u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
perempuan menjadi terbingungkan tentang arah konsep ilmu lil ‘amal tersebut. Kondisi inimenjelaskan bahwa ilmunya tidak un...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
kegemilangan peradaban. Mereka menjadi mulia, cerdas, pintar dan bermartabat dengankeadilan hukum Islam. Maka jelas, gener...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…               politis dan...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
ketaatannya kepada Allah. Negara Khilafah, yang akan mengatur dunia dengan syariah Islam,akan memberi hak-hak dan peran pe...
u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar…     11/27/12             ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ibu pintar dan taqwa, pakar formula kebangkitan generasi (catatan pasca kimb khilafah, jalan baru melahirkan generasi cemerlang)

606 views
545 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
606
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ibu pintar dan taqwa, pakar formula kebangkitan generasi (catatan pasca kimb khilafah, jalan baru melahirkan generasi cemerlang)

  1. 1. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 Bagikan 0 Lainnya Blog Berikut» imamajibalfattih@gmail.com Dasbor Keluar IPB-Engineer of Islamic Civilization MINGGU, 03 JUNI 2012 PENGIKUT Join this site Ibu Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan w ith Google Friend Connect Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Baru Members (22) Melahirkan Generasi Cemerlang) [Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si] Kisah Irshad Manji belum lagi mendingin, negeri ini diterpa panasnya isu Lady Gaga dan Corby. Aneh, mengapa harus ada perdebatan antara kebenaran dan kesalahan tentang ketiganya? Padahal sudah nyata, mereka adalah para perempuan perusak generasi muda. Memangnya apa yang patut dipuja dan dibanggakan dari mereka bertiga? Tidak ada. Bahkan Already a member? Sign in bukan tidak mungkin, anak dari para perempuan seperti mereka akan sangat malu jika mengetahui perilaku ibunya yang justru menghancurkan generasi. MENGENAI SAYA ARSIP BLOG Perempuan dalam Potret Kapitalistik Muslimah ▼ 2012 (30) Manji, Lady Gaga dan Corby tak diragukan lagi sepak terjangnya. Mereka termasuk Ideologis IPB ▼ Juni (1) para perempuan yang menjadikan ide-ide kapitalis sebagai pijakan. Mereka juga ‘dengan Lihat profil lengkapku Ibu Pintar dan sadar’ berkontribusi untuk mengajak kaum perempuan selainnya untuk terkooptasi pada ide- Taqwa, Pakar ide tersebut. Para pengusung ide serupa pun bersuara senada. Yaitu dengan menyatakan Formula bahwa persoalan perempuan akan terselesaikan dengan membebaskan perempuan berkiprah Kebangkitan dimana pun, terutama dalam ranah publik. Dengan itu suara dan partisipasinya Ge... diperhitungkan, baik dalam keluarganya maupun masyarakat. Alih-alih mampu mengangkat ► Mei (3) ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 1/11
  2. 2. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 nasib perempuan, posisi perempuan dalam sistem demokrasi kapitalis justru menjadi racun ► April (5) yang kian mengukuhkan kegagalan menyelesaikan persoalan-persoalan perempuan. ► Maret (10) Sebaliknya, ide-ide kapitalis-sekular sukses menjerumuskan perempuan ke dalam jurang ► Februari (3) kejahiliahan dan kegelapan. Kegelapan ini tidak akan pernah beranjak dari umat secara keseluruhan selama umat Islam mencampakkan aturan-aturan dari Allah Swt dan Rasul-Nya. ► Januari (8) Sebagaimana diketahui, kaum perempuan di berbagai belahan dunia, termasuk di Dunia Islam, sudah lama mengalami ketertindasan di berbagai lini kehidupan. Kapitalisme telah dengan congkaknya menuduh bahwa nasib perempuan dalam Islam tidak akan pernah bahagia karena Islam bersikap tidak adil terhadap perempuan. Sistem kapitalis-liberal ini yang telah sekian lama bercokol, nyatanya tidak pernah mengubah nasib perempuan. Kehidupan kapitalistik telah merancukan pemikiran perempuan, bahwa untuk mendapatkan hak-haknya, perempuan harus banyak uang, cantik dan pintar. Jika mereka ingin setara dengan laki-laki, mereka harus banyak berkiprah di ranah publik. Peran sejati perempuan dikaburkan, disesatkan, dikacaukan bahkan dilenyapkan. Perempuan tak lagi menjadi istri mulia, ibu tangguh, perempuan pejuang. Kehidupan perempuan kembali menjadi hina karena sistem yang digunakan bukan sistem Islam, yang punya cara pandang berbeda 180 derajat dengan cara pandang Islam terhadap perempuan. Akibatnya, kapitalisme seperti meminta ‘upah’ dengan menjadikan perempuan menjadi barang dagangan, alat promosi berbagai produk untuk menarik pembeli. Perempuan dilacurkan, dijual, dieksploitasi tenaganya dalam industri, bahkan dibunuh karena arogansi penguasa lalim. Perempuan dipaksa bekerja di sektor publik, dijadikan TKW di luar negeri; dijadikan ikon utama di dunia fesyen, hiburan bahkan seluruh komoditas yang bersifat komersial. Sebagian diekploitasi secara seksual dalam bisnis pornografi, pornoaksi, bahkan pelacuran. Sebagian mengalami tindakan kekerasan fisik maupun psikis baik di sektor publik maupun di ranah domestik; ditelantarkan, dilecehkan, diperkosa bahkan dibunuh. Sebagian menderita kemiskinan dan kebodohan yang berkepanjangan. Sebagian lagi harus meregang nyawa atau terancam setiap saat di bawah rezim kejam seperti yang dialami Muslimah saat ini, seperti di Suriah, Palestina ataupun di negeri Muslim yang lain. Perempuan Pintar, Sadarlah! Abad milenium adalah abad modern di mana perempuan berpendidikan tinggi bukan sesuatu yang langka. Bukan rahasia bahwa kapasitas berpikir para perempuan telah diperhitungkan dalam peradaban dunia, termasuk Indonesia. Hal ini senada dengan ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 2/11
  3. 3. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 pernyataan Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ananta Kusuma Seta, tentang sumberdaya manusia usia produktif yang berpendidikan tinggi. Ananta mengatakan bahwa Indonesia akan mendapatkan ‘bonus demografi’ dalam kurun waktu 15 tahun ke depan. Maksud ‘bonus demografi’ itu adalah mayoritas penduduk Indonesia lebih banyak dipenuhi usia angkatan kerja. Artinya, pada rentang waktu 2010-2025, negara ini akan dipenuhi oleh usia produktif. Jika mereka adalah orang yang berpengetahuan, Indonesia akan menjadi negara maju. Peningkatan akses pendidikan tinggi bagi rentang usia 19-23 tahun dirasakan sangat penting. Karena dari 21 juta penduduk berusia 19-23 tahun tersebut, hanya 5,4 juta orang yang bisa mengakses jenjang pendidikan tinggi (antaranews.com, 07/04/2012). Tak heran jika Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menyatakan bahwa tidak ada yang dapat menyangkali bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan pendidikan serta ekonomi dan pendidikan menjadi pilar moral dan peradaban bangsa (antaranews.com, 19/03/2012). Mahasiswi adalah sebutan bagi perempuan terpelajar selepas sekolah menengah. Pada masanya, sejumlah perguruan tinggi akan siap menampung dengan serangkaian program studi yang menjanjikan. Setiap perguruan tinggi memiliki target tertentu dari kurikulum yang dicanangkannya. Pada umumnya, kurikulum tersebut dimaksudkan untuk menjadikan para peserta didik mudah dalam belajar, mampu meraih nilai terbaik dengan wujud IPK tinggi atau tertinggi, dan sejumlah titel sebagai perempuan berprestasi. Secara otomatis, hal ini mengkondisikan mahasiswi ingin segera lulus dan memperoleh pekerjaan yang layak dengan modal IPK tinggi dan masa studi yang singkat. Pekerjaan yang diinginkan pun tidak jauh dari terminologi posisi bergengsi dan gaji tinggi, yang tentunya akan makin menambah prestige individu dan keluarga. Demikian halnya bagi para orang tua yang telah berjuang membiayai pendidikan anak-anaknya, sehingga setelah lulus sang anak diharapkan dapat membalas budi yang telah ditanam oleh orang tua sebelumnya. Jeratan kapitalistik pun tanpa belas kasihan melanda para perempuan pintar. Perempuan sebagai kaum terpelajar yang seharusnya bisa berkiprah dan berkontribusi dalam kemashlahatan umat, tanpa sadar nyatanya telah menjadi komprador para pembuat kebijakan imperialistik. Atau jika tidak terkategori komprador, mereka telah masuk jebakan yang lain, yaitu individualisme. Keterpelajarannya hanya digunakan secara pribadi, atas nama prestasi dan prestige semata, serta perut sendiri. ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 3/11
  4. 4. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 Saat mencari pekerjaan, terkadang lowongan pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang telah dimiliki. Hal ini biasanya cukup terbaca oleh dunia kerja sehingga lowongan yang diiklankan bertajuk ‘untuk semua jurusan’. Sebutlah pekerjaan sebagai karyawati di bank, wartawati atau pialang di bursa efek. Pekerjaan tersebut tidak mensyaratkan latar belakang disiplin ilmu tertentu. Disamping itu, tawaran gajinya pun membuat makin semangat untuk meraihnya. Jika demikian, lalu bagaimana nasib dan pemanfaatan ilmu yang telah diperoleh di bangku akademik? Wajar, jika hal ini menjadi persimpangan bagi kalangan mahasiswi pascakelulusannya. Di satu sisi, dirinya merasa harus mendapatkan pekerjaan demi kompensasi sebagai penyambung hidup. Di sisi lain, ada tanggung jawab moral terhadap disiplin ilmu yang dimiliki. Pada umumnya, sisi individual seringkali dimenangkan, karena mereka merasa tidak akan ada yang bertanggung jawab terhadap kelanjutan hidup selain dirinya sendiri. Pada akhirnya, tanggung jawab moral terhadap disiplin ilmu itu pun dinomorsekiankan. Sementara itu, ada fenomena yang berbeda bagi mahasiswi sebagai pertanggungjawaban disiplin ilmunya di dalam kampus. Tak sedikit mahasiswi yang direkrut sebagai asisten dosen atau peneliti. Hal ini tentu wajar, karena kampus memang tempat mencetak generasi unggul, di mana keunggulan itu akan terwujud dengan konsep ilmu lil ‘amal. Hanya saja, dunia kampus mengkondisikan ilmu para alumninya ini terabdikan secara ‘sempurna’, di mana seluruh potensi, energi dan pemikirannya diperas habis hanya untuk memperoleh sejumlah uang lelah. Tentu sangat disayangkan, jika potensi perempuan terpelajar ini hanya untuk perubahan semu. Punya suara politik tetapi tidak mempunyai peran politik nyata untuk kebaikan umat. Sebabnya, yang mempunyai politik nyata adalah kaum kapitalis borjuis-para liberalis yang telah menyebabkan perempuan lelah bekerja, untuk sebuah fatamorgana. Fakta kehidupan nonakademik di kampus dengan bentuk acara kemahasiswaan yang lebih sering ‘having fun’ terbukti membuat para mahasiswi timpang dari label asalnya sebagai kaum terpelajar sekaligus the agent of change. Hal ini adalah bukti gerusan trend dan lifestyle yang ternyata menjadikan mereka pragmatis. Akibatnya, label the agent of change yang seharusnya merupakan label umum bagi sosoknya, tidak lagi terintegrasi dengan potensi dan semangatnya sebagai kaum muda. Alhasil, kisah ini pun merangkai kesimpulan bahwa kondisi perempuan sekarang sama persis seperti pada masa sebelum kedatangan Islam. Terjebak dalam fakta di depan mata hingga tak mampu berpikir visioner, intelektual ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 4/11
  5. 5. perempuan menjadi terbingungkan tentang arah konsep ilmu lil ‘amal tersebut. Kondisi inimenjelaskan bahwa ilmunya tidak untuk kemashlahatan umat sebagai objek yang diurus olehnegara, di mana intelektual sebagai pihak atau staf ahli yang pasti menjadi rujukan. Akantetapi yang terjadi, pemanfaatan ilmu itu hanya untuk kemashlahatan sejumlah pemilikkapital yang akan menggajinya, antara lain melalui maraknya tawaran proyek penelitian.Bahkan, bukan tidak mungkin jika posisi intelektual ini sebatas menjadi ‘pemanis’ dalampengguliran sebuah kebijakan/undang-undang negara, agar beralasan untuk dilegalkan meskiisinya sangat liberal-imperialistik.Kepintaran Perempuan, Software Menuju Taqwa Menuntut ilmu merupakan bagian dari aktivitas ibadah, sebagaimana firman AllahSwt dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusiamelainkan supaya mereka menyembah-Ku.” Dan Allah Swt telah menjamin orang-orang yangberilmu dalam Al-Qur’an: “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” (QS Al-Mujadilah [58]: 11). Juga firman Allah Swt: “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu…” (TQS Al-Hujuraat[49]: 13). Berdasarkan ayat-ayat tersebut, merupakan suatu fitrah manusia jika kepintaranadalah software baginya untuk menuju taqwa. Islam telah menempatkan perempuan sebagai bagian dari masyarakat sebagaimanahalnya laki-laki. Keberadaan keduanya di tengah-tengah masyarakat tidak dapat dipisahkan.Keduanya bertanggung jawab menghantarkan kaum Muslim menjadi umat terbaik di dunia.Karena itu, aktivitas politik dalam pengertian pengaturan urusan umat bukan kewajiban laki-laki saja, melainkan juga merupakan kewajiban kaum perempuan sebagai bagian dari umat.Oleh karena itu, dalam menilik pentingnya ilmu untuk diamalkan sekaligus peran muslimahsebagai pendidik dan pencetak generasi, layaklah jika mereka melahirkan generasi cerdastaqwa pejuang syariah dan Khilafah serta sebagai mitra laki-laki dalam membangunmasyarakat Islam.” Salim T.S. Al Hassani, profesor emiritus di University of Manchester,Inggris, dalam tulisannya, ‘Women’s Contribution to Classical Islamic Civilisation: Science,Medicine and Politics’, menyatakan bahwa selain dalam bidang agama mereka juga berkiprahdi bidang ilmu pengetahuan. Tanggung jawab perempuan sebagai makhluk Allah Swt pun secara tegas diungkapdalam beberapa nash yang bersifat umum seperti QS Ali Imran [3] ayat 104: “Dan hendaklah
  6. 6. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.” -- [217] Maruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. Kemudian, di dalam hadits penuturan Hudzaifah ra. juga disebutkan bahwa Rasulullaah saw. pernah bersabda: “Barangsiapa yang tidak memperhatikan kepentingan kaum Muslim, ia tidak termasuk di antara mereka. Barangsiapa bangun pada pagi hari dan tidak memperhatikan urusan kaum Muslim, ia bukanlah golongan mereka.” (HR ath-Thabari). Di antara sekian tanggung jawab dan kewajiban perempuan, Allah Swt telah menetapkan bahwa tugas utama perempuan adalah ummun wa robbatul bayt (ibu dan pengatur rumah tangga). Sebagaimana sabda Rasulullaah saw: “Setiap diri kalian adalah pemimpin. Masing-masing kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Seorang imam adalah pemimpin, ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin keluarganya, ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang perempuan (istri) adalah pemimpin (pengurus) rumah suaminya dan anak-anaknya, ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (HR Bukhori dan Muslim). Sebagai ibu, perempuan wajib merawat, mengasuh, mendidik dan memelihara anak-anaknya agar kelak menjadi orang yang mulia di hadapan Allah Swt. Sebagai pengatur rumah tangga, dia berperan membina, mengatur dan menyelesaikan urusan rumah tangganya agar memberikan ketenteraman dan kenyamanan bagi anggota- anggota keluarga yang lain, sekaligus menjadi mitra utama laki-laki sebagai pemimpin rumahtangganya berdasarkan hubungan persahabatan dan kasih sayang. Dengan peran khususnya ini, sesungguhnya perempuan dipandang telah memberikan sumbangan besar kepada umat dan masyarakatnya. Muslimah, Pakar Formulasi Generasi Cemerlang Anak adalah generasi potensial untuk membangun bangsa dan peradaban, di mana perempuan, khususnya Muslimah, adalah para pencetaknya. Seorang ibu mempunyai peran penting yang berpengaruh besar dalam perubahan kehidupan anaknya. Tak ada satu perubahan apa pun dan bagaimana pun yang tidak menyertakan keterlibatan kaum Muslimah di dalamnya. Kaum Muslimah lahir dari umat yang agung, umat yang punya akar sejarah yang baik, yang telah menerangi dunia dengan cahaya Islam dan keadilan hukum- hukumnya. Perjalanan waktu membuktikan bahwa Muslimah berperan nyata dalam ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 6/11
  7. 7. kegemilangan peradaban. Mereka menjadi mulia, cerdas, pintar dan bermartabat dengankeadilan hukum Islam. Maka jelas, generasi cemerlang pun lahir dari ibu yang cemerlang. Allah Swt telah dengan jelas memperingatkan umat manusia untuk menjaga anak-anak, para generasi penerus. Firman Allah Swt: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepadaanaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamumempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benarkezaliman yang besar.’ ” (TQS Luqman [31]: 13). Anak dilahirkan bukan untuk disodorkanpada kerusakan, melainkan dijaga dari segala racun pemikiran kufur. Hal ini akhirnya tak bisadilepaskan dari konsep kebangkitan generasi. Karena kebangkitan adalah formula utama bagigenerasi cemerlang, di mana ibu yang bertaqwa sebagai pakarnya. Bangkitnya manusia sejatinya tergantung dari pemikirannya tentang hidup, alamsemesta dan manusia itu sendiri, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang adasebelum alam kehidupan dan sesudah kehidupan dunia. Agar manusia mampu bangkit, makaharus ada perubahan mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini,untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain. Sebab, pemikiranlah yang membentuk danmemperkuat persepsi (mafahim) terhadap segala sesuatu. Disamping itu, manusia selalumengatur tingkah-lakunya di dalam kehidupan ini, termasuk dalam memecahkanpermasalahan, sesuai dengan persepsinya terhadap kehidupan. Namun, persepsi ini tidakakan mengantarkan kepada kebangkitan yang benar, kecuali jika sesuai dengan fitrahmanusia, memuaskan akal dan memberikan ketenangan hati. Maka tidak bisa tidak, persepsiitu hanyalah yang berlandaskan Islam. Aqidah Islam telah menjelaskan bahwa di balik alamsemesta, manusia dan kehidupan, terdapat Allah Swt sebagai Sang Khaliq. Islam punmenjamin bahwa dalam Islam terdapat penyelesaian permasalahan kehidupan berdasarkanpenanganan potensi manusia, yaitu kebutuhan jasmani (hajatul udhowiyah) dan naluri(ghorizah) (Kitab Nizhomul Islam Bab Thoriqul Iman). Oleh karena itu, dalam perbuatanseorang hamba harus ada keyakinan akan hubungannya dengan Allah Swt secara mutlaksebagai bentuk ketaqwaannya. Kegemilangan peradaban, sebagaimana yang pernah dicapai belasan abad olehumat Islam terdahulu, tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan peran para ibu. Mereka telahberhasil mendidik dan memelihara generasi umat sehingga tumbuh menjadi individu-individu yang mumpuni, yakni generasi mujtahid dan mujahid yang telah berhasilmembangun masyarakat dan peradaban Islam hingga mengalami kegemilangan. Oleh karenaitu, jelas menjadi ibu sesungguhnya merupakan peran yang sangat mulia dan memiliki nilai
  8. 8. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… politis dan strategis, karena dari para ibu inilah akan lahir para pemimpin umat yang cerdas dan berkualitas. Gemilangnya cahaya Islam akhirnya mengubah segalanya. Panggung peradaban Islam tak hanya didominasi oleh laki-laki. Perempuan pun muncul untuk memberi kontribusi. Mereka menunjukkan kecemerlangan pemikirannya dalam berbagai bidang. Perempuan menjadi sosok yang memahami kemuliaan cahaya Islam dan tak kenal lelah mendidik umat untuk memahami cahaya petunjuk tersebut. Hal ini telah bermula sejak zaman Nabi Muhammad saw dan para shahabatnya saat merintis masyarakat berperadaban, yaitu peradaban yang menyatukan iman, ilmu, amal dan jihad. Faktanya, Madinah merupakan sebuah kota di mana para ayah dengan tenang meninggalkan istri-istri dan anak-anaknya selama berbulan-bulan, bahkan tahunan, untuk berdakwah, berdagang dan berjihad ke penjuru benua. Para ayah itu yakin, Madinah akan mendidik istri dan anaknya menjadi manusia-manusia unggulan. Madinah merupakan kota pendidikan yang lengkap dan suci. Ada Rasul saw yang ma’shum dan cerdas, ada masyarakat shahabat yang militan dan berakhlaq mulia, ada masjid yang makmur dan buka 24 jam, dan yang terpenting ada wahyu Allah Swt yang turun terus-menerus selama 10 tahun. Di Madinah, jika seorang ilmuwan memisahkan aqidah-akhlaq dengan ilmu yang dikuasainya, maka kealimannya batal. Seorang yang menjadi salah satu simpul sanad bagi sebuah hadits, jika dia ketahuan berdusta sekali saja, namanya akan tercatat sampai akhir zaman di kitab musthalahal hadits sebagai kadzab (pendusta) yang riwayatnya tidak valid. Apalagi kalau dia sampai meninggalkan shalat dan bermaksiat. Coba kita bayangkan, di rumahnya anak-anak itu punya ibu yang hafizhah Quran dan hadits serta terjaga kehormatannya oleh syari’ah. Di masjid, anak-anak itu akan bertemu Rasulullaah saw dan para shahabat utama. Subhanallaah. Madinah selanjutnya menginspirasi Damaskus, Baghdad, Cordova dan Istambul untuk menjadi pusat peradaban dunia selama berabad-abad. Madinah, Damaskus dan Baghdad bersuka cita memetik butir-butir mutiara sains yang diberikan Al-Quran dan As- Sunnah. Berbagai cabang baru ilmu pengetahuan (new branches of knowledge) di bidang astronomi, fisika, kedokteran, biologi, matematika, ekonomi, sastra, teknologi perang, sampai filsafat dijabarkan terus tanpa henti oleh para ulama. Mereka hafal Al-Quran, hafal ribuan hadits, beribadah, berinfaq, dan berjihad seperti para shahabat, pada saat yang sama mereka mengembangkan ilmu-ilmu baru dari semua yang diimani dan diamalkan itu. Inilah yang disebut oleh para ulama, “Orang Barat bisa maju karena meninggalkan agamanya, sedangkan kaum Muslimin hanya akan maju jika ia mendalami agamanya.” ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 8/11
  9. 9. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 Generasi Cemerlang Hanya dengan Khilafah Islam Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa (KIMB) persembahan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, tanggal 20 Mei 2012 lalu di UI Depok, adalah kontribusi nyata untuk mewujudkan muslimah intelektual yang akan melahirkan generasi cemerlang tersebut. Dan adalah tripartite agent yang berkompeten dalam menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang berpendidikan dan cerdas serta memegang teguh aqidah dan syariat, yaitu keluarga, masyarakat dan lingkungan, serta pemerintah atau negara. Output pendidikan melalui jalur keluarga akan optimal apabila disiapkan mulai orang tua memasuki masa pra-nikah, setelah masa pernikahan dan saat bayi masih di dalam kandungan, serta berlanjut sampai ke jenjang pernikahan si anak. Tahap ini menjadi tanggung jawab penuh orang tua. Dalam hal ini, ibu sebagai subjek utama untuk melahirkan generasi, juga memiliki peran utama untuk mendidiknya. Ada satu aspek penting yang tidak boleh hilang, yaitu bahwa proses pembentukan karakter (character building) harus menjadi unsur yang berimbang dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan. Pemahaman akan keseimbangan antara syakhsiyah (kepribadian), tsaqofah dan ilmu kehidupan harus dikembangkan secara proporsional. Metode penanaman dan pengkristalan pemahaman serta kesadaran anak terhadap pentingnya aqidah Islam dalam proses pembelajaran harus digiatkan. Karena proses untuk membangun bangsa yang peduli terhadap masalah umat sangat erat kaitannya dengan upaya mencetak generasi muda sebagai the agent of change. Namun, pendidikan anak tidak dapat semata-mata dilakukan oleh keluarga. Penjagaan generasi juga terkait dengan kontribusi masyarakat. Yaitu menyiapkan generasi cerdas yang diwujudkan dengan partisipasi menciptakan lingkungan yang suportif dan kondusif. Masyarakat sebagai pengontrol hendaknya memiliki perasaan, pemikiran, peraturan yang sama, yaitu atas landasan Islam agar segala bentuk perilaku individu dalam kehidupannya itu senantiasa terjaga dengan benar. Masyarakat pun harus kondusif dengan suasana ‘amar ma’ruf nahyi mungkar. Selanjutnya, negara sebagai penegak aturan adalah negara yang menegakkan aturan Allah Swt dalam pemeliharaan urusan rakyatnya, baik dari sisi kebutuhan jasmani (hajatul udhowiyah) maupun naluri (ghorizah). Negara melalui kebijakan pemerintah yang berlandaskan syariat Islam dalam bingkai Khilafah, akan memfasilitasi proses pendidikan dan pembelajaran, sehingga rakyat senantiasa terkondisikan untuk menyempurnakan ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 9/11
  10. 10. ketaatannya kepada Allah. Negara Khilafah, yang akan mengatur dunia dengan syariah Islam,akan memberi hak-hak dan peran perempuan sebagaimana perintah Allah Swt. Khilafah jugabertanggung jawab menjaga para generasi pemain panggung peradaban, hingga tidakmemungkinkan munculnya golongan perusak generasi semacam Manji, Lady Gaga danCorby. Karena itu, perempuan Muslimah dan ibu generasi harus berkiprah dan berkontribusiuntuk tegaknya syariah Islam dalam naungan Khilafah. Para perempuan Muslimah yangberkiprah untuk perubahan dengan tidak menjadikan penerapan syariah Islam dalam Khilafahsebagai jalan dan target perubahan, maka mereka akan merasa lelah dan sia-sia karenaperubahan hakiki tidak akan pernah terwujud. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalamQS. Ar-Ra’du ayat 11: ”…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehinggamereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allahmenghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dansekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” Kiprah perempuan Muslimah dalamupaya penegakan Khilafah ini telah disambut oleh Allah Swt dalam QS Ali ‘Imran [3] ayat 195:“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu,baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yanglain...” Dengan demikian bukanlah mimpi, bahwa Khilafah adalah model pemerintahancemerlang yang juga akan melahirkan generasi cemerlang hingga masyarakat yang bernaungdi dalamnya memperoleh kesejahteraan dan meraih kemuliaan di dunia dan akhirat, insyaAllah. Wallaahu a’lam bish showab [].Diposkan oleh Muslimah Ideologis IPB di 10:40 AM Recommend this on GoogleLabel: demokrasi, dunia nyata, Indonesia, kapitalisme, Khilafah, muslimah,perempuan, perjuangan, sistem Islam, umat IslamTidak ada komentar:Poskan Komentar
  11. 11. u Pintar dan Taqwa, Pakar Formula Kebangkitan Generasi (Catatan Pasca-KIMB: Khilafah, Jalan Bar… 11/27/12 Mska kmna Ad.. aukn oetr na. Beri komentar sebagai: KALAM-UPI (Google) Keluar Publikasikan Pratinjau Subscribe by email Link ke posting ini Buat sebuah Link Beranda Posting Lama Langganan: Poskan Komentar (Atom) Template Picture Window. Gambar template oleh simonox. Diberdayakan oleh Blogger. ipb-engineerofislamiccivilization.blogspot.com/2012/06/ibu-pintar-dan-taqwa-pakar-formula.html 11/11

×