Perubahan kbk

1,865 views
1,771 views

Published on

Materi, pembelajaran

Published in: Education, Business
2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,865
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
87
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Apa yang pertama kali tercetus di dalam pikiran kita saat pertama kali mendengar mengenai KBK?
  • Pemahaman KBK sangat beragam. Apakah KBK merupakan suatu policy? Pedoman? Metoda? Atau model belajar? Atau malah merupakan suatu bentuk yang lain. Bentuk KBK belum dikenali dengan baik oleh sebagian besar pelaku pendidikan tinggi. Lalu apa sebenarnya KBK tersebut. KBK memang dapat berfungsi sebagai suatu kebijakan yang mendasari proses belajar mengajar. Namun juga dapat digunakan sebagai pedoman pembelajaran. Dan juga di dalam implementasi perencanaannya adalah tertuang di dalam metode dan model belajar
  • Ditengarai hal yang menyebabkan KBK sulit untuk dipahami adalah bahwa KBK mengandung PERUBAHAN yang mengusik ketentraman dan kenyamanan. Perubahan yang terjadi adalah perubahan kurikulum dari yang berbasis isi kepada kurikulum yang berbasis kompetensi. Perubahan yang terjadi cukup besar dan mendasar (second order change), sehingga dibutuhkan persiapan yang lebih banyak.
  • Hal yang ditengarai mengusik kenyamanan dan ketentraman adalah karena MUNGKIN kurikulum yang digunakan saat ini dianggap sudah baik dan merasa bahwa tidak perlu diubah. Sementara itu, kurikulum berbasis kompetensi sendiri dianggap belum jelas. Lebih jauh, KBK juga dianggap tidak mengikat untuk dilaksanakan. Atau, penyebab internal
  • Tahun 1994 yang digarap adalah ilmunya, sementara sekarang yang digarap adalah orangnya.
  • Inilah yang akhirnya diturunkan menjadi 5 elemen kurikulum
  • Engineering education development Project. Ini adalah satu contoh. Ini menjadi referensi raker tahun 2000. setelah ini kemudian keluar KepMendiknas 232/2000..kelihatan bahwa masih berbasis substansi
  • Di dalam organisasi ini dasarnya adalah logika keilmuan, sehingga mata kuliah dasar akan keluar di bawah, yang diatas akan didasari oleh mata kuliah dibawahnya
  • Diberi contoh dulu seperti ini, baru ditarik ke teorinya.
  • Walaupun dibuat struktur secara seri seperti yang telah terjadi saat ini, namun ada satu assignment yang mengintegrasikan kelompok ilmu yang ada..catatan pak djar: yang ilmu murni akan lebih mendekat pada pohon/logika keilmuannya, sementara yang lebih aplikasi akan sebaliknya. Setiap Bidang studi akan memiliki kekhususan
  • Pada sisi kanan: yang diintegrasikan adalah model/strategi pembelajarannya. Struktur pembelajarannya mungkin dapat masih berdasarkan seri, namun pendesain harus sadar bahwa di dalam mengembangkan model dan strategi pembelajarannya adalah dengan model paralel. Contoh FT sipil UGM: dalam kelompok ilmu dibuat 1 tugas yang terdiri dari beberapa mata kuliah di dalam satu kelompok ilmu. Dikembangkan model matriks antara kompetensi, mata kuliah dan semester
  • Ada konsorsium yang lebih mementingkan pada bidang ilmu (1994), sementara itu pada UNESCO yang lebih ditekankan adalah budayanya.
  • Beda LUARAN antara kurnas 94 dan KBK 2000: dulu lulus sesuai kurikulum, namun sekarang lulus harus diakui oleh masyarakat
  • Yang dipentingkan di dalam slide ini adalah KEBUTUHAN STAKEHOLDER….ini merupakan kunci jawaban bagi jurusan2 yang belum jelas
  • PT sering membuat pengelompokan mata kuliah. Inti sudah ditetapkan oleh menteri. Dari 232/2000 masih belum ada otonomi…di dalam SK 232/2000 tentang pedoman pendidikan tinggi…eksplisit di tuliskan bahwa
  • Tugas program pendidikan akademik harus menengok standard kompetensi dari jenis pekerjaan atau lapangan kehidupan tertentu. Untuk pendidikan program pendidikan akademik S1 yang belum jelas standard kompetensinya,
  • Contoh strategi untuk menyusun kurikulum. Kolom kawasan bidang kerja: kompetensi yang dibutuhkan. Kalau bidang kerjanya A, maka dicari tahapan kompetensinya, baru disusun Mata kuliahnya. Kemudian digunakan di dalam matriks kompetensi
  • Contoh dari ABET (contoh usulan kompetensi dasar)
  • Perubahan kbk

    1. 1. KBK
    2. 2. PEMAHAMAN YANG BERAGAM TENTANG policy ? pedoman ? metoda ? model belajar ? ?...?...? PT KBK APA ITU ?
    3. 3. POKOK MASALAHNYA ADALAH ADANYA PERUBAHAN : MENGUSIK KETENTRAMAN SAAT INI KURIKULUM BERBASIS ISI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
    4. 4. TERUSIK KARENA “MUNGKIN “ : <ul><li>KURIKULUM YANG BERJALAN SAAT INI DIANGGAP SUDAH BAIK, APA PERLU DIUBAH. </li></ul><ul><li>KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ITU SENDIRI BELUM JELAS TAPI DIRASA AKAN MENGIKAT. </li></ul>ATAU KITA MEMANG TIDAK MAU BERUBAH (KEMAPANAN >< PERUBAHAN)
    5. 5. SEPERTI INI TERMASUK KASUS BERAT ? SUDAH UENNAAK ……….. UNTUK APA BERUBAH ? BIKIN SUSAH AJA !
    6. 6. PERUBAHAN KONDISI GLOBAL : PERSAINGAN PERSYARATAN KERJA PERUBAHAN ORIENTASI PERUBAHAN KOMPETENSI LULUSAN PERUBAHAN KURIKULUM PERUBAHAN PEMBELAJARAN PERUBAHAN PARADIGMA PENGETAHUAN, BELAJAR DAN MENGAJAR
    7. 7. MENGAPA ADA PERUBAHAN KONSEP KURIKULUM
    8. 8. LATAR BELAKANG PERUBAHAN KEBIJAKAN DISARIKAN DARI :: DIKTI, Dokumen Penjelasan, 2000 perubahan Kep. Men. DIK BUD No. 056/U/1994,, 2000 MASALAH EKSTERNAL (TATANAN GLOBAL) MASALAH INTERNAL PERG.TINGGI DI INDONESIA <ul><li>FENOMENA ANTHROPOS </li></ul><ul><li>FENOMENA TEKNE </li></ul><ul><li>FENOMENA OIKOS </li></ul><ul><li>FENOMENA ETNOS </li></ul><ul><li>Penataan Lembaga </li></ul><ul><li>Penataan Arah dan Tujuan pendidikan </li></ul><ul><li>Penataan Program Studi. </li></ul><ul><li>Persaingan </li></ul><ul><li>Perubahan Orientasi Lembaga Pendidikan </li></ul><ul><li>Perubahan Persyaratan kerja </li></ul>KONTEKS ILMU/ IPTEKS KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL ( no. 232/ U/ 2000.) KURIKULUM NASIONAL 1994 ( no. 056/ U/ 1994 ) <ul><li>MKU </li></ul><ul><li>MKDK </li></ul><ul><li>MKK </li></ul>KONTEKS KEBUDAYAAN
    9. 9. <ul><li>fenomena anthrophos dicakup dalam pengembangan manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan . </li></ul><ul><li>fenomena tekne dicakup dalam penguasaan ilmu dan ketrampilan untuk mencapai derajat keahlian berkarya. </li></ul><ul><li>fenomena oikos dicakup dalam kemampuan untuk memahami kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. </li></ul><ul><li>fenomena etnos , dicakup dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keahlian yang dikuasai. </li></ul>
    10. 10. TINJAUAN PERUBAHAN DARI SISI STRUKTUR KURIKULUM 1
    11. 11. KURIKULUM BERBASIS SUBSTANSI / ISI
    12. 12. KONSEP KURIKULUM DARI EEDP TAHUN 2000 BIDANG ENGINEERING (BERBASIS SUBSTANSI) P3AI ITS 7. 6. 5. 4. 3. 2. 1. NO 10 % GENERAL STUDIES 20 % ENGINEERING DISCIPLINE SPECIALIZATION 10 % PROFESSIONAL ENGINEERING & PRACTICE 20 % ENGINEERING DESIGN & PROJECT 15 % ENGINEERING PRINCIPLE & INFORMATION TECHNOLOGY 12,5 % BASIC SCIENCE 12,5 % MATHEMATIC % MATERI KEILMUAN DALAM KURIKULUM
    13. 13. D C1 C2 C3 MK B MK A ? ORGANISASI MATERI P DASARNYA LOGIKA / PETA KEILMUAN
    14. 14. KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
    15. 15. PENYUSUNANYA BERDASARKAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KOMPETENSI
    16. 16. KONSEP KURIKULUM JURUSAN ARSITEKTUR ITS SOCIAL & HUMANITIES PLANNING & ENVIRONMENT ARCHITECTURAL DESIGN DESIGN PRINCIPLE & ARCH. THEORY STRUCTURE PRINCIPLE SCIENCE & TECHNOLOGY TUGAS AKHIR
    17. 17. STRUKTUR KURIKULUM MODEL SERI MODEL PARALEL BERDASAR LOGIKA KEILMUAN BERDASAR STRATEGI PEMBELAJARAN Humanistic,social science , profesional practice & ethic Mathematic & Basic Science Basic Engineering (E.P) Engineering Design Engineering Disp Specialization Humanistic,social science , profesional practice & ethic Mathematic & Basic Science Basic Engineering (E.P) Engineering Design Engineering Disp. Specialization
    18. 18. TINJAUAN PERUBAHAN DARI ORIENTASI KURIKULUM DAN LUARAN PERGURUAN TINGGI 2
    19. 19. ADA PERUBAHAN ORIENTASI KURIKULUM ADANYA KONSORSIUM SAINS,TEKNOLOGI , SENI KONSEP UNESCO ( 4 PILAR PENDIDIKAN ) learning to know learning to do learning to be learning to live together KURNAS 1994 BERBASIS PADA ISI KEILMUAN BERBASIS PADA KEBUDAYAAN KBK 2000
    20. 20. PENILAIAN OLEH PERGURUAN TINGGI SENDIRI PENILAIAN DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN PERUBAHAN LUARAN PERGURUAN TINGGI KBK 2000 KOMPETENSI SESEORANG UNTUK DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN CERDAS, PENUH TANGGUNG JAWAB SEBAGAI SYARAT UNTUK DIANGGAP MAMPU OLEH MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN TUGAS-TUGAS DI BIDANG PEKERJAAN TERTENTU KEMAMPUAN MINIMAL PENGUASAAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN SIKAP SESUAI SASARAN KURIKULUM PROGRAM STUDINYA KURNAS 1994
    21. 21. <ul><ul><li>Lulusan Perguruan tinggi diharapkan mempunyai kompetensi ( 5 elemen kompetensi ) yang sesuai kebutuhan stakeholders , berupa : </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebutuhan kemasyarakatan (societal needs) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebutuhan dunia kerja (industrial needs) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebutuhan profesional (professional needs) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebutuhan generasi masa depan (aspek scientific vision) </li></ul></ul>Lulusan Kebutuhan Stakeholders
    22. 22. TINJAUAN KBK MENURUT SK MENDIKNAS DAN PERUBAHANNYA 3
    23. 23. SK. MENDIKNAS RI NO. 232/U/2000 , TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA 5. Kelompok Berkehidupan Bermasyarakat ( MBB ) 4. Kelompok Perilaku Berkarya ( MPB ) 3 . Kelompok Keahlian Berkarya ( MKB ) 2. Kelompok Keilmuan dan Ketrampilan ( MKK ) 40% - 80% 1. Kelompok Pengembangan Kepribadian ( MPK ) KURIKULUM INSTITUSIONAL KURIKULUM INTI KELOMPOK MATA KULIAH INTI : Pancasila dan Kewarganegaraan , Agama, Bahasa Indonesia. INST : Bahasa Inggris, ISD, IBD, IAD, Filsafat Ilmu, Olah Raga dsb. KURIKULUM INTI ( Kompetensi Utama ) ditetapkan oleh Menteri.
    24. 24. DASAR PEMIKIRAN PENGELOMPOKAN MATA KULIAH PADA SK MENDIKNAS NO 232/U/2000. ADALAH : <ul><li>KONSEP EMPAT PILAR PENDIDIKAN DARI UNESCO. </li></ul><ul><li>PERSYARATAN KERJA YANG DITUNTUT OLEH DUNIA KERJA GLOBAL. </li></ul><ul><li>USAHA PENYEPADANAN DALAM KONTEKS NASIONAL. </li></ul>
    25. 25. Dasar Pertama : Kurikulum yang disarankan oleh The International Bureau of Education UNESCO ( The International Comission on Education for the 21 st Century ) Life long learning Learning to live together Learning to be Learning to do Learning to know EMPAT PILAR PENDIDIKAN
    26. 26. Dasar kedua : <ul><li>PENGENALAN SIFAT PEKERJAAN TERKAIT : </li></ul><ul><li>Terlatih dalam etika kerja. </li></ul><ul><li>Memahami makna globalisasi. </li></ul><ul><li>Fleksibel terhadap pilihan pekerjaan. </li></ul><ul><li>ATTITUDE : </li></ul><ul><li>Kepemimpinan. </li></ul><ul><li>Teamworking. </li></ul><ul><li>Can work crossculturally. </li></ul><ul><li>PENGUASAAN PENGETAHUAN & KETRAMPILAN : </li></ul><ul><li>Analisis dan sintesis. </li></ul><ul><li>Menguasai IT/computting. </li></ul><ul><li>Managed ambiguity. </li></ul><ul><li>Communication. </li></ul><ul><li>2 nd language. </li></ul>DESKRIPSI PERSYARATAN KERJA
    27. 27. Dasar ketiga : Usaha penyepadanan MK Pengemb. Kepribadian ( MKPK ) Mata kuliah berkehidupan bersama ( MKBB ) learning to live together <ul><li>Pengenalan sifat pekerjaan terkait : </li></ul><ul><li>Terlatih dalam etika kerja </li></ul><ul><li>Memahami makna globalisasi </li></ul><ul><li>Fleksibel thd pilihan pekerjaan </li></ul>Mata kuliah Perilaku Berkarya ( MKPB ) learning to be <ul><li>Attitude : </li></ul><ul><li>kepemimpinan </li></ul><ul><li>teamworking </li></ul><ul><li>can work crossculturally </li></ul>Matakuliah Keahlian Berkarya ( MKKB ) learning to do Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan ( MKKK ) learning to know <ul><li>Penguasaan pengetahuan </li></ul><ul><li>dan ketrampilan : </li></ul><ul><li>analisis dan sintesis </li></ul><ul><li>menguasai IT/computting </li></ul><ul><li>managed ambiguity </li></ul><ul><li>communication </li></ul><ul><li>2 nd language </li></ul>KURIKULUM INTI & INSTITUSIONAL IBE UNESCO PERSYARATAN KERJA
    28. 28. SK MENDIKNAS NO 232/U/2000. PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM MENURUT : YANG MENIMBULKAN BANYAK TAFSIR TERUTAMA TENTANG PENGELOMPOKAN MATA KULIAH
    29. 29. PADA SK MENDIKNAS NO 045/U/2002 TERDAPAT PERUBAHAN DAN PENJELASKAN
    30. 30. SK. MENDIKNAS RI NO. 045/U/2002. TENTANG KURIKULUM INTI PENDIDIKAN TINGGI Kompetensi Utama ditetapkan oleh kalangan Perguruan Tinggi, masyarakat profesi dan pengguna lulusan. Kompetensi Pendukung dan Kompetensi lainnya ditetapkan oleh Institusi penyelenggara program studi 5. Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat . 4. Sikap dan perilaku dalam berkarya. 3 . Kemampuan berkarya. 2. Penguasaan ilmu dan ketrampilan. 0% - 30% 20% - 40% 40% - 80 % 1. Landasan kepribadian. Kompetensi Lainnya Kompetensi Pendukung Kompetensi Utama KURIKULUM INSTITUSIONAL KURIKULUM INTI ELEMEN KOMPETENSI
    31. 31. <ul><li>KOMPETENSI UTAMA : Kemampuan minimal untuk menampilkan unjuk kerja yang memuaskan sesuai dengan penciri program studi. </li></ul><ul><li>KOMPETENSI PENDUKUNG : Kemampuan yang gayut dan dapat mendukung kompetensi utama serta merupakan ciri khas PT yang bersangkutan. </li></ul><ul><li>KOMPETENSI LAIN : </li></ul><ul><li>Kemampuan yang ditambahkan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup, dan ditetapkan berdasarkan keadaan serta kebutuhan lingkungan PT. </li></ul>
    32. 32. KELOMPOK MATA KULIAH ( pada SK Mendikbud no 323/U/2000) BUKAN SASARAN DARI PENYUSUNAN KURIKULUM TETAPI YANG MENJADI SASARAN PENYUSUNAN KBK ADALAH TERCAPAINYA KELIMA ELEMEN KOMPETENSI ( pada SK Mendiknas no 045/U/2002)
    33. 33. TINJAUAN TENTANG KOMPETENSI 4
    34. 34. Pengertian KOMPETENSI : <ul><li>Merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. ( Mulyana 2000 ). </li></ul><ul><li>Knowledge, skill and attitude needed to perform an ability to do a certain job / proffesion ( Tillman, 1996 ). </li></ul><ul><li>A statement which describe integrated demonstration of a cluster of related skills and attitude that are measureable and observable necessary to perform a job independently ( Hamlin, 1994 ). </li></ul><ul><li>Spesification of knowledge and skill and the appication of that knowledge and skill to the standart of performance required by the standards or learning outcomes. (Jones J, Malcohm,2000). </li></ul><ul><li>Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang pekerjaan tertentu. ( SK. Mendiknas No.045/U/2002 ). </li></ul>P3AI ITS
    35. 35. KOGNITIF PSIKOMOTOR AFEKTIF kompetensi PENGERTIAN KOMPETENSI
    36. 36. KOGNITIF PSIKOMOTOR AFEKTIF kompetensi PENGERTIAN KOMPETENSI PENDUKUNG LAINNYA UTAMA
    37. 37. COMPETENCY SCIENTIFIC VISION MARKET SIGNAL KOMPETENSI BISA DIDAPATKAN DENGAN CARA BERIKUT :
    38. 38. Lulusan Sarjana (S1) bidang Teknik diharapkan mempunyai kompetensi berikut : (terjemahan dari ABET – EEDP)
    39. 39. TUGAS PERGURUAN TINGGI TUGAS MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN LEMBAGA SERTIFIKASI KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA ASOSIASI PROFESI B STANDART KOMPETENSI STANDART KOMPETENSI ASOSIASI PROFESI C PROGRAM PENDIDIKAN AKADEMIK (S1) GENERIC SKILL (TRANSFERABLE SKILL) IJASAH STANDART KOMPETENSI ASOSIASI PROFESI A SERTIFIKAT KOMPETENSI
    40. 40. TUGAS PERGURUAN TINGGI TUGAS MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN GENERIC SKILL (TRANSFERABLE SKILL) KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA PROGRAM PENDIDIKAN AKADEMIK (S1) IJASAH STANDART KOMPETENSI SERTIFIKAT JENIS PEKERJAANATAU LAPANGAN KEHIDUPAN TERTENTU Training LEMBAGA PELATIHAN LEMBAGA SERTIFIKASI
    41. 41. TUJUAN PENDIDIKAN TINGGI PADA PRINSIPNYA ADALAH MEMPERSIAPKAN SESEORANG DENGAN KUALIFIKASI KESARJANAAN , YANG SIAP MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERUBAHAN CEPAT YANG MUNGKIN DIHADAPINYA DALAM PROFESI ATAU LAPANGAN KERJA YANG DIGELUTINYA. BASIC SKILL GENERIC SKILL TRANSFERABLE SKILL STANDART KOMPETENSI PROFESI / BID. KERJA
    42. 42. KURIKULUM BERDASARKAN KOMPETENSI BIDANG KERJA DIRAWAT DIKEMBANGKAN DIRENOVASI DIBONGKAR DIGUNAKAN DIALAMI DINIKMATI DIAPRESIASI DIBANGUN DIRANCANG DI’IDE’KAN MACAM MATA KULIAH MACAM KEMAMPUAN YANG DIBUTUHKAN KAWASAN BIDANG KERJA TAHAPAN REKAYASA B A C PENGETAHUAN KETRAMPILAN SIKAP apa yang diperlukan
    43. 43. USULAN KOMPETENSI DASAR Kemampuan berkonsep, kreatif, inovatif, dan metodik, punya wawasan luas. Cara berfikir 4 Kemampuan untuk belajar sepanjang hayat, punya kepekaan dan pemahaman masalah sosial,budaya, dan global. apresiatif pada etika dan punya tanggung jawab profesi. Sikap 3 Kemampuan mengkomunikasikan pemikirannya dengan baik, dan kemampuan keterlibatan dalam bidangnya secara pribadi maupun kelompok / masyarakat yang lebih luas. Komunikasi 2 Penguasaan prinsip dasar keilmuannya dan kemampuan penerapan serta pengembangannya, dengan menggunakan perangkat yang handal dan teknologi informasi. Bidang ilmu 1 KOMPETENSI GENERIK LULUSAN ( S1 ) DEMENSI NO
    44. 44. CIRI-CIRI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI <ul><li>Menyatakan kompetensi secara jelas dari proses pembelajaran bidang studinya ; </li></ul><ul><li>Proses pembelajaran memberi bekal kepada tercapainya kompetensi dan berfokus pada mahasiswa; </li></ul><ul><li>Lebih mengutamakan kesatuan penguasaan ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif ,secara utuh; </li></ul><ul><li>Proses penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada kemampuan untuk mendemonstrasikan kognitif, psikomotorik dan afektif (evaluasi proses & hasil ). </li></ul>
    45. 45. <ul><li>SERANGKAIAN MATA KULIAH </li></ul><ul><li>SILABUS </li></ul><ul><li>PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN ( GBPP - SAP ) </li></ul><ul><li>PROSES EVALUASI ( ASSESSMENT ) </li></ul><ul><li>PENCIPTAAN PROSES PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>SUASANA PEMBELAJARAN </li></ul>KURIKULUM DOKUMEN ( CURRICULUM PLAN ) KEGIATAN NYATA ( ACTUAL CURRICULUM )
    46. 46. SK MENDIKNAS NO 232/U/2000. PENGERTIAN KURIKULUM MENURUT : <ul><li>KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI ADALAH : </li></ul><ul><li>SEPERANGKAT RENCANA DAN PENGATURAN MENGENAI ISI MAUPUN BAHAN KAJIAN DAN PELAJARAN SERTA CARA PENYAMPAIAN DAN PENILAIANNYA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI PERGURUAN TINGGI. </li></ul>
    47. 47. SECARA SPESIFIK YANG BERUBAH ADALAH : <ul><li>PERUBAHAN ORIENTASI KURIKULUM </li></ul><ul><li>PERUBAHAN LUARAN PERGURUAN TINGGI </li></ul><ul><li>SEBAGAI KONSEKUENSINYA DIPERLUKAN PERUBAHAN PEMBELAJARAN . </li></ul>
    48. 48.     YANG SELALU BERUBAH <ul><li>JUMLAH MATA KULIAH </li></ul><ul><li>BESARNYA SKS MATA KULIAH </li></ul><ul><li>ISI MATERI MATA KULIAH </li></ul><ul><li>SUSUNAN MATA KULIAH </li></ul><ul><li>NAMA DAN KODE MATA KULIAH </li></ul><ul><li>RUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN </li></ul><ul><li>SARANA PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>BENTUK PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>( BENTUK DAN MACAM TUGAS ) </li></ul><ul><li>( CARA MENILAI / ASSESSMENT ) </li></ul><ul><li>PARADIGMA PENDIDIKAN </li></ul><ul><li>( MENGAJAR / MENDIDIK ) </li></ul><ul><li>( TEACHING / LEARNING ) </li></ul><ul><li>( AKADEMIK / PROFESIONAL ) </li></ul><ul><li>( KEMAPANAN / PERUBAHAN ) </li></ul>YANG SULIT BERUBAH KURIKULUM BARU
    49. 49. PT uji coba evaluasi Pemahaman bersama MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN LEWAT PENERAPAN KBK TUTORIAL Perencanaan
    50. 50. TERIMA KASIH

    ×