Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Kwn
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
450
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
4
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PARTAI POLITIK DI INDONESIA PASCA MASA KEMERDEKAAN (1945-1959)• Dasar Ketuhanan • Dasar Kebangsaan1. Partai Masyumi 1. Partai Nasional Indonesia2. Partai Serikat Indonesia 2. Partai Indonesia Raya3. Pergerakan Tarbiyan 3. Persatuan Indonesia Raya Islamiyah 4. Partai Rakyat Indonesia4. Partai Kristen Indonesia 5. Partai Demokrasi Rakyat5. Nahdatul Ulama 6. Partai Rakyat Nasional6. Partai Katolik 7. Partai Wanita Rakyat 8. Partai Kebangsaan Indonesia 9. Partai Kedaulatan Rakyat 10. Partai Kerakyatan Indonesia 11. Ikatan Nesional Indonesia 12. Partai Rakyat Jelata 13. Partai Tani Indonesia 14. Wanita demokrasi Indonesia
  • 2. • Dasar Marxisme • Dasar1. Partai Komunis Indonesia Nasionalisme2. Partai Sosialis indonesia 1. Partai Demokrat Tionghoa3. Partai Murba 2. Partai Indonesia Nasional4. Partai Buruh 3. Partai Ikatan pendukung5. Persatuan Rakyat Marhaen Kemerdekaan Indonesia Indonesia
  • 3. • Dasar Ketuhanan1. Partai Masyumi Masyumi adalah sebuah partai politik yang berdiri padatanggal 7 November 1945 di Yogyakarta. Partai ini didirikan melalui sebuahKongres Umat Islam pada 7-8 November 1945, dengan tujuan sebagai partaipolitik yang dimiliki oleh umat Islam dan sebagai partai penyatu umat Islamdalam bidang politik.Masyumi pada akhirnya dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960dikarenakan tokoh-tokohnya dicurigai terlibat dalam gerakan pemberontakandari dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pada masapemerintahan Soeharto, terjadi rehabilitasi sebagian dari tokoh-tokohMasyumi, di mana beberapa tokoh-tokoh Masyumi diperbolehkan aktifkembali dalam politik dengan meleburkan diri ke dalam Partai PersatuanPembangunan (PPP).
  • 4. PersatuanTtarbiyah Islamiyah ( PERTI )Dalam perjalanan sejarah, gerakan politik Islam memainkan peran yang signifikan dalam dinamikahubungan agama dan politik di Indonesia. Dinamika Islam dan perubahan sosial di dalam politik di dalam suatu negara akan dipengaruhi oleh gerakan dan aktivitas sosial politik dan kemasyarakatan pada suatu daerah khususnya dan negara pada umumnya. Oleh karena itu cikalbakal sebelum lahirnya sebuah partai tidak bisa lepas dari adanya sebuah gerakan. Pokok masalah atau rumusan masalah yang mendasari penelusuran ini diantaranya adalah: Bagaimana kiprahpolitik Partai Tarbiyah Islamiyah dalam sebuah wadah gerakan, dan juga apa gagasan utama Partai Tarbiyah Islamiyah sebagai partai yang berbasis Islam.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gerakan politik yang diterapkan di sumatera dalamkancah perpolitikan tahun 1928 sampai 1969 sebagai kaca perbandingan politik Indonesia dewasa ini. selanjutnya mengetahui sejauh mana peranan gerakan politik Islam dalam pentas nasional yang diwakili PERTI sebagai gerakan politik Islam. dan juga memberikan kontribusi keilmuan dalam mata kuliah fiqh siyasah dalam mempertahankan hakekat politik Islam dalam mengkaji PERTI dengan bahasan yang lebih baik.Dalam visi dan misi PERTI mengindikasikan adanya Gagasan dan kiprah PERTI dalam politik praktis berupa mencerdaskan kehidupan bangsa dan berpartisipasi membangun negara, dari dasar ini memunculkan makna PERTI sebagai partai politik ataupun gerakan politik memberi kontribusi pada tataran dakwah yang masuk pada sumsum indonesia alias politik kaum kecil atau kaum terpinggirkan dengan jargonnya yaitu Ulama atau Kyai. Sebagai perwujudan Siyasah Islamiyah yang menumbuhkan respon masyarakat terutama masyarakat Sumatera Barat.
  • 5. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library Research) yaitu sebagai suatu penelitian yang diarahkan dan difokuskan untuk menelaah dan membahas bahan-bahan pustaka baik berupa buku-buku dan jurnal-jurnal yang relefan dengan kajian. Sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriptif artinya penyusun berusaha menunjukkan dan menjabarkan bagaimana bentuk gerakan politik dewasa ini agar penelitian ini berkembang dalam bentuk konsep dan himpunan fakta. Penelitian ini juga bersifat analitik artinya penelitian berusaha untuk menyelidiki suatu peristiwa (karangan atau perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebabmusabab atau duduk perkara). Dan kajian ini mendiskripsikan teori Politik Islam dalam sejarah Sumatera Barat melahirkan Partai Persatuan Tarbiyh Islamiyah. kesimpulannya nanti adalah bagaimana sebenarnya kiprah politik Persatuan TarbiyahIslamiyah dalam sebuah wadah gerakan. PERTI adalah gambaran awal dari teori poltikIslam dalam menyebarkan ajaran agama seluas-luasnya. Lahan dari pada PERTI adalah pembaharu pendidikan dengan sistem surau yang diklasikalkan sebagai wadah kememunculan Madrasah Tarbiyatul Islamiyah di Sumatera Barat. PERTI Di Pemilihan Umum Tahun 1955
  • 6. Partai Kristen Indonesia ( PARKINDO ) Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia mencatatat bahwa umat KristenIndonesia terlibat secara aktif , baik di medan perjuangan phisik maupun di medan perjuangan politik. Untuk mengetahui keterlibatan umat Kristen dalam proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ada beberapa catatan penting tentang peranan umat Kristen dalam proses integrasi nasional. Catatan-catatan penting itu antara lain : 1. Dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUUKI) yangberanggota 60 orang terdapat 3 (tiga) orang tokoh Kristen yaitu : Mr.A.A.Maramis, Mr. Johanes Latuharhary dan Parada Harahap. 2. Selain sebagai anggota BPUUKI, mereka juga terpilih sebagai anggota Panitia Penyusunan Rancangan Undang-Undang Dasar yang diketuai Ir.Soekarno. Ketiga tokoh Kristen ini juga berada diantara 19 orang anggota Panitia Penyusunan Rancangan Undang-Undang Dasar.3. Agar semua unsur bisa terwakili dalam Panitia Penyusun Rancangan Undang-Undang Dasar, Ir.Soekarno selaku Ketua Panitia menambah wakil-wakil dari daerah. Terpilihlah 2(dua) tokoh Kristen lagi yaitu Dr.Sam Ratulangi mewakili Celebes (sekarang Sulawesi) dan Dr.J.Leimena mewakili Maluku.Pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, tanggal 18 Agustus 1945 pukul 11.16, Dr. Sam Ratulangi mempersoalkan dua hal penting yaitu : • Masalah Anggaran Belanja Negara yaitu bagaimana kalau Anggaran Belanja yang disampaikan Pemerintah ke DPR ditolak. Karena dalam Rancangan UUD belum ada pasal yang mengatur hal tersebut. Dr.Sam Ratulangi mengusulkan : apabila DPR menolak Anggaran Belanja yang diajukan Pemerintah, maka Pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan danBelanja Negara tahun sebelumnya. Usul tersebut diterima menjadi pasal 23 UUD yang berbunyi: “ ….. Dalam hal Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diajukan Pemerintah, maka Pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun sebelumnya”.
  • 7. • Masalah dekonsentrasi serta desentralisasi. Dr Sam Ratulangi mengusulkan : agardaerah-daerah diberi hak seluas-luasnya untuk mengurus keperluannya menurutpikirannya sendiri, menurut kehendaknya sendiri. Tentu dengan persetujuan bahwadaerah-daerah itu adalah daerah daripada Indonesia dari satu Negara. Biarpundemikian kebutuhan, keperluan daerah-daerah disana harus mendapat perhatiansepenuhnya, yaitu dengan mengadakan suatu peraturan yang akan menyerahkankepada pemerintahan daerah kekuasaan penuh untuk mengurus keperluan daerahnyasendiri.4. Selain Dr.Sam Ratulangi, ketika membicarakan pasal tentang agama, dalam rapatPanitia penyusun UUDU tanggal 15 Juli 1945 pukul 22.20, Mr.Latuharhary jugamenanggapi pernyataan anggota Abdul Fatah Hasan tentang pasal 28 ayat 2 yangberbunyi : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk yang memeluk agamalain untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya masing-masing”. Mr,Latuharhary mengatakan kalau bunyinya: “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiappenduduk yang beragama lain”, maka artinya menjadi hilang. Sebab maksud Panitia,menghormati agama bukan menghormati orang yang memeluk agama. Jadi, kalaudiganti dengan “untuk yang memeluk”artinya berlainan; oleh sebab itu saya adakeberatan. Saya minta supaya ayat itu bunyinya tetap seperti yang diajukan olehPanitia Kecil itu” (lihat Risalah Sidang BPUPKI-PPKI hal.336-338).
  • 8. II Lahirnya PARKINDO 5. Maklumat pemerintah No.X/Th.1945 tertanggal 3 November 1945 sesungguhnya merupakan tanggapanatas pendapat dunia internasional terutama negara-negara sekutu, bahwa tuntutan untuk merdeka hanyalah keinginan Soekarno dan Pemerintahnya. Maklumat tersebut membolehkan masyarakat membentuk partai politik sebanyak-banyaknya. Maklumat itu juga sekaligus menjawab rumors yang berkembang dalam masyarakat bahwa Soekarno dan Mohamad Hatta akan menjadikan Partai Nasioal Indonesia (PNI)sebagai partai tunggal. (catatan:Mr.A.A.Maramis, Mr.Johanes Latuharhary, Dr.Sam Ratulangi dan Parada Harahap adalah anggota PNI, kecuali Dr.J.Leimena belum masuk partai manapun). Maklumat Pemerintah tersebut telah mendorong sekelompok orang Kristen Indonesia untuk menggumuli pembentukan sebuah Partai Kristen. 6. Serentetan pertemuan diadakan oleh para tokoh Kristen (Protestan dan Katolik) di Jakarta untuk menggumuli pembentukan sebuah partai bagi seluruh umat Kristen Indonesia. Tanggal 9 November 1945 bertempat di gedung Gereja Pasundan – Jl.Kramat Raya No.45, para tokohProtestan dan Katolik kembali mengadakan pertemuan. Dari pihak Protestan hadir : Domine (Ds) Probowinoto, DR.Mr.Sutan Gunung Mulia, Ir. Fredrick Laoh, DR.Ir.W.Z.Johanes, J.K.Panggabean, Soedarsono, Maryoto dan Martinus Abe4dnego; dari pihak Katolik hadir Soeradi dan Hadi.Pertemuan dipimpin oleh Ds. Probowinoto. Ketika peserta pertemuan sepakat membentuk sebuah PartaiKristen, utusan Katolik mengundurkan diri dengan alasan akan membicarakannya dahulu dengan Pimpinan Gereja Katolik.7. Akhirnya pertemuan malam itu sepakat membentuk sebuah partai untuk umat Kristen Protestan dengan nama Partai Kristen Nasional. Nama itu diusulkan oleh DR.Mr .Sutan Gunung Mulia. Peserta pertemuan secara aklamasi memilih DR.Ir. W.Z.Johanes sebagai Ketua dan Maryoto sebagai Sekertaris. Tanggal 10 November 1945, para tokoh Kristen Protestan itu mendeklarasikan berdirinya Partai Kristen Nasional.
  • 9. 8. Kongres ke-I Partai Kristen Nasional tanggal 6 dan 7 Desember 1946 di Solo menghadirkan seluruh Partaidan organisasi Kristen yang ada di Indonesia waktu itu, antara lain :a. PARKI (Partai Kristen Indonesia) – Medanb. Persatuan Masehi Indonesia -- Jawac. Perserikatan Kaum Christen - Jawad. Perserikatan Christen Jawi - Jawae. Partai Masehi - Pematang SiantarCatatan: Partai Masehi Pematang Siantar adalah penjelmaan dari Perserikatan Christen Indonesia (PERCHI)yang berdiri sebelum Perang Dunia II di Pematang Siantar,9. Pada Kongres itulah para peserta sepakat mengganti nama Partai Kristen Nasional menjadi Partai KristenIndonesia disingkat PARKINDO. Kongres juga memilih Ds.Probowinoto menggantikan DR.Ir.W.Z.Johanessebagai Ketua dan Mr.A.M. Tambunan menggantikan Maryoto sebagai Sekertaris. Mr.A.M.Tambunan tidaklama menjabat Sekertaris PARKINDO, karena terpilih sebagai anggota Badan Pekerja Komite NasionalIndonesia Pusat (KNIP). Ia diganti oleh Martinus Abednego.10. Selama pemerintahan Presiden Soekarno, PARKINDO selalu terwakili dalam Kabinet. Posisi yang seringdiberikan kepada PARKINDO adalah sebagai Menteri Kesehatan. Hanya pada tiga Kabinet PARKINDO tidakterwakili yaitu pada:a. Kabinet I - Kabinet Presidensiel pimpinan PM.Mohamad Hatta (tanggal 2 September – 14 November 1945)b. Kabinet PM Soesanto (Kabinet Peralihan) 29 Desember 1949 – 21 Januari 1950 danc. Kabinet PM Ali Sastroamidjojo I: 1 Agustus 1953 – 12 Agustus 1955.
  • 10. Tokoh PARKINDO Dr.J.Leimena sejak Dekret 5 Juli 1959 selalu dipakaiPresiden Soekarno dalam pemerintahannya. Dalam Kabinet Karya (1959)pimpinan Djuanda, Dr.J.Leimena menduduki jabatan sebagai Wakil MenteriUtama II. Presiden Soekarno menggunakan istilah Menteri Utama untukjabatan Perdana Menteri karena setelah kembali ke UUD 1945, Presidenselain sebagai Kepala Negara juga sebagai Kepala Pemerintahan. KetikaPresiden Soekarno merombak kabinet pada tahun 1960, Dr.J.Leimenakembali diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II.Dr.J.Leimena juga sering menjadi Pejabat Presiden selama PresidenSoekarno keluar negeri. Tidak kurang dari tujuh kali Dr.Leimena dilamtikdan diambil sumpahnya sebagai Pejabat Presiden selama pemerintahanSoekarno.Pada masa Pemerintahan Orde Baru, PARKINDO hanya sekali terwakilidalam Kabinet sesudah Pemilihan Umum 1971 yaitu dalam KabinetPembangunan I ( 1973 -1978) sebagai Menteri Sosial yang dijabat oleh DR.A.M.Tambunan SH.
  • 11. Jadi sesungguhnya umat Kristen punya andil cukup besar dalam mendirikan Negara KesatuanRepublik Indonesia. Tetapi dalam perjalanannya setelah Negara ini merdeka, umat Kristensemakin terpinggirkan bahkan dianggap “warga Negara kelas dua” . Umat Kristen selaludituntut melaksanakan kewajiban sebagai warga Negara tanpa diperhatikan hak-haknya.Dalam perjalanan sejarah bangsa ini kepentingan dan hak-hak kewarganegaraan umat Kristensepertinya “sengaja diabaikan” melalui kebijakan-kebijakan politik nasional yang dikeluarkanoleh penyelenggara Negara --- penguasa ---yang didominasi oleh kekuatan-kekuatan nonKristen. Sebagai contoh : dibawah pemerintahan Orde Baru (1966 – 1998) ratusan gerejadibakar, ribuan umat Kristen dibunuh (di Maluku, Poso, di Kabupaten Sambas - KalimantanBarat, di Sampit - Kalimantan Tengah, di Situbondo -Jawa Timur, di Garut dan Bekasi - JawaBarat). Pemerintah waktu itu membiarkannya.Disamping itu orang-orang yang menamakan diri “tokoh Kristen” di partai berkuasa --- GOLKAR--- juga tidak berani bersuara memperjuangkan hak-hak umat Kristen yang ditindas olehpenguasa. Alasannya, mereka adalah kelompok minoritas dalam partai tersebut. Dengan katalain mereka menyandang predikat minoritas ganda. Karena secara nasional umat Kristen sudahminoritas, dalam partai juga orang Kristen itu minoritas. Melihat kondisi ini, para kaderorganisasi Kristen yang tidak tergabung dalam partai tertentu serta beberapa kader Kristen diPDI-P terpanggil untuk mengaktifkan kembali Partai Kristen Indonesia (PARKINDO) yang sejak10 Januari 1973 diharuskan oleh Presiden Soeharto bergabung dalam Partai DemokrasiIndonesia (PDI).
  • 12. Dalam perjalanan sejarah bangsa ini kepentingan dan hak-hak kewarganegaraan umatKristen sepertinya “sengaja diabaikan” melalui kebijakan-kebijakan politik nasionalyang dikeluarkan oleh penyelenggara Negara --- penguasa ---yang didominasi olehkekuatan-kekuatan non Kristen. Sebagai contoh : dibawah pemerintahan Orde Baru(1966 – 1998) ratusan gereja dibakar, ribuan umat Kristen dibunuh (di Maluku, Poso, diKabupaten Sambas - Kalimantan Barat, di Sampit - Kalimantan Tengah, di Situbondo -Jawa Timur, di Garut dan Bekasi - Jawa Barat). Pemerintah waktu itu membiarkannya.Disamping itu orang-orang yang menamakan diri “tokoh Kristen” di partai berkuasa ---GOLKAR --- juga tidak berani bersuara memperjuangkan hak-hak umat Kristen yangditindas oleh penguasa. Alasannya, mereka adalah kelompok minoritas dalam partaitersebut. Dengan kata lain mereka menyandang predikat minoritas ganda. Karenasecara nasional umat Kristen sudah minoritas, dalam partai juga orang Kristen ituminoritas. Melihat kondisi ini, para kader organisasi Kristen yang tidak tergabungdalam partai tertentu serta beberapa kader Kristen di PDI-P terpanggil untukmengaktifkan kembali Partai Kristen Indonesia (PARKINDO) yang sejak 10 Januari 1973diharuskan oleh Presiden Soeharto bergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia(PDI).
  • 13. Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam yang terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.
  • 14. Partai Katolik yang lahir kembali pada tanggal 12 Desember 1945 dengan nama PKRI (Partai Katolik Republik Indonesia) merupakan kelanjutan dari atau sempalan dari Katolik Jawi yang dulunya bergabung dengan Partai Katolik. Sebenarnya partai ini sudah ada tahun 1917. Namun partai ini baru secara resmi berdiri pada tahun 1923 di Yogyakarta, didirikan oleh umat Katolik Jawa yang dipimpin oleh F.S. Harijadi. Saat IJ Kasimo memimpin, partai ini kemudian dinamai Pakempalan Politik Katolik Djawi (PPKD). Pada masa penjajahan Belanda, PPKD - karena kebutuhan siasat politik - bergabung dengan Indische Katholieke Partij. Partai Katolik dideklarasikankan oleh Kongres Umat Katolik seluruh Indonesia padatanggal 12 Desember 1949 sebagai penjelmaan fusi dari 7 Partai Katolik yang telah ada sebelumnya yakni: Partai Katolik Republik Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Surakarta. Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Makasar. Partai Katolik Rakyat Indonesia (P.K.R.I.) yang didirikan di Flores. Partai Katolik Indonesia Timus (Parkit) yang didirikan di Timor. Persatuan Politik Katolik Flores (Perkokaf) didirikan di Flores. Permusyawaratan Majlis Katolik (Permakat) didirikan di Manado. Partai Katolik Indonesia Kalimantan (Parkika) yang didirikan di Kalimantan.
  • 15. Anggaran Dasar Partai Katolik sebagai gabungan partai-partaitersebut di atas, telah disahkan dalam Kongresnya yang pertamadi Semarang tanggal 12 Desember l949, dimana asas dan tujuan berbunyi sebagai berikut: Partai Katolik berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa pada umumnya serta Pancasila pada khususnya dan bertindak menurut asas-asas Katolik. Tujuan Partai Katolik ialah bekerja sekuat-kuatnya untuk kemajuan Republik Indonesia dan kesejahteraan rakyatnya. Pada Pemilu 1971 Partai Katolik meraih 606.740 suara (1,11%) sehingga di DPR memperoleh 3 kursi. Di tahun ini juga partai ini fusi ke dalam tubuh Partai Demokrasi Indonesia.
  • 16. PNI atau Partai Nasional Indonesia adalah partai politik tertua di Indonesia. Partai inididirikan pada 4 Juli 1927 dengan nama Perserikatan Nasional Indonesia denganketuanya pada saat itu adalah Dr. Tjipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, MrIskaqTjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo.1927 - Didirikan di Bandung oleh para tokoh nasional seperti Dr. TjiptoMangunkusumo, Mr. Sartono, Mr Iskaq Tjokrohadisuryo dan Mr Sunaryo. Selain itupara pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club yang diketuai oleh Ir.Soekarno turut pula bergabung dengan partai ini.1928 - Berganti nama dari Perserikatan Nasional Indonesia menjadi Partai NasionalIndonesia1929 - PNI dianggap membahayakan Belanda karena menyebarkan ajaran-ajaranpergerakan kemerdekaan sehingga Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintahpenangkapan pada tanggal 24 Desember 1929. Penangkapan baru dilakukan padatanggal 29 Desember 1929 terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta seperti Soekarno,Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja1930 - Pengadilan para tokoh yang ditangkap ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus1930. Setelah diadili di pengadilan Belanda maka para tokoh ini dimasukkan dalampenjara Sukamiskin, Bandung. Dalam masa pengadilan ini Ir. Soekarno menulis pidato"Indonesia Menggugat" dan membacakannya di depan pengadilan sebagaigugatannya.
  • 17. 1931 - Pimpinan PNI, Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. Sartono kemudianmembubarkan PNI dan membentuk Partindo pada tanggal 25 April 1931. Moh. Hattayang tidak setuju pembentukan Partindo akhirnya membentuk PNI Baru. Ir. Soekarno bergabung dengan Partindo. 1933 - Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores sampai dengan 1942. 1934 - Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira sampai dengan 1942. 1955 - PNI memenangkan Pemilihan Umum 1955.1973 - PNI bergabung dengan empat partai peserta pemilu 1971 lainnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia. 1998 - Dipimpin oleh Supeni, mantan Duta besar keliling Indonesia, PNI didirikan kembali. 1999 - PNI menjadi peserta pemilu 1999. 2002 - PNI berubah nama menjadi PNI Marhaenisme dan diketuai oleh Sukmawati Soekarno, anak dari Soekarno.
  • 18. Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukanIndonesia Merdeka). Parindra menganut azas cooperatie aliasbekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu.Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukanIndonesia Merdeka). Parindra menganut azas cooperatie aliasbekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu.
  • 19. PARTAI RAKYAT INDONESIA (Pari)Asas: PancasilaDidirikan/Deklarasi: Jakarta, 22 Mei 1998Alamat: Gedung Manggala WanabaktiBlok IV Lt 6/609 A, Jakarta PusatTelepon: (021) 5703246-65 Pes.5206/5306Ketua Umum: Agus MiftachSekretaris Jenderal: Michele Poerwanto SHCikal-bakal berdirinya Partai Rakyat Indonesia (Pari) diawali dari LSM Bina Lingkungan Hidup Indonesia (BLHI)yang dibentuk pada bulan Desember 1988 di Blitar, Jawa Timur. Sejak pendiriannya, BLHI dicita-citakan akanmenjelma menjadi sebuah partai politik kelak, apabila situasi telah memungkinkan. Angin reformasi yangmenjatuhkan kekuasaan Orde Baru Mei 1998 lalu memberikan celah bagi BLHI mewujudkan cita-citanya.Dalam manifesto politiknya, Pari mengedepankan kepastian hukum, demokrasi, dan pemerataan ekonomisebagai pilar utama terwujudnya keadilan sosial. Dalam kaitannya dengan demokratisasi hukum, partai inimenginginkan peninjauan kembali semua peraturan perundangan zaman kolonial, Orde Lama, dan Orde Baruyang kontra demokrasi. Sementara dalam hal ekonomi, Pari berpendapat agar terbentuk fundamenperekonomian yang kuat, setiap jenis usaha dan satuan produksi harus memperoleh jaminan kapital dalammenyangga kontinuitas dan meningkatkan produktivitasnya. Dengan demikian terjadi perubahanPartai Rakyat Nasional (bahasa Inggris: Peoples National Party/PNP) adalah sebuah partai politik berideologisosialisme demokratis di Jamaika. Partai ini didirikan pada tahun 1938 oleh Norman Manley. Dari 1972hingga 1980 serta sejak 1989 hingga saat ini, PNP memiliki suara mayoritas di parlemen.Pada 26 Februari 2006, Portia Simpson-Miller dilantik sebagai presiden PNP, menggantikan P. J. Patterson.Daftar presiden partaiNorman Manley (1938-1969)Michael Manley (1969-1992)P. J. Patterson (1992-2006)Portia Simpson-Miller (2006–)