Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010                  TOWARDS EN...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERAN AUDIT TEKNOLOGI DALAM...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010   PERANCANGAN SISTEM TERINT...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 STRATEGI PENCAPAIAN WORLD C...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MAGANG KEWIRAUSAHAAN UNTUK ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010  MENINGKATKAN OCB KARYAWAN ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010              MODEL PREDIKSI...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010   SIMULASI DISTRIBUSI PELUM...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010KENDALA MENCAPAI KEUNGGULAN ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010                          MA...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010       REENGINEERING PROSES ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 SPIRITUALPRENEURSHIP SEBAGA...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010SPESIALISASI DAN KONSENTRASI...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI PERENCANAAN PRODUK...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN PENGELOLAAN PER...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010  MODEL PERSEDIAAN TERINTEGR...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN ULANG ALAT BANT...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010       SIMULASI PRODUKSI DAN...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI KEUNTUNGAN BAURAN ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010     MODEL PENENTUAN LOKASI ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010PEMODELAN POLA PERUBAHAN IND...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010  MODEL MULTI PRODUCT INVENT...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010KLASTERING VARIETAS PADI MEN...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010  ASSESSMENT TECHNOLOGY DI D...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 ANALISIS KEBIJAKAN BANTUAN ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PENGEMBANGAN MODEL MATEMATI...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    ANALISA KEGAGALAN POTENS...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010       OPTIMASI PENAMBAHAN P...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    PENGEMBANGAN MODEL OPTIM...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010               PEMODELAN CON...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010   PENERAPAN MULTI OBJECTIVE...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    PENGGUNAAN METODE CROSTO...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    MANAJEMEN KEPEMIMPINAN S...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010             OPTIMASI BIAYA ...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010   PERANCANGAN KONFIGURASI J...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    PERANCANGAN TATA LETAK D...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010PERANCANGAN INSTRUMEN PENGUK...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010PERENCANAAN PENGUKURAN IMPLE...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    PERENCANAAN KEUANGAN UNT...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    DAMPAK ADOPSI ISO TERHAD...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010IDENTIFIKASI WASTE PADA WHOL...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010   KOMITMEN OWNER MELALUI PE...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010    ANALISA SIMULASI KEBUTUH...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010     OPTIMASI REVENUE DAN PE...
Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010  PENERAPAN FUZZY SERVQUAL D...
Its proceeding-12319-abstract-mi
Its proceeding-12319-abstract-mi
Its proceeding-12319-abstract-mi
Its proceeding-12319-abstract-mi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Its proceeding-12319-abstract-mi

3,467 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,467
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Its proceeding-12319-abstract-mi

  1. 1. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 TOWARDS ENHANCEMENT OF THE INDONESIAN’S SPIRITUALPRENEURSHIP: THE RED AND WHITE MANAGEMENT Wakhid Slamet Ciptono Faculty of Economics & Business Department of Management Gadjah Mada University, Jogjakarta, INDONESIA wakhidsciptono@yahoo.com ABSTRACT Change in the political regime and the conditions under which the globalchallenges provided courage to Indonesia during 1998-2010 brought an era of politicalchange and reform—the transition to a reformation era. New government policies underfour presidents (the former Presidents B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, andMegawati Soekarnoputri, and the second period of the existing President SusiloBambang Yudhoyono) were introduced to remedy the huge problems that had plaguedIndonesia’s business system in the past. A major change affecting the businessenvironment was the political instability and uncertainty accompanying the resignationof long-time President Soeharto in May 1998. The high general expectations of thereformation would bring may have caused business entities to adopt a wait-and-seeattitude towards changes in government’s policy consistency. By definition, reformation is an intended improvement in the existing form orcondition of institutions or practices; intended to make a striking change for the better insocial or political or religious affairs. The issues involved in understanding thereformation of management in Indonesian’s perspective is presented in this paper. Thepaper displays: (1) A brief story of global quality-innovation-knowledgemetaknowledgemanagement evolution, (2) View and history of Indonesian Management, and (3) TheRed and White Management as the philosophy of the Indonesian’s spiritualpreneurship. Indonesia, as one of the high potential country but with a complicated problem(i.e the acute corruption, collusion, nepotism or CCN, illegal logging, illegal fishing,uncivilized behavior), must recognize the power of the Indonesian’sspiritualpreneurship to solve multi dimensional crises and to put the nation on a fairfooting in the globalization era. One way to maintain the global competitiveness oforganizations is by improving public-business management and maintainingorganizational performance, thereby providing the global customer with high qualitygoods and services. The right way to become competitive nation is by implementing thephilosophy of the Indonesian’s spiritualpreneurship—The Red and White Management,with its credo of: Managing with honesty and courage in facing up to global challenges(promote the good and prevent the bad philosophy with Ing-Ing-Tut Leadership,Managership, Spiritualpreneurship).Keywords: The Indonesian’s spiritualpreneurship, The Red and White Management. A-1
  2. 2. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERAN AUDIT TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN STUDI KASUS: SISTEM PEMELIHARAAN JALAN KERETA API Y. Sugiharto PT PAL Indonesia (Persero) Email: yantosgh@yahoo.com ABSTRAK Peran Teknologi sebagai alat bantu dalam meningkatkan daya saing perusahaansudah bukan hal yang dipungkiri dan telah menjadi keharusan memiliki teknologi bagiperusahaan yang ingin meningkatkan daya saingnya. Penggunaan teknologi harusdiikuti dengan adanya keseriusan dan komitmen yang tinggi dari manajemen termasukkonsekuensi biaya investasi yang dibutuhkan serta pemanfaatan yang maksimal. Auditteknologi diperlukan dalam rangka melakukan evaluasi atas teknologi yang digunakandan dimanfaatkan agar dapat membantu perusahaan dalam merencanakanpengembangan teknologinya kedepan. Audit teknologi biasanya dilaksanakan mengikutitata laksana audit teknologi yang telah ditetapkan dan terbagi dalam tiga kelompoktahapan, yaitu: Tahap persiapan (pre-audit); Tahap pelaksanaan lapangan (onsite audit)dan Tahap pengolahan dan pelaporan (post audit). Tingginya kecelakaan Kereta Apimenumbuhkan keingintahuan kami untuk melakukan Audit Teknologi pada PrasaranaKA khususnya Sistem Pemeliharaan Jalan KA dan untuk itu disusunlah suatu lingkupauditek yang meliputi empat hal, yaitu: prosedur dan organisasi pemeliharaan, sumberdaya manusia pemeliharaan, fasilitas pemeliharaan dan manajemen data pemeliharaan.Obyek Auditek adalah Daerah Operasi (DAOPS) yang telah mendapatkan persetujuandari perusahaan. Dari hasil auditek diperoleh beberapa kesimpulan bahwa permasalahanutama penyebab pemeliharaan jalan kereta tidak dapat optimal adalah: tidak adanyaprosedur pemeliharaan yang sesuai dengan kebutuhan yang menyebabkan ketidaksesuaian SDM dan fasilitas pemeliharaan dengan kebutuhan pemeliharaan.Kata kunci: audit teknologi, kereta api, daya saing A-2
  3. 3. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN SISTEM TERINTEGRASI SERVQUAL, LEAN DAN SIX SIGMA UNTUK MENGEMBANGKAN METODE PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN (STUDI KASUS : PT. PLN (Persero) DISTRIBUSI JAWA TIMUR, APJ SURABAYA SELATAN-UPJ NGAGEL) Wiwik Sulistiyowati Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (w2kblue@yahoo.com) ABSTRAK Kualitas layanan sangat mempengaruhi kepuasan konsumen. Jika kualitaslayanan yang dirasakan tidak sesuai dengan harapan konsumen, maka konsumen tidakakan puas dan hal itu secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas layanan yangdihasilkan oleh perusahaan. Kepuasan konsumen sangat dipengaruhi oleh kualitaslayanan yang diterima, karena akan menimbulkan persepsi terhadap kualitas layananyang telah diterimanya. Penelitian ini merancang sistem integrasi metode servqual, lean dan six sigmauntuk mengembangkan metode peningkatan kualitas layanan. Untuk menguji apakahperancangan integrasi metode servqual, lean, dan six sigma untuk mengembangkanmetode peningkatan kualitas layanan sehingga akan meningkatkan kualitas layanan bagisuatu industri jasa atau perusahaan yang mempunyai produk berupa layanan. Dan uji coba dilakukan dengan melakukan penelitian di PT. PLN (Persero)Distribusi Jawa Timur,APJ Surabaya Selatan-UPJ Ngagel. Dimana metode ServQualmerupakan metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan dari atributmasing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan) yangmerupakam selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah diterimadengan harapan terhadap layanan yang akan diterima. Metode Lean Six Sigma suatumetode yang fokus pada bebas kesalahan (zero defect) dan mengurangi variasi sertamempercepat proses eliminasi waste sepanjang value stream sehingga akanmemberikan nilai tambah (value added). Hasil yang didapatkan setelah penelitian di PT. PLN (Persero) Distribusi JawaTimur, APJ Surabaya Selatan-UPJ Ngagel. Untuk bmengetahui tingkat kepuasankonsumen digunakan metode servqual dan didapatkan data atribut yang mempunyainilai negatif tertinggi adalah atribut terdapat pada dimensi reliability yaitu kesiagaanpetugas gangguan 24 jam sebesar -0,045, sedangkan untuk mengidentifikasi waste yangsering terjadi berdasarkan atribut tertinggi terdapat pada produk layanan pelayananteknik, sehingga untuk produk pelayanan teknik akan dilakukan improve. Hasil dariidentifikasi waste yang mempunyai prioritas utama diperbaiki adalah waste defect. Hasilpembobotan waste defect adalah 9,02, dan dari waste defect dilakukan identifikasicritical to quality untuk menghitung nilai tingkat kinerja dengan menghitung kapabilitasproses yang dikonversikan ke nilai sigma sebesar 4,29. Hal ini menunjukkan bahwaperancangan mengintegrasikan metode servqual, lean, dan six sigma didapatkan hasilyang optimal serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan dilihat dari perspektifinternal dan eksternal, rancangan ini dapat diimplementasikan di industry jasa/layanan .Kata kunci : Kepuasan konsumen, Kualitas Layanan, Servqual, Lean, Six Sigma, gap waste, Integrasi A-3
  4. 4. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 STRATEGI PENCAPAIAN WORLD CLASS UNIVERSITY (WCU) : STUDI KASUS INSTITUT MANAJEMEN TELKOM DALAM PENCAPAIAN WCU 2017 Agung Riksana Politeknik Telkom Bandung Email: ara@politekniktelkom.ac.id ABSTRAK Kinerja Institut Manajemen Telkom masih rendah jika dikaitkan dengan sasarankebijakan nasional bahwa pada tahun 2012 perguruan tinggi harus mencapai standarAsean University Network Program (AUNP) dan mencapai standar internasional(WCU) pada tahun 2020. Sehubungan dengan itu studi ini bertujuan untuk mengetahuitingkat hubungan faktor faktor penentu kinerja PT terhadap pencapaian mutu dan dayasaing dalam menuju WCU. Penelitian diawali dengan memperoleh data dan menganalisis Strength,Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) aspek mutu dalam kriteria Malcolm Balgride,dilanjutkan dengan menganalisa leadership capacity, dan Renstra IMT. Penelitiandilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan wawancara, studi dokumentasi, yangdidukung data kuantitatif. Hasil yang diharapkan dari studi ini adalah memperolehmodel Manajemen Mutu Perguruan Tinggi (MMPT). Terkait pencapaian WCU, aspekLeadership dan Strategic Planning merupakan aspek utama dalam model MMPT.Kata kunci: World Class University, SWOT, MMPT A-4
  5. 5. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MAGANG KEWIRAUSAHAAN UNTUK MEMPERKUAT DAYASAING PADA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) MEBEL M. Imron Mustajib Laboratorium Sistem Manufaktur Program Studi Teknik Industri, Universitas Trunojoyo Jl. Raya Telang Po Box 2 Kamal, Bangkalan Madura 69162, Indonesia Telp: (031) 3011147, Fax: (031) 3011506, E-mail: imron_mustajib@yahoo.co.id ABSTRAK Universitas Trunojoyo telah bertekad untuk mengembangkan program andalanuniversitas sebagai pusat pengembang kewirausahaan (entrepreneur university), baikdalam hal pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni maupun pengembangankualitas sumber daya manusia yang secara nyata dibutuhkan serta di rasakan manfaatnyaoleh lingkungan. Program magang kewirausahaan (MKU) pada IKM mebel antara lainbertujuan memotivasi mahasiswa dalam untuk berwirausaha dalam IKM mebel yangmemiliki peluang pasar lokal maupun internasional dan melatih mahasiswa pesertamagang dalam proses produksi mebel, maupun membantu memecahkan permasalahanIKM mitra. Hasil analisis dalam program MKU mendeskripsikan IKM mitra perlumemfokuskan pada upaya peningkatan daya saing dengan menggunakan strategikompetitif dalam aspek kualitas, biaya, delivery (QCD). Rekomendasi lain yangdiberikan dalam MKU dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi IKM mebel diKabupaten Bangkalan untuk memiliki keunggulan bersaing dibandingkan dengankompetitornya adalah dengan melakukan kompetensi inovasi desain dan segmentasipasar yang sesuai keunikan lokal Madura.Kata kunci: magang kewirausahaan, industri kecil menengah, mebel. A-5
  6. 6. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MENINGKATKAN OCB KARYAWAN MELALUI KOMITMEN ORGANISASIONAL DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN BERORIENTASI TUGAS Pieter Sahertian Fakultas Ekonomi Universitas Kanjuruhan Malang Email: pieter_porto@hotmail.com ABSTRACT This study is aimed at analyzing the employee’s perception about task-orientated leadership behaviour that is orientated towards the organizationalcommitment and organizational citizenship behaviour (OCB). This study shows that theinfluence of task-orientated leadership behaviour towards OCB is not significant. This study has shown that in the banking-working atmosphere, which has astandard manual procedure, the role of leader for giving any guidance to his employee isgetting less. Considering that OCB is an exceeding individual work from the standardone, optional, and without any reward system being applied, the more the leader beinvolved in the form of giving firm instruction, the weaker the employee OCB will be. This study has also shown that the employee who works with the leader who hasduty-orientated behaviour will not make the employees fulfil their job more than thestandard duty and responsibility being given to them if those employees do not havehigh commitment toward the organization. Another finding of this study is mechanicalworking atmosphere and management behaviour is more effective than the leadershipbehaviour.Keywords: leadership behaviour, organizational commitment, organizational citizenship behaviour (OCB) A-6
  7. 7. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MODEL PREDIKSI KESUKSESAN PRODUK Fitri Trapsilawati dan Subagyo Program Studi Teknik Industri, Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Email: fitri.trapsilawati@gmail.com, subagyo@ugm.ac.id ABSTRACT The objective of this research is to build a model for predicting a success of aproduct. In this research, affinity diagram approach was used for identifying therelation between major blocks and indicators. There were 3 major blocks,i.e.: imagedimensions, product support and system support and 16 indicators were evaluated tobuild the model. The model correlation between major blocks and success indicatorswas built by three methods, which were Partial Least Square, Ordinary Least Squareand Weighted Least Square. The models were tested by validation test. The selectionprocess of model was done based on the highest R 2 value and the highest predictionpercentage which was given from the evaluation of canvas data that consist of 37different products. The result showed that the best model gives accuracy of up to 85,7%.Keywords: model of a success product, partial least square, success factors. A-7
  8. 8. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LOGISTIK PEMESANAN RUANGAN DAN KENDARAAN (STUDI KASUS : UNIT LOGISTIK POLITEKNIK TELKOM) Heidi Apriyanti Koeswardani,Sari Dewi Budiwati, Ahmad Suryan, Budi Laksono Putro, Risnandar Politeknik Telkom heidi_sudibyo@yahoo.co.id, dewi.chan@gmail.com, yansur_a@yahoo.com, putromail@yahoo.com, rnd@politekniktelkom.ac.id ABSTRAKUnit Logistik merupakan salah satu unit di Politeknik Telkom yang bertugas untukmemonitor dan mengevaluasi peminjaman barang, ruangan, dan kendaraan.Permasalahan yang terjadi pada Unit Logistik saat memantau pemesanan ruangan dankendaraan yang akan dipinjam untuk keperluan dinas. Kesulitan ini mengakibatkanterhambatnya Unit Logistik dalam mengelola pemesanan ruangan dankendaraan.Tulisan ini akan menjelaskan mengenai perencanaan dan strategi sisteminformasi manajemen logistik saat pemesanan ruangan dan kendaraan. Proses bisnisyang terjadi akan digambarkan dengan UML (Unified Modeling Language) dan E/RDiagram untuk merancang database. Sedangkan bahasa pemrograman yang digunakanialah JSP (Java Servlet Programming) untuk membangun sistem informasinya danquery SQL Server 2005 untuk membuat database. Sistem informasi manajemen logistikuntuk pemesanan ruangan dan kendaraan ini dapat digunakan oleh unit peminjam untukmemesan, memonitor penjadwalan, dan mengevaluasi data pemesanan ruangan dankendaraan yang telah dilakukan oleh unit tersebut. Selain itu, Unit Logistik juga dapatmengelola sekaligus memvalidasi data peminjamandan membuat laporan pemesananruangan dan kendaraan. Hasil yang diharapkan dari sistem informasi manajemenlogistik ini dibuat untuk memudahkan Unit Logistik dalam memonitor pekerjaannyadengan cara menyimpan dan menampilkan data pemesanan ruangan dan kendaraansecara praktis dan sistematis. Dengan demikian, Unit Logistik dapat meningkatkankinerjanya dalam memberikan layanan peminjaman ruangan dan kendaraan diPoliteknik Telkom.Kata kunci: unit logistik, ruangan, kendaraan, proses bisnis A-8
  9. 9. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 SIMULASI DISTRIBUSI PELUMAS PT.PERTAMINA UPms V Rasky Sahnan Pilpala, Abdullah Shahab Program Studi Magister Manajemen Teknologi ITS email: rasky_mmt_its@yahoo.co.id ABSTRAK Sejak awal berdirinya PT.PERTAMINA (Persero) tidak hanya memproduksibahan bakar minyak (BBM) maupun gas tetapi juga memproduksi berbagai macampelumas. Permintaan berbagai jenis pelumas terutama pelumas yang digunakan untukotomotif di wilayah Jawa Timur terus mengalami kenaikan dan penurunan yangfluktuatif tiap waktunya. Ketidakpastian ini mengakibatkan sulitnya menentukanproduksi/minggu (konstan) dan juga mengakibatkan biaya operasional dan jumlah alattransportasi menjadi tidak optimal. Oleh karena itu diperlukan penelitian untukmengantisipasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk membuat simulasi distribusi dengan menentukanstrategi distribusi yang tepat berdasarkan biaya operasional yang terendah dalam prosespelayanan pengiriman pelumas-pelumas PT.PERTAMINA (Persero), dan menentukanberapa banyak jumlah alat transportasi yang seharusnya digunakan. Metode yangdigunakan sebagai pertimbangan terhadap masukan untuk menentukan keputusan daristrategi-strategi yang diterapkan pada perusahaan adalah model simulasi dengan metodeDiscrete-Event Simulation dan metode Monte Carl. Seluruh strategi yang diaplikasikandalam model simulasi menggunakan bahasa pemrograman Delphi 6.0 dengan databaseSQL 7.0 Dari 6 (enam) strategi yang digunakan dikombinasikan dengan variabelpenelitian yang telah ditentukan, menghasilkan variabel-variabel biaya yangmendukung terbentuknya total biaya operasional yang menjadi tolak ukur dalampemilihan strategi dan variabel penelitian yang tepat.Kata kunci : Simulasi, Monte Carlo dan Discrete-Event Simulation. A-9
  10. 10. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010KENDALA MENCAPAI KEUNGGULAN BERSAING USAHA KECIL MENENGAH BATIK MELALUI INOVASI PRODUK, KUALITAS PRODUK, DAN EKUITAS MEREK Gendut Sukarno UPN”Veteran” Jatim E-mail : sukarnogendut@yahoo.co.id ABSTRAK Perputaran bisnis dan persaingan yang ketat mengharuskan perusahaan perlumenerapkan strategi yang tepat. Dalam strategi dijelaskan bagaimana perusahaanmencapai keunggulan bersaing. Berkaitan dengan pentingnya upaya meningkatkankeunggulan bersaing, terdapat beberapa alternatif pendekatan yang perlu dilakukanperusahaan agar unggul dengan pesaing lain, yaitu dengan melakukan inovasi produk,memperbaiki kualitas produk dan menguatkan ekuitas merek. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konsep inovasi produk, kualitas produk, dan ekuitas merek.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap Pemerintah dalammengambil kebijakan dalam menggerakkan Perekonomian Nasional, terutama kebijakanyang terkait dengan usaha kecil menengah [UKM]. Sampel dalam penelitian ini adalah pelaku UKM Batik di Surakarta[pemilik/karyawan bagian pemasaran] sebanyak 100 orang. Teknik analisis data yangdigunakan adalah analisis SEM (Struktural Equation Modelling). Teknik pengukuranvariabel menggunakan skala interval, dengan memakai metode perbedaan semantic(semantic differentials scale). Dari hasil uji kausalitas didapatkan hasil bahwa faktor inovasi produk tidakmempunyai kontribusi signifikan terhadap keunggulan bersaing, faktor kualitas produktidak mempunyai kontribusi signifikan terhadap keunggulan bersaing, dan faktorekuitas merek tidak mempunyai kontribusi signifikan terhadap keunggulan bersaing.Kata kunci : Inovasi Produk, Kualitas Produk, Ekuitas Merek, dan Keunggulan Bersaing A-10
  11. 11. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MANAJEMEN MUTU DENGAN POLITEL SCORECARD Studi Kasus : Politeknik Telkom Heriyono Lalu Politeknik Telkom Jln. Telekomunikasi Ters. Buah Batu Bandung 40257 Email : hll@politekniktelkom.ac.id ; menggerhilir23@gmail.com ABSTRAK Manajemen mutu memiliki dua arah pengelolaan, yaitu manajemen mutuinternal yang mengarahkan pada pencapaian visi dan misi, dan manajemen mutueksternal yang mengarahkan pada pemenuhan kebutuhan atau harapan pelanggan (mainstakeholder). Pencapaian dan pemenuhan mutu tersebut tentunya harus disesuaikandengan kemampuan atau kapabilitas organisasi. Politel Scorecard adalah manajemen mutu Politeknik Telkom yangmenunjukkan posisi institusi dalam ruang tiga dimensi, dimana dengan posisi tersebutdapat dijadikan informasi untuk perencanaan strategis, penentuan sasaran strategis,penganggaran organisasi, manajemen kendali, dan fokus operasional harian (rencanaaksi). Ketiga dimensi tersebut adalah : dimensi kesehatan organisasi (sustainability),dimensi pertumbuhan (growth), dan dimensi mutu (quality). Setiap dimensi terdiri dari seperangkat diskriptor yang mendefinisikan sasaranmutu vertikal dan sasaran mutu horizontal. Setiap sasaran mutu diimplementasikansecara periodik melalui target setting dan prioritas mutu, dimana target settingmengarahkan pada sasaran mutu yang mencerminkan visi dan misi, serta harapan daripelanggan (main customer). Dengan sistem ini diharapkan tercipta organisasi padatingkat manajemen yang bersifat quantitative control.Kata kunci: Manajemen mutu, sistem kendali, sasaran strategis, scorecard. A-11
  12. 12. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 REENGINEERING PROSES REGISTRASI AKADEMIK DENGAN AKTIVASI RENCANA STUDI Studi Kasus : Politeknik Telkom Heriyono Lalu Politeknik Telkom Jln. Telekomunikasi Ters. Buah Batu Bandung 40257 Email : hll@politekniktelkom.ac.id ; menggerhilir23@gmail.com. ABSTRAK Registrasi mahasiswa selalu menjadi “hajatan” rutin yang harus dilakukan olehsivitas akademika perguruan tinggi termasuk Politeknik Telkom, dimana di dalamnyaberkolaborasi antara kegiatan akademik dan kegiatan administratif yang melibatkanbanyak peran mulai dari mahasiswa, dosen wali, staf administrasi, bank, sampai padapengambil keputusan. Masalah okupansi ruang, perwalian mahasiswa, perubahan status mahasiswa,kesediaan mengajar dosen, dan penjadwalan perkuliahan akan menjadi kompleks ketikadihadapkan pada prilaku mahasiswa, karena sistem registrasi eksisting menuntut peranaktif mahasiswa. Ketika mahasiswa tidak berperan aktif, maka keseluruhan proses bisaterganggu, dan salah satu indikasinya adalah pelanggaran terhadap kalender akademikyang sudah direncanakan. Proses eksisting ini dapat dipandang sebagai proses dengan sistem dorong,dimana peran mahasiswa akan mendorong berjalannya proses-proses berikutnya sampaipada proses utama (perkuliahan). Dalam tulisan ini diusulkan penggantian ataureengineering proses dengan sistem tarik, dan melibatkan peran teknologi informasisehingga proses registrasi akademik khususnya bagi perguruan tinggi dengan studentbody besar menjadi lebih mudah, dan efektif baik secara akademik maupunadministratif. Proses baru ini pada dasarnya adalah membalik proses eksisting yangdiharapkan memberikan optimalitas proses dan juga meningkatkan service of excellenceinstitusi pendidikan tinggi.Kata kunci: Registrasi akademik, rekayasa proses, sistem informasi, service of excellence. A-12
  13. 13. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 SPIRITUALPRENEURSHIP SEBAGAI STRATEGI POSITIONING DAN KEUNGGULAN BERSAING Widji Astuti S. Universitas Merdeka Malang Email: widji_asttk@yahoo.com ABSTRAK Competitive Advantage (Keunggulan bersaing) merupakan salah satu isusentral dalam berbagai skenario pemasaran untuk menghasilkan kinerja pemasaran yangbaik. Konsep ini sangat menonjol setelah diartikulasikan oleh Porter (1980, 1985).Dalam pasar yang bersaing, kemampuan sebuah perusahaan menghasilkan kinerjapemasaran yang baik sangat bergantung pada derajad keunggulan yang dimiliki.Dengan demikian manajemen harus terus menerus menggali, meneliti/mengkaji,merencanakan dan melakukan suatu terobosan keunggulan yang dapat dipersaingansebagai Strategi. Strategi akan berhasil, manakala dapat memposisikan produk,pencitraan, kesan merek atau perusahaannya, dll di mindset konsumen. Dalamterminologi pemasaran, unggulan tersebut akan tercermin pada positioningnya dimarket competition. Banyak studi telah menempatkan konsepsi positioning dalammenghasilkan keunggulan bersaing dan kinerja pemasaran, namun demikian masihtertinggal sejumlah pertanyaan, misalnya mengenai : Bagaimana atributisasipositioning?, Bagaimana hal-hal kontekstual ini dapat memberi dampak perusahaanmembuat pilihan-pilihan rasional yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomis dankeunggulan bersaing ( Ries & Trout, 2003; Clancy & Shulman, 1994)?. Dalam kaitanini, unggulan dapat dikreasi dari Spiritualpreneurship yaitu menciptakan suatukeunggulan untuk keberhasilan positioning dengan pinsip-prinsip keTuhanan (ilahiyah).Konsep ini masih berada pada tataran awal, masih berupa kajian teoritik, sementarapenelitian empirik masih sangat sangat terbatas, sehingga makalah ini merupakanperspektif eksplorasi dengan telaah pustaka dan kompilasi berbagai penelitian untukmemberikan dimensi-dimensi spiritualpreneurship, yang kemudian menjadi dasarpembentuk proposisi-proposisi yang menjadi dasar penelitian selanjutnya.Kata kunci : positioning, competitive advantage, spiritualpreneurship. A-13
  14. 14. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010SPESIALISASI DAN KONSENTRASI SPASIAL INDUSTRI TPT DI KOTA SURAKARTA DAN KARANGANYAR Bambang Suhardi Staff Pengajar Jurusan Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Surakarta Email: bambangsuhardi_ugm@yahoo.co.id ABSTRAKBerdasarkan indeks LQ, industri TPT di Surakarta dan Karanganyar periode 1998 –2006 terspesialisasi di kecamatan: Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Jaten,Kebakkramat. Spesialisasi industri TPT di Laweyan dan Pasar Kliwon karena faktorsejarah, dan adanya tenaga kerja yang mempunyai keahlian turun menurun dalammembatik. Khusus Pasar Kliwon ditambah adanya kemudahan akses untuk memasarkanproduk TPT. Spesialisasi industri TPT di Serengan karena faktor geografis yangberdekatan dengan Laweyan dan Pasar Kliwon. Kecamatan Jaten dan Kebakkramatmerupakan kawasan industri, sehingga mempunyai infrastruktur yang baik. Daerahkawasan industri menimbulkan tenaga kerja terlatih. Kondisi ini menjadi daya tarik bagiindustri TPT untuk didirikan di daerah tersebut. Konsentrasi spasial industri TPTdiketahui dengan cara: pertama, memberikan peringkat untuk seluruh kecamatan diSurakarta dan Karanganyar berdasarkan jumlah tenaga kerja/jumlah industri TPT.Kedua, memakai kriteria jumlah tenaga kerja/jumlah industri untuk mengelompokkanlokasi industri secara spasial. Industri TPT dikelompokkan berdasarkan kriteria tinggi,sedang, dan rendah. Pengelompokan menggunakan metode K-Mean Cluster. Ketiga,membuat peta aglomerasi industri TPT dengan menggunakan SIG. Hasilnya sebagaiberikut: konsentrasi spasial industri TPT dengan tingkat kepadatan tinggi mengelompokdi Jaten, kepadatan sedang mengelompok di Kebakkramat dan Laweyan. Khusus tahun2004 tingkat kepadatan sedang hanya di Kebakkramat. Kecamatan yang lain masukkelompok dengan tingkat kepadatan rendah.Kata kunci: Spesialisasi, Konsentrasi Spasial, LQ A-14
  15. 15. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI PERENCANAAN PRODUKSI PRODUK PETROLEUM DAN CHEMICAL DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING Dimas Ismunandar dan Suparno Program Studi Magister Manajemen Teknologi ITS Bidang Keahlian Manajemen Industri Email: bacardims@yahoo.com ABSTRAK TPPI adalah salah satu perusahaan swasta Petrokimia yang bergerak di bidangpengolahan minyak bumi menjadi produk Chemical atau yang lebih dikenal denganBTX product (Benzene, Toluene and Xylene). Di samping itu ada side products yangdihasilkan yaitu produk Petroleum yang terdiri dari Light Naphta, Kerosene, Diesel Oildan Reformate. Bahan baku yang digunakan adalah Condensate, Condensate tersebutdiperoleh dari beberapa tempat, antara lain: Bintulu, Handil, Margham, Northwest Shelf(NWS), Qatar, Senipah, Sharjah, Arun, Bontang, Terranganu, Bayu Undan danLaminaria. Harga bahan baku yang digunakan dapat berubah-ubah sewaktu-waktumengikuti harga minyak bumi dunia, begitupun dengan harga jual produk yangdihasilkan. Harga jual produk Chemical cenderung lebih tinggi dari harga jual produkPetroleum. Dengan memperhatikan produk-produk yang dihasilkan dan mempertimbangkankontribusinya terhadap pendapatan, maka perlu dilakukan penentuan bauran produkyang tepat antara produk Chemical dan produk Petroleum dengan tujuan untukmemaksimalkan keuntungan. Sering kali perusahaan menentukan goal-goal yang harusdicapai, kadang goal-goal tersebut tidak setaraf atau bertentangan. Untuk itu makadigunakan metode Goal Programming untuk menentukan bauran produk yang tepatsekaligus mencapai goal-goal yang telah ditetapkan perusahaan. Dengan metode GoalProgramming ini didapatkan formulasi atau model yang dapat dipakai pada kondisisesuai dengan harga bahan baku dan harga jual produk yang berubah-ubah sewaktu-waktu.Kata kunci: Petrokimia, Bauran Produk, Condensate, Goal, Chemical Product, Petroleum Product, Goal Programming, Keuntungan A-15
  16. 16. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PIPA PVC DI PT. DJABES SEJATI MENGGUNAKAN METODE JUST IN TIME (JIT) Henny Wunas, I Nyoman Pujawan Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Wunas_henny@yahoo.com, pujawan@ie.its.ac.id ABSTRAK Pengelolaan persediaan merupakan salah satu faktor penyebab keberhasilanperusahaan manufaktur dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas dan tepatwaktu. Permasalahan ketidaktepatan waktu kedatangan bahan baku dan permasalahanjumlah persediaan yang berlebihan sangat berpengaruh terhadap tingginya biayaoperasional pabrik. Kendala yang ada pada PT. Djabes Sejati adalah sistem pengadaan bahan bakupipa PVC berdasarkan estimasi rencana produksi sehingga menyebabkan jumlahproduksi tidak sesuai dengan rencana, mengakibatkan sering terjadi jumlah persediaanyang berlebihan atau kekurangan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dalammenentukan jumlah pengadaan bahan baku pipa PVC dengan melakukan penerapansistem Just In Time (JIT). Dalam penerapan sistem pengadaan berdasarkan Just In Time(JIT), bahan baku pipa PVC akan didatangkan berdasarkan kebutuhan bahan baku pipaPVC di bagian produksi, dengan menggunakan Pull system (Sistem tarik). Dasarpemilihan bahan baku yang akan diterapkan dalam sistem Just In Time adalah bahanbaku yang jumlah permintaannya mempunyai Koefisien variansi (Coefficient ofVarians) CV< 15%. Dari hasil penerapan sistem Just In Time (JIT) didapat penurunan Holding Costsebesar 41,2% serta penurunan sebesar 9,8 % pada Total Cost.Kata kunci : Sistem Pengadaan, Just In Time, Pull System, Coefficient of Varians, Holding Cost, Total Cost A-16
  17. 17. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MODEL PERSEDIAAN TERINTEGRASI PADA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGAKOMODASI KEBIJAKAN PEMBELIAN BAHAN BAKU Wakhid Ahmad Jauhari Jurusan Teknik Industri Universitas Sebelas Maret Surakarta Email : wakhid_jauhari@yahoo.com ABSTRACT In this paper we consider integrated stochastic production-inventory model for athree-stage supply chain model consisting of a supplier, a manufacturer and a buyer.The model contributes to the current literature by incorporating raw materialprocurement decisions which has not been used for almost all integrated stochasticinventory models. The manufacturer orders a lot of raw material from supplier andconverted it to finished product. The finished product is then delivered with equal-sizedshipment over a number of shipment to the buyer. We consider two different models indetermining raw material lot size. We develope an efficient algorithm to determine theoptimal shipment-sized, safety factor, number of raw material replenishment andnumber of shipment based on minimum expected total cost. The results from numericalexamples indicate that moving from making inventory decisions individually to jointlyresults a significant total cost saving.Keywords: stochastic, raw material, equal-sized shipment, safety factor, total cost. A-17
  18. 18. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN ULANG ALAT BANTU MANUAL MATERIAL HANDLING OPERATOR PEMINDAH TABUNG GAS LPG 3 KG UNTUK MEREDUKSI TINGKAT BEBAN KERJA (Studi Kasus: Agen Gas LPG Rutin Makmur Grogol, Sukoharjo) Taufiq Rochman, Rahmaniyah Dwi Astuti , Afiq Jati Purnomo Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik UNS, Telp/fax.0271-632110 e-mail : Tofiqrochman@yahoo.com ABSTRAK Manual material handling adalah salah satu komponen dari banyak pekerjaandan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari mencakup pengangkatan, penurunan,mendorong, menarik, dan membawa objek dengan tangan. Di Agen Gas LPG RutinMakmur juga terjadi aktivitas MMH yaitu aktivitas pengangkatan atau pemindahanbeban kerja yang dilakukan oleh pekerja di bagian gudang yaitu aktivitas saatpemindahan tabung LPG jenis 3 kg isi dan kosong dari tempat bongkar muat tabungdari truk ke gudang ataupun sebaliknya. Mekanisme kerja operator dalam memindahmaterial (tabung gas) secara manual masih terdapat kekurangan diantaranya teknikpemindahan material yang kurang benar, waktu siklus kerja yang tidak optimal sertamasih tingginya tingkat beban kerja yang dialami pekerja. Hal tersebut timbul karenamekanisme kerja operator yang tidak mengindahkan kaidah kerja yang ergonomis.Dampak yang ditimbulkan waktu pelayanan kerja operator kurang optimal dan bebankerja operator menjadi lebih berat. Berdasarkan permasalahan yang timbul perlu adanyaperbaikan fasiltas fisik kerja yang mempertimbangka mekanisme kerja yang benar danperbaikan alat bantu pemindah material secara manual yang disesuaikan dengan dataantropometri operator. Tahapan dalam perancangan alat bantu pemindah material secaramanual (MMH) tabung gas LPG 3 kg terdiri dari identifikasi kebutuhan perancanganalat, perencanaan mekanisme kerja alat, perencanaan spesifikasi teknis, penentuandimensi alat berdasarkan data anthhropometri, perhitungan energy expenditure,evaluasi gerakan tangan saat kerja. Output dari penelitian ini adalah alat bantupemindah material secara manual (troli) yang digunakan untuk memindah tabung LPG3 kg yang mampu mengurangi gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif, sehinggawaktu kerja lebih optimal (loading dan unloading) serta mampu mengurangi rata-ratatingkat beban kerja.Kata kunci: Manual Material Handling, Ergonomi, Waktu proses , Beban kerja, Energy expenditure. A-18
  19. 19. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 SIMULASI PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PELAYANAN PERMINTAAN SARUNG TENUN (STUDI KASUS DI PT. ASEANTEX MOJOKERTO) Weny Indah Kusumawati, Abdullah Shahab Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: weny@stikom.edu ABSTRAK PT. ASEANTEX Mojokerto merupakan perusahaan yang bergerak dibidangindustri tekstil, yaitu sarung tenun. PT. ASEANTEX memiliki sub perusahaan yangterdapat di sekitar Mojokerto. Saat ini perusahaan mengalami kesulitan menentukanstrategi pelayanan permintaan terhadap pasar eksport dan domestik yang selaluberfluktuasi. Berdasarkan permasalahan diatas perusahaan ingin menangani masalah yangterjadi dengan menggunakan program simulasi, yang mencakup hasil produksi, danpermintaan pasar (eksport maupun domestik). Program simulasi tersebut menggunakanbeberapa uji statistik dan pembangkit bilangan random yang disesuaikan dengan teoriyang digunakan. Hasil dari program simulasi diharapkan dapat membantu memecahkanmasalah bagi pihak manajemen PT. ASEANTEX, sehingga keuntungan yangdidapatkan akan menjadi lebih baik. Dari 4 (empat) strategi yang dilaksanakan ada beberapa strategi yang memilikimodel strategi sama tetapi cara pelayanannya yang berbeda, serta dari pendapatan yangberbeda-beda tersebut dapat digunakan untuk mengambil keputusan.Kata kunci : produksi sarung, fluktuasi produk, fluktuasi permintaan, simulasi. A-19
  20. 20. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI KEUNTUNGAN BAURAN PRODUK AUTOMOTIVEBATTERY (ACCU) DI PT. GRAMITRAMA BATTERY INDONESIA DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING Birendra Satrya Tama*, Bobby Oedy. P. Soepangkat** *Manajemen Industri, Magister Manajemen Teknologi ITS e-mail: birendra.satrya@ymail.com **Program Studi Magister Manajemen Teknologi ITS Jl. Cokroaminoto 12A, Surabaya ABSTRACT PT. Gramitrama Battery Indonesia (GBI) is a manufacturing companyengaged in the field of automotive battery (accu). The company produced 11 types ofaccu. In the production of accu planning, PT. GBI is just makes aggregate planningbased on sales order information by marketing division. As a result, the amount of accuthat are made often excessive, resulting in inventory, while the limited warehousecapacity. The presence of stock in warehouse will affect at corporate profits. To solvethe problem that has been described, the planning required product mixture so that theright to obtain the maximum profit. The first step is make forecasting the demand foraccu product based on past data. The second step is to do with the maximize profit byLinear Programming method. As a decision variable is the number of accu product thatmust be produced. The limitations as capacity injection machines to make plasticcomponent of each type from accu product, assembly capacity, limited warehousecapacity for finish goods product, and the amount of stock accu past period and will besold in the period this month and same equal part of accu for each type was made atinjection process.Keywords: Automotive battery (accu), injection, assembly, maximizing profits, linear programming method, and sensitivity analysis. A-20
  21. 21. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MODEL PENENTUAN LOKASI FASILITAS GUDANG KESIAPSIAGAAN UNTUK BENCANA ALAM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KERENTANAN WILAYAH Wifqi Azlia, I Nyoman Pujawan, dan Nani Kurniati Program Pasca Sarjana, Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Email: wifqi.azlia@gmail.com; pujawan@ie.its.ac.id; nanikur@ie.its.ac.id ABSTRAK Kondisi geologi Indonesia menjadikan daerah-daerah di Indonesia rawanterhadap bencana alam. Bencana alam sulit diketahui kapan terjadi, namun daerahpotensial bencana alam dan berapa besar kemungkinan terjadinya bencana alam dapatdiperkirakan. Agar dampak yang ditimbulkan bencana alam terhadap suatu daerahbeserta penduduknya dapat diminimalkan, dirasa penting untuk melakukan tindakanpreventif, seperti kesiapsiagaan (preparedness) dalam menghadapi bencana alam. Salahsatu cara yang dilakukan untuk kesiapsiagaan adalah menentukan lokasiwarehouse/gudang untuk menyimpan logistik bencana. Selama ini penentuan lokasifasilitas dilakukan setelah bencana alam terjadi. Kenyataan yang ada bahwa penentuanlokasi fasilitas setelah bencana alam terjadi menyebabkan banyak korban tidak terpenuhikebutuhannya. Hal ini yang mendorong penelitian ini untuk menentukan lokasi fasilitaspra-bencana. Dalam menentukan lokasi fasilitas pra-bencana mempertimbangkan aspekkerentanan yang didekati dengan konsep risiko. Pengembangan model matematis padametode Covering dilakukan untuk menentukan lokasi gudang penyimpan barang-barangsebagai persiapan penaganan korban bencana alam berdasarkan aspek kerentanan daerahakan tiga jenis bencana alam yaitu banjir, gempa, dan tanah longsor. Percobaan numerikuntuk menunjukkan bagaimana model yang diusulkan dapat digunakan untukmengoptimalkan lokasi fasilitas di Propinsi Jawa Timur. Dari hasil percobaan numerikdidapatkan hasil bahwa semakin besar persentase kemampuan layanan suatu fasilitas,maka semakin besar potensi dampak daerah yang ter-cover, semakin banyak Kabupatendan Kota yang di-cover, serta semakin sedikit Kabupaten dan Kota tidak yang di-cover.Sebaliknya semakin kecil persentase kemampuan layanan suatu fasilitas, maka semakinsedikit potensi dampak daerah yang ter-cover. Hal ini disebabkan karena satu fasilitastidak mampu melayani secara penuh satu daerah kebutuhan sehingga dibutuhkan lebihdari satu fasilitas.Kata kunci : Bencana alam, Lokasi Fasilitas, Covering model, Kerentanan. A-21
  22. 22. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010PEMODELAN POLA PERUBAHAN INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA MENUJU INDUSTRI YANG BERKELANJUTAN(STUDI KASUS PADA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN DI SURABAYA-JAWA TIMUR) Pram Eliyah Yuliana, Maria Anityasari, dan Mokh. Suef Program Pasca Sarjana Teknik Industri ITS Email: pram@stts.edu ABSTRAK Pesatnya pertumbuhan industri ternyata menimbulkan masalah lingkungan.Untuk mengatasi masalah tersebut sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan beberapaperaturan seperti misalnya Perpem no. 19 tahun 1994 tentang pengelolaan limbah B3dan Kepgub Jawa Timur no. 45 tahun 2002 tentang baku mutu limbah cair, padat dangas. Pemerintah berharap agar industri yang ada nantinya menjadi industri yangberkelanjutan. Industri berkelanjutan disini adalah industri yang dalam operasionalnyaselalu mengacu pada tiga hal yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan. Dan hingga saat ini,pemerintah belum mengetahui sampai pada level apa keberlanjutan yang diterapkanoleh industri yang ada. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah menyusun model awal kematangan(Pre Maturity Model) industri makanan dan minuman dalam kaitannya dengansustainability dan mengidentifikasi beberapa kendala yang dihadapi oleh industrimakanan dan minuman sehubungan dengan level yang harus dicapai. Pre MaturityModel yang dibuat akan mengacu pada Maturity Model pada Risk Management. Modelawal ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar bagi pemerintah dalam membimbingindustri yang ada agar menjadi industri yang berkelanjutan. Analisa yang dibuat untukmengetahui tingkat pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh industri makanan danminuman serta dapat mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh industrimakanan dan minuman di Surabaya untuk menjadi industri yang berkelanjutanKeywords: Pre Maturity Model dan Sustainability A-22
  23. 23. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MODEL MULTI PRODUCT INVENTORY ROUTING PROBLEM KAPAL TANKER DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR KOMPATIBILITAS DALAM PEMUATAN PRODUK Fitri Karunia Rani, Ahmad Rusdianyah, Stefanus Eko Wiratno, dan Nurhadi Siswanto Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: fitri.k.r@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan suatu model permasalahan multi-productInventory Ship Routing Problem (m-ISRP) untuk menentukan jadwal dan rute kapaltanker dengan ukuran kapasitas yang heterogen dan memiliki beberapa kompartemen,serta untuk menetukan kuantitas pengiriman untuk memenuhi kebutuhan permintaanbeberapa produk di masing-masing lokasi customer. Tujuan yang hendak dicapai darimodel adalah untuk meminimumkan total biaya sistem namun dengan tetap menjamininventory level di tiap customer tidak terjadi stocked out. Dalam model penelitian inidipertimbangkan pula salah satu kajian dari permasalahan Tank Allocation Problem(TAP) yakni batasan kompatibilitas. Batasan ini membatasi produk-produk yangmemiliki karakteristik khusus yang saling tidak kompatibel tidak dapat dikirimkan padakompartemen yang bersebelahan atau tidak dapat dimuat dengan menggunakan kapalyang sama secara bersama-sama. Permasalahan dimodelkan dengan menggunakanMixed Integer Linear Programming (MILP) dan model diselesaikan dengan teknikBranch-and-Bound dengan bantuan software. Dari hasil percobaan numerik yangdilakukan diketahui bahwa model mampu memenuhi batasan kompatibilitas yangditerapkan pada data percobaan.Kata kunci: Inventory Ship Routing Problem (ISRP), Multi-product and Multi- compartment tanker, Product Compatibility Constraint, Tank Allocation Problem (TAP) A-23
  24. 24. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010KLASTERING VARIETAS PADI MENGGUNAKAN MODIFIKASI METODE K-MEANS BERBASIS ORDERED WEIGHTED AVERAGING (OWA) Millatul Ulya, Budi Santosa, dan Nani Kurniati Jurusan Teknik Industri, FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: qumil2307@gmail.com ABSTRAK Metode k-means berbasis Ordered Weighted Averaging (OWA) telahdikembangkan oleh Cheng dkk (2009) untuk menyelesaikan kasus klasifikasi dengancara mengintegrasikan k-means dan OWA. K-means sebenarnya merupakan suatumetode klastering, dan OWA adalah operator agregasi. Dengan OWA, kompleksitasdata eksperimental yang akan diklasterkan dapat dikurangi dan OWA juga dapatmempertimbangkan keterkaitan antar kriteria dari data yang dianalisis. Dalam penelitianini, modifikasi k-means berbasis OWA akan diimplementasikan dalam klastering datavarietas padi, yang berisi 119 varietas padi dengan 8 atribut yang mewakili sifatfisikokimia beras yang dihasilkan. Penelitian ini mengaplikasikan modifikasi k-means berbasis OWA padaklastering data set padi dengan tujuan untuk mengetahui jumlah klaster yang sesuaiuntuk data varietas padi dan mengukur performansinya serta membandingkanperformansi tersebut dengan metode klastering yang lain. Ukuran performansi yangdigunakan adalah silhouette value (nilai siluet) dan Sum of Squares Error (SSE).Metode pembanding yang digunakan adalah k-means (tanpa OWA) dan hierarchicalclustering. Penelitian dilakukan dalam 6 eksperimen yaitu klastering data padi tersebutmenjadi 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 klaster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data set varietas padi tersebut lebihsesuai diklasterkan menjadi 7 klaster, karena nilai siluet pada 7 klaster lebih besar danpositif dan nilai SSEnya paling kecil dibanding yang lain. Berdasarkan Nilai SSE dannilai siluetnya, modifikasi k-means OWA (α = 0.8) lebih baik dari pada metode k-meansdan hierarchical clustering dalam klastering data set padi.Kata kunci : klastering, k-means, OWA, varietas padi. A-24
  25. 25. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 ASSESSMENT TECHNOLOGY DI DEPARTEMEN WORKSHOPPADA PT.TRIPANDU JAYA DENGAN METODE TEKNOMETRIK Retno Indriartiningtias, Nachnul Anshori, dan R.Andi Surya Kusuma Teknik Industri Universitas Trunojoyo Madura Email: retnoTMIITB@gmail.com ABSTRAK PT. Tripandu Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa maritim,utamanya survey, perawatan, perbaikan dan modifikasi kontainer, serta pengadaanspare-part kontainer dan kapal. Perusahaan ini membutuhkan kontribusi teknologicukup intensif yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengandemikian, keterlibatan dan kontribusi teknologi harus diperhitungkan secara spesifikpada penilaian kinerja yang dilakukan perusahaan. Di sisi lain, penilaian kinerja yangselama ini dilakukan perusahaan hanya melalui pendekatan analisis finansial, yang tidakdapat menunjukkan secara eksplisit kontribusi teknologi dalam perusahaan. Denganmodel teknometrik dapat diukur kontribusi tiap komponen teknologi yang bergunasebagai langkah untuk mengatasi kelemahan penilaian kinerja saat ini. Berdasarkan penelitian, tingkat intensitas kontribusi teknologi PT. TripanduJayadari nilai tertinggi adalah technoware, humanware, infoware, dan orgaware.Keempat komponen teknologi memberikan kontribusi yang tidak seimbang karena gap(selisih) antar kontribusi komponennya terlalu jauh. Nilai Technology ContributionCoefficient (TCC) masuk dalam skala antara buruk hingga sedang. Untuk meningkatkannilai TCC, upaya perbaikan dimulai dari komponen dengan intensitas tertinggi,sehingga komponen technoware perlu mendapat prioritas untuk segera ditingkatkankarena dengan nilai beta paling tinggi akan memberikan kontribusi terhadap nilai TCCyang tinggi.Kata kunci: Manajemen Teknologi, Model Teknometrik, Technology Contribution Coefficient (TCC). A-25
  26. 26. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 ANALISIS KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PESISIR Ode Siti Andini Ladamay, Maria Anityasari, Budisantoso Wirjodirdjo Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya e-mail: dear2dini@yahoo.co.uk ABSTRAK Fluktuasi dan ketidakstabilan harga minyak dunia serta pengaruh krisis ekonomiglobal memberikan tekanan besar kepada perekonomian Indonesia. Sebagai bentuklangkah penyesuaian terhadap harga minyak dunia dan pengurangan beban besaransubsidi, pemerintah pada akhirnya harus menaikkan harga BBM. Kenaikan tersebutberpengaruh besar pada hampir semua sektor, karena memicu peningkatan biayaproduksi dan operasional. Salah satu kelompok masyarakat yang memperoleh dampaklangsung dari kenaikan harga BBM adalah masyarakat nelayan pesisir. Nelayan adalahkomunitas dengan tingkat pendapatan terendah dibandingkan sektor usaha lain. Salahsatu tindakan pemerintah untuk meredam gejolak itu adalah dengan menggunakanBantuan Langsung Tunai (BLT). Dalam penelitian ini akan dilakukan suatu analisiskefektivitasan kebijakan BLT menggunakan sebuah instrumen pemodelan dinamis yangdapat digunakan oleh pembuat kebijakan dimana model tersebut mampu memberikanperingatan dini (early warning) atas dampak kebijakan penentuan harga BBM dalamusaha untuk mengantisipasi terjadinya penurunan tingkat pendapatan kelompokmasyarakat nelayan pesisir. Setelah dilakukan validasi, didapatkan kesimpulan bahwa,Pada level harga BBM saat ini (premium Rp 4500,-), kesejahteraan masyarakat nelayancukup rendah. Adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 100.000 tidaksignifikan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan. Salah satu solusinyaadalah dengan diberikannya subsidi BBM sekitar 28% atau Rp.1.000 agar nelayan tetapdapat mencukupi kebutuhan hidupnya untuk harga saat ini.Kata kunci: BLT, Sistem Dinamik, Nelayan Pesisir. A-26
  27. 27. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIS PERIODE GARANSI DAN BIAYA GARANSI UNTUK PRODUK REUSE DENGAN DISTRIBUSI NON HOMOGENEOUS POISSON PROCESS Anda Iviana Juniani, Maria Anityasari, Nani Kurniati Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Email : andahome@gmail.com ; maria@ie.its.ac.id ; nanikur@ie.its.ac.id ABSTRAK Implementasi sustainable manufacturing menuntut perubahan di setiap linimanufacturing system, mulai tahap perancangan pengembangan produk hinggapenanganan produk pada akhir umur hidupnya. Untuk mengoptimalkan siklus hidupproduk dan mendasarkan pada semboyan “doing more with less”, tiga strategi baru telahdiperkenalkan dalam sustainable manufacturing yaitu reuse, remanufacturing, danrecycling. Untuk mencapai as-good-as-new, reuse product harus memberikan nomimallevel resiko kerusakan yang sama kepada konsumen dibanding dengan produk baru.Pengukuran resiko yang akan ditanggung oleh konsumen telah dikembangkan dalamAnityasari (2008) dan disebut dengan Nominal Customer’s Risk (NCR). Untukmenjamin as good-as-new, produk reuse harus memiliki NCR yang sama denganproduk baru namun tetap menjamin profitabilitas dari produsen. Untuk itu NCR harusdiintegrasikan dalam perhitungan biaya garansi dan digunakan sebagai dasar penentuanperiode garansi produk reuse yang optimal. Penelitian ini akan mengembangkan model matematis garansi dengan platformdistribusi yang digunakan adalah Non Homogeneous Poisson Process. Model matematisini akan mengintegrasikan konsep Nominal Customer Risk (NCR) dalam penentuanperiode dan biaya garansi satu dimensi untuk produk reuse dengan kebijakan freereplacement warranty satu dimensi.Kata kunci: model matematis garansi, produk reuse, free replacement warranty, Non Homogeneous Poisson Process A-27
  28. 28. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 ANALISA KEGAGALAN POTENSIAL PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI PT. XYZ PLYWOOD DALAM USAHA MENCAPAI KEPUASAN PELANGGAN Rakhmawati Teknologi Industri Pertanian,Universitas Trunojoyo Jl.Raya Telang PO BOX 2 Kamal Bangkalan Madura. Email : rakhma_ub@yahoo.co.id ABSTRACT Main raw material in plywood production is large size wood which needs longtime to obtain. Therefore, the process has to be as efficient as possible to prevent wasteof raw material. PT. XYZ is a labour intensive industry in which quality of final productdepends largely on workers’ skill. The purpose of this study is to analyze potentialfailure during production in order to obtain high quality product to fulfill customerssatisfaction. Lean Six Sigma approach is used to analyze data. The aim of Lean method is tominimalize the cause of failure during processing including all waste. In this study, datawhich have been processed using Lean Method were then analysed using Six SigmaMethod to further reduce the quantity of defective products. By combining result of thetwo methods, actions required to improve reduce defect were then identified. Result showed that major potential failure at PT. XYZ were delays and defectiveproduct, cause by collision and defect due to sander process. To solve the problem it issuggested for the company to use suitable conveyor and troly to replace forklift. Also itis suggested to attach surface smoothness detector onto sander machine. Lastly, TheSOP (Standard Operational Procedure) is required for worker in sander department.Keywords: Lean, Six Sigma, Cutomer Satisfaction, Plywood A-28
  29. 29. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI PENAMBAHAN PASOKAN GAS DAN PEMANFAATAN PEMBANGKIT PLTU BATUBARA UNTUK MEMINIMALISASI BIAYA PRODUKSI LISTRIK DI SISTEM JAWA BALI *Retno Handayani dan **Suparno Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi ITS Bidang Keahlian Manajemen Industri *Email: retno_handay@yahoo.com **Email: suparno@ie.its.ac.id ABSTRAK Kebutuhan listrik yang selalu berubah setiap saat, dipasok dari pembangkitlistrik berbahan bakar gas, batubara, minyak, air dan panas bumi. Pembangkit listrikberbahan bakar panas bumi, air, gas dan batubara sebagai base load (pemikul bebandasar), merupakan pembangkit yang dioperasikan terlebih dahulu. Pembangkit listrikberbahan bakar minyak (BBM) berfungsi sebagai follower (pemikul beban menengahdan beban puncak), merupakan pembangkit yang dioperasikan sesuai dengankebutuhan. Peningkatan harga minyak bumi berpengaruh terhadap peningkatan biayaproduksi, sehingga untuk menekan biaya produksi tersebut dilakukan penambahanpasokan gas dan PLTU berbahan bakar batubara. Metode optimasi yang digunakan adalah metode LaGrange dimana fungsiobyektif yaitu meminimalkan biaya bahan bakar dalam satuan waktu per jam selama 1tahun dan fungsi kendala yaitu beban system Jawa Bali selama 1 tahun yang dicacah perjam. Jumlah mesin pembangkit listrik dan transmisi yang beroperasi di Jawa Balisangat banyak, maka untuk mengoptimalkan produksi masing-masing pembangkit dansimulasi penjadwalannya diperlukan program komputer, yaitu Prosym. Hasil simulasiadalah rencana produksi energy dan biaya produksi per KWh tiap mesin pembangkitselama 1 tahun. Dari hasil pengolahan data tersebut, maka akan menurunkan pemakaian bahanbakar minyak sebesar 4,8 juta KL dan menurunkan biaya bahan bakar total seJawa Balisebesar Rp 45 T serta merubah pola operasi pembebanan mesin pembangkit.Kata kunci: pembebanan PLTU batubara, optimasi, biaya produksi, metode koefisien, program Prosym. A-29
  30. 30. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PENGEMBANGAN MODEL OPTIMASI MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI DI SEPANJANG KALISURABAYA DENGAN MODEL INTERVAL GOAL PROGRAMMING (IGP) Yusnita Aprilia, Udisubakti Ciptomulyono dan Budi Santosa Jurusan Teknik Industri ITS, Surabaya, Indonesia Email: yussie_ane@yahoo.com ABSTRAK Perubahan fungsi sungai dari waterfront menjadi hinterland menyebabkanterjadinya pencemaran di Kali Surabaya. Pencemaran dari industri merupakan salah satupenyebab yang sangat berpengaruh pada kualitas air Kali Surabaya. Penurunan kualitasair sangat merugikan karena Kali Surabaya menjadi sumber air baku air minum di 4kabupaten yang dilaluinya. Usaha pengelolaan limbah dikembangkan untukmemperbaiki kualitas air Kali Surabaya. Salah satu alternatifnya yaitu membangun unitpengolahan limbah industri. Sementara itu untuk membangun semua unit pengolahan dimasing-masing industri memerlukan biaya yang besar. Charnes dan Collomb (1972)memperkenalkan Interval Goal Programming yaitu pengembangan dari model programGoal dengan kelebihan yaitu memberikan kelonggaran terhadap batasan sehingga nilaioptimum yang didapat berupa interval. Hal ini yang memungkinkan pembuat keputusanuntuk melakukan perubahan-perubahan yang ingin dilakukan dalam pencapaian tujuantergantung pada kebutuhan dan pertimbangan lainnya. Model IGP memberikan hasilperhitungan berupa interval biaya minimum untuk pengolahan limbah denganpenentuan alokasi beban limbah yang akan diolah sehingga kualitas air memenuhistandar yang ditetapkan dengan menggunakan model dasar dari model kualitas airCiptomulyono (1985) dan Ellida (2000). Dengan hasil interval tersebut lebihmemberikan kelonggaran bagi pengambil keputusan untuk menentukan strategi terbaikdengan prioritas objektif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan biaya yangdianggarkan.Kata kunci: IGP, Kali Surabaya, WWTP individu, WWTP komunal. A-30
  31. 31. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PEMODELAN CONSUMER ACCEPTANCE TERHADAP PRODUK REUSE Theresia Liris W., Maria Anityasari, Nani Kurniati Program Pascasarjana Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Email: liriswindya@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang penerimaan konsumen terhadap produk reuse.Reuse komponen ataupun sub-sistem dari produk lama menjadi strategi yang dinilaiefektif dan efisien dalam mencapai sustainability. Namun konsumen masih memandangproduk reuse memiliki kualitas yang kurang padahal strategi reuse memiliki konsep “asgood as new”. Karena keberhasilan strategi reuse sangat tergantung pada penerimaanpasar terhadap produk reuse, jika konsumen belum menerima produk reuse maka tidakakan terbentuk demand produk reuse. Penelitian ini menghasilkan model yang menggambarkan hubungan consumeracceptance terhadap produk reuse melalui kajian faktor yang berpengaruh. Model inimemiliki kapabilitas diagnosa sejauh mana konsumen menerima produk reuse melaluimodel struktural yang dibangun berdasarkan variabel-variabel yang sesuai denganreuse. Penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM)dengan bantuan software LISREL 8.80, yang merupakan teknik statistik handal dalammembentuk model struktural (structural model) dan model pengukuran (measurementmodel) untuk mengkaji hubungan yang terkait dengan tingkah laku. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kesediaan konsumen dalam menerima produk reuse dilihat darikualitas produk reuse yang tidak mudah rusak, terdapat fasilitas garansi penggantiankomponen yang rusak, rendahnya kemungkinan kerugian yang akan dialami konsumenjika menggunakan produk reuse, dan pertimbangan performansi produk reuse biladibandingkan dengan produk baru.Kata kunci: produk reuse, consumer acceptance, SEM A-31
  32. 32. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PENERAPAN MULTI OBJECTIVE GENETIC ALGORITHM (MOGA) PADA PENJADWALAN DYNAMIC-MULTI OBJECTIVEDAN SEQUENCE DEPENDENT SETUP TIMES COMPOUND FLOW SHOP DI PT.X Fredy Hartanto dan Udisubakti Ciptomulyono Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, Indonesia e-mail: fredyhartanto@gmail.com ABSTRAK Penjadwalan produksi merupakan salah satu hal yang vital dalam sebuahperusahaan manufaktur. Permasalahan di PT X adalah pengembangan dari Flow Shopyang disebut Compound Flow Shop. Ciri lain yang khas dari penjadwalan produksi diPT X adalah adanya karakteristik sequence dependent setup times. Penjadwalan di PT Xmemiliki beberapa obyektif yang dapat saling berkonflik dengan pembobotan yangdinamis untuk masing-masing obyektif (dynamic multi objective). Obyektif-obyektifyang perlu diperhatikan dalam penjadwalan di PT X adalah meminimalkan makespan,total setup times. total tardiness, dan jumlah job yang tardy. Keempat obyektif yang adajuga sering saling berkonflik satu dengan yang lain. PT X mengizinkan adanya jobsplitting untuk mempercepat penyelesaian suatu job. Selama ini, PT X melakukanpenjadwalan dengan cara First In First Serve (FIFS) dan intuisi dari staff yang bertugas.Hal ini berakibat masih adanya keterlambatan dan keluhan dari para konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan penjadwalandi PT X sehingga dapat memenuhi obyektif-obyektif yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma Multi ObjectiveGenetic Algorithm (MOGA). Kombinasi parameter yang digunakan adalah yang terbaikdalam eksperimen yaitu Npop = 20 dan Ggen = 50. Penjadwalan demgan menggunakanMOGA memberikan hasil yang cukup baik dengan dapat menghasilkan 496 anggotahimpunan solusi optimal Pareto dalam 10 kali replikasi dengan kualitas yang berimbangdengan solusi dari kondisi existing dan hanya kalah dalam obyektif total tardiness.Kata kunci: Compound Flow Shop, Multi Objective Genetic Algorithm (MOGA), job splitting, sequence dependent setup times A-32
  33. 33. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PENGGUNAAN METODE CROSTON DALAM FIXED TIME PERIOD WITH SAFETY STOCK Enny Widawati1, Isti Surjandari2, Amar Rachman3 Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16242, Indonesia E-mail: 1enny_widawati@yahoo.com,2isti@ie.ui.ac.id,3amar@ie.ui.ac.id ABSTRAK Sistem transportasi dalam suatu perusahaan mempunyai peranan yang penting.Maka persediaan suatu komponen pada gudang dalam suatu perusahaan yang mengelolatransportasi sangat diperlukan. Hal tersebut mengharuskan perusahaan melakukan suatumetode pengotrolan dalam segala bidang agar dapat memenuhi setiap terjadipenggantian komponen.. Salah saru cara yang harus ditempuh adalah denganmengoptimalkan sistem persediaan komponen. Metode Croston dipakai untuk datalumpy, dan system persediaan komponen menggunakan fixed time period with safetystock. Dari hasil pengoalahan data menggunakan metode tersebut terbukti dapatmenurunkan tingkat persediaan ke titik yang optimal yang berdampak ke penurunaninventory cost. Total saving cost yang diperoleh dari 12 periode penelitian adalahsebesar Rp 62.012.640,00.Kata kunci: metode Croston, fixed time period, safety stock,inventori A-33
  34. 34. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 MANAJEMEN KEPEMIMPINAN SERTA KORELASINYA TERHADAP MOTIVASI DAN KINERJA KARYAWAN STMIK BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS JOMBANG Muhyiddin Zainul Arifin, Nidaus Sa’adah STMIK Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang Jatim Email: muhyiddinarifin@yahoo.com ABSTRAK Peranan Pimpinan Terhadap Motivasi dan Kinerja Karyawan STMIK Bahrul‘Ulum Jombang kadang ditemukan masalah yang banyak dihadapi oleh lembaga. DiSTMIK Bahrul ‘Ulum juga menghadapi hal yang sama. Pada penelitian yangmenggunakan analisis jalur dengan hasil sebagai berikut: 1). perhatian pimpinan padabawahan (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y)dengan variabel motivasi (X4) sebagai intervening adalah sebesar 31.5 %. 2). kebijakandalam mengambil keputusan (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadapkinerja (Y) dengan variable motivasi (X4) sebagai intervening adalah sebesar 21.8 %.3). kepribadian (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja (Y)dengan variabel motivasi (X4) sebagai intervening adalah sebesar 23 % , 4) motivasiberpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja (Y) Hasil penelitianmenunjukkan bahwa variabel perhatian terhadap bawahan (X1) paling dominanmempengaruhi kinerja karyawan dengan variabel intervening motivasi (X4). Olehkarena itu disarankan pada para pimpinan di STMIK Bahrul ‘Ulum lebihmemperhatikan para stafnya agar meningkatkan motivasi dan kinerjanya.Kata kunci: Kepemimpinan, Motivasi dan Kinerja A-34
  35. 35. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI BIAYA STOCK BERDASARKAN PROGRAM PREVENTIF MAINTENANCE (Studi Kasus : Belt Conveyor Sistem PLTA Sengguruh) Dwi Wahyu Pujiarto dan Haryono Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: dwiwahyu.p@gmail.com ABSTRAK Pesawat Pembersih Sampah (PPS) adalah salah satu bagian dari PembangkitListrik Tenaga Air (PLTA) Sengguruh yang berfungsi untuk menyaring danmengangkat sampah untuk dibuang dari muka pintu air waduk PLTA, sehingga aliranair yang akan masuk ke dalam turbin tidak terhambat. Untuk mendapatkan keandalanoperasional dari PPS diperlukan system pemeliharaan dan jadwal operasi sesuai jadwalyang telah ditetapkan (sesuai SOP) disamping pemilihan material pengganti (spare part)yang tepat pula. Metode yang akan digunakan untuk menganalisa potensi terjadinyakegagalan dari system PPS adalah System Equipment Reability Priority (SERP),sedangan untuk menentukan waktu pemeliharaan preventif yang optimal digunakanpendekatan analisis reliabilitas Dalam analisis ini diperlukan data usia pakai dari komponen PesawatPembersih Sampah (PPS). Data usia pakai yang dipakai adalah data dari Belt Conveyor,Motor dan Rantai yang masing-masing memiliki enam unit komponen. Data darikeenam komponen tersebut digabung, setelah sebelumnya dianalisa dengan uji Kruskal– Wallis. Kemudian dilakukan pengujian distribusi usia pakai dengan uji Anderson-Darling, sehingga didapatkan bahwa distribusi yang sesuai adalah distribusi Weibull 2parameter untuk Belt Conveyor dan Motor, sedangkan untuk Rantai adalah distribusiLogistic. Parameter distribusi Weibull & Logistic dicari dengan bantuan softwareMINITAB 14 dan digunakan dalam perhitungan untuk penentuan waktu penggantiansesuai reliabilitas yang optimal, serta biaya yang paling efisien. Analisa reliabilitas yang dilakukan mendapatkan hasil sebagai berikut : BeltConveyor waktu pemeliharaan optimalnya 50 hari dengan total biaya per tahun Rp18.410.000,-, Motor waktu pemeliharaan optimalnya 40 hari dengan total biaya pertahun Rp 45.743.000,-, Rantai waktu pemeliharaan optimalnya 40 hari dengan totalbiaya per tahun Rp 7.101.000,-Kata kunci: System Equipment Reability Priority (SERP), preventif, optimal, reliabilitas, usia pakai. A-35
  36. 36. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRODUK BISKUIT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: PT. EP) Rezki Susan Ardyati dan Dida D. Damayanti Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Telkom Jl. Telekomunikasi No. 1 Bandung Email: dyh@ittelkom.ac.id ABSTRAK PT. EP merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa distribusi produk-produk makanan biskuit dan berlokasi di Jakarta. PT EP menghadapi permasalahdistribusi produk dengan banyaknya jumlah titik distribusi dan permintaan produk yangbervariasi. Tanpa adanya konfigurasi jaringan distribusi yang terencana, pendistribusianproduk seringkali tertunda dan biaya distribusi menjadi membengkak. Makalah inibertujuan untuk memodelkan permasalahan distribusi di PT EP dan menghasilkanrancangan konfigurasi jaringan distribusi produk dengan menggunakan metodaAlgoritma Genetika. Fungsi tujuan dari model untuk menghasilkan rancangan adalahuntuk meminimasi total biaya distribusi. Hasil rancangan berupa: cluster pasar dankebijakan distribusi produk dari setiap gudang i ke setiap pasar j pada periode t denganmempertimbangkan total biaya distribusi minimum. Solusi yang diusulkan memberikanpenghematan pada total biaya distribusi sebesar 32%.Kata kunci: Konfigurasi Jaringan Distribusi, Algoritma Genetika A-36
  37. 37. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERANCANGAN TATA LETAK DAN INVESTASI MESIN PRODUKSI CRANK CASE DI PT. TRI RATNA DIESEL UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI Ong Sutrisno dan Moses L. Singgih Program Studi Magister Manajemen Teknologi Bidang Keahlian Manajemen Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus MMT ITS Cokroaminoto, Surabaya Email : ongsut23@yahoo.com; moseslsinggih@gmail.com ABSTRAK PT. Tri Ratna Diesel (PT. TRD) adalah perusahaan manufaktur yang bergerakdibidang pembuatan mesin disel dan pada tahun 2010 akan meningkatkan targetproduksi mesin disel seri D 700 dan D 2700 sebanyak masing-masing 500 unit perbulan. PT. TRD memiliki divisi CNC Machining (CNC) yang bertugas untukmemproses komponen dari mesin disel. Dari hasil analisis intern perusahaan didapatkanbahwa pembuatan crank case pada divisi CNC memerlukan waktu terlama daripadaproses pembuatan komponen lainnya. Penelitian difokuskan pada divisi CNC danproduk yang akan diteliti adalah pembuatan crank case mesin disel seri D 700 dan D2700. Permasalahan yang dihadapai perusahaan adalah tidak tersedianya fasilitas untukmemenuhi target yang direncanakan perusahaan. Usulan perbaikan didasari pada tingkatkebutuhan proses yang dikerjakan dengan mesin yang mengerjakan. Usulan jenis mesinyang digunakan adalah double spindle milling machine, radial drill machine, danvertical milling machine. Total nilai pembiayaan selama 10 tahun dengan bunga 6,5%dengan komposisi alternatif mesin yang dipilih apabila dilihat dari nilai sekarang adalahsebesar Rp 10.366.353.000,-. Penataan mesin berdasarkan pada product layout karena urutan proses produksiusulan secara berurutan dimulai dari double spindle milling machine, radial drillmachine, kemudian vertical milling machine. Pola aliran material adalah S-shaped karena dipengaruhi bentuk dan pemanfaatan secara maksimal ruang yang ada.Diperlukan penambahan luasan daerah yang baru yaitu menjadi ( 9 x 20 ) m 2 dantambahan dua area berukuran ( 2 x 2 ) m2 sebagai buffer storage. Jarak yang ditempuholeh material dari awal material masuk ke dalam rangkaian proses produksi hinggaselesai diproduksi adalah sepanjang 42,5 meter.Kata kunci : tata letak mesin produksi, ekonomi teknik. A-37
  38. 38. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010PERANCANGAN INSTRUMEN PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DENGAN BALANCED SCORECARD DAN ANP Paul Setyawan Dwi Cahyanto1), Brilianta Budi Nugraha2), Ririn Diar Astanti3) Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari 42-44, Sleman Yogyakarta E-mail : pvnoj@hotmail.com , brilianta@mail.uajy.ac.id 2, ririn@mail.uajy.ac.id 3 1 ABSTRAK PT. Pos Indonesia Indonesia – KSD Solo 57100 merupakan salah satuperusahaan jasa yang melayani berbagai kebutuhan masyarakat, salah satunya dalambidang pengiriman paket. Pengukuran produktivitas perlu dilakukan untuk mengetahuikeberhasilan perusahaan di dalam mengelola berbagai sumber daya yang ada. Seiringdengan waktu, perusahaan ini semakin memiliki banyak kompetitor yang bergerak dibidang yang sama. Sehingga perusahaan dituntut untuk dapat mengetahui indikatorpenentu keberhasilan di dalam menghadapi persaingan tersebut. Perancangan instrumen yang akan dilakukan adalah dengan menggunakanmetode Balanced Scorecard dan Analytic Network Process (ANP). Tujuan daripenelitian ini adalah melakukan perancangan instrumen Balanced Scorecard di dalammengidentifikasi berbagai indikator penentu keberhasilan (Key PerformanceIndicator/KPI) serta mengetahui tingkat kepentingan dari masing-masing KPI. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat 11 jenis KPI yangberpengaruh terhadap produktivitas bagian Ritel perusahaan. Sedangkan KPI yangmemiliki pengaruh paling besar terhadap produktivitas perusahaan adalah pertumbuhanpendapatan (KPI1).Kata kunci: Perancangan Instrumen, Key Performance Indicator (KPI), Pembobotan, Pengukuran Produktivitas, Balanced Scorecard, Analytic Network Process (ANP) A-38
  39. 39. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010PERENCANAAN PENGUKURAN IMPLEMENTASI OHSAS 18001BERDASARKAN BALANCED SCORECARD TERHADAP KINERJAPERUSAHAAN DI PT.TRAKINDO UTAMA CABANG SURABAYA Pancanto Kuat Prabowo dan Suparno Program Studi Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Email: pk_prabowo@yahoo.com ABSTRAK Dalam era globalisasi saat ini, tuntutan customers terhadap bisnis industri alatberat bukan hanya pada brandproduct namun juga adalah aspek pelayanan dankepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk, khususnya yang berkaitan denganOHSAS 18001 sebagai salah satu standar internasional dalam bidang Keselamatan DanKesehatan Kerja. Untuk mengukur produktifitas karyawan PT. Trakindo Utama cabang Surabayayang menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja maka perlu dirancang suatu sistempengukuran implementasi OHSAS 18001 berdasarkan Balanced Scorecard yangdilanjutkan dengan melakukan penilaian terhadap kinerja menggunakan metodepengukuran Objective Matrix Hasil dari penelitian tentang perancangan pengukuran implementasi OHSAS18001 ini dapat diketahui bahwa indeks pencapaiaan kinerja tertinggi dicapai olehperspektif proses bisnis internal sebesar 2,502 disusul oleh perspektif pelanggan(1,856), kemudian perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (0,617), dan perspektifkeuangan menempati pencapaiaan kinerja terendah sebesar 0,602. Adapun indekspencapaiaan kinerja keseluruhan dalam implementasi OHSAS 18001 sebesar 5.577Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, OHSAS 18001, balanced scorecard, pengukuran kinerja A-39
  40. 40. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PERENCANAAN KEUANGAN UNTUK KELUARGA MUDA SURABAYA Sautma Ronni Basana Petra Christian University Email: sautma@peter.petra.ac.id ABSTRAK Dalam masyarakat yang tumbuh dan semakin kompleks setiap hari yangberhadapan dengan tekanan-tekanan, baik dari karir di tempat kerja, keluarga, maupunlingkungan. Sementara itu situasi pasar modal dan pasar uangpun berubah setiap saattergantung dengan regulasi, situasi ekonomi, perubahan pasar, maka munculahperencana keuangan atau sering disebut sebagai financial planner. Financial planneradalah sebuah profesi yang membantu memberikan solusi perencanaan, pemilihan,pengelolaan keuangan, kekayaan atau investasi nasabah, agar kebutuhan keuangannasabah untuk jangka pendek, menengah, dan panjang dapat tercapai. Penelitian inibertujuan untuk memberikan penjelasan tentang kesadaran masyarakat yang khususnyakeluarga muda dalam melakukan perencanaan keuangan terkait dengan dana darurat,asuransi jiwa, dan dana pensiun. Penelitian telah dilakukan dengan melibatkan 110 (seratus sepuluh) respondenkeluarga muda yang berada di Surabaya dengan masa pernikahan kurang dari tigatahun. Dengan teknik Convenience Sampling, dimana peneliti berusaha memperolehsampel dari elemen-elemen yang convenience, yaitu yang paling mudah dihubungi,dikenal, dan mau bekerja sama atau karena sampel yang dipilih adalah orang-orangyang mudah dihubungi dan mau memberikan keterangan sesuai kebutuhan penelitimaka data yang diperoleh dapat dianggap memadai. Hasil penelitin didapatkan bahwa 34 % masyarakat muda di Surabaya telahmenyediakan dana darurat dan selebihnya 66 % tidak mengadakan dana daruratsehingga hal ini memberikan dampak bahwa belum banyak masyarakat sadar tentangdana darurat tersebut. Sedangkan untuk dana asuransi jiwa didapatkan bahwa 53 %responden tidak memiliki asuransi jiwa dan 47 % telah memiliki asuransi jiwa, di telaahlebih lanjut bahwa sudah sebagian besar masyarakat sadar tentang pentingnya asuransijiwa. Dalam hal memepersiapkan dana pensiun, maka sebanyak 93 responden (85%)responden tidak mempersiapkan dana pensiun, hanya 16 responden (15 %) yang secarakhusus mempersiapkan dana pensiun.Kata kunci: perencanaan keuangan, dana pensiun, dana darurat, dana asuransi jiwa. A-40
  41. 41. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 DAMPAK ADOPSI ISO TERHADAP PENINGKATAN DAYA SAING RUMAH SAKIT Zeplin Jiwa Husada Tarigan Jurusan Manajemen Universitas Kristen Petra Email : zeplin@peter.petra.ac.id ABSTRAK Konsep ISO 9000 memiliki delapan prinsip manajemen mutu yakni: fokuspada pelanggan, kepemimpinan, pelibatan orang, pendekatan proses, pendekatansistem, perbaikan berkelanjutan, pendekatan fakta dalam membuat keputusan danhubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan. Kedelapan prinsip padasistem manajemen mutu yang berkonsentrasi terhadap kualitas produk dan layananproduk Praktek-praktek terbaik pada bisnis untuk meningkatkan efisiensi, efektifitasdan produktivitas suatu organisasi perusahaan. Dalam mencapai tujuan ini,perusahaan-perusahaan melakukan suatu inovasi berupa proyek-proyek yang dapatdiimplementasikan. Implementasi proyek dilakukan perusahaan akhir-akhir iniberupa penerapan sistem secara keseluruhan pada organisasi perusahaan denganbiaya murah yakni implementasi ISO. Penyebaran kuisioner terhadap 68 praktisi di rumah sakit berupa manajemenrumah sakit, dokter, perawat dan tata usaha di 38 rumah sakit di berbagai daerah dandianalisa dengan menggunakan kesesuaian model melalui berbagai kriteriagoodness-of-fit PLS. Untuk menguji hipotesis dan menghasilkan suatu model yanglayak (fit), maka analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakanPartial Least Square (PLS) dengan proses perhitungan dibantu program aplikasisoftware Smart PLS. Hasil PLS didapatkan bahwa komitmen manajemen dalamproses implementasi ISO di rumah sakit sangat diperlukan untuk menigkatkan dayasaing rumah sakit dan dapat dikenal baik di masyarakat dan peningkatan pelayanandan akhirnya memberikan benefit yang baik bagi perusahaan.Kata kunci: ISO 9000, komitmen manajemen, proses implementasi dan kinerja rumah sakit A-41
  42. 42. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010IDENTIFIKASI WASTE PADA WHOLE STREAM PERUSAHAAN BENANG Mila Faila Sufa Universitas Muhammadiyah Surakarta mfsisonline@gmail.com ABSTRAK Perkembangan strategi bisnis saat ini menuju time based strategy yaitu agarwaktu yang dibutuhkan untuk memenuhi order dari customer lebih singkat membuatperusahaan lebih mengatur core business process lebih efektif, hal ini dilakukan denganmengevaluasi proses pemenuhan order dan melakukan perbaikan yang diperlukansehingga konsumen puas akan pelayanan yang diberikan. Untuk memenuhi harapankonsumen maupun share holder secara bersamaan, perbaikan yang dilakukan mencakupperbaikan kualitas tinggi (produk dan layanan), penurunan biaya bisnis,serta ketepatanwaktu penyerahan.Dalam situasi persaingan bisnis yang sangat ketat ini, mereka yangmempunyai kemampuan untuk memproduksi produk atau jasa dalam jumlah, waktu dantempat yang tepat serta dengan harga yang murah yang akan mampu bertahan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang salah satu produksinya adalahbenang cotton. Identifikasi yang dilakukan menggunakan waste workshop.Tujuan daripenelitian ini adalah membuat gambaran menyeluruh aktivitas perusahaan untukmengidentifikasi waste yang ada pada perusahaan dengan value stream mapping toolsyang sesuai. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwapemborosan tertinggi yang terjadi adalah waiting dan waste terendah adalah unecessarymotion. Nilai rata-rata untuk waste yang tertinggi adalah waiting sebesar 7.5 sedangkannilai rata-rata unecessary motion sebesar 2.83Kata kunci: evaluasi, order fulfillment process, waste,waste workshop A-42
  43. 43. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 KOMITMEN OWNER MELALUI PERENCANAAN DANPENGENDALIAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN KECIL (Studi Kasus Pada di Jawa Timur) Zeplin Jiwa Husada Tarigan Jurusan Manajemen Universitas Kristen Petra, Surabaya Email: zeplin@peter.petra.ac.id ABSTRAK Pemilik pada perusahaan kecil pada umumnya langsung memiliki peranansebagai manajemen puncak harus berkomitmen pada waktu, biaya, dan sumber dayauntuk mendukung. Hal yang penting bagi manajemen puncak dalam menjalankan bisnisadalah harus dapat selalu mengembangkan dan menciptakan satu nilai bagi perusahaanagar dapat meningkatkan kinerja oranisasi. Berdasarakan pada penelitian sebelumnyabahwa komitmen dan kepemimpinan manajemen puncak dengan cara kepemimpinanyang baik memiliki dampak pada perencanaan dan pengendalian proses untukmeningkatkan kinerja organisasi perusahaan. Sedangkan berdasarkan hasil survey dengan cara wawancara dan penyebarankuisioner terhadap 110 praktisi industri manufaktur pada penelitian ini dan mengujihipotesis serta menghasilkan suatu model yang layak (fit), maka analisis yangdigunakan pada penelitian ini adalah menggunakan Partial Least Square (PLS) denganproses perhitungan dibantu program aplikasi software Smart PLS. Hasil penelitiandengan melakukan pengujian didapatkan bahwa adanya pengaruh positif dan tidaksignifikan komitmen pemilik perusahaan terhadap efektifitas perencanaan pada prosesperusahaan, dan adanya pengaruh posistif dari komitmen pemilik perusahaan terhadappengendalian proses di perusahaan. Perencanaan yang dilakukan oleh departementertentu berdampak positif dan signifikan terhadap pengendalian proses di perusahaankecil di Jawa Timur. Perencanaan berdampak positif pada pengendalian proses dansecara bersama-sama berdampak posistif dan signifikan terhadap kinerja organisasiperusahaan. Ditelaah lebih lanjut bahwa pemilik perusahaan di Jawa Timur memilikikecenderungan tidak berfokus pada perencanaan proses namun lebih menekankan padapengendalian proses di perusahaan.Kata kunci: komitmen owner, efektifitas perencanaan, pengendalian proses, kinerja A-43
  44. 44. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 ANALISA SIMULASI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR HIGH SPEED DIESEL BERBASIS PENJADWALAN OPERASI Anggun Nan Tungga dan Ahmad Rusdiansyah Magister Manajemen Teknologi – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Cokroaminoto 12 A, Surabaya 60264, Indonesia Telp: 031-5613922, 5666172, Fax: 031-5682887, E-mail: ant97knight@yahoo.com ABSTRAK Kebutuhan logistik bagi unsur penjaga kedaulatan dan keamanan di laut idealnyaadalah tidak terbatas, khususnya bahan bakar High Speed Diesel (HSD) yangmerupakan kebutuhan pokok Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untukmengamankan setiap wilayah laut nusantara. Dengan adanya kenaikan harga bahanbakar yang ditetapkan pemerintah dan juga berkurangnya dana APBN yangdialokasikan negara untuk kegiatan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI)mengakibatkan semakin terbatasnya jumlah indeks liter dukungan bahan bakar yangditerima TNI AL. Metode penghitungan kebutuhan yang ada selama ini tidak dapat diaplikasikanlangsung pada permasalahan ini dikarenakan beberapa perbedaan khas antara bisnis danpertahanan keamanan, seperti demand di tiap wilayah yang berupa keamanan dan ruteyang ada. Pada penelitian ini akan dikembangkan sebuah simulasi penghitungankebutuhan bahan bakar berdasarkan penjadwalan operasi KRI. Metode ini diharapkandapat mengoptimalkan pemanfaatan dari dukungan bahan bakar yang ada sekaligusmemaksimalkan prosentase tingkat kehadiran KRI di laut.Kata kunci: perencanaan kebutuhan, simulasi penghitungan, penjadwalan operasi KRI A-44
  45. 45. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 OPTIMASI REVENUE DAN PERFORMANSI JARINGAN SELULER MENGGUNAKAN ALGORITHMA CALL ADMISSION CONTROL DAN DYNAMIC PRICING (Studi Kasus di PT Telkomsel Regional Jawa Timur) Nurdianto dan Moses L. Singgih Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2010 e-mail: nurdianto@telkomsel.co.id dan moses@ie.its.ac.id ABSTRAK Pertumbuhan yang sangat cepat permintaan layanan telepon selular akibat terjadiperang tarif dan terbatasnya bandwidth kanal radio untuk alokasi antarmuka udara (airinterface), telah mendorong penelitian untuk mencari solusi teknologi gunamengoptimalkan jumlah saluran yang dapat digunakan. Berbagai teknik yang telahdikembangkan selalu melibatkan instalasi baru dan kebutuhan infrastruktur baru.Sementara strategi yang memungkinkan pemenuhan kebutuhan kapasitas jaringan untukmemenuhi permintaan jam-jam sibuk percakapan (busy hour call) denganmemanfaatkan idle resource di jam-jam off-peak seringkali kurang mendapat perhatian. Penerapan algorithma Call Admission Control memberikan alternatif solusi yangmemberi kemungkinan pada demand change management untuk mengendalikan trafikpanggilan dengan skema yang memperhatikan kapasitas jaringan. Sedangkan denganpenerapan Dynamic Pricing secara bersamaan diharapkan memberikan metode baruoptimasi revenue tanpa menurunkan tingkat layanan di PT. Telkomsel Regional JawaTimur. Dengan obyek penelitian zona wilayah layanan metro Surabaya PT. Telkomselregional Jawa timur dan hasil pengukuran profil trafik panggilan seluler rata-rata jam sibuk(busy hour) pada bulan Januari sampai dengan Juni 2010 diperoleh tingkat kenaikanperolehan revenue sebesar 34,05% dibandingkan kondisi awal menggunakan tarif flatRp150 per 10 secondKata kunci: Call Admission control, dynamic pricing, optimasi revenue A-45
  46. 46. Abstrak Seminar Nasional Manajemen Teknologi XIIProgram Studi MMT-ITS, Surabaya 7 Agustus 2010 PENERAPAN FUZZY SERVQUAL DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN (STUDI KASUS BENGKEL MOBIL PT.X) Evelyn Darmawan dan Udisubakti Ciptomulyono Program Studi Magister Manajemen Teknologi Email: evelyn_darmawan@yahoo.com ABSTRAK Loyalitas konsumen menjadi hal yang sangat penting bagi sebuah bengkel untuktetap bisa bertahan. Deng, Kuo, dan Wu (2009) mengatakan bahwa kualitas layananberpengaruh positif terhadap post-purchase intention dengan customer satisfactionsebagai variabel perantaranya. Oleh karena itu, PT.X harus dapat memuaskankonsumennya, yaitu dengan memberikan pelayanan yang terbaik. Tetapi banyak sekalikeluhan dari konsumen mengenai pelayanan yang diberikan oleh PT.X. seperti ServiceAdvisor (SA), yaitu pihak yang berhadapan dengan konsumen di bengkel, yang kurangatau tidak ramah, waktu pengerjaan bengkel yang tidak sesuai dengan jadwal yangdijanjikan sebelumnya, yaitu terjadi keterlambatan dari perjanjian awal yangmengakibatkan konsumen harus menunggu lebih lama, SA yang kadang lalai ataukurang paham mengenai layanan bengkel yang ada sehingga sering menimbulkankesalahpahaman pihak bengkel dengan konsumen. Pada penelitian kali ini akan digunakan metode Servqual dan Quality FunctionDeployment. Servqual digunakan untuk melihat gap atau kesenjangan antara persepsidan ekspektasi konsumen. Logika fuzzy digunakan sebagai usaha untuk mengurangi”implicise” responden dalam memberikan nilai ekspektasi dan persepsi dalam Servqual.Usulan perbaikan akan diolah dengan menggunakan Quality Funtion Deployment(QFD). Hasil akhir dari penelitian ini adala usulan perbaikan pada layanan Bengkel Xyang dititikberatkan pada peningkatan keahlian dari karyawan, pemberlakukan sistemreward dan punishment, pengoptimalan sistem booking servis dan pemberian training.Kata kunci: Fuzzy Servqual, kualitas layanan, Quality Function Deployment (QFD) A-46

×