Tentang mahasiswa dan tutorial edit photoshop

  • 2,079 views
Uploaded on

tips dan trik photoshop, Mahasiswa, dunia mahasiswa, mahasiswa baru

tips dan trik photoshop, Mahasiswa, dunia mahasiswa, mahasiswa baru

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,079
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
55
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Apatis, pragmatis, hedonis, dan berbagai kebiasaan buruk lainnya melekat pada diri mahasiswasekarang. Bagaimana tidak? Ada tanggung jawab besar yang harus ditanggung oleh mahasiswa.Tanggung jawab pertama adalah kepada orang tua. Mereka harus bisa memberikan jawaban atassusahnya para orang tua mereka untuk membiayai biaya kuliah yang semakin melambung.Padahal, harga kebutuhan pokok pun semakin mencekik. Akan sangat tidak sopan jika paramahasiswa pulang dengan nilai yang tidak membanggakan. Mengapa nilai? Karena nilai lahyang biasanya menjadi indikator kepuasan orang tua. Memiliki IP bagus, lulus cum laude, danditerima di perusahaan minyak adalah dambaan banyak orang tua sekarang. Dengan tanggungandemikian para mahasiswa pun cenderung untuk lebih mementingkan segi akademis mereka.Apalagi sekarang kondisi pendidikan tinggi cukup sulit. Tugas yang menumpuk, seakan tugas itusudah menjadi kebutuhan pokok mahasiswa.Alasan kedua adalah masalah yang ada dalam bangsa ini. Kita tahu bahwa bangsa ini sedangdilanda sakit yang sangat kronis. Perampokan, pembunuhan, penipuan, korupsi, dan beritakriminal lainnya menghiasi negeri ini tiap hari. Masyarakat mulai jenuh. Apalagi mahasiswa,lebih baik mereka memilih untuk fokus pada kuliah, lulus, dan membahagiakan keluarga.Namun, beberapa waktu mendatang, beberapa mahasiswa akan melupakan sisi gelap merekatersebut. KKN, bukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme, akan memaksa mahasiswa untuk tidakapatis dengan permasalahan bangsa ini. Kegiatan itu disebut Kuliah Kerja Nyata.KKN adalah kegiatan akademik yang dilaksanakan di tengah kehidupan sosial masyarakat,terutama di wilayah pedesaan. Mahasiswa peserta KKN diperkenalkan secara langsung denganmasyarakat dan permasalahannya yang kompleks. Sambil belajar, para mahasiswa sekaligusmengaplikasikan pengetahuannya sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN,mahasiswa diharapkan selain menjadi calon sarjana yang mempunyai kompetensi sesuaikeilmuannya, juga menjadi calon sarjana yang populis, generalis, dan mempunyai kepedulianterhadap problem-problem kemasyarakatan.Dengan KKN inilah mahasiswa, yang hanya 5% dari total penduduk di Indonesia, menjadiperintis perubahan dalam masyarakat pedesaan. Para mahasiswa yang biasa belajar di dalamkelas, harus mampu menyelesaikan permasalahan di pedesaan sesuai kemampuan mereka. Jikadi kelas, para mahasiswa hanya terbiasa dengan teori-teori, dan mungkin praktek pun masihberbasis pada teori saja, nah dalam KKN ini mahasiswa dihadapkan dalam sebuah problemlangsung. Bagaimana penyelesaiannya, bagaimana cara mahasiswa mampu mengajakmasyarakat desa agar lebih madani.KKN bisa menjadi semacam Corporate Social Responsibility sebuah kampus terhadapmasyarakat sekitar. Seperti halnya sebuah perusahaan yang berada di suatu wilayah, perusahaantersebut harus membalas budi kepada masyarakat sekitar. Begitu pula dengan KKN. KKNmenjadi balas budi sebuah universitas terhadap daerah sekitarnya. Sangat tidak adil ketika dalamsuatu daerah, ada universitas besar yang di dalamnya terdapat orang-orang cerdas namun disekitar daerah tersebut masih banyak orang yang belum bisa baca tulis. Misal di Jogjakarta.Meski berstatus sebagai kota pelajar, masih banyak masyarakat yang tertinggal di sekitar kotatersebut. Sehingga UGM, yang berstatus sebagai universitas nomer dua di negeri ini memiliki
  • 2. kewajiban untuk membantu masyarakat tertinggal tersebut. Di Jogja sendiri UGM tidak bekerjasendiri. Beberapa universitas yang lain seperti UIN Sunan Kalijaga, dan Universitas IslamIndonesia juga memiliki program KKN seperti halnya di UGM.Di UGM sendiri KKN lebih berbasis kepada community empowerment (pemberdayaanmasyarakat) bukan community development (pembangunan masyarakat). Hal ini dimaksudkankarena subjek dalam KKN bukan hanya mahasiswa, namun juga masyarakat. Dengan metodepemberdayaan, masyarakat menjadi aktor utama, mahasiswa hanya sebagai inisiator saja. Hal inidimaksudkan agar masyarakat tetap berkembang secara mandiri meskipun proses KKN telahselesai.Program KKN sendiri cukup bervariasi. Mahasiswa lewat dosen pembimbing bebas memilihtema dan mengajukan proposal program mereka. Rata-rata program pun tidak berbeda jauhdengan bidang keilmuan. Bagi mahasiswa fakultas Teknik energi menjadi primadona utama,seperti pemberdayaan listrik tenaga angin di Pandansimo, bantul, Yogyakarta. Ada pulapemanfaatan potensi pariwisata di daerah lombok, pendirian UMKM di daerah Cepu, bahkan adapendidikan kemasyarakatan di Papua.Sebagaimana disampaikan oleh bapak Wakil Presiden Indonesia dalam pelepasan mahasiwaKKN di Grha Sabha Pramana, UGM Kamis lalu, beliau berpesan bahwa mahasiswa sebagaigenerasi yang akan menggantikan pemimpin yang ada saat ini harus lebih peduli terhadap realitamasyarakat. Jadi ketika nanti menjadi pemimpin, harus jauh lebih baik daripada yang sekarang.Pramudya Arif DwijanarkoAnggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UGM 2011
  • 3. “Kamu Persis Mahasiswa”. Begitu ungkapan tukang becak kepada sesama tukang becak jika terjadi perkelahian sesama tukang becak di Kota Makassar.Saya klik Kompas.com. Ada tulisan: “Kampus UMI Bak Medan Perang”.Saya kaget. Sewaktu saya melintasi jam 10-an tadi pagi, saya tidak melihat adanya gelagatperkelahian di UMI (Universitas Muslim Indonesia) Makassar. Menurut Kompas.comperkelahian itu terjadi sore tadi. Saya baru sadar ternyata saya pulang lewat Tol ReformasiMakassar (yang tentu saya tidak melintasi Jln. Urip Sumoharjo Km 4 tempat kampus UMIberdomisisli).Perkelahian di Universitas Muslim Indonesia sudah tak terbilang lagi jumlah peristiwanya.Setidaknya ada 3 universitas di Makassar yang hobi berkelahi: Universitas Hasanuddin,Universitas Negeri Makassar dan Universitas Muslim Indonesia.Jika Unhas memiliki pola interen. Waspadai pada bulan september, gejala ini telah berlangsungsejak tahun 1992 yang dikenal dengan Black September di mana gedung Fakultas Teknik ludesdibakar. Black September juga sering dikaitkan dengan G30S/PKI. Sampai saat ini belum bisadibuktikan secara ilmiah. Hanya pepesan kosong saja. Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapamahasiswa unhas puncak keributannya di setiap bulan september?.Kemudian untuk mahasiswa Universitas Muslim Indonesia agenda tahunannya di bulan Aprilyang mereka peringati sebagai AMARAH (April Makassar Berdarah) dan telah dibuatkan TuguAmarah. AMARAH sendiri terjadi pada tanggal 24 April 1996 ketika militer orde barumenggempur mahasiswa UMI dan menewaskan 3 mahasiswa.Sebagai pendidik, saya merasa bahwa itu kegagalanku dan teman-temanku dalam mendidikmahasiswa. Saya harus gentle mengakuinya dan meminta maaf kepada masyarakat SulawesiSelatan secara khusus dan Negara Republik Indonesia secara umum, bahkan kepada duniapunsaya meminta maaf yang sebesar-besarnya.Tetapi di balik itu saya juga ingin menyampaikan hal-hal yang urgen yang menjadi pemicuperkelahian mahasiswa:Tembok antar fakultas yang sangat tinggiInteraksi emosional yang kerap memunculkan kosleting akibat arus pendek antar mahasiswa olehkarena setiap fakultas sama-sama mengklaim jago dan terhebat di antara fakultas lainnya. Adakecenderungan fakultas eksakta merasa hebat dan pintar dari fakultas ilmu-ilmu sosial. Suatu ke-idiot-an yang benar-benar idiot. Ketika ilmu pengetahuan saling ketergantungan masih ada sajamahasiswa menganggap ilmunya yang paling hebat dan mengklaim bahwa ilmu pasti adalahilmu hebat dibanding ilmu sosial.
  • 4. Apa mereka tidak tahu bahwa fisika, teknik, kedokteran adalah gabungan beberapa ilmu. Apaketika berhadapan dengan manusia bukan sosiologi yang digunakan. Apa ketika membangunsebuah gedung, bukan ilmu humaniora yang dipakai. Apa memang ilmu fisika tak berbicaratentang interaksi sosial.Bubarkan Himpunan Mahasiswa JurusanCelakanya lagi dengan kehadiran himpunan mahasiswa jurusan yang telah melenceng jauh daribudaya akademik. Yang mereka lakukan lebih banyak mengatasnamakan himpunan mahasiswajurusan tetapi juga melenceng dari karakter dan budaya akademik. Banyaknya himpunan-himpunan mahasiswa jurusan semakin memperkental saja pemikiran egoisme jurusan (maaf,bukan egoisme keilmuan).Sejak saya mahasiswa telah melihat fenomena pembentukan himpunan mahasiswa jurusan atauforum mahasiswa jurusan. Mahasiswa belum siap untuk membentuk himpunan mahasiswajurusan. Kenapa?. Jawabnya karena himpunan mahasiswa jurusan lebih banyak dipandangsebagai fisikal semata. Silakan bentuk HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) tetapi konsistendengan tujuan keilmuan bukan untuk tujuan yang lain.Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Tinjau Ulang TupoksinyaBelum pernah saya menyaksikan ada seorang pejabat yang bernama Wakil Rektor BidangKemahasiswaan yang tak mendua, satu sisi takut sama rektor, sisi lain dia adalah pembelamahasiswa. Perubahan nama dari Pembantu Rektor ke Wakil Rektor juga tak berpengaruh secarasignifikan. Wakil Rektor bidang kemahasiswaan idealnya berfungsi sebagai penyambung lidahmahasiswa, corong mahasiswa jika terjadi turbulensi interen ataupun eksternal. Yang terjadimalah wakil rektor urusan mahasiswa ini lebih banyak mendengar bosnya ketimbangmahasiswanya.Yang lebih mengherankan lagi buat saya, kenapa setiap perkelahian mahasiswa rektoratmenelpon polisi?. Apa memang mahasiswa itu penjahat?. Mengapa menggunakan pendekatankepolisian. Bukankah kita lebih tahu karakter dan jiwa mereka sebagai anak-anak kita?Mahasiswa FrustrasiSaya tak tahu persis mengapa mahasiwa sekarang sangat sensitif, soal-soal sepele saja sudahcukup untuk dijadikan landasan pertumpahan darah antar sesama mereka. Gejala sosial apa ini?.Jika mereka mengaku sebagai mahasiswa maka sangat mendzalimi status kemahasiswaannyasebagai yang “Maha”. Tak melekat makna seorang mahasiswa di dirinya yang senantiasadiwajibakan berpikir universe. Diwajibkan berpikir sebab-akibat, metodologis, sistematis danobyektif.Apa yang membuat mereka frustrasi?. Apa karena sistem SKS yang tak lagi memberi peluang kemahasiswa untuk pengembangan diri secara eksternal?. Karena memang sistem SKSmengharuskan mahasiswa kompetitif dan sedikit egois. Lantas kita mau ke sistem pendidikanyang bagaimana lagi?. Apa kalian rela dijadikan kelinci percobaan?.
  • 5. Entahlah apa mau kalian… yang pasti kutelah gagal mendidikmu.Atau..Kalianlah yang gagal mendidik dirimu sendiri…. Ingat “tulang belulang” berpeluh keringat ayahibu di sana….
  • 6. Sebagai mahasiswa, sangat disayangkan apabila mengutarakan pendapatnya hanya dengan caraberdemonstrasi. Oke, memang tidak ada larangan untuk mengutarakan pendapat dengan caraberdemo, hal tersebut malah dilindungi oleh Undang-Undang. Tetapi pada kenyataannya, halitupun tidak menjamin keberhasilan bahwa pendapat akan di dengar oleh pihak yangbersangkutan.Sering saya lihat di berita, mahasiswa demo dikarenakan kekecewaan atau ketidaksetujuanmereka terhadap kebijakan pemerintah. That’s good, mereka telah menyuarakan pendapatnya.Tetapi perlu kita lihat juga sisi negatifnya. Macet dimana-mana, dan tidak jarang demo tersebutberujung kisruh. Coba kita hitung, berapa banyak hasil demo yang didengar dan direalisasikanoleh pemerintah? NOL!Sebagai Agent of Change dalam sosial kemasyarakatan, mahasiswa seharusnya tidak hanyamemakai cara demo untuk mengutarakan pendapat di zaman sekarang ini. Sudah sepantasnyakita menunjukkan tindakan nyata, bukan hanya bicara. Seharusnya kita sebagai mahasiswa malu,ketika kita hanya bisa mengkritik tanpa berbuat apa – apa untuk perubahan yang lebih baik dinegara ini.Pernahkah kita sebagai mahasiswa, sebagai akademisi, berpikir untuk mulai bertindak dari hal-hal kecil yang ada pada diri kita sendiri? Setidaknya itu lebih berarti, daripada harus capek-capekberdemo, panas – panasan di jalan, teriak- teriak, dan membuat macet lalu–lintas, yang akhirnyaberujung sia-sia.Dengan perubahan kecil yang ada pada diri kita sendiri, kita bisa menjadi contoh bagimasyarakat luas, bagaimana cara berubah ke arah yang lebih baik. Jadi bukan hanya omongansemata, namun juga tindakan nyata. Mari bersama-sama kita rubah image di masyarakat tentangmahasiswa, yang selama ini di cap hanya bisa ngomong dan demo melulu.Kita mulai perubahan dengan tindakan nyata, dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal yangterkecil, mulai dari saat ini. Tidak ada kata terlambat untuk perubahan ke arah yang lebih baik.Bangkitlah Mahasiswa!---------------------------------------------------------------------------------------------------Sayangnya hanya sedikit kritikus yang menyadari betapa banyak yang sudah diperbuatmahasiswa sebagai kaum penggerak di negeri ini. Di kampus-kampus banyak diadakan seminar,bedah buku, diskusi politik, dan berbagai acara akademis lain. Kalau tidak percaya, silahkanjalan-jalan ke kampus-kampus besar. Di sana-sini banyak pamflet dan flyer acara sejenis.Bahkan seringkali, mampu menghadirkan narasumber level nasional.Seharusnya kita belajar dari sejarah. Kalau tidak ada demo, tidak bakal ada angkatan 66 yangmeruntuhkan Bung Karno. Tidak pula ada cerita mundurnya Pak Harto kalau tidak ada angkatan98 yang terus menerus menggedor lewat aksi massa di gedung mpr dpr.Terlepas dari hasil reformasi yang sudah diselewengkan keluar dari jalur yang diharapkan, aksimahasiswa kala itu jelas menjadi pintu segar untuk perubahan setelah rezim Orde Baru yang
  • 7. otoriter. Bisa dibayangkan andai saat itu hanya ada mhs2 cupu yang cuma berani teriak daridalam kampus, tentu situasinya masih sama seperti dulu. Bahkan kompasiana pun mungkin tidakeksis, karena baru sehari operasi, langsung dibreidel oleh pemerintah yang anti kritik.Mesti diakui memang, banyak aksi demo yang malah berbalik menyusahkan rakyat. Macet,potensi rusuh, dsb. Tapi apakah kita yang tidak ikut demo juga lebih baik dari mereka yangberdemo? At least mereka masih memikirkan nasib rakyat dengan mengingatkan pemerintahkalau ada kebijakan yang kurang baik. Sementara kita asyik dengan zona nyaman kita sendiritanpa sadar masih banyak rekan-rekan kita yang kurang beruntung. Bukan hanya miskin, tapijuga dimiskinkan lewat program-program neo liberal.Saya sangat respek terhadap mahasiswa yang berprestasi, baik di dunia akademik maupun dilingkungan masyarakat. Atau jadi wirausahawan yang bisa menginspirasi kaum muda untukbangkit dan lebih kreatif. Tapi saya juga tidak kalah hormat dengan rekan-rekan aktivis demo,selama yang mereka perjuangkan masih sejalan dengan kehendak dan kebutuhan rakyat.Sayangnya di luar itu, masih banyak mhs yang hanya study oriented. Lulus dengan summa cumlaude hanya demi kerja di kantor elit, gaji melimpah, fasilitas mewah. Sibuk kerja pagi pulangmalam. Weekend pun diisi dengan acara liburan keluarga. Jadi tidak sempat lagi memikirkanorang lain. Di otaknya hanya kerja, duit, dan urusan keluarganya sendiri.
  • 8. Merindukan Dinamika Kehidupan Kaum “Intelektual” Kampus (Pentingnya sebuah Restorasi –2005-2008–)Saat tertidur memikirkan sesuatu yang menyakitkan sebuah keindahan yang tidak bisa dinikmati,terarah pikiran ini menyentuh masa lalu masa dimana penuh dengan terpaan konsekuensi seorangintelektual muda, terutama kampus dimana saat pikiranku tertuju tepatnya di fakultas MIPA saatitu, disadari atau tidak ternyata banyak kenyataan yang tidak bisa kita pandang remeh terkaitkehidupan di fakultas yang notabene adalah kampus dengan orientasi ilmu pasti / tuntutan studyoriented bagi mahasiswanya namun ternyata kehidupan fakultas tersebut menyimpan banyak halmenarik yang merupakan kehidupan kampus yang sebenarnya baik secara akademik maupun nonakademik, suasana yang penuh intrinsik dinamika politik kampus yang sangat terasa kental danbahkan mengalahkan suasana difakultas lain terutama FISIP dan ini secara explicit sangat diakuioleh temen-temen dari fakultas lain……. G’ percaya…? (berarti Anda seorang yang Apatis…!)Dalam kampus ini seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menyelami masalah akademiksaja namun juga peka terhadap masalah kehidupan sekitar kampus termasuk yang harusdiperhitungkan adalah kasus masyarakat terkait isu-isu yang berkembang saat itu, dari kampusinilah saya rekomendasikan sebagai kampus yang penuh dengan pelajaran hidup (Kampus FSTUNAIR, red). Memulai merasakan menjadi mahasiswa yang paling menarik adalah optionalpada ranah politik kampus dan ini terpaksa saya lalui dengan menginjakkan kaki di BLM (BadanLegeslatif Mahasiswa) selama 2 periode serta LPM FORMAT (Lembaga Pers Mahasiswa)selama 3 periode mulai angkatan pertama menjadi mahasiswa “polos” tanpa noda, pada tahunpertama saya putuskan untuk totalitas pada BLM karena saya ingin mengemban amanat karenasatu-satunya delegasi himatika yang bisa diandalkan…wkwkwkwkwk….sehingga di FORMAThanya numpang lewat saja maklum tidak bisa mbagi waktu (sori kawan2q di format, ini cmsementara selama aktif di BLM aj sebelum aktif lagi di dunia pers koq hehe…), dari situlah akuseakan-akan menemukan dunia “gelap” yang patut di Ilhami dari seorang dengan label AGENTof CHANGE suatu bangsa (mosok seh, wah lebay iki…!) , ratusan tahun berkecimpungmbanting tulang meras otak di dunia Legislatif ternyata banyak peristiwa menarik tidak hanyaseperti kejadian di televisi aj seperti halnya kontradiksi sebuah idiologi, trik politik praktis suatukaum, esensi sebuah garis perjuangan, regulasi kehidupan organisasi legal secara konstitusimaupun legal secara pemikiran (Ilegal/Bawah Tanah,red) selain itu adanya fenomena yang unikdan sangat principle yaitu phobia terhadap segala indikasi yang mengarah pada tindakanspionase sehingga sampai-sampai mengorbankan sisi pertemanan antar mahasiswa itu sendiridan sebagainya (pokok e pertempuran tanpa batas demi satu kata KEADILAN, koyok hakim aesemakin g jelas ngene….!). Inilah hidup bahkan uniknya kehidupan seperti ini sangat membuatkita semakin dewasa menyikapi suatu permasalahan tanpa sikap yang reaksioner namundibutuhkan analisa yang logis n kritis tidak hanya dalam balutan retorika semata melainkanaktualisasi nyata, selain itu kehidupan “Kupu-kupu malam” sebuah kolektifitas pun harus kitatempuh untuk mendapatkan suatu kata “SEPAKAT” menentang bentuk ketidakadilan kehidupan
  • 9. kampus dalam hal ini terkait isu maupun kebijakan institusi/birokrator kampus maupun luarkampus yang bertentangan (koyok orang-orang senayan ae…..palsu!). pahitnya dunia persilatanseperti itu membuat pikiran n perasaan ini semakin memainkan pola penetrasi untuk merangsekmembelah kata disparitasisasi dalam waktu saat ini (mantan mahasiswa,red) demi flashback kemasa indahnya mengamati sekaligus tercebur => dinamika kehidupan seorang atau sekelompokyang mengaku mahasiswa….. ! slogan yang selalu terkenang dan tak akan mati…HIDUPMAHASISWA….HIDUP RAKYAT INDONESIA…..(klo g salah kayak gt, smoga aj bener!) iniuntuk mahasiswa diseluruh INA…camkan itu kisana eh anak muda!NB: Enggak semua yang tertulis ini bener klo pengen selamat di dunia dan akherat,percayalah bahwa yang kalian alami seiring melakukan sesuatu itu jauh lebih bermaknadari pada hanya mendengar kabar burung……..dan ingat selalu berdoa semoga mendapatpetunjuk dalam melakukan sesuatu…..Amien ya Allah…..ohy jaganlah selalumendewakan DEMO karena setiap pendiskusian itu lebih mulia n tepat dalammenemukan titik terang yang bernama SOLUSI, thx!
  • 10. Budaya “Nitip Tandatangan” ala MahasiswaWarna warni kehidupan mahasiswa di kampus begitu beragam. Tidak hanya setumpuk tugas-tugas kuliah, presentasi dan kegiatan organisasi saja yang padat tetapi perilaku mahasiswa punsangat beragam. Ada yang rajin, ada pula yang malas-malasan atau sibuk dengan urusanorganisasi. Perilaku jujur dan ketidakjujuran tak lepas dari mahasiswa sendiri. Sebagaimahasiswa setidaknya kejujuran diterapkan baik dalam perkataan dan perbuatan, mahasiswabukankah berintelektual. Ketidakjujuran seperti nyontek, ngebet, sms dan seribu cara tidak jujurlainnya kerap terjadi. Salah satu ketidakjujuran mahasiswa adalah ‘nitip tandatangan’.Ketika mahasiswa tidak masuk kelas, mahasiswa yang bersangkutan berencana tidak hadir dikelas itu mengatakan ‘gw nitip tandatangan yaaa pas kelasnya dosen A’ kepada teman cs-annya. Tidak sekali dua kali, hal ini sering terjadi. Absensi yang ditandatangani mahasiswasering disalahgunakan. Tandatangan fiktif pun mewarnai absensi padahal dalam satupertemuan adakalanya jumlah kehadiran mahasiswa tidak sebanding dengan tandatangan yanghadir. Mahasiswa yang hadir terlihat tidak banyak tapi tandatangan di absensi penuh danmahasiswa hadir semua. Mahasiswa yang tidak hadir seakan-akan hadir karena adanyatandatangan palsu.Beberapa alasan mahasiswa ‘nitip tandatangan’ :1. Malas masuk kelas2. Ada tugas yang belum selesai jadi mengerjakan tugas tersebut dan tidak ikut kuliah3. Tugas belum selesai, takut ditagih dosen4. Telat masuk kelas, malas dan tanggung tidak hadir saja5. Dosennya tidak enak, membosankan, di kelas kantukSederet alasan lain tentu ada. Alangkah baiknya jika tidak hadir baik sakit atau izin katakandengan sejujurnya, kalau sakit yaa ditulis sakit, kalau izin yaa ditulis izin. Presentasi kehadiranmahasiswa dirasa sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dosen tidak hanya menilaidari tugas-tugas atau ujian saja. Rajin atau tidaknya mahasiswa terlihat juga dari absensi.Dosen yang cermat dan telitiMungkin tidak semua dosen cermat dan teliti menilai mahasiswa dari absensi meskipun setiapdosen dalam mengajar memberikan bobot penilaian sendiri mengenai seberapa persenpresentase kehadiran mahasiswa misalnya dalam jumlah pertemuan hingga ujian akhirsemester kehadiran harus mencapai 20%, tidak masuk dalam 3x hingga beberapa kali tatap mukaakan dikenai sanksi. Hal ini sesuai kebijakan masing-masing dosen. Kenyataan terkadang taksesuai dengan apa yang direncanakan. Masalah ‘nitip tandatangan’ tidak bisa lepas dari warnawarni perilaku mahasiswa.Dari sekian banyak dosen yang ada, pasti ada dosen yang cermat, teliti dan sensitif melihatfenomena ini. Dosen tersebut mengatakan ‘aneh, mahasiswa yang hadir sedikit tapi absen kokfull semua yaa?? Tiap kali saya panggil nama mahasiswa untuk menjawab dan memberikan
  • 11. tanggapan mengenai materi bahasan, mahasiswa yang dipanggil tidak ada tapi kenapa diabsen tandatangan hadir semua yaa??’ Begitulah tanggapan dosen yang sadar bahwatandatangan mahasiswa yang hadir fiktif alias tandatangan ada tapi mahasiswanya tidak hadir.Sebagai tindak lanjut atas tandatangan yang fiktif itu, sang dosen sendiri langsungmengabsen dan nyatanya mahasiswa yang dipanggil tidak hadir. Ada juga dosen yangkembali mengecek kehadiran mahasiswa sebelum kelas berakhir jadi tandantangan palsudapat dihindari.Budaya ‘nitip tandatangan’ ini ternyata sudah menjadi kebiasaan di kalangan mahasiswa,hal yang sudah biasa terjadi dan tidak aneh lagi. Tapi hal ini tidak patut untuk dicontoh.Mungkin bagi sebagian dosen, mahasiswa atau siapapun yang membaca tulisan ini, masalah‘nitip tandantangan’ tidak penting dan itu hal yang kecil, tidak perlu dipermasalahkan. Sekecil-kecilnya ketidakjujuran lama-lama menjadikan seorang individu tidak jujur.Jika penilaian dosen diambil dari tugas-tugas dan ujian tapi mahasiswa itu jarang hadir dikelas tentu ini merugikan bagi mahasiswa yang datang rajin di kelas. Apakah ini adil???Tidak adil bukan. Dosen sebaiknya teliti dan cermat akan kehadiran mahasiswa di kelas.Nb: ada juga mahasiswa yang tidak hadir di kelas tapi setelah kelas berakhir, dan sangdosen sudah keluar kelas maka mahasiswa tersebut akan masuk ke kelas dan langsungabsen tandatangan bahwa ia hadir.
  • 12. Problematika Mahasiswa dari masa ke masaMahasiswa sejak kelahirannya sebagai salah satu kelas manusia terdidik di negeri ini memilikiperan yang signifikan dalam melaksanakan perubahan Indonesia dari masa ke masa. Dalamcatatan sejarah pergerakan Mahasiswa Indonesia memeliki prestasi yang gemilang, dapatdikatakan Mahasiswa merupakan thing tank perjuangan Indonesia yang sudah terorganisasikansecara modern, serta bermuatan intelektual. Sehingga dalam melakukan agenda-agendaperjuangan dapat dilakukan secara efektif, dan konstruktifKegemilangan pemuda yang paling momumental salah satunya terjadi ketika pemuda Indonesiamelakukan tindakan pengamanan Soekarno ke Rengasdengklok yang selanjutnya agar Soekarnomenyegerakan pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia selain membentengi Soekarnodari intervensi colonial maupun pengaruh komunis.Paska kemerdekaan, organisasi Mahasiswa tumbuh subur. Pada masa itu organisasi mahasiswakebanyak memiliki afiliasi dengan partai politik, berdasarkan ideologi yang menjadi kredoperjuangannya, sebut saja HMI (Himpunan Mahasiwa Islam) yang kala itu berafiliasi denganmasyumi, PMKRI (Persatuan Mahasiswa Khatolik RI) dengan Partai Khatolik, GerakanMahasiwa Nasional Indonesia dengan PNI, PMII (Pergerakan Mahsiswa Islam Indonesia)dengan Partai N, Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos) dengan PSI, dan yangterakhir Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMNI) dengan PKI. Kedekatan-kedekatan yang terbangun sebenarnya tidak tertulis dalam aturan main organisasi masing-masing, tetapi antara organisasi tersebut dengan ideologi yang di usung partai memilikikedekatan. Sehingga antar anggotanya juga memiliki kedekatan emosional yang menyebabkanbanyak alumni dari organisasi tersebut menjadi kader partai yang berafiliasi dengannyaIdeologi komunis yang diusung oleh PKI dan CGMNI paska Pemilu 1955 melakukankonfrontasi kepada partai dan organisasi Mahasiswa lain, terutama perseturuan sengit antaraHMI dengan CGMNI. Mahasiswa Indonesia memandang bahwa Komunis sebenarnya inginmengubah dasar negara yang sudah terpancang oleh pendiri bangsa ini menjadi sosialis.Konfrontasi ini di respon oleh mahasiswa Indonesia dengan membentuk Kesatuan AksiMahasiswa Indonesia (KAMI) pada tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan gabungan daribeberapa elemen mahasiswa yang ada untuk melakukan perlawanan terhadap PKI maupunCGMNI. Kali ini pun mahasiswa Indonesia mendapatkan prestasi yang gemilang dalammembersihkan ibu pertiwi dari pengaruh Partai komunis Indonesia.Era selanjutnya babak dimana mahasiwa mampu menumbangkan Soeharto sebagai presidenIndonesia yang telah membangun dinasti, serta terkenal menumbuhkan semangan KKN diIndonesia. Klimaks perjuagannya pun terlihat dramatis, dimana mahasiswa berbondong-bondongmenduduki kedung kura-kura DPR RI. Dimulai dari situ, mahasiswa membuka lembar barubangsa ini menjadi bangsa yang demokratis akibat reformasi yang bergulir begitu derasnya.Paska reformasi sampai saat ini, banyak sudah yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia,tetapihanya berorientasi pada kepentingan organisasinya. Perjuangan-perjuangan ideologis
  • 13. nampaknya sudah tidak diminati lagi oleh masyarakat kita. Hal ini berakibat pada lemahnyadukungan masyarakat pada aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, bahkan aksi-aksimahasiswa di jalan mendapat kecaman keras dari masyarakat karena menyebabkan macet, dsb.Minat mahasiswa pada masalah-masalah kemasyarakatan mulai menurun, aksi-aksi demonstrasihanya melibatkan kalangan elit kampus yang berjumlah puluan orang.Dari Ideologis ke ProfessionalTerlihat pada masa-masa sebelumnya mahasiswa memiliki apa yang disebut dengan “commonenemy”. Dimulai dari Kolonialisme fisik, Komunis, hingga rezim Soeharto, sehingga arahpergerakannya menjadi jelas dan terarah. Sebenarnya dalam perjuangan masa itu simbol-simbolorganisasi mampu di lebur oleh keinginan luhur mahasiswa untuk membangun bangsanya,semuanya memiliki misi yang sama dengan warna yang berbeda. Pada masa kini sebuahpertanyaan besar bagi mahasiswa Indonesia? Siapa “musuh” kita? Mau di bawa kemanareformasi ini?Pada tiap-tiap organisasi tentu punya catatan sejarah manis tentang kegemilangan mahasiswakala itu yang membuatnya dipelajari dengan bangga pada tiap-tiap pelatihan-pelatihankepemimpinan, sehingga banyak yang menjadikannya sumber inspirasi dalam berjuang. Bahkantidak sedikit yang menghidupkan simbol-simbol perjuangan kala itu.Globalisasi menghilangkan sekat-sekat ideologi di dunia ini, dunia yang baru adalah duniakompetensi yang membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Karena persainganglobal sudah tidak menyentuh masalah ideology, China misalnya sebuah negara komunis tetapimenggunakan sistem perekonomian kapitalis dan banyak contoh yang lainUntuk mengisi reformasi ini, mahasiswa harus berkonsentrasi untuk melaksanakan riset, kajianilmiah, dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh masyarakat kita saat ini. Masyarakat saat inimenantikan produk-produk mahasiswa yang mampu dirasakan langsung oleh mereka. Masalahpengagguran, Transportasi, Pangan, Pengelolaan SDA, Tata Kota, Teknologi Informasi,Pemerataan Pembangunan semua itu membutuhkan hasil karya mahasiswa Indonesia, karenasiapa lagi yang diharapkan, bukankah mahasiswa adalah manusia Indonesia yang beruntungmampu melanjutkan hingga perguruan tinggi. Disinilah perjuangan mahasiswa saat ini,perjuangan yang lebih rumit tetapi mulia.Behenti Berpolitik PraktisBanyak diantara kita yang menjadi “antek-antek” partai politik bahkan alat kekuasaan. Banyakpergerakan organisasi mahasiswa berorientasi politik, sehingga sering ikut larut dalam pesta-pesta politik. Bukan berarti politik itu di larang, Fungsi mahasiswa sebagai Sosial Control harustetap di jalankan tetapi Mahasiswa bukan Agent Politik. Mahasiswa adalah Insan akademis,pencipta, pengabdi bagi masyarakat. Tugas mahasiswa mengamankan ideologi negara bisa lebihdi kendurkan, karena tidak seperti masa itu. Tentara Nasional Indonesia saat ini sudah berperandengan baik. Mahasiswa dibutuhkan jika terjadi kekacauan sistem nasional, atau terjadi sumbat-sumbat kemajuan. Disitulah mahasiswa bertugas mendobrak sumbat-sumbat itu. Tetapi jika
  • 14. keadaannya aman lancar, mahasiswa mesti kembali kepada tugas utama sebagai Mahasiswabukan sebagai kader politik.
  • 15. Pascareformasi Mahasiswa harus MembangunMahasiswa merupakan entitas murni yang memiliki peran strategis dalam membangun bangsa.Dikatakan murni karena pergerakan Mahasiswa tidak terdependensi oleh kelompok manapun,Mahasiswa idealnya berpihak pada kebenaran saja. Mahasiswa memiliki pemaknaan perjuanganyang belum terkontaminasi kepentingan. Karena itulah perlu memastikan bahwa pergerakanmahasiswa tidak terdependensi baik oleh kepentingan partai politik, ikatan primordial, maupunkepentingan materiil.13 Tahun reformasi bergulir, Mahasiswa diakui sebagai aktor kunci suksesi terbesar dalamsejarah pepolitikan di Indonesia ini. Momentum itu adalah akumulasi kekecewaan Mahasiswayang memuncak, Mahasiswa berhasil menyandang gelar “maha” karena berhasilmengenyampingkan egosentrisme nya untuk mengibarkan bendera-bendera organisasi, ideologi,maupun golongan. Mereka bergerak atas nama Mahasiswa yang berpihak pada kebenaranmemulai kehidupan Indonesia yang lebih baik dan demokratis. Walaupun belakangan banyakyang melakukan “klaim” atas keberhasilan reformasi.Kini Mahasiswa ada, tetapi dinilai belum terasa keberadaannya, baik sebagai “Maha” siswaataupun sebagai Agent of change. Mahasiswa yang semestinya menjadikan perjuangankebangsaan sebagai nafas perjuangan kini tengah terkooptasi ke dalam dunianya masing-masing.Mahasiswa belajar untuk dirinya, bekerja untuknya, berjuang, demi masa depannya. Perilakuegosentrisme ini membuat organisasi-organisasi kemahasiswaan sepi. Mahasiswa lebih mudahditemukan di mall, tempat nongkrong, bioskop, café, daripada acara sosial-kemasyarakatan.Untuk itulah perlu bagi kita sebagai Mahasiswa memahami kembali tentang nilai-nilaiperjuangan Mahasiswa yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.Mahasiswa Sebagai Insan Akademis, Pencipta, PengabdiMahasiswa sebagai insan akademis adalah sebuah keniscayaan bahwa Mahasiswa dintuntutmemiliki kompetensia keilmuan yang mapan, mampu berpikir rasional, objektif, dan kritis. Insanakademis juga artinya mahasiswa mampu memformulasikan kemampuan teoritis dalam aplikasikehidupan nyata agar keilmuannya bermanfaat bagi bangsa dan NegaraInsan Pencipta artinya mahasiswa dituntut memiliki kemampuan menciptakan sesuatu yangbermanfaat bagi kehidupan, Mahasiswa semestinya tidak berpikir hanya pada yang ada, tetapiharus berpikir bagaimana saya mencipta. Selain itu Mahasiswa dituntut memiliki gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan dan pembaruan.Insan Pengabdi bermakna bahwa Mahasiswa harus memiliki sikap ikhlas dan sanggup berkaryauntuk kepentingan orang banyak, Mahasiswa senantiasa berkarya untuk perubahan orangbanyak, serta mampu menghilangkan egosentrisme nya.Selain itu Mahasiswa sebagai “maha” dituntut menerapkan “ethic” yang tinggi, nilai-nilai yangmerepresentasikan seorang “maha”. Mahasiswa juga sebagai insan beragama dituntut memilikitanggung jawab terhadap keberagamaannya, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai“unity of personality”.
  • 16. Wahai Mahasiswa yang dirundukan…Setiap momen keberhasilan mahasiswa kita senantiasa melakukan refleksi atas diri kita, begitujuga hari ini. Hari dimana momen reformasi 13 tahun yang lalu membawa kita pada cita-citayang dulu dirindukan, cita-cita tentang kebebasan berpendapat, persamaan hak, kepastianhukum, terbukanya lapangan pekerjaan , politik yang menyejahterakan. Saat kita melakukanrefleksi ini ternyata ekspektasi itu nampaknya masih jauh dari harapan, dan itu berarti tugas kitabelum selesai. Kita bisa membuat sejarah dengan cara kita sendiri. Mengisi reformasi ini dengancara membangun melalui penelitian, program kekaryaan, sosial-kemasyarakatan, melaluikreativitas kita, juga tidak lupa dengan turun ke jalan..
  • 17. Siapa butuh tepuk tangan meriah, panggil saja mahasiswa!Bertahun-tahun, saya sering menyaksikan mahasiswa diundang di televisi untuk bertepuk tangan.Menggunakan jaket almamaternya, kemudian tertawa terpingkal-pingkal di depan Tukul, OperaVan Java, atau parodi politik. Di TVRI masih lumayan, mereka diundang juga untukmemberikan gagasan-gagasanya bersama para pengamat atau praktisi. Meskipun belum beranjakdari bangku penonton.Apakah yang ada dalam benak para dosen, dekan dan rektor melihat warga civitas akademikamereka “dihargai” semacam itu oleh para pengelola media. Atau, apa yang ada dalam benakmahasiswa dan organisasi kampus saat mereka “hanya” dipandang dalam posisi demikian?Tak ada maksud saya merendahkan para mahasiswa, apalagi sangat manusiawi kalau dibalikkeseriusan mereka dalam menimba ilmu, kadang juga harus menyeimbangkan jiwa denganmenghibur diri bersama para pelawak di televisi. Tapi, tak adakah tawar menawar yang lebihmencerminkan harga diri sebagai mahasiswa, sebuah kelompok masyarakat terdidik utama diIndonesia. Apalagi, acara tersebut di depan publik Indonesia sendiri. Kalau tidak, sebaiknyahadir saja sebagai penonton biasa, bukan sebagai mahasiswa berjaket almamater.Dalam banyak pemberitaan sekarang, peran mahasiswa semakin diwakili oleh demonstrasi yangbertabur kekerasan. Seolah-olah kekerasan dalam aksi demonstrasi adalah syarat dari parapengelola media untuk menjamin aksi-aksi mereka diliput dan diberitakan televisi. Tuntutan aksitak penting lagi menjadi berita, lempar batu dan bakar ban adalah isi beritanya.Dalam kerangka yang lebih besar, bisa jadi itulah cermin kita sebagai bangsa. Kita seringmeminta orang luar menghargai produk dan anak bangsa kita sendiri, tapi kita bisa jadi tengah“merusaknya” dengan sadar. Kita juga kerap meminta orang lain untuk menghargai kita, tapi kitasendiri malah mengobral diri menerima tawaran murah sekali dan langsung boleh-boleh saja.Sebenarnya, banyak mahasiswa dan pelajar kita menjadi pahlawan dalam mewakili bangsa,hanya sedikit media massa merasa perlu memberitakannya untuk menjadi inspirasi bagi seluruhrakyat. Padahal, lebih seribu manusia sekaliber Habibie telah lahir dalam rahim universitas dansekolah di republik ini.Untunglah, Obama datang dan mengajarkan kepada Republik ini bagaimana menghargaimahasiswa. Ia datang untuk memberi kuliah umum dan berdialog dengan mahasiswa. Dahulu,Bung Karno begitu menghargai mahasiswa dan pemuda. Ia sering mengundang mahasiswaberdebat, memarahi dan memberi kuliah pada mahasiswa. Sebab, disana cahaya kemajuansebuah bangsa salahsatunya ditancapkan.Sejak zaman saya kuliah di tahun 90-an sampai era sekarang, pandangan para mahasiswamemang tidak didengar atau diminta dalam berbagai diskusi-diskusi arus utama pemerintahpusat dan daerah, pelaku usaha, parlemen, dst. Mungkin pandangan mereka dianggap mentah,sok tahu dan banyak cakap sehingga tak pernah diajak. Lalu, datanglah ide entah dari siapasebaiknya mahasiswa disuruh tepuk tangan saja di televisi. Sebab, kalau mereka yang tepuktangan berarti ilmiah.
  • 18. Mahasiswa dan Orientasi HatinyaSeorang pemuda yang berkuliah di sebuah kampus ternama di negeri ini, sebut saja Mahasiswa(bukan nama sebenarnya), akhirnya tiba di saat-saat terakhir studinya. Dengan bekal disiplinilmu, softskill, dan pengalaman selama kuliah dan mengikuti sejumlah proyek dan asistensibersama dosennya, dia cukup optimis memandang masa depan. Dia yakin, bukan dia yangmenantikan masa depan, tapi masa depanlah yang menantikan kehadiran dan sentuhannyasehingga dengan itu, dia berharap akan ada perbedaan di masa depan ketika dia memasuki duniapekerjaan nanti.Tidak ada ketakutan dan keraguan dalam hatinya untuk melangkah ke dunia profesional, sampaiakhirnya dia pun mulai berhadapan dengan sebuah kenyataan yang cukup berat. Sepertikebanyakan mahasiswa dan alumni yang berasal dari kampusnya ini, dia pun menemukan dilemamendasar yang selalu dihadapi tiap kali seseorang akan melangkah sebagai alumni dari kampusini. Yah…dilema untuk mengabdikan diri. “Mau ke mana saya? Saya tahu pasti, bangsa ini sangat membutuhkan putra-putri terbaiknyauntuk membangunnya, dan tanpa bermaksud menyombongkan diri, saya yakin, saya punya‘sesuatu’ untuk diberikan kepada bangsa ini dan seharusnya bisa memberi perbedaan. Sayayakin…anak bangsa ini harus mengubah kebobrokan sistemik yang sudah terjadi bertahun-tahun, dan walapun ini kedengaran mustahil – jika saya berhasil membuat jejaring orang-orangidealis yang dulunya sepikiran dengan saya – mengubah sistem yang korup di pemerintahan danbirokrasi bukanlah sesuatu yang mustahil lagi. Baik…saya siap berkarya di instansipemerintahan!”Entah berapa orang mahasiswa di kampusnya ini berpikir seperti ini, benar-benar pemikiran yangluhur dan berani. Akan tetapi, akhirnya mayoritas dari mereka akhirnya menyerah danmengatakan, “Hmm…benar memang saya punya ‘sesuatu’ untuk diberikan bagi bangsa. Tapiseberapa yang dapat diberikan pada saya? Sangat mungkin saya harus seperti Gayus untukbisa mendapatkan apa yang pantas saya terima dari bangsa ini. Dan lagipula, harapan sudahterlanjur tinggi. Keluarga saya, orang-orang di kampung (karena berita kemenangan sayaberkuliah di kampus ini diketahui orang-orang se-kecamatan, lebaaaaay, hehehe…), danbeberapa teman saya sudah menduga-duga, suatu saat nanti saya pasti jadi orang mapan dalamtempo yang singkat dan mengangkat nama orang tua lewat kekayaan saya. Karena itu,sepertinya saya harus menyerahkan ijazah saya ini ke perusahaan-perusahaan energi (oil &gas) multi-nasional, yang mampu ‘menghargai’ skill, pendidikan, dan kepintaran saya denganharga yang sepantasnya. Yah…ini hanya tentang Hukum Kekekalan Energi, kau akan menerimayang besar ketika berinvestasi besar, itu sangat fair! Saya habis-habisan belajar di kampus ini,sampai kurus-kering dan jarang tidur hanya demi nilai dan kepintaran yang baik, danmemungkinkan untuk bersaing ke perusahaan-perusahaan besar yang mampu menghargaisemua yang saya miliki.”
  • 19. Anda mungkin bisa komplain dan mengernyitkan dahi ketika membaca dua pemikiran yangdilontarkan oleh pemuda di atas. Tapi, mari jujur kepada diri sendiri. Apa yang kita kejar didunia ini? Apa yang paling kita inginkan sebagai manusia, dan bagaimana Anda memandang diriAnda sendiri? Saya pribadi tidak pernah mencoba untuk menganggap pilihan mengabdi kepadaperusahaan asing/swasta/beromset besar sebagai sesuatu yang “kurang baik”. Tidak…, sayahanya ingin menyoroti masalah motivasi, yaitu orientasi hati kita, apa yang mendorong Andauntuk memilih tempat pengabdian kecerdasan dan kemampuan Anda? Uang? Signifikansi? Ataukepuasan tersendiri sebagai seorang manusia yang rindu selalu berkarya dengan penuh inovasi?Bagi semua mahasiswa yang sudah berada di tingkat akhir, ini mungkin jadi pertimbangan kitabersama. Mau ke mana kita? Apa yang akan kita lakukan bagi hidup kita yang cuma sekali dansebentar ini?Sekali lagi ingin saya tekankan, tidak ada tendensi untuk menggugat pilihan kita, namun lebihingin mengantar ke sebuah diskusi, apa orientasi utama kita dalam memilih tempat untukmengabdikan diri dan hidup kita sebagai manusia berkarya, yang dianugerahi kesempatanmengecap pendidikan di tempat yang menyediakan kesempatan besar untuk belajar danmenjadi bermakna?Semoga jadi bahan perenungan kita bersama…
  • 20. Tulisan ini diambil dari berbagai lirik Band Jangan Asem dengan sedikit perubahan, yangmenurut saya sudah mewakilkan suara mahasiswa :Seorang ibu tanya pada anaknya, sebenernya apasih cita-citanya ?Oh jadi Presiden mama..Oh impossible nak, tak mungkin ! Jika kau besar nanti dan kuliah, hancurkan saja kau punyacita-cita.Sebab kampus hanya mencetak seorang sarjana dan bukan mendidik disiplin kepala negara !Kita berhak meraih mimpi-mimpi bahkan berhak merubah mimpi-mimpi. Tak ada yang dapatmerubah kecuali diri kita sendiri dan izin sang Gusti.Sekian lama kita hidup dalam anarki, luka dalam karena di bohongi. Jangan membual kita takpercaya lagi ! Semua harus diganti, harus diganti !Sering kita terperangkap pertanyaan klise “sebenarnya milik siapa tanah bumi ini ?”Duhai Orde Baru selamat tumbang ! Semoga tidak ada lagi penindasan.Duhai Demokrasi selamat datang ! semoga jujur & adil.Hujan peluru jangan untuk mahasiswa, aku bangga bila untuk koruptor saja.Jangan menindas dan tak adil, di dadamu ada sumpah. Bila mengingkari rakyat yangmembuktikannya.Pabrik milik siapa yang mencemari kali & sungai kita ?HPH punya siapa yang tega membabat hutan-hutan kita ?Siapa yang mencemari negara dengan kepalsuan ?Hanya satu jawabnya, mereka yang memiliki jiwa kapitalis. Dan yang pasti bukan kita. Karenakita sayang Indonesia..Inilah bahasa bisnis Indonesia..Saat ini tak kudengar suara Bung Karno muda !Saat ini tak kudengar suara Bung Hatta !Sekarang ini tak kudengar suara Syahrir muda !
  • 21. Saat ini tak kudengar suara Ali Sadikin muda !Dimana ? oh dimana ? hanya ada padamu mahasiswa ! hanya ada padamu pemuda !Lihatlah kenyataan sehari-hari, tugu pahlawan - jembatan merah tak menyentuh hati..Lihatlah kenyataan sehari-hari, ganti rugi penggusuran sering menyedihkan..Lihatlah kenyataan sehari-hari, banyak isu, banyak spekulasi, Semua serba koneksi..Kita hidup di jaman yang keras ini lakukan yang bisa kau tangani, yakin saja budaya kita tinggi.Legislatif, Yudikatif, Eksekutif jangan cari kambing hitam mahasiswa yang disalahkan !Mari kita lihat ternyata DPR kita masih belum lantang !Desas-desus DPR kita suka dada, paha dan sekitarnya apakah ini bisa dimaklumi ?Bagaimana jika pemburu syahwat bicara tentang kesejahteraan, apakah kita bisa menganggapnyarelevan ?Kata orang 40% perempuan di jawa ini umur 17 sudah tidak perawan, mau apalagi ? ini suatukenyataan..Urusan syahwat itu urusan akhirat, kalo salah dunia bisa gawat !Sedang sakit apakah Indonesia ?!
  • 22. Pergerakan Mahasiswa: Esensi dan Sikap LuhurnyaSaya baru saja membaca Bagian I dari buku Catatan Seorang Demonstran nya Soe Hok Gie.penulis bagian I ini adalah Daniel Dhakidae. dia menuliskan sosok Gie yang dia kenal daritulisan-tulisannya di koran-koran dan catatan hariannya, walaupun tidak mengenal secarapribadi. di bagian pertama tersebut, Daniel Dhakidae banyak mengisahkan kehidupan Giesebagai seorang Cendikiawan dan seorang Demonstran.Sebagai seorang Demonstran, Gie adalah salah seorang yang menjadi motor pergerakanmahasiswa anggatan 66 yang menggulingkan Soekarno. dia berjuang bersama teman-temanangkatannya, dan dengan kepercayaan diri berujar, “Kita, generasi kita yang ditugaskan untukmemberantas generasi tua yang mengacau…. Kitalah yang dijadikan generasi yang akanmemakmurkan Indonesia.” Sebuah cita-cita yang tinggi.Gie selalu percaya bahwa apa yang diperjuangkan oleh pergerakan mahasiswa adalah perjuanganmoral dan keadilan untuk menggulingkan kekuasaan rezim Soekarno. perjuangan mahasiswaadalah perjuangan moral, bukan perjuangan politik untuk mencari kekuasaan. Gie paham betulakan hal ini. Daniel Dhakidae mengatakan bahwa Gie menyadari bahwa moral dan kekuasaantidak bisa disatukan.Gie memandang bahwa pergerakan mahasiswa dan organisasi mahasiswa adalah dan tetapmenjadi kekuatan moral dan tidak pernah mendasarkan tindakan-tindakannya pada perhitunganpolitik. Daniel mengatakan bahwa Gie menyebut seharusnya pergerakan mahasiswa danorganisasi mahasiswa itu seperti perjuangan cowboy. seperti dalam tulisan Gie di KOMPAS, 25Oktober 1967 dalam rangka dua tahun KAMI:“Mahasiswa turun ke “kota” karena terdapat “bandit bandit PKI Soekarno-Soebandrio” yangsedang menteror penduduk, merampok kekayaan rakyat dan mencemarkan wanita-wanitaterhormat. Mahasiswa ini menantangnya berduel dan menang. Setelah ia menang ia balik lagi kebangku-bangku kuliah, sebagai mahasiswa yang baik. Ia tidak ingin mengeksploitir untuk dapatrezeki-rezeki.”luar biasa. sebenarnya ini merupakan esensi yang luar biasa jika para aktivis pergerakanmahasiswa itu mengerti betul esensi ini.tapi jika kita lihat kenyataannya, para mantan aktivis-aktivis pergerakan mahasiswa itu yangdulunya begitu keras mengecam penguasa dan wakil rakyat, ketika umur sudah bertambah danada kesempatan, malah menjadi bagian dari kekuasaan dan wakil rakyat. artinya, malah menjadibagian dari politik praktis pemerintahan. sebenarnya hal ini bukanlah hal yang haram, bukan halyang tabu, tapi menurut saya adalah sebuah bentuk penghianatan atas semangat pergerakanmahasiswa yang dulu dipegang. sekali lagi, kemunafikan manusia terlihat.Gie menjelang akhir hidupnya sampai-sampai mengirimkan Bedak dan Pupur kepada parakawan-kawan perjuangan pergerakan mahasiswa angkatan 66 yang selanjutnya duduk tenangmenjadi wakil-wakil rakyat. “Agar mereka bersolek didepan penguasa”.ironis, namun itulah yang terjadi.
  • 23. Gie dan Potret Mahasiswa KekinianSiapa yang tak kenal bujangan Cina yang lahir sebagai seorang demonstran dan intelektual yangkritis juga humanis dan tentunya sangat moralis, Soe Hok Gie. Hidup di lingkungan keluargayang sederhana dan mencintai alam seperti mencintai dirinya sendiri, Gie menjadi inspiratordemonstran setelah masanya berlalu (angkatan ‘66). Orang seperti Gie, sangat diperlukan rakyatIndonesia saat itu, ketika Soekarno berada di puncak titik nadir keperkasaannya memimpinbangsa ini dan saat Soeharto, orang yang ia bawa melenggang ke tapuk pimpinan negeri ini,walaupun akhirnya ia menentang habis-habisan Soeharto karena dianggap berkhianat atasamanat yang diberikan rakyat dan mahasiswa pada saat itu.Soe Hok Gie-gambar didapat dari berbagai sumber yang tak jelas sumber aslinyaSayangnya atau mungkin sudah takdir orang hebat seperti beliau, harus mati muda. Gie,meninggal di tanah tertinggi Jawa, puncak Gunung Semeru, 16 Desember 1969 sehari sebelumhari jadinya yang ke-27 tahun, ia lahir pada 17 Desember 1942. Gie meninggal akibat gasberacun yang dihirupnya bersama Idhan Lubis, yang juga menyusul Gie.Kehidupan Gie yang sebagian banyak dihabiskan untuk berdemontrasi dalam arti sebenarnya danberdemontrasi melalui tulisan yang ia buat dan beberapa dimuat di media cetak ternama saat itu,termasuk KOMPAS.Sosok Gie yang terlihat serius dan intelektual tinggi, bukan berarti ia menjadi orang yang kaku.Ia juga seperti mahasiswa dan orang kebanyakan yang masih suka pesta, bercinta bahkan Gie takjarang ngelantur ngomong jorok yang berbau seks-suka nonton film porno juga lho….Gie berkontribusi atas bangsa ini melalui aksi-aksinya sebagai sang demonstran dan penulis yanggemar mengkritik penguasa tanpa pandang bulu. Sering kali Gie mendapatkan ancaman danperlakuan yang kasar dan mengancam keselamatan jiwanya dari orang yang tak dikenal karenabegitu kerasnya ia mengkritik penguasa saat itu melalui tulisan, sehingga orang-orang yangdikritiknya itu “panas” telinganya. Teman-teman dan keluarga Gie sempat khawatir dengankeselamatannya yang sering mengkritik dan mencemooh pemimpin yang dinilainya bobrok danbusuk.
  • 24. Saat pertama masuk kuliah, Gie memilih fakultas sastra jurusan sejarah (sekarang Fakultas IlmuBudaya) Universitas Indonesia. Ia sangat mencintai sejarah, dan Gie pada saat menjadimahasiswa merupakan orang yang aktif mengikuti kegiatan pendakian gunung yang diwadahiMahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI, ia juga sempat memimpin Mapala tersebut. Kecintaannyaterhadap alam merupakan kekecewaan terhadap “pengurus” negeri ini kala itu yang tak menjagabumi ibu pertiwi dengan baik dan amanah, di tengah keindahan dan kekayaan alam yangmelimpah. Pendakian gunung yang dilakukan Gie juga menjadi ajang untuk melepas kepenatansituasi sosial politik di Jakarta.Gie ketika diawal menjadi sang demonstran sangat mendukung Soekarno yang dinilai sangatnasionalis dan berjasa karena berperan sangat penting pada kemerdekaan Indonesia. Namun,belakangan ia melihat Soekarno tak peka dan peduli pada penderitaan rakyat miskin dantertindas, ia merasa Soekarno hanya mementingkan kemewahan dan wanita. Atas alasan itu,Soekarno begitu ditentang Gie dan mahasiswa saat itu, yang juga menentang adanya PartaiKomunis Indonesia.Ia melihat ada seorang sosok yang kiranya mampu melawan dan membawa Indonesia lebih baikdibanding kepemimpinan Soekarno. Soeharto, sang Jenderal yang saat itu juga menjadi ujungtombak pemberantasan Komunis, dalam hal ini PKI.Ia dan mahasiswa lainnya berusaha agar Soeharto dapat melenggang ke Istana dan paramahasiswa juga mendukung militer saat itu yang menjadi pelindung rakyat. Tak lama berselangatas euforia lengsernya Soekarno dan naiknya Soeharto sebagai presiden, Gie merasa gelisah dantentunya mahasiswa lainya merasakan hal yang serupa. Soeharto dinilainya telah melakukankorupsi dan nepotisme serta melakukan pembunuhan terhadap orang-orang PKI yang masihtersisa, ia menilainya itu sangat kejam dan melanggar hak asasi manusia. Sikap ini menunjukkanbahwa Gie sangat humanis karena membela PKI atas perlakuan semena-mena, padahal ia sangatmenentang eksisnya PKI. Demontrasi dan pergerakan bawah tanah saat itu dilakukan. Soehartodikenal sebagai diktator yang tak pandang usia dan pandang bulu, ia akan menindak setiap orangyang berseberangan dengannya.Ya… tapi apa boleh buat, belum cita-cita Gie untuk menurunkan Soeharto dan menjadikanbangsa ini menjadi bangsa yang memiliki keadilan yang hakiki, ia keburu dipanggil YME kepangkuan-Nya. Namun sisa-sisa dan perjuangannya saat itu tak ikut mati dan terkubur. Giemenjadi inspirator dan teladan bagi mahasiswa dan aktivis saat itu bahkan sampai sekarang.Potret Mahasiswa KiniGie, semasa hidupnya melakukan aksi demontrasi dan mengkritik pemimpin yang dinilainyabobrok dan busuk dengan keras, tajam dan berani, tapi di balik sisi itu, Gie masihmengedepankan sisi humanis dan moralis yang tak doyan dengan chaos dalam setiap aksinya.Inilah nilai lebih dari seorang demonstran seperti Gie. Mengkritik dan menyuarakan aspirasirakyat tanpa harus menggunakan kekerasan, tapi Gie melakukannya dengan intelektualitas tinggidan rasa kemanusiaan serta moralitas yang sangat pula.
  • 25. Demontrasi (Persda Network)Kini, aksi-aksi Gie dan mahasiswa pada jamannya, tak terlihat lagi dan mungkin hampir musnah.mahasiswa sekarang (setelah angkatan ‘98) mulai menunjukkan kebodohan almamater yangdikenakannya. Chaos dan tanpa substansi, aksi-aksi demontrasi sering dilancarkan mahasiswasekarang. Bukan rahasia lagi, banyak diantara mahasiswa yang ikut melakukan aksi, takmengerti dan tak tahu apa yang akan mereka suarakan dan kritik.Pergaulan di lingkungan kampus masing-masing, kini sanagt ironis. Mahasiswa sekarangmenjelma menjadi makhluk metropolis yang kadarnya sudah di luar toleransi. Memang, Gie danmahasiswa kala itu, juga senang pesta dan tak lupa soal cinta, tapi ini masih dalam kadar danbatas normal dan wajar.Sekarang, kita bisa rasakan sendiri, sudah jarang sekali mahasiswa yang gemar membaca danmenulis. Tugas-tugas kuliah mereka pun hasil dari contekan dan membeli melalui jasapembuatan tugas, makalah dan skripsi.Banyak kini, mahasiswa berdemontrasi karena mengharapkan imbalan materil (bayaran).Semangat yang bergelora ketika melakukan aksi, tak diimbangi dengan pemahaman atas isu danintelektualitas yang sangat rendah.Jangan heran, jika setiap aksi-aksi mahasiswa sering dan pasti berujung dengan chaos, bentrokdengan aparat kepolisian dan tak jarang pula bentrok dengan kelompok yang bersebranganpendapat dan ideologi. Forum-forum diskusi yang ada di lorong-lorong kampus takdiimplementasikan mahasiswa kini ke lapangan. Mereka berkutat dan terpaku dengan teori-teoriyang belum dimengerti secara implisit. Aksi mereka pun mudah ditebak, awalnya berkumpul disuatu tempat mengumpulkan mahasiswa lainnya >> Menuju Lokasi >> Teriak-teriak beresensinamun tak memahaminya >> Memulai provokasi >> bakar ban >> Bentrok dengan aparatkepolisian dan yang terakhir CHAOS.Hampir jarang kita menemukan seorang mahasiswa yang mengkritik melalui tulisan-tulisan yangtajam, aktual, dan sangat berani. Dapat terlihat dari fenomena mahasiswa Indonesia kekinianyang mengalami krisis identitas. Jangan berharap banyak akan masa depan bangsa ini kepadamahasiswa sekarang. Mereka cinta dunianya sendiri, bukan cinta kepada bangsa dan rakyatnya.Jika ada mahasiswa yang mengaku terinspirasi dengan Soe Hok Gie, berarti ia bohong dan takmengerti perjuangan Gie dan mahasiswa kala itu.Berikut puisi karya Soe Hok Gie: PESAN Hari ini aku lihat kembali Wajah-wajah halus yang keras Yang berbicara tentang kemerdekaan Dan demokrasi
  • 26. Dan bercita-cita Menggulingkan tiran Aku mengenali mereka yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator dan yang tanpa uang mau memberantas korupsi Kawan-kawan Kuberikan padamu cintaku Dan maukah kau berjabat tangan Selalu dalam hidup ini?Puisi Soe Hok-Gie di Harian Sinar Harapan 18 Agustus 1973.
  • 27. Mahasiswa Aktif, Mahasiswa Prestatif …Untuk apa kita berdiri Jika hanya terdiam Tak ada yang berubah Hanya sebuah status mahasiswa yang kita punya Ilmu apa yang telah kita dapat Hanya terdiam Memandang sekitar Tanpa ada tindakan…Sebait ungkapan hati ini merupakan bagian dari sebuah catatan yang pernah saya publikasikanpada akun facebook saya dan cukup mengundang banyak komentar dari rekan-rekanseperjuangan saya. Ini merupakan satu hal yang cukup menarik untuk dikritisi. Alasanya sangatsederhana, apatisme mahasiswa. Saat ini, kebanyakan mahasiswa hanya terfokus dengan tujuanserta kepentingan pribadi mereka seperti tamat dalam waktu singkat dan IPK yang tinggi. Hanyaada beberapa saja di antara mereka yang mempunyai kemauan, kemampuan dan kesungguhandalam menggeluti organisasi-organisasi, khususnya organisasi mahasiswa. Mayoritas orangberpendapat bahwa mereka (mahasiswa) yang bergelut dengan dunia organisasi kampus akanterkena syndrome tamat dalam waktu lama dan dengan IPK yang tidak begitu memuaskan. Betultidak?Sesungguhnya, berkecimpung di dunia organisasi akan memberikan kita manfaat yang luarbiasa. Berorganisasi merupakan langkah awal kita untuk belajar bekerja sama, membangunnetworking (jaringan), mengerti dan memahami, belajar arti kesungguhan, ketulusan sertapengabdian sebelum nantinya memasuki dunia kerja dan meniti karir lebih jauh. Ilmu-ilmu yangdulu hanya kita dapatkan secara teoritis pada mata pelajaran Kewarganegaraan saat masih dibangku sekolah. Nah, disinilah letak kedewasaan dan kearifan kita dalam menyikapi danmemanajemen diri dengan sebaik mungkin antara aktif berorganisasi serta berprestasi baik dibidang akademis maupun non akademis. Dari hari ke hari, mahasiswa dari belahan dunia lainya juga sedang melakukanpercepatan diri yang boleh dikatakan lebih cepat beberapa langkah dari kita. Sebagai seorangmahasiswa, tentu hendaklah kita menggali potensi-potensi positif yang ada pada diri kita agartidak ketinggalan. Menjadi mahasiswa biasa atau mahasiswa luar biasa, jawabannya ada padadiri anda. HIDUP MAHASISWA!!!
  • 28. ketika harus memilih dan kemudian menentukan ini yang baik untuk dilakukan dan itu adalah hal yang harus ditinggalkan.Aku dan realita hidup. Sebuah catatan kegalauan ketika harus memilih dan kemudianmenentukan ini yang baik untuk dilakukan dan itu adalah hal yang harus ditinggalkan.Gerakan mahasiswa sedang mengalami sebuah fase mengkhawatirkan. Pencitraan yangberlebihan akan gerakan-gerakan mahasiswa yang belakangan marak terjadi, seakan menjadisebuah kegalauan tersendiri untuk para mahasiswa dan tentunya aktivis yang lantang bersuarakencang. Bagaimana tidak, berita-berita memojokan tentang gerakan mahasiswa yang anarkisdan selalu merusak sarana publik tentu menjadi sebuah pukulan telak. Berita-berita tersebut tentudilain pihak adalah sebuah hal yang menguntungkan. Mereka yang tidak senang dengan gerakanmahasiswa ini kemudian seakan mendapatkan jalan untuk berusaha menjatuhkan mahasiswa danpada akhirnya membuat masyarakat antipati terhadap generasi perubahan ini.Entahlah, aku tidak ingin berdebat terlalu panjang tentang aksi-aksi anarkis yang belakanganterjadi, karena untukku cukup banyak faktor yang bisa menyebabkan semua itu terjadi yangmungkin tidak bisa dijelaskan dengan mudah dan akhirnya dapat dimengerti dengan mudah pulaoleh sebagian masyarakat kita.Banyaknya kasus-kasus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang merupakan ulahsegelintir elit yang mengatasnamakan rakyat dengan memanfaatkan kebodohan dan keluguanmasyarakat kita adalah sebuah hal yang harus terus menerus mendapatkan kawalan mahasiswa.Mahasiswa seharusnya bisa dipahami posisinya sebagai agen perubahan dan pengawal.Bayangkan andai tidak ada kaum intelektual ini, maka akan semakin mudahnya mereka, kaumelit bermasalah akan mengeruk dan merenggut semua hak-hak, semua kebahagiaan yangseharusnya menjadi milik kita.Tidak, aku tidak bermaksud membuat sebuah pembenaran dari semua aksi-aksi anarkismahasiswa yang sedang marak terjadi. Aku hanya berusaha agar kita semua bisa memposisikandiri dan saling mengerti tentang posisi masing-masing. Benturan-benturan yang terjadiseharusnya bisa benar-benar dipahami bahwa hal yang dilakukan adalah dalam rangka menguaksebuah kebenaran yang sedang ditutup-tutupi, meskipun benar adanya bahwa sikap anarkisadalah hal yang tidak bisa ditolerir.Katakanlah gerakan mahasiswa belakangan tidak lebih hanya sebuah gerakan merusak fasilitaspublik, sebuah sikap narsisme demokrasi, tapi tolong jangan samaratakan semua itu dalam satunama suci, MAHASISWA. Lihatlah kawan-kawan mahasiswa yang dalam perjuangannya benar-benar bersuara untuk kaum miskin papa, untuk segala ketertindasan, jangan nafikan mereka,jangan nafikan kami.Realitanya aku bangga pernah dicap sebagai pemberontak saat dulu menyandang gelarmahasiswa. 4 tahun itu aku menghabiskannya dengan berkoar-koar tentang idealisme, sebuah jatidiri yang ingin tetap kugenggam erat, disini, diantara kepalan kedua tangan. Meskipun
  • 29. belakangan terkesan ada yang ingin menggembosi fungsi-fungsi mahasiswa dengan mencitrakanmahasiswa sebagai seorang manusia yang tak lebih hanya berbekal nafsu anarkis dalam bersuara,namun tak mengapa. Setiap jaman punya ciri khasnya, terlebih soal peran-peran mahasiswa yangakan selalu dibutuhkan karena mahasiswalah generasi perubahan, generasi pengawal.Dan aku, seorang lelaki yang terdampar pada fase pertengahan. Keluar dari remaja dan beranjaktua. “kamu sudah dewasa nak, sudah sarjana” begitu ibuku bilang. Sarjana? ada apa kiranyadengan gelar itu? sepertinya semua orang bangga sekali. Menenteng sebuah anamah dengangelar yang disandangnya untukku adalah sebuah beban. semua ini menuntut aku untuk mencobamenemukan fakta-fakta lain untuk kemudian menjadikannya sebagai data-data penguat jati diri.Berharap menjadi seorang lelaki yang gagah, penuh pesona, penuh makna dan tentunya bergunauntuk semua. “akh…ini semua realita”
  • 30. Mahasiswa di mana kau kiniBeginikah mahasiswa, ketika lifestyle lebih paham daripada mata kuliah.Beginikah mahasiswa, ketika aktualisasi diri tidak didapat dari forum diskusi tetapi dari socialnetworking.Inikah penerus bangsa yang menganggap keseriusan sebagai “lebay”Inikah penerus bangsa yang malas mencari idealisme karena dianggap “berat”.Atau saya yang terlalu berbeda, ketika saya hidup di kota “mahasiswa” sebagai pekerja, pernahmenjadi mahasiswa juga, dan melihat mungkin hanya 10% mahasiswa yang bisa saya sebutsebagai mahasiswa di kota ini. Saya jadi malu ketika harus menuliskan gelar kesarjanaan sayadibelakang nama lengkap, karena citra mahasiswa sekarang yang saya sendiri malu mengakui,bahwa mereka, kebanyakan memang hanya pantas disebut “siswa” tanpa embel-embel “maha”.Nongkrong di coffeeshop bagi mahasiswa itu keren, nongkrong di perpustakaan bagi mahasiswaitu tidak “gaul”, nge-mall itu rutinitas bagi mahasiswa tapi toko buku? yah, kalo lagi ada bukuyang butuh banget buat dicari saja. ini bukan fenomena, tapi kelaziman. Yogyakarta adalah surgauntuk mahasiswa bersenang-senang, apalagi dengan kiriman uang rutin yang tabu jika telat.bicara sarana, karaoke house, futsal stadium, coffee shop, mall, night clubb, hot spot area, yangtidak pernah tidur telah menenggelamkan sarana pendukung belajar mereka. sarana belajar ituapa? tanyaken pada pemerintah saja, saya sendiri tidak bisa melihatnya di sini, mungkin ada tapikalah megah dari sarana refreshingnya.Kenapa mahasiswa Sipil sulit memahami Struktur, mahasiswa IT bingung coding, mahasiswaKimia bengong dengan kimia organik, atau mahasiswa Sosisal lebih pinter mengarang indah dilembar ujian daripada memahami teori ahli. Karena semalam sibuk nge-game dengan spechkomputer yang muat buat NFS Underground, atau karena semalam mereka pulang pagi setelahmabok di Hugos, atau mungkin bunyi “tuing” dari chat room lebih menarik dari buku tebal yangpake bahasa inggris itu.Pernah manager personalia di perusahaan saya curhat pada saya perihal sulitnya mencari freshgraduate bermutu sekarang ini, dengan IPK 3,5 saja kualitas mereka masih tanda tanya, itu katamanager personalia perusahaan saya lho. Itupun setelah diterima bekerja mereka hanya bertahansebulan dua bulan karena “malas” dengan preassure dan tanggung jawabnya.Maaf, tulisan saya bukan sumpah serapah, tapi hanya opini saja dari saksi mata dan saksi hidup.kalau mau bahas yang 10% sisanya, pasti mereka akan atau sudah menjadi orang-orang yang luarbiasa. Karena mereka dari semula tahu prioritas, menetapkan tujuan, dan berani bermimpi. tanyasaja pada mahasiswa di kanan-kiri anda, apa mereka bisa berandai-andai, 10 tahun mendatangmereka akan berada di mana dan melakukan apa?
  • 31. Setelah kita mempelajari Tools-Tools Photoshop, Membuka File Baru, Membuat File Baru, danMenyimpan dalam bentuk .JPG maka saat ini Saya akan memberikan tutorial Photoshopbagaimana memberi warna yang kita inginkan pada objek tertentu.Ikuti langkah-langkah di bawah ini :1. Buka Photoshop2. Buka file/foto yang ingin di Edit dengan cara Ctrl + O lalu pilih file/foto yang diinginkan. 1.1 contoh Foto yang saya ambil3. Duplicate File/foto yang diinginkan dengan cara klik kanan layer Background lalu pilihDuplicate layer4. Pada Toolbar pilih Image  adjustments  Hue/Saluration atau Ctrl + U5. Atur Hue sesuai dengan keinginan tetpi pada gambar di atas saya menggunakan Hue +91,Saluration +23 , Lightness 0. perhatikan gambar di bawah ini : 1.2
  • 32. 6. Hapus bagian-bagian yang tidak ingin di beri warna, setelah di hapus hasilnya akan seperti ini 1.3 hasil gambar setelah bacground copy telah di hapusDalam gambar bacground copy yang saya hapus hanyalag gambar orangnya saja jadi hanyaorangnya aja yang tidak berubah warnanyaSebenarnya ini dah jadi tapi warna yang diganti hanya satu macam, tetapi jika mau banyakmacam warnanya lanjutkan dengan cara:7. pada layers ganti normal menjadi lighten maka hasilnya akan seperti ini 1.4 gambar pergantian dari normal ke lighten
  • 33. 1.5 Hasil gambar yang diperoleh Hanya ini yang dapat saya berikan kepada teman-teman semoga dapat bermanfaat.BELAJAR MEMBUAT BINGKAI SEDERHANA DENGAN ADOBE PHOTOSHOPA. pertama kita buka adobe potosop lalu kita buka file gambar dengan menekan ctrl+OB. kemudian dengan menggunakan polygonal lasso tool (l) kita crop imagenya sesuai dengankeinginan. kurang lebih kaya dibawah ini broo…!A. Kemudian kita buat new layer buat background. B. Atur warnanya dengan mengunakan layerstyle (gradient overlay) sesuaikan warna sesuai keinginan kamu brooo…!! Bisa jugamenggunakan cara lain bro dalam pewarnaan ini mah…heeeehee nie contohnya menggunakanlayer style (gradient overlay)Lanjut broo… kita bikin bunga di backgroundnya bro dengan Brush Tool (B) dan pilih brushyang kamu suka dengan mengklik kanan dan pilih bro yang kamu suka biar backgroundnyatambah menarik…. Tengok di bawah ini bro…..!!!–>Ngopi dulu ah biar lebih nyantai bro…!!(hahahahaha..)Lanjut bro..!!
  • 34. –>A. Duplikat backgroundnya kemudian dengan menggunakan Rectangular Marquee Tool (M)kita potong tengah backgroundnya brooo dan ganti blending layernya dari normal jadi screen.B. Untuk warna dan effecknya kita gunakan layer style lagi brooo kaya yang diatas sampe kitanemukan warna dan effeck yang cocok dengan hati kita bro…!!!!!Jadilah bingkainya brooo.C. Dibawah kiri gambar contoh jadinya bro. Di layernya Kita simpan diatas poto yang tadi kitapotong bro…!!A. Duplikat lagi background yang udah ada gambar yang tadi di brush dengan bunga brokemudian simpan di bawah fotonya.Kita buat layer mask di gambar foto yang di potong tadibroo..B. Kemudian dengan mengunakan Brush Tool (B) dan memilih bentuk yang kita suka , kitabikin gambar di mask agar si gambar background di bawahnya bisa kilihatan ke atas. Yang tandapanah hitam bro hasilnya…!!Lanjut broooo . untuk transporm nya kita exsport dulu seluruh gambarnya kecuali background(atau kita aktifkan semua gambar kecuali backgroung trus di grup) kemudian ctrl+T bro buatmemulai mentransporm kemudian klik kanan buat bantuan yang kita ingin kan brooo. Nah kitacari deh ukuran dan bentuknya yang sesuai keinginan brooo !!
  • 35. Next brooo.. kita olah lagi backgroundnya dengan merubah warna dan gambar sesuai keinginan.Ni aku pake background hitam dan dengan vasiasi dari Brush Tool brood an yang di bawah inihasil aku. Coba bro lebih creative lagi bikin backgrounya biar lebih hidup lagi..!!heheheeeeee…….Lanjut brooo… kita duplikat lagi yang barusan kita buat tapi kita simpan diatas poto dankemudian hapus gambar sebagian gambar yang menutupi poto yang tadi di eksport. Nah biargambar tadi tidak lebih dari gambar poto kita tekan Alt sambil mengarahkan tanda panahdiantara layer foto dan gambar yang baru kita hapus.hasilnya di sebelah kanan bawah gambarpoto.Untuk bingkai yang paling atas kita ikuti langkah yang sebelumnya kita bikin bingkai denganmengganti warna dan effeck nya. Dan untuk hurupnya kita gunakan Horizontal Type Tool(T)dan mulai dengan memilih jenis hurup dan ukuran yang pengen kita gunakan. Kemudian kitakasih effek layer style lagi biar lebih menarik caranya sama yang sebelum nya.9. Akhirnya kita bisa nikmati sisa kopi tadi sambil memandang hasil editan kita sendiri..hahahaaa….!!
  • 36. TERIMA KASIHSering kali kita menjumpai atau mendapatkan hasil jepretan gelap kurang cahaya, biasanya ituterjadi karena saat pengambilan gambar posisinya membelakangi sumber cahaya.Tutorial ini akan membantu anda yang mendapati masalah tersebut dengan memperbaiki bagianbagian yang gelap menjadi hasil foto yang sesuai anda inginkan dengan cara yang mungkin andatahu sebelumnya.Dibawah ini cara memperbaiki hasil foto yang gelap :Langkah 1.a) Buka foto yang akan diperbaiki.note: Perhatikan intensitas warna gelap yang ada di foto, Semakin gelap foto maka kemungkinanuntuk bisa diperbaiki semakin kecil. Mungkin bisa diperbaiki, tapi warna dan cahaya yangditampilkan tidak natural. Dalam tutorial ini aku akan menjadikan foto yang gelap menjadi fotodengan kontras cahaya dan warna yang natural. Sehingga foto yang telah diperbaiki terlihatseperti tidak pernah diperbaikib) Disni saya menggunakan foto yang menurut saya bermasalah dan cocok buat contoh.
  • 37. c) Duplikasi foto dengan menekan Ctrl + J atau dengan mengeklik Layer – Duplikat Layermaka akan muncul seperti yang ada dibawah.d) Ubah layer mode hasil duplikasi,
  • 38. klik kiri pada anak panah tersebutPilih mode screen, maka akan terlihat perubahan pada gambar.e) Gambar akan berubah menjadi seperti ini, menjadi lebih terang.
  • 39. f) Kemudian klik image – Adjustments – Shadow/ Highlight.
  • 40. g) Atur nilai Shadow 79 % dan 92 % untuk Highlight. ( sesuaikan nilai- nilai shadow danhighlight sesuai dengan kebutuhan foto yang akan dirubah. Semakin besar nilai highlightcahaya background akan redup tapi gambar semakin jelas, highlight berfungsi untukmengatur intensitas cahaya pada warna-warna terang. Shadows berfungsi untuk mengaturintensitas cahaya pada warna-warna gelap, contohnya pada bayangan benda.sisi gelap yangdiperbaiki akan semakin terang).h) Hasil.
  • 41. Lihat perbedaan sebelum dan sesudah gambar diperbaiki.
  • 42. Anda ingin menambah efek pelangi pada Photo seperti diatas, gampang ikuti tutorial berikut ini.Untuk menambah efek pelangi pada photo atau image dengan aplikasi program Photoshop cukupmudah. Berikut ini langkah-langkah yang bisa anda lakukan :1. Buka Image/Photo anda dengan Photoshop, saya memberikan contoh dengan imagepemandangan laut yang ada pada Windows Background kemudian buat layer baru dan diberinama misal Pelangi.2. Aktifkan Layer Pelangi kemudian Klik Tool Gradasi dan pilih tab Circular Rainbow biasanyaada di panel atas, lihat gambar.
  • 43. 3. Kemudian dengan Tool Gradasi klik di area kerja pada layer Pelangi
  • 44. 4. Karena Posisi pelangi belum pas maka geser pelangi tersebut dengan dengan Move Toolseperti pada gambar, dan hapus area yang ditandai line kotak dengan tool Eraser.
  • 45. 5. Langkah selanjutnya pelangi di beri efek Gaussian Blur di menu Filter dengan radius seperti digambar.
  • 46. 6. Pada Layer pelangi ubah opacity dan mode lighten seperti pada gambar, sehingga pelanginampak alami.
  • 47. 7. Untuk memberi kesan natural image pemandangan, pada layer gambar pemandangan diberisentuhan adjusment dengan Hue/Saturation dengan komposisi seperti pada gambar.
  • 48. Demikian sedikit tutorial sederhana ini semoga bermanfaat bagi yang ingin belajar ProgramPhotoshop.