BUKU PUTIH KEMENTRIAN KOMINFO 2010

2,447 views
2,261 views

Published on

Published in: Education, Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,447
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

BUKU PUTIH KEMENTRIAN KOMINFO 2010

  1. 1. PUSAT DATAKEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA2010KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA INDONESIAWHITEPAPER 2010
  2. 2. ©2010 Kementrian Komunikasi dan InformatikaPusat DataKatalog dalam TerbitanKomunikasi dan Informatika Indonesia / Kalamullah Ramli, Khamami Herusantoso, HasyimGautama, Eko Fajar, Siti Meiningsih, Nani Grace Berliana, Budi Triyono, Chichi Shintia Laksani,Irene Muflikh; Sarwoto; Udi Rusadi; Baringin Batubara; Akman Amir; Yudhistira Nugraha;Kunti Pratiwi. Jakarta : Pusat Data, 2010102 hlm ; 21x 29,7 cmISBN : 978 – 602 – 98285 – 1 – 11. Trend TIK2. Kondisi TIK Saat Ini3. Kebijakan dan RencanaEditor :Dr Rudi Lumanto ; Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA; Dr. Ir. Ashwin Sasongko, M.Sc; Ir. CahyanaAhmadjayadi; Drs. Freddy H.Tulung, MUA; Dr. Yan Rianto, M.Eng.Penerbit : Pusat DataKementrian Komunikasi dan InformatikaJl. Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta 10110, Telp/Fax 3848882
  3. 3. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 1Bab 1 - Tren TIKPENGANTARMenteri Komunikasi dan Informatika,Tifatul SembiringPembangunan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di sebuah negara telah dipahami dapatmendorong pertumbuhan ekonomi dan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kesejahteraanrakyat. Pemerintah Indonesia juga telah meletakkan pembangunan kominfo ini sebagai salah satu daribeberapa elemen penting pembangunan negara Indonesia secara keseluruhan. Beberapa kebijakan danstrategi pembangunan telah ditetapkan dalam rangka tercapainya harapan akan infrastruktur Kominfoyang lebih baik dan lebih cepat serta layanan layanannya yang berkualitas.Meskipun pemerintah meyakini bahwa pembangunan kominfo yang dilakukan saat ini berada pada jaluryang benar tetapi tidak semua harapan harapan yang ada sebelumnya itu telah dapat direalisasikan.Hal ini dikarenakan salah satunya adalah kondisi geografisnya yang unik dan memiliki dimensi yangkompleks. Diperlukan terus menerus usaha yang komprehensif, intensif dan dengan skala masif sehinggapembangunan kominfo ini segera dapat dirasakan manfaatnya. Pembangunan harus berkelanjutan, halhal yang dirasa perlu diperbaiki karena adanya kemajuan teknologi maka harus segera diperbaiki, halhal yang dirasa perlu dilanjutkan maka perlu dilanjutkan sehingga pembangunan ini bisa kontinyu danberkesinambungan.Buku putih ini diterbitkan salah satunya adalah agar menjadi milestone dan outlook pembangunankominfo di Indonesia. Sehingga bagi yang sudah lewat bisa dijadikan pelajaran untuk lebih ditingkatkansedangkan bagi yang berada pada kondisi saat ini, buku putih ini dapat dijadikan acuan untuk melangkahke depan yang lebih baik.Isinya meliputi tiga bagian besar yaitu tren TIK global saat ini khususnya untuk melihat pengaruhkemajuan teknologi TIK yang sangat cepat, Kondisi TIK Indonesia saat ini dan Gambaran kedepanpembangunan TIK Indonesia Diharapkan dengan keluarnya buku putihini, seluruh stakeholders pembangunan TIK dapat memahami dan ikutserta mendukung disamping ikut juga mengawasi dan memperbaikikekurangan kekurangan yang mungkin ada.Semoga TIK Indonesia maju, Indonesia jaya dan masyarakat punsejahtera.
  4. 4. Bab 1 - Tren TIK2 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010DAFTAR ISITREN TIK ............................................................................ 03TIK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TREN KONVERGEN .................................... 05TREN PITA-LEBAR .......................................................................................................... 13TREN KOMPUTASI AWAN ............................................................................................ 16TREN TV DIGITAL ............................................................................................................ 19TREN TIK HIJAU .............................................................................................................. 22KONDISI TIK SAAT INI ....................................................... 31INFRASTRUKTUR DAN PENGGUNAAN TIK .............................................................. 33- Telekomunikasi .......................................................................................................... 34- Internet dan Komputer ........................................................................................... 39- TV ................................................................................................................................... 54- POS ............................................................................................................................... 58SDM TIK ............................................................................................................................ 61PERBANDINGAN INTERNATIONAL .............................................................................. 63KEBIJAKAN DAN RENCANA KEDEPAN ............................. 67INDIKATOR SUKSES KOMINFO ................................................................................... 69VISI, MISI DAN STRATEGI KOMINFO ......................................................................... 71ROADMAP TIK INDONESIA .......................................................................................... 79ROADMAP TV DIGITAL .................................................................................................. 85ROADMAP INTERNET (IPV6) ........................................................................................ 88ROADMAP SATELIT ........................................................................................................ 89LAMPIRAN ......................................................................... 93
  5. 5. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 3Bab 1 - Tren TIKBAB 1TREN TIK(Teknologi Informasi dan Komunikasi )
  6. 6. Bab 1 - Tren TIK4 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20101
  7. 7. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 5Bab 1 - Tren TIK1.1 TIK dan Pertumbuhan EkonomiHubungan antara TIK dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara sudah diketahui dan banyakdikaji oleh para peneliti, dan memiliki hubungan yang positip, artinya pembangunan TIK akanmenghasilkan efek berantai ke meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi. Meskipun angka korelasiini berbeda antara tiap negara akan tetapi pemahaman bahwa pembangunan TIK secara positif danpasti akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi perlu diyakini agar kita tidak ragu dan teruskontinyu untuk melanjutkan pembangunan ini. Gambar 1.1 memperlihatkan bagaimana efek berantaiyang memperlihatkan dampak pembangunan ini. Dampak pertama yang bisa dilihat adalah sisi (a)infrastruktur (b) peningkatan keterampilan (c) peningkatan penggunaan berbagai aplikasi TIK dalamkehidupan. Pembangunan dan penguatan infrastruktur dalam implementasinya memerlukan investasiyang tinggi dan hasil hasil inovasi agar sesuai peruntukannya. Hal ini membawa kepada terjadinyapeningkatan skala elemen produksi, kebutuhan tenaga kerja serta membaiknya produktifitas sejalandengan menguatnya infrastruktur. Bergeraknya elemen produksi dan produktifitas secara positifakan membangun kekuatan ekonomi sebagai dampak kedua. Dengan alur yang sama, peningkatanketrampilan SDM dibidang TIK akan membawa kepada terbangunnya kekuatan Intelektual, sedangkanpeningkatan berbagai aplikasi TIK dalam kehidupan baik dalam Komunitas online maupun dalamkerangka keterbukaan informasi membawa kepada terbangunnya kekuatan sosial. Tiga kekuatan inimerupakan modal dasar bagi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang diharapkan.Gambar 1.1 Pembangunan Kominfo dan Pertumbuhan EkonomiSumber : Japan ICT Whitepaper 2009
  8. 8. Bab 1 - Tren TIK6 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Hubungan antara TIK dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara secara empiris dikeluarkan puladalam laporan kajian yang dilakukan oleh Bank Dunia. Kajian terbaru yang dikeluarkan oleh Bank duniaini dilakukan untuk melihat dampak TIK baik dari internet dan pita-lebar maupun dari layanan telepontetap dan bergerak terhadap pertumbuhan ekonominya. Kajian dilakukan di 120 negara antara tahun1980 dan 2006 dengan metode analisa econometric pertumbuhan.0.51.01.5Fixed Mobile Internet Broadband0.430.730.600.81 0.771.121.211.38High-income economiesLow - and middle -income economiesDari hasil kajian, terlihat bahwa untuk tiap-tiap 10% titik bertambah di penetrasi layanan pita-lebar,ada pertambahan di pertumbuhan ekonomi sebanyak 1,3% (Qiang 2009). Efek pertumbuhan pita-lebarini memiliki arti yang sangat signifikan karena ternyata pengaruhnya jauh lebih kuat dan lebih tinggidibanding dengan jasa teleponi (tetap atau bergerak) dan Internet. Gambar 1.2 memperlihatkan pulabagaimana negara berkembang meskipun dari sisi teknologi dan pembangunan infrastruktur pita-lebarmasih tertinggal dibanding negara maju, tetap memiliki keuntungan dan dampak yang tinggi daripembangunan infrastruktur pita-lebarnya. Dampak dari pertumbuhan akses dan pita-lebar ini masihmemiliki potensi menjadi lebih besar dan luas ketika penetrasinya mencapai titik kritis.1.1.1 TIK dan Pertumbuhan Ekonomi di IndonesiaBagaimanakah pembangunan TIK di Indonesia akan berkontribusi pada pertumbuhan Indonesia?Meskipun secara umum sudah diketahui memiliki hubungan yang positif, pertanyaan ini akan dielaborasidengan melihat adanya korelasi antara beberapa faktor dalam pembangunan TIK dengan terbangunnya(Sumber: World Bank, Extending Reach and Increasing Impact Information & Communications Technologyfor Development, 2009)Gambar 1.2 Hubungan dampak pembangunan TIK dengan pertumbuhan ekonomi
  9. 9. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 7Bab 1 - Tren TIKGambar 1.3 Investasi Industri TIKkekuatan ekonomi, kekuatan intelektual dan kekuatan sosial. Pada kekuatan ekonomi, TIK berperanterhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kontribusinya pada input faktor produksi sepertiinvestasi dan penyerapan tenga kerja. Selain itu, TIK juga dapat berperan dalam mendorong pertumbuhanekonomi melalui peningkatan nilai tambah dan produktivitas.-0,80%0,20%1,20%2,20%3,20%0200400Investasi Industri Manufaktur TIKKontribusi Investasi Industri Manufaktur TIK terhadap Total Investasi Industri ManufakturTahunPersentaseJumlahPerusahaanIndustriManufakturTIKterhadapTotalIndustriManufakturJumlahPerusahaanSumber: BPS, diolahGambar1.3 memperlihatkan investasi industri TIK dengan melihat kepada jumlah perusahaan. Selamaperiode 1998-2007, terjadi peningkatan jumlah perusahaan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar1.9%. Namun demikian, data menunjukkan bahwa kontribusi industri TIK terhadap total jumlahperusahaan sektor industri manufaktur masih rendah dengan rata-rata kontribusi sebesar 1.25%.Data ini juga menunjukkan terjadinya kecenderungan penurunan kontribusi industri TIK terhadap totaljumlah perusahaan industri manufaktur, khususnya semenjak tahun 2005. Meski pada tahun 2007kontribusi industri TIK meningkat, tapi angkanya masih rendah dibanding tahun 1998.
  10. 10. Bab 1 - Tren TIK8 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20100,00%1,50%3,00%4,50%0800001600002400001998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007Total Tenaga Kerja Industri Manufaktur TIKKontribusi Tenaga Kerja Industri Manufaktur TIK terhadap Total Tenaga KerjaIndustri ManufakturGambar 1.4 Tenaga Kerja Industri TIKSumber: BPS, diolahGambar1.4 memperlihatkan terjadinya peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor industri TIK semenjaktahun 2002, sehingga mencapai kurang lebih 173 ribu tenaga kerja di tahun 2007. Pada tahun 2001,industri TIK hanya menyerap 2.11 persen dari total tenaga kerjadi industri manufaktur. Namun, setelahitu kontribusi penyerapan tenaga kerja industri TIK terus mengalami peningkatan hingga mencapai 3.75persen di tahun 2007. Rata-rata kontribusi industri TIK terhadap total tenaga kerja industri manufaktursebesar 3.42% Hasil analisa data ini menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerjadi industri TIKmempunyai hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi ( PDB nominal perkapita ) dengan nilaikoefisien korelasi sebesar 0.10 yang menunjukkan masih tergolong rendah.Gambar 1.5 memperlihatkan pertumbuhan industri TIK. Selama kurun waktu 1998 –2006, nilai tambahindustri TIK cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 18.12 persen.Meskipun demikian, kontribusi nilai tambah industri TIK terhadap sektor industri manufaktur cenderungmengalami penurunan. Bahkan semenjak tahun 2005 kontribusi nilai tambah industri TIK menunjukkanangka yang terus menurun.Hasil analisa data ini menunjukkan bahwa nilai tambah industri TIK ini mempunyai hubungan positifdengan pertumbuhan PDB riil dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.72 yang tergolong cukuptinggi.
  11. 11. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 9Bab 1 - Tren TIKGambar 1.5 Nilai tambah industri TIK dan kontribusinyaPada kekuatan intelektual TIK berperan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kontribusinya terhadapakumulasi modal manusia. Secara khusus, modal manusia terdiri dari pengetahuan/informasi danpendidikan sumber daya manusia. TIK berkontribusi terhadap akumulasi modal manusia melalui:(1) Pendidikan/sumber daya manusia yaitu melalui perbaikan dalam pendidikan dari penetrasipendidikan jarak jauh dengan menggunakan TIK, sehingga angka pertisipasi/tingkat kemajuanpendidikan tinggi meningkat.(2) Pengetahuan/informasi yaitu jaringan seperti internet dll, akan mendorong sharing pengetahuan/informasi yang dapat dilakukan dengan mudah dan dapat digunakan oleh siapa saja.0,00%1,00%2,00%3,00%4,00%5,00%6,00%7,00%8,00%0,005,0010,0015,0020,0025,001998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006Nilai Tambah Industri Manufaktur TIKKontribusi Nilai Tambah Industri Manufaktur TIK terhadap TotalNilai Tambah Industri ManufakturTahunSumber: BPS, diolah
  12. 12. Bab 1 - Tren TIK10 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar1.6 Gambaran tingkat pengetahuan melalui indikator publikasi ilmiahGambar 1.6 memperlihatkan tingkat pengetahuan Indonesia terus mengalami peningkatan yangditunjukkan dari semakin banyaknya jumlah publikasi ilmiah Internasional (per1 juta penduduk) yangmampu dihasilkan setiap tahunnya. Namun demikian, jumlah publikasi yang dihasilkan oleh pendudukIndonesia masih sangat rendah. Data menunjukkan bahwa selama kurun waktu tahun 1999 hingga2008, setiap 1 juta penduduk Indonesia dalam satu tahunnya hanya mampu menghasilkan publikasitidak lebih dari enam buah. Dari data ini, hasil analisa menunjukkan bahwa jumlah pengguna internetper 100 penduduk mempunyai hubungan positif dengan jumlah publikasi per 1 juta penduduk dengannilai koefisien korelasi yang tergolong tinggi, yaitu sebesar 0.81. Hasil analisa juga menunjukkanbahwa jumlah publikasi per 1 juta penduduk mempunyai hubungan positif yang cukup kuat denganpertumbuhan PDB riil per kapita dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.64. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa TIK berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatanpengetahuan yang berhubungan positif dengan peningkatan penggunaan internet.Pada kekuatan intelektual TIK berperan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kontribusinyapada penguatan modal sosial. Modal sosial secara khusus mempertimbangkan dua bidang, yaiturantai komunitas lokal (kepercayaan, pertukaran, jejaring) dan tata kepemerintahan (pendapat danakuntabilitas, stabilitas politik dan ketiadaan kekerasan / teroris, efektifitas kepemerintahan, kualitasregulasi, aturan, pengawasan terhadap korupsi).Sumber: Indikator Iptek Nasional (Pappitek, LIPI, 2009), diolah
  13. 13. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 11Bab 1 - Tren TIKBeberapa contoh bagaimana TIK berkontribusi terhadap akumulasi modal sosial misalnya adalah :(1) Rantai komunitas lokal yaitu melalui penggunaan TIK, rantai komunitas lokal akan lebih dalam dankepercayaan serta stabilitas dalam masyarakat akan meningkat.(2) Kualitas sistem dan organisasi yaitu melalui penggunaan TIK, transparansi organisasi dan sistemakan meningkat dan aktivitas ekonomi yang tidak efisien akan dieliminasi.Gambar 1.7 memperlihatkan kualitas kepemerintahan suatu negara dinilai dari degree of governanceyang merupakan nilai rata-rata dari enam indikator kepemerintahan yang dikembangkan oleh WorldBank yaitu voice and accountability, political stability, government effectiveness, regulatory quality,rule of law, dan control of corruption. Semenjak tahun 2004 degree of governance Indonesia terusmenunjukkan peningkatan. Jumlah pengguna internet per 100 penduduk mempunyai hubungan yangpositif dengan degree of governance dengan nilai koefisien korelasi 0.59.Gambar1.7 Gambaran tingkat tata kelola pemerintahan. (degree of governance)Sumber : Bank Dunia, diolah
  14. 14. Bab 1 - Tren TIK12 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20101.2 Tren KonvergensiKonvergensi secara harfiah berarti menuju ke satu titik atau atau terjadinya penyatuan. Secara umumistilah konvergensi saat ini merujuk kepada penyatuan berbagai layanan dan teknologi baik teknologikomunikasi, informasi maupun yang terkait dengannya. Teknologi yang tadinya terpisah sepertisuara, data dan video dapat menyatu dalam satu sumber daya sehingga dapat langsung berinteraksisatu dengan yang lainnya menciptakan sinergi yang efisien. Pada saat ini, sinergi antara teknologiinternet, penyiaran dan telekomunikasi merupakan contoh tren konvergensi yang sudah dirasakansecara langsung. Gambar 1.8 memperlihatkan konvergensi antara fix, wireless dan content. Disampingperkembangan teknologi yang cepat, faktor lain dapat pula menjadi pendorong terjadinya konvergensiseperti meningkatnya kompetisi, kebutuhan akan layanan baru yang lebih murah dsb.Gambar1.8 Konvergensi antara Fix, Wireless dan ContentSumber: Morgan Stanley
  15. 15. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 13Bab 1 - Tren TIK1.3 Tren Pita-LebarDiperkirakan 60% penduduk dunia menggunakan wireless dan lapangan kompetisi akandidominasi wirelessGambar : 1.9 Roadmap dan Evolusi Teknologi Pita-lebar
  16. 16. Bab 1 - Tren TIK14 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010No. Country Region % above 5 Mbps QoQ Change YoY ChangeGlobal 20% -5.2 % 1.5%1 South Korea 65% -7,6% 25%2 Japan 60% 0.2% 4.8%3 Romania 48% -4.5% 18%4 Hongkong 45% -9.0% 16%5 Sweden 42% -3.7% -13%6 Latvia 41% 2.9% 75%7 Denmark 41% 0.7% 16%8 Netherlands 40% 2.6% 10%9 Canada 34% 0.9% 47%10 Belgium 33% -2.9% -1.1%....14 United States 25% -4.3% -2.6%Tabel 1.1 Global Broadband Status 2010Sumber: The State of Internet, 1st Quarter 2010 Report, AkamaiPada tabel terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan penetrasi akses telekomunikasi pita lebardiberbagai negara. Dua negara Asia, Jepang dan Korea memimpin dalam tingginya persentase jumlahpopulasi yang menikmati akses pita lebar. Selain tren meningkatnya populasi yang bisa mengaksespita lebar di Dunia, terdapat tren lain yaitu cara masyarakat untuk mengakses informasi sepertidiilustrasikan pada gambar 1.10.Telekomunikasi pita lebar merupakan salah satu arus telekomunikasi dunia saat ini. Setiap negaraberusaha untuk membangun infrastruktur pita lebar ini dengan harapan infrastruktur ini akanmeningkatkan efisiensi negara dan juga membuka jalan munculnya industri baru. Tren tersebut bisadilihat dengan jelas pada tabel 1.1
  17. 17. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 15Bab 1 - Tren TIKGambar 1.10 Broadband and Mobile InternetPada Gambar 1.10 diproyeksikan bahwa jumlah piranti yang mengakses Internet akan bergeser darimedium tradisional seperti mini computer atau desktop sebagai piranti pengolah informasi menjadipiranti-piranti mobile dan spesial untuk menampilkan atau mengakses informasi. Piranti-piranti iniseperti telepon cerdas, tablet, PDA televisi dan piranti-piranti lain yang bukan piranti komputasi. Trenpiranti-piranti khusus ini yang akan mendorong pengguna internet semakin banyak dengan sebarandemografi tidak hanya untuk kalangan perkantoran maupun profesional, akan tetapi akan lebihmerambah ke segmen baru seperti anak-anak, remaja, orang tua, petani dan segmen lain yang sekarangmasih belum lazim untuk memakai Internet. Faktor demografi pengguna dimasa mendatang ini yangharus diperhatikan dalam perencanaan, baik dibidang kebijakan maupun infrastruktur komunikasi.Sumber: Morgan Stanley
  18. 18. Bab 1 - Tren TIK16 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Sebagai contoh, dengan semakin banyaknya anak-anak yang mengakses informasi, maka diperlukansuatulingkunganinternetyangbisamenjauhkanunsur-unsurinformasinegatif (sepertikekerasan,SARA,kebencian) dari jangkauan anak-anak yang belum matang cara berfikirnya. Contoh lain adalah, karenatren untuk mengakses Internet secara mobile akan semakin naik, maka harus lebih banyak spektrumfrekuensi yang di alokasikan untuk komunikasi dua arah. Sehingga tidakkan ada masalah kapasitasfrekuensi yang membatasi kemudahan warga negara untuk mengakses informasi secara nirkabel. Trenlain adalah pada persentase traffic yang lewat pada backbone Internet seperti padagambar 1.11Gambar 1.11 Trend traffic di InternetPada gambar 1.11 terlihat bahwa pada awal Internet ada maka traffic internet didominasi Oleh FTP,email dan protokol lainnya. Pada tahun-tahun itu Internet adalah media untuk Pertukaran informasi parapenelitidan akademisi. Akan tetapi semenjak tahun 1998 ketika pengguna internet semakin meluas,maka traffic Web dan Point-to-Point protocol Semakin mendominasi Internet. Dan ini menandakanbahwa deman terhadap akses Pita lebar semakin besar karena baik Web maupun P2P merupakanaplikasi yang Kaya-media (gambar,video) dan memakan banyak bandwidth.Sumber: Morgan Stanley, 20071.4 Tren Komputasi Awan (Cloud Computing)Cloud Computing atau biasa diterjemahkan sebagai Komputasi Awan secara umum dapat dipahamisebagai teknologi pemanfaatan sumber daya komputasi yang terkoneksi secara global melalui jaringaninternet (Internet cloud).Dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing, pengguna tidak perlu lagi menyediakan ataumemiliki infrastruktur sendiri–mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop–untuk menjalankansuatu sistem TIK yang lengkap.
  19. 19. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 17Bab 1 - Tren TIKGambar 1.12 Tipe layanan komputasi awanKomputasi awan dapat diwujudkan, misalnya dengan penggunaan secara bersama data center yangbertebaran, melalui Internet.Beberapa penggerak terjadinya kembali tren komputasi awan saat ini misalnya adalah Kebutuhan akanpenghematan investasi pelanggan (investment saving),Kebutuhan Efisiensi (efficient use of shared infrastructure), Peningkatan kehandalan (reliability) melaluiketersediaan sumberdaya secara elastis (elastic availability), mengurangi ancaman single-point-of-failure dan peningkatan utilisasi.Cloud Computing atau biasa diterjemahkan sebagai Komputasi Awan secara umum dapatdipahami sebagai teknologi pemanfaatan sumber daya komputasi yang terkoneksi secaraglobal melalui jaringan internet (Internet cloud)Dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing, pengguna tidak perlu lagi menyediakanatau memiliki infrastruktur sendiri –mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop–untuk menjalankan suatu sistem TIK yang lengkapKomputasi awan dapat diwujudkan –misalnya– dengan penggunaan secara bersama datacenter yang bertebaran, melalui Internet.Beberapa penggerak terjadinya kembali tren Cloud Computing saat ini misalnya adalahKebutuhan akan penghematan investasi pelanggan (investment saving),Kebutuhan Efisiensi (efficient use of shared infrastructure), Peningkatan kehandalan(reliability) melalui ketersediaan sumber daya secara elastis (elasticavailability), mengurangi ancaman single-point-of-failure dan peningkatan utilisasi.Softwaresbg layananSsLPlatformsbg layananPsLInfrastruktursbg layananIsLtipe LayananGambar 1.12 Tipe layanan komputasi awamSoftware-sebagai-Layanan (SsL) adalah model penyampaian aplikasi perangkat lunak olehsuatu operator yang mengembangkan aplikasi Web yang dapat dioperasikan untukdigunakan oleh pelanggannya melalui Internet. Pelanggan tidak perlu mengeluarkaninvestasi untuk pengembangan atau pun pembelian lisensi. Dengan berlanggan via Web,berbagai fitur yang ada dapat langsung digunakan.Platform-sebagai-Layanan (PsL) adalah jasa penyediaan modul-modul yang dapatdigunakan untuk mengembangkan aplikasi di atas platform tersebut. PsL tidak memilikikendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memori, media penyimpanan,tenaga untuk proses dan lain-lain yang semuanya diatur oleh penyedia layanan iniInfrastruktur-sebagai-Layanan (IsL) merupakan layanan yang menyewakan sumber dayainformasi dasar yang diantaranya meliputi: media penyimpanan, tenaga pemroses,memori, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan penyewauntuk menjalankan aplikasi miliknyaSoftware-sebagai-Layanan (SsL) adalah model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatuoperator yang mengembangkan aplikasi Web yang dapat dioperasikan untuk digunakan olehpelanggannya melalui Internet. Pelanggan tidak perlu mengeluarkan investasi untuk pengembanganataupun pembelian lisensi. Dengan berlangganan via Web, berbagai fitur yang ada dapat langsungdigunakan.Platform-sebagai-Layanan (PsL) adalah jasa penyediaan modul-modul yang dapat digunakan untukmengembangkan aplikasi di atas platform tersebut. PsL tidak memiliki kendali terhadap sumber dayakomputasi dasar seperti memori, media penyimpanan, tenaga untuk proses dan lain-lain yang semuanyadiatur oleh penyedia layanan ini.Infrastruktur-sebagai-Layanan (IsL) merupakan layanan yang menyewakan sumber daya informasidasar yang diantaranya meliputi: media penyimpanan, tenaga pemroses, memori, sistem operasi,kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan penyewa untuk menjalankan aplikasi miliknya.
  20. 20. Bab 1 - Tren TIK18 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar 1.13 memperlihatkan perbedaan kategori layanan IsL, PsL dan SsL dari sudut pandang lapisanlayanan dan otoritas pengelolaan. Beberapa tantangan regulasi dan isu strategis dengan adanya trenkomputasi awan ini adalah :(1). Letak penyimpanan data fisik atau lokasi data center(2). Tingkat kerahasiaan (privacy) – untuk data publik maupun pemerintahan.Diperlukan sertifikasi untuk melindungi kepentingan umum(3). Keamanan data – diperlukan sertifikasi untuk menetapkan standar kemanan minimal(4). Auditing – perlunya transparansi dan akses untuk auditor pemerintah(5). Outsourcing – diperlukan aturan mengenai outsourcing infrastruktur IT(6). Menumbuh kembangkan Industri Komputasi Awan Nasional(7). Tingkat ketersediaan dan kehandalan tenaga listrik – bisa menjadi faktor penghambat bila tidakdibenahiStorageServersNetworkingO/SMiddlewareServersVirtualizationnnnnDataApplicationsRuntimeInfastruktur(sebagaiLayanan)StorageServersNetworkingO/SMiddlewareVirtualizationDataApplicationsRuntimeDikelolaOperatorDikelolaOperatorDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganDikelolapelangganPlatform(sebagaiLayanan)StorageServersNetworkingO/SMiddlewareVirtualizationLayanan)ApplicationsRuntimesDataSoftware(sebagaiLayanan)StorageServersNetworkingO/SMiddlewareVirtualizationApplicationsRuntimeDataGambar 1.13 Taksonomi Perbedaan Layanan Komputasi Awan
  21. 21. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 19Bab 1 - Tren TIK1.5 Tren Penyiaran DigitalPenyiaran digital merupakan alternatif sistem penyiaran baru pengganti sistem penyiaran yang selamaini ada yaitu sistem penyiaran analog dengan format standar yang ditetapkan enam sampai tujuh puluhtahun yang lalu yaitu antara tahun 1940-1950. Inovasi teknologi yang berkembang, sumber daya yangsemakin terbatas dan kebutuhan yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan sistem penyiaran barumenjadi tidak terelakkan. Sistem penyiaran digital menjanjikan solusi dan banyak kelebihan dibandingsistem penyiaran analog. Kelebihan itu antara lain :(1) Pemanfaatan spektrum menjadi lebih optimal. Hal ini karena pada sistem digital Penggunaanadjacent channel menjadi dimungkinkan, memiliki kemampuan SFN (Single Frequency Network) yangmembuat penggunaan frekuensi jadi efisien dan dapat diisinya satu kanal dengan banyak programdan data secara multiplex.(2) Gambar dan suara dengan kualitas jauh lebih baik dan prima.(3) Tahan terhadap gangguan interferensi, (misal suara terganggu oleh signal suara radio yang lain)(4) Memberikan peluang bagi munculnya industri/bisnis baru baik dibidang telekomunikasi, mediaelektronik maupun di industri peralatan dan software.Standar penyiaran digital mengacu kepada dua jenis penyiaran: Siaran Radio Digital (Digital SoundBroadcasting) dan Siaran TV Digital (Digital TV Broadcasting)Gambar 1.14 memperlihatkan standar yang ada saat ini pada kedua jenis penyiaran ini.Bab 1. Tren TIK1.5 Tren Penyiaran DigitalPenyiaran digital merupakan alternatif sistem penyiaran baru pengganti sistempenyiaran yang selama ini ada yaitu sistem penyiaran analog dengan format standaryang ditetapkan enam sampai tujuh puluh tahun yang lalu yaitu antara tahun1940-1950. Inovasi teknologi yang berkembang, sumber daya yang semakin terbatasdan kebutuhan yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan sistem penyiaran barumenjadi tidak terelakkan.Sistem penyiaran digital menjanjikan solusi dan banyak kelebihan dibanding sistempenyiaran analog. Kelebihan itu antara lain :(1)Pemanfaatan spektrum menjadi lebih optimal. Hal ini karena pada sistem digitalPenggunaan adjacent channel menjadi dimungkinan, memiliki kemampuan SFN(Single Frequency Network) yang membuat penggunaan frekuensi jadi efisiendan dapat diisinya satu kanal dengan banyak program dan data secara multiplex.(2) Gambar dan suara dengan kualitas jauh lebih baik dan prima.(3)Tahan terhadap gangguan interferensi, (misal suara terganggu oleh signal suararadio yang lain)(4)Memberikan peluang bagi munculnya industri/bisnis baru baik dibidangtelekomunikasi, media elektronik maupun di industri peralatan dan software.Standar penyiaran digital mengacu kepada dua jenis penyiaran: Siaran Radio Digital(Digital Sound Broadcasting) dan Siaran TV Digital (Digital TV Broadcasting)Gambar 1.14 memperlihatkan standar yang ada saat ini pada kedua jenis penyiaran ini.Gambar 1.14 Standar Penyiaran Digital untuk Radio dan TV Dunia.Gambar 1.14 Standar Penyiaran Digital untuk Radio dan TV Dunia.
  22. 22. Bab 1 - Tren TIK20 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Saat ini hampir 50% lebih negara-negara di dunia mulai beralih atau mulai mengkaji peralihan sistempenyiaran di negaranya masing masing menuju penyiaran digital, sebagaimana yang diperlihatkan digambar 1.15. Sementara itu lebih dari 100 negara sudah menetapkan standar penyiaran TV digitalnyamenggunakan standar DVB-T termasuk Indonesia.Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 07/P/M.Kominfo/3/2007 tanggal21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia,telah ditetapkan standar penyiaran digital terestrial untuk Televisi tidak bergerak di Indonesia yaituDigital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T)Bab 1. Tren TIK(sumber : wikipedia)Gambar 1.15 Peta dunia transisi penyiaran analog ke digital.Saat ini hampir 50% lebih negara negara di dunia mulai beralih atau mulai mengkajiperalihan sistem penyiaran di negaranya masing masing menuju penyiaran digital,sebagaimana yang diperlihatkan di gambar 1.15 Sementara itu lebih dari 100 negaraSudah menetapkan standar penyiaran TV digitalnya menggunakan standar DVB-Ttermasuk Indonesia.Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 07/P/M.Kominfo/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk TelevisiTidak Bergerak di Indonesia, telah ditetapkan standar penyiaran digital terestrial untukTelevisi tidak bergerak di Indonesia yaitu Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T)Gambar 1.15 Peta dunia transisi penyiaran analog ke digital.Bab 1. Tren TIK (sumber : wikipedia)
  23. 23. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 21Bab 1 - Tren TIKTeknologi TV saat ini diwarnai dengan munculnya teknologi TV Digital dan HDTV yangmemberikan kualitas yang lebih baik. Tentu saja ke depan tren teknologi TV akan menujumobile TV dengan kemampuan yang lebih canggih seperti 3D TV dan Interaktif TV. Diseluruh dunia terdapat beberapa standar siaran TV digital yakni DTV (Digital Television,standar di Amerika), DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial, standar di Eropadan Australia) dan ISDB-T (Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial, standardi Jepang). Indonesia sendiri melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatikanomor 07/P/M.KOMINFO/3/2007 tertanggal 21 Maret 2007 telah menetapkan standarDVB-T sebagai standar penyiaran televisi digital terestrial tidak bergerak di Indonesia.Terdapat pula standar digital DVB-H (handheld) yang ditujukan pada perangkat mobileseperti ponsel.Siaran TV di Indonesia diharapkan baru bisa seluruhnya digital tahun 2018, ada tigatahapan menuju implementasi siaran digital, periode 2010-2014 yakni siaran simulcastyaitu siaran berbarengan antara analog dan digital. Pada tahun 2014-2017, sejumlahsiaran analog di beberapa wilayah akan dimatikan sebagian. Setelah 2017, seluruhsiaran analog akan dimatikan.Gambar 1.16 Evolusi Sistem Penyiaran TVBW TVColor TVDigital TVSuper HDTV3D TVDataInteractiveMobileImmersive TVHDTV High image/sound quality Improved realism Large screens (home cinema Digital Broadcasting system @~20Mb/s More programming Improved image/sound quality Flexibility of digital production,distribution and transmission Data broadcasting Multimedia broadcasting IP-based applicationsMobilityMore realismInteractivity~1935
  24. 24. Bab 1 - Tren TIK22 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20101.6 TIK Hijau (Green ICT)Banyaknya emisi CO2 di dunia mengakibatkan terjadinya berbagai permasalahan lingkungan sepertiterjadinya pemanasan global, perubahan cuaca dsb. Dampak-dampak ini mulai dirasakan dan menjadikekhawatiran semua pihak karena akan mengganggu ekosistem kehidupan secara keseluruhan.Industri yang menjadi sumber penghasil emisi CO2 saat ini dituntut untuk juga lebih memperhatikanmenghasilkan produk produk yang ramah lingkungan dibanding produk produk sebelumnya yang tidakmemasukkan faktor ini dalam pertimbangannya. Termasuk dalam industri ini adalah Industri dibidangTIK.Dari 100 persen emisi CO2 di dunia sekitar 2 persen diketahui berasal dari industri TIK. Angka inidiprediksi akan terus meningkat mengingat penggunaan perangkat TIK di dunia memiliki kecenderunganuntuk terus meningkat dengan tajam. TIK adalah salah satu industri yang mengkonsumsi energi dalamjumlah besar. Konsumsi energi oleh TIK meliputi fase: Riset dan pengembangan, Manufaktur, Distribusi,Penggunaan dan Pembuangan.TIK hijau merupakan gerakan yang menuntut industri TIK untuk lebih memperhatikan lingkungan.Tujuan dari TIK hijau adalah TIK yang ramah lingkungan, TIK yang mendukung konservasi sumberdayadan lingkungan, dengan tujuan akhir yaitu menciptakan masyarakat pengguna TIK dengan dampaklingkungan yang kecil (low-environmental foot-print society). Konsep TIK hijau sebagaimanadiperlihatkan dalam gambar 1.17 memiliki dua bagian yaitu TIK yang hijau (Green of ICT) dan hijaudengan TIK (Green by ICT). Dengan konsep ini, penggunaan TIK yang inovatif dan efisien diprediksidapat menurunkan sekitar 20% emisi CO2 dari industri lain. Indonesia sebagai negara yang memilikitren pengguna TIK yang terus meningkat tajam sangat memperhatikan masalah ini. PemerintahIndonesia berhasil memasukkan dua agenda penting dalam kesepakatan pertemuan menteri menteriTIK negara ASEAN (ASEAN TELMIN) ke sembilan yang salah satunya adalah kebijakan strategis ASEANUntuk mempromosikan TIK hijau.Gambar 1.17 Konsep TIK Hijau
  25. 25. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 23Bab 1 - Tren TIKSuhu di Indonesia telah menjadi lebih hangat selama abad 20. Suhur ata-rata tahunan telah meningkatsekitar 0,3°C sejak 1900 dengan suhu tahun 1990an merupakan dekade terhangat dalam abadtersebut dan tahun 1998 merupakan tahun terhangat, hampir 1°C di atas rata-rata tahun 1961-1990.Peningkatan kehangatan ini terjadi dalam semua musim ditahun itu.Gambar 1.18 Trend Curah Hujan dan TemperaturCurah hujan tahunan telah turun sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia di abad 20 denganpengurangan tertinggi terjdi selama perioda Desember-Februari, yang merupakan musim terbasahdalam setahun. Curah hujan di beberapa bagian di Indonesia dipengaruhi kuat oleh kejadian El Nino dankekeringan umumnya telah terjadi selama kejadian El Nino terakhir dalam tahun 1982/1983,1986/1987.Dan 1997/1998. Pengaruh perubahan iklim ini akan berpengaruh besar pada tingkat kerawanan Bencanadi Indonesia. Sebagai contoh pada tahun 2003-2005 terjadi 1.429 kali bencana alam di Indonesia.
  26. 26. Bab 1 - Tren TIK24 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar 1.19 Peta Kerawanan Bencana IndonesiaSumber : UNOCHA, 2006Sehingga faktor dampak lingkungan sangat diperhatikan pada pengambilan keputusan penerapan suatuteknologi yang pada akhirnya akan mengurangi resiko Indonesia terhadap bencana yang disebabkanfaktor lingkungan.Berikut adalah iIlustrasi bahwa TIK yang ramah lingkungan itu sangat penting bagi bangsa Indonesia.Misalkan di Indonesia terdapat 100.000 orang pengguna ponsel cerdas dan ponsel cerdas itu memakaibaterai 1000 mAH @4.2V yang harus diisi satu kali setiap hari. Maka total konsumsi listrik 100.000ponsel cerdas ini adalah ~1 Terawatt per hari. Dan ini merupakan suatu konsumsi energi yang besar(sebagai pembanding kompleks pembangkit Paiton menghasilkan kl listrik sebesar 2.5 Gwatt). Seiringdengan semakin cerdasnya piranti TIK maka biasanya akan semakin banyak energi yang diperlukan,Sehingga peran TIK sangat penting baik sebagai subyek maupun obyek konservasi alam. Ada 2 konsepmendasar TIK Hijau seperti pada gambar 1.17.none very highJakartaPalembangMedanBandung SemarangSurabayaDiliManadoBalikpapanJAWABARATLAMPUNGBENGKULURIAUACEHJAMBISUMATERASELATANKUALALUMPURSINGAPOREBANDAR SERIBEGAWANKALIMANTANBARATKALIMANTANTIMURKALIMANTANTENGAHKALIMANTANSELATANSULAWESITENGAHSULAWESISELATANSULAWESITENGGARASUMATERAUTARAMALUKUIRIAN JAYASUMATERABARATSUMATERAUTARAJAWATENGAHJAWATIMURBALIYOGYAKARTANUSA TENGGARABARATNUSA TENGGARATIMURBencana-bencana alam ini disebabkan oleh:- 53,3 % adalah bencana terkait hidrometeorolgi (Bappenas dan Bakornas PB, 2006)- Banjir adalah bencana yang paling sering (34%)- diikuti oleh tanah longsor (16%).Sehingga efek pemanasan global tehadap hidrometeorologi Indonesia akan bisa mengakibatkan semakinbanyaknya rakyat Indonesia yang terancam oleh bahaya bencana alam seperti tergambar pada gambar1.19.
  27. 27. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 25Bab 1 - Tren TIKPeran TIK sebagai infrastruktur untuk mendukung masyarakat yang ramah lingkungan, atau kita sebutTIK Hijau, bisa dibagi menjadi 2 bagian besar:1. TIK dan teknologi-teknologi pendukungnya yang ramah lingkungan (atau disebut TIK yang Hijau),2. TIK sebagai teknologi untuk mendukung masyarakat ramah lingkungan (atau disebut Hijau DenganTIK)TIK Yang Hijau adalah teknologi-teknologi yang terkait informasi dan komunikasi yang menekankankonservasi sumber daya dan dampak lingkungan sebagai faktor utama dalam desain, penggunaan danpembuangannya (after use). Banyak alternatif pemilihan teknologi untuk komunikasi dan informasiuntuk memecahkan masalah di masyarakat. Untuk saat ini faktor utama dalam pemilihan teknologidi masyarakat adalah biaya (selain faktor lain spesifik lain seperti kehandalan, estetika dll), walaupunpemilihan itu terkadang merugikan jika ditinjau dari segi TIK yang hijau.Sebagai contoh, sebagian besar kantor memilih untuk membeli desktop computer dibandingmenggunakan, misal net-top maupun dumb-terminal, dengan alasan bahwa desktop lebih expandabledan lebih powerful. Akan tetapi pada saat pengoperasian desktop computer bisa menghabiskan minimal100 W daya dibanding ~10 W net-top. Sehingga dirasa perlu agar pemerintah juga memberikan arahandan himbauan ke masyarakat agar faktor lingkungan juga menjadi pertimbangan pada saat pengadaanbarang TIK baik bagi perorangan, swasta maupun pemerintahan.Hijau dengan TIK didefinisikan sebagai teknologi-teknologi TIK yang dapat menghilangkan ataumeminimalisir ketidak-efisienan pada penggunaan sumberdaya di masyarakat yang pada akhirnya akanmenekan dampak lingkungan (pemanasan global, polusi dll) dari aktifitas masyarakat. Sebagai contoh,dengan penggunaan TIK yang tepat maka penggunaan kertas dapat diminimalisir atau dihilangkandengan menggunakan digital media.
  28. 28. Bab 1 - Tren TIK26 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010Gambar 1.21 memperlihatkan tentang para stake-holder TIK hijau. Pada bagan ini bisa dilihat bahwa TIKHijau bukan hanya gerakan Nasional, tapi harus bekerjasama pula dengan masyarakat internasional. Didalam negeri stake holder TIK Hijau adalah Pemerintah, Industri, LPND dan masyarakat pemakai. Peransentral TIK Hiju adalah Pemerintah, karena tanpa ada arahan dan regulasi dari pemerintah biasanyapihak masyarakat dan Industri akan tidak mempunyai insentif untuk menerapkan TIK Hijau ini.Karena TIK Hijau tidak memberikan keuntungan jangka pendek maupun keuntungan individual.Sehingga untuk menghindari eksternalisasi-cost dan tragedy-of-common maka Pemerintah harusSecara bijaksana menerapkan kebijakan TIK Hijau di negaranya.International CommunityPemerintah IndustriMasyarakatKoordinasiTransaksi Bisnis& Alih TeknologiArahan& RegulasiRegulasi& ArahanMilestoneProduk& SolusiAkademikLPNDRiset& Konsultasi
  29. 29. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 27Bab 1 - Tren TIKNamaProgramTujuanPrimerTujuanSkunderAmerika Green NewDeal, EnergyStarPenghematanpemakaianEnergiKeunggulanTeknologi,Lapangankerja/industribaruMalaysia GreenTechnologyPolicyEnergi,EfisiensiGedung,Transportasi,PengelolaansampahEfisiensi,keunggulanteknologi,industri baruJepang GerakanNasionalEfisiensi, GreenIT ForumEfisiensiEnergi,PemasyarakatanTeknologiKeunggulanTeknologi,industri baruIndia EnergyConservationActEfisiensi,standarisasiprodukKeunggulanteknologi,trade barierTabel 1.2 Klasifikasi TIK HijauAmerika SerikatTIK hijau sudah digagas oleh Pemerintah Amerika semenjak tahun 1990 dengan program EnergyStar. Program Energy Star ini bertujuan untuk menekan konsumsi alat-alat TIK khususnya perangkatkomputer dengan menetapkan beberapa rule konsumsi listrik.Selain itu TIK hijau mendapat dorongan lebih besar lagi dengan Green New Deal-nya pemerintahObama. Green New Deal ini merupakan stimulus dari pemerintah untuk proyek-proyek dan manufakturyang ramah lingkungan.
  30. 30. Bab 1 - Tren TIK28 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010MalaysiaPada tahun 2009, Pemerintah Malaysia mengumumkan Kebijakan Green Technology yang memfokuskanpada 4 sektor: energi, gedung-gedung, pengelolaan sampah dan transportasi. Selain itu, riset danpengembangan dibidang Green Technology juga mendapat perhatian pada kebijakan ini. Malaysiasudah mempunyai Rancangan Nasional untuk penerapan TIK Hijau. Rancangan ini berupa capaian-capaian nasional dan cara-cara untuk mencapainya.JepangSemenjak diratifikasinya Kyoto Protocol pada tahun 1997, Pemerintah Jepang mencanangkan gerakannasional untuk efisiensi penggunaan energi. TIK menjadi salah satu bidang industri yang menjadiharapan untuk menambah efisiensi penggunaan energi di Jepang. Pada tahun 2009 didirikan ForumTIK Hijau yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi dan industri, yang bertujuan untukmemasyarakatkan "best practice" kepada anggota lain dan juga masyarakat internasional.IndiaIndia, mirip dengan Indonesia, adalah negara yang menghadapi krisis energi dengan adanya boomekonomi di sana. Terkait dengan itu Pemerintah India membuat undang-undang "Energy ConservationAct 2001" yang berisi antara lain, spesifikasi manager energi, standar label, energi efisiensi di gedung-gedung dan pendidikan terhadap pentingnya konservasi energi di sekolah-sekolah.Sebagai pelaksana undang-undang tersebut, Pemerintah India membuat Bureau of Energy Efficiencyyang tugasnya antara lain untuk pengujian terhadap standar energi perangkat, pengawasan label danjuga pengawasan perangkat impor yang tidak sesuai dengan standar konservasi energi India. Sehinggaundang-undang itu bisa menjadi suatu trade barrier bagi produk-produk yang tidak diproduksi dengankonsep yang ramah lingkungan.Gerakan TIK Hijau perlu dicanangkan secara nasional di Indonesia. Hanya perlu diperhatikan padapenggalakan TIK Hijau ini agar tidak berefek negatif pada Industri nasional. Yaitu misalkan dengankeluarnya biaya-biaya yang akhirnya akan menurunkan daya saing produk Indonesia.Sehingga diperlukan konsep TIK hijau yang cocok dengan keadaan sosio-ekonomi Indonesia. Danini merupakan tugas Pemerintah, Industri, Akademisi dan masyarakat untuk membuat konsep danmelaksanakannya di masa mendatang.
  31. 31. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 29Bab 1 - Tren TIK
  32. 32. Bab 1 - Tren TIK30 Komunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 2010
  33. 33. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 31Bab 1 - Tren TIKBAB 2KONDISI KOMINFOINDONESIASAAT INI
  34. 34. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 20103222222222222
  35. 35. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 332.1 INFRASTRUKTUR DAN PENGGUNAAN TIKGambar 2.1 Jaringan Telepon Tetap Kabel dan Nirkabel05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.00035.000.00040.000.00045.000.00050.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Tetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Dalam kurun 2004-2009, kapasitas terpasangjaringan tetap kabelcenderung tidak mengalamipeningkatan yang berartiyaitu rata-rata 4% setiaptahunnya. Sedangkankapasitas terpasang jaringantelepon tetap nirkabelmeningkat pesat terutamaantara tahun 2008 dan 2009.Rata-rata peningkatankapasitas terpasang jaringantetap nirkabel sebesar 41%.05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.0002005 2006 2007 2008 2009Perkembangan Pelanggan Jaringan Telepontetap LokalTetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Gambar 2.2Perkembangan Jumlah Pelanggan Jaringan TeleponTetap Kabel dan Jaringan Telepon TetapNirkabel, 2005-2009Selama kurun 2005-2009, jumlah pelanggantelepon tetap kabelmengalami penurunan rata-rata 0,67% setiaptahunnya, sedangkanpelanggan telepon tetapnirkabel mengalamipertumbuhan yang cukuppesat , yaitu 34%. Trenpertumbuhan telepon tetapkabel menunjukkan polapertumbuhan eksponensial.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.1 Jaringan Telepon Tetap Kabel dan Nirkabel05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.00035.000.00040.000.00045.000.00050.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Tetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Dalam kurun 2004-2009, kapasitas terpasangjaringan tetap kabelcenderung tidak mengalamipeningkatan yang berartiyaitu rata-rata 4% setiaptahunnya. Sedangkankapasitas terpasang jaringantelepon tetap nirkabelmeningkat pesat terutamaantara tahun 2008 dan 2009.Rata-rata peningkatankapasitas terpasang jaringantetap nirkabel sebesar 41%.05.000.00010.000.00015.000.00020.000.00025.000.00030.000.0002005 2006 2007 2008 2009Perkembangan Pelanggan Jaringan Telepontetap LokalTetap Kabel Tetap NirkabelPoly. (Tetap Nirkabel)Gambar 2.2Perkembangan Jumlah Pelanggan Jaringan TeleponTetap Kabel dan Jaringan Telepon TetapNirkabel, 2005-2009Selama kurun 2005-2009, jumlah pelanggantelepon tetap kabelmengalami penurunan rata-rata 0,67% setiaptahunnya, sedangkanpelanggan telepon tetapnirkabel mengalamipertumbuhan yang cukuppesat , yaitu 34%. Trenpertumbuhan telepon tetapkabel menunjukkan polapertumbuhan eksponensial.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.1 Jaringan Telepon Tetap Kabel dan NirkabelSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Gambar 2.2 Perkembangan Jumlah Pelanggan JaringanTelepon Tetap Kabel dan Jaringan Telepon TetapNirkabel, 2005-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Dalam kurun 2004-2009,kapasitas terpasang jaringantetap kabel cenderung tidakmengalami peningkatan yangberarti yaitu rata-rata 4%setiap tahunnya. Sedangkankapasitas terpasang jaringantelepon tetap nirkabelmeningkat pesat terutamaantara tahun 2008 dan2009. Rata-rata peningkatankapasitas terpasang jaringantetap nirkabel sebesar 41%Selama kurun 2005-2009,jumlah pelanggan telepon tetapkabel mengalami penurunanrata-rata 0,67% setiap tahun-nya, sedangkan pelanggantelepon tetap nirkabel me-ngalami pertumbuhan yangcukup pesat, yaitu 34%. Trenpertumbuhan telepon tetapkabel menunjukkan pola per-tumbuhan eksponensial.TELEKOMUNIKASI
  36. 36. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201034Sumber: PODES BPS 2005, 20080%10%20%30%40%50%60%70%05.00010.00015.00020.00025.00030.000Desa dengan Telepon Kabel 2005 Desa dengan Telepon Kabel 2008Persentase 2005 Persentase 2008Gambar 2.3Sebaran Desa di Wilayah Indonesia denganfasilitas Telepon Kabel, 2005 dan 2008Pada tahun 2005, Jumlahdesa yang memiliki fasilitastelepon kabel adalah 24.257desa atau 34,68% dari totaldesa Indonesia. Tiga tahunkemudian (2008) bertambahmenjadi 24.701 desa(32,76%). Desa yang beradadi wilayah Jawa palingbanyak memiliki infrastrukturtelepon kabel, kemudianmenyusul wilayahSumatera, Sulawesi, Bali danNusa TenggaraTimur, Kalimantan dan Papuadan Maluku.0%20%40%60%80%100%010.00020.00030.00040.00050.00060.000Desa dengan sinyal selular 2005 Desa dengan sinyal selular 2008Persentase desa 2005 Persentase desa 2008Gambar 2.4Sebaran Desa di Wilayah Indonesia dengan SinyalSelular, 2005 & 2008Sumber : PODES 2005, 2008, Badan Pusat Statistik, diolahuntuk kebutuhan indikator TIKWilayah Jawa merupakanwilayah dengan desapenerima sinyal selularterbanyak dibandingkandengan wilayah lain diIndonesia, kemudianmenyusul wilayah Sumateradan Sulawesi. Peningkatanjumlah desa penerima sinyalselular yang paling signifikanterjadi di wilayahKalimantan. Tahun 2005persentase Desa Kalimantanyang terjangkau sinyal selulerhanya 5% dari seluruh desadi Kalimantan, kemudianpada tahun 2008 meningkatmenjadi 82%.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat in0%20%40%60%80%100%010.00020.00030.00040.00050.00060.000Desa dengan sinyal selular 2005 Desa dengan sinyal selular 2008Persentase desa 2005 Persentase desa 2008Gambar2.3 Sebaran Desa di Wilayah Indonesia dengan fasilitasTelepon Kabel, 2005 dan 2008Sumber: PODES BPS 2005, 2008Gambar 2.4 Sebaran Desa di Wilayah Indonesia dengan SinyalSelular, 2005 & 2008Sumber : PODES 2005, 2008, Badan Pusat Statistik, diolah untuk kebutuhanindikator TIKPada tahun 2005, Jumlahdesa yang memiliki fasilitastelepon kabel adalah 24.257desa atau 34,68% daritotal desa Indonesia. Tigatahun kemudian (2008)bertambah menjadi 24.701desa (32,76%). Desa yangberada di wilayah Jawapaling banyak memilikiinfrastruktur telepon kabel,kemudian menyusul wilayahSumatera, Sulawesi, Balidan Nusa Tenggara Timur,Kalimantan, Papua danMaluku.Wilayah Jawa merupakanwilayah dengan desapenerima sinyal selularterbanyak dibandingkandengan wilayah lain diIndonesia, kemudian me-nyusul wilayah Sumateradan Sulawesi. Peningkatanjumlah desa penerimasinyal selular yang palingsignifikan terjadi di wilayahKalimantan. Tahun 2005persentase Desa Kalimantanyang terjangkau sinyalseluler hanya 5% dariseluruh desa di Kalimantan,kemudian pada tahun 2008meningkat menjadi 82%.
  37. 37. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 35Gambar 2.5 Distribusi Telepon Kabel dan Telepon Bergerakberdasarkan Pulau, 2008Gambar 2.6 Distribusi Jaringan Telepon Tetap Kabeldalam Rumah Tangga Indonesia, 2006-2008Sumber : Susenas 2008, Badan Pusat Statistik Catatan: minimum 1,HP** termasuk telepon lokal nirkabel (FWA) dan telepon selularGambar 2.5Distribusi Telepon Kabel dan Telepon Bergerakberdasarkan Pulau, 2008Sumber: Susenas 2008, Badan Pusat StatistikCatatan: minimum 1, HP** termasuk telepon lokal nirkabel(FWA) dan telepon selularDistribusi telepon kabeldan telepon bergerak(HP) berdasarkanwilayah di Indonesiamemperlihatkan, sebagian besar distribusikepemilikan teleponkabel (84,79%) maupuntelepon bergerak(81,57%) berada diwilayah Jawa danwilayahSumatera, sisanyatersebar di wilayahSulawesi, Kalimantan, Bali Nusa Tenggara danMaluku Papua.0%2%4%6%8%10%12%14%16%2006 2007 2008Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; BadanPusat StatistikGambar 2.6Distribusi Jaringan Telepon Tetap Kabel dalamRumah Tangga Indonesia, 2006-2008Dalam periode 2006-2007, rata-ratapersentase rumah tangga Indonesiayang memilki jaringan telepon kabeladalah 12% dari seluruh rumah tanggaIndonesia. Tahun 2007 terjadipeningkatan pemilikan jaringantelepon sebesar 1,5%, namun padatahun 2008 menurun sebesar 1%.Wilayah Jawa merupakan wilayahdengan persentase rumah tanggapemilik jaringan telepon terbesardibandingkan dengan wilayah lainnya.Selanjutnya disusul oleh wilayahKalimantan, Sulawesi dan Sumatera.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniDalam periode 2006-2007, rata-rata persentase rumah tanggaIndonesia yang memilki jaringantelepon kabel adalah 12% dariseluruh rumah tangga Indonesia.Tahun 2007 terjadi peningkatanpemilikan jaringan teleponsebesar 1,5%, namun pada tahun2008 menurun sebesar 1%.Wilayah Jawa merupakan wilayahdengan persentase rumah tanggapemilik jaringan telepon terbesardibandingkan dengan wilayahlainnya. Selanjutnya disusul olehwilayah Kalimantan, Sulawesidan Sumatera.Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; Badan Pusat StatistikDistribusi telepon kabeldan telepon bergerak (HP)berdasarkan wilayah diIndonesiamemperlihatkan,sebagian besar distribusikepemilikan telepon ka-bel (84,79%) maupuntelepon bergerak (81,57%)berada di wilayah Jawadan wilayah Sumatera,sisanya tersebar di wilayahSulawesi, Kalimantan, BaliNusa Tenggara dan MalukuPapua.
  38. 38. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201036050.000.000100.000.000150.000.000200.000.000250.000.000300.000.0002007200820092010*2007200820092010*Terpasang TersambungTelkomsel Indosat Excelkomindo LainnyaGambar 2.7Kapasitas Terpasang dan Tersambung JaringanTelepon BergerakPada kurun 2007-2009, pertumbuhan kapasitastelepon tersambung antarprovider berbeda-beda.Telkomsel dan Excelkomindomengalami pertumbuhan positifterhadap kapasitas telepontersambung yaitu 18% dan21%. Selanjutnya Indosatmemiliki pertumbuhan rata-ratasekitar 13% setahun.020.000.00040.000.00060.000.00080.000.000100.000.000120.000.000140.000.000160.000.000180.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Telkomsel Indosat ExcelkomindoGambar 2.8Perkembangan Pelanggan Jaringan TeleponbergerakPada tahun 2004, Telkomsel memilikipelanggan terbanyak dibandingkandengan provider lainnya yaitu sekitar16 juta pelanggan. Dalam kurun 2004-2010 semester 1, pertumbuhanpelanggan Telkomsel rata-rata 23%.Indosat dan Excekomindo merupakanprovider kedua dan ketiga yang palingbanyak dipilih pelanggan. Selama limatahun terakhir, walaupun jumlahpelanggan Indosat menurun terutamapada tahun 2009, tetapi Indosat tetapmengalami pertumbuhan dengan rata-rata 19%. Selanjutnya, jumlahpelanggan Excelkomindo mengalamipertumbuhan setiap tahunnya denganrata-rata 21%.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saatSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009050.000.000100.000.000150.000.000200.000.000250.000.000300.000.0002007200820092010*2007200820092010*Terpasang TersambungTelkomsel Indosat Excelkomindo LainnyaGambar 2.7Kapasitas Terpasang dan Tersambung JaringanTelepon BergerakPada kurun 2007-2009, pertumbuhan kapasitastelepon tersambung antarprovider berbeda-beda.Telkomsel dan Excelkomindomengalami pertumbuhan positifterhadap kapasitas telepontersambung yaitu 18% dan21%. Selanjutnya Indosatmemiliki pertumbuhan rata-ratasekitar 13% setahun.020.000.00040.000.00060.000.00080.000.000100.000.000120.000.000140.000.000160.000.000180.000.0002004 2005 2006 2007 2008 2009Telkomsel Indosat ExcelkomindoGambar 2.8Perkembangan Pelanggan Jaringan TeleponbergerakPada tahun 2004, Telkomsel memilikipelanggan terbanyak dibandingkandengan provider lainnya yaitu sekitar16 juta pelanggan. Dalam kurun 2004-2010 semester 1, pertumbuhanpelanggan Telkomsel rata-rata 23%.Indosat dan Excekomindo merupakanprovider kedua dan ketiga yang palingbanyak dipilih pelanggan. Selama limatahun terakhir, walaupun jumlahpelanggan Indosat menurun terutamapada tahun 2009, tetapi Indosat tetapmengalami pertumbuhan dengan rata-rata 19%. Selanjutnya, jumlahpelanggan Excelkomindo mengalamipertumbuhan setiap tahunnya denganrata-rata 21%.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Pada kurun 2007-2009,pertumbuhan kapasitastelepon tersambung antarprovider berbeda-beda.Telkomsel dan Excelkomindomengalami pertumbuhanpositif terhadap kapasitastelepon tersambung yaitu18% dan 21%. SelanjutnyaIndosat memiliki pertum-buhan rata-rata sekitar 13%setahun.Gambar 2.7 Kapasitas Terpasang dan Tersambung JaringanTelepon BergerakGambar 2.8 Perkembangan Pelanggan Jaringan TeleponbergerakSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Pada tahun 2004, Telkomselmemiliki pelanggan terbanyakdibandingkan dengan provi-der lainnya yaitu sekitar16 juta pelanggan. Dalamkurun 2004-2010 semester1, pertumbuhan pelangganTelkomsel rata-rata 23%.Indosat dan Excelkomindomerupakan provider keduadan ketiga yang palingbanyak dipilih pelanggan.Selama lima tahun terakhir,walaupun jumlah pelangganIndosat menurun terutamapada tahun 2009, tetapiIndosat tetap mengalamipertumbuhan dengan rata-rata 19%. Selanjutnya, jumlahpelanggan Excelkomindo me-ngalami pertumbuhan setiaptahunnya dengan rata-rata21%.
  39. 39. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 37Berbeda dengan telepon tetapkabel, perkembangan teleponselular dalam rumah tanggadi Indonesia dalam kurun2006-2008 memperlihatkanpeningkatan. Rasio RT dengantelepon selular terhadapseluruh RT di Indonesiameningkat dari 24,60%pada tahun 2006 menjadi52,60% pada tahun 2008.Hal ini juga terjadi di seluruhwilayah. Wilayah Kalimantanmerupakan wilayah denganrasio tertinggi sejak tahun2006 hingga 2008, diikutiwilayah Sumatera dan Jawa.0%10%20%30%40%50%50%60%60%60%70%70%70%2006 2007 20081,41,451,51,551,61,651,71,751,81,851,920072008Gambar 2.9 Distribusi Jaringan Telepon Selular dalamRumah Tangga Indonesia, 2006-2008Gambar 2.10 Distribusi kepemilikan nomor telepon selularRumah Tangga Indonesia, 2007-2008Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; Badan Pusat StatistikPada tahun 2007-2008, setiapRT Indonesia memiliki lebihdari satu nomor telepon selular(GSM/CDMA) yaitu denganrata-rata 1,65. Kepemilikannomor telepon selular terusmeningkat, hal tersebutterjadi di RT diseluruh wilayahIndonesia. Wilayah Maluku danPapua adalah wilayah yangmempunyai jumlah nomortelepon selular per rumahtangga tertinggi diikuti olehpulau Kalimantan, Jawa dansumatera.Sumber: Susenas 2006, 2007, 2008; Badan Pusat Statistik
  40. 40. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201038Gambar 2.11 Sebaran Desa Berdering (USO) di seluruh propinsi di Indonesia0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%NADSumutSumbarRiauKepriJambiBabelBengkuluSumselLampungBantenJabarJatengDIYogyakartaJatimBaliNTBNTTKalbarKaltengKaltimKalselSulselSulbarSultengSultraSulutGorontaloMalukuMalukuUtaraIrjabarPapuaTarget terhadap total Desa On air terhadap total desa Pencapaian Targetsumber: POSTEL dari Telkomsel dan ICON+ ; per Juli 2010USO (Universal Service Obligation) merupakan program penyediaan jasa aksestelekomunikasi dan informatika pedesaan. Program tersebut dilaksanakan berdasarkanPeraturan Menteri Kominfo No. 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang KewajibanPelayanan Universal Telekomunikasi dengan tujuan mengatasi ketersediaantelekomunikasi pedesaan untuk ribuan desa di seluruh Indonesia.Gambar 2.11 menunjukkan perkembangan program tersebut hingga kuartal 2 tahun2010. Target terhadap total desa merupakan persentase jumlah desa target terhadaptotal desa di setiap provinsi. Desa on air merupakan desa yang sudah tersambungdengan akses telepon dan garis pada grafik menunjukkan pencapaian target yangmerupakan persentase desa yang sudah on air terhadap desa target. Pada gambartersebut terlihat bahwa perkembangan desa berdering masih belum merata di seluruhwilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian timur. Hal ini disebabkan persentasepencapaian target desa berdering terhadap total desa masih sangat rendah. Keadaantersebut juga terjadi di Kepulauan Riau dan provinsi Sumatera Selatan.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.11 Sebaran Desa Berdering (USO) di seluruh propinsi di IndonesiaSumber: POSTEL dari Telkomsel dan ICON+ ; per Juli 2010USO (Universal Service Obligation) merupakan program penyediaan jasa akses telekomunikasidan informatika pedesaan. Program tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan MenteriKominfo No.32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Kewajiban Pelayanan UniversalTelekomunikasi dengan tujuan mengatasi ketersediaan telekomunikasi pedesaan untuk ribuandesa diseluruh Indonesia. Gambar 2.11 menunjukkan perkembangan program tersebut hinggakuartal 2 tahun 2010. Target terhadap total desa merupakan persentase jumlah desa targetterhadap total desa disetiap propinsi. Desa on air merupakan desa yang sudah tersambungdengan akses telepon dan garis pada grafik menunjukkan pencapaian target yang merupakanpersentase desa yang sudah on air terhadap desa target. Pada gambar tersebut terlihat bahwaperkembangan desa berdering masih belum merata diseluruh wilayah Indonesia, terutamaIndonesia bagian timur. Hal ini disebabkan persentase pencapaian target desa berderingterhadap total desa masih sangat rendah. Keadaan tersebut juga terjadi di Kepulauan Riaudan provinsi Sumatera Selatan.
  41. 41. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 39USO (Universal Service Obligation) adalah program penyediaan jasa akses telekomunikasidan informatika pedesaan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo No.32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi. Programtersebut akan mengatasi ketersediaan telekomunikasi pedesaan untuk ribuan desa di seluruhIndonesia. Pelaksanaan program USO akan mencakup berdering (berbasis voice) untuk 31.800desa (untuk desa berdering / berbasis suara), dan 5.748 desa ibukota kecamatan (untuk desapintar / berbasis internet). Sebagai informasi, capaian desa pintar dengan target sebanyak4.218; September 2010 sebesar 1.400; Oktober 2010 sebesar 2.109; Nopember 2010 sebesar4.218; dan Desember 2010 sebesar 5.748 atau 136 %.Sedangkan desa berdering pada September 2010 sebesar 26.039 desa; Oktober 27.364desa; Nopember 29.510 desa; dan Desember 31.800 desa atau 100%. Program USO inisepenuhnya dilakukan oleh sejumlah penyelenggara telekomunikasi yang telah dinyatakansebagai pemenang tender secara terbuka, obyektif dan transparan. USO sangat bermanfaatuntuk: Memungkinkan adanya ketersediaan dan keterhubungan akses telekomunikasi bagiseluruh pelosok daerah di Indonesia, baik untuk layanan telekomunikasi berbasis suara(voice) maupun berbasis internet. Ketersediaan fasilitas dan akses telekomunikasi di seluruhdaerah akan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, investasi dan perdagangan. USO jugamerupakan bentuk penyediaan fasilitas dan akses telekomunikasi juga akan berkontribusibagi program E-Government, E-Education, E-Health dan berbagai layanan publik lainnya.USOGambar 2.12 Sebaran Rencana Proyek USO
  42. 42. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201040Sumber: POSTELGambar 2.13 Infrastruktur Backbone serat optik di IndonesiaGambar 2.14 memperlihatkan bahwa infrastruktur backbone serat optik masih belummerata di seluruh wilayah Indonesia. 65,2% dari total infrastruktur menjangkau wilayahJawa, diikuti oleh wilayah Sumatera (20,31%) dan Kalimantan (6,13%). Sedangkan padawilayah Indonesia timur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) masih belum terjangkauinfrastrutur ini, maka Depkominfo telah melaksanakan program Palapa Ring pada tahun2010 untuk meningkatkan jangkauan backbone serat optik di wilayah tersebut.Gambar 2.13 Infrastruktur Backbone serat optik di IndonesiaGambar 2.14 memperlihatkan bahwa infrastruktur backbone serat optik masih belum meratadi seluruh wilayah Indonesia. 65,2% dari total infrastruktur menjangkau wilayah Jawa, diikutioleh wilayah Sumatera (20,31%) dan Kalimantan (6,13%). Sedangkan pada wilayah Indonesiatimur (Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) masih belum terjangkau infrastruktur ini, makaDepkominfo telah melaksanakan program Palapa Ring pada tahun 2010 untuk meningkatkanjangkauan backbone serat optik di wilayah tersebut.Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akanmenjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengantotal panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer dan kabel di daratan adalah 21.807kilometer.Pada tahun 2008 sudah dimulai pembangunan serat optik di kawasan Indonesia timursepanjang 10.000 kilometer dan menelan biaya Rp. 4 triliunBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat inSumber : ITUPalapa Ring adalah suatu proyekpembangunan jaringan serat optiknasional yang akan menjangkausebanyak 33 provinsi, 440kota/kabiupaten di seluruh Indonesiadengan total panjang kabel lautmencapai 35.280 kilometer dan kabel didaratan adalah 21.807 kilometer.Pada tahun 2008 sudah dimulaipembangunan serat optik di kawasanIndonesia timur sep[anjang 10.000kilometer dan menelan biaya Rp. 4triliun0 5000 10000 15000SumatraJawaNTTKalimantanSulawesiMalukuPapuaPanjang FO (KM)Gambar 2.14 Panjang FO Tiap WilayahGambar 2.14 Panjang FO Tiap Wilayah
  43. 43. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 41Sumber: TelkomGambar 2.15 Backbone jaringan satelit yang diselenggarakan oleh PT TELKOMSecara umum backbone jaringan satelit telah menjangkau seluruh wilayah Indonesiabaik di wilayah Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber : ITUPalapa Ring adalah suatu proyekpembangunan jaringan serat optiknasional yang akan menjangkausebanyak 33 provinsi, 440kota/kabiupaten di seluruh Indonesiadengan total panjang kabel lautmencapai 35.280 kilometer dan kabel didaratan adalah 21.807 kilometer.Pada tahun 2008 sudah dimulaipembangunan serat optik di kawasanIndonesia timur sep[anjang 10.000kilometer dan menelan biaya Rp. 4triliun0 5000 10000 15000SumatraJawaNTTKalimantanSulawesiMalukuPapuaPanjang FO (KM)Gambar 2.14 Panjang FO Tiap WilayahSecara umum backbone jaringan satelit telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia baik diwilayah Indonesia bagian barat maupun Indonesia bagian timur.Gambar 2.15 Backbone jaringan satelit yang diselenggarakan oleh PT TELKOM
  44. 44. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201042Palapa RingPalapa Ring adalah jaringan cincin serat optik kabel bawah laut dan darat yang dibangunsebagai tulang punggung (backbone) yang menyambungkan pulau-pulau besar dan utamadi seluruh Indonesia.Jaringan ini akan mengatasi ketersediaan koneksi komunikasi, sekaligussolusi bagi kecepatan akses data. Proyek Palapa Ring telah selesai sepanjang 42.470km, yangmenghubungkan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB dan NTT. Kemudian akanditeruskan ke Maluku dan Papua (sisa 10.000 km lagi). Pembangunan Palapa Ring dilakukanoleh suatu konsorsium swasta. Untuk mengatasinya, sedang disusun kebijakan stimulus DanaTIK, yang harus disusun sesuai Inpres No. 1 Tahun 2010, dengan sumber pendanaan darikontribusi USO.Gambar 2.16 Sebaran perencanaan program Palapa RingDana TIK dimanfaatkan untuk mempercepat perwujudan Indonesia Connected, dimana PalapaRing akan bermanfaat bagi peningkatan prosentasi daerah yang terakses telepon dan internetpedesaan, ibukota provinsi dengan akses FO (Fiber Optic), NIX (National Internet Exchange)serta IIX (International Internet Exchange), dan keterhubungan seluruh ibukota kabupaten/kota dengan fasilitas pita-lebar. Palapa Ring merupakan program unggulan penyediaaninfrastruktur telekomunikasi, yang sejalan dengan program USO, BWA dan desa informasi.Seperti halnya pembangunan infrastruktur lainnya, Palapa Ring akan berdampak konstruktifbagi pertumbuhan ekonomi.
  45. 45. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 430204060801001201401601802002005 2006 2007 2008 2009ISP NAP ITKP SKDGambar 2.17Jumlah Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Gambar 2.17, menunjukkan bahwatotal penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun.Terdapat empat kelompok jasamultimedia yaitu Penyedia layananinternet (ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Jumlah penyelenggara jasa komunikasimasih didominasi oleh ISP diikuti olehNAP dan ITKP. Jumlah penyelenggaraketiganya meningkat signifikan sejaktahun 2008.2008 2009Jasmul danJarTap/JarBer16,30% 15,90%ISP dan JasaMutimedia lain4,60% 4,30%ISP dan NAP 5,10% 4,80%Siskomdat 1,00% 1,40%ITKP 3,10% 2,90%NAP 5,10% 5,30%ISP 64,80% 65,40%0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%Gambar 2.18 Komposisi PenyelenggaraMultimedia berdasarkan jenis ijin 2008-2009Total penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun(POSTEL, 2010). Terdapat empatkelompok jasa multi media yaituPenyedia layanan internet(ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Berdasarkan gambar 2.16, terlihat65,4% dari seluruh ijinpenyelenggaraan jasa multimediapada tahun 2009 adalah ISP murni.Dan sebagian ISP juga memiliki ijinjasa penyelenggaraan lainnya, sepertidikombinasikan dengan NAP dan JasaMultimedia lainnya.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 20090204060801001201401601802002005 2006 2007 2008 2009ISP NAP ITKP SKDGambar 2.17Jumlah Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Gambar 2.17, menunjukkan bahwatotal penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun.Terdapat empat kelompok jasamultimedia yaitu Penyedia layananinternet (ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Jumlah penyelenggara jasa komunikasimasih didominasi oleh ISP diikuti olehNAP dan ITKP. Jumlah penyelenggaraketiganya meningkat signifikan sejaktahun 2008.2008 2009Jasmul danJarTap/JarBer16,30% 15,90%ISP dan JasaMutimedia lain4,60% 4,30%ISP dan NAP 5,10% 4,80%Siskomdat 1,00% 1,40%ITKP 3,10% 2,90%NAP 5,10% 5,30%ISP 64,80% 65,40%0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%Gambar 2.18 Komposisi PenyelenggaraMultimedia berdasarkan jenis ijin 2008-2009Total penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% per tahun(POSTEL, 2010). Terdapat empatkelompok jasa multi media yaituPenyedia layanan internet(ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Berdasarkan gambar 2.16, terlihat65,4% dari seluruh ijinpenyelenggaraan jasa multimediapada tahun 2009 adalah ISP murni.Dan sebagian ISP juga memiliki ijinjasa penyelenggaraan lainnya, sepertidikombinasikan dengan NAP dan JasaMultimedia lainnya.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.17, menunjukkan bahwatotal penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% pertahun.Terdapat empat kelompok jasamultimedia yaitu Penyedia layananinternet (ISP), Penyedia akses jaringan(NAP), Internet Teleponi untukKeperluan Publik (ITKP) dan SistemKomunikasi Data (Siskomdat/SKD).Jumlah penyelenggara jasa komunikasimasih didominasi oleh ISP diikuti olehNAP dan ITKP. Jumlah penyelenggaraketiganya meningkat signifikan sejaktahun 2008.Gambar 2.17 Jumlah Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Total penerbitan ijin jasa multimediameningkat rata-rata 2,8% pertahun(POSTEL, 2010). Terdapat empatkelompok jasa multimedia yaituPenyedia layanan internet (ISP),Penyedia akses jaringan (NAP), InternetTeleponi untuk Keperluan Publik(ITKP) dan Sistem Komunikasi Data(Siskomdat/SKD). Berdasarkan gambar2.16, terlihat 65,4% dari seluruh ijinpenyelenggaraan jasa multimediapada tahun 2009 adalah ISP murni.Dan sebagian ISP juga memiliki ijinjasa penyelenggaraan lainnya, sepertidikombinasikan dengan NAP dan JasaMultimedia lainnya.Gambar 2.18 Komposisi Penyelenggara Multimediaberdasarkan jenis ijin 2008-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009
  46. 46. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201044Gambar 2.19Jumlah Pelanggan ISP menurut wilayahTahun 2008-200902000004000006000008000001000000120000014000001600000180000020000002008 2009Jumlah pelanggan ISP pa2009 meningkat 12% dtahun sebelumnya. Wilamerupakan wilayahjumlah pelanggan ISPbanyak, yaitu mencapaipelanggan. Angka ini mkenaikan sebesar 32% dtahun sebelumnya. Kdiikuti oleh wilayah Sdengan 270 ribu peSecara total pada2009, jumlah pelangmencapai 1,9 juta pelangGambar 2.20 Komposisi pelanggan ISPberdasarkan teknologi akses akses di setiapwilayah0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%DSL Dial Up Broadband lain Leased lineSebagian besar (65%)ISP Indonesia meteknologi aksesDSL, kecuali di wilayadan Papuamenggunakan teknologBab 2. Kondisi KominSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.19Jumlah Pelanggan ISP menurut wilayahTahun 2008-200902000004000006000008000001000000120000014000001600000180000020000002008 2009Jumlah pelanggan ISP pada tahun2009 meningkat 12% dibandingtahun sebelumnya. Wilayah Jawamerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ISP palingbanyak, yaitu mencapai 1,3 jutapelanggan. Angka ini mengalamikenaikan sebesar 32% dibandingtahun sebelumnya. Kemudiandiikuti oleh wilayah Sumateradengan 270 ribu pelanggan.Secara total pada tahun2009, jumlah pelanggan ISPmencapai 1,9 juta pelanggan.Gambar 2.20 Komposisi pelanggan ISPberdasarkan teknologi akses akses di setiapwilayah0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%100%DSL Dial Up Broadband lain Leased lineSebagian besar (65%) pelanggaISP Indonesia menggunakateknologi akses dengaDSL, kecuali di wilayah Malukdan Papua mayoritamenggunakan teknologi Dial up.Bab 2. Kondisi Kominfo IndoneSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem II 2009Gambar 2.19 Jumlah Pelanggan ISP menurut wilayah Tahun2008-2009Sumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Gambar 2.20 Komposisi pelanggan ISP berdasarkanteknologi akses akses disetiap wilayahSumber: Buku Data Statistik POSTEL Sem. II 2009Jumlah pelanggan ISP pada tahun2009 meningkat 12% dibandingtahun sebelumnya. WilayahJawa merupakan wilayah denganjumlah pelanggan ISP palingbanyak, yaitu mencapai 1,3 jutapelanggan. Angka ini mengalamikenaikan sebesar 32% dibandingtahun sebelumnya. Kemudiandiikuti oleh wilayah Sumateradengan 270 ribu pelanggan.Secara total pada tahun 2009,jumlah pelanggan ISP mencapai1,9 juta pelanggan.Sebagian besar (65%) pelangganISP Indonesia menggunakanteknologi akses dengan DSL,kecuali di wilayah Maluku danPapua mayoritas menggunakanteknologi Dial up.
  47. 47. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 458.171.2576.682.280975.015304.724135.161 42.192 31.88501.000.0002.000.0003.000.0004.000.0005.000.0006.000.0007.000.0008.000.0009.000.000itkp 2009Gambar 2.21 Jumlah Pelanggan ITKPmenurut wilayah Tahun 2009Sumber : PostelGambar 2.21 menunjukkanjumlah pelanggan ITKP (InternetTeleponi Komunikasi Publik).Secara total terdapat sekitar 8juta pelanggan di Indonesia, ¾dari total pelanggan berada diwilayah Jawa, yaitu sekitar 6,6juta pelanggan, diikuti olehwilayah Sumatera, Kalimantankemudian Sulawesi. SedangkanMaluku dan Papua serta wilayahBali dan Nusa Tenggaramerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ITKP yangpaling sedikit.Sumber: PANDI, 2010Gambar 2.22 Perkembangan Jumlah domain.id05.00010.00015.00020.00025.0002005 2006 2007 2008 2009 2010co.idweb.idsch.idor.idgo.idac.idnet.idmil.idSelama 2005-2010, rata-ratapertumbuhan domain.id sekitar12%. Dalam kurun waktutersebut sub domain yangpaling signifikanpertumbuhannya adalah co.idyaitu sebesar 20%. Domainweb.id yang merupakan subdomain tertinggi keduamengalami fluktuasi dalampertumbuhannya. Sedangkanmil.id merupakan sub domainyang sangat kecilpertumbuhannya selama limatahun terakhirBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat ini8.171.2576.682.280975.015304.724135.161 42.192 31.885itkp 2009mbar 2.21 Jumlah Pelanggan ITKPmenurut wilayah Tahun 2009: PostelGambar 2.21 menunjukkanjumlah pelanggan ITKP (InternetTeleponi Komunikasi Publik).Secara total terdapat sekitar 8juta pelanggan di Indonesia, ¾dari total pelanggan berada diwilayah Jawa, yaitu sekitar 6,6juta pelanggan, diikuti olehwilayah Sumatera, Kalimantankemudian Sulawesi. SedangkanMaluku dan Papua serta wilayahBali dan Nusa Tenggaramerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ITKP yangpaling sedikit.Sumber: PANDI, 2010Gambar 2.22 Perkembangan Jumlah domain.id05.00010.00015.00020.00025.0002005 2006 2007 2008 2009 2010co.idweb.idsch.idor.idgo.idac.idnet.idmil.ida 2005-2010, rata-ratambuhan domain.id sekitarDalam kurun waktubut sub domain yangsignifikanmbuhannya adalah co.idsebesar 20%. Domaind yang merupakan subn tertinggi keduaalami fluktuasi dalammbuhannya. Sedangkanmerupakan sub domainsangat kecilmbuhannya selama limaterakhirBab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.21 Jumlah Pelanggan ITKP menurut wilayahTahun 2009Gambar 2.21 menunjukkanjumlah pelanggan ITKP (InternetTeleponi Komunikasi Publik).Secara total terdapat sekitar8 juta pelanggan di Indonesia,¾ dari total pelanggan beradadi wilayah Jawa, yaitu sekitar6,6 juta pelanggan, diikuti olehwilayah Sumatera, Kalimantankemudian Sulawesi. SedangkanMaluku dan Papua sertawilayah Bali dan Nusa Tenggaramerupakan wilayah denganjumlah pelanggan ITKP yangpaling sedikit.Selama 2005 - 2010, rata-ratapertumbuhan domain .id sekitar12%. Dalam kurun waktutersebut subdomain yang palingsignifikan pertumbuhannyaadalah co.id yaitu sebesar20%. Domain web.id yangmerupakan subdomain tertinggikedua mengalami fluktuasidalam pertumbuhannya.Sedangkan mil.id merupakansubdomain yang sangat kecilpertumbuhannya selama limatahun terakhirGambar 2.22 Perkembangan Jumlah domain.idSumber : PostelSumber: PANDI, 2010
  48. 48. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201046Gambar 2.23 Kepemilikan komputer dalam RTIndonesia0%1%2%3%4%5%6%7%8%9%10%2006 2007 2008Sumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikSejak tahun2008, kepemilikan kompurumah tangga Indmengalami peningkatansignifikan. Pada tahunkepemilikan komputer ditangga Indonesia sekitakemudian mengalami kemenjadi 6% pada tahun 208% di tahun 2008.Bila dibandingkan berdawilayah diIndonesia, tingkat kepekomputer dalam RT di wilayapaling tinggi, diikuti olehKalimantan. Sedangkantimur Indonesia memilikikepemilikan yang paling keciSumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat Statistik0%2%4%6%8%10%12%2007 2008Gambar 2.24Sebaran Rumah Tangga Indonesia yang memiliki aksesInternet, 2007-2008Selama kurun 2007-2008,Internet dalam rumahIndonesia mengalami kenaikcukup signifikan. Pada2007, persentase rumahIndonesia yang sudah memilinternet adalah 5,58%. Selapada tahun 2008 mepeningkatan menjadi 8,56%.sejak tahun 2007, Jawamemiliki persentase tertingsebesar 6,65% dan mmenjadi 9,95% pada tahunPeningkatan ini juga terjadi dilainnya, termasuk di wilayahdan Papua.Bab 2. Kondisi Kominfo IndoGambar 2.23 Kepemilikan komputer dalam RTIndonesia0%1%2%3%4%5%6%7%8%9%10%2006 2007 2008Sumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikSejak tahun2008, kepemilikan kompurumah tangga Indmengalami peningkatansignifikan. Pada tahunkepemilikan komputer ditangga Indonesia sekitarkemudian mengalami kemenjadi 6% pada tahun 2008% di tahun 2008.Bila dibandingkan berdawilayah di sIndonesia, tingkat kepemkomputer dalam RT di wilayapaling tinggi, diikuti oleh wKalimantan. Sedangkan wtimur Indonesia memiliki tkepemilikan yang paling kecilSumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat Statistik0%2%4%6%8%10%12%2007 2008Gambar 2.24Sebaran Rumah Tangga Indonesia yang memiliki aksesInternet, 2007-2008Selama kurun 2007-2008,Internet dalam rumahIndonesia mengalami kenaikacukup signifikan. Pada2007, persentase rumahIndonesia yang sudah memilikinternet adalah 5,58%. Selapada tahun 2008 mepeningkatan menjadi 8,56%. Tsejak tahun 2007, Jawamemiliki persentase tertinggsebesar 6,65% dan memenjadi 9,95% pada tahunPeningkatan ini juga terjadi dilainnya, termasuk di wilayahdan Papua.Bab 2. Kondisi Kominfo IndoSejak tahun 2006 - 2008,kepemilikan komputer di rumahtangga Indonesia mengalamipeningkatan yang signifikan.Pada tahun 2006 kepemilikankomputer di rumah tanggaIndonesia sekitar 4% kemudianmengalami kenaikan menjadi6% pada tahun 2007 dan 8% ditahun 2008. Bila dibandingkanberdasarkan wilayah diseluruhIndonesia, tingkat kepemilikankomputer dalam RT di wilayahJawa paling tinggi, diikuti olehwilayah Kalimantan. Sedangkanwilayah timur Indonesia memilikitingkat kepemilikan yang palingkecil.Gambar 2.23 Kepemilikan komputerdalam Rumah Tangga IndonesiaSumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikSelama kurun 2007-2008, aksesInternet dalam rumah tanggaIndonesia mengalami kenaikanyang cukup signifikan. Padatahun 2007, persentase rumahtangga Indonesia yang sudahmemiliki akses internet adalah5,58%. Selanjutnya pada tahun2008 mengalami peningkatanmenjadi 8,56%. Tercatat sejaktahun 2007, Jawa masih memilikipersentase tertinggi yaitusebesar 6,65% dan meningkatmenjadi 9,95% pada tahun 2008.Peningkatan ini juga terjadi diwilayah lainnya, termasuk diwilayah Maluku dan Papua.Gambar 2.24 Sebaran Rumah Tangga Indonesia yangmemiliki akses Internet, 2007-2008Sumber: SUSENAS 2006-2008, Badan Pusat StatistikINTERNET DAN KOMPUTER
  49. 49. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 47Gambar 2.25 Distribusi Rumah Tangga yang memiliki Komputer dan Akses Internet, 2008Sumber: SUSENAS 2008, Badan Pusat StatistikPada tahun 2008, distribusi komputer dan akses Internet masih terkonsentrasi di wilayah Jawa.Diikuti oleh wilayah Sumatera yaitu sekitar16,58% dari total rumah tangga dengan komputerdan 16,77% dari total rumah tangga dengan akses internet. Sedangkan selebihnya berada diwilayah lainnya.Ranking Site Kategory1 Facebook Jejaring Sosial2 google.co.id Mesin Pencarian3 Google Mesin Pencarian4 Blogger.com Blog5 Yahoo! Portal6 Kaskus -Komunitas Indonesia Komunitas7 YouTube -Broadcast yourself Komunitas8 WordPress.com Blog9 Detik.com Berita10 4shared File Sharing11 Twitter Jejaring Sosial12 KOMPAS.com Berita13 Wikipedia Ensiklopedia14 VIVAnews.com Berita15 Detiknews Berita16 Clicksor Bisnis17 angege.com Portal18 KlikBCA E-Banking19 Ziddu Berbagi Berkas20 KapanLagi.com EntertainmentTabel 2.1 20 Situs tertinggi di IndonesiaSitus jejaring sosialFacebook masih men-duduki peringkat pertamaberdasarkan pemantauanlalu lintas internet yangdilakukan oleh Alexa.Google.co.id, google.comdan Yahoo.com beradapada posisi selanjutnya.Situs blog sepertiblogger dan wordpressjuga cukup popular danmenduduki posisi ke-5dan ke-8. Sedangkansitus komunitas terbesardi Indonesia kaskus men-duduki peringkat ke-6.Sumber: Alexa (23 Nov 2010)
  50. 50. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201048No. InstansiRangking trafikduniaRangking trafikIndonesia1 Kementerian Pertanian 37,156 436 (2)2 Kementerian ESDM 40,628 306 (1)3 Kementerian Pendidikan Nasional 41,291 607 (3)4 Bank Indonesia 46,910 730 (5)5 Kementerian Perdagangan 53,260 9626 Kementerian Keuangan 53,368 7567 Kementerian Perhubungan 60,787 1,0268 Kementerian PU 62,467 1,0419 Badan Pusat Statistik 65,878 86010 Kementerian Kehutanan 68,966 1,17411 Kementerian Komunikasi dan Informatika 70,013 616 (4)12 Kementerian Kesehatan 73,936 1,11113 Kementerian Kelautan dan Perikanan 80,235 1,74214 Badan Pemeriksa Keuangan 90,996 1,01415 Bappenas 93,078 1,61716 Kementerian Hukum dan HAM 94,542 2,95617 Kementerian Luar Negeri 105,140 2,98218 Kementerian Agama 106,564 1,76519 Kementerian Riset dan Teknologi 108,797 2,43820 Badan Kepegawaian Negara 120,689 2,33921 Kementerian Dalam Negeri 130,250 2,42222 Kementerian Sosial 141,271 3,80023 Dewan Perwakilan Rakyat 163,912 4,03024 Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 173,011 3,10925 Kementerian Pertahanan 175,674 5,27026 Kementerian Lingkungan Hidup 176,381 2,60427 Sekretariat Negara 177,871 2,75328 Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata 180,683 4,97729 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 220,753 3,99030 Kementerian BUMN 229,839 4,58931 Bapepam 240,299 3,62432 Mahkamah Konstitusi 240,577 5,84833 Kejaksaan 254,191 9,59034 Badan Koordinasi Penanaman Modal 295,503 8,96935 Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara 381,781 7,14036 Kementerian Koperasi dan UKM 401,668 9,99137 Kementerian Perumahan Rakyat 576,809 7,71338 Lembaga Administrasi Negara 641,516 14,50239 Kementerian Pemberdayaan Perempuan 716,146 33,01940 Majelis Permusyawaratan Rakyat 720,499 15,03041 Kementerian Perindustrian 836,424 31,97342 Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga 1,131,570 43,13043 Kementerian Pembagunan Daerah Tertinggal 1,199,453 22,656Tabel 2.2 Daftar rangking trafik akses terhadap situs kementerian dan Lembaga PemerintahanSumber: Alexa (23Nov2010)
  51. 51. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 49WorldtrafficrankmerupakanrangkingtrafikyangdiukurolehAlexaberdasarkanaksesterhadapsitus tersebut dari seluruh dunia, sedangkan IDN Trafic rank merupakan rangking trafikberdasarkan trafik akses yang berasal dari Indonesia. Terlihat bahwa Kementerian Pertanianmerupakan situs kementerian yang paling populer di trafik dunia, sedangkan untuk akses dariIndonesia masih kalah dengan kementerian ESDM. Hal ini menunjukkan kementerian ESDMpaling populer di Indonesia. Sedangkan kementerian Komunikasi dan Informatika mendudukiperingkat ke 4 paling popular di Indonesia, setelah kementerian ESDM, kementerian Pertaniandan kementerian Pendidikan Nasional. Bank Indonesia menduduki peringkat ke 5 terpopulardi Indonesia.
  52. 52. Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniKomunikasi dan Informatika Indonesia - Buku Putih 201050Open SourceOpen source software adalah software yang membuka/membebaskan source codenya untukdilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebutdan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut dan dapatdiperoleh tanpa membayar lisensi. Open source ini ditujukan untuk mengatasi ketergantunganpada lisensi software tertentu. Sebagai salah satu cara untuk menggalakkan penggunaan opensource, Kementerian Kominfo telah menyelenggarakan Global Conference on Open Source(GCOS) 2009 pada tanggal 26 s/d 27 Oktober 2009 diikuti oleh 12 negara. Hadir juga perwakilanOpen Document Format (ODF) yang akan diadopsi menjadi SNI untuk pertukaran dokumenpemerintah agar mandiri dan tidak berpihak/tergantung pada sebuah software saja.Di sela-sela kegiatan ini, diselenggarakan pula Indonesia Open Source Award (IOSA) 2010,yang merupakan ajang penghargaan kepada instansi Pemerintah Pusat, Lembaga Negaralainnya, Pemerintah Prov/Kab/Kota yang telah melakukan migrasi ke piranti lunak legal denganpilihan utama Open Source Software (OSS). Tujuan kegiatan ini untuk terus menekan tingkatpembajakan software di Indonesia serta penghematan devisa negara. Sasaran dari kegiatanini adalah meningkatnya pemahaman publik terhadap program-program pemerintah.Kegiatan ini sudah mulai berdampak positif, yaitu sudah mulai munculnya kesadaran daripihak pemerintah daerah mengenai penggunaan perangkat lunak legal di lingkungan instansipemerintahan. Banyaknya undangan yang hadir menunjukkan minat yang cukup besar daripemerintah daerah untuk turut menyukseskan program pemerintah mengenai pemanfaatanopen source di lingkungan instansi pemerintah.Gambar 2.26Kementerian Kominfo telah menyelenggarakan Global Conference on Open Source (GCOS) 2009
  53. 53. Indonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010Bab 2 - Kondisi Kominfo Indonesia saat iniIndonesia Communication And Information Technology - White Paper 2010 51SePP• SePP (sistem elektronik pengadaan barang dan jasa) merupakan suatu sistem elektronikuntuk kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dikembangkan oleh KementerianKominfo.• Selain untuk tujuan praktis, SePP ini dimaksudkan untuk secara obyektif, transparan danreal-time menggantikan sistem pengadaan konvensional.• Sepanjang tahun 2010, khususnya terhitung hingga awal bulan Oktober 2010, diKementerian Kominfo terdapat 219 paket pengadaan barang dan jasa senilai Rp389.745.505.305,- yang telah dilaksanakan oleh satuan kerja pusat dan UPT di daerah-daerah dengan menggunakan SePP (sistem elektronik pengadaan barang dan jasa).• Instansi-instansi lain pengguna SePP adalah Kementerian Perhubungan, KementerianPertanian, Pemda NTB dan PT Taspen dengan total 625 paket pengadan barang/jasa senilaiRp2.158.763.984.579,-. Selain yang disebutkan diatas, yang juga turut menggunakannyaadalah Kementerian Ristek, BATAN, KPK, PTT aspen dan BKKBN.• SePP ini dikembangkan oleh Kementerian Kominfo dan mulai diresmikan pada tanggal 17Desember 2008 setelah menerima ISO9001 sebagai bagian dari pengakuan internasionaluntuk sistem manajemen mutu (ISO9001).• Fitur-fitur yang tersedia didalam SePP adalah: e-Lelang (e-Tendering) untuk lelang barang,jasa pemborongan dan jasa lainnya, e-Pembelian (e-Purchasing) untuk pengadaan secaralangsung, e-Selection untuk lelang jasa konsultansi, dan e-Katalog, yaitu untuk sistemmanajemen penyedia barang/jasa (vendor), sistem manajemen pengguna barang/jasa(instansi pemerintah), sistem daftar hitam (blacklist) dan sistem jejak data (audit trail).• Dengan sistem SePP, Kementerian Kominfo sudah melakukan transparansi dalampelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa. Dengan sistem online ini pula, telahbanyak diperoleh penghematan yang dipelopori oleh Kementerian Kominfo.SePP• SePP (sistem elektronik pengadaan barang dan jasa) merupakan suatu sistem elektronik untukkegiatan pengadaan barang dan jasa yang dikembangkan oleh Kementerian Kominfo.• Selain untuk tujuan praktis, SePP ini dimaksudkan untuk secara obyektif, transparan dan real-time menggantikan sistem pengadaan konvensional.• Sepanjang tahun 2010, khususnya terhitung hingga awal bulan Oktober 2010, di KementerianKominfo terdapat 219 paket pengadaan barang dan jasa senilai Rp 389.745.505.305,- yang telahdilaksanakan oleh satuan kerja pusat dan UPT di daerah-daerah dengan menggunakan SePP(sistem elektronik pengadaan barang dan jasa).• Instansi-instansi lain pengguna SePP adalah Kementerian Perhubungan, KementerianPertanian, Pemda NTB dan PT Taspen dengan total 625 paket pengadan barang / jasa senilai Rp2.158.763.984.579,-. Selain yang disebutkan diatas, yang juga turut menggunakannya adalahKementerian Ristek, BATAN, KPK, PT Taspen dan BKKBN.• SePP ini dikembangkan oleh Kementerian Kominfo dan mulai diresmikan padatanggal 17 Desember 2008 setelah menerima ISO 9001 sebagai bagian dari pengakuaninternasional untuk sistem manajemen mutu (ISO 9001).• Fitur-fitur yang tersedia di dalam SePP adalah: e-Lelang (e-Tendering) untuk lelang barang, jasapemborongan dan jasa lainnya, e-Pembelian (e-Purchasing) untuk pengadaan secara langsung, e-Selection untuk lelang jasa konsultansi, dan e-Katalog, yaitu untuk sistem manajemen penyediabarang/jasa (vendor), sistem manajemen pengguna barang/jasa (instansi pemerintah), sistemdaftar hitam (black list) dan sistem jejak data (audit trail).• Dengan sistem SePP, Kementerian Kominfo sudah melakukan transparansi dalam pelaksanaankegiatan pengadaan barang dan jasa. Dengan sistem online ini pula, telah banyak diperolehpenghematan yang dipelopori oleh Kementerian Kominfo.Bab 2. Kondisi Kominfo Indonesia saat iniGambar 2.27Sistem e-pengadaan PemerintahGambar 2.27 Sistem e-pengadaan Pemerintah

×