Bukti kerasulan muhammad saw

  • 2,338 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,338
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
110
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Islam Saja!Bekal Bagi Pemuda Muslim Lajnah Tsaqofiyah Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia 1425 H / 2004 M Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim i
  • 2. Islam Saja!Bekal Bagi Pemuda Muslim Penyusun: Lajnah Tsaqofiyah Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (KALAM UPI) Penyunting: Teja Suar Desain Sampul: Wawan Setiawan Tata Letak: Husain Al-Mukhtar & Iman Nurzaman Diterbitkan oleh: KALAM UPI Press, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung Cetakan Pertama, Oktober 2002 Cetakan Kedua, November 2003 Cetakan Ketiga, Desember 2004 Tidak Ada Hak Cipta Dalam Islam Diperbolehkan mengutip, mengambil serta menyebarluaskan isi dari buku ini. Alangkah baiknya bila anda mencantumkan sumber atau penulis tulisan yang dikutip.
  • 3. Sambutan Ketua Umum KALAM UPI Assalaamu’alaikum Wr.Wb Alhamdulilah, segala puji hanya milik Allâh SWT, yang telahmenciptakan manusia serta menurunkan aturan yang begitu lengkap dansempurna yaitu dinul Islam. Sehingga tatkala manusia tunduk dan patuhpada aturan tersebut Insya Allâh akan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia dan akhirat, tetapi sebaliknya jika manusia berani mengingkarinya,maka akan mendapatkan kesengsaraan di dunia dan akhirat. Shalawat dansalam semoga tetap tercurahkan kepada rasulullâh saw sebagi ushwah kitasampai akhir hayat, para keluarganya yang beriman, para shahabatnya,sampai kepada seluruh kaum muslimin yang masih istiqomah memegangteguh Islam. Mahasiswa muslim sebagai bagian agent of change yang diharapkanmembawa perubahan kearah terwujudnya kehidupan Islam yang sangatdidambakan oleh seluruh kaum muslimin, namun harapan itu tidak bisaterealisasi dengan sendirinya tanpa ada sebuah upaya ‘keras’ dansistematis untuk mewujudkannya. Apalagi dengan melihat kondisimasyarakat tak terkecuali kalangan mahasiswa muslim yang masih jauhdari nilai-nilai Islam, bahkan mereka lebih senang dengan gaya hidupsekuleristik yang secara kasat mata seolah-olah menjanjikan merekakebahagiaan, padahal sesungguhnya gaya hidup sekuleristik tersebut akanmenjerumuskan mereka ke dalam jurang kesengsaraan yang sangat pedih. Berawal dari hal di atas, Kajian Islam Mahasiswa UniversitasPendidikan Indonesia (KALAM UPI) sebagai unit kegiatan mahasiswatingkat universitas yang bergerak dalam pembinaan keIslaman di kampusUPI, berkewajiban memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah diatas dengan cara melakukan pembinaan mahasiswa muslim secara terarahdan sistemis, dengan harapan “terbentuknya mahasiswa muslim yangberkepribadian Islam dan memiliki kompetensi dalam mengembandakwah Islam dengan menjadikan Rosulullâh saw sebagai uswah(teladan)” yang merupakan visi KALAM UPI. Untuk menapaki jalan menuju Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim i
  • 4. kearah tersebut maka pembinaan keislaman yang dilakukan harus betul-betul terarah dan sistematis yang salah satu buktinya memiliki panduanyang jelas, maka dari itu KALAM UPI mengeluarkan buku panduan khususuntuk proses pembinaan mahasiswa muslim di organisasi kami, dan tidakmenutup kemungkinan buku ini bisa menjadi panduan pembinaankeislaman mahasiswa muslim UPI secara keseluruhan, bahkan bisa menjadibuku panduan mahasiswa muslim di luar kampus UPI, dan hal ini pun telahterbukti dengan adanya permintaan dari beberapa organisasi keislaman diluar kampus UPI. Besar harapan kami buku ini dapat menjadi wasilah untukmewujudkan visi KALAM UPI di atas, dalam rangka mereposisi mahasiswamuslim dan pemuda muslim sebagai agent of change yang akan membawaperubahan yang di dambakan oleh seluruh kaum muslimin untuk menujuterwujudnya kehidupan Islam, Allâhu Akbar. Bandung, Desember 2004 Ketua Umum KALAM UPI Mimin Sukarmin Ketua Umum KALAM UPI Periode 2004-2005ii Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 5. MUKADIMAH lhamdulillâh, puji dan syukur hanya milik Allâh SWT yang telahA menurunkan risalah Islam kepada Rasul-Nya untuk dimenangkan atas agama atau jalan hidup yang lain, Shalawat serta salam semoga tercurah kepada teladan umatmanusia, pemimpin orang-orang bertakwa, Rasulullâh Muhammad saw,juga kepada keluarganya, para sahabatnya yang shalih beserta orang-orangyang mendakwahkan Islam semata-mata karena Allâh SWT, juga kepadaumatnya yang memegang teguh Islam sebagai landasan kehidupan danmenjadikan hukum syara sebagai tolak ukur amal perbuatan. Sesungguhnya umat Islam akan senantiasa berada dalam kemuliaanselama mereka berpegang teguh kepada pemahaman Islam serayaistiqomah mengimplementasikan Islam dalam segala aspek kehidupan.Kapasitas Islam untuk mengantarkan umat manusia mencapai kebangkitantelah dibuktikan oleh para pendahulu kita. Pada masa Rasulullâh saw danpara sahabat Islam telah mengangkat derajat bangsa Arab yangsebelumnya tidak pernah diperhitungkan dalam percaturan dunia menjadibangsa yang berpengaruh. Mereka mampu menerangi dunia dengancahaya kebenaran. Para khalifah sepeninggal Rasulullâh saw melanjutkanperjuangan beliau menyatukan berbagai suku bangsa dalam satu akidahdan hukum. Yaitu akidah dan hukum Islam yang diterapkan secara nyatadalam Negara Khilâfah islamiyah yang menguasai dua pertiga dunia danberjaya selama belasan abad. Apabila umat Islam benar-benar memahami Islam secara jernih,umat dapat melalui kehidupan dengan arah dan metode yang jelas. KarenaIslam memiliki aturan-aturan yang lengkap, adil dan sesuai dengan fitrahmanusia sebagai solusi segala problematika kehidupan. Dan Islammewajibkan setiap muslim untuk senantiasa terikat dengan arah danmetode tersebut. Oleh karena itu setiap muslim dituntut untukmenyelesaikan permasalahan yang ada dengan mengembalikannya secaramutlak kepada Islam. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim iii
  • 6. Dalam rangka memahami dan mengamalkan Islam seorang muslimharus memiliki pemahaman yang mendalam mengenai akidah dan syariatIslam Allâh SWT berfirman"Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapaorang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama danuntuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembalikepadanya dan supaya mereka itu dapat menjaga diri" (TQS. At-Taubah:122) Rasulullâh saw bersabda :"Wahai sekalian manusia belajarlah kalian! Sesungguhnya ilmu itu bisadidapat dengan belajar. Dan paham itu bisa diperoleh dengan caramemahami. Barang siapa yang Allâh menghendaki pada dirinya kebaikan,maka Allâh akan pahamkan dia dalam masalah agama" (THR. Ibnu AbiAshim dan Thabrani) Kedua nash tersebut menerangkan kewajiban mempelajaripemahaman Islam berlaku bagi setiap muslim (fardu ain). Setiap muslimharus memahami akidah Islam yang akan dijadikan landasannya dalamberpikir dan Syariat Islam sebagai panduan dan tolak ukur amal perbuatan.Oleh karena itu setiap muslim wajib mengerahkan segenapkemampuannya untuk mendapatkan pemahaman tersebut termasukmemahami ilmu pendukung untuk menggali pemahaman Islam. Menurutsebuah kaidah syara : mâlâ yatimmu al wajîbbu illâ bihî fahua wâjibun(segala sesuatu yang menjadikan sempurnanya suatu kewajibanmenjadikan sesuatu itu menjadi wajib). Maka dari itu ilmu pendukungseperti Bahasa Arab, Ushul fiqih, Ulumul Hadits dan Ulumul Quran wajibdipelajari, karena tanpa ilmu-ilmu tersebut kita tidak dapat memahamiIslam dengan sempurna. Namun kewajiban itu belum sempurna sehingga umat Islam dapatmemahami permasalahan yang dihadapi dengan serinci-rincinya. Karenauntuk menentukan status hukum dari setiap benda maupun perbuatanharus diketahui terlebih dahulu realitanya untuk kemudian dikaitkandengan nash syara. Setelah itu barulah didapatkan kesimpulan hukumiv Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 7. yang benar. maka merupakan kewajiban bagi setiap muslim untukmemahami semua realita yang berkaitan dengan aktivitas yang ia lakukandalam bidang ekonomi, politik, budaya, biologi, kesehatan, dan lainsebagainya. Dengan sekedar memahami ilmu-ilmu tersebut bukan berartikewajiban menuntut ilmu telah selesai, karena Islam menuntut kita untukmenyempurnakan semua kewajiban yang sering kali terkait dengan ilmudan sarana pendukung. Misalnya untuk kewajiban berperang fîsabîlillâh:“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamusanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yangdengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allâh, musuhmu danorang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allâhmengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allâh niscayaakan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya(dirugikan)” (TQS. al-Anfaal : 60). Berarti Allâh SWT memerintahkan kita untuk mempelajari teknologidan strategi perang untuk menyempurnakan kewajiban ini. Begitu pulailmu-ilmu lain yang dapat menyempurnakan kewajiban seperti matematika,biologi, kedokteran, kimia, perindustrian dan lain sebagainya harus dikuasaidan berstatus hukum fardu kifayah. Rasulullâh saw berkata: “Carilah ilmumeskipun ke negeri Cina” (THR. Ibnu Adi dan Baihaqi dari Anas ra). Haditsini menunjukkan kewajiban untuk mempelajari segala jenis ilmu dalamcakupan ilmu yang sangat luas. Imam al-Ghazali pernah berkata: "Apabila ilmu-ilmu dan karya-karyayang dimiliki non muslim lebih utama dari yang dimiliki kaum muslimin,maka kaum muslimin berdosa dan kelak akan dituntut atas kelalaian itu." Apabila seluruh umat Islam istiqomah dalam memenuhi kewajibanmendalami tsaqafah Islam, memahami relita kehidupan dan berjuang kerasmengembangkan ilmu pengetahuan guna menyempurnakan kewajibanAllâh SWT akan memuliakan mereka. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim v
  • 8. “Katakanlah (wahai Muhammad), apakah sama orang-orang yangberpengetahuan dengan orang-orang yang tidak berpengetahuan” (TQS.az-Zumar: 9).“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allâh akanmemudahkan jalan baginya menuju syurga” (THR. Muslim dan Tirmizi dariAbu Hurairah ra).“Allâh mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu,dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (TQS. al-Mujadalah: 11). Janji Allâh SWT tersebut telah terbukti. Ketika Islam diyakini danditerapkan Umat Islam selalu paling depan dalam meraih kemajuan-kemajuan yang gemilang dalam ekonomi, militer, pendidikan dan bidangkehidupan lainnya. Umat Islam telah melahirkan banyak ulama andal yangmenguasai berbagai cabang ilmu. Tidak sedikit di antara mereka yangberpredikat sebagai mujtahid sekaligus ahli sains, pemikir, atau sastrawan.Nama-nama mereka tertulis dalam lembaran sejarah karena banyakmemberikan sumbangan yang sangat berarti bagi ilmu pengetahuan danperadaban manusia pada umumnya. Umat islam disegani oleh umat-umat lain. Pengaruh kaum Musliminsaat itu sangat kuat. Selama beberapa abad negeri-negeri Islam menjadipusat peradaban dunia yang mempengaruhi corak peradaban dunia.Sejarah mencatat renaisance (kebangkitan eropa) amat dipengaruhi olehperadaban Islam yandg diadopsi oleh barat. Demikianlah bagiamana Islam mengangkat derajat kaum Musliminselama mereka mengimani, memahami dan mengamalkan Islam denganbenar dan bersungguh-sungguh dalam menjaga kemurnianpemahamannya. Namun sejak pertengahan abad XII Hijriyah (18 Masehi) kaumMuslimin mengalami kemunduran dengan sangat cepat. Kemundurantersebut adalah akibat dari kelalaian umat dalam menjaga kemurnianpemahaman Islam dan pengamalannya. Akibatnya, semakin lamakeimanan mereka semakin lemah dan semakin jauh dari syari’at.vi Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 9. Pada awal abad II Hijriyah banyak pemikiran asing yangbertentangan dengan Islam mulai menyelinap masuk ke dalampemahaman kaum Muslimin. Filsafat-filsafat asing seperti filsafat Yunani,India, Persia, telah memengaruhi kaum Muslimin sehingga mereka terseretjauh dari pemahaman Islam yang sahih. Sebagian kaum Muslimin berupayamengompromikan bahkan menginterpretasikan pemahaman Islam denganpemahaman asing. Akibatnya pemahaman umat menjadi kacau dan jauhdari hakikat kebenaran. Keadaan kaum Muslimin menjadi semakin parah tatkala orang-orangkafir mulai melancarkan serangannya dengan cara penjajahan fisik, perangpemikiran (Ghazwul Fikri) dan pergolakan budaya (Ghazwul tsaqafi). KaumMuslimin terpukau oleh peradaban Barat sehingga mereka mencampakkanIslam. Pada akhirnya peradaban kaum Muslimin roboh diterjang pemikiranBarat. Dan buah dari semua itu kaum Muslimin harus menanggungkehinaan dan kenestapaan akibat penjajahan, fisik maupun pemikiran,yang dilakukan orang-orang kafir hingga saat ini. Pengalaman adalah guru yang paling baik. Demikian petuahorangtua kita. Berkaca dari sejarah, kita dapat melihat betapa kelalaiandalam menjaga pemahaman Islam ini telah menjatuhkan kita pada titikterendah dari peradaban Islam. Suatu posisi yang tidak selayaknyaditempati oleh umat terbaik. Oleh karena itu kita harus melakukan upaya-upaya nyata untuk mengembalikan kejayaan kaum Muslimin. Hal palingmendesak untuk dilakukan adalah menarik kembali umat ke dalam pelukanIslam dengan cara menanamkan kembali pemahaman Islam ke dalambenak mereka seraya membersihkannya dari pemikiran-pemikiran kufur. Untuk tujuan itulah buku ini disusun. Buku ini akan menyajikankerangka berpikir mendasar untuk memahami Islam. Buku ini jugaberikhtiar menggambarkan keluhuran Islam sebagai satu-satunya jalanhidup yang layak untuk diadopsi oleh seluruh umat manusia. Buku yang ada di hasadan pembaca ini merupakan jilid pertama darikeseluruhan isi buku yang berjumlah dua jilid. Pada jilid pertama initerdapat sembilan bab. Pada bab pertama Ahsanul Amal menjelaskan duasyarat utama untuk menghasilkan amalan yang salih yaitu ikhlas dan sesuaisyariat. Dalam bab kedua Jalan Menuju Keimanan menjelaskan langkahberpikir untuk membangun keimanan berdasarkan pembuktian secararasional. Dalam bab tiga Marifatul Islam berisi penjelasan mengenaibatasa definisi Dîn al Islam beserta seluruh karakteristiknya. Di dalam babempat Islam sebagai Mabda memaparkan kapasitas Islam sebagai sebuah Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim vii
  • 10. mabda/Ideologi atau way of live beserta perbandingannya denganideologi-ideologi yang lain. Pada bab lima Hukum Islam menjelaskanseluruh sumber dan dalil hukum beserta kaitannya dengan perbuatanmanusia dan benda-benda. Dalam bab enam Pergaulan pria wanita berisipenjelasan beberapa hukum dalam interaksi pria dan wanita dalamkehidupan masyarakat. Pada bab tujuh Kewajiban Dakwah menjelaskankewajiban dan tujuan dakwah bagi umat Islam serta kewajiban untukmeneladani metode dakwah rasul. Dalam bab delapan Kilas Balik SejarahPerjuangan Dakwah Rasul berisi ringkasan perjalanan dakwah rasul sejakfase Mekah hingga Madinah. Dan bab sembilan karakter PengembanDakwah menjelaskan sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh para pengembandakwah. Melallui buku ini kami mengajak kepada seluruh kaum Musliminseluruhnya terutama dan bagi pembaca khususnya, untuk senantiasamenghiasi diri dengan tsaqofah dan amalan Islami agar dengan itu kitamendapatkan kembali kemuliaan sebagaimana yang Allâh SWT janjikan ."Dan Allâh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamudan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akanmenjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikanorang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akanmeneguhkan bagi mereka agama yang telah diridoi-Nya untuk mereka, danDia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka beradadalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Kudengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik". (TQS. An-Nuur: 55) Kepada Allâh SWT jua kita memohon, semoga berkenan memberipertolongan kepada kaum Muslimin untuk menegakkan apa yangdiwajibkan atas mereka, yakni membina diri dengan tsaqofah Islam,mengemban dakwah Islam, dan menyebarluaskan tsaqofahnya.Sesungguhnya Allâh SWT Maha mendengar dan Maha mengabulkan doa.viii Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 11. Dari hamba yang fakir kepada Allâh SWT Yang Maha Kaya, Lajnah Tsaqafiyah KALAM UPIIslam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim ix
  • 12. DAFTAR ISISambutan Ketua Umum KALAM UPI_________ iMukadimah_________ iiiDaftar Isi_________ ivBab 1. Ahsanul Amal_________ 1Bab 2. Jalan Menuju Keimanan_________ 5 Permasalahan Mendasar Manusia_________ 6 Eksistensi Allah SWT_________ 8 Kebutuhan Manusia Terhadap Petunjuk Allah SWT_________13 Bukti Al-Quran Kalamullah_________ 14 Bukti Kerasulan Muhammad saw_________ 18 Konsekuensi Keimanan_________ 19Bab 3. Marifatul Islam_________ 23 Pembatasan Definisi Islam_________ 24 Karakteristik Dîn al-Islam_________ 26Bab 4. Islam sebagai Mabda_________ 31 Islam Sebuah Mabda_________ 32 Ideologi-ideologi yang Ada Di Dunia_________ 37 Standar Kebenaran Ideologi_________ 39 Islam Vs Sosialisme & Kapitalisme_________ 41Bab 5. Hukum Islam_________47 Setiap Perbuatan Manusia Terikat dengan Hukum Syara_________ 48 Sumber dan Dalil Syara_________50 Kehujahan Sumber dan Dalil Syara_________ 50 Macam-Macam Hukum Syara_________ 55 Hukum Benda_________ 68 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim xi
  • 13. Hubungan Antara Hukum Perbuatan dan Hukum Benda_________ 61Bab 6. Hukum Pergaulan Pria dan Wanita_________ 63 Barat Vs Islam_________ 65 Aturan Pergaulan dalam Islam_________ 67Bab 7. Kewajiban Dakwah_________ 77 Dakwah adalah Kewajiban Setiap Muslim_________ 79 Peranan Dakwah dalam Membentuk Masyarakat_________ 82 Rasulullâh saw : Teladan Pengemban Dakwah_________ 84Bab 8. Kilas balik Sejarah Perjuangan Dakwah Rosul_________ 87 Fase Mekah_________ 88 Fase Madinah_________ 93 Perluasan Daerah Kekuasaan melalui Dakwah dan Jihad_________ 96 Pelajaran dari Perjuangan Dakwah Rasulullâh_________ 99Bab 9. Sifat Para Pengemban Dakwah_________ 101 Taqorrub Ilallah_________ 102 Berani_________ 103 Berilmu_________ 105 Tegas_________ 106 Tidak Kompromi dengan Kekufuran_________ 108 Memberi Teladan_________ 110 Sabar_________ 111 Istiqamah_________ 114Lampiran A_________ 115Lampiran B_________ 111Bibliografi_________ 144xii Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 14. Bab 1 AHSANUL AMAL Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca mamahami bahwa :1. Seorang muslim harus memiliki sifat yang khas dalam melakukan aktivitas,2. Keikhlasan merupakan syarat pertama diterimanya amalan,3. Syarat kedua diterimanya amalan adalah sesuainya perbuatan dengan syari’at Islam,4. Niat ikhlas dan kesesuaian dengan syari’at Islam ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan sebagai syarat diterimanya amal perbuatan. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 1
  • 15. llâh SWT telah memberikan kepada diri manusia potensi hidup yangA tercermin dalam tiga potensi yaitu kebutuhan jasmani (hajatul udlawiyah), naluri (gharizah) dan akal (idrok). Kebutuhan-kebutuhan jasmani dan naluri selalu menuntut pemenuhan sehingga manusiamempergunakan organ tubuhnya untuk melakukan aktivitas agar dapatmemenuhi kebutuhan-kebutuhan dan naluri-nalurinya. Dalam beraktivitas tadi, setiap manusia menggunakan parameteryang berbeda-beda. Hal inilah yang kemudian akan membedakan antaraseorang muslim dengan nonmuslim dalam beramal. Seorang muslimmemiliki orientasi yang khas dalam kehidupannya termasuk orientasiaktivitas yang dilakukannya. Seorang muslim senantiasa menyadari secarapenuh bahwa dunia dan kehidupannya saat ini merupakan sarana untukmengumpulkan perbekalan dalam upaya meraih kebahagiaan dunia dankebahagiaan akhirat yang abadi kelak. Dia pun menyadari bahwa potensikehidupan yang Allâh SWT karuniakan kepadanya merupakan energinyauntuk beribadah. Sehingga kehidupannya ia tujukan untuk mengabdikepada Allâh SWT dan aktivitasnya dia usahakan sekuat tenaga agarbernilai ibadah di hadapan Rabb-nya. Sesuai dengan Firman Allâh SWT:“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadahkepada-Ku” (TQS. ad-Dzariyât: 56) Selain itu setiap muslim harus senantiasa menyandarkanaktivitasnya pada aqidah Islam di mana ia diperintahkan untuk menjadikanAllâh SWT sebagai satu-satunya tujuan utama (ghayatul ghayah) dalamsegala aktivitas."Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalahuntuk Allâh, Tuhan semesta alam,"" (TQS al-Anam: 162)2 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 16. Suatu perbuatan akan bernilai ibadah di Hadapan Allâh SWT jikamemenuhi syarat ihsanul amal. Syarat pertama diterimanya amal adalahikhlas, yaitu keikhlasan sang pelaku. Definisi ikhlas telah dijelaskan olehbanyak ulama dengan cara yang berbeda-beda, namun semuanya tetapmenuju kepada satu pemahaman yaitu amalan hati yang mengarahkantujuan aktivitas manusia untuk meraih ridha Allâh semata dengan tidakmenghiraukan aspek-aspek selain itu. Oleh karena itu amal harus dilakukandengan ikhlas. Allâh SWT berfirman:“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mereka menyembah Allâhdengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamadengan lurus. Dan supaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat.Yang demikian itulah agama yang lurus.” (TQS. al-Bayinah : 5).“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlasmenyerahkan dirinya kepada Allâh, sedang diapun mengerjakan kebaikan.”(TQS. an-Nisa : 125).“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al-Quran) dengan(membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allâh dengan memurnikanketaatan kepada-Nya. Ingatlah hanya milik Allâh agama yang bersih (darisyirik).” (TQS. az-Zumar : 2-3). Secara tegas Allâh SWT memerintahkan kita untuk memurnikanketaatan dan beribadah hanya kepada-Nya dan Dia SWT akan menolakamalan yang diniatkan selain karena-Nya."Janganlah kamu sekali-kali menyangka bahwa orang-orang yang gembiradengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipujiterhadapa perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 3
  • 17. menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa. Dan bagi mereka siksa yangpedih." (TQS. Ali-Imran: 188) Dari Abu Hurairah, ia berkata : “Telah bersabda RasulullâhSalallaahu‘alaihi wasallam: ”Barang siapa belajar ilmu yang seharusnya iamengharapkan wajah Allâh ‘Azza wa Jalla, kemudian ia belajar untukmendapatkan sesuatu dari (harta) dunia, maka ia tidak akan mencium bausyurga pada hari kiamat.” (THR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad). "Siapa saja yang mempelajari ilmu demi menyaingi ‘Ulama, ataumengakali orang-orang bodoh, atau mencari perhatian orang, niscayaAllâh akan memasukkannya ke dalam api neraka. "(THR. Ibnu Majah). Syarat kedua diterimanya amal adalah amal tersebut sesuai dengansyari’atnya, atau tidak menyimpang dari hukum syara’ karena niat yangikhlas semata tidak dapat merubah hukum atau menggugurkankeharaman. Sebagaimana hadits Rasulullâh saw : “Barang siapa yang mengadakan sesuatu yang baru dalam urusan(agama) kami ini yang bukan darinya, maka amalan itu tertolak.” (THR.Bukhari dan Muslim).“Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada padanyaurusan kami (tidak mengikuti contoh kami) maka ia tertolak.” (THR.Muslim). Oleh karena itu, maka jelaslah, ketika kita menginginkan amalan kitaditerima Allâh SWT maka harus memenuhi kriteria ihsanul amal yaitu ikhlasdan sesuai dengan syari’at Islam. Keduanya harus senantiasa hadir dalamseluruh aktivitas kita. Dengan kata lain, setiap perbuatan kita harusdiniatkan karena Allâh SWT semata serta memaksimalkan mempelajarisyari’at Islam dengan serius sehingga aktivitas kita selalu ada dalam koridorsyara’ dan tidak menjadikan amalan kita sia-sia. Ini menunjukkan bahwailmu dan amal bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan danberpengaruh besar dalam aktivitas manusia sebagai seorang hamba4 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 18. Bab 2 JALAN MENUJU KEIMANAN Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca mamahami bahwa :1. Tingkah laku manusia ditentukan oleh pandangan hidup yang dia yakini,2. Agar seseorang menjadi individu yang mulia maka ia harus memiliki pandangan hidup yang benar,3. Keberadaan Allah SWT merupakan sebuah realitas yang dapat diyakini dengan bukti yang nyata,4. Akal manusia terbatas dalam mamahami Allah,5. Manusia membutuhkan petunjuk Allah SWT untuk dapat beribadah kepada-Nya dan menjalani kehidupan dunia,6. Al-Quran adalah petunjuk yang datang dari Allah SWT bukan dari yang lain,7. Muhammad saw adalah seorang Rosul Allah SWT,8. Adanya konsekuensi setelah beriman yaitu beriman kepada aqidah dan syari’at Islam. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 7
  • 19. ejarah manusia tidak pernah sunyi dari para pencari Tuhan. DenganS naluri beragamanya manusia selalu melakukan pencarian akan Tuhan yang sebenarnya. Bagi sebagian orang agama memang menjadi jawaban, namun demikian para filosof pun tak kalah banyak yangterlibat dalam masalah diskursus ketuhanan. Sebagian mereka benar-benarmenemukan Tuhan, sebagian yang lain terlena dalam mimpi yang tak jelasketika memaksakan diri menjangkau esensi Tuhan yang sesungguhnya. Sementara itu di kalangan umat Islam saat ini, keyakinan terhadapAllâh SWT masih dibungkus oleh hal-hal dogmatis, keIslaman merekakarena warisan orangtuanya. Kondisi ini menimbulkan sinkretisme dalammasalah agama. Lebih jauh lagi akan menimbulkan individu muslim yangsimbolik (KTP) belaka. Lalu bagaimana kita dapat meyakini akidah Islam di mana sebagianmasalah ajaran tercakup di dalamnya merupakan masalah gaib yangberada di luar rasio sehingga diperoleh keyakinan yang benar dan mantap?Bab ini akan menjelaskannya.Permasalahan Mendasar Manusia Perjalanan manusia di dalam kehidupan ini akan selalu dikendalikanoleh suatu pandangan hidup yang diyakininya. Pandangan tersebutmerupakan jawaban atas tiga simpul besar (pertanyaan mendasar) yaitutiga pertanyaan: Dari mana manusia berasal ?, untuk apa manusia hidup ?,dan akan ke mana manusia setelah mati ? Ketiga pertanyaan tersebut terkesan sangat sederhana, akan tetapiupaya pencarian jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut ternyata telahmenguras tenaga dan pikiran banyak cendikiawan, filosof, ataupun ulama.Mereka baik hanya dengan mengandalkan kapasitas intelektual maupunspiritual, ataupun dengan melandaskanya pada wahyu dari Al-Khaliq telahmemberikan jawaban atas ketiga permasalahan mendasar itu, terlepas daribenar atau salahnya jawaban tersebut. Jawaban itulah yang menjadi8 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 20. pandangan hidup manusia, yang menentukan arah dan metode kehidupanyang akan ditempuhnya. Sebagai contoh orang-orang yang menyelesaikan pertanyaanmendasar tersebut dengan jawaban: “kehidupan dunia ini ada dengansendirinya, manusia berasal dari materi dan kelak akan kembali lagimenjadi materi, sehingga manusia hidup untuk mencari kebahagiaanmateri selama ia mampu hidup”, maka mereka akan hidup dengan aturanyang dibuatnya sendiri, dengan standar baik-buruk yang mereka kehendaki.Mereka akan berbudaya, berekonomi, dan berpolitik untuk mencapaikebahagian material. Orang-orang seperti ini tidak meyakini adanya halghaib (Al-Khaliq, akhirat, dsb) selain materi. Sementara itu orang-orang yang menjawab: “di balik alam dankehidupan ini ada Sang Pencipta yang mengadakan seluruh alam, termasukdirinya, memberi tugas kehidupan pada manusia dan kelak ada kehidupanlain setelah dunia ini, yang akan membalas perbuatannya di dunia”, makamereka akan hidup, berekonomi, berbudaya, berpolitik dan berinteraksidengan kaum lain berdasarkan aturan Sang Pencipta tersebut. Standarbaik-buruk berdasar ketetapan Sang Pencipta dan sekaligus menjadistrandar amal yang harus dipertanggung-jawabkannya di hadapan SangPencipta. Demikian gambaran ringkas tentang ‘pandangan hidup’ yangmerupakan jawaban ’Uqdatul Qubro’ manusia. Hanya saja gambarantersebut belum menjelaskan tentang landasan kehidupan mana yang benardan mana yang salah. Lalu bagaimana jawaban yang benar terhadapmasalah ini ?(sebagai tambahan, pada lampiran A akan dijelaskan kerangkaberpikir raisonal untuk menyelesaikan permasalahan akidah) Dengan berbagai upaya manusia mencoba mencari jawabantersebut melalui realita yang dapat dijangkau akalnya. Karena segala halyang dapat di jangkau akal manusia tidak terlepas dari alam semesta,manusia dan kehidupan, maka ketiga hal inilah yang dijadikan objekberpikir untuk mencari jawaban yang dimaksud. Pemecahan yang benar terhadap masalah ini tidak akan terbentukkecuali dengan pemikiran yang jernih dan menyeluruh tentang alamsemesta, manusia dan kehidupan serta hubungan ketiganya dengankehidupan sebelum dan kehidupan sesudah kehidupan dunia ini. Danparameter untuk menentukan kebenaran jawaban tersebut adalah bahwajawaban itu harus memuaskan akal, menentramkan jiwa dan sesuai dengan Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 9
  • 21. fitrah manusia. Proses pencarian jawaban yang sahih dari permasalahanmendasar ini adalah sebagai berikut.Eksistensi Allâh SWT Islam menjawab bahwa di balik alam semesta, manusia dankehidupan ada Al-Khaliq yang menciptakan semuanya dari tidak adamenjadi ada. Sedangkan beberapa kaum tertentu sama sekali tidak percayaterhadap eksistensi Al-Khaliq yang Maha Pencipta dan Maha Mengatur.Mereka percaya bahwa materi adalah kekal sehingga tidak membutuhkanpencipta. Bukti yang mengharuskan adanya pencipta yang menciptakannyaadalah sebagai berikut, bahwa segala sesuatu yang dapat dijangkau olehakal terbagi dalam tiga unsur, yaitu manusia alam semesta, dan kehidupan.Ketiga unsur ini bersifat terbatas dan lemah, serba kekurangan dan salingmembutuhkan satu sama lain. Manusia bersifat terbatas karena tumbuh dan berkembang sampaibatas tertentu dan selalu bergantung terhadap sesuatu yang lain. Begitupula halnya dengan kehidupan bersifat terbatas pula, kehidupan ini akanberhenti pada satu individu itu saja. Alam semesta juga bersifat terbatas,karena alam semesta merupakan kumpulan benda-benda yang bersifatterbatas. Maka dapat dipahami bahwa manusia, alam semesta, dankehidupan bersifat terbatas. Jika sesuatu bersifat terbatas maka sesuatu itu tidak azali (tidakberawal dan tidak berakhir) dalam kata lain ada yang menentukan awaldan akhirnya, ia adalah makhluk yang diciptakan oleh sesuatu yang lain,sesuatu itulah yang kita sebut sebagai Al-Khaliq.Diskursus mengenai jumlah dan asal mula al Khaliq Setelah kita membuktikan keberadaan Al-Khaliq maka munculmasalah baru, karena di antara sekian banyak orang yang mempercayaikeberadaan-Nya berbeda pendapat mengenai jumlah dan asal mula alKhaliq. Mengenai jumlah-Nya beberapa orang berpendapat Al-Khaliq adalahtunggal dan yang lainnya mengatakan ada banyak Al-Khaliq. Lalu mengenaiasal al Khaliq akan didapati tiga pendapat dari kemungkinan yang adayaitu:10 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 22. 1. Al-Khaliq ada karena diciptakan,2. Al-Khaliq ada karena menciptakan dirinya sendiri lalu menciptakan alam semesta, dan3. Al-Khaliq bersifat azali (tidak berawal dan tidak berakhir). Untuk menyelesaikan masalah ini kita harus memahami bahwa Al-Khaliq harus terhindar dari sifat terbatas, karena sifat terbatas hanya adapada makhluk. Tiadanya keterbatasan al Khaliq merupakan sesuatu sesuatuyang mutlak karena Dia merupakan tempat bergantungnya eksistensisemua makhluk-Nya yang terbatas, sedangkan dirinya tidakmenggantungkan diri kepada suatu apapun. Terlebih apabila Al-Khaliqbersifat terbatas, Dia tidak mungkin mampu untuk memelihara diri-Nyasendiri apa lagi mengatur alam semesta. Akibatnya semua yang ada dialamini akan binasa. Maka pendapat bahwa jumlah Al-Khaliq lebih dari satu adalahpendapat yang salah, andaikan demikian tentunya alam semesta akanhancur karena Khaliq-Khaliq itu akan saling berperang. Pendapat itu secaratidak langsung menunjukkan bahwa Al-Khaliq bersifat terbatas. Padahal Al-Khaliq harus tidak terbatas karena semua yang terbatas adalah makhluk. Berikutnya tiga kemungkinan mengenai eksistensi Al-Khaliq dapatdijelaskan sebagai berikut :a. Kemungkinan yang mengatakan bahwa Al-Khaliq ada karena diciptakan oleh sesuatu yang lain adalah kemungkinan yang salah. Karena jika demikian Al-Khaliq bersifat terbatas karena ada yang menentukan awal dan akhir-Nya. Sedangkan segala sesuatu yang bersifat terbatas adalah makhluk dan Al-Khaliq tidak sama dengan makhluk.b. Kemungkinan yang kedua bahwa Al-Khaliq menciptakan diri sendiri dan menciptakan alam semesta adalah kemungkinan yang salah. Karena kemungkinan ini mustahil terjadi. Jika demikian Ia berlaku sebagai Khaliq sekaligus makhluk dalam waktu yang bersamaan.c. Kemungkinan yang ketiga bahwa Al-Khaliq bersifat azali adalah kemungkinan yang benar, karena menunjukkan sifatnya yang tidak terbatas. Karena jika tidak azali maka Ia terbatas sedangkan sesuatu yang terbatas adalah makhluk dan makhluk tidak sama dengan Khaliq. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 11
  • 23. Memahami Keberadan Allâh SWT Melalui Alam Semesta Sesungguhnya setiap manusia yang berakal sehat mampumembuktikan tentang eksistensi Allâh SWT, hanya dengan memperhatikanmahluk ciptaan–Nya. Akan tetapi manusia hanya mampu menjangkauwujud-Nya saja (bahwa Al-Khaliq itu ada), manusia tidak mungkin dapatmenjangkau zat-Nya, karena zat-Nya bukanlah sesuatu yang dapat diinderakarena Al-Khaliq berada di luar alam semesta, manusia dan kehidupan. Selain itu akan sangat berbahaya jika keimanan seseorang terhadapAl-Khaliq hanya disandarkan kepada perasaan (wizdan) saja, karenaperasaan cenderung untuk menambah-nambahkan sifat yang diimani.Misalnya membayangkan Al-Khaliq dengan rupa tertentu seperti wanitabertubuh ikan, berambut ular. Karenanya Islam mengalihkan perhatianmanusia untuk merenungi keajaiban ciptaan Allâh SWT. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinyamalam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ”(TQS. Ali Imran: 190).“ Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana iadiciptakan? Dan langit bagaimana ia di tinggikan? Dan gunung-gunungbagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana ia dihamparkan” (TQS. al-Ghaasyiyah: 17-20).“Hendaklah manusia memperhatikan, bagaimana ia di ciptakan? Ia diciptakan dari air yang memancar, yang keluar di antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.” (TQS. ath-Thaariq: 5-7).12 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 24. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinyamalam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yangberguna bagi manusia dan apa yang Allâh turunkan dari langit yangberupa air, lalu dengan air itu Ia hidupkan bumi sesudah matinya (kering)dan Ia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran air danawan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sesunguhnya pada semuaitu terdapat tanda-tanda (Keesaan dan Kebesaran Allâh) bagi kaum yangmemikirkan.” (TQS. al-Baqarah:164)."Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamudari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembangbiak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakanuntukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung danmerasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasihdan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapattanda-tanda bagi kaum yang berpikir. Dan di antara tanda-tandakekuasaan-Nya, Dia menciptakan langit dan bumi; dan berlainan bahasadan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benarterdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antaratanda-tanda kekuasaan-Nya, ialah tidurmu di waktu malam dan siang haridan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 13
  • 25. yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yangmendengar. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Diamemperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan danharapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkanbumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikianitu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakanakalnya. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langitdan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamusekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur)". (TQS.Ar-Ruum: 20-25). Tanda-tanda berupa penciptaan langit dan bumi, pergantian malamdan siang, bahtera yang berlayar di atas lautan, hujan yang turun darilangit, peredaran planet-planet, penciptaan manusia dengan perbedaanbahasa dan warna kulit ditujukan untuk mengajak manusia merenungkankebesaran Allâh SWT, sehingga manusia dapat merasakan keberadan-Nyadan kemahakuasaan-Nya. Islam melarang kita beriman hanya dengan perasaan (wizdan) saja.Islam mengharuskan kita untuk merenung dan berpikir sehingga keimanankita terbangun di atas landasan yang kuat setelah melalui proses pemikiranyang mendalam. Dan Islam mengarahkan perhatian manusia untukmerenungi kebesaran Allâh SWT dengan merenungi kesempurnaanmakhluk-makhlukNya. Dengan demikian akal dan perasaan manusiamenjadi dua faktor yang memperkuat keimanannya. Ajakan untuk memperhatikan alam semesta dengan seksama,dalam rangka mencari sunatullâh serta guna memperoleh petunjuk untukberiman terhadap Penciptanya telah disebut ratusan kali oleh Al-Qurandalam berbagai surat yang berbeda. Semua ditujukan kepada potensi akalmanusia untuk mengajaknya berpikir dan merenung, sehingga imannyabenar-benar muncul dari akal dan bukti yang nyata. Di samping itu untukmemperingatkan agar tidak mengambil jalan yang telah ditempuh nenekmoyangnya, tanpa meneliti dan menguji kembali sejauh manakebenarannya. Inilah iman yang diserukan oleh Islam. Iman yang semacam inibukanlah iman yang dikatakan orang sebagai imannya orang-orang lemah,melainkan iman yang berlandaskan pemikiran yang cemerlang danmeyakinkan, yang senantiasa mengamati (alam sekitarnya), berpikir dan14 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 26. berpikir, kemudian lewat pengamatan dan perenungannya akan sampai 1kepada keyakinan tentang adanya Allâh Yang Mahakuasa.Kebutuhan Manusia Terhadap Petunjuk Allâh SWT Setelah membuktikan eksistensi Allâh SWT, akal kita akan menuntunkita untuk memahami bahwa manusia membutuhkan petuntuk Allâh SWT.Hal ini bisa dipahami karena Pertama, fitrah manusia senantiasa mentakdiskan penciptanya.Aktivitas pentakdisan ini disebut ibadah yang merupakan tali penghubungantara manusia dengan penciptanya. Apabila hubungan ini dibiarkanberjalan tanpa aturan akan menyebabkan kekacauan ibadah sertamenyebabkan terjadinya penyembahan terhadap selain dari Pencipta yangsebenarnya. Jadi harus ada aturan tertentu yang mengatur hubungan inidengan baik. Hanya saja aturan ini tidak boleh datang dari pihak manusia,karena ia tidak mampu memahami hakekat Al-Khaliq (maksudnya tentangperbuatannya, apakah perbuatan itu diterima atau ditolak oleh-Nya) untukdapat meletakan aturan antara dirinya dengan Sang Pencipta. Oleh karenaitu aturan ini harus datang dari Khaliq. Kedua, manusia memiliki kebutuhan jasmani dan naluri yang perludipenuhi. Apabila dibiarkan berjalan tanpa aturan akan terjerumus ke arahpemuasan yang salah dan berlebihan serta akan menyebabkan malapetakaterhadap umat manusia. Oleh karena itu harus ada aturan yang mengaturpemenuhan naluri dan kebutuhan-kebutuhan jasmani ini. Hanya sajaaturan ini tidak boleh datang dari manusia, sebab pemahamannya dalammengatur pemenuhan naluri dan kebutuhan jasmani tidak pernah terlepasdari sifatnya yang terbatas dan senantiasa dipengaruhi oleh lingkungan.Apabila manusia dibiarkan membuat aturan sendiri maka aturan yangdihasilkan tidak sempurna sehingga menyebabkan kekacauan, perselisihandan pertentangan yang akan menjerumuskan manusia ke dalamkenestapaan. Maka dari itu aturan tersebut harus datang dari Al-Khaliq. Maka selanjutnya tugas manusia adalah mencari petuntuk tersebut,yakni petunjuk yang benar-benar berasal dari Al-Khaliq yang dapatdibuktikan kebenarannya dengan akal.1 An-Nabhani, Peraturan Hidup dalam Islam, halaman 15. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 15
  • 27. Bukti al-Quran Kalamullâh Untuk membuktikan bahwa al-Quran itu datang dari Allâh SWT,dapat dilihat dari kenyataan bahwa al-Quran adalah sebuah kitabberbahasa Arab yang awal mulanya dikenal di jazirah Arab (Mekah) yangdibawa oleh seorang laki-laki bernama Muhammad saw. Karena faktatersebut, maka secara aqli akan muncul tiga kemungkinan mengenaisumber al-Quran.1. al-Quran merupakan karangan bangsa Arab,2. al-Quran merupakan karangan Muhammad saw., dan3. al-Quran berasal dari Allâh SWT.Tidak ada kemungkinan lain selain dari ketiga kemungkinan ini.Al-Quran Bukan Karangan Bangsa Arab Kemungkinan yang pertama adalah kemungkinan yang bathil.Karena al-Quran sendiri telah menantang bangsa Arab untuk membuatkarya yang serupa. Sebagaimana terdapat dalam ayat :“…Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yangdibuat-buat yang menyamainya, dan panggillâh orang-orang yang kamusanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orangyang benar". (TQS. Hud :13). Manakala orang Arab tidak mampu menjawab tantangan tersebut,al-Quran menantang mereka untuk menurunkan satu ayat yang semisal al-Quran.“…Katakanlah: Kalau benar yang kamu katakan maka cobalah datangkansebuah surat yang menyerupainya, dan panggillâh orang-orang yang kamusanggup (memanggilnya) selain Allâh, jika kamu memang orang-orangyang benar” (TQS. Yunus: 38).16 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 28. "Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untukmembuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapatmembuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadipembantu bagi sebagian yang lain". (TQS. al-Isra: 88)."Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Quran yang Kamiwahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja)yang semisal al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh,jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimudari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagiorang-orang kafir." (TQS. al-Baqarah: 23-24). Bangsa Arab telah berusaha untuk menghasilkan karya yang serupa,akan tetapi mereka tidak juga berhasil. Al-Quran bukan perkataan merekakarena mereka tidak mampu untuk menghasilkan karya yang serupa,kendati ada tantangan dari al-Quran dan usaha dari mereka untukmembuatnya. Kalaupun ada hanya beberapa orang yang berani menyambuttantangan ini, misalnya Musailamah al-Kazzab sang nabi palsumengeluarkan perkataan dan menganggapnya mampu menyamaikeluhuran al-Quran :Artinya : "wahai katak anak dari dua katak, berkuaklah sesukamu. Bagian 2atasmu di air dan bagian bawahmu di tanah." Namun perkataan ini justeru mendapatkan banyak ejekan dari orangArab karena sangat jauh lebih rendah dari gaya bahasa al-Quran.2 Al-Haromain, Al-Quran dan Terjemahan, halaman 66. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 17
  • 29. Selain itu isi al-Quran banyak bertentangan dengan adat kebiasaanorang-orang Arab ketika itu. Al-Quran mencela kebiasaan ritualpenyembahan berhala, mengubur anak perempuan, meminum khamer danlain sebagainya. Sangat tidak mungkin suatu kaum membuat aturan yangmelarang perbuatan yang mereka sukai. Di sisi lain al-Quran menjelaskan fakta ilmiah yang belum mampudiungkap oleh orang Arab ketika itu misalnya tentang pembentukan janindi dalam rahim :  "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati(berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yangdisimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kamijadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpaldaging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulangbelulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan diamakhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allâh, Pencipta YangPaling Baik." (TQS. al-Muminun: 12-14). Dan menentang pendapat ahli nujum yang ketika itu menganggapbahwa matahari tidak beredar:"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapanYang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. " (TQS. Yâsîn: 38)ِ .Al-Quran Bukan Karangan Muhammad saw Adapun kemungkinan yang kedua adalah kemungkinan yang bathil,sebab Muhammad saw adalah orang Arab dan beliau sebagai seorangmanusia yang menjadi salah satu anggota dari masyarakat atau bangsanya,selama bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, makaMuhammad saw tidak mampu menghasilkan yang serupa.18 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 30. Hal tersebut makin diperkuat lagi dengan banyaknya hadits-haditssahih yang berasal dari Nabi Muhammad saw yang sebagian diriwayatkan 3secara tawatur . Apabila setiap hadits ini dibandingkan dengan ayatmanapun dalam al-Quran, tidak akan dijumpai adanya kemiripan dari segigaya bahasanya (uslub), padahal Nabi Muhammad saw di samping selalumembacakan ayat-ayat yang diterimanya, beliau pun menyampaikanhadits-hadits dalam waktu yang bersamaan selama bertahun-tahun. Akantetapi keduanya tetap berbeda dari segi gaya bahasanya sehingga parasahabat dapat dengan mudah membedakan antara ayat al-Quran denganhadits. Bahkan orang-orang musyrik Mekah yang memusuhi Nabi sekalipuntidak percaya jika al-Quran dibuat olehnya. Misalnya ketika Utbah diutusoleh tokoh Quraisy untuk membujuk Rosul saw agar menghentikandakwahnya, beliau menolak sambil membacakan surat al-Fushilat ayat satusampai lima sehingga Utbah terpesona dan kembali ke kaumnya laluberkata: "Aku belum pernah mendengarkan kata-kata yang seindah itu, itubukan syair, bukan sihir dan bukan pula kata-kata ahli tenung. Sungguh al-Quran itu ibarat pohon yang daunnya rindang, akarnya terhujam ke tanah,susunan kata-katanya manis, ia adalah tinggi dan tak ada yang dapatmelebihinya". Karenanya mereka mencari tuduhan lain untuk mendustakanal-Quran yang kemudian dijelaskan dalam sebuah ayat “Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata:"Sesungguhnya al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya(Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa)Muhammad belajar kepadanya adalah bahasa `Ajam, sedangkan al-Quranadalah dalam bahasa Arab yang jelas” (TQS. an-Nahl: 103).Al-Quran Adalah Kalamullâh Setelah kemungkinan pertama dan kedua yang mengatakan al-Quran merupakan karangan orang Arab dan karangan Muhammad3Tawatur adalah cara penyampaian khobar kepada banyak orang dikalangan sahabatsehingga tidak diragukan lagi kebenarannya, karena mereka mengetahui denganbersama-sama dan tidak mungkin bersepakat untuk membuat dusta. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 19
  • 31. terbantahkan, maka dapat dipastikan bahwa al-Quran adalah kalamullâh,inilah satu-satunya pendapat yang benar sebagaimana pernyataan dalamal-Quran :"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguhnyaKami benar-benar memeliharanya" (TQS. al-Hijr: 9)."Itulah ayat-ayat Allâh, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu denganbenar…" (TQS. Ali Imran : 108)."Tidaklah mungkin al-Quran ini dibuat oleh selain Allâh; akan tetapi (al-Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskanhukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya,(diturunkan) dari Tuhan semesta alam." (TQS. Yunus : 37)Bukti Kerasulan Muhammad saw Al-Quran adalah kalamullâh yang diturunkan oleh Pencipta danpemelihara alam semesta dan seisinya, sedangkan kita ketahui bahwaMuhammad saw adalah orang yang menerima al-Quran, membawanya danmengajarkannya kepada manusia. Hal itu merupakan bukti kerasulanMuhammad saw, karena tidak ada yang membawanya melainkan seorangRasul. maka berdasarkan akal dapat diyakini bahwa Muhammad saw ituseorang Rasul."Muhammad sawtu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullâh dan penutup nabi-nabi. Danadalah Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu." (TQS. al-Ahzâb: 40)20 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 32. Konsekuensi Keimanan Setelah terbentuknya keyakinan terhadap eksistensi Allâh SWT,Muhammad saw sebagai Rosulullâh dan al-Quran sebagai kalamullâhbukan berarti tugas manusia selesai kemudian bebas berbuat apapun.Karena keyakinan tersebut menuntut kita untuk berbuat dua hal: Pertama, membenarkan semua yang dikabarkan oleh al-Quran danhadits qathi termasuk perkara-perkara gaib seperti keberadaan nabi-nabisebelum Muhammad saw, kitab-kitab sebelum al-Quran, jin, setan,malaikat, hari kiamat, pengumpulan di padang mahsyar, yaumul hisab,syurga, neraka dan lain sebagainya. Pembenaran mengenai hal ini bukansuatu yang dipaksakan tanpa bukti karena diambil dari dalil naqli yangbenar (al-Quran dan hadits qathi) yang dapat dibuktikan kebenarannyasecara aqli."Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allâh danRasul-Nya dan kepada kitab yang Allâh turunkan kepada Rasul-Nya, sertakitab yang Allâh turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepadaAllâh, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan harikemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."(TQS. an-Nisa : 136). Kedua, mengimani syariat Islam dan mematuhi taqlif yang tesuratdalam al-Quran maupun hadits Nabi. Seseorang yang menolak hukum-hukum syara yang bersifat qoti secara keseluruhan atau sebagian berartijatuh pada kekafiran, tanpa membedakan hukum tersebut apakahberkaitan dengan ibadah, makanan, muamalah atau uqubat (sanksi). Jadikufur terhadap ayat “Padahal Allâh telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (TQS. Al-Baqarah: 275). Atau terhadap ayat Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 21
  • 33. “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri potonglah tangan keduanya”. (TQS. Al-Maidah: 38). Sama dengan kufur terhadap ayat:“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allâh”. (TQS. Al-Maidah: 3). Keimanan terhadap syariat Islam tersebut harus diterima dengansikap penyerahan diri secara total dan penerimaan secara mutlak terhadapsemua yang diturunkan dari sisi-Nya. “Maka demi Rabb-mu mereka itu (pada hakikatnya) tidak berimansebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim (pemutus)terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidakmerasa di hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang engkauberikan dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya.” (TQS. An-Nisaa: 65). Dengan semua yang telah dijelaskan kita dapat memberikanjawaban terhadap Uqdatul Qubro dengan jawaban yang benar,memuaskan akal, menentramkan hati dan sesuai dengan fitrah manusia. Yaitu jawaban yang mengatakan bahwa di balik alam semesta,manusia dan kehidupan ini ada Allâh SWT yang menciptakan semuanya.Manusia diciptakan untuk taat dan tunduk terhadap semua hukum-Nya,melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala yangdilarang-Nya. Kemudian kepada-Nya pula akan dikembalikan semuaciptaan tersebut, yakni di yaumil akhir di mana manusia akan dimintaipertanggungjawaban atas segala perbuatannya kemudia diberi balasaberupa syurga yang penuh kenikmatan bagi orang-orang yang taqwa dan22 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 34. neraka bagi mereka yang kufur. Inilah satu-satunya jawaban yang benaryang dapat mengantarkan manusia untuk meraih kebangkitan yang benarmanakala manusia membangun peradabannya di atas jawaban tersebut.Inilah jawaban yang layak untuk diemban dan diperjuangkan hinggaberakhirnya eksistensi manusia, alam semesta beserta seluruh kehidupandi dalamnya.  Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 23
  • 35. Bab 3 MA’RIFATUL ISLAM Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca mamahami bahwa:1. Islam adalah nama agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang berbeda dengan agama nabi-nabi sebelumnya,2. islam memiliki beberapa karakteristik yaitu; syamil; kamil; universal, manusiawi, aplikatif dan tetap, Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 23
  • 36. ecara bahasa Islam berasal dari kata aslama yang berarti tunduk,S pasrah, atau menurut. Sedangkan makna Islam secara syar’i adalah diin yang diturunkan oleh Allâh kepada Nabi Muhammad saw yang mengatur hubungan manusia dengan Allâh, dengan dirinya sendiri dandengan manusia lainnya.Pembatasan Definisi Dîn al-Islam Pembatasan Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allâh berartimengecualikan agama yang bukan berasal dari Allâh SWT, seperti Budha,Hindu, Sintoisme ataupun yang lainnya. Sedangkan batasan yangditurnnkan kepada Nabi Muhammad saw, berarti mengecualikan agama-agama yang diturunkan selain kepada Nabi Muhammad saw, seperti agamaNabi Musa as, Nabi sawsa as, maupun Nabi-nabi yang lainnya. Adapunbatasan yang mengatur hubungan manusia dengan Allâh, dengan dirinyadan dengan sesamanya menjelaskan cakupan ajarannya yang meliputiseluruh aspek kehidupan. Definisi ini diambil dari sejumlah nash, di mana Allâh SWT telahmenamai agama yang dibawa Nabi Muhammad saw dengan Islam."Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamabagimu." (TQS. Al-Maidah: 3). Kemudian Allâh SWT menjelaskan bahwa Islam adalah satu-satunyaagama yang diridhai-Nya.24 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 37. "Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allâh hanyalah Islam." (TQS.Ali Imran: 19). Karena hanya agama Islam yang diridoi, berarti agama selain Islamtidak diridoi, Allâh SWT berfirman"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklahakan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (TQS. Ali Imran: 85). Sedangkan lafadz Islam adalah nama untuk agama yang diturunkankepada Nabi Muhammad saw. Dalam nash al-Quran maupun as-Sunahlafadz Islam tidak digunakan untuk menyebut nama agama nabi-nabisebelum Muhammad saw, adapun ayat :"Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala diamelihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dandisingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya iaadalah istana licin terbuat dari kaca". Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku,sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserahdiri bersama Sulaiman kepada Allâh, Tuhan semesta alam." (TQS. an-Naml:44). Kata aslamtu maa sulaiman dalam ayat tersebut bukan berarti RatuBalqis masuk Islam dan agama nabi Sulaiman adalah Islam, karena tidakada indikasi yang menunjukkan itu. Meskipun lafadz aslamtu memiliki akarkata yang sama dengan Islam yaitu aslama, bukan berarti lafadz aslamtubermakna sama dengan Islam. Tidak selamanya dua lafadz yang sama akarkatanya memiliki arti yang sama pula. Seperti lafadz mujtama’ dan jima’berasal dari akar kata yang sama yaitu jama’a. tetapi mujtama berartimasyarakat sedangkan jima’ berarti bersetubuh. Meskipun kita dapati dalil dalam al-Quran yang memerintahkanuntuk mengikuti milah nabi sebelumnya, seperti: Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 25
  • 38. "Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agamaIbrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yangmempersekutukan Tuhan." (TQS. an-Nahl: 123)."Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimanaKami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yangkemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim,Isma`il, ishak, Ya`qub dan anak cucunya, `Isa, Ayyub, Yunus, Harun danSulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (TQS. an-Nisa: 163). Dengan adanya ayat tersebut tidak berarti bahwa agama nabisebelumnya sama dengan nabi Muhammad saw sehingga disebut sebagaiIslam. Memang dalil tersebut berlaku umum, yaitu menyeru untukmengikuti seluruh ajarannya meliputi aqidah maupun syariat, tetapi adadalil lain yang membatasi"Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan syariatnyasendiri-sendiri." (TQS. al-Maidah: 48). Ayat ini mengecualikan syariat dari agama tersebut. Maka yangwajib diikuti adalah akidahnya saja karena pokok-pokok akidah yang adadalam Islam maupun agama samawi sebelumnya sama, namun berbedadalam syariat. Walhasil Islam adalah agama yang diturunkan Allâh SWT kepadanabi Muhammad saw bukan agama nabi-nabi sebelumnya. Denganturunnya Islam maka syariat sebelumnya telah dihapus sehingga syariatagama sebelum kita bukan syariat bagi kita.Karakter Diin al-Islam Sebagai sebuah diin Islam memiliki beberapa karakter yang khas,yang dapat diuraikan dalam poin-poin berikut :26 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 39. Islam Bersifat Kamil (sempurna) Islam diturunkan oleh Allâh SWT yang Maha mengetahui, Maha adildan tidak memiliki sifat keterbatasan. Allâh SWT adalah pencipta semuayang ada di alam semesta dan mengetahui semua hal tentang ciptaannya.Maka aturan yang dibuat oleh Allâh SWT pasti sempurna dan adil. Aturantersebut pasti sesuai dengan fitrah makhluk-Nya dan apabila diterapkanpasti membawa kesejahteraan."Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamabagimu." (TQS. al-Maidah: 3).Islam Bersifat Syumul (menyeluruh). Ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Islammangatur masalah yang kecil sampai masalah yang besar, mengaturkehidupan individu hingga masyarakat. Tidak ada satupun sisi kehidupanyang tidak terjangkau oleh aturannya, Allâh SWT berfirman:"Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskansegala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (TQS. an-Nahl: 89). Karena itu Islam menolak parsialisasi (sekularisasi) dalampenerapannya"Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkarterhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuatdemikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, danpada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat.Allâh tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." (TQS. al-Baqarah: 85). Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 27
  • 40. "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secarakeseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (TQS. al-Baqarah:208).Islam Bersifat Alamiyah (universal) Islam diturunkan untuk seluruh umat manusia di dunia, dari ujungbarat sampai ujung timur, tanpa melihat bangsa, keluarga, suku, warnakulit dan bahasanya."Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allâhkepadamu semua." (TQS. al-Araf: 158)."Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusiaseluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberiperingatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (TQS. Saba:38)."Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullâh al-Ansari ra katanya: Rasulullâhbersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepadaseorang Nabi pun sebelumku. Semua Nabi sebelumku hanya diutus khususkepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada manusia yang berkulitmerah dan hitam ….." (THR. Bukhari dalam kitab Tayamum, hadits nomor3323).28 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 41. Islam Bersifat Insaniyah (manusiawi) Karena sesuai dengan fitrah manusia. Islam mengakomodir seluruhkebutuhan manusia, Islam tidak mengekang suatu kebutuhan juga tidakmengumbarnya, akan tetapi Islam mengaturnya dengan aturan-aturanyang terperinci. Hal itu memungkinkan terpenuhinya semua kebutuhanmanusia secara fitrah yang akan membawa kesejahteraan dalamkehidupan.Islam Bersifat Aplikatif Islam bukan hanya ide yang terdapat pada benak dan tertulis dalambuku-buku atau sebagai hiasan lisan bagi penganutnya. Islam memangbersifat aplikatif dan mungkin untuk diterapkan, maka setiap muslim harusmengamalkan dan menerapkan semua ajaran Islam bukan sekedardiketahui."Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawakebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yangditurunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu;maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allâh turunkan danjanganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkankebenaran yang telah datang kepadamu." (TQS. al-Maidah: 48).Islam Bersifat Tetap Islam tidak akan mengalami perubahan sepanjang zaman dari sisiaqidah maupun syariatnya. Aqidah merupakan hal yang sudah pastikebenarannya dan tidak akan berubah sepanjang masa. Adapun syariatnyatidak akan berubah, karena Islam sudah sempurna. Tidak ada dalil dalamAl-Quran maupun as-Sunah yang menunjukkan bahwa aqidah dan syariatIslam berubah karena perubahan zaman. Banyak pihak meragukankemampuan Islam dengan alasan perubahan zaman, teknologi dansebagainya akan tetapi perubahan tersebut tidak mengubah esensi dariaktivitas manusia, yang berubah hanya uslub dan fasilitas yang digunakanmanusia dalam beramal. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 29
  • 42. Demikianlah diin al-Islam yang diturunkan Allâh SWT kepada nabiMuhammad saw untuk seluruh umat manusia dan mengatur seluruh aspekkehidupan. Seorang muslim wajib terikat dengan aqidah dan syariat Islamlalu berusaha merealisasikannya kemudian menolak agama, ideologi,konsep hidup selain dari Islam."Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklahakan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (TQS. Ali-Imran: 85). 30 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 43. Bab 4 ISLAM SEBAGAI MABDA’ Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca mamahami bahwa:1. Islam bukan semata-mata agama ritual atau moral tetapi sebuah mabda’ (way of live),2. Adanya mabda’ lain di dunia yaitu kapitalisme dan sosialisme,3. Tiga standar untuk menilai kebenaran mabda yaitu sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati,4. Islam adalah mabda’ yang haq sedangkan yang lainnya batil. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 31
  • 44. slam bukan ajaran yang bersifat ritual dan moral semata. Islam bukanI agama yang mengatur manusia dalam urusan individunya saja. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya Islam melingkupi semua aspek kehidupan manusia. Artinya Islam adalahsebuah jalan atau sistem kehidupan, Islam adalah sebuah mabda (ideologi)dan pada bab ini kita akan membahasnya. Mabda (ideologi) diartikan sebagai aqidah aqliyah yang darinya 4melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan . Apabila agama yang adahanya mengatur urusan ibadah ritual saja tanpa ada kelengkapan aturantentang berbagai segi kehidupan, maka sebuah mabda mengatur hal itu.Mabda akan membentuk masyarakat dengan aqidah dan aturan-aturannyasehingga terbentuk sebuah tatanan masyarakat atau sebuah peradabanyang khas. Berbeda dengan masyarakat dan peradaban yang lain. Sebuah konsep bisa disebut sebuah mabda (ideologi) apabiladidasari oleh aqidah tertentu. Aqidah yang terlahir dari proses berfikir –bukan doktrinasi--. Aqidah inilah yang akan memancarkan sistem aturan.Sehingga, prasyarat kedua bagi sebuah mabda adalah memiliki aturan-aturan yang terperinci untuk mengatur kehidupan, memiliki cara untukmenjaga aqidah dan bersifat universal sehingga menuntut pemeluknyauntuk mengajak manusia agar mengikuti mabdanya.Islam Sebuah Mabda Islam adalah sebuah mabda (ideologi). Hal ini dapat dibuktikandengan melihat konsep-konsep Islam sendiri (aspek normatif), fakta sejarah(telusur historis), dan realitas kekinian yang nampak (tinjauan empirik).Aspek Normatif Islam4 Muhammad ismail, Bunga Rampai Pemikiran Islam, halaman 179.32 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 45. Pertama, Islam memiliki aqidah yang memberikan pandangan atauarah pemikiran tertentu terhadap alam semesta, manusia, serta hubungansemuanya dengan sebelum kehidupan ( Sang Pencipta) dan setelahkehidupan (Hari Kiamat), serta tentang hubungan semuanya dengansebelum dan setelah kehidupan (Syariat dan Hisab). Islam berpandangan,sebelum alam ini ada Allâh SWT yang menciptakan semuanya. Kemudianmanusia hidup untuk tunduk dan patuh dalam melaksanakan semuaperintah-Nya. Akhirnya manusia akan kembali kepada Allâh SWT. untuk 5mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia. Atau dalam konteks yang lebih spesifik, akidah Islam merupakanpemikiran tentang adanya Allâh, Malaikat, Kitab, Hari Kiamat, serta Qdha’dan Qadar, baik dan buruknya semata-mata dari Allâh. Itu semua diyakinioleh kalbu dan diterima oleh akal pikiran. Sehingga menjadi pembenaran(keyakinan) yang bulat, yang sesuai dengan realitas, dan bersumber daridalil. Aqidah inilah yang akan menuntun setiap pemeluknya dalamberpikir dan bertingkah laku. Akidah ini pula yang akan membuat setiappemeluknya meraih ketentraman jiwa. Ketentraman yang merupakankonsekuensi dari rasionalitas dan keagungan aqidah Islam. Aqidah Islammemerintahkan setiap individu untuk menyembah Allâh SWT.Sebagaimana yang diperintahkan dan ditunjukan oleh Rasulullâh saw. Dimana penyembahan (ibadah) kepada Allâh SWT. ini tidak hanya berefekpada aspek individual semata. Selain mendorong terbentuknya akhlaqIslam, aqidah ini pula yang memberikan penyelesaian menyeluruh, di manamenjadi salah satu tujuan dari pelaksanaan syariah dan sistem Islam. Kedua, Islam memiliki seperangkat aturan untuk menyelesaikanseluruh problematika kehidupan. Baik aturan berkaitan dengan hubunganmanusia dengan Allâh SWT, manusia dengan dirinya sendiri, maupunmanusia dengan sesamanya. Aturan tersebut bersifat sempurna,menyeluruh dan aplikatif. Seluruh urusan umat diatur oleh Islam denganhukum syariahnya. Islam menjelaskan hukum-hukum pemecahan masalahberkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan,dan keamanan. Dalam menjaga harmoni kehidupan di masyarakat, Islammenjelaskan hukum-hukum seluruh aspek kehidupan di atas sekaligussanksi-sanksi hukum (nizham al-uqubat) terhadap pelanggaran hukum-hukum syariah itu. Islam juga menjelaskan hukum tentang ketatanegaraan,5 Lihat kembali bab dua : Jalan Menuju Keimanan Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 33
  • 46. sistem negara Khilâfah Islamiyah, yang bertanggung jawab ataspelaksanaan hukum syariah Islam yang kaffah itu. Secara konseptual, buku fiqih paling sederhana semacam Fiqih Islamkarya Sulaiman Rasyid memuat bab Al Khilâfah setelah pembahasan babToharoh, bab Sholat, bab Jenazah, bab Zakat, bab Puasa, bab Haji danUmrah, bab muamalat, bab pembagian harta pusaka (Faraidl), bab Nikah,sanksi hukum pidana (jinayat dan hudud), bab Jihad, bab makanan dansembelihan, dan bab Pengadilan. Terlebih lagi kitab Fiqih yang lebh besar 6seperti Al Umm karya Imam as Syafi’i ra. memuat lebih lengkap lagi. Itusekedar contoh bahwa hal ini –Islam sebagai problem solving-- telahmenjadi pemahaman umum di kalangan para ulama, melalui penggaliannyadari Al-Quran dan As-Sunnah. Islam mewajibkan penganutnya untuk terikat sepenuhnya denganaturan-aturan tersebut dan melarang mereka untuk mengambil darimabda atau agama yang lain (sebagaimana telah dibahas dalam babmengenal Islam). Ketiga, Islam memiliki metode dalam menerapkan Islam. Metode ituberkaitan dengan tiga asas dalam penerapan hukum Islam. Asas itu adalah(1) ketaqwaan individu yang mendorongnya untuk terikat dengan hukumsyara’, (2) kontrol masyarakat atas penerapan Islam, (3) peran negara yangmenerapkan Islam secara utuh dan menyeluruh. keempat, Islam memiliki metode dalam menjaga aqidah agar selalutertanam dalam benak pengikutnya. Metode itu adalah adanya sistemsanksi (uqubat) bagi siapa saja yang melanggar hukum syariat, juga adanyainegara yang menjaga keberlangsungan Islam. Sebagai contoh, Islammenjaga aqidah umatnya dengan adanya hukuman mati bagi orang-orangyang murtad, yaitu orang-orang yang keluar dari Islam. Orang yangmeninggalkan Sholat akan dikenai ta’zir (hukum Islam yang merupakan hakkepala negara untuk menetapkannya), dan lain-lain. Semua itu dilakukansemata-mata untuk menjaga keutuhan Islam sebagai mabda’ (ideologi) kelima, Islam bersifat universal dan menuntut umatnya untukmengembannya ke seluruh dunia. Islampun menjelaskan metode untukmenempuhnya yakni melalui dakwah dan jihad.6hidup di masa khalifah harun ar Rasyid dan al Makmun dari Abbasiyah, wafat tahun204H/820M34 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 47. Sesungguhnya sejarah perjuangan Islam tidak pernah sepi dariperjuangan para pengemban dakwah dan para mujahidin. Di setiap kurunwaktu Rasul dan Khalifah setelahnya selalu mengirimkan misi dakwah kedaerah-daerah baru, mereka sering terlibat peperangan dengan berbagaibangsa. Kepada penduduk negeri yang belum ditaklukkan, pertama-tamakaum Muslim meyeru mereka untuk masuk Islam, jika menerima merekaakan menjadi bagian dari kaum Muslimin. Jika mereka menolak makadilakukan langkah kedua yaitu menyeru mereka untuk tunduk kepadapemerintahan Islam dan menerima penerapan aturan Islam ditengah-tengah mereka, apabila mereka menerima maka diperlakukan sebagai ahliDzimmah (orang kafir yang dilindungi hak-haknya). Namun, jika merekatetap menolak, maka umat Islam memeranginya sampai tunduk.Mabda’ Islam dalam Telusur Historis Sesungguhnya sejarah perjuangan Islam tidak pernah sepi dariperjuangan para pengemban dakwah dan para mujahidin. Di setiap kurunwaktu Rasul dan Khalifah setelahnya selalu mengirimkan misi dakwah kedaerah-daerah baru, mereka sering terlibat peperangan dengan berbagaibangsa. Kepada penduduk negeri yang belum ditaklukkan, pertama-tamakaum Muslim meyeru mereka untuk masuk Islam, jika menerima merekaakan menjadi bagian dari kaum Muslimin. Jika mereka menolak makadilakukan langkah kedua yaitu menyeru mereka untuk tunduk kepadapemerintahan Islam dan menerima penerapan aturan Islam ditengah-tengah mereka, apabila mereka menerima maka diperlakukan sebagai ahliDzimmah (orang kafir yang dilindungi hak-haknya). Namun, jika merekatetap menolak, maka umat Islam memeranginya sampai tunduk. Masa-masa kejayaan Islam merupakan masa yang yang palingromantis dalam perjalanan sejarah Islam. Dalam catatan sejarah, siroh,tarikh, maupun buku-buku semisal, memberikan gambaran bagaimanaIslam diterapkan selama berabad-abad. Selama lebih kurang 1300 tahun, Islam tampil sebagai sebuahideologi adidaya di dunia. Aqidah Islam telah mendorong sikap taqwasetiap individu masyarakat. Aqidqh Islam memberikan penetrasi pemikiran,perasaan, dan aturan yang dibangun di atas aqidah Islam. Walhasil, dalamuntaian sejarah keemasan Islam, telah berhasil membentuk masyarakatyang peka dan siap melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Itu semua agarmasyarakat selalu berada di atas jalan Islam yang lurus. Sebagai contoh, Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 35
  • 48. hanya 200 kasus pencurian selama perjalanan Islam selama berabad-abad.Ini merupakan prestasi gemilang.Tinjauan Empirik Buku-buku sejarah Islam, peninggalan sistem peradilan (mahkamahsyari’iyyah), dan berbagai jabatan di masa akhir Khilâfah Islamiyah dandaerah-daerah bekas kekuasaan Khilâfah yang dijajah kaum imperialisBarat, khususnya di Timur Tengah memberikan bukti bahwa Islam telahditerapkan untuk menyelesaikan seluruh masalah manusia, baik aspekspiritual maupun politik. Merupakan bukti bahwa Islam adalah sebuahmabda’ (ideologi). Demikian juga pemberian gelar para penguasa diberbagai negeri Islam, termasuk di Indonesia seperti sultan, qodi, dansebagainya menunjukkan hal itu. Misalnya saja gelar raja Jawa: SultanAbdul Hamid Sayidin Panotogomo Khalifatullâh. Demikian juga penggunaanbahasa Arab dalam istilah politik dan hukum di atas, atau penamaanMejelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat (berasaldari kosa kata Arab, yaitu majlis, musyawarah, ra’iyyah, wakiil, dan diwan)menunjukkan bahwa Islam bukan agama spiritual belaka, tapi juga sebuahmabda’. Yang menarik adalah bekas-bekas keagungan era KhilâfahIslamiyah di Istanbul masih bisa kita saksikan saat ini dalam dua bentuk:Pertama, bangunan fisik kota yang tetap utuh, seperti masjid Ahmet yangdibangun pada abad 16 dan satu-satunya masjid yang memiliki enamminaret serta kubahnya menggunakan ornamen bercat kebiru-biruansehingga disebut masjid biru (blue mosque). Kedua, Relik InformasiOrisinal, seperti Aya sofia yang dijadikan masjid pada masa sultanMuhammad sawI (Al-Fatih) masih utuh hingga kini, walaupun telahmengalami “Ancovering Aya Sofia”, perombakan sehingga wujud gerejanyamulai nampak, oleh Mustafa kemal Atatruk. Dan tentunya masih banyaklagi yang lainnya seperti Istana Topkapi yang merupakan istana khalifahyang dipakai pada abad 15 hingga pertengahan abad 19 beserta isi didalamnya. Dengan melihat realita tersebut maka dapat dipastikan Islam bukanhanya ajaran ritual tetapi sebuah mabda (ideologi).Ideologi-ideologi yang Ada di Dunia36 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 49. Di dunia ini terdapat beberapa paham lain yang merupakan ideologi.Ada dua ideologi selain Islam, yaitu Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme.Ideologi Kapitalisme Kapitalisme berdasar pada suatu ide yang memisahkan agama darikehidupan (sekularisme). Paham sekularisme menyatakan bahwa Tuhantidak berhubungan sama sekali dengan kehidupan dunia ini, merekamengatakan "manusia adalah pihak yang paling berhak menetapkanaturan dalam kehidupan dunia" Ideologi ini muncul ketika para kaisar dan raja Eropa dan Rusia ketikaitu telah menggunakan agama sebagai alat untuk mengeksploitasi,mendzalimi, dan menghisap darah rakyat. Mereka juga menggunakan parapemuka agama sebagai kuda tunggangan untuk tujuan itu, dari sanalahkemudian terjadi pertarungan dahsyat apalagi setelah muncul para filsufdan pemikir (seperti Machiavelli, Adam Smith, dan Ricard). Merekamengingkari agama secara mutlak. Juga munculnya mereka yang mengakuiagama tetapi tetap menyerukan pemisahan agama tersebut darikehidupan. Pada akhirnya mayoritas filsuf dan pemikir menetapkan satuide, yaitu pemisahan agama dari realitas kehidupan. Dari sanalah kemudian 2menjelma menjadi ide pemisahan agama dari negara. Dalam hal ini, mereka membangun ide jalan tengah (kompromi)antara para gerejawan yang menginginkan segalanya tunduk pada merekadengan mengatasnamakan agama dan undercover agama, dengan parafilsuf dan pemikir yang mengingkari eksistensi agama dan kekuasaan parapemuka agama. Ide inilah yang telah menyelesaikan pertarungan antaradua kubu; yaitu yang tidak mengingkari agama dan yang tidak memberiruang bagi agama untuk tampil dalam kehidupan. Ide itu adalahmemisahkan agama dari segala sistem kehidupan. Dari pemikiran ini muncul konsep tentang empat kebebasan yangdipropagandakan ke seluruh dunia yaitu, (1) kebebasan berpendapat atauberpolitik, (2) kebebasan memiliki atau ekonomi, (3) kebebasan beragama,dan (4) kebebasan bertingkah laku. Selanjutnya paham ini melahirkanaturan-aturan kehidupan yang bersumber dari akal manusia dandisebarluaskan oleh penganutnya. Sedangkan alasan ideologi ini disebut dengan Kapitalisme karenakebebasan dalam bidang ekonomi telah melahirkan kelompok para pemilik Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 37
  • 50. modal (kapitalis). Mereka memiliki kekuatan yang sangat besar dalammempengaruhi kebijakan pemerintah, sehingga dalam masyarakat tersebutbukan aspek sekularisme dan demokrasinya yang menonjol tapi aspekekonominya. Dilihat dari aspek labeling sesuatu berdasarkan substansinyayang paling menonjol, maka ideologi ini disebut Kapitalisme.Ideologi Sosialisme-Komunisme Sedangkan Sosialisme Komunisme muncul ditengah kesengsaraanrakyat akibat pemimpin yang dzalim. Ideologi ini muncul dengan klaimuntuk membawa perbaikan dan perubahan. Dari sisi aqidah Sosialisme-Komunisme memandang alam semesta, manusia dan kehidupan berasaldari materi. Semua yang ada merupakan materi karena materi adalah asaldari segala sesuatu. Mereka menolak keberadaan Allâh SWT sebagai Al-Khaliq. Sebagaimana Lenin (Vladimir Ilich, 1870-1924), telah menuliskonsepsi materialisme menurut filsuf klasik, Heraclitus, yang menyatakan:“Alam adalah ujud tunggal yang tidak pernah diciptakan oleh Tuhan ataumanusia manapun. Ia telah ada, selalu dan akan ada sebagai api yangterus menyala selama-lamanya, yang menyala dan meredup mengikutihukum tertentu”. Walhasil mereka memandang agama sebagai hal yangharus dijauhkan dari masyarakat, karena agama merupakan candu yangmerusak masyarakat. Dengan demikian ideologi ini membangun sistem kehidupannya diatas landasan materi. Setiap aturan kehidupan senantiasa disesuaikandengan filsafat materialisme. Dalam pandangan mereka materi akansenantiasa berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lainnya yang disebutdengan dialektika materialisme. Kemudian mengimplementasikanpemikiran dialektika tersebut pada kehidupan masyarakat, inilah apa yangdimaksud dengan meterialisme historis. Dan cara untuk mewujudkanperubahan tersebut adalah dengan membenturkan tesis dengan antitesissehingga akan menghasilkan sintetis. Untuk mengubah masyarakat menujukondisi yang lebih baik mabda ini menciptakan pertentangan antar kelas,yakni dengan membenturkan golongan kapitalis (para penguasa danbangsawan) dengan kaum ploletar (orang-orang miskin yang tertindas)sehingga dihasilkan masyarakat tanpa kelas sosial (masyarakat komunal)38 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 51. 7yang menjadi tujuan dari ideologi ini . Kemudian ideologi ini disebarluaskanoleh para penganutnya. Itulah tiga ideologi yang ada di dunia, tidak ada ideologi lain selaintiga ideologi tersebut. Sosialisme Komunisme pernah diemban danditerapkan sebagai suatu sistem dalam masyarakat di Uni Sofyet, Cina danbeberapa negara lain. Sedangkan ideologi Kapitalis tengah diemban danditerapkan oleh sebagian besar negara di dunia dan mendominasi dunia.Dominasi tersebut bukan karena kehandalannya, tetapi karena manipulasiuntuk menutupi kelemahannya. Sedangkan Islam, saat ini tidak diembanoleh satu negarapun, tetapi tertanam dalam hati dan jiwa individu-individuyang memeluknya.Standar Kebenaran Ideologi Sebagaimana yang telah disebut di atas, mabda merupakan aqidahyang memancarkan aturan-aturan kehidupan. Suatu mabda bisa munculdari pemikiran manusia berkat kejeniusannya, dan bisa juga bersumberdari wahyu Allâh SWT. Mabda yang bersumber dari wahyu Allâh SWT adalah mabda yangbenar, karena bersumber dari Al-Khaliq yang tidak terbatas dan Maha Adil.Sedangkan mabda yang bersumber dari manusia adalah mabda yang batilkarena akal manusia yang terbatas dan sangat dipengaruhi olehkepentingan, lingkungan, tempat dan waktu kemunculannya. Sehinggasetiap produk akal pasti memunculkan pertentangan dan dapatmenyengsarakan manusia. Untuk dapat mengukur kebenaran sebuahmabda dapat dinilai dari tiga syarat berikut:Dibangun Berlandaskan Akal. Mabda tersebut harus berdasarkan kepada argumentasi yang kuat.Sebuah ide yang benar akan sejalan/sesuai dengan realita (bukan sesuatuyang tidak realistis atau berupa hayalan/filsafat) dan kesesuaiannyatersebut dapat dibuktikan dengan akal. Mabda yang memuaskan akaladalah mabda yang benar. Sedangkan mabda yang tidak memuaskan akaladalah mabda yang batil.7 Lenin, State and Revolution, halaman 71. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 39
  • 52. Sesuai dengan Fitrah Mabda tersebut harus sesuai dengan fitrah manusia yaitu mengakuimanusia apa adanya sesuai dengan fakta manusia itu sendiri. Yaitumemberikan pemecahan bagi potensi yang dimiliki manusia, baik berupanaluri maupun kebutuhan jasmani. Terutama pada naluri beragama.Sehingga aturan yang dihasilkan dari mabda tersebut sesuai untukmanusia dan dapat mendatangkan kesejahteraan. Maka mabda yangsesuai dengan fitrah manusia adalah mabda yang benar dan mabda yangtidak sesuai dengan fitrah manusia adalah mabda yang batil.Menentramkan Hati Syarat ketiga ini erat kaitannya dengan konsep kebahagiaan. Dimana kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta ataupun pangkat, karenatidak sedikit yang hartanya bergelimang, dibuai dengan nafsu kebebasan,namun tidak menemukan kebahagiaan. Dan Islam, memandangkebahagiaan dengan tercapainya ridlo Allâh SWT. Dikatakan juga aspekketiga ini merupakan buah dari kesesuainnya dengan fitrah dankemampuannya dalam memuaskan akal. Mabda Kapitalisme dan Sosialisme Komunisme bersumber dari akalmanusia, kedua mabda ini akan menghasilkan sistem kehidupan yangrusak. Sedangkan Islam adalah mabda yang berasal dari Allâh SWT, makasistem yang dibangun di atasnya sempurna dan dapat mendatangkankesejahteraan bagi manusia. Berikutnya kita akan membahaskesempurnaan Islam dan kebobrokan Sosialisme Komunisme sertaKapitalisme.Islam Vs Sosialisme & Kapitalisme Mabda Sosialisme Komunisme tidak berdasarkan kepada akal tetapiberdasarkan pada materi semata. Hal itu terlihat manakala merekamenganggap materi sebagai asal mula segala sesuatu. Padahal secara nyatadapat dibuktikan bahwa materi adalah zat yang terbatas, bergantung satusama lainnya, tidak azali dan bukan asal dari segala sesuatu. Sebagaicontoh, matahari dalam peredarannya tentu membutuhkan garis orbit, dansuatu hal yang pasti peredaran matahari pada orbitnya membutuhkansesuatu yang mengatur.40 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 53. Begitu juga mengenai ide dialektika materialisme yang mengatakanbahwa perubahan terjadi karena adanya tesis yang berbenturan denganantitesis kemudian menghasilkan sintetis baru yang lebih sempurna daridua unsur sebelumnya, selanjutnya sintetis ini berkembang menjadi tesisyang baru yang akan berbenturan kembali dengan antitesisnya lalubegitulah proses itu terus berulang (berdialektik). Ide ini keliru karenabeberapa alasan Pertama, tidak semua benda akan mengalami perubahansecara dialektis. Ada benda-benda yang tidak berubah. Contohnya adalahoksigen, oksigen tidak mengalami perubahan struktur kimia. Kedua, tidaksetiap perubahan pada materi akan menghasilkan hal yang baru, adaperubahan-perubahan yang tidak menghasilkan hal yang baru melainkanmenghasilkan hal yang sama dengan sebelumnya. Contohnya adalahproses terjadinya manusia. Ketiga, tidak semua perubahan materi akanmembuahkan hasil yang lebih sempurna dari sebelumnya, ada perubahanmateri yang tidak menimbulkan kondisi yang lebih baik. Contohnyamanusia berubah semakin tua akan semakin lemah. Keempat, ide tersebutmenganggap adanya golongan kapitalis akan mengakibatkan penindasanpada golongan ploletar, padahal terdapatnya perbedaan kelas dalammasyarakat tidak selalu menimbulkan penindasan. Walhasil dapat kita katakan bahwa Sosialisme Komunismemenentang realita, dalam kata lain tidak realistis atau khayalan semata.Suatu ide yang tidak realistis pasti tidak dapat memuaskan akal dan tidakdapat diyakini sebagai kebenaran. Kapitalisme tidak dibangun berdasarkan akal. Asas ideologi ini(sekularisme) muncul karena kompromi (upaya mencari jalan tengah)antara gereja dengan kaum intelektual tanpa pertimbangan rasional atauakal sehat, melainkan sekedar mendamaikan konflik yang ada. Merekatidak membahas masalah tersebut dengan pemikiran yang benar danmenyeluruh mengenai alam semesta, manusia dan kehidupan. Mereka punmenganggap sama semua agama yang ada, tanpa melihat kebenaranagama tersebut. Mereka tidak peduli akan adanya agama atau tidak sertameyakini adanya Tuhan atau tidak, yang penting semua agama harusdipisahkan dari kehidupan. Cara memutuskan masalah seperti itu tidakdapat memuaskan akal dan tidak dapat dianggap sebagai kebenaran. Sedangkan Islam dibangun di atas aqidah aqliyah. Islam melarangumatnya bertaqlid (mengikuti tanpa dalil) dalam masalah aqidah, tetapikeyakinannya pada Islam harus muncul dari proses perenungan danpemikiran yang menyeluruh dan mendalam. Pokok-pokok keimanan dalam Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 41
  • 54. Islam dapat diyakini dengan aqli. Bahwa memang Allâh SWT. itu ada.Sehingga menghasilkan pemahaman yang berlandaskan pada realita ataudalil naqli yang telah dibuktikan keberannya dengan jalan aqli. WalhasilIslam adalah mabda’ yang realistis sehingga dapat memuaskan akal dan 8layak untuk diyakini sebagai kebenaran. Sosialisme Komunisme tidak sesuai dengan fitrah manusia karenamabda’ ini tidak mengakui manusia apa adanya. Sosialisme Komunismetidak mengakui manusia sebagai ciptaan Allâh SWT, Sosialisme Komunismejuga tidak mengakui adanya gharizah at-tadayun (naluri untukmengkultuskan sesuatu/beragama) yang mendorong manusia untukberibadah, padahal semua manusia memiliki naluri tersebut yang tidakmungkin dihilangkan. Ada cerita yang menarik, ketika Titov (Gherman S.,1935-2000), kosmonot Rusia, melakukan perjalanan ruang angkasamengelilingi bumi, dia menyaksikan bahwa dirinya tengah menyaksikanbumi bergantung di ruang angkasa tanpa ada yang memegang. AkhirnyaTitov teringat dengan yang namanya agama. Jelas ini pengingkaranterhadap fitrah manusia. Sosialisme Komunisme juga bertujuanmembentuk masyarakat tanpa kelas, semua orang harus mendapatkankesempatan yang sama, padalah perbedaan tingkat sosial serta adanyapenguasa dan rakyat merupakan keniscayaan bagi semua masyarakatdimuka bumi. Walhasil Sosialisme Komunisme tidak sesuai dengan fitrahmanusia sehingga tidak dapat memberikan kesejahteraan. Kapitalisme juga tidak sesuai dengan fitrah manusia, karena mabdaini menyerahkan pembuatan hukum dalam masalah kehidupan kepadamanusia. Padahal secara fitrah manusia adalah makhluk yang lemah,manusia tidak dapat membuat hukum dengan adil. Sesungguhnya manusiamembutuhkan Tuhan bukan hanya di tempat ibadah ritual semata, tetapibegitu juga dalam kehidupan publik. Walhasil mabda Kapitalisme tidaksesuai dengan fitrah manusia sehingga tidak dapat memberikankesejahteraan. Sedangkan Islam merupakan satu-satunya mabda yang sesuaidengan fitrah manusia karena Islam memandang manusia apa adanya.Islam mengakui manusia sebagai makhluk Allâh SWT yang memilikikebutuhan beribadah kepada-Nya, Islam mengakui sifat manusia yang8 Untuk memperkuat kembali pemahaman anda mengenai kebenara aqidah Islam,silahkan pelajari kembali bab 2.42 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 55. lemah dan terbatas sehingga tidak menyerahkan pembuatan hukumkepadanya, melaikan aturan itu harus datang dari Allâh SWT yang MahaAdil. Walhasil mabda Islam sesuai dengan fitrah manusia, sehingga dapatmemberikan kesejahteraan. Berikutnya, kemampuan mabda untuk memberikan ketenangan hatibagi pemeluknya ditentukan oleh kemampuannya dalam memberikanmakna kebahagiaan yang hakiki. Ketika suatu mabda’ memberikankebahagiaan tidak semata-mata didasarkan pada perolehan dan kepuasanmateri, maka inilah mabda’ yang dapat memberikan ketenangan hati. DanIslam mendasarkan konsep kebahagiaan pada tercapainya ridlo Allâh SWT.,bukan kepuasan duniawi yang absurd. Mabda’ yang meletakkan tujuankebahagiaannya bukan pada nilai spiritual adalah mabda yang batil. Yanghanya akan menimbulkan kenestapaan. Ditambah lagi Mabda yang dapatmemuaskan akal dan sesuai dengan fitrah akan dapat menenangkan hati,sedangkan mabda yang tidak sesuai dengan akal dan tidak sesuai denganfitrah tidak dapat menenangkan hati. Maka hanya Islamlah yang dapatmemberikan ketenangan hati. Kelemahan Kapitalisme dan Sosialisme Komunisme menunjukkanketidakmampuan keduanya dalam memberikan kesejahteraan hidup bagimanusia. Jauh-jauh hari ideologi kapitalisme telah menuai kritikan tajamdari Karl Marx dan Engels dalam Preface to A Contribution to the Critiqueof political economy pada tahun 1859. Tetapi justeru sosialisme hancurlebih dulu. Demikian juga halnya Kapitalisme, walaupun dianggap sebagaipemenang oleh Francis Fukuyama dalam The End of History and The Lastman, secara normatif dan faktual ideologi ini sedang menuju ke arahkehancuran. Sedangkan Islam –sebagai mabda’ alternatif-- adalah satu-satunya mabda yang akan tampil kembali di muka bumi sebagaimana dulu.Islam mampu menjawab setiap permasalahan kehidupan manusia dengantuntas. Terlebih, mabda’ ini dapat memuaskan akal, sesuai dengan fitrahmanusia dan dapat menentramkan hati. Sehingga hanya Islam yang layakdiemban dan diterapkan di muka bumi. Untuk melihat lebih jauh perbedaan antara ketiga mabda inisilahkan amati perbandingan mabda pada tabel di halaman berikut.Tabel Perbandingan Ideologi Islam, Kapitalisme dan Sosialisme-Komunisme Perkara Islam kapitasisme Sosialime-komunisme Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 43
  • 56. Pembuat Allâh SWT lewat Manusia Manusia hukum wahyu-Nya. Akal manusia berfungsi menggali fakta dan memahami hukum dari wahyu. Ikatan Seluruh perbuatan Serba bebas dalam Tidak ada kebebasan perbuatan terikat dengan hukum masalah akidah, dalam masalah akidah syara. pendapat, pemilikan dan kepemilikan. dan kebebasan Dalam masalah pribadi. perbuatan bebas. Tujuan Ridha Allâh SWT Ditetapkan manusia Ditetapkan manusia tertinggi sesuai kondisi sesuai kondisi yang hendak dicapai Tolok ukur Menggapai ridha Allâh Meraih sebanyak- Meraih sebanyak- kebaha- SWT yang terletak banyaknya materi banyaknya materi giaan pada ketaatan kepada-Nya dalam setiap perbuatan. Kebebasan Didasari oleh hukum Mendewakan Mendewakan pribadi syara. Bila sesuai kebebasan pribadi kebebasan pribadi dalam bebas dilakukan, bila demi meraih demi meraih berbuat tidak boleh dilakukan kebahagian yang kebebasan yang mereka hadapi mereka definisikan Pandangan Masyarakat adalah Masyarakat adalah Masyarakat adalah terhadap kumpulan individu kumpulan individu- kumpulan dan masyarakat yang memiliki individu kesatuan manusia, perasaan dan alam dan interaksinya pemikiran yang satu dengan alam serta diatur oleh hukum yang sama. Dasar per- Setiap orang bebas Ekonomi ditangan Ekonomi ditangan ekonomian menjalankan para pemilik modal. negara. Tidak ada perekonomian Setiap orang bebas sebab kepemilikan, dengan membatasi menempuh cara semua orang boleh sebab kepemilikan apapun tidak dikenal mencari kekayaan dan jenis kepemilikan. sebab-sebab dengan cara apa saja. Sedangkan jumlah kepemikan. Namun, jumlah kekayaan yang boleh Jumlahnya pun bebas kekayaan yang boleh dimiliki tidak dibatasi. tidak dibatasi. dimiliki dibatasi. Kemuncul-an Allâh SWT telah Manusia membuat Sistem aturan diambil aturan menjadikan sistem hukum bagi dirinya dari alat-alat44 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 57. aturan untuk sesuai fakta yang produksi. dijalankan dalam dilihatnya. kehidupan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Manusia hanya memahami permasalahan, lalu menggali hukum dari al-Quran dan as SunahTolok ukur Halal-haram Manfaat kekinian Tolak ukur materiperbuatan sesuai kaca mata manusia/ tolok ukur materiPenerapan Atas dasar Terserah individu Tangan besi darihukum ketaqwaan individu, negara kontrol dari masyarakat dan penerapan oleh negara. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 45
  • 58. Bab 5 HUKUM ISLAM Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca mamahami bahwa:1. Seluruh perbuatan besar maupun kecil terikat dengan hukum syara’,2. Al-Quran dan as-Sunnah adalah sumber hukum syara’,3. Ijma’ Sahabat dan Qiyas merupakan dalil hukum syara’,4. Al-Quran, as-Sunnah, Ijma Sahabat dan Qiyas memiliki kekuatan (hujjah) untuk dijadikan sebagai sumber dan dalil hukum syara’,5. Semua perbuatan terikat dengan Ahkam al-Khomsah (Hukum yang lima),6. Perbedaan antara hukum perbuatan dengan hukum benda,7. Adanya kaitan erat antara hukum syara’ dengan hukum benda. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 47
  • 59. slam adalah diin yang syamilan dan kamilan. Tidak ada satu pun masalahI yang tidak dapat diselesaikan dengan Islam. Sejarah membuktikan bagaimana Islam pernah diterapkan secara kaffah dalam daulah Islamiyah sejak masa Rasulullâh, khalifah setelahnya hingga khalifahterakhir. Umat Islam tidak pernah menerapkan satu hukum pun selainhukum Islam, kecuali pada masa-masa kemunduran Islam hinggaruntuhnya institusi Khilâfah Islamiyah. Penerapan hukum Islam telahterbukti membawa umat Islam pada peradaban yang tinggi selama lebihdari 13 abad. Saat ini umat sudah jauh dari hukum Islam, akibatnya kehidupanmenjadi kacau. Sesungguhnya penyebab kemerosotan yang dialami umatini adalah akibat sangat lemahnya kaum muslimin dalam memahami danmelaksanakan Islam. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalahkehidupan adalah dengan memahamkan umat tentang hukum tersebut(syariat) dan menerapkannya dalam seluruh aspek kehidupan. Untukmemperdalam pemahaman mengenai hukum Islam, pada bab ini kita akanmembahasnya.Setiap Perbuatan Manusia Terikat dengan Hukum Syara Setiap perbuatan manusia terikat dengan hukum syara. Sebuahkaidah syara’ menyatakan: "Hukum asal perbuatan manusia adalah terikat 9dengan hukum syara" Sedangkan hukum syara adalah: "khithab Syari’ (seruan Allâhsebagai pembuat hukum) yang berkaitan dengan amal perbuatan 10hamba." Dengan demikian tolak ukur perbuatan bagi seorang muslimharuslah berupa perintah dan larangan Allâh SWT.Oleh karena itupengetahuan tentang hukum syara wajib dipahami oleh setiap muslim agardapat diketahui status hukum perbuatan yang hendak dilakukannya apakahharam, makruh, mubah, mandhub, atau fardhu. Sebab setiap perbuatan9 Atha bin Khalil, Taysiir al-Wushuul ilaa al-Ushuul, hlm: 13-15.10 An-Nabhani, Nidzham al-Islam. Halaman 7548 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 60. yang akan dilakukan seorang muslim harus diketahui dulu hukumnya,karena Allâh SWT akan meminta pertanggungjawaban atas setiapperbuatannya Allâh SWT berfirman :"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyaipengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan danhati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya ." (TQS. al-Isrâ:36)"Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentangapa yang telah mereka kerjakan dahulu." (TQS. al-Hijr: 92-93)."Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayatdari Al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkanKami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya." (TQS. Yunus:61). Yang dimaksud dengan menjadi saksi dalam ayat tersebut, berupapemberitahuan dari Allâh SWT kepada hamba-Nya bahwa Dia menyaksikanperbuatan mereka dan akan menghisabnya. Para sahabat selalu bertanya terlebih dahulu kepada Rasulullâh sawketika menghadapi masalah untuk mendapatkan penjelasan hukumnya,mereka tidak pernah melakukan perbuatan kecuali setelah mendapatkanpenjelasannya dari Rosulullâh. Contohnya adalah hadits dari Ibnul Mubaraktentang Usman bin Madhun yang menanyakan hukum ikhtisha(pengebirian).Beliau berkata: "Ya Rasulullâh, apakah anda mengizinkan aku untukmelakukan pengebirian?" Rasulullâh menjawab: "Sesungguhnya Allâh telah Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 49
  • 61. memberikan gantinya kepada kami dengan kerahiban yang lurus danlapang (tidak memberatkan)" Apabila persetujuan Rasullullâh i tentang suatu masalah berbentuktaqrir beliau untuk masalah itu, harus dipastikan bahwa Rasulullâh sawmengetahui perbuatan tersebut baik perbuatan tersebut dilakukan dihadapan beliau atau telah sampai beritanya kepada beliau.. Contohnyadalam kasus azl (senggama terputus dengan menumpahkan air mani di luartempatnya). Dalil-dalil tersebut menunjukkan keterikatan semua perbuatandengan hukum syara. Maka dari itu tidak ada satupun perbuatan yangterlepas dari hukum syara.Sumber dan Dalil Syara yang digunakan untuk mengetahui hukum-hukum tertentu yangSumber hukum syara hanya ada dua, yaitu al-Quran dan as-Sunah.Sedangkan dalil syara adalah sesuatu dikeluarkan oleh pembuat hukum(Allâh SWT) untuk menyelesaikan suatu masalah. Membahas dalil syara merupakan suatu hal yang membutuhkanperhatian khusus, sebab dari dalil-dalil itulah terpancar seluruh hukumIslam. Oleh karena itu untuk menetapkan dalil syara harus berdasarkanketetapan yang pasti kebenarannya, bukan dari prasangka atau dugaan.Allâh SWT berfirman:“ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmutentangnya.“ (TQS. al-Isra’ : 36). Hal ini merupakan masalah yang pokok karena menjadi dasar setiapmuslim untuk mengetahui status hukum permasalahan yang dihadapinya.Apabila landasan hukumnya salah, maka seluruh hukum cabang yangdihasilkannya menjadi salah pula. Oleh karena itu, menetapkan dalil hukumtidak dapat dilakukan berdasarkan prasangka atau dengan dugaan belakamelainkan diambil dari sumber yang telah dibenarkan oleh sumber hukumsyara yaitu Ijma Shababat dan Qiyas.Kehujjahan Sumber dan Dalil SyaraAl-Quran50 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 62. Al-Quran merupakan kalamullâh yang diturunkan oleh Allâh SWTmelalui perantara malaikat Jibril kepada Rasulullâh Muhammad saw yangdisampaikan kepada kita secara mutawatir dalam bentuk athruf sabah 11yang terdapat di antara dua ujung mushaf . Al-Quran hanya boleh diambil dari mushaf yang disampaikan secaramutawatir. Karena al-Quran merupakan sumber utama aqidah dan hukumIslam. Oleh karena itu al-Quran harus diambil dari riwayat yang qathi, yaituriwayat yang disampaikan secara mutawatir. Dalam hal ini Imam as-Syafii 12menolak mushhaf yang disampaikan secara ahad. Sedangkan batasan "athruf sabah" menerangkan bahwa dialek yangsah untuk digunakan dalam bacaan al-Quran adalah tujuh dialek, antaralain: (1) Quraisy, (2) Huzeil, (3) Tamim, (4) Azd, (5) Rabiah, (6) Saad bin 13Bakar dan (7) Kinanah. Adapun yang dimaksud dengan di antara duaujung mushaf adalah dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan 14surat an-Naas. Al-Quran dapat digunakan sebagai dalil syara karena al-Quran dapatdiyakini secara pasti berasal dari Allâh SWT. Argumentasi yangmenunjukkan bahwa al-Quran itu datang dari Allâh SWT adalah Pertama,al-Quran merupakan mukjizat yang mampu menundukan manusia. Al-Quran mustahil ditiru, semua orang yang mencoba menandingi ketinggianbahasa al-Quran telah gagal. Cukup kiranya pernyataan walid binMughirah, salah seorang tokoh Quraisy sekaligus ahli sya’ir yang taktertandingi, yang menjadi musuh nabi: “Sesungguhnya di dalam al-Quranitu terdapat sesuatu yang lezat, pula keindahanya, apabila di bawahmenyuburkan dan apabila di atas mengahasilakn buah. Dan manusia tidakmungkin berucap seperti al-Quran.” Kedua, Kabar-kabar dalam al-Quran terbukti kebenarannya.Misalnya kabar tentang kemenangan kaum Muslimin dalam penaklukanMekah (QS. al-Fath), juga tentang kemenangan pasukan Romawi atasPersia (QS. ar-Ruum). Ketiga, al-Quran menceritakan beberapa pengetahuan alam yangternyata dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Misalnya al-Quran menceritakan bahwa dinding rahim terdiri dari tiga lapis,11 Al-Amidi, Al-Ihkam Fil Ushul al-Ahkam, halaman: 120-121.12 Ibid, halaman 121.13 Muhammad Hussein Abdullâh, Dirasat Fi al-Fikri al-Islami, halaman 26.14 Al-Hudhari, Ushul al-Fiqih, halaman207. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 51
  • 63. penyerbukan bunga oleh lebah, terkawinkanya bunga-bunga oleh bantuanangin dan lain sebagainya padahal saat al-Quran turun masyarakat Arabbelum memiliki ilmu yang memadai untuk memahaminya.As-Sunah 15 As-Sunah adalah perkataan, perbuatan, dan taqrir Rasulullâhsaw terhadap perbuatan yang dilakukan seorang sahabat yangdiketahuinya. Makna yang terdapat dalam as-Sunah berasal dari Allâh SWT 16namun susunan kalimat dalam penyampaiannya berasal dari Rosul. As-Sunah dapat dijadikan dalil syara karena as-Sunah merupakanwahyu Allâh SWT, bukan perkataan Nabi yang muncul dari hawa nafsu.“ Dan apa saja yang dia ( Muhammad ) ucapkan itu sesungguhnyabukanlah bersumber dari pada hawa nafsunya melainkan wahyu yang diwahyukan kepadanya. “ (TQS. an-Najm : 4).“aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku” (TQS. al -An’am: 50). Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa kekuatan as-Sunahsebagai dsumber hukum syara bersifat pasti (qath’i) sebagaimana al-Quran.Ijma Sahabat Menurut para ulama ushul fiqih, ijma adalah kesepakatan terhadap 17suatu hukum bahwa hal itu merupakan hukum syara. Dalil yangmenyatakan bahwa ijma sahabat dapat dijadikan dalil syara adalah ayat-ayat yang qathi. Adapun alasan-alasan diterimanya ijma sahabat sebagaisumber hukum adalah Pertama, adanya pujian Allâh SWT kepada sahabatdi dalam al-Quran dengan makna yang qath’i. Allâh SWT berfirman :15 Taqrir adalah persetujuan atau ketetapan Rasulullâh saw atas suatu perkara yangditandai dengan diamnya beliau atas perkara tersebut.16 Al-Amidi, Al-Ihkam Fil Ushul al-Ahkam, halaman 127.17 An-Nabhani,As-Syakhsiyah Islamiyah, Jilid III, halaman 78.52 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 64. "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikutimereka dengan baik, Allâh ridha kepada mereka dan merekapun ridhakepada Allâh dan Allâh menyediakan bagi mereka syurga-syurga yangmengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (TQS. at-Taubah: 100). Pujian tersebut hanya ditujukan kepada para sahabat, sebab maknaayat tersebut menunjukkan maksud ini. Dan orang yang dipuji oleh AllâhSWT adalah benar, sehingga apa yang mereka sepakati menunjukkanbahwa hal itu merupakan sesuatu yang pasti kebenarannya, sebab tidakmungkin mereka bersepakat dalam kebohongan dan dosa karena tentuakan bertentangan dengan pujian dari Allâh SWT. Kedua, sahabat adalah orang-orang yang mengumpulkan,menghafal dan menyampaikan al-Quran dan as-Sunah kepada generasiberikutnya. Allâh SWT telah berjanji untuk menjaga al-Quran sedangkansahabat adalah orang yang membawa al-Quran tersebut sampai kepadakita. Maka janji Allâh SWT tersebut adalah jaminan Allâh SWT atas orangyang membawa al-Quran yaitu para sahabat. Perlu diingat, ijma yang dapat dijadikan dalil syara hanya ijmasahabat, karena ditunjukan oleh dalil yang qath’i. Sedangkan segala bentukijma selain ijma sababat tidak bisa diterima sebagai dalil syara. Salah satu contoh ijma sahabat adalah pengumpulan al-Quranmenjadi satu mushaf. Al-Quran dalam bentuk sekarang merupakan hasilkesepakatan (ijma) para sahabat. Bersamaan dengan hal ini Allâh SWTberfirman:"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnyaKami benar-benar memeliharanya." (TQS. al-Hijr: 9). Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 53
  • 65. Allâh SWT memastikan bahwa mushaf al-Quran yang ada saat inimerupakan ijma sahabat yang dijamin kebenarannya. Dengan kata lainmelalui tangan para sahabatlah Allâh SWT menjaga kemurnian al-Quran.Jika ada kemungkinan salah dalam ijma sahabat, berarti memungkinkanterdapatnya kesalahan dalam mushaf al-Quran, padahal ini sebuah halyang mustahil.Qiyas Definisi Qiyas menurut para ulama ushul adalah menyamakan suatukejadian yang tidak ada nashnya dengan sesuatu kejadian yang sudah adanash/hukumnya, karena adanya kesamaan dua kejadian dalam sebabhukumnya. Qiyas dapat digunakan sebagai dalil syara karena dalam qiyas 18yang menjadi dasar pengambilan hukum adalah kesamaan ‘illat padaperkara baru dan perkara yang hukumnya telah dijelaskan oleh dalil.Karena yang menjadi dasar keberadaan hukum adalah ‘illatnya, makaapabila ada kesamaan ‘illat antara suatu masalah baru dengan masalahyang sudah ada hukumnya, maka hukum masalah baru tersebut dapatdiketahui. Illat yang dapat digunakan dalam qiyas adalah illat syariyah yaituillat yang ditunjukan oleh dalil syara. Sedangkan illat yang muncul daripemikiran manusia tidak boleh dipakai untuk menentukan hukum denganqiyas. Apabila ’illat yang sama terkandung dalam al-Quran, berarti dalilqiyas dalam masalah tersebut adalah al-Quran. Demikian pula apabila ‘illatyang sama terkandung dalam as-Sunah dan ijma sahabat maka yangmenjadi dalil qiyas adalah kedua hal tersebut. Salah satu contoh qiyas adalah dalam masalah jual beli pada waktushalat Jumat. Mengadakan transaksi jual beli sewaktu azan hinggaberakhirnya shalat Jumat hukumnya haram. Keharaman ini telahditentukan oleh nash sebagaimana firman Allâh SWT:"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikansembahyang pada hari Jum`at, maka bersegeralah kamu kepada18 Motif atau latar belakang yang memunculkan hukum.54 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 66. mengingat Allâh dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baikbagimu jika kamu mengetahui." (TQS. al-Jumu’ah : 9). ‘Illat dari diharamkannya jual beli pada ayat di atas adalah karenamelalaikan shalat, oleh karena itu semua aktivitas lain seperti sewamenyewa, olah raga, tamasya dan sebagainya yang mempunyai kesamaanillat (yaitu dapat melalaikan dari kewajiban shalat Jumat) hukumnya dapatdiqiyaskan dengan perbuatan jual beli dalam ayat di atas yaitu haram.Macam-macam Hukum Syara Seruan syara yang terdapat dalam dalil senantiasa berbentukperintah dan larangan. Hanya saja tidak setiap seruan yang berbentukperintah wajib dilaksanakan sehingga mendapat siksa jika meninggalkannyadan tidak setiap larangan syara berarti haram dilakukan sehinggamendapat siksa jika mengerjakannya. Kita tidak bisa secara langsungmenentukan hukum suatu perbuatan (halal atau haram) hanya denganmelihat adanya perintah atau larangan dalam ayat atau hadits. Karenadalam al-Quran maupun as-Sunah ada perintah yang bersifat tegas adajuga yang tidak tegas. Begitu dalam al-Quran dan as-Sunah ada laranganyang bersifat tegas dan larangan yang tidak tegas. Perintah dan larangandalam nash memiliki tingkat-tingkat tertentu, maka dari itu para ulamamembagi hukum syara menjadi lima jenis berdasarkan tingkat ketegasandalil, yaitu Wajib, Sunah, Mubah, Makruh dan Haram. Lima hukum ini kitakenal dengan Ahkam al-Khomsah.Wajib Wajib adalah hukum bagi suatu perbuatan yang apabila dikerjakanmendapat pahala dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Secaradalil hukum wajib diketahui dari adanya perintah (indikasi) yangmenunjukkan ketegasan perintah, yaitu berupa pujian bagi pelakunya dancelaan bagi yang meninggalkannya. Misalnya hukum mengenai shalat:"…Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunyaatas orang-orang yang beriman." (TQS. an-Nisâ: 103) Indikasi yang menujukan bahwa perintah tersebut menuntut suatupelaksanaan secara tegas adalah: Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 55
  • 67. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Merekamenjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakansalat." (TQS. al-Mudatsir: 42,43)Sunah (Mandub) Sunah adalah hukum bagi suatu perbuatan yang apabila dikerjakanmendapat pahala namun bila ditinggalkan tidak mendapat pahala dan tidakberdosa. Sedangkan secara dalil hukum sunah diketahui bila ada perintahyang bersifat tidak tegas yang ditunjukkan oleh indikasi (qarinah) berupapujian bagi yang melakukannya tetapi tidak ada celaan bagi yangmeninggalkannya. Contohnya adalah dalil mengenai shalat tahajud(Qiyamullail)Dari Abu Hurairah, Tatkala Nabi saw ditanya: "Apakah shalat yang lebihutama dari shalat fardu yang lima?’ jawab beliau, ‘ shalat pada waktutengah malam.” (THR. Muslim)."Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamusebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mumengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (TQS. al-Isra’: 79).Mubah Mubah adalah hukum bagi suatu perbuatan yang merupakanpilihan. Atau tidak ada pahala dan dosa karena melakukan ataumeninggalkannya. Secara dalil hukum mubah diketahui dari apa yangditunjukan oleh dalil sam’i (wahyu) terhadap seruan syar’i yang didalamnya terdapat pilihan, antara melakukannya atau meninggalkannya,misalnya firman Allâh SWT:"Dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlahberburu." (TQS. al-Maidah: 2) Ayat ini menggugurkan pelarangan berburu selama berihram:56 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 68. "Dengan tidak mengalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakanhaji". (TQS. al-Maidah: 1)Makruh Makruh adalah hukum bagi perbuatan yang jika ditinggalkanmendapat pahala namun jika dilakukan tidak mendapat pahala dan tidakberdosa. Secara dalil suatu perbuatan termasuk makruh jika terdapatlarangan yang tidak tegas yang ditunjukkan oleh indikasi (qarinah) berupapujian bagi yang meninggalkannya, atau meninggalkannya lebih utama daripada melakukannya. Contohnya adalah hukum mengenai membujang. :Diriwayatkan dari Anas ra: Sesungguhnya beberapa orang Sahabatbertanya kepada isteri-isteri Nabi saw mengenai amalan yang dilakukanoleh baginda secara diam-diam. Maka ada di antara mereka yangmengatakan bahawa dia tidak akan menikah. Ada juga yang mengatakanbahawa dia tidak makan daging dan ada pula yang mengatakan bahawadia tidak pernah tidur di atas hamparan. Mendengar hal itu, Nabi sawmemuji Allâh dan bersabda: ada apa dengan kaum itu, mereka berbicaraini dan itu, sesungguhnya aku mendirikan shalat dan aku juga tidur, akuberpuasa, berbuka dan aku juga menikah. Maka siapa saja yang tidak sukasunahku, dia bukanlah golonganku." (THR. Bukhari, Muslim, an-Nasai,Ahmad). Sesunguhnya Rasulullâh mencegah seorang muslim yang mampuuntuk membujang, akan tetapi bukan berarti perbuatan tersebut haram,karena tidak ada larangan yang tegas karena ada indikasi lain. Misalnya,Rasulullâh saw berdiam diri atau tidak memaksa seseorang yang mampu Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 57
  • 69. tapi tidak segera menikah dan Rasulullâh saw tidak menghukum sahabatyang tidak menikah.Haram Haram adalah hukum bagi suatu perbuatan yang jika ditinggalkanmendapat pahala dan jika dilakukan mendapat dosa. Secara dalil hukumharam diketahui jika terdapat larangan yang tegas, yang ditunjukkan olehindikasi (qarinah) berupa celaan bagi yang melakukannya dan adanyapujian bagi yang meninggalkannya. Contohnya adalah hukum mengenaizina.“Janganlah mendekati zina sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dansuatu jalan yang buruk . "(TQS. al-Isra’: 32). Ayat ini menunjukkan tuntutan yang bersifat pasti untukmeninggalkan suatu perbuatan, dengan kata ( ) dan qorinah ( ). Dengan demikian hukum zina adalah haram.Hukum Benda Adapun hukum benda penting untuk diketahui, karena setiapperbuatan manusia tidak pernah terlepas dari benda-benda. Benda-bendatersebut digunakan sebagai sarana dalam beraktivitas. Namun hukumbenda berbeda dengan hukum perbuatan, hukum yang berkaitan denganbenda hanya ada dua yaitu halal dan haram. Dari seluruh nash yangmembahas mengenai hukum benda, ternyata Allâh SWT menentukan sifatpada benda hanya terbagi menjadi dua yaitu halal dan haram."Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allâhkepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya)halal". Katakanlah: "Apakah Allâh telah memberikan izin kepadamu(tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allâh?" (TQS.Yunus: 59).58 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 70. "Sesungguhnya Allâh hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selainAllâh." (TQS. al-Baqarah: 173). Penentuan halal dan haramnya suatu benda adalah hak Allâh SWT,tidak seorangpun boleh ikut campur di dalamnya. Siapa saja yang berbuatdemikian maka telah berdosa dan melampaui batas."Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut olehlidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakankebohongan terhadap Allâh. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allâh tiadalah beruntung." (TQS. an-Nahl:116). Dan dalam masalah hukum benda berlaku sebuah kaidah syara:"Hukum asal benda adalah mubah selama tidak ada dalil yang 19mengharamkan." Kaidah ini diambil dari sejumlah dalil. Hukum benda secara umumadalah mubah ditunjukkan oleh dalil berikut:"Dialah Allâh, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu..."(TQS. al-Baqarah 22). Kemudian Allâh SWT memberikan pengecualian dari dalil tersebutdengan mengharamkan beberapa jenis benda secara khusus yakni :"Sesungguhnya Allâh hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selainAllâh." (TQS. al-Baqarah: 173).19 As-Suyuti, Al-Asybaah wa an-Nadhair, halaman 60. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 59
  • 71. "Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukankepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendakmemakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yangmengalir atau daging babi --karena sesungguhnya semua itu kotor-- ataubinatang yang disembelih atas nama selain Allâh.."(TQS. al-Anam: 145). Begitu juga ada beberapa hadits yang mengharamkan beberapabenda. Misalnya Rasulullâh melarang memakan keledai jinak, binatangbuas yang bertaring dan burung yang bercakar tajam. :Diriwayatkan dari Abu Salabah ra bahwa: "Nabi saw melarang memakansetiap binatang buas yang bertaring." (THR. Bukhari dan Muslim). :Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra bahwa: "Rasulullâh saw melarangmemakan daging keledai peliharaan." (THR. Bukhari dan Muslim). Maka hukum asal benda adalah mubah (halal) kecuali benda-bendatertentu yang diharamkan oleh dalil secara khusus.Hubungan antara Hukum Perbuatan dan Hukum Benda Antara hukum perbuatan dan hukum benda terdapat hubunganyang sangat erat yang menentukan status hukum suatu aktivitas. Apabilamanusia melakukan perbuatan yang halal (wajib, sunah, mubah ataumakruh) dengan menggunakan benda yang halal maka hukumnya halal.Apabila melakukan aktivitas yang halal dengan menggunakan benda yangharam, maka hukumnya haram. apabila melakukan aktivitas yang haramdengan menggunakan benda hanya halal, maka hukumnya haram. Dan60 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 72. apabila melakukan aktivitas yang haram dengan benda yang haram, makahukumnya haram. Dari penjelasan umum tersebut dapat dirincikan hukum-hukumuntuk mengatur semua aspek kehidupan sebagaimana sifat Islam yangsyumul. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia sehingga tidakada satu masalah pun yang luput dari hukum Islam. Islam mengaturkehidupan manusia dengan aturan yang terperinci sehinggamemungkinkan manusia untuk meraih kesejahteraan. Sebagai seorang muslim kita wajib untuk memahami danmenerapkannya, karena Islam telah hadir di hadapan kita dan Rasul telahdiutus untuk menyampaikannya."Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."(TQS. al-Isra’: 15).“(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira danpemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusiamembantah Allâh sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah AllâhMaha Perkasa lagi Maha Bijaksana.“ (TQS. an Nisaa : 165). Setelah Allâh SWT mengutus seorang Rasul kepada kita, tidak adaalasan lagi untuk menolak risalah yang dibawa oleh Rasul tersebut danmenolak untuk berhukum kepadanya."Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allâh turunkan danjanganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkankebenaran yang telah datang kepadamu." (TQS. al-Maidah: 48). Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 61
  • 73. "Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkanAllâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir." (TQS. al-Maidah:44)."Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkanAllâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim." (TQS. al-Maidah:45)."Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkanAllâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik." (TQS. al-Maidah:47). 62 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 74. Bab 6 HUKUM PERGAULAN PRIA & WANITA Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca memahami bahwa:1. Interaksi laki-laki dan perempuan dapat menimbulkan masalah yang khas,2. Kesalahan paradigma barat tentang hubungan laki-laki dan perempuan,3. Islam memiliki pandangan yang khas tentang hubungan laki-laki dan perempuan,4. Dalam islam terdapat beberapa aturan pergaulan laki-laki dan perempuan dalam kehidupan publik. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 63
  • 75. slam ialah diin syamilan wa kamilan. Islam Islam tidak membiarkan satuI masalahpun luput dari jangkauannya. Tidak ada satu masalahpun kecuali Islam telah mengaturnya, termasuk masalah hubungan antara dua insanpria dan wanita. Hubungan dua jenis manusia tersebut memang lain daripada yanglain, karena keduanya dianugerahi naluri seksual (Gharizatun Nau) yangmenyebabkan adanya ketertarikan kepada lawan jenisnya. Hal itu memicumasalah yang sangat berbeda dengan masalah yang biasa muncul akibathubungan sesama jenis manusia. Maka hubungan ini memerlukan aturanyang khusus agar bisa berjalan dengan harmonis. Islam pun hadir denganmembawa seperangkat aturan khusus untuk hubungan ini. Namun manusia tengah terseret arus global yang berpusat di Baratdengan ideologi kapitalismenya yang tengah berpengaruh. Tidak terkecualidengan generasi muslim saat ini banyak yang mengikuti arus globaltersebut hingga terseret ke tengah pusaran dengan arus yang semakincepat. Islam beserta aturan pergaulannya telah ditinggalkan sehingga tidakdikenal lagi. Mereka sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan carabergaul sekuler yang serba bebas, sebaliknya merasa asing dan risihdengan aturan pergaulan yang turun dari Allâh SWT Yang menciptakandirinya. Padahal aturan hubungan pria-wanita ala barat telah terbukti gagaldalam mewujudkan keharmonisan dan secara nyata telah menyimpangdari fitrah manusia. Hal itu merupakan buah dari kesalahan paradigmaberpikir barat tentang hubungan pria dan wanita. Pandangan baratterhadap hubungan ini didominasi oleh aspek erotisme denganmengumbar unsur feminimitas dan maskulinitas. Pandangan itu didasarioleh anggapan bahwa kebutuhan seksual adalah hal yang mutlak. Sehinggajika dipenuhi akan membawa maslahat sebaliknya jika tidak disalurkanakan membawa kesengsaraan. Atas dasar itulah mereka dengan sengajamengumbar erotisme untuk membangkitkan dorongan seksual. Makaditampilkanlah gambar-gambar, syair-syair, cerita-cerita dan lagu-lagu yang64 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 76. memancing hasrat seksual. Mereka pun terbiasa dengan pola interaksiyang bercampur baur antara pria dan wanita hampir di setiap tempat.Mereka menganggap hal itu lazim bahkan penting demi tersalurkannyakebutuhan seksual. Kegagalan barat dalam hal ini juga dikarenakan cara penyalurankebutuhan biologis yang serba bebas. Mereka menjunjung tinggikebebasan bertingkah-laku yang merupakan bagian dari ide HAM. Walhasilpemenuhan tersebut diserahkan kepada kemaslahatan material semata.Itulah pangkal dari semua masalah yang muncul ditengah-tengah mereka.Seks di luar nikah dengan pacaran, one night stand dan selingkuh.Penyimpangan seksual seperti lesbianisme, gay, incest dan beastiality.Kekerasan seksual seperti perkosaan, pelecehan seksual dan abortus.Menyebarnya penyakit seksual seperti AIDS, Gonorhoe, shipilis, dan lain-lain. Jumlah kasus-kasus tersebut kian hari kian meningkat danpenyebarannya semakin luas meracunii seluruh bagian dunia. Budaya baratitu ternyata membawa bencana yang mengancam keberlangsungan hidupmanusia, dan menghancurkan generasi. Hal tersebut adalah bukti nyatabahwa mereka memakai aturan pergaulan yang melanggar fitrahnyasendiri sebagai manusia.Barat Vs Islam Paradigma yang dipegang barat sangat keliru dan berbahaya.Kerancuan dan kebatilan akidah yang mereka yakini melahirkan aturanpergaulan yang kacau dan tidak manusiawi. Yang pada akhirnya akanmenjatuhkan manusia ke derajat yang hina. Anggapan bahwa kebutuhan seksual manusia bersifat mutlak danharus dipenuhi adalah anggapan yang keliru. Karena kebutuhan seksualmanusia tidak mutlak, kebutuhan seksual tidak datang dari dalam tetapidatang akibat adanya rangsangan dari luar, apabila dihadirkan rangsanganluar dengan melihat, mendengarkan, atau membaca tulisan porno, ataudengan membayangkannya pasti dorongan seksual akan terbangkitkan.Sebaliknya apabila sumber rangsangan tersebut dihindari maka doronganitu tidak mungkin muncul. Rangsangan itu bisa dihindari dengan menjauhisemua fakta yang dapat memancing dorongan seksual atau mengalihkanperhatian kepada hal-hal lain. Begitupun dengan anggapan pengekangan terhadap kebutuhanseksual akan merusak fisik dan akalnya adalah anggapan yang keliru. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 65
  • 77. Karena sebagaimana sifat gharizah jika tidak dipenuhi hanya akanmembawa kegelisahan tidak sampai merusak fisik dan akal. Sehingga jikaanggapan itu benar berarti semua manusia akan mengalami sakit atau gilajika kebutuhan seksnya ditekan, padahal kenyatanannya tidak seperti itu.Jikalau ada hanya terjadi pada segelintir orang. Jika demikian berartikerusakan fisik dan akal tersebut bukan disebabkan oleh terkekangnyakebutuhan seksual tetapi karena faktor-faktor lain. Paradigma barat juga keliru dalam menempatkan hubungan priawanita, karena pandangannya didominasi oleh tujuan untuk meraihkenikmatan seksual semata, padahal pria dan wanita memiliki peranpenting dalam kehidupan, sehingga mereka dapat bekerjasama untukmeraih kesejahteraan. Islam memiliki pandangan yang bertolak belakang denganpandangan barat. Islam memandang pria dan wanita memiliki peran yangsangat penting dalam kehidupan. Hubungan keduanya bukan sekedaruntuk mengumbar erotisme melainkan keduanya dapat bekerjasama untukmeraih kesejahteraan. Maka dari itu Islam melarang keras aktivitas yangmengumbar syahwat secara bebas melalui adanya hukum yang melarangberzina, berhkalwat, mengumbar aurat dan sebagainya. sedangkanaktivitas untuk memenuhi kebutuhan seksual merupakan aktivitas yangbersifat khusus antara keduanyayang bertujuan tujuan untuk melestarikanketurunan manusia, Allâh SWT berfirman :"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telahmenciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allâh menciptakanistrinya; dan daripada keduanya Allâh memperkembang biakkan laki-lakidan perempuan yang banyak..." (TQS. Annisa: 1) Aktivitas pemenuhan kebutuhan seksual tersebut hanya sahdilakukan melalui jalan pernikahan dan pemilikan budak. Semua jalanselain itu hukumnya haram. Maka kita dapat melihat perbedaan yang amat tajam antara aturanpergaulan pria dan wanita dalam Islam dengan aturan barat. Tatapergaulan barat terbukti telah gagal dalam menciptakan interaksi pria-wanita yang harmonis, lalu bagaimana Islam mengatur kehidupan duainsan tersebut. Untuk menjelaskan keseluruhannya diperlukan waktu yang66 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 78. cukup dan ruang yang banyak karena masalah tersebut sangat luasmelingkupi pertemuan antara pria dan wanita, hubungan yang munculakibat pertemuan keduanya dan segala sesuatu yang becabang darihubungan tersebut. Maka tulisan ini hanya membahas hukum Islam dalampergaulan pria-wanita dalam kehidupan umum untuk memberikangambaran kesempurnaan hukum Islam dalam menjamin keharmonisanhubungan pria dan wanita.Aturan Pergaulan Dalam Islam Islam menetapkan bahwa kehidupan pria dan wanita terpisah(infishal). Aturan ini berlaku umum, baik dalam kehidupan umum seperti dikampus, jalan umum, kendaraan umum, maupun di dalam kehidupankhusus (wilayah pribadi) seperti dirumah, kendaraan pribadi dan lainsebagainya. Aturan ini dinisbatkan kepada contoh Rasulullâh saw. Beliaumemisahkan kaum pria dari kaum wanita; menjadikan shaf-shaf wanitaterpisah dibelakang shaf pria dalam shalat; serta memerintahkan wanitauntuk keluar terlebih dahulu setelah selesai shalat berjamaah di dalammasjid lalu disusul oleh jamaah pria. Bahkan suatu saat ketika Rasulullâhsaw mengajar di mesjid, kaum wanita mengadu kepada beliau. "kami telahdikalahkan oleh kaum pria. Oleh karena itu, hendaklah anda menyediakanwaktu kahusus bagi kami satu hari saja." Kondisi dan relitas serta hukumtersebut menunjukkan kehidupan islam memisahkan antara kaum priadengan kaum wanita dalam kehidupan umum termasuk kehidupan khusus.Fakta tersebut menjadi salah satu dalil, karena af’al Rasul merupakanhukum syara."Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yangdilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allâh."(TQS. al-Hasy’r : 7). Akan tetapi syara mengecualikan pemisahan tersebut dalamperkara-perkara tertentu, baik dalam kehidupan khusus maupun dalamkehidupan umum. Misalnya Allâh SWT telah membolehkan pria dan wanitabertemu untuk melakukan jual beli, akad perburuhan, menuntut ilmu,dalam kasus peradilan, pelayanan kesehatan, dan lain-lain. Interaksi pria-wanita seperti contoh di atas memang diperbolehkan,akan tetapi perlu diingat, kebolehan tersebut hanya berlaku bagi interaksiyang diizinkan syara, sedangkan untuk aktifitas selain itu hukumnya Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 67
  • 79. kembali ke asal yaitu harus terpisah. Islam melarang pria dan wanitaberkumpul tanpa adanya keperluan yang syari. Misalnya bersama-samamerayakan pesta ulang tahun, berjalan bersebelahan sambil mengobroldan lain sebagainya. harus diperhatikan pula bahwa interaksi yang terjadihanya dibenarkan untuk keperluan yang dimaksud saja. Ketikakepentigannya selesai, berarti selesai pula pertemuannya, tidak dibenarkanmelanjutkan pertemuan tersebut sampai menjurus kepada hal yang di luarkepentingan syari. Hal lain yang berkaitan dengan interaksi tersebut adalah tempatterjadinya interaksi, semua interaksi yang telah dibolehkan syara dapatdilakukan di tempat umum, yaitu tempat yang tak seorang pun perlumeminta izin untuk memasukinya. Seperti kampus, mesjid, pasar, atautempat umum lainnya. Di tempat umum keduanya dapat beraktivitasdengan leluasa. Namun berbeda dengan interaksi yang terjadi ditempatkhusus, yaitu tempat yang bila seseorang akan memasukinya harusmeminta izin terlebih dahulu kepada penghuninya seperti rumah pribadi,mobil pribadi, atau tempat-tempat lainnya yang bersifat pribadi. Didalamnya seorang pria dan wanita tidak dibenarkan untuk berinteraksisecara mutlak, kecuali jika ada mahrom dari pihak wanita. Selain itu banyak hukum yang berkenaan dengan interaksi ini dimana Hukum-hukum tersebut harus diperhatikan dalam kehidupanmasyarakat sebagai tempat terjadinya interaksi antara pria dan wanita : Pertama. Islam telah memerintahkan kepada kaum pria dan wanitaagar bertaqwa kepada Allâh SWT, sebagaimana firman Allâh SWT :"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allâh dankatakanlah perkataan yang benar." (TQS. al-Ahzab: 70)."Dan bertakwalah kamu (hai isteri-isteri Nabi) kepada Allâh. SesungguhnyaAllâh Maha Menyaksikan segala sesuatu." (TQS. al-Ahzab: 55). Dengan adanya sifat taqwa dalam diri akan mendorong seseoranguntuk melakukan perbuatan yang maruf dan menjauhi kemungkaran,sehingga ia akan terikat dengan hukum-hukum Islam. Kedua, setiap wanita yang akan keluar rumah atau berhadapandengan pria asing diwajibkan untuk menutup aurat dengan pakaian68 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 80. sempurna, yaitu pakaian yang terdiri dari jilbab dan kerudung (khimar)sebagaimana perintah Allâh SWT di dalam Al-Quran"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak wanitamu danisteri-isteri orang mumin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudahuntuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allâh adalah Mahapengampun lagi Maha penyayang." (TQS. al-Ahzab: 59)."Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dadamereka." (TQS. an-Nuur: 31). Tampaknya bagian tubuh wanita yang merupakan perhiasannyadapat membangkitkan naluri seksual kaum pria dan berbahaya bagiinteraksi antara keduanya, maka dengan upaya menutup aurat,kehormatan manusia dapat terjaga. Ketiga, Islam telah memerintahkan kepada manusia, baik priamaupun wanita untuk menundukkan pandangan. Allâh SWT berfirman "Katakanlah kepada orang pria yang beriman: "Hendaklah merekamenahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian ituadalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh Maha Mengetahui apayang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman:"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memeliharakemaluannya." (TQS. an-Nuur: 30,31). Naluri tidak akan menuntut pemenuhan jika tidak ada rangsangandari luar tubuh, sedangkan rangsangan naluri seksual kebanyakanbersumber dari mata atau penglihatan. Dengan dijaganya pandanganberarti menjaga sumber masuknya rangsangan sehingga gejolak naluriseksual dapat diredam. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 69
  • 81. Keempat, Islam telah memerintahkan kepada kaum pria dan wanitaagar menjauhi perkara-perkara syubhat (meragukan), menganjurkankepada mereka untuk bersikap hati-hati agar tidak tergelincir ke dalamperbuatan maksiat kepada Allâh SWT, serta memerintahkan kepadamereka untuk menjauhkan diri dari aktivitas, tempat, atau kondisi apa punyang di dalamnya terdapat perkara syubhat, agar mereka tidakterjerembab ke dalam perbuatan yang haram. Rasulullâh saw bersabda :"Sesungguhnya perkara yang halal telah jelas dan perkara yang haram puntelah jelas. Akan tetapi, di antara keduanya terdapat perkara yang syubhatyang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barang siapa yang berhati-hati terhadap perkara yang syubhat, sesungguhnya ia telah menjagaagama dan dirinya. Sebaliknya, barang siapa yang melakukan tindakansyubhat, berarti ia telah melakukan tindakan yang haram. Demikianlah,sebagaimana seorang penggembala yang menggembalakan kambingnyadi seputar pagar, kadang-kadang bisa jatuh melewati pagar itu.Ketahuilah, setiap raja memiliki pagar pembatas, dan pagar (batas) Allâhadalah apa yang diharamkan-Nya." Kelima, Islam mendorong para perjaka dan para gadis untukmenikah sejak munculnya gejolak seksual. Dengan itu, hubungan seksualyang terjadi antara pria dan wanita hanya terbatas pada pernikahan. Padagilirannya, pandangan seksual yang ada hanya terbatas dalam suasanapernikahan. Sedangkan bagi mereka yang belum mampu menikah Islammemerintahkan mereka untuk menjaga diri dengan shoum. Allâh SWTberfirman :"Orang-orang yang tidak mampu untuk menikah, hendaklah menjagakesucian (diri)-nya hingga Allâh memberikan kepada mereka kemampuandengan karunia-Nya" (TQS. an-Nuur : 33). Rasulullâh saw bersabda :70 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 82. "Hadis Abdullâh bin Masud ra : Diriwayatkan daripada Alqamah rakatanya: Aku pernah berjalan-jalan di Mina bersama Abdullâh ra. Kamibertemu dengan Utsman ra yang kemudian menghampiri Abdullâh raSetelah berbincang beberapa ketika, Utsman ra bertanya: Wahai AbuAbdul Rahman: Maukah aku jodohkan kamu dengan seorang wanitamuda‫ ؟‬Mudah-mudahan wanita itu dapat mengingatkan kembali masalalumu yang indah. Mendengar tawaran itu Abdullâh ra menjawab: Apayang kamu ucapkan itu adalah sesuai dengan apa yang pernah dikatakanRasulullâh kepada kami: Wahai golongan pemuda! Siapa saja di antarakamu yang mampu menikah, maka hendaklah dia menikah. Sesungguhnyapernikahan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan.Dan siapa saja yang belum sanggup, hendaklah dia berpuasa karena puasaitu dapat membentengi nafsu" (THR. Bukhari, dalam kitab Nikah, haditsnomor 4677, 4678). Keenam, kaum wanita dilarang untuk bertabarruj di hadapan priaasing. Tabarruj adalah perbuatan menunjukkan perhiasan dan kecantikandi hadapan pria asing."Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias danbertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu." (TQS. al-Ahzab:33). Selain itu sebuah ayat turun untuk melarang wanita menarikperhatian pria asing secara sengaja ketika ada seorang wanita jahiliyahmengenakan gelang kaki dengan kerincingan lalu dengan sengajamemukul-mukulkan kakinya agar suara gelang kakinya menarik perhatianlelaki:"Janganlah mereka (Para wanita) memukul-mukulkan kakinya agardiketahui perhiasan yang mereka sembunyikan "(TQS. An-Annur : 31) Ada pula keterangan dari sabda Nabi saw yang melarang wanitauntuk menampakkan perhiasa secara sengaja untuk menarik perhatianlelaki asing. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 71
  • 83. Dari Abû Mûsâ al-Asyarî, Rasulullâh saw bersabda: "Siapapun wanitamemakai wewangian kemudian melewati suatu kaum agar merekamencium baunya, berarti ia seorang pezina.""Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yangsebelumnya tidak pernah aku duga, yaitu : (1) sekelompok orang yangmemiliki cambuk seperti ekor sapi uang digunakan untuk menyakiti umatmanusia; (2) Wanita yang membuka auratnya seraya berpakaian tipismerangsang, berlenggak-lenggok dan banyak lagak. Mereka tidak dapatmasuk syurga dan tidak dapat mencium baunya, padahal bau syurga dapattercium dari jarak yang sangat jauh." Jadi perbuatan tabarruj adalah perbuatan menampakkan perhasandiri kepada pria asing dengan secara berlebihan seperti memakai wangi-wangian dan memoles muka. Atau memperlihatkan perhiasan tubuhnyaseperti menampakkan lekuk tubuh, menggunakan pakaian tipis semitransparan, menyingkap rambut dan sebagainya. Perbuatan tabarruj ini bisa membuat umat lalai dan merusakkerjasama (ta’awun) antara pria dan wanita ditengah masyarakat bahkanbetapa banyak pria dan wanita yang terjerumus pada kemaksiatan akibatdandanan wanita yang berlebihan. Bagi orang yang kurang cermat merekaakan meremehkan perkara ini padahal dampaknya sangat buruk danmengancam keutuhan masyarakat. Ketujuh, Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan), kecuali disertai mahram dari pihak wanita, Rasullâh i bersabda:72 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 84. Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas ra : Aku pernah mendengar Nabi sawbersabda :" Jangan sekali-kali seorang pria berdua-duaan dengan seorangwanita kecuali bersama mahramnya." (THR. Bukhari, dalam kitab Haji,hadits nomor 1729). Kedelapan, Islam melarang wanita untuk keluar dari rumahnyakecuali dengan izin suaminya karena suami memiliki hak atas istrinya, makatidak dibenarkan seorang istri keluar dari rumah suaminya tanpa seizinsuaminya. Jika seorang istri keluar tanpa izin dari suaminya, maka dia sudahberbuat maksiat dan dianggap telah berbuat nusyuz (membangkang)sehingga kehilangan hak nafkah dari suaminya. Ibnu Bathathah telah menuturkan sebuah riwayat dalam kitabAhkam an-Nisaa yang bersumber dari penuturan Anas ra. Disebutkanbahwa: "ada seorang pria yang berpergian seraya melarang istrinya keluarrumah. Kemudian dikabarkan bahwa ayah wanita itu sakit. Wanita itulantas meminta izin kepada Rasulullâh agar dibolehkan menjengukayahnya. Rasulullâh kemudian menjawab: "Hendaklah engkau takutkepada Allâh dan janganlah engkau melanggar pesan suamimu."Tidaklama kemudian ayahnya meninggal dan wanita itu pun kembali minta izinkepada Rasulullâh agar diperbolehkan melayat zenajah ayahnya.Mendengar permintaan itu, beliau kembali bersabda: "Hendaklah engkautakut kepada Allâh dan janganlah engkau melanggar pesansuamimu.".Allâh menurunkan wahyu kepada Nabi saw: "Sungguh, Akutelah mengampuni wanita itu karena ketaatan dirinya kepada suaminya." Kesembilan, Islam melarang kaum wanita untuk melakukan safar(perjalanan) dari suatu tempat ke tempat lain lebih dari tiga hari, kecualijika disertai dengan mahrom-nya. Rasulullâh saw bersabda:Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra : Rasulullâh saw bersabda: "Harambagi seorang wanita yang beriman kepada Allâh dan Hari Akhirat Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 73
  • 85. bepergian lebih dari tiga hari kecuali bersama ayah, anak pria, suami,saudara lelaki atau siapa saja yang termasuk mahramnya ." (THR. Bukhari,dalam kitab Haji, hadits nomor 1731). Kesepuluh, Islam melarang pria dan wanita untuk melakukan amalperbuatan yang membahayakan akhlak. Seorang wanita dilarang untukmelakukan pekerjaan yang menonjolkan aspek sensualitas. Dalam sebuahketerangan :"Nabi saw telah melarang kami dari pekerjaan seorang pelayan wanitakecuali yang dikerjakan oleh kedua tangannya. Beliau bersabda: "Sepertiinilah jari-jemari yang kasar sebagaimana halnya tukang roti, pemintal,atau pengukir." Dengan demikian seorang wanita dilarang untuk melakukanpekerjaan seperti pelayan di tempat penjualan semata-mata untuk menarikpengunjung, atau bekerja sebagai pramugari di pesawat terbangataupekerjaan lain yang mengeksploitasi unsur sensualitasnya. Kesebelas, islam melarang tindakan mencemarkan nama baikwanita-wanita suci dengan cara melontarkan tuduhan zina kepada mereka.Allâh SWT berfirman:"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik,yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia danakhirat, dan bagi mereka azab yang besar," (TQS. an-Nûr: 23) Demikian Islam mengatur interaksi pria dan wanita, aturan tersebutditujukan agar hubungan antara keduanya tidak membawa kemadaratan,akan tetapi menjadi sebuah hubungan yang produktif. Aturan tersebutdapat menjaga kehormatan, kesucian dan keberlangsungan keturunanmanusia yang pada akhirnya membawa keharmonisan dan ketentramanbagi setiap masyarakat yang mengamalkannya. Hukum-hukum yang telah dipaparkan di atas adalah pedomanpergaulan pria dan wanita ditengah-tengah masyarakat, dan ada banyak74 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 86. lagi hukum yang merupakan cabang dari adanya interaksi pria dan wanitaseperti hukum nikah, perceraian, nafkah, pemeliharaan anak dan lainsebagainya  Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 75
  • 87. Bab 7 KEWAJIBAN DAKWAH Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca memahami bahwa:1. Dakwah hukumnya wajib bagi setiap muslim,2. Dakwah memiliki fungsi strategis dalam menjaga kemuliaan umat manusia,3. Wajib untuk menjadikan Rosul sebagai teladan dalam berdakwah. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 77
  • 88. ada bab-bab sebelumnya kita telah membahas pokok-pokokP pemahaman Islam yang menggambarkan Islam sebagai sistem hidup yang sempurna. Sudah pasti sebuah sistem yang sempurna dapatmenjamin kesejahteraan bagi seluruh umat manusia apabila diwujudkandalam kehidupan. Akan tetapi disaat ini semua gambaran tentang kesejahteraan yangdapat diraih bertolak belakang dengan kenyataan. Kenyataan tersebuttentu bukan dikarenakan kesalahan sistem Islam, tetapi karena umat telahjauh dari Islam. Aqidah umat sudah luntur, sebagian besar mereka berimanhanya sebatas lisan. Aqidah diambil dengan taqlid terhadap dogma dariorang tua, bahkan tercampuri dengan tahayul dan khurofat. Sama halnyadengan pemahaman syariat yang sudah luntur dan teracuni oleh ide kufursehingga menyebabkan penolakan terhadap sebagian atau seluruh hukum-hukum syara. Umat telah mengambil peradaban kufur dan mencampakkanIslam. Akibatnya kehidupan semakin jauh dari petunjuk. Jauhnya umat dari Islam merupakan kelemahan yang memudahkanmusuh-musuh untuk menghancurkan Islam dan pemeluknya. Akhirnyapetaka datang bertubi-tubi, kaum Muslimin dipecah-belah, kekayaannyadirampas, harga diri dan kehormatannya dilecehkan, negeri mereka dijajahdan direbut secara paksa, saat ini umat Islam sudah kehilangan izzah-nya.“Telah dekat masanya orang-orang dari segala penjuru akanmemperebutkan kamu sekalian sebagaimana mereka memperebutkanmakanan di atas piring. Kami bertanya :”Wahai Rasulullâh, apakah padasaat itu kelompok kami (orang Islam) hanya sedikit?’. Beliau menjawab :“kalian di kala itu banyak, akan tetapi keberadaan kalian pada saat ituseperti buih air bah. Dicabut rasa takut kepadamu dari hati musuhmu,sedangkan dihatimu terdapat penyakit wahan.” Sahabat bertanya :“Apakah wahan itu, wahai Rasulullâh?” Beliau menjawab: “Yaitu cintahidup (dunia) dan takut mati.” (THR Ahmad dari Tsaubah).78 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 89. Satu-satunya cara adalah kembali kepada Islam, sehingga harus adaupaya untuk menarik umat dan menyeru seluruh manusia di dunia untukkembali ke dalam naungan Islam. Dalam hal ini Rasulullâh saw telahmemberikan contoh untuk mencapainya yaitu dengan jalan dakwah. Dakwah adalah ciri khas umat Islam. Dakwah adalah bagian darisyariat Islam yang selalu dikerjakan oleh Rosul, para sahabat, tabiin,tabiuttabiin, dan generasi setelahnya.“(Dan) Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagianmereka menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruhkepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar," (TQS. at-Taubah:71). Tidak hanya itu, bahkan dakwah merupakan syarat untuk meraihkemuliaan, sebagaimana telah difirmankan Allâh SWT dalam surat Ali-Imran ayat 110 :“Kalian adalah umat terbaik yang diturunkan di kalangan manusia; kalianmenyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dankalian beriman kepada Allâh.” Predikat khoiru ummah (umat terbaik) tidak didapat dengan cuma-cuma, tetapi akan dapat diraih manakala umat menegakkan amar ma’rufdan nahyi mungkar (berdakwah). Apabila aktivitas ini ditinggalkan berartiumat telah melepaskan predikatnya sebagai khoiru ummah.Dakwah adalah Kewajiban Setiap Muslim 20 Dakwah menurut makna bahasa adalah seruan . Sedangkanmenurut pengertian syara adalah seruan kepada orang lain agar 21melakukan perbuatan makruf dan meniggalkan perbuatan munkar . Atauupaya mengubah keadaan yang tidak Islami menjadi Islami. Tujuantersebut diwujudkan dengan cara mengajak orang kafir untuk masuk Islam,menyeru orang Islam agar mengamalkan Islam secara kaffah dan20Lihat Al-Mujam al-Wajiz, halaman 228.21definisi ini diambil dari beberapa nash syara seperti dalam surat Ali-Imran ayat 140dan lain sebagainya. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 79
  • 90. mencegah terjadinya segala bentuk kemungkaran baik yang dilakukan olehpribadi, masyarakat maupun negara. Secara syar’i berdakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim yangdijelaskan dalam beberapa dalil. Allâh SWT berfirmanSerulah manusia ke jalan Rab-mu (Allâh) dengan jalan hikmah (hujjah yangbenar dan kuat) dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka denganbaik”. (TQS. an-Nahl: 125).“Hendaklah ada segolongan umat di antara kamu yang menyeru kepadaal-khoir, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.Dan mereka adalah orang-orang yang beruntung”. (TQS. Ali-Imran: 104). Allâh SWT memuji para pengemban dakwah dalam firman-Nya :“Dan siapakah yang lebih baik perkatannya daripada orang yang menyerukepada Allâh, mengerjakan yang amal sholeh dan berkata sesungguhnyaaku ini termasuk orang-orang muslim”. (TQS. al-Fushilat: 33).“(Dan) Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagianmereka menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruhkepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allâh dan Rasul-Nya. Merekaakan diberi rahmat oleh Allâh dan sesungguhnya Alah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana”. (TQS. at-Taubah: 71).80 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 91. Sebaliknya Allâh SWT mengancam orang yang meninggalkan dakwah:“Dan jagalah dirimu dari bencana yang tidak khusus menimpa orang-orangzalim saja di antaramu. Dan ketahuilah sesungguhnya siksa Allâh itusangat keras”. (TQS al-Anfaal 25). Juga dalam hadits Rasul:“Sesungguhnya manusia, bila melihat kemunkaran sedangkan merekatidak berupaya mencegahnya. Maka tunggulah saatnya Allâh akanmenurunkan adzab-Nya secara menyeluruh.“ (THR Abu Dawud).“Kalian harus mengajak mereka kepada kebaikan dan mencegah merekadari kemunkaran. Bila tidak demikian, tentu Allâh akan menjadikan orang-orang jahat di antaramu menguasai kalian. (Dan) Apabila ada orang baik diantaramu berdoa (untuk keselamatan) maka doa mereka tidak akandikabulkan.” (THR. Al-bazzar dan Thabrani). Makna yang ditunjukkan oleh dalil-dalil di atas sudah pasti (qathi)yaitu terdapat seruan berdakwah juga ada pujian bagi yang melakukannyadan ada ancaman azab bagi yang meninggalkannya. Artinya hukumberdakwah adalah wajib, setiap orang yang meninggalkannya akanberdosa. Objek perintah dari ayat-ayat di atas adalah seluruh umat Islam.Maka semua orang Islam yang mukallaf (sudah terbebani hukum) baik laki-laki maupun perempuan, pribadi maupun jamaah, rakyat maupun negaraterkena kewajiban tersebut. Sedangkan sasaran dakwah adalah seluruhmanusia di dunia. Orang-orang muslim maupun non muslim, rakyat danpenguasa, individu dan negara merupakan sasaran dakwah Islam.Peranan Dakwah dalam Membentuk Masyarakat Pemahaman Islam dapat diibaratkan darah yang mengandung sari-sari makanan di dalam tubuh, sedangkan kegiatan para pengembandakwah ibarat jantung dan pembuluh darah yang memompa dan Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 81
  • 92. mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Jadi dakwah berperan untukmenjaga pemahaman masyarakat agar tetap jernih sehingga terdoronguntuk melakukan perbuatan makruf dan menjauhi kemungkaran. Makaapabila kegiatan dakwah berhenti pemahaman umat tidak terjaga dansemakin jauh dari Islam. Pentingnya kegiatan dakwah dapat dipahami karena Islammemandang masyarakat sebagai sebuah kesatuan pemikiran perasaan danaturan. Islam menggambarkan umatnya seperti sebuah tubuh ataubangunan di mana komponen-komponen di dalamnya salingmempengaruhi. Dalam sebuah hadits Rasulullâh menggambarkan kondisimasyarakat sebagai berikut:“Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiyat dan yangmelanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal. Sebagianmereka berada di bagian atas dan yang lainnya berada di bawah. Jikaorang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harusmelewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata :“Andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akanmenyakiti orang-orang yang berada di atas kami”. Tetapi jika yangdemikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang berada di atas (padahalmereka tidak menghendaki), maka binasalah seluruhnya. Dan jikadikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlahsemuanya“ (THR. Bukhari). Sehingga kemungkaran yang dibiarkan terjadi di dalam tubuh umatlama-kelamaan akan menyebar dan pada akhirnya menjadi kebiasaanumum yang menghancurkan masyarakat tersebut. Apabila umat menyadari kewajiban ini setiap individu tentu akanberusaha beramar maruf dan menolak kemungkaran yang terjadi disekitarnya. Begiru juga masyarakat akan menjaga suasana ketakwaan didalam lingkungannya. Negara pun akan menjaga individu dan masyarakatdalam pelaksanaan kewajiban dan mencegah kemungkaran denganpenerapan hukum yang tegas. Negara pun akan menyebarkan Islam ke luarnegeri sehingga Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dengan demikianterbentuklah masyarakat yang tangguh dengan persatuan yang kokoh danmemiliki pengaruh yang kuat. Itulah gambaran masyarakat Islam pada saatinstitusi Khilâfah berdiri dengan kokoh selama kurang lebih tiga belas abadlamanya.82 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 93. Namun kondisi berubah ketika dakwah mulai ditinggalkan. Saatumat Islam berhasil meraih kejayaan dengan perkembanganpembangunan, tingkat ekonomi yang tinggi dan kesuksesan menaklukandaerah-daerah baru membuat umat lalai dari kewajiban dakwah. Kemudianmulailah bermunculan penyimpangan-penyimpangan di kalangan penguasadan rakyat. Kelemahan internal tersebut mempermudah usaha para misionarisuntuk menghancurkan Islam dengan menanamkan keraguan terhadapIslam. Akibatnya umat semakin tersesat, perlahan-lahan umat mulaimeninggalkan Islam, maka sejak itulah kehancuran bermula. Kondisi tersebut memudahkan musuh-musuh Islam untukmenghancurkan tatanan masyarakat islami. Yaitu dengan meruntuhkansistem Khilâfah sebagai institusi penjaga dan pelaksana hukum-hukumIslam. Kekhalifahan terakhir adalah kekhalifahan Turki Ustmani yangdiruntuhkan pada bulan Maret tahun 1924 melalui tangan Mustafa KamalFasya ‘Attaturk’. Sejak itu umat Islam tidak memiliki pelindung karena sistem Khilâfahyang menaunginya telah diganti dengan sistem sekular. Negeri-negeri Islamdipecah belah dan dijajah, jalan-jalan untuk mengembalikan kejayaan Islamditutup, kaum Muslimin dicekoki dengan pemahaman dan peradaban kufursehingga fitnah dan kemaksiatan terjadi di mana-mana, umat digiring kejurang kehancuran. Tentunya semua itu tidak akan terjadi jika umat tidak meninggalkankewajiban dakwah. Hendaklah kita menyadari hal itu sebagai pelajaran,agar kita sadar dan berupaya untuk mengembalikan posisi kita sebagaiKhairu Ummah. Yaitu dengan cara menggabungkan diri dalam perjuangandakwah. Tidak ada pilihan lain, atau azab Allâh SWT akan menimpa umatini di dunia dan akhirat. Saat ini umat Islam tidak lagi memiliki negara yang mampu menjagadan mendakwahkan Islam dengan kekuatan besar, Tetapi dakwah Islamdiemban oleh individu-individu dan jamaah-jamaah dakwah. Selanjutnyabagaimanakah cara untuk mengubah kondisi masyarakat yang tidak islamiagar menjadi islami? Dan bagaimana cara untuk mengembalikan posisiumat Islam sebagai umat yang terbaik? Sesungguhnya Islam telahmenunjukkan caranya, yaitu dengan mengikuti metode dakwah Rasulullâhsaw.Rasulullâh saw : Teladan Pengemban Dakwah Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 83
  • 94. Setelah memahami kewajiban dan pentingnya dakwah, orang-orangyang beriman akan terdorong untuk memenuhinya. Namun perintah itubelum bisa dilakukan sebelum mengetahui metode pelaksanaanya. Apabilahanya bermodalkan semangat tanpa disertai pemahaman yang benartentang metode dakwah, tentu dakwah akan gagal, tertolak di sisi AllâhSWT dan menjadi sia-sia. Dakwah adalah aktivitas ibadah di mana tujuan dan metodenyatelah diatur oleh syara. Maka dalam pelaksanaanya pun harus sesuaidengan syariat. Rasul telah memberikan contoh, di mana beliau adalahseorang pengemban dakwah Islam yang telah meraih keberhasilan dengansangat gemilang. Kita diwajibkan untuk menggikuti metode yang beliautempuh. Karena Allâh SWT telah berfirman:“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullâh suatu teladan yang baikbagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan (keridlaan) Allâh danhari kemudian, serta banyak mengingat Allâh.” (TQS.Al-Ahzab 21).“Katakanlah (Muhammad) Apabila kalian mencintai Allâh, maka ikutilahaku tentu Allâh akan mencintai kalian dan akan mengampuni dosa-dosakalian....” (TQS. Ali ‘Imran 31).Apa saja yang dibawa oleh Rasulullâh untuk kalian maka ambilah dan apasaja yang dilarangnya maka tinggalkanlah... “ (TQS.Al-Hasyr 7). Kata maa dalam surat al-Hasyr di atas bersifat umum yang berartiberlaku untuk semua yang dibawa oleh Rasul, termasuk metode dakwahyang beliau tempuh. Selain ketiga ayat di atas banyak lagi ayat-ayat yangmemerintahkan untuk meneladani, mengikuti dan menjalankan semuayang beliau perintahkan. Rasulullâh telah memenuhi hidupnya dengan aktivitas dakwah.Metode (Thoriqoh) yang ditempuh Rasul telah mengantarkannya padakeberhasilan, karena langkah yang diambil sesuai dengan petunjuk AllâhSWT. Mengikuti langkah beliau adalah kewajiban sekaligus jaminan84 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 95. keberhasilan. Apabila jalan dakwah yang ditempuh menyimpang sedikitsaja dari contoh Rasul berarti telah menyalahi syariat. Artinya amalantersebut tertolak dan pasti berujung pada kegagalan. Kewajiban untukmengikuti jalan dakwah Rasul menuntut kita untuk mempelajari perjalanandakwah beliau. Kita harus memahami sirah terlebih dahulu untukmengetahui jalan yang beliau tempuh dalam mengemban dakwah  Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 85
  • 96. Bab 8 KILAS BALIK SEJARAH PERJUANGAN DAKWAH ROSUL Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca memahami bahwa:1. Dakwah Rasulullah saw ditujukan dalam rangka mewujudkan masyarakat Islami,2. Sifat dakwah Rasulullah saw tidak sekedar ruhiyah,3. Strategi dakwah Rasulullah dibagi dalam tiga tahapan; pembinaan kader-kader; peleburan masyarakat dan penerapan hukum Islam dalam sebuah negara Islam, Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 87
  • 97. asulullâh saw adalah teladan utama bagi para pengemban dakwah.R Dengan bimbingan wahyu Allâh SWT beliau telah berhasil menegakkan kekuatan Islam dengan membentuka sebuah masyarakat islami.Masyarakat yang beriman dan bertakwa dengan menjadikan akidah Islamsebagai asasnya dan hukum Allâh SWT sebagai perundang-undangan yangmengatur seluruh kehidupannya. Secara umum perjuangan Rasul kitauntuk menegakkan masyarakat Islami terbagi dalam dua fase yaitu fasemekah dan fase madinahFase Mekah Saat Islam pertama kali muncul di mekah penyebarannya dilakukansecara sirriyah (sembunyi-sembunyi) karena kekuatannya masih lemah.Orang yang memeluk Islam saat itu sedikit jumlahnya dan kebanyakan darimereka adalah orang-orang yang lemah. Lalu setelah pengikutnyabertambah dan mendapat dukungan dari beberapa tokoh Quraisy. Rasulmemulai dakwah secara terang-terangan. Perjalanan dakwah Rosul di Mekah ditempuh dalam dua tahap yaitutahap pembinaan dan pengkaderan dan tahap interaksi denganmasyarakat.Tahap Pembinaan dan Pengkaderan Rasul memulai dakwahnya dengan mengajak orang-orang terdekatuntuk memeluk Islam dan membenarkan kerasulannyanya. Beliaumenyampaikan Islam kepada istrinya (Khadijah), kepada budaknya Zaid danputra pamannya (‘Ali). Rosul juga menyampaikan Islam kepada keluargadan teman-teman dekatnya. Aktivitas ini dimulai setelah datangnyaperintah Allâh SWT :88 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 98. “Hai orang yang berselimut ! bangunlah, lalu berilah peringatan”. (TQS.al-Mudatsir 1-2). Rasulullâh mengumpulkan para sahabat di satu tempat khususdirumah Arqam yang dikenal dengan Daarul Arqam. Disana Rasul membinapara sahabat, memperkuat keimanan mereka, mempersiapkan merekauntuk menanggung penderitaan dalam menempuh perjuangan dakwah.Dalam majelis itu Rasul menanamkan aqidah Islam melalui perenungankebesaran Allâh SWT yang nampak pada alam semesta dan dalam maknaayat-ayat Al-Quran. Diajarkan pula beberapa hukum agama. Sedangkanpenyebaran Islam dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Rasul menyuruhsahabat untuk membacakan ayat-ayat Al-Quran kepada orang-orangterdekat untuk diajak masuk Islam. Dakwah syiriyyah ini berlangsungselama tiga tahun. Waktu itu Rasul dan Sahabat masih menyembunyikankeislamannya. Sampai akhirnya turun perintah untuk menyampaikandakwah secara terang-terangan dalam surat al-Hijr ayat 94. Memperhatikan fenomena tersebut. Jumhur ulama berpendapatbahwa jika Kaum Muslimin berada dalam posisi yang lemah, rapuh dandikhawatirkan akan binasa oleh kekuatan musuh. Mereka harusmemelihara diri mereka (memelihara keberlangsungan dakwah) dengandakwah Sirriyyah. Apabila ada kemungkinan untuk dakwah secaraZahiriyyah (terang-terangan). Maka hal ini harus dilakukan karena seorangmuslim tidak boleh menyerah kepada kaum kuffar dan zalim. Inilah yangdilakukan oleh Rasul setelah turun surat al-Hijr ayat 94.Interaksi dengan Masyarakat Rasulullâh memulai dakwah secara zahiriyyah setelah kedudukanIslam mulai menguat. Yaitu setelah masuk Islamnya beberapa tokohQuraisy yang berpengaruh seperti Umar bin Khattab, Hamzah dan yanglainya terutama setelah turunnya perintah Allâh SWT untuk berdakwahdengan terang-terangan :”Maka sampaikanlah secara terang-terangan apa yang diperintahkan(Allâh) kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (TQS. Al-Hijr: 94). Semenjak itulah dakwah dilakukan dengan terang-terangan. Rasuldan para sahabat mengumumkan keislamannya seraya menyeru Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 89
  • 99. masyarakat Mekah untuk beriman kepada Allâh SWT dan mengakuikerasulan Muhammad saw, menyampaikan kabar gembira bagi orang yangmenerima dakwah lalu beriman dan memberikan peringatan tentang azabAllâh SWT bagi orang yang mendustakannya. Dakwah Islam saat itu ditujukan untuk menggoncang pemikiranmusyrikin Mekah untuk menghancurkan kepercayaan dan kebiasaanmasyarakat yang bathil. Rasulullâh mencela dan melecehkan berhalasembahan mereka, menghina dan merendahkan kebiasaan hidup mereka.Secara nyata Rasul telah membenturkan keimanan dengan kekufuran. AyatAl-Quran yang turun saat itu, sebagian isinya menyerang mereka denganlantang :“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allâh adalahumpan neraka jahannam.” (TQS. Al-Anbiya : 98). Al-Quran mengecam praktek riba yang tengah mewabah danmenjadi prinsip dalam masyarakat:“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambahpada harta manusia. Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allâh.” (TQSAr-Rum : 39). Terhadap orang-orang yang curang dalam takaran dan timbangan Al-Quran mengancam :Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orangyang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi,dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, merekamengurangi.” (TQS Al-Muthaffifin :1-3). Pada mulanya masyarakat Mekah tidak begitu khawatir dengandakwah yang dilakukan Nabi. Mereka tidak mengangapnya sebagai90 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 100. ancaman yang serius. Mereka hanya membalasnya dengan cercaan, hinaanserta pertanyaan-pertanyaan yang bersifat mengejek kepada Nabi. Segala macam cercaan, hinaan dan sindiran itu tidak mengendurkanaktivitas dakwah karena hujah yang disampaikan Rasulullâh mematahkansemua keraguan mereka. Jumlah Kaum Muslimin bertambah banyak seiringgiatnya aktivitas dakwah. Rosul mendatangi empat belas kabilah di sekitarkota Mekah untuk mengajak mereka kepada agama Allâh SWT sekaligusmenjadi pelindungnya. Kaum Musyrikin menyadari hal itu sebagai ancamanyang serius. Karena jika Muhammad mampu meraih dukungan dariqabilah-qabilah tersebut tentu akan membahayakan kepercayaan dankebiasaan hidup mereka. Saat itulah benturan antara keimanan dankekufuran terasa semakin keras. Kaum Musyrikin berupaya sekuat tenagauntuk menghalangi bahkan menghancurkan dakwah Islam. Upaya yangmereka lakukan di antaranya:1. Teror fisik dan intimidasi. Upaya ini dilakukan untuk menghentikan dakwah dengan cara menimpakan siksaan kepada Nabi dan orang- orang beriman supaya menghentikan dakwahnya dan untuk mengeluarkan mereka dari Islam. Siksaan ini pun dialami oleh Rasulullâh. Sering kali beliau dilempari kotoran hewan saat sedang solat di Masjid al-Haram dan di depan rumahnya sendiri. Beliau kerap mendapat siksaan fisik dan menghadapi beberapa ancaman pembunuhan. Para sahabat pun mengalami hal yang sama, seperti yang terjadi pada Bilal. Istri Bilal dibunuh dan Bilal sendiri dibaringkan di atas pasir panas di bawah terik matahari dengan dada terhimpit batu besar. Begitu juga keluarga Yasir disiksa supaya meninggalkan Islam. Tetapi upaya yang dilakukan orang Musyrik itu tidak dapat menghentikan perjuangan dakwah.2. Menebar propaganda anti dakwah. Upaya ini bertujuan untuk memotong hubungan Rosul dengan masyarakat Mekah dan sekitarnya. Mereka memberikan gelar buruk kepada Rosul beserta tuduhan- tuduhan keji. Seperti mengatai Rosul sebagai pendusta, tukang sihir, tidak waras, pemecah belah. Supaya masyarakat tidak mau mendengar perkataan Rosul. Mereka meniupkan propaganda itu kepada orang- orang Arab yang berkunjung ke Mekah pada musim haji termasuk kepada masyarakat sekitar Mekah. Usaha ini juga gagal. Karena kekuatan hujah Rasul mematahkan tuduhan-tuduhan itu. Sehingga terbongkarlah kebohongan yang dituduhkan oleh orang-orang Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 91
  • 101. musyrik, akhirnya tuduhan itu menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri.3. Pemboikotan. Upaya ini ditempuh untuk menekan Nabi melalui keluarganya. Beberapa tokoh Quraisy bersepakat untuk menjatuhkan embargo kepada bani Hasyim dan bani Muttallib. Mereka memutuskan hubungan dagang, tidak memberikan makanan, tidak menikahi wanitanya supaya tidak memberi perlindungan kepada Muhammad. Namun Rosul tidak bergeming, bahkan semakin meningkatkan aktivitasnya. Lambat laun pemboikotan itu diketahui oleh bangsa Arab, sehingga membangkitkan solidaritas mereka. Akhirnya pemboikotan berakhir setelah berlangsung selama tiga tahun. Beralihnya dakwah dari tahapan pembinaan kepada tahapaninteraksi dengan masyarakat bukan berarti meninggalkan aktivitaspembinaan, Rasul tetap melakukan pembinaan kepada para sahabat,bahkan pembinaan dalam tahapan dakwah ini dilakukan dengan lebihintensif. Hanya saja aktivitas pembinaan pada tahapan ini berbeda dengantahapan sebelumnya, pembinaan dilakukan secara terbuka dan terang-terangan. Rasul beserta sahabat sering terlihat duduk bersama di sekitarKa’bah di Masjid al-Haram. Aktivitas ini menarik perhatian orang-orangmusyrik tetapi mereka tidak berani menganggu karena Umar berada didalam majelis Rasul. Rasul beserta para sahabat terus berjuang untuk menegakkan Islamdi bumi Mekah. Menghadapi kondisi masyarakat Mekah yang beku dalamkesesatan serta kerasnya permusuhan mereka kepada dakwah Rasulullâhmencoba memperluas medan dakwah dengan harapan dakwahnya akanditerima di tempat lain. Rasulullâh pergi ke Thaif untuk mengajakmasyarakatnya memeluk Islam dan meminta dukungan dari mereka.Namun masyarakat Thaif menolaknya dengan sangat menyakitkan.Beberapa sahabat yang teraniaya disuruh pergi ke Habsyah untuk memintaperlindungan kepada raja Najasy yang beragama Nasrani. Rosul menemui orang-orang Kharaj dari Madinah saat musim hajiuntuk berdialog dengan mereka dan mengajak mereka masuk Islam. Lalumereka beriman dan menyampaikan kabar tentang agama yang dibawaRosul sepulangnya dari Mekah. Sampai-sampai hampir semua orang diMadinah membicarakan kabar tentang Muhammad. Pada musim hajiberikutnya dua belas orang laki-laki Madinah datang kepada Rosul. Merekamembai’at Nabi di Aqobah yang dikenal dengan Bai’at Aqobah pertama.Saat orang orang-orang itu hendak pulang Rasul mengutus Mus’ab bin92 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 102. Umair untuk menyertai mereka untuk mengajarkan Islam kepadamasyarakat Madinah. Melalui perantara Mus’ab peluang dakwah di Madinah pun terbuka.Mush’ab berhasil mengislamkan dua tokoh Madinah Usai bin Hudlair danSa’ad bin Mu’adz. Dengan dukungan dua tokoh itu ia membalikan keadaanmasyarakat Madinah yang sesat kepada agama Allâh SWT. Musim hajiberikutnya Mus’ab kembali ke Mekah untuk menyampaikan kabar gembiraini. Bersamanya turut serta 75 orang Madinah yang terdiri dari 73 oranglaki-laki dan dua orang perempuan. Rasul meminta bai’at dari mereka diAqobah yang dikenal dengan Bai’at Aqobah kedua.Fase Madinah Melihat kondisi masyarakat Madinah yang kondusif sebagai tempatperkembangan dakwah. Rasul mulai berpikir untuk berhijrah, hijrahdilakukan setelah turun perintah Allâh SWT memerintahkan KaumMuslimin untuk berhijrah ke Madinah. Kaum Muslimin berangkat secaraterpisah dalam kelompok-kelompok kecil secara sembunyi-sembunyi. Rasuladalah orang yang terakhir berangkat bersama Abu Bakar. KedatanganRasul disambut oleh masyarakat Madinah dengan penuh suka cita, karenakerinduan yang memuncak akan kedatangan seorang Rasul yang akanmengeluarkan mereka dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Hijrahnya Rasul ke Madinah (Yatsrib) merupakan permulaan tahapanbaru dalam dakwah Islam. Setelah hijrah ke Madinah dakwah beralih padatahapan berikutnya yaitu tahapan membangun sebuah masyarakat islamiyang didirikan di atas landasan aqidah Islam yang setiap orang di dalamnyaterikat dengan aqidah Islam, di mana setiap aturan yang diterapkan untukmengatur interaksi manusia dibangun di atas pondasi ini. Penerapanperaturan itu dilaksanakan oleh sebuah institusi Daulah Islamiyah yangmenerapkan semua hukum Islam serta memelihara pelaksanaan hukumditengah masyarakat. Setelah terbentuknya masyarakat islami, perjuangandilanjutkan dengan memperluas daerah kekuasaan untuk menggabungkanseluruh bangsa di dunia di bawah panji Islam dengan dakwah dan jihadyang dilancarkan oleh Daulah Islam ke negeri-negeri sekitarnya. Dalamrangka membenuk masyarakat Islam Rasul melakukan beberapa usahasebagai berikut:Membangun Mesjid Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 93
  • 103. Hal yang pertama kali beliau lakukan di Madinah adalah membangunMesjid. Rasulullâh menjadikan mesjid sebagai pusat kegiatan umat Islam.Umat dapat berkumpul disana, melakukan shalat, bermusyawarah, belajarmengajar. Mesjid juga berfungsi sebagai tempat mengatur strategi dakwahdan jihad, mengatur urusan masyarakat yang menyangkut ekonomi, hukumdan sebagainya. Sehingga mesjid benar-benar menjadi jantung kegiatanumat.Membina Ukhuwah Islamiyah Untuk membangun sebuah masyarakat tidak cukup dengan sekedarmengumpulkan manusia pada satu tempat. Akan tetapi harus ada interaksidi antara mereka untuk meraih kemaslahatan. Namun hanya denganadanya interaksi tidak cukup tetapi harus disatukan dengan suatu persepsitentang hubungan yang mereka lakukan. Oleh karena itu selainmengumpulkan manusia harus ada usaha untuk meleburkan persepsitentang kemaslahatan yang akan diraih sehingga terbentuk kesamaanpersepsi tentang hubungan antar individu di dalam masyarakat. Rasulullâh meleburkan persepsi individu-individu dalam masyarakatdengan persepsi yang Islami. Rasulullâh menjadikan interaksi yang terjadidalam masyarakat Madinah dibangun di atas landasan ketakwaan danpersaudaraan dengan satu tujuan bersama, yaitu terwujudnya kemuliaanagama Allâh SWT. Tertanamnya persepsi tersebut merupakan faktor yangakan mengantarkan pada terbentuknya masyarakat yang utuh dan kokohyang dibangun di atas landasan aqidah Islam. Dikarenakan peleburan persepsi tersebut sangat penting, makapersepsi lain yang akan menghambat dan bertentangan dengan persepsiyang akan dibangun harus dilenyapkan. Masyarakat Madinah terdiri daribeberapa suku di mana suku-suku tersebut saling bermusuhan sebelumdatangnya Islam. Apabila api permusuhan lama masih menyala tentunyabangunan masyarakat yang utuh tidak akan terbentuk. Rasulullâhmemadamkan api permusuhan itu dengan mempersaudarakan merekadengan ikatan persaudaraan sejati yang didasari aqidah Islam. Sehinggalenyaplah segala persepsi batil dalam bentuk fanatisme golongan, suku, rasdan lain sebagainya.94 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 104. “Dan Allâh-lah yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yangberiman) walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan yang ada dibumi, pastilah kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Akan yeyapiAllâh mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana” (TQS. Al-Anfaal : 63). Rasul berhasil meleburkan persepsi umat sehingga beliau berhasilmembentuk masyarakat yang kokoh, bersatu dengan persatuan yang teguhdi atas landasan aqidah Islam.Menyusun Piagam Perjanjian (watsiqah) dan Penerapan Aturan Islamdalam Masyarakat Untuk membangun sebuah masyarakat tidak cukup dengan adanyainteraksi dan kesatuan persepsi. Lebih dari itu harus ada peraturan yangmengatur interaksi dalam anggota masyarakat dan dengan anggotamasyarakat lainnya. Peraturan harus ada untuk menjamin stabilitas danmencegah terjadinya tindakan kezaliman. Rasul menerapkan aturan dalam masyarakat. Rasulullâh menyusunpiagam perjanjian (watsiqah) sebagai undang-undang dasar pertama.Perjanjian ini mengatur hak dan kewajiban anggota masyarakat baikmuslim maupun non muslim, serta hubungan anggota masyarakat dengan 22negara, yang disusun berdasarkan aturan Islam . Selain piagam perjanjian tersebut di Madinah turun pula ayat-ayatahkam mengenai persoalan-persoalan ibadah, makanan, akhlak,muamalah. Lalu turun ayat-ayat yang mengharamkan khamar dan dagingbabi. Demikian juga ayat-ayat hudud, jinayah, jual-beli, pengharaman riba,dan lainnya yang juga turun di Madinah. Ayat-ayat ahkam tersebut turununtuk menyelesaikan berbagai problematika kehidupan. Sementara ituRasulullâh memimpin mereka dalam melaksanakan seruan-seruan ayattersebut sekaligus menjelaskan rinciannya, beliau juga yang menunaikankemaslahatan manusia, memutuskan persengketaan di antara mereka danmengatur urusan-urusan mereka.22 Isi watsiqah yang lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran B Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 95
  • 105. Demikianlah peraturan yang ditetapkan Rasulullâh untuk mengaturinteraksi individu-individu dengan aturan yang bersumber dari wahyu,bukan semata-mata perkataan beliau. Maka dengan adanya interaksi,persepsi yang islami dan penerapan hukum Islam terbentuklah sebuahmasyarakat Islami di Madinah.Perluasan Daerah Kekuasaan melalui Dakwah dan Jihad Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, dan Rasul yang membawanyadiutus untuk seluruh manusia hingga hari kiamat. Karena itu Islam harusdisebarkan ke seluruh umat di dunia. Dalam rangka mewujudkan hal iniRasulullâh melakukan langkah-langkah untuk menghimpun seluruh bangsabeserta wilayahnya di bawah naungan panji Islam. Setelah berhasilmemantapkan kekuatan Islam di Madinah, perjuangan dakwah dilanjutkanke negeri-negeri sekitar dengan mengirimkan misi dakwah untukmenyampaikan. Akan tetapi pada saat dakwah terhalangi oleh kekuatanfisik sekuat apapun argumen yang didakwahkan tidak akan berartimenghadapi kekuatan itu, akibatnya manusia terhalangi dari menerimadakwah. Maka agar dakwah dapat tersampaikan, kekuatan fisik yangmenghalanginya harus dihancurkan terlebih dahulu dengan kekuatan fisikyang dimiliki kaum Muslimin. Dalam rangka menyebarkan Islam dan mewujudkan Islam sebagairahmatan li al-alamin Rasulullâh melakukan langkah-langkah sebagaiberikut :Menjaga Stabilitas Madinah Langkah ini nampak saat Rasulullâh memerangi pihak-pihak yangmenghianati perjanjian dengan membuat kekacauan atau bersekutudengan Musyrikin untuk menghancurkan Islam. Rasulullâh mengusir yahudi bani Qainuqa karena menganggu umatIslam dan menghianati perjanjian (watsiqah). Rasulullâh mengusir yahudibani Nadhir dari Madinah karena bersekongkol untuk membunuh beliau.Rasulullâh memerangi Yahudi bani Quraizah karena bekerjasama denganMusyikin untuk menghancurkan Islam pada perang Ahzab, padahal merekamasih terikat perjanjian dengan kaum Muslimin sehingga Rasulullâhmengambil sikap tegas dengan membunuhi orang-orang Yahudi baniQuraizah yang terlibat dalam perang Ahzab. Rasulullâh pun memerangi96 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 106. Yahudi di Khaibar yang merupakan kabilah Yahudi terkuat, karena Khaibarmenjalin kerjasama dengan orang-orang Quraisy untuk membunuhRasulullâh.Memerangi Pihak-pihak yang Menentang Dakwah Islamiyah Rasulullâh menantang musyrikin Mekah untuk bertemu di medanperang dengan cara menghadang kafilah-kafilah dagang mereka. Sampaipada akhirnya kaum Muslimin terlibat dalam peperangan dengan merekayaitu perang Badar, Uhud dan perang Ahzab. Begitu juga saat Rasul masih hidup, Kaum Muslimin pernahberhadapan dengan pasukan-pasukan perang dari beberapa negara yangmenghalang-halangi dakwah, yaitu: Perang Mutah dengan Romawi, perangHunain dengan golongan Hawazin dan Tsaqif, dan perang Tabuk denganRomawi. Di antara peperangan yang dilakukan adakalanya dipimpinlangsung oleh Rosul dan terkadang kepemimpinan pasukan diserahkankepada sahabat.Mengirim Utusan kepada Negara atau Kabilah di Sekitar Jazirah Arab Inilah bentuk hubungan luar negeri yang dibangun Rasulullâh, yaituhubungan dalam bentuk penyampaian dakwah melalui para utusan.Rasulullâh mengutus beberapa sahabat untuk menyampaikan surat daribeliau kepada pembesar-pembesar negara di sekitar jazirah Arab.Rasulullâh mengutus mereka kepada Heraqlius, Kisra penguasa Persia,Muqauqis, Harith al-Ghassani raja Himyar, Harith al-Himyari raja Yamandan kepada Najasyi di Abisina. Rasulullâh mengirimkan surat yang berisiajakan untuk memeluk Islam. Sebagai contoh berikut ini surat yang dikirimkan kepada Heraqlius: “Dengan nama Allâh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.Dari Muhammad hamba Allâh kepada Heraqlius pembesar Romawi. Salamsejahtera kepada orang yang sudi mengikuti petunjuk yang benar.” “Kemudian dari pada itu. Dengan ini saya mengajak tuan menurutiajaran Islam. Terimalah ajaran Islam, tuan akan selamat. Tuhan akanmemberi pahala dua kali kepada tuan. Kalau tuan mengelak, maka dosaorang-orang Arisiyin menjadi tanggung jawab tuan. Wahai orang-orangahli kitab. Marilah bersama-sama kita berpegang pada kata yang samaantara kami dan kalian yakni bahwa tak ada yang kita sembah selain Allâh Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 97
  • 107. dan kita tidak akan mempersekutukan-Nya dengan apapun, bahwa yangsatu takkan mengambil yang lain menjadi tuhan selain Allâh. Tetapi kalaumereka mengelak juga, katakanlah kepada mereka, saksikanlah bahwa 23kami ini orang-orang Islam.” Surat kepada Heraqlius dibawa oleh Dihya bin Khalifa, surat kepadaKisra dibawa oleh Abdullâh bin Hudhafa, surat kepada Najasyi dibawa oleh‘Amr bin Umayya, surat kepada Muqauqis oleh Hatib bin Abi Balta’a, suratkepada penguasa Oman oleh ‘Amr bin ‘Ash, surat kepada penguasa Yamanoleh Salit bin ‘Amr, surat kepada penguasa Bahrain oleh Al-‘Ala binHadzrami, Surat kepada Harith al-Ghassani oleh Syuja’ bin Wahb, Suratkepada Harith al-Himyari oleh Muhajir bin Umayya. Masing-masing dari mereka memakai cincin perak yang bertuliskan“Muhammad Rasulullâh”. Utusan-utusan itu berangkat bersama-sama ketempat tujuannya yang ditetapkan Rasul kemudian kembali denganmembawa jawaban. Sebagian besar orang yang mendapat kiriman itumenjawabnya dengan halus dan lembut. Sebagian yang lain membalasnyadengan buruk. Itulah langkah-langkah yang dilakukan Rasul dalam menjalinhubungan luar negeri dalam bentuk menyapaikan ajakan untuk masukIslam. Setelah Rasulullâh meninggal perjuangan dilanjutkan oleh parasahabat dan generasi setelahnya di bawah pimpinan para khalifah sehinggawilayah kekuasaan Islam meliputi kurang lebih dua per tiga bagian dunia.Pelajaran dari Perjuangan Dakwah Rasulullâh Telah diuraikan perjalanan yang dilalui Rasul dalam menempuhperjuangan dakwah sejak bermula di Mekah hingga sampai ke Madinah.Dari semua itu dapat diambil beberapa kesimpulan: pertama, dakwah merupakan kewajiban bagi seluruh muslim yangmukalaf, baik laki-laki maupun perempuan, dengan cara sendiri-sendiri,berjamaah maupun melalui kekuatan negara. Dilaksanakannya perintah iniberarti keridhaan Allâh SWT dan limpahan rahmat bagi seluruh umat.Ditinggalkannya dakwah berarti menuai azab dan kemurkaan-Nya di duniadan akhirat. Karenanya setiap muslim harus berusaha mewujudkan23 Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, halaman 416.98 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 108. perintah ini dengan meleburkan diri dalam aktivitas dakwah hingga ajalmengahkiri kehidupannya di dunia. Kedua, adapun tujuan dan fungsi dakwah adalah membebaskan akalmanusia dari kesesatan dan menggiring manusia kedalam keimanan yanglurus kepada Allâh SWT dan keterikatan kepada manhaj-Nya. Artinyadakwah merupakan misi untuk menegakkan kehidupan berdasarkan asaspengadian (ibadah) kepada Allâh SWT semata dan pemurnian agama inihanya untuk Allâh SWT, atau lebih tegasnya mengubah kondisi yang tidakIslami menjadi Islami. Ketiga, untuk mewujudkan hal tersebut maka dakwah Rasulditujukan untuk membentuk sebuah masyarakat yang islami di manaaqidah Islam menjadi pondasinya, ukhuwah Islamiyah sebagai pengikatindividu-individu di dalamnya, hukum-hukum Allâh SWT menjadi solusiuntuk segala persoalan dan perjuangan untuk menegakkan kalimatullâhmerupakan cita-cita bersama. Semua itu terjadi dalam naungan sebuahinstitusi daulah Islam sebagai pelindung bangunan masyarakat tersebut. Keempat, dakwah yang dilakukan Rasulullâh tidak hanya berupadakwah yang bersifat ruhiyah, tetapi juga besifat fikriyah, siyasiyah danasykariyah. Bersifat fikriyah karena dakwah memerlukan kekuatan dankebenaran hujjah yang digunakan untuk mengalahkan pemahaman yangkeliru dan sesat, serta menggoncang keyakinan dan adat kebiasaanjahiliyah. Dakwah bersifat Siyasiyah karena dakwah memerlukan strategiyang jitu dan perencanaan yang matang hingga berhasil. Dan dakwahbersifat asykariyah karena suatu saat dakwah akan menghadapi rintanganfisik yang tidak dapat ditembus dengan kekuatan hujjah. Maka halanganfisik tersebut harus dihancurkan dengan kekuatan fisik pula. Dalamperjuangan dakwahnya Rasulullâh terlibat peperangan dengan beberapanegara dan kabilah yang memusuhi dakwah. Tujuannya adalahmenghancurkan halangan fisik berupa kekuatan penguasa besertapasukannya. Kelima, dakwah yang dilakukan Rasul nampak terbagi dalam tigatahap, yaitu : (1) tahapan pembinaan kader-kader dakwah, (2) tahapinteraksi dengan masyarakat dan (3) tahap tastbiq al-ahkam (penerapanhukum Islam). Dalam menempuh tiga tahap tersebut, peralihan tahapandakwah bukan berarti menghapuskan kegiatan pada tahap sebelumya. Duatahapan pertama dilakukan Rasul saat berada di Mekah, sedangkan posisibeliau saat itu sebagai pemimpin gerakan dakwah. Sedangkan tahapanketiga baru dilakukan setelah hijrah ke Madinah. Pada tahapan ini Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 99
  • 109. Rasulullâh bertindak sebagai kepala negara yang memimpin seluruhanggota masyarakat Daulah Islamiyah. Perbuatan beliau dengan membuatundang-undang dasar (watsiqah), menerapkan dan memelihara hukumdalam sebuah masyarakat yang memiliki wilayah dan kekuasaan,mengirimkan pasukan perang untuk menghancurkan kekuatan manapunyang mengganggu kaum Muslimin serta menghalang-halangi danmemusuhi dakwah Islam, tidak mungkin dilakukan selain oleh seorangkepala negara. Kewajiban serta tujuan dakwah adalah ketetapan dari Allâh SWT.Begitu juga sifat/karakter yang harus ada dalam dakwah dijelaskan dalamal-Quran sebagai ketetapan wahyu yang terdapat pada contoh yangRasulullâh berikan. Termasuk tahapan-tahapan dakwah yang ditempuhtidak lain atas dasar petunjuk wahyu, Rasulullâh tidak pernah melakukantahapan-tahapan tersebut kecuali telah sampai perintah Allâh SWTkepadanya. Maka dari itu tujuan, karakteristik, serta tahapan yangdicontohkan oleh Rasul merupakan suatu metode yang baku dalammengemban dakwah yang wajib kita ikuti dan tidak dibenarkan mengambilmetode-metode lain selain yang telah dicontohkan tersebut100 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 110. Bab 9 SIFAT PARA PENGEMBAN DAKWAH Setelah mengkaji bab ini diharapkan pembaca memahami bahwa:1. Pengemban dakwah adalah orang yang memiliki sifat utama,2. Kita harus berupaya memiliki sifat-sifat keutamaan pengemban dakwah untuk sukses dalam mewujudkan tujuan dakwah. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 101
  • 111. akwah adalah kewajiban yang agung, yang merupakan jalan paraD Rasul, Sahabat dan generasi shalih setelahnya. Kewajiban ini tidak mungkin diemban kecuali oleh orang-orang yang memiliki kemuliaandan keutamaan melebihi manusia yang lain. Setelah memahami kewajibanini, tibalah saatnya untuk memenuhi panggilan Allâh SWT dan terjun kemedan dakwah yang keras dan penuh cobaan. Untuk menempuhnyaseorang pengemban dakwah harus memiliki beberapa sifat yang melekatpada dirinya sebagai keutamaan yang dengan itu Allâh SWT akanmenurunkan pertolongan-Nya kepada mereka.Taqorrub IlAllâh Taqorrub ilAllâh SWT adalah kunci utama keberhasilan dakwah.Karena Allâh SWT adalah pemilik segala urusan, Zat yang telah mewajibkandakwah ini adalah satu-satunya Zat Yang Maha Kuasa untuk memberikanpertolongan berupa kemenangan kepada siapa saja yang Ia kehendaki.Sekeras apapun kita berusaha, manakala keputusan Allâh SWT belun tiba,maka kemenangan tidak mungkin diraih. Sebaliknya ketika Allâh SWTmenurunkan pertolongan-Nya, maka tidak ada seorangpun yang bisamencegahnya."Jika Allâh menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapatmengalahkan kamu; jika Allâh membiarkan kamu (tidak memberipertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu(selain) dari Allâh sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allâh sajaorang-orang mumin bertawakkal." (TQS. Ali Imran : 160). Allâh SWT Maha Kuasa, sedangkan manusia tidak berdaya apapunkecuali atas izin-Nya. Oleh karena itu pengemban dakwah harus berusaha102 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 112. terus-menerus mendekatkan diri kepada Allâh SWT, yaitu denganmengerjakan kewajiban dan meninggalkan perkara-perkara harom dansyubhat, memperbanyak amalan nafilah untuk mendekatkan diri kepadaAllâh SWT. Dengan demikian petolongan Allâh SWT akan semakin dekat. Dakwah adalah aktivitas yang penuh resiko, sejarah telah mencatatpara pengembandakwah di setiap tempat dan zamat tidak pernah luputdari celaan, permusuhan orang-orang kafir dan kezaliman para penguasa.Mereka akan menanggung berbagai macam cobaan berupa sempitnyawaktu dan nafkah, penguncilan oleh masyarakat, siksaan fisik bahkanpembunuhan. Untuk menghadapi semua cobaan tersebut diperlukan imanyang kuat kepada Allâh SWT dan pertolongan-Nya yang tidak mungkindimiliki oleh orang-orang yang lemah dan lalai dalam bertaqorrub. Seorang pengemban dakwah harus melakukan kewajibannya denganikhlas untuk mengharap keridhaan Allâh SWT semata. Ia harus menjauhkansegala bentuk motivasi yang mengotori tujuannya tersebut. Dalamperjuangannya seorang pengemban dakwah tidak boleh mengharapkanpujian atau kedudukan. Karena dengan niat seperti itu amalan dakwahyang agung menjadi tidak bernilai di sisi Allâh SWT, sehingga dia merugidan semakin jauh dari pertolongan Allâh SWT.Berani Sebagaimana telah diterangkan bahwa dakwah adalah perjuanganyang penuh dengan resiko. Aktivitas dakwah akan membagi manusia dalamtiga golongan. Golongan pertama adalah golongan orang-orang yangmenerima dakwah, golongan ini terdiri dari orang-orang yang menaruhsimpati dan orang-orang yang memberikan dukungan secara penuh.Golongan kedua adalah golongan moderat yang tidak menerima maupunmenolak dakwah. Golongan ketiga adalah golongan yang menentangdakwah, golongan ini terdiri dari orang-orang yang tidak menyukai dakwahdan orang-orang yang merusaha untuk menghancurkan dakwah denganmemerangi ide Islam dan makar yang mereka timpakan kepada parapengembannya. Dalam dakwah kita akan menghadapi golongan-golongan tersebut,bahkan hingga kemungkinan yang terburuk yaitu berhadapan denganorang yang membenci sekaligus berusaha menghancurkan dakwah. Makadisinilah diperlukan keberanian dari seorang pengemban dakwah untuk Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 103
  • 113. tetap menyampaikan pemikiran Islam dan menghadapi serangan pemikirandan makar yang dilancarkan kepadanya. Keberanian Rasulullâh saw dan para sahabat dalam menyampaikandakwah telah terbukti, berikut ini beberapa kisah mereka. Pernah suatu ketika Abu jahal datang melarang beliau shalat didekat Ka’bah,tetapi beliau tidak mempedulikannya, bahkan kembalimengulang shalatnya. Saat itu Abu jahal mengancam hendak menginjakleher beliau ketika beliau sedang sujud, namun tidak ada seorangpun diantara mereka, baik Abu jahal maupun para pemimpin Mekah lainnya yangdapat menghentikan perbuatan Rasullulah i untuk shalat di Ka’bah. Pada suatu hari ketika sedang thawaf, Rasulullâh saw diancam dandihalangi. Lalu beliau berkata: ”Apakah kalian mau mendengarkan apayang akan kusampaikan wahai Quraisy? Demi yang nyawaku berada ditangan Allâh, aku ingatkan kalian bahwa suatu saat nanti aku akanmembunuh kalian.” Mushaib bin Umair menujukkan keberaniannya ketika menghadapikemarahan Usaid dan Asad, dua orang pemimpin Madinah. Dengan tenangMushaib menyapaikan Islam kepada mereka sehingga keduanya masukIslam. Contoh-contoh tersebut menggambarkan keberanian yang luar biasadari Rasulullâh saw dan para sahabat. Secara fitrah manusia memangmemiliki rasa takut namun mereka berhasil mengalahkannya, rasa takutmereka kepada Allâh SWT adalah buah dari taqorrub yang dapatmengalahkan rasa takut kepada segala sesuatu selain Allâh SWT.Keberanian memang harus dipupuk dalam jiwa para pengemban dakwah,apabila mereka pengecut dan ragu-ragu dalam menyampaikan tentu Islamtidak mungkin tersampaikan dan masyarakat tidak akan berubah.Berilmu Dakwah memerlukan ilmu, maka dari itu para pengemban dakwahharuslah berasal dari golongan orang-orang berilmu. Ilmu adalah bekalyang sangat penting karena pengemban dakwah dituntut untuk104 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 114. menyampaikan pemikiran-pemikiran Islam, bermusyawarah dengan maduseraya menjelaskan kekeliruan berpikir masyarakat. Oleh kerena ituseorang pengemban dakwah harus bekerja keras untuk memahamitsaqofah islam serta berpikir mendasar untuk membongkar keburukansistem masyarakat. Pada sisi lain seorang pengemban dakwah dituntut untukmenyampaikan kebenaran Islam dalam jalan yang telah disyariatkan, yaitudengan mengikuti manhaj dakwah Rasulullâh saw. Kedua tugas tersebutharus dilaksanakan dengan sempurna, maka untuk menyempurnakannyadiperlukan ilmu. Seorang pengemban dakwah tidak boleh berhenti untuk mencarikebenaran dan menjaga pemikirannya agar tidak terkotori ide kufur.Pengemban dakwah adalah pemimpin masyarakat, setiap ucapan danperbuatannya akan dijadikan rujukan dan diikuti, apabila dia tidak berilmuia akan menyampaikan pemahaman yang keliru kemudian masyarakatmengikutinya.Diriwayatkan dari Abdullâh bin Amru bin al-As ra : "Aku pernah mendengarRasulullâh bersabda" : "Allâh tidak mengambil ilmu Islam dengan caramencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allâh mengambilnya denganmengambil para ulama sehingga tidak tertinggal walaupun seorang.Manusia mengangkat orang jahil menjadi pemimpin, sehingga apabilamereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan ilmu. Akhirnyamereka sesat dan menyesatkan orang lain pula." (THR. Bukhari, dalamkitab Berpegang Pada al-Quran dan Sunah, Hadits nomor 6763). Selain itu ilmu yang dimiliki pengemban dakwah sangat pentinguntuk menjaga perjuangan dakwahnya agar senantiasa sesuai denganmanhaj Rasulullâh saw, karena penyimpangan sedikit saja dari manhajtersebut akan menghasilkan kegagalan.Tegas Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 105
  • 115. Dalam menyampaikan dakwah diperlukan ketegasan, yaituketerusterangan dalam menyampaikan pemikiran Islam. Seorangpengemban dakwah harus penyampaikan Islam apa adanya. Ia harusmenyampaikan semua ide Islam, ia tidak boleh memilih-milih beberapa ideajaran tertentu dan meninggalkan yang lain. Pengemban dakwah tidakboleh menutup-nutupi kebenaran yang telah sampai kepadanya atauberdiam diri terhadap kebatilan, ia harus menjelaskan kebenaran danmenolak serta menghancurkan kebatilan. Dalam usahanya tersebut pengemban dawah tidak boleh melihatsiapa yang didakwahi dan reaksi orang tersebut terhadap ide yangdisampaikan. Tugas pengemban dakwah adalah mengubah masyarakatyang tidak islami menjadi islami, dia harus bisa menjelaskan kepadamanyarakat yang hak dan yang batil sehingga masyarakat dapat dituntununtuk menerima kebenaran Islam. Ketidaktegasan dalam dakwah membuatmasyarakat bingung, mengaburkan pandangan dan menghambatkeberhasilan."Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil danjanganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui."(TQS. al-Baqarah : 42). ُ"Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akanmemulai dan tidak (pula) akan mengulangi". (TQS. Saba : 49)."Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap".Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (TQS. al-Isra : 81)."Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hakitu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allâh dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)." (TQS. al-Anbiya : 18).106 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 116. Rasulullâh saw adalah contoh utama dalam ketegasanmenyampaikan dakwah, beliau menyampaikan ide yang bertolak belakangdengan masyarakat Arab. Rasulullâh saw menyerukan alimatlaailaahailAllâh mauhammad Rasulullâh dan merendahkan berhalamereka, membodoh-bodohkan akal mereka tanpa mempedulikan reaksimereka. Berikut ini salah satu peristiwa yang menunjukkan ketegasanbeliau. Suatu hari Rasulullâh saw naik ke bukit Shafa dengan berseru: "Haimasyarakat Quraisy." Lalu orang Quraisy membalas: "Muhammadberbicara dari atas Shafa." Mereka lalu datang berduyun-duyun sambilbertanya-tanya. "Ada apa?” "Bagaimana pendapat kamu sekalian kalau kuberitahukan bahwapada permukaan bukit ini ada pasukan berkuda. Percayakah kamu?" "Ya," Jawab mereka. "Engkau tidak pernah disangsikan. Belumpernah kami melihat engkau berdusta". "Aku mengingatkan kamu sekalian, sebelum menghadapi siksa yangsangat berat," katanya, "Banu Abdul Muttalib, Banu Abdul Manaf, BanuZuhra, Banu Taim, Banu Makhzum dan Banu Asad. Allâh memerintahkanmemberi peringatan kepada keluarga-keluargaku terdekat. Baik untukkehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Tidak ada suatu bagian ataukeuntungan yang dapat kuberikan kepada kamu, selain kamu ucapkan takada Tuhan selain Allâh." Abu Lahab, seorang yang berbadan gemuk dan cepat naik darahkemudia berdiri sambil meneriakkan: "Celaka kau hari ini. Untuk ini kaukumpulkan kami?" Rasulullâh saw tidak bisa berbicara. Dilihatnya pamannya itu. Tetapikemudian datanglah wahyu Allâh SWT :"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 107
  • 117. isterinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut." (TQS. 24al-Lahab : 1-5). Ketegasan beliau juga nampak saat beliau mencela sistem yangberlaku di masyarakat Arab, beliau mencela kebiasaan mengurangitimbangan, mangubur hidup-hidup bayi perempuan dan lain sebagainya 25tanpa memperhatikan reaksi dari masyarakat.Tidak Kompromi dengan Kekufuran Dakwah bertujuan mengubah kondisi masyarakat yang tidak islamimenjadi islami. Merupakan hal yang wajar bila ada orang-orang yangmenghalanginya, termasuk di dalamnya para penguasa yang memegangkepemimpinan di tengah-tengah masyarakat. Penguasa yang merasaterancam dengan dakwah yang digulirkan akan barusahamenghentikannya. Salah satu caranya dengan memberikan tawarankompromi. Mereka akan membujuk para pengemban dakwah bahkansampai menawarkan sedikit kenikmatan dunia berupa harta, kedudukandan wanita agar mau meninggalkan dakwahnya. Rasulullâh saw pernah mengalami hal ini, utusan Quraisy pernahdatang kepada Abu Thalib lalu memintanya untuk membujukkeponakannya (Muhammad saw ) agar menghentikan dakwahnya. Akantetapi ketika Abu Thalib menyampaikan hal itu, Muhammad saw berkata :"Paman, demi Allâh seandainya mereka meletakkan matahari di tangankananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan persoalan ini 26(dakwah), niscaya aku tidak meninggalkan persoalan ini" . Dalam kesempatan lain Utbah datang kepada Rasulullâh saw untukmembujuk beliau agar menghentikan dakwah. Utbah berkata :"keponakanku, jika dengan apa yang engkau bawaini, engkau menginginkan harta, kami akan mengumpulkan seluruh hartakami agar engkau menjadi orang yang terkaya di antara kami. Jika engkaumenghendaki kehormatan, kami mengangkatmu menjadi pemimpin dankami tidak memutuskan perkara tanpa denganmu. Jika engkaumenginginkan kekuasaan, kami angkat sebagai raja. Jika yang datangkepadamu adalah bangsa jin yang tidak mampu engkau usir, kita24 Ibid, halaman 92.25 Lihat kembali tahapan dakwah interaksi dengan masayarakat26 Lihat, Al-Muafiri, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, halaman 222108 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 118. mencarikan dokter untukmu dan mengeluarkan harta kami hingga engkausembuh darinya, karena boleh jadi jin mengalahkan orang yangdimasukinya hingga ia sembuh darinya." Tetapi Rasulullâh saw menjawabdengan wahyu Allâh SWT."Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi MahaPenyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalambahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa beritagembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan merekaberpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan.Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apayang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan danantara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnyakami bekerja (pula)." (TQS. Fushilat : 1-5). Kemudian beliau melanjutkan bacaannya sampai pada ayat sajdahdan beliau bersujud. Kemudian beliau bersabda: "Hai Utbah, Engkau telahmendengarkan apa yang baru saja engkau dengar. Sekarang terserah 27kepadamu tentang apa yang baru engkau dengar tadi". Rasullulah I pernah menolak usulan utusan Bani Tsaqif yangmeminta beliau agar membiarkan berhala sesembahan mereka selama tigatahun, membiarkan mereka meninggalkan shalat, tetap berzina, meminumkhamr dan melakukan aktivitas riba. Beliau tidak menerima permintaanmereka itu, meski mereka menurunkan jumlah waktu menjadi dua tahun,hingga satu bulan sekalipun. Beliau tetap menolak dengan tegas tanpamemberikan kelonggaran sedikitpun. Kemudia beliau menugaskan AbuSofyan dan Al-Mughiroh bin Syu’bah sebagai wakil beliau untuk 28menghancurkannya.Memberi Teladan Pada saat institusi negara Islam masih tegak, banyak sekali orang-orang non muslim yang masuk Islam. Mereka masuk Islam karena27 ibid, halaman: 246-24728 lihat Sirah Al-Halabiyah, Jilid III, halaman 234. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 109
  • 119. terpesona oleh sistemnya yang adil dan sesuai dengan fitrah manusia.Sudah merupakan sifat manusia untuk lebih mudah mempercayai hal yangterindera secara langsung dibanding sesuatu yang hanya berupa ide.Tidaklah heran fenomena itu terjadi pada masa Khilâfah, karena banyakorang dapat merasakan diterapkannya sistem Islam. Islamdirepresentasikan oleh negara melaui penerapan hukum sehinggaterbentuk masyarakat dan individu yang islami pula. Namun ketika negaraIslam tidak ada tugas dakwah diemban oleh individu dan kelompok,akhirnya merekalah satu-satunya yang dapat menjadi representasi Islamdalam kehidupan. Pengemban dakwah harus menjadikan dirinya Islam berjalan, iatidak boleh berkata sesuatu yang bertentangan dengan Islam. Ketikabertingkah laku harus sesuai dengan hukum syara. Di samping itu ia harusmemiliki sifat-sifat islami dan akhlak terpuji. Apabila tidak, pengakuannyasebagai pengemban dakwah hanyalah klaim kosong belaka. Seorang pengemban dakwah adalah pemimpin masyarakat, setiaptindakan dan ucapannya akan diikuti masyarakat. Apabila ia melakukanpelanggaran terhadap hukum syara atau mengatakan perkataan yangbertentangan dengan Islam, masyarakat akan mengkuti kesalahannya danmenganggapnya sebagai hal yang sah dilakukan. Seorang pengemban dakwah juga harus menghiasi dirinya denganakhlak yang mulia. Ia harus bersikap ikhlas, pemurah, sabar, rendah hati,mencintai sesama, lemah-lembut, berbaik sangka, dan lain-lain. Sebaliknyaharus membuang sifat-sifat buruk seperti bakhil, angkuh, iri, dengki, zalim,memutuskan silaturrahmi, berburuk sangka dan lain-lain. Apabila masihterdapat sifat buruk dalam dirinya, maka masyarakat tidak akan maumengikutinya. Seorang pengemban dakwah tidak boleh melakukan kemungkarandan dia sendiri harus menyuruh orang untuk menghindarinya, apalagi jikakemungkaran itu dilakukannya di depan umum. Perbuatan itu akanmerusak kepercayaan masyarakat dan menodai dakwah, bahkan mungkinpula masyarakat akan menilai buruk semua pengemban dakwah.Sabar Sudah merupakan sunatullâh perjuangan dakwah akan berhadapandengan berbagai halangan. Pengemban dakwah akan berhadapan denganorang-orang yang memusuhinya, menjelek-jelekkan, menganiaya bahkan110 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 120. sampai membunuhnya. Hal itu adalah resiko yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Para nabi dan rasul akan selalu menghadapinya."Berapa banyaknya nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umatyang terdahulu. Dan tiada seorang nabipun datang kepada merekamelainkan mereka selalu memperolok-olokkannya." (TQS. az-Zukhruf : 6-7). Bahkan siksaan itu pun dialami oleh para sahabat, sebagaimanayang diwahyukan Allâh SWT."Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. yang berapi(dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya,sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman." (TQS. al-Buruj : 4-7). Di dalam buku al-Bidayah wa Nihayah, terdapat kisah dari Aisyah rayang bertutur: Ketika para sababat yang berjumlah 38 orang berkumpul,Abu Bakar mendesak Rasulullâh saw. Beliau kemudia berkata: "Abu Bakar,sesungguhnya kita ini berjumlah sedikit." Akan tetapi Abu Bakar terusmendesak Rasulullâh saw hingga beliau bangkit, sementara kaum Musliminberpencar di pojok-pojok mesjid. Masing-masing berada dalamkelompoknya. Abu Bakar kemudian berdiri di hadapan orang banyak danberpidato, sementara Rasulullâh saw sendiri duduk. Diawal kutbahnya AbuBakar mengajak orang-orang kepada Allâh SWT dan Rasul-Nya. Orang-orang musyrik pun marah terhadap Abu Bakar dan kaum Muslimin hinggamereka dipukuli di pojok-pojok mesjid, sementara Abu Bakar sendiridiinjak-injak dan dipukuli dengan keras. Lalu seorang fasik, yakni Uqbah binRabiah, mandekati beliau dan ikut memukul beliau dengan keduasepatunya yang kemudia dipukulkan pada wajah dan perut hingga hidungbeliau. Setelah itu, datanglah Bani Thaim hingga orang-orang musyrik punberusaha mejauh dari Abu Bakar. Bani Taim kemudian membawa AbuBakar dan memasukkannya ke rumahnya. Rintangan itu juga bukan hanya berasal dari musuh-musuh Islam,terkadang rintangan itu muncul dari diri sendiri seperti rasa cinta padadunia, rasa takut. Atau dari lingkungan terdekat seperti halangan dariorang tua, istri/suami, anak, dan lain sebagainya. Seorang pengemban Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 111
  • 121. dakwah akan dihadapkan pada sulitnya nafkah, sempitnya waktu dan rasakhawatir terhadap keselamatan dirinya, terkadang hal itu melemahkansemangat dakwah, bahkan hingga meninggalkannya. Rintangan tersebut memang akan menimpa setiap pengembandakwah. Setiap orang yang berjuang dalam dakwah tidak dapatmembayangkan dakwahnya akan mulus tanpa rintangan dan luput darikezaliman. Karena hal tersebut adalah sunatullâh untuk menguji keimanan." Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kamimengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; danagar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (TQS. Muhammad :31)."Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelummereka, maka sesungguhnya Allâh mengetahui orang-orang yang benardan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (TQS. al-Ankabut : 3)."Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan(juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yangdiberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukanAllâh, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabardan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusanyang patut diutamakan." (TQS. ali-Imran : 186)."Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belumdatang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulusebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta112 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 122. digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalahRasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnyapertolongan Allâh?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allâh itu amatdekat." (TQS. al-Baqarah : 214). Segala rintangan tersebut memang harus dilalui para pengembandakwah. Ia harus memahami itu sebagai ujian Allâh SWT untuk mengujikadar keimanan. Pengemban dakwah tidak boleh lemah dan mundurkarena ujian tersebut hingga Allâh SWT memberikan kemenangankepadanya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Khabab bin al-Art ra.Dia pernah berkata : "kami pernah mengadu kepada Nabi saw. Saat itubeliau sedang mengenakan kain burdah di bawah Kabah. Kami berkatakepada beliau, "tidakkah engkau memintakan pertolongan untuk kita?"Nabi saw bersabda, "sesungguhnya pernah ada seseorang dari generasisebelum kalian yang dibuatkan untuknya lubang di atas tanah. Ia kemudianditempatkan di dalamnya. Lalu dibawalah sebuah gergaji yang kemudiadigergajikan ke kepalanya. Kemudian kepala orang itu dibelah menjadi duabagian. Akan tetapi hal itu tidak sampai memalingkannya dari agamanya.Orang itu kemudian disisir dengan sisir yang terbuat dari besi sampai tidakada daging pada tulang dan urat syarafnya. Akan tetapi hal itu pun tidaksampai memalingkannya dari agamanya. Demi Allâh, Allâh pasti akanmemenangkan perkara (agama) ini sampai seseorang yang berkendaraandari Shanan menuju Hadralmaut tidak merasa takut kecuali kepada Allâhatau sampai srigala takut pada domba buruannya. Akan tetapi kalian itubersikap tergesa-gesa" (THR. Buhkari, Ahmad, an-Nasai, dan Abu Dawud) Kita bisa mengambil pelajaran yang berharga dari para sahabat yangbersabar dengan kesulitan dalam dakwah. Sebagaimana Musaib binUmair, Bilal bin Rabbah, Sumaya (ibu Amar bin Yasir), Khabab bin al-Art,dan sahabat-sahabat yang lain. Mereka menghadapi kesulitan hidup yangkadarnya melebihi kita, tetapi tidak sampai memalingkannya dari dakwah. Kemenagan adalah janji Allâh SWT yang akan diberikan setelahhamba-Nya lulus dari ujian tersebut, maka pengemban dakwah harusmendekatkan diri dengan Allâh SWT, percaya kepada janji-Nya, dan selaluberdoa untuk meminta pertolongan-Nya.Istiqamah Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 113
  • 123. Demikian telah dijelaskan tuntunan dalam berdakwah sesuaidengan manhaj Rasul. Keberhasilan dakwah pada masa ini bergantungpada keistiqamahan kita pada manhaj tersebut. Maka dari itu kita harusrajin bertaqorrub setiap saat untuk meningkatkan keimanan dankeikhlasan, giat menggali ilmu, berani dan tidak ragu-ragu dalam dakwah,memberikan teladan, tegas dan lantang dalam menyampaikan dakwah,menolak kompromi dan bersabar dalam menghadapi rintangan dakwahhingga Allâh SWT memberikan kemenangan kepada kita. Untuk memeroleh kemenangan itu kita tidak boleh lalai dalamurusan dakwah. Kita tidak boleh mengikuti bujukan hawa nafsu untukmeninggalkan dakwah. Atau mengikuti bujukan dan ancaman musuh-musuh yang menyeret kita keluar dari manhaj dakwah Rasul. Pengembandakwah tidak boleh terjebak dengan itu sehingga dakwahnya menemuikegagalan."Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yangtelah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secarabohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah merekamengambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidakmemperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikitkepada mereka, kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakankepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan)berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorangpenolongpun terhadap Kami." (TQS. al-Isra : 73-75).114 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 124. Lampiran A ada BAB 1 kita dihadapkan pada tiga pertanyaan mendasar yangP merupakan kunci penentu arah kehidupan yang akan kita pilih. Kita bisa menjawabnya dengan benar lalu hidup dengan mengikuti jalanyang benar atau menjawab dengan salah lalu tersesat. Untuk menjawab Uqdah Al-Qubro dengan benar kita harusmenggunakan potensi akal dengan benar, yaitu mengetahui cara berpikiruntuk menjawabnya. Dalam lampiran ini akan dipaparkan cara berfikir yangbenar untuk menjawab permasalahan seputar aqidah. Sebuah jawaban atas Uqdatul Qubro dapat dikatakan benar danlayak untuk dijadikan keyakinan jika mampu menghasilkan pembenaranyang pasti (tashdiq al-Jazm). Artinya harus konsisten (tidak akan berubah),tidak ada kemungkinan salah meskipun sedikit sehingga tidak bisamenimbulkan keraguan sedikitpun. Akan tetapi keyakinan tersebut tidak mungkin terbentuk tanpaadanya syarat yang lain yaitu : Pertama, berdasarkan pada fakta (realistis)bukan khayalan yang diada-adakan. Sedangkan syarat 1 tidak mungkindiketahui kecuali memenuhi syarat kedua: Kedua, dapat dibuktikankebenarannya. Syarat pertama dapat kita pahami dengan jelas, sedangkan syaratkedua memerlukan penjelasan lebih lanjut. Sebuah keyakinan benar jika dapat dibuktikan dengan aqli (rasio)yaitu melalui proses berpikir. Berpikir adalah proses untuk memberikankesimpulan terhadap suatu fakta yang akan melalui tahapan sebagaiberikut: Pemikiran terjadi ketika ada fakta yang terindera lalu diindera olehmanusia. Lalu fakta tersebut ditransfer ke dalam otak (yang normal)kemudian dikaitkan dengan informasi yang kita miliki (Maklumat tsabiqoh). Pemikiran hanya akan terjadi jika semua komponen tersebutlengkap, apabila salah satu saja di antara empat komponen itu tidak adamaka pemikiran tidak akan terjadi. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 115
  • 125. Dari sanalah kita bisa mengetahui sebuah benda (pensil misalnya)setelah kita menginderanya lalu dikaitkan dengan informasi yang kitadapati sebelumnya mengenai fakta (pensil) tersebut, begitulah pemikiranterjadi. Tidak selamanya fakta tersebut harus terindera secara langsunguntuk dapat dibahas dengan aqli. Aqli (pemikiran) bisa digunakan untukfakta yang tidak terindera selama ada gejala yang terindera yangmenunjukkan keberadaannya. Contohnya dua kutub magnit yang berbedapasti terlibat gaya saling tarik menarik, dari sana kita bisa meyakinikeberadan medan magnit meskipun medan magnit adalah realita yangtidak terindera. Selain fakta yang terindera langsung atau melalui gejalanya itu,dalam pokok aqidah Islam terdapat masalah-masalah yang harus kita yakinisedangkan fakta maupun gejalanya tidak terindera sama sekali, yaituperkara gaib (malaikat, setan, syurga, neraka, yaumil kiamah, dan lain-lain).Bagaimana hal itu dapat diyakini? Jawabannya adalah dengan menggunakan dalil naqli (mengambilinformasi dari sumber tertentu yang dapat dipercaya). Misalnya seorang yang hendak mengetahui bentuk benda yang adadi balik tembok taktembus pandang. Bisa memperoleh jawaban denganmeminta bantuan kepada seseorang di atas benteng yang dapat melihatlangsung ke seberang benteng. Namun perlu dicatat, informasi yang diberikan hanya dapat diterimasetelah kita meyakini kebenaran informasi yang disampaikan denganmembahas sumber informasi tersebut secara aqli. dalam contoh kasus diatas kita harus membuktikan orang di atas benteng berkata benar (tidakmungkin berbohong). Sedangkan dalam masalah akidah Islam sumber yangdapat dijadikan rujukan dalam masalah aqidah adalah al-Quran dan Haditsmutawatir. Dari sanalah kita bisa meyakini adanya syurga, neraka, jin,setan, malaikat dan perkara-perkara gaib lainnya sebagai sebuah realita,karena berasal dari sumber informasi yang diyakini kebenarannya yaitu al-Quran dan Hadits mutawatir. Metode naqli seperti ini tidak membatalkan kesepakatan awal ataumengubur peran akal dan kembali mengambil kepercayaan yang tidakrealistis atau dogmatis. Karena meskipun menggunakan dalil naqli tetapsaja disandarkan kepada aqli dalam membuktikan kebenaran sumber naqli.116 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 126. Maka kita simpulkan. Keyakinan yang benar harus menghasilkanjawaban yang pasti (tashdiqul Jazm), sesuai dengan realita dan dapatdibuktikan dengan dalil aqli atau naqli. Demikian metode (kerangka)berpikir untuk memperoleh kebenaran. Metode inilah yang harusdigunakan untuk menyelesaikan tiga permasalahan mendasar pada bab 1Jalan Menuju Keimanan. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 117
  • 127. Lampiran B Piagam Madinah "Dengan nama Allâh SWT, Pengasih dan Penyaang. Surat perjanjianini dari Muhammad-Nabi; antara; orang-orang beriman dan kaum Muslimindari kalangan Quraisy dan Yatsrib serta yang mengikuti mereka danmenyusul mereka dan berjuang bersama-sama mereka; bahwa merekaadalah satu umat, di luar golongan orang lain." "Kaum Muhajirin dari golongan Quraisy tetap menurut adatkebiasaan yang berlaku di kalangan mereka, bersama-sama menerima atau 2membayar tebusan darah antara sesama mereka dan mereka menebustawanan mereka sendiri dengan cara yang baik dan adil di antara merekasesama orang-orang beriman." "Bahwa Banu Auf adalah tetap menurut adat kebiasaan merekayang berlaku, bersama-sama membayar tebusan darah seperti yang sudah-sudah. Dan setiap golongan harus menebus tawanan mereka sendiridengan cara yang baik dan adil di antara sesama orang-orang beriman." 3 3 "Kemudian disebutnya tiap-tiap suku Anshar itu serta Keluargasetiap puak: Banul-Harith. Banu Saida, Banu Jusyam, Banun-Najjar,BanuAmr b.Auf dan Banun-Nabit. Selanjutnya disebutkan." "Bahwa orang –orang yang beriman tidak boleh membiarkanseseorang yang menanggung hidup dan utang yang berat di antara sesamamereka. Mereka harus dibantui dengan cara yang baik dalam membayartebusan tawanan atau membayar diyat." "Bahwa seseorang tidak boleh mengikat janji dalam menghadapimukmin lainnya." "Bahwa seseorang yang beriman dan bertakwa harus melawanorang yang melakukan kejahatan di antara mereka sendiri, atau orang yangsuka melakukan perbuatan aniaya, kejahatan permusuhan atau perbuatankeruksakan di antara orang-orang beriman sendiri, dan mereka harusbersama-sama melawannya walaupun terhadap anak sendiri."118 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 128. "Bahwa seseorang yang beriman tidak boleh membunuh sesamamukmin lantaran orang kafir untuk melawan orang-orang yang beriman." "Bahwa jaminan Allâh SWT itu satu; Dia melindungi yang lemah diantara mereka. " "Bahwa Orang–orang yang beriman hendaknya saling tolongmenolong satu sama` lain. " "Bahwa barangsiapa dari kalangan Yahudi yang menjadi pengikutkami, ia berhak mendapat pertolongan dan persamaan; tidak menganiayaatau melawan mereka." "Bahwa persetujuan damai orang-orang beriman itu satu; tidakdibenarkan seorang mukmin mengadakan perdamaian sendiri denganmeninggalkan mukmin lainnya dalam keadaan perang di jalan AllâhSWT.Mereka harus sama adil adanya." "Bahwa setiap orang yang berperang bersama kami, satu sama lainharus saling bergiliran." "Bahwa orang-orang yang beriman harus saling membela terhadapsesamanya yang telah tewas di jalan Allâh SWT." "Bahwa orang-orang yang beriman dan bertakwa hendaknya beradadalam pimpinan yang baik dan lurus." "Bahwa orang tidak dibolehkan melindungi harta-benda atau jiwaorang Quraisy dan tidak boleh merintangi orang yang beriman." "Bahwa barang siapa yang membunuh orang yang beriman yangtidak bersalah dengan cukup bukti, maka ia harus mendapat balasan yangsetimpal, Kecuali bila keluarga si terbunuh sukarela (menerima tebusan)." "Bahwa orang-orang yang beriman harus menentangnya semua dantidak dibenarkan meraka hanya tinggal diam. " "Bahwa seseorang yang beriman telah mengakui piagam ini danpercaya kepada Allâh SWT dan kepada hari kemudian, tidak dibenarkanmenolong pelaku kejahatan atau membelanya, "dan bahwa barang siapayang menolongnya atau melindunginya, ia akan mendapat kutukan danmurka Allâh SWT pada hari kiamat, dan tak ada sesuatu tebusan yangdapat diterima." "Bahwa bilamana di antara kamu timbul suatu perselisisihan tentangsuatu masalah yang bagaimanapun, maka kembalikan itu kepada Allâh SWTdan Muhammad –alaihishshalatu wassalam." Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 119
  • 129. "Bahwa orang yahudi harus mengeluarkan belanja bersama orangberiman selama dalam keadaan perang." "Bahwa orang-orang Yahudi Banu Auf adalah satu umat denganorang-orang beriman orang Yahudi hendaknya berpegang teguh padaagama mereka, dan orang Islampun hendaknya berpegang teguh padaagama mereka pun pula, termasuk pengikut-pengikut mereka dan dirimereka sendiri, kecuali orang-orang yang melakukan perbuatan aniaya dandurhaka. Orang semacam ini hanyalah akan menghancurkan dirinya dankeluarganya sendiri." "Bahwa tiada seorang dari mereka keluar kecuali dengan izinMuhammad saw." "Bahwa orang-orangYahudi berkewajiban untuk menanggung nafkahmereka sendiri dan Kaum Muslimin berkewajiban menanggung nafkahmereka sendiri pula. Antara mereka harus ada tolong menolong dalammenghadapi orang yang hendak menyerang pihak yang mengadakanpiagam perjanjian ini." "Bahwa mereka sama-sama berkewajiban, saling nasehat-menasehati dan saling berbuat kebaikan dan menjauhi segala perbuatandosa." "Bahwa seseorang tidak diperkenankan melakukan perbuatan salahterhadap sekutunya, dan bahwa yang harus ditolong ialah yang teraniaya." "Bahwa orang-orang Yahudi berkewajiban melakuan belanjabersama-sama orang yang beriman selama masih dalam keadaan perang." "Bahwa kota Yatsrib adalah kota yang dihormati bagi orang yangmengakui perjanjian ini." "Bahwa tetangga itu seperti jiwa sendiri, tidak boleh diganggu dandiperlakukan dengan perbuatan jahat. " "Bahwa tempat yang dihormati tak boleh didiami oleh orang tanpaizin penduduknya." "Bahwa bila di antara orang-orang yang mengakui perjanjian ini adaperselisihan yang dikuatirkan akan menimbulkan keruksakan, maka tempatkembalinya kepada Allâh SWT dan kepada Muhammad Rasulullâh saw. dan120 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 130. Allâh SWT bersama orang-orang yang teguh dan setia memegangperjanjian ini." "Bahwa melindungi orang-orang Quraisy tidak dibenarkan." "Bahwa antara mereka harus saling membantu melawan orang-orang yang mau menyerang Yatsrib ini. Tetapi apabila diajak berdamaimaka sambutlah ajakan perdamaian itu. " "Bahwa apabila meraka diajak berdamai, maka orang-orang yangberiman wajib menyambutnya, kecuali kepada orang-orang yangmemerangi agama. Bagi setiap orang, dari pihaknya sendiri mempunyaibagiannya masing-masing." "Bahwa orang-orang Yahudi Aus, baik diri mereka sendiri ataupengikut-pengikut mereka mempunyai kewajiban seperti mereka yangsudah menyetujui naskah perjanjian ini dengan segala kewajibansepenuhnya dari mereka yang menyetujui naskah perjanjian ini." "Bahwa orang tidak akan melanggar isi perjanjian ini, kalau bukan iaorang yang aniaya dan jahat." "Bahwa barangsiapa orang yang keluar atau tinggal dalam kotaMadinah ini, keselamatannya tetap terjamin, kecuali orang-orang yangberbuat aniaya dan melakukan kejahatan". "Sesungguhnya Allâh SWT melindungi orang yang berbuat kebaikan 29dan bertakwa."29 Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, halaman: 2002-2005. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 121
  • 131. 122 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim
  • 132. Bibliografi Abdullâh, Muhammad Husain, 2003, Mafahim Islamiyah, Al-Izzah: Banggil. Al-Hudhari, As-Syaikh Abdullâh bin Said Muhammad Abbadi Al- Lahaji, tt, Ushul al-Fiqih, Al-Haramain: Jeddah. Al-Jauziyah, Ibnu Qayim, Ihsanul Lafham min Maayaidisy Syaiton, Jilid II. An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, Kaifiyatu Izalatu Al-Atribah Anl Al-Juzar. As-Suyuthi, Al-Imam Al-Hafizz Jalaluddin, tt, AlJamiAshaghir fi Ahadis Al-Basyir An-Nazir, Jilid II, Dar Al-Fikr: Beirut. Baidlawi, An Warut Tanzil, Jilid IV, Balai Pustaka, tt, Kamus Besar Bahasa Indonesia, DEPDIKBUD: Jakarta. Musthafa Asy-Syiba’i, Siroh Nabawiyyah, Duruus wal Ibrar. Qudamah, Al-Imam Al-Faqih Muwaffiq A-Din Abdullâh bin Ahmad bin Al-Mughni, 1981, Rauudhatu An-Nazirin Wa Junnatu Al- Manaziir, Dar Al-Kitab Al-Arabi, Beirut. Sunan Abu Dawud, Juz IV. Tafsir Imam Qurtubi, Juz XVII. Uwaidhah, Mahmud Abdul Latif, Pengemban Dakwah dan Sifat- sifatnya, Pustaka Thariqul Izzah, Bogor: 2003. Lenin.I. Vladimir, 1932, State and Revolution, International Publisher, New York. Al-Arabiyah, Majma Al-Lugah, 1980, Al-Mujam al-Wajiz, Syirkah Al- Ilanat Asy-Syarqiyah, Dar At-Tahrir: Mesir. Al-Amidi, Saifuddin, 1981, Al-Ihkam Fil Ushul al-Ahkam, Dar Al-Fikr: Beirut. As-Suyuti, Al-Imam Al-Hafizz Jalaluddin, 1983, Al-Asybaah wa an- Nadhair, Dar Al-Fikr: Beirut. Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim 123
  • 133.  Haekal, Muhammad Husain, 1989, Sejarah Hidup Muhammad, Litera Antar Nusa: Bogor.  Abdullâh, Muhammad Hussein, 1994, Dirasat Fi al-Fikri al-Islami, Dar Al- Bayariq: Beirut.  An-Nabhani, Asy-Syaikh Taqiyuddin, 1994, As-Syakhsiyah Islamiyah, Jilid III, Dar Al-Ummah: Beirut.  Sakhr, Al-Bayan, Al-Alamiyah: 1996.  Sakhr, Holy Quran, Al-Alamiyah: 1997.  Ismail, Muhammad, 1999, Bunga Rampai Pemikiran Islam, Gema Insani Press: Jakarta.  Al-Muafiri, Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam, 2000, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid I, Darul Falah: Bandung.  Atha bin Khalil, 2000, Taysiir al-Wushuul ilaa al-Ushuul. Dar Al- Ummah: Beirut.  An-Nabhani, Taqiyuddin, 2000, Negara Islam, Pustaka Thoriqul ‘Izzah: Bogor.  Abdurrahman, Abu Muhammad Jibril, 2001, Karakteristik Lelaki Shalih, Wihdah Press: Yogyakarta  An-Nabhani, Syaikh Taqiyuddin, 2002, Peraturan Hidup dalam Islam, Pustaka Thariqul Izzah: Bogor.  An-Nabhani, Syaikh Taqiyuddin, 2003, Syakhshiyah Islamiyah, Jilid I, Pustaka Thariqul Izzah: Bogor.124 Islam Saja! Bekal Bagi Pemuda Muslim