Mencermati Kerjasama Ekonomi Asia Timur

9,296 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,296
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
163
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mencermati Kerjasama Ekonomi Asia Timur

  1. 1. MENCERMATI PENJAJAKANKERJASAMA EKONOMI PERDAGANGAN KAWASAN ASIA TIMUR Oleh : Bermand HutagalungLembaga Studi Fenomena Globalisasi
  2. 2. 2 Bab. 1 Pendahuluan Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur terus menyedot perhatiandunia. Negara anggota senior ASEAN umumnya sudah menunjukkan tanda-tanda ke arah pemulihan ekonomi, dari dampak krisis moneter yang melandaAsia pada 1998. Selain itu, kebangkitan kembali empat Macan Asia diperkirakanakan menandai kebangkitan kembali ekonomi Asia Timur yang pada 1990ankepesatan kemajuan ekonominya sangat memukau dunia. Terlebih lagi di AsiaTimur kini sudah terdapat dua motor utama penggerak pertumbuhan ekonomikawasan yang sedang terus bertumbuh dinamis ini, yakni China dan Jepang.Indonesia tentunya harus dapat memanfaatkan peluang dari pertumbuhanekonomi di Asia Timur ini secara optimal. Kalangan pengamat ekonomi bisnis internasional berpendapat abad 21adalah abad Asia. Pusat pertumbuhannya berada di Asia Timur. Berbicaratentang kemajuan ekonomi Asia berarti berbicara tentang Asia Timur, yang taklain adalah ASEAN Plus Tiga (Plus Korea, Jepang dan China). Selain itu AsiaTimur juga masih menyimpan dua potensi ekonomi yang terus bertumbuhdinamis yakni Hngkong dan Taiwan. Maka, tak heran jika para petingginegara-negara ASEAN sepakat untuk mengembangkan kerjasama ekonomiregional yang lebih luas di kawasan Asia Timur , dalam konteks ASEAN PlusTiga ini. Tampaknya memang ada harapan dibalik kecemerlangan pertumbuhanekonomi Asia Timur yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan lebih jauhpertumbuhan ekonomi negara ASEAN, lewat pembentukan kerjasamaperdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan ke tiga negara dikawasan Asia Timur tersebut.
  3. 3. 3 Asia Timur di millennium baru ini senyatanya memang telah menjadipusat perhatian dunia, karena telah menjadi kawasan yang paling pesatpertumbuhan ekonominya dalam masa peralihan abad baru ini. Pertumbuhanekonominya terhitung sejak 1998 hingga 2004 menurut perkiraan berbagailembaga ekonomi dunia mencapai 5 % per tahun. Jauh diatas negara majuseperti Amerika Serikat, yang dalam periode yang sama rata-rata hanyabertumbuh 3,3 %, Jepang rata-rata 1 % dan negara-negara Eropa sekitar 2,1 %. Dua negara Asia Timur yang sedang naik daun, China dan Vietnamberhasil tampil menjadi primadona pertumbuhan ekonomi Asia dan menjadisorotan para analis di manca negara karena paling berhasil menyedot masuknyainvestasi asing. Pertumbuhan perdagangan dan jumlah cadangan devisa negar-negara dagang utama Asia Timur pun sudah meningkat demikian besarnya. Kitatidak boleh kehilangan peluang dan momentum yang baik ini, denganmemanfaatkan secara optimal segi positif dari pertumbuhan ekonomiperdagangan Asia Timur yang sangat sepektakuler ini. Mari kita simak data dan informasi lainnya. Hasil survey yang dilakukanoleh Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Pasifik (UN-ESCAP) di 20 negaraAsia yang diobservasi mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Asia tahun 2003mampu mencapai 6 %. Capaian angka pertumbuhan ini, jauh diatas negara majuseperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Untuk tahun 2004pertumbuhan ekonomi Asia diperkirakan sedikit meningkat menjadi 6,2 %.Khusus untuk ASEAN, pertemuan tahunan para Menteri Keuangan ASEANmenegaskan pertumbuhan ekonomi ASEAN pada 2004 mencapai 5,9 % atau naik0,9 % dibanding capaian tahun 2003 yang pertumbuhannya tercatat sebesar 5 %.Ini berarti pertumbuhan ekonomi ASEAN tidak jauh berbeda dengan rata-ratapertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur yang terus berkembang dinamis.
  4. 4. 4Pertumbuhan Perdagangan Di millenium baru ini, belahan bumi Asia Timur telah bertumbuh luarbiasa dari segi ekonominya. China ternyata merupakan motor terbesar dalampertumbuhan ekonomi di kawasan ini yang didorong oleh kemampuanperdagangan internasionalnya. Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia(World Trade Organization/WTO), Supachai Panitchpakdi dalam laporan WTOyang berjudul “World trade 2003, Prospect for 2004: Stronger Than ExpectedGrowth Spurs Modest Trade Recovery” menyatakan, pertumbuhan pesatperdagangan dunia masih akan terjadi di Asia dengan China sebagai motorutamanya. Kawasan dunia lainnya yang diperkirakan dapat menyaingipertumbuhan Asia adalah negara-negara yang perekonomiannya masihtermasuk dalam masa transisi seperti negara-negara di kawasan Eropa Timurdan ini akan semakin jelas sosoknya dengan masuknya sejumlah negara EropaTimur ke dalam keanggotaan Uni Eropa. Namun besarnya perkembanganperdagangan di kawasan itu tetap saja dinilai masih kalah jauh jika dibandingdengan pertumbuhan Asia yang memang sangat spektakuler. Pertumbuhan perdagangan dunia pada 2003, dibanding dengan tahunsebelumnya, menurut penilaian WTO, meningkat menjadi 16 %, dengan totalnilai perdagangan (ekspor-impor) mencapai 14,8 triliun dolar AS. Prestasi inicukup mencengangkan, berhubung pada tahun 2003 terjadi invasi AS dansekutunya ke Irak. Invasi besar-besaran yang berhasil menggulingkan rezimSadam Husein dari tampuk kekuasaannya itu sempat dikhawatirkan bakalberdampak buruk pada kestabilan perekonomian global. Namun perekonomiandunia ternyata dapat terus berkembang dengan dinamis, kendati invasi ke Irak,yang mendapat tentangan keras dari berbagai negara termasuk sekutu AS diEropa seperti Jerman dan Perancis, sehingga AS hanya bergandengan tangandengan Inggris, Spanyol dan beberapa negara kecil lainnya, jadi juga dilakukan.
  5. 5. 5 Selain itu, juga terjadi serangan wabah penyakit sindroma pernafasanakut (SARS) yang melanda China, Vietnam, Singapura dan sejumlah negaralainnya. Walaupun SARS empat mengguncang negara-negara Asia ini sehinggamengganggu kinerja perdagangan dan pariwisata negara tersebut, namundampaknya berjalan tidak terlampau lama, karena eskpansi SARS dapat segeratertanggulangi. Disamping itu, sempat pula terjadi serangan wabah penyakitsapi gila (mad cow) dan flu burung. Namun wabah inipun dapat segeraterdeteksi dan tertanggulangi. Dengan berlalunya ancaman wabah yang cukupmenakutkan itu, maka pada akhir 2003 terjadi geliat perekonomian dunia yangcukup mengesankan. Untuk tahun 2004 WTO memperkirakan prospeknyamasih sangat baik, apalagi hambatan perdagangan internasional banyak yangsudah tereliminasi. Asia merupakan belahan bumi yang paling bertumbuh dinamis dimanaperdagangannya bertumbuh 19 % pada 2003, lebih tinggi dari pertumbuhanperdagangan dunia yang mencapai 16 %. Khusus untuk China, WTO menilainegeri Tirai Bambu itu sebagai negara Asia yang paling mengesankanpertumbuhannya. Dibanding dengan setahun sebelumnya, pada 2003 nilaiimpor China bertumbuh 40 %, sementara ekspornya bertumbuh sebesar 35 %.Angka pertumbuhan ekspor dan impor sebesar itu baru pertama kalinya terjadidalam sejarah perdagangan dunia. Prestasi yang dialami China menurut laporanWTO tersebut merupakan perkembangan yang paling mencolok dalamperdagangan dunia tahun 2003. China berhasil melakukan lompat “katak” (frog leap) sebanyak tiga kalilipat. Peringkatnya sekarang berada di posisi ketiga diantara jajaran importirterbesar dunia. Dalam hal ekspor prestasinya juga luar biasa. China berada diperingkat ke empat dibawah Jerman, AS dan Jepang. Selain itu, China ternyata
  6. 6. 6bukan hanya menonjol dalam perdagangan barang melainkan juga mulai tampilke depan dalam bidang ekspor jasa. Pada 2003 China telah tercatat sebagaieksportir terbesar diantara negara-negara berkembang dalam hal ekspor jasa-jasakomersial.Potensi Cadangan Devisa Aktratifnya potensi ekonomi Asia juga dapat dilihat dari semakinbesarnya potensi cadangan devisa negara dagang Asia yang perannya tergolongmenonjol, termasuk negara-negara anggota ASEAN. Akumulasi cadangandevisa ke tiga belas negara dagang dari Asia ini (terdiri dari Jepang, China,Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, India, Singapura, Malaysia, Thailand,Indonesia, Filipina, Pakistan, dan Banglades), besarnya telah mencapai 1,908triliun dolar AS pada akhir 2003. Tahun 2002 nilai cadangan devisa negara dagang Asia ini tercatat sebesar1,435 triliun dolar AS. Dengan demikian, jika dibanding dengan tahun 2002,terjadi kenaikan yang mengesankan, yakni sekitar 33 %. Cadangan devisa Asiadiperkirakan akan terus mengalami peningkatan, karena pada akhir Maret 2004saja jumlahnya sudah mencapai 2,156 triliun dolar AS. Ini berarti kenaikan 13 %atau hampir 250 miliar dolar AS. Bandingkan dengan total cadangan devisa yangdikuasai oleh bank sentral seluruh negara di kawasan zona euro yang jumlahnyahanya mencapai 173,5 miliar euro atau setara dengan 210 miliar dolar AS. Menurut konsultan keuangan JP Morgan, dengan cadangan devisasebesar lebih dari dua triliun dolar (lihat tabel), negara kampiun dagang Asia initelah menguasai hampir sekitar sekitar 70 % dari cadangan devisa global.Menurut Bloomberg, total cadangan devisa global per April 2004 diperkirakanmencapai sekitar 3,251 triliun dolar AS. Ini sungguh capaian prestasi yang luar
  7. 7. 7biasa mengingat negara adikuasa seperti AS sekalipun justru sedang mengalamidefisit yang parah dalam neraca perdagangannya. Ironisnya, besarnya porsicadangan devisa yang di kuasai oleh negara Asia (yang sebagian besar dalambentuk dolar AS itu) juga mengindikasikan semakin lemahnya daya kontrolpemerintah AS terhadap perkembangan nilai mata uangnya sendiri. Negara Asia yang paling besar memiliki cadangan devisa adalah Jepangyang pada akhir tahun 2003 cadangan devisanya mencapai 673,5 miliar dolar ASdan terus meningkat menjadi 826,6 miliar dolar AS pada akhir Maret 2004. Diperingkat terbesar kedua adalah China dengan cadangan devisa sebanyak 403,3miliar dolar AS pada akhir 2003 dan terus meningkat menjadi 439,8 miliar dolarpada akhir Maret 2004. Di peringkat ketiga adalah Taiwan dengan cadangandevisa pada akhir Maret 2004 mencapai 226,5 miliar dolar AS, menyusul KoreaSelatan sebesar 163,6 miliar dolar, Hongkong 123,8 miliar dolar, dan Indiasebesar 110,3 miliar dolar. Negara anggota ASEAN yang memiliki cadangan devisa diatas 100 miliardolar adalah Singapura dengan jumlah cadangan devisa tercatat sebesar 102,7pada akhir Maret 2004. Negara-negara ASEAN lainnya masih memilikicadangan devisa dibawah 100 juta, antara lain berturut-turut Malaysia sebesar51,3 miliar dolar pada akhir maret 2004, menyusul Thailand sebesar 42,4 miliardolar, Indonesia sebesar 37,4 miliar dolar, dan Filipina sebesar 16,3 miliar dolar. Kuatnya akumulasi cadangan devisa negara dagang Asia ini didorongoleh hasrat yang menggebu-gebu untuk membendung penguatan mata uangnyaterhadap terhadap dolar AS, terutama dalam rangka melindungi daya saingproduk ekspor mereka. Selain itu, juga didasari pada adanya keinginan untukmembentengi diri dari kemungkinan terjadinya external shock di masamendatang seperti yang sempat terjadi pada saat krisis finansial melanda Asia
  8. 8. 8pada 1997, akibat meledaknya aksi spekulasi yang dilakukan oleh para spekulanuang. Dengan cadangan devisa yang besar fundamental ekonomi menjadi lebihkuat, tersedia dana yang cukup bagi otoritas moneter untuk melakukanstabilisasi pasar uang, bila aksi spekulasi yang berpotensi menimbulkan gejolakmeneter terjadi. Semakin besar cadangan devisa, stabilitas moneter danperekonomian pada umumnya semakin mantap dan tidak mudah digoyang olehpara spekulan. Kiat melakukan stabilitasi pasar tampaknya bukan hanya denganmelakukan intervensi pasar dengan melepas cadangan devisa bila gejolak dipasar uang yang signifikan terjadi, sampai nilai tukar kembali stabil. Kiat yangunik, misalnya, dilakukan oleh China dalam memanfaatkan potensi cadangandevisanya untuk menjaga stabilitas nilai mata uang yuannya. China tidakmenyimpan seluruh cadangan devisanya di negerinya. melainkanmenanamkan sejumlah besar cadangan devisanya ke dalam bentuk dolar AS dansurat berharga yang diterbitkan pemerintah AS. Jika ada spekulan menggoyang mata uangnya (seperti yang pernahdilakukan spekulan kelas dunia George Soros terhadap sejumlah mata uangnegara-negara di kawasan Asia Tenggara pada 1997) dan berhasil mengguncangperekonomian China, bukan tidak mungkin China terpaksa harus melepassecara besar-besaran surat berharga pemerintah AS yang dipegangnya. Bila initerjadi, nilai surat berharga pemerintah AS dan bahkan pasar saham dan obligasidi AS pasti akan guncang. Oleh karena itu, mau tidak mau AS dengan berbagaicara juga harus berusaha mencegah kemungkinan terjadinya aksi spekulasinekat yang menyerang mata uang China. Dengan kiat yang cerdik ini Chinasecara tak langsung menggunakan otoritas moneter AS untuk turut menjagastabilitas moneternya sehingga negeri itu masih tetap aman dari seranganspekulan.
  9. 9. 9 Bagi China yang mematok mata uang yuannya terhadap dolar AS,cadangan devisa yang besar amat diperlukan untuk mengawal nilai patokan ituagar dapat tetap bertahan pada posisi patokannya. Bila ada aksi spekulanmuncul untuk menggoyang nilai patokan yuan, dengan menimbulkanpermintaan akan dolar AS dalam jumlah yang amat besar, otoritas moneterChina harus terus menerus mampu memasok dolar setara dengan permintaanpasar yang spekulatif tersebut, guna meredam gejolak permintaan pasar akandolar AS, sampai permintaan hasil rekayasa spekulan itu berhenti mencobamenggoreng yuan. Spekulan tentunya akan berfikir dua kali untuk menyerangyuan karena harus berhadapan dengan cadangan “amunisi” (devisa) Chinayang begitu besar. Cadangan devisa Asia yang besarnya menembus level 2 triliun dolar sejakJanuari 2004 itu telah membuat resah para pemimpin negara-negara maju.Pimpinan Bank Sentral AS (Federal Reserve), Alan Greenspan, misalnya,termasuk yang gelisah dan mengkhawatirkan adanya risiko yang tinggi dibalikakumulasi cadangan devisa Asia yang besarnya luar biasa tersebut. Greenspandidukung para analis lainnya mengingatkan cadangan devisa yang begitu besardi tangan negara dagang Asia tersebut bisa mengancam pemulihan ekonomi ASyang masih rapuh dan berpotensi pula mengancam stabilitas keuangan dunia. Menurut laporan Bank Pembangunan Asia (Asian DevelopmentBank/ADB), lonjakan cadangan devisa Asia yang sampai tiga kali lipat jikadibanding dengan kondisi tujuh tahun yang lampau itu, sebagian besar dalambentuk dolar AS yang merupakan mata uang resmi negara adi kuasa itu,sekaligus merupakan mata uang yang paling konvertibel di dunia, maka kondisicadangan devisa negara dagang Asia ini akan sangat terpaut dengan stabilitasmata uang negeri Paman Sam itu dan juga stabilitas keuangan global.
  10. 10. 10 Bila negara Asia tersebut semakin berhasrat tinggi untuk mengakumulasitimbunan dolar AS nya, dikhawatirkan akan semakin memperlebarketidakseimbangan keuangan global, antara lain ditandai dengan semakinmeningkatnya defisit kembar (neraca perdagangan dan anggaran) pemerintahAS. Pembelian dolar AS oleh bank-bank sentral Asia tersebut memang akanmembuat nilai tukar dolar tetap kuat, tetapi di sisi lain mata uang negara-negaraAsia tersebut akan menjadi semakin undervalued terhadap dolar AS. Akibatnya, produk ekspor AS semakin tidak kompetitif. Sebaliknya,negara-negara Asia produk ekspor semakin kompetitif di pasar dunia karenamenjadi semakin “murah” (in terms of dolar) dibanding dengan produk serupadari AS, Eropa dan negara maju lainnya yang mengaitkan nilai tukarnyaterhadap perkembangan nilai dolar AS dan sekeranjang mata uang global, yangjuga ujung-ujungnya terkait juga dengan perkembangan nilai dolar AS di pasaruang dunia. Ini akan membuat defisit perdagangan AS dimana menjelang medio2004 ini nilainya sudah menjadi begitu besar, mencapai 553 miliar dolar AS.Defisit terbesar terjadi dalam perdagangan bilateral AS dengan China dimanasurplus yang berhasil digaet China nilainya sudah melebih 100 miliar dolar AS.Sebaliknya perolehan devisa yang mengalir ke negara-negara Asia tersebutsemakin membuat cadangan devisa negera-negara Asia tersebut semakinmenguat dan mantap. Besarnya cadangan devisa Asia juga membuat para analis di negara majuberupaya mengingatkan potensi bahaya dibalik cadangan devisa Asia yangbesarnya diperkirakan sudah mencapai level yang “menakutkan” . Potensibahaya ini mengancam negara Asia sendiri, selaku penimbun cadangan devisayang masif itu. cadangan devisa yang berskala besar ini menimbulkan dilemmabagi negara dagang Asia. Di satu sisi, memelihara cadangan dolar AS yang besar
  11. 11. 11dirasakan memberikan rasa aman bagi stabilitas moneter negara yangbersangkutan, namun di lain pihak, jika nilai dolar AS jatuh di pasar uang dunia,bisa dibayangkan betapa besarnya kerugian yang akan dialami oleh negara-negara Asia tersebut, terutama mengingat sebagian besar cadangan devisamereka disimpan dalam bentuk dolar AS atau surat berharga AS. Di sisi lain,melepas dolar AS guna mengurangi ketergantungan cadangan devisa merekaterhadap dolar AS, juga tidak dapat dilakukan dalam jumlah besar, apalagisecara serentak karena bisa membuat dolar AS kolaps yang pada gilirannyamenimbulkan kerugian besar bagi negara Asia juga.
  12. 12. 12 Bab.2. Perkembangan Kerjasama ASEAN dan Asia Timur Negara anggota senior ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailandumumnya sudah menunjukkan tanda-tanda ke arah pemulihan ekonomi, daridampak krisis moneter yang melanda Asia pada 1998. Kecuali Indonesia danFilipina tampaknya masih harus berkutat dengan masalah internalnya,khususnya menyangkut lambannya proses restrukturisasi perbankan danperusahaan yang menyebabkan lambannya pemulihan sektor riil dan lemahnyafaktor keamanan yang belum mampu memberikan jaminan keamanansepenuhnya bagi para para investor asing sehingga mereka masih enggan masukke negeri ini. Namun dari segi capaian pertumbuhan ekonomi, Indonesia sudahmenunjukkan perbaikan yang cukup lumayan disertai dengan capaian stabilitasekonomi yang cukup mantap. Hanya saja capaian pertumbuhan yang masihdibawah 5 % itu tidak banyak berperan dalam menanggulangi masalahpengangguran yang jumlah totalnya sudah mencapai 45 juta orang. Untukmengatasi masalah penggangguran massal Indonesia membutuhkan capaianpertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Setidaknya 7 % per tahun. Dalamtahun-tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan negara ASEANlainnya tampaknya akan banyak tertolong oleh dinamika pertumbuhan ekonomidi kawasan Asia Timur yang bukan saja menunjukkan tanda-tanda pemulihan,bahkan kebangkitan kembali emapt Macan Asia, pemulihan Jepang dankebangkitan raksasa ekonomi baru. Siapa lagi kalau bukan China.
  13. 13. 13 Perekonomian ASEAN di awal millennium baru ini terus berkembangsecara dinamis. Ekspor ternyata menjadi motor penggerak pertumbuhanekonomi bagi sebagian besar negara anggota ASEAN. Menurut BankPembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), pada tahun 2004pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur mencapai sekitar 5,7 %. Suatupeningkatan yang sangat berarti dibanding dengan capaian pertumbuhan tahun2003 yang tecatat sebesar 4,6 %. Untuk tahun 2005, pertumbuhan diprediksikansedikit menurun menjadi 5,4 %. Penurunan pertumbuhan kawasan Asia Timurini diperkirakan dipengaruhi oleh melambatnya laju pertumbuhan ekonomi diChina akibat kebijakan yang diambil pemerintah China untuk mengurangipertumbuhan ekonominya guna mencegah perekonomiannya jatuh ke dalambahaya overheating akibat investasi yang berlebihan (overinvestment). Sebagaimana diketahui, China kini bersama Jepang sudah berperanpenting sebagai motor pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur. Olehkarena itu, melambatnya pertumbuhan ekonomi China ini diperkirakan akancukup berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan AsiaTimur yang pada dasarnya merupakan negara anggota ASEAN Plus Tiga(Korsel, Jepang dan China). Pengaruh China memang cukup signifikan. DataBank Dunia menyebutkan ekspor manufaktur Asia ke China meningkat 40 %pada 2003. Perdagangan intra Asia juga meningkat memberikan kontribusihingga 70 % dalam pertumbuhan ekonomi di Asia, terutama sejak 2000. Olehkarenanya, bila pertumbuhan ekonomi China melambat, pengaruhnya cukupsignifikan dalam ekspor negara-negara ASEAN. Bagaimana perkembangan dinamika ekonomi ASEAN ? Vietnammerupakan negara anggota ASEAN yang mencapai pertumbuhan ekonomiyang cukup spektakuler pada 2004, yakni sebesar 7,5 % dan diprediksikan terusmeningkat menjadi 7,6 % pada 2005. Mesin pendorong pertumbuhan ekonomi
  14. 14. 14Vietnam yang cukup mengesankan itu adalah permintaan domestik,pertumbuhan ekspor yang terus meningkat dan masuknya aliran dana investasiasing. Selain China, Vietnam memang merupakan negara d kawasan Asia Timuryang sukses dalam menarik investasi asing, yang amat dibutuhkan untukmenciptakan laju pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga lapangan pekerjaan dinegeri itu. Namun Vietnam masih dibayang-bayangi sejumlah masalah yangberpotensi mengancam pertumbuhan ekonominya, seperti peningkatan defisitperdagangan dan deficit fiskal, serta kemungkinan munculnya kembali seranganwabah sindroma pernafasan akut (SARS), flu burung dan ancaman penyakitakibat virus yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh manusia (AIDS). Thailand merupakan negara anggota ASEAN yang juga menikmatipertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada 2004 yakni sebesar 7,2 %.Namun pada 2005 diprediksi menurun menjadi 6,2 %. Penyebabnya didugadipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi China dan masalahgangguan keamanan yang melanda negeri ini. Faktor pendorong pertumbuhanekonomi di Thailand ini adalah kinerja ekspornya yang terus meningkat dananggaran belanja pemerintah yang berperan sebagai stimulus perekonomian,terlebih dalam tahun 2005 akan diselenggarakan Pemilu yang membutuhkanpengucuran anggaran yang cukup besar. Masalah keamanan yang melanda Thailand Selatan yang mayoritaspenduduknya beragama Islam dan berbatasan dengan Malaysia, berpotensimenggangu kelancaran pertumbuhan ekonomi. Gangguan keamanan akibat aksikelompok separatis di daerah ini dapat mempengaruhi citra Thailand sebagainegeri yang mengandalkan pemasaran pariwisatanya sebagai salah satu sumberpemasukan devisa negara. Selama ini pemerintah Thailand selalu meyakinkanpublik dunia bahwa negeri itu merupakan tujuan wisata dunia yang mempesonadan keamanannya cukup terjamin. Di Thailand tidak ada ancaman terorisme.
  15. 15. 15Keamanan turis dan warga negara asing pasti terjamin. Namun serangan-serangan sporadis yang dilakukan kelompok militan di wilayah Selatan negeriini telah membuat pemerintah Thailand harus mengkoreksi pernyataannya.Gangguan keamanan ini pada gilirannya juga berpotensi mengganggukelancaran kegiatan ekonomi negeri Gajah ini, khususnya perekonomian dipropinsi-propinsi yang berbatasan dengan Malaysia. Indonesia mengalami kenaikan dalam pertumbuhan ekonomi dari 4,1 %tahun 2003 menjadi 4,5 % pada 2004. Capaian stabilitas ekonomi, dan peranankonsumsi masyarakat merupakan pendukung utama bagi kenaikanpertumbuhan ekonomi di Indonesia. Walaupun tidak sebesar peranan konsumsimasyarakat,, ekspor juga turut berperan sebagai pendorong pertumbuhanekonomi. Pertumbuhan ekspor menyebabkan bergeraknya sektor produksi.Namun kebanyakan industri di Indonesia masih bekerja dibawah kapasitas yangada. Oleh karena itu, ekspor harus digenjot lagi lebih optimal. Untuk itudiperlukan investasi tambahan, atau setidaknya tambahan modal kerja. Sayangnya sektor perbankan masih belum optimal menjalankan fungsiintermediasinya, antara lain karena masih dibayangi trauma timbunan kreditmacet masa di lampau, khususnya di sector property, yang menjadi salah satupenyebab timbulnya krisis ekonomi yang berkepanjangan. Perbankan menjadicenderung konservatif, tidak berani mengambil resiko penyaluran kredit dalamjumlah besar dan cenderung memilih menanamkan ekses dananya ke dalamSertifikat Bank Indonesia (SBI) atau obligasi negara. Selain itu suku bunga kreditmasih tinggi, kendati suku bunga SBI sudah turun dibawah 10 %. Akibatnyapemulihan sektor riil berjalan lambat. Sementara di sisi lain, pemerintah harusterus menyediakan anggaran untuk membayar bunga obligasi perbankan. Inimerupakan biaya stabilisasi perekonomian yang tidak kecil.
  16. 16. 16 Sama dengan Thailand, Indonesia juga masih disibukkan dengan masalahkeamanan.sehubungan dengan merebaknya kasus terorisme yang tampak dalamrangkaian peledakan bom. Mulai dari bom malam Natal, bom Bali sampai bomdi Hotel Marriot Jakarta, gangguan keamanan di sejumlah daerah seperti konflikdengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), konflik bernuansa SARA di Maluku danPoso, ancaman ganggguan keamanan di Papua akibat aksi kelompok masyarakatlocal yang menuntut Papua merdeka, serta situasi sosial politik yang menurutkaca mata orang asing masih belum sepenuhnya stabil, membuat para investorasing masih enggan menanamkan modalnya di wilayah Nusantara. Padahal,investasi merupakan kunci utama dalam penciptaan lapangan kerja gunamengatasi masalah pengangguran massal di negeri ini. Selain itu, menurutADB, tata laksana yang kurang baik (poor governance) dan penerapan otonomidaerah yang kebablasan telah menimbulkan problem tersendiri bagi investoryang akan menanamkan modalnya di daerah sehingga menyurutkan langkahmereka dalam merealisasikan rencana investasinya. Anggota senior ASEAN lainnya, Malaysia, juga mencatat pertumbuhanekonomi yang cukup meyakinkan, sebesar 5,8 % pada 2004 dan diprediksisedikit menurun menjadi 5,6 % pada 2005. Mesin pendorong utamapertumbuhan ekonomi negeri jiran ini adalah pertumbuhan ekspor yang terusmeningkat dan dorongan konsumsi masyarakat. Perlambatan pertumbuhanekonomi China akan mempengaruhi sebagian perekonomian Malaysia, terutamakegiatan ekonomi yang terkait dengan kinerja ekspor Malaysia. Suksesikepemimpinan nasional Malaysia dari mantan PM Mahathir Mohamad ketangan PM Badawi tampaknya menjanjikan prospek stabilitas dan pertumbuhanekonomi yang lebih baik bagi Malaysia. Pertumbuhan ekonomi Filipina yang pada 2004 dan 2005. mencapai 4,5 %pada 2003, mengalami peningkatan menjadi sekitar 4,5 – 5,5 % pada 2004 dan
  17. 17. 172005. Pendorong pertumbuhan ekonomi Filipina adalah konsumsi masyarakatyang tinggi, membaiknya kinerja ekspor, terutama ekspor barang elektronikyang merupakan ekspor utama negeri ini. Selain itu Filipina terkenal denganekspor jasa tenaga kerjanya, yang umumnya sudah trampil karena mendapatkanbimbingan dan pelatihan yang cukup sebelum di berangkatkan ke negaratempatnya bekerja. Pemerintah Filipina amat bangga terhadap peran parapekerja penghasil devisa ini dan selalu berusaha mengakomodasi setiapkebutuhan mereka dan secara aktif membela tenaga kerja Filipina yangmenghadapi masalah di luar negeri. Di bidang ini Filipina patut diacungkanjempol. Namun Filipina masih diliputi kendala dalam kondisi fiskal.Pemerintahnya harus berupaya menjaga deficit anggaran pada level 4,2 persendari PDB. Filipina sejarah ekonominya memang ironis. Ketika Manila terpilihsebagai markas PDB pada tahun 1966, Filipina sudah merupakan negara terkayakedua di Asia setelah Jepang. Sebagai perbandingannya, saat itu Korsel masihmerupakan negara peminjam terbesar di Asia. Empat dekade sesudah itu, nasibkedua negara itu ternyata menjadi terbalik. Filipina menjadi salah satu negaratermiskin di Asia dan Korsel menjadi negara pemberi pinjaman dan salahdonator terbesar dalam ADB. Dewasa ini Korsel mengkontribusikan danasekitar 113 juta dolar AS untuk membiaya program pemberantasan kemiskinanADB. Berbeda dengan Korsel yang mengalami surplus dana. Filipina kinimengalami defisit anggaran pemerintah yang relatif besar akibat beban utangyang begitu besar. Sekitar dua pertiga dari anggaran pemerintah digunakanuntuk membayar bunga utang pemerintah, belum termasuk cicilan pokoknya.Upaya pemerintah untuk menutupi defisit anggaran membuat suku bungabertahan pada posisi yang relatif tinggi dan menjadi hambatan bagi investasiswasta.
  18. 18. 18 Filipina memang masih kurang berhasil menggaet investasi asing yangmerupakan unsur pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi. Filipina masihsibuk mengatasi ancaman gangguan keamanan akibat aksi kelompok separatisdi Mindanao dan Moro serta penculikan warga asing yang dilakukan kelompokteroris Abu Sayaf. Selain itu, Filipina tidak memiliki infrastruktur yangmemadai, bahkan kini tergolong sebagai salah satu negara Asia yang palingburuk kondisi infrastrukturnya. Padahal infrastruktur perekonomian amatdibutuhkan untuk menopang investasi swasta. Faktor lain yang menghambatmasuknya aliran investasi dari luar adalah tingginya utang luar negeri Filipinayang sudah mencapai sekitar 100 miliar dolar AS. Semakin tinggi utang luarnegeri suatu negara, semakin sulit perolehan tambahan pinjamannya. Padahalproyek investasi tidak seluruhnya dibiayai dengan pasokan modal investor,melainkan juga ditopang dengan kredit perbankan. Korupsi yang masih diFilipina juga merupakan salah satu penghambat investasi yang potensial.Mentalitas dan budaya korupsi membuat pelayanan publik pada umumnya danpenyelesaian perizinan pada khususnya, menjadi buruk, dan pada gilirannyamemunculkan ekonomi biaya tinggi yang membebani investor. Anggota ASEAN lainnya, Kamboja, kinerja ekspornya dan produksimanufakturnya sudah membaik. Selain itu Kamboja juga menikmatipertumbuhan dari sektor pariwisatanya dan sektor konstruksi. Semua inimemungkinkan Kamboja menjangkau pertumbuhan sekitar 5,4 % pada tahun2004 dan 2005. Sedang Laos menikmati pertumbuhan yang cukup meyakinkansekitar 6 % pada 2004 dan terus sedikit meningkat menjadi 6,2 % pada 2005. Initerutama didorong oleh peningkatan kinerja ekspornya, terutama ekspor kenegara mitra dagang utamanya, seperti Thailand, Vietnam dan China.Korelasi Asia Timur Dengan ASEAN
  19. 19. 19 Pertumbuhan kawasan Asia Timur belakangan ini semakin menarikperhatian dunia. Negara-negara industri baru, atau dikenal sebagai empatMacan Asia, Korsel, Taiwan, Hongkong dan Taiwan tampaknya sudahmengalami pemulihan dari terjangan krisis ekonomi yang melanda Asia. Keempat Macan Asia ini sudah bangkit kembali dan kini mulai menunjukkankinerjanya yang cukup memukau dengan pertumbuhan ekonomi yangmengalami lonjakan berarti. Korsel pertumbuhan ekonominya yang pada 2003 tercatat sebesar 3,0 %dan diprediksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 5,1 %pada 2004. Taiwan pertumbuhan ekonominya juga lumayan. Meningkat dari3,3 % pada 2003 menjadi 4,3 % pada 2004. Hongkong meningkat cukupsignifikan dari 2,9 % pada 2003 menjadi 5,1 % pada 2004. Sementara Singapurajuga menunjukan lonjakan yang berarti dalam pertumbuhan ekonominya, dari1,1 % pada 2003 menjadi 4,2 % pada 2004. Kebangkitan kembali empat MacanAsia ini diperkirakan akan menandai kebangkitan kembali ekonomi Asia Timuryang pada 1990an kepesatan kemajuan ekonominya sangat memukau dunia.Terlebih lagi di Aia Timur kini sudah terdapat dua motor penggerakpertumbuhan ekonomi kawasan yang sedang terus bertumbuh ini. Kalau dalamdekade lalu motornya baru Jepang, kini bertambah dengan China yangpertumbuhannya sangat spektakuler dan mengesankan. Yang menarik untuk disimak, hubungan antara ASEAN atau negara-negara di Asia Timur dengan kawasan Asia Timur sendiri semakin meningkat.Bahkan menurut hasil observasi Direktur Institut Pengkajian Kebijakan FiskalKementerian Keuangan Thailand, Dr Kanit Sangsubhan, ketergantungannegara-negara Asia Timur terhadap kawasan lain relatif menurun. Memang,sebelum datangnya krisis moneter, negara-negara Asia Timur masih sangattergantung kepada kawasan lain, semisal Amerika Serikat dan Eropa. Hubunganmana mempengaruhi tingkat pertumbuhan PDB mereka. Namun pada pasca
  20. 20. 20krisis, tampaknya semakin lebih tergantung kepada sesama negara di AsiaTimur. Ini ditandai dengan pertumbuhan PDB sesama negara Asia Timur yangternyata lebih berkorelasi diantara mereka ketimbang dengan AS atau Eropa.Untuk jelasnya dapat dilihat dari tinggi rendahnya koofesien korelasi tingkatpertumbuhan PDB riil antar negara Asia Timur dengan AS atau Eropa. Angkakoefesien dibawah 0,25 berarti hubungan antar negara sudah terpisah, 50 relatifmoderat dan diatas 0,75 berarti hubungan sangat erat. Angka koefesien korelasipertumbuhan PDB Asia Timur dengan AS hanya sekitar 0,13, sementara antaraAsia Timur dengan Eropa sekitar 0,09. sedangkan dengan Jepang yangmerupakan sesama negara Asia Timur koofesien lebih tinggi yakni 0,44. Angka koofesien korelasi negara anggota senior ASEAN dengan AsiaTimur sangat kuat. Korelasi Indonesia dengan Asia Timur 0,84, Malaysia 0,97,Filipina 0,85, Singapura 0,76 dan Thailand 0,90. Ini mengindikasikan hubungan(pertumbuhan ekonomi) antar Asia Timur (khususnya ASEAN) dengan AS danEropa semakin mengecil. Sebaliknya dengan sesama Asia Timur sangat kuat.Diperkirakan dalam jangka panjang hubungan ekonomi ASEAN akan kianmenguat dengan Asia Timur, ketimbang dengan AS dan Eropa. Selain itu, data perdagangan luar negeri yang ada juga mengindikasikanhubungan perdagangan di antara negara-negara Asia Timur menjadi semakinmeningkat dibanding denga sebelumnya. Nilai ekspor sembilan negara AsiaTimur (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, China, Hongkong,Korsel, Taiwan) ke kawasan Asia Timur mencapai 51 %, sementara ekspor ke ASsekitar 17 %, Eropa 15 %, Jepang 9 % dan negara lainnya 8 %. Sedang impornyadari kawasan Asia Timur mencapai 63 %., dari AS 10 %, Eropa 6 %, Jepang 11 %,negara-negara lainnya 10 %.
  21. 21. 21 Bab. 3 Mencermati Prospek KTT Asia Timur Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 10 ASEAN yang diselenggarakanpararel dengan KTT ASEAN Plus Tiga (China, Jepang dan Korsel), di Vientiane,Laos pada bulan November 2004 telah menghasilkan kesepakatan yang cukupmengejutkan, yakni disepakatinya penyelenggaraan KTT Asia Timur (East AsianSummit/EAS) yang pertama pada tahun 2005 bertempat di Kuala Lumpur,Malaysia. Keputusan ini sempat agak membingungkan banyak kalangan,mengingat ASEAN sudah memiliki kerjasama dengan tiga negara yang menjadipilar utama ekonomi di Asia Timur tersebut. Ketiga negara motor pertumbuhanekonomi kawasan ini sudah menjadi mitra dialog ASEAN yang aktif di mejaperundingan guna menggalang kerjasama ekonomi regional dalam kerangkaASEAN Plus Tiga. Selama ini, KTT ASEAN Plus Tiga juga sudah berjalandengan lancar, sehingga mengusik timbulnya pertanyaan, ada apa denganrencana pelaksanaan KTT Asia Timur yang terkesan muncul secara mendadakini. Gagasan perlunya pengembangan Masyarakat Ekonomi Asia Timur (EastAsian Economic Community/EAC) sebenarnya sudah lama muncul. Mulanyadikemukakan oleh Mahathir Mohamad, pada 1991. Mahathir yang pada waktuitu masih menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia mengusulkan pembentukanEast Asian Economic Group yang belakangan berkembang menjadi East AsiaEconomi Caucus (EAEC). Mantan orang nomor satu di Malaysia ini mencobamendorong terbentuknya kerjasama ekonomi regional di kawasan AsiaTenggara yang diperluas, bukan hanya mencakup negara-negara ASEAN,melainkan juga mencakup negara-negara di kawasan Asia Timur, seperti Jepang,Korsel dan China, sehingga menjadi satu kekuatan ekonomi yang tangguh dikawasan Asia Timur. Upaya ini diperlukan untuk meningkatkan kekuatan
  22. 22. 22ekonomi kawasan itu dalam menghadapi tekanan persaingan dari blok ekonomiEropa dan Amerika. Namun gagasan ini tidak terealisir karena tidak mendapatdukungan dari Amerika Serikat, yang khawatir bila gagasan itu jadi terbentuk,akan melemahkan kelangsungan forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik(APEC). Selain itu, Jepang menyatakan tidak bersedia begragung jika AS tidakdiajak serta. Mahathir menyatakan, tidak diajaknya AS karena negara itu bukantermasuk negara Asia Timur. Namun upaya Mahathir membentuk EAEC tidakkesampaian juga karena Jepang (belakangan juga Korsel) tetap bersikukuh padasikapnya, tidak akan bergabung jika AS tidak diikutsertakan. Pada KTT ASEAN 2004 di Laos itu, PM Malaysia, Abdullah AhmadBadawi, pengganti Mahathir yang lengser pada 22 Oktober 2003 itu, ternyatakembali memunculkan gagasan itu dan mendesak diwujudkannnya kerjasamaekonomi Asia Timur. Anggota senior ASEAN lainnya, Singapura, ternyata jugamengambil sikap mendukung, bahkan mengusulkan perluasan cakupankerjasama itu dengan memasukkan India kedalam penggalangan kerjasamaekonomi Asia Timur. Di sisi lain, pihak India juga sebelum itu juga menyatakansiap bergabung dalam kerjasama ekonomi Asia Timur, guna mengalangkekuatan “Asia Bersatu” dalam menghadapi persaingan dengan blok Uni Eropa.PM India Manmohan Sing dalam KTT Bisnis India-ASEAN 2004 mengusulkanpembentukan kelompok Masyarakat Asia yang juga mencakup Asia Timur Laut,khususnya India. Menurut Singh waktu perwujudannya semakin mendesak.India, menurut paparan Singh, telah menerapkan kebijakan luar negeri “Lihat keTimur” karena yakin pada visi satu abad Asia. Millennium baru ini diyakinimerupakan abad Asia, dimana Asia dapat bertumbuh dengan pesat melebihpertumbuhan kawasan dunia lainnya. Pemerintah India telah berusahamembawa hubungan India-ASEAN ke tingkat yang lebih tinggi, ke posisidimana kita dapat memimpikan suatu Masyarakat Asia yang maju dan makmur,yang mencakup ASEAN 10, China, Jepang, Korea dan India.
  23. 23. 23 Singh menyatakan, pembentukan Masyarakat Asia akan menghasilkanenerji yang dahsyat. Satu diantaranya terlihat dalam visi pasar terintegrasi yangrentang jaraknya meliputi Pegunungan Himalaya sampai ke Lautan Pasifik.Kawasan yang luas ini bisa dihubungkan dengan jalan raya, jaringan kereta api,serta perairan dengan tranportasi laut yang efisien. Blok ekonomi Asia ini akanmeliputi separuh dari populasi penduduk dunia dan akan menguasai cadangandevisa yang melimpah dan lebih besar dibanding dengan cadangan devisa UniEropa maupun NAFTA. Yang cukup mengherankan adalah sikap para pemimpin negara AsiaTimur (China, Jepang dan Korsel) dalam KTT Laos. Para petinggi negeri ituternyata sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama ekonomi di kawasan AsiaTimur bersama ASEAN, guna dalam jangka panjang, menggalang pembentukankerjasama ekonomi dalam konteks Asia bersatu. Untuk itulah, maka dipandangperlu pelaksanaan KTT Asia Timur. Padahal, selama ini pemimpin ketiganegara Asia Timur itu cenderung menggalang kerjasama dengan ASEAN (dalamkonteks kerjasama regional ASEAN Plus Tiga), namun pelaksanaannya secarabilateral. Dalam mewujudkan kawasan perdagangan bebas (Free TradeArea/FTA), misalnya, mereka cenderung memilih dilakukan secara bilateraldengan ASEAN, sehingga di kawasan Asia Timur (dalam konteks ASEAN PlusTiga) terdapat tiga FTA, yakni ASEAN-China FTA, ASEAN-Jepang FTA danASEAN Korea Selatan FTA. Sedang dalam konteks KTT Asia Timur, ketiga FTAini tampaknya ingin dijadikan satu, menjadi kawasan perdagangan bebas AsiaTimur yang mencakup 10 negara ASEAN, dengan China, Jepang dan Korsel . Dalam KTT Laos tersebut, para petinggi Asia menyerukan agarperekonomian kawasan itu diintegrasikan lebih dalam, untuk bisa menjadikanAsia sebagai kelompok yang kuat, sejajar dengan blok ekonomi Uni Eropa danAmerika Utara. Dalam talian ini, menurut Presiden Filipina, Gloria Macapagal
  24. 24. 24Arroyo, negara anggota ASEAN harus lebih dahulu mendorong terwujudnyaintegrasi ekonomi ASEAN, baru kemudian diikuti dengan proses integrasiekonomi dengan China, Jepang, Korea Selatan dan India. Menurut Arroyolangkah strategis ini akan menghasilkan suatu blok ekonomi yang kuat di masadepan. Posisi tawar yang lebih kuat ini amat diperlukan dalam perundingandengan Uni Eropa, Amerika Serikat serta Blok Perdagangan Amerika Utara(NAFTA) maupun dengan kekuatan ekonomi dunia lainnya. Kita memilikikemampuan untuk membentuk blok ekonomi yang besar ini. Namun, ASEANharus lebih dahulu melakukan percepatan liberalisasi perdagangan lewatimplementasi AFTA. Penundaan liberalisasi hanya akan membuat kawasan Asiakurang kompetitif. Alasan semacam inilah tampaknya yang melatar belakangidiambilnya kesepakatan dalam KTT Laos itu untuk mempercepat integrasi 11sektor industri ASEAN dari semula tahun 2010, menjadi tahun 2007. Yang paling bersemangat untuk mewujudkan Komunitas Ekonomi AsiaTimur tampaknya Malaysia dan Singapura. Selepas KTT Laos, di Kuala Lumpurpada bulan Desember 2004 diselenggarakan pertemuan para tokoh Asia dalamrangka membahas lebih lanjut rencana pelaksanaan KTT Asia Timur 2005 diKuala Lumpur. Hadir dalam pertemuan itu antara lain PM Malaysia, Badawi,Mahathir Mohamad dan mantan Presiden Korsel, Kim Dae Jung. Padakesempatan itu, Mahathir menyatakan KTT Asia Timur harus segera berjalanyang melibatkan pihak China, Korsel dan Jepang. Australia dan Selandia Barutidak perlu diikutkan, karena menurut Mahathir kedua negara itu secara etnisbukan Asia, melainkan keturunan Eropa, dan tidak mau melepaskan sikaphostile pada Asia. Dalam pada itu, PM Malaysia, Ahmad Badawi menyatakan, KTT AsiaTimur merupakan langkah penting untuk mendorong lahirnya kawasanperdagangan bebas Asia Timur dan meningkatkan kemakmuran dan keamananbagi lebih dari dua miliar penduduk Asia Timur. Pada 2004 saja PDB Asia Timur
  25. 25. 25melebihi 6 triliun dolar AS. Bisa dibayangkan betapa besarnya kemakmuranyang bakal dihasilkan jika kekuatan ekonomi Asia Timur bersatu. MenurutBadawi, KTT Asia Timur harus menghasilkan hal-hal yang kongkrit, bukansekedar simbol politik bagi Komunitas Asia Timur. Ada enam topik strategikyang akan dibahas dalam KTT Asia Timur 2005 itu, yakni topik perjanjiankerjasama regional, kawasan perdagangan bebas Asia Timur (East Asian FreeTrade Area/FTA), pembentukan wadah kerjasama moneter dan keuangan, zonakerjasama dan persahabatan untuk mencegah munculnya perlombaan senjata,pengembangan jaringan transportasi dan komunikasi, serta wadah bagipeluncuran deklarasi hak asasi manusia. Dengan demikian sudah arah atau rutemenuju pelaksanaan KTT Asia Timur. Kita harus menyusun strategi melakukanlompatan ke depan dan menciptakan kawasan perdagangan bebas yangmenghasilkan sebuah Asia Timur yang makmur dan stabil serta memberikankontribusi yang besar bagi perdamaian dan kemakmuran dunia. Memang,masalah Korea Utara, aksi saling klaim untuk menguasai kawasan Laut ChinaSelatan, masalah terorisme regional, serta sejumlah persoalan internal AsiaTimur berpotensi menjadi penghalang terbentuknya Komunitas Asia Timur.Namun Badawi tetap optimis, dan oleh karenanya kendala itu harus segeradiatasi. Sebelum KTT Laos yang menghasilkan rencana pelaksanaan KTT untukmembangun Masyarakat Asia Timur, muncul gagasan yang lebih luas yaknigagasan membentuk Masyarakat Asia dan sempat menjadi sorotan duniainternasional. Kecemerlangan ekonomi Asia Timur pasca krisis ekonomi yangmelanda Asia, dan kecermerlangan ekonomi India, telah mendorong munculnyagagasan untuk membentuk Masyarakat Asia yang dibahas dalam KonferensiInternasional Ke 10 tentang Masa Depan Asia yang diselenggarakan oleh suratkabar kondang Jepang, Nihon Keizai Shimbun (Nikkei) bekerjasama denganmedia massa kondang di Asia Timur lainnya, antara lain Harian Kompas
  26. 26. 26(Indonesia), The straits Times (Singapura), Maeil Business Newspaper dan JongAng Ilbo (Korsel). Dalam konferensi itu muncul semangat yang kuat untukmempercepat pembentukan Masyarakat Asia. Untuk memacu terealisirnyaintegrasi Asia dalam berbagai bidang kehidupan, perlu segera dibentuk embrioMasyarakat Asia yang berfungsi sebagai think tank lintas negara yangberanggotakan dari berbagai unsur dengan latar belakang beragam. Inimengingat integrasi Asia yang ingin diwujudkan bukan hanya sekedar integrasiekonomi dan perdagangan, melainkan jauh lebih luas, yakni integrasi yangakan membawa bangsa Asia mencapai kemakmuran, kesejahteraan danperdamaian di kawasan Asia. Menurut mantan PM Jepang Yasuhiro Nakasone yang hadir dalamkonferensi tersebut, pembentukan Masyarakat Asia bukanlah suatu impian yangmustahil untuk diwujudkan. Jumlah penduduk di kawasan ini relatif banyak.Selain itu, secara ekonomi kawasan Asia juga menyimpan potensi yang sangatbesar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam menyongsong masa depan yangcemerlang dari negara-negara yang ada di kawasan ini. Nakason mengingatkanpara pemimpin negara di Asia untuk mengambil prakarsa menciptakanperdamaian. Terciptanya perdamaian dan kemanan merupakan kunci bagiterbentuknya Masyarakat Asia yang makmur. Prasyarat lainnya, semua iniharus dilakukan oleh pemerintahan yang demokratis. Menurut Mahathir Mohamad, Masyarakat Asia yang kokoh akanbermanfaat bukan hanya bagi bangsa-bangsa di kawasan Asia Timur,melainkan juga bagi bagi Asia secara keseluruhan, baik Asia Selatan maupunAsia Barat. Perbaikan kondisi ekonomi dan peningkatan masyarakat di kawasanini akan menghindurkan munculnya persoalan terorisme di kawasan yangmendambakan kedamaian ini.
  27. 27. 27 Membangun Masyarakat Asia pada dasarnya dapat dimulai denganterlebih dahulu membangun Masyarakat Ekonomi Asia Timur. Di kawasan Asia,khususnya Asia Timur terdapat tiga negara yang paling menonjolperkembangan ekonominya sehingga patut disebut sebagai pilar ekonomi AsiaTimur (Korsel, Jepang, China/KJC). Ketika kegiatan ekonomi di ketiga negaraini meningkat, bobot ekonomi negara tersebut dalam perekonomian dunia jugameningkat. Demikian juga pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomisesama negara di kawasan Asia Timur. Bayangkan saja, total Produk DomestikBruto (PDB) KJC mencapai 6 triliun dolar AS atau sama dengan dua pertiga dariPDB Uni Eropa yang beranggotakan 25 negara yang PDBnya sekitar 9 trilundolar AS. Atau sama dengan 60 % dari PDB tiga Negara anggota NAFTA (NorthAmerica Free Trade Aggreement) yang berjumlah 10 triliun dolar AS. Nilaiperdagangan KJC pada 2003 telah mencapai 2,08 triliun dolar AS. Totalekspornya mencapai 1,1, triliun dolar AS. Ekonomi Asia Timur, khususnyaTimur Laut tempat KJC berada diperkirakan akan meningkat cepat, dankawasan ini akan menjadi pusat perekonomian dunia di millennium baru ini. Jepang dan China memainkan peranan yang paling penting sebagai mesinpenggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur. China dengan jumlahpenduduk yang begitu besar dengan pendapatan yang terus meningkatmerupakan pasar yang potensial bagi produk negara-negara di kawasan AsiaTimur. China juga dapat menggunakan devisa hasil surplus perdagangannyadengan AS untuk membiayai belanja keperluan domestiknya di Asia Timur.Demikian pula pasar Jepang, kendati jumlah penduduknya lebih sedikit namunpendapatannya tinggi, sehingga pasarnya potensial dalam menyerap produknegara-negara Asia Timur. Mahathir menyatakan, Jepang dan China harusmemainkan peran sebagai pemimpin dalam proses integrasi Asia Timur, baik dibidang ekonomi maupun di bidang lainnya.
  28. 28. 28 Senada dengan Mahathir, mantan petinggi Singapura, Lee Kuan Yewmengakui Jepang dan China akan menjadi pemimpin dan memainkan perananpenting dalam proses integrasi Asia Timur. Saat ini memang Jepang masihmenjadi pemimpin di Asia Timur, khususnya dalam bidang ekonomi danpolitik. Akan tetapi pada tahun 2020 ekonomi China akan menjadi nomor satu diAsia Timur. China akan melebihi Jepang dalam bidang ekonomi. Walaupundemikian Jepang masih tetap lebih unggul dari segi teknologi, kualitas danketerampilan manajerial. Bagi Indonesia sendiri peranan kawasan Asia Timur memang sangatpenting. Asia Timur merupakan pasar ekspor utama Indonesia karena dayaserap pasarnya atas komoditas ekspor Indonesia sangat berarti. Bagian terbesardari ekspor Indonesia ternyata diserap oleh pasar kawasan Asia Timur yangmeliputi empat negara Asia Timur (Jepang, Korea, Hongkong dan Taiwan) sertaChina. Pada data tabel berikut terlihat bahwa perkembangan ekspor Indonesiake Asia Timur terus meningkat. Pada 2003, empat negara Asia Timur tersebutdiatas saja telah menyerap 34,9 % total ekspor Indonesia. Bila ditambah China,penyerapan Asia Timur secara keseluruhan mencapai 41,1 %. Sementara itu,ASEAN ternyata merupakan pasar ekspor Indonesia terbesar kedua setelah AsiaTimur. Pangsa ekspor Indonesia ke ASEAN dalam total ekspor Indonesia pada2003 mencapai 17,5 %, lebih besar dari pangsa ekspor ke NAFTA (13,1 %)maupun ke Uni Eropa (13,5 %). Ini mengindikasikan, pasar Asia semakinberperan dominan dalam ekspor Indonesia. Kedua pasar Asia ini (ASEAN PlusChina dan 4 negara Asia Timur lainnya) menyerap lebih dari separuh (58,6 %)dari total ekspor Indonesia. Dari sisi impor, Asia Timur ternyata juga memainkan peranan penting.Bagian terbesar dari impor Indonesia pada 2003 saja nyatanya berasal dari empatnegara Asia Timur tersebut (21,1 %) yang jika ditambah pangsa impor dariChina, maka peranan impor dari keseluruhan Asia Timur dalam total impor
  29. 29. 29Indonesia mencapai 30,2 %. Dengan kata lain, sepertiga dari impor Indonesiaberasal dari Asia Timur. Impor dari ASEAN menduduki posisi ke dua denganpangsa mencapai 23,7 % dari total impor Indonesia. Ini mengindikasikanASEAN juga semakin berperan penting sebagai sumber impor Indonesia, selaindari Asia Timur. Secara keseluruhan, impor Indonesia dari ASEAN Plus AsiaTimur telah mencapai lebih dari separuh (53,9 %) total impor Indonesia. Takpelak lagi ASEAN dan Asia Timur telah menjadi mitra dagang penting bagiIndonesia, baik dari segi ekspor maupun impor. Kedepan, kontribusinya dalamekspor-impor Indonesia diperkirakan akan terus meningkat, mengingat bagianbenua Asia ini merupakan kawasan dunia yang bertumbuh paling dinamis dimelenium baru ini.Kendala Upaya membangun Masyarakat Ekonomi Asia Timur, masih menghadapisejumlah kendala yang mengganjal, sehingga diperlukan upaya serius terutamadari pihak Jepang China dan Korea untuk mengeliminasi kendala-kendala ini.Kenyataan di lapangan memang menunjukkan, kendati dari sisi kepentinganekonomi, terdapat niat, semangat dan bahkan kesepakatan untuk menggalangkerjasama ekonomi yang lebih mendalam, namun pembentukan MasyarakatAsia Timur masih dibayang-bayangi kemungkinan keretakan yang dapatmenghambat perwujudan kerjasama ekonomi yang harmonis di kawasan yangterus berkembang secara dinamis ini. Dari sisi politik ekonomi internasional, sejatinya China, Jepang dan Koreamasih belum mau secara terbuka membangun front bersama Asia Timur untukberhadapan secara frontal dengan Amerika dan Uni Eropa. Ini karena merekamasih mengandalkan penyerapan dua pasar besar dunia itu atas ekspor produk-produk mereka, serta masih sangat memerlukan penjalinan hubungan kerjasamaekonomi dengan kelompok negara-negara maju tersebut. Pemerintah China danJepang menyadari betul bahwa Amerika Serikat pada dasarnya tidakmengharapkan terbentuknya blok perdagangan Asia yang akan menjadi lawantangguh negeri Paman Sam itu. Itu sebabnya sejak awal mereka sebenarnya
  30. 30. 30cenderung menjalin kerjasama dengan ASEAN dalam kerangka bilateral, sepertimewujudkan ASEAN-China FTA yang terpisah dengan ASEAN-Jepang FTA. Dari sisi lain, misalnya dari sisi politik keamanan, China dan Jepang jugamasih belum dapat dikatakan seia sekata. China dan Jepang masih salingmengintai perkembangan kekuatan militer masing-masing. Trauma dan rasadendam akibat ekspansi militer Jepang yang brutal di China pada masa PerangDunia (1931 – 1945), ternyata masih membayangi China, sehingga militer Chinamasih terus memata-matai gerak gerik militer Jepang. Insiden kapal selam nuklirChina yang menyusup ke perairan Jepang pada bulan November 2004 lalumerupakan salah satu indikasi yang sangat jelas. Sebuah kapal selam nuklir, yang belakangan terindikasi berasal dariAngkatan Laut China, telah menyusup ke perairan Jepang (dekat PulauOkinawa) selama dua jam. Insiden ini menyebabkan Jepang melontarkan notadiplomatik yang memprotes secara resmi penyusupan kapal selam China yangsudah melanggar batas perairan Jepang ini. Kapal selam itu terindikasi beradadi sekitar sebuah lokasi sumber gas alam yang masih diperebutkan olehsejumlah negara di Asia Timur. Jepang mengindikasikan kapal selam itu milikChina, karena ketika dikejar oleh dua kapal perusak dan sebuah pesawatpengintai Jepang, kapal selam itu melarikan diri ke arah barat laut (wilayahChina) dan di perairan sekitar itu memang kapal selam China sering berkeliaran. Insiden lain yang membuat hubungan Jepang China tak kunjungharmonis dari segi politik keamanan adalah kunjungan PM Jepang JunichiroKoizumi, ke sebuah kuil di Tokyo yang didirikan khusus untuk menghormatipara serdadu Jepang yang menjadi korban perang pada masa Perang Dunia.Padahal, sebagian dari mereka jelas sudah dinyatakan sebagai penjahat perangdan dijatuhkan hukuman oleh pengadilan pasca Perang Dunia. Kunjungan yang
  31. 31. 31dilakukan berkali-kali itu terkesan menjadi ritual berkala yang memujaheroisme dan kejayaan militer Jepang masa lalu, sehingga menyakitkanperasaan pemerintah dan rakyat China yang menjadi korban keganasan militerJepang di masa penjajahan Jepang. Tindakan Junichiro dinilai cenderungmembela dan membenarkan aksi tentara Jepang masa lalu yang penuh dengankebrutalan dan tidak prihatin pada nasib korban keganasan tentara Jepang diChina. Petinggi Jepang ini dinilai mengabaikan perlunya upaya menjalinkeharmonisan hubungan persahabatan Jepang China di masa kini. Menurut mantan PM Jepang Yasuhiro Nakasone, negara-negara yangmenjadi pilar ekonomi di Asia Timur itu (Korea, Jepang, China/KJC), belummemainkan peran yang optimal dalam pengembangan kerjasama ekonomi dikawasan ini. Jepang, misalnya, sulit mewujudkan kerjasama dalam konteksperjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan China, atauKorsel. Selama ini kerjasama negara di kawasan Asia Timur selalu dijembatanioleh bingkai kerjasama ASEAN, yang melahirkan konsep ASEAN Plus Tiga.Sekarang sudah tiba saatnya bagi ketiga negara tersebut (KJC) untuk lebihmengembangkan kerjasama di kawasan itu, tanpa harus terus menerusbergantung pada inisiatif ASEAN. Selain itu, menurut Nakasone, dalam upaya membangun MasyarakatEkonomu Asia Timur, ternyata masih terdapat kendala yang menghambat yangmenyangkut sejarah masa lalu yang dialami oleh ketiga negara ini dan masihmenjadi trauma bagi anak bangsanya. Oleh karena itu, para pemimpin KJCharus mengambil inisiatif sendiri untuk menyelesaikan persoalan masa lalunya.Sebagaimana diketahui, masalah dampak penjajahan Jepang terhadap Korseldan China pada masa Perang Dunia memang masih belum juga tuntas. Setiapkali masih saja muncul silang pendapat yang berimplikasi buruk padapembinaan hubungan baik diantara ketiga negara.
  32. 32. 32 Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad dan mantan kepala NegaraFilipina Fidel Ramos, mendukung usulan Nakasone agar para petinggi KJCmengambil inisiatif dalam rangka meyelesaikan persoalan masa lalu. Negara-negara di kawasan Asia Timur harus dapat keluar dari persoalan masa lalu yangberpotensi mengganggu upaya perbaikan ekonomi di kawasan ini dalam jangkapanjang dan pembentukan masyarakat Asia Timur yang didambakan itu.Inimerupakan satu persoalan yang mengganjal implementasi hubungan baik diantara negara Asia Timur dengan Jepang, terlebih lagi antara Jepang denganKorea dan China. Mahathir menyatakan, kunci integrasi Asia adalah melupakan masa laluyang telah memecah belah bangsa Asia. Maka, kita tidak perlu menungguterlampau lama terwujudnya integrasi Asia seperti yang dialami dalam prosesintegrasi Eropa. Memang, jika kita terus menerus menengok ke belakang danberbicara tentang masa lalu, integrasi Asia yang didambakan itu tidak akanpernah menjadi kenyataan. Bangsa-bangsa Asia perlu mengenali dan mengakuiperbedaan diantara mereka serta menerimanya sebagai suatu kekayaankeberagaman bangsa yang tertata apik dalam suatu mozaik yang indah. Sebabkita berbicara tentang masa depan. Masa depan yang cemerlang dapat terwujudbila semua hambatan akibat perbedaan dapat dihilangkan. Mengeliminasi persoalan masa lampau Jepang secara psikologistampaknya memang agak sulit. Menghapus memori kekejaman masa penjajahanJepang memang tidak begitu mudah dari benak rakyat Asia Timur. Ini berbedadengan kasus yang dialami Jerman. Negara yang pernah dipimpin oleh AdolfHitler ini menyelesaikan persoalan masa lalunya dengan meminta maaf kepadanegara-negara Eropa yang pernah mengalami kekejaman invasinya di masakepemimpinan Hitler yang brutal dan ambisius menaklukkan Eropa dan bahkan
  33. 33. 33dunia, sehingga memicu terjadinya PD II. Permintaan maaf itu ternyata diterimadengan baik. Hubungan Jerman di masa modern ini berkembang baik dengannegara-negara Eropa. Negara-negara yang dahulu terlibat PD II pun kini sudahbersatu dalam Uni Eropa. Ini berbeda dengan pengalaman Jepang. Kendati para pemimpin Jepangtelah berulang kali menyatakan penyesalan dan mengajukan permintaan maafatas permasalahan masa lalu negaranya, Rakyat negara-negara di Asia Timurmasih saja mengingat-ingat persoalan masa lampau yang buruk dibawahpenjajahan Jepang. Oleh karena itu, para pemimpin Jepang harus berusaha lebihserius menghindari pelaksanaan kegiatan seremonial atau mengeluarkanpernyataan yang dapat menimbulkan kembali luka-luka lama dan sentimen antiJepang di kawasan Asia Timur. Selain persoalan masalah masa lampau, ternyata masih ada masalah lainyang mengganjal perwujudan kerjasama perdagangan bebas di antara KJC. Adajurang dalam neraca perdagangan diantara negara-negara tersebut danperbedaan tingkat kemajuan ekonomi. Oleh karenanya, perlu upaya untukmeminimalkannya. Dalam kasus perdagangan Korsel dan Jepang, misalnya,Korea mencetak defisit karena masih terdapat ketergantungan impor sukucadang dan komponen dari Jepang. Untuk menguranginya Jepang perlumeningkatkan investasi langsungnya dalam industri suku cadang dankomponen di Korea Selatan. Sulitnya, Jepang melihat Korsel sebagai pesaingtangguhnya di pasar dunia, sehingga cenderung membatasi investasi yang bisamemperkuat pijakan kaki manufaktur Korsel di pasar dunia. Penghapusan persoalan masa lampau, serta penciptaan “rekonsiliasi”antar ketiga negara ini amat penting dilakukan mengingat ketiganya (KJC)merupakan pilar ekonomi Asia Timur. Selama ini ketiga negara ini memangsulit membentuk kerjasama ekonomi dalam kerangka perdagangan bebas (Free
  34. 34. 34Trade Agremeent/FTA), karena mereka lebih melihat posisi mereka sebagaipesaing ketimbang sebagai mitra. Jika ketiga negara ini mengambil sikap lebihpositif terhadap perwujudan integrasi ekonomi lewat penerapan kawasanperdagangan bebas KJC, mengatasi masalah sejarah masa lampau yang burukdan berhasil mengatasi persoalan jurang perbedaan kemajuan ekonomi diantaramereka, dan tidak melihat sebagai pesaing melainkan lebih sebagai mitra, makapotensi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang dapat dicapai secara bersinerjiitu, tentunya akan lebih besar lagi, ketimbang KJC jalan sendiri-sendiri. Rekonsiliasi dan kebersatuan KJC merupakan langkah awal yang pentinguntuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi Asia Timur yang bersatu. Semua inidiharapkan akan membawa dampak positif yang lebih besar lagi bagipertumbuhan ekonomi negara-negara lain di kawasan Asia Timur. KJC akanlebih besar berperan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Asia Timuryang menarik pertumbuhan ekonomi ASEAN dengan daya yang lebih besar lagi.Langkah ke arah rekonsiliasi dan kebersatuan KJC itu bisa dimulai denganpembentukan FTA Jepang dan Korea Selatan dan kemudian China turutbergabung didalamnya. Setelah itu dilakukan pembentukan kerjasama yanglebih luas antara KJC-FTA dengan ASEAN dalam rangka membentukMasyarakat Asia Timur. Setelah itu dapat diperluas lagi dengan melibatkanIndia dan negara Asia lainnya sehingga pada akhirnya terbentuklah MasyarakatAsia Bersatu yang didambakan, yang mampu mengimbangi kekuatan blokekonomi Uni Eropa atau Amerika Utara sekalipun. Sementara itu, menurut Prof Akihiko Tanaka dari Universitas Tokyo yangmenjadi pembicara seminar Hubungan ASEAN-Jepang dalam PembangunanKomunitas Asia Timur yang diselenggarakan oleh CSIS (Jakarta, 12-8-2004), idepembangunan Masyarakat Asia Timur yang dikampanyekan kembali oleh PMJepang Junichiro Koizumi, masih sulit untuk diwujudkan, mengingat sampai
  35. 35. 35saat ini ASEAN saja masih berkutat dengan masalah internalnya sepertipembentukan Masyarakat ASEAN dengan tiga pilarnya, yakni pilar komunitasekonomi, komunitas sosial dan komunitas kemanan. ASEAN juga sedangmenghadapi masalah bagaimana mengatasi kesenjangan ekonomi di antarasesama negara anggotanya, agar dapat tercipta integrasi regional yang harmonisdi kawasan Asia Tenggara. Selain itu, menurut Akihiko Tanaka, ASEAN sajamasih sibuk mematangkan strategi kerjasama ASEAN Plus Tiga bersama Korsel,Jepang, dan China, dan belum membuahkan hasil yang nyata, sehingga akansulit bagi ASEAN untuk mewujudkan gagasan Asia Timur yang selangkah lebihjauh ke depan. Bila kerjasama ASEAN Plus Tiga sudah berhasil berjalan denganbaik, maka kerjasama itu akan menjadi jembatan emas menuju perwujudan AsiaTimur.Dana Asia (Asian Fund) Gagasan masa depan lain yang belakangan ini mencuat, selainpembentukan Masyarakat Asia Timur adalah pembentukan kekuatan pasarmodal dan keuangan Asia, serta penerbitan obligasi Dana Asia (Asian Fund).Dengan demikian kerjasama ekonomi tidak hanya terbatas dalam lingkupekonomi perdagangan dan industri saja, melainkan juga meluas dalam lingkupkeuangan/finansial. Pemikiran kearah itu didasari pada kesadaran bahwa Asia Timur padadasarnya memiliki kekuatan finansial yang besar, namun AS dan negara Eropalebih banyak menikmati potensi keuangan Asia Timur ini. Hal ini dapat dilihatdari besarnya potensi cadangan devisa KJC. Sebagaimana diketahui, KJCmemiliki surplus perdagangan internasional yang relatif besar dan cenderungterus meningkat. Pada akhir Maret 2004 jumlah cadangan devisa KJC telahmencapai lebih dari 1,4 triliun dolar AS. Selain dari surplus perdagangan,
  36. 36. 36negara-negara Asia Timur yang memiliki cadangan devisa cukup besartermasuk KJC ini juga terus mengintervensi pasar uang internasional, membelidolar dan menjual mata uang mereka sendiri sehingga pada gilirannya cadangandevisa mereka terus bertambah. Namun negara-negara Asia Timur (termasuk Hongkong dan Taiwan)yang memiliki cadangan devisa yang besar itu menginventasikan sebagian besarcadangan devisanya untuk membeli obligasi pemerintah AS atau surat berhargadi Eropa dan bukan menggunakan sepenuhnya untuk mendorong pertumbuhanekonomi domestiknya. Selain itu, banyak perusahaan Asia Timur yang tidakmenggunakan sepenuhnya asset valuta asingnya untuk mendanaipertumbuhannya, melainkan menanamkannya di pasar modal dan uang AS danEropa. Negara-negara Asia Timur ini secara tak langsung telah memainkanperan penting sebagai pembantu atau kontributor AS dalam menghadapitekanan defisit kembar yakni defisit transaksi berjalan dalam neracapembayarannya dan defisit anggaran belanja. Bayangkan saja pada 2003 defisittransaksi berjalan dalam neraca pembayaran AS sudah mencapai sekitar 500 jutadolar AS. Menurut PM Malaysia, Ahmad Badawi, kerjasama perdagangan Eropadimulai sejak tahun 1950an, mendahului terbentuknya kerjasama finansial,sehingga bentuk kerjasama perdagangan seperti itu (mendahulukan kerjasamaperdagangan dan belakangan baru membentuk kerjasama finansial) sebenarnyasudah tergolong jenis kerjasama yang konvensional. Kita di Asia kinimenghadapi situasi yang berbeda. Asia memiliki surplus finansial dan cadangandevisa yang relatif besar. Oleh karenanya, surplus finansial ini harusdimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memajukan Asia. Kerjasamafinansial perlu segera direalisasikan dan dilaksanakan berbarengan dengan
  37. 37. 37kerjasama perdagangan. Bukan setelah terbentuknya kerjasama regional dibidang perdagangan, melainkan harus secara simultan.. Badawi mengingatkan dan mendukung gagasan yang pernah dilontarkanJepang pada saat krisis moneter melanda kawasan Asia pada tahun 1998. Padasaat itu jepang mengusulkan pembentukan Dana Moneter Asia (DMA). Institusimoneter ini bukan bagian atau tandingan Dana Moneter Internasional (IMF) danbukan pula bagian dari Bank Dunia. Menurut Badawi, institusi moneter inibertugas menjaga dan memonitoring perkembangan fiinansial di Asia, bukanhanya pada saat terjadinya suatu krisis melainkan setiap hari. dan mencarikansolusi bagi masalah keuangan yang muncul di kawasan Asia. Lembaga ini berisipara ahli yang tidak perlu menjangkau cakupan ekonomi yang luas. Namunsecara bersama memiliki empati yang besar untuk memahami masyarakat Asia.Dalam talian ini Badawi mengusulkan pembentukan sebuah think tank yangmerupakan embrio dari Institut Moneter Asia. Lebih lanjut menurut Badawi,memang telah ada ASEAN Pus Tiga dan para pemimpinnya bertemu setiaptahun. Namun diperlukan ide pendobrak yang kreatif dan produktif untukmenghasilkan substansi kongkrit dari ASEAN Plus Tiga seperti integrasiregional secara ekonomi, sehingga dapat dicapai suatu arah yang baru. Reformasi keuangan tampaknya memang harus dilakukan Asia untukmasa depan yang lebih baik. Negara-negara Asia harus memperkuat kerjasamakeuangan dan tidak lagi bergantung terus menerus kepada pasar modal dankeuangan AS dan Eropa. Dari sini bergulir gagasan membentuk pasar modaldan keuangan Asia dimana baik pemerintah maupun perusahaan Asia dapatmenerbitkan obligasinya. Obligasi mana bisa diterbitkan dalam mata uang dolarAS, bisa pula dalam mata uang negara Asia yang bersangkutan.
  38. 38. 38 Bab. 4. PENILAIAN ATAS KTT ASIA TIMUR KTT Asia Timur pertama yang berlangsung di Kuala Lumpur pada Rabu 14-12-2005 akhirnya dinyatakan berakhir dengan sukses. Semua pihak yang terlibat dalamKTT ini tampaknya mengusung semangat menggebu menuju terwujudnya MasyarakatAsia Timur yang stabil, damai dan makmur. Semua pihak yang terlibat dalam KTT initampaknya begitu bersemangat untuk membangun kerjasama demi terwujudnyamasyarakat dengan masa depan yang lebih baik di kawasan tersebut. Kejayaan AsiaTimur dengan ekonominya yang semakin makmur tampaknya bakal terwujud di masadatang, tentunya bila semua pihak tetap konsisten mengusung semangat juangmembangun Asia Timur di dalam prinsip kebersamaan dan kesetaraan. KTT EAS pertama ini dihadiri oleh 16 kepala negara ASEAN, plus Jepang,China, Korea Selatan (Korsel), dan ditambah dengan Australia, Selandia Baru danIndia. Dengan demikian, EAS sebenarnya merupakan perluasan dari ASEAN Plus Tiga(ASEAN Plus China, Jepang dan Korsel), ditambah Australia, Selandia Baru dan India.Keselarasan hubungan antar negara ASEAN, bergabungnya tiga entitas ekonomi besardi Asia Timur untuk mengembangkan kerjasama ekonomi dan pasar bebas denganASEAN (China, Jepang dan Korsel), membuat Australia, Selandia Baru dan India padagilirannya menjadi tertarik untuk ikut bergabung mengembangkan kerjasama dikawasan ini. Bahkan Rusia pun dikabarkan juga tertarik bergabung dan mengajukanpermohonan secara resmi untuk bergabung. Namun Rusia baru dapat diterima sebagaipeserta dalam KTT EAS tahun 2006 yang akan diselenggarakan di Cebu, Filipina. Banyak pihak menilai pelaksanaan KTT ini tergolong sukses. Apa ukuran suksesdari KTT ini ? Menurut Perdana Menteri Malaysia yang juga merupakan Ketuapelaksana KTT tersebut, ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari kesepakatan yangdiambil oleh 16 Kepala Negara peserta EAS untuk menjadikan EAS sebagai pertemuantahunan resmi, yang berlangsung bersamaan dengan rangkaian event KTT ASEAN.Para peserta KTT ini juga sepakat untuk mewujudkan perdagangan bebas diantaraseluruh peserta EAS. Selain itu, menurut Badawi, ukuran sukses lainnya dapat dilihat padaterciptanya atmosfir persahabatan dan sikap saling mengerti diantara peserta selamaEAS berlangsung. Apa yang dinyatakan Badawi ini tampaknya memang bukan sekedarbasa-basi. Pada saat penanda tanganan Deklarasi Kuala Lumpur tentang EAS, PMChina Wen Jiabao dan PM Jepang Junichiro Koizumi yang negaranya belakangan inisempat bersitegang akibat penerbitan buku sejarah Jepang yang baru sehinggamenimbulkan kemarahan berbuntut demonstrasi massal di China, tampak dudukberdampingan. Mereka terlibat dalam pembicaraan kecil dan Koizumi pemimpinJepang yang nyentrik itu pun sempat meminjam pena Jiabao untuk digunakan dalampenanda tanganan naskah Deklarasi. Koizumi memang pantas disebut nyentrik.
  39. 39. 39Bagaimana tidak, sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan negara maju, Koizumi bisasampai lupa membawa pena dalam acara puncak yang sangat penting :menandatangani deklarasi EAS. Namun momen ini justru digunakan oleh Kiozumiuntuk menarik simpati Jianbao yang tersenyum tatkala penanya dipinjam Koizumi.Momen yang berkesan ini pun diabadikan oleh para wartawan foto dan dimuat diberbagai media cetak internasional. Disamping itu, menurut Badawi, bukti sukses lainnya dapat dilihat dari adanyakesamaan pandangan yang muncul diantara peserta mengenai berbagai persoalan yangterjadi di kawasan Asia Timur dan mereka sepakat untuk tidak melaksanakan hal-halyang bisa membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan. Badawi menegaskan, adatingkat penerimaan yang sangat tinggi dari peserta EAS atas apa yang menjadikepentingan bersama, untuk melihat bahwa bagian dunia ini (Asia Timur) terusberkembang menjadi wilayah yang stabil, damai dan makmur, Meskipun EAS diikutioleh PM Australia dan Selandia Baru, dan India dalam KTT ini mereka pun terlihatmemiliki kepentingan yang sama atas apa yang terjadi di kawasan ini, dan bahkanmenyatakan bersedia memberikan kontribusi mereka terhadap ASEAN dan seluruhproses di ASEAN. Lebih jauh Badawi menyatakan, para pemimpin EAS meyakini Komunitas AsiaTimur (EAC) akan menjadi kenyataan di masa mendatang. Khususnya setelahkerjasama tumbuh, saling percaya tumbuh, dan tercapainya tingkat pengertian yanglebih baik sehingga ada lebih banyak lagi kesamaan dalam mewujudkan aspirasikawasan ini sebagai kawasan yang damai, stabil dan makmur. Gerakan menujuKomunitas Asia Timur sebagai tujuan akhir akan menjadi kenyataan dan ini adalahsesuatu yang wajar diterima oleh semua pihak. Menyangkut soal perwujudan Masyarakat Asia Timur, Australian, Selandia Barudan India menyadari posisis geografis mereka sehingga mereka sama sekali tidakmembicarakan kemungkinan keanggotaan mereka dalam Komunitas Asia Timur.Kendati demikian, ketiga negara ini bersama negara anggota Asean Plus Tiga tampaklebih banyak terlibat dalam pembicaraan membahas hal-hal yang menjadi kepentinganbersama, nilai-nilai bersama dan penggalangan kerja sama. Mewujudkan kerjasama Asia Timur yang lebih kongkrit dalam bentukpelaksanaan program-program yang terarah dan terkoordinasi dengan baik jelasmemerlukan institusi formalnya, dalam bentuk sekretariat EAS. Namun menyangkutsoal pembentukan sekretariat EAS, tampaknya KTT ini belum menentukan dengan jelasdimana sekretariat berada. Untuk sementara ini EAS berada dibawah naunganSekretariat ASEAN yang berkantor di Jakarta.Perbedaan KTT Asia Timur ini merupakan realisasi dari pembicaraan didalam East AsiaVision Group dalam kerangka ASEAN Plus Tiga yang membuahkan rekomendasiuntuk melakukan evoluasi dari ASEAN Plus Tiga menjadi KTT Asia Timur denganmelibatkan keangggotaan yang lebih luas (penambahan Australia, Selandia Baru dan
  40. 40. 40India). Sejumlah pengamat mengkhawatirkan perluasan, atau penambahan pesertadalam KTT Asia Timur justru akan mempersulit penggalangan kerjasama secarakongkrit dalam bentuk pelaksanaan program kerjasama yang nyata. Dengan demikian,nasib kerjasama Asia Timur tidak menjadi seperti APEC, yang oleh banyak kalangandinilai telah menjadi macan kertas yang tidak mampu merealisasikan program kongkrityang manfaatnya dapat dirasakan oleh para peserta APEC. Perbedaan memang ada diantara negara penggalang kerjasama Asia Timur.Perdebatan panjang yang menyangkut kepesertaan dan modalitas keorganisasiansempat mengawali proses terbentuknya KTT EAS. Ini dilatar belakangi oleh posisiawal yang berbeda diantara negara anggota ASEAN selaku penggerak awal EAS.Malaysia, misalnya sejak awal menginginkan peserta EAS dibatasi hanya ASEAN PlusTiga dan menghendaki KTT Asia Timur merupakan pendalaman dari kerjasamaASEAN Plus Tiga. Filipina yang mendukung pandangan Malaysia menghendakipenambahan anggota, yakni dengan memasukkan India. Malaysia dapat menerimamasukan Filipina karena kedua negara ini memiliki kesamaan pandangan : menjadikanAsia Timur sebagai suatu kekuatan ekonomi yang tangguh yang memiliki daya tawartinggi terhadap kekuatan ekonomi belahan dunia lain (Uni Eropa, AS dan entitasekonomi besar lainnya). Keduanya sepakat menggunakan model seperti Uni Eropauntuk menggalang kerjasama yakni dengan membentuk Komunitas Asia Timur danPasar Tunggal Asia Timur. Indonesia semula tidak tertarik mendukung gagasan terbentuknya EAS.Belakangan Indonasia memandang perlu pembentukan EAS, namun denganpenambahan peserta, yakni Australia dan Selandia Baru. Kerjasama ekonomi memangbisa saja tidak dibatasi secara geografis. Bisa saja negara lain yang bukan berada dalamkawasan yang sama, namun bertetangga, dimasukkan sebagai peserta karenapertimbangan-pertimbangan strategis tertentu. Indonesia menghendaki EASmerupakan perluasan dari konsep Komunitas ASEAN yang disepakati dalam BaliConcord II tahun 2003 lalu. Cakupan kerjasama dalam EAS hendaknya tidak hanyaterbatas dalam bidang ekonomi melainkan juga bidang keamanan dan sosial budaya.Tidak semua anggota ASEAN pada awalnya sepakat dengan masuknya Asutralia danSelandia Baru sebagai peserta EAS. Penolakan atas masuknya Australia dan Selandia Baru dilandasi beberapaalasan. Ada pihak yang menilai Australia dan Selandia Baru memiliki latar belakangsosial budaya yang jauh berbeda dengan bangsa-bangsa Asia. Australia dan SelandiaBaru yang memiliki latar belakang sosial budaya Eropa akan sulit menggalangkerjasama dengan negara-negara Asia yang memiliki latar belakang sosial budaya Asia.Apalagi kedua negara itu sudah terlanjur dianggap sebagai ”Eropa” di Timur karenasikap politiknya yang pro Eropa. Bahkan ada yang menilai Australia dan Eropamerupakan kepanjangan tangan Amerika Serikat di Timur, mengingat saratnyaketerlibatan Australia dalam menggalang kerjasama keamanan internasional dengan ASdan sekutunya. Motivasi beberapa negara yang bergabung ke EAS memang berbeda. Ada yanglebih kental motivasi ekonominya, seperti Malaysia dan Filipina. Ada yang lebih luas
  41. 41. 41seperti Indonesia yang juga ingin menggalang kerjasama dalam bidang keamanan sertasosial dan budaya. Australia sendiri tampaknya lebih tertarik mengalang kerjasamadalam bidang politik dan keamanan ketimbang kerjasama ekonomi. Ini mungkin karenakedua negara itu lebih lekat membangun kerjasama ekonomi dengan Uni Eropa dan ASketimbang dengan negara tetangga di Asia. Ini ditagaskan oleh Menlu Australia,Alexander Downer yang menyatakan, Australia lebih tertarik untuk membangunkerjasama dibidang keamanan, namun tidak dalam bentuk pendirian Pakta Pertahanan,melainkan cukup dalam bentuk konsultasi dan kerjasama di bidang politik dankeamanan. Perbedaan juga tampak diantara China dan Jepang yang belakangan terlibatkonflik akibat penerbitan buku sejarah Jepang yang baru dan kunjungan Perdanamenteri Jepang Koizumi ke Kuil yang dibangun untuk menghormati tentara Jepangyang gugur semasa Perang Dunia ke II. Kendati mendapat kecaman keras darimasyarakat dan pemerintah China. Kiozumi masih saja menjalankan ritual politisnya dikuil tersebut sehingga benih konflik masih terus membayangi hubungan kedua negara. Mari kita simak kendala-kendala yang masih menghadang kerjasama China danJepang. Dari sisi politik keamanan, misalnya, China dan Jepang juga masih belum dapatdikatakan seia sekata. China dan Jepang masih saling mengintai perkembangankekuatan militer masing-masing. Trauma dan rasa dendam akibat ekspansi militerJepang di China pada masa Perang Dunia (1931 – 1945), ternyata masih membayangiChina, sehingga militer China masih terus memata-matai gerak gerik militer Jepang.Insiden kapal selam nuklir China yang menyusup ke perairan Jepang pada bulanNovember 2004 lalu merupakan salah satu indikasi yang sangat jelas. Sebuah kapal selam nuklir, yang belakangan terindikasi berasal dari AngkatanLaut China, telah menyusup ke perairan Jepang (dekat Pulau Okinawa) selama dua jam.Insiden ini menyebabkan Jepang melontarkan nota diplomatik yang memprotes secararesmi penyusupan kapal selam China yang sudah melanggar batas perairan Jepang ini.Kapal selam itu terindikasi berada di sekitar sebuah lokasi sumber gas alam yang masihdiperebutkan oleh sejumlah negara di Asia Timur. Jepang mengindikasikan kapal selamitu milik China, karena ketika dikejar oleh dua kapal perusak dan sebuah pesawatpengintai Jepang, kapal selam itu melarikan diri ke arah barat laut (wilayah China) dandi perairan sekitar itu memang kapal selam China sering berkeliaran. Insiden lain yang membuat hubungan Jepang China tak kunjung harmonis darisegi politik keamanan adalah kunjungan PM Jepang Junichiro Koizumi, ke sebuah kuildi Tokyo yang didirikan khusus untuk menghormati para serdadu Jepang yang menjadikorban perang pada masa Perang Dunia. Padahal, sebagian dari mereka jelas sudahdinyatakan sebagai penjahat perang dan dijatuhkan hukuman oleh pengadilan pascaPerang Dunia. Kunjungan yang dilakukan berkali-kali itu terkesan menjadi ritualberkala yang memuja heroisme dan kejayaan militer Jepang masa lalu, sehinggamenyakitkan perasaan pemerintah dan rakyat China yang menjadi korban keganasanmiliter Jepang di masa penjajahan Jepang. Tindakan Junichiro dinilai cenderungmembela dan membenarkan aksi tentara Jepang masa lalu yang penuh dengankebrutalan dan tidak prihatin pada nasib korban keganasan tentara Jepang di China.
  42. 42. 42Petinggi Jepang ini dinilai mengabaikan perlunya upaya menjalin keharmonisanhubungan persahabatan Jepang China di masa kini. Selain itu, menurut mantan PM Jepang Yasuhiro Nakasone, dalam upayamembangun Masyarakat Ekonomi Asia Timur, ternyata masih terdapat kendala yangmenyangkut sejarah masa lalu, yang dialami oleh ketiga negara ini dan masih menjaditrauma bagi anak bangsanya. Oleh karena itu, para pemimpin KJC harus mengambilinisiatif sendiri untuk menyelesaikan persoalan masa lalunya. Sebagaimana diketahui,masalah dampak penjajahan Jepang terhadap Korsel dan China pada masa PerangDunia memang masih belum juga tuntas. Setiap kali masih saja muncul silang pendapatyang berimplikasi buruk pada pembinaan hubungan baik diantara ketiga negara. Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad dan mantan kepala Negara FilipinaFidel Ramos, mendukung usulan Nakasone agar para petinggi KJC mengambil inisiatifdalam rangka meyelesaikan persoalan masa lalu. Negara-negara di kawasan Asia Timurharus dapat keluar dari persoalan masa lalu yang berpotensi mengganggu upayaperbaikan ekonomi di kawasan ini dalam jangka panjang dan pembentukan masyarakatAsia Timur yang didambakan itu.Ini merupakan satu persoalan yang mengganjalimplementasi hubungan baik di antara negara Asia Timur dengan Jepang, terlebih lagiantara Jepang dengan Korea dan China. Melihat adanya berbagai perbedaan dan benih-benih konflik ini, berbagaikalangan mengkhawatirkan nasib kerjasama Asia Timur akan menjadi seperti APEC.Diawalnya semangat menggebu-gebu memang ada, tetapi sejalan dengan perjalananwaktu, APEC tidak juga membuahkan program-program kongkrit. APEC nyarismenjadi macan kertas yang hanya menghasilkan deklarasi atau kesepakatan tanpaprogram nyata yang jelas manfaatnya bagi para peserta APEC. Pengertian orang awammenyatalan, terlampau banyak anggota yang memiliki latar belakang beragam, akanmembawa terlampau banyak perbedaan ke dalam organisasi sehingga pada gilirannyaberpotensi menimbulkan konflik dan menyulitkan terwujudnya persatuan dan kesatuanserta terlaksanaya program aksi nyata yang efektif. Penambahan jumlah peserta yang lebih banyak seperti Rusia, misalnya, akanmembuat kepesertaan EAS hampir sama saja dengan APEC. Ini karena peserta EASmemang sama dengan APEC. Meskipun AS tidak masuk ke dalamnya, namunkepentingannya bisa saja diwakili oleh Australia dan Selandia Baru. Itu sebabnyabanyak pihak yang meragukan efektifitas EAS yang nasibnya dikhawatirkan akan samasaja dengan APEC. Namun perbedaan pada dasarnya bisa saja menjadi aset yangmemperkaya dan memperkuat kerjasama. Bukankah lukisan mozaik yang indahdilahirkan dari aneka ragam bentuk dan warna yang berbeda. Disinilah diperlukankemampuan mengelola keberagaman (managing diversity) guna menciptakanpersatuan dari keberagaman (unity in diversity).
  43. 43. 43 Bab. 5. Penutup Pertumbuhan Asia Timur terus menyedot perhatian dunia. Hasil surveyyang dilakukan oleh Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Pasifik (UN-ESCAP) di 20 negara Asia mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Asia mampumencapai 6 %. Capaian angka pertumbuhan ini jauh diatas negara maju sepertiAmerika Serikat, sekalipun. Negara anggota senior ASEAN seperti Singapura,Malaysia dan Thailand umumnya sudah menunjukkan tanda-tanda ke arahpemulihan ekonomi, dari dampak krisis moneter yang melanda Asia pada 1998.Kebangkitan kembali empat Macan Asia diperkirakan akan menandaikebangkitan kembali ekonomi Asia Timur yang pada 1990an kepesatankemajuan ekonominya sangat memukau dunia. Terlebih lagi di Asia Timur kinisudah terdapat dua motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan yangsedang terus bertumbuh dinamis ini, yakni Jepang dan China. Kalau dalamdekade lalu motornya baru Jepang, kini bertambah dengan China yangpertumbuhannya sangat spektakuler dan mengesankan. Dua negara Asia yang sedang naik daun, China dan Vietnam berhasiltampil menjadi primadona pertumbuhan ekonomi Asia dan menjadi sorotanpara analis di manca negara. Pertumbuhan perdagangan dan jumlah cadangandevisa negara-negara dagang utama Asia pun sudah meningkat demikianbesarnya. Tak pelak lagi, Asia telah menjadi kawasan yang sangat aktraktifdalam blantika perdagangan dunia. Pertumbuhan kawasan Asia Timur harusdapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Indonesia. Terlebih lagimengingat keterkaitan pertumbuhan ekonomi di antara sesama negara AsiaTimur diperkirakan akan semakin menguat. Janganlah kita kehilangan sebagianpeluang seperti yang terjadi dalam hubungan dagang dengan China yang
  44. 44. 44kurang optimal. Indonesia kurang memanfaatkan secara optimal pertumbuhanekonomi China pada saat pertumbuhannya masih tinggi, sehingga pertumbuhanekspor Indonesia ke China kalah jauh dibanding dengan negara Asia lainnya. Tentu tidaklah keliru jika para petinggi negara-negara ASEAN sepakatuntuk mengembangkan kerjasama ekonomi regional yang lebih luas di kawasanAsia Timur dalam konteks ASEAN Plus Tiga (ASEAN Plus Jepang, China danKorea Selatan) dan ASEAN-India. Tampak jelas ada harapan dibalikkecemerlangan pertumbuhan ekonomi Asia, yang dapat dimanfaatkan untukmeningkatkan lebih jauh pertumbuhan ekonomi negara anggota ASEAN, lewatpembentukan kerjasama ekonomi dengan ke empat negara Asia tersebut. Olehkarena itu, implementasi kerjasama perdagangan bebas ASEAN Plus Tiga(China, Jepang dan Korea) harus semakin ditingkatkan. Kita tidak bolehkehilangan peluang dan momentum yang baik, dengan memanfaatkan secaraoptimal segi positif dari pertumbuhan ekonomi perdagangan Asia yang sangatsepektakuler ini. Belakangan muncul gagasan pembentukan Masyarakat Asia Timur yangdalam jangka panjang akan berkembang menjadi Masyarakat Asia secarakeseluruhan. Gagasan ini menarik disimak karena ada berbagai hal positif yangdapat ditarik manfaatnya, baik dalam rangak pengembangan kerjasama ASEANmaupun Indonesia sendiri. Oleh karenanya perkembangan kearah pembentukangagasan ini perlu dimonitor dan dan dicermati dengan saksama oleh pihak-pihak yang berkepentingan dan bahkan didorong perwujudannya. Namun upaya membangun Masyarakat Ekonomi Asia Timur, masihmenghadapi sejumlah kendala yang mengganjal, sehingga diperlukan upayaserius terutama dari pihak Jepang China dan Korsel untuk mengeliminasikendala yang mengganjal ini. Kenyataan di lapangan memang menunjukkan,
  45. 45. 45kendati dari sisi kepentingan ekonomi, terdapat niat, semangat dan bahkankesepakatan untuk menggalang kerjasama ekonomi yang lebih mendalam,namun pembentukan Masyarakat Asia Timur masih dibayang-bayangikemungkinan keretakan yang dapat menghambat perwujudan kerjasamaekonomi yang harmonis di kawasan yang terus berkembang secara dinamis ini. KTT Asia Timur pertama di Kuala Lumpur diharapkan dapat menjadimomentum pembuka jalan bagi kerjasama regional yang lebih erat menuju stabilitas,kedamaian dan kemakmuran di kawasan ini. Kita berharap semangat yang tinggi untukmembangun kerjasama Asia Timur tidak hanya terhenti di meja perundingan EAS saja,melainkan dilanjutkan dengan implementasi program kerjasama secara kongkrit danefektif. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah upaya untuk mereduksi perbedaandan benih-benih konflik diantara negara peserta EAS secara bertahap, tetapi pasti, harusterus diupayakan, agar terbentuk kerjasama yang kompak, kongkrit dan efektif, tidaksekedar diatas kertas seperti kerjasama APEC. Sekalipun perbedaan jelas ada, namunperbedaan bisa saja menjadi aset yang memperkaya dan memperkuat kerjasama.Bukankah lukisan mozaik yang indah dilahirkan dari aneka ragam bentuk dan warnayang berbeda namun dapat dibuat menjadi komposisi yang menarik. Disinilah, dalamkonteks EAS, diperlukan kemampuan mengelola keberagaman (managing diversity)guna menciptakan persatuan dalam keberagaman (unity in diversity).Daftar Kepustakaan :- Akira Kojima, Pembangunan Gaya Asia, Model Perdamaian, Kompas, 2 Juni 2004- Arif Satria, Kerjasama ASEAN dan Pencurian Ikan, Suara pembaruan, 2 Juli 2004- Diah Marsidi, Myanmar Beringsut Membuka Diri, Kompas, 23 Desember 2003- James Luhulima, ASEAN-Myanmar, Bagai Memagang Bola Panas, Kompas, 4 Juli 2004- Kishore Mahbubani, Bisakah Asia Berperan Dalam kepemimpinan Global ? Kompas, 1 Juni 2004
  46. 46. 46- N. Hasan Wirajuda, Jadikan ASEAN Lebih relevan dan Efektif, Kompas, 7 Agustus 2004- Makmur Keliat, Pembangunan Komunitas ASEAN, Kompas, November 2004- PLE Priatna, ASEAN dan Komunitas yang kapitalis, Kompas, Oktober 2003- PLE Priatna, Melihat ASEAN ke Masa Depan, Kompas, 25 Juni 2004- PLE Priatna, Australia, Indonesia dan ASEAN, Kompas, 19 November 2004- Poedjo Purnomo, Selat Malaka di Mata Pelaut, Kompas, 11 Agustus 2004

×