KBK (up) Batu 27 28 des
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

KBK (up) Batu 27 28 des

on

  • 954 views

Materi

Materi

Statistics

Views

Total Views
954
Views on SlideShare
954
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
30
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

KBK (up) Batu 27 28 des KBK (up) Batu 27 28 des Presentation Transcript

  • LOKAKARYA PEMBELAJARAN KBK 27-28 Des 2005 Batu Malang
  • MENGAPA HARUS MELAKUKAN PEMBELAJARAN KBK ? APAKAH DENGAN SISTIM PEMBELAJARAN YANG BIASA DILAKUKAN SUDAH DIANGGAP TIDAK EFEKTIF ATAU TIDAK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN ?
  • BEBERAPA FAKTA
    • ADANYA PERUBAHAN ( PERSYARATAN ) DUNIA KERJA, DIMANA SEBAGIAN BESAR LULUSAN PT INDONESIA GAGAL DALAM KOMPETISI DI DUNIA KERJA PADA TINGKAT MULTI NASIONAL,KARENA TUNTUTAN DUNIA KERJA BERBEDA DENGAN KEMAMPUAN YANG DIPUNYAI LULUSAN.
    • KOMPLEKSITAS MASALAH YANG DIHADAPI SAAT INI DAN DI MASA YANG AKAN DATANG, TIDAK DAPAT DISELESAIKAN HANYA DENGAN KEMAMPUAN SATU BIDANG KEAHLIAN / DISIPLIN, TETAPI DIPERLUKAN KEMAMPUAN LAIN DILUAR BIDANGNYA.
    • PERUBAHAN YANG CEPAT DI SEMUA BIDANG KEHIDUPAN, APA YANG DIPELAJARI SAAT INI BISA SAJA TIDAK BERMANFAAT SAAT MAHASISWA LULUS SARJANA, SEHINGGA DIPERLUKAN BERBAGAI KEMAMPUAN GENERIK ( transferable sklill ) AGAR LULUSAN BISA BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN CEPAT TERSEBUT.
    • KURIKULUM YANG DIJALANKAN DI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA SAMPAI SAAT INI HAMPIR SEMUANYA DISUSUN BERBASIS PADA SUBSTANSI KEILMUAN, YANG DIDASARKAN PADA SK MENDIKBUD. NO 056/U/1994, BAHKAN SAMPAI DENGAN SETELAH ADANYA SK. MENDIKBUD NO : 232/U/2000. YANG DALAM PENERAPAN PEMBELAJARANNYA MENEKANKAN PADA ”TRANSFER OF KNOWLEDGE“.
    • PERUBAHAN ARAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN TINGGI YANG DICANANGKAN OLEH UNESCO DAN DIKTI (HELTS), MEMBAWA KONSEKUENSI PERUBAHAN PARADIGMA PEMBELAJARAN DARI YANG BEHAVIORISTIK KE ARAH YANG KONSTRUKTIVISTIK, DARI YANG TEACHER CENTER MENUJU PEMBELAJARAN YANG BERFOKUS PADA SISWA (STUDENT CERTERED LEARNING ), DARI YANG MENEKANKAN PADA TRANSFER OF KNOWLEDGE MENJADI YANG MENEKANKAN PADA “ METHOD OF INQUIRY”.
    LANJUTAN ( BEBERAPA FAKTA )
  • BILA SEBUAH PERGURUAN TINGGI MERASA BAHWA LULUSANNYA SAAT INI TELAH MEMPUNYAI KEMAMPUAN YANG DIHARAPKAN DI BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN DAN DAPAT MENGHADAPI ATAU MAMPU MENYELESAIKAN PERSOALAN DI DUNIA KERJA YANG DIGELUTINYA, MAKA TIDAK PERLU LAGI DIMASALAHKAN BENTUK PEMBELAJARANNYA TELAH KBK ATAU BELUM KBK.
  • TUJUAN PENDIDIKAN TINGGI PADA PRINSIPNYA ADALAH MEMPERSIAPKAN SESEORANG DENGAN KUALIFIKASI KESARJANAAN , YANG SIAP MENYESUAIKAN DIRI DENGAN PERUBAHAN CEPAT YANG MUNGKIN DIHADAPINYA DALAM PROFESI ATAU LAPANGAN KERJA YANG DIGELUTINYA. BASIC SKILL GENERIC SKILL TRANSFERABLE SKILL STANDART- KOMPETENSI PROFESI / BID. KERJA
  • MASALAH PEMBELAJARAN
    • KEMAMPUAN DAN KEMAUAN BELAJAR MAHASISWA :
    • SECARA UMUM MAHASISWA TIDAK BELAJAR SECARA KONTINYU, HANYA SAAT AKAN UJIAN SAJA, SEHINGGA PENGUASAAN MATERI KURANG ( tidak melekat ). Ini bisa disebabkan karena evaluasi belajar mahasiswa hanya didasarkan pada hasil tes atau ujian saja.
    BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BELAJAR MAHASISWA?
    • MAHASISWA SUKAR DIAJAK DISKUSI, PASIF, APALAGI BILA DIMINTA MEMBACA LITERATUR SEBELUM KULIAH, TIDAK JALAN. HAL INI BISA DISEBABKAN OLEH BANYAK HAL ANTARA LAIN : (a) Literatur tidak bisa dipahami bahasanya. (b) Materi ajar tidak kontekstual. (c) Tidak terlatih mengkomunikasikan pikiran. (d) Pembelajaran lebih pada penyampaian informasi atau pengetahuan saja, tidak merangsang diskusi.
  • 2. KEMAMPUAN DAN KEMAUAN DOSEN
    • Beragamnya motivasi, visi, dan pengetahuan yang dimiliki dosen, mempengaruhi kadar usaha peningkatan mutu pembelajarannya.
    • Banyaknya materi ajar yang harus disampaikan selalu menjadi kendala bagi dosen untuk mengembangkan bentuk pembelajarannya ( diskusi, pembahasan tugas atau presentasi ). Sebuah kekawatiran bahwa akan banyaknya materi yang tidak diketahui mahasiswa, atau kekawatiran akan ketidak berhasilan metode lain selain kuliah ?
    BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DAN KEMAUAN DOSEN DALAM PEMBELAJARAN ?
            • Atau, adanya keengganan untuk berubah ?
  • 3. PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN
    • DO Bagaimana cara memilih metode / cara pembelajaran yang tepat untuk disiplin tertentu? Apakah mungkin suatu metode pembelajaran bisa digunakan untuk berbagai disiplin ilmu ? Apakah tidak ada bedanya pembelajaran di bidang sains, teknik, atau seni, atau humaniora ?
    • PLAN Bagaimana membuat Rencana Pembelajaran yang baik ? Selama ini bentuk rencana pembelajaran yang lebih populer dinamakan GBPP-SAP, banyak dikritik (rumit, berfokus pada dosen, jarang dioperasionalkan, kurang efektif, tidak untuk mahasiswa), mengapa demikian ?
    • CHECK Bagaimana cara assessment yang tepat agar mahasiswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan? Apakah dengan cara tes/ujian tulis sudah cukup? Apakah dengan melalui pengamatan berkala atau cukup di akhir semester saja?
    • ACT Bagaimana cara mengembangkan metode pembelajaran yang tepat ? Perlukah membuat penelitian atau paling tidak memonitor proses pelaksanaan pembelajaran ? Siapa yang harus melakukannya ?
  • 1. PENGETAHUAN PENGETAHUAN DIPANDANG SEBAGAI SESUATU YANG SUDAH JADI , YANG TINGGAL DIPINDAHKAN ( DITRANSFER ) DARI DOSEN KE MAHASISWA. PENGETAHUAN ADALAH HASIL KONSTRUKSI ( BENTUKAN ) ATAU HASIL TRANSFORMASI SESEORANG YANG BELAJAR. BELAJAR ADALAH MENERIMA PENGETAHUAN ( PASIF - RESEPTIF ) BELAJAR ADALAH MENCARI DAN MENGKONSTRUKSI (MEMBENTUK) PENGETAHUAN AKTIF DAN SPESIFIK CARANYA 2. BELAJAR PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PEMBELAJARAN
  • Menyampaikan pengetahuan (bisa Klasikal) Menjalankan sebuah instruksi yang telah dirancang Berpartisipasi dengan mahasiswa dalam membentuk pengetahuan Menjalankan berbagai strategi yang membantu mahasiswa untuk dapat belajar. 3. MENGAJAR PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PEMBELAJARAN
  • BUKAN LAGI BAGAIMANA DOSEN MENGAJAR DENGAN BAIK ( TEACHER CENTER ), TAPI……. BAGAIMANA MAHASISWA BISA BELAJAR DENGAN BAIK DAN BERKELANJUTAN ( STUDENT CENTERED LEARNING ) TEACHING TRANSFER OF KNOWLEDGE LEARNING METHOD OF INQUIRY
  • PERENCANAAN PEMBELAJARAN KBK
    • PENYEDIAKAN PENGALAMAN BELAJAR YANG MEMUNGKINKAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI MAHASISWA BISA BERKEMBANG.
    • MERENCANAKAN CARA ASSESSMENT/ PEMERIKSAAN DAN PENILAIANNYA :
    • Apakah mahasiswa telah melakukan proses belajar seperti yang diharapkan ?(Memonitor)
    • Apakah mahasiswa telah mencapai kompetensi yang kita telah rumuskan? Bila belum mencapai apa masalahnya ?
    • Apakah mahasiswa mengembangkan cara berfikirnya dengan tugas yang kita berikan ?
    • Apakah cara penilaian kita sudah tepat ?
    • PENGATURAN WAKTU UNTUK : TATAP MUKA (Kuliah/ tutorial/asistensi) , PENGERJAAN TUGAS, DISKUSI, PRESENTASI, STUDI LAPANG.
  • DOSEN KBK :
    • MEMFASILITASI : Buku, hand-out, journal, hasil penelitian,dan waktu.
    • MEMOTIVASI :
    • Dengan memberi perhatian pada mahasiswa.
    • Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual.
    • Memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.
    • Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan .
    • MEMBERI TUTORIAL : Menunjukkan jalan / cara / metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
    • MEMBERI UMPAN BALIK : Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran / hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya.
  • TUGAS DOSEN SEBAGAI MEDIATOR DAN FASILITATOR DALAM PEMBELAJARAN
    • MENYEDIAKAN PENGALAMAN BELAJAR YANG MEMUNGKINKAN MAHASISWA BERTANGUNG JAWAB DALAM MEMBUAT TUGASNYA.
    2. MENYEDIAKAN / MEMBERIKAN KEGIATAN-KEGIATAN YANG MERANGSANG KEINGINTAHUAN, MEMBANTU MENGEKSPRESIKAN GAGASAN-GAGASANNYA, DAN MENGKOMUNIKASIKAN IDENYA. 3. MENYEDIAKAN SARANA YANG MERANGSANG MAHASISWA BERFIKIR SECARA PRODUKTIF. 4. MEMONITOR, MENGEVALUASI, DAN MENUNJUKAN APAKAH PEMIKIRAN MAHASISWA JALAN ATAU TIDAK .
  • MAHASISWA DOSEN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN BELAJAR PEMBELAJARAN Student Centered Learning SEBAGAI FASILITATOR DAN MOTIVATOR MENUNJUKKAN KINERJA KREATIF ( KOGNITIF, PSIKOMOTOR , AFEKTIF- UTUH ) MULTI DEMENSI MENITIK BERATKAN PADA METHOD OF INQUIRY TERANCANG DAN TAK TERANCANG & KONTEKSTUAL PEMBELAJARAN KBK
  • PROGRAM OUTCOMES MEMILIH METODE PEMBELAJARAN 5 4 3 2 1 BELAJAR MANDIRI CAL PRAKTIKUM / STUDI LAPANGAN SEMINAR / DISKUSI / PRESENTASI KULIAH KOMPETENSI
  • CONTOH RENCANA PEMBELAJARAN 20% DISKUSI KELOMPOK 14 - 16 30% SEMINAR 7 - 10 KULIAH 10 - 14 20% PRESENTASI 5 - 6 30% UJIAN KULIAH 1 - 4 BOBOT NILAI KRITERIA PENILAIAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN (KOMPETENSI) BENTUK PEMBELA JARAN MATERI PEMBELA JARAN MINGGU KE
  • CONTOH RENCANA PEMBELAJARAN (Misal :Suatu MK di Jurusan Teknik-Fisika ) KULIAH 2 MINGGU 50 % ORISINALITAS/ INOVASINYA, DAN TINGKAT KOMPREHENSIF BERFIKIRNYA MENGHASILKAN ALAT UKUR anu YANG OPERASIONAL, EFISIEN DAN PRESISI. MERANCANG ALAT UKUR Menumbuh kan Kreativitas dan pola berfikir komprehensif 8 MINGGU 20 % KETAJAMAN ANALISIS, KREATIVITAS IDE. MENGANALISIS KASUS,MENGUSUL KAN SOLUSI TEORITIS,TERSAJI DALAM PAPER. MEMBUAT STUDI KASUS ALAT UKUR. Melatih kemampuan analisis dan keberanian membuat ide 4 MINGGU 10 % Tugas kecil &presentasi 2 MINGGU BOBOT NILAI KRITERIA PENILAIAN KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN (KOMPETENSI) ISI & BENTUK PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN WAKTU
  • USULAN FORMAT LENGKAP RENCANA PEMBELAJARAN P3AI – ITS                                                                 STANDART KOMPETENSI PROFESIONAL (kalau ada ) Bobot Nilai KRITERIA PENILAIAN Kemampuan akhir yang diharapkan (KOMPETENSI) ISI & BENTUK KEGIATAN TUJUAN KEGIATAN ENTRY SKILL WAKTU MINGGU 8 7 6 5 4 3 2 1
  • KOGNITIF PSIKOMOTOR AFEKTIF kompetensi PENGERTIAN KOMPETENSI
  • CONTOH RUMUSAN KOMPETENSI SUATU MATA KULIAH ( KOMPETENSI = KOGNITIF-PSIKOMOTOR-AFEKTIF, UTUH ) data sesuai fakta. Menyajikan AFEKTIF potensi kota. Membuat peta PSIKOMOTOR masalah prasarana kota. Menganalisis KOGNITIF DESKRIPSI TINGKAT KELUASAN DAN KERUMITAN MATERI KEILMUAN DESKRIPSI TINGKAT KEMAMPUAN BIDANG KEMAMPUAN
  • TUGAS PERGURUAN TINGGI TUGAS MASYARAKAT PEMANGKU KEPENTINGAN LEMBAGA SERTIFIKASI KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA ASOSIASI PROFESI B STANDART KOMPETENSI STANDART KOMPETENSI ASOSIASI PROFESI C PROGRAM PENDIDIKAN AKADEMIK (S1) GENERIC SKILL (TRANSFERABLE SKILL) IJASAH STANDART KOMPETENSI ASOSIASI PROFESI A SERTIFIKAT KOMPETENSI
  • TUGAS PERGURUAN TINGGI GENERIC SKILL (TRANSFERABLE SKILL) KOMPETENSI UTAMA KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA PROGRAM PENDIDIKAN AKADEMIK (S1) IJASAH STANDART KOMPETENSI SERTIFIKAT JENIS PEKERJAANATAU LAPANGAN KEHIDUPAN TERTENTU Training LEMBAGA PELATIHAN LEMBAGA SERTIFIKASI
  • BAHAN DISKUSI
    • APAKAH DENGAN MENGAJARKAN ………….. ( BIDANG BAPAK/ IBU ) , DAPAT MENUMBUHKAN BEBERAPA KEMAHIRAN / KETRAMPILAN DASAR YANG BERGUNA BAGI MAHASISWA UNTUK BEKERJA DIBIDANG LAIN ?
    • BILA YA , KETRAMPILAN APA SAJA YANG AKAN BERKEMBANG ?
    • BILA TIDAK , APA ALASANNYA ?
    • BAGAIMANAKAH CIRI-CIRI PEMBELAJARAN …………….. YANG DAPAT MENUMBUHKAN KEMAHIRAN DASAR MAHASISWA ?
    • BAGAIMANA CARA PEMBELAJARANNYA YANG DAPAT MENUMBUHKAN KETRAMPILAN DASAR TERSEBUT ? DAN BAGAIMANA MENGAMATI/ ASSESSMENT/ MENILAI KEMAMPUAN MAHASISWA ?