1%....14 United States 25% -4.3% -2.6%Tabel 1.1 Global Broadband Status 2010Sumber: The State of Internet, 1st Quarter 2010 Report, AkamaiPada tabel terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan penetrasi akses telekomunikasi pita lebardiberbagai negara. Dua negara Asia, Jepang dan Korea memimpin dalam tingginya persentase jumlahpopulasi yang menikmati akses pita lebar. Selain tren meningkatnya populasi yang bisa mengaksespita lebar di Dunia, terdapat tren lain yaitu cara masyarakat untuk mengakses informasi sepertidiilustrasikan pada gambar 1.10.Telekomunikasi pita lebar merupakan salah satu arus telekomunikasi dunia saat ini. Setiap negaraberusaha untuk membangun infrastruktur pita lebar ini dengan harapan infrastruktur ini akanmeningkatkan efisiensi negara dan juga membuka jalan munculnya industri baru. Tren tersebut bisadilihat dengan jelas pada tabel 1.1
  • 17. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 15Bab 1 - Tren TIKGambar 1.10 Broadband and Mobile InternetPada Gambar 1.10 diproyeksikan bahwa jumlah piranti yang mengakses Internet akan bergeser darimedium tradisional seperti mini computer atau desktop sebagai piranti pengolah informasi menjadipiranti-piranti mobile dan spesial untuk menampilkan atau mengakses informasi. Piranti-piranti iniseperti telepon cerdas, tablet, PDA televisi dan piranti-piranti lain yang bukan piranti komputasi. Trenpiranti-piranti khusus ini yang akan mendorong pengguna internet semakin banyak dengan sebarandemografi tidak hanya untuk kalangan perkantoran maupun profesional, akan tetapi akan lebihmerambah ke segmen baru seperti anak-anak, remaja, orang tua, petani dan segmen lain yang sekarangmasih belum lazim untuk memakai Internet. Faktor demografi pengguna dimasa mendatang ini yangharus diperhatikan dalam perencanaan, baik dibidang kebijakan maupun infrastruktur komunikasi.Sumber: Morgan Stanley
  • 18. Bab 1 - Tren TIK16 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Sebagai contoh, dengan semakin banyaknya anak-anak yang mengakses informasi, maka diperlukansuatulingkunganinternetyangbisamenjauhkanunsur-unsurinformasinegatif (sepertikekerasan,SARA,kebencian) dari jangkauan anak-anak yang belum matang cara berfikirnya. Contoh lain adalah, karenatren untuk mengakses Internet secara mobile akan semakin naik, maka harus lebih banyak spektrumfrekuensi yang di alokasikan untuk komunikasi dua arah. Sehingga tidakkan ada masalah kapasitasfrekuensi yang membatasi kemudahan warga negara untuk mengakses informasi secara nirkabel. Trenlain adalah pada persentase traffic yang lewat pada backbone Internet seperti padagambar 1.11Gambar 1.11 Trend traffic di InternetPada gambar 1.11 terlihat bahwa pada awal Internet ada maka traffic internet didominasi Oleh FTP,email dan protokol lainnya. Pada tahun-tahun itu Internet adalah media untuk Pertukaran informasi parapenelitidan akademisi. Akan tetapi semenjak tahun 1998 ketika pengguna internet semakin meluas,maka traffic Web dan Point-to-Point protocol Semakin mendominasi Internet. Dan ini menandakanbahwa deman terhadap akses Pita lebar semakin besar karena baik Web maupun P2P merupakanaplikasi yang Kaya-media (gambar,video) dan memakan banyak bandwidth.Sumber: Morgan Stanley, 20071.4 Tren Komputasi Awan (Cloud Computing)Cloud Computing atau biasa diterjemahkan sebagai Komputasi Awan secara umum dapat dipahamisebagai teknologi pemanfaatan sumber daya komputasi yang terkoneksi secara global melalui jaringaninternet (Internet cloud).Dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing, pengguna tidak perlu lagi menyediakan ataumemiliki infrastruktur sendiri–mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop–untuk menjalankansuatu sistem TIK yang lengkap.
  • 19. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 17Bab 1 - Tren TIKGambar 1.12 Tipe layanan komputasi awanKomputasi awan dapat diwujudkan, misalnya dengan penggunaan secara bersama data center yangbertebaran, melalui Internet.Beberapa penggerak terjadinya kembali tren komputasi awan saat ini misalnya adalah Kebutuhan akanpenghematan investasi pelanggan (investment saving),Kebutuhan Efisiensi (efficient use of shared infrastructure), Peningkatan kehandalan (reliability) melaluiketersediaan sumberdaya secara elastis (elastic availability), mengurangi ancaman single-point-of-failure dan peningkatan utilisasi.Cloud Computing atau biasa diterjemahkan sebagai Komputasi Awan secara umum dapatdipahami sebagai teknologi pemanfaatan sumber daya komputasi yang terkoneksi secaraglobal melalui jaringan internet (Internet cloud)Dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing, pengguna tidak perlu lagi menyediakanatau memiliki infrastruktur sendiri –mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop–untuk menjalankan suatu sistem TIK yang lengkapKomputasi awan dapat diwujudkan –misalnya– dengan penggunaan secara bersama datacenter yang bertebaran, melalui Internet.Beberapa penggerak terjadinya kembali tren Cloud Computing saat ini misalnya adalahKebutuhan akan penghematan investasi pelanggan (investment saving),Kebutuhan Efisiensi (efficient use of shared infrastructure), Peningkatan kehandalan(reliability) melalui ketersediaan sumber daya secara elastis (elasticavailability), mengurangi ancaman single-point-of-failure dan peningkatan utilisasi.Softwaresbg layananSsLPlatformsbg layananPsLInfrastruktursbg layananIsLtipe LayananGambar 1.12 Tipe layanan komputasi awamSoftware-sebagai-Layanan (SsL) adalah model penyampaian aplikasi perangkat lunak olehsuatu operator yang mengembangkan aplikasi Web yang dapat dioperasikan untukdigunakan oleh pelanggannya melalui Internet. Pelanggan tidak perlu mengeluarkaninvestasi untuk pengembangan atau pun pembelian lisensi. Dengan berlanggan via Web,berbagai fitur yang ada dapat langsung digunakan.Platform-sebagai-Layanan (PsL) adalah jasa penyediaan modul-modul yang dapatdigunakan untuk mengembangkan aplikasi di atas platform tersebut. PsL tidak memilikikendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memori, media penyimpanan,tenaga untuk proses dan lain-lain yang semuanya diatur oleh penyedia layanan iniInfrastruktur-sebagai-Layanan (IsL) merupakan layanan yang menyewakan sumber dayainformasi dasar yang diantaranya meliputi: media penyimpanan, tenaga pemroses,memori, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan penyewauntuk menjalankan aplikasi miliknyaSoftware-sebagai-Layanan (SsL) adalah model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatuoperator yang mengembangkan aplikasi Web yang dapat dioperasikan untuk digunakan olehpelanggannya melalui Internet. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan investasi untuk pengembanganataupun pembelian lisensi. Dengan berlangganan via Web, berbagai fitur yang ada dapat langsungdigunakan.Platform-sebagai-Layanan (PsL) adalah jasa penyediaan modul-modul yang dapat digunakan untukmengembangkan aplikasi di atas platform tersebut. PsL tidak memiliki kendali terhadap sumber dayakomputasi dasar seperti memori, media penyimpanan, tenaga untuk proses dan lain-lain yang semuanyadiatur oleh penyedia layanan ini.Infrastruktur-sebagai-Layanan (IsL) merupakan layanan yang menyewakan sumber daya informasidasar yang diantaranya meliputi: media penyimpanan, tenaga pemroses, memori, sistem operasi,kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan penyewa untuk menjalankan aplikasi miliknya.
  • 20. Bab 1 - Tren TIK18 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar 1.13 memperlihatkan perbedaan kategori layanan IsL, PsL dan SsL dari sudut pandang lapisanlayanan dan otoritas pengelolaan. Beberapa tantangan regulasi dan isu strategis dengan adanya trenkomputasi awan ini adalah :(1). Letak penyimpanan data fisik atau lokasi data center(2). Tingkat kerahasiaan (privacy) – untuk data publik maupun pemerintahan.Diperlukan sertifikasi untuk melindungi kepentingan umum(3). Keamanan data – diperlukan sertifikasi untuk menetapkan standar kemanan minimal(4). Auditing – perlunya transparansi dan akses untuk auditor pemerintah(5). Outsourcing – diperlukan aturan mengenai outsourcing infrastruktur IT(6). Menumbuh kembangkan Industri Komputasi Awan Nasional(7). Tingkat ketersediaan dan kehandalan tenaga listrik – bisa menjadi faktor penghambat bila tidakdibenahiStorageServersNetworkingO/SMiddlewareServersVirtualizationnnnnDataApplicationsRuntimeInfastruktur(sebagaiLayanan)StorageServersNetworkingO/SMiddlewareVirtualizationDataApplicationsRuntimeDikelolaOperatorDikelolaOperatorDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganPlatform(sebagaiLayanan)StorageServersNetworkingO/SMiddlewareVirtualizationLayanan)ApplicationsRuntimesDataSoftware(sebagaiLayanan)StorageServersNetworkingO/SMiddlewareVirtualizationApplicationsRuntimeDataGambar 1.13 Taksonomi Perbedaan Layanan Komputasi Awan
  • 21. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 19Bab 1 - Tren TIK1.5 Tren Penyiaran DigitalPenyiaran digital merupakan alternatif sistem penyiaran baru pengganti sistem penyiaran yang selamaini ada yaitu sistem penyiaran analog dengan format standar yang ditetapkan enam sampai tujuh puluhtahun yang lalu yaitu antara tahun 1940-1950. Inovasi teknologi yang berkembang, sumber daya yangsemakin terbatas dan kebutuhan yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan sistem penyiaran barumenjadi tidak terelakkan. Sistem penyiaran digital menjanjikan solusi dan banyak kelebihan dibandingsistem penyiaran analog. Kelebihan itu antara lain :(1) Pemanfaatan spektrum menjadi lebih optimal. Hal ini karena pada sistem digital Penggunaanadjacent channel menjadi dimungkinkan, memiliki kemampuan SFN (Single Frequency Network) yangmembuat penggunaan frekuensi jadi efisien dan dapat diisinya satu kanal dengan banyak programdan data secara multiplex.(2) Gambar dan suara dengan kualitas jauh lebih baik dan prima.(3) Tahan terhadap gangguan interferensi, (misal suara terganggu oleh signal suara radio yang lain)(4) Memberikan peluang bagi munculnya industri/bisnis baru baik dibidang telekomunikasi, mediaelektronik maupun di industri peralatan dan software.Standar penyiaran digital mengacu kepada dua jenis penyiaran: Siaran Radio Digital (Digital SoundBroadcasting) dan Siaran TV Digital (Digital TV Broadcasting)Gambar 1.14 memperlihatkan standar yang ada saat ini pada kedua jenis penyiaran ini.Bab 1. Tren TIK1.5 Tren Penyiaran DigitalPenyiaran digital merupakan alternatif sistem penyiaran baru pengganti sistempenyiaran yang selama ini ada yaitu sistem penyiaran analog dengan format standaryang ditetapkan enam sampai tujuh puluh tahun yang lalu yaitu antara tahun1940-1950. Inovasi teknologi yang berkembang, sumber daya yang semakin terbatasdan kebutuhan yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan sistem penyiaran barumenjadi tidak terelakkan.Sistem penyiaran digital menjanjikan solusi dan banyak kelebihan dibanding sistempenyiaran analog. Kelebihan itu antara lain :(1)Pemanfaatan spektrum menjadi lebih optimal. Hal ini karena pada sistem digitalPenggunaan adjacent channel menjadi dimungkinan, memiliki kemampuan SFN(Single Frequency Network) yang membuat penggunaan frekuensi jadi efisiendan dapat diisinya satu kanal dengan banyak program dan data secara multiplex.(2) Gambar dan suara dengan kualitas jauh lebih baik dan prima.(3)Tahan terhadap gangguan interferensi, (misal suara terganggu oleh signal suararadio yang lain)(4)Memberikan peluang bagi munculnya industri/bisnis baru baik dibidangtelekomunikasi, media elektronik maupun di industri peralatan dan software.Standar penyiaran digital mengacu kepada dua jenis penyiaran: Siaran Radio Digital(Digital Sound Broadcasting) dan Siaran TV Digital (Digital TV Broadcasting)Gambar 1.14 memperlihatkan standar yang ada saat ini pada kedua jenis penyiaran ini.Gambar 1.14 Standar Penyiaran Digital untuk Radio dan TV Dunia.Gambar 1.14 Standar Penyiaran Digital untuk Radio dan TV Dunia.
  • 22. Bab 1 - Tren TIK20 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Saat ini hampir 50% lebih negara-negara di dunia mulai beralih atau mulai mengkaji peralihan sistempenyiaran di negaranya masing masing menuju penyiaran digital, sebagaimana yang diperlihatkan digambar 1.15. Sementara itu lebih dari 100 negara sudah menetapkan standar penyiaran TV digitalnyamenggunakan standar DVB-T termasuk Indonesia.Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 07/P/M.Kominfo/3/2007 tanggal21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia,telah ditetapkan standar penyiaran digital terestrial untuk Televisi tidak bergerak di Indonesia yaituDigital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T)Bab 1. Tren TIK(sumber : wikipedia)Gambar 1.15 Peta dunia transisi penyiaran analog ke digital.Saat ini hampir 50% lebih negara negara di dunia mulai beralih atau mulai mengkajiperalihan sistem penyiaran di negaranya masing masing menuju penyiaran digital,sebagaimana yang diperlihatkan di gambar 1.15 Sementara itu lebih dari 100 negaraSudah menetapkan standar penyiaran TV digitalnya menggunakan standar DVB-Ttermasuk Indonesia.Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 07/P/M.Kominfo/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk TelevisiTidak Bergerak di Indonesia, telah ditetapkan standar penyiaran digital terestrial untukTelevisi tidak bergerak di Indonesia yaitu Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T)Gambar 1.15 Peta dunia transisi penyiaran analog ke digital.Bab 1. Tren TIK (sumber : wikipedia)
  • 23. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 21Bab 1 - Tren TIKTeknologi TV saat ini diwarnai dengan munculnya teknologi TV Digital dan HDTV yangmemberikan kualitas yang lebih baik. Tentu saja ke depan tren teknologi TV akan menujumobile TV dengan kemampuan yang lebih canggih seperti 3D TV dan Interaktif TV. Diseluruh dunia terdapat beberapa standar siaran TV digital yakni DTV (Digital Television,standar di Amerika), DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial, standar di Eropadan Australia) dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial, standardi Jepang). Indonesia sendiri melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatikanomor 07/P/M.KOMINFO/3/2007 tertanggal 21 Maret 2007 telah menetapkan standarDVB-T sebagai standar penyiaran televisi digital terestrial tidak bergerak di Indonesia.Terdapat pula standar digital DVB-H (handheld) yang ditujukan pada perangkat mobileseperti ponsel.Siaran TV di Indonesia diharapkan baru bisa seluruhnya digital tahun 2018, ada tigatahapan menuju implementasi siaran digital, periode 2010-2014 yakni siaran simulcastyaitu siaran berbarengan antara analog dan digital. Pada tahun 2014-2017, sejumlahsiaran analog di beberapa wilayah akan dimatikan sebagian. Setelah 2017, seluruhsiaran analog akan dimatikan.Gambar 1.16 Evolusi Sistem Penyiaran TVBW TVColor TVDigital TVSuper HDTV3D TVDataInteractiveMobileImmersive TVHDTV High image/sound quality Improved realism Large screens (home cinema Digital Broadcasting system @~20Mb/s More programming Improved image/sound quality Flexibility of digital production,distribution and transmission Data broadcasting Multimedia broadcasting IP-based applicationsMobilityMore realismInteractivity~1935
  • 24. Bab 1 - Tren TIK22 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20101.6 TIK Hijau (Green ICT)Banyaknya emisi CO2 di dunia mengakibatkan terjadinya berbagai permasalahan lingkungan sepertiterjadinya pemanasan global, perubahan cuaca dsb. Dampak-dampak ini mulai dirasakan dan menjadikekhawatiran semua pihak karena akan mengganggu ekosistem kehidupan secara keseluruhan.Industri yang menjadi sumber penghasil emisi CO2 saat ini dituntut untuk juga lebih memperhatikanmenghasilkan produk produk yang ramah lingkungan dibanding produk produk sebelumnya yang tidakmemasukkan faktor ini dalam pertimbangannya. Termasuk dalam industri ini adalah Industri dibidangTIK.Dari 100 persen emisi CO2 di dunia sekitar 2 persen diketahui berasal dari industri TIK. Angka inidiprediksi akan terus meningkat mengingat penggunaan perangkat TIK di dunia memiliki kecenderunganuntuk terus meningkat dengan tajam. TIK adalah salah satu industri yang mengkonsumsi energi dalamjumlah besar. Konsumsi energi oleh TIK meliputi fase: Riset dan pengembangan, Manufaktur, Distribusi,Penggunaan dan Pembuangan.TIK hijau merupakan gerakan yang menuntut industri TIK untuk lebih memperhatikan lingkungan.Tujuan dari TIK hijau adalah TIK yang ramah lingkungan, TIK yang mendukung konservasi sumberdayadan lingkungan, dengan tujuan akhir yaitu menciptakan masyarakat pengguna TIK dengan dampaklingkungan yang kecil (low-environmental foot-print society). Konsep TIK hijau sebagaimanadiperlihatkan dalam gambar 1.17 memiliki dua bagian yaitu TIK yang hijau (Green of ICT) dan hijaudengan TIK (Green by ICT). Dengan konsep ini, penggunaan TIK yang inovatif dan efisien diprediksidapat menurunkan sekitar 20% emisi CO2 dari industri lain. Indonesia sebagai negara yang memilikitren pengguna TIK yang terus meningkat tajam sangat memperhatikan masalah ini. PemerintahIndonesia berhasil memasukkan dua agenda penting dalam kesepakatan pertemuan menteri menteriTIK negara ASEAN (ASEAN TELMIN) ke sembilan yang salah satunya adalah kebijakan strategis ASEANUntuk mempromosikan TIK hijau.Gambar 1.17 Konsep TIK Hijau
  • 25. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 23Bab 1 - Tren TIKSuhu di Indonesia telah menjadi lebih hangat selama abad 20. Suhur ata-rata tahunan telah meningkatsekitar 0,3°C sejak 1900 dengan suhu tahun 1990an merupakan dekade terhangat dalam abadtersebut dan tahun 1998 merupakan tahun terhangat, hampir 1°C di atas rata-rata tahun 1961-1990.Peningkatan kehangatan ini terjadi dalam semua musim ditahun itu.Gambar 1.18 Trend Curah Hujan dan TemperaturCurah hujan tahunan telah turun sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia di abad 20 denganpengurangan tertinggi terjdi selama perioda Desember-Februari, yang merupakan musim terbasahdalam setahun. Curah hujan di beberapa bagian di Indonesia dipengaruhi kuat oleh kejadian El Nino dankekeringan umumnya telah terjadi selama kejadian El Nino terakhir dalam tahun 1982/1983,1986/1987.Dan 1997/1998. Pengaruh perubahan iklim ini akan berpengaruh besar pada tingkat kerawanan Bencanadi Indonesia. Sebagai contoh pada tahun 2003-2005 terjadi 1.429 kali bencana alam di Indonesia.
  • 26. Bab 1 - Tren TIK24 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar 1.19 Peta Kerawanan Bencana IndonesiaSumber : UNOCHA, 2006Sehingga faktor dampak lingkungan sangat diperhatikan pada pengambilan keputusan penerapan suatuteknologi yang pada akhirnya akan mengurangi resiko Indonesia terhadap bencana yang disebabkanfaktor lingkungan.Berikut adalah iIlustrasi bahwa TIK yang ramah lingkungan itu sangat penting bagi bangsa Indonesia.Misalkan di Indonesia terdapat 100.000 orang pengguna ponsel cerdas dan ponsel cerdas itu memakaibaterai 1000 mAH @4.2V yang harus diisi satu kali setiap hari. Maka total konsumsi listrik 100.000ponsel cerdas ini adalah ~1 Terawatt per hari. Dan ini merupakan suatu konsumsi energi yang besar(sebagai pembanding kompleks pembangkit Paiton menghasilkan kl listrik sebesar 2.5 Gwatt). Seiringdengan semakin cerdasnya piranti TIK maka biasanya akan semakin banyak energi yang diperlukan,Sehingga peran TIK sangat penting baik sebagai subyek maupun obyek konservasi alam. Ada 2 konsepmendasar TIK Hijau seperti pada gambar 1.17.none very highJakartaPalembangMedanBandung SemarangSurabayaDiliManadoBalikpapanJAWABARATLAMPUNGBENGKULURIAUACEHJAMBISUMATERASELATANKUALALUMPURSINGAPOREBANDAR SERIBEGAWANKALIMANTANBARATKALIMANTANTIMURKALIMANTANTENGAHKALIMANTANSELATANSULAWESITENGAHSULAWESISELATANSULAWESITENGGARASUMATERAUTARAMALUKUIRIAN JAYASUMATERABARATSUMATERAUTARAJAWATENGAHJAWATIMURBALIYOGYAKARTANUSA TENGGARABARATNUSA TENGGARATIMURBencana-bencana alam ini disebabkan oleh:- 53,3 % adalah bencana terkait hidrometeorolgi (Bappenas dan Bakornas PB, 2006)- Banjir adalah bencana yang paling sering (34%)- diikuti oleh tanah longsor (16%).Sehingga efek pemanasan global tehadap hidrometeorologi Indonesia akan bisa mengakibatkan semakinbanyaknya rakyat Indonesia yang terancam oleh bahaya bencana alam seperti tergambar pada gambar1.19.
  • 27. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 25Bab 1 - Tren TIKPeran TIK sebagai infrastruktur untuk mendukung masyarakat yang ramah lingkungan, atau kita sebutTIK Hijau, bisa dibagi menjadi 2 bagian besar:1. TIK dan teknologi-teknologi pendukungnya yang ramah lingkungan (atau disebut TIK yang Hijau),2. TIK sebagai teknologi untuk mendukung masyarakat ramah lingkungan (atau disebut Hijau DenganTIK)TIK Yang Hijau adalah teknologi-teknologi yang terkait informasi dan komunikasi yang menekankankonservasi sumber daya dan dampak lingkungan sebagai faktor utama dalam desain, penggunaan danpembuangannya (after use). Banyak alternatif pemilihan teknologi untuk komunikasi dan informasiuntuk memecahkan masalah di masyarakat. Untuk saat ini faktor utama dalam pemilihan teknologidi masyarakat adalah biaya (selain faktor lain spesifik lain seperti kehandalan, estetika dll), walaupunpemilihan itu terkadang merugikan jika ditinjau dari segi TIK yang hijau.Sebagai contoh, sebagian besar kantor memilih untuk membeli desktop computer dibandingmenggunakan, misal net-top maupun dumb-terminal, dengan alasan bahwa desktop lebih expandabledan lebih powerful. Akan tetapi pada saat pengoperasian desktop computer bisa menghabiskan minimal100 W daya dibanding ~10 W net-top. Sehingga dirasa perlu agar pemerintah juga memberikan arahandan himbauan ke masyarakat agar faktor lingkungan juga menjadi pertimbangan pada saat pengadaanbarang TIK baik bagi perorangan, swasta maupun pemerintahan.Hijau dengan TIK didefinisikan sebagai teknologi-teknologi TIK yang dapat menghilangkan ataumeminimalisir ketidak-efisienan pada penggunaan sumberdaya di masyarakat yang pada akhirnya akanmenekan dampak lingkungan (pemanasan global, polusi dll) dari aktifitas masyarakat. Sebagai contoh,dengan penggunaan TIK yang tepat maka penggunaan kertas dapat diminimalisir atau dihilangkandengan menggunakan digital media.
  • 28. Bab 1 - Tren TIK26 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar 1.21 memperlihatkan tentang para stake-holder TIK hijau. Pada bagan ini bisa dilihat bahwa TIKHijau bukan hanya gerakan Nasional, tapi harus bekerjasama pula dengan masyarakat internasional. Didalam negeri stake holder TIK Hijau adalah Pemerintah, Industri, LPND dan masyarakat pemakai. Peransentral TIK Hiju adalah Pemerintah, karena tanpa ada arahan dan regulasi dari pemerintah biasanyapihak masyarakat dan Industri akan tidak mempunyai insentif untuk menerapkan TIK Hijau ini.Karena TIK Hijau tidak memberikan keuntungan jangka pendek maupun keuntungan individual.Sehingga untuk menghindari eksternalisasi-cost dan tragedy-of-common maka Pemerintah harusSecara bijaksana menerapkan kebijakan TIK Hijau di negaranya.International CommunityPemerintah IndustriMasyarakatKoordinasiTransaksi Bisnis& Alih TeknologiArahan& RegulasiRegulasi& ArahanMilestoneProduk& SolusiAkademikLPNDRiset& Konsultasi
  • 29. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 27Bab 1 - Tren TIKNamaProgramTujuanPrimerTujuanSkunderAmerika Green NewDeal, EnergyStarPenghematanpemakaianEnergiKeunggulanTeknologi,Lapangankerja/industribaruMalaysia GreenTechnologyPolicyEnergi,EfisiensiGedung,Transportasi,PengelolaansampahEfisiensi,keunggulanteknologi,industri baruJepang GerakanNasionalEfisiensi, GreenIT ForumEfisiensiEnergi,PemasyarakatanTeknologiKeunggulanTeknologi,industri baruIndia EnergyConservationActEfisiensi,standarisasiprodukKeunggulanteknologi,trade barierTabel 1.2 Klasifikasi TIK HijauAmerika SerikatTIK hijau sudah digagas oleh Pemerintah Amerika semenjak tahun 1990 dengan program EnergyStar. Program Energy Star ini bertujuan untuk menekan konsumsi alat-alat TIK khususnya perangkatkomputer dengan menetapkan beberapa rule konsumsi listrik.Selain itu TIK hijau mendapat dorongan lebih besar lagi dengan Green New Deal-nya pemerintahObama. Green New Deal ini merupakan stimulus dari pemerintah untuk proyek-proyek dan manufakturyang ramah lingkungan.
  • 30. Bab 1 - Tren TIK28 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010MalaysiaPada tahun 2009, Pemerintah Malaysia mengumumkan Kebijakan Green Technology yang memfokuskanpada 4 sektor: energi, gedung-gedung, pengelolaan sampah dan transportasi. Selain itu, riset danpengembangan dibidang Green Technology juga mendapat perhatian pada kebijakan ini. Malaysiasudah mempunyai Rancangan Nasional untuk penerapan TIK Hijau. Rancangan ini berupa capaian-capaian nasional dan cara-cara untuk mencapainya.JepangSemenjak diratifikasinya Kyoto Protocol pada tahun 1997, Pemerintah Jepang mencanangkan gerakannasional untuk efisiensi penggunaan energi. TIK menjadi salah satu bidang industri yang menjadiharapan untuk menambah efisiensi penggunaan energi di Jepang. Pada tahun 2009 didirikan ForumTIK Hijau yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi dan industri, yang bertujuan untukmemasyarakatkan "best practice" kepada anggota lain dan juga masyarakat internasional.IndiaIndia, mirip dengan Indonesia, adalah negara yang menghadapi krisis energi dengan adanya boomekonomi di sana. Terkait dengan itu Pemerintah India membuat undang-undang "Energy ConservationAct 2001" yang berisi antara lain, spesifikasi manager energi, standar label, energi efisiensi di gedung-gedung dan pendidikan terhadap pentingnya konservasi energi di sekolah-sekolah.Sebagai pelaksana undang-undang tersebut, Pemerintah India membuat Bureau of Energy Efficiencyyang tugasnya antara lain untuk pengujian terhadap standar energi perangkat, pengawasan label danjuga pengawasan perangkat impor yang tidak sesuai dengan standar konservasi energi India. Sehinggaundang-undang itu bisa menjadi suatu trade barrier bagi produk-produk yang tidak diproduksi dengankonsep yang ramah lingkungan.Gerakan TIK Hijau perlu dicanangkan secara nasional di Indonesia. Hanya perlu diperhatikan padapenggalakan TIK Hijau ini agar tidak berefek negatif pada Industri nasional. Yaitu misalkan dengankeluarnya biaya-biaya yang akhirnya akan menurunkan daya saing produk Indonesia.Sehingga diperlukan konsep TIK hijau yang cocok dengan keadaan sosio-ekonomi Indonesia. Danini merupakan tugas Pemerintah, Industri, Akademisi dan masyarakat untuk membuat konsep danmelaksanakannya di masa mendatang.
  • 31. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 29Bab 1 - Tren TIK
  • 32. Bab 1 - Tren TIK30 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010
  • 33. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 31Bab 1 - Tren TIKBAB 2KONDISI KOMINFOINDONESIASAAT INI
  • 34. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20103222222222222
  • 35. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 332.1 INFRASTRUKTUR DAN PENGGUNAAN TIKGambar 2.1 Jaringan Telepon Tetap Kabel dan Nirkabel05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.00035.000.00040.000.00045.000.00050.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Tetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Dalam kurun 2004-2009, kapasitas terpasangjaringan tetap kabelcenderung tidak mengalamipeningkatan yang berartiyaitu rata-rata 4% setiaptahunnya. Sedangkankapasitas terpasang jaringantelepon tetap nirkabelmeningkat pesat terutamaantara tahun 2008 dan 2009.Rata-rata peningkatankapasitas terpasang jaringantetap nirkabel sebesar 41%.05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.0002005 2006 2007 2008 2009Perkembangan Pelanggan Jaringan Telepontetap LokalTetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Gambar 2.2Perkembangan Jumlah Pelanggan Jaringan TeleponTetap Kabel dan Jaringan Telepon TetapNirkabel, 2005-2009Selama kurun 2005-2009, jumlah pelanggantelepon tetap kabelmengalami penurunan rata-rata 0,67% setiaptahunnya, sedangkanpelanggan telepon tetapnirkabel mengalamipertumbuhan yang cukuppesat , yaitu 34%. Trenpertumbuhan telepon tetapkabel menunjukkan polapertumbuhan eksponensial.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.1 Jaringan Telepon Tetap Kabel dan Nirkabel05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.00035.000.00040.000.00045.000.00050.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Tetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Dalam kurun 2004-2009, kapasitas terpasangjaringan tetap kabelcenderung tidak mengalamipeningkatan yang berartiyaitu rata-rata 4% setiaptahunnya. Sedangkankapasitas terpasang jaringantelepon tetap nirkabelmeningkat pesat terutamaantara tahun 2008 dan 2009.Rata-rata peningkatankapasitas terpasang jaringantetap nirkabel sebesar 41%.05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.0002005 2006 2007 2008 2009Perkembangan Pelanggan Jaringan Telepontetap LokalTetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Gambar 2.2Perkembangan Jumlah Pelanggan Jaringan TeleponTetap Kabel dan Jaringan Telepon TetapNirkabel, 2005-2009Selama kurun 2005-2009, jumlah pelanggantelepon tetap kabelmengalami penurunan rata-rata 0,67% setiaptahunnya, sedangkanpelanggan telepon tetapnirkabel mengalamipertumbuhan yang cukuppesat , yaitu 34%. Trenpertumbuhan telepon tetapkabel menunjukkan polapertumbuhan eksponensial.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.1 Jaringan Telepon Tetap Kabel dan NirkabelSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Gambar 2.2 Perkembangan Jumlah Pelanggan JaringanTelepon Tetap Kabel dan Jaringan Telepon TetapNirkabel, 2005-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Dalam kurun 2004-2009,kapasitas terpasang jaringantetap kabel cenderung tidakmengalami peningkatan yangberarti yaitu rata-rata 4%setiap tahunnya. Sedangkankapasitas terpasang jaringantelepon tetap nirkabelmeningkat pesat terutamaantara tahun 2008 dan2009. Rata-rata peningkatankapasitas terpasang jaringantetap nirkabel sebesar 41%Selama kurun 2005-2009,jumlah pelanggan telepon tetapkabel mengalami penurunanrata-rata 0,67% setiap tahun-nya, sedangkan pelanggantelepon tetap nirkabel me-ngalami pertumbuhan yangcukup pesat, yaitu 34%. Trenpertumbuhan telepon tetapkabel menunjukkan pola per-tumbuhan eksponensial.TELEKOMUNIKASI
  • 36. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201034Sumber: PODES BPS 2005, 20080%10%20%30%40%50%60%70%05.00010.00015.00020.00025.00030.000Desa dengan Telepon Kabel 2005 Desa dengan Telepon Kabel 2008Persentase 2005 Persentase 2008Gambar 2.3Sebaran Desa di Wilayah Indonesia denganfasilitas Telepon Kabel, 2005 dan 2008Pada tahun 2005, Jumlahdesa yang memiliki fasilitastelepon kabel adalah 24.257desa atau 34,68% dari totaldesa Indonesia. Tiga tahunkemudian (2008) bertambahmenjadi 24.701 desa(32,76%). Desa yang beradadi wilayah Jawa palingbanyak memiliki infrastrukturtelepon kabel, kemudianmenyusul wilayahSumatera, Sulawesi, Bali danNusa TenggaraTimur, Kalimantan dan Papuadan Maluku.0%20%40%60%80%100%010.00020.00030.00040.00050.00060.000Desa dengan sinyal selular 2005 Desa dengan sinyal selular 2008Persentase desa 2005 Persentase desa 2008Gambar 2.4Sebaran Desa di Wilayah Indonesia dengan SinyalSelular, 2005 & 2008Sumber : PODES 2005, 2008, Badan Pusat Statistik, diolahuntuk kebutuhan indikator TIKWilayah Jawa merupakanwilayah dengan desapenerima sinyal selularterbanyak dibandingkandengan wilayah lain diIndonesia, kemudianmenyusul wilayah Sumateradan Sulawesi. Peningkatanjumlah desa penerima sinyalselular yang paling signifikanterjadi di wilayahKalimantan. Tahun 2005persentase Desa Kalimantanyang terjangkau sinyal selulerhanya 5% dari seluruh desadi Kalimantan, kemudianpada tahun 2008 meningkatmenjadi 82%.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat in0%20%40%60%80%100%010.00020.00030.00040.00050.00060.000Desa dengan sinyal selular 2005 Desa dengan sinyal selular 2008Persentase desa 2005 Persentase desa 2008Gambar2.3 Sebaran Desa di Wilayah Indonesia dengan fasilitasTelepon Kabel, 2005 dan 2008Sumber: PODES BPS 2005, 2008Gambar 2.4 Sebaran Desa di Wilayah Indonesia dengan SinyalSelular, 2005 & 2008Sumber : PODES 2005, 2008, Badan Pusat Statistik, diolah untuk kebutuhanindikator TIKPada tahun 2005, Jumlahdesa yang memiliki fasilitastelepon kabel adalah 24.257desa atau 34,68% daritotal desa Indonesia. Tigatahun kemudian (2008)bertambah menjadi 24.701desa (32,76%). Desa yangberada di wilayah Jawapaling banyak memilikiinfrastruktur telepon kabel,kemudian menyusul wilayahSumatera, Sulawesi, Balidan Nusa Tenggara Timur,Kalimantan, Papua danMaluku.Wilayah Jawa merupakanwilayah dengan desapenerima sinyal selularterbanyak dibandingkandengan wilayah lain diIndonesia, kemudian me-nyusul wilayah Sumateradan Sulawesi. Peningkatanjumlah desa penerimasinyal selular yang palingsignifikan terjadi di wilayahKalimantan. Tahun 2005persentase Desa Kalimantanyang terjangkau sinyalseluler hanya 5% dariseluruh desa di Kalimantan,kemudian pada tahun 2008meningkat menjadi 82%.
  • 37. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 35Gambar 2.5 Distribusi Telepon Kabel dan Telepon Bergerakberdasarkan Pulau, 2008Gambar 2.6 Distribusi Jaringan Telepon Tetap Kabeldalam Rumah Tangga Indonesia, 2006-2008Sumber : Susenas 2008, Badan Pusat Statistik Catatan: minimum 1,HP** termasuk telepon lokal nirkabel (FWA) dan telepon selularGambar 2.5Distribusi Telepon Kabel dan Telepon Bergerakberdasarkan Pulau, 2008Sumber: Susenas 2008, Badan Pusat StatistikCatatan: minimum 1, HP** termasuk telepon lokal nirkabel(FWA) dan telepon selularDistribusi telepon kabeldan telepon bergerak(HP) berdasarkanwilayah di Indonesiamemperlihatkan, sebagian besar distribusikepemilikan teleponkabel (84,79%) maupuntelepon bergerak(81,57%) berada diwilayah Jawa danwilayahSumatera, sisanyatersebar di wilayahSulawesi, Kalimantan, Bali Nusa Tenggara danMaluku Papua.0%2%4%6%8%10%12%14%16%2006 2007 2008Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; BadanPusat StatistikGambar 2.6Distribusi Jaringan Telepon Tetap Kabel dalamRumah Tangga Indonesia, 2006-2008Dalam periode 2006-2007, rata-ratapersentase rumah tangga Indonesiayang memilki jaringan telepon kabeladalah 12% dari seluruh rumah tanggaIndonesia. Tahun 2007 terjadipeningkatan pemilikan jaringantelepon sebesar 1,5%, namun padatahun 2008 menurun sebesar 1%.Wilayah Jawa merupakan wilayahdengan persentase rumah tanggapemilik jaringan telepon terbesardibandingkan dengan wilayah lainnya.Selanjutnya disusul oleh wilayahKalimantan, Sulawesi dan Sumatera.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniDalam periode 2006-2007, rata-rata persentase rumah tanggaIndonesia yang memilki jaringantelepon kabel adalah 12% dariseluruh rumah tangga Indonesia.Tahun 2007 terjadi peningkatanpemilikan jaringan teleponsebesar 1,5%, namun pada tahun2008 menurun sebesar 1%.Wilayah Jawa merupakan wilayahdengan persentase rumah tanggapemilik jaringan telepon terbesardibandingkan dengan wilayahlainnya. Selanjutnya disusul olehwilayah Kalimantan, Sulawesidan Sumatera.Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; Badan Pusat StatistikDistribusi telepon kabeldan telepon bergerak (HP)berdasarkan wilayah diIndonesiamemperlihatkan,sebagian besar distribusikepemilikan telepon ka-bel (84,79%) maupuntelepon bergerak (81,57%)berada di wilayah Jawadan wilayah Sumatera,sisanya tersebar di wilayahSulawesi, Kalimantan, BaliNusa Tenggara dan MalukuPapua.
  • 38. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201036050.000.000100.000.000150.000.000200.000.000250.000.000300.000.0002007200820092010*2007200820092010*Terpasang TersambungTelkomsel Indosat Excelkomindo LainnyaGambar 2.7Kapasitas Terpasang dan Tersambung JaringanTelepon BergerakPada kurun 2007-2009, pertumbuhan kapasitastelepon tersambung antarprovider berbeda-beda.Telkomsel dan Excelkomindomengalami pertumbuhan positifterhadap kapasitas telepontersambung yaitu 18% dan21%. Selanjutnya Indosatmemiliki pertumbuhan rata-ratasekitar 13% setahun.020.000.00040.000.00060.000.00080.000.000100.000.000120.000.000140.000.000160.000.000180.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Telkomsel Indosat ExcelkomindoGambar 2.8Perkembangan Pelanggan Jaringan TeleponbergerakPada tahun 2004, Telkomsel memilikipelanggan terbanyak dibandingkandengan provider lainnya yaitu sekitar16 juta pelanggan. Dalam kurun 2004-2010 semester 1, pertumbuhanpelanggan Telkomsel rata-rata 23%.Indosat dan Excekomindo merupakanprovider kedua dan ketiga yang palingbanyak dipilih pelanggan. Selama limatahun terakhir, walaupun jumlahpelanggan Indosat menurun terutamapada tahun 2009, tetapi Indosat tetapmengalami pertumbuhan dengan rata-rata 19%. Selanjutnya, jumlahpelanggan Excelkomindo mengalamipertumbuhan setiap tahunnya denganrata-rata 21%.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saatSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009050.000.000100.000.000150.000.000200.000.000250.000.000300.000.0002007200820092010*2007200820092010*Terpasang TersambungTelkomsel Indosat Excelkomindo LainnyaGambar 2.7Kapasitas Terpasang dan Tersambung JaringanTelepon BergerakPada kurun 2007-2009, pertumbuhan kapasitastelepon tersambung antarprovider berbeda-beda.Telkomsel dan Excelkomindomengalami pertumbuhan positifterhadap kapasitas telepontersambung yaitu 18% dan21%. Selanjutnya Indosatmemiliki pertumbuhan rata-ratasekitar 13% setahun.020.000.00040.000.00060.000.00080.000.000100.000.000120.000.000140.000.000160.000.000180.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Telkomsel Indosat ExcelkomindoGambar 2.8Perkembangan Pelanggan Jaringan TeleponbergerakPada tahun 2004, Telkomsel memilikipelanggan terbanyak dibandingkandengan provider lainnya yaitu sekitar16 juta pelanggan. Dalam kurun 2004-2010 semester 1, pertumbuhanpelanggan Telkomsel rata-rata 23%.Indosat dan Excekomindo merupakanprovider kedua dan ketiga yang palingbanyak dipilih pelanggan. Selama limatahun terakhir, walaupun jumlahpelanggan Indosat menurun terutamapada tahun 2009, tetapi Indosat tetapmengalami pertumbuhan dengan rata-rata 19%. Selanjutnya, jumlahpelanggan Excelkomindo mengalamipertumbuhan setiap tahunnya denganrata-rata 21%.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Pada kurun 2007-2009,pertumbuhan kapasitastelepon tersambung antarprovider berbeda-beda.Telkomsel dan Excelkomindomengalami pertumbuhanpositif terhadap kapasitastelepon tersambung yaitu18% dan 21%. SelanjutnyaIndosat memiliki pertum-buhan rata-rata sekitar 13%setahun.Gambar 2.7 Kapasitas Terpasang dan Tersambung JaringanTelepon BergerakGambar 2.8 Perkembangan Pelanggan Jaringan TeleponbergerakSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Pada tahun 2004, Telkomselmemiliki pelanggan terbanyakdibandingkan dengan provi-der lainnya yaitu sekitar16 juta pelanggan. Dalamkurun 2004-2010 semester1, pertumbuhan pelangganTelkomsel rata-rata 23%.Indosat dan Excelkomindomerupakan provider keduadan ketiga yang palingbanyak dipilih pelanggan.Selama lima tahun terakhir,walaupun jumlah pelangganIndosat menurun terutamapada tahun 2009, tetapiIndosat tetap mengalamipertumbuhan dengan rata-rata 19%. Selanjutnya, jumlahpelanggan Excelkomindo me-ngalami pertumbuhan setiaptahunnya dengan rata-rata21%.
  • 39. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 37Berbeda dengan telepon tetapkabel, perkembangan teleponselular dalam rumah tanggadi Indonesia dalam kurun2006-2008 memperlihatkanpeningkatan. Rasio RT dengantelepon selular terhadapseluruh RT di Indonesiameningkat dari 24,60%pada tahun 2006 menjadi52,60% pada tahun 2008.Hal ini juga terjadi di seluruhwilayah. Wilayah Kalimantanmerupakan wilayah denganrasio tertinggi sejak tahun2006 hingga 2008, diikutiwilayah Sumatera dan Jawa.0%10%20%30%40%50%50%60%60%60%70%70%70%2006 2007 20081,41,451,51,551,61,651,71,751,81,851,920072008Gambar 2.9 Distribusi Jaringan Telepon Selular dalamRumah Tangga Indonesia, 2006-2008Gambar 2.10 Distribusi kepemilikan nomor telepon selularRumah Tangga Indonesia, 2007-2008Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; Badan Pusat StatistikPada tahun 2007-2008, setiapRT Indonesia memiliki lebihdari satu nomor telepon selular(GSM/CDMA) yaitu denganrata-rata 1,65. Kepemilikannomor telepon selular terusmeningkat, hal tersebutterjadi di RT diseluruh wilayahIndonesia. Wilayah Maluku danPapua adalah wilayah yangmempunyai jumlah nomortelepon selular per rumahtangga tertinggi diikuti olehpulau Kalimantan, Jawa dansumatera.Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; Badan Pusat Statistik
  • 40. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201038Gambar 2.11 Sebaran Desa Berdering (USO) di seluruh propinsi di Indonesia0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%NADSumutSumbarRiauKepriJambiBabelBengkuluSumselLampungBantenJabarJatengDIYogyakartaJatimBaliNTBNTTKalbarKaltengKaltimKalselSulselSulbarSultengSultraSulutGorontaloMalukuMalukuUtaraIrjabarPapuaTarget terhadap total Desa On air terhadap total desa Pencapaian Targetsumber: POSTEL dari Telkomsel dan ICON+ ; per Juli 2010USO (Universal Service Obligation) merupakan program penyediaan jasa aksestelekomunikasi dan informatika pedesaan. Program tersebut dilaksanakan berdasarkanPeraturan Menteri Kominfo No. 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang KewajibanPelayanan Universal Telekomunikasi dengan tujuan mengatasi ketersediaantelekomunikasi pedesaan untuk ribuan desa di seluruh Indonesia.Gambar 2.11 menunjukkan perkembangan program tersebut hingga kuartal 2 tahun2010. Target terhadap total desa merupakan persentase jumlah desa target terhadaptotal desa di setiap provinsi. Desa on air merupakan desa yang sudah tersambungdengan akses telepon dan garis pada grafik menunjukkan pencapaian target yangmerupakan persentase desa yang sudah on air terhadap desa target. Pada gambartersebut terlihat bahwa perkembangan desa berdering masih belum merata di seluruhwilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian timur. Hal ini disebabkan persentasepencapaian target desa berdering terhadap total desa masih sangat rendah. Keadaantersebut juga terjadi di Kepulauan Riau dan provinsi Sumatera Selatan.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.11 Sebaran Desa Berdering (USO) di seluruh propinsi di IndonesiaSumber: POSTEL dari Telkomsel dan ICON+ ; per Juli 2010USO (Universal Service Obligation) merupakan program penyediaan jasa akses telekomunikasidan informatika pedesaan. Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan MenteriKominfo No.32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Kewajiban Pelayanan UniversalTelekomunikasi dengan tujuan mengatasi ketersediaan telekomunikasi pedesaan untuk ribuandesa diseluruh Indonesia. Gambar 2.11 menunjukkan perkembangan program tersebut hinggakuartal 2 tahun 2010. Target terhadap total desa merupakan persentase jumlah desa targetterhadap total desa disetiap propinsi. Desa on air merupakan desa yang sudah tersambungdengan akses telepon dan garis pada grafik menunjukkan pencapaian target yang merupakanpersentase desa yang sudah on air terhadap desa target. Pada gambar tersebut terlihat bahwaperkembangan desa berdering masih belum merata diseluruh wilayah Indonesia, terutamaIndonesia bagian timur. Hal ini disebabkan persentase pencapaian target desa berderingterhadap total desa masih sangat rendah. Keadaan tersebut juga terjadi di Kepulauan Riaudan provinsi Sumatera Selatan.
  • 41. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 39USO (Universal Service Obligation) adalah program penyediaan jasa akses telekomunikasidan informatika pedesaan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo No.32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi. Programtersebut akan mengatasi ketersediaan telekomunikasi pedesaan untuk ribuan desa di seluruhIndonesia. Pelaksanaan program USO akan mencakup berdering (berbasis voice) untuk 31.800desa (untuk desa berdering / berbasis suara), dan 5.748 desa ibukota kecamatan (untuk desapintar / berbasis internet). Sebagai informasi, capaian desa pintar dengan target sebanyak4.218; September 2010 sebesar 1.400; Oktober 2010 sebesar 2.109; Nopember 2010 sebesar4.218; dan Desember 2010 sebesar 5.748 atau 136 %.Sedangkan desa berdering pada September 2010 sebesar 26.039 desa; Oktober 27.364desa; Nopember 29.510 desa; dan Desember 31.800 desa atau 100%. Program USO inisepenuhnya dilakukan oleh sejumlah penyelenggara telekomunikasi yang telah dinyatakansebagai pemenang tender secara terbuka, obyektif dan transparan. USO sangat bermanfaatuntuk: Memungkinkan adanya ketersediaan dan keterhubungan akses telekomunikasi bagiseluruh pelosok daerah di Indonesia, baik untuk layanan telekomunikasi berbasis suara(voice) maupun berbasis internet. Ketersediaan fasilitas dan akses telekomunikasi di seluruhdaerah akan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, investasi dan perdagangan. USO jugamerupakan bentuk penyediaan fasilitas dan akses telekomunikasi juga akan berkontribusibagi program E-Government, E-Education, E-Health dan berbagai layanan publik lainnya.USOGambar 2.12 Sebaran Rencana Proyek USO
  • 42. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201040Sumber: POSTELGambar 2.13 Infrastruktur Backbone serat optik di IndonesiaGambar 2.14 memperlihatkan bahwa infrastruktur backbone serat optik masih belummerata di seluruh wilayah Indonesia. 65,2% dari total infrastruktur menjangkau wilayahJawa, diikuti oleh wilayah Sumatera (20,31%) dan Kalimantan (6,13%). Sedangkan padawilayah Indonesia timur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) masih belum terjangkauinfrastrutur ini, maka Depkominfo telah melaksanakan program Palapa Ring pada tahun2010 untuk meningkatkan jangkauan backbone serat optik di wilayah tersebut.Gambar 2.13 Infrastruktur Backbone serat optik di IndonesiaGambar 2.14 memperlihatkan bahwa infrastruktur backbone serat optik masih belum meratadi seluruh wilayah Indonesia. 65,2% dari total infrastruktur menjangkau wilayah Jawa, diikutioleh wilayah Sumatera (20,31%) dan Kalimantan (6,13%). Sedangkan pada wilayah Indonesiatimur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) masih belum terjangkau infrastruktur ini, makaDepkominfo telah melaksanakan program Palapa Ring pada tahun 2010 untuk meningkatkanjangkauan backbone serat optik di wilayah tersebut.Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akanmenjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengantotal panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan adalah 21.807kilometer.Pada tahun 2008 sudah dimulai pembangunan serat optik di kawasan Indonesia timursepanjang 10.000 kilometer dan menelan biaya Rp. 4 triliunBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat inSumber : ITUPalapa Ring adalah suatu proyekpembangunan jaringan serat optiknasional yang akan menjangkausebanyak 33 provinsi, 440kota/kabiupaten di seluruh Indonesiadengan total panjang kabel lautmencapai 35.280 kilometer dan kabel didaratan adalah 21.807 kilometer.Pada tahun 2008 sudah dimulaipembangunan serat optik di kawasanIndonesia timur sep[anjang 10.000kilometer dan menelan biaya Rp. 4triliun0 5000 10000 15000SumatraJawaNTTKalimantanSulawesiMalukuPapuaPanjang FO (KM)Gambar 2.14 Panjang FO Tiap WilayahGambar 2.14 Panjang FO Tiap Wilayah
  • 43. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 41Sumber: TelkomGambar 2.15 Backbone jaringan satelit yang diselenggarakan oleh PT TELKOMSecara umum backbone jaringan satelit telah menjangkau seluruh wilayah Indonesiabaik di wilayah Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber : ITUPalapa Ring adalah suatu proyekpembangunan jaringan serat optiknasional yang akan menjangkausebanyak 33 provinsi, 440kota/kabiupaten di seluruh Indonesiadengan total panjang kabel lautmencapai 35.280 kilometer dan kabel didaratan adalah 21.807 kilometer.Pada tahun 2008 sudah dimulaipembangunan serat optik di kawasanIndonesia timur sep[anjang 10.000kilometer dan menelan biaya Rp. 4triliun0 5000 10000 15000SumatraJawaNTTKalimantanSulawesiMalukuPapuaPanjang FO (KM)Gambar 2.14 Panjang FO Tiap WilayahSecara umum backbone jaringan satelit telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia baik diwilayah Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.Gambar 2.15 Backbone jaringan satelit yang diselenggarakan oleh PT TELKOM
  • 44. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201042Palapa RingPalapa Ring adalah jaringan cincin serat optik kabel bawah laut dan darat yang dibangunsebagai tulang punggung (backbone) yang menyambungkan pulau-pulau besar dan utamadi seluruh Indonesia.Jaringan ini akan mengatasi ketersediaan koneksi komunikasi, sekaligussolusi bagi kecepatan akses data. Proyek Palapa Ring telah selesai sepanjang 42.470km, yangmenghubungkan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB dan NTT. Kemudian akanditeruskan ke Maluku dan Papua (sisa 10.000 km lagi). Pembangunan Palapa Ring dilakukanoleh suatu konsorsium swasta. Untuk mengatasinya, sedang disusun kebijakan stimulus DanaTIK, yang harus disusun sesuai Inpres No. 1 Tahun 2010, dengan sumber pendanaan darikontribusi USO.Gambar 2.16 Sebaran perencanaan program Palapa RingDana TIK dimanfaatkan untuk mempercepat perwujudan Indonesia Connected, dimana PalapaRing akan bermanfaat bagi peningkatan prosentasi daerah yang terakses telepon dan internetpedesaan, ibukota provinsi dengan akses FO (Fiber Optic), NIX (National Internet Exchange)serta IIX (International Internet Exchange), dan keterhubungan seluruh ibukota kabupaten/kota dengan fasilitas pita-lebar. Palapa Ring merupakan program unggulan penyediaaninfrastruktur telekomunikasi, yang sejalan dengan program USO, BWA dan desa informasi.Seperti halnya pembangunan infrastruktur lainnya, Palapa Ring akan berdampak konstruktifbagi pertumbuhan ekonomi.
  • 45. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 430204060801001201401601802002005 2006 2007 2008 2009ISP NAP ITKP SKDGambar 2.17Jumlah Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Gambar 2.17, menunjukkan bahwatotal penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun.Terdapat empat kelompok jasamultimedia yaitu Penyedia layananinternet (ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Jumlah penyelenggara jasa komunikasimasih didominasi oleh ISP diikuti olehNAP dan ITKP. Jumlah penyelenggaraketiganya meningkat signifikan sejaktahun 2008.2008 2009Jasmul danJarTap/JarBer16,30% 15,90%ISP dan JasaMutimedia lain4,60% 4,30%ISP dan NAP 5,10% 4,80%Siskomdat 1,00% 1,40%ITKP 3,10% 2,90%NAP 5,10% 5,30%ISP 64,80% 65,40%0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%Gambar 2.18 Komposisi PenyelenggaraMultimedia berdasarkan jenis ijin 2008-2009Total penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun(POSTEL, 2010). Terdapat empatkelompok jasa multi media yaituPenyedia layanan internet(ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Berdasarkan gambar 2.16, terlihat65,4% dari seluruh ijinpenyelenggaraan jasa multimediapada tahun 2009 adalah ISP murni.Dan sebagian ISP juga memiliki ijinjasa penyelenggaraan lainnya, sepertidikombinasikan dengan NAP dan JasaMultimedia lainnya.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 20090204060801001201401601802002005 2006 2007 2008 2009ISP NAP ITKP SKDGambar 2.17Jumlah Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Gambar 2.17, menunjukkan bahwatotal penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun.Terdapat empat kelompok jasamultimedia yaitu Penyedia layananinternet (ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Jumlah penyelenggara jasa komunikasimasih didominasi oleh ISP diikuti olehNAP dan ITKP. Jumlah penyelenggaraketiganya meningkat signifikan sejaktahun 2008.2008 2009Jasmul danJarTap/JarBer16,30% 15,90%ISP dan JasaMutimedia lain4,60% 4,30%ISP dan NAP 5,10% 4,80%Siskomdat 1,00% 1,40%ITKP 3,10% 2,90%NAP 5,10% 5,30%ISP 64,80% 65,40%0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%Gambar 2.18 Komposisi PenyelenggaraMultimedia berdasarkan jenis ijin 2008-2009Total penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun(POSTEL, 2010). Terdapat empatkelompok jasa multi media yaituPenyedia layanan internet(ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Berdasarkan gambar 2.16, terlihat65,4% dari seluruh ijinpenyelenggaraan jasa multimediapada tahun 2009 adalah ISP murni.Dan sebagian ISP juga memiliki ijinjasa penyelenggaraan lainnya, sepertidikombinasikan dengan NAP dan JasaMultimedia lainnya.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.17, menunjukkan bahwatotal penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% pertahun.Terdapat empat kelompok jasamultimedia yaitu Penyedia layananinternet (ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Jumlah penyelenggara jasa komunikasimasih didominasi oleh ISP diikuti olehNAP dan ITKP. Jumlah penyelenggaraketiganya meningkat signifikan sejaktahun 2008.Gambar 2.17 Jumlah Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Total penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% pertahun(POSTEL, 2010). Terdapat empatkelompok jasa multimedia yaituPenyedia layanan internet (ISP),Penyedia akses jaringan (NAP), InternetTeleponi untuk Keperluan Publik(ITKP) dan Sistem Komunikasi Data(Siskomdat/SKD). Berdasarkan gambar2.16, terlihat 65,4% dari seluruh ijinpenyelenggaraan jasa multimediapada tahun 2009 adalah ISP murni.Dan sebagian ISP juga memiliki ijinjasa penyelenggaraan lainnya, sepertidikombinasikan dengan NAP dan JasaMultimedia lainnya.Gambar 2.18 Komposisi Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009
  • 46. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201044Gambar 2.19Jumlah Pelanggan ISP menurut wilayahTahun 2008-200902000004000006000008000001000000120000014000001600000180000020000002008 2009Jumlah pelanggan ISP pa2009 meningkat 12% dtahun sebelumnya. Wilamerupakan wilayahjumlah pelanggan ISPbanyak, yaitu mencapaipelanggan. Angka ini mkenaikan sebesar 32% dtahun sebelumnya. Kdiikuti oleh wilayah Sdengan 270 ribu peSecara total pada2009, jumlah pelangmencapai 1,9 juta pelangGambar 2.20 Komposisi pelanggan ISPberdasarkan teknologi akses akses di setiapwilayah0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%DSL Dial Up Broadband lain Leased lineSebagian besar (65%)ISP Indonesia meteknologi aksesDSL, kecuali di wilayadan Papuamenggunakan teknologBab 2. Kondisi KominSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.19Jumlah Pelanggan ISP menurut wilayahTahun 2008-200902000004000006000008000001000000120000014000001600000180000020000002008 2009Jumlah pelanggan ISP pada tahun2009 meningkat 12% dibandingtahun sebelumnya. Wilayah Jawamerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ISP palingbanyak, yaitu mencapai 1,3 jutapelanggan. Angka ini mengalamikenaikan sebesar 32% dibandingtahun sebelumnya. Kemudiandiikuti oleh wilayah Sumateradengan 270 ribu pelanggan.Secara total pada tahun2009, jumlah pelanggan ISPmencapai 1,9 juta pelanggan.Gambar 2.20 Komposisi pelanggan ISPberdasarkan teknologi akses akses di setiapwilayah0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%DSL Dial Up Broadband lain Leased lineSebagian besar (65%) pelanggaISP Indonesia menggunakateknologi akses dengaDSL, kecuali di wilayah Malukdan Papua mayoritamenggunakan teknologi Dial up.Bab 2. Kondisi Kominfo IndoneSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.19 Jumlah Pelanggan ISP menurut wilayah Tahun2008-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Gambar 2.20 Komposisi pelanggan ISP berdasarkanteknologi akses akses disetiap wilayahSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Jumlah pelanggan ISP pada tahun2009 meningkat 12% dibandingtahun sebelumnya. WilayahJawa merupakan wilayah denganjumlah pelanggan ISP palingbanyak, yaitu mencapai 1,3 jutapelanggan. Angka ini mengalamikenaikan sebesar 32% dibandingtahun sebelumnya. Kemudiandiikuti oleh wilayah Sumateradengan 270 ribu pelanggan.Secara total pada tahun 2009,jumlah pelanggan ISP mencapai1,9 juta pelanggan.Sebagian besar (65%) pelangganISP Indonesia menggunakanteknologi akses dengan DSL,kecuali di wilayah Maluku danPapua mayoritas menggunakanteknologi Dial up.
  • 47. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 458.171.2576.682.280975.015304.724135.161 42.192 31.88501.000.0002.000.0003.000.0004.000.0005.000.0006.000.0007.000.0008.000.0009.000.000itkp 2009Gambar 2.21 Jumlah Pelanggan ITKPmenurut wilayah Tahun 2009Sumber : PostelGambar 2.21 menunjukkanjumlah pelanggan ITKP (InternetTeleponi Komunikasi Publik).Secara total terdapat sekitar 8juta pelanggan di Indonesia, ¾dari total pelanggan berada diwilayah Jawa, yaitu sekitar 6,6juta pelanggan, diikuti olehwilayah Sumatera, Kalimantankemudian Sulawesi. SedangkanMaluku dan Papua serta wilayahBali dan Nusa Tenggaramerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ITKP yangpaling sedikit.Sumber: PANDI, 2010Gambar 2.22 Perkembangan Jumlah domain.id05.00010.00015.00020.00025.0002005 2006 2007 2008 2009 2010co.idweb.idsch.idor.idgo.idac.idnet.idmil.idSelama 2005-2010, rata-ratapertumbuhan domain.id sekitar12%. Dalam kurun waktutersebut sub domain yangpaling signifikanpertumbuhannya adalah co.idyaitu sebesar 20%. Domainweb.id yang merupakan subdomain tertinggi keduamengalami fluktuasi dalampertumbuhannya. Sedangkanmil.id merupakan sub domainyang sangat kecilpertumbuhannya selama limatahun terakhirBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini8.171.2576.682.280975.015304.724135.161 42.192 31.885itkp 2009mbar 2.21 Jumlah Pelanggan ITKPmenurut wilayah Tahun 2009: PostelGambar 2.21 menunjukkanjumlah pelanggan ITKP (InternetTeleponi Komunikasi Publik).Secara total terdapat sekitar 8juta pelanggan di Indonesia, ¾dari total pelanggan berada diwilayah Jawa, yaitu sekitar 6,6juta pelanggan, diikuti olehwilayah Sumatera, Kalimantankemudian Sulawesi. SedangkanMaluku dan Papua serta wilayahBali dan Nusa Tenggaramerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ITKP yangpaling sedikit.Sumber: PANDI, 2010Gambar 2.22 Perkembangan Jumlah domain.id05.00010.00015.00020.00025.0002005 2006 2007 2008 2009 2010co.idweb.idsch.idor.idgo.idac.idnet.idmil.ida 2005-2010, rata-ratambuhan domain.id sekitarDalam kurun waktubut sub domain yangsignifikanmbuhannya adalah co.idsebesar 20%. Domaind yang merupakan subn tertinggi keduaalami fluktuasi dalammbuhannya. Sedangkanmerupakan sub domainsangat kecilmbuhannya selama limaterakhirBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.21 Jumlah Pelanggan ITKP menurut wilayahTahun 2009Gambar 2.21 menunjukkanjumlah pelanggan ITKP (InternetTeleponi Komunikasi Publik).Secara total terdapat sekitar8 juta pelanggan di Indonesia,¾ dari total pelanggan beradadi wilayah Jawa, yaitu sekitar6,6 juta pelanggan, diikuti olehwilayah Sumatera, Kalimantankemudian Sulawesi. SedangkanMaluku dan Papua sertawilayah Bali dan Nusa Tenggaramerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ITKP yangpaling sedikit.Selama 2005 - 2010, rata-ratapertumbuhan domain .id sekitar12%. Dalam kurun waktutersebut subdomain yang palingsignifikan pertumbuhannyaadalah co.id yaitu sebesar20%. Domain web.id yangmerupakan subdomain tertinggikedua mengalami fluktuasidalam pertumbuhannya.Sedangkan mil.id merupakansubdomain yang sangat kecilpertumbuhannya selama limatahun terakhirGambar 2.22 Perkembangan Jumlah domain.idSumber : PostelSumber: PANDI, 2010
  • 48. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201046Gambar 2.23 Kepemilikan komputer dalam RTIndonesia0%1%2%3%4%5%6%7%8%9%10%2006 2007 2008Sumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikSejak tahun2008, kepemilikan kompurumah tangga Indmengalami peningkatansignifikan. Pada tahunkepemilikan komputer ditangga Indonesia sekitakemudian mengalami kemenjadi 6% pada tahun 208% di tahun 2008.Bila dibandingkan berdawilayah diIndonesia, tingkat kepekomputer dalam RT di wilayapaling tinggi, diikuti olehKalimantan. Sedangkantimur Indonesia memilikikepemilikan yang paling keciSumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat Statistik0%2%4%6%8%10%12%2007 2008Gambar 2.24Sebaran Rumah Tangga Indonesia yang memiliki aksesInternet, 2007-2008Selama kurun 2007-2008,Internet dalam rumahIndonesia mengalami kenaikcukup signifikan. Pada2007, persentase rumahIndonesia yang sudah memilinternet adalah 5,58%. Selapada tahun 2008 mepeningkatan menjadi 8,56%.sejak tahun 2007, Jawamemiliki persentase tertingsebesar 6,65% dan mmenjadi 9,95% pada tahunPeningkatan ini juga terjadi dilainnya, termasuk di wilayahdan Papua.Bab 2. Kondisi Kominfo IndoGambar 2.23 Kepemilikan komputer dalam RTIndonesia0%1%2%3%4%5%6%7%8%9%10%2006 2007 2008Sumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikSejak tahun2008, kepemilikan kompurumah tangga Indmengalami peningkatansignifikan. Pada tahunkepemilikan komputer ditangga Indonesia sekitarkemudian mengalami kemenjadi 6% pada tahun 2008% di tahun 2008.Bila dibandingkan berdawilayah di sIndonesia, tingkat kepemkomputer dalam RT di wilayapaling tinggi, diikuti oleh wKalimantan. Sedangkan wtimur Indonesia memiliki tkepemilikan yang paling kecilSumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat Statistik0%2%4%6%8%10%12%2007 2008Gambar 2.24Sebaran Rumah Tangga Indonesia yang memiliki aksesInternet, 2007-2008Selama kurun 2007-2008,Internet dalam rumahIndonesia mengalami kenaikacukup signifikan. Pada2007, persentase rumahIndonesia yang sudah memilikinternet adalah 5,58%. Selapada tahun 2008 mepeningkatan menjadi 8,56%. Tsejak tahun 2007, Jawamemiliki persentase tertinggsebesar 6,65% dan memenjadi 9,95% pada tahunPeningkatan ini juga terjadi dilainnya, termasuk di wilayahdan Papua.Bab 2. Kondisi Kominfo IndoSejak tahun 2006 - 2008,kepemilikan komputer di rumahtangga Indonesia mengalamipeningkatan yang signifikan.Pada tahun 2006 kepemilikankomputer di rumah tanggaIndonesia sekitar 4% kemudianmengalami kenaikan menjadi6% pada tahun 2007 dan 8% ditahun 2008. Bila dibandingkanberdasarkan wilayah diseluruhIndonesia, tingkat kepemilikankomputer dalam RT di wilayahJawa paling tinggi, diikuti olehwilayah Kalimantan. Sedangkanwilayah timur Indonesia memilikitingkat kepemilikan yang palingkecil.Gambar 2.23 Kepemilikan komputerdalam Rumah Tangga IndonesiaSumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikSelama kurun 2007-2008, aksesInternet dalam rumah tanggaIndonesia mengalami kenaikanyang cukup signifikan. Padatahun 2007, persentase rumahtangga Indonesia yang sudahmemiliki akses internet adalah5,58%. Selanjutnya pada tahun2008 mengalami peningkatanmenjadi 8,56%. Tercatat sejaktahun 2007, Jawa masih memilikipersentase tertinggi yaitusebesar 6,65% dan meningkatmenjadi 9,95% pada tahun 2008.Peningkatan ini juga terjadi diwilayah lainnya, termasuk diwilayah Maluku dan Papua.Gambar 2.24 Sebaran Rumah Tangga Indonesia yangmemiliki akses Internet, 2007-2008Sumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikINTERNET DAN KOMPUTER
  • 49. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 47Gambar 2.25 Distribusi Rumah Tangga yang memiliki Komputer dan Akses Internet, 2008Sumber: SUSENAS 2008, Badan Pusat StatistikPada tahun 2008, distribusi komputer dan akses Internet masih terkonsentrasi di wilayah Jawa.Diikuti oleh wilayah Sumatera yaitu sekitar16,58% dari total rumah tangga dengan komputerdan 16,77% dari total rumah tangga dengan akses internet. Sedangkan selebihnya berada diwilayah lainnya.Ranking Site Kategory1 Facebook Jejaring Sosial2 google.co.id Mesin Pencarian3 Google Mesin Pencarian4 Blogger.com Blog5 Yahoo! Portal6 Kaskus -Komunitas Indonesia Komunitas7 YouTube -Broadcast yourself Komunitas8 WordPress.com Blog9 Detik.com Berita10 4shared File Sharing11 Twitter Jejaring Sosial12 KOMPAS.com Berita13 Wikipedia Ensiklopedia14 VIVAnews.com Berita15 Detiknews Berita16 Clicksor Bisnis17 angege.com Portal18 KlikBCA E-Banking19 Ziddu Berbagi Berkas20 KapanLagi.com EntertainmentTabel 2.1 20 Situs tertinggi di IndonesiaSitus jejaring sosialFacebook masih men-duduki peringkat pertamaberdasarkan pemantauanlalu lintas internet yangdilakukan oleh Alexa.Google.co.id, google.comdan Yahoo.com beradapada posisi selanjutnya.Situs blog sepertiblogger dan wordpressjuga cukup popular danmenduduki posisi ke-5dan ke-8. Sedangkansitus komunitas terbesardi Indonesia kaskus men-duduki peringkat ke-6.Sumber: Alexa (23 Nov 2010)
  • 50. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201048No. InstansiRangking trafikduniaRangking trafikIndonesia1 Kementerian Pertanian 37,156 436 (2)2 Kementerian ESDM 40,628 306 (1)3 Kementerian Pendidikan Nasional 41,291 607 (3)4 Bank Indonesia 46,910 730 (5)5 Kementerian Perdagangan 53,260 9626 Kementerian Keuangan 53,368 7567 Kementerian Perhubungan 60,787 1,0268 Kementerian PU 62,467 1,0419 Badan Pusat Statistik 65,878 86010 Kementerian Kehutanan 68,966 1,17411 Kementerian Komunikasi dan Informatika 70,013 616 (4)12 Kementerian Kesehatan 73,936 1,11113 Kementerian Kelautan dan Perikanan 80,235 1,74214 Badan Pemeriksa Keuangan 90,996 1,01415 Bappenas 93,078 1,61716 Kementerian Hukum dan HAM 94,542 2,95617 Kementerian Luar Negeri 105,140 2,98218 Kementerian Agama 106,564 1,76519 Kementerian Riset dan Teknologi 108,797 2,43820 Badan Kepegawaian Negara 120,689 2,33921 Kementerian Dalam Negeri 130,250 2,42222 Kementerian Sosial 141,271 3,80023 Dewan Perwakilan Rakyat 163,912 4,03024 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 173,011 3,10925 Kementerian Pertahanan 175,674 5,27026 Kementerian Lingkungan Hidup 176,381 2,60427 Sekretariat Negara 177,871 2,75328 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 180,683 4,97729 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 220,753 3,99030 Kementerian BUMN 229,839 4,58931 Bapepam 240,299 3,62432 Mahkamah Konstitusi 240,577 5,84833 Kejaksaan 254,191 9,59034 Badan Koordinasi Penanaman Modal 295,503 8,96935 Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara 381,781 7,14036 Kementerian Koperasi dan UKM 401,668 9,99137 Kementerian Perumahan Rakyat 576,809 7,71338 Lembaga Administrasi Negara 641,516 14,50239 Kementerian Pemberdayaan Perempuan 716,146 33,01940 Majelis Permusyawaratan Rakyat 720,499 15,03041 Kementerian Perindustrian 836,424 31,97342 Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga 1,131,570 43,13043 Kementerian Pembagunan Daerah Tertinggal 1,199,453 22,656Tabel 2.2 Daftar rangking trafik akses terhadap situs kementerian dan Lembaga PemerintahanSumber: Alexa (23Nov2010)
  • 51. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 49WorldtrafficrankmerupakanrangkingtrafikyangdiukurolehAlexaberdasarkanaksesterhadapsitus tersebut dari seluruh dunia, sedangkan IDN Trafic rank merupakan rangking trafikberdasarkan trafik akses yang berasal dari Indonesia. Terlihat bahwa Kementerian Pertanianmerupakan situs kementerian yang paling populer di trafik dunia, sedangkan untuk akses dariIndonesia masih kalah dengan kementerian ESDM. Hal ini menunjukkan kementerian ESDMpaling populer di Indonesia. Sedangkan kementerian Komunikasi dan Informatika mendudukiperingkat ke 4 paling popular di Indonesia, setelah kementerian ESDM, kementerian Pertaniandan kementerian Pendidikan Nasional. Bank Indonesia menduduki peringkat ke 5 terpopulardi Indonesia.
  • 52. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201050Open SourceOpen source software adalah software yang membuka/membebaskan source codenya untukdilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebutdan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut dan dapatdiperoleh tanpa membayar lisensi. Open source ini ditujukan untuk mengatasi ketergantunganpada lisensi software tertentu. Sebagai salah satu cara untuk menggalakkan penggunaan opensource, Kementerian Kominfo telah menyelenggarakan Global Conference on Open Source(GCOS) 2009 pada tanggal 26 s/d 27 Oktober 2009 diikuti oleh 12 negara. Hadir juga perwakilanOpen Document Format (ODF) yang akan diadopsi menjadi SNI untuk pertukaran dokumenpemerintah agar mandiri dan tidak berpihak/tergantung pada sebuah software saja.Di sela-sela kegiatan ini, diselenggarakan pula Indonesia Open Source Award (IOSA) 2010,yang merupakan ajang penghargaan kepada instansi Pemerintah Pusat, Lembaga Negaralainnya, Pemerintah Prov/Kab/Kota yang telah melakukan migrasi ke piranti lunak legal denganpilihan utama Open Source Software (OSS). Tujuan kegiatan ini untuk terus menekan tingkatpembajakan software di Indonesia serta penghematan devisa negara. Sasaran dari kegiatanini adalah meningkatnya pemahaman publik terhadap program-program pemerintah.Kegiatan ini sudah mulai berdampak positif, yaitu sudah mulai munculnya kesadaran daripihak pemerintah daerah mengenai penggunaan perangkat lunak legal di lingkungan instansipemerintahan. Banyaknya undangan yang hadir menunjukkan minat yang cukup besar daripemerintah daerah untuk turut menyukseskan program pemerintah mengenai pemanfaatanopen source di lingkungan instansi pemerintah.Gambar 2.26Kementerian Kominfo telah menyelenggarakan Global Conference on Open Source (GCOS) 2009
  • 53. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 51SePP• SePP (sistem elektronik pengadaan barang dan jasa) merupakan suatu sistem elektronikuntuk kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dikembangkan oleh KementerianKominfo.• Selain untuk tujuan praktis, SePP ini dimaksudkan untuk secara obyektif, transparan danreal-time menggantikan sistem pengadaan konvensional.• Sepanjang tahun 2010, khususnya terhitung hingga awal bulan Oktober 2010, diKementerian Kominfo terdapat 219 paket pengadaan barang dan jasa senilai Rp389.745.505.305,- yang telah dilaksanakan oleh satuan kerja pusat dan UPT di daerah-daerah dengan menggunakan SePP (sistem elektronik pengadaan barang dan jasa).• Instansi-instansi lain pengguna SePP adalah Kementerian Perhubungan, KementerianPertanian, Pemda NTB dan PT Taspen dengan total 625 paket pengadan barang/jasa senilaiRp2.158.763.984.579,-. Selain yang disebutkan diatas, yang juga turut menggunakannyaadalah Kementerian Ristek, BATAN, KPK, PTT aspen dan BKKBN.• SePP ini dikembangkan oleh Kementerian Kominfo dan mulai diresmikan pada tanggal 17Desember 2008 setelah menerima ISO9001 sebagai bagian dari pengakuan internasionaluntuk sistem manajemen mutu (ISO9001).• Fitur-fitur yang tersedia didalam SePP adalah: e-Lelang (e-Tendering) untuk lelang barang,jasa pemborongan dan jasa lainnya, e-Pembelian (e-Purchasing) untuk pengadaan secaralangsung, e-Selection untuk lelang jasa konsultansi, dan e-Katalog, yaitu untuk sistemmanajemen penyedia barang/jasa (vendor), sistem manajemen pengguna barang/jasa(instansi pemerintah), sistem daftar hitam (blacklist) dan sistem jejak data (audit trail).• Dengan sistem SePP, Kementerian Kominfo sudah melakukan transparansi dalampelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa. Dengan sistem online ini pula, telahbanyak diperoleh penghematan yang dipelopori oleh Kementerian Kominfo.SePP• SePP (sistem elektronik pengadaan barang dan jasa) merupakan suatu sistem elektronik untukkegiatan pengadaan barang dan jasa yang dikembangkan oleh Kementerian Kominfo.• Selain untuk tujuan praktis, SePP ini dimaksudkan untuk secara obyektif, transparan dan real-time menggantikan sistem pengadaan konvensional.• Sepanjang tahun 2010, khususnya terhitung hingga awal bulan Oktober 2010, di KementerianKominfo terdapat 219 paket pengadaan barang dan jasa senilai Rp 389.745.505.305,- yang telahdilaksanakan oleh satuan kerja pusat dan UPT di daerah-daerah dengan menggunakan SePP(sistem elektronik pengadaan barang dan jasa).• Instansi-instansi lain pengguna SePP adalah Kementerian Perhubungan, KementerianPertanian, Pemda NTB dan PT Taspen dengan total 625 paket pengadan barang / jasa senilai Rp2.158.763.984.579,-. Selain yang disebutkan diatas, yang juga turut menggunakannya adalahKementerian Ristek, BATAN, KPK, PT Taspen dan BKKBN.• SePP ini dikembangkan oleh Kementerian Kominfo dan mulai diresmikan padatanggal 17 Desember 2008 setelah menerima ISO 9001 sebagai bagian dari pengakuaninternasional untuk sistem manajemen mutu (ISO 9001).• Fitur-fitur yang tersedia di dalam SePP adalah: e-Lelang (e-Tendering) untuk lelang barang, jasapemborongan dan jasa lainnya, e-Pembelian (e-Purchasing) untuk pengadaan secara langsung, e-Selection untuk lelang jasa konsultansi, dan e-Katalog, yaitu untuk sistem manajemen penyediabarang/jasa (vendor), sistem manajemen pengguna barang/jasa (instansi pemerintah), sistemdaftar hitam (black list) dan sistem jejak data (audit trail).• Dengan sistem SePP, Kementerian Kominfo sudah melakukan transparansi dalam pelaksanaankegiatan pengadaan barang dan jasa. Dengan sistem online ini pula, telah banyak diperolehpenghematan yang dipelopori oleh Kementerian Kominfo.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.27Sistem e-pengadaan PemerintahGambar 2.27 Sistem e-pengadaan Pemerintah
  • 54. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201052428; 86%38; 8%31; 6%Belum memilikikebijakan OSSSudah memilikikebijakan OSSSudahmenerapkan OSSSumber: Ditjen APTEL 2010Gambar 2.28 Tingkat Penggunaan Opensumber Software di instansi pemerintahPenggunaan open sourIndonesia masih sangaini terlihat darikabupaten/kota di Inada 38 kab/kota yangtahap memiliki kebijinstansinya dan 31 ksudah menggunakan OSejak dideklarasikanpada tahun 2004,penggunaan OSSpemerintah cenderungGambar 2.29. Penerapan sistem e-PengadaanPemerintahSumber: Ditjen Postel 2010Tercatat 24 darIndonesia telasistem e-Pensejauh interoptimalkan sSeluruh wilayamenunjukkanimplementasiyang baik. WilKep.Riaumenunjukkanyang sangatsistem e-Pengamengalahkandi Jawa Barat.2132449430968162626028141312665442111110 500 1000 1500 2000 2500DKI JakartaRiau dan Kep.RiauJawa BaratJawa TimurBantenDI YogyakartaJawa TengahLampungSulSelSumBarSumSelSumUtBaliPapuaNADBaBelMalukuNTTJambiKalBarKalSelKalTimSulUtBab 2. Kondisi Komin428; 86%38; 8%31; 6%Belum memilikikebijakan OSSSudah memilikikebijakan OSSSudahmenerapkan OSSSumber: Ditjen APTEL 2010Gambar 2.28 Tingkat Penggunaan Opensumber Software di instansi pemerintahPenggunaan open source software diIndonesia masih sangat rendah. Halini terlihat dari total 497kabupaten/kota di Indonesia, baruada 38 kab/kota yang sampai padatahap memiliki kebijakan OSS diinstansinya dan 31 kab/kota yangsudah menggunakan OSS.Sejak dideklarasikan pertama kalipada tahun 2004, pelaksanaanpenggunaan OSS di instansipemerintah cenderung lambat.Gambar 2.29. Penerapan sistem e-PengadaanPemerintahSumber: Ditjen Postel 2010Tercatat 24 dari 33 propinsi diIndonesia telah menerapkansistem e-Pengadaan yangsejauh ini belumteroptimalkan secara merata.Seluruh wilayah Jawa telahmenunjukkan perkembanganimplementasi e-Pengadaanyang baik. Wilayah Riau danKep.Riau juga telahmenunjukkan perkembanganyang sangat pesat dalamsistem e-Pengadaan, bahkanmengalahkan perkembangandi Jawa Barat.2132449430968162626028141312665442111110 500 1000 1500 2000 2500DKI JakartaRiau dan Kep.RiauJawa BaratJawa TimurBantenDI YogyakartaJawa TengahLampungSulSelSumBarSumSelSumUtBaliPapuaNADBaBelMalukuNTTJambiKalBarKalSelKalTimSulUtBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia sGambar 2.28 Tingkat Penggunaan Open SourceSoftware di instansi pemerintahSumber: Ditjen APTEL 2010Penggunaan open source softwaredi Indonesia masih sangat rendah.Hal ini terlihat dari total 497kabupaten/kota di Indonesia, baruada 38 kab/kota yang sampai padatahap memiliki kebijakan OSSdi instansinya dan 31 kab/kotayang sudah menggunakan OSS.Sejak dideklarasikan pertamakalipada tahun 2004, pelaksanaanpenggunaan OSS di instansipemerintah cenderung lambat.Gambar2.29. Penerapan sistem e-Pengadaan PemerintahTercatat 24 dari 33 propinsi diIndonesia telah menerapkansistem e-Pengadaan yang sejauhini belum teroptimalkan secaramerata.Seluruh wilayah Jawa telahmenunjukkan perkembangan im-plementasie-Pengadaanyangbaik.Wilayah Riau dan Kep.Riau jugatelah menunjukkan perkembanganyang sangat pesat dalamsistem e-Pengadaan, bahkanmengalahkan perkembangan diJawa Barat. Sumber: Ditjen APTEL 2010
  • 55. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 53Gambar 2.30. Pemeringkatan e-Gov berdasarkanprovinsiSumber: Ditjen Postel 2010Gambar 2.30 menunjukkanberagamnya tingkat penerapan e-government di Indonesia dalamaspekkebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi dan perencanaaan.Umumnya daerah-daerah di wilayahJawa lebih maju dalam memberipelayanan kepada publik denganpenerapan e-government.Masih minimnyakebijakan, kelembagaan danperencanaan e-governmentmembuat infrastruktur yangdibangun belum memberikanmanfaat yang optimal kepada publikkarena aplikasi yang dikembangkanbelum memberikan manfaat secaramaksimal.Gambar 2.31 Pemeringkatan e-Gov berdasarkankementerianSumber: Ditjen Postel 2010Penerapan e-government di Instansipusat terlihat lebih baik secarakeseluruhan jika dibandingkandengan penerapan e-governmentpada pemerintah daerah. Secaraumum, KementerianDiknas, Keuangan, Pertahanan, Perindustrian dan Bappenas merupakanintansi pusat yang penerapan e-governmentnya lebih baikdibandingkan instansi lainnya.Sedangkan Kominfo yang merupakanleading institution dalam penerapane-government masih belummenggunakan aplikasi e-governmentsecara maksimal karena institusi initergolong baru dari sisi kelembagaan.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini1,081,291,081,421,131,711,581,751,381,921,712,382,1321,961,961,832,082,132,292,792,542,792,752,583,293,3311,671,81,271,81,871,221,871,871,932,332,22,22,472,271,92,072,22,42,62,272,932,873,133,073,21,571,241,431,381,521,521,671,331,91,862,141,811,6721,711,862,572,431,862,12,482,762,763,13,242,763,051,561,31,521,591,891,671,561,151,411,72,192,042,72,222,372,671,91,72,112,482,592,592,372,593,223,263,221,08111,25111,831,671,3311,08111,51,51,332,52,52,752,252,252,583,173,082,832,923,250 5 10 15 2027-Babel26-Sulbar25-Kalsel24-Kepri23-…22-…21-NAD20-Sultra19-Sulsel18-NTB17-Sumut16-Jambi15-Sumbar14-…13-…12-Bali11-Sumsel10-Papua9-Banten8-Riau7-NTT6-Jateng5-Kaltim4-DKI3-Jabar2-DIY1-JatimKebijakan Kelembagaan Infrastruktur1,541,381,51,541,971,81,881,631,582,292,441,932,422,253,022,632,632,542,462,832,842,713,252,833,293,253,412,071,871,5321,851,932,131,922,472,42,082,62,62,652,672,82,63,072,82,72,673,072,843,133,473,251,5721,812,142,322,432,512,572,242,332,682,692,672,622,292,622,432,862,573,052,572,812,673,143,053,573,391,882,382,152,2121,921,892,573,383,082,722,82,5632,5632,633,422,9232,593,083,332,863,463,383,251,581,3321,51,561,751,831,881,921,581,632,42,172,082,752,422,922,082,51,923,063,082,333,53,582,923,560 5 10 15 2027-KEMENPORA26-KEMENPERA25-KEMENEGPDT24-DEPHUT23-DEPDAGRI22-DEPBUDPAR21-KEMENEGKLH20-KEMENEGPAN19-KEMENEGBUMN18-DEPAG17-DEPKES16-DEPDAG15-DEPTAN14-KEMENEGKOPUKM13-DEPKUMHAM12-DEPKOMINFO11-DEPHUB10-KEMENRISTEK9-DEPESDM8-DEPSOS7-DEPNAKERTRANS6-BAPPENAS5-DEPPERIN4-DEPHAN3-DEPPU2-DEPKEU1-DEPDIKNASKebijakan Kelembagaan Infrastruktur Aplikasi PerencanaanGambar 2.30 menunjukkanberagamnya tingkat penerapane-government di Indonesia dalamaspek kebijakan, kelembagaan,infrastruktur, aplikasi danperencanaaan. Umumnya daerah-daerah di wilayah Jawa lebihmaju dalam memberi pelayanankepada publik dengan penerapane-government. Masih minimnyakebijakan, kelembagaan danperencanaan e-government mem-buat infrastruktur yang dibangunbelum memberikan manfaat yangoptimal kepada publik karenaaplikasi yang dikembangkan belummemberikan manfaat secaramaksimal.2010 Penerapan e-governmentdi Instansi pusat terlihat lebihbaik secara keseluruhan jikadibandingkan dengan penerapane-government pada pemerintahdaerah. Secara umum, KementerianDiknas, Keuangan, Pertahanan,Perindustrian dan Bappenasmerupakan instansi pusat yangpenerapan e-government-nya le-bih baik dibandingkan instansilainnya. Sedangkan Kominfo yangmerupakan leading institutiondalam penerapan e-governmentmasih belum menggunakan aplikasie-government secara maksimalkarena institusi ini tergolong barudari sisi kelembagaan.Gambar 2.30. Pemeringkatan e-Gov. berdasarkan provinsiGambar 2.31 Pemeringkatan e-Gov berdasarkan kementerianSumber: Ditjen APTEL 2010Sumber: Ditjen APTEL 2010
  • 56. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201054ITTSImprovement on Television Transmitting Stations (ITTS) adalah suatu program kegiatanuntuk melakukan rehabilitasi atau penggantian peralatan pemancar di 30 lokasi satuantransmisi TVRI. Seperti diketahui bahwa kondisi peralatan pemancar TVRI saat ini sebagianbesar tidak dapat beroperasi secara optimal sehingga mengakibatkan kualitas penerimaansiaran dan jangkauan siaran sangat menurun. Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal8 Juni 2010 di Semarang telah meresmikan pengoperasian pemancar proyek peningkatanstasiun pemancar TVRI untuk sejumlah satuan transmisi TVRI. Program peningkatan stasiuntelevisi ini didanai melalui pinjaman lunak dari Pemerintah Spanyol (dengan nilai total untuk30 pemancar sebanyak Rp 239,51 milyar). Peningkatan jangkauan siaran TVRI dilaksanakandengan mengganti perangkat pemancar televisi yang sudah tidak layak, berupa pengadaanuntuk tahap pertama sebanyak 30 pemancar televisi, sistem antena dan kelengkapan lainnya,yang tersebar di 32 lokasi pada 18 provinsi.Melalui peresmian pemancar televisi ini, diharapkan para pemirsa TV di sejumlah daerahdapat menikmati siaran TVRI dengan kualitas yang lebih baik, dan siaran yang diterimadapat sebagai penyeimbang informasi lainnya yang diterima melalui stasiun televisi swasta.Setelah selesainya program peningkatan ini, TVRI dapat menjangkau 50% wilayah Indonesia.Kedepan, diharapkan juga daya jangkau yang dahulu TVRI pernah mencapai 82% wilayahIndonesia dapat diwujudkan kembali.Gambar 2.32 Improvement on Television Transmitting Stations (ITTS) ProjectTELEVISIyang tersebar di 32 lokasi pada 18 provinsi.
  • 57. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 55sumber : Diolah dari data JICA-Kominfo 20083764928 2047 4023 26 30 2752050100150200250300350400Gambar 2.33 Jumlah Stasiun Transmisi TV analogterrestrialDari 11 stasiun TVnasional, TVRI memiliki jumlahstasiun transmisi terbanyakyaitu sebanyak 376, diikutioleh Metro TV sebanyak 52stasiun, RCTI sebanyak 49stasiun transmisi dan Globalsebanyak 47 stasiun.Gambar 2.34 Perkembangan Industri Televisisumber: Pusat Data diolah dari berbagai Sumber1960 1965 1970 1975 1980 1985 1990 1995 2000 2005 2010Perkembangan pertelevisianIndonesia mengalamipeningkatan pesat sejaktahun 1990-an dan terusmeningkat sampai tahun2000an dengan munculnyastasiun-stasiun lokal.Sedangkan terjadikesenjangan yang sangat lamasejak berdirinya TVRI padatahun 1962 hingga munculnyastasiun TV swasta nasionalpertama yaitu RCTI padatahun 1988.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini1960 1965 1970 1975 1980 1985 1990 1995 2000 2005 2010Gambar 2.33 Jumlah Stasiun Transmisi TV analog terrestrialsumber : Diolah dari data JICA-Kominfo 2008Perkembangan pertelevisian Indonesia mengalami peningkatan pesat sejak tahun 1990-an danterus meningkat sampai tahun 2000an dengan munculnya stasiun-stasiun lokal. Sedangkanterjadi kesenjangan yang sangat lama sejak berdirinya TVRI pada tahun 1962 hingga munculnyastasiun TV swasta nasional pertama yaitu RCTI ada tahun 1988.Gambar 2.34 Perkembangan Industri Televisisumber:PusatDatadiolahdariberbagaiSumberDari 11 stasiun TV nasional,TVRI memiliki jumlahstasiun transmisi terbanyakyaitu sebanyak 376, diikutioleh MetroTV sebanyak52 stasiun, RCTI sebanyak49 stasiun transmisidan Global sebanyak 47stasiun.
  • 58. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201056Uji Coba DigitalUjicobadigitaladalahsuaturangkaiankegiatanujicobaterhadaprencanapenerapanteknologidigital siaran televisi. Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 29 Januari 2010 telahmeresmikan uji coba lapangan penyiaran televisi digital di wilayah Bandung dan sekitarnya.Acara tersebut merupakan suatu rangkaian seremoni serupa oleh pemerintah pada tanggal13 Agustus 2008 di Studio TVRI Jakarta dalam peresmian soft launching uji coba siarantelevisi digital di Indonesia, dan kemudian berlanjut pada tanggal 20 Mei 2009 di Studio SCTVJakarta melalui uji coba siaran digital untuk penerimaan televisi bergerak (Mobile TV) yangdilakukan oleh Konsorsium Tren Mobile TV dan Konsorsium Telkom -Telkomsel -Indonusa.SebelumadanyaperesmiandiBandunginisejumlahkegiatantelahdilakukanolehKementerianKominfo, yaitu antara lain uji coba siaran di wilayah Jabodetabek, talkshowtentang rencanaimplementasi televisi digital di beberapa stasiun televisi dari berbagai narasumber terkait,penayangan advetorialdan iklan layanan masyarakat tentang televisi digital di beberapaBroadcast and Multimedia Show (BMS) di JCC bulan November 2009.Manfaat uji coba antara lain memungkinkan pemerintah mengkaji setiap aspek teknis dannon teknis berupa kinerja perangkat dan sistem, model penyelenggaraan siaran televisidigital, model regulasi dan kelembagaan, serta fitur layanan televisi digital yang diharapkanmayarakat. Out put yang diharapkan dari uji coba tersebut adalah berupa: sosialisasi tentangsiaran digital khususnya tentang kualitas penerimaan siaran digital; kerjasama antar lembagapenyiaran dalam pemanfaatan infrastruktur sistempenyiaran televisi digital; mendorongmasyarakat untuk memiliki STB; dan adanya produksi STB dalam negeri dengan hargaterjangkau.Gambar 2.35 Perbedaan teknologi analog dan digital pada industri pertelevisian
  • 59. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 57IPTVIPTV (Internet Protocol Television) adalah sistem penyiaran dimana televisi digitalmenggunakan internet protokol melalui infrastruktur yang mencakup pengiriman pita-lebardalam mekanisme penyiarannya. IPTV direncanakan diadakan, karena IPTV dapat memberikanlayanan yang ekonomis namun dengan tidak mengorbankan kualitas layanan. Ini karenateknologi bandwidth transmisi yang efisien, yaitu IP multicasting.Menteri Tifatul Sembiring pada tanggal 30 Juli 2010 telah mengesahkan Peraturan MenteriKominfo No. 11/PER/M.KOMINFO/7/2010 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi ProtokolInternetsebagaipenggantiPeraturanMenteriKominfoNo.30/PER/M.KOMINFO/8/2009.Untukmerealisasikan IPTV ini, Kementerian Kominfo membuka peluang bagi para penyelenggarajaringan dan jasa telekomunikasi serta penyiaran untuk berpartisipasi melalui mekanismeseleksi berdasarkan ketentuan yang berlaku.Di dalam peraturan ini diantaranya disebutkan, bahwa penyelenggaraan layanan IPTV bertujuan:mendorong investasi untuk memacu penggelaran infrastruktur jaringan telekomunikasi pitalebar secara luas; meningkatkan efisiensi pemanfaatan jaringan tetap lokal kabel eksisting;memacu pertumbuhan industri konten, perangkat keras, dan perangkat lunak dalam negeri;meningkatkan kontrol sosial dan partisipasi masyarakat melalui layanan interaktif yangdisediakan; mempercepat pertumbuhan layanan transaksi elektronik. Dalam penyelenggaraanlayanan IPTV, penyelenggara wajib: melindungi kepentingan dan keamanan negara; menjagadan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa; memajukan kebudayaannasional; mendorong peningkatan kemampuan perekonomian rakyat, mewujudkan pemerataandan memperkuat daya saing bangsa; mengantisipasi perkembangan teknologi dan tuntutanglobal; mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persaingan yang sehat.Gambar 2.36 Skema IPTV (Internet Protokol Television)
  • 60. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201058Gambar 2.37 Perkembangan Jumlah KantorPos menurut jenisnya0500100015002000250030002004 2005 2006 2007 2008 2009 2010*Kantor PosKantor Pos Cabang (Kabupaten)Kantor Pos Cabang (DalamKota)Kantor Pos Cabang (LuarKota)Dalam kurun 20infrastruktur pos tidaksecara signifikan. Jumlaterbanyak adalah kancabang (luar kota) diikkantor pos cabang (dalkemudian kantor pos(kabupaten). Pada tahterdapat kenaikan jumlapos cabang (kabupaten)terkait denganpembenahan inpos, namun demikiakenaikannya hanyadibandingkan jumlah pasebelumnya.*data sampai 20 Juni 2010Gambar 2.38 Perkembangan Jumlah Kantor Posmenurut wilayah0200400600800100012001400160018002000JawaSumateraKalimantanSulawesiBali danNustraMaluku danIrian JayaJumlah kantor pos menurtidak mengalami perubahsignifikan. Wilayah Jawa mwilayah dengan jumlah kapaling banyak, diikuti olehSumatera kemudian SulawPenambahan jumlah kantlebih didasarkan pada kebpelayanan publik di wilaytersebut dan bukan padayang harus dilayani.*data sampai 20 Juni 2010Bab 2. Kondisi KominfoSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.37 Perkembangan Jumlah KantorPos menurut jenisnya0500100015002000250030002004 2005 2006 2007 2008 2009 2010*Kantor PosKantor Pos Cabang (Kabupaten)Kantor Pos Cabang (DalamKota)Kantor Pos Cabang (LuarKota)Dalam kurun 2004-201infrastruktur pos tidak berubsecara signifikan. Jumlah kantterbanyak adalah kantor pcabang (luar kota) diikuti olekantor pos cabang (dalam kotkemudian kantor pos caba(kabupaten). Pada tahun 200terdapat kenaikan jumlah kantpos cabang (kabupaten). Halterkait dengan kebijakapembenahan infrastrutpos, namun demikian totkenaikannya hanya 1,37dibandingkan jumlah pada tahusebelumnya.*data sampai 20 Juni 2010Gambar 2.38 Perkembangan Jumlah Kantor Posmenurut wilayah0200400600800100012001400160018002000JawaSumateraKalimantanSulawesiBali danNustraMaluku danIrian JayaJumlah kantor pos menurut wilaytidak mengalami perubahan yangsignifikan. Wilayah Jawa merupawilayah dengan jumlah kantor popaling banyak, diikuti oleh wilayaSumatera kemudian Sulawesi.Penambahan jumlah kantor poslebih didasarkan pada kebutuhanpelayanan publik di wilayahtersebut dan bukan pada luas areyang harus dilayani.*data sampai 20 Juni 2010Bab 2. Kondisi Kominfo IndoneSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Dalam kurun 2004-2010*infrastruktur pos tidak berubahsecara signifikan. Jumlah kantorterbanyak adalah kantor poscabang (luar kota) diikuti olehkantor pos cabang (dalam kota)kemudian kantor pos cabang(kabupaten). Pada tahun 2009terdapat kenaikan jumlah kantorpos cabang (kabupaten). Halini terkait dengan kebijakanpembenahan infrastrukturpos, namun demikian totalkenaikannya hanya 1,37%dibandingkan jumlah pada tahunsebelumnya.Jumlah kantor pos menurutwilayah tidak mengalamiperubahan yang signifikan.Wilayah Jawa merupakan wilayahdengan jumlah kantor pos palingbanyak, diikuti oleh wilayahSumatera kemudian Sulawesi.Penambahan jumlah kantor poslebih didasarkan pada kebutuhanpelayanan publik di wilayahtersebut dan bukan pada luasarea yang harus dilayani.Gambar 2.37 Perkembangan Jumlah Kantor Posmenurut jenisnyaGambar 2.38 Perkembangan Jumlah Kantor Pos menurutwilayahSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Sumber:Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009POS
  • 61. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 59Gambar 2.39 Sebaran Jumlah Kantor Pos menurutJenis dan Wilayah0200400600800100012001400Kantor PosKantor Pos Cabang (Kabupaten)Kantor Pos Cabang (Dalam Kota)Kantor Pos Cabang (Luar Kota)Terdapat perbedaan komposisijumlah kantor pos di tiap wilayah.Jawa merupakan wilayah denganinfrastruktur pos terbanyak tapimemiliki komposisi berbedadengan yang lain. Perbedaantersebut ada pada jumlah kantorpos cabang (kabupaten) yang lebihsedikit dibandingkan dengankantor pos. Hal ini berbeda dengankomposisi pada wilayah lainnya.Wilayah Maluku dan Papua selainmemiliki jumlah infrastrutur palingsedikit, juga memiliki komposisiberbeda pada jumlah kantor poscabang (dalam kota).Gambar 2.40 Jumlah penduduk yang dilayani per satu kantor pos dan jangkauan luas wilayahper satu kantor pos, menurut Wilayah66590 6833514.5411.76105001.0001.5002.0002.5003.0003.5004.0004.5005.000050.000100.000150.000200.000250.000300.000350.000Jawa Sumatera Sulawesi Bali danNustraMaluku danIrian JayaKalimantanCakupanpenduduk perkantor posRata-ratajangkauan luaspelayanan perkantor pos(km2)Rasio jumlah penduduk terhadap jumlah kantor pos untuk wilayah Jawa adalah309.646 yang berarti untuk satu kantor pos melayani 309.646 penduduk.Selanjutnya untuk wilayah Sumatera memiliki rasio 183.594, diikuti oleh wilayahSulawesi, Bali dan Nusa Tenggara dan Maluku dan Irian Jaya. Wilayah dengan rasiopaling sedikit adalah Kalimantan dengan rasio 42.985.Sedangkan jika dilihat dari jangkauan luas pelayanan per satu kantor pos, wilayahJawa memiliki jangkauan luas pelayanan paling kecil yaitu 66 km2 artinya walaupunjangkauan luas pelayanannya sudah cukup sempit, tetapi rasio penduduk terhadapjumlah kantor pos di Jawa masih terlalu besar. Hal yang kebalikan terjadi di wilayahMaluku dan Irian Jaya, dimana cakupan penduduk per kantor posnya sedikit tetapijangkauan luas pelayanan per satu kantor posnya paling luas dibanding wilayahlainnya.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini*data sampai 20 Juni 2010Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009*data sampai 20 Juni 2010Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.39 Sebaran Jumlah Kantor Pos menurutJenis dan Wilayah0200400600800100012001400Kantor PosKantor Pos Cabang (Kabupaten)Kantor Pos Cabang (Dalam Kota)Kantor Pos Cabang (Luar Kota)Terdapat perbedaan komposisijumlah kantor pos di tiap wilayah.Jawa merupakan wilayah denganinfrastruktur pos terbanyak tapimemiliki komposisi berbedadengan yang lain. Perbedaantersebut ada pada jumlah kantorpos cabang (kabupaten) yang lebihsedikit dibandingkan dengankantor pos. Hal ini berbeda dengankomposisi pada wilayah lainnya.Wilayah Maluku dan Papua selainmemiliki jumlah infrastrutur palingsedikit, juga memiliki komposisiberbeda pada jumlah kantor poscabang (dalam kota).Gambar 2.40 Jumlah penduduk yang dilayani per satu kantor pos dan jangkauan luas wilayahper satu kantor pos, menurut Wilayah66590 6833514.5411.76105001.0001.5002.0002.5003.0003.5004.0004.5005.000050.000100.000150.000200.000250.000300.000350.000Jawa Sumatera Sulawesi Bali danNustraMaluku danIrian JayaKalimantanCakupanpenduduk perkantor posRata-ratajangkauan luaspelayanan perkantor pos(km2)Rasio jumlah penduduk terhadap jumlah kantor pos untuk wilayah Jawa adalah309.646 yang berarti untuk satu kantor pos melayani 309.646 penduduk.Selanjutnya untuk wilayah Sumatera memiliki rasio 183.594, diikuti oleh wilayahSulawesi, Bali dan Nusa Tenggara dan Maluku dan Irian Jaya. Wilayah dengan rasiopaling sedikit adalah Kalimantan dengan rasio 42.985.Sedangkan jika dilihat dari jangkauan luas pelayanan per satu kantor pos, wilayahJawa memiliki jangkauan luas pelayanan paling kecil yaitu 66 km2 artinya walaupunjangkauan luas pelayanannya sudah cukup sempit, tetapi rasio penduduk terhadapjumlah kantor pos di Jawa masih terlalu besar. Hal yang kebalikan terjadi di wilayahMaluku dan Irian Jaya, dimana cakupan penduduk per kantor posnya sedikit tetapijangkauan luas pelayanan per satu kantor posnya paling luas dibanding wilayahlainnya.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini*data sampai 20 Juni 2010Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009*data sampai 20 Juni 2010Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar2.39 Sebaran Jumlah Kantor Pos menurut Jenisdan WilayahGambar 2.40 Jumlah penduduk yang dilayani per satu kantor pos danjangkauan luas wilayah per satu kantor pos, menurut WilayahTerdapat perbedaan komposisijumlah kantor pos di tiap wilayah.Jawa merupakan wilayah denganinfrastruktur pos terbanyak tapimemiliki komposisi berbedadengan yang lain. Perbedaantersebut ada pada jumlah kantorpos cabang (kabupaten) yanglebih sedikit dibandingkan dengankantor pos. Hal ini berbeda dengankomposisi pada wilayah lainnya.Wilayah Maluku dan Papua selainmemiliki jumlah infrastrukturpaling sedikit, juga memilikikomposisi berbeda pada jumlahkantor pos cabang (dalam kota).Sumber:Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009*Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009*Rasio jumlah penduduk terhadap jumlah kantor pos untuk wilayah Jawa adalah 309.646 yangberarti untuk satu kantor pos melayani 309.646 penduduk. Selanjutnya untuk wilayah Sumateramemiliki rasio 183.594, di ikuti oleh wilayah Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara dan Maluku danIrian Jaya. Wilayah dengan rasio paling sedikit adalah Kalimantan dengan rasio 42.985.Sedangkan jika dilihat dari jangkauan luas pelayanan per satu kantor pos, wilayah Jawamemiliki jangkauan luas pelayanan paling kecil yaitu 66 km2 artinya walaupun jangkauan luaspelayanannya sudah cukup sempit, tetapi rasio penduduk terhadap jumlah kantor pos di Jawamasih terlalu besar. Hal yang kebalikan terjadi di wilayah Maluku dan Irian Jaya, dimana cakupanpenduduk per kantor posnya sedikit tetapi jangkauan luas pelayanan per satu kantor posnyapaling luas dibanding wilayah lainnya.
  • 62. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201060Gambar 2.41 Komposisi produksi surat dalam negeri050.000100.000150.000200.000250.000300.000350.000400.000450.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Surat Biasa Surat Kilat Surat Kilat KhususSecara umum terjadipenurunan yang signifikandalam produksi suratbiasa. Sejak tahun 2006hingga 2009 tercatatpenurunan produksi suratbiasa mencapai 56%.Kecenderungan penurunanproduksi juga terjadi padasurat kilat dan surat kilatkhusus.Gambar 2.42 Jumlah produksi paket dalam negeri010.00020.00030.00040.00050.00060.00070.00080.00090.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Paket Biasa Paket Kilat KhususDalam kurun 2004-2007, jumlah produksi paketdalam negeri cenderungmeningkat, namun terjadipenurunan drastis di tahun2008 sebesar 76% dan terusberlanjut di tahun 2009. Halini terkait dengan munculnyapesaing pada bisnis kurir danpengiriman.sumber: Data Semester 1 2010 - PT Pos IndonesiaBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat in*data sampai 20 Juni 2010Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.41 Komposisi produksi surat dalam negeri050.000100.000150.000200.000250.000300.000350.000400.000450.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Surat Biasa Surat Kilat Surat Kilat KhususSecara umum terjadipenurunan yang signifikandalam produksi suratbiasa. Sejak tahun 2006hingga 2009 tercatatpenurunan produksi suratbiasa mencapai 56%.Kecenderungan penurunanproduksi juga terjadi padasurat kilat dan surat kilatkhusus.30.00040.00050.00060.00070.00080.00090.000Dalam kurun 2004-2007, jumlah produksi paketdalam negeri cenderungmeningkat, namun terjadipenurunan drastis di tahun2008 sebesar 76% dan terusBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini*data sampai 20 Juni 2010Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.41 Komposisi produksi surat dalam negeriGambar 2.42 Jumlah produksi paket dalam negeriSecara umum terjadipenurunan yang signifikandalam produksi suratbiasa. Sejak tahun 2006hingga 2009 tercatatpenurunan produksi suratbiasa mencapai 56%.Kecenderungan penurunanproduksi juga terjadi padasurat kilat dan surat kilatkhusus.Dalam kurun 2004-2007,jumlah produksi paketdalam negeri cenderungmeningkat, namun terjadipenurunan drastis di tahun2008 sebesar 76% dan terusberlanjut di tahun 2009. Halini terkait dengan munculnyapesaing pada bisnis kurir danpengiriman.Sumber:Buku Data Statistik POSTELSem. II 2009sumber:Data Semester 1 2010PT Pos Indonesia
  • 63. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 612.2 SDM TIKGambar 2.43 Profil Pendidikan Tinggi Bidang TIK dan Non-TIK, Tahun Ajaran 2008/20098401.812386.09215.1652.24313.8372.844.986251.2970% 20% 40% 60% 80% 100%perguruan tinggiprogram studimahasiswadosenTIKNon TIKTerdapat 840 perguruan tinggiyang menyelenggarapendidikan di bidang TIK(27,25%), dengan 1.812program studi TIK (11,58%)dari total 15.649 seluruhprogram studi di Indonesia.Mahasiswa bidang TIK yangterdaftar pada tahun2008/2009 berjumlah386.092 atau sebesar 11,95%dari total mahasiswa yangterdaftar pada tahun tersebut.sumber: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DitjenDikti), Kementerian Pendidikan Nasionai (Depdiknas)0 70 140 210Manajemen InformatikaSistem InformasiSistem KomputerTeknik InformatikaTeknik KomputerIlmu KomputerTeknik Komputer KontrolTeknologi InformasiTeknik InformasiKomunikasiTeknik Elektro danKomunikasiIlmu Jurnalistik/KomunikasiJurnalistikIlmu KomunikasiNamaProgramStudiS2S1D3D2D1Gambar 2.44 Jumlah Perguruan Tinggi bidang TIKyang terakreditasiSecara umum, ilmukomunikasi, teknikinformatika, sistem informasi danmanajemen informatika merupakanbidang dengan jumlah perguruantinggi terakreditasi paling banyak.Jenjang S1 merupakan jenjang yangpaling banyak, kecuali pada bidangteknik komputer dan manajemeninformatika yang lebih didominasioleh jenjang D3.Sumber: BANPTBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.43 Profil Pendidikan Tinggi Bidang TIK dan Non-TIK, Tahun Ajaran 2008/20098401.812386.09215.1652.24313.8372.844.986251.2970% 20% 40% 60% 80% 100%perguruan tinggiprogram studimahasiswadosenTIKNon TIKTerdapat 840 perguruan tinggiyang menyelenggarapendidikan di bidang TIK(27,25%), dengan 1.812program studi TIK (11,58%)dari total 15.649 seluruhprogram studi di Indonesia.Mahasiswa bidang TIK yangterdaftar pada tahun2008/2009 berjumlah386.092 atau sebesar 11,95%dari total mahasiswa yangterdaftar pada tahun tersebut.sumber: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DitjenDikti), Kementerian Pendidikan Nasionai (Depdiknas)0 70 140 210Manajemen InformatikaSistem InformasiSistem KomputerTeknik InformatikaTeknik KomputerIlmu KomputerTeknik Komputer KontrolTeknologi InformasiTeknik InformasiKomunikasiTeknik Elektro danKomunikasiIlmu Jurnalistik/KomunikasiJurnalistikIlmu KomunikasiNamaProgramStudiS2S1D3D2D1Gambar 2.44 Jumlah Perguruan Tinggi bidang TIKyang terakreditasiSecara umum, ilmukomunikasi, teknikinformatika, sistem informasi danmanajemen informatika merupakanbidang dengan jumlah perguruantinggi terakreditasi paling banyak.Jenjang S1 merupakan jenjang yangpaling banyak, kecuali pada bidangteknik komputer dan manajemeninformatika yang lebih didominasioleh jenjang D3.Sumber: BANPTBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniTerdapat 840 perguruantinggi yang menyelenggarapendidikan di bidang TIK(27,25%), dengan 1.812program studi TIK (11,58%)dari total 15.649 seluruhprogram studi di Indonesia.Mahasiswa bidang TIKyang terdaftar pada tahun2008/2009 berjumlah386.092 atau sebesar11,95% dari total mahasiswayang terdaftar pada tahuntersebut.Secara umum, ilmukomunikasi, teknik infor-matika, sistem informasidan manajemen informatikamerupakan bidang denganjumlah perguruan tinggiterakreditasi paling banyak.Jenjang S1 merupakanjenjang yang paling banyak,kecuali pada bidang teknikkomputer dan manajemeninformatika yang lebihdidominasi oleh jenjang D3.Gambar 2.43 Profil Pendidikan Tinggi Bidang TIK dan Non-TIK,Tahun Ajaran 2008/2009Gambar 2.44 Jumlah Perguruan Tinggi bidang TIK yangterakreditasisumber :Direktorat Jendral PendidikanTinggi (Ditjen Dikti), KementerianPendidikan Nasional (Depdiknas)Sumber: BANPT
  • 64. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201062Tabel 2.3 Jumlah Mahasiswa Aktif Bidang TIK Menurut StrataPendidikanDalam tahun ajaran 2006/2007 -2008/2009, terjadi peningkatan jumlah mahasiswaaktif dalam bidang TIK terutama mahasiswa program diploma D3 dan Sarjana S1dengan persentase peningkatan sebesar 1,13%.TAHUN AJARAN D1 D2 D3 D4 SI S2 S32006/2007 1,402 62 11 4 ,88 0 649 188,685 2,423 1392007/2008 1,849 137 127 ,68 0 1,157 226,999 3,355 2202008/2009 1,708 226 131,514 1,563 246,914 3,871 296sumber: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), KementerianPendidikan Nasionai (Depdiknas)Gambar 2.45 Jumlah Dosen Tetap Bidang TIKTahun Ajaran 2008/200066%30%4%SIS2S3Komposisi dosen tetap dalam bidang TIK pada tahun ajaran 2008/2009 didominasidosen berpendidikan S1. Selanjutnya diikuti dosen berpendidikan S2 dan hanyasebagian kecil yang berpendidikan S3. Hal ini menunjukkan masih rendahnyakualitas pengajar perguruan tinggi di bidang TIK. Secara ideal, jumlah dosendengan pendidikan s3 harus lebih banyak dibanding S2, dan tidak ada dosenberpendidikan S1.sumber: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DitjenDikti), Kementerian Pendidikan Nasionai (Depdiknas)Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniTAHUN AJARAN D1 D2 D3 D4 S1 S2 S32006/2007 1,402 62 114,880 649 188,685 2,423 1392007/2008 1,849 137 127,680 1,157 226,999 3,355 2202008/2009 1,708 226 131,514 1,563 246,914 3,871 296Komposisi dosen tetap dalam bidang TIK pada tahun ajaran 2008/2009 didominasi dosenberpendidikan S1. Selanjutnya diikuti dosen berpendidikan S2 dan hanya sebagian kecil yangberpendidikan S3. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kualitas pengajar perguruan tinggi dibidang TIK. Secara ideal, jumlah dosen dengan pendidikan S3 harus lebih banyak dibanding S2,dan tidak ada dosen berpendidikan S1.Tabel 2.3 Jumlah Mahasiswa Aktif Bidang TIK Menurut Strata Pendidikansumber: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DitjenDikti), Kementerian Pendidikan Nasional (Depdiknas)Gambar 2.45 Jumlah Dosen Tetap Bidang TIK Tahun Ajaran 2008/2000Dalam tahun ajaran 2006/2007-2008/2009, terjadi peningkatan jumlah mahasiswa aktifdalam bidang TIK terutama mahasiswa program diploma D3 dan Sarjana S1 dengan persentasepeningkatan sebesar 1,13%.
  • 65. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 632.3 PERBANDINGAN INTERNASIONALGambar 2.46 Teledensitas Telepon Tetap Kabel dantelepon Tetap Nirkabel Indonesia dan NegaraASEAN lainnyadanDalam kurun 2004-2009, perkembanganteledensitas telepon tetap kabeldan telepon tetap nirkabelIndonesia di Indonesiatertinggal dibandingkan dengannegara-negara ASEAN, tetapicenderung meningkat sehinggapada tahun 2009 berada di atasteledensitas ASEAN . Hal yangberbeda terjadi pada Negaralain seperti Singapura, BruneiDarussalam danMalaysia, teledensitas padanegara tersebut justrumengalami penurunan.sumber: International Telecommunication UnionGambar 2.47 Teledensitas Telepon BergerakIndonesia dan Negara ASEAN lainnyaDalam kurun 2005-2009, teledensitas teleponbergerak Indonesia masihberada dibawahteledensitas ASEAN.Teledensitas Indonesiahanya mengungguli negaraLaos, Kamboja danMyanmar. Selama kuruntersebut, kecenderunganteledensitas teleponbergerak di Negara ASEANmeningkat, bahkan diVietnam telah terjadipeningkatan drastismencapai hampir 200% ditahun 2008.sumber: International Telecommunication UnionBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini051015202530354045502004 2005 2006 2007 2008 2009SingaporeVietnamBruneiDarussalamMalaysiaIndonesiaASEANThailandPhippinessLao P.D.R.MyanmarKamboja0204060801001201401602005 2006 2007 2008 2009SingaporeThailandMalaysiaBruneiDarussalamViet NamPhilippinesASEANIndonesiaLao P.D.R.KambojaMyanmarGambar 2.46 Teledensitas Telepon Tetap Kabel dantelepon Tetap Nirkabel Indonesia dan NegaraASEAN lainnyadanDalam kurun 2004-2009, perkembanganteledensitas telepon tetap kabeldan telepon tetap nirkabelIndonesia di Indonesiatertinggal dibandingkan dengannegara-negara ASEAN, tetapicenderung meningkat sehinggapada tahun 2009 berada di atasteledensitas ASEAN . Hal yangberbeda terjadi pada Negaralain seperti Singapura, BruneiDarussalam danMalaysia, teledensitas padanegara tersebut justrumengalami penurunan.sumber: International Telecommunication UnionGambar 2.47 Teledensitas Telepon BergerakIndonesia dan Negara ASEAN lainnyaDalam kurun 2005-2009, teledensitas teleponbergerak Indonesia masihberada dibawahteledensitas ASEAN.Teledensitas Indonesiahanya mengungguli negaraLaos, Kamboja danMyanmar. Selama kuruntersebut, kecenderunganteledensitas teleponbergerak di Negara ASEANmeningkat, bahkan diVietnam telah terjadipeningkatan drastismencapai hampir 200% ditahun 2008.sumber: International Telecommunication UnionBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini051015202530354045502004 2005 2006 2007 2008 2009SingaporeVietnamBruneiDarussalamMalaysiaIndonesiaASEANThailandPhippinessLao P.D.R.MyanmarKamboja0204060801001201401602005 2006 2007 2008 2009SingaporeThailandMalaysiaBruneiDarussalamViet NamPhilippinesASEANIndonesiaLao P.D.R.KambojaMyanmarDalam kurun 2005-2009,teledensitas telepon bergerakIndonesia masih berada dibawah teledensitas ASEAN.Teledensitas Indonesia hanyamengungguli negara Laos,Kamboja dan Myanmar. Selamakurun tersebut, kecenderunganteledensitas telepon bergerakdi negara ASEAN meningkat,bahkan di Vietnam telah terjadipeningkatan drastis mencapaihampir 200% di tahun 2008.Gambar 2.46Teledensitas Telepon Tetap Kabel dan telepon Tetap NirkabelIndonesia dan Negara ASEAN lainnyaGambar 2.47Teledensitas Telepon Bergerak Indonesia danNegara ASEAN lainnyasumber: InternationalTelecommunication UnionDalam kurun 2004-2009,perkembangan teledensitastelepon tetap kabel dan telepontetap nirkabel Indonesiadi Indonesia tertinggaldibandingkan dengan negara-negara ASEAN,tetapicenderungmeningkat sehingga pada tahun2009 berada di atas teledensitasASEAN. Hal yang berbedaterjadi pada negara lain sepertiSingapura, Brunei Darussalamdan Malaysia, teledensitaspada negara tersebut justrumengalami penurunan.sumber:International Telecommunication Union
  • 66. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201064Gambar 2.48 Penetrasi Internet Indonesia danNegara ASEAN lainnyaSelama kurun 2005-2009, Singapura, Malaysia danBrunei Darussalammerupakan negara yangmemiliki penetrasi internetyang paling tinggi diantaranegara ASEAN. Perkembanganpenetrasi internet diIndonesia masih dibawahpenetrasi internet ASEAN.Indonesia hanya ungguldengan negara Filipina, LaosP.D.R dan Kamboja.sumber: International Telecommunication UnionRank2007 IDI 2007Rank2002 IDI 2002Korea 2 7.26 3 5.83Japan 12 6.64 18 4.82Singapore 15 6.57 16 4.83BruneiDarussalam 41 4.8 41 3.27Malaysia 52 3.79 50 2.74Thailand 63 3.44 70 2.17Philippines 91 2.63 79 2.07VietNam 92 2.61 107 1.59Indonesia 108 2.13 109 1.54Lao P.D.R 117 1.6 125 1.08Myanmar 119 1.57 104 1.64Cambodia 121 1.53 126 1.07Tabel 2.4 ICT Development Index dan Rangkinguntuk Indonesia dan negara lainnya.Secara umum nilai rata-rata IDIditahun 2002 adalah 2.48sedangkan nilai rata-rata IDI padatahun 2007 adalah 3.40. Terjadiperubahan 0.92 sejak tahun 2002ke tahun 2007. Indonesia sendirinaik satu peringkat di tahun 2007menjadi peringkat 108 dengannilai IDI 2.13, angka inimengalami peningkatan sebesar0.59. Indonesia sendiri masihberada dibawah negara-negaraASEAN, Indonesia hanyamengungguli Lao P.D.R, Myanmardan Kamboja.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia sa01020304050607080902005 2006 2007 2008 2009BruneiDarussalamSingaporeMalaysiaViet NamThailandASEANIndonesiaPhilippinesLao P.D.R.KambojaMyanmarsumber: The ICT Development Index 2009; InternationalTelecommunication UnionGambar 2.48 Penetrasi Internet Indonesia danNegara ASEAN lainnyaSelama kurun 2005-2009, Singapura, Malaysia danBrunei Darussalammerupakan negara yangmemiliki penetrasi internetyang paling tinggi diantaranegara ASEAN. Perkembanganpenetrasi internet diIndonesia masih dibawahpenetrasi internet ASEAN.Indonesia hanya ungguldengan negara Filipina, LaosP.D.R dan Kamboja.sumber: International Telecommunication UnionRank2007 IDI 2007Rank2002 IDI 2002Korea 2 7.26 3 5.83Japan 12 6.64 18 4.82Singapore 15 6.57 16 4.83BruneiDarussalam 41 4.8 41 3.27Malaysia 52 3.79 50 2.74Thailand 63 3.44 70 2.17Philippines 91 2.63 79 2.07VietNam 92 2.61 107 1.59Indonesia 108 2.13 109 1.54Lao P.D.R 117 1.6 125 1.08Myanmar 119 1.57 104 1.64Cambodia 121 1.53 126 1.07Tabel 2.4 ICT Development Index dan Rangkinguntuk Indonesia dan negara lainnya.Secara umum nilai rata-rata IDIditahun 2002 adalah 2.48sedangkan nilai rata-rata IDI padatahun 2007 adalah 3.40. Terjadiperubahan 0.92 sejak tahun 2002ke tahun 2007. Indonesia sendirinaik satu peringkat di tahun 2007menjadi peringkat 108 dengannilai IDI 2.13, angka inimengalami peningkatan sebesar0.59. Indonesia sendiri masihberada dibawah negara-negaraASEAN, Indonesia hanyamengungguli Lao P.D.R, Myanmardan Kamboja.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia sa01020304050607080902005 2006 2007 2008 2009BruneiDarussalamSingaporeMalaysiaViet NamThailandASEANIndonesiaPhilippinesLao P.D.R.KambojaMyanmarsumber: The ICT Development Index 2009; InternationalTelecommunication UnionGambar 2.48 Penetrasi Internet Indonesia dannegara ASEAN lainnyaSelama kurun 2005-2009,Singapura, Malaysia dan BruneiDarussalam merupakan negarayang memiliki penetrasi internetyang paling tinggi diantaranegara ASEAN. Perkembanganpenetrasi internet di Indonesiamasih dibawah penetrasi internetASEAN. Indonesia hanya ungguldengan negara Filipina, Laos P.D.Rdan Kamboja.sumber:International Telecommunication UnionSecara umum nilai rata-rataIDI ditahun 2002 adalah 2.48sedangkan nilai rata-rata IDI padatahun 2007 adalah 3.40. Terjadiperubahan 0.92 sejak tahun 2002ke tahun 2007. Indonesia sendirinaik satu peringkat di tahun 2007menjadi peringkat 108 dengannilai IDI 2.13, angka ini mengalamipeningkatan sebesar 0.59.Indonesia sendiri masih beradadibawah negara-negara ASEAN,Indonesia hanya mengungguli LaoP.D.R, Myanmar dan Kamboja.Tabel 2.4 Indeks Pengembangan TIK dan Rangking untukIndonesia dan negara lainnya.sumber:The ICT Development Index 2009International Telecommunication Union
  • 67. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 65Gambar 2.49 IDI Sub-Index Indonesia dan negaralainnya.Secara umum, IDI indeksuntuk penggunaan (IDI use)lebih rendah dibanding indeksyang lainnya, diikuti oleh IDIAccess dan indeks tertinggiadalah IDI Skill. Dan pola initerjadi diseluruh negarakecuali pada Singapore yangmemiliki IDI access lebihtinggi dibandingkan IDI Skill.Indonesia sendiri, masihsangat rendah di IDI use danIDI access, sedangkan IDI skillIndonesia masih tidak terlalutertinggal terutama dijikadibanding Malaysia dannegara ASEAN lainnya,sumber: The ICT Development Index 2009; InternationalTelecommunication Union0246810Korea (Rep)JapanSingaporeBruneiDarussalamMalaysiaThailandPhilippinesVietNamIndonesiaLao P.D.RMyanmarKambojaIDI access IDI use IDI skillBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.50 Publikasi Ilmiah ICT di Indonesia danNegara Asia lainnya110100100010000100000JEPANGINDIATAIWANKOREA SELATANSINGAPURAMALAYSIATHAILANDINDONESIAFILIPINAMYANMARBRUNEI DARUSALLAMKAMBOJALAOSDatabase publikasi ilmiahScopus tahun 2000-2009menunjukkan bahwa selamakurun 10 tahun, di antaranegara ASEAN, Indonesiamenduduki peringkat keempat dalam jumlah publikasiilmiah internasional di atasFilipina dan di bawahThailand.Bila dibandingkan dengannegara Asia terpilih, Indonesiamenempati urutan kedelapandalam publikasi ilmiahinternasional.sumber: SCOPUSGambar 2.49 IDI Sub-Index Indonesia dan negaralainnya.Secara umum, IDI indeksuntuk penggunaan (IDI use)lebih rendah dibanding indeksyang lainnya, diikuti oleh IDIAccess dan indeks tertinggiadalah IDI Skill. Dan pola initerjadi diseluruh negarakecuali pada Singapore yangmemiliki IDI access lebihtinggi dibandingkan IDI Skill.Indonesia sendiri, masihsangat rendah di IDI use danIDI access, sedangkan IDI skillIndonesia masih tidak terlalutertinggal terutama dijikadibanding Malaysia dannegara ASEAN lainnya,sumber: The ICT Development Index 2009; InternationalTelecommunication Union0246810Korea (Rep)JapanSingaporeBruneiDarussalamMalaysiaThailandPhilippinesVietNamIndonesiaLao P.D.RMyanmarKambojaIDI access IDI use IDI skillBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.50 Publikasi Ilmiah ICT di Indonesia danNegara Asia lainnya110100100010000100000JEPANGINDIATAIWANKOREA SELATANSINGAPURAMALAYSIATHAILANDINDONESIAFILIPINAMYANMARBRUNEI DARUSALLAMKAMBOJALAOSDatabase publikasi ilmiahScopus tahun 2000-2009menunjukkan bahwa selamakurun 10 tahun, di antaranegara ASEAN, Indonesiamenduduki peringkat keempat dalam jumlah publikasiilmiah internasional di atasFilipina dan di bawahThailand.Bila dibandingkan dengannegara Asia terpilih, Indonesiamenempati urutan kedelapandalam publikasi ilmiahinternasional.sumber: SCOPUSSecara umum, IDI indeks untukpenggunaan (IDI use) lebih rendahdibanding indeks yang lainnya,diikuti oleh IDI Access dan indekstertinggi adalah IDI Skill. Dan polaini terjadi diseluruh negara kecualipada Singapore yang memiliki IDIaccess lebih tinggi dibandingkanIDI Skill. Indonesia sendiri, masihsangat rendah pada IDI use danIDI access, sedangkan IDI skillIndonesia masih tidak terlalutertinggal terutama jika dibandingMalaysia dan negara ASEANlainnya,Database publikasi ilmiah Scopustahun 2000-2009 menunjukkanbahwa selama kurun 10 tahun, diantara negara ASEAN, Indonesiamenduduki peringkat ke empatdalam jumlah publikasi ilmiahinternasional di atas Filipina dandi bawah Thailand.Bila dibandingkan dengan negaraAsia terpilih, Indonesia menempatiurutan kedelapan dalam publikasiilmiah internasional.Gambar 2.49 IDI Sub-Index Indonesiadan negara lainnya.sumber: The ICT Development Index 2009;International Telecommunication Unionsumber: SCOPUSGambar 2.50 Publikasi Ilmiah TIK di Indonesia dannegara Asia lainnya
  • 68. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201066
  • 69. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 67BAB 3KEBIJAKAN DANRENCANAKE DEPAN
  • 70. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010683
  • 71. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 695 SUKSES KOMINFOSebagai pilar penting penggerakpembangunanSebagai pembangkit danpenyerap tenaga kerjaSebagai sumber devisa baruSebagai pilar pentingpencerdasan bangsaSebagai alat demokrasi danpemersatu bangsa
  • 72. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201070LANDASAN HUKUM PEMBANGUNAN TIKSumber : Data Statistik Postel 2010Pasal 28 f UUD RI 1945“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untukmengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari,memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi denganmenggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.Undang UndangNomor 36Tahun 1999TentangTelekomunikasiMuatan RegulasiPenyelenggaraTelekomunikasiLaranganPraktek MonopoliPerijinanInterkoneksidan biaya hakpenyelenggaraanPerangkattelekomunikasiSpektrumfrekuensiradioOrbit Satelit.Undang UndangNomor 32Tahun 2002TentangPenyiaranMuatan RegulasiPenyelenggaraanPenyiaranKomisi PenyiaranIndonesiaJasa PenyiaranLembaga PenyiaranStasiun Penyiarandan WilayahJangkauan SiaranPerijinanPenyelenggaraanPenyiaranPelaksanaanPenyiaranPeransertamasyarakatUndang UndangNomor 11Tahun 2008Tentang Informasidan TransaksiElektronikMuatan RegulasiInformasi, dokumen,dan tanda tanganelektronikPenyelenggaraanSertifikasi Elektronik& Sistem ElektronikTransaksi ElektronikNama Domain,Hak KekayaanIntelektual, danPerlindungan HakPribadiPerbuatan yangDilarangPenyelesaianSengketaPeran Pemerintahdan MasyarakatPenyidikanKetentuan PidanaUndang UndangNomor 14Tahun 2008tentang KeterbukaanInformasi PublikMuatan Regulasi :Hak dan kewajibanpemohon danpengguna informasipublik serta hak dankewajiban badanpublikInformasi yang wajibdisediakan dandiumumkanInformasi yangdikecualikanMekanismememperolehinformasiKomisi InformasiKeberatan danpenyelesaiansengketa melaluikomisi informasiHukum Acara KomisiGugatan kePengadilan danKasasiKetentuan Pidana
  • 73. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 71VISI DAN MISIMisi1Meningkatkan kecukupan informasi masyarakat dengan karakteristikkomunikasi lancar dan informasi benar menuju terbentuknyaIndonesia Informatif dalam kerangka NKRI"Terwujudnya Indonesia Informatif menuju masyarakat sejahtera melaluipembangunan kominfo berkelanjutan, yang merakyat dan ramahlingkungan, dalam kerangka NKRIMisi2Mewujudkan birokrasi layanan komunikasi dan informatika yang profesionaldan memiliki integritas moral yang tinggiMisi4Mengembangkan sistem kominfo yang berbasis kemampuan lokal yangberdaya saing tinggi dan ramah lingkunganMisi3Mendorong peningkatan tayangan dan informasi edukatif untuk mendukungpembangunan karakter bangsaMisi5Memperjuangkan kepentingan nasional kominfo dalam sistem pasar globalIndonesiaInformatifNKRIMasyarakatsejahteraPembangunanberkelanjutanKominfo yangmerakyatRamahLingkungan
  • 74. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201072TUJUANBidang Infrastruktur Informasi dan KomunikasiBidang Komunikasi danInformasi1) Tersedianya akses komunikasidan informatika yang meratadi seluruh Indonesia(mengecilnya kesenjangandigital);2) Tersedianya sarana, prasarana,dan layanan komunikasi daninformatika di seluruh desa,daerah perbatasan negara,pulau terluar, daerah terpencil,dan wilayah non komersiallain untuk mengurangi daerahblank spot;3) Tersedianya akses dan layanankomunikasi dan informatikayang modern;4) Tercapainya layanan aksesinformasi dan komunikasi diwilayah non komersial;5) Kebijakan, regulasi, rencanapemanfaatan dan rekayasasumber daya spektrumfrekuensi radio;6) Kebijakan, regulasi, rencanaoptimalisasi sumber dayaspektrum dan non spektrum;7) Kebijakan, regulasi, perijinanuntuk meningkatkan kuantitasdan kualitas layanan pos ;8) Kebijakan, regulasi, perijinanuntuk meningkatkan kuantitasdan kualitas layanantelekomunikasi;9) Kebijakan, regulasi, perijinanuntuk meningkatkan kuantitasdan kualitas penyelenggaraanpenyiaran;10) Kebijakan, regulasi, bimbinganteknis, dan evaluasi sertifikasisistem elektronik, jasa aplikasidan konten;11) Kebijakan, regulasi, standar,sertifikasi, interoperabilitasperangkat pos, telekomunikasidan penyiaran;12) Tercapainya tingkat eliterasimasyarakat Indonesia menjadi50 persen pada tahun 201413) Tersedianya informasi danlayanan publik yang dapatdiakses secara online;14) Berkembangnya industri(manufaktur) penunjangTIK dengan indikator dampak .1) Pengelolaan, penyebaran danpemerataan informasi publikyang beragam dan berkualitasyang bersifat mendidik,mencerahkan masyarakatdalam kerangka NKRI;2) Pemberdayaan masyarakatdan pengembangan kemitraandalam penyebaran informasipublik;3) Penyediaan dan peningkatanSDM bidang komunikasidan informasi sebagai agenpenyedia, pengelola danpenyebar informasi publik.
  • 75. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 73SASARAN STRATEGISM1Meningkatkan kecukupan informasi masyarakatdengan karakteristik komunikasi lancar informasibenar menuju terbentuknyaIndonesia informatif dalam kerangka NKRIM2Mewujudkan birokrasi layanan pos, komunikasidan informatika yang profesional dan memilikiintegritas moral yang tinggiM3Mendorong peningkatan tayangan daninformasi edukatif untuk mendukungpembangunan karakter bangsaM4Mengembangkan sistem komunikasi daninformatika yang berbasis kemampuan lokal yangberdaya saing tinggi dan ramah lingkunganM5Memperjuangkan kepentingan nasional komunikasi dan informatika dalam sistem pasar global• Meratanya pembangunan sarana dan prasaranapos, komunikasi dan informatika di seluruhIndonesia• Terselenggaranya layanan pos, komunikasi daninformatika yang efektif dan efisien• Tersedia dan tersebarnya informasi yang faktualdan berimbang ke seluruh pelosok dan lapisanmasyarakat Indonesia dalam kerangka NKRI• Tersedianya layanan konten informasi yangedukatif, mencerahkan dan memberdayakanmasyarakat• Terlaksananya pemberdayaan masyarakat untukmemanfaatkan konten informasi edukatif,mencerahkan dan memberdayakan masyarakat• Tercapainya peran-serta aktif masyarakatdan lembaga komunikasi dalam penyediaan,penyebaran dan pemanfaatan informasi edukatif,mencerahkan dan memberdayakan masyarakat• Terwujudnya masyarakat informasi yang kritis,produktif, beradab, berdaya saing dan cintatanah air• Mendorong penguatan kapasitas produksi industri komunikasi dan informatika nasional agar mampu bersaingdi dunia internasional• Mendorong rasa cinta tanah air melalui penggunaan produk dalam negeri bidang komunikasi dan informatika• Meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam perjanjian internasional di bidang komunikasi dan informatika• Membangun pencitraan positif negara Indonesia di mata Internasional• Terselenggaranya pengelolaan sumber dayakomunikasi dan informatika yang optimal• Terselenggaranya layanan pos, komunikasidan informatika yang profesional dan memilikiintegritas moral yang tinggi• Tersedianya standar alat dan standar mutulayanan serta mekanisme pengawasan yangakuntabel pada layanan pos, komunikasi daninformatika• Mendorong tumbuhnya iklim penelitian danpengembangan di bidang komunikasi daninformatika• Mendorong penciptaan sumber daya manusiaunggul di bidang komunikasi dan informatika• Mendorong berkembangnya industri komunikasidan informatika yang berdaya saing tinggi danramah lingkungan• Mengembangkan sistem komunikasi daninformatika yang mendorong tumbuhkembangnya kreatifitas dan inovasi berdasarkankearifan lokal
  • 76. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201074PROGRAM PRIORITASSasaran pembangunan pada akhir periode 2010-2014 yang telah dirumuskan akan dicapai melaluiprogram-program pembangunan sebagai berikut:Program Pengelolaan Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, antara lain meliputi:• Perumusan kebijakan dan regulasi agar tercipta penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya, sarana dan prasarana komunikasi dan informatika seoptimal mungkin.• Penciptaan kepatuhan terhadap pelaksanaan perundang-undangan penyiaran.• Pembangunan sarana dan prasarana telematika yang berbasis pada efisiensi dan efektivitaspemanfaatan sumber daya.• Peningkatan standarisasi dan sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi secara aktifdalam menjaga terlaksananya kewajiban interkoneksi dan interoperabilitas secaraberkesinambungan.
  • 77. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 75Program Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Telekomunikasi dan Penyiaran), antara lainmeliputi:• Perwujudan penyelenggaraan komunikasi dan informatika yang efektif dan efisien denganmenggunakan sumber daya seoptimal mungkin.• Perwujudan iklim persaingan sehat, yang memenuhi standar kualitas layanan prima, sertamampu memiliki daya saing di tingkat global• Harmonisasi peraturan jaringan telekomunikasi inter operator untuk mendorong partisipasi aktifsektor swasta dalam meningkatkan ketersediaan layanan dasar komunikasi dan informatika diseluruh penjuru Indonesia.• Menciptakan peluang usaha yang menarik minat investor untuk membangun infrastruktur danmenyediakan kebutuhan premium seperti layanan pita lebar untuk aplikasi dan konten yanglebih canggih.• Menciptakan persaingan usaha sedemikian rupa sehingga interkoneksi jaringan daninteroperabilitas layanan dapat terlaksana dalam usaha mencapai efisiensi nasional.• Mendorong pembangunan dan pemerataan komunikasi dan informatika, baik melalui penguataninfrastruktur, layanan, dan kandungan informasi untuk dapat menjangkau seluruh pelosokNusantara• Program pemberdayaan masyarakat di bidang komunikasi dan informatika untuk peningkatane-literacy masyarakat dan pembentukan komunitas informasi dan peningkatan kapabilitasmasyarakat dalam bidang TIK• Program pembangunan desa informatif (Information Villages), Penyusunan Grand Design danroad map sistem penyiaran Indonesia, serta pembangunan stasiun TVRI dan RRIProgram Pengembangan Aplikasi Informatika, meliputi:• Program penguatan sumber daya manusia dibidang komunikasi dan informatika dan penguatanrantai pasok industri penunjang.• Pembangunan sistem layanan kepemerintahan (e-Government) yang terintegrasi dan memilikiinteroperabilitas untuk meningkatkan pelayanan pubik• Program peningkatan sistem keamanan komunikasi dan informatika nasional.• Program peningkatan pengembangan industri TIK berbasis lokal termasuk industri konten yangberkualitas dengan didukung oleh iklim industri yang sehat dengan kemampuan promosi sertapemasaran yang tepat.Program Pengembangan Informasi dan Komunikasi Publik, meliputi:• Program pembentukan masyarakat informasi melalui:• Penyediaan, penyebaran dan pemanfaatan informasi bermanfaat untuk dapat diakses secaramerata oleh seluruh elemen masyarakat.• Penyebaran informasi publik yang bermanfaat bagi pengembangan kapabilitas masyarakat danpeningkatan implementasi e-government sampai tingkat daerah.• Pemberdayaan masyarakat termasuk penguasaan teknologi yang dibutuhkan untuk memperolehinformasi yang diperlukan
  • 78. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201076• Penguatan kapasitas layanan informasi publik yang berkualitas dan penggunaan sumberdaya yang seefisien mungkin melalui sinergi program dan integasi proses komunikasi daninformatika pada berbagai sektor.• Penyediaan layanan informasi publik yang berkualitas, mudah dan cepat diakses yangmerupakan salah satu ciri khas masyarakat informasi yang sejahtera dan memiliki dayasaing.• Menjamin agar ruang privat masyarakat tidak dipergunakan untuk lalulintas informasi yangtidak dikehendakinya.Program Penelitiandan Pengembangan SDM Kominfo, antara lain meliputi:• Program penelitian dan pengembangan pada aspek-aspek regulasi, teknologi dan pasar.• Program pengembangan SDM Kominfo untuk penciptaan SDM unggul• Program pengembangan standar kompetensi kerja & kurikulumnya• Pengembangan pusat pelatihan TIK, fasilitasi sertifikasi TIK SDM TIK dan upaya menjembatanilulusan perguruan tinggi TIK agar dapat bekerja di industri TIK.• Pengembangan kerjasama regional yang memungkinkan tenaga kerja TIK nasional bisabekerja lintas negara & lintas regional
  • 79. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 77ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGIMemanfaatkan sumber daya komunikasi dan informatikasecara optimalMembentuk iklim penyelenggaraan layananpos, komunikasi dan informatikaMenentukan standar alat, layanan dan menjagakepatuhan penggunaan.Menyediakan dan menyebarkan informasi yangbermanfaat.Meratakan layanan informasi dan memberdayakanmasyarakat.Mengembangkan kemampuan SDM dan litbangkomunikasi dan informatikaMendorong industri TIK dalam negeriARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGIBab 3. Kebijakan dan Rencana ke Depan
  • 80. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201078GAMBARAN KESELURUHANGambar 3.1 Gambaran Keseluruhan
  • 81. Bab 3 - Kebijakan dan Rencana ke DepanIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 79ROADMAPPENGEMBANGANTIK
  • 82. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201080ROADMAP TIK INDONESIA2010-2020
  • 83. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 81RPJMN –KOMINFO2010-2014Target penetrasi 2014 :Internet : 50%Pita-lebar: 30%Siaran TV Digital: 35%LAYANAN AKSES TIK DI WILAYAH NON-KOMERSIAL
  • 84. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201082PROGRAM PRIORITAS NASIONAL TIK(NATIONAL FLAGSHIP)Program Prioritas Nasional adalah program yang ditentukan oleh Dewan TIK Nasional (DeTIKNas)dimana semua Kementerian ikut terlibat dan menjadi penangggung jawab keberhasilan pelaksanaanprogram tersebut.
  • 85. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 83DeTIKNas80DeTIKNasDeTIKNas atau Dewan Teknologi Nasional adalah lembaga koordinasieksekutif yang dibentuk dan diketuai oleh Presiden Republik Indonesiamelalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 20 Tahun 2006.DeTIKNas sengaja dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan teknologiinformasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia secara efisien dengan membuatkebijakan TIK secara nasional melalui sinkronisasi program-program TIK diseluruh Kementerian/Lembaga (K/L). Yang terlibat dalam kegiatanDeTIKNas ini adalah terbuka untuk instansi PemerintahPusat/Daerah, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha MilikDaerah, Dunia Usaha, Lembaga Profesional, dan komunitas teknologiinformasi dan komunikasi, serta masyarakat pada umumnya dalam rangkapengembangan teknologi informasi dan komunikasi dan berkesinambungansetiap tahun.Sesuai dengan Keppres No. 20 Tahun 2006, DeTIKNas mengimplementasikanprogramnya diambil satu dari tiap komponen blueprint TIK. Meskipundemikian, bukan berarti program yang lain tidak berjalan, namun programFlagship ini nantinya akan menjadi dasar dari pengembangan program-program TIK lainnya sehingga lebih terarah dan berdaya guna.Meskipun DeTIKNas telah memiliki sejumlah program Flagship (programprioritas: National Single Window, e-Education, Palapa Ring, SoftwareLegal, e-Procurement, e-Anggaran, Single Identity Number, e-Health, e-Cultural Heritage dan e-Agriculture), namun sepanjang tahun 2010 ini tetapmemberi perhatian cukup banyak kegiatan DeTIKNas yang sifatnyasosialisasi, yaitu di antaranya sosialisasi strategi TIK nasional di KalimantanSelatan, Riau dan Sumatera Utara. Manfaat yang diperoleh adalahbertujuan untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai strategi TIKnasional. Selain itu, intensitas kegiatan sosialisasi tersebut diharapkanmendorong strategi TIK bisa dikembangkan secara lebih baik gunamewujudkan tata kelola informasi dan komunikasi yang mendatangkankebaikan bagi masyarakat dan kemajuan penyelenggaraan pemerintahan.DeTIKNas atau Dewan Teknologi Nasional adalah lembaga koordinasi eksekutif yang dibentuk dandiketuai oleh Presiden Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.20 Tahun 2006. DeTIKNas sengaja dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan teknologi informasi dankomunikasi (TIK) di Indonesia secara efisien dengan membuat kebijakan TIK secara nasional melaluisinkronisasi program-program TIK di seluruh Kementerian/Lembaga (K/L). Yang terlibat dalam kegiatanDeTIKNas ini adalah terbuka untuk instansi Pemerintah Pusat/Daerah, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah, Dunia Usaha, Lembaga Profesional, dan komunitas teknologi informasi dankomunikasi, serta masyarakat pada umumnya dalam rangka pengembangan teknologi informasi dankomunikasi dan berkesinambungan setiap tahun.Sesuai dengan Keppres No. 20 Tahun 2006, DeTIKNas mengimplementasikan programnya diambil satudari tiap komponen blueprint TIK. Meskipun demikian, bukan berarti program yang lain tidak berjalan,namun program Flagship ini nantinya akan menjadi dasar dari pengembangan program-program TIKlainnya sehingga lebih terarah dan berdaya guna.Meskipun DeTIKNas telah memiliki sejumlah program Flagship (program prioritas: National SingleWindow, e-Education, Palapa Ring, Software Legal, e-Procurement, e-Anggaran, Single Identity Number,e-Health, e-Cultural Heritage dan e-Agriculture), namun sepanjang tahun 2010 ini tetap memberiperhatian cukup banyak kegiatan DeTIKNas yang sifatnya sosialisasi, yaitu di antaranya sosialisasistrategi TIK nasional di Kalimantan Selatan, Riau dan Sumatera Utara. Manfaat yang diperoleh adalahbertujuan untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai strategi TIK nasional. Selain itu, intensitaskegiatan sosialisasi tersebut diharapkan mendorong strategi TIK bisa dikembangkan secara lebih baikguna mewujudkan tata kelola informasi dan komunikasi yang mendatangkan kebaikan bagi masyarakatdan kemajuan penyelenggaraan pemerintahan.
  • 86. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201084PERUBAHAN SKEMA PERIZINANPADA ERA TV DIGITALARSITEKTUR LAYANAN TV DIGITALLisensi VertikalPenyelenggaraProgram SiaranProgram SiaranPemegang HakFrekuensiFrekuensiPenyelenggaraInfrastruktur/TxInfrastruktur/TxPenyediaMenaraANALOGLembagaPenyiaranPenyelenggara ProgramSiaranPemegang HakFrekuensiPenyelenggaraInfrastruktur/TxDIGITALLembagaPenyiaranPenyelenggaraMultipleksingPenyediaMenaraPenyediaMenaraLisensi HorisontalPerubahan skema perizinan dari Lisensi Vertikal menjadi Lisensi Horizontal diharapkanmembuka peluang-peluang usaha baru dan menciptakan iklim kompetisi yang sehatANALOG DIGITALPERUBAHAN SKEMA PERIZINANPADA ERA TV DIGITALGambar 3.3 Perubahan Skema Perizinan Era TV DigitalARSITEKTUR LAYANAN TV DIGITALPK = Penyedia KontenPS = Penyelenggara Program SiaranPM = Penyedia MenaraPMx = Penyelenggara MultipleksingPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPSPSPSPSPSPMPMPMxKanalFrekuensiPMxKanalFrekuensiPMxKanalFrekuensiGambar 3.4 Arsitek Layanan TV DigitalBab 3. Kebijakan dan Rencana ke DepanGambar 3.3 Perubahan Skema Perizinan Era TV DigitalGambar 3.4 Arsitek Layanan TV DigitalPerubahan skema perizinan dari Lisensi Vertikal menjadi Lisensi Horizontal diharapkan membukapeluang-peluang usaha baru dan menciptakan iklim kompetisi yang sehatPK = Penyedia KontenPS = Penyelenggara Program SiaranPM = Penyedia MenaraPMx = Penyelenggara MultipleksingLisensi Vertikal Lisensi HorisontalANALOG DIGITALLembagaPenyiaran LembagaPenyiaranPenyediaMenaraPenyediaMenaraPenyelenggaraProgram SiaranPenyelenggaraProgram SiaranPenyelenggaraProgram SiaranPemegang HakFrekuensiPemegang HakFrekuensiPenyelenggaraInfrastruktur/Tx PenyelenggaraInfrastruktur/TxPenyediaMenara
  • 87. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 85ROADMAP MIGRASI TV ANALOG KE TV DIGITALPERUBAHAN BAND PLAN
  • 88. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201086ROADMAP INFRASTRUKTURTV DIGITALRoadmap Infrastruktur TVDigitalProses migrasi dari TV Analog ke TV Digital di Indonesia dimulai tahun 2009, dan telahdilakukan mulai dari proses perizinan dan pengimplementasinya akan dilakukan secarabertahap untuk disetiap zona. Dan direncanakan setelah tahun 2018, seluruh siaran TVAnalog akan dimatikan.Gambar 3.5 Roadmap Infrastruktur TV DigitalBab 3. Kebijakan dan Rencana ke DepanProses migrasi dari TV Analog ke TV Digital di Indonesia dimulai tahun 2009, dan telah dilakukanmulai dari proses perizinan dan pengimplementasinya akan dilakukan secara bertahap untukdisetiap zona. Dan direncanakan setelah tahun 2018, seluruh siaran TV Analog akan dimatikan.Gambar 3.5 Roadmap Infrastruktur TV Digital
  • 89. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 87ROADMAP IPV6Makin kecilnya kapasitas dari IPV4 dan untuk mendukung layanan konvergensi yang mana seluruhlayanan berbasis IP, pemerintah berencana akan menerapkan penggunaan IPv6 pada tahun 2012.Proses migrasi yang dilakukan adalah dua mode untuk setiap peralatan elektronik khususnyakomputer.Gambar 3.6 Roadmap IPV6ROADMAP IPV6Gambar 3.6 Roadmap IPV6Makin kecilnya kapasitas dari IPV4 dan untuk mendukung layanan konvergensi yangmana seluruh layanan berbasis IP, pemerintah berencana akan menerapkanpenggunaan IPv6 pada tahun 2012. Proses migrasi yang dilakukan adalah dua modeuntuk setiap peralatan elektronik khususnya komputer.Bab 3. Kebijakan dan Rencana ke Depan
  • 90. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201088Roadmap INTERNET (IPv6)Timeline Roadmap Penerapan IPv6Tahap 1 Tahap 2 Tahap 32010 2011 2012Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4Intansi PemerintahPemahaman dan Investasi kebutuhan IPRevisi ketentuan tenderPemanfaatan layanan IPv6Pemesanan alamat IPv6Penggunaan alamat IPv6Operator UtamaPersiapan InfrastrukturPerencanaan pemasaranPenerapan strategiPenyediaan layanan IPv6Rekomendasi best practicePerbaikan kualitas layanan IPv6Endorsement penggunaan IPv6Persiapan phasing out IPv4Medium small operatorPemahaman urgensi peralihan dan peluangPerencanaan peralihanTahap akhir perencanaanRevisi prosedur life cycle perangkatAkselerasi penerapanVendor / Manufaktur perangkatPemahaman adanya penerapan IPv6Persiapan antisipasiPeredaran perangkatRevisi harga retailPenyedia Aplikasi dan KontenPemahaman penerapan IPv6Peersiapan antisipasiPembaruan SDMPergeseran Orientasi basis pengembanganPerluasan lahan bisnisEnd UserPengentahuan Roadmap peralihan ke IPv6Meningkatkan pengetahuanPenggunaan IPv6 oleh early adaptersPenggunaan IPv6 meluasPengguna Internet meningkat
  • 91. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 89ROADMAP SATELITRoadmap 2008-20111. 2008 – 2009: Perencanaan terinci mengenai jenis dan jumlah satelit yangharus didaftarkan (filing) yang disesuaikan dengan jadwal peluncurannya,dengan mempertimbangkan pertumbuhan rendah dan tinggi, termasukrencana pendirian R&D pusat penelitian dan pengembangan teknologi danaplikasi satelit nasional (PUSLIT- SATNAS);2. 2008 – 2010 : Konsolidasi dan pembentukan konsorsium satelit nasional ;3. 2009 – 2010: Pendaftaran semua satelit yang harus diluncurkan dalamjangka waktu 2 – 7 tahun;4. 2010 : Peluncuran PALAPA-D dan LAPAN A2;5. Penentuan perangkat sistem satelit yang dapat dibuat oleh industrimanufaktur nasional untuk jangka pendek (1-3 tahun), jangka menengah (5-7 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 10 -15 tahun);6. Selama jangka waktu tiga (3) tahun ini dibuat pentahapan-pentahapan sertakajian menyeluruh mengenai penyediaan infrastruktur satelit nasional secaralebih terinci hingga tahun 2021.Bab 3. Kebijakan dan Rencana ke DepanROADMAP SATELITGambar 3.7 Roadmap SatelitRoadmap 2008-20111. 2008 – 2009: Perencanaan terinci mengenai jenis dan jumlah satelit yang harus didaftarkan(filing) yang disesuaikan dengan jadwal peluncurannya, dengan mempertimbangkanpertumbuhan rendah dan tinggi, termasuk rencana pendirian R&D pusat penelitian danpengembangan teknologi dan aplikasi satelit nasional (PUSLIT- SATNAS);2. 2008 – 2010 : Konsolidasi dan pembentukan konsorsium satelit nasional ;3. 2009 – 2010: Pendaftaran semua satelit yang harus diluncurkan dalam jangka waktu 2 – 7tahun;4. 2010 : Peluncuran PALAPA-D dan LAPAN A2;5. Penentuan perangkat sistem satelit yang dapat dibuat oleh industri manufaktur nasional untukjangka pendek (1-3 tahun), jangka menengah (5-7 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 10 -15tahun);6. Selamajangkawaktutiga(3)tahuninidibuatpentahapan-pentahapansertakajianmenyeluruhmengenai penyediaan infrastruktur satelit nasional secara lebih terinci hingga tahun 2021.Gambar 3.7 Roadmap Satelit
  • 92. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201090ROADMAP SATELITa. Penambahan Kapasitas Dalam Negerib. Slot Orbit dan Spektrum200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021KebutuhanTotal kebutuhan, baseline(XPDR)138 154 176 211 210 224 232 237 243 253 264 276 288 301 315Ketersediaan TransponderKetersedian Dalam Negeri(XPDR)95 95 101 101 149 197 197 197 197 197 197 221 221 245 245Sisa kebutuhan, termasukketersediaan asing (XPDR)43 59 75 110 61 27 35 40 46 56 67 55 67 56 70Penambahan KapasitasPeluncuran Palapa D,tambahan kapasitas 6 xpdrPeluncuran Telkom 3,tambahan kapasitas 48xpdrPeluncuran sat-PSN,tambahan kapasitas 48xpdrPeluncuran SatelitIndonesia pita-Ku, 24 xpdrPeluncuran SatelitIndonesia pita-Ka, 24 xpdr200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Slot Orbit dan SpektrumRefiling 150.5E, 113E,107.7EPendaftaran Ulang SatelitPendaftaran baru pita-KuPendaftaran baru pita-KaKoordinasi NGSOEESSOptimalisasi pita terencanaPendaftaran NGSOBab 3. Kebijakan dan Rencana ke DepanROADMAP SATELITa. Penambahan Kapasitas Dalam Negerib. Slot Orbit dan Spektrum200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021KebutuhanTotal kebutuhan, baseline(XPDR)138 154 176 211 210 224 232 237 243 253 264 276 288 301 315Ketersediaan TransponderKetersedian Dalam Negeri(XPDR)95 95 101 101 149 197 197 197 197 197 197 221 221 245 245Sisa kebutuhan, termasukketersediaan asing (XPDR)43 59 75 110 61 27 35 40 46 56 67 55 67 56 70Penambahan KapasitasPeluncuran Palapa D,tambahan kapasitas 6 xpdrPeluncuran Telkom 3,tambahan kapasitas 48xpdrPeluncuran sat-PSN,tambahan kapasitas 48xpdrPeluncuran SatelitIndonesia pita-Ku, 24 xpdrPeluncuran SatelitIndonesia pita-Ka, 24 xpdr200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Slot Orbit dan SpektrumRefiling 150.5E, 113E,107.7EPendaftaran Ulang SatelitPendaftaran baru pita-KuPendaftaran baru pita-KaKoordinasi NGSOEESSOptimalisasi pita terencanaPendaftaran NGSOBab 3. Kebijakan dan Rencana ke DepanROADMAP SATELITa. Penambahan Kapasitas Dalam Negerib. Slot Orbit dan Spektrum
  • 93. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 91c. Penelitian dan Pengembangan (R&D)d. Lingkungan Usahac. Penelitian dan Pengembangan (R&D)200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Lingkungan UsahaKonsolidasi Operator SatelitKonsorsium Satelit NasionalKonsolidasi Operator VSAT0Produk Unggulan di Stasiun BumiAntennaKomponen RFModemEkspor Produk UnggulanProduk Aplikasi Pita-KuProduk Aplikasi Pita-Kad. Lingkungan Usaha200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Penelitian dan PengembanganPropagasi Ku-bandPropagasi Ka-bandSistem dan Aplikasi pita-KuSistem dan Aplikasi pita-KaSistem dan Aplikasi pita-X/LSistem Tele-KesehatanSistem Tele-PendidikanAplikasi-aplikasi pendidikanAplikasi-aplikasi kesehatanPembentukan PUSLITBANG-TEKAP-SATNASBab 3. Kebijakan dan Rencana ke Depanc. Penelitian dan Pengembangan (R&D)200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Lingkungan UsahaKonsolidasi Operator SatelitKonsorsium Satelit NasionalKonsolidasi Operator VSAT0Produk Unggulan di Stasiun BumiAntennaKomponen RFModemEkspor Produk UnggulanProduk Aplikasi Pita-KuProduk Aplikasi Pita-Kad. Lingkungan Usaha200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Penelitian dan PengembanganPropagasi Ku-bandPropagasi Ka-bandSistem dan Aplikasi pita-KuSistem dan Aplikasi pita-KaSistem dan Aplikasi pita-X/LSistem Tele-KesehatanSistem Tele-PendidikanAplikasi-aplikasi pendidikanAplikasi-aplikasi kesehatanPembentukan PUSLITBANG-TEKAP-SATNASBab 3. Kebijakan dan Rencana ke Depan
  • 94. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201092e. Kebijakan Finansial dan Go-Internationalf. Strategi dan Regulasi200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Kebijakan Finansial & Go InternasionalRegulasi dukungan finansial bagi programLITBANG satelit IndonesiaRegulasi Insentif pajak dan non Pajak bagiIndustri satelit IndonesiaEkspor softskill dan industri satelitindonesia ke luar negeri200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021RegulasiPengaturan Frekuensi SatelitPengaturan pengelolaan orbitPengaturan tentang MSS/BSS/FSSPengaturan penggunaan satelituntuk komersial dan non komersialPengaturan kompetisi VSATBab 3. Kebijakan dan Rencana ke Depane. Kebijakan Finansial dan Go-Internationalf. Strategi dan Regulasi200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021Kebijakan Finansial & Go InternasionalRegulasi dukungan finansial bagi programLITBANG satelit IndonesiaRegulasi Insentif pajak dan non Pajak bagiIndustri satelit IndonesiaEkspor softskill dan industri satelitindonesia ke luar negeri200720082009201020112012201320142015201620172018201920202021RegulasiPengaturan Frekuensi SatelitPengaturan pengelolaan orbitPengaturan tentang MSS/BSS/FSSPengaturan penggunaan satelituntuk komersial dan non komersialPengaturan kompetisi VSATBab 3. Kebijakan dan Rencana ke Depane. Kebijakan Finansial dan Go-Internationalf. Strategi dan Regulasi
  • 95. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 93LAMPIRAN
  • 96. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201094Laboratorium ID SIRTIIID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet) adalah suatu lembaga yangdiberi tugas untuk menjaga keamanan jaringan internet nasional. Pembentukan ID-SIRTII dilakukanoleh Mastel, APJII, Awari dan Ditjen Postel berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 26/PER/M.KOMINFO/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi berbasis ProtokolInternet. ID-SIRTII dimaksudkan untuk mengatasi penyalahgunaan pemanfaatan jaringan internet,mengingat tujuan pengamanan tersebut adalah mendukung terlaksananya dukungan proses penegakanhukum; terciptanya pemanfaatan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet yang aman danterlaksananya koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di dalam maupun luar negeri.ID-SIRTII yang berlokasi di suatu area perkantoran di bawah tanggung-jawab Ditjen Postel ini pada tahun2010 telah selesai membangun laboratorium simulasi ID-SIRTII (Indonesia Security Incident ResponseTeam on Internet) sebagai tempat untuk pelatihan dan simulasi jaringan internet bagi instansi pemerintahmaupun bagi penyelenggara jasa internet. Penyediaan laboratorium simulasi ini merupakan perwujudandari salah satu pelaksanaan tugas dan fungsi ID-SIRTII. Dalam pelaksanaannya, laboratorium simulasiID-SIRTII yang dikelola langsung oleh ID-SIRTII bersama Ditjen Postel ini untuk membantu penangananmasalah penyalahgunaan pemanfaatan jaringan internet dengan metode simulatif .Manfaat dari adanya laboratorium simulasi ini bagi pemerintah, sebagai sarana untuk mengetahuiberbagai kejahatan terhadap jaringan internet, sedangkan untuk industri/penyelenggara jasa internetmaupun pengguna jasa internet adalah secara dini dapat mengantisapasi kemungkinan kejahatan didunia maya.Gambar L.1 Laboratorium ID SIRTIILaboratorium ID SIRTIIID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet) adalah suatu lembaga yangdiberi tugas untuk menjaga keamanan jaringan internet nasional. Pembentukan ID-SIRTIIdilakukan oleh Mastel, APJII, Awari dan Ditjen Postel berdasarkan Peraturan Menteri Nomor26/PER/M.KOMINFO/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasiberbasis Protokol Internet. ID-SIRTII dimaksudkan untuk mengatasi penyalahgunaanpemanfaatan jaringan internet, mengingat tujuan pengamanan tersebut adalah mendukungterlaksananya dukungan proses penegakan hukum; terciptanya pemanfaatan jaringantelekomunikasi berbasis protokol internet yang aman dan terlaksananya koordinasi denganpihak-pihak terkait baik di dalam maupun luar negeri.ID-SIRTII yang berlokasi di suatu area perkantoran di bawah tanggung-jawab Ditjen Postel inipada tahun 2010 telah selesai membangun laboratorium simulasi ID-SIRTII (Indonesia SecurityIncident Response Team on Internet) sebagai tempat untuk pelatihan dan simulasi jaringaninternet bagi instansi pemerintah maupun bagi penyelenggara jasa internet. Penyediaanlaboratorium simulasi ini merupakan perwujudan dari salah satu pelaksanaan tugas dan fungsiID-SIRTII. Dalam pelaksanaannya, laboratorium simulasi ID-SIRTII yang dikelola langsung olehID-SIRTII bersama Ditjen Postel ini untuk membantu penanganan masalah penyalahgunaanpemanfaatan jaringan internet dengan metode simulatif .Manfaat dari adanya laboratorium simulasi ini bagi pemerintah, sebagai sarana untukmengetahui berbagai kejahatan terhadap jaringan internet, sedangkan untukindustri/penyelenggara jasa internet maupun pengguna jasa internet adalah secara dini dapatmengantisapasi kemungkinan kejahatan di dunia mayaLAMPIRANGambar L.1 Laboratorium ID SIRTII
  • 97. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 95Komponen LokalTabel L.1 Tingkat Kandungan Dalam NegeriKomponen lokal adalah penggunaan material / perangkat telekomunikasi dengan pendukungnya,rancang bangun dan perekayasaan dengan menggunakan jasa dan tenaga ahli serta perangkat dalamnegeri. Penekanan penggunaan komponen lokal ini secara proporsional ditujukan untuk mengatasisemakin tinggi penggunaan komponen telekomunikasi asing. Penerapan penggunaan komponen lokalberlaku untuk setiap penyelenggara telekomunikasi di Indonesia dan diatur secara bertahap sejakadanya layanan 3G tahun 2006, akses USO tahun 2010 dan layanan BWA tahun 2010. Penilaiantingkat pencapaian komponen lokal dilakukan oleh Ditjen Postel, yang dalam pelaksanaan penggunaankomponen lokalnya mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo No. 14/PER/M.KOMINFO/9/2010 danPeraturan Menteri Kominfo No. 41/PER/M.KOMINFO/10/2009.Berdasarkan Peraturan Menteri ini, setiap penyelenggara telekomunikasi wajib memenuhi TKDN (TingkatKandungan Dalam Negeri) belanja operasional sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Denganadanya Peraturan Menteri tersebut diharapkan akan cukup efektif dalam menjadi rujukan penilaian TKDNyang dilakukan di dalam negeri dan dengan menggunakan jasa dan tenaga ahli dalam negeri, sehinggatingkat kepatuhan penyelenggara telekomunikasi dalam penggunaan TKDN dapat diketahui secara efektif.Yang pada akhirnya melindungi kepentingan nasional tanpa melanggar komitmen internasional.No. Komponen Opex Nilai Opex (Rp) Opex KDN (Rp) Opex KLN (Rp) % TKDN(a) (b) (c) (d)(e)=(c)/(b)atau(b-d)/(b)1Beban Operasi danPemeliharaanb1 c1 d1e1=c1/b1atau(b1-d1)/b12Beban Administrasi danUmumb2 c2 d2e2=c2/b2atau(b2-d2)/b23 Beban Pemasaran b3 c3 d3e3=c3/b3atau(b3-d3)/b34Beban TelekomunikasiLainnyab4 c4 d4e4=c4/b4atau(b4-d4)/b4Jumlah ∑b=b1+..+b4 ∑c=c1+..+c4 ∑d=d1+..+d4∑e=∑c/∑batau(∑b-∑d)/ ∑b
  • 98. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201096BWABWA merupakan teknologi akses nirkabel yang dapat menawarkan akses data/internet berkecepatantinggi. Kebijakan penerapan layanan BWA ini dimaksudkan untuk turut membantu mempercepatpembangunan akses telekomunikasi data. Sebagai komitmen pemerintah untuk segera merealisasikanpenggelaran layanan BWA, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada awal bulan November 2009 telahmenerbitkan izin prinsip kepada 8 penyelenggara telekomunikasi yang telah berhasil memenangkanseleksi penyelenggaraan telekomunikasi Broadband Wireless Access (BWA) di pita frekuensi 2.3 GHzpada pertengahan 2009 untuk menggelar layanan BWA di seluruh Indonesia.Pemenang Seleksi mendapatkan hak penggunaan spektrum frekuensi BWA 2.3 GHz selama 10 tahunyang dapat diperpanjang selama 10 tahun lagi, dan memenuhi kewajiban-kewajiban yang telahditentukan. Dalam perkembangannya dan didasarkan atas evaluasi, didapatkan 3 buah perusahaanpemenang seleksi lelang yang tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dan terpaksa dicabutizinnya. Penggelaran jaringan dan layanan BWA akan dilakukan beberapa penyelenggara BWA yangtidak dicabut izin prinsipnya. Para penyelenggara tersebut sedang melalui tahap uji laik operasi sebelumpenggelaran jaringan dan layanansecara komersial.Penggelaran BWA adalah suatu upaya meningkatkan teledensitas TIK (Teknologi Informasi danKomunikasi) melalui penggelaran jaringan serta layanan yang lebih kompetitif. BWA ini juga akanmembuka peluang bangkitnya industri dalam negeri yaitu antara lain: manufaktur, aplikasi dan konten,dengan menggalang potensi baik industri maupun perguruan tinggi.Gambar L.2 Broadband Wireless Access (BWA)
  • 99. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 97Menuju 4GGambar L.3 Metamorfosis Perkembangan Teknologi InformasiLayanan 4G merupakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimedia dapatsampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja pada rata-rata pengiriman data lebih tinggi darigenerasi sebelumnya. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengankemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP).Untuk mempersiapkan regulasinya, mulai Agustus 2010, Study Group 4G Ditjen Postel mulai membahasoptimalisasi serat optik (FO) dan microwave link sebagai backhaul dan backbone. Studi akan dilanjutkans/d akhir tahun ini. Kementerian Kominfo juga melakukan optimalisasi spectrum eksisting yang telahdiberikan izinnya kepada para penyelenggara selular eksisting dengan tetap menyusun refarmingfrekuensi, yang saat ini sedang dikaji oleh Ditjen Postel, termasuk pengkajian permohonan trial LTE dipita frekuensi eksisting. Kajian oleh Ditjen Postel bersama berbagai instansi terkait ini penting sebagaipersiapan menuju rencana realisasi regulasi 4G. Program kajian juga melibatkan kemungkinan paraoperator untuk melakukan soft trial terhadap layanan 4G.Pengkajian terhadap layanan 4G ini memungkinkan Kementerian Kominfo untuk memiliki kajian yangkomprehensif sebelum akhirnya memutuskan untuk menyusun regulasi dan kebijakan mengenai layanan4G. Antisipasi Kementerian Kominfo terhadap kemungkinan akan dikembangkannya layanan 4G adalahhal yang penting dan strategis, karena tidak ada pilihan lain, bahwasannya cepat atau lambat layanantersebut akan banyak diterapkan di Indonesia, sehingga Pemerintah akan memiliki dasar kebijakan yangkomprehensif.Layanan 4G merupakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimediadapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja pada rata-rata pengiriman datalebih tinggi dari generasi sebelumnya. Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IPv6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis SessionInitiation Protocol (SIP). Untuk mempersiapkan regulasinya, mulai Agustus 2010, Study Group4G Ditjen Postel mulai membahas optimalisasi fiber optic (FO) dan microwave link sebagaibackhaul dan backbone. Studi akan dilanjutkan s/d akhir tahun ini. Kementerian Kominfo jugamelakukan optimalisasi spectrum eksisting yang telah diberikan izinnya kepada parapenyelenggara selular eksisting dengan tetap menyusun refarming frekuensi, yang saat inisedang dikaji oleh Ditjen Postel, termasuk pengkajian permohonan trial LTE di pita frekuensieksisting. Kajian oleh Ditjen Postel bersama berbagai instansi terkait ini penting sebagaipersiapan menuju rencana realisasi regulasi 4G. Program kajian juga melibatkan kemungkinanpara operator untuk melakukan soft trial terhadap layanan 4G.Menuju 4GPengkajian terhadap layanan 4G ini memungkinkan Kementerian Kominfo untuk memilikikajian yang komprehensif sebelum akhirnya memutuskan untuk menyusun regulasi dankebijakan mengenai layanan 4G. Antisipasi Kementerian Kominfo terhadap kemungkinan akandikembangkannya layanan 4G adalah hal yang penting dan strategis, karena tidak ada pilihanlain, bahwasannya cepat atau lambat layanan tersebut akan banyak diterapkan diIndonesia, sehingga Pemerintah akan memiliki dasar kebijakan yang komprehensif.Gambar L.3 Metamorfosis PerkembanganTeknologi InformasiLAMPIRAN
  • 100. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201098INAICTA dan APICTAPrestasi INAICTA 2010 tersebut dapat mengimbangi sisi negatif penggunaan TIK yang sempat marakbeberapa waktu terakhir ini. INAICTA 2010 yang bertema “Membangun Kreativitas Digital UntukKemakmuran Bangsa” diharapkan terus berfungsi sebagai salah satu faktor pendorong (driver) bagikemajuan bangsa yang didasarkan pada peningkatan dan pertumbuhan industri kreatif berbasis TIK.Harapan ini wajar, karena peranan industri TIK memberikan kontribusi yang tidak kecil besarnya bagiProduct National Brutto. Untuk INAICTA tahun berikutnya, Menteri Kominfo berpesan agar ada kriteriapenjurian untuk pemenang inovasi dan kreasi TIK untuk bidang bloking konten internet yang bermuatanhal-hal yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku.Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2010 telah berhasil meraih Winner APICTA 2010 yang diadakandi Kuala Lumpur pada kelompok Secondary Student Project. Prestasi dari APICTA tersebut merupakansalah satu dampak positif dari kontinuitas dan konsistensi penyelenggaraan Indonesia Information andCommunication Technology Award (INAICTA) yang merupakan suatu ajang kompetisi dan demo bagipara inovator dan kreator TIK Indonesia, yang berlangsung sejak tahun 2007.Gambar L.4 penyelenggaraan Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA)Tujuan INAICTA untuk memfasilitasi kiprah potensi para inovator dan kreator TIK Indonesia dalamberbagai segmentasi dan jenis kreasi yang dihasilkan. Pada tanggal 24 Juli 2010 malam telahberlangsung penutupan INAICTA 2010. Setelah pembukaannya pada tanggal 23 Juli 2010 pagi dilakukanoleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, maka pada penutupan tersebut, Menteri Kominfo TifatulSembiring memberikan apresiasi kepada para nominator yang telah memperoleh ICT Award 2010.INAICTA melombakan 21 kategori, peserta sebanyak 1.333 pendaftar. Karya TIK (termasuk Robotika)yang dijurikan sebanyak 745 karya. Pemenang: 21 Winner, 10 Merit, dan 4 Special Mention.
  • 101. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 99Trust PositifTRUST+positif merupakan suatu sistem filtering konten internet dimana terdapat dua kategoridatabase yaitu Daftar Putih (Positif/Terpercaya) dan Daftar Hitam (Negatif/Tersaring). Berdasarkan hasilmonitoring, portal Trust Positif ini telah banyak dikunjungi tidak hanya pengunjung dari Indonesiatetapi juga pihak asing yang tertarik dari Australia, Amerika Serikat, Swaziland, Ukraina, Jepang,Kanada, Hongkong, Perancis, dan lain-lain. Ditjen Aptel telah membuat suatu program TRUST+positifyang bertujuan memberikan akses internet yang aman dan sehat dengan perlindungan berdasarkandaftar informasi sehat dan terpercaya (TRUST+List).Sistem Trust Positif menerapkan mekanisme kerja adanya server pusat yang akan menjadi acuan danrujukan kepada seluruh layanan akses informasi publik (fasilitas bersama), serta menerima informasidari fasilitas akses informasi publik untuk menjadi alat analisa dan profiling penggunaan internet diIndonesia, dan akan terus di up date setiap saat secara berkala. Untuk meringankan beban koneksiantara server (Trust Positif Center) dengan pusat layanan akses informasi publik, maka daftar informasiterpercaya dan positif ditempatkan secara distributif dan merata di seluruh server layanan aksesinformasi publik.Trust Positif memberikan sejumlah manfaat: perlindungan pada masyarakat terhadap nilai-nilai etika,moral dan kaidah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Dalam arti, bahwa dengan adanyaproteksi ini, dapat diupayakan untuk diperkecil akses memperoleh situs internet yang bertentangandengan ketentuan, etika dan pesan moral yang ada. Trust Positif juga memberikan perlindungan terhadapdomain, URL dan konten. Setiap orang dapat melakukan pencarian terhadap data domain ataupun URLyang telah terdaftar dalam database Trust Positif . Pencarian ini diharapkan dapat membantu siapapununtuk mengetahui apakah domain atau URL yang dimaksud telah terdaftar dalam databse Trust Positifsebelum diakses.sebelum diakses.Gambar L.5 Skema Trust Positif
  • 102. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010100Desa InformasiDesa informasi ini merupakan paket kesatuan layanan yang lebih lengkap dari desa berdering dan desapintar, karena dilengkapi juga dengan lembaga penyiaran komunitas, kelompok masyarakat informasiperbatasan (KIMTAS), kelompok pertunjukan rakyat tradisional, media center, M-CAB, dan kelompokmasyarakat yang mampu menyiapkan dan mengakses informasi melalui TIK termasuk televisi. Sebagaisalah satu wujud kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan masyarakat di daerah-daerahterpencil, khususnya yang berada di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara-negara tetangga, makaMenteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 17 Desember 2009 telah melakukan pencanangan desaInformasi Di Desa Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.Desa informasi yang dicanangkan di Kabupaten Sambas ini adalah desa informasi yang menjadi salahsatu prioritas program 100 hari Menteri Kominfo. Program desa informasi ini merupakan komitmenpemerintah dalam rangka pemerataan informasi, utamanya di daerah-daerah terpencil, tertinggal,terluar dan lokasinya di perbatasan, dimana untuk tahap awal akan dilaksanakan bagi 15 desa untuktahun 2010 dan sampai dengan akhir tahun 2014 diharapkan akan mencapai 500 desa, denganperincian sebagai berikut: target tahun 2010: 15 lokasi; tahun 2011: 76 lokasi; tahun 2012: 200 lokasi;tahun 2013: 350 lokasi; dan tahun 2014: 500 lokasi. Melalui program desa informasi, masyarakat didaerah-daerah terpencil, khususnya di daerah-daerah perbatasan akan memperoleh akses informasiyang cukup memadai untuk mengimbangi akses informasi di negara-negara tetangga sekitar Indonesiadengan berbagai multi dampaknya.Desa InformasiDesa informasiini merupakan paket kesatuan layananyanglebih lengkap dari desa berderingdandesa pintar,karena dilengkapijuga denganlembaga penyiarankomunitas, kelompokmasyarakat informasiperbatasan(KIMTAS), kelompok pertunjukanrakyat tradisional,mediacenter,M-CAB, dan kelompok masyarakat yangmampu menyiapkan dan mengakses informasimelaluiICT termasuk televisi. Sebagai salah satu wujud kepedulianpemerintahpusat terhadappembangunanmasyarakat di daerah-daerahterpencil,khususnyayangberadadi wilayah-wilayah perbatasandengannegara-negaratetangga,maka MenteriKominfo TifatulSembiringpadatanggal17 Desember 2009 telah melakukan pencanangandesa InformasiDi DesaAruk, Kecamatan Sajingan Besar, KabupatenSambas, Provinsi KalimantanBarat.Desa informasiyang dicanangkandi KabupatenSambas iniadalah desa informasiyangmenjadisalah satu prioritasprogram100 hari MenteriKominfo. Program desa informasi inimerupakankomitmen pemerintahdalam rangka pemerataaninformasi, utamanyadi daerah-daerahterpencil,tertinggal,terluardan lokasinya di perbatasan,dimanauntuktahapawalakan dilaksanakan bagi 15 desa untuktahun2010 dan sampai denganakhir tahun2014diharapkanakan mencapai 500 desa, denganperinciansebagai berikut:targettahun2010: 15lokasi; tahun2011: 76 lokasi; tahun2012: 200 lokasi; tahun2013: 350 lokasi; dan tahun2014:500 lokasi. Melaluiprogramdesa informasi, masyarakat di daerah-daerahterpencil,khususnyadidaerah-daerahperbatasanakan memperoleh akses informasi yangcukup memadai untukmengimbangiakses informasi di negara-negaratetanggasekitar Indonesiadenganberbagaimultidampaknya.GambarL.6 MenteriKominfoTifatul SembiringmencanangkandesaInformasiDiDesaAruk, KabupatenSambasGambar L.6Menteri Kominfo Tifatul Sembiring mencanangkan desa Informasi Di Desa Aruk, Kabupaten Sambas
  • 103. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 101Pakta Anti KorupsiPakta Anti KorupsiPakta integritas anti korupsi merupakan suatu komitmen moral dan yuridis untuk tidakmelakukan tindakan yang berpotensi koruptif. Sebagai wujud komitmennya, Menteri KominfoTifatul Sembiring pada tanggal 10 Mei 2010 telah menanda-tangani Surat Edaran No.1/SE/M/KOMINFO/5/2010 tentang Pakta Integritas Kementerian Kominfo Dalam RangkaPenyelenggaraan Pelayanan Pemerintahan Yang Baik dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.Pakta Integritas tersebut dilatar-belakangi oleh buruknya hasil penilaian tim survey KPKterhadap kualitas pelayanan publik Kementerian Kominfo sepanjang tahun 2009, yangdipublikasikan pada akhir tahun 2009. Seluruh pimpinan dan karyawan Kementerian Kominfosesungguhnya sudah berkomitmen untuk mendukung program pemberantasan korupsi, baikdalam berkinerja, pengadaan barang dan jasa, pemberian perizinan dan kegiatan dinaslainnya.Pakta Integritas tersebut tidak hanya bersifat slogan, tetapi langsung dipraktekkan dalamaktivitas kedinasan. Untuk memudahkan kontrol internal dan eksternal, maka pada beberapatempat strategis di perkantoran Kementerian Kominfo dipasang beberapa standing-bannerperingatan yangharus ditaati oleh pihak internal maupun eksternal. Mengingat Pakta Integritas ini sangatpenting sebagai bagian untuk turut serta mewujudkan tata penyelenggaraan negara yangbersih, berkualitas dan profesional, maka Kementerian Kominfo berkomitmen untukmelaksanakannya secara konsisten.Gambar L.7 Pakta integritas anti korupsiLAMPIRANPakta Anti KorupsiPakta integritas anti korupsi merupakan suatu komitmen moral dan yuridis untuk tidakmelakukan tindakan yang berpotensi koruptif. Sebagai wujud komitmennya, Menteri KominfoTifatul Sembiring pada tanggal 10 Mei 2010 telah menanda-tangani Surat Edaran No.1/SE/M/KOMINFO/5/2010 tentang Pakta Integritas Kementerian Kominfo Dalam RangkaPenyelenggaraan Pelayanan Pemerintahan Yang Baik dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.Pakta Integritas tersebut dilatar-belakangi oleh buruknya hasil penilaian tim survey KPKterhadap kualitas pelayanan publik Kementerian Kominfo sepanjang tahun 2009, yangdipublikasikan pada akhir tahun 2009. Seluruh pimpinan dan karyawan Kementerian Kominfosesungguhnya sudah berkomitmen untuk mendukung program pemberantasan korupsi, baikdalam berkinerja, pengadaan barang dan jasa, pemberian perizinan dan kegiatan dinaslainnya.Pakta Integritas tersebut tidak hanya bersifat slogan, tetapi langsung dipraktekkan dalamaktivitas kedinasan. Untuk memudahkan kontrol internal dan eksternal, maka pada beberapatempat strategis di perkantoran Kementerian Kominfo dipasang beberapa standing-bannerperingatan yangharus ditaati oleh pihak internal maupun eksternal. Mengingat Pakta Integritas ini sangatpenting sebagai bagian untuk turut serta mewujudkan tata penyelenggaraan negara yangbersih, berkualitas dan profesional, maka Kementerian Kominfo berkomitmen untukmelaksanakannya secara konsisten.Gambar L.7 Pakta integritas anti korupsiLAMPIRANGambar L.7 Pakta integritas anti korupsiPakta Integritas tersebut tidak hanya bersifat slogan, tetapi langsung dipraktekkan dalam aktivitaskedinasan. Untuk memudahkan kontrol internal dan eksternal, maka pada beberapa tempat strategis diperkantoran Kementerian Kominfo dipasang beberapa standing-banner peringatan yang harus ditaatioleh pihak internal maupun eksternal. Mengingat Pakta Integritas ini sangat penting sebagai bagianuntuk turut serta mewujudkan tata penyelenggaraan negara yang bersih, berkualitas dan profesional,maka Kementerian Kominfo berkomitmen untuk melaksanakannya secara konsisten.Pakta integritas anti korupsi merupakan suatu komitmen moral dan yuridis untuk tidak melakukantindakan yang berpotensi koruptif. Sebagai wujud komitmennya, Menteri Kominfo Tifatul Sembiringpada tanggal 10 Mei 2010 telah menanda-tangani Surat Edaran No. 1/SE/M/KOMINFO/5/2010 tentangPakta Integritas Kementerian Kominfo Dalam Rangka Penyelenggaraan Pelayanan Pemerintahan YangBaik dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Pakta Integritas tersebut dilatar-belakangi oleh buruknyahasil penilaian tim survey KPK terhadap kualitas pelayanan publik Kementerian Kominfo sepanjangtahun 2009, yang dipublikasikan pada akhir tahun 2009. Seluruh pimpinan dan karyawan KementerianKominfo sesungguhnya sudah berkomitmen untuk mendukung program pemberantasan korupsi, baikdalam berkinerja, pengadaan barang dan jasa, pemberian perizinan dan kegiatan dinas lainnya.
  • 104. Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010102TIM BUKU PUTIH 2010Editor :1. Dr Rudi Lumanto (Kementerian Komunikasi dan Informatika)2. Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA (Kementerian Komunikasi dan Informatika)3. Dr. Ir. Ashwin Sasongko, M.Sc (Kementerian Komunikasi dan Informatika)4. Ir. Cahyana Ahmadjayadi (Kementerian Komunikasi dan Informatika)5. Drs. Freddy H.Tulung, MUA (Kementerian Komunikasi dan Informatika)6. Dr. Yan Rianto, M.Eng (Kementerian Komunikasi dan Informatika)Tim Penyusun :1. Prof. Dr-Ing Kalamullah Ramli, M.Eng (Kementerian Komunikasi dan Informatika)2. Sarwoto (Kementerian Komunikasi dan Informatika)3. Udi Rusadi (Kementerian Komunikasi dan Informatika)4. Baringin Batubara (Kementerian Komunikasi dan Informatika)5. Akman Amir (Kementerian Komunikasi dan Informatika)6. Yudhistira Nugraha (Kementerian Komunikasi dan Informatika)7. Kunti Pratiwi (Kementerian Komunikasi dan Informatika)8. Dr. Hasyim Gautama (Kementerian Komunikasi dan Informatika)9. Dr. Khamami Herusantoso (Kementerian Keuangan)10. Dr. Eko Fajar M. Eng11. Dra. Siti Meiningsih M.Sc (LIPI)12. Dra. Nani Grace Berliana M.Hum (LIPI)13. Drs. Budi Triyono M.Si (LIPI)14. Chichi Shintia Laksani S.E, M.E (LIPI)15. Irene Muflikh N S. Si (LIPI)