Buku Harun Yahya : Memahami Allah melalui akal
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Buku Harun Yahya : Memahami Allah melalui akal

on

  • 3,875 views

Buku Memahami Allah melalui akal karya harun yahya

Buku Memahami Allah melalui akal karya harun yahya

Statistics

Views

Total Views
3,875
Views on SlideShare
3,875
Embed Views
0

Actions

Likes
4
Downloads
270
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Buku Harun Yahya : Memahami Allah melalui akal Document Transcript

  • 1. MEMAHAMI ALLAH MELALUI AKAL HARUN YAHYA
  • 2. Judul Asli Allah Is Known Through Reason Penulis Harun Yahya Penerjemah Muhammad Shodiq, S.Ag. E-Mail: muhshodiq@yahoo.com Bagian SatuFakta Penciptaan dalam Sorotan Bukti Ilmiah 2
  • 3. Bab 1 PENDAHULUAN Lihatlah sekeliling anda dari tempat duduk anda. Akan anda dapati bahwa segala sesuatu di ruangini adalah “buatan”: dindingnya, pelapisnya, atapnya, kursi tempat duduk anda, gelas di atas meja danpernak-pernik tak terhitung lainnya. Tidak ada satu pun yang berada di ruang anda dengan kehendakmereka sendiri. Gulungan tikar sederhana pun dibuat oleh seseorang: mereka tidak muncul denganspontan atau secara kebetulan. Orang yang hendak membaca buku mengetahui bahwa buku ini ditulis oleh pengarangnya karenaalasan tertentu. Tak pernah terpikir olehnya bahwa barangkali buku ini muncul secara kebetulan. Begitupula, orang yang memandang suatu pahatan tidak sangsi sama sekali bahwa pahatan ini dibuat olehseorang pemahat. Hal ini bukan mengenai karya seni saja: batu bata yang bertumpukan pun pasti dikiraoleh siapa saja bahwa tumpukan batu bata sedemikian itu disusun oleh seseorang dengan rencanatertentu. Karena itu, di mana saja yang terdapat suatu keteraturan—entah besar entah kecil—pasti adapenyusun dan pelindung keteraturan ini. Jika pada suatu hari seseorang berkata dan menyatakan bahwabesi mentah dan batu bara bersama-sama membentuk baja secara kebetulan, yang kemudian membentukMenara Eiffel secara lagi-lagi kebetulan, tidakkah ia dan orang yang mempercayainya akan dianggapgila? Pernyataan teori evolusi, suatu metode unik penyangkal keberadaan Allah, tidak berbeda daripadaini. Menurut teori ini, molekul-molekul anorganik membentuk asam-asam amino secara kebetulan,asam-asam amino membentuk protein-protein secara kebetulan, dan akhirnya protein-proteinmembentuk makhluk hidup secara lagi-lagi kebetulan. Akan tetapi, kemungkinan pembentukan makhlukhidup secara kebetulan ini lebih kecil daripada kemungkinan pembentukan Menara Eiffel dengan carayang serupa, karena sel manusia bahkan lebih rumit daripada segala struktur buatan manusia di duniaini. Bagaimana mungkin mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secara kebetulan bilakeserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan mata telanjang? Pernyataan bahwa alamsemesta, yang semua unsurnya menyiratkan keberadaan Penciptanya, muncul dengan kehendaknyasendiri itu tidak masuk akal. Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dari tubuh kita sampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti ada pemiliknya. Jadi, siapakahPencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermat dan menciptakan semuanya? Ia tidak mungkin zat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudah ada sebelumadanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. Pencipta Yang Mahakuasa ialah yangmengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir. Agama mengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaannya kita temukan melalui akal kita.Melalui agama yang diungkapkan kepada kita, kita tahu bahwa Dia itu Allah, Maha Pengasih dan MahaPemurah, Yang menciptakan langit dan bumi dari kehampaan. Meskipun kebanyakan orang mempunyai kemampuan untuk memahami kenyataan ini, merekamenjalani kehidupan tanpa menyadari hal itu. Bila mereka memandang lukisan pajangan, mereka takjubsiapa pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannya panjang-lebar perihal keindahan karyaseninya. Walau ada kenyataan bahwa mereka menghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan 3
  • 4. hal itu di sekeliling mereka, mereka masih tidak mengakui keberadaan Allah, satu-satunya pemilikkeindahan-keindahan ini. Sesungguhnya, penelitian yang mendalam pun tidak dibutuhkan untukmemahami keberadaan Allah. Bahkan seandainya seseorang harus tinggal di suatu ruang sejakkelahirannya, pernak-pernik bukti di ruang itu saja sudah cukup bagi dia untuk menyadari keberadaanAllah. Tubuh manusia menyediakan begitu banyak bukti yang mungkin tidak terdapat di berjilid-jilidensiklopedi. Bahkan dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semua sudah memadai untukmemahami keberadaan Allah. Tatanan yang ada ini dilindungi dan dipelihara oleh Dia. Tubuh manusia bukan satu-satunya bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiap milimeterbidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia ini mengandung begitu banyakmakhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman, dari serangga hingga binatang laut, dan dariburung hingga manusia. Jika anda menjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun andabisa menemukan banyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit anda pun, terdapatbanyak makhluk hidup yang namanya tidak anda kenal. Di isi perut semua makhluk hidup terdapatjutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Populasi hewan di dunia ini jauhlebih banyak daripada populasi manusia. Jika kita juga mempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwatidak ada noktah tunggal di bumi ini yang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yangtertebar di suatu bidang seluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yangberlainan, kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbangan lingkungan.Pernyataan bahwa semua ini muncul secara kebetulan tanpa maksud atau pun tujuan itu gila-gilaan.Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atau upaya mereka sendiri. Tidak adaperistiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistem yang serumit itu. Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimpulan bahwa alam semesta berjalan dengan“kesadaran” (consciousness) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini? Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yang menjaga keserasian tatanan ini.Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendiri melalui bukti-bukti yang tak terhitung di alamsemesta. Sebenarnya, tidak ada satu orang pun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan buktiini dalam hati sanubarinya. Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya "secara lalim danangkuh, kendati hati sanubari mereka meyakininya" sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an. (Surat an-Naml, 14) Buku ini ditulis untuk menunjukkan kenyataan yang diingkari oleh sebagian orang ini karenakeberadaannya asing menurut perhatian mereka, dan juga untuk membongkar penipuan danpenyimpulan jahiliyah yang menjadi sandaran mereka. Karena inilah maka banyak persoalan yangditelaah di buku ini. Orang yang membaca buku ini akan segera lebih mengamati bukti-bukti keberadaan Allah yangtak terbantah dan menyaksikan bahwa keberadaan Allah mencakup segala benda: “akal” mengetahui halini. Sebagaimana Ia menciptakan tatanan yang menyeluruh ini, Dialah yang juga memeliharanya dengantak henti-hentinya. 4
  • 5. Bab 2 ADA DARI TIADA Pertanyaan tentang bagaimana alam semesta berasal, ke mana bergeraknya, dan bagaimanahukum-hukum mempertahankan keteraturan dan keseimbangan selalu menjadi topik yang menarik. Parailmuwan dan pakar membahas subyek ini dengan tiada henti dan telah menghasilkan beberapa teori. Teori yang berlaku sampai awal abad ke-20 ialah bahwa alam semesta mempunyai ukuran yangtidak terbatas, ada tanpa awal, dan bahwa terus ada untuk selama-lamanya. Menurut pandangan ini,yang disebut ‘model alam semesta statis’, alam semesta tidak mempunyai awal ataupun akhir. Dengan mengacu filsafat materialis, pandangan ini menolak adanya Pencipta seraya masihberpendapat bahwa alam semesta merupakan sekumpulan zat yang konstan, stabil, dan tidak berubah. Materialisme ialah sistem pemikiran yang menganggap bahwa zat itu merupakan suatu makhlukyang mutlak dan menolak segala keberadaan kecuali keberadaan zat. Dengan berakar pada filsafatYunani Kuno dan semakin diterimanya materialisme ini di abad ke-19, sistem pemikiran ini menjaditerkenal dalam bentuk materialisme dialektis Karl Marx. Seperti yang telah kita nyatakan tadi, model alam semesta abad ke-19 menyiapkan landasan bagifilsafat materialis. George Politzer, dalam bukunya yang berjudul Principes Fondamentaux dePhilosophie, menyatakan berdasarkan model alam semesta statis bahwa "alam semesta bukanmerupakan obyek yang diciptakan", dan katanya lagi: Kalau begitu, alam semesta pasti diciptakan sekaligus oleh Tuhan dan dijadikan dari ketiadaan.Untuk menghasilkan ciptaan, maka di tempat pertama, Penciptanya harus menghasilkan keberadaantersebut pada waktu alam semesta tidak ada, dan bahwa segala sesuatu muncul dari ketiadaan. Inilahyang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.1 Ketika Politzer menyatakan bahwa alam semesta tidak terbuat dari sesuatu yang tidak ada, iaberpijak pada model alam semesta statis abad 19 tersebut, dan mengira bahwa ia berpandangan ilmiah.Namun begitu, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memutarbalikkan konsep-konsep lamaseperti model alam semesta statis yang menjadi dasar bagi ilmuwan yang menganut materialisme. Kini,di awal abad ke-21, dengan eksperimen, observasi dan perhitungan, fisika modern telah membuktikanbahwa alam semesta memiliki suatu awal dan diciptakan dari ketiadaan melalui ledakan dahsyat. Bahwa alam semesta memiliki suatu awal berarti kosmos bukan dihasilkan dari sesuatu yangtidak ada, melainkan diciptakan. Jika ciptaan itu ada (yang sebelumnya tidak ada), maka tentu saja adaPencipta alam semesta. Ada dari tiada ialah sesuatu yang tidak dapat dipahami oleh benak manusia.(Manusia tidak dapat memahaminya karena tidak berkesempatan untuk mengalaminya). Karena itu, adadari tiada itu sama sekali bukan pengumpulan obyek-obyek untuk membentuk obyek baru sekaligus(seperti karya seni atau penemuan teknologi). Alam semesta sendiri merupakan ayat Allah yangmenciptakan segalanya sekali-jadi dan dalam satu peristiwa saja dengan sempurna, karena benda-bendayang diciptakan itu sebelumnya tidak bercontoh dan bahkan tidak ada waktu dan ruang untukmenciptakannya. Munculnya alam semesta dari tiada menjadi ada tersebut merupakan bukti terbesar diciptakannyaalam semesta. Mempelajari fakta ini akan mengubah banyak hal. Ini membantu manusia memahami artikehidupan dan memperbaiki sikap dan tujuannya. Karena itu, banyak kalangan ilmuwan berupayamengabaikan fakta penciptaan yang tidak dapat mereka pahami sepenuhnya, meskipun buktinya jelas 5
  • 6. bagi mereka. Kenyataan bahwa semua bukti ilmiah mengarah pada keberadaan Pencipta telah memaksamereka untuk mencari alternatif-alternatif yang bagi alam pikiran orang awam membingungkan.Meskipun demikian, bukti ilmu pengetahuan sendiri jelas-jelas mengakhiri perjalanan teori-teori ini. Kini, mari kita pelajari sekilas proses perkembangan ilmiah terjadinya alam semesta. MELUASNYA ALAM SEMESTA Di tahun 1929, di Observatorium California Mount Wilson, Astronom berkebangsaan AmerikaEdwin Hubble menghadirkan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah astronomi. Ketika mengamatibintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia dapati bahwa cahaya dari bintang-bintang itu berubahujung spektrumnya menjadi merah dan bahwa perubahan ini lebih memperjelas bahwa itu bintang-bintang yang menjauh dari bumi. Penemuan ini berpengaruh bagi dunia ilmu pengetahuan, karenamenurut aturan ilmu fisika yang sudah diakui, spektrum cahaya berkedip-kedip yang bergerakmendekati tempat observasi tersebut cenderung mendekati warna lembayung, sedangkan spektrumcahaya berkerlap-kerlip yang menjauh dari tempat observasi itu cenderung mendekati warna merah.Artinya, bintang-bintang itu menjauh dari kita secara tetap. Lama sebelumnya, Hubble menemukan penemuan lain yang sangat penting: Bintang dan galaksibergerak menjauh bukan hanya dari kita, tetapi juga saling menjauh. Satu-satunya kesimpulan yangdapat ditarik dari suatu alam semesta di mana semua bintang dan galaksi menjauh dari bintang dangalaksi lain adalah bahwa alam semesta ‘bertambah luas’ secara tetap. Untuk lebih memahaminya, alam semesta dapat dianggap sebagai permukaan balon yangmeledak. Karena bagian-bagian di permukaan balon ini saling memisah sebagai akibat dari pemompaanatau penggelembungan, hal ini berlaku juga untuk obyek-obyek di ruang angkasa yang saling memisahsebagai akibat dari terus bertambah luasnya alam semesta. Sebenarnya, teori ini telah ditemukan jauh sebelumnya. Albert Einstein, yang dianggapmerupakan ilmuwan terbesar abad 20, telah menyimpulkan dalam teori fisikanya setelah melaluiperhitungan yang cermat bahwa alam semesta itu dinamis dan tidak statis. Namun bagaimanapun, iatelah meletakkan penemuannya bukan untuk bertentangan dengan teori model alam semesta statis yangsudah diakui luas di zamannya. Einsten kemudian mengidentifikasi tindakannya itu sebagai kesalahanterbesar sepanjang karir keilmuwanannya. Sesudah itu, menjadi jelas melalui pengamatan Hubblesbahwa alam semesta bertambah luas. Jadi, apa yang penting dari fakta bahwa alam semesta bertambah luas terhadap proses terjadinyaalam semesta? Alam semesta yang bertambah luas itu menunjukkan bahwa jika alam semesta dapat bergerakmundur dalam hal waktu, maka alam semesta terbukti berasal dari ‘titik tunggal’. Perhitunganmenunjukkan bahwa titik tunggal ini yang mengandung pengertian semua zat atau materi yang ada dialam semesta mempunyai ‘volume nol’ dan ‘kerapatan yang tak terbatas’. Alam semesta terjadi karenaadanya ledakan dari titik tunggal yang bervolume nol ini. Ledakan yang luar biasa dahsyatnya yangdisebut Ledakan Dahsyat ini menandai awal dimulainya alam semesta. KETERANGAN HALAMAN 17 Edwin Hubble, di dekat teleskop raksasanya. 6
  • 7. ‘Volume nol’ merupakan satuan teoretis yang digunakan untuk tujuan pemaparan. Ilmupengetahuan dapat menetapkan konsep ‘ketidakadaan’, yang berada di luar jangkauan batas-bataspemahaman manusia, dengan hanya mengungkapkannya sebagai ‘suatu titik yang bervolume nol’. Alamsemesta muncul dari ‘ketidakadaan’. Dengan kata lain, alam semesta itu diciptakan. KETERANGAN HALAMAN 18 Di sini ditunjukkan perbedaan berbagai galaksi yang letaknya jauh yang cenderungmendekati warna merah. Garis vertikal di bagian atas menunjukkan bagian tertentuspektrum. Di spektrum-spektrum lain, titik ini cenderung mengarah ke kanan sejauh arahanak panah horisontal. Kecenderungan mendekati merah ini, yang menunjukkan jauhnya,semakin nyata bila galaksi bergerak semakin jauh dari bumi. Teori Ledakan Dahsyat itu menunjukkan bahwa pada awalnya, semua obyek di alam semestamerupakan satu bagian dan kemudian terpisah-pisah. Kenyataan ini, yang ditunjukkan dengan teoriLedakan Dahsyat, dinyatakan dalam Al-Quran 14 abad lalu, ketika manusia masih memilikipengetahuan yang amat terbatas tentang alam semesta: Tidakkah orang-orang kafir mengerti bahwa langit dan bumi semula berpadu (sebagai satukesatuan dalam penciptaan), lalu keduanya Kami pisahkan? Dari air Kami jadikan segalanyahidup. Tidakkah mereka mau beriman juga? (Surat al-Anbiyaa’, 30) Seperti yang dinyatakan dalam ayat tersebut, apa saja, bahkan di ‘langit dan bumi’ yang belumtercipta sekalipun, diciptakan dengan suatu Ledakan Dahsyat dari suatu titik tunggal, dan membentukalam semesta yang sekarang ini dengan saling terpisah. Jika kita bandingkan pernyataan ayat itu dengan teori Ledakan Dahsyat, maka kita mengetahuibahwa ayat itu sepenuhnya cocok dengan teori tersebut. Namun, baru pada abad ke-20, LedakanDahsyat dikemukakansebagai teori ilmiah. KETERANGAN HALAMAN 19 Riset menunjukkan bahwa bintang-bintang dan galaksi-galaksi bergerak menjauh darikita dan saling menjauh; maksudnya, alam semesta ini meluas. Ini menyiratkan bahwa alamsemesta terbukti berawal dari satu titik tunggal di masa lalu. Meluasnya alam semesta itu merupakan salah satu bukti terpenting bahwa alam semestadiciptakan dari ketidakadaan. Meskipun kenyatan ini tidak ditemukan oleh ilmu pengetahuan sampaiabad ke-20, Allah telah menjelaskan kepada kita kenyataan ini dalam Al-Quran, 1.400 tahun silam: Dengan kekuasaan Kami membangun cakrawala, dan Kami yang menciptakan angkasaluas. (Surat adz-Dzaariyaat, 47) MENCARI ALTERNATIF PENGGANTI TEORI LEDAKAN DAHSYAT Seperti yang jelas terlihat, teori Ledakan Dahsyat membuktikan bahwa alam semesta ‘diciptakan 7
  • 8. dari ketiadaan’, dengan kata lain, diciptakan oleh Allah. Karena alasan inilah, para astronom penganutmaterialisme tetap bersikukuh mempertahankan teori Ledakan Dahsyat dan teori keadaan-tetap. Hal iniditunjukkan oleh A. S. Eddington, seorang pakar fisika terkemuka penganut materialisme: "Secarafilosofis, saya tidak menyukai gagasan tentang permulaan yang spontan untuk tataalam yang sekarangini."2 Salah seorang yang terusik dengan teori Ledakan Dahsyat itu ialah Sir Fred Hoyle. Padapertengahan abad ke-20, Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut keadaan-tetap yang miripdengan pendekatan tentang alam semesta yang bersifat tetap pada abad ke-19. Teori keadaan-tetapberpendapat bahwa ukuran alam semesta tidak terbatas dan waktunya kekal. Dengan satu-satunya tujuanyang mengakui filsafat materialisme, teori ini sepenuhnya berbeda dengan teori Ledakan Dahsyat, yangberasumsi bahwa alam semesta mempunyai permulaan. Para pembela teori keadaan-tetap itu menentang teori Ledakan Dahsyat dalam waktu yang lama.Namun demikian, teori-teori itu berlawanan dengan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, sebagian ilmuwan sedang mencari jalan untuk mengembangkan alternatif-alternatif. Di tahun 1948, George Gamov muncul dengan gagasan lain tentang teori Ledakan Dahsyat itu.Ia menyatakan bahwa setelah terbentuknya alam semesta melalui peledakan dahsyat, ada radiasi yangmelimpah di alam semesta yang tertinggal karena peledakan ini. Lagipula, radiasi ini tersebar merata dialam semesta. Bukti yang ‘mestinya telah ada ini’ akan segera ditemukan. SATU BUKTI LAGI: RADIASI LATAR KOSMOS Di tahun 1965, dua peneliti, Arno Penzias dan Robert Wilson, secara kebetulan menemukangelombang-gelombang ini. Radiasi ini, yang disebut ‘radiasi kosmos’, tampaknya tidak dipancarkan darisumber tertentu, tetapi merembesi seluruh ruang angkasa. Jadi, panas gelombang yang diradiasikansecara merata dari sekeliling ruang angkasa itu tertinggal sisanya dari tahap awal Ledakan Dahsyat.Penzias dan Wilson mendapat penghargaan Nobel atas penemuan ini. Di tahun 1989, NASA mengirim Satelit Cosmic Background Explorer (COBE) ke ruang angkasauntuk meneliti radiasi latar kosmos. Hanya membutuhkan delapan menit, scanner-scanner salelit inimenguatkan pengukuran dari Penzias dan Wilson. COBE telah menemukan sisa dari Ledakan Dahsyatyang terjadi pada awal-mula alam semesta. Karena dianggap sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang masa, kesimpulan ini secaraeksplisit membuktikan teori Ledakan Dahsyat. Dari ruang angkasa dikirim temuan dari satelit COBE 2setelah satelit COBE menjelaskan perhitungannya dengan cermat berdasarkan teori Ledakan Dahsyatitu. Sebuah bukti lain yang penting untuk Ledakan Dahsyat itu ialah jumlah hidrogen dan helium di ruang angkasa. Dalam hitungan terakhir, konsentrasi hidrogen-helium di alam semesta sesuaidengan perhitungan konsentrasi hidrogen-helium yang merupakan sisa dari Ledakan Dahsyat itu. Jikaalam semesta tidak mempunyai permulaan dan jika alam semesta ada karena keabadian ada, makaunsur hidrogennya sepenuhnya telah digunakan dan diubah ke helium. Semua bukti ini menyebabkan teori Ledakan Dahsyat diterima oleh para ilmuwan. Model ledakandahsyat itu merupakan bagian terakhir yang dicapai oleh ilmu pengetahuan berkenaan denganterbentuknya dan dimulainya alam semesta. 8
  • 9. Dengan mempertahankan teori keadaan-tetap yang juga sejalan dengan gagasan Fred Hoyleselama bertahun-tahun, Dennis Sciama menguraikan pandangan akhir yang mereka capai setelahterungkapnya semua bukti tentang teori Ledakan Dahsyat. Sciama menyatakan bahwa ia turutmengambil bagian dalam perdebatan sengit antara yang mempertahankan teori keadaan-tetap dan yangmenolaknya. Ia mencetuskan bahwa ia membela teori keadaan-tetap, bukan karena menganggapnyasahih, melainkan karena menghendakinya sahih. Fred Hoyle bergeming terhadap semua keberatanketika bukti-bukti terhadap teori ini mulai terbuka. Sciama sendiri mula-mula sejalan dengan Hoyletetapi kemudian, karena bukti-bukti mulai semakin tampak dan menumpuk, ia menerima bahwapermainan telah berakhir dan bahwa teori keadaan-tetap harus ditolak.3 Prof. George Abel dari Universitas California menyatakan juga bahwa bukti mutaakhir yangtersedia menunjukkan bahwa alam semesta dimulai milyaran tahun silam dengan Ledakan Dahsyat. Iamengakui tidak ada pilihan lain kecuali menerima teori Ledakan Dahsyat itu. Dengan diterimanya teori Ledakan Dahsyat, konsep ‘zat kekal’ yang merupakan dasar filosofimaterialisme terlempar jauh ke dalam tumpukan sampah sejarah. Lantas, apa yang terjadi sebelumLedakan Dahsyat dan kekuatan apa yang menyebabkan alam semesta ‘ada’ dengan melalui adanyaledakan dahsyat itu ketika alam semesta ‘tidak ada’? Pertanyaan ini tentunya menyiratkan, menurutkata-kata Arthur Eddington, fakta yang ‘secara filosofis kurang menyenangkan’, yaitu adanya SangPencipta. Filosof ateis masyhur Antony Flew berkomentar perihal ini: Pengakuan itu baik bagi rohani. Karena itu, saya akan mengawalinya dengan mengakui bahwakaum ateis itu harus malu dengan konsensus mengenai kosmologi saat ini. Untuk itu, para kosmologperlu memberi bukti ilmiah tentang apa yang St. Thomas nyatakan tidak terbukti menurut filsafat, yaitubahwa alam semesta memiliki suatu awal. Jadi, selama alam semesta dianggap ada bukan hanya tanpaakhir melainkan juga tanpa permulaan, akan mudah dikemukakan opini bahwa keberadaan tampilannya,dan apa pun yang pada temuannya menjadi ciri atau sifat yang paling mendasar, sepatutnya diterimasebagai penjelasan akhir. Meskipun saya yakin bahwa teori keadaan-tetap masih benar,mempertahankannya dalam menghadapi teori Ledakan Dahsyat tentunya tidak mudah dan tidakmenyamankan.4 Sebagian ilmuwan yang tidak mengkondisikan mereka sendiri untuk menjadi ateis telah mengakuiadanya peranan Pencipta Yang Maha Kuasa dalam menciptakan alam semesta. Sang Pencipta inipasti merupakan sesuatu Yang telah menciptakan baik zat (materi) maupun waktu, tetapi Yang tidakterpengaruh oleh keduanya. Astrofisikawan terkenal Hugh Ross mengakui hal ini dengan menuturkan: Jika permulaan waktu bersamaan dengan awal keberadaan alam semesta, seperti teorema-angkasajelaskan, maka penyebab alam semesta harus merupakan kesatuan yang berfungsi dalam suatu dimensiwaktu yang sepenuhnya terpisah dan sudah ada sebelumnya terhadap dimensi waktu kosmos.Kesimpulan ini sangat penting untuk pemahaman kita tentang Siapa Tuhan dan Siapa atau Apa yangbukan Tuhan. Tuhan bukan alam semesta sendiri, dan tidak terkandung dalam alam semesta.5 Zat dan waktu diciptakan oleh Tuhan Yang Mahakuasa yang tidak bergantung pada semuapernyataan ini. Sang Pencipta ini ialah Allah, Yang merupakan Pemilik atau Penguasa langit dan bumi. SANGAT SEIMBANG DI ANGKASA Sebenarnya, teori ledakan dahsyat lebih menyulitkan penganut materialisme daripada si filosof 9
  • 10. ateis, Antony Flew. Ini karena ledakan dahsyat itu bukan hanya membuktikan bahwa alam semestadiciptakan dari sesuatu yang tidak ada, tetapi juga bahwa alam semesta diadakan dengan cara yangsangat terencana, sistematis dan terkontrol. Ledakan Dahsyat terjadi dengan ledakan dari titik yang berisikan semua zat dan energi dari alamsemesta dan tersebar di ruang angkasa ke segala arah dengan kecepatan yang luar biasa. Lepas dari zatdan energi ini, terjadi keseimbangan luar biasa yang berisikan galaksi, bintang, matahari, bumi dansemua benda langit lainnya. Selanjutnya, terbentuklah hukum yang disebut ‘hukum fisika’, yang sama diseluruh penjuru alam semesta dan tidak berubah. Semua ini menunjukkkan bahwa tata aturan yangsempurna muncul setelah terjadinya Ledakan Dahsyat. Akan tetapi, ledakan ini tidak menghasilkan tatanan. Semua ledakan yang bisa diamati inicenderung berbahaya, menceraiberaikan dan merusak apa yang sudah ada. Contohnya, ledakan atomdan hidrogen, ledakan dinamit, ledakan gunung berapi, ledakan gas alam, ledakan matahari: semualedakan ini memiliki pengaruh yang merusak. Jika kita mengetahui tatanan yang terperinci setelah terjadinya suatu ledakan--contohnya, jikaledakan di bawah tanah memunculkan karya seni yang sempurna, istana yang megah, atau rumah yangmengesankan--maka kita bisa berkesimpulan bahwa ada campur tangan ‘supranatural’ di belakangledakan ini dan bahwa semua bagian-bagian yang tersebar karena ledakan itu bergerak dengan cara yangsangat tidak terkontrol. Kutipan dari Sir Fred Hoyle, yang mengakui kesalahannya itu setelah bertahun-tahun menentangteori Ledakan Dahsyat, mengungkapkan situasi ini dengan sangat baik: Teori ledakan dahsyat berpendapat bahwa alam semesta dimulai dengan suatu ledakan tunggal.Tetapi seperti yang dapat dilihat di bawah ini, suatu ledakan hanya memisahkan zat, sedangkanledakan dahsyat secara misterius menghasilkan pengaruh yang bertolak belakang--dengan zat yangmenumpuk atau menyatu bersama-sama dalam bentuk galaksi-galaksi.6 Seraya menyatakan bahwa penunaian keteraturan Ledakan Dahsyat itu tidak bersesuaian, iasecara yakin menafsirkan ledakan dahsyat dengan bias materialistik dan menganggap bahwa inimerupakan ‘ledakan yang tak terkontrol’. Ia pada kenyataanya merupakan orang yang bersifatkontradiktif-sendiri dengan begitu saja membuat pernyataan sedemikian itu untuk menolak keberadaanSang Pencipta. Alasan kita, jika tata aturan yang luar biasa itu muncul dengan suatu ledakan, makakonsep “ledakan yang tak terkendali” sebaiknya dikesampingkan, dan harus diterima bahwa ledakantersebut dikendalikan secara luar biasa. Segi lain dari tatanan luar biasa yang terbentuk pada alam semesta yang melalui Ledakan Dahsyatini ialah penciptaan ‘alam yang dapat dihuni’. Syarat pembentukan planet yang dapat dihuni ini begitubanyak dan begitu rumit sehingga hampir tak mungkin terbayang bahwa pembentukan planet ini secarakebetulan. Paul Davies, profesor masyhur fisika teoretis, menghitung seberapa ‘baik penyetelan’ langkahpeluasan setelah terjadi Ledakan Dahsyat, dan ia mendapatkan kesimpulan yang menakjubkan. MenurutDavies, jika tingkat peluasan setelah terjadinya Ledakan Dahsyat itu berbeda walau hanya dengan rasio1 : 1.000.000.000², maka tidak akan terbentuk bintang yang dapat dihuni: Pengukuran secara cermat menghasilkan angka peluasan yang sangat mendekati nilai kritis dimana alam semesta akan melepaskan gravitasinya sendiri dan bertambah luas selama-lamanya. Biladiperpelan sedikit, kosmos ini akan jatuh; bila dipercepat sedikit, bahan-bahan kosmos tersebut akansepenuhnya terpencar. Lantas yang menarik adalah pertanyaan seberapa rumitkah tingkat pertambahan 10
  • 11. luas ‘disetel dengan baik’ supaya tiba pada garis pembagi yang tipis di antara dua bencana alam itu. Jika pada waktu I S (pada waktu terbentuk pola pertambahan luas) tingkat ekspansinya berselisih dari nilaisebenarnya sampai lebih dari 10-18 kali, maka ini sudah memadai untuk membatalkan keseimbanganyang rumit itu. Jadi, daya ledak alam semesta ini bersesuaian dengan akurasi gaya gravitasinya yangluar biasa. Ledakan dahsyat ini ternyata bukan ledakan kolot, tetapi ledakan yang besarnya tertatadengan tajam dan sangat indah.7 Hukum fisika yang muncul bersamaan dengan teori Ledakan Dahsyat itu tidak berubah selamajangka waktu 15 milyar tahun. Selanjutnya, hukum-hukum ini berlandaskan pada perhitungan yangbegitu seksama sehingga selisih satu milimeter pun dari nilai yang berlaku dapat menyebabkanpenghancuran struktur dan konfigurasi alam semesta. Fisikawan terkenal Prof. Stephen Hawking menyatakan dalam bukunya, A Brief History of Time,bahwa alam semesta tersusun berdasarkan pada perhitungan dan keseimbangan yang tersetel denganlebih baik daripada yang dapat kita rasakan. Hawking menyatakan dengan mengacu angka ekspansialam semesta: Mengapa alam semesta mulai terbentuk dengan tingkat ekspansi yang begitu mendekati kritisyang memisahkan model-model yang berurai berkeping-keping sehingga terus meluas selamanya,sampai-sampai sekarang pun, sepuluh ribu juta tahun berikutnya, masih terus bertambah luas mendekatitingkat kritis? Jika tingkat ekspansi satu detik setelah ledakan dahsyat lebih kecil bahkan mendekati satuper seratus ribu juta, maka alam semesta akan berkeping-keping sebelum mencapai ukurannya yangsekarang ini.8 Paul Davies juga memaparkan konsekuensi yang tidak bisa dihindari yang berasal darikeseimbangan dan perhitungan yang sangat cermat dan tepat itu: Kesan bahwa struktur terkini alam semesta, yang tampaknya begitu sensitif terhadap sedikitperubahan jumlah, telah direncanakan secara cermat itu sulit untuk ditentang. ... Sederetan nilai numerikyang alam tunjukkan melalui konstanta dasarnya masih menjadi bukti yang paling pasti untuk unsurdisain kosmik.9 Sehubungan dengan fakta itu pula, seorang Profesor Astronomi dari Amerika, George Greenstein,menulis dalam bukunya, The Symbiotic Universe: Tatkala kami meneliti semua bukti tersebut, muncul pikiran bahwa sebentuk perantarasupranatural pasti terlibat.10 PENCIPTAAN ZAT Atom, bagian pembangun zat, menjadi ada setelah terjadinya Ledakan Dahsyat. Atom-atom inikemudian mengumpul bersama-sama membentuk alam semesta dengan bintang, bumi, dan matahari.Kemudian, atom-atom tersebut membentuk kehidupan di bumi. Dengan berkumpulnya atom-atom,segala yang anda lihat di sekitar anda: tubuh anda, kursi yang anda duduki, buku yang ada di tangananda, langit yang terlihat melalui jendela, tanah, beton, buah-buahan, tanaman, semua makhluk hidupdan segala yang bisa anda bayangkan itu memasuki kehidupan. Lantas, terbuat dari apakah atom itu, bagian pembangun segala sesuatu, dan jenis struktur apayang atom miliki? Bila kita periksa struktur atom, kita lihat bahwa semua bagiannya mempunyai tata aturan dan 11
  • 12. disain yang menonjol. Setiap atom mempunyai nukleus yang mengandung protron dan neutron yangjumlahnya tertentu. Di samping itu, ada elektron-elektron yang bergerak mengelilingi nukleus dalamsuatu orbit yang tetap dengan kecepatan 1.000 km per detik.11 Jumlah elektron suatu atom sama denganjumlah protonnya, karena proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif selaluseimbang satu sama lain. Jika salah satu dari jumlah ini berbeda, maka tidak ada atom karenakeseimbangan elektromagnetiknya terganggu. Nukleus atau inti atom, protron dan neutron yang ada didalamnya, dan elektron di sekitarnya selalu bergerak. Elektron-elektron ini berputar mengelilingi intiatom mereka sendiri dan dengan kecepatan tertentu tanpa saling menyimpang. Kecepatannya selaluseimbang dengan yang lainnya dan selalu menjaga kelangsungan hidup atomnya. Tidak pernah terjadisalah-atur, perbedaan, atau pun perubahan. Sangatlah gamblang bahwa kesatuan yang sangat teratur dan tertentu itu ada setelah peledakandahsyat yang berlangsung pada yang non-ada. Jika Ledakan Dahsyat itu merupakan ledakan yangkebetulan dan tidak terkontrol, maka mestinya diikuti dengan kejadian acak dan tersebarnya segala yangterbentuk itu dalam suatu kekacaubalauan yang luar biasa dahsyatnya. Sebenarnya, tatanan yang tak bercacat telah berlaku di setiap tahap sejak awal keberadaannya.Contohnya, alam semesta terbentuk di tempat dan waktu yang berbeda, namun begitu terorganisirsehingga alam semesta seakan-akan dihasilkan dari satu-satunya pabrik dengan kesadaran masing-masing. Mula-mula, elektron mendapati sendiri suatu nukleus dan mulai mengelilinginya. Kemudian,atom-atom menyatu untuk membentuk zat, dan semuanya menghasilkan obyek-obyek yang bermakna,bertujuan, dan masuk-akal. Sesuatu yang tidak wajar, mendua, tidak normal, tidak bermanfaat, dan tidakbertujuan tidak pernah terjadi. Segala sesuatu, dari unit terkecil sampai unsur terbesar, terorganisir danmempunyai tujuan yang beragam. KETERANGAN HALAMAN 29 Tatanan di dalam struktur atom itu mengatur segenap alam. Dengan atom danpartikelnya yang bergerak dengan aturan tertentu, gunung-gunung tidak tercerai-berai, tanahtidak terurai, langit tidak terbelah dan, singkatnya, zat disatukan bersama-sama dan konstan. Semuanya ini merupakan bukti kuat adanya Pencipta, Yang Mahakuasa, dan menunjukkankenyataan bahwa segala sesuatu itu menjadi ada sesuai dengan kemauan-Nya kapan saja Ia kehendaki.Dalam Al-Quran, Allah menunjukkan penciptaan-Nya sehingga: Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya; tatkala Ia berfirman,“Jadilah!” maka ia pun jadi. Firman-Nya adalah kebenaran. (Surat al-An’aam, 73) 12
  • 13. SETELAH LEDAKAN DAHSYAT Ketika Roger Penrose, seorang fisikawan yang mendalami penelitian tentang asal-usul alamsemesta, membuktikan bahwa adanya alam semesta bukan kebetulan belaka, ini menunjukkan bahwapasti ada tujuannya. Bagi sebagian orang, ‘alam semesta itu sudah lama di sana’ dan akan tetap di sana.Kita hanya mendapati diri berada tepat di tengah-tengah benda semesta ini. Pandangan ini mungkintidak dapat membantu kita dalam memahami alam semesta. Menurut pandangan Penrose, ada banyakmasalah yang mendalam tentang alam semesta yang di luar jangkauan indera kita saat ini. Pandangan Roger Penrose ini sesungguhnya merupakan bahan pemikiran yang baik. Seperti yangkata-kata ini tunjukkan, banyak orang salah mengira bahwa adanya alam semesta dengan segalakeharmonisannya yang sempurna itu ada bukan demi apa-apa dan bahwa mereka hidup di alam semestaini demi peran yang lagi-lagi tidak bermakna. Akan tetapi, tidaklah lumrah sama sekali bahwa suatu tatanan yang sempurna dan menakjubkanitu terjadi setelah adanya Ledakan Dahsyat, yang bagi kalangan ilmiah berarti pembentukan alamsemesta. Singkatnya, bila kita periksa sistem hebat ini di alam semesta, kita lihat bahwa adanya alamsemesta dan cara kerjanya itu bersandar pada keseimbangan yang sangat cermat dan keteraturan yang,karena terlalu rumit, tidak bisa dijelaskan dengan penyebab-penyebab yang kebetulan. Sebagai bukti,alam semesta sama sekali tidak mungkin terbentuk sendiri atau secara kebetulan setelah terjadinya suatuledakan dahsyat. Terbentuknya tata aturan sedemikian itu yang mengikuti suatu ledakan seperti Ledakandahsyat hanya dimungkinkan sebagai hasil dari penciptaan yang supernatural. Rencana dan tata aturan yang tiada banding itu tentunya membuktikan keberadaan sang Penciptadengan pengetahuan, kebijakan dan kekuatan yang tidak terbatas, Yang telah menciptakan zat darisesuatu yang tidak ada dan Yang mengendalikan dan mengaturnya secara berkesinambungan. SangPencipta ini ialah Allah, Penguasa langit, bumi dan seisinya. Semua fakta ini juga menunjukkan kitabagaimana filosofi materialisme, yang hanya merupakan suatu dogma abad ke-19, diganti dengan ilmupengetahuan abad ke-20. Dengan menguak rencana, disain, dan tata aturan hebat yang lazim ditemui di alam semesta itu,ilmu pengetahuan modern telah membuktikan keberadaan Sang Pencipta Yang telah menciptakan danmengatur semua makhluk: yaitu, Allah. Dengan berpijak pada jumlah manusia yang luar biasa banyaknya selama berabad-abad danbahkan telah mengaburkan sendiri dengan topeng ilmu pengetahuan, materialisme membuat kesalahanbesar dan menolak keberadaan Allah, Yang menciptakan dan mengatur zat dari sesuatu yang tidak ada. Pada suatu hari, materialisme akan dikenang dalam sejarah sebagai keyakinan primitif dantakhyul yang bertentangan dengan akal dan juga ilmu pengetahuan. AYAT-AYAT DI LANGIT DAN DI BUMI Bayangkan bahwa anda membangun sebuah kota besar dengan menyertakan jutaan Legosbersama-sama. Misalkan di kota ini ada gedung-gedung pencakar langit, jalan-jalan berkelak-kelok,stasiun kereta api, pelabuhan udara, pusat-pusat perbelanjaan, lorong-lorong bawah tanah, dan jugasungai-sungai, danau-danau, hutan, dan pantai. Misalkan ada juga yang tinggal di dalamnya ribuanorang yang berseliweran di jalan raya, duduk-duduk di rumah, dan bekerja di kantor. Masukkan juga 13
  • 14. seluk-beluknya, termasuk lampu lalulintas, kotak pos, dan papan sinyal di terminal bus. Jika seseorang mendatangi anda dan mengatakan bahwa semua Legos kota ini, yang anda dirikandengan perencanaan yang matang hingga serinci-rincinya, dan semua bagian yang anda tempatkandengan susah-payah itu muncul secara kebetulan hingga terwujud kota ini, bagaimanakah keadaan jiwaorang ini menurut anda? Kini, tengoklah lagi kota yang telah anda bangun itu dan ingatlah bahwa keseluruhan kota iniakan rata dengan tanah bila anda lupa meletakkan sepotong Lego di tempatnya atau mengubah letaknya.Bisakah anda bayangkan seberapa besar keseimbangan dan tatanan yang telah anda tegakkan? Kehidupan di dunia tempat tinggal ini juga mungkin dibuat dengan penghimpunan sejumlah besarbagian kecil seperti itu yang tak terbayangkan oleh benak manusia. Ketiadaan satu bagian kecil sajamungkin berarti akhir riwayat bumi ini. Segala benda, dari unit terkecil zat yang berupa atom hingga galaksi yang mengandung trilyunanbintang, dari bulan pelengkap bumi hingga sistem matahari, semuanya berjalan dengan keserasian yangsempurna. Sistem yang tertata rapi ini berjalan mulus bagaikan arloji. Orang-orang sangat yakin bahwasistem yang telah berumur trilyunan tahun ini akan berfungsi tanpa mengesampingkan bagian terkecil,sehingga mereka dapat menyusun rencana dengan bebas mengenai sesuatu yang mereka perkirakan akanterwujud dalam 10 tahun mendatang. Tak seorang pun khawatir kalau-kalau matahari tidak terbit esokhari. Sebagian besar orang tidak berpikir tentang mungkinkah bumi ini berubah menjadi lepas darigravitasi matahari dan mulai bergerak menuju kegelapgulitaan entah di mana?; atau bertanya, Apa yangmencegahnya dari kejadian ini? Dengan cara yang sama, manakala orang-orang menjelang tidur, mereka yakin bahwa jantungatau sistem pernafasan mereka tidak akan sesantai otak mereka. Akan tetapi, bila salah satu dari duasistem penting ini berhenti-henti beberapa detik saja, maka bisa-bisa nyawa melayang. Ketika kacamata biasa di sekitar kehidupan kita tanggalkan dan sebab-akibat peristiwa-peristiwatidak lagi ditaksir seolah-olah berlangsung dalam kejadian alamiahnya, kita lihat dengan gamblangbahwa segala benda tersusun dari sistem terencana yang amat teliti dan sangat saling bergantungsehingga seolah-olah kita bergantung pada kehidupan dengan kulit atau gigi kita. Perhatikanlah tatananhebat yang berlaku di tempat ke mana pun anda memandang. Tentu saja, ada kekuatan besar yangmenciptakan tatanan dan keserasian sedemikian itu. Pemilik kekuatan besar ini ialah Allah, Yangmenciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Dalam satu ayat Al-Quran difirmankan: Dia yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis; tak akan kau lihat ketidakseimbangandalam ciptaan (Allah) Yang Maha Pemurah. Balikkanlah pandanganmu sekali lagi, tampakkaholehmu ada yang cacat? Lalu ulanglah pandanganmu sekali lagi; pandanganmu akan berbalikkepadamu, letih dan membingungkan. (Surat al-Mulk, 3-4) Bila kita memandang makhluk-makhluk di langit, di bumi, dan semua yang terletak di antaranya,ternyata mereka semua membuktikan keberadaan Pencipta mereka dengan sendirinya. Di bab ini, kitaakan memikirkan gejala alam dan makhluk hidup yang terlihat oleh semua orang, sekalipun tak pernahterpikirkan, dan bagaimana mereka menjadi ada dan melanjutkan keberadaan mereka. Jika kita hendakmenuliskan semua ayat Allah di alam semesta, maka diperlukan ribuan jilid ensiklopedi. Karena itu,dalam bab ini, kita hanya akan secara singkat berurusan dengan beberapa pokok-persoalan yang layakuntuk dipertimbangkan panjang-lebar. 14
  • 15. Akan tetapi, penyebutan-penyebutan singkat ini pun akan membantu para ‘manusia yang berakal’yang insyaf untuk memperhatikan fakta terpenting kehidupan mereka atau sekurang-kurangnyamembantu mereka mengingatnya sekali lagi. Karena Allah itu Ada. Karena Dialah asal pertama langit dan bumi dan Dia bisa dipahami melalui akal. KEAJAIBAN DI TUBUH KITA Mata Yang Setengah-Jadi Tak Bisa Melihat Apa yang terbersit di benak anda manakala mendengar kata mata? Sadarkah anda bahwa salahsatu hal terpenting dalam kehidupan adalah kemampuan untuk melihat? Jika menyadarinya, sudahkananda memikirkan tanda-tanda lain yang terkandung dalam mata anda? Mata adalah sepotong bukti yang paling nyata bahwa makhluk-makhluk hidup diciptakan. Semuaorgan penglihatan, termasuk mata binatang dan mata manusia, merupakan contoh yang sangat menonjolperihal rancangan yang sempurna. Organ istimewa ini amat rumit sampai-sampai mengungguli peralatantercanggih di dunia ini. Supaya mata dapat melihat, semua bagiannya harus bekerja sama secara serasi. Sebagai misal,jika mata kehilangan kelopak, tetapi masih mempunyai semua bagian lain seperti kornea, selaputpenghubung, selaput pelangi, biji mata, lensa mata, retina, selaput koroid, urat mata, dan kelenjarairmata, itu pun sudah amat rusak dan akan segera kehilangan fungsi penglihatannya. Begitu pula, jikaproduksi airmata berhenti, maka mata akan segera kering dan menjadi buta kendati semua organ lainmasih ada. KETERANGAN HALAMAN 33 Mata, yang memiliki struktur yang amat rumit, tidak bisa melihat bila bila tidak asasalah satu unsurnya, umpamanya kelenjar air mata, kala tindakan melihat berlangsung. Rantai kebetulan yang diajukan oleh para evolusionis kehilangan semua maknanya menghadapisusunan rumit ini. Mustahil menjelaskan keberadaan mata kecuali sebagai zat ciptaan istimewa. Mata itumemiliki sistem rumit dengan banyak bagian dan, sebagaimana dibahas di atas, semua bagianpembentuk ini pasti menjadi ada pada waktu yang sama. Mustahil mata yang setengah-jadi berfungsipada setengah melihat. Pada keadaan-keadaan semacam ini, peristiwa penglihatan tak bisa berlangsungsama sekali. Seorang ilmuwan evolusionis menerima kebenaran ini: Ciri umum mata dan sayap adalah hanya berfungsi jika tersusun sepenuhnya. Dengan kata lain,mata yang setengah-jadi tidak bisa melihat; burung dengan sayap setengah-sayap tidak dapat terbang.13 Dalam hal ini, kita menghadapi lagi pertanyaan yang sangat penting: siapa yang menciptakansemua unsur mata sekaligus? Pemilik mata tentu saja bukan orang yang membuat putusan mengenai pembentukannya. Karenabagi yang tiada berpengetahuan tentang seperti apakah penglihatan itu tidak mungkin berhasrat untukmempunyai organ penglihatan dan melekatkannya pada tubuhnya. Jadi, kita harus menerima keberadaanPemilik Yang Maha Bijaksana yang menciptakan makhluk hidup dengan indera seperti penglihatan,pendengaran, dan sebagainya. Ada pernyataan lain bahwa sel-sel yang tak bernyawa bisa mencapai 15
  • 16. fungsi yang mensyaratkan nyawa seperti penglihatan dan pendengaran dengan kehendak dan upayamereka sendiri. Sangatlah jelas bahwa ini mustahil. Dalam Al-Quran, dinyatakan bahwa penglihatandilimpahkan kepada makhluk hidup oleh Allah: Katakanlah: Dialah Yang telah menjadikan kamu dan membuatkan untuk kamupendengaran, penglihatan, dan hati nurani; sedikit sekali kamu bersyukur. (Surat al-Mulk, 23) Pasukan di Dalam Tubuh Manusia Setiap hari, berlangsung pertempuran di bagian terdalam raga yang tidak anda rasakan. Di satupihak, virus dan bakteri bermaksud menyerbu tubuh anda dan mengambil kendali terhadapnya dan dipihak lain, sel-sel kekebalan melindungi tubuh dari musuh-musuh ini. Musuh-musuh ini menunggu dalam keadaan siap-serang untuk memasuki kawasan yang merekatuju; begitu ada kesempatan, mereka menuju kawasan sasaran. Namun demikian, para prajurit kawasansasaran yang berdisiplin, tertata dan kuat itu tidak mudah menyerah kepada musuh. Pertama, paraprajurit (fagosit) yang menelan dan menahan pasukan musuh itu tiba di medan tempur. Walau begitu,kadang-kadang pertempuran tersebut lebih liat daripada kemampuan tempur prajurit-prajurit ini. Padakeadaan semacam ini, prajurit-prajurit lain (makrofaga) dikerahkan. Keterlibatan mereka menyebabkankehebohan di kawasan sasaran dan para prajurit lain (sel T pembantu) pun dipanggil untuk bertempur. Prajurit-prajurit ini sangat mengenal penghuni setempat. Mereka dengan cepat bisa membedakanpasukan mereka sendiri dari pasukan musuh. Mereka segera mengerahkan prajurit (sel-sel B) yangditugaskan untuk memproduksi senjata. Para serdadu ini mempunyai kemampuan luar biasa. Meskipunmereka tidak pernah melihat musuh, mereka dapat menghasilkan senjata yang akan menyebabkanmusuh tak berdaya. Di samping itu, mereka mengangkut senjata-senjata yang mereka hasilkan itu sejauhsemestinya. Selama perjalanan dalam tugas yang sulit ini mereka berhasil tidak menyebabkan kerusakanapa pun pada mereka sendiri atau pada sekutu-sekutu mereka. Kemudian, tim penyerang (sel-sel Tpembunuh) menyiangi jalan. Mereka membongkar bahan beracun yang mereka angkut sendiri ke lokasitergenting musuh. Bila menang, sekelompok prajurit lain (sel-sel T pendesak) tiba di medan tempur danmengirimkan semua serdadu mereka kembali ke barak mereka. Para prajurit yang tiba di medan tempurterakhir (sel-sel memori) mencatat semua informasi yang relevan mengenai musuh, sehingga bisadipakai di kejadian penyerbuan serupa di masa mendatang. KETERANGAN HALAMAN 35 Sel AB terlihat berpisah Sel-sel kekebalan mempunyai rantai komando yang sangat berdisiplin. Tak satu punperintah yang tak ditaati. Sel AB menutupi bakteri Pasukan hebat yang dibahas di atas tersebut ialah sistem kekebalan di tubuh manusia. Segala halyang dijelaskan tersebut dilakukan oleh sel-sel mikroskopik yang tak terlihat dengan mata telanjang.(Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Harun Yahya, For Men of Understanding, "The Signs in theHeaven and the Earth".) 16
  • 17. Berapa banyak orang yang sadar bahwa mereka memiliki pasukan yang tertata, berdisiplin, dansempurna di dalam tubuh mereka? Berapa banyak dari mereka yang sadar bahwa mereka dikelilingi darisemua sisi oleh mikroba-mikroba yang, jika tak terhalang, akan menyebabkan mereka menderitapenyakit yang parah atau bahkan meninggal? Sesungguhnya, terdapat banyak mikroba yang berbahayadi udara yang kita hirup, di air yang kita minum, di makanan yang kita makan, dan di permukaan bendayang kita sentuh. Walaupun seseorang tak menyadari semua itu, sel-sel tersebut di tubuhnya berupayasekuat tenaga untuk menyelamatkannya dari penyakit yang mungkin bahkan bisa menimbulkankematiannya. Kemampuan semua sel kekebalan untuk membedakan sel-sel musuh dari sel-sel tubuh,kemampuan sel-sel B untuk menyiapkan senjata selama dibutuhkan tanpa merugikan sel-sel tubuhlainnya, terpenuhinya tugas sel-sel penerima sinyal secara komplit tanpa masalah apa pun segera seusaimereka selesaikan pekerjaan mereka, dan kemampuan sel-sel memori tersebut hanyalah beberapa ciriistimewa sistem ini. KETERANGAN HALAMAN 36 Sel-sel kekebalan (kuning) terlihat bertempur dengan sel-sel kanker. Karena semua alasan itu, cerita pembentukan sistem kekebalan tak pernah diangkat oleh parapenulis evolusionis. Dengan berfungsinya penyakit atau tanpa sistem kekebalan, sangatlah sulit bagi seseorang untukbertahan hidup karena ia akan terbuka bagi semua mikroba dan virus di dunia luar. Saat ini, orangseperti ini hanya bisa hidup dalam ruang khusus tanpa kontak langsung dengan apa pun di luar ruang.Karena itu, tanpa sistem kekebalan, tak mungkin seseorang bertahan hidup di lingkungan primitif. Inimengarahkan kita kepada fakta bahwa suatu sistem yang sangat rumit semacam sistem kekebalan hanyabisa diciptakan seluruhnya sekaligus dengan semua unsurnya. Sistem Terencana Secara Rinci Bernafas, makan, berjalan, dan lain-lain merupakan fungsi manusia yang amat alamiah. Namunkebanyakan orang tidak memikirkan bagaimana tindakan-tindakan dasar ini berlangsung. Sebagaicontoh, bila anda makan buah, anda tidak memikirkan bagaimana makanan ini bisa bermanfaat bagitubuh anda. Satu-satunya hal di benak anda adalah memakan makanan yang menyehatkan; pada saatyang sama, tubuh anda terlibat dalam suatu proses luar biasa yang sangat rinci dengan tujuanmenjadikan makanan ini sesuatu yang menyehatkan. Sistem pencernaan yang melangsungkan proses rinci ini mulai berfungsi segera sesudah sepotongmakanan masuk ke dalam mulut. Dengan terlibat dalam suatu sistem sejak awal-mula, air liurmembasahi makanan dan mempermudah pengunyahannya oleh gigi dan peluncurannya melaluikerongkongan. Kerongkongan membantu pengangkutan makanan ke perut dengan bekerjanya suatukeseimbangan yang sempurna. Di sini, makanan itu dicerna dengan asam hidroklorik yang terdapat diperut. Asam ini sangat kuat sehingga mampu melarutkan tidak hanya makanan, tetapi juga dindingperut. Tentu saja, kerusakan semacam ini tidak diperbolehkan di sistem yang sempurna ini. Suatu 17
  • 18. keluaran yang disebut lendir yang keluar selama pencernaan itu menutupi seluruh dinding perut danmemberikan perlindungan yang sempurna melawan pengaruh buruk asam hidroklorik. Jadi, peruttercegah dari penghancuran diri-sendiri. Bagian lain dari sistem pencernaan itu terencana juga. Potongan-potongan makanan berfaedahyang dilumatkan dengan sistem pencernaan itu diserap oleh dinding usus kecil dan memasuki pembuluhdarah. Permukaan-dalam usus kecil ini ditutupi dengan sulur mungil yang disebut vilus. Di puncak sel-sel ini di atas vilus adalah panjangan mikroskopik yang disebut mikrovilus. Panjangan-panjangan iniberfungsi sebagai pompa untuk menyerap gizi. Beginilah cara penyerapan gizi oleh pompa-pompa yangdisampaikan semuanya ke seluruh tubuh dengan sistem peredaran. Hal yang layak diperhatikan di sini adalah bahwa evolusi sama sekali tidak bisa menjelaskansistem yang baru saja diringkas dengan singkat ini. Menurut teori evolusi, organisme yang rumit ituberkembang dari keadaan primitif melalui akumulasi perubahan susunan kecil-kecilan secara bertahap.Bagaimanapun, sebagaimana telah dinyatakan dengan jelas, sistem di dalam perut tidak mungkinterbentuk selangkah demi selangkah. Ketiadaan satu faktor saja akan menimbulkan kematianorganismenya. Tatkala makanan diterima masuk ke dalam perut, getah-perut memperoleh kemampuan untukmelumatkan makanan sebagai hasil dari serangkaian perubahan kimiawi. Kini, bayangkanlah makhlukhidup yang dalam suatu proses yang katanya evolusi; dalam tubuhnya tidak mungkin terjaditransformasi kimiawi yang terencana semacam itu. Makhluk hidup ini tidak bisa memperolehkemampuan ini, sehingga tidak bisa mencerna makanan yang dimakannya dan akan kelaparan sampaimati dengan setumpuk makanan di perutnya. Selain itu, selama pengeluaran asam pelarut ini, dinding perut harus menghasilkan keluaran yangdisebut lendir pada saat itu juga. Kalau tidak, asam di dalam perut ini akan meremukkan perut. Karenaitu, supaya kehidupan berlanjut, perut harus mengeluarkan keduanya (asam dan lendir) pada waktu yangbersamaan. Ini memperlihatkan bahwa yang pasti terjadi sebetulnya bukan evolusi secara kebetulansetahap demi setahap, melainkan suatu penciptaan terencana dengan semua sistemnya. Semua ini menunjukkan bahwa raga manusia mirip pabrik besar yang tercipta dari banyak mesinkecil yang bekerja bersama-sama dengan keserasian yang sempurna. Sebagaimana pabrik-pabrik yangmemiliki perancang, insinyur, dan perencana, tubuh manusia pun memiliki Pencipta Yang Agung. HEWAN DAN TUMBUHAN Jutaan jenis hewan dan tumbuhan yang terdapat di dunia ini hadir sebagai ayat yangmembuktikan keberadaan dan kemungkinan Pencipta kita. Semua makhluk hidup ini--sejumlah kecilnya akan kita bahas di sini sebagai contoh--pantas untukdiperiksa sendiri-sendiri. Mereka semua memiliki sistem tubuh yang berlainan, taktik pertahanan yangberagam, cara makan yang unik, dan metode perkembangbiakan yang menarik. Sayangnya, tidakmungkin memaparkan semua sifat mereka dalam sejilid buku. Berjilid-jilid ensiklopedi pun tidak akancukup untuk tugas ini. Akan tetapi, sedikit contoh yang akan kita bahas di sini pun akan memadai untuk membuktikanbahwa kehidupan di bumi tidak mungkin dijelaskan dengan mengatakannya kejadian kebetulan. 18
  • 19. Dari Ulat ke Kupu-Kupu Bila anda mempunyai 450-500 telur dan harus melindunginya dari ancaman lingkungan, apa yangakan anda lakukan? Langkah terbijak bagi anda adalah mengambil tindakan pencegahan supaya tidakterpencar berhamburan, umpamanya karena angin atau faktor lingkungan lainnya. Dengan menjadihewan yang menelurkan kebanyakan telurnya pada satu waktu (450-500), ulat sutera menggunakan carayang sangat cerdas untuk melindungi telur-telurnya: ulat sutera itu menyatukan telur-telur tersebutdengan zat kental (benang) yang dikeluarkannya untuk mencegah supaya telur-telur itu tidak terpencarke sekitarnya. Ulat-ulat yang memunculkan telur-telur mereka mula-mula mendapati cabang yang aman bagimereka sendiri dan kemudian mengikatkannya dengan benang yang sama. Lalu, untukmengembangbiakkan mereka sendiri, mereka mulai memintal kepompong dengan benang yang merekakeluarkan. Untuk melengkapi proses ini, diperlukan waktu 3-4 hari bagi ulat yang baru membuka matamenatap kehidupan. Selama jangka waktu ini, ulat itu membuat ribuan putaran dan menghasilkanbenang sepanjang rata-rata 900-1500 meter.14 Pada akhir proses ini, mulailah tugas baru sebagai bagiandari metamorfosis untuk menjadi kupu-kupu yang anggun. Tindakan yang dilakukan oleh ulat sutera induk untuk melindungi telur-telurnya atau pun perilakuulat mungil tanpa kesadaran, pendidikan, atau pengetahuan tersebut tidak bisa dijelaskan oleh teorievolusi. Khususnya, ajaibnya kemampuan si induk untuk menghasilkan benang yang dipakai untukmengamankan telur-telurnya. Pengetahuan ulat yang baru lahir tentang lingkungan yang paling cocokbagi dirinya sendiri, pemintalan kepompongnya yang sesuai dengan hal ini, pelaksanaanmetamorfosisnya, dan kehadirannya melalui metamorfosis yang tanpa masalah ini berada di luarpemahaman manusia. Karenanya, kita bisa mengatakan ala kadarnya bahwa setiap ulat lahir ke duniadengan dibekali pengetahuan tentang apa yang harus dilakukannya, yang berarti bahwa semua hal inidiajarkan sebelum ia lahir. KETERANGAN HALAMAN 40 Pemintalan diri-sendiri ulat menjadi kepompong, dan kemudian cabikannya keluardari situ sebagai kupu-kupu dengan pola dan warna yang menakjubkan. Maka apakah Dia Yang menciptakan itu seperti yang tidak menciptakan? Tidakkah kamu mau menerima peringatan? (Surat an-Nahl, 17) Mari kita jelaskan ini dengan sebuah contoh. Apa pendapat anda jika melihat bayi yang baru lahirbisa berdiri selama beberapa jam setelah kelahirannya, mengumpulkan benda-benda yang ia butuhkanuntuk membuat alas tidurnya (seperti selimut kapas, bantal, kasur), dan kemudian menyatukannyadengan rapi, membuat alas tidurnya dan berbaring di atasnya? Setelah anda pulih dari keterkejutanterhadap peristiwa ini, mungkin anda mengira bahwa bayi itu pasti diajari dengan cara yang luar biasa dirahim induknya untuk mengerjakan proses seperti itu. Kejadian ulat itu tidak berbeda dari bayi dalamcontoh ini. 19
  • 20. Ini sekali lagi mengarahkan kita pada kesimpulan yang sama: makhluk-makhluk hiduphadir ke dalam kehidupan, berkelakuan dan hidup dengan cara yang ditentukan oleh Allah Yangmenciptakan mereka. Ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa Allah memberi ilham kepadalebah dan memerintahkannya untuk membuat madu (Surat an-Nahl, 68-69) memberi contohtentang rahasia besar dunia makhluk hidup. Rahasia ini adalah bahwa semua makhluk hidup tundukkepada kehendak Allah dan mengikuti takdir yang ditentukan oleh Dia. Karena inilah lebah membuatmadu dan ulat sutera membuat sutera. KETERANGAN HALAMAN 41 Seekor ulat sutera di kepompongnya yang terpintal dengan benang sutera. Sayap Yang Simetris Bila kita pandang sayap-sayap kupu-kupu di gambar, kita lihat kesimetrisan sempurna yangterdapat pada sayap-sayap ini. Sayap-sayap yang seperti renda ini banyak dihiasi dengan pola, sorotan,dan warna yang masing-masing bagaikan karya seni. Bila anda lihat sayap-sayap kupu-kupu ini, anda perhatikan bahwa pola dan warnanya pada keduasisi sama persis, kendati anda lihat seteliti mungkin. Bahkan titik terkecil pun terdapat pada keduasayap, yang dengan demikian menunjukkan kesimeterisan dan tatanan yang tidak bercacat. KETERANGAN HALAMAN 43 Pola-pola yang anggun dan tegas pada kupu-kupu menunjukkan bahwa makhlukhidup ini bukan hasil kejadian kebetulan, melainkan berasal dari penciptaan yang hebat dantanpa cacat. Di samping itu, tak satu pun dari warna-warna di sayap-sayap tipis ini bercampur dengan yanglain, masing-masing terpisah dengan tegas dari yang lain. Sebenarnya, warna-warna ini terbentukmelalui penumpukan sisik-sisik mungil yang menggugus satu sama lain. Tidakkah merupakan keajaibanbagaimana sisik-sisik kecil, yang mudah tersebar dengan sentuhan lembut tangan anda, bisa tertata dikedua sayap tanpa kekeliruan sedikit pun di pembagiannya sehingga menghasilkan pola yang tepatsama? Pemindahan sebuah sisik tunggal pun akan menghancurkan kesimetrisan sayap dan merusakkeindahannya. Namun demikian, anda tak pernah melihat kecampuradukan sayap kupu-kupu di bumiini. Sayap-sayap itu rapi dan anggun seolah-olah dibuat oleh seniman. Sesungguhnya sayap-sayaptersebut buatan Pencipta Yang Agung. Hewan dengan Leher Terpanjang: Jerapah 20
  • 21. KETERANGAN HALAMAN 44 Seperti semua makhluk hidup lain, jerapah juga diciptakan dengan desain yangsempurna. Jerapah mempunyai banyak karakteristik yang menakjubkan. Salah satunya adalah bahwalehernya tegak pada 7 tulang belakang, sama dengan mamalia lainnya, walaupun leher ini sangatpanjang. Fakta yang menakjubkan lainnya adalah bahwa jerapah sama sekali tidak memiliki masalahpemompaan darah naik ke otaknya di puncak lehernya yang panjang. Dengan sedikit berpikir saja akanterlintas betapa sulitnya keharusan pemompaan darah sedemikian tinggi. Namun jerapah tidakmempunyai masalah mengenai hal ini, karena jantungnya dilengkapi dengan perlengkapan untukmemompa darah setinggi sesuai dengan keperluannya. Ini memungkinkan jerapah menjalanikehidupannya tanpa susah-payah. KETERANGAN HALAMAN 45 Dialah Allah, Maha Pencipta, Maha Pembuat, Maha Pembentuk rupa, Yangmempunyai nama-nama yang indah; segala sesuatu yang di langit dan di bumi memurnikandan mengagungkan-Nya; Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Surat al-Hasyr, 24) Sekalipun begitu, jerapah masih menghadapi masalah lain ketika minum air. Pada dasarnya,jerapah mestinya mati karena tekanan darah yang tinggi setiap membungkukkan leher untuk minum air.Akan tetapi, sistem yang sempurna di lehernya meredam risiko ini dengan lengkap. Ketika jerapahmembungkuk, katup-katup di kantung lehernya menutup dan mencegah darah yang berlebihan akibataliran ke otak. Tidak ada keraguan bahwa jerapah tidak memperoleh ciri-ciri ini dengan merencanakannyamenurut kebutuhannya. Bahkan lebih tidak masuk akal bila mengatakan bahwa semua perlengkapanpenting ini dibentuk seiring dengan berlalunya waktu melalui proses evolusi secara bertahap. Supayatetap hidup, jerapah membutuhkan sistem pemompaan untuk mengalirkan darah ke otak dan sistemkatup untuk mencegah tekanan darah yang tinggi sewaktu membungkuk. Jika salah satu darikarakteristik ini tidak ada atau tidak berfungsi dengan tepat, maka mustahil bagi jerapah untuk terushidup. Kesimpulan yang harus ditarik dari semua ini adalah bahwa spesies jerapah lahir ke dunia dengansegala karakteristiknya yang amat penting bagi kehidupannya. Mustahil bagi makhluk yang tidakmenguasai tubuhnya untuk mendapatkan ciri-ciri dasarnya secara sengaja. Jadi, ini jelas-jelasmembuktikan bahwa jerapah diciptakan melalui penciptaan yang disengaja, yaitu oleh Allah. Penyu Laut Penyu-penyu laut hidup di gelombang samudera dengan bergerombol menuju pantai bila tibasaatnya untuk berkembang biak. Walaupun ini bukan pantai biasa. Pantai yang mereka datangi untukberkembang biak pasti tempat kelahirannya.15 Kadang-kadang penyu laut harus melakukan perjalanansejauh 800 kilometer untuk tiba di sana. Namun perjalanan yang panjang dan keras tidak mengubahkeadaan ini. Mereka tiba di pantai tempat kelahiran mereka untuk melahirkan keturunan mereka, apa 21
  • 22. pun yang terjadi. KETERANGAN HALAMAN 46 Dan dalam penciptaan kamu sendiri dan bahwa binatang-binatang tersebar (di seluruhpenjuru bumi), ada ayat-ayat bagi mereka yang benar-benar beriman. (Surat al-Jatsiyah, 4) Sungguh luar biasa bagaimana suatu makhluk hidup bisa menemukan jalan kembalinya ke pantaiyang sama persis sesudah 20-25 tahun keberangkatannya dari sana.16 Yang lebih luar biasa, penyu lautbisa menemukan arah tempat kelahirannya di kedalaman samudera yang cahayanya sedikit sekali, dankemudian membedakannya dari begitu banyak pantai yang serupa. Akhirnya, ribuan musafir yang tanpa kompas ini mencapai pantai yang sama pada waktu yangsama. Alasan yang melandasi pertemuan yang bertubi-tubi ini yang pada mulanya merupakan misteri itukini menjadi kejutan besar ketika akhirnya terkuak. Karena penyu-penyu tahu bahwa keturunan merekatidak bisa bertahan hidup di keadaan laut, mereka memendam telur mereka di bawah pasir di pantai.Tetapi mengapa mereka semua bertemu di pantai yang sama pada waktu yang sama? Apakah bayimereka tidak akan bertahan hidup jika mereka melakukan hal yang sama di waktu yang berbeda dan dipantai yang berlainan? Orang-orang yang melakukan penelitian mengenai topik ini dihadapkan dengansituasi yang menarik. Ribuan keturunan di bawah pasir itu harus mengatasi sejumlah kendala besarsetelah memecahkan telur mereka dengan gumpalan keras pada kepala mereka. Bayi penyu seberat rata-rata 31 gram ini tidak bisa secar sendiri-sendiri menggali lapisan tanah di atas mereka. Mereka semuasaling membantu. Ketika ribuan bayi penyu di pantai mulai menggali tanah, mereka membuatnya padapermukaan pasir selama beberapa hari. Walau demikian, sebelum muncul di permukaan, merekamenunggu sesaat hingga malam tiba. Ini karena pada siang hari, terdapat bahaya yang mengintai daripara pemangsa. Di samping itu, akan cukup sulit bagi mereka untuk merangkak di atas pasir yangterbakar oleh sinar matahari. Bila malam tiba, mereka naik ke permukaan setelah menyudahi prosespenggalian. Kendati gelap, mereka bekerja keras menuju laut dan berangkat dari pantai untuk kembalike sana pada 20-25 tahun kemudian. Mustahil bagi bayi-bayi penyu ini untuk mengetahui bahwa mereka harus menggali jalan merekake atas sesudah bermunculan dari telur mereka dan menunggu sesaat pada jarak tertentu dari laut. Samasekali tidak mungkin bagi mereka untuk mengetahui, tatkala masih terpendam di tanah, apakah ini siangataukah malam, bahwa para pemangsa terdapat di luar sana dan bahwa mereka bisa menjadi mangsapredator, bahwa pasirnya terbakar karena matahari, bahwa ini bisa membahayakan mereka, dan bahwamereka harus bekerja keras menuju laut. Jadi, bagaimanakah pelaksanaan yang disengaja ini muncul? Satu-satunya jawaban atas pertanyaan ini adalah bahwa bayi-bayi penyu ini telah agakterprogram untuk berperilaku secara demikian, yang berarti bahwa Pencipta mereka telah mengilhamimereka naluri yang menolong mereka menyelamatkan kehidupan mereka. Kumbang Pengebom Kumbang pengebom merupakan serangga yang padanya telah banyak dilakukan penelitian. Ciriyang menyebabkan serangga ini sangat populer adalah bahwa kumbang pengebom menggunakanmetode kimiawi untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya. 22
  • 23. Pada keadaan bahaya, serangga ini menyemprotkan hidrogem peroksida dan hidroquinon yangtersimpan di tubuhnya ke arah si musuh untuk melindungi diri. Sebelum bertempur, susunan-susunanistimewa yang disebut cuping pengeluar membuat campuran pekat kedua zat kimia ini. Campuran inidisimpan di ruang terpisah yang disebut ruang penyimpanan. Ruang ini dihubungkan dengan ruangkedua yang disebut ruang peledakan. Kedua ruang ini dijaga agar terpisah satu sama lain dengan ototsfingter. Ketika serangga ini merasakan bahaya, ia memencet otot-otot yang mengelilingi ruangpenyimpanan seraya mengendurkan otot sfingter, sedangkan zat kimia di ruang penyimpanandipindahkan ke ruang peledakan. Sejumlah besar panas diluncurkan dan terjadilah penguapan. Uap dangas oksigen luncuran ini menggunakan tekanan pada dinding-dinding ruang peledakan, dan zatkimianya disemprotkan ke arah musuh melalui suatu saluran yang mengarah keluar dari tubuh kumbangtersebut.17 Masih merupakan misteri besar bagi para peneliti, bagaimana serangga bisa melabuhkan sistemkokoh di dalam dirinya sendiri yang akan cukup untuk memicu reaksi kimia yang dengan mudah bisamembahayakannya seraya juga mengisolasi diri dari pengaruh sistem ini. Tak meragukan, keberadaandan bekerjanya sistem ini terlalu rumit untuk disifatkan pada serangga sendiri. Masih merupakan bahandiskusi, bagaimana kumbang pengebom membuat sistem sedemikian itu bekerja dalam tubuh mungilnyayang berukuran sekitar 2 cm panjangnya, ketika manusia yang pakar hanya bisa menampilkannya dilaboratorium. Satu-satunya kebenaran yang muncul di sini adalah bahwa serangga ini merupakan contoh nyatayang menolak teori evolusi sepenuhnya, karena mustahil bagi sistem kimia rumit ini untuk dibentukdengan serangkaian berbagai kebetulan dan berlalu hingga generasi mendatang. Bahkan, kerusakan ataucacat kecil pun pada sepotong tunggal sistem itu membuat hewan tersebut tak berdaya, sehingga akansegera terbunuh atau akan menyebabkannya bunuh-diri. Karena itu, satu-satunya penjelasan adalahbahwa senjata kimia di tubuh serangga ini pasti muncul sekaligus beserta semua bagiannya dan tanpacacat. Sarang Rayap Semua orang mungkin terkejut bila menyaksikan sarang rayap yang didirikan di tanah. Sarang-sarang ini merupakan keajaiban arsitektur, yang tingginya mencapai 5 atau 6 meter. Bila anda bandingkan ukuran rayap dan sarangnya, akan anda dapati bahwa rayap itu telahberhasil merampungkan proyek arsitekturnya yang berukuran 300 kali lebih besar daripada dirinyasendiri. Namun yang lebih aneh lagi ialah bahwa rayap-rayap itu buta. Orang yang tak pernah melihat sarang besar yang dibangun oleh rayap buta mungkin mengirabahwa sarang itu terbuat dari gundukan pasir yang saling bertumpukan. Akan tetapi, sarang rayapmembuktikan rancangan yang mengagumkan yang tak terbayangkan oleh benak manusia; di dalamnyaterdapat saluran-saluran yang saling berhubungan, lorong-lorong, sistem ventilasi, langsiran produksicendawan khusus, dan pintu keluar pengaman. 23
  • 24. KETERANGAN HALAMAN 50 Dengan setinggi beberapa sentimeter saja, rayap-rayap bisa mendirikan pencakar-langit yang bermeter-meter tingginya tanpa menggunakan alat apa pun. Sarang yang hebatini melindungi dengan sempurna koloni rayap penghuninya dengan populasi lebih dari satujuta dari musuh-musuh mereka dan kondisi kehidupan yang tak mengenakkan di luar. Jika anda mengumpulkan ribuan orang buta dan memberi mereka semua jenis peralatan teknik,anda tak akan pernah bisa membuat mereka menyusun sarang yang serupa dengan yang dibuat olehsekumpulan rayap. Jadi, pikirkan saja: - Bagaimana bisa seekor rayap yang panjangnya 1-2 cm mempelajari informasi rekayasa dan arsitektur yang dibutuhkan untuk memuluskan rancangan tersebut? - Bagaimana bisa ribuan ekor rayap buta mengelola pekerjaan secara serasi untuk membangun bangunan ini yang merupakan keajaiban artistik? - Jika anda belah sarang rayap menjadi dua pada tahap awal pembangunannya, dan kemudian menyatukannya kembali, maka akan anda lihat bahwa semua gang, saluran, dan jalan saling bersesuaian. Bagaimana kejadian ajaib ini bisa dijelaskan? Kesimpulan yang harus ditarik dari contoh ini adalah bahwa Allah telah menciptakan semuamakhluk hidup secara unik dan tanpa contoh lebih dahulu. Bahkan satu sarang rayap pun cukup bagimanusia untuk memahami Allah dan yakin bahwa Dialah Yang menciptakan semuanya. Burung Pelatuk Sebagaimana kita ketahui bersama, burung-burung pelatuk membangun sarang-sarang merekadengan mengebor lubang-lubang di batang pohon dengan paruh mereka. Ini mungkin terdengar biasabagi kebanyakan orang. Namun hal yang lalai untuk diperhatikan adalah mengapa burung pelatuk tidakmengalami pendarahan ketika mereka memukul-mukul secara dahsyat dengan kepala mereka. Yangdilakukan oleh burung pelatuk ini serupa dengan orang yang memukul paku ke dinding dengankepalanya. Jika orang mencoba melakukan perbuatan seperti ini, mungkin ia akan mengalami pusingyang diikuti dengan gegar otak. Akan tetapi, burung pelatuk bisa mematuk batang pohon yang keras38-43 kali dalam waktu dua atau tiga detik saja tanpa menderita apa-apa.18 Tidak terjadi apa-apa karena struktur kepala burung pelatuk tercipta secara ideal untuk tugassemacam itu. Tengkorak burung pelatuk mempunyai sistem suspensi yang luar biasa yang menyerapdaya pukulan. Muka dan beberapa urat tengkoraknya yang berdampingan dengan paruh dan rahangnyaitu sangat kokoh sehingga turut mengurangi efek pukulan yang kuat selama pematukan.19 Rancangan dan perencanaan tidak berakhir di sini. Dengan terutama lebih menyukai kayu tusam,burung pelatuk mengecek umur pohon sebelum mengebor lubang padanya dan memilah yang umurnyalebih dari 100 tahun, karena kayu tusam yang umurnya lebih dari 100 tahun menderita suatu penyakityang menyebabkan kulit kayu keras dan tebal untuk dilembutkan. Baru-baru ini sajalah hal iniditemukan oleh sains dan mungkin anda membacanya di sini untuk pertama kalinya dalam kehidupananda; burung pelatuk telah mengetahuinya selama berabad-abad. Ini bukan satu-satunya alasan mengapa burung pelatuk lebih menyukai kayu tusam. Burungpelatuk menggali rongga di sekeliling sarang mereka yang fungsinya pada mulanya tidak terpahami. 24
  • 25. Kemudian rongga-rongga ini terpahami untuk melindungi mereka dari bahaya besar. Seiring denganwaktu, damar lengket yang lolos dari kayu tusam memenuhi rongga sehingga rintisan sarang burungpelatuk penuh dengan genangan yang dengan demikian ini, burung pelatuk bisa terlindung dari ular,musuh terbesar mereka. Corak menarik lain burung pelatuk adalah mulut mereka yang cukup tipis untuk juga menyusupsarang semut di pohon. Mulut mereka juga lengket yang memungkinkan mereka untuk mengumpulkansemut di sana. Kesempurnaan penciptaan ini selanjutnya terungkap oleh fakta bahwa mulut merekamempunyai susunan yang mencegah mereka dari bahaya asam di tubuh semut-semut.20 Burung pelatuk, yang setiap cirinya dibahas di berbagai paragraf di atas, dengan semua corakrincinya membuktikan bahwa mereka itu diciptakan. Jika burung pelatuk berkembang secara kebetulansebagaimana klaim teori evolusi, mereka akan mati sebelum memperoleh ciri konsisten yang luar biasaseperti itu dan mereka akan punah. Akan tetapi, karena mereka diciptakan oleh Allah dengan rancanganistimewa yang disesuaikan dengan kehidupan mereka, mereka memulai kehidupan mereka dengansemua sifat-sifat pentingnya. Kamuflase Salah satu strategi pertahanan hewan adalah kamuflase. Beberapa hewan mempunyaiperlindungan khusus yang berupa struktur tubuh dan pewarnaan yang semuanya sesuai dengan habitatmereka. Tubuh-tubuh makhluk hidup ini sangat serasi dengan lingkungan mereka yang bila anda lihat digambar, tidak bisa anda katakan apakah itu tanaman ataukah hewan, atau membedakan mereka darisekeliling mereka. Sebagaimana yang akan kita lihat pada halaman-halaman berikut, keserupaan yang luar biasapada seekor serangga dengan daun membantunya mengalihkan perhatian musuh-musuhnya. Jelas bahwahewan mungil ini tidak membuat tubuhnya kelihatan seperti daun. Mungkin ia tidak sadar juga bahwa iaterlindung karena terlihat seperti daun. Namun demikian, kamuflase ini sedemikian tangkas sehinggasegera mengena sebagai taktik pertahanan yang terencana secara khusus dan tercipta. KETERANGAN HALAMAN 53 Ular yang menyamarkan diri di pasir bersembunyi dari musuh-musuhnya.Mungkinkah ular ini mewarnai sendiri kulitnya dan membuat pola yang sepenuhnya serasidengan lingkungannya? KETERANGAN HALAMAN 54 Di gambar adalah ular yang bersembunyi di antara semak-semak. Bila anda lihat dengan seksama, akan anda amati bahwa yang anda kira cabangpohon ternyata seekor serangga. 25
  • 26. KETERANGAN HALAMAN 55 Telur-telur seekor burung kedidi Barat berwarna sama dengan lingkungannya supayaterlindung dari musuh-musuh. Beberapa serangga menyamarkan diri mereka sendiri sebagai daun-daun mati. Sangatsulit membedakan ngengat Panama dari daun layu. Bunglon ini dikenal sebagai tokek yang bisa meniru warna sekelilingnya dalam 20menit. Ada pemakan semut bersembunyi di antara dedaunan! Bisakah anda melihatnya? Kepompong yang hidup di hutan basah Panama ini mempunyai bintik-bintik sepertimata ular yang bisa menakut-nakuti predator-predator. KETERANGAN HALAMAN 56 Ulat ini terhindar dari perhatian musuh-musuhnya karena menempatkan tubuhnyatepat di tengah-tengah daun. Bunglon baja ini tidak mengubah warna menurut lingkungannya karena warnanyasudah tercipta serasi dengan lingkungannya. Spesies serangga ini terlindung dari semua musuhnya karena penampilannyamenyerupai daun. Belalang sembah di anggrek ini berhasil dalam penyamaran belalang dengansayapnya yang menyerupai daun bunga. KETERANGAN HALAMAN 57 Serangga yang menyerupai dedaunan sangat umum. Rincian daun pada tubuhnya bisadilihat. Ular ini menyamarkan diri dengan berpose di udara seperti semua daun lainnya. Tiga kutu di sebelah kiri ini dapat meyakinkan musuh-musuhnya dengan penampilanmereka bahwa mereka itu duri pohon. 26
  • 27. KETERANGAN HALAMAN 58 MATA PALSU MEMBINGUNGKAN! Bila kupu-kupu membuka sayap, kita dapati sepasang mata. Mata-mata inimeyakinkan musuh-musuhnya bahwa ia bukan kupu-kupu. Terutama, wajah palsu beberapaspesies kupu-kupu seperti kupu-kupu Shonling yang terlihat di atas sangat sempurna dengansinar mata, corak wajah, alis mata mengerut, mulut dan hidung sehingga gambarankeseluruhannya cukup menggetarkan bagi banyak musuhnya. Orang yang berkepala batu dengan menyangkal Allah mungkin berusaha menyokongpandangannya yang tak masuk-akal dengan penjelasan evolusionis yang berupa "teorikebetulan yang menarik". Ia mungkin juga menyatakan bahwa kupu-kupulah yangmenghasilkan pola ini pada tubuhnya dengan memikirkan bahwa ini akan berguna baginya. Jika seseorang membuat pernyataan sedemikian ini dan menaksir bahwa pola-polayang mengungguli keindahan lukisan seniman ini muncul secara kebetulan, maka tidak adayang tersisa pada bagian ulul albab. Ini karena pernyataan itu tidak sesuai sama sekalidengan nalar dan akal sehat. Mata Palsu Ada beberapa metode pertahanan menarik yang tak terbayangkan dan luar biasa di dunia hewan.Salah satunya ialah mata palsu. Dengan mata palsu semacam ini, berbagai kupu-kupu, ulat, dan spesiesikan meyakinkan musuh mereka bahwa mereka berbahaya. Kupu-kupu di gambar kiri membuka sayap mereka segera sesudah merasakan suatu bahaya danmempertontonkan sepasang mata di setiap sayap mereka yang tampaknya cukup mengancam musuh-musuh mereka. Mari kita luangkan waktu dan berpikir: mungkinkah mata yang sangat meyakinkan tersebutmerupakan hasil dari kebetulan? Bagaimana mungkin kupu-kupu tahu bahwa sepasang mata yangmenakutkan akan tampak bila ia membuka sayapnya dan bahwa pandangan ini akan menggetarkanmusuhnya? Pernahkah kupu-kupu melihat pola pada sayapnya dan memutuskan bahwa pola inimenakutkan dan bahwa ini bisa berfaedah pada kejadian bahaya? Pola yang meyakinkan seperti itu hanya mungkin merupakan hasil dari rancangan yang disengaja,bukan dari kebetulan. Lagipula, sama sekali tidak mungkin bahwa kupu-kupu menyadari pola-pola padasayapnya dan menemukannya sendiri sebagai taktik pembelaan. Jelas bahwa Allah, Yang menciptakankupu-kupu, melimpahkan pada tubuhnya pola seperti itu dan memberi ilham naluri kepada hewan untukdipakai pada keadaan bahaya. KETERANGAN HALAMAN 59 Di sebelah kiri adalah kepala dan mata sejati ikan pari berduri-belakang. Di sebelahkanan, ikan itu berenang menuju sarangnya dengan ekor di belakangnya yangmenampakkan sepasang mata. Ikan-ikan lain di sekelilingnya takut mendekatinya karenamengiranya bangun dengan mata palsu di ekornya. 27
  • 28. Bunga Teratai Bunga-bunga kecil biasanya dianggap biasa oleh orang-orang, meski sempurna sepenuhnya.Orang-orang tidak mencerap keajaiban penciptaan bunga-bunga ini karena terlihat ada di mana-manasetiap hari. Karena itu, bunga-bunga yang tumbuh di tempat yang sangat berbeda, dalam keadaan yangsangat lain, dan dalam ukuran yang sangat berbeda akan ditaksir tanpa kacamata biasa dan dengandemikian membantu kita mencerap keberadaan Allah. Teratai-teratai Amazon yang tumbuh di lumpur lengket yang menutupi dasar Sungai Amazoncukup menarik untuk mengganti kacamata biasa orang-orang, karena mereka melangsungkankehidupan mereka tidak dengan cara yang biasanya kita saksikan setiap hari, tetapi dengan perjuanganyang sangat lain. Tanaman-tanaman ini mulai tumbuh di lumpur dasar Sungai Amazon, dan kemudian menjangkaupermukaan sungai. Tujuannya adalah mencapai sinar matahari yang sangat penting untuk keberadaanmereka. Tatkala akhirnya mencapai permukaan air, mereka berhenti tumbuh dan mengembangkanpucuk bundar berduri. Pucuk-pucuk ini berkembang menjadi daun-daun raksasa dengan jangkauan 2meter dalam beberapa jam. Dengan mengetahui bahwa semakin banyak menutupi permukaan sungaidengan daun-daun yang berhamparan, semakin mampu mereka memanfaatkan sinar matahari, teratai-teratai ini banyak menggunakan siang hari untuk melakukan fotosintesis. Mereka tahu bahwa kalautidak, mereka tidak akan dapat bertahan hidup di dasar sungai karena langkanya cahaya. Tentu saja,menjalankan taktik cerdik seperti ini jelas merupakan ilham bagi tanaman. KETERANGAN HALAMAN 60 Teratai-teratai hanya bisa memanfaatkan siang hari setelah mereka membuat jalandari kedalaman rawa ke permukaan air dengan memanjang setinggi 2 meter. Akan tetapi,akar-akar bunga ini juga membutuhkan oksigen. Di gambar kiri adalah tangkai-tangkai yangbermunculan dari akar-akar tanaman tersebut menuju permukaan air dan membawakanoksigen untuk akar-akar ini. Akan tetapi, sinar matahari saja tidak memadai bagi terata-teratai Amazon. Mereka jugamembutuhkan oksigen. Sekalipun demikian, tentu saja oksigen ini tidak ada di tanah berlumpur tempatakar-akar mereka. Karena inilah teratai membentangkan tangkai yang berkembang dari akar ke atasmenuju permukaan air yang mengambangkan daun-daun mereka. Kadang-kadang tangkai-tangkai initumbuh setinggi 11 meter; mereka berkaitan dengan daun-daun dan berfungsi sebagai pengangkutoksigen antara daun dan akar.21 Bagaimana pucuk itu bisa tahu pada tahap awal kehidupannya di kedalaman sungai bahwa iamembutuhkan oksigen dan sinar matahari untuk mempertahankan hidup, bahwa ia tidak akan bisa hiduptanpanya, dan bahwa segala sesuatu yang dibutuhkannya ini terdapat di permukaan air? Makhluk yangbaru saja mengenal kehidupan ini tidak menyadari kenyataan bahwa air ini mempunyai permukaan ataupun keberadaan matahari dan oksigen. Karena itu, jika seluruh kejadian ini ditaksir dari sudut pandang evolusionis, tumbuh-tumbuhanini pasti sudah lama takluk oleh keadaan lingkungan dan menjadi punah. Akan tetapi, teratai masih adasaat ini dengan segala kesempurnaannya. Perjuangan kehidupan teratai-teratai yang sulit dipercaya ini masih berlangsung setelah mereka 28
  • 29. mencapai sinar dan oksigen di permukaan air, yang di sini mereka menggulung daun-daun raksasamereka ke atas supaya tidak tenggelam. Mereka dapat melangsungkan kehidupan dengan semua pencegahan ini. Sekalipun demikian,mereka tahu bahwa ini tidak cukup untuk perkembangbiakan. Mereka membutuhkan makhluk hidupyang akan membawa serbuk-sari mereka ke teratai lain, dan makhluk hidup ini ialah kumbang yangtercipta dengan ketertarikannya pada warna putih. Hewan ini lebih suka teratai putih ini daripada bunga-bunga menarik lainnya di Sungai Amazon. Ketika teratai Amazon dikunjungi oleh hewan ini yang akanmelestarikan spesies mereka, mereka menutup semua daun mereka, membelenggu mereka, danmenawari mereka serbuk-sari yang cukup banyak. Mereka membiarkan mereka bebas setelah menyekapmereka selama satu malam, dan kemudian mengubah warna mereka supaya mereka tidak membawakembali serbuk-sari yang sama kepada mereka. Segera setelah putih murni, teratai meriah lalumenghiasi sungai Amazon dengan warna merah-muda. Bisakah rencana-rencana yang diperhitungkan secara baik dan tanpa cacat seperti itu merupakankarya pucuk yang tidak menyadari segalanya? Tentu tidak. Mereka ialah hasil dari kebijaksanaan Allah,Yang mengciptakan segala sesuatu. Semua seluk-beluk yang diringkas di sini menunjukkan bahwatanaman, seperti semua makhluk hidup di alam semesta ini, menjadi ada dengan telah diperlengkapidengan sistem yang paling sesuai, dan bersyukurlah kepada Pencipta mereka. 29
  • 30. KESIMPULAN Bisakah angin membentuk pesawat terbang secara kebetulan? Fisikawan terkenal Sir Fred Hoylemembuat pengamatan yang sangat tajam mengenai asal-usul kehidupan. Dalam bukunya The IntelligentUniverse ia menulis: Peluang bahwa bentuk kehidupan yang lebih tinggi mungkin muncul dengan cara ini [secarakebetulan] sebanding dengan peluang bahwa angin puyuh yang melanda melalui tempat barangrongsokan bisa membentuk Boeing 747 dari bahan-bahan di situ.22 Pembandingan Hoyle ini cukup berilham. Contoh-contoh yang kita bahas tadi jugamengungkapkan bahwa keberadaan kehidupan dan juga kesempurnaan sistemnya tersebut memaksa kitauntuk mencari kekuatan hebat yang menjadikan ini semua. Sebagaimana angin topan yang tidak bisamenghasilkan pesawat terbang sebagai hasil dari kebetulan, mustahil juga bagi alam semesta untukmenjadi ada sebagai hasil dari kejadian yang tak terencana dan lebih-lebih mengandung susunan yangsangat rumit di dalamnya. Yang benar, alam semesta diperlengkapi dengan banyak sekali sistem dengankerumitan yang jauh lebih tak terbatas daripada sistem pesawat terbang. Segala yang kami katakan di bab ini menantang kita dengan bukti perencanaan yang tak bercacatbukan hanya di sekeliling yang dekat dengan kita, melainkan juga di pedalaman. Orang yang menaksirayat-ayat ini yang juga merupakan bukti yang tak terbantahkan baik oleh akal maupun nurani hanya bisasampai pada satu kesimpulan: tidak ada tempat bagi kebetulan di alam semesta ini; alam semesta iniDICIPTAKAN dengan segala hal-hal kecil di dalamnya. Dan Allah, Pencipta sistem yang sempurna ini, Dialah Yang mempunyai kekuatan danpengetahuan yang tak terbatas. 30
  • 31. Bab 4 PARA ILMUWAN MENYAKSIKAN AYAT-AYAT ALLAH Liputan kita sejauh ini memperlihatkan bahwa sifat-sifat alam semesta yang ditemukan denganilmu pengetahuan menunjukkan keberadaan Allah. Ilmu pengetahuan mengarahkan kita kepadakesimpulan bahwa alam semesta memiliki Pencipta dan bahwa Pencipta ini sempurna dalam halkekuasaan, kebijaksanaan, dan pengetahuan. Agamalah yang memperlihatkan jalan kepada kita untukmengenal Allah. Karena itu, bisa dikatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah metode yang kita gunakanuntuk melihat dan menyelidiki dengan lebih baik kenyataan-kenyataan yang disebut oleh agama. Namundemikian, sekarang, beberapa ilmuwan yang melangkah maju atas nama ilmu pengetahuan mengambilsudut pandang yang seluruhnya berbeda. Dalam pandangan mereka, penyelidikan ilmiah tidakmenyiratkan ciptaan Allah. Mereka justru meluncurkan pemahaman ilmu pengetahuan yang ateistikdengan mengatakan bahwa mustahil menjangkau Allah melalui data ilmiah: mereka mengklaim bahwailmu pengetahuan dan agama merupakan dua pandangan yang berbenturan. Sesungguhnya, pemahaman ilmu pengetahuan yang ateistik ini belum lama. Sampai beberapaabad yang lalu, ilmu pengetahuan dan agama tidak pernah dikira berbenturan satu sama lain, dan ilmupengetahuan diterima sebagai metode pembuktian keberadaan Allah. Pemahaman ilmu pengetahuanyang disebut ateistik ini baru berkembang sesudah filsafat materialis dan positivis melanda dunia ilmuipengetahuan pada abad ke-18 dan ke-19. Terutama setelah Charles Darwin merumuskan teori evolusi pada 1859, kalangan yangberpandangan materialistik mulai secara ideologis membela teori ini, yang mereka lihat sebagaialtertnatif terhadap agama. Teori evolusi berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan oleh suatupencipta, tetapi menjadi ada secara kebetulan. Akibatnya, agama disangka bertentangan tajam denganilmu pengetahuan. Para peneliti dari Britania yaitu Michael Baigent, Richard Leigh, dan Henry Lincolnberpendapat mengenai persoalan ini bahwa satu setengah abad sebelum Darwin, ilmu pengetahuanbelum bercerai dari agama dan sebenarnya merupakan bagian darinya, dengan maksud utama untukmelayaninya. Namun dengan munculnya Darwin, ilmu pengetahuan menjadi terlepas dari agama danmenetapkan diri sebagai pesaing mutlaknya dan alternatif terhadap agama. Tiga peneliti ini akhirnyamenyimpulkan bahwa karenanya manusia terpaksa membuat pilihan antara keduanya.23 Sebagaimana yang kami nyatakan tadi, “jurang” antara ilmu pengetahuan dan agama bersifatideologi sepenuhnya. Beberapa ilmuwan, yang dengan serius mempercayai materialisme,mengkondisikan mereka sendiri untuk membuktikan bahwa alam semesta tidak mempunyai penciptadan mereka membuat berbagai teori dalam konteks ini. Teori evolusi adalah yang paling terkenal danpaling penting di antara berbagai teori itu. Di bidang astronomi pun jelas ada teori yang dikembangkanseperti “teori keadaan-tetap” atau “teori kekacaubalauan”. Akan tetapi, semua teori yang menolakpenciptaan ini lumpuh oleh karena ilmu pengetahuan itu sendiri, sebagaimana yang telah kamitunjukkan dengan jelas di bab-bab terdahulu. Dewasa ini, para ilmuwan yang masih mempertahankan teori-teori ini dan bersikeras menolaksemua hal yang religius ialah orang-orang yang dogmatik dan fanatik, yang mengkondisikan merekasendiri tidak untuk mengimani Allah. Seorang evolusionis dan zoolog terkenal, D.M.S. Watson 31
  • 32. mengakui dogmatisme ini ketika ia menjelaskan mengapa ia dan rekan-rekannya menerima teorievolusi: Kalau begitu, ini akan menyajikan kesejajaran dengan teori evolusi itu sendiri, teori yang secarauniversal diterima, bukan karena bisa dibuktikan dengan bukti yang secara logis benar, melainkankarena satu-satunya alternatif, ciptaan istimewa, jelas-jelas sulit dipercaya.24 Apa yang dimaksud oleh Watson dengan “ciptaan istimewa” adalah ciptaan Allah. Sebagaimanayang diakui, para ilmuwan ini menganggapnya “tak bisa diterima”. Namun mengapa? Apakah karenailmu pengetahuan mengatakannya demikian? Sebenarnya tidak. Sebaliknya, ilmu pengetahuanmembuktikan kebenaran penciptaan. Satu-satunya alasan mengapa Watson menganggap fakta ini takdapat diterima adalah karena ia telah mengkondisikan diri untuk menyangkal keberadaan Allah. Semuaevolusionis lain mengambil sikap yang sama. Para evolusionis tidak bersandar pada ilmu pengetahuan, tetapi filsafat materialisme dan merekamenyelewengkan ilmu pengetahuan untuk membuatnya cocok dengan filsafat ini. Seorang ahli genetikadan evolusionis terkenal dari Universitas Harvard, Richard Lewontin, mengakui kebenaran ini: Ini bukan bahwa metode dan institusi ilmu pengetahuan agak memaksa kita untuk menerimapenjelasan materialisme tentang dunia fenomenal, melainkan, sebaliknya, bahwa kita terpaksa olehkesetiaan apriori kita terhadap penyebab materialis untuk membuat alat penyelidikan dan perangkatkonsep yang menghasilkan penjelasan materialis, tidak peduli betapa konter-intuitifnya, tidak pedulibetapa membingungkannya hal yang tak berawal. Lagipula, materialisme itu mutlak, sehingga kita tidakmungkin membiarkan Kaki Ilahi di pintu tersebut.25 Sebaliknya, dewasa ini, seperti dalam sejarah, terdapat ilmuwan-ilmuwan yang mempertegaskeberadaan Allah, yang berlawanan dengan kelompok materialis dogmatis ini, dan mengakui ilmupengetahuan sebagai jalan untuk mengenal Dia. Beberapa kecenderungan yang berkembang di A.S.semisal “Kreasionisme” atau “Desain Cerdas” membuktikan dengan bukti ilmiah bahwa semua makhlukhidup diciptakan oleh Allah. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa ilmu pengetahuan dan agama bukan sumber informasiyang bertentangan, melainkan bahwa ilmu pengetahuan justru merupakan metode yang mengesahkankebenaran mutlak yang disediakan oleh agama. Perseteruan antara agama dan ilmu pengetahuan hanyaberlangsung pada agama tertentu yang mengambil beberapa unsur takhyul di samping sumber ilahi.Akan tetapi, tentu saja ini bukan persoalan bagi Islam, yang hanya bergantung kepada wahyu murni dariAllah. Lebih-lebih, Islam terutama mendorong penyelidikan ilmiah, dan mengumumkan bahwapenyelidikan alam semesta merupakan metode untuk merambah ciptaan Allah. Ayat Al-Qur’an berikutini menyinggung persoalan ini: Tidakkah mereka melihat langit di atas mereka? Bagaimana Kami membuatnya danmenghiasinya, dan tiada cacat padanya? Dan bumi—Kami bentangkan, dan Kami pancangkan diatasnya gunung-gunung yang tegak kuat dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai tanamanyang indah berpasang-pasang. ... Dan Kami turunkan dari langit air yang membawa berkah, dandengan itu Kami tumbuhkan kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen; dan pohon kurmayang tinggi, dengan tunas-tunas tangkai saling terjalin. (Surat Qaaf, 6-7, 9-10) Sebagaimana yang tersirat pada ayat di atas, Al-Qur’an selalu mendorong orang-orang untukberpikir, bernalar, dan merambah dunia tempat tinggal mereka. Ini karena ilmu pengetahuan mendukung 32
  • 33. agama, menyelamatkan individu dari kejahiliyahan, dan menyebabkannya untuk berpikir dengan lebihsadar; ilmu pengetahuan membuka lebar-lebar dunia pemikiran dan membantu orang mencerap ayat-ayat Allah yang berbukti sendiri di alam semesta. Seorang fisikawan terkemuka Jerman, Max Planck,mengatakan bahwa “semua orang yang, apa saja bidangnya, mengkaji ilmu pengetahuan secarasungguh-sungguh itu akan membaca frase berikut ini di pintu kuil ilmu pengetahuan: “beriman”.Menurut dia, iman merupakan sifat dasar ilmuwan.26 Semua persoalan yang kita bahas sejauh ini tiba pada kesimpulan bahwa keberadaan alamsemesta dan semua makhluk hidup tidak dapat dijelaskan dengan kebetulan. Banyak ilmuwan yangberwibawa di dunia ilmu pengetahuan yang telah mempertegas dan masih mempertegas kenyataan besarini. Semakin banyak kita belajar tentang alam semesta, semakin tinggi penghargaan kita kepada tatananyang tiada cacat ini. Semua detail yang baru ditemukan itu mendukung penciptaan dengan cara yang takterbantah. KETERANGAN HALAMAN 67 Fisikawan Jerman, Max Planck Sir Isaac Newton Mayoritas besar fisikawan modern menerima fakta penciptaan seperti yang kita pancangkan diabad ke-21. David Darling juga mempertahankan bahwa yang ada di permulaan bukan waktu, bukanruang, bukan zat, bukan energi, atau pun noktah kecil atau rongga. Suatu pergerakan yang agak cepatdan fluktuasi dan getaran yang kalem terjadi. Darling berakhir-kalam dengan mengatakan bahwa bilatutup kotak kosmik terbuka, maka sulur keajaiban penciptaan akan tampak dari bawahnya.27 Di samping itu, hampir semua pendiri berbagai cabang ilmu pengetahuan beriman kepada Allahdan kitab suci-Nya. Fisikawan terbesar dalam sejarah, Newton, Faraday, Kelvin dan Maxwellmerupakan sedikit contoh ilmuwan semacam itu. Pada masa Isaac Newton, fisikawan besar, para ilmuwan percaya bahwa pergerakan benda-bendalangit dan planet-planet bisa dijelaskan dengan hukum yang berbeda-beda. Namun demikian, Newtonpercaya bahwa pencipta bumi dan angkasa adalah sama dan, karena itu, bisa dijelaskan dengan hukumyang sama. Ia memperluas pandangan ini di bukunya dengan mengatakan bahwa sistem matahari danplanet yang sempurna hanya bisa bertahan di bawah kendali dan dominasi sesuatu yang berkuasa danbijaksana.28 Telah terbukti, ribuan ilmuwan yang telah melakukan penelitian di bidang fisika, matematika, danastronomi sejak Zaman Pertengahan semuanya sepakat pada gagasan bahwa alam semesta ini diciptakanoleh Pencipta tunggal dan selalu berfokus pada titik yang sama. Pendiri astronomi fisika, JohannesKepler, menyatakan keimanannya yang kuat kepada Tuhan di salah satu bukunya yang menyatakanbahwa kita, sebagai hamba Tuhan yang miskin dan serba kekurangan, harus memperhatikan besarnyakebijaksanaan dan kekuasaan Tuhan dan berserah diri kepada-Nya.29 Fisikawan besar, William Thompson (Lord Kelvin), yang mendirikan termodinamika, ialah jugaseorang Nasrani yang beriman kepada Allah. Ia menentang keras-keras teori evolusi Darwin danmenolaknya sama sekali. Ia menjelaskan secara singkat sebelum kematiannya bahwa ketikamemperhatikan asal-usul alam semesta, tentulah ilmu pengetahuan mempertegas keberadaan SangMahakuasa.30 Salah seorang profesor fisika di Universitas Oxford, Robert Mattheus menyatakan fakta yangsama di bukunya yang terbit pada 1992 yang menjelaskan bahwa molekul DNA diciptakan oleh Tuhan. 33
  • 34. Mattheus menyatakan bahwa semua taraf ini berproses dengan keserasian yang sempurna dari seltunggal sampai bayi hidup, lalu menjadi anak kecil, dan akhirnya menjadi dewasa. Semua peristiwa inihanya bisa dijelaskan sebagai keajaiban, sebagaimana taraf-taraf biologis lainnya. Mattheusmenanyakan bagaimana organisme yang rumit sesempurna itu bisa muncul dari sel yang mungil dansesederhana itu dan bagaimana MANUSIA yang bermartabat diciptakan dari sebuah sel yang bahkanlebih kecil daripada titik pada huruf i. Akhirnya, ia menyimpulkan bahwa ini bukan lain kecualimukjizat.31 Sebagian ilmuwan lain yang menerima bahwa alam semesta diciptakan oleh Pencipta dan yangterkenal karena kontribusi mereka (dalam kurung) ialah: Robert Boyle (Bapak Kimia Modern) Iona William Petty (terkenal karena kajiannya tentang Statistika dan Ekonomi Modern) Michael Faraday (salah seorang dari fisikawan terbesar sepanjang masa) Gregory Mendel (Bapak Genetika; ia membatalkan Darwinisme dengan penemuannya dalamGenetika) Louis Pasteur (nama terbesar dalam Bakteriologi; ia menyatakan perang terhadap Darwinisme) John Dalton (Bapak Teori Atom) Blaise Pascal (salah seorang dari matematikawan terpenting) John Ray (nama terpenting dalam Sejarah Alam Britania) Nicolaus Steno (stratiografer terkenal yang menyelidiki lapisan bumi) Carolus Linnaeus (Bapak Klasifikasi Biologis) Georges Cuvier (pendiri Anatomi Komparatif) Matthew Maury (pendiri Oseanografi) Thomas Anderson (salah seorang dari pelopor di bidang Kimia Organik) 34
  • 35. BUKTI ILMIAH DAN MUKJIZAT AL-QUR’AN Al-Qur’an diturunkan pada 14 abad yang lalu oleh Allah. Al-Qur’an bukan buku ilmiah. Akantetapi, kitab ini mencakup beberapa penjelasan ilmiah dalam tautan keagamaannya. Penjelasan ini tidakpernah bertentangan dengan temuan-temuan ilmu modern. Sebaliknya, fakta-fakta tertentu yang baruditemukan dengan teknologi abad ke-20 itu sebenarnya telah diungkapkan dalam Al-Qur’an 14 abadsilam. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan salah satu bukti terpenting yang menegaskankeberadaan Allah. MEMANDANG ALAM SEMESTA DENGAN KACAMATA AL-QUR’AN Menurut data yang diperoleh pada abad ke-20, ternyata bahwa alam semesta ini menjadi adasecara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak ada. Teori ini dikenal sebagai teori Ledakan Dahsyat (BigBang) yang berpandangan bahwa alam semesta ini pada mulanya terjadi dengan peledakan. Kitamengkaji teori ini dalam konteks historisnya yang terdukung dengan bukti-bukti ilmiah pada Bab Duayang berjudul “Ada dari Tiada”. Pada bab ini, kita akan mengamati bagaimana Allah menyatakankepada kita beberapa fakta ilmiah mengenai penciptaan alam semesta dalam Al-Qur’an. Ada bukti yang sangat kuat yang mendukung teori Ledakan Dahsyat. Meluasnya alam semestamerupakan salah satunya dan bukti yang paling signifikan mengenai hal ini adalah saling menjauhnyagalaksi-galaksi dan benda-benda langit. Untuk memahami dengan lebih baik, alam semesta bisadibayangkan sebagai permukaan balon yang digelembungkan. Seperti halnya bagian-bagian permukaanbalon yang saling menjauh ketika balon digelembungkan, begitu jugalah angkasa yang saling menjauhtatkala alam semesta meluas. Dalam hal ini, mari kita rujuk ke ayat Al-Qur’an yang relevan. Pada satu ayat, berikut inidinyatakan mengenai penciptaan alam semesta: Dengan kekuasaan Kami membangun cakrawala, dan Kami yang menciptakan angkasaluas. (Surat adz-Dzaariyaat, 47) Pada ayat lain yang mengacu pada langit, difirmankan: Tidakkah orang-orang kafir mengerti bahwa langit dan bumi semula terpadu (sebagai satukesatuan dalam penciptaan), lalu keduanya Kami pisahkan? Dan dari air Kami jadikansegalanya hidup. Tidakkah mereka mau beriman juga? (Surat al-Anbiyaa’, 30) Kata-asal “ratk” tang diterjemahkan sebagai “terpadu” di ayat ini, berarti “sesuatu yang tertutup,padat, kedap, bergabung menjadi satu dalam massa yang berat” menurut kamus-kamus Arab.Maksudnya, ini dipakai untuk dua potong yang berlainan yang membentuk entitas. Pernyataan“pisahkan” adalah kata-kerja “fatk” dalam bahasa Arab dan ini berarti memecah obyek dalam keadaan“ratk”. Sebagai misal, penumbuhan benih dan tampilan pucuk-pucuknya di bumi diungkapkan dengankata-kerja ini. Kini, mari kita lihat kembali ayat yang menunjukkan bahwa langit dan bumi itu dalam 35
  • 36. keadaan “ratk”, lalu keduanya diartikan “dipisahkan” dalam artian katakerja “fatk”. Maksudnya, yangsatu menerobos yang lain dan membuat jalan keluarnya. Sungguh, bila kita mengingat kejadian pertamaLedakan Dahsyat, kita lihat bahwa bintik yang disebut telur kosmik itu mengandung semua bahan alamsemesta. Segala sesuatu, bahkan “langit dan bumi” yang belum tercipta pun, terkandung di bintik inidalam keadaan “ratk”. Sesudah itu, telur kosmik ini meledak, kemudian semua zat menjadi “fatk”. Bila kita bandingkan ungkapan-ungkapan di ayat ini dengan bukti ilmiah, kita lihat bahwaungkapan-ungkapan ini sangat bersesuaian. Yang cukup menarik, temuan-temuan ini belum adasebelum abad ke-20. PENCIPTAAN LANGIT Steven Weinberg, pengarang buku The First Three Minutes, pernah menegaskan bahwa sepintaslalu, tampaknya langit mungkin merupakan suatu “alam tak berubah” yang kokoh. Sesungguhnya,awan-awan berarak-arakan mengejar bulan, kolong langit biru mengelilingi bintang kutub, bulan itusendiri membesar dan mengecil dalam waktu yang lebih lama, dan bulan dan planet-planet bergerakmelalui suatu bidang yang ditentukan oleh bintang-bintang. Akan tetapi, kita tahu bahwa semua inikejadian setempat yang disebabkan oleh pergerakan dalam sistem matahari kita. Weinberg jugamenambahkan bahwa di belakang planet-planet, bintang-bintang tampaknya tidak bergerak. Memang, dengan pengamatan ke arah langit sepintas lalu, kita merasa bahwa segala benda itusangat stabil dan tetap. Namun demikian, ini tidak benar. Terdapat kegiatan besar di langit dan fakta ini,yang tak telihat oleh mata telanjang, yang telah tercatat berabad-abad yang lalu di Al-Qur’an. Terdapat banyak ayat di Al-Qur’an yang mengacu pada langit, kebanyakan dalam bentuk jamak.Kata “samawat”, yang bermakna “langit-langit”, dalam bahasa Arab berarti angkasa dan atmosfir bumi. Hal pertama yang akan kita bahas di sini adalah penggunaan kata “langit” dengan bentuk jamak.Penggunaan bentuk jamak ini merupakan salah satu dari mukjizat Al-Qur’an. Sekarang mari kitajelaskan mengapa. Bayangkan bahwa anda keluar di udara terbuka dan mengarahkan kepala anda menujui langit.Apa yang anda lihat? Jika musim panas, anda akan melihat langit biru cerah atau beberapa awanmelayang di langit; dan jika musim dingin, langit abu-abu berkabut tertutup oleh awan. Apa pun yanganda lihat, anda tidak akan mampu melihat atmosfir yang mengelilingi bumi. Anda tak akan pernah tahubahwa atmosfir ini tersusun dari beberapa lapisan. Bahwa Al-Qur’an membuat acuan rinci ini yang takteramati dengan mata telanjang itu merupakan sepotong bukti besar bahwa inilah kata-kata Allah: Dia yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis; tak akan kau lihat ketidakseimbangandalam ciptaan (Allah) Yang Maha Pemurah. Balikkanlah pandanganmu sekali lagi, tampakkaholehmu ada yang cacat? Lalu ulanglah pandanganmu sekali lagi; pandanganmu akan berbalikkepadamu, letih dan membingungkan. (Surat al-Mulk, 3-4) KETERANGAN HALAMAN 73 Dialah Pencipta langit dan bumi; dan bila menghendaki sesuatu, Ia berkata,“Jadilah!” maka langsung jadi. 36
  • 37. Angkasa bisa dibayangkan sebagai rongga besar: rongga amat besar yang tak berbatas, suaturongga yang mengandung bintang-bintang, planet-planet, dan benda-benda yang bergerak. Akan tetapi,angkasa itu bukan rongga itu sendiri. Angkasa merupakan suatu “sistem” yang terdiri atas berbagaibintang, sistem matahari, planet, satelit, dan komet yang semuanya tak terhitung banyaknya. Telahdinyatakan dalam Al-Qur’an bahwa langit dan angkasa diciptakan tanpa cacat dalam “tatanan besar”: Tidakkah mereka melihat langit di atas mereka? Bagaimana Kami membuatnya danmenghiasinya, dan tiada cacat padanya? (Surat Qaaf, 6) BINTANG DAN PLANET Mari kita amati maksud kata “bintang” dalam Al-Qur’an. Bintang-bintang yang ditunjukkandengan kata “najm” (bintang) dan “kandil” (pelita) mempunyai dua fungsi utama seperti yang tersiratdalam ayat-ayat. Mereka sumber cahaya dan dimanfaatkan untuk navigasi. Terutama dalam ayat-ayat yang menggambarkan hari kebangkitan, ditekankan bahwa cahayabintang keluar dan menjadi mengecil. Untuk matahari, yang merupakan bintang juga, dipakai kata“kandil”. Kata “kandil” digunakan juga bila mengacu pada bintang-bintang yang menghiasi langit.Sekalipun demikian, ada perbedaan yang amat penting ketika kata “nur” (sinar) dipakai untuk bulan.Dengan cara ini, bintang dan bukan bintang saling berbeda. Fakta ini, yang tidak mungkin diketahui 14abad silam, merupakan satu mukjizat Al-Qur’an. Kita telah menyebutkan bahwa fungsi-kedua bintang-bintang sebagaimana yang dirujuk dalamayat-ayat itu merupakan pedoman navigasi. Ayat ini menjelaskan bahwa manusia dapat menentukanarah dengan bantuan bintang di langit. Di semua ayat ini, kata “najm” digunakan. Sungguh, sebelumpenemuan kompas, yang mempunyai peran yang sangat penting pada awal-mula penemuan geografispada Zaman Pertengahan, navigasi hanya bisa terwujud dengan bantuan bintang-bintang pada perjalananmalam hari. Bagaimana mungkin bahwa bintang-bintang menunjukkan arah? Ini mungkin hanya jika tersusundalam suatu tatanan di tempat tinggal tetap mereka. Jika suatu bintang terlihat di suatu tempat padasuatu malam, dan di tempat lain pada malam lain, maka dengan ini mustahil mendapatkannya. Dalamkomnteks ini, tempat tertentu yang di situ bintang-bintang muncul di langit menjadi sangat penting.Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: Selanjutnya, Aku bersumpah demi tempat-tempat terbenamnya bintang-bintang, dan itusungguh suatu sumpah yang amat besar kalau kamu tahu. (Surat al-Waaqi’ah, 75-76) MATAHARI DAN BULAN Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menyebut matahari dan bulan. Bila kata-kata Arab inidiselidiki, terungkaplah sifat yang menarik. Pada ayat-ayat ini, kata “siraj” (lampu) dan “wahhaj”(terang-membara) dipakai untuk matahari. Untuk bulan, kata “munir” (cerah berbinar-binar) digunakan.Sungguh, manakala matahari menghasilkan panas dan cahaya yang amat besar sebagai akibat dari reaksi 37
  • 38. nuklir di dalam, bulan hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari matahari. Ayat-ayat yangmenunjukkan perbedaan ini adalah: Tidakkah kamu lihat bagaimana Allah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, danmembuat bulan yang bercahaya di antaranya, dan membuat matahari sebagai pelita (yangcemerlang)? (Surat Nuuh, 15-16) Telah Kami bangun di atas kamu tujuh cakrawala dan menempatkan (di situ) cahaya yangcemerlang. (Surat an-Nabaa’, 12-13) Mahasuci Dia Yang telah menjadikan gugusan bintang di langit dan menempatkan sebuahpelita (yang cemerlang) dan sebuah bulan yang memberi penerangan. (Surat al-Furqaan, 61) Perbedaan antara matahari dan bulan itu sungguh merupakan bukti di ayat ini. Yang satudilukiskan sebagai sumber cahaya dan yang lain sebagai pemantul cahaya. Mustahil rincian seperti itutelah diketahui pada waktu itu. Baru berabad-abad kemudian manusia mulai mempunyai pengetahuanini. Karena itu, fakta bahwa informasi ini telah diberikan di Al-Qur’an merupakan satu bukti bahwa Al-Qur’an diwahyukan oleh Tuhan. Sekarang, mari kita alihkan perhatian kita ke karakteristik hebat lainnya yang terdapat padabenda-benda langit—yang merupakan pergerakan mereka di angkasa. KETERANGAN HALAMAN 76 Demi langit yang pebuh jalan-jalan. (Surat adz-Dzaariyaat, 7) ORBIT YANG TERPAPAR DI AL-QUR’AN Di atas, kita telah menyatakan bahwa benda-benda langit bergerak di angkasa. Pergerakan-pergerakan ini terkendali sepenuhnya dan semua benda bergerak dalam suatu orbit yang terhitung.Dalam Al-Qur’an, ayat-ayat tertentu mengacu pada pergerakan matahari dan bulan sebagai berikut:“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan (secara eksak).” (Surat ar-Rahmaan, 5).“Tiada semestinya matahari menyusul bulan, dan malam tak akan mendahului siang. Masing-masing berenang dalam garis edarnya.” (Surat Yaasiin, 40). Sebuah ayat lain menyatakan efek yangsama: Dialah Yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing berenangdalam garis edarnya. (Surat al-Anbiyaa’, 33) Menurut sebuah teori mutakhir yang terakui, benda-benda yang padat dan sangat besar di alamsemesta memaksakan kekuatan gravitasi terhadap benda-benda yang lebih kecil. Sebagai misal, bulanmembuat orbit mengelilingi bumi, yang mempunyai volume yang lebih besar. Bumi dan planet-planetlain di tatasurya ini bergerak di suatu orbit mengelilingi matahari. Masih ada sistem besar lain yangdikelilingi oleh matahari di suatu orbit. Hal terpenting di semua rincian ini adalah bahwa tak satu pun 38
  • 39. dari bintang, planet, dan benda-benda lainnya di angkasa bergerak secara tak terkendali, memotong orbitlain, atau pun saling berbenturan. Al-Qur’an mengisyaratkan pergerakan benda-benda secara serasi ini sebagai berikut: Demi langit yang pebuh jalan-jalan. (Surat adz-Dzaariyaat, 7) Matahari, sebagai salah satu dari trilyunan bintang di alam semesta, melakukan perjalanan lebihdari 17 juta kilometer per hari di angkasa. Perjalanan matahari ini ditunjukkan oleh Allah sebagaiberikut: Dan matahari beredar menurut waktu yang sudah ditentukan baginya; itulah ketentuanYang Mahaperkasa, Mahatahu. (Surat Yaasiin, 38) ATAP YANG TERJAGA BAIK Kami jadikan langit sebagai atap yang terjaga baik, tetapi mereka berpaling dari tanda-tanda yang ada. (Surat al-Anbiyaa’, 32) Hampir semua orang pernah melihat gambar permukaan bulan. Struktur permukaan ini sangattidak rata karena kejatuhan meteor-meteor yang tak terhitung jumlahnya. Besarnya kawah-kawah yangterbentuk dengan meteor-meteor ini merupakan karakter bulan yang paling khas. Segala stasiun angkasaatau tempat tinggal yang didirikan di permukaan bulan tanpa dengan perisai khusus akan sangatberkemungkinan untuk rata dengan tanah. Satu-satunya cara untuk mencegahnya adalah “menjaga”-nyadengan berbagai cara. Rincian ini, yang hampir tidak pernah kita pikirkan, disediakan bagi bumi dengan cara yangsangat alamiah. Karena itu, orang-orang tidak perlu mengambil tindakan ekstra untuk bertahan hidup.Atmosfer bumi menghancurkan semua meteor besar dan kecil yang mendekati bumi, menyaring sinaryang berbahaya di angkasa dan, dengan demikian, melaksanakan proses yang vital demi kelangsunganhidup manusia. Banyak sinar yang berbahaya—dan bahkan fatal—mencapai bumi dari matahari dan bintang-bintang lain. Sumber utama sinar-sinar yang berbahaya ini terutama adalah ledakan energi, “kobaran” dimatahari, bintang terdekat dengan bumi. Selama matahari ini bersorot, suatu awan plasma terlempar ke angkasa dengan kecepatan 1.500km/detik. Awan plasma ini, yang tersusun dari proton yang bermuatan positif dan elektron yangbermuatan negatif, menghantarkan listrik. Ketika awan itu mendekati bumi dengan kecepatan 1.500 km/detik, awan ini mulai menghasilkan arus listrik di bawah pengaruh bidang magnet di sekeliling bumi. Disisi lain, bidang magnetik bumi itu mengerahkan gaya pendorong terhadap awan plasma tersebut yangmengalir langsung melalui ini. Gaya ini menghentikan pergerakan awan itu dan menjaganya pada jaraktertentu. Kini, mari kita amati daya awan plasma yang “dihentikan” sebelum mencapai bumi. Walaupun awan plasma itu tertahan oleh bidang magnetik bumi, pengaruhnya masih tercerap daribumi. Dengan mengikuti kobaran kuat tersebut, transformer-transformer bisa meledak di saluran-saluran 39
  • 40. yang bertegangan tinggi, jaringan komunikasinya bisa putus atau gabungan jaringan listriknya bisaberhamburan. Di suatu ledakan bintik-matahari, energi yang diluncurkan akan terhitung sama dengan 100trilyun kali energi bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Limapuluh-delapan jam sesudah kobaran,aktivitas yang menonjol bisa diamati pada jarum kompas, dan panasnya melonjak sampai 2.500 C padaketinggian sekitar 250 kilometer di atas atmosfir. Sekalipun demikian, arus partikel lain disebarkan dari matahari dengan kecepatan yang relatiflebih rendah, kira-kira 400 km/detik. Ini disebut “angin matahari.” Angin matahari dikendalikan denganlapisan partikel bermuatan yang disebut “Lajur Radiasi Van Allen” yang dihasilkan di bawah pengaruhbidang magnetik bumi dan, dengan demikian, tidak membahayakan bumi. Pembentukan lapisan inidimungkinkan karena karakteristik inti bumi. Inti ini mengandung logam-logam magnetik seperti besidan nikel. Yang lebih penting adalah bahwa nukleusnya tersusun dari dua struktur yang berbeda. Intidalamnya padat, sedangkan inti luarnya cair. Dua lapisan inti ini masing-masing berputar. Pergerakanini menciptakan efek magnetik di logam-logam yang mengarah pada pembentukan bidang magentik.Lajur Van Allen itu merupakan perpanjangan dari bidang magnetik ini yang merentang ke jangkauanatmofir terluar. Bidang magnetik ini melindungi bumi terhadap bahaya-bahaya yang mungkin berasaldari angkasa. Angin-angin matahari tidak bisa lewat melalui Lajur Van Allen, 40.000 mil dari bumi.Bila dalam bentuk partikel-partikel yang bermuatan listrik, mereka menjumpai bidang magnetik ini,terurai dan tersebar di sekitar lajur ini. KETERANGAN HALAMAN 79 Jika “atap yang terjaga baik tidak ada, akan ada bencana di bumi lebih dari yangterlukis di gambar ini. Tepat seperti Lajur Van Allen, atmosfir bumi juga melindungi bumi dari efek-efek angkasa yangmerusak. Kami menyebutkan bahwa atmosfir melindungi bumi dari meteor. Akan tetapi, ini bukanhanya ciri atmosfir. Sebagai misal, suhu minus 273 di angkasa luar, yang disebut “nol mutlak” yangakan berdampak fatal bagi orang-orang, sedangkan suhu di atmosfir bumi lebih tinggi secara permanen. Yang lebih menarik adalah bahwa atmosfir hanya membiarkan masuk sinar-sinar, gelombang-gelombang radio, dan cahaya-cahaya yang tidak berbahaya, karena ini merupakan unsur-unsur yangvital bagi kehidupan. Sinar ultraviolet, yang hanya dibiarkan masuk sebagian oleh atmosfir, sangatpenting untuk fotosintesis tanaman dan untuk kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Pancaran ini,yang terpancar dengan sangat kuat dari matahari ke bumi, disaring melalui lapisan ozon atmosfir danhanya sebagian yang diperlukan saja yang mencapai bumi. Sinar matahari adalah salah satu persyaratanhidup yang paling mendasar. Singkatnya, terdapat suatu sistem hebat yang berfungsi di bumi yang mencakup-diri danmelindunginya dari bahaya luar. Dalam Al-Qur’an, keadaan bumi yang berperisai diungkapkan denganayat berikut ini: Dan Kami telah menjadikan langit (sebagai) atap yang terjaga baik; (namun) merekaberpaling dari ayat-ayat ini. (Surat al-Anbiyaa’, 32) Tiada keraguan bahwa pada abad ke-7, mengetahui perlindungan atmosfir atau pun keberadaan 40
  • 41. Lajur Van Allen adalah mustahil. Sekalipun begitu, ungkapan “atap yang terjaga baik” menjelaskandengan sempurna perantara-perantara pelindung di sekitar bumi yang belum ditemukan hingga zamanmodern. Jadi, ayat tersebut yang menyebut langit sebagai “atap yang terjaga baik” menunjukkan bahwaal-Qur’an dikirim oleh Sang Pencipta Yang berpengetahuan atas segala sesuatu. RELATIVITAS WAKTU Relativitas waktu adalah fakta ilmiah yang terbukti saat ini. Akan tetapi, hingga Einsteinmengetengahkan “teori relativitas” pada awal abad 20, tak seorang pun mengira bahwa waktu bisarelatif dan bergantung pada kecepatan dan massa. Namun ada pengecualian! Al-Qur’an telah mengeluarkan informasi tentang relativitas waktu!Tiga ayat mengenai hal ini ialah: Mereka meminta kepadamu supaya azab dipercepat, tetapi Allah tidak akan menyalahijanji-Nya. Sungguh, satu hari menurut Allah seperti seribu tahun dalam perhitungan kamu.(Surat al-Hajj, 47) Ia mengatur semua urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian (semua itu) kembalikepada-Nya dalam satu hari, yang kadarnya seribu tahun menurut perhitungan kamu. (Surat as-Sajdah, 5) Para malikat dan roh naik kepada-Nya pada suatu hari yang ukurannya limapuluh ributahun. (Surat al-Ma’aarij, 4) Sebagai kitab yang diwahyukan pertama kali pada 610, Al-Qur’an yang menyiratkan relativitasyang sangat dini merupakan bukti lain bahwa inilah kitab ilahi. PERPUTARAN BUMI Bahasa Arab, bahasa pewahyuan Al-Qur’an, merupakan bahasa yang maju dan sangat kaya.Kosakatanya sangat luas dan variasi kata-katanya banyak. Karena alasan ini, beberapa kata verbal Arabtidak bisa diterjemahkan ke berbagai bahasa dengan kata tunggal. Sebagai contoh, kata “hasyiya” berarti“takut yang disertai takjub” (untuk berbagai jenis rasa takut lain dipakai kata-kata lain). Contoh lain,kata “karia” dipakai untuk mengacu pada “kemalangan yang menohok”, yakni Hari Pembalasan. Salah satu kata verbal adalah “takwir”. Dalam bahasa Indonesia, ini berarti “menumpuk benda-benda seperti menumpuk kain yang terhampar”. Sebagai misal, dalam kamus-kamus Arab kata inidipakai untuk tindakan saling membungkus, dengan cara seperti surban. Sekarang mari kita lihat sebuahayat yang menggunakan kata “takwir”: Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dengan sebenarnya. Dia menutupkan malam keatas siang dan menutupkan siang ke atas malam. (Surat az-Zumar, 5) 41
  • 42. Informasi yang terdapat di ayat tersebut yang mengenai saling-bungkus antara siang dan malamitu mencakup informasi yang akurat tentang bentuk bumi. Situasi ini bisa benar hanya jika bumi inibundar. Ini berarti bahwa dalam Al-Qur’an, perputaran bumi telah diisyaratkan. Akan tetapi, paham astronomi tentang waktu, mencerap dunia secara berbeda. Sebagaimana yangtelah kami sebutkan, lalu dikira bahwa dunia adalah planet datar dan semua penjelasan dan perhitunganilmiah didasarkan pada kepercayaan ini. Akan tetapi, karena Al-Qur’an itu firman Allah, kata-kata yangpaling benarlah yang dipakai dalam memerikan alam semesta. KETERANGAN HALAMAN 82 Dialah Yang menjadikan bumi tunduk kepadamu, maka berjalanlah kalian di penjuru-penjurunya, dan makanlah dari rizqi-Nya. Dan kepada-Nya semua akan dibangkitkan.(Surat al-Mulk, 15) FUNGSI GUNUNG Menurut temuan-temuan geologis, pegunungan itu muncul sebagai hasil dari pergerakan danperbenturan pelat raksasa yang merupakan kerak bumi. Pelat-pelat ini amat besar dan membawa semuabenuanya. Bila dua pelat bertabrakan, yang satu biasanya tergelincir di bawah yang lain dan puing-puingdi antara keduanya terangkat. Tonjolan besar di puing-puing yang terpadatkan ini membentukpegunungan dengan terangkat lebih tinggi daripada sekelilingnya. Sementara itu, tonjolan yangmerupakan pegunungan bergerak di bawah tanah selain di atas tanah. Ini berarti bahwa pegununganmempunyai bagian yang terseret ke bawah sebesar bagiannya yang terlihat. Perpanjangan pegunungandi bawah tanah ini mencegah kerak bumi dari tergelincie pada lapisan magma atau antara lapisan-lapisannya. Dengan penjelasan ini, salah satu dari sifat pegunungan yang paling bermakna adalah formasinyadi titik-titik gabung pada pelat-pelat bumi yang tertekan bersama-sama dengan berdekatan ketikamendekat dan “memancangkan” diri. Artinya, kita bisa mempersamakan pegunungan dengan paku-pakuyang merekatkan potongan-potongan kayu. Selanjutnya, tekanan yang didesakkan oleh pegunungan terhadap kerak bumi dengan massa yangamat besar itu mencegah pergerakan magma di inti bumi dari penjangkauan bumi dan penghancurankerak bumi. Lapisan tengah bumi, yang disebut inti, merupakan kawasan yang terbuat dari bahan-bahanyang mendidih di suhu yang mencapai ribuan derajat. Pergerakan di inti ini menyebabkan pemisahanbagian-bagian untuk tegak di antara pelat-pelat yang membereskan bumi. Pegunungan yang tegak dibagian-bagian ini menghalangi pergerakan ke atas dan melindungi bumi dari gempa bumi yang keras. Sangat menarik untuk dicatat bahwa fakta-fakta teknis ini yang ditemukan oleh geologi modern dimasa kita sekarang telah terungkap dalam Al-Qur’an ribuan tahun yang lalu. Dalam suatu ayat tentangpegunungan, dinyatakan dalam Al-Qur’an: Dia menciptakan langit tanpa tiang yang dapat kau lihat; Dia memancangkan di atas bumigunung-gunung supaya tidak menggoyangkan kamu; dan Dia menebarkan di dalamnyabinatang-binatang dari segala jenis. (Surat Luqman, 10) 42
  • 43. Dengan ayat ini, Al-Qur’an menolak takhyul yang biasanya diakui pada waktu itu. Denganmempunyai pengetahuan astronomis primitif seperti masyarakat-masyarakat lain pada waktu itu, orang-orang Arab mengira bahwa langit terangkat tinggi di atas gunung. (Inilah kepercayaan tradisional yangkemudian ditambahkan di Perjanjian Lama untuk menjelaskan alam semesta.) Kepercayaan iniberpendapat bahwa ada pegunungan tinggi di dua ujung bumi yang datar. Inilah “penopang” langit.Pegunungan ini dikira sebagai tiang yang menyangga langit di atas tempatnya. Ayat tersebut menolakhal ini dan menyatakan bahwa langit itu “tanpa penopang”. Fungsi geologis sejati juga diungkapkan:untuk mencegah getaran. Sebuah ayat lain menekankan hal itu pula: Dan Kami jadikan di atas bumi gunung-gunung, supaya bumi tidak bergoyang bersamamereka, dan Kami jadikan lorong-lorong lebar di antaranya, supaya mereka mendapat petunjuk.(Surat al-Anbiyaa’, 31) HUJAN Hujan sesungguhnya merupakan salah satu dari unsur-unsur terpenting bagi kelangsungan hidupdi bumi. Hujan adalah prasyarat bagi kesinambungan aktivitas di suatu kawasan. Hujan, yang membawazat-zat yang penting bagi kehidupan, termasuk bagi manusia, disebutkan di berbagai ayat Al-Qur’anyang memberi informasi mendasar mengenai pembentukan hujan, sifat-sifat dan efek-efeknya.Informasi ini, yang belum pernah diketahui oleh orang-orang pada masa itu, menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah. Kini, mari kita periksa informasi yang tersaji dalam Al-Qur’an perihal hujan. Proporsi Hujan Dalam ayat kesebelas Surat az-Zukhruf, hujan didefinisikan sebagai air yang diturunkan dengan“ukuran yang sesuai”, sebagai berikut: Ia menurunkan (dari waktu ke waktu) hujan dari langit sesuai dengan ukuran, dan Kamihidupkan dengan itu daerah yang sudah mati. Demikian juga kamu akan dibangkitkan (darikematian). (Surat az-Zukhruf, 11) “Ukuran” yang disebutkan di ayat ini berkaitan dengan sepasang sifat hujan. Pertama, air hujanyang jatuh di bumi selalu sama. Diperkirakan, dalam satu detik, 16 juta ton air menguap dari bumi.Angka ini sama dengan curah air yang jatuh ke bumi dalam satu detik. Ini berarti bahwa air beredarterus-menerus di suatu daur yang seimbang menurut suatu “ukuran”. Suatu ukuran lain yang terkait dengan hujan adalah mengenai kecepatan jatuhnya. Ketinggianminimal awan mendung adalah 1.200 meter. Bila jatuh dari ketinggian ini, suatu obyek yang bobot danukurannya sama dengan air hujan akan semakin cepat dan jatuh ke tanah dengan kecepatan 558 km/jam.Tentu saja, obyek apa pun yang membentur tanah dengan kecepatan itu akan menyebabkan kerusakanbesar. Jika hujan yang terjadi itu jatuh dengan cara seperti itu, semua lahan panenan akan hancur, 43
  • 44. kawasan pemukiman, perumahan, dan mobil-mobil akan remuk, dan orang-orang tidak bisa berjalan-jalan tanpa perlindungan ekstra. Padahal, perhitungan ini hanya untuk awan setinggi 1.200 meter; adajuga awan mendung setinggi 10.000 meter. Air hujan dari tempat setinggi ini bisa memiliki kecepatanyang amat merusak. Akan tetapi, kenyataannya tidak begitu. Dari ketinggian berapa pun, kecepatan air hujan hanya8-10 km/jam kala menimpa tanah. Alasan untuk hal ini adalah bentuk istimewa yang mereka ambil.Bentuk istimewa ini meningkatkan pengaruh pemecah di atmosfir dan mencegah pemercepatan kala airhujan mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Dewasa ini parasut dirancang dengan menggunakan teknikini.) Ini belum semua “ukuran” hujan. Untuk contoh, di lapisan atmosfir tempat berawalnya hujan,suhunya bisa turun hingga serendah 400 Celsius di bawah nol. Namun demikian, air hujan tak pernahmenjadi partikel-partikel es. (Ini tentu saja berarti ancaman yang fatal untuk makhluk hidup di bumi.)Alasannya adalah bahwa air di atmosfir itu air murni. Sebagaimana yang kita tahu, air murni sulitmembeku, di suhu yang sangat rendah sekalipun. Pembentukan Hujan Bagaimana hujan terbentuk masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yanglama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan. Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara.Lalu awan terbentuk. Akhirnya curahan hujan terlihat. Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas di Al-Qur’an berabad-abad yang lalu yang memberiinformasi yang tepat mengenai pembentukan hujan: Dialah Allah Yang mengirimkan angin yang menggerakkan awan; lalu Iamembentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka bila Ia menurunkannyakepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki, mereka pun bergembira ria. (Suratar-Ruum, 48) Kini mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini. TAHAP 1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin...” Gelembung-gelembung udara yang tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan yangpecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikelini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikelini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naiklagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”. TAHAP 2: “...dan yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengankehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal...” Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (engan diamter antara 0,01 dan 0,02mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan- 44
  • 45. awan. TAHAP 3: “...lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya.” Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengentaldan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dariawan, dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan. Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi,lagi-lagi Al-Qur’an-lah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini danjuga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan olehilmu pengetahuan. Menghidupkan Negeri Yang Sudah Mati Dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat yang mengundang perhatian kita pada fungsi istimewahujan, yakni “memberi kehidupan kepada negeri yang sudah mati”: Kami menurunkan air bersih dari langit. Dengan itu Kami hidupkan negeri yang sudahmati, dan Kami beri minum segala yang Kami ciptakan, hewan ternak dan manusia yang banyak.(Surat al-Furqaan, 48-49) Di samping menyediakan air untuk bumi, yang merupakan kebutuhan makhluk hidup yang takterelakkan, hujan juga mempunyai pengaruh penyuburan. KETERANGAN HALAMAN 87 Dan Dialah Yang menurunkan air dari langit, lalu dengan air itu Kami tumbuhkanberbagai jenis tumbuh-tumbuhan; dari sini Kami hasilkan tanaman yang hijau, pohon yangtersusun. (Surat al-An’aam, 99) Air hujan yang mencapai awan setelah diuapkan dari laut mengandung zat-zat tertentu “yangmenghidupkan” negeri yang telah mati. Air “pemberi kehidupan” ini disebut “air tensi permukaan”. Airtensi permukaan terbentuk pada tingkat puncak permukaan laut yang oleh para biolog disebut "lapisanmikro". Di lapisan ini, yang ketipisannya kurang dari sepersepuluh milimeter, terdapat banyak sisaorganik yang disebabkan oleh polusi zooplankton dan ganggang mikroskopik. Beberapa sisa inimenyeleksi dan menghimpun dalam lubuk mereka beberapa unsur yang amat jarang di air laut, sepertifosfor, magnesium, potasium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobalt, dan timah. Airyang bermuatan "penyubur ini" terangkat ke langit oleh angin dan setelah beberapa saat kemudian jatuhke tanah di dalam air hujan. Benih dan tanaman di bumi mendapati banyak garam metalik dan unsur-unsur yang esensial bagi pertumbuhan mereka di sini di air hujan ini. Peristiwa ini diungkapkan disebuah ayat lain dalam Al-Qur’an: Dan Kami turunkan dari langit air yang membawa berkah, dan dengan itu Kamitumbukan kebun-kebunan dan biji-bijian yang dapat dipanen. (Surat Qaaf, 9) 45
  • 46. KETERANGAN HALAMAN 88 Dialah Yang menurunkan air dari langit untuk minuman dan menyuburkan tumbuh-tumbuhan untuk makanan ternakmu. Ia menumbuhkan untukmu berbagai tanaman, zaitun,korma, dan anggur, dan berbagai macam buah-buahan. Sungguh dalam kejadian itu terdapatbukti bagi orang yang berpikir. (Surat an-Nahl, 10-11) Garam-garam yang jatuh dengan hujan merupakan contoh kecil unsur-unsur tertentu (kalsium,magnesium, potasiom, dsb.) yang dipakai untuk menambah kesuburan. Logam-logam berat yangterdapat di tipe-tipe aerosol ini merupakan unsur lain yang menambah kesuburan dalam pertumbuhandan pemproduksian tanaman. Tanah tandus bisa dilengkapi dengan semua unsur yang esensial bagi tanaman dalam periode 100tahun hanya dengan penyubur yang dicurahkan dengan hujan. Hutan-hutan juga berkembang dan makandengan bantuan aerosol yang berbasis-laut. Dengan cara ini, 150 juta ton penyubur jatuh ke seluruhpermukaan tanah setiap tahun. Jika tidak ada penyuburan alamiah seperti ini, maka tidak akan adatanaman di bumi, dan keseimbangan ekologis akan cacat. Yang lebih menarik adalah bahwa kebenaran ini, yang hanya bisa ditemukan oleh sains modern,telah diungkapkan oleh Allah berabad-abad yang lalu. ANGIN PENYERBUKAN Dalam Al-Qur’an, angin dinyatakan sebagai “penyerbukan”: Dan Kami tiupkan angin yang “menyerbuki”, kemudian Kami turunkan hujan dari langit,yang dengan itu Kami beri kamu air (yang berlimpah). (Surat al-Hijr, 22) Dalam bahasa Arab, kata “penyerbukan” menyiratkan penyerbukan tanaman dan juga awan.Begitu pula, sains modern telah menunjukkan bahwa angin memang memiliki kedua fungsi ini. Angin,seperti yang tersebut di atas, menyerbuki awan dengan membawa kristal-kristal yang akan mengambilbagian dalam pembentukan air hujan. Di sisi lain, angin juga menyerbuki tanaman. Tanaman-tanaman melempar benih serbuk-sari yang mengandung sel sperma ke udara.Kebanyakan tanaman diciptakan secara ideal untuk menangkap serbuk-sari dari angin. Cemara, bungayang bergantungan, dan beberapa tanaman lain membuat terusan yang terbuka terhadap arus udara, yangmembawa benih-benih ini ke tanaman lain yang berspesies sama. Benih-benih serbuk-sari yangmengandung sel-sel sperma tiba di organ-organ reproduksi yang mensyukuri kanal-kanal ini. Serbuk-sari yang mencapai sel telur menyuburkan telur dan sehingga sel telur itu beralih menuju benih. Kebanyakan tanaman diciptakan secara ideal untuk menangkap serbuk-sari dari angin. Cemara,bunga yang bergantungan, dan beberapa lainnya membuat terusan yang terbuka terhadap arus udara.Serbuk-sari penghasil sperma tiba di kawasan reproduksi yang mensyukuri terusan-terusan ini.Tanaman-tanaman melempar benih serbuk-sari penghasil sperma ke udara. Sesudah itu, arus udaramembawa benih-benih ini ke tanaman lain yang berspesies sama. Serbuk-sari yang mencapai sel telur 46
  • 47. menyuburkan telur dan sehingga sel telur itu beralih menuju benih. 47
  • 48. KEUNIKAN SIDIKJARI “Sidikjari” yang terbentuk pada ujung jari dengan pola nyata pada kulit bersifat sangat unik bagisi empunya. Setiap orang yang hidup di bumi mempunyai setelan sidikjari yang berlainan. Semua orangyang hidup sepanjang sejarah juga mempunyai sidikjari yang berbeda-beda. Sidik ini tak akan berubahselama hayat seseorang kecuali jika terjadi kecelakaan besar. KETERANGAN HALAMAN 90 Sidikjari setiap orang yang pernah hidup itu berlainan. Karena itulah sidikjari diterima sebagai kartu identitas yang sangat penting dan dipakai untuktujuan ini di seluruh dunia. Akan tetapi, dua abad yang lalu, sidikjari tidak begitu penting, karena baru ditemukan pada akhirabad ke-19 bahwa semua sidikjari saling berbeda. Pada 1880, seorang ilmuwan Inggris yang bernamaHenry Faulds menyatakan dalam suatu artikel yang diterbitkan di Nature bahwa sidikjari orang-orangtidak berubah sepanjang hayat mereka, dan bahwa terdakwa-terdakwa bisa diyakinkan dengan sidikjariyang mereka tinggalkan di permukaan benda seperti kaca.32 Pada 1884, untuk pertama kalinya seorangpembunuh ditentukan dengan identifikasi sidikjari. Sejak itu, sidikjari telah menjadi metode yangpenting untuk identifikasi. Namun sebelum abad ke-19, kebanyakan orang mungkin tak pernah mengirabahwa bentuk sidikjari mereka yang bergelombang itu mempunyai makna atau merupakan catatan yangberharga. Pada abad ke-7, Al-Qur’an menunjukkan bahwa ujung jari manusia mengandung karakteristikyang penting: Apakah manusia mengira bahwa Kami tak akan mengumpulkan tulang-tulangnya? Ya,bahkan Kami mampu menyusun kembali ujung jari-jarinya. (Surat al-Qiyaamah, 3-4) KELAHIRAN MANUSIA Terdapat banyak pokok-persoalan yang disebutkan dalam Al-Qur’an yang mengundang manusiauntuk beriman. Kadang-kadang langit, kadang-kadang hewan, dan kadang-kadang tanaman ditunjukkansebagai bukti bagi manusia oleh Allah. Dalam banyak ayat, orang-orang diseru untuk mengalihkanperhatian mereka ke arah proses terciptanya mereka sendiri. Mereka sering diingatkan bagaimanamanusia sampai ke bumi, tahap-tahap mana yang telah kita lalui, dan apa bahan dasarnya: Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamuperhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? AtaukahKami Penciptanya? (Surat al-Waaqi’ah, 57-59) Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat.Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup diabad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut: 48
  • 49. 1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (sperma). 2. Yang laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi. 3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah. 4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di rahim. Orang-orang yang hidup pada zaman kala al-Qur’an diturunkan, pasti, tahu bahwa bahan dasarkelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual. Fakta bahwabayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dantidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas ituberada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu. Ini baru disahihkan oleh ilmupengetahuan abad ke-20. KETERANGAN HALAMAN 92 Sperma yang mengelilingi sel telur... Sekarang mari kita periksa satu demi satu. 1) Air Mani Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu.Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanyaseribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah darisebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan maniseluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an : Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik maniyang dipancarkan? (Surat al-Qiyaamah, 36-37) Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat darimani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan inimengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan buktibahwa pernyataan tersebut berasal-usul ilahi. 2) Campuran di dalam Mani Cairan yang disebut mani tidak mengandung sperma saja. Cairan ini justru tersusun daricampuran berbagai cairan yang berlainan. Cairan-cairan ini mempunyai fungsi-fungsi semisalmengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi sperma, menetralkan asam di pintumasuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma. Yang cukup menarik, ketika mani disinggung di Al-Qur’an, fakta ini, yang ditemukan oleh ilmupengetahuan modern, juga menunjukkan bahwa mani itu ditetapkan sebagai cairan campuran: Sungguh, Kami ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, lalu Kami beri dia(anugerah) pendengaran dan penglihatan. (Surat al-Insaan, 2) Di ayat lain, mani lagi-lagi disebut sebagai campuran dan ditekankan bahwa manusia diciptakandari "bahan campuran" ini : 49
  • 50. Dialah Yang menciptakan segalanya dengan sebaik-baiknya, Dia mulai menciptakanmanusia dari tanah liat. Kemudian Ia menjadikan keturunannya dari sari air yang hina. (Suratas-Sajdah, 7-8) Kata Arab "sulala", yang diterjemahkan sebagai “sari”, berarti bagian yang mendasar atau terbaikdari sesuatu. Dengan kata lain, ini berarti “bagian dari suatu kesatuan”. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan firman dari Yang Berkehendak Yang mengetahui penciptaan manusia hingga serinci-rincinya. Yang Berkehendak ini ialah Pencipta manusia. 3) Penentuan Jenis Kelamin Bayi Sampai belum lama ini diperkirakan bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh gen-gen laki-lakidan perempuan bersamaan. Ilmu genetika dan mikrobiologi yang kian maju pada abad ke-20membuktikan bahwa si perempuan tidak berperan dalam proses ini. Dua dari 46 kromosom yang menentukan struktur manusia merupakan kromosom jenis kelamin.Kromosom-kromosom ini disebut “XY” pada pria dan “XX” pada wanita, karena bentuk kromosomnyamenggambarkan huruf-huruf ini. Kromosom Y adalah kromosom yang pada khususnya membawa gen-gen laki-laki. Pembentukan bayi berawal dengan penyatuan dua kromosom: satu dari si ayah dan satu dari sibunda. Karena yang perempuan hanya memiliki kromosom X, sel-sel reproduksinya (ova) hanya akanmengandung kromosom ini. Di sisi lain, yang laki-laki mempunyai kromosom X dan Y, sehinggasetengah dari sel-sel reproduksinya (sperma) merupakan kromosom X dan setengah lainnya Y. Jikasuatu sel telur menyatu dengan sperma yang mengandung kromosom X, maka keturunannyaperempuan; jika penyatuannya dengan sperma yang mengandung kromosom Y, maka keturunannyalaki-laki. KETERANGAN HALAMAN 94 Atau apakah mereka dijadikan tanpa ada yang menciptakan, ataukah mereka sendiriyang menjadikan dirinya? Ataukah mereka menjadikan langit dan bumi? Sebenarnyamereka tidak yakin. (Surat ath-Thuur, 35-36) Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh yang mempunyai kromosom X dan Y, yaitusi laki-laki, yang menyatu dengan kromosom X dari si perempuan. Hal ini sama sekali belum diketahui hingga penemuan genetika pada abad ke-20. Pada banyakbudaya, justru diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh kondisi tubuh (kesehatan, dll.) sangibu. Itulah mengapa wanita-wanita disalahkan bila mereka mendapatkan anak perempuan. (Keyakinanprimitif ini masih lazim.) Akan tetapi, tigabelas abad sebelum gen-gen ditemukan, Al-Qur’an mengungkapkan informasiyang menyangkal hal ini. Dalam suatu ayat dinyatakan bahwa kepriaan atau kewanitaan itu tercipta dariair mani; dengan kata lain, sumber jenis kelamin itu bukan perempuan, melainkan laki-laki. ... Dia Yang menciptakan berpasangan, jantan dan betina, dari benih kala ditempatkan.(Surat an-Najm, 45-46) KETERANGAN HALAMAN 95 50
  • 51. Zigot yang melekat di rahim dalam bentuk sepotong daging. 4) Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim Ketika sperma pria menyatu dengan sel telur wanita sebagaimana terpapar di atas, terbentuklahbahan dasar calon bayi. Sel tunggal ini, yang dalam biologi dikenal sebagai “zigot”, akan mulai berbiaksendiri melalui pembagian dan akhirnya menjadi “sepotong daging”. Akan tetapi, zigot itu tidak menjalani masa perkembangannya dalam ruang hampa. Zigot melekatpada rahim bagaikan akar-akar yang tertancap dengan kokoh di tanah dengan sulur-sulur mereka.Melalui ikatan ini, zigot bisa memperoleh bahan-bahan yang amat penting bagi pertumbuhannya daritubuh ibunya. Rincian sedetail itu belum bisa diketahui tanpa pengetahuan yang mantap tentang kedokteran.Tentu saja pada empatbelas abad yang lalu belum ada orang yang mempunyai pengetahuan semacamitu. Yang cukup menarik, dalam Al-Qur’an, Allah selalu menyebut zigot yang berkembang di rahimsang ibu sebagai “segumpal darah”: Bacalah! Atas nama Tuhanmu yang menciptakan, menciptakan manusia dari segumpaldarah beku. Bacalah! Dan Tuhanmu Maha Mulia. (Surat al-‘Alaq, 1-3) Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik maniyang dipancarkan? Kemudian ia menjadi segumpal darah; lalu (Allah) membuat jadi bentukyang serasi. Dan Dia menjadikannya sepasang, jantan dan betina. (Surat al-Qiyaamah, 36-39) Makna Arab kata “gumpalan” adalah “sesuatu yang melekat di suatu tempat”. Kata ini secaraharfiah dipakai untuk memerikan lintah yang melekat di tubuh untuk menghisap darah. Tentu saja,inilah kata terbaik yang memungkinkan untuk memaparkan zigot yang melekat di dinding rahim danmenyerap makanannya dari situ. Al-Qur’an mengungkap lebih banyak lagi mengenai zigot. Dengan secara sempurna melekat didinding rahim, zigot itu mulai tumbuh. Sementara itu, rahim si ibu terisi dengan suatu cairan yangdisebut "cairan amnion" yang mengitari zigot. Corak terpenting cairan amnion, tempat pertumbuhanbayi, adalah melindungi bayi dari pukulan-pukulan yang berasal dari luar. Dalam Al-Qur’an, fakta initerungkap sebagai berikut: Bukankah Kami ciptakan kamu dari cairan yang hina, lalu Kami tempatkan di tempatyang kukuh terlindung ? (Surat al-Mursalaat, 20-21) Semua informasi ini yang tersaji dalam Al-Qur’an mengenai pembentukan menusia itumenunjukkan bahwa Al-Qur’an berasal dari suatu sumber yang mengetahui pembentukan ini hinggaserinci-rincinya. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah. Omong kosong sajalahpernyataan bahwa informasi yang dihasilkan oleh Al-Qur’an mengenai kelahiran itu kebetulan belaka:karena terdapat banyak rincian yang terungkap dalam Al-Qur’an dan catatan serinci itu bagaimanapuntidak mungkin "secara kebetulan" cocok dengan kebenaran. Semua paparan Al-Qur’an itu benar karena semua ayatnya berisi firman Allah. Allah-lah Yangmenciptakan dan membentuk manusia di rahim ibunya, firman-Nya-lah paparan terbaik tentang prosesini. Allah menciptakan kita semua dengan cara seperti yang terperi di awal kehidupan kita di ayat lain 51
  • 52. sebagai berikut: Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah liat. Kemudian Kami jadikan dia airmani, yang tersimpan di tempat yang kukuh sekali. Kemudian mani itu Kami jadikan segumpaldarah; kemudian segumpal darah Kami jadikan tulang-belulang dan tulang itu Kami bungkusdengan daging, lalu Kami kembangkan menjadi makhluk lain lagi. Maka Mahasuci Allah,Pencipta terbaik. (Surat al-Mu’minuun, 12-14) KETERANGAN HALAMAN 96 Hai manusia! Apa yang memperdayakan kau dari Tuhanmu Yang Maha Pemurah?Dia Yang telah menciptakan engkau, membentukmu dalam ukuran berbanding, danmembuat ukuran tubuhmu berimbang. Dalam bentuk rupa apa pun Ia kehendaki, Iamerakitmu. (Surat al-Infithaar, 6-8) BAGIAN DUA ORANG YANG TAK MAMPU MEMAHAMI FAKTA PENCIPTAAN TIPUDAYA TEORI EVOLUSI Teori evolusi adalah suatu filosofi dan konsepsi dunia yang menghasilkan suatu kesalahanhipotesis, asumsi, dan skenario khayalan dengan tujuan menjelaskan keberadaan dan asal-usulkehidupan dengan hanya seputar kebetulan. Filosofi ini berakar jauh di zaman lalu sekuno Yunani-kuno. Semua filosofi ateis yang menolak adanya penciptaan, secara langsung atau pun tak langsung,menganut dan membela teori evolusi. Kondisi yang sama saat ini berlaku pula untuk semua ideologi dansistem yang berlawanan dengan agama. Paham evolusi ini tersembunyi dalam samaran ilmiah selama satu setengah abad yang digunakanuntuk membenarkan diri-sendiri. Walaupun dianggap berkedudukan sebagai teori ilmiah selamapertengahan abad ke-19, teori itu, walaupun sepenuhnya merupakan usaha terbaik dari para pembelanya,sejauh ini belum disahkan oleh eksperimen atau pun temuan ilmiah apa pun. Sesungguhnya, “sainssejati” tempat bergantung teori itu jelas-jelas menunjukkan dan terus menunjukkan berulangkali bahwateori itu tidak cocok dengan kenyataan. Percobaan laboratorium dan perhitungan probabilistik telah secara gamblang menjelaskan bahwaasam amino sumber kehidupan tidak dapat dibuat secara kebetulan. Sel, yang dikira timbul secarakebetulan dalam kondisi yang primitif dan tak terkontrol menurut para evolusionis, masih tidak bisadisintesiskan, sekalipun di laboratorium dengan teknologi tinggi tercanggih abad ke-20. Bukanlah“bentuk transisional” tunggal, makhluk-makhluk yang disangka memperlihatkan evolusi-bertahaporganisme-organisme modern dari yang lebih primitif sebagaimana pernyataan teori neo-Darwinis, yangpernah ada di mana saja di dunia walaupun dengan pencarian yang paling cerdas dan lama dipeninggalan fosil. Dengan berupaya menghimpun bukti evolusi, para evolusionis dengan tidak sengajamembuktikan sendiri bahwa evolusi tidak mungkin terjadi sama sekali. Orang yang pada mulanya mengajukan teori evolusi, dalam bentuk yang pada hakikatnya dibeladewasa ini, ialah seorang biolog amatir Inggris yang bernama Charles Robert Darwin. Darwin pertama 52
  • 53. kali menerbitkan gagasannya dalam buku yang berjudul The Origin of Species by Means of NaturalSelection pada 1859. Darwin menyatakan dalam bukunya bahwa semua makhluk hidup memiliki leluhuryang sama dan bahwa mereka berkembang satu sama lain dengan cara seleksi alamiah. Mereka yangterbaik dalam beradaptasi dengan lingkungan mewariskan perilaku mereka ke generasi berikutnya, danlambat laun, sifat-sifat yang menguntungkan ini mengubah individu-individu menjadi spesies yangberbeda total dari leluhur mereka. Dengan demikian, manusia ialah produk yang paling maju darimekanisme seleksi alamiah ini. Singkatnya, suatu spesies berasal dari spesies lain. Ide khayal Darwin dianut dan dikembangkan oleh kalangan ideologis dan politis tertentu danteorinya menjadi sangat populer. Alasan utamanya adalah bahwa tingkat pengetahuan saat itu belummemadai untuk menyingkapkan bahwa skenario imajinasi Darwin itu salah. Ketika Darwin mengajukanasumsinya, disiplin ilmu genetika, mikrobiologi, dan biokimia belum ada. Jikalau ada, Darwin mungkindengan mudah mengenali bahwa teorinya tidak ilmiah sama sekali, dan sehingga takkan ada yangberusaha mengajukan pernyataan omong kosong tersebut; informasi yang menentukan spesiestelah ada dalam gen dan seleksi alamiah tidak mungkin menghasilkan spesies baru dengan mengubahgen. Pada masa bergaungnya buku Darwin, ahli botani Austria yang bernama Gregor Mendelmenemukan kaidah pewarisan sifat di tahun 1865. Meskipun kurang dikenal hingga akhir abad itu,penemuan Mendel menjadi sangat penting pada awal 1900-an dengan lahirnya ilmu genetika. Beberapawaktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada 1950-an, penemuan molekul DNA, yangmenghimpun informasi genetik, menempatkan teori evolusi pada krisis yang hebat, karenakeluarbiasaan informasi dalam DNA tidak mungkin diterangkan sebagai kejadian kebetulan. Selain semua perkembangan ilmiah ini, tidak ada bentuk-bentuk transisi, yang didugamenunjukkan evolusi organisme hidup secara bertahap dari yang primitif menuju spesies yang maju,yang pernah ditemukan walaupun dengan pencarian bertahun-tahun. Perkembangan ini mestinya menyebabkan teori Darwin menjadi debu sejarah. Akan tetapi,tidaklah demikian, karena kalangan tertentu senantiasa merevisi, memperbaharui, dan mengangkat teoriitu ke dataran ilmiah. Usaha ini hanya berarti jika kita menyadari bahwa di belakang teori itu lebihterdapat tujuan ideologis daripada kepedulian ilmiah. Namun demikian, beberapa kalangan yang mempercayai pentingnya berpegang pada teoritersebut, yang telah menemui jalan buntu, segera menyusun model baru. Nama model baru ini adalahneo-Darwinisme. Menurut teori ini, spesies berkembang sebagai hasil dari mutasi-mutasi, perubahan-perubahan kecil dalam gen mereka, dan yang paling sesuailah yang bertahan hidup melalui mekanismeseleksi alamiah. Akan tetapi, tatkala terbukti bahwa mekanisme yang diajukan oleh neo-Darwinisme initidak sah, dan perubahan-perubahan kecil pun tidak cukup untuk pembentukan makhluk hidup, paraevolusionis mulai mencari model baru. Mereka bangkit dengan klaim baru yang disebut “keseimbanganbersela” (punctuated equilibrium) yang tidak bersandar pada landasan rasional atau pun ilmiah. Modelini menyatakan bahwa makhluk hidup tiba-tiba berkembang menjadi spesies lain tanpa bentuk transisisama sekali. Dengan kata lain, spesies tanpa “nenek moyang“ evolusioner tiba-tiba muncul. Inimerupakan cara pemerian penciptaan, kendati para evolusinis enggan untuk mengakuinya. Merekamencoba menutupinya dengan skenario yang tidak masuk akal. Sebagai contoh, mereka mengatakanbahwa burung pertama dalam sejarahnya tiba-tiba, entah bagaimana, menetas keluar dari telur reptil.Teori tersebut juga mengemukakan bahwa hewan darat karnivora bisa berubah menjadi paus raksasa,dengan berubah bentuk secara tiba-tiba dan menyeluruh. 53
  • 54. KETERANGAN HALAMAN 102 Charles Darwin Klaim-klaim ini, yang semuanya bertentangan dengan kaidah genetika, biofisika, dan biokimia,adalah seilmiah dongeng katak yang berubah menjadi pangeran! Namun demikian, dengan tertekan olehkrisis dari pernyataan neo-Darwinis, beberapa paleontolog evolusionis menganut teori ini, yangmempunyai perbedaan yang bahkan lebih aneh daripada neo-Darwinisme itu sendiri. Model ini hanya bermaksud memberi penjelasan atas kesenjangan dalam penemuan fosil yangtidak dapat diterangkan dengan model neo-Darwinis. Akan tetapi, usaha menjelaskan kesenjanganevolusi burung dalam penemuan fosil dengan pernyataan bahwa “burung secara tiba-tiba menetas keluardari telur reptil“ kurang rasional, karena menurut penerimaan para evolusionis sendiri, evolusi dari suatuspesies ke spesies lain mensyaratkan perubahan informasi genetik yang besar dan menguntungkan.Akan tetapi, tidak ada mutasi apa pun yang mengembangkan informasi genetik atau menambahinformasi baru untuk itu. Pemindahan hanya mengecualikan informasi genetik. Jadi, ”mutasi bruto”yang dibayangkan dengan model keseimbangan bersela hanya akan menyebabkan pengurangan danpelemahan informasi genetik “bruto”, yakni “besar”. Teori keseimbangan bersela itu tentu saja cuma hasil imajinasi. Meskipun ada kebenaran bukti,para pembela evolusi tidak bimbang untuk memuja teori ini. Mereka terpaksa melakukannya karenafakta bahwa model evolusi yang diajukan oleh Darwin tidak dapat dibuktikan oleh penemuan fosil.Darwin mengklaim bahwa spesies mengalami perubahan bertahap yang memerlukan keberadaansetengah-burung/setengah-reptil atau setengah-ikan/setengah-reptil yang ganjil. Akan tetapi, tidak satupun “bentuk transisi“ ditemukan meskipun dengan penelitian secara luas para evolusionis danpenggalian ratusan dari ribuan fosil. Para evolusionis memakai model keseimbangan bersela dengan harapan merahasiakan kegagalanbesar ini. Seperti yang telah kita kemukakan, sangatlah jelas bahwa teori ini fantasi, sehingga pudarsendiri. Model keseimbangan bersela tak pernah diajukan sebagai model yang konsisten, tetapi justrudigunakan sebagai pelarian dalam hal yang jelas-jelas tidak cocok dengan model evolusi bertahap. Sejakpara evolusionis menyadari bahwa organ-organ rumit seperti mata, sayap, paru-paru, otak dan lain-lainmenolak model evolusi bertahap secara terang-terangan, dalam hal-hal tertentu ini mereka terpaksaberlindung dalam interpretasi model keseimbangan bersela yang fantastik. ADAKAH PENEMUAN FOSIL YANG MEMBENARKAN TEORI EVOLUSI? Teori evolusi menyatakan bahwa evolusi suatu spesies menjadi spesies lain berlangsung secarabertahap, setapak demi setapak selama jutaan tahun. Kesimpulan logis yang ditarik dari klaim semacamini adalah bahwa organisme hidup luar biasa yang disebut “bentuk transisi” seharusnya telah hidupselama masa-masa transformasi ini. Karena para evolusionis menyebutkan bahwa setiap makhluk hidupberkembang dari makhluk hidup lain setahap demi setahap, jumlah dan macam bentuk transisi iniseharusnya sudah ada jutaan. Jika makhluk sedemikian itu pernah hidup, maka kita mestinya bisa melihat bekasnya di mana- 54
  • 55. mana. Pada kenyataanya, jika tesis ini benar, jumlah bentuk transisi antara seharusnya lebih besardaripada jumlah spesies hewan yang hidup hari ini dan fosil yang mereka wariskan mestinya jugaberlimpah di seluruh dunia. Sejak Darwin, para evolusionis telah mencari fosil dan hasilnya bagi mereka adalah kekecewaanyang menohok. Di mana pun di dunia ini—baik di darat maupun di kedalaman lautan—tidak ada yangmempunyai bentuk transisi antara dua spesies yang pernah ditemukan. Darwin sendiri sadar akan ketiadaan bentuk-bentuk transisi sedemikian itu. Harapan terbesarnyaadalah bahwa mereka akan ditemukan di masa mendatang. Walaupun berharap demikian, ia melihatbahwa kesalahan terbesar yang menghalangi teorinya adalah tidak adanya bentuk transisi. Karena itulah,dalam bukunya The Origin of Species, ia menulis: Jika setiap spesies berasal dari spesies lain secara bertahap, mengapa di mana-mana kita tidakmelihat bentuk transisi yang amat banyak? Mengapa semua alam yang tidak teratur, termasuk spesies,sebagaimana yang kita lihat, tidak dipastikan? ... Akan tetapi, karena dengan teori ini bentuk-bentuktransisi yang tak terhitung seharusnya ada, mengapa kita tidak mendapati mereka terpendam di baliktanah dengan jumlah yang tak terkira? ... Tetapi di kawasan antara, yang mempunyai kondisi-antarakehidupan, mengapa kita sekarang tidak menemukan jenis yang kemungkinan besar merupakanperantara? Kesulitan ini cukup membingungkan saya dalam waktu yang lama.1 Kekhawatiran Darwin masuk akal. Masalah ini juga menimpa para evolusionis lain. Derek V.Ager, seorang paleontolog terkenal dari Britania, menerima kenyataan yang memalukan ini: Masalahnya, jika kita selidiki peninggalan fosil secara rinci, baik pada tingkat orde maupunspesies, kita dapati—lagi-lagi—bukan evolusi bertahap, melainkan meledaknya satu kelompok secaramendadak dengan mengorbankan kelompok lain.2 Kesenjangan dalam penemuan fosil tidak dapat diterangkan dengan pemikiran yang bernafsubahwa belum cukup fosil yang tergali dan bahwa fosil yang tidak ada akan ditemukan di kemudian hari.T. Neville George, seorang paleontolog evolusionis lain, menjelaskan penalarannya: Tidak perlu lagi dimintakan pengertian lebih jauh atas kurangnya penemuan fosil. Bagaimanapun,[penemuan fosil] ini telah menjadi hampir terlalu banyak, dan penemuan [tersebut] lebih dari cukup...Namun begitu, penemuan fosil masih tersusun dari kesenjangan-kesenjangan.3 55
  • 56. KEHIDUPAN MUNCUL DI BUMI SECARA TIBA-TIBA DAN DALAM BENTUK RUMIT Bila strata terestrial dan penemuan fosil diselidiki, terlihat bahwa organisme hidup munculserentak. Stratum tertua bumi yang mengandung fosil makhluk hidup yang pernah ditemukan adalah“Cambrian“ yang ditaksir berumur 530–520 juta tahun. Makhluk hidup yang terdapat pada strata milik periode Cambrian dalam penemuan fosilsemuanya muncul tiba-tiba tanpa keberadaan pendahulu mereka. Aneka organisme hidup ini, yangtersusun dari sejumlah besar makhluk yang rumit, muncul dengan sedemikian tiba-tiba sehinggakejadian yang menakjubkan ini disebut “Peledakan Cambrian” dalam literatur ilmiah. Kebanyakan organisme hidup yang terdapat di stratum ini mempunyai organ yang sangat majuseperti mata, atau sistem-sistem yang terlihat dalam organisme dengan pengorganisasian yang sangatmaju seperti insang, sistem peredaran darah, dan sebagainya. Tidak ada tanda dalam penemuan fosilyang mengindikasikan bahwa organisme ini punya nenek-moyang. Richard Monestarsky, editor majalahEarth Sciences, menyatakan kehidupan spesies yang muncul secara mendadak: Setengah milyar tahun yang lalu bentuk-bentuk hewan yang benar-benar rumit yang kita lihat hariini tiba tiba muncul. Peristiwa ini, tepat pada awal periode Cambrian, sekitar 550 juta tahun yang lalu,menandai peledakan evolusi yang memenuhi lautan dengan makhluk-makhluk rumit pertama di dunia.Fila, hewan besar zaman sekarang, sudah ada pada awal Cambrian dan mereka tidak berbeda denganyang ada pada saat ini.4 KETERANGAN HALAMAN 106 Fosil kecoa berumur 320 juta tahun (kiri). Fosil trilobit berumur 360 juta tahun (bawah). Dengan tanpa mampu mendapatkan jawaban atas pertanyaan bagaimana bumi menjadi penuhdengan ribuan aneka spesies hewan, para evolusionis menggunakan khayalan periode 20 juta tahunsebelum Periode Cambrian untuk menjelaskan bagaimana kehidupan berasal dan “kejadian yang takdiketahui”. Periode ini disebut “kesenjangan evolusi” (evolutionary gap). Tidak ada bukti untuk ini yangpernah ditemukan, dan bahkan saat ini konsepnya masih benar-benar keruh dan kabur. Pada tahun 1984, banyak [hewan] invertebrata digali di Chengjiang, yang terletak di tengahdataran tinggi Yunann di pedalaman China baratdaya. Di antaranya adalah trilobit, yang kini tiada,tetapi strukturnya tidak kalah rumit daripada segala hewan tak bertulang belakang modern. KETERANGAN HALAMAN 107 Sebagian Bukti Terandal Evolusi Yang pada Buktinya Tidak Sahih Fosil ikan Coelacanth berumur empatratus sepuluh juta tahun (bawah). Paraevolusionis menyatakan bahwa inilah bentuk transisi yang membuktikan transisi ikanini dari air ke darat. Fakta bahwa lebih dari empatpuluh contoh hidup ikan ini yangtelah tertangkap pada limapuluh tahun terakhir mengungkapkan bahwa ini masihikan asli yang sempurna dan masih hidup. Fosil Archaeopteryx, yang diduga leluhurburung, yang konon berkembang dari dinosaurus (kiri). Sebaliknya, riset terhadapfosil ini menunjukkan bahwa ini burung punah yang pernah terbang namunkemudian kehilangan kemampuan terbang. 56
  • 57. Stefan Bengston, paleontolog evolusionis dari Swedia, menerangkan situasinya sebagai berikut: Jika ada peristiwa dalam sejarah kehidupan yang menyerupai mitos penciptaan manusia, maka ituadalah diversifikasi kehidupan laut yang mendadak ini ketika organisme-organisme multiseluler beralihmenjadi pelaku dominan dalam ekologi dan evolusi. Dengan sulit dimengerti (dan memalukan) Darwin,kejadian ini masih membuat kita terpesona.5 Kemunculan tiba-tiba makhluk-makhluk hidup kompleks ini dengan tanpa nenek moyang tidakkalah sulit untuk dimengerti (dan memalukan) para evolusinis saat ini daripada Darwin 135 tahun yanglalu. Selama hampir satu setengah abad, mereka tidak mempunyai kemajuan selangkah pun untukmelewati hal yang menghalangi Darwin. Sebagaimana bisa dilihat, penemuan fosil mengindikasikan bahwa makhluk hidup tidakberkembang dari bentuk yang primitif ke bentuk yang maju, tetapi justru muncul semuanya secara tiba-tiba dan dalam keadaan yang sempurna. Ketiadaan bentuk-bentuk transisi tidak hanya pada periodeCambrian. Tidak pernah ditemukan satu bentuk transisi yang mengesahkan dugaan “kemajuan” evolusihewan bertulang belakang—dari ikan ke amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Setiap spesies hidupmuncul seketika dan dalam bentuknya yang mutakhir, sempurna dan lengkap, dalam penemuan fosil. Dengan kata lain, makhluk-makhluk hidup tidak menuju keberadaan melalui evolusi. Merekadiciptakan. KEPALSUAN EVOLUSI Tipudaya Gambar-Gambar Penemuan fosil adalah sumber utama bagi mereka yang mencari-cari bukti teori evolusi. Biladiperiksa dengan cermat dan tanpa prasangka, penemuan fosil justru lebih menyangkal teori evolusidaripada mendukungnya. Namun demikian, penafsiran yang menyesatkan terhadap fosil oleh paraevolusionis dan gambaran prasangka mereka kepada publik telah memberi banyak orang kesan bahwapenemuan fosil sesungguhnya mendukung teori evolusi. Kerentanan beberapa temuan dalam penemuan fosil terhadap semua jenis interpretasi melayanimaksud para evolusionis sebaik-baiknya. Fosil-fosil yang tergali kebanyakan tidak memuaskan untukidentifikasi yang andal. Fosil biasanya terdiri atas pecahan tulang tak lengkap yang tersebar. Karenaalasan ini, menyimpangkan data yang tersedia dan menggunakannya dengan sekehendak hati sangatmudah. Tidak mengejutkan, rekonstruksi (gambar dan model) yang dibuat oleh para evolusionisberdasarkan sisa-sisa fosil sedemikian itu seluruhnya disajikan secara spekulatif dengan tujuanmembenarkan tesis evolusi. Karena orang-orang mudah terpengaruh oleh informasi visual, model-modelrekonstruksi khayalan ini bertindak untuk meyakinkan mereka bahwa makhluk-makhluk rekonstruksi inibenar-benar ada di masa lalu. Para evolusionis peneliti menggambar makhluk khayalan seperti manusia, yang biasanyaberdasarkan sebiji gigi, atau sepotong pecahan rahang atau tulang paha atau lengan atas, danmenyajikannya kepada masyarakat umum dengan cara yang sensasional seakan-akan mereka ialahrantai evolusi manusia. Gambar-gambar ini telah berperan penting dalam pemantapan citra “manusiaprimitif” di benak banyak orang. 57
  • 58. KETERANGAN HALAMAN 109 Dengan terus-menerus dibuat makhluk setengah-manusia setengah-kera yangdigambar dengan penuh keahlian semacam ini, masyarakat umum menjadi yakin bahwamanusia berkembang dari kera atau beberapa makhluk laun yang serupa. Akan tetapi,gambar-gambar ini tidak benar sama sekali. Kajian yang didasarkan pada sisa-sisa tulang ini hanya bisa mengungkapkan karakteristik umummakhluk yang diteliti. Rincian-rincian yang berbeda terdapat di jaringan lunak yang lenyap dengancepat seiring dengan waktu. Dengan jaringan-jaringan lunak yang ditafsirkan secara spekulatif, segalahal menjadi mungkin dalam garis batas imajinasi pembuat rekonstruksi. Earnst A. Hooten dariUniversitas Harvard menjelaskan situasinya seperti ini: Upaya memulihkan bagian-bagian lunak itu adalah tindakan yang bahkan lebih berbahaya. Bibir,mata, telinga, dan ujung hidung tidak meninggalkan pertanda pada bagian-bagian tulang yang menjadiacuan. Berdasarkan tengkorak Neanderthal, anda sama-sama bisa membuat model dengan ciri-ciriseekor simpanse atau pun raut wajah seorang filsuf. Dugaan restorasi tipe-tipe manusia kunomempunyai nilai ilmiah yang sangat sedikit, kalau ada, dan mungkin hanya menyesatkan publik... Jadi,jangan mempercayai rekonstruksi.6 Penelitian Yang Dibuat untuk Membuat Fosil Palsu Dengan tidak mampu mendapatkan bukti teori evolusi yang sah dalam peninggalan fosil,beberapa evolusionis berusaha membuatnya sendiri. Usaha-usaha ini, yang telah dimasukkan dalamensiklopedi-ensiklopedi di bawah judul “kepalsuan evolusi”, adalah indikasi yang paling gamblangbahwa teori evolusi merupakan ideologi dan filosofi yang dibela mati-matian oleh para evolusionis. Duadari kepalsuan yang paling payah dan cemar diperikan di bawah ini: Manusia Piltdown Charles Dawson, seorang dokter terkenal dan paleoantropolog amatir, mengajukan klaim bahwaia menemukan sepotong tulang rahang dan pecahan tengkorak di sebuah lubang di kawasan Piltdown,Inggris, pada 1912. Kendati tengkorak itu menyerupai manusia, tulang rahangnya justru menyerupaimonyet. Spesimen ini diberi nama “Manusia Piltdown”. Dengan disangka berumur 500 ribu tahun,tulang-belulang itu dipajang sebagai bukti mutlak evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyakartikel ilmiah yang ditulis tentang “Manusia Piltdown”, banyak penafsiran dan gambar yang dibuat danfosil tersebut disajikan sebagai bukti penting evolusi manusia. KETERANGAN HALAMAN 110 Fosil palsu: Manusia Piltdown Pada 1949, para ilmuwan menyelidiki fosil itu sekali lagi dan menyimpulkan bahwa “fosil” itudusta yang disengaja yang mengandung tengkorak manusia dan tulang rahang orangutan. Dengan memakai metode penanggalan fluor, para penyelidik mendapati bahwa tengkorak ituhanya berumur beberapa ribu tahun. Gigi-gigi di tulang rahang itu, yang merupakan milik orangutan,telah dipasangkan, dan peralatan “primitif” yang menyatukan fosil itu dengan meyakinkan adalah dusta 58
  • 59. kasar yang dipertajam dengan peralatan baja. Dalam analisis rinci yang disempurnakan oleh Oakley,Weiner, dan Clark, mereka mengungkapkan kepalsuan ini kepada publik pada 1953. Tulang tengkorakitu adalah milik manusia yang berumur 500 tahun, dan tulang rahang itu milik seekor kera yang belumlama mati! Gigi-gigi ditata di situ secara istimewa dengan suatu susunan dan ditambahkan pada rahang,dan sambungannya diisikan dengan tujuan agar menyerupai tatanan pada manusia. Lalu semuapotongan-potongan ini dikotori dengan dikhromat potasium untuk memberi penampilan kuno. (Kotoran-kotoran ini lenyap bila dicelupkan dalam asam.) Le Gros Clark, seorang anggota tim yangmengungkapkan kepalsuan tersebut, tidak bisa menyembunyikan keheranannya: Bukti-bukti goresan buatan ini segera membuka mata. Sesungguhnya ini amat jelas terlihatsehingga bisa dipertanyakan: mengapa dulu hal ini luput dari perhatian?7 Manusia Nebraska Pada 1922, Henry Fairfield Osborn, direktur Museum Sejarah Alam Amerika, menyatakan bahwaia menemukan fosil gigi geraham di Nebraska barat dekat Snake Brook yang terdapat pada periodePliosen. Gigi ini disangka mengandung karakteristik umum manusia dan sekaligus kera. Argumen-argumen ilmiah yang mendalam bermula dengan sebagian menafsirkan gigi ini milik Pithecanthropuserectus sedangkan sebagian lainnya mengklaim bahwa ini lebih dekat dengan manusia modern. Fosil ini,yang menimbulkan perdebatan luas, bernama populer “Manusia Nebraska”. Fosil ini juga segera diberi“nama ilmiah”: “Hesperopithecus Haroldcooki”. KETERANGAN HALAMAN 111 Gambar di atas dilukis berdasarkan sebiji gigi dan diterbitkan di Illustrated LondonNews pada 24 Juli 1922. Akan tetapi, para evolusionis sangat kecewa tatkala terungkapbahwa gigi ini bukan milik makhluk yang seperti kera atau pun seperti manusia, melainkanseekor spesies babi yang punah. Terdapat banyak tokoh yang mendukung Osborn. Berdasarkan gigi tunggal ini, rekonstruksikepala dan tubuh “Manusia Nebraska” digambar. Bahkan, Manusia Nebraska dilukis juga denganseluruh anggota keluarganya. Pada 1927, bagian lain dari tengkorak itu juga ditemukan. Menurut potongan-potongan baru ini,gigi tersebut bukan milik manusia atau pun kera, melainkan seekor spesies babi liar Amerika yang sudahpunah yang disebut Prostennops. APAKAH MANUSIA DAN KERA BERASAL DARI LELUHUR YANG SAMA? Menurut klaim teori evolusi, manusia dan kera modern mempunyai leluhur yang sama. Makhluk-makhluk ini berkembang seiring dengan waktu dan beberapa di antara mereka menjadi kera-kera masakini, sedangkan sekelompok lain yang mengikuti cabang evolusi lain menjadi manusia masa kini. Para evolusionis menyebut “leluhur bersama” pertama manusia dan kera ini “Australopithecus”yang berarti “Kera Afrika selatan”. Terdapat berbagai jenis Australopithecus, yang hanya spesies keralama yang telah menjadi berbeda. Sebagiannya tegap, sementara lainnya kecil dan rapuh. 59
  • 60. Para evolusionis menggolongkan tahap evolusi manusia berikutnya sebagai “Homo”, yakni“manusia”. Menurut klaim evolusionis, makhluk hidup dalam tahap “Homo” ini lebih berkembangdaripada Australopithecus, dan tidak banyak berbeda dari manusia modern. Manusia modern masa kini,Homo sapiens, konon terbentuk pada tahap terakhir evolusi spesies ini. Yang betul, makhluk hidup yang disebut Australopithecus dalam skenario khayalan yangdikarang-karang oleh para evolusionis sesungguhnya merupakan anggota aneka ras manusia yang hidupdi masa lalu dan lalu punah. Para evolusionis menata berbagai fosil kera dan manusia dalam suatuurutan dari yang terkecil ke yang terbesar agar terbentuk skema “evolusi manusia”. Akan tetapi, risettelah menunjukkan bahwa fosil-fosil ini sama sekali tidak menyiratkan proses evolusi dan bahwasebagian makhluk yang diduga keras leluhur manusia ini ialah kera sejati sedangkan sebagian lainnyaialah manusia sejati. Sekarang, mari kita perhatikan Australopithecus, yang menurut para evolusionis melambangkantahap pertama skema evolusi manusia. Australopithecus: Kera Punah Para evolusionis mengklaim bahwa Australopithecus adalah leluhur manusia modern yang palingprimitif. Ini ialah spesies lama dengan struktur kepala dan tengkorak yang serupa dengan yang dimilikioleh kera-kera modern, namun dengan kapasitas tengkorak yang lebih kecil. Menurut pernyataan paraevolusionis, makhluk-makhluk ini mempunyai sifat yang amat penting yang mengesahkan merekasebagai leluhur manusia: bipedalisme. Pergerakan kera dan manusia berbeda sepenuhnya. Manusia adalah satu-satunya makhluk yangbergerak bebas dengan dua kaki. Beberapa hewan lain memang memiliki kemampuan terbatas untukbergerak dengan cara ini, namun mereka memiliki kerangka yang bungkuk. Menurut para evolusionis, makhluk hidup yang disebut Australopithecus ini mempunyaikemampuan untuk berjalan dengan lebih membungkuk daripada berpostur tegak seperti manusia.Bahkan langkah-langkah bipedal terbatas ini mencukupi untuk mendorong para evlusionis untukmemperhitungkan bahwa makhluk hidup ini leluhur manusia. Akan tetapi, bukti pertama yang menolak dugaan para evolusionis bahwa Australopithecus itubipedal berasal dari para evolusionis itu sendiri. Bahkan, kajian yang mendalam terhadap fosil-fosilAustralopithecus memaksa para evolusionis untuk menerima bahwa ini terlihat menyerupai kera “juga”.Dengan melaksanakan penelitian anatomis yang mendalam terhadap fosil-fosil Australopithecus padapertengahan 1970-an, Charles E. Oxnard mempersamakan struktur tengkorak Australopithecus denganyang terdapat pada orangutan: Bagian penting dari kebijakan konvensional mengenai evolusi manusia didasarkan pada pecahan-pecahan fosil gigi, rahang, dan tengkorak australopithecus. Ini semua menunjukkan bahwa hubunganyang dekat antara australopithecus dan leluhur manusia tidak benar. Semua fosil ini berbeda dari gorila,simpanse, dan manusia. Bila dikaji sebagai satu kelompok, australopithecus tampaknya lebih miripdengan orangutan.8 Yang benar-benar memalukan para evolusionis adalah penemuan bahwa Australopithecus ituberpostur bungkuk dan tidak mungkin berjalan dengan dua kaki. Bagi Australopithecus yang didugabipedal namun dengan kerangka bungkuk, sangatlah tidak efektif untuk bergerak dengan carasedemikian itu karena akan memerlukan energi yang terlampau banyak. Dengan alat simulasi komputeryang dilakukan pada 1996, Robin Crompton paleoantropolog Inggris juga memperagakan bahwa 60
  • 61. kerangka “campuran” semacam itu mustahil. Crompton mencapai kesimpulan berikut ini: makhlukhidup hanya berjalan dengan salah satu dari dua cara: tegak atau dengan empat kaki. Jenis kerangkayang di antara keduanya tidak mungkin lestari selama rentang waktu yang lama karena konsumsi energiyang berlebihan. Ini berarti bahwa Australopithecus mustahil berjalan bipedal dengan postur bungkuk. Barangkali kajian terpenting yang menunjukkan bahwa Australopithecus tidak mungkin bipedalmuncul pada 1994 dari riset anatomis Fred Spoor dan timnya dari Jurusan Biologi Sel dan AnatomiManusia di Universitas Liverpool, Inggris. Kelompok ini melaksanakan pengkajian terhadapbipedalisme makhluk hidup yang telah memfosil. Riset mereka menyelidiki mekanisme keseimbanganotomatis yang terdapat pada rumah-siput telinga, dan temuan-temuannya menunjukkan kesimpulanbahwa Australopithecus tidak mungkin bipedal. Ini menggugurkan segala klaim bahwa Australopithecusitu seperti manusia. Rangkaian Homo: Manusia Sejati Tahap berikutnya dalam evolusi-manusia khayalan adalah “Homo”, yakni rangkaian manusia.Makhluk hidup ini ialah manusia yang tidak berbeda dari manusia modern, namun memiliki beberapaperbedaan rasial. Dengan berusaha menafsirkan perbedaan-perbedaan ini, para evolusionismelambangkan orang-orang ini tidak sebagai “ras” manusia modern, tetapi sebagai “spesies” lain.Namun demikian, seperti yang segera kita saksikan, orang-orang dalam rangkaian Homo itu tidak lainkecuali jenis ras manusia asli. Menurut skema khayal para evolusionis, evolusi khayal internal rangkaian spesies Homo adalahsebagai berikut: Pertama Homo erectus, lalu Homo sapiens purba dan manusia Neanderthal, kemudianmanusia Cro-Magnon, dan akhirnya manusia modern. Semua “spesies” yang telah kita sebut di atas tidak lain kecuali manusia asli, walaupun paraevolusionis menyatakan sebaliknya. Mula-mula mari kita periksa Homo erectus, yang diacu oleh paraevolusionis sebagai spesies manusia yang paling primitif. Bukti paling menonjol yang menunjukkan bahwa Homo ercetus bukan spesies “primitif” adalahfosil “Turkana Boy”, salah satu dari Homo erectus tertua yang diketemukan. Diperkirakan bahwa iniadalah fosil anak lelaki berusia 12 tahun, yang tingginya 1,83 meter pada masa remajanya. Strukturkerangka tegak fosilnya tidak berbeda dari yang terdapat pada manusia modern. Tingginya dan strukturkerangka rampingnya cocok seluruhnya dengan yang terdapat pada manusia yang hidup di daerah tropismasa kini. Fosil ini merupakan satu dari potongan-potongan bukti terpenting bahwa Homo erectushanyalah contoh ras manusia modern lainnya. Paleontolog evolusionis Richard Leaky membandingkanHomo erectus dengan manusia modern sebagai berikut: Kita bisa juga melihat perbedaan bentuk tengkorak, tingkat tonjolan wajah, ketegapan pundak,dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan ini barangkali tidak lebih nyata daripada yang kita lihat dewasaini antara ras-ras manusia modern yang berbeda secara geografis. Variasi biologis semacam itu timbultatkala populasi-populasi saling terpisah secara geografis selama waktu yang signifikan.9 Leaky bermaksud mengatakan bahwa perbedaan antara Homo erectus dan kita tidak lebih dariperbedaan antara orang Negro dan orang Eskimo. Corak tengkorak Homo erectus itu dihasilkan daricara makan mereka, emigrasi genetik mereka, dan dari tidak bercampurnya mereka dengan ras manusialain selama rentang waktu yang panjang. Sepotong bukti kuat lain bahwa Homo erectus bukan spesies “primitif” adalah bahwa fosil-fosilspesies yang telah digali ini berumur duapuluh tujuh ribu tahun dan bahkan tigabelas ribu tahun. 61
  • 62. Menurut sebuah artikel yang terbit di Time—yang bukan terbitan ilmiah, namun berpengaruh luasterhadap dunia ilmiah—fosil-fosil Homo erectus yang berumur duapuluh tujuh ribu tahun ditemukan dipulau Jawa. Di rawa Kow di Australia, beberapa fosil yang berusia tigabelas ribu tahun ditemukan yangmengandung ciri-ciri Homo Sapiens-Homo erectus. Semua fosil ini menunjukkan bahwa Homo erectusmelanjutkan kehidupan mereka hingga waktu yang dekat dengan zaman kita dan tidak lain kecuali rasmanusia yang pernah terkubur dalam sejarah. Homo Sapiens Purba dan Manusia Neanderthal Homo sapiens purba ialah pendahulu-langsung manusia kontemporer dalam skema evolusikhayalan. Para evolusionis tidak mempunyai fakta banyak untuk membicarakan manusia-manusia ini,karena mereka hanya terdapat sedikit perbedaan antara mereka dan manusia modern. Beberapa penelitibahkan menyatakan bahwa anggota ras ini masih hidup hari ini, dan menunjuk orang-orang Aborigin diAustralia sebagai contoh. Seperti Homo sapiens, orang-orang Aborigin juga mempunyai alismata tebalyang menonjol, struktur rahang yang melereng ke dalam, dan volume otak yang agak lebih kecil.Lagipula, penemuan yang signifikan telah dicapai yang mengisyaratkan bahwa orang-orang semacamini hidup di Hungaria dan di beberapa desa di Italia belum lama ini. Para evolusionis menunjuk fosil manusia yang tergali di lembah Neander, Belanda, yang dinamaiManusia Neanderthal. Terdapat banyak peneliti kontemporer yang mendefinisikan Manusia Neanderthalsebagai sub-spesies manusia modern dan menyebutnya “Homo sapiens neandertalensis”. Jelas bahwaras ini hidup bersama manusia modern pada waktu yang sama dan kawasan yang sama. Temuan-temuanitu memberi kesaksian bahwa orang-orang Neanderthal mengubur yang meninggal, memainkaninstrumen musik, dan mempunyai kesamaan budaya dengan Homo sapiens sapiens yang hidup selamaperiode yang sama. Tengkorak modern dan struktur tengkorak fosil Neanderthal seluruhnya tidakterbuka untuk segala spekulasi. Seorang pengarang terkemuka dalam persoalan ini, Erik Trinkaus dariUniversitas New Mexico menulis: Perbandingan rinci sisa-sisa tengkorak Neanderthal dengan tegkorak manusia modernmemperlihatkan bahwa tidak ada di anatomi Neanderthal yang kesimpulannya menunjukkankemampuan gerak, peran, intelektual, atau pun kebahasaan yang lebih rendah daripada kemampuanmanusia modern.10 Pada kenyataannya, orang-orang Neanderthal bahkan memiliki beberapa keunggulan“evolusioner” atas manusia modern. Kapasitas tengkorak orang Neanderthal lebih besar daripadakapasitas tengkorak manusia modern, mereka lebih tegap dan lebih berotot daripada kita. Trinkaumenambahkan: “Satu ciri Neanderthal yang paling khas adalah keraksasaan tubuh dan tulang lengan dantungkai mereka. Semua tulang yang diawetkan itu menyiratkan kekuatan yang jarang dimiliki olehmanusia modern. Lagipula, ketegapan ini tidak hanya terdapat di kalangan laki-laki dewasa,sebagaimana yang mungkin kita duga, tetapi juga terbukti ada di perempuan dewasa, remaja, danbahkan anak-anak.” Tepatnya, manusia Neanderthal ialah ras manusia tertentu yang berbaur dengan ras lain seiringdengan waktu. Semua faktor ini menujukkan bahwa skenario “evolusi manusia” yang dibuat oleh paraevolusionis merupakan isapan jempol mereka, dan bahwa manusia selalu manusia dan kera selalu kera. 62
  • 63. MUNGKINKAH KEHIDUPAN BERASAL DARI KEBETULAN MELALUI EVOLUSI? Teori evolusi berpendapat bahwa kehidupan berawal dengan sebuah sel yang terbentuk secarakebetulan dalam kondisi bumi yang primitif. Karena itu, mari kita periksa komposisi sel denganperbandingan sederhana untuk memperlihatkan betapa tidak masuk-akal menganggap keberadaan sel—suatu susunan yang masih misterius dalam banyak hal, bahkan juga ketika kita hendak melangkah diabad ke-21 ini—berasal dari kebetulan dan fenomena alam. Dengan semua sistem operasionalnya, sistem komunikasinya, transportasinya, danmanajemennya, sel tidak kalah rumitnya daripada kota besar. Sel mengandung stasiun-stasiun daya yangmenghasilkan energi yang dikonsumsi oleh sel, pabrik-pabrik yang menghasilkan enzim dan hormonyang amat penting bagi kehidupan, bank data yang menyimpan semua informasi penting mengenaisemua produk yang dihasilkan, sistem-sistem transportasi kompleks dan pipa-pipa untuk mengangkutbahan mentah dan produk dari satu tempat ke tempat lain, laboratorium-laboratorium hebat dan kilang-kilang minyak untuk mengurai bahan-bahan mentah dari luar menjadi bagian-bagian yang bisadimanfaatkan, dan protein-protein selaput yang dikhususkan untuk mengendalikan bahan-bahan yangkeluar-masuk. Ini semua hanyalah sebagian kecil dari sistem yang amat canggih ini. Sel sama sekali tidak terbentuk dari kondisi bumi yang primitif. Sel, yang komposisi danmekanismenya amat rumit, tidak bisa dibuat di laboratorium kita yang paling canggih sekalipun. Jugadengan penggunaan asam-asam amino, yang merupakan blok-blok pembangun sel, mustahil dihasilkanbanyak organ tunggal sel, seperti mitokondria atau ribosom, sebanyak sel yang utuh. Sel pertama yagdiaku hasil dari evolusi secara kebetulan itu hanyalah isapan jempol khayalan dan hasil dari fantasiseperti manusia berbadan kuda. Mungkinkah Protein Kebetulan? Bukan hanya sel yang tidak mungkin diproduksi; dalam keadaan alamiah, mustahil dibentukprotein, tunggal sekalipun, dari ribuan molekul protein kompleks penyusun sel. Protein adalah molekul raksasa yang terdiri atas asam-asam amino yang tertata dengan rangkaianjumlah dan susunan yang tertentu. Molekul-molekul ini merupakan blok-blok pembangun sel hidup.Yang paling sederhana tersusun dari 50 asam amino; namun ada beberapa protein yang terdiri dariribuan asam amino. Di samping itu, ketiadaan atau penggantian asam amino tunggal dalam strukturprotein sel hidup, yang masing-masing mempunyai fungsi khusus, menyebabkan protein menjaditimbunan molekul yang tiada guna. Para pendiri teori evolusi, dalam hal pembentukan protein, tidakmampu menunjukkan “pembentukan kebetulan” asam amino. Kita bisa dengan mudah memperagakan, dengan perhitungan probabilitas sederhana yang bisadipahami oleh siapa saja, bahwa struktur fungsional protein sama sekali tidak mungkin terjadi secarakebetulan. Ada duapuluh jenis asam amino. Jika kita pertimbangkan bahwa molekul protein rata-ratatersusun dari 288 asam amino, maka terdapat 10300 kombinasi asam yang berlainan. Di antara semuakemungkinan rangkaian ini, hanya “satu” yang merupakan molekul protein yang diminta. Rangkaian-rangkaian asam amino lain tidak berguna sama sekali atau berpotensi membahayakan makhluk hidup.Dengan kata lain, peluang pembentukan secara kebetulan satu molekul protein saja yang dikutip di atasadalah “1 dalam 10300”. Peluang “1” ini terjadi dari bilangan astronomis yang berisi angka 1 yang diikuti 63
  • 64. dengan 300 nol pada praktisnya nol saja; ini mustahil. Lagipula, satu molekul protein yang terdiri dari288 asam amino adalah agak rendah bila dibandingkan dengan beberapa molekul protein raksasa yangmengandung ribuan asam amino. Bila kita terapkan perhitungan probabilitas yang serupa itu terhadapmolekul-molekul protein raksasa ini, kita lihat bahwa kata “mustahil” pun menjadi tidak memadai. Jika pembentukan secara kebetulan satu protein saja mustahil, maka milyaran kali lebih mustahilbagi sekitar satu juta protein untuk secara kebetulan bersama-sama muncul dengan cara yang tertata danmenjadi sel manusia yang lengkap. Lebih-lebih, sel bukan sekadar sekumpulan protein. Di sampingprotein, sel-sel juga mengandung asam nukleik, karbohidrat, lipida, vitamin, dan banyak zat kimia lainsemisal elektrolit, semuanya tertata secara serasi dan dengan desain dengan proporsi tertentu, baikstruktur maupun fungsinya. Masing-masing berfungsi sebagai unsur atau blok pembangun denganberbagai organ. Seperti yang telah kita lihat, teori evolusi tidak mampu menjelaskan pembentukan sebuah sajadari jutaan protein di dalam sel, biarlah menjelaskan sel itu sendiri. Prof. Dr. Ali Demirsoy, seorang pakar evolusionis terkemuka Mesir, dalam bukunya Kalitim veEvrim (Warisan dan Evolusi), membahas peluang pembentukan Cytochrome-C secara kebetulan, salahsatu dari enzim terpenting bagi kehidupan: Peluang pembentukan rangkaian Cytochrome-C mungkin nol. Dengan kata lain, jika kehidupanmemerlukan suatu rangkaian tertentu, bisa dikatakan bahwa peluangnya untuk terwujud adalah satu kalidi alam semesta. Kalau tidak, kekuatan metafisis di luar definisi kita mestinya telah bertindak dalampembentukannya. Menerima yang terakhir ini tidak tepat demi tujuan-tujuan ilmu pengetahuan. Karenaitu, kita harus menengok hipotesis pertama.11 Sesudah baris-baris ini, Demirsoy menerima bahwa peluang ini, yang ia terima hanya karena“lebih tepat demi tujuan-tujuan ilmu pengetahuan”, tidak realistis: Peluang penyediaan rangkaian asam amino tertentu untuk Cytochrome-C adalah bagaikanpeluang kera yang menulis sejarah manusia dengan mesin ketik—dengan mengambil begitu saja bahwakera itu mengetik huruf secara acak.12 Rangkaian yang benar asam amino yang tepat saja tidak cukup untuk pembentukan satu molekulprotein yang terdapat di makhluk hidup. Di samping ini, masing-masing dari duapuluh jenis asam aminoyang berlainan yang terdapat di susunan protein ini harus kidal. Secara kimiawi, ada dua jenis asamamino yang berbeda yang disebut “kidal” dan “non-kidal”. Perbedaan antara keduanya adalah simetri-cermin antara tiga struktur dimensionalnya, yang serupa dengan orang yang kidal dan non-kidal. Asamamino kedua jenis ini terdapat di alam dengan jumlah yang sama dan dapat saling terikat dengansempurna. Namun, riset menyingkapkan fakta yang menakjubkan: semua protein yang terdapat distruktur makhluk hidup terbuat dari asam amino kidal. Bahkan satu asam amino tunggal non-kidal yangmelekat di struktur protein membuatnya tak berguna. Mari kita umpamakan sesaat bahwa kehidupan menjadi ada secara kebetulan sebagaimanatuntutan para evolusionis. Dalam hal ini, asam amino kidal dan non-kidal yang muncul secara kebetulanharus ada di alam dengan jumlah yang kira-kira sama. Persoalan bagaimana protein bisa hanya memilihasam amino kidal, dan betapa tidak satu pun asam amino non-kidal yang terlibat dalam proseskehidupan masih merupakan sesuatu yang membingungkan para evolusionis. Dalam Britannica ScienceEncyclopaedia, sebuah pembela gigih teori evolusi, para pengarangnya menunjukkan bahwa asam-asamamino semua organisme-hidup di bumi dan blok-blok polimer kompleks seperti protein memilikiasimetri kidal yang sama. Mereka menambahkan bahwa ini serupa dengan mengundi dengan lontaran 64
  • 65. koin dan selalu mendapatkan kepala. Dalam ensiklopedi tersebut, mereka menyatakan bahwa mustahilmemahami mengapa molekul-molekul menjadi kidal atau non-kidal dan bahwa pilihan ini secaramengagumkan berkaitan dengan sumber kehidupan di bumi.13 Belumlah memadai penataan asam amino dalam jumlah dan rangkaian yang benar, dan di strukturtiga-dimensi yang diperlukan. Pembentukan protein juga mensyaratkan agar molekul asam aminodengan lebih dari satu lengan saling dihubungkan dengan yang lain melalui lengan tertentu saja. Ikatansemacam ini disebut “ikatan peptida”. Asam-asam amino dapat membuat ikatan-ikatan yang berlainansatu sama lain; namun protein hanya terdiri atas asam amino yang menyatu dengan ikatan “peptida”. Riset menunjukkan bahwa hanya 50% dari asam amino yang secara acak menyatu dengan ikatanpeptida dan bahwa yang lainnya menyatu dengan ikatan-ikata lain yang tidak terdapat di protein. Agarberfungsi dengan tepat, setiap asam amino penyusun protein harus bergabung dengan asam amino laindengan ikatan peptida, karena inilah satu-satunya yang harus dipilih oleh yang kidal. Tak meragukan,tidak ada mekanisme kendali untuk menyeleksi dan membiarkan asam amino non-kidal dan secarapribadi memastikan bahwa setiap asam amino membuat ikatan peptida dengan yang lain. Dalam keadaan-keadaan ini, peluang molekul protein rata-rata yang mengandung limaratus asamamino yang menata sendiri dengan jumlah dan rangkaian yang benar, di samping peluang asam aminountuk hanya mengandung yang kidal dan hanya bergabung dengan ikatan peptida adalah sebagaiberikut: Peluang dengan rangkaian yang benar = 1/20500 = 1/10650 Peluang berkidal = 1/2500 = 1/10150 Peluang bergabung dengan ikatan “peptida” = 1/2499 = 1/10150 PROBABILITAS TOTAL = 1/10950, yakni peluang “1” dalam 10950 Sebagaimana bisa anda lihat di atas, peluang pembentukan molekul protein yang mengandunglimaratus asam amino adalah “1” dibagi dengan angka yang terbentuk dengan menempatkan 950 nolsetelah “1”, suatu bilangan yang tak terbayangkan oleh benak manusia. Ini hanya peluang di atas kertas.Pada praktisnya, peluang realisasinya adalah “0”. Dalam matematika, peluang yang lebih kecil daripada1050 secara statistik peluang realisasinya dianggap “0”. Bila kemustahilan pembentukan molekul protein yang terbuat dari limaratus asam aminomencapai angka sejauh itu, selanjutnya kita bisa mendorong batas-batas akal ke tingkat kemustahilamyang lebih tinggi. Di molekul “hemoglobin, suatu protein yang vital, terdapat limaratus tujuhpuluh-empat asam amino, yang jumlahnya jauh lebih besar daripada asam amino penyusun protein yang kitasebut di atas. Sekarang, perhatikan hal ini: di satu sel saja dari milyaran sel darah merah, terdapat“280.000.000” (280 juta) molekul hemoglobin. Usia kira-kira bumi tidak memadai untuk mampumembentuk satu protein tunggal saja, membiarkan sel darah merah sendirian, dengan metode “coba dancoba lagi”. Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa teori evolusi terjerumus ke jurang dalamkemustahilan pada tahap pembentukan protein tunggal. 65
  • 66. KETERANGAN HALAMAN 122 Peluang molekul protein rata-rata yang mengandung limaratus asam amino yangtertata dengan jumlah dan rangkaian yang benar, di samping peluang asam amino untukhanya mengandung yang kidal dan hanya bergabung dengan ikatan peptida adalah “1”dibagi dengan 10950. Kita dapat menulis angka ini, yang terbentuk dengan menempatkan 950nol setelah “1”, sebagai berikut: Mencari Jawaban atas Munculnya Kehidupan Dengan menyadari keganjilan besar terhadap peluang kehidupan yang terbentuk secara kebetulan,para evolusionis tidak mampu memberi penjelasan yang rasional atas keyakinan mereka, sehinggamereka mulai mencari cara untuk menunjukkan bahwa keganjilan itu tidak terlalu merisaukan. Mereka merancang sejumlah eksperimen laboratorium untuk mengatasi persoalan tentangbagaimana kehidupan muncul sendiri dari zat yang non-hidup. Eksperimen yang paling terkenal danpaling terhormat adalah yang dikenal sebagai “Eksperimen Miller” atau “Eksperimen Urey-Miller”,yang dilaksanakan oleh Stanley Miller peneliti dari Amerika pada 1953. Dengan tujuan membuktikan bahwa asam amino bisa menjadi ada dengan kebetulan, Millermenciptakan suatu atmosfir di laborataoriumnya yang ia anggap ada di bumi purba (namun yang dikemudian hari terbukti tidak realistis) dan ia pasang untuk penelitian. Campuran yang ia pakai untukatmosfir purba ini terdiri dari amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Miller mengetahui bahwa metana, amonia, uap air, dan hidrogen tidak akan saling bereaksi dalamkondisi alamiah. Ia sadar bahwa ia harus menyisipkan energi ke dalam campuran itu untuk memulaireaksi [kimia]. Ia berpendapat bahwa energi ini bisa berasal dari cahaya petir di atmosfir purba dan,berdasarkan anggapan ini, ia menggunakan pelepasan listrik buatan di eksperimennya. Miller mendidihkan campuran gas ini pada 100 0C selama seminggu, dan, di samping itu, iamemasukkan arus listrik ke ruangan tersebut. Pada akhir minggu itu, Miller menganalisis zat-zat kimiayang terbentuk di ruangan itu dan mengamati bahwa terdapat duapuluh asam amino, yang merupakanunsur dasar protein, yang telah tersintesis. Eksperimen ini menimbulkan kehebohan besar di kalangan evolusionis dan merekamengajukannya sebagai keberhasilan yang luar biasa. Dengan terdorong oleh pikiran bahwa eksperimenini jelas-jelas mengesahkan teori mereka, para evolusionis segera memproduksi skenario baru. Millerdisangka telah membuktikan bahwa asam amino bisa terbentuk sendiri. Dengan berlandaskan hal ini,mereka buru-buru menyusun hipotesis tahap-tahap berikutnya. Menurut skenario mereka, selanjutnyaasam-asam amino menyatu secara kebetulan dengan rangkaian yang tepat untuk membentuk protein.Beberapa protein yang terbentuk secara kebetulan ini menempatkan diri di struktur yang menyerupaiselaput sel, yang “agaknya” menjadi eksis dan membentuk sebuah sel primitif. Lama-kelamaan sel-selitu menyatu dan membentuk organisme hidup. Arus utama terbesar skenario ini adalah eksperimenMiller. Akan tetapi, eksperimen Miller tidak lain kecuali dibuat-buat, dan karenanya terbukti tidak benardalam banyak hal. Kebatilan Eksperimen Miller Hampir setengah abad berlalu sejak Miller mengadakan eksperimen ini. Walaupun ternyata batildalam banyak hal, para evolusionis masih mengajukan Miller dan hasil-hasilnya sebagai bukti mutlak 66
  • 67. bahwa kehidupan bisa terbentuk seketika dari zat non-hidup. Akan tetapi, bila kita nilai eksperimenMiller secara kritis, tanpa bias dan subyektivitas pemikiran evolusionis, situasinya tidak seoptimispemikiran evolusionis. Miller menetapkan sendiri tujuannya untuk membuktikan bahwa asam aminobisa terbentuk dengan sendirinya dalam kondisi primitif bumi. Beberapa asam amino dihasilkan, tetapipelaksanaan eksperimen itu bertentangan dengan tujuannya dalam banyak hal, seperti yang sekaranghendak kita lihat. ö Miller mengisolasi asam-asam amino itu dari lingkungan segera setelah mereka terbentuk,dengan menggunakan mekanisme yang disebut “perangkap dingin”. Kalau ia tidak melakukannya,kondisi lingkungan tempat terbentuknya asam amino akan segera menghancurkan molekul-molekultersebut. Sangatlah sia-sia dugaan bahwa mekanisme buatan jenis ini serupa dengan kondisi purba bumi,yang mencakup radiasi ultraviolet, halilintar, berbagai zat kimia, dan oksigen bebas dengan persentaseyang tinggi. Tanpa mekanisme semacam itu, segala asam amino yang memang terbentuk akan segerahancur. ö Lingkungan atmosfir purba yang diupayakan tiruannya oleh Miller dalam eksperimennya tidakrealistis. Nitrogen dan karbondioksida merupakan unsur atmosfir purba, namun Miller mengabaikannyadan justru memakai metana dan amonia. Mengapa? Mengapa para evolusionis bertahan pada gagasan bahwa atmosfir primitifmengandung banyak metana (CH4), amonia (NH3), dan uap air (H2O)? Jawabannya sederhana: tanpaamonia, mustahil mensintesiskan asam amino. Kevin McKean membahas hal ini dalam suatu artikelyang terbit di majalah Discover: Miller dan Urey meniru atmosfir purba bumi dengan campuran metana dan amonia. Menurutmereka, bumi [pada zaman purba itu] sebenarnya merupakan campuran yang homogen dari logam, batu,dan es. Namun dalam penelitian-penelitian mutakhir, terpahami bahwa bumi sangat panas pada waktuitu dan tersusun dari nikel dan dan besi yang membara. Karena itu, atmosfir kimiawi pada masa itumestinya sebagian besar terbentuk dari nitrogen (N2), karbondioksida (CO2), dan uap air (H2O). Namunini semua bukan metana dan amonia untuk menghasilkan molekul-molekul organik.14 Setelah lama bungkam, Miller sendiri mengakui bahwa lingkungan atmosfir yang ia manfaatkandalam eksperimennya tidak realistis. ö Hal penting lain yang membatalkan eksperimen Miller bahwa terdapat cukup oksigen untukmenghancurkan semua asam amino di atmosfir pada saat para evolusionis mengira bahwa asam aminoterbentuk. Konsentrasi oksigen ini tentu saja menghalangi pembentukan asam amino. Situasi inisepenuhnya meniadakan eksperimen Miller, yang melalaikan oksiogen secara total. Seandainya iamenggunakan oksigen di eksperimennya, metana akan terurai menjadi karbondioksida dan air, danamonia akan terurai menjadi nitrogen dan air. Di sisi lain, karena belum ada lapisan ozon, tidak mungkin ada molekul organik yang hidup dibumi karena tidak terlindung sama sekali dari sinar ultraviolet yang menyengat. ö Di samping beberapa asam amino yang amat perlu bagi kehidupan, eksperimen Miller jugamenghasilkan banyak asam organik dengan karakteristik yang sangat membahayakan struktur danfungsi makhluk hidup. Jika ia tidak mengisolasi asam-asam amino tersebut dan membiarkan mereka dilingkungan yang sama dengan zat-zat kimiawi ini, kehancuran mereka atau perubahan mereka menjadicampuran yang berbeda melalui reaksi kimia tidak akan terhindarkan. Lebih-lebih, sejumlah besar asamamino non-kidal juga terbentuk. Keberadaan asam-asam amino ini sendiri menyangkal teori [evolusi], 67
  • 68. bahkan dengan penalarannya sendiri, karena asam amino non-kidal tidak mampu berfungsi dalamkomposisi organisme-organisme hidup dan merupakan protein yang tiada guna bila mereka terdapat dikomposisi mereka. Kesimpulannya, keadaan pada waktu terbentuknya asam amino dalam eksperimen Miller tidaklayak bagi bentuk-bentuk kehidupan untuk menjadi ada. Media pembentukan mereka adalah campuranasam amino yang menghancurkan dan mengoksidasi segala molekul yang berguna yang mungkindiperoleh. Para evolusionis itu sendiri sebenarnya membuktikan kesalahan teori evolusi, kendati merekatidak bermaksud demikian, dengan mengajukan eksperimen ini sebagai “bukti”. Jika eksperimentersebut membuktikan sesuatu, maka itu adalah bahwa asam amino hanya bisa diproduksi di lingkunganlaboratorium yang terkendali yang telah dirancang secara khusus dan disengaja dengan semua kondisiyang diperlukan. Dengan kata lain, eksperimen tersebut menunjukkan bahwa yang menyebabkankehidupan (termasuk asam amino yang “hampir hidup”) menjadi ada bukanlah kebetulan yang takdisengaja, melainkan kehendak yang disengaja—atau dengan satu kata, Penciptaan. Karena itu, setiaptahap Penciptaan merupakan ayat yang membuktikan kepada kita keberadaan dan kekuasaan Allah. DNA: Molekul Ajaib Teori evolusi belum mampu menyediakan penjelasan yang masuk akal perihal keberadaanmolekul yang merupakan basis sel. Bahkan, perkembangan ilmu genetika dan penemuan asam nukleik(DNA dan RNA) menimbulkan masalah yang baru sekali bagi teori evolusi. Pada 1955, karya dua ilmuwan DNA, James Watson dan Francis Crick, meluncurkan era barubiologi. Terdapat banyak ilmuwan yang mengarahkan perhatian mereka ke ilmu genetika. Kini, setelahbertahun-tahun penelitian, ilmuwa-ilmuwan telah banyak memetakan struktur DNA. Di sini, kami perlu memberi beberapa informasi dasar tentang struktur dan fungsi DNA. Molekul yang disebut DNA, yang terdapat di inti masing-masing dari 100 trilyun sel di tubuhkita, mengandung rencana konstruksi yang lengkap tentang tubuh manusia. Informasi mengenaikarakteristik seseorang, dari tampilan fisik hingga struktur organ dalam, direkam di DNA dengan sistempenyandian istimewa. Informasi di DNA disandi dalam rangkaian empat basis khusus yang menyusunmolekul ini. Basis-basis ini ditentukan sebagai A, T, G, dan C menurut huruf awal nama mereka. Semuaperbedaan struktural di antara orang-orang bergantung pada variasi rangkaian basis-basis ini. Terdapatsekitar 3,5 milyar nukleotida, yakni 3,5 trilyun huruf di molekul DNA. Data DNA yang mengenai protein atau organ tertentu tercakup dalam unsur-unsur khusus yangdisebut “gen”. Sebagai misal, informasi mengenai mata ada di sederetan gen khusus, sedangkaninformasi mengenai jantung ada di sederetan lain. Sel-sel itu menghasilkan protein denganmenggunakan informasi di semua gen ini. Asam amino yang merupakan struktur protein ditentukan olehtatanan rangkaian tiga nukleotida di DNA. KETERANGAN HALAMAN 127 Molekul yang disebut DNA mengandung rencana konstruksi yang lengkap tentangtubuh manusia. Dalam hal ini, sebuah rincian penting layak diperhatikan. Suatu kekeliruan di rangkaiannukleotida penyusun suatu gen menyebabkan gen itu tidak berguna sama sekali. Bila kita perhatikan 68
  • 69. bahwa terdapat 200 ribu gen di tubuh manusia, ini merupakan bukti tambahan betapa mustahil bagijutaan nukletida yang menyusun gen-gen ini terbentuk secara kebetulan dengan rangkaian yang benar.Seorang biolog evolusionis, Frank Salisbury, mengomentari kemustahilan ini seraya mengatakan: Protein medium mungkin meliputi sekitar 300 asam amino. Gen DNA yang mengendalikan inisekitar 1.000 nukleotida di rantai ini. Karena ada empat jenis nukleotida di rantai DNA, yangmengandung 1.000 hubungan bisa ada dalam 41000 bentuk. Dengan menggunakan aljabar kecil(algoritma), kita bisa melihat bahwa 41000 = 10600. Sepuluh dikalikan dengan dirinya sendiri 600 kalimenghasilkan angka 1 yang diikuti dengan 600 nol! Bilangan ini jauh di luar jangkauan pemahamankita.15 Angka 41000 sama dengan 10600. Kita memperoleh bilangan ini dengan menambahkan 600 nolterhadap 1. Karena 10 dengan 11 nol menunjukkan trilyun, bilangan dengan 600 nol memang angkayang sulit untuk dimengerti. Evolusionis Prof. Ali Demirsoy terpaksa menerima persoalan berikut ini: Pada kenyataannya, peluang pembentukan acak protein dan asam nukleik (DNA-RNA) terlampaukecil. Kesempatan munculnya serantai protein tertentu saja bersifat astronomik.16 Di samping semua kemustahilan ini, DNA nyaris tidak bisa terlibat dalam suatu reaksi karenabentuk spiral ikatan-gandanya. Ini juga membuatnya mustahil membayangkan bahwa ini bisa menjadibasis kehidupan. Lebih-lebih, sementara DNA hanya bisa menggandakan diri dengan bantuan beberapa enzimyang pada kenyataannya protein, sintesis enzim-enzim ini hanya dapat terwujud dengan informasi yangdisandi di DNA. Karena mereka berdua saling bergantung, mereka harus ada di waktu yang sama untukpenggandaan diri, atau salah satu dari keduanya harus “diciptakan” sebelum yang lain. Jacobson seorangmikrobiolog Amerika mengomentari persoalan ini: Pengarahan yang lengkap untuk reproduksi rencana, untuk energi dan pencabutan bagian-bagiandari lingkungan mutakhir, untuk pertumbuhan rangkaian, dan untuk mekanisme efektor yangmenerjemahkan instruksi menjadi pertumbuhan—semuanya harus hadir secara serempak pada saat itu(ketika kehidupan berawal). Kombinasi peristiwa ini tampaknya dengan luar biasa tidak mungkinkejadian yang kebetulan, dan seringkali dianggap berasal dari intervensi ilahi.17 Kutipan di atas ditulis dua tahun sesudah pengungkapan struktur DNA oleh James Watson danFrancis Crick. Walau terdapat semua perkembangan ilmu tersebut, masalah ini masih tak terpecahkanbagi para evolusionis. Ringkasnya, kebutuhan akan DNA dalam reproduksi, perlunya kehadiranbeberapa protein untuk reproduksi, dan persyaratan untuk menghasilkan protein-protein ini menurutinformasi di DNA seluruhnya melumpuhkan tesis-tesis evolusi. Dua ilmuwan Jerman, Junker dan Scherer, menjelaskan bahwa sintesis semua molekul itumemerlukan evolusi kimiawi, membutuhkan kondisi yang khas, dan bahwa peluang pencampuranbahan-bahan ini yang secara teoretis mempunyai metode pemerolehan yang sangat lain adalah nol: Hingga sekarang, tiada eksperimen yang diketahui bisa mendapatkan semua molekul yangdiperlukan untuk evolusi kimiawi. Karena itu, menghasilkan berbagai molekul di tempat-tempat yangberlainan di bawah kondisi yang sangat laik dan kemudian membawa mereka ke tempat lain untukreaksi dengan melindungi mereka dari unsur-unsur yang berbahaya seperti hidrolisis dan fotolisis adalahperlu.18 Singkatnya, teori evolusi tidak mampu untuk membuktikan semua tahap evolusi yang disangkaterjadi pada level molekul. 69
  • 70. Kesimpulan dari pembahasan kita sejauh ini, baik asam-asam amino maupun produk-produkmereka, yakni protein-protein penyusun sel-sel makhluk hidup, tidak bisa dihasilkan di segalalingkungan yang disebut “atmosfir primitif”. Lebih-lebih, faktor-faktor seperti struktur protein yang luarbiasa rumitnya, corak kidal, non-kidal, dan sulitnya pembentukan ikatan peptida hanyalah sebagian darialasan-alasan mengapa mereka juga tidak akan pernah dihasilkan di segala eksperimen mendatang. Meskipun kita memperkirakan sesaat bahwa protein-protein agaknya memang terbentuk secarakebetulan, yang masih tidak berarti, karena protein bukan apa-apa sama sekali dengan sendirinya:mereka tidak bisa mereproduksi sendiri. Sintesis dimungkinkan hanya dengan informasi yang disandi dimolekul-molekul DNA dan RNA. Tanpa DNA dan RNA, reproduksi protein mustahil. Rangkaiantertentu duapuluh asam amino yang berbeda yang disandi di DNA menentukan struktur semua protein ditubuh. Akan tetapi, seperti yang telah banyak dijelaskan oleh semua orang yang telah mengkaji molekul-molekul ini, DNA dan RNA mustahil terbentuk secara kebetulan. FAKTA PENCIPTAAN Dengan runtuhnya teori evolusi di segala bidang, nama-nama terkemuka di disiplin ilmumikrobiologi sekarang ini menerima fakta penciptaan dan mulai membela pandangan bahwa segalasesuatu diciptakan oleh suatu Pencipta dengan sengaja sebagai bagian dari penciptaan yang agung.Telah menjadi fakta bahwa orang-orang tidak bisa mengabaikannya. Ilmuwan-ilmuwan yang dapatmendekati pekerjaan mereka dengan otak terbuka telah mengembangkan suatu pandangan yang disebut“desain cerdas”. Michael J. Behe, salah seorang terkemuka dari ilmuwan-ilmuwan ini, menyatakanbahwa ia menerima mutlak adanya Pencipta dan memerikan kebuntuan mereka yang menyangkal faktaini: Hasil dari upaya yang kumulatif untuk menyelidiki sel—menyelidiki kehidupan di level molekul—adalah pekik “desain!” yang keras, jernih, tajam. Hasilnya sangat terang dan sangat bermaknasehingga harus dinilai sebagai salah satu dari prestasi terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.Keberhasilan sains ini mesti menimbulkan pekik “Eureka” dari sepuluhribu leher. Akan tetapi, tiada buka sumbat botol, tiada tepuk tangan. Justru suatu keheningan aneh yangmembuat malu di sekitar kerumitan belaka sel. Bila subyek ini muncul di publik, kaki mulai menyeret,dan pernapasan menjadi kembang-kempis. Secara pribadi orang-orang agak lebih santai, banyak yangterang-terangan menerima kejelasan ini namun kemudian menundukkan kepala, bergeleng-geleng,terpana. Mengapa masyarakat ilmiah tidak melahap penemuan ajaibnya? Mengapa observasi desainditangani dengan sarung tangan intelektual? Dilemanya adalah bahwa kala satu sisi gajah ini dinamaidesain cerdas, sisi lainnya harus dinamai Tuhan.19 Hari ini, terdapat banyak orang yang bahkan tidak sadar bahwa mereka dalam keadaan menerimasekumpulan kesesatan sebagai kebenaran atas nama ilmu pengetahuan, bukan beriman kepada Allah.Mereka yang tidak mendapati kalimat “Allah menciptakan anda dari ketiadaan” cukup ilmiah bisameyakini bahwa makhluk hidup pertama menjadi ada melalui halilintar yang menyambar “kabut purba”milyaran tahun yang lalu. Sebagaimana telah kami perikan di berbagai tempat di buku ini, keseimbangan alam sangatsetimbang dan sangat banyak sehingga tidak rasional sama sekali klaim bahwa alam berkembang “tanpadisengaja”. Tidak peduli berapa banyak orang yang tidak dapat menempatkan diri sendiri bebas dariketidakmasukakalan yang mungkin diupayakan ini, ayat-ayat Allah di langit dan di bumi gamblangsekali dan tak tersangkal. 70
  • 71. Allah ialah Pencipta langit, bumi, dan segala yang di antara keduanya. Ayat-ayat-Nya memenuhi alam semesta. FALSAFAH SESAT YANG MENGINGKARI ALLAH Pada bab-bab terdahulu kita melihat jelas tanda-tanda keberadaan Allah. Tak dapat disangsikan,hal-hal yang telah kami paparkan di buku ini hanyalah sebagian kecil dari bukti ketakterbatasan-Nya.Ke mana pun anda berpaling, anda jumpai benda-benda yang menunjukkan keberadaan Sang Pencipta. Lantas, mengapa masih terdapat banyak ateis di bumi ini? Lebih-lebih, mengapa sebagianilmuwan masih ateis? Mengapa mereka berkeras kepala mengingkari keberadaan Allah, walau amatbanyak tanda yang gamblang? Ketika kami cari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, kami jumpai beberapa prasangkafilosofis yang menelurkan keyakinan ateistik orang-orang—termasuk ilmuwan-ilmuwan ateis.Pandangan filosofis ini, yang pada umumnya dikenal sebagai materialisme, berpendapat bahwa alamsemesta ini kekal dan berjalan sendiri tanpa memerlukan Pencipta. Menurut para ateis, materimerupakan satu-satunya daya yang eksis. Materi tidak diciptakan, tetapi berfungsi dalam suatukebiasaan yang tak terkendali tanpa campur tangan dari Pencipta. Sejauh ini ada banyak filsuf yangmenganut pandangan ini. Terdapat banyak orang, yang mendasarkan diri pada pandangan ini, dari parapenganut agama-agama pagan Sumeria kuno sampai filsuf-filsuf atomistik Yunani kuno dan parapenganut materialisme dialektis zaman modern, yang mengingkari keberadaan Allah. Akan tetapi, pengingkaran ini tidak berdasarkan landasan yang kokoh. Mereka sangat yakin akankeabadian materi. Mereka menerima teori evolusi dengan penalaran semacam ini dan meyakininyadengan keras hati. Bila dihadapkan dengan bukti-bukti bahwa kehidupan itu terlalu rumit untukdiadakan secara kebetulan, sebagaimana pernah dinyatakan oleh seorang mikrobiolog Amerika terkenalMichael Behe, mereka hanya terdiam dan mengalihkan tema pembicaraan. Situasi ini menunjukkan bahwa ada prasangka yang menyebabkan orang-orang ini membelenggudiri-sendiri dengan materialisme dan produk alamiahnya, ateisme. Pengingkaran mereka akankeberadaan Allah tidak berdasarkan penilaian atas bukti-bukti konkret dari sudut pandang obyektif,tetapi sebaliknya, kendati ada fakta-fakta konkret itu. Selanjutnya, mereka berusaha memaksakan kekafiran mereka itu kepada masyarakat luas. PARA PENYUSUN “TIPU MUSLIHAT” Propaganda yang terorganisasi melawan keimanan kepada Allah menunjukkan bahwa pergerakanini didalangi dari pusat-pusat tertentu. Dengan kata lain, ada sejumlah pusat kekuatan yang sungguh-sungguh berupaya melunturkan iman masyarakat. Tidak mengejutkan, Allah dalam Al-Qur’an telahmeminta perhatian kita pada kelompok-kelompok ini. Pada satu ayat, sekelompok orang yang dihukumdengan api neraka di Hari Akhir berteriak kepada pemimpin-pemimpin mereka yang telah menyebabkanmereka sesat di dunia, dan berkata: Tidak! Itu tipu muslihat (kalian) siang-malam tatkala kalian menyeru kami (terus- 71
  • 72. menerus) supaya kami kafir kepada Allah dan membuat sekutu-sekutu-Nya! (Surat Saba’, 33) Kelompok-kelompok ini yang, dengan tipu muslihatnya yang terencana, menyeru kelompok-kelompok lain agar kafir kepada Allah telah muncul dalam sejarah di segala masa dengan nama dankedok yang berlainan. Namun demikian, sifat dasar mereka selalu sama. Allah memaparkannya di Al-Quran sebagai ”orang yang bermewah-mewah” (Surat al-Mu’minuun, 64) atau “pemuka-pemuka yangmenyombongkan diri di antara kaumnya” (Surat al-A’raaf, 75), yang berarti bahwa orang-orang ini ialahkalangan hartawan kaya-raya, berkedudukan tinggi di masyarakat, dan memperlihatkan keangkuhan dankesombongan karena harta-benda mereka. Dengan merasa bahwa keleluasaan mereka yang merekarenggut secara lalim dan menindas itu terancam oleh agama, mereka ingin menyingkirkannya. Karenainilah mereka menyusun “tipu muslihat” dengan tujuan memurtadkan kaum mereka. Tentu saja tidak mungkin ada definisi yang tunggal mengenai kekuatan-kekuatan yangterorganisasi semacam itu. Mereka menggunakan identitas dan bentuk yang berbeda di masyarakat yangberbeda. Akan tetapi, bila kita lihat sejarah pada tiga atau empat abad terakhir ini, kita dapati suatuorganisasi internasional yang cocok dengan deskripsi ayat-ayat Al-Qur’an tersebut. Organisasi itu ialah freemasonry. Dalam hal ini kami kami juga perlu menekankan bahwa perjuangan global freemasonrydilaksanakan dan didukung oleh suatu pusat kekuatan yang disebut dalam Al-Qur’an: Yahudi. Kendatiagama Yahudi adalah agama ilahi dan orang-orang Yahudi ialah penganut agama ini, merekamemainkan peranan, seperti yang kami sebut di atas, yang penting sekali dalam propaganda anti-agamayang diselenggarakan di segenap penjuru dunia. Ini terutama karena pengubahan Perjanjian Lama secarasewenang-wenang oleh pendeta-pendeta Yahudi dan penyisipan kepercayaan-kepercayaan takhyul kedalam agama murni yang disiarkan oleh Nabi Musa. Dengan tidak lagi menjadi agama ilahi sebagaiakibat dari pengubahan-pengubahan yang dilakukan oleh pendeta-pendeta Yahudi, Yahudi telahmenjadi ideologi yang mendunia dan berlebih-lebihan. Pada puncaknya, kalangan Yahudi ultra-konservatif, yang menganggap agama sebagai konsep yang diperuntukkan bagi mereka saja,berpandangan bahwa Nasrani dan Islam merupakan “agama palsu” yang harus dibasmi. Di samping itu,peranan yang menarik ini menyebabkan mereka bertindak sebagai kekuatan yang berusaha sekeras-kerasnya menghapus semua agama dari dunia ini. Inilah alasan kerjasama antara Yahudi danfreemasonry. PERAN FREEMASONRY Dengan berakar di dunia Barat, yang kemudian menyebar ke mana-mana, organisasi rahasia iniselalu menjadi sumber pemikiran dan kegiatan yang anti-agama di setiap negara yang disusupinya. Suatu penyelidikan yang mendalami sejarah peperangan terhadap agama di segala negara di duniaselama beberapa abad terakhir ini mengungkapkan bahwa freemasonry selalu berada di pusatpergerakan semacam ini. Dalam hal ini, sejarah Eropa sungguh jelas sekali. Karena itulah pemimpinumat Katolik, Paus Leo XIII, menuding freemasonry dalam ensiklik terkenalnya, Humanum Genus(1884), yang memaparkan tujuan organisasi itu sebagai berikut: Pada masa kita, dengan bantuan dan dukungan dari perhimpunan yang disebut freemasonry, yangmemiliki organisasi yang luas dan kuat, usaha-usaha dari mereka yang mengabdi kepada kekuatan hitamtelah disatukan. Mereka tidak merasa perlu lagi menyembunyikan niat jahat dan perlawanan terhadap 72
  • 73. Tuhan Yang Mahasuci. Semua tujuan dan usaha para freemason mengarah ke satu maksud: menghapussemua tatanan sosial dan keagamaan Kristiani dan menegakkan suatu sistem aturan baru yangdidasarkan pada prinsip-prinsip naturalisme dan pemikiran-pemikiran mereka sendiri.20 Analisis Paus yang dibuat pada akhir abad ke-19 ini mutlak benar. Bila kita perhatikan terbitanmasonik mutakhir, kita lihat bahwa tujuan dasar organisasi ini adalah menghapus semua agama dimasyarakat. Seorang pengikut freemasonry dalam pamfletnya menyatakan bagaimana agama bisadiberantas melalui “penyebaran ilmu-ilmu positivis ke masyarakat.” Akhirnya, saya ingin berkata sebagai berikut: Misi Masonik dan paling humanistik yangmerupakan tugas kita adalah mencegah peralihan dari nalar dan ilmu positivis, menyebarkannya denganpengakuan bahwa inilah cara evolusi terbaik dan satu-satunya, dan mangajari publik dengan ilmu-ilmupositivis. Kata-kata berikut ini dari Ernest Renan sangat berharga: “Jika publik diajari dan dicerahkandengan nalar dan ilmu-ilmu positivis, maka kepercayaan yang sia-sia terhadap agama akan lenyap.”21 Di sini, yang dimaksud dengan “ilmu positivis” pada dasarnya adalah filsafat materialisme yangmenolak segala hal yang tidak diperoleh dengan eksperimen dan observasi. Di sisi lain, misifreemasonry adalah memaksakan falsafah ini kepada orang-orang atas nama “ilmu” dan dengandemikian membinasakan kepercayaan agama semuanya. Teori evolusi sangat berperan penting dalamkampanye indoktrinasi ini, sebagaimana yang jelas dibuat di kutipan di atas. Freemasonry berpandanganbahwa mendorong kepercayaan masyarakat terhadap teori evolusi merupakan tugas terbesarnya. Hubungan keorganisasian ini merupakan faktor yang amat penting yang melandasi alasanmengapa teori evolusi maupun filsafat materialisme dan cabang-cabangnya dikembangkan dengan gigihdi seluruh penjuru bumi. Organisasi freemasonry dan cabang-cabangnya berperan penting dalampropaganda sistematis para pendiri sistem filosofis yang beraneka ragam—kadang-kadang bahkanbertolak belakang—yang mengingkari keberadaan Allah itu semuanya orang-orang mason. PARA FILSUF MASON Sebagaimana kami sebut di atas, para pendiri sistem filosofis yang anti-agama sebetulnyamerupakan bagian dari peperangan yang ditujukan terhadap agama secara sistematis. Karenanya, kitadapati bahwa sebagian besar filsuf yang mendirikan sistem-sistem ini merupakan bagian dari organisasifreemasonry, yang berdiri di tengah kancah pertempuran melawan agama. Dalam konteks ini, para filsuf yang segera menarik perhatian adalah para cendekiawan Perancisyang merupakan pelopor Revolusi Perancis. Orang-orang ini tidak hanya mengecam pemuka agama,tetapi juga menggerakkan perlawanan yang keras terhadap agama. Di antara mereka ialah Diderot,pengarang The System of Nature, yang diacu sebagai “Bibel Materialisme”; Voltaire, seorang materialisyang berapi-api dan penentang agama; Montesquieu, materialis radikal; Jean-Jacques Rousseau, yangmenyusun sendiri suatu agama baru; dan para “Ensiklopedis”, semuanya anti-agama dengan gigih.Sebuah alat propaganda mason Turki, majalah Mimar Sinan, menyebut individu-individu ini: Revolusi Perancis 1789 disipakan oleh para ideolog Mason. Deklarasi Hak-Hak Asasi Manusiayang menganut prinsip kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan ditulis dengan inspirasi dan tuntunandari pakar-pakar kita seperti Montesquieu, Voltaire, Rouisseau, dan Diderot.22 Mason Magazine, yang juga diterbitkan oleh para Mason Turki, mencatat: 73
  • 74. Para pelopor yang mendobrak sistem feodal di Perancis dan memulai Revolusi Besar ialahMontesquieu, Voltaire, J.J. Rousseau, Diderot si pemuka materialisme, dan para Ensiklopedisyang berada di sekeliling mereka. Mereka semua orang-orang Mason.23 Ide-ide materialistik dan anti-agama yang kian berkembang pada masa seusai Revolusi Perancisitu mencapai puncaknya pada abad ke-19. Bila kita amati pemimpin-pemimipin pergerakan ini, lagi-lagikita jumpai freemasonry. Di samping itu, perlu diperhatikan juga, terdapat banyak orang Yahudi di antara tokoh-tokoh itu.Ini menunjukkan, orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan para mason berusaha sekeras-kerasnyauntuk melemahkan agama-agama samawi seperti Nasrani dan Islam; mereka menganut pandangankeduniaan yang materialis, yang menyediakan tujuan yang sama, dengan landasan filosofis. 74
  • 75. DI BALIK KEDOK SOSIALISME Sebuah kelompok eksentrik didirikan di Bavaria, Jerman selatan, pada 1776. Pendiri kelompokini, yang menamakan diri “Illuminati” (Yang Tercerahkan), ialah seorang profesor hukum yang bernamaAdam Weishaupt. Perkumpulan ini tertarik pada dua hal: perkumpulan ini sangat rahasia dan telahmenyusun program politik yang amat ambisius bagi mereka sendiri. Pada program mereka yang ditulisoleh Weishaupt, dua tujuan pokok perkumpulan ini adalah sebagai berikut: 1. Penghapusan semua kerajaan dan pemerintahan sistematik. 2. Penghapusan semua agama yang berketuhanan (ilahi). Kelompok ini bersikap sangat memusuhi agama. Weishaupt ialah seorang freemason senior. Iamengorganisasikannya secara sejalur dengan gaya keorganisasian tradisional masonik. Illuminatitumbuh dengan teramat cepat. Pada 1780, dengan keikutsertaan Baron Von Knigge, salah seorangpemimpin organisasi masonik Jerman terbesar, kekuatan kelompok ini meningkat pesat. Weishaupt danKnigge meletakkan landasan bagi suatu revolusi di Jerman, sehingga sosialis hanyalah nama. Akantetapi, ketika pemerintah membuka kedok mereka, Weishaupt dan Knigge dengan cerdik membubarkanperkumpulan ini. Kegiatan-kegiatannya dibaurkan ke dalam organisasi freemason reguler mereka.Pembauran ini berlangusng pada 1782. Pada awal 1800-an, didirikan sebuah kelompok baru di Jerman yang berusaha melestarikan tradisiIlluminati di Jerman. Nama perkumpulan ini adalah “Perkumpulan Orang-Orang Terjujur”. Dikemudian hari, namanya berubah menjadi “Perkumpulan Para Komunis”. Ketua perkumpulan inihendak membuat program politik bagi kelompok ini dan dua orang pertama yang diminta untuk menulisprogram itu ialah dua orang cendekiawan komunis sejati: Karl Marx dan Freederick Engels! Keduanyamenulis Manifesto Komunis atas perintah perkumpulan tersebut. Ajaran yang paling dikenal luas darimanifesto ini adalah bahwa agama itu “candu masyarakat” dan risalah ini berpandangan bahwapenyingkiran agama merupakan salah satu dari prasyarat “masyarakat tanpa kelas” yang ideal, yangdipandang sebagai satu-satunya harapan keselamatan manusia. Mesti diperhatikan bahwa Marx dan jugaEngels ialah keturunan Yahudi. Dominasi orang-orang Mason dan Yahudi tersebut dalam pergerakan sosialis itu kemudianberlanjut. Sebagian orang Mason dan Yahudi yang memperjuangkan pergerakan sosialis ialah: Ferdinand Lasalle: Lasalle, seorang kawan dekat Marx, membela gagasan kediktatoran komunisrevolusionis. Victor Adler: Sebagai tangan-kanan Engels, Adler mengerahkan banyak usaha untuk menyiarkankomunisme. Putranya, Friedrich Adler, menjadi ketua Partai Komunis Austria. Moses Hess: Dengan dilahirkan dari keluarga konservatif Yahudi, Hess ialah seorang sosialis danteman dekat Marx. Ia juga seorang zionis yang fanatik. Ia mempelopori pergerakan zionis di Eropadalam bukunya, Rome and Jerusalem, dan berusaha mendirikan negara Yahudi di Palestina. Ia jugapembela Darwinisme yang gigih sepanjang hayatnya. Giorgy Lukacs: Lukacs, seorang anggota keluarga Yahudi yang kaya, menulis banyak buku yangmembela komunisme. Ia turut menyebarkan ideologi komunisme di kalangan pemuda. Ia seorang tokohterkemuka dalam revolusi yang mengangkat komunisme ke kursi kekuasaan di Hongaria. Vladimir I. Lenin: Lenin, seorang Yahudi sebagaimana kebanyakan pemimpin pergerakanBolshevik di Rusia, menjadi pendiri salah satu dari rejim toteliter yang paling berdarah di dunia. Herbert Marcuse: Herbert Marcuse, seorang putra dari keluarga Yahudi, menafsirkan kembali 75
  • 76. Marxisme dan menyiapkan landasan bagi pergolakan mahasiswa 1968. Ia mendorong pergerakankemahasiswaan kiri yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan mengembangkan suatu ideologi anarkisyang menyebabkan—dan masih menyebabkan—kematian banyak pemuda. SUATU FILOSOFI DAN AGENDA TERSEMBUNYINYA Kala kita tengok sejarah filsafat, kita lihat terdapat banyak filsuf ateis dan anti-agama lain yangterkenal karena identitas masonik mereka. Di antara mereka ialah pemikir-pemikir seperti David Hume,Holdbach, Schelling, John Stuart Mill, Auguste Comte, the Marquis de Sade, dan sosiolog-sosiologseperti Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Herbert Spencer, Sigmund Freud, Henry Bergson, danErich Fromm. Mereka semua keturunan Yahudi dan mereka semua berusaha keras menjauhkanmasyarakat dari agama dan menegakkan suatu tatasosial dan tatamoral yang tidak religius sama sekali.Sudah barang tentu, Charles Darwin dan pandangannya memiliki posisi yang sangat istimewa dikalangan tokoh-tokoh ini. Hal yang amat perlu diperhatikan di sini adalah bahwa filosofi-filosofi kufur dan materialistikyang dihasilkan oleh para pemikir ini, dan oleh ribuan lainnya yang seperti mereka, melayanikepentingan politik dan sosial tertentu. Sebagaimana yang kami katakan di permulaan, alasan terpentingmengapa orang-orang mengingkari Allah adalah kegelisahan mereka akan agama, yakni agama yangmerupakan hasil almiah dari keimanan kepada Allah. Dengan kafir terhadap kebenaran agama karenaagama bertentangan dengan kepentingan mereka atau dengan kalangan yang mereka wakili, orang-orangini mempunyai jalan lain, yaitu ateisme, dengan tujuan mendapatkan dukungan bagi mereka sendiri. Karena alasan ini, tanda-tanda keberadaan Allah yang gamblang tidak dilihat oleh orang-orangini. Dengan kata lain, mereka tidak mau melihat ayat-ayat tersebut. Orang-orang ini berusaha mati-matian menghalangi keimanan terhadap keberadaan Allah dan mereka menyebarkan kekufuran ini kemasyarakat umum. Akhirnya, banyak yang terlihat tidak beriman kepada Allah atau sudah “melupakan”Dia seperti tersebut di Al-Qur’an (Surat at-Taubah, 67). Inilah mengapa kebanyakan orang menjalani kehidupan tanpa menghargai Allah sama sekali,mengira bahwa mereka hidup bebas dari Dia. Namun demikian, kita jangan terpedaya oleh “massa yangsombong” ini, karena Allah telah memberi tahu kita dalam Al-Qur’an bahwa kebanyakan manusia tidakberiman (Surat ar-Ra’du, 1). Ayat berikut ini juga mengingatkan kita mengenai persoalan tersebut: Kalau engkau ikuti kebanyakan orang di bumi ini, mereka akan menyesatkan engkau darijalan Allah. Yang mereka ikuti hanya prasangka. Mereka hanya menduga-duga tanpa dasar.(Surat al-An’aam, 116) (Untuk informasi rinci, lihat: New Masonic Order karya Harun Yahya.) 76
  • 77. KEBURUKAN MODEL MASYARAKAT YANG TIADA IMAN KEPADA ALLAH Allah menyatakan dalam Al-Qur’an, Ia menciptakan manusia menurut kecondongan tertentudalam ayat: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus ke agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allahyang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (Surat ar-Ruum, 30) Fitrah manusia adalah mengabdi kepada Allah dan beriman kepada-Nya. Karena manusia tidakmampu memenuhi sendiri keinginan dan kebutuhannya yang tak terbatas, ia secara alamiah perlumerendahkan diri di hadapan Allah dan meminta tolong kepada-Nya. Jika seorang manusia hidup sesuai dengan fitrah ini, maka ia memperoleh kepercayaan,kedamaian, kebahagiaan, dan keselamatan sejati. Jika ia mengingkari fitrah ini, dan berpaling dari Allah,maka ia menjalani kehidupannya dengan kesusahan, ketakutan, kecemasan, dan kemalangan. Aturan ini, yang berlaku bagi individu, berlaku juga bagi masyarakat. Bila suatu masyarakatterdiri atas orang-orang yang beriman kepada Allah, maka akan menjadi masyarakat yang berkeadilan,berkedamaian, berkebahagiaan, dan berkebijaksanaan. Tentu saja, yang sebaliknya pun berlaku pula.Bila suatu masyarakat kafir kepada Allah, maka tatanan masyarakat semacam ini pada dasarnya rusak,menyimpang, dan primitif. Fakta ini segera terlihat manakala masyarakat-masyarakat yang berpaling dari Allah diamati.Salah satu dari produk terpenting dari pikiran yang tidak religius adalah penghapusan konsep akhlak danpembangunan masyarakat yang menyimpang sepenuhnya. Dengan melanggar batas-batas religius danmoral dan melayani pemenuhan nafsu manusia semata-mata, kebudayaan ini merupakan suatu sistempenindasan dalam arti yang seluas-luasnya. Dalam sistem semacam ini, segala jenis kemunduran mulaidari kelainan seksual hingga kecanduan obat terlarang didorong-dorong. Akhirnya, berkembanglahmasyarakat yang tanpa cinta sesama dan bersifat egoistik, keras kepala, dangkal, dan tidak bijaksana. Di suatu masyarakat yang orang-orangnya hidup hanya demi pemuasan hasrat mereka sendiri,tentu mustahil perdamaian, percintaan, dan persahabatan dilestarikan. Di masyarakat seperti ini,hubungan antara manusia bergantung pada kepentingan yang timbal-balik. Rasa saling curigaberlangsung dengan kuat. Ketika tiada alasan untuk tulus, jujur, bisa dipercaya, atau berbudi mulia, tiadayang suka hidup dalam penipuan, pembohongan, dan pengkhianatan. Para warga masyarakat semacamini “menempatkan Allah tiada berharga di belakang mereka” (Surat Huud, 92) dan, dengandemikian, tidak pernah mengaku takut kepada Allah. Karena mereka tidak bisa “membuat perkiraanyang tepat perihal Allah”, mereka tidak memikirkan Hari Hisab dan Hari Pembalasan. Bagi mereka,neraka tidak lebih daripada pandangan yang muncul di buku-buku keagamaan. Tak seorang pun darimereka yang berpikir bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan diri di hadapan Allah sesudahkematian mereka atas segala dosa yang mereka lakukan selama hayat mereka di dunia ini, atau bahwamereka pada akhirnya bisa dihukum dengan hidup tersiksa di neraka selamanya. Meskipun merekamemikirkannya, mereka menyangka akan masuk surga sesudah “menebus dosa”, sebagaimana yangterungkap dalam ayat ini: Ini karena mereka berkata, “Neraka takkan menjamah kami, kecuali selama beberapa hari 77
  • 78. saja;” mereka menipu diri dengan agama yang mereka ada-adakan sendiri. (Surat Aali Imraan,24) Dengan demikian, mereka menjalani kehidupan semaksimal mungkin untuk memuaskan hasratdan kebutuhan mereka sendiri. Keadaan ini biasanya menyebabkan kemunduran akhlak dan keruntuhan budi yang kita lihat dibanyak masyarakat saat ini. Dalam penalaran mereka sendiri mereka menyangka “kita hidup di duniasekali saja dan hanya selama 50-60 tahun lalu meninggalkannya, maka mari kita isi dengan bersenang-senang.” Sistem pikiran yang didasarkan pada penalaran yang keliru ini mungkin disertai dengan segalajenis kelaliman, prostitusi, pencurian, kejahatan, dan kebejatan. Orang yang berpikiran semacam ini bisamelakukan segala jenis kejahatan, pembunuhan, dan penggelapan. Manakala setiap individu hanyamemikirkan pemuasan kebutuhan dan keinginan diri sendiri, semua orang lainnya—termasuk keluargadan teman-temannya—tidak begitu penting. Individu-individu lain di masyarakat tidak penting samasekali. Dalam suatu susunan masyarakat yang terutama berlandaskan pada hubungan kepentingan,kesalingcurigaan di antara orang-orang merintangi pembentukan perdamaian, baik di tingkat masyarakatmaupun di tingkat individu, dan ini menyebabkan orang-orang terus-menerus hidup terombang-ambing,gelisah, dan ragu-ragu. Tanpa pengetahuan dengan siapa, kapan, atau bagaimana kebejatan-kebejatandilakukan di masyarakat-masyarakat semacam ini, orang-orang hidup dengan keadaan jiwa yang amatketakutan dan menderita. Kecurigaan yang merata menyebabkan mereka hidup dengan sangatmenyedihkan. Di suatu masyarakat yang melecehkan nilai-nilai moral, pandangan orang-orang terhadapgagasan-gagasan seperti keluarga, kejujuran, dan kedermawanan, cukup memprihatinkan, karenamereka tidak takut kepada Allah. Di masyarakat-masyarakat semacam itu, kehidupan orang-orang tidak berdasarkan rasa salingmencintai dan saling menghargai. Para warganya tidak merasa perlu menunjukkan penghargaan satusama lain. Mereka tidak memperlihatkan sikap saling memperhatikan tanpa penyebab yang baik.Sebetulnya, mereka memang benar, sehubungan dengan penalaran mereka yang bebal, dalammenjalaninya. Mereka diajar sepanjang hayat mereka bahwa mereka berkembang dari hewan dan bahwajiwa mereka akan lenyap selamanya pada saat mereka meninggal. Karena itu, mereka menganggap sia-sia sikap menghargai raga keturunan kera yang akan membusuk di dalam tanah dan bahwa mereka tidakakan menjumpainya lagi. Dalam logika kotor mereka, “semua orang di samping mereka sendiri akanmati dan dikubur di dalam tanah, mayat mereka akan membusuk dan jiwa mereka akan musna. Jadi,mengapa repot-repot berbuat baik kepada orang lain, dan mengorbankan diri?” Sungguh, pikiran-pikiransemacam ini terdapat di lubuk hati orang-orang yang tidak beriman kepada Allah atau, karena itu,kepada Hari Akhir. Di masyarakat-masyarakat yang tanpa keimanan kepada Allah, tiada landasan untukkedamaian, kebahagiaan, atau pun kepercayaan. Dengan semua kalimat tersebut, kami tidak bermaksud menyiratkan bahwa “kerusakan terjadi dimasyarakat-masyarakat yang tiada beriman kepada Allah; karena itu, pasti ada keimanan kepada Allah."Allah itu harus diimani karena Ia ada dan siapa saja yang kafir kepada-Nya berdosa besar di hadapan-Nya. Maksud kami mencatat bahwa masyarakat yang tanpa keimanan kepada Allah menjadi rusakadalah menekankan bahwa sudut pandang fundamental masyarakat ini salah. Sudut pandang yang salahini menyebabkan akibat yang menyakitkan. Suatu masyarakat yang mengerjakan dosa terbesar yangberupa mengingkari Allah pasti akan mengalami akibat terburuk. Akibat-akibat ini perlu diperhatikan 78
  • 79. karena menunjukkan betapa salahnya masyarakat ini. Ciri umum masyarakat semacam itu adalah keterpedayaannya seluruhnya. Seperti dinyatkandalam ayat, “Kalau engkau ikuti kebanyakan orang di bumi ini, mereka akan menyesatkanengkau dari jalan Allah.” (Surat al-An’aam, 116), sebagian besar warga masyarakat sama-samamemiliki watak yang membuat suatu psikologi “massa” yang menguatkan kekufuran yang telah ada.Dalam Al-Qur’an, Allah menganggap masyarakat yang mengabaikan Dia dan Hari Akhir sebagai“bodoh”. Meskipun anggota-anggota masyarakat ini mungkin mengkaji fisika, sejarah, biologi, atau punilmu-ilmu lainnya, mereka tida mengerti dan tidak insaf untuk mengakui kekuatan dan kekuasaan Allah.Mereka bodoh dalam pengertian ini. Karena para warga masyarakat jahiliyah tidak setia kepada Allah, mereka berpaling dari jalan-Nya dengan berbagai cara. Mereka mengikuti orang-orang yang merupakan hamba Allah yang batilsebagaimana mereka sendiri, memandang mereka sebagai panutan dan menganggap gagasan-gagasanmereka sebagai kebenaran mutlak. Pada puncaknya, suatu masyarakat jahiliyah merupakan masyarakattertutup yang semakin membutakan diri, kian lama kian jauh dari akal dan hati nurani. Seperti yangkami nyatakan di permulaan, aspek yang paling menonjol dari sistem ini adalah bahwa para wargamasyarakat semacam ini bertindak seiring dengan indoktrinasi anti-agama. Dalam Al-Qur’an, Allah memaparkannya dengan perumpamaan yang jelas, bagaimana kehidupansemacam itu, yang berlandaskan pada basis yang rusak dan sia-sia, ditakdirkan untuk binasa: Manakah yang terbaik? Mereka yang mendirikan bangunannya atas dasar taqwa dankeridaan Allah ataukah yang mendirikan bangunannya di atas tanah pasir di tepi jurang laluruntuh bersamanya ke dalam api neraka? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada merekayang zalim. (Surat at-Taubah, 109) Namun demikian, ada hal lain yang harus diingat: setiap masyarakat dan semua orangberkesempatan untuk melepaskan diri dari indoktrinasi, jalan hidup dan filosofi jahiliyah. Allahmengutus para rasul kepada mereka untuk mengingatkan mereka dan memberitahu mereka keberadaanAllah dan Hari Akhir dan yang mengatakan kepada mereka makna hakiki kehidupan. Dan bersama-sama para rasul-Nya, Ia mengirim kitab suci yang menjawab semua pertanyaan yang berasal dari lubukhati manusia. Inilah hukum Allah yang sudah ada sejak semula. Pada zaman ini, pedoman semua orangadalah Al-Qur’an, yang menunjukkan jalan yang benar dan membawa manusia dari kegelapan kecahaya. Orang-orang akan diadili menurut pilihan mereka sendiri. Jadi, Rasul yang membawa kitabkepada orang-orang menyeru mereka: Katakanlah: “Hai manusia! Sekarang kebenaran sudah datang kepadamu dari Tuhanmu.Barangsiapa menerima petunjuk, maka itulah petunjuk yang baik untuk dirinya sendiri, danbarangsiapa tersesat, maka ia menyesatkan dirinya sendiri; dan aku tidak mewakili kamu.”(Surat Yuunus, 108) 79
  • 80. RUMAH MASA DEPAN: AKHIRAT Pati merupakan bukti bagi siapa saja yang berakal dan berhati nurani bahwa tak satu pun dariobyek yang ada, tak satu pun dari peristiwa yang terjadi, dan tak satu pun dari hukum yang berlaku dialam semesta ini yang sia-sia atau pun tanpa tujuan. Susunan dan dayatahan alam semesta, sebagaimanayang kami perlihatkan di bab-bab terdahulu, didasarkan pada keseimbangan yang sangat sebanding.Keseimbangan-keseimbangan ini, sebagai bahan bukti yang tak terbantahkan, menunjukkan bahwa alamsemesta DICIPTAKAN. Dengan demikian, bisakah dinyatakan bahwa alam semesta ini diciptakandengan sia-sia? Tentu saja tidak. Di dalam tindakan terkecil pun yang dilakukan oleh orang yang tinggal di bumi yang sekecilpartikel debu di antara trilyunan galaksi, terdapat tujuan. Jadi, masuk akalkah pernyataan bahwa seluruhalam semesta diciptakan dengan sia-sia? Allah mengabarkan bahwa manusia tidak diciptakan dengan sia-sia: Adakah kamu mengira Kami menciptakan kamu sia-sia, dan kamu tidak akan kembalikepada Kami? (Surat al-Mu’minuun, 115) Kehidupan di bumi dimungkinkan keberadaannya oleh serangkaian fenomena ajaib yang takterhitung dari Ledakan Dahsyat hingga atom, dari atom hingga galaksi, dan dari galaksi hingga planetkita sendiri. Segala kebutuhan hidup di bumi kelihatannya direncanakan dengan seksama dan diciptakandengan cara yang paling sesuai: matahari di angkasa yang menyediakan semua energi yang dibutuhkan,persediaan yang tersimpan di bawah tanah, dan suatu dunia yang di mana-mana dilengkapi denganjutaan aneka spesies tumbuh-tumbuhan dan binatang. Walaupun ada peristiwa-peristiwa luarbiasaseperti tersebut, orang-orang mungkin masih menyangkal keberadaan Allah. Dengan beranggapansecara masuk-akal bahwa manusia terbentuk dari sperma, orang-orang ini tidak percaya bahwa merekaakan dibangkitkan kembali sesudah mati sebagaimana dikabarkan dalam Al-Qur’an, dan berkomentaryang tidak relevan. Dalam Al-Qur’an Allah telah menunjukkan penalaran orang-orang kafir yangberbelit-belit dan memberi mereka jawaban: Dan Ia membuat perumpamaan tentang Kami dengan melupakan asal kejadiannya sendiri;dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur-luluh?”Katakanlah, “Yang akan menghidupkannya, Yang menciptakannya pertama kali! Dia Mahatahuakan segala penciptaan.” (Surat Yaasiin, 78-79) Allah—“Yang menjadikan mati dan hidup”—menciptakan segala sesuatu di alam semesta untuktujuan tertentu dan telah menjelaskan tujuan penciptaan manusia: "supaya Dia menguji kamu, siapayang lebih baik amalnya di antara kamu ; dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun." (Surat al-Mulk, 2).Sebagaimana yang dijelaskan di ayat ini, dunia ini tempat pengujian dan sementara. Ada akhir riwayatmanusia di samping akhir riwayat dunia, yang waktunya ditakdirkan oleh Allah. Manusia berkewajibanmenjalani kehidupan singkat yang dianugerahkan kepada mereka menurut syarat-syarat yang ditetapkanoleh Allah dan dipaparkan kepada mereka dalam Al-Qur’an. Di hari akhir, mereka pasti diganjar atassegala perbuatan mereka di sini. 80
  • 81. AZAB ABADI Di buku ini kami telah memerikan tanda-tanda yang nyata perihal keberadaan Allah, pembelasistem-sistem yang didasarkan pada penolakan terhadap Allah, dan jenis konteks sosial yang hendakmereka tegakkan. Segala hal yang kita bahas sejauh ini berkaitan dengan "kehidupan di dunia ini". Akantetapi, apa yang terjadi sesudah kematian, yakni "Hari Akhir", juga pantas dipertimbangkan dengankritis. Mereka yang bersusah-payah untuk memajukan sistem-sistem yang terutama bersandar padakekufuran kepada Allah itu menawarkan kehidupan yang penuh kesusahan bagi para penganutnya dibumi ini. Orang-orang ini juga akan menyebabkan pengikut mereka menderita hukuman yangmemilukan di Hari Akhir. Di sana mereka sama sekali tidak menunjukkan perhatian yang teliti yangdahulunya mereka perlihatkan kepada orang-orang bodoh yang mengikuti mereka di dunia. Sebaliknya,di sana, mereka hanya memikirkan keselamatan diri sendiri, seperti dinyatakan dalam ayat berikut ini: Sekiranya setiap orang yang berbuat zalim memiliki segala yang ada di bumi, tentu iagunakan untuk menebus dirinya. ... (Surat Yuunus, 54) Sikap mereka yang memperjuangkan kekufuran di dunia ini diungkapkan juga di ayat lain: ... Setiap kali masuk suatu golongan ia mengutuk saudaranya, sehingga ketika semua sudahsaling menyusul ke dalamnya, kata mereka yang belakangan tentang yang sudah terlebih dulu,“Tuhan, merekalah yang menyesatkan kami. Jatuhkanlah azab berlipat ganda terhadap merekadalam api neraka.” Ia berfirman, “Semua dua kali lipat, tetapi kamu tidak tahu.” Lalu yangterlebih dulu berkata kepada yang belakangan, “Kamu tiada mempunyai kelebihan atas kami.Maka rasakanlah azab atas segala yang kamu perbuat!” (Surat al-A’raaf, 38-39) Jadi, sebenarnya tidak terdapat banyak perbedaan antara para pendahulu kekufuran dan orang-orang yang menyusul di belakang mereka. Sebagai hasilnya, kedua kelompok ini menderita kerugianbanyak dan layak mendapat azab abadi atas dosa-dosa yang mereka kerjakan di dunia. Dalam Al-Qur’an, Allah telah merinci suasana dan keadaan yang akan dialami oleh orang-orang ini dan azab yangakan mereka derita di hari kiamat, hari hisab, dan di neraka. HARI KIAMAT Kala Allah menyebut hari kiamat di Al-Qur’an, Ia menyebutnya “hari ketika si penyeru(malaikat) menyeru kepada sesuatu yang asing ...” (Surat al-Qamar, 6). Kengerian pada hari ituadalah sesuatu yang tidak diketahui oleh umat manusia karena mereka belum pernah menghadapisesuatu yang menyerupainya. Hanya Allah yang mengetahui tibanya waktu hari itu. Pengetahuan manusia mengenai hari ituterbatas pada hal-hal yang terkait dalam Al-Qur’an. Hari kiamat akan datang secara tiba-tiba tatkala takseorang pun mengharapkannya. Hari tersebut bisa mencekam orang-orang manakala mereka bekerja di kantor, tidur di rumah, 81
  • 82. berbicara di telepon, membaca buku, tertawa, menangis, atau pun mengantar anak-anak ke sekolah.Lebih lanjut, cekaman ini akan amat menakutkan melebihi segala kengerian yang pernah ada di dunia. Hari kiamat berawal dengan peniupam trumpet (Surat al-Muddatstsir, 8-10). Tatkala suara inidiperdengarkan di seluruh penjuru dunia, mereka yang tidak memamfaatkan waktu yang dikaruniakankepada mereka oleh Allah untuk memperoleh rida-Nya akan dicekam oleh ketakutan yang dahsyat.Dalam Al-Qur’an, Allah memaparkan peristiwa menakutkan yang akan terjadi pada hari itu: Tidak, hari akhirat sudah dijanjikan untuk mereka; dan saat itu lebih dahsyat dan lebihpahit. (Surat al-Qamar, 46) Ayat Al-Qur’an menunjukkan, peniupan trumpet itu diikuti dengan gempa dahsyat dangemuruh keras yang memekakkan telinga. Dalam kehebohan hiruk-pikuk ini, gunung-gunungmulai goncang dan rontok dengan bumi di bawahnya. (Surat al-Zalzalah, 1-8). Gunung-gunung remuk-redam dan menjadi debu-debu yang berhamburan (Surat al-Waaqi’ah, 5). Pada saat itu, orang-orang menjadi mengerti betapa remehnya hal-hal yang sampaisekarang mereka puja. Semua nilai-nilai kebendaan yang mereka buru selama kehidupan mereka tiba-tiba lenyap. Maka, bila datang malapetaka besar, pada hari kala manusia ingat segala yang telahdiusahakannya, dan api neraka ditampakkan buat siapa saja yang melihat. (Surat an-Naazi’aat,34-36). Pada hari itu, gunung yang terbuat dari batu, tanah, dan karang pun luruh laksana kayu tersisir(Surat al-Qaari’ah, 5). Manusia menjadi sadar, kekuatan ini bukan kekuatan alam. Ini karena pada hariitu, alam pun diratakan. Semua kejadian pada hari itu sangat menakutkan dan mengerikan. Manusia,binatang, dan alam, semuanya dicekam oleh kengerian ini. Manusia melihat lautan meluap (Surat al-Infithaar, 3) dan membara (Surat at-Takwiir, 6). Langit mulai goyang sebagaimana bumi dan mulai koyak, dengan suatu cara yang sampaisekarang tak tersaksikan. Biru cerah warna langit yang biasanya terlihat oleh manusia berubah danmenyerupai lelehan perak (Surat al-Ma’aarij, 8). Pada hari itu, segala benda di langit yang biasanyamemberi penerangan tiba-tiba padam; matahari digulung (Surat at-Takwiir, 1), bulan dibelah (Surat al-Qamar, 1), dan matahari dan bulan disatukan (Surat al-Qiyaamah, 9). Perempuan-perempuan hamil mengalami keguguran karena ketakutan yang mencekam pada hariitu. Ketakutan semacam ini pula yang menyebabkan anak-anak menjadi beruban (Surat al-Muzzammil,17). Anak-anak menjauh dari ibu-ibu mereka, istri-istri dari suami-suami mereka, dan keluarga-keluargasaling menjauh. Allah memberitahukannya dalam Al-Qur’an: Lalu bila datang kebisingan yang memekakkan telinga, hari itu orang akan lari darisaudaranya, dari ibunya dan dari bapanya, dan dari istri dan anak-anaknya. Masing-masing hariitu sibuk mengurus diri sendiri. (Surat ‘Abasa, 33-37) HARI HISAB 82
  • 83. Sehabis semua kejadian itu berlangsung di hari kiamat seperti terpapar di atas, "trumpet"diperdengarkan untuk kedua kalinya. Suara ini menandai awal hari kebangkitan kembali semua orang.Hari itu penuh dengan orang-orang yang bangun dari makam masing-masing yang barangkali telahmengubur mereka ratusan atau ribuan tahun yang lalu. Kebangkitan kembali manusia pada hari itu dankeadaan bising yang akan mereka alami diungkapkan oleh Al-Qur’an : Dan sangkakala pun ditiup, tiba-tiba dari pusara-pusara mereka bermunculan serentak menujuTuhan. Mereka berkata, "Wahai celakalah kami ! Siapakah yang membangunkan kami ini daritempat tidur kami?” (Ada suara yang akan berkata,) “Inilah yang dijanjikan oleh Yang MahaPemurah, dan benar jugalah kata-kata para rasul!” Itu hanyalah dengan sekali suara yangdahsyat, tiba-tiba mereka pun muncul di hadapan Kami. Maka pada hari ini tak ada orang yangakan dirugikan sedikit pun, dan kamu akan mendapat balasan sesuai dengan perbuatanmu dulu.(Surat Yaasiin, 51-54) Pada hari itu, semua hal yang manusia menolak memikirkannya, yang manusia tidak maumengerti, dan yang manusia lari darinya, terbentang lebar-lebar. Mereka tidak dapat menghindar ataupun menyangkalnya lagi. Saat itu orang-orang ini, dengan wajah yang membayangkan kehinaan, dan kepala tertunduk,muncul dari makam dan berkumpul, bumi memancarkan cahaya dan kitab setiap orang dibawakan satudemi satu dan diberikan kepadanya. Pada hari kumpul ini, kala berbondong-bondong orang yang sampai sekarang tak terlihatbersama-sama, kondisi orang beriman dan orang kafir jelas-jelas berbeda. Dalam Al-Qur’an, hal iniditunjukkan sebagai berikut: Adapun orang yang diberi catatannya di tangan kanannya, ia akan berkata, “Ambillah!Bacalah catatanku olehmu! Aku sudah mengira bahwa aku akan menerima perhitunganku (Suratal-Haaqqah, 19-21) Adapun orang yang diberi catatannya di tangan kirinya, ia akan berkata, “Wahai! Cobaaku tidak diberi catatan ini! Aku tidak tahu bagaimana perhitunganku. Wahai! Cobalahkematian cukup menyudahi aku! Harta kekayaanku tak bermanfaat bagiku. Kekuasaanku punhancur semua. (Surat al-Haaqqah, 25-29) Pada hari itu, tak satu pun orang yang diperlakukan zalim. Semua orang diganjar setara denganperbuatannya di dunia. Bagi orang-orang yang tidak beriman, hari itu sangat mengerikan; hari itukehidupan yang abadi di neraka dipastikan bagi mereka. Ayat-ayat berikut ini mengungkap dengan jelas apa yang akan terjadi di hari hisab pada orang-orang yang berkeras kepala mengingkari Allah sepanjang hayat mereka dan orang-orang yang mengikutitamu-tamu hari hisab yang sia-sia berpamrih: Sangkakala ditiup, maka segala yang ada di langit dan yang ada di bumi pingsan, kecuali yangdikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sekali lagi, tiba-tiba mereka tegak berdiri dan menunggu. Dan bumi memancarkan cahaya Tuhannya; Kitab (catatan perbuatan) akan diletakkan (terbuka);para nabi dan saksi-saksi akan didatangkan; dan dijatuhkanlah keputusan yang adil di antara mereka;dan mereka pun tak akan dirugikan. 83
  • 84. Dan setiap orang akan dibalas sepenuhnya apa yang sudah dikerjakannya; dan Dia tahu apa yangmereka kerjakan. Orang-orang kafir dibawa ke neraka secara berbondong-bondong; hatta, bila merekasudah sampai, pintu-pintunya dibuka, dan penjaga-penjaganya berkata, "Bukankah para rasuldari kalanganmu sendiri sudah datang kepadamu membacakan ayat-ayat Tuhanmu danmengingatkanmu tentang pertemuanmu hari ini ?" Mereka menjawab, "Memang," (Kepadamereka) dikatakan, “Masuklah kamu ke pintu-pintu gerbang jahanam, tinggal di dalamnya;sungguh buruk tempat orang yang sombong.” (Surat az-Zumar, 68-72) NERAKA Dosa terbesar yang mungkin dilakukan adalah durhaka kepada Allah, Pencipta dan PemberiHidup. Dengan diciptakan sebagai hamba Allah, manusia, bila bertentangan dengan tujuanpenciptaannya, secara alamiah pantas dihukum sesuai dengan dosanya. Nerakalah tempat pemberlakuanhukuman ini. Kebanyakan manusia menjalani kehidupannya dengan terlena tanpa memikirkan hal inisama sekali. Salah satu alasan terpenting keterlenaan ini adalah ketidakmampuan untuk membuatpenaksiran yang benar mengenai Allah. Terdapat banyak orang yang menghargai Allah karena sifatbelas kasih, pemurah, dan pemaaf; mereka tidak merasakan takut yang mendalam hingga lubuk hatisebagaimana yang seharusnya. Ini menyebabkan orang-orang ini tidak peka terhadap perintah dananjuran Allah. Mengenai bahaya ini, Allah telah mengingatkan manusia pada khususnya dalam Al-Qur’an: Hai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu, dan takutlah kamu pada hari bila seorangayah kelak tidak lagi berguna bagi anaknya dan seorang anak tidak lagi berguna sedikit pun bagiayahnya. Sungguh, janji Allah benar. Maka janganlah kamu tertipu oleh kehidupan dunia, danajngan sampai penipu utama menipu kamu tentang Allah. (Surat Luqmaan, 33) Allah, pemilik sifat-sifat dan nama-nama terindah, memang pengasih, pemurah, dan pemaaf.Akan tetapi, harus diingat bahwa di samping itu Allah senantiasa Adil, Penakluk segalanya, danPemaksa; bahwa Allah dekat dengan orang-orang mukmin namun jauh dari pemuja-pemuja berhala,orang-orang kafir, dan orang-orang munafik; bahwa Dialah Pembalas perbuatan; dan bahwa nerakaadalah tempat kesempurnaan perwujudan sifat-sifat-Nya yang terakhir ini. Orang-orang mempunyai kepercayaan takhyul mengenai pokok persoalan ini karena beberapaalasan. Mereka menganggap bahwa sesudah mereka mati, mereka akan berada di neraka untuk menebusdosa-dosa yang mereka lakukan di dunia, tetapi akan naik ke surga seusai hukuman ini selesai dan akantinggal di sana selamanya. Namun ternyata, dalam Al-Qur’an Allah memberi tahu kita bahwa baikkehidupan di neraka maupun di surga akan berlangsung kekal dan tak seorang pun akan dikeluarkan darisitu kecuali atas kehendak Allah: Dan mereka berkata, “Api neraka tidak akan menyentuh kami selain untuk beberapa hari saja.”Katakanlah, “Sudahkah kamu memperoleh janji dari Allah, karena Dia tidak akan pernah mengingkarijanji-Nya, ataukah kamu berkata tentang Allah yang tiada kamu ketahui?” Bahkan barangsiapa 84
  • 85. melakukan kejahatan dan ia sudah dilingkari dosanya, itulah penghhuni neraka; di sana mereka tinggalselamanya. Di sana mereka akan mengalami siksaan-siksaan seperti api, panas, gelap, asap, sempit,buta, terdesak, lapar, haus, air nanah, air mendidih, dan racun pohon zaqqum. Di samping azablahiriah, mereka juga akan menderita siksaan batiniah yang keras yang menimpa hatinya (Suratal-Humazah, 5-9). Siksaan mengerikan di neraka yang akan dijalani oleh orang-orang yangmengingkari keberadaan Allah dipaparkan secara rinci dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat Al-Qur’anmengungkap betapa penting pokok persoalan ini bagi manusia. Kemurkaan neraka sedemikian besarsehingga tidak bisa dibandingkan dengan segala derita di dunia ini. Dalam Al-Qur’an, Allahmemaparkan babak-akhir mengerikan yang akan dialami oleh orang-orang kafir: Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dicampakkan ke tempat yang akan melumatkan. Dan apayang membuat engkau tahu tempat yang melumatkan? (Itulah) api Allah yang dinyalakan, yangakan naik sampai ke hati, yang akan menyelubungi mereka, di tiang-tiang yang menjulurpanjang. (Surat al-Humazah 4-9) Wajah-wajah hari itu tunduk merendah, bekerja keras meletihkan, sementara merekamasuk ke dalam api menyala, diberi minuman dari mataair mendidih. Tak ada makanan buatmereka selain dari dharii’, yang tidak akan menyehatkan dan membebaskan orang darikelaparan. (Surat al-Ghaasyiyah, 2-7) Kami sediakan buat orang-orang kafir rantai, belenggu, dan api membara. (Surat al-Insaan, 4) Inilah neraka jahanam yang didustakan oleh orang-orang durjana. Mereka berkeliling diantaranya dan di antara air panas mendidih. (Surat ar-Rahmaan, 43-44) Tetapi mereka yang kafir, bagi mereka hanyalah api neraka; tak ada batas waktu yang ditentukansampai mereka mati, juga hukuman tidak akan diperingan bagi mereka. Demikianlah Kami membalassetiap orang yang tiada bersyukur. Di situ mereka berteriak keras-keras, “Tuhan, keluarkanlah kami;kami akan berbuat amal kebaikan; tidak seperti yang sudah kami lakukan!”—“Bukankah Kamisudah ememberi kamu umur panjang supaya dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir; danorang yang memberi peringatan sudah datang kepadamu. Maka rasakanlah (hasil perbuatanmu).Bagi orang yang zalim tak ada penolong.” (Surat Faathir, 36-37) Mereka yang dikumpulkan ke neraka menurut keburukan mereka, itulah tempat yangpaling buruk dan jalan yang sangat menyesatkan. (Surat al-Furqaan, 34) Bila (api neraka) itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suarageram dan menghembus napas. Dan bila mereka dilemparkan ke dalam tempat yang sempit, disana mereka memohon dibinasakan. “Jangan hari ini kamu memohonkan sekali kehancuran, tapimohonlah kehancuran yang berulang-ulang.” (Surat al-Furqaan, 12-14) 85
  • 86. RUMAH YANG DIJANJIKAN BAGI ORANG BERIMAN: SURGA Tiada seorang pun tahu cendera mata apa yang masih tersembunyi bagi mereka—sebagaibalasan atas amal kebaikan yang mereka lakukan. (Surat as-Sajdah, 17) Surga adalah tempat yang dijanjikan bagi kaum mukminin atas keimanan mereka kepada Allahdan ketaatan mereka kepada-Nya. Surga, sebagaimana terpapar dalam banyak ayat, merupakan tempatyang diselimuti dengan aneka jenis berkah dan merupakan tempat tinggal kebahagiaan abadi. Allahmenghadiahkan surga bagi orang-orang yang beriman sebagai pahala atas amal mereka di dunia. Surga adalah tempat pengungkapan sifat pemurah Allah (kemurahan yang hanya diperuntukkanbagi orang-orang yang beriman kepada Yang Maha Pemurah, Yang mengganjar orang-orang yangmenggunakan berkah-Nya dengan tepat dengan berkah lain yang abadi dan lebih unggul). Karena itu,surga merupakan rumah kebahagiaan yang mengandung segala hal yang mungkin diinginkan oleh jiwamanusia melebihi paparan ayat-ayat tersebut. Dalam benak sebagian manusia, kata “surga” membangkitkan pikiran yang agak terbatas, karenamereka menduga surga tempat keindahan alamiah belaka, seperti taman ria. Akan tetapi, surga yangmerupakan pikiran ini amat berbeda dengan surga yang terpapar dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an, surga dipaparkan sebagai tempat yang mengandung segala yang mungkindikehendaki oleh manusia: Diedarkan kepada mereka pinggan dan piala emas; di dalamnya ada yang menjadi idamandan sedap dipandang mata; dan kamu akan kekal di dalamnya. (Surat az-Zukhruf, 71) Di ayat lain, kita diberi tahu bahwa di surga bahkan terdapat lebih dari yang bisa diinginkan olehmanusia: Segala yang mereka inginkan ada di dalamnya, dan ada tambahan dari Kami Sendiri.(Surat Qaaf, 35) Dengan kata lain, berlawanan dengan kepercayaan umum, surga menawarkan berkah yangberlimpah, berkah yang belum terlihat oleh manusia sepanjang hayat mereka di dunia ini dan bahkan takterbayangkan oleh mereka. Orang-orang beriman akan diberi pahala kehidupan kekal di surga atasketaatan mereka kepada Allah semasa hidup di dunia dan atas jalan hidup mereka yang menurutikehendak-Nya. Surga yang dijanjikan bagi orang-orang beriman ini dijelaskan dalam berbagai ayat: Dan sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik bahwa bagi merekatersedia taman-taman surga, di dalamnya mengalir sungai; setiap waktu mereka mendapat rizki berupabuah-buahan, mereka berkata, “Rizki inilah yang dulu diberikan kepada kami,” karena merekapernah mendapatkan yang serupa; dan bagi mereka di sana ada pasangan-pasangan yang sucibersih; dan di sana mereka tinggal selamanya. (Surat al-Baqarah, 25) 86
  • 87. Orang yang bertakwa berada di taman-taman dan matair (air bersih yang melimpah).(Akan disambut dengan) “Masuklah dengan damai dan aman.” Dan akan Kami cabut dari hatimereka segala rasa dendam; (mereka akan) bersaudara saling berhadapan di atas singgasana(kemuliaan). Tak ada rasa letih menghinggapi mereka, dan tidak (pernah) disuruh keluar. (Suratal-Hijr, 45-48) Bagi merekalah taman-taman bahagia yang abadi, yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; mereka akan dihiasi dengan gelang emas, dan mereka akan mengenakan pakaian hijaudari sutera halus dan brokat tebal; mereka di sini bersandar di atas peterana. Sungguh balasanyang baik! Sungguh tempat istirahat yang indah! (Surat al-Kahfi, 31) Sungguh, penghuni surga hari itu dalam kesibukan yang menyenangkan. Mereka danpasangan-pasangan mereka berada di tempat yang teduh, bersandar di atas singgasana(kehormatan). Buah-buahan tersedia bagi mereka, dan akan mereka dapatkan segala yangmereka inginkan. “Salam!”, sebuah firman (sapaan) dari Tuhan, Maha Pengasih. (Surat Yaasiin,55-58) Adapun mereka yang bertakwa berada di tempat yang aman, di taman-taman dan mataair;mengenakan pakaian sutera halus dan brokat; mereka akan saling berhadapan. Demikianlah,dan Kami pertemukan mereka berpasang-pasangan dengan yang bermata indah, besar, danberkilau. Di sana mereka dapat meminta buah-buahan dengan aman. Di sana mereka tak akanmengalami kematian lagi, selain kematian yang pertama; dan mereka dilindungi dari siksa apineraka, suatu karunia dari Tuhanmu; itulah kemenangan yang besar. (Surat ad-Dukhaan, 51-57) Tetapi mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan akan Kami beri tempatkediaman di surga, tempat kediaman yang tinggi, di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal didalamnya; itulah pahala terbaik bagi orang yang beramal! (Surat al-‘Ankabuut, 58) PERINGATAN BAGI MEREKA YANG AKAN DISELAMATKAN Setiap orang tentu saja bebas untuk hidup sesuai dengan keinginannya di dunia ini dan untukmemilih jalan yang ia kehendaki. Tak seorang pun berhak untuk memaksa orang lain. Namun,sebagaimana orang-orang yang meyakini keberadaan Allah dan keadilan-Nya yang abadi, tugas suci kitaadalah mengingatkan orang-orang yang menolak Allah dan yang tidak menginsafi keadaannya sekarang.Allah mengabari kita keadaan orang-orang ini yang sungguh perlu diperhatikan: Manakah yang terbaik? Mereka yang mendirikan bangunannya atas dasar takwa dankeridaan Allah, ataukah yang mendirikan bangunannya di atas tanah pasir di tepi jurang laluruntuh bersamanya ke dalam api neraka? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada merekayang zalim. (Surat at-Taubah, 109) Orang-orang yang dengan sengaja berpaling dari firman-firman Allah, atau yang dengan tak insaf 87
  • 88. menolak Pencipta mereka, tidak akan diselamatkan sama sekali di Hari Akhir. Jika mereka tidakbertobat dan diberi hidayah oleh Allah, Yang menciptakan mereka, maka mereka akan dikenai hukumanseberat-beratnya. Azab abadi yang menunggu mereka dinyatakan dalam Al-Qur’an: Tetapi mereka yang ingkar terhadap ayat-ayat Kami, mereka itulah golongan kiri. Merekaakan di neraka yang terkurung rapat. (Surat al-Balad, 19-20) Cara menyelamatkan diri dari azab abadi dan untuk mendapatkan surga yang kekal adalah jelas: Berimanlah kepada Allah dengan tulus sebelum terlambat. Jalanilah kehidupan untuk mencari keridaan Allah. KETERANGAN HALAMAN 155 CATATAN PENTING Bab yang akan anda baca ini menguak rahasia penting kehidupan anda. Andasebaiknya membacanya dengan berhati-hati dan menyeluruh karena ini berkenaan denganpokok bahasan yang sangat berpengaruh terhadap perubahan mendasar pandangan andatentang alam luar. Pokok bahasan bab ini bukan hanya merupakan sudut pandang, suatupendekatan yang berbeda, atau pemikiran filosofis atau tradisional; melainkan juga suatufakta yang harus diakui oleh setiap orang, yang beriman atau pun tidak beriman, dan yangjuga dibuktikan oleh ilmu pengetahuan saat ini. PEMAHAMAN MATERI YANG TIDAK MATERIALIS Orang yang dengan sadar dan bijaksana merenungkan keadaan sekitarnya akan menyadari bahwasegala benda di alam semesta—baik yang hidup maupun yang mati—pasti diciptakan. Pertanyaannyaadalah "Siapa Pencipta semua benda ini?" Terbukti bahwa “fakta penciptaan”, yang dengan sendirinya mengungkap di setiap aspek alamsemesta, bukan merupakan hasil dari alam semesta sendiri. Contohnya, hama atau kutu tidak dapatmenciptakan diri sendiri. Sistem matahari tidak dapat menciptakan atau mengatur diri sendiri. Demikianjuga dengan tanaman, manusia, bakteri, erythrocytes (corpuscles yang berdarah merah), atau pun kupu-kupu. Bahkan tidak terbayang sama sekali bahwa semua ini ada “secara kebetulan”. Karena itu, kami tiba pada kesimpulan berikut: Segala sesuatu yang kita lihat telah diciptakan,tetapi tidak ada yang terlihat sebagai “pencipta” diri-sendiri. Sang Pencipta berbeda dari dan lebihunggul daripada semua yang kita lihat dengan mata kita, suatu kekuatan superior yang tidak kelihatantetapi yang keberadaannya dan sifat-sifatnya ditunjukkan dalam segala hal yang ada. Inilah keberatan bagi orang-orang yang menolak keberadaan Allah. Orang-orang ini terkondisitidak beriman atas keberadaan-Nya kecuali jika mereka melihat-Nya sendiri. Orang-orang ini, yangmengabaikan fakta “penciptaan” terpaksa mengabaikan keadaan makhluk sebenarnya yang terwujud diseluruh alam semesta dan berupaya membuktikan bahwa alam semesta dan makhluk hidup tidakdiciptakan. Teori evolusi merupakan contoh penting upaya mereka yang sia-sia sampai akhir ini. Kesalahan dasar orang-orang yang menolak Allah terdapat pada banyak orang yang tidaksungguh-sungguh menolak adanya Allah tetapi memiliki persepsi yang salah tentang Allah. Mereka 88
  • 89. tidak menyangkal penciptaan tetapi dalam keyakinan takhayulnya tentang “di mana” Allah. Sebagianbesar dari mereka mengira bahwa Allah ada di atas “langit”. Mereka diam-diam membayangkan bahwaAllah ada di belakang planet yang sangat jauh dan pernah mencampuri “urusan duniawi” sekali, ataumungkin tidak turut campur sama sekali. Mereka membayangkan bahwa Tuhan menciptakan alamsemesta dan kemudian meninggalkannya untuk berfungsi sendiri, meninggalkan manusia untukmenentukan nasib mereka sendiri. Adapun sebagian lainnya telah mendengar, tertulis dalam Al-Quran bahwa Allah ada “di mana-mana”, tetapi mereka tidak dapat meyakini arti sebenarnya. Mereka mengira bahwa Allah mengitarisegala hal seperti gelombang radio atau seperti gas yang tidak kelihatan dan tidak berwujud. Akan tetapi, keyakinan ini dan keyakinan lain yang tidak dapat menjelaskan “di mana” Allahberada (dan mungkin karena menolak Allah) semuanya berdasarkan pada kesalahan lazim. Merekaberprasangka tanpa landasan apa pun dan kemudian beralih pada opini yang salah tentang Allah.Prasangka apa? Prasangka ini mengenai hakikat dan sifat zat. Kita sedemikan terkondisi dalam pemikiran takhyulkita tentang keberadaan zat sehingga kita tidak pernah berpikir apakah materi itu ada ataukah tidak adaatau hanya bayang-bayang. Ilmu pengetahuan modern menghancurkan prasangka ini dan membuka danmenunjukkan kenyataan penting ini. Di halaman-halaman berikut, kami akan berupaya menjelaskankenyataan besar ini yang ditunjukkan oleh Al-Quran. DUNIA SINYAL-SINYAL LISTRIK Semua informasi yang telah kita miliki tentang dunia tempat kita hidup disampaikan kepada kitamelalui pancaindera kita. Dunia yang kita ketahui ini terdiri dari hal-hal yang dilihat oleh mata kita,dirasakan oleh tangan kita, dibaui oleh hidung kita, dirasakan oleh lidah kita, dan didengarkan olehtelinga kita. Kita tidak pernah berpikir bahwa alam luar dapat berupa apa saja yang lain dari yangdisajikan oleh pancaindera kita, karena kita hanya tergantung pada pancaindera itu sejak lahir. Riset modern di berbagai bidang ilmu pengetahuan menunjukkan pemahaman yang sangatberbeda dan menimbulkan keraguan yang serius tentang pancaindera kita dan dunia yang kita alamidengan pancaindera itu. Titik-awal pendekatan ini ialah bahwa pemikiran tentang “dunia luar” yang terbentuk dalam otakkita hanya merupakan respon yang diciptakan dalam otak kita dengan sinyal-sinyal kelistrikan. Apelyang berwarna merah, kayu yang keras dan, demikian juga, ibu, ayah, keluarga anda dan apa saja yanganda miliki, rumah, pekerjaan dan baris-baris buku ini, hanya terdiri dari sinyal-sinyal listrik. Frederick Vester menjelaskan hal tersebut bahwa ilmu pengetahuan telah mencapai pokokbahasan ini: Pernyataan sebagian ilmuwan yang bersikap bahwa “manusia ialah suatu kesan”, segala halyang dialami bersifat sementara dan menipu, dan alam semesta ialah suatu bayang-bayang,tampaknya pasti terbukti oleh ilmu pengetahuan pada masa kita.25 Filsuf terkenal George Berkeley berkomentar tentang masalah tersebut sebagai berikut: Kami mempercayai keberadaan obyek hanya karena kami melihat dan menyentuhnya, dan obyek-obyek tersebut terpantul pada kita melalui persepsi kita. Bagaimanapun, cerapan kita hanya merupakangagasan-gagasan dalam benak kita. Jadi, obyek yang kita tangkap dengan persepsi hanyalah gagasan, 89
  • 90. dan gagasan ini pada dasarnya tidak ada kecuali dalam benak kita. ... Karena semua obyek ini hanya adadalam pikiran, ini berarti bahwa kita terperdaya oleh penipuan ketika kita membayangkan alamsemesta dan benda-benda yang memiliki keberadaan di luar benak. Jadi, tidak ada benda sekitarkita yang mempunyai suatu keberadaan di luar benak kita.26 Untuk menjelaskan masalah tersebut, mari kita perhatikan indera penglihatan kita, yangmenyediakan kita informasi yang paling luas tentang alam luar. KETERANGAN HALAMAN 158 Rangsangan yang datang dari suatu obyek diubah menjadi sinyal-sinyal listrik danmenimbulkan efek-efek di otak kita. Tatkala kita “melihat”, kita sebenarnya memandangefek-efek dari sinyal-sinyal listrik di otak kita. BAGAIMANA KITA MELIHAT, MENDENGAR, DAN MERASAKAN? Tindakan melihat disadari secara progresif. Gugus-gugus sinar (foton-foton) berjalan dari obyekke mata dan melewati lensa di depan mata yang membiaskan foton dan membalikkannya pada retina dibelakang mata. Di sini, cahaya yang menimpa diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim olehneuron ke suatu titik yang sangat kecil yang disebut pusat penglihatan di belakang otak. Sinyal listrik iniditerima sebagai suatu kesan di bagian tengah dalam otak setelah adanya serangkaian proses. Tindakanmelihat sebenarnya terjadi di titik yang sangat kecil ini di bagian belakang otak, yang gelap gulita dansepenuhnya tersekat dari cahaya. Sekarang, mari kita perhatikan lagi proses yang tampaknya biasa-biasa saja. Ketika kitamengatakan, "kita melihat", sebenarnya kita sedang melihat pengaruh rangsangan yang sampai padamata kita dan dilanjutkan sampai pada otak kita, setelah pengaruh rangsangan itu diubah bentuknya kedalam sinyal-sinyal listrik. Dengan kata lain, ketika kita mengatakan, "kita melihat", kitasebenarnya mengamati sinyal-sinyal listrik di benak kita. Semua kesan yang kita lihat dalam kehidupan kita terbentuk di pusat penglihatan kita, yangvolumenya hanya beberapa sentimeter kubik di otak. Baik buku yang sedang anda baca maupun bentangtiada batas yang anda lihat ketika menatap cakrawala disesuaikan ke dalam ruang yang sangat kecil ini.Hal lain yang harus diingat, seperti yang telah kita catat sebelumnya, otak itu tersekat dari cahaya;bagian dalamnya sepenuhnya gelap. Otak tidak berhubungan dengan cahaya itu sendiri. R. L. Gregory memberikan penjelasan berikut tentang aspek melihat yang menakjubkan, sesuatuyang seringkali kita alami begitu saja: Kita amat mengenal penglihatan, sehingga diperlukan suatu lompatan imajinasi untuk menyadaribahwa ada masalah yang harus diselesaikan. Namun perhatikanlah. Kita diberi kesan-kesan sangat kecilyang terbalik di mata, dan kita melihat obyek kuat yang terpisah di ruang sekitarnya. Dari pola simulasipada retina, kita mencerap dunia obyek, dan ini tidak aneh sama sekali.27 KETERANGAN HALAMAN 160 Bahkan pada saat kita merasakan cahaya dan panas api, bagian-dalam otak kita gelap-gulita dan suhunya tak pernah berubah. 90
  • 91. Bundel-bundel cahaya yang datang dari suatu obyek menimpa retina secara terbalik.Di sini, kesannya diubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan dipindahkan ke pusat penglihatandi belakang otak. Karena otak tersekat dari cahaya, mustahil cahaya mencapai pusatpenglihatan. Ini berarti bahwa kita memandang dunia luas yang terang dan dalam di suatutitik kecil yang tersekat dari cahaya. Situasi yang sama dengan itu terdapat juga pada semua indera kita yang lain. Suara, sentuhan,rasa, dan bau dikirim semuanya ke otak sebagai sinyal-sinyal listrik dan dicerap di pusat-pusat inderayang sesuai di otak. Indera pendengaran berfungsi dengan cara yang serupa dengan indera penglihatan. Telinga-luarmemilih suara-suara melalui daun telinga dan mengarahkan suara-suara itu ke telinga-tengah. Telinga-tengah mengirimkan getaran suara ke telinga-dalam dan menguatkan suara-suara itu. Telinga-dalammenyalin getaran-getaran itu menjadi sinyal-sinyal listrik, yang kemudian mengirimkannya ke otak.Seperti halnya mata, tindakan mendengar akhirnya terjadi di pusat pendengaran dalam otak. Otaktersekat dari suara sebagaimana tersekat dari cahaya. Karena itu, betapapun berisiknya keadaan luar,bagian-dalam otak sepenuhnya hening. KETERANGAN HALAMAN 161 Segala yang kita lihat dalam kehidupan kita terbentuk di suatu bagian dari otak kitayang disebut “pusat penglihatan” yang terletak di belakang otak kita, dan yang volumenyahanya beberapa sentimeter kubik. Baik buku yang sedang anda baca maupun bentang tiadabatas yang anda lihat ketika menatap cakrawala disesuaikan ke dalam ruang yang sangatkecil ini. Karena itu, kita melihat obyek-obyek tidak dalam ukuran mereka yang sebenarnyaada di luar, tetapi dalam ukuran yang dicerap oleh otak kita. Namun demikian, suara-suara yang paling halus pun dicerap oleh otak. Sangatlah tepat bahwatelinga orang yang sehat mendengar apa saja tanpa suara berisik sekeliling. Dalam otak anda, yangtersekat dari suara, anda mendengar simfoni dari sebuah orkestra, mendengar suara-suara bising daritempat yang ramai, dan menerima semua suara dalam rentang frekuensi yang lebar, dari desiran daunsampai deru pesawat jet. Akan tetapi, jika tingkat suara di otak anda diukur dengan alat sensitif padasaat itu, maka akan terlihat bahwa keheningan total berlaku di sana. Persepsi kita tentang bau terbentuk dengan cara yang sama. Molekul yang mudah menguapdipancarkan oleh benda-benda sepeti panili atau bunga mawar sampai ke reseptor dalam rambutnyayang lembut di bagian epitelium hidung dan terjadilah interaksi. Interaksi ini dikirimkan ke otak sebagaisinyal listrik dan diterima sebagai bau. Segala benda yang kita baui, disukai atau pun tidak disukai,hanyalah persepsi otak tentang interaksi molekul-molekul yang mudah menguap setelah diubah menjadisinyal-sinyal listrik. Anda mendapatkan bau dari parfum, bunga, makanan yang anda sukai, laut, ataubau-bau lain yang anda sukai atau tidak anda sukai, di otak anda. Molekul-molekul itu sendiri tak pernahmencapai otak. Sebagaimana dengan suara dan pemandangan, yang mencapai otak anda hanyalah sinyallistrik. Dengan kata lain, semua bau yang telah anda anggap—sejak anda lahir—terdapat pada obyek-obyek luar ternyata hanya sinyal-sinyal listrik yang anda rasakan melalui organ indera anda. Begitu pula, ada empat jenis reseptor kimiawi di bagian depan lidah manusia. Hal ini adahubungannya dengan empat rasa: asin, manis, asam, dan pahit. Reseptor-rasa kita mengubah persepsi ini 91
  • 92. ke dalam sinyal listrik melalui serangkaian proses kimiawi dan mengirimkannya ke otak. Sinyal-sinyalini diterima sebagai rasa oleh otak. Rasa yang anda alami ketika anda makan buah-buahan atau sebatangcoklat yang anda sukai ialah penafsiran sinyal-sinyal ini oleh otak. Anda tidak pernah mencapai obyekdi alam luar; anda tidak pernah melihat, mencicipi atau merasakan coklat sendiri. Contohnya, jika syarafrasa yang bergerak ke otak dipotong, maka rasa dari sesuatu yang anda makan tidak akan sampai ke otakanda; anda akan sepenuhnya kehilangan cita rasa anda. Dalam hal ini, kita sampai pada fakta lain: kita tidak pernah pasti bahwa yang kita alami ketikakita merasakan makanan dan yang dialami oleh orang lain ketika ia merasakan makanan yang sama,atau yang kita cerap ketika kita mendengar suara dan yang dicerap oleh orang lain ketika ia mendengarsuara yang sama adalah sama. Lincoln Barnett berpendapat bahwa tiada seorang pun dapat mengetahuiapakah orang lain mencerap warna merah atau mendengar not C dengan cara sama seperti dirinyasendiri.28 Indera sentuh kita tidak berbeda dengan indera lainnya. Ketika kita menyentuh suatu obyek,semua informasi yang akan membantu kita dalam mengenali alam luar dan obyek-obyek itu dikirim keotak oleh syaraf indera di kulit. Merasakan sentuhan itu terbentuk dalam otak kita. Berlawanan dengankeyakinan umum, tempat pencerapan indera sentuh kita tidak di ujung jari kita atau di kulit kita, tetapidi pusat persepsi-sentuh di otak kita. Dengan adanya penafsiran otak terhadap rangsangan elektris yangsampai ke otak dari obyek-obyek, kita mengalami obyek-obyek itu berbeda seperti keras atau lembut,panas atau dingin. Kami menguraikan semua rincian yang membantu kita mengenali obyek darirangsangan-rangsangan ini. Berkenaan dengan hal ini, pemikiran dua filsuf terkenal, B. Russell dan L.Wittgenstein, adalah sebagai berikut: Contohnya, apakah jeruk benar-benar ada ataukah tidak dan bagaimana jeruk itu menjadi adatidak bisa dipertanyakan dan diselidiki. Jeruk hanya terdiri dari cita rasa yang dirasakan oleh lidah, bauyang dibaui oleh hidung, warna dan bentuk yang dilihat oleh mata; dan hanya sifat-sifat inilah yangdapat diuji dan dinilai. Ilmu pengetahuan tidak akan bisa mengetahui dunia fisik.29 Mustahil bagi kita untuk menjangkau dunia fisik. Semua obyek di sekitar kita merupakankumpulan persepsi seperti penglihatan, pendengaran, dan penyentuhan. Dengan memproses data dipusat penglihatan dan di pusat sensorik lainnya, otak kita, sepanjang hidup kita, tidak bertentangandengan “asal-usul” zat yang ada di luar kita, tetapi merupakan salinan yang terbentuk di dalamotak kita. Dalam hal ini kita tersesat bila menganggap salinan-salinan ini sebagai contoh zat-nyata diluar kita. “DUNIA LUAR” DI DALAM OTAK KITA Dari kenyataan fisik yang digambarkan sejauh ini, kita bisa menyimpulkan sebagai berikut.Segala yang kita lihat, rasakan, dengar, dan cerap sebagai "zat", "dunia" atau "alam semesta" hanyamerupakan sinyal-sinyal listrik yang terjadi di otak kita. Orang yang makan buah tidak bertentangan dengan buah yang sebenarnya, tetapi dengan persepsiotaknya. Obyek yang diperhatikan seseorang sebagai "buah" itu sebenarnya terdiri dari kesan elektrikdalam otak perihal bentuk, rasa, bau, dan tekstur buah. Jika syaraf penglihatan yang bergerak ke otakterserang mendadak, maka kesan buah itu akan spontan hilang. Terputusnya syaraf yang bergerak darisensor-sensor dalam hidung ke otak sepenuhnya akan menyela rasa bau. Sederhana saja, buah tersebut 92
  • 93. tidak ada. Yang ada ialah penafsiran otak terhadap sinyal-sinyal listriknya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah rasa jarak. Jarak, contohnya jarak anda dengan buku ini,ialah perasaan ruang yang terbentuk dalam otak anda. Obyek-obyek yang tampaknya pasti jauh dalampandangan seseorang juga ada dalam otaknya. Contohnya, orang yang mengamati bintang-bintang dilangit menganggap bahwa bintang-bintang itu jutaan mil jauhnya dari orang tersebut. Akan tetapi, yangia "lihat" itu sebenarnya adalah bintang-bintang dalam dirinya sendiri, di pusat penglihatannya. Ketikaanda membaca baris-baris ini, anda sebenarnya tidak ada dalam ruang yang anda anggap sendiri ada didalamnya; sebaliknya, ruangnya adalah dalam diri anda. Penglihatan anda tentang tubuh andamendorong anda berpikir bahwa anda ada di dalamnya. Bagaimanapun juga, anda harus mengingatbahwa tubuh anda, juga, merupakan suatu kesan yang terbentuk dalam otak anda. Hal itu berlaku pula pada semua pencerapan lain. Contohnya, ketika anda mengira bahwa andamendengar suara televisi di ruang sebelah, sebenarnya anda mengalami suara dalam otak anda. Andatidak dapat membuktikan bahwa ada ruang di dekat anda sendiri, bahwa ada suara berasal dari televisi diruang itu. Baik suara yang anda kira berasal dari jauh bermeter-meter maupun percakapan seseorangyang tepat di sebelah anda diterima di pusat pendengaran beberapa sentimeter persegi dalam otak anda.Terlepas dari dalam pusat penglihatan ini, konsep seperti kanan, kiri, depan atau pun belakang tidak ada.Dengan kata lain, suara tidak sampai ke anda dari kanan, dari kiri, atau dari udara ; tidak ada arahsumber suara. KETERANGAN HALAMAN 164 Akibat dari rangsangan semu, alam luar seakan-akan benar dan nyata seperti yangnyata terbentuk di dalam otak kita tanpa keberadaan alam luar. Akibat dari rangsangan semu, orang mungkin mengira bahwa ia sedang mengendaraimobilnya, padahal sebenarnya ia sedang duduk di rumah. Demikian juga dengan bau yang anda isap; tak satu pun bau sampai ke anda dari jarak yang jauh.Anda menganggap bahwa pengaruh akhir yang terbentuk di pusat bau anda ialah bau dari obyek alamluar. Akan tetapi, seperti kesan bunga mawar dalam pusat penglihatan anda, demikian pula bau mawardi pusat bau anda; tidak ada bunga atau bau yang ada hubungannya dengan bau di alam luar. “Dunia luar” yang tersaji untuk kita melalui penginderaan kita hanya merupakan kumpulan sinyallistrik yang sampai ke otak kita. Sepanjang hidup kita, otak kita memproses sinyal-sinyal ini dan kitahidup tanpa mengakui bahwa kita salah dalam mengasumsikan bahwa hal ini merupakan versi aslibenda-benda yang ada di “alam luar”. Kita tersesat karena kita tidak pernah dapat mencapai zat-zat itusendiri dengan perantara indera kita. Lagipula, otak kita menafsirkan dan mengartikan sinyal-sinyal yang, pada anggapan kita, ada di“alam luar”. Contohnya, mari kita perhatikan indera pendengaran. Otak kita mengubah bentukgelombang suara yang ada di alam luar ke dalam suatu simfoni. Katakanlah, musik juga merupakansuatu persepsi yang dibuat oleh otak kita. Dengan cara yang sama, ketika kita melihat warna, yangsampai ke mata kita hanyalah sinyal-sinyal listrik dari panjang-gelombang yang berlainan. Otak kitamengubah bentuk sinyal-sinyal ini ke dalam warna. Tidak ada warna di “alam luar”. Juga tidak adaapel yang berwarna merah, atau pun langit yang berwarna biru, atau pun pohon yang berwarna hijau.Benda-benda itu begitu karena kita mencerapnya demikian. “Dunia luar” sepenuhnya tergantungpada pihak penerima. 93
  • 94. Bahkan kerusakan yang paling ringan di retina mata menyebabkan buta warna. Sebagian orangmencerap biru sebagai warna hijau, merah sebagai warna biru dan sebagian mencerap semua warnasebagai sifat abu-abu yang berbeda. Dalam hal ini, tidak perduli apakah obyek yang ada di alam luarberwarna ataukah tidak. KETERANGAN HALAMAN 166 Temuan-temuan fisika modern memperlihatkan bahwa alam semesta merupakankumpulan cerapan. Pertanyaan berikut ini muncul di kover sebuah majalah ilmiah Amerika,New Scientist, yang memperhatikan masalah ini pada edisi 30 Januari 1999-nya: “Di BalikKenyataan: Apakah alam semesta itu pada kenyataannya sendau-gurau dari informasi utamadan apakah materi itu hanya fatamorgana? Berkeley, seorang pakar terkemuka, juga menunjukkan fakta ini: Pada awalnya, diyakini bahwa warna, bau, dan lain-lain "benar-benar ada", tetapi selanjutnyapandangan demikian ditinggalkan, dan terlihat bahwa itu semua tergantung pada penginderaan kitabelaka.30 Kesimpulannya, alasan kita melihat obyek-obyek berwarna bukan karena obyek-obyek ituberwarna atau karena memiliki keberadaan material yang terpisah di luar obyek itu sendiri. Kebenaranzat ialah bahwa semua sifat yang kita anggap berasal dari obyek itu ada dalam diri kita dan bukandi “alam luar”. Jadi, masih adakah "alam luar"? APAKAH KEBERADAAN “DUNIA LUAR” HARUS ADA? Sejauh ini, kita telah berulang kali membicarakan suatu “dunia luar” dan suatu dunia cerapanyang terbentuk dalam otak kita; bahwa cerapan inilah yang kita lihat. Akan tetapi, karena kitasebenarnya tidak pernah dapat mencapai alam luar, lantas bagaimana kita dapat memastikan bahwadunia sedemikian itu benar-benar ada? Sebenarnya kita tidak dapat. Karena setiap obyek hanya merupakan kumpulan persepsi danpersepsi-persepsi itu hanya ada dalam pikiran, yang lebih seksama adalah mengatakan bahwa satu-satunya dunia yang benar-benar ada adalah dunia persepsi. Satu-satunya dunia yang kita ketahuiialah dunia yang ada dalam pikiran kita: dunia yang dirancang, direkam, dan dibuat hidup di sana; duniayang diciptakan dalam pikiran kita. Hal ini merupakan satu-satunya dunia yang dapat kita pastikan. Kita tidak pernah dapat membuktikan bahwa persepsi yang kita amati dalam otak kita memilikikorelasi material. Persepsi-persepsi itu secara logis dapat berasal dari sumber "semu". Ini bisa diamati. Rangsangan yang salah dapat menghasilkan dunia materi yang sepenuhnyabersifat khayal dalam benak kita. Contohnya, mari kita bayangkan suatu alat perekam yang sangatcanggih yang dapat merekam semua jenis sinyal-sinyal listriknya. Pertama, mari kita salurkan semuadata yang terkait dengan suatu setting (yang mencakup gambaran badan) ke alat ini denganmengubahnya menjadi sinyal-sinyal listrik. Kedua, mari kita bayangkan bahwa otak bisa bertahan hiduplepas dari raga. Akhirnya, mari kita hubungkan alat perekam itu ke otak dengan elektroda-elektrodayang akan berfungsi sebagai syaraf dan mengirim data yang sudah tercatat itu ke otak. Dalam keadaanini, anda akan mengalami sendiri hidup dalam setting yang dibuat semu ini. Contohnya, anda dapat 94
  • 95. mudah percaya bahwa anda mengendarai kencang di jalan raya. Mungkin mustahil memahami bahwaanda terdiri dari ketiadaan kecuali otak anda. Ini karena yang diperlukan untuk membentuk suatu duniadalam otak anda bukan merupakan keberadaan dunia nyata, melainkan rangsangan. Tentu sajarangsangan-rangsangan ini dapat berasal dari sumber semu, seperti tape-recorder. Dalam hubungan itu, Bertrand Russel, filsuf lain, menulis: Ketika dengan indera sentuh kita menekan meja dengan jari kita, dihasilkan acakan listrikelektron dan proton pada ujung jari kita, menurut ilmu fisika modern, di dekat elektron dan proton padameja. Jika ada pengacakan sedemikian ini di ujung jari kita dengan cara apa saja, kita mestimempunyai sensasi, meskipun tidak ada meja.31 Sebenarnya kita sangat mudah tertipu untuk mempercayai bahwa persepsi itu nyata, tanpa harusberkorelasi dengan materi apa saja. Kita sering mengalami perasaan ini dalam mimpi kita, yang didalamnya kita mengalami kejadian, melihat orang, obyek dan keadaan yang sepenuhnya nyata.Meskipun demikian, semua itu lain kecuali persepsi saja. Tiada perbedaan mendasar antara mimpi dandunia nyata. Keduanya dialami di otak. SIAPA PENCERAPNYA? Seperti yang telah kita hubungkan sejauh ini, tiada keraguan bahwa dunia yang kita kira kitatinggali dan yang kita sebut “dunia luar” itu kita cerap di dalam otak kita. Namun, di sini munculpertanyaan terpenting. Jika semua kejadian fisik yang kita tahu ini pada dasarnya persepsi, bagaimanadengan otak kita? Karena otak kita merupakan bagian dari dunia fisik seperti juga lengan, kaki atauobyek lainnya, otak kita juga pasti persepsi seperti semua obyek lainnya. Contoh tentang mimpi akan menerangi pokok bahasan berikutnya. Mari kita berpikir bahwa kitamelihat dalam impian kita menurut apa yang telah dikatakan sejauh ini. Dalam mimpi, kita akanmemiliki tubuh khayal, mata khayal, dan otak khayal. Jika selama kita bermimpi, kita ditanya, "di manakamu melihat?" maka kita akan menjawab "Saya melihat di dalam otakku". Akan tetapi, itu sebenarnyabukan otak untuk berbicara, tetapi kepala khayal dan otak khayal. Pelihat kesan itu bukan otak khayal didalam mimpi, melainkan sesuatu yang jauh “mengungguli” otak itu. Kita tahu bahwa tiada perbedaan fisik antara keadaan mimpi dan keadaan yang kita sebut dunianyata. Jadi, ketika kita ditanyai, tentang keadaan yang disebut kehidupan nyata, pertanyaan tadi "dimana kita melihat" itu tiada berarti sebagaimana pertanyaan “di mana otak kita” seperti contoh di atas.Dalam kedua kondisi ini, entitas yang melihat dan mengindera bukanlah otak, yang bagaimanapunhanya sebongkah daging. Ketika menganalisis otak, kami perhatikan bahwa tiada apa pun di dalamnya kecuali molekulprotein dan lipida, yang juga ada pada organisme hidup lainnya. Artinya, dalam sepotong daging yangkita sebut otak kita, tiada apa pun yang mengamati kesan-kesan, yang merupakan kesadaran, atau yangmenciptakan sesuatu yang kita sebut "saya sendiri". R. L. Gregory menunjukkan kesalahan yang orang buat dalam hubungannya dengan persepsitentang kesan di dalam otak: Ada suatu godaan, yang harus dihindari, untuk mengatakan bahwa mata menghasilkan gambardalam otak. Gambar dalam otak menjelaskan perlunya beberapa jenis mata intern untuk melihatnya—tetapi hal ini akan membutuhkan mata berikutnya untuk gambarnya ... dan lain-lain, dalam suatu 95
  • 96. kemunduran mata dan gambar yang tiada berakhir. Hal ini mustahil.32 Inilah gagasan inti yang menempatkan penganut materialisme, yang tidak mengakui kebenaranapa pun kecuali benda, dalam suatu kebingungan: siapa yang mempunyai “mata di dalam” yang melihat,yang mencerap hal-hal yang dilihat dan ditanggapi? Karl Pribram juga berfokus pada pertanyaan penting ini, tentang siapa pencerapnya, dalam duniailmu pengetahuan dan filsafat: Sejak jaman Yunani kuno, para filsuf memikirkan "hantu di mesin", "manusia kecil dalammanusia kecil" dan lain-lain. Di manakah "saya"-nya orang yang menggunakan otaknya? Siapa yangmenyadari tindakan mengetahui?" Seperti yang dikatakan Saint Francis dari Assisi: "Yang kita cariadalah sesuatu yang melihat".33 Sekarang, berpikirlah tentang hal ini: Buku di tangan anda, kamar anda, pendek kata, semuakesan di depan anda terlihat di dalam otak anda. Apakah atom-atom yang melihat kesan-kesan ini?Atom yang buta, lumpuh dan tidak sadar? Mengapa sebagian atom mempunyai sifat ini sedangkan yanglain tidak? Apakah tindakan kita berpikir, memahami, mengingat, senang, sedih, dan segala tindakanlain terdiri dari reaksi-reaksi elektrokimia antara atom-atom ini? Ketika kita menebarkan pertanyaan-pertanyaan ini, kita tahu bahwa tidak masuk akal mencarikehendak di dalam atom-atom. Jelaslah bahwa being yang melihat, mendengar dan merasakan adalahbeing yang berbahan unggul. Being ini hidup dan juga bukan materi atau pun gambaran materi. Beingini ada hubungannya dengan persepsi-persepsi di depannya dengan menggunakan gambaran tubuh kita. Being ini ialah “roh”. Kumpulan cerapan yang kita sebut "alam materi" ialah suatu mimpi yang diamati oleh roh ini.Karena tubuh yang kita miliki dan dunia materi yang kita lihat dalam mimpi kita tidak memiliki realitas,alam semesta yang kita huni dan tubuh yang kita miliki juga tidak memiliki realitas material. Yang keberadaannya nyata ialah roh. Zat hanya terdiri dari cerapan-cerapan yang dipandang olehjiwa. Makhluk yang cerdas yang menulis dan membaca buku ini masing-masing bukan merupakanlompatan atom dan molukel dan reaksi kimia antara lompatan atom dan molekul, melainkan "roh". YANG KEBERADAANYA PASTI NYATA Semua kenyataan ini membawa kita langsung ke satu pertanyaan yang sangat penting. Jikasesuatu yang kita kenal sebagai alam materi hanya terdiri dari persepsi yang dilihat oleh roh kita, lantasapa saja sumber persepsi-persepsi ini? Dalam menjawab pertanyaan ini, kita harus memperhatikan yang berikut ini: zat tidak mempunyaikeberadaan pengatur-diri dengan sendirinya. Karena merupakan persepsi, zat adalah sesuatu yang"semu". Dengan kata lain, persepsi ini pasti disebabkan oleh kekuatan lain, yang berarti pasti diciptakan.Lagipula, penciptaan ini harus kontinyu. Jika tidak ada penciptaan yang kontinyu dan konsisten, makayang kita sebut zat itu akan lenyap dan hilang. Ini bisa disamakan dengan televisi yang gambarnyaditampilkan selama sinyalnya terus disiarkan. Jadi, siapa yang membuat roh kita melihat bulan, bumi,tumbuhan, manusia, tubuh kita dan segala zat lain yang kita ketahui? Hal itu merupakan bukti bahwa ada Pencipta atau Tuhan, Yang menciptakan seluruh semestamateri, yaitu, sekumpulan persepsi, dan melanjutkan penciptaannya dengan tiada henti. Karena Penciptaini menampilkan suatu ciptaan yang demikian menakjubkan, Ia pasti memiliki kekuatan yang abadi. 96
  • 97. Pencipta ini memperkenalkan Dirinya sendiri kepada kita. Ia telah menciptakan suatu kitab danmelalui kitab ini telah menjelaskan pada kita tentang Diri-Nya sendiri, alam semesta, dan sebabkeberadaan kita. Pencipta ini ialah Allah dan nama kitab-Nya adalah Al-Quran. Fakta bahwa langit dan bumi, yaitu alam semesta, tidak stabil, yang keberadaannya hanyadimungkinkan karena Allah menciptakannya dan bahwa keberadaannya akan sirna jika Allahmengakhiri ciptaan ini, semua itu dijelaskan dalam ayat berikut ini: Sungguh, Allah Yang menahan langit dan bumi, supaya tidak lenyap, tak seorang pun yangdapat menahannya. Dan kalau keduanya lenyap, tak siapa pun yang dapat menahannya sesudahDia. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. (Surat al-Faathir, 41) Seperti yang telah kita sebutkan di awal, sebagian orang tidak memiliki pemahaman tentang Allahdan mereka membayangkan Allah sebagai suatu makhluk yang ada di mana saja di langit dan tidakbenar-benar mencampuri urusan duniawi. Dasar logika ini sebenarnya bersandar pada pemikiran bahwaalam semesta merupakan pertemuan mater-materi dan Allah berada di luar alam materi ini, di suatutempat yang sangat jauh letaknya. Pada beberapa agama yang salah, keyakinan kepada Allah terbataspada pemahaman ini. KETERANGAN HALAMAN 170 Otak adalah kumpulan molekul protein dan lipida, terbentuk dari sel-sel syaraf yangdisebut neuron. Di dalam sepotong daging ini, tiada apa pun yang mengamati gambaran,yang merupakan kesadaran, atau yang menciptakan sesuatu yang kita sebut "saya sendiri". Bagaimanapun juga, seperti yang telah kita pahami sejauh ini, zat hanya terdiri dari sensasi. Dansatu-satunya being yang benar-benar mutlak ialah Allah. Artinya, yang ada hanyalah Allah; semuabenda kecuali Allah ialah makhluk bayang-bayang. Walhasil, tidak mungkin memahami Allahsebagai yang terpisah dan di luar dari semua massa material. Allah pasti ada "di mana saja" danmeliputi semua. Kenyataan ini dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut: Allah ! Tiada tuhan selain Dia Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri, Abadi, tak pernah terlena, takpernah tidur. Milik-Nyalah segala yang di langit, segala yang di bumi. Siapakah yang dapat memberiperantaraan di hadapan-Nya tanpa izin-Nya? Ia mengetahui segala yang di depan mereka dan segalayang di belakang mereka; mereka takkan mampu sedikit pun menguasai ilmu-Nya kecuali yangdikehendaki-Nya. Singgasananya meliputi langit dan bumi, dan tiada merasa berat Ia menjaga danmemelihara keduanya. Ia Mahatinggi, Mahabesar. (Surat al-Baqarah, 255) Allah tidak terikat oleh ruang dan bahwa Ia meliputi segala sesuatu dinyatakan di ayat lain berikutini : Milik Allah timur dan barat : ke mana pun kamu berpaling, di situlah kehadiran Allah.Allah Mahaluas, Mahatahu (Surat al-Baqarah, 115) Karena segala yang material itu merupakan cerapan, materi-materi itu tidak bisa melihat Allah,tetapi Allah melihat materi yang Ia ciptakan dengan segala bentuknya. Dalam Al-Qur’an, ini dinyatakandengan : "Ia tak tercapai oleh segala indera, tetapi Ia mencapai segala indera. (Surat al-Anaam, 97
  • 98. 103) Dengan kata lain, kita tidak bisa memahami Allah dengan mata kita, tetapi Allah mencakup sisidalam, dan luar kita, pandangan dan pikiran kita. Kita tidak bisa melafalkan kata, bahkan bernafas,selain berkat pengetahuan-Nya. Ketika kita mengamati persepsi pancaindera dalam kehidupan kita, yang keberadaannya terdekatdengan kita bukanlah salah satu dari sensasi ini, melainkan Allah Sendiri. Rahasia ayat Al-Quranberikut tersembunyi dalam kenyataan ini: "Kamilah Yang menciptakan manusia ... Kami lebih dekatkepadanya daripada urat merihnya sendiri." (Surat Qaaf, 16). Ketika orang berpikir bahwatubuhnya hanya terbuat dari "materi", ia tidak bisa memahami fakta penting ini. Jika menggunakanotaknya untuk menjadi "diri sendiri", lantas tempat yang ia cerap sebagai bagian-luar ialah 20-30 cmjauhnya darinya. Namun, ketika ia memahami bahwa tiada apa pun yang seperti zat, dan bahwasegalanya itu merupakan imajinasi, maka gagasan seperti bagian luar, bagian dalam, itu menjadi jauhatau hampir hilang maknanya. Allah meliputi dirinya dan Ia "selalu dekat" dengannya. Allah memberi tahu manusia bahwa Allah “selalu dekat” dengan manusia dengan ayat "Bila adahamba-Ku yang bertanya kepadamu tentang Aku, Aku dekat sekali (dengan mereka)." (Surat al-Baqarah, 186). Ayat lain menghubungkan fakta yang sama: "Kami berkata kepadamu bahwaTuhanmu meliputi umat manusia." (Surat al-Israa’, 60). Manusia keliru mengira bahwa yang terdekat dengannya ialah dirinya sendiri. Allah, sebenarnya,bahkan lebih dekat dengan kita daripada diri kita sendiri. Dia telah mengarahkan perhatian kita untukhal ini dalam ayat "Mengapa tidak saat (nyata) sudah sampai di kerongkongan, dan kamu ketikaitu melihat? Kami lebih dekat dengannya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat" (Surat al-Waaqiah, 83-85). Seperti yang disebutkan pada kita dalam ayat ini, orang-orang hidup dengan tidakmenyadari gejala ini karena mereka tidak melihatnya dengan mata mereka sendiri. Sebaliknya, mustahil bagi manusia, yang bukan lain kecuali makhluk bayang-bayang, untukmempunyai kekuatan dan terlepas dari Allah. Ayat "Padahal Allah telah menciptakan kamu dansegala yang kamu kerjakan." (Surat ash-Shaaffaat, 96) menunjukkan bahwa segala yang kita alamiterjadi di bawah kendali Allah. Dalam Al-Quran, realitas ini dinyatakan dalam ayat "Bukanlah kauyang melempar ketika kau melempar, tetapi Allah yang melempar." (Surat al-Anfaal, 17) yangdengan demikian, ditekankan bahwa tiada perbuatan yang terlepas dari Allah. Karena manusia ialahmakhluk bayang-bayang, ia sendiri tidak melakukan tindakan melempar. Meskipun begitu, Allahmemberi makhluk bayang-bayang ini perasaaan diri. Sebenarnya, Allah menjalankan semua perbuatan.Jika seseorang melakukan perbuatan sebagai dirinya sendiri, maka berarti ia menipu dirinya sendiri. Hal ini merupakan realitas. Mungkin ada orang yang tidak ingin mengakui hal ini danmemikirkan dirinya sendiri sebagai makhluk yang tidak terikat dari Allah; tetapi hal ini tidak mengubahsesuatu. Tentu saja, penolakannya yang tidak bijaksana itu lagi-lagi dengan kemauan dan kehendakAllah. 98
  • 99. SEGALA YANG ANDA MILIKI PADA HAKIKATNYA SEMU Sebagaimana yang dapat terlihat dengan jelas, fakta ilmiah menyatakan bahwa “alam luar” tidakmemiliki realitas materi dan bahwa ini merupakan sekumpulan kesan yang disajikan untuk roh kita olehAllah dengan tiada henti dan abadi. Namun demikian, manusia biasanya tidak memasukkan, atau tidakingin dimasukkan, segalanya dalam konsep "alam luar". Renungkanlah hal ini dengan jujur dan tegas. Anda akan menyadari bahwa rumah, mebel, mobil—yang mungkin baru saja dibeli, kantor, permata, rekening bank, almari pakaian, pasangan hidup,anak-anak, teman, dan lain-lain yang anda miliki sebenarnya termasuk dalam alam luar yang bersifatkhayal yang tertuju kepada anda. Segala yang anda lihat, dengar, atau rasakan—pendek kata—melaluipanca indera sekitar anda merupakan bagian dari "alam khayalan" ini: suara penyanyi favorit anda,kerasnya kursi yang anda duduki, parfum yang baunya anda sukai, speedboat yang bergerak cepat diatas air, kebun anda yang subur, komputer yang anda gunakan pada pekerjaan anda, atau hi-fi anda yangberteknologi tercanggih... Hal ini merupakan realitas, karena dunia hanya merupakan sekumpulan kesan yang diciptakanuntuk menguji manusia. Manusia diuji melalui kehidupannya yang terbatas dengan persepsi yang tiadamemiliki realitas. Persepsi-persepsi ini disajikan dengan tujuan sebagai daya tarik. Fakta ini disebutkandalam Al-Quran: Menjadi tampak indah bagi manusia kecintaan kepada yang diingininya; perempuan-perempuan, putera-putera, emas dan perak yang bertimbun-timbun, serta kuda pilihan yangdiselar, binatang ternak dan tanah ladang. Itulah harta benda dalam kehidupan dunia, tetapikepada Allah itulah tempat kembali terbaik. (Surat Aali Imraan, 14) Sebagian besar manusia mengejar agamanya jauh dari dayatarik harta benda, kekayaan, timbunanyang menggunung dari emas, perak, dolar, rekening bank, kartu kredit, almari pakaian yang penuhdengan pakaian, mobil model terbaru, pendek kata, segala bentuk kekayaan yang mereka miliki ataudiupayakan untuk dimiliki. Mereka hanya lebih menekankan dunia ini namun melupakan akhirat.Mereka tertipu oleh dayatarik kehidupan dunia, dan lalai untuk menegakkan shalat, memberi sedekahkepada kaum miskin, dan menjalankan ibadah yang akan mensejahterakan mereka di hari kemudian.Mereka berkata, "Saya punya sesuatu untuk dikerjakan", dan "Saya punya cita-cita", "Saya bertanggungjawab", "Saya tidak punya cukup waktu", "Saya punya sesuatu untuk diselesaikan", dan "Saya akanlakukan nanti". Mereka menghabiskan kehidupannya hanya untuk memenuhi kehidupan dunia. Dalamayat "Mereka hanya mengetahui yang lahir dalam kehidupan dunia, tetapi akhirat merekalalaikan." (Surat ar-Ruum, 7), kesalahanpahaman ini dijelaskan. KETERANGAN HALAMAN 174 Jika kita merenungkan dalam-dalam semua yang dikatakan di sini, kita akan segeramenyadari sendiri situasi ajaib yang luar biasa: bahwa semua kejadian di dunia tidak lainkecuali imajinasi belaka... Fakta yang kita gambarkan di bab ini, yaitu bahwa segala sesuatu merupakan kesan, sangat 99
  • 100. penting karena implikasinya yang menyebabkan segala nafsu dan batas-batas menjadi tiada berarti.Pembuktian fakta ini menjelaskan bahwa segala yang orang miliki atau yang diusahakan keras untukdimiliki—kekayaan yang dicari dengan rakus, anak-anak yang mereka banggakan, pasangan hidup yangmereka anggap paling dekat dengannya, teman-teman, tubuh mereka, status sosial yang mereka yakiniterpandang, sekolah yang mereka hadiri, hari libur yang mereka isi—tiada berarti selain sekadar ilusi.Karena itu, segala upaya, waktu yang dihabiskan, dan ketamakannya, terbukti sia-sia belaka. Inilah penyebab banyak orang membodohi diri-sendiri ketika mereka menimbun harta dankekayaan atau “kapal yachts, helikopter, saham, rumah dan tanah" seolah-olah benar-benar ada. Orang-orang itu memamerkan kapal yacht, mobil, tiada henti membicarakan kekayaan mereka, menganggapkedudukan mereka lebih tinggi dari orang lain, dan tetap mengira bahwa mereka berhasil karena semuaini; mereka semestinya benar-benar memikirkan jenis keadaan yang akan mereka temukan sendiri didalamnya segera setelah menyadari bahwa kesuksesan itu tiada lain kecuali ilusi belaka. Pemandangan ini juga terlihat berulang kali dalam mimpi. Dalam mimpi, mereka jugamempunyai rumah, mobil yang melaju cepat, permata yang sangat indah, tumpukan dolar, emas danperak. Dalam mimpi, mereka juga berkedudukan tinggi, mempunyai pabrik sendiri dengan jutaanpekerja, memiliki kekuasaan atas banyak orang, dan mengenakan pakaian yang dikagumi oleh setiaporang. Sebagaimana orang yang membanggakan miliknya terjaga dari mimpinya akan ditertawakan, iapasti juga akan diejek bila memamerkan kesan yang ia lihat di dunia ini. Apa yang ia lihat baik yang adadalam mimpi maupun di dunia hanya merupakan kesan di dalam benaknya. Begitu pula, cara orang bereaksi terhadap peristiwa yang mereka alami di dunia akan membuatmereka merasa malu ketika mereka menyadari realitasnya. Mereka yang berselisih satu dengan yanglain, berdebat mati-matian, menipu, menyuap, memalsukan, berbohong, kikir, banyak melakukankesalahan kepada orang lain, memukul, dan mengutuk orang lain, sewenang-wenang, bernafsu mengejarjabatan dan kedudukan, iri hati, dan pamer, akan tercemar ketika mereka menyadari telah melakukansemua ini di alam mimpi. Karena Allah menciptakan semua kesan ini, Pemilik Akhir segala yang ada dan tiada ialah Allahsendiri. Fakta ini ditekankan dalam Al-Quran: Milik Allah segala yang di langit dan yang di bumi. Dan Ia meliputi segala sesuatu (Suratan-Nisaa’, 126) Sungguh merupakan kebodohan besar mencampakkan agama demi memenuhi hawa nafsu yangbersifat khayalan dan kehilangan kehidupan kekal yang berarti kehilangan selama-lamanya. Pada tahap ini, satu hal mesti diperhatikan. Ini tidak berarti bahwa "hak milik, kekayaan, anak,pasangan hidup, teman, kedudukan yang anda miliki yang dengannya anda menjadi bakhil atau kikir,akan sirna cepat atau lambat, dan karena itu tidak berarti apa-apa", tetapi bahwa "semua milik yangtampaknya anda miliki itu benar-benar tidak ada, tetapi semuanya itu hanya mimpi yang terdiri darikesan-kesan yang Allah tunjukkan kepada anda untuk menguji anda". Seperti yang anda lihat, adaperbedaan mencolok antara dua pernyataan tersebut. Meski manusia tidak ingin segera mengakui kebenaran ini dan justru menipu diri-sendiri denganmenganggap bahwa segala yang ia miliki benar-benar ada, ia akhirnya meninggal dan di hari kemudiansegalanya akan jelas ketika kita dibangkitkan lagi. Pada hari itu "tajamlah mata manusia" (SuratQaaf, 22) dan kita akan melihat segalanya lebih jelas. Meskipun demikian, jika kita telah menghabiskan 100
  • 101. kehidupan kita mengejar tujuan yang bersifat khayalan itu, kita akan berkeinginan tidak pernah hidupdalam kehidupan ini dan berkata "Wahai! Cobalah kematian cukup menyudahi aku! Hartakekayaanku tak bermanfaat bagiku! Kekuasaanku pun hancur semua!” (Surat al-Haaqqah,27-29). Di sisi lain, yang semestinya dilakukan oleh orang bijaksana adalah berupaya memahami realitasterbesar alam semesta di sini di dunia ini, ketika ia masih punya banyak waktu. Kalau tidak, ia akanmenghabiskan seluruh hidupnya mengejar impian dan menghadapi hukuman yang menyedihkan padaakhirnya. Dalam Al-Quran, keadaan akhir manusia yang mengejar ilusi (atau khayalan) di dunia ini danmelupakan Penciptanya, dinyatakan sebagai berikut: Tetapi mereka yang kafir, amal mereka seperti bayangan di padang pasir, yang oleh orangyang sedang kehausan dikira air, sehingga bila ia sampai ke tempatnya, tak ada apa-apa, tetapiyang ditemuinya Allah bersama dia, dan Allah membuat perhitungan. (Surat an-Nuur, 39) RUSAKNYA LOGIKA MATERIALISME Dari awal bab ini, jelas dinyatakan bahwa zat tidak mempunyai keberadaan mutlak, tidak sepertipernyataan penganut materialisme, tetapi merupakan sekumpulan kesan indera yang diciptakan olehAllah. Penganut materialisme menolak realitas bukti ini, yang merusak filsafat mereka, dengan carayang sangat dogmatis dan mengemukakan antitesis yang tidak berdasar. Contohnya, salah satu pembela terbesar filsafat materialisme di abad 20, seorang Marxis yangtekun, George Politzer, untuk keberadaan zat, memberikan "contoh bus" sebagai "bukti terbesar".Menurut Politzer, para filsuf yang berpikir bahwa zat hanya merupakan persepsi yang bergerak menjauhseperti ketika mereka melihat sebuah bus akan bergerak dan hal ini merupakan bukti keberadaan fisikzat.34 Ketika penganut materialisme lain yang terkemuka, Johnson, mengatakan bahwa zat itumerupakan sekumpulan persepsi, ia berupaya membuktikan keberadaan fisik batu denganmenendangnya.35 Contoh serupa diberikan oleh Friedrich Engels, penasehat Politzer dan, bersama dengan KarlMarx, pendiri materialisme dialektik. Ia menulis, "jika kue yang kita makan hanya merupakanpersepsi, maka kue itu tidak akan menghentikan rasa lapar kita".36 Ada contoh serupa dan beberapa kalimat seperti "anda memahami keberadaan zat jika andaterbanting jatuh di permukaan" di buku-buku penulis materialisme terkenal seperti Marx, Engels,Lenin dan lain-lain. Pemahaman salah yang memberi jalan untuk contoh-contoh materialisme ini adalah menafsirkan"zat ialah persepsi" sebagai "zat merupakan permainan cahaya". Mereka mengira bahwa persepsiterbatas untuk dilihat dan bahwa indera lain seperti sentuhan mempunyai korelasi fisik. Sebuah bus yangmenabrak seseorang membuat mereka berkata "awas, bus menabrak, karena itu bukan persepsi". Merekatidak memahami bahwa semua persepsi yang dialami selama bus menabrak, seperti keras, tabrakan,sakit, juga terbentuk dalam otak. 101
  • 102. CONTOH MIMPI Contoh paling baik untuk menjelaskan realitas ini ialah mimpi. Orang dapat menggelinding ditangga dan mematahkan kakinya, mengalami kecelakaan mobil yang serius, terjepit di bawah bus, ataumakan kue dan kenyang. Peristiwa sama yang dialami dalam kehidupan sehari-hari juga dialami dalammimpi dengan indera sama tentang realitas mereka, dan menimbulkan perasaan sama pada kita. Seseorang yang bermimpi tertabrak oleh bus dapat membuka matanya lagi di rumah sakit dalammimpinya dan memahami bahwa ia cacat, tetapi semua itu adalah mimpi. Ia juga dapat bermimpi bahwaia meninggal dalam kecelakaan mobil, malaikat kematian merenggut nyawanya, dan kehidupannya diakhirat dimulai. (Peristiwa yang disebut terakhir ini dialami dengan cara yang sama dalam kehidupan iniyang, sebagaimana mimpi, merupakan persepsi). Orang ini mencerap kesan, suara, rasa padat, cahaya, warna, dan semua perasaan lain yangberkenaan dengan kejadian yang ia alami dalam mimpinya dengan sangat kuat dan tajam. Persepsi yangia alami dalam mimpinya sama alaminya dengan persepsi dalam kehidupan "nyata". Kue yang ia makandalam mimpinya membuatnya kenyang meskipun kue itu merupakan cerapan perasaan mimpi saja,karena, merasa kenyang juga merupakan persepsi perasaan-mimpi. Bagaimanapun, dalamkenyataannya, orang ini sedang berbaring di tempat tidur pada saat itu. Tidak ada tangga, lalulintas, ataupun bus sama sekali. Orang yang bermimpi mengalami dan melihat persepsi dan perasaan yang tidakada di alam luar. Fakta bahwa dalam mimpi, kita mengalami, melihat, dan merasakan kejadian dengantanpa korelasi fisik di alam luar dengan sangat gamblang menjelaskan bahwa dunia luar tempat kitahidup ini sepenuhnya semata-mata terdiri dari persepsi-persepsi. Yang percaya akan filsafat materialisme, terutama Marxis, akan membantah keras realitas ini,yakni esensi zat. Mereka mengutip contoh dari penalaran semu Marx, Engels, atau pun Lenin danmembuat pernyataan secara emosional. Akan tetapi, orang-orang ini mesti berpikir bahwa mereka juga mengutarakan pendapatnya secaraluas ini dalam mimpi mereka. Dalam mimpi, mereka juga dapat membaca "Das Kapital", mengikutipertemuan, berkelahi dengan polisi, dipukul di kepala, dan terasa sakit lukanya. Bila ditanya dalammimpi, mereka akan mengira bahwa yang mereka alami dalam mimpi itu juga terdiri dari "zat mutlak",seperti mereka menganggap "zat mutlak" benda-benda yang mereka lihat ketika mereka bangun.Namun, entah dalam mimpi entah dalam kehidupan mereka sehari-hari, semua yang mereka lihat, alami,atau pun rasakan hanya terdiri dari persepsi-persepsi. KETERANGAN HALAMAN 179 DUNIA DALAM MIMPI Bagi anda, realitas ialah semua yang bisa disentuh dengan tangan dan dilihat denganmata. Dalam mimpi anda juga "bisa menyentuh dengan tangan dan melihat dengan mata anda",tetapi dalam kenyataan, anda kemudian tidak mempunyai tangan atau mata, atau pun tidak adahal yang bisa disentuh atau dilihat. Tidak ada realitas materi yang membuat benda-benda initerjadi kecuali otak anda. Anda hanya tertipu. Apa yang memisahkan kehidupan nyata dari mimpi? Pada puncaknya, kedua bentukkehidupan ini masuk menjadi ada dalam otak. Jika kita bisa hidup dengan mudah dalam duniatak nyata selama kita bermimpi, hal tersebut berlaku pula untuk dunia yang kita tempati saatkita bangun. Ketika kita bangun dari mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa 102
  • 103. kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang disebut "kehidupan nyata". Alasan kitamenganggap khayal mimpi kita dan menganggap nyata dunia ini hanya merupakan hasil darikebiasaan dan prasangka kita. Hal ini menjelaskan bahwa kita bisa dibangunkan darikehidupan di dunia, yang kita kira kita tinggali saat ini, seperti halnya kita dibangunkan darimimpi. CONTOH MENGHUBUNGKAN SYARAF SECARA PARALEL Mari kita perhatikan contoh tabrakan mobil yang dikemukakan oleh Politzer yang menceritakanseseorang yang tertabrak mobil. Jika syaraf orang yang tertabrak yang bergerak dari pancainderanya keotaknya, terhubung ke orang lain, otak Politzer misalnya, dengan hubungan paralel, maka pada saat busmenabrak orang itu, bus itu juga menabrak Politzer yang duduk di rumah pada saat itu juga. Semuaperasaan yang dialami oleh orang yang mengalami kecelakan itu dialami juga oleh Politzer, sama persisdengan lagu yang terdengar dari dua pengeras suara yang berbeda yang terhubung ke tape recorderyang sama. Politzer merasakan, melihat, dan mengalami penabrakan bus, sentuhan bus di tubuhnya,kesan lengan patah dan berdarah, retak, kesan ia memasuki ruang operasi, kerasnya tuangan plaster, danrapuhnya lengannya. Setiap orang yang dihubungkan dengan syaraf-syaraf orang tersebut secara paralel akanmengalami kecelakaan dari awal hingga akhir persis seperti Politzer. Jika orang yang tertimpakecelakaan tersebut mengalami koma, maka mereka semuanya pun akan jatuh koma. Lagipula, jikasemua persepsi yang ada kaitannya dengan kecelakaan mobil itu direkam di suatu alat dan jika semuapersepsi ini dikirimkan ke seseorang berulang kali, maka bus itu akan menabrak orang ini berulang kali. Jadi, bus manakah yang sesungguhnya menabrak orang-orang itu? Jika syaraf-syaraf organ inderaEngels, yang merasa kenyang dan berisi penuh roti dalam perutnya setelah memakan kue, dihubungkanke otak orang kedua secara paralel, maka orang itu juga akan merasa kenyang ketika Engels makan kuedan kenyang. Jika syaraf-syaraf Johnson, yang merasa nyeri di kakinya ketika ia menendang kerassebuah batu, dihubungkan ke orang kedua secara paralel, maka orang itu akan merasakan kenyerianyang sama. Jadi, kue atau batu manakah yang nyata? Filsafat materialisme lagi-lagi gagal memberi jawabanyang konsisten atas pertanyaan ini. Jawaban yang benar dan konsisten ialah berikut ini: baik Engelsmaupun orang kedua telah makan kue dalam benak mereka dan kenyang; baik Johnson maupun orangkedua telah sepenuhnya mengalami kejadian penendangan batu dalam benak mereka. Mari kita buat perubahan di contoh yang kami berikan tentang Politzer. Mari kita hubungkansyaraf orang yang tertabrak bus dengan otak Politzer, dan syaraf Politzer yang sedang duduk dirumahnya ke otak orang yang tertabrak tersbut. Orang yang sebenarnya tertabrak bus itu tidak akanpernah merasakan dampak kecelakaan itu dan mengira bahwa ia sedang duduk di rumah Politzer.Logika yang sama persis dapat diterapkan terhadap contoh kue dan batu tadi. Seperti yang kita lihat, manusia tidak mungkin melampaui inderanya dan melepaskannya. Dalamhal ini, jiwa manusia terbuka terhadap semua jenis gambaran kejadian fisik meskipun tidak mempunyaibadan fisik dan tanpa keberadaan material atau pun bobot material. Manusia tidak mungkin menyadarihal ini karena ia menganggap kesan tiga dimensi ini nyata dan keberadaannya pasti, karena setiap orang 103
  • 104. tergantung pada persepsi yang dialami oleh organ-organ inderanya. Filsuf Inggris terkenal David Hume mengungkapkan pikirannya tentang fakta ini: Dengan berbicara blak-blakan, ketika saya memasukkan diri saya di sesuatu yang saya sebut"saya sendiri", saya selalu menjumpai penginderaan khusus yang mengenai panas atau dingin, terangatau gelap, cinta atau benci, pahit atau manis atau keadaan-keadaan lainnya. Tanpa keberadaan persepsi,saya tidak pernah dapat mencerap diri saya sendiri pada waktu tertentu dan saya tidak bisa mengamatiapa pun kecuali persepsi.37 PEMBENTUKAN PERSEPSI DI OTAK BUKAN FILSAFAT MELAINKAN FAKTA ILMIAH Penganut materialisme menyatakan bahwa yang kita bicarakan di sini ialah pandangan filosofis.Namun, berpendapat bahwa "dunia luar", sebagaimana kita menyebutnya, merupakan sekumpulanpersepsi bukan materi filsafat, melainkan fakta ilmiah biasa. Jalan pembentukan kesan dan perasaan didalam otak diajarkan dengan rinci di sekolah-sekolah kedokteran. Fakta-fakta ini, yang dibuktikan olehilmu pengetahuan abad ke-20 khususnya fisika, jelas menunjukkan bahwa zat tidak mempunyai realitasmutlak dan bahwa, dalam ertian tertentu, setiap orang sedang menyaksikan "monitor di otaknya". Semua orang yang mempercayai ilmu pengetahuan, yang atheis, yang Buddhis, atau pun orangyang menganut pandangan lain, harus menerima fakta ini. Penganut materialisme bisa menolakkeberadaan Pencipta, tetapi ia tidak bisa menolak realitas ilmiah ini. Ketidakmampuan Karl Marx, Friedrich Engels, George Politzer dan lain-lain untuk memahamifakta dan bukti yang sedemikian sederhana itu masih mengherankan, meskipun tingkat pemahamanilmiah pada zaman mereka mungkin tidak memadai. Di zaman kita, ilmu pengetahuan dan teknologisangat canggih dan penemuan-penemuan mutakhir mempermudah kita untuk memahami fakta ini.Sebaliknya, penganut materialisme diliputi dengan ketakutan untuk memahami fakta ini, bahkansekalipun sebagian saja, dan menyadari betapa pasti hal ini melumpuhkan filsafat mereka. KEKHAWATIRAN HEBAT PARA MATERIALIS Untuk sementara, tidak ada tanggapan mendasar yang berasal dari kalangan materialis Turkitentang pokok bahasan yang dikemukakan dalam buku ini, yaitu fakta bahwa zat adalah persepsi belaka.Ini memberi kita kesan bahwa gagasan kita tidak begitu terang sehingga perlu dijelaskan lebih lanjut.Namun, lama sebelumnya, terungkap bahwa penganut materialisme merasa sangat tidak nyamanmengenai kepopuleran pokok bahasan ini, dan merasakan ketakutan yang besar tentang ini. Beberapa kali, para penganut materialisme menyuarakan dengan keras ketakutan dan kepanikanmereka dalam penerbitan, konferensi, dan lokakarya mereka. Wacana mereka yang gelisah dan tiadaberpengharapan mengisyaratkan bahwa mereka menderita krisis intelektual yang parah. Keruntuhanilmiah teori evolusi, yang dianggap sebagai dasar filsafat mereka, telah sangat menggoncangkanmereka. Kini, mereka mulai menyadari bahwa mereka mulai kehilangan materi itu sendiri, yangmerupakan arus utama yang lebih besar bagi mereka daripada Darwinisme, dan mereka sedangmengalami goncangan yang bahkan lebih besar. Mereka mengumumkan bahwa masalah ini merupakan 104
  • 105. "ancaman terbesar" bagi mereka dan secara total “mengoyak struktur kebudayaan mereka”. Salah seorang yang paling keras mengungkapkan kecemasan dan kepanikan yang dirasakan olehkalangan materialis ialah Rennan Pekunlu, seorang akademisi di samping penulis majalah Bilim veUtopya (Sains dan Utopia) yang mengaku bertugas membela materialisme. Baik dalam artikelnya diBilim ve Utopya maupun dalam lokakarya yang ia hadiri, Pekunlu memperlihatkan buku EvolutionDeceit karya Harun Yahya sebagai ancaman nomor satu terhadap materialisme. Yang mengusik Pekunluyang bahkan lebih mengancam daripada bab-bab yang membatilkan Darwinisme ialah bagian yang barusaja anda baca. Kepada pemirsa dan pembacanya, Pekunlu menyampaikan pesan, "jangan biarkan dirianda terhanyut oleh indoktrinasi idealisme dan tetap yakinlah anda terhadap materialisme". Ia mengutipVladimir I. Lenin, pemimpin revolusi komunis berdarah di Rusia, sebagai acuan. Dengan menyarankanagar setiap orang membaca buku klasik Lenin yang berjudul Materialism and Empirio-Criticism,Pekunlu mengulangi nasihat Lenin, "jangan berpikir tentang masalah ini, atau anda akan keluar darijalur materialisme dan hanyut oleh agama". Dalam sebuah artikel ia menulis di majalahnya yang tadidisebut, ia mengutip baris-baris berikut ini dari Lenin: Sekali anda menolak kenyataan obyektif, yang sampai kepada kita secara inderawi, anda telahkehilangan semua senjata melawan fideisme, karena anda tergelincir ke dalam agnostisisme atausubyektivisme—dan itu sajalah yang dibutuhkan oleh fideisme. Sepasang cakar terjerat, dan siburung lenyap. Dan Jago-jago kita semuanya terjerat dalam idealisme, yaitu dalam fideisme yang licin;mereka terjerat sejak saat mereka menganggap "sensasi" bukan sebagai kesan dari alam luar melainkansebagai "unsur" khusus. Ini bukan sensasi siapa pun, benak siapa pun, roh siapa pun, kehendak siapapun.38 Kata-kata ini jelas menunjukkan bahwa fakta mengkhawatirkan ini, yang oleh Lenin disadari danhendak dikeluarkan baik dari benaknya maupun benak “rekan-rekannya”, juga mengusik para materialisdengan cara sama. Meski begitu, Pekunlu dan para materialis lain menderita kesulitan yang lebih besar;karena mereka sadar bahwa fakta ini sekarang dikemukakan dengan cara yang lebih gamblang, lebihpasti dan lebih meyakinkan daripada 100 tahun silam. Untuk pertama kali dalam sejarah dunia, pokokbahasan ini dijelaskan dengan cara yang sedemikian menarik. KETERANGAN HALAMAN 183 Rennan Pekunlu, penulis materialis Turki, mengatakan bahwa “teori evolusi tidakbegitu penting, ancaman nyatanya adalah subyek ini”, karena ia sadar bahwa subyek inimenihilkan materi, satu-satunya konsep yang ia yakini. Meskipun demikian, gambaran umumnya ialah bahwa sejumlah besar ilmuwan materialis masihmengambil sikap yang sangat dangkal terhadap fakta bahwa "zat itu tiada lain kecuali sebuah ilusi".Pokok bahasan yang dijelaskan di bab ini ialah satu pokok bahasan terpenting dan paling menarikyang pernah mereka temui dalam kehidupan mereka. Mereka tidak berkesempatan menghadapi pokokbahasan yang sedemikian penting ini sebelumnya. Namun, reaksi para ilmuwan ini atau pun metodeyang mereka terapkan dalam ceramah dan artikel mereka mengisyaratkan betapa dangkal dan semupemahaman mereka. Reaksi beberapa materialis terhadap subyek yang dibahas di sini menunjukkan bahwa kesetiaanmereka yang membabi buta kepada materialisme telah membahayakan logika mereka. Karena alasan ini,mereka jauh terlepas dari pemahaman pokok bahasan itu. Contohnya, Alaatin Senel, seorang akademisi 105
  • 106. dan penulis majalah Bilim ve Utopya, mengungkapkan sentimen yang serupa dengan kata-kata RennanPekunlu, "Lupakan runtuhnya Darwinisme, masalah yang sebenarnya mengancam adalahmasalah ini". Dengan merasa bahwa filsafatnya sendiri tidak berdasar, ia membuat tuntutan seperti"buktikan kata-kata anda!". Yang lebih menarik, penulis ini menulis sendiri bahwa ia tidak bisamengerti akan fakta ini, yang ia anggap sebagai ancaman. Contohnya, dalam artikel yang membahas masalah ini secara eksklusif, Senel sependapat bahwaalam luar dicerap di otak sebagai kesan. Namun demikian, ia mengklaim bahwa kesan terbagi menjadidua: yang mempunyai korelasi fisik dan yang tidak, dan bahwa kesan yang berhubungan dengan dunialuar mempunyai korelasi fisik. Untuk mendukung pernyataannya, ia memberi "contoh telepon". Pendekkata, ia menulis: "saya tidak tahu apakah kesan-kesan di otak saya mempunyai korelasi dengan dunialuar ataukah tidak, tetapi hal tersebut berlaku pula ketika saya berbicara di telepon. Ketika berbicara ditelepon, saya tidak bisa melihat lawan bicara tetapi saya dapat mengkonfirmasikan pembicaraan ini bilakemudian saya bertemu langsung dengannya."39 Dengan mengatakan demikian, penulis ini sesungguhnya bermaksud: "Jika kita meragukanpenginderaan kita, kita bisa melihat materi itu sendiri dan memeriksa realitasnya." Meski demikian, halini merupakan kesalahpahaman bukti, karena kita tidak mungkin menjangkau materi itu sendiri. Kitatidak mungkin mengeluarkan benak kita dan mengetahui hal-hal yang ada "di luar". Apakahsuara di telepon berkorelasi ataukah tidak, dapat dikonfirmasikan oleh orang tersebut di ujung lainnya.Meski begitu, konfirmasi ini juga kesan, yang dialami di benak tersebut. Orang-orang ini juga mengalami kejadian yang sama dalam mimpi-mimpi mereka. Contohnya,Senel juga bisa melihat dalam mimpinya bahwa ia berbicara di telepon dan kemudian mengadakanpembicaraan yang dikonfirmasikan oleh orang yang ia ajak bicara. Pekunlu bisa merasakan sendiridalam mimpinya bahwa ia menghadapi "ancaman serius" dan menyarankan orang-orang agar membacabuku-buku klasik karya Lenin. Namun, tidak peduli apa yang mereka kerjakan, para materialis ini tidakbisa menyangkal bahwa kejadian yang mereka alami dan orang-orang yang mereka bicarakan dalammimpi mereka tidak lain kecuali persepsi. Lantas, siapa yang akan mengecek apakah kesan-kesan di otak memiliki korelasi ataukah tidak?Makhluk bayangan di otak? Sudah pasti, para materialis mustahil menemukan sumber informasi yangbisa memberi data mengenai luar otak dan mengkonfirmasikannya. Dengan mengakui bahwa semua persepsi terbentuk di otak, tetapi menganggap bahwa orang bisa“keluar” dari ini dan mempunyai persepsi yang dikonfirmasi oleh dunia luar yang nyata,mengungkapkan bahwa kemampuan intelektual manusia terbatas dan bahwa penalarannya menyimpang. Namun, siapa saja dengan tingkat pemahaman dan penalaran yang normal bisa dengan mudahmemahami fakta-fakta ini. Setiap orang yang tidak menyimpang tahu, sehubungan dengan semua yangtelah kita katakan, bahwa mustahil baginya menguji keberadaan dunia luar dengan inderanya. Akantetapi, tampak bahwa kesetiaan yang membabi buta kepada materialisme menyimpangkan kemampuanpenalaran manusia. Karena alasan ini, para materialis kontemporer menampilkan kelemahan logika yangfatal dalam penalaran mereka persis seperti para guru mereka yang berupaya "membuktikan"keberadaan zat dengan menendang batu atau memakan kue. Juga dikatakan bahwa ini bukan situasi yang mengherankan, karena ketidakmampuan memahamimerupakan sifat umum kaum kafir. Dalam Al-Qur’an, Allah pada khususnya menyatakan bahwa mereka“orang yang tidak berakal” (Surat al-Maaidah, 58). 106
  • 107. MATERIALISME TERJERUMUS KE DALAM PERANGKAP TERBESAR SEJARAH Suasana kepanikan yang melanda kalangan materialis di Turki, yang beberapa contohnya telahkami sebut, menunjukkan bahwa para penganut materialisme menghadapi kerusakan parah, yang tidakpernah mereka temui sebelumnya dalam sejarah. Bahwa zat hanya suatu persepsi telah dibuktikan olehilmu pengetahuan modern dan dikemukakan dengan cara yang sangat jelas, lurus, dan kuat. Parapenganut materialisme hanya bisa melihat dan mengakui jatuhnya seluruh dunia material yang secaramembabi buta mereka percayai dan andalkan. Pemikiran materialis selalu ada sepanjang sejarah manusia. Dengan penuh percaya diri dandengan filsafat yang mereka yakini, mereka menentang Allah yang menciptakan mereka. Skenario yangmereka rumuskan bersikeras bahwa zat tidak mempunyai awal atau pun akhir, dan bahwa semua initidak mungkin mempunyai Pencipta. Karena kesombongan mereka, mereka menolak Allah danmelindungi materi, yang mereka anggap mempunyai keberadaan nyata. Mereka begitu percaya denganfilosofi ini. Mereka kira mustahil dikemukakan suatu penjelasan yang membuktikan kebalikannya. Karena itulah fakta-fakta yang dibicarakan dalam buku ini yang berkenaan dengan hakikat zatyang sebenarnya itu amat mengejutkan orang-orang ini. Hal yang telah dibicarakan di sinimenghancurkan dasar filosofi mereka dan tidak memungkinkan pembahasan lebih lanjut. Zat, yangmenjadi dasar semua pemikiran, kehidupan, kesombongan dan penolakan mereka, semuanya sirnaseketika. Bagaimana bisa ada materialisme jika tidak ada materi? Salah satu sifat Allah ialah perencanaan-Nya terhadap kaum kafir. Hal ini dinyatakan di ayat“Mereka menyusun rencana, dan Allah juga membuat rencana, namun Allah perencana terbaik.”(Surat al-Anfaal, 30) Allah menjebak para materialis dengan membuat mereka beranggapan bahwa ada zat danmerendahkan mereka dengan cara yang tidak terlihat. Para materialis menganggap bahwa barangmereka, status, kedudukan, masyarakat yang mereka miliki, seluruh dunia dan segala hal lain benar-benar ada dan semakin sombong kepada Allah dengan mengandalkan hal-hal ini. Mereka menentangAllah dengan sombong dan semakin tidak beriman. Ketika melakukan demikian, mereka sepenuhnyamengandalkan materi. Akan tetapi, mereka begitu kurang memahami sehingga mereka gagal berpikirbahwa Allah meliputi mereka. Allah mengumumkan keadaan yang akan menimpa orang-orang kafirsebagai akibat dari keras-kepala mereka: Ataukah mereka bermaksud menipu? Tetapi mereka yang tak beriman itulah yang tertipu!(Surat ath-Thuur, 42) Hal ini mungkin merupakan kerusakan mereka yang terbesar dalam sejarah. Ketika semakinsombong, para materialis itu terjebak dan menderita kerusakan serius dalam perang yang mereka biayaimelawan Allah dengan mengemukakan sesuatu yang amat bertentangan dengan Allah. Ayat “BegitulahKami tempatkan dalam setiap kota pemuka-pemuka orang yang jahat supaya mengadakan tipumuslihat di situ, tetapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadari” mengungkap betapatak sadar orang-orang yang menentang Pencipta mereka ini, dan mengungkap bagaimana ujung-ujungnya (Surat al-Anaam, 123). Dalam ayat lain, fakta serupa dikaitkan sebagai: 107
  • 108. Mereka hendak menipu Allah dan orang beriman, tetapi mereka hanya menipu diri sendiri,dan tidak mereka sadari! (Surat al-Baqarah, 9) Ketika orang kafir mencoba merencanakan, mereka tidak menyadari suatu fakta yang sangatpenting yang ditekankan dengan kata-kata "mereka hanya menipu diri sendiri, dan tidak mereka sadari!"dalam ayat itu. Inilah yang nyata bahwa segala yang mereka alami adalah suatu imajinasi yangdirancang untuk dicerap oleh mereka, dan semua rencana yang mereka kemukakan hanya kesan-kesanyang terbentuk di otak mereka persis seperti setiap adegan lain yang mereka perankan. Kebodohanmereka membuat mereka lupa bahwa mereka semua sendirian dengan Allah dan, karena itu, merekaterperangkap dalam rencana mereka sendiri yang berliku-liku. Tidak berbeda dari orang kafir yang hidup di masa silam, orang kafir yang hidup di zamansekarang menghadapi suatu kenyataan yang akan menyebarkan rencana berlika-liku mereka denganlandasan mereka. Dengan ayat "... diperdayakan oleh setan-setan” (Surat al-An’aam, 71), Allahberfirman bahwa rencana ini berakhir dengan kegagalan pada hari perencanaannya. Allahmenyampaikan berita baik kepada orang beriman dengan ayat "... Tipu muslihat mereka sama sekalitidak merugikan kamu." (Surat Aali ‘Imraan, 120) Dalam ayat lain, Allah berfirman: "Tetapi mereka yang kafir, amal mereka sepreti bayangandi padang pasir, yang oleh orang yang sedang kehausan dikira air, sehingga bila ia sampai ketempatnya, tak ada apa-apa, tetapi yang ditemuinya Allah bersama dia, dan Allah membuatperhitungan." (Surat an-Nuur, 39). Materialisme juga menjadi suatu "bayangan" bagi yangmemberontak seperti yang dinyatakan dalam ayat ini; bila mereka menemukan jalan lain, mereka tidakmendapati apa-apa selain ilusi. Allah menipu mereka dengan bayangan sedemikian, dan memperdayamereka sehingga mereka mencerap seluruh kumpulan kesan ini sebagai sesuatu yang nyata. Semuaorang yang "terkemuka", profesor, astronom, biolog, fisikawan, dan lain-lain, apa pun kedudukan danstatus mereka, terperdaya begitu saja seperti anak-anak, dan terhina karena mereka mengambil materisebagai tuhan mereka. Dengan menganggap sekumpulan kesan itu mutlak, mereka mendasarkan filosofidan ideologi mereka pada sekumpulan kesan itu, menjadi terlibat dalam diskusi serius, danmenggunakan wacana yang disebut "intelektual". Mereka menganggap mereka cukup bijaksanamenawarkan suatu argumen tentang kebenaran alam semesta dan, yang lebih penting, menentang Allahdengan intelegensi mereka yang terbatas. Allah menerangkan situasi mereka dalam ayat berikut ini: Mereka menyusun rencana, dan Allah juga membuat rencana, namun Allah perencanaterbaik. (Surat Aali Imraan, 54) Lari dari beberapa rencana mungkin bisa; namun, rencana Allah terhadap orang kafir ini sangatmantap sehingga tiada jalan untuk keluar dari rencana itu. Tidak peduli apa yang mereka lakukan atausiapa yang mereka pikat, mereka tidak pernah menemukan penolong selain Allah. Seperti firman Allahdalam Al-Quran, "Mereka takkan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah."(Surat an-Nisaa’, 173) Para materialis tiada pernah menduga terjerumus dalam perangkap sedemikian itu. Denganmemiliki semua sarana penyelesaian abad ke-20, mereka mengira bisa memperkokoh kekafiran merekadan mempengaruhi orang-orang agar tidak beriman. Allah menggambarkan mentalitas abadi orang kafir 108
  • 109. dan akhir riwayat mereka dalam al-Quran sebagai berikut: Mereka menyusun rencana, dan kami pun membuat rencana, sementara mereka tidakmenyadari. Maka lihatlah, bagaimana akibat rencana mereka; Kami binasakan mereka dangolongan mereka semua. (Surat an-Naml, 50-51) Di tingkat lain, inilah maksud ayat-ayat itu: pengikut materialisme dibuat menyadari bahwasegala yang mereka miliki adalah ilusi, dan karena itu segala yang mereka miliki binasa. Saat merekamenyaksikan harta, pabrik, emas, uang, anak, pasangan hidup, teman, kedudukan dan status, dan bahkantubuh mereka sendiri, semua yang mereka anggap ada itu terlepas jauh dari tangan mereka, semuanya"binasa" seperti yang difirmankan di ayat 51 Surat an-Naml. Dalam hal ini, semua itu bukan lagikesatuan materi, melainkan jiwa. Tentu saja, menyadari kebenaran ini merupakan situasi yang mungkin terburuk bagi paramaterialis. Begitu juga fakta bahwa segala yang mereka miliki hanya ilusi atau, dengan kata lain, "matisebelum meninggal" di dunia ini. Kenyataan ini membiarkan mereka sendirian dengan Allah. Dengan ayat, "Biarlah Aku(berhadapan) dengan makhluk yang Aku ciptakan (telanjang dan) seorang diri!” (Surat al-Muddatstsir, 11), Allah menyeru kita untuk mengikuti fakta bahwa sebenarnya manusia seorang dirisaja dalam kehadiran-Nya. Kenyataan yang luar biasa ini diulangi di ayat-ayat lain: Dan sungguh-sungguh kamu mendatangi Kami seorang diri seperti ketika pertama kaliKami menciptakan kamu; dan segala yang Kami karuniakan kepadamu kamu tinggalkan dibelakangmu ... (Surat al-Anaam, 94) Dan setiap orang datang kepada-Nya pada hari kiamat seorang diri. (Surat Maryam, 95) Di tingkat lain, ayat-ayat itu menunjukkan: mereka yang menganggap materi sebagai tuhanmereka berasal dari Allah dan kembali kepada-Nya. Mereka telah menyerahkan kehendak merekakepada Allah, entah mereka inginkan entah tidak. Kini mereka menunggu Hari Perhitungan kala setiaporang dari mereka akan dipangil untuk bertanggung jawab, kendatipun mereka mungkin tidak inginmemahaminya. KESIMPULAN Pokok bahasan yang telah kami jelaskan sejauh ini merupakan salah satu kebenaran terbesar yangpernah dikabarkan di sepanjang hidup anda. Dengan membuktikan bahwa seluruh dunia materisebenarnya merupakan "makhluk bayang-bayang", pokok bahasan ini merupakan kunci untukmemahami keberadaan Allah dan ciptaan-Nya dan memahami bahwa Dialah satu-satunya keberadaanyang mutlak. Orang yang memahami pokok bahasan ini menyadari bahwa dunia bukan jenis tempat [nyata]sangkaan kebanyakan orang. Dunia bukan tempat mutlak dengan keberadaan sejati seperti anggapanorang-orang yang berkeliaran tanpa tujuan di jalan-jalan, berkelahi di pub-pub, bermewah-mewah,memamerkan kekayaan mereka, atau yang mengabdikan hidup demi tujuan-tujuan dangkal. Dunia ini 109
  • 110. hanya sekumpulan persepsi, suatu ilusi. Semua orang yang kita sebut di atas hanya makhluk bayang-bayang yang melihat persepsi-persepsi ini dalam benak mereka; namun, mereka tidak menyadarinya. Konsep ini sangat penting karena menghancurkan dan meruntuhkan filsafat materialisme yangmenolak keberadaan Allah. Hal ini yang menyebabkan para materialis seperti Marx, Engels, dan Leninmerasa panik, murka, dan memperingatkan pengikut mereka "untuk tidak memikirkan" konsep ini kalamereka diberitahu hal itu. Orang-orang ini begitu lemah mentalnya sehingga mereka bahkan tidak bisamemahami bahwa penginderaan itu terbentuk di dalam otak. Mereka menganggap bahwa dunia yangmereka saksikan di otak mereka adalah "dunia luar" dan tidak bisa memahami bukti gamblang yang[menunjukkan] sebaliknya. Ketidaksadaran ini merupakan hasil dari kurangnya kearifan yang diberikan oleh Allah kepadaorang-orang yang tak beriman. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an, orang-orang kafir “mempunyaikalbu, tidak juga mau menyadari, mereka mempunyai mata, tidak juga mau melihat dan merekamempunyai telinga, tidak juga mau mendengar. Mereka sudah seperti ternak, bahkan lebih sesatlagi, karena mereka sudah lalai.” (Surat al-Araaf, 179) Anda bisa merambah melampaui hal ini dengan menggunakan kekuatan cermin pribadi anda.Untuk ini, anda harus berkonsentrasi, memusatkan perhatian anda, dan merenung pada waktu melihatobyek-obyek di sekitar anda dan merasakan sentuhan mereka. Jika anda berpikir dengan kepala dingin,anda bisa merasakan bahwa makhluk pintar yang melihat, mendengar, menyentuh, berpikir, danmembaca buku di saat ini hanya seorang roh dan menyaksikan cerapan yang disebut "materi" diselembar layar. Orang yang memahami ini akan telah beranjak dari ranah dunia materi yang menipusebagian besar manusia, dan memasuki ranah keberadaan hakiki. Kenyataan ini dipahami oleh sejumlah teis atau filsuf sepanjang sejarah. Intelektual Islam sepertiImam Rabbani, Muhyiddin Ibn al-Arabi, dan Maulana Jami menyadari hal ini dari ayat-ayat al-Qurandan dengan menggunakan akal mereka. Sebagian filsuf Barat seperti George Berkeley memahamirealitas yang sama melalui akal. Imam Rabbani menulis dalam Maktubat (Surat-Surat)-nya bahwaseluruh alam materi itu "bayangan dan sangkaan (cerapan)" dan bahwa satu-satunya keberadaan mutlakitu ialah Allah: Allah ... Substansi makhluk-makhluk yang Ia ciptakan ini tidak lain kecuali ketiadaan ... Iaciptakan semuanya dalam cakupan indera dan ilusi ... Keberadaan alam semesta ini adalah di cakupanindera dan ilusi, dan ini bukan materi ... Pada hakikatnya, tiada yang berada di luar kecuali Yang Agung.(Yaitu Allah).40 Imam Rabbani secara terang-terangan menyatakan bahwa semua kesan yang tersaji untukmanusia hanya ilusi, dan bahwa kesan-kesan itu tidak asli di "luar". Siklus khayalan ini tergambar dalam imajinasi. Terlihat jelas bahwa ini tergambar, namundengan mata benak. Di luar, tampak seakan-akan ini terlihat dengan mata kepala. Akan tetapi,kejadiannya bukan demikian. Tidak ada penandaan atau pun jejak di luar. Tiada keadaan yang akanterlihat. Bahkan wajah seseorang yang terpantul di sebidang cermin memang seperti itu. Keadaannya diluar tidak stabil. Tiada keraguan, baik kesan maupun kestabilannya ada dalam IMAJINASI. Allah lebihmengetahui.41 Maulana Jami menyatakan fakta serupa, yang ia temukan dengan mengikuti ayat-ayat Al-Qurandan dengan menggunakan kecerdasannya: "Apa pun yang ada di alam semesta adalah inderawi danilusi. Mereka itu seperti pantulan di cermin atau bayang-bayang." Namun demikiam, jumlah orang yang memahami fakta ini sepanjang sejarah selalu terbatas. 110
  • 111. Ulama besar seperti Imam Rabbani telah menulis bahwa mungkin tidak bijaksana menuturkankenyataan ini kepada masyarakat luas karena kebanyakan orang tidak mampu memahaminya. Di abad di masa hidup kita, telah tersusun fakta empiris melalui struktur bukti yang dikemukakanoleh ilmu pengetahuan. Kenyataan bahwa alam semesta merupakan makhluk bayang-bayang diuraikandengan cara yang demikian jelas, konkret, dan terbuka untuk pertama kalinya dalam sejarah. Karena alasan ini, abad ke-21 akan menjadi titik balik bersejarah ketika manusia pada umumnyaakan memahami realitas ilahi dan berbondong-bondong menuju Allah, satu-satunya keberadaan yangmutlak. Paham materialis abad ke-19 akan tersingkir ke keranjang-sampah sejarah. Keberadaan Allahdan ciptaan-Nya akan dimengerti, ketiadaan ruang dan waktu akan dipahami, manusia akan bebas dariselubung, kebohongan, dan takhyul yang menyesatkan mereka berabad-abad. Mustahil kejadian yang tak terhindarkan ini terusik oleh makhluk bayang-bayang apa pun. RELATIVITAS WAKTU DAN KENYATAAN TAKDIR Segala hal yang berkaitan sejauh ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya “ruang berdimensitiga” tidak ada, tetapi merupakan prasangka yang sepenuhnya ditemukan dalam persepsi dan yangmenyebabkan seluruh kehidupan seseorang [menjadi berada] dalam ketiadaan ruang. Menyatakankebalikannya akan berarti berpegang pada keyakinan takhyul yang jauh terlepas dari akal dan kebenaranilmiah, karena tidak ada bukti sah keberadaan dunia materi berdimensi tiga. Hal ini menolak anggapan utama filosofi materialisme yang mendasari teori evolusi, anggapanbahwa zat adalah mutlak dan abadi. Anggapan kedua yang merupakan sandaran filosofi materialismeialah sangkaan bahwa waktu adalah mutlak dan kekal. Aggapan ini sama-sama takhyul dengananggapan pertama. PENCERAPAN WAKTU Sesuatu yang kita cerap sebagai waktu, sebenarnya, adalah suatu metode pembandingan satumomen dengan yang lain. Kami bisa menjelaskan hal ini dengan contoh. Contohnya, ketika seseorangmengetuk suatu obyek, ia mendengar suara tertentu. Ketika ia mengetuk obyek yang sama lima menitkemudian, ia mendengar suara lain. Orang itu mencerap jarak waktu antara suara pertama dan suarakedua, dan ia menyebut interval ini "waktu". Tetapi pada saat ia mendengar suara kedua, suara pertamayang ia dengar tidak lebih dari imajinasi dalam benaknya. Ini hanya sepotong informasi dalamingatannya. Orang itu merumuskan konsep "waktu" dengan membandingkan saat ia hidup denganyang ia miliki dalam ingatannya. Jika pembandingan ini tidak dibuat, tidak mungkin ada konsepwaktu. Demikian pula, orang membuat pembandingan ketika ia melihat seseorang yang sedangmemasuki ruang melewati pintu dan duduk di lengan kursi di tengah ruang. Pada waktu orang ini dudukdi lengan kursi, kesan yang terkait dengan saat ia membuka pintu, berjalan menuju ruang, danmengarahkan jalannya ke lengan kursi disusun sebagai potongan-potongan informasi dalam otaknya.Pencerapan waktu terjadi kala seseorang membandingkan orang yang sedang duduk di lengan kursidengan potongan informasi itu. 111
  • 112. Pendek kata, waktu menjadi ada sebagai akibat dari pembandingan yang dibuat antarailusi-ilusi yang tersimpan dalam otak. Jika manusia tidak punya ingatan, maka otaknya tidak akanmembuat penafsiran demikian dan karena itu tidak akan pernah membentuk konsep waktu. Satu-satunyaalasan mengapa seseorang menentukan dirinya sendiri berusia tiga puluh tahun ialah karena ia telahmengumpulkan informasi berkenaan dengan usia tiga puluh tahun dalam benaknya. Jika ingatannyatidak ada, maka ia tidak akan berpikir tentang keberadaan waktu terdahulu dan ia hanya akan mengalami"saat" tunggal kala ia hidup. PENJELASAN ILMIAH TENTANG KETIADAAN WAKTU Mari kita terangkan pokok bahasan ini dengan mengutip berbagai penjelasan ilmuwan dancendekiawan tentang pokok bahasan ini. Berkenaan dengan pokok bahasan waktu yang mengalir kebelakang, François Jacob, profesor genetika peraih Nobel dan intelektual terkenal, menyatakan dalambukunya Le Jeu des Possibles (Yang Mungkin dan Yang Nyata) berikut ini: Film yang diputar balik memungkinkan kita untuk membayangkan suatu dunia yang waktunyamengalir ke belakang. Suatu dunia dengan susu yang memisahkan diri sendiri dari kopi dan meloncatkeluar dari mangkok untuk mencapai wadah susu; suatu dunia yang sinar-sinar terang terpancar daridinding untuk terkumpul dalam sebuah perangkap (pusat gravitasi), tidak lagi memancar keluar darisumber cahaya; suatu dunia yang sebuah batu meluncur ke telapak tangan seseorang bersama dengantetesan air yang tak terhitung yang memungkinkan batu meloncat dari air. Tetapi, di dunia sedemikianrupa yang waktunya mempunyai sifat yang bertolak-belakang, proses otak kita, dan cara otak kitamengumpulkan informasi, berjalan ke belakang pula. Hal ini berlaku untuk masa lalu dan masamendatang dan dunia akan tampak di depan kita tepat seperti yang baru saja tampak.42 Karena otak kita terbiasa dengan urutan peristiwa tertentu, dunia berjalan bukan seperti yangterkait di atas dan kita menganggap bahwa waktu selalu mengalir ke depan. Akan tetapi, hal inimerupakan putusan yang dicapai di otak dan bersifat relatif. Pada kenyataannya, kita tidak pernah bisamengetahui bagaimana waktu mengalir atau bahkan apakah mengalir ataukah tidak. Ini merupakanindikasi fakta bahwa waktu bukanlah fakta mutlak, melainkan hanya semacam cerapan. Relativitas waktu adalah fakta yang juga teruji oleh salah seorang fisikawan terpenting abad 20,Albert Einstein. Lincoln Barnett menulis dalam bukunya The Universe and Dr. Einstein: Bersama-sama dengan kemutlakan ruang, Einsten membuang konsep kemutlakan waktu—mengenai aliran waktu semesta yang tetap, itu-itu saja, tidak bisa ditawar-tawar, yang mengalir darimasa lalu yang tak terbatas ke masa depan yang tak terbatas. Sebagian besar kekaburan yang melingkupiTeori Relativitas berasal dari keengganan manusia untuk mengakui bahwa rasa waktu, seperti rasawarna, merupakan bentuk cerapan. Tepat seperti ruang yang mungkin hanya tatanan obyek materi,waktu pun mungkin hanya tatanan peristiwa. Subyektivitas waktu itu dijelaskan dengan sebaik-baiknya dengan kata-kata Einsten sendiri. "Pengalaman individu," katanya, "tampak pada kita tertatadalam serangkaian peristiwa; dalam rangkaian ini, peristiwa tunggal yang kita ingat [menjadi]tampak tertata menurut kriteria "terdahulu" dan "terkemudian". Karena itu, ada waktu bagiindividu, waktu-saya, atau waktu subyektif. Hal ini dengan sendirinya tidak bisa terukur.Sesungguhnya saya bisa mengasosiasikan angka-angka dengan peristiwa-peristiwa, dengan carasedemikian rupa sehingga angka yang lebih besar lebih diasosiasikan dengan peristiwa terkemudian 112
  • 113. daripada dengan yang terdahulu.43 Einstein sendiri menunjukkan, seperti yang dikutip dalam buku Barnett: "ruang dan waktumerupakan bentuk intuisi, yang tidak bisa dipisahkan dari kesadaran lebih daripada yang bisa[dipisahkan dari] konsep warna, bentuk atau ukuran." Menurut Teori Relativitas Umum: "waktu tidakmempunyai keberadaan yang bebas terpisah dari tatanan peristiwa yang dengannya kitamengukurnya.”44 Karena terdiri dari cerapan, waktu tergantung sepenuhnya pada pencerapnya dan karena itubersifat relatif. Kecepatan pengaliran waktu berbeda menurut acuan yang kita gunakan untuk mengukurnyakarena tidak ada jam alamiah dalam tubuh manusia untuk menunjukkan dengan tepat seberapa cepatwaktu melintas. Seperti tulisan Lincoln Barnett: "Tepat seperti hal-hal semacam warna yang tidak adatanpa pencerapan oleh mata, seketika atau sejam atau sehari pun tidak ada tanpa penandaan olehperistiwa."45 Relativitas waktu dialami dengan jelas dalam mimpi. Meskipun yang kita lihat dalam mimpitampaknya berlangsung selama berjam-jam, itu sebenarnya hanya berlangung selama beberapa menit,dan bahkan beberapa detik. Mari kita perhatikan contoh untuk menerangkan masalah ini lebih lanjut. Mari kita anggap bahwakita berada di suatu ruang dengan satu jendela saja yang dirancang khusus dan kita tetap di sana selamajangka waktu tertentu. Ada jam di ruang itu yang dengannya kita bisa melihat jumlah waktu yangmelintas. Pada saat yang sama, anggaplah bahwa melalui jendela ruang kita melihat matahari yang terbitdan tenggelam pada jarak waktu tertentu. Beberapa hari kemudian, jawaban yang akan kita berikan ataspertanyaan tentang jumlah waktu yang kita habiskan di kamar itu akan berdasarkan baik pada informasiyang telah kita kumpulkan dengan melihat jam dari satu waktu ke waktu lainnya maupun denganhitungan yang kita buat menunjukkan berapa kali matahari terbit dan tenggelam. Umpamanya, kitaperkirakan bahwa kita hanya menghabiskan tiga hari di ruang itu. Akan tetapi, jika orang yangmeletakkan kita di ruang itu berkata bahwa kita hanya menyita dua hari di ruang itu dan bahwa matahariyang kita lihat dari jendela itu buatan yang dihasilkan oleh suatu mesin simulasi dan bahwa jam dikamar itu diatur khusus untuk berfungsi lebih cepat, maka penghitungan yang kita lakukan tidakmemiliki makna. Contoh ini menegaskan bahwa informasi yang kita miliki tentang tingkat lintasan waktudidasarkan pada acuan relatif. Relativitas waktu ialah fakta ilmiah yang juga terbukti dengan metodeilmiah. Teori Relativitas Umum Einstein pun berpendapat bahwa kecepatan waktu berubah tergantungpada kecepatan obyek dan posisinya di medan gravitasi. Bila kecepatan terus bertambah, waktudisingkatkan dan dipadatkan: waktu melambat seolah-olah sampai ke titik "berhenti". Mari kita jelaskan hal ini dengan suatu contoh yang diberikan oleh Einsten. Bayangkan dua anakkembar, satu darinya tinggal di bumi sementara yang lainnya bepergian di ruang angkasa dengankecepatan yang mendekati cahaya. Ketika ia kembali, anak kembar yang bepergian di ruang angkasaakan melihat bahwa saudaranya telah tumbuh jauh lebih tua daripada dirinya. Alasannya adalah bahwawaktu mengalir lebih lambat pada orang yang bepergian dengan kecepatan yang mendekati kecepatancahaya. Mari kita bayangkan [ada] seorang ayah yang bepergian di ruang angkasa sedangkan anaknyadiam di bumi. Jika si ayah berusia duapuluh tujuh tahun ketika berangkat sedangkan si anak tiga tahun;[maka] ketika ayahnya kembali ke bumi tigapuluh tahun kemudian (waktu bumi), anaknya akan berusiatigapuluh tiga tahun sementara ayahnya hanya tigapuluh [tahun].46 Relativitas waktu ini tidak 113
  • 114. disebabkan oleh pelambatan atau pun pencepatan arloji, atau pun pelambatan pegas mekanis. Ini justrumerupakan hasil dari perbedaan periode kerja seluruh sistem keberadaan materi, yang jangkauannyasedalam partikel sub-atom. Dengan kata lain, bagi orang yang mengalaminya, pemendekan waktu tidakdialami seolah-olah berakting di film yang bergerak lambat. Dalam pranata yang sedemikian itu, yangwaktunya memendek, detak jantung seseorang, penggandaan selnya, dan fungsi otaknya, dan lain-lain,semuanya bekerja lebih lambat daripada orang yang bergerak lebih lambat di bumi. Namun demikian,orang itu melanjutkan kehidupan sehari-harinya dan sama sekali tidak memperhatikan pemendekanwaktu. Bahkan sesungguhnya pemendekan itu tidak sampai tampak sebelum dilakukan pembandingan. RELATIVITAS DALAM AL-QURAN Kesimpulan yang ditimbulkan oleh temuan-temuan ilmu pengetahuan modern adalah bahwawaktu bukanlah fakta mutlak seperti sangkaan para penganut materialisme, melainkan hanyacerapan relatif. Yang paling menarik ialah bahwa fakta ini, yang tidak ditemukan sampai abad ke-20oleh ilmu pengetahuan, diungkapkan kepada umat manusia dalam Al-Quran empatbelas abad silam.Ada berbagai acuan dalam al-Quran mengenai relativitas waktu. Di banyak ayat al-Quran bisa dilihat fakta yang terbukti secara ilmiah bahwa waktu merupakanpersepsi psikologis yang tergantung pada peristiwa, pranata, dan kondisi. Contohnya, seluruh kehidupanseseorang sangat singkat seperti yang dikabarkan dalam Al-Quran: Ketika suatu hari kamu akan dipanggil dan kamu akan memenuhi (penggilan-Nya) dengan(kata-kata) pujian kepada-Nya, dan kamu akan mengira bahwa kamu tinggal (di dunia ini) hanyasebentar. (Surat al-Israa’, 52) Dan suatu hari bilamana ia mengumpulkan mereka, seolah-olah mereka berdiam (di bumi)hanya sesaat pada siang hari; mereka akan saling mengenal. (Surat Yuunus, 45) Beberapa ayat menunjukkan bahwa orang-orang mencerap waktu dengan berlainan dan bahwaterkadang orang-orang dapat mencerap jangka waktu yang sangat singkat sebagai waktu yang sangatlama. Percakapan orang-orang yang terjadi selama pengadilan mereka di akhirat berikut ini merupakancontoh baik tentang hal ini: Ia berkata, “Berapa tahun sudah kamu tinggal di bumi ini?” Mereka berkata, “Kamitinggal sehari atau sebagian dari sehari; tapi tanyakanlah kepada mereka yang menghitung.” Iaberfirman, “Kami tinggal hanya sebentar, kalau kamu tahu!” (Surat al-Mu’minuun, 112-114) Di beberapa ayat lain Allah menyatakan bahwa waktu dapat mengalir melalui tahap yang berbedadalam pranata yang berbeda: Mereka meminta kepadamu supaya azab dipercepat, tetapi Allah tidak akan menyalahijanji-Nya. Sungguh, satu hari menurut Allah seperti seribu tahun dalam perhitungan kamu.(Surat al-Hajj, 47) 114
  • 115. Para malaikat dan roh naik kepada-Nya pada suatu hari yang ukurannya limapuluh ributahun. (Surat al-Ma’aarij, 4) Ia mengatur semua urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian (semua itu) kembalikepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitungan kamu. (Surat as-Sajdah, 5) Ayat-ayat ini merupakan ungkapan jelas tentang relativitas waktu. Bahwa hasil ini, yang baru sajadipahami oleh ilmuwan abad 20, dikomunikasikan kepada manusia 1.400 tahun lalu dalam al-Quranmerupakan suatu indikasi wahyu Al-Quran oleh Allah, yang meliputi seluruh waktu dan ruang. Terdapat banyak ayat al-Quran lain yang menunjukkan bahwa waktu adalah cerapan. Inimerupakan bukti khas dalam kisah-kisah itu. Contohnya, Allah telah menjaga Ashhaabul Kahfi,sekelompok orang beriman yang disebutkan dalam Al-Quran, yang tidur lelap selama lebih dari tigaabad. Ketika mereka bangun, orang-orang ini mengira bahwa mereka telah tinggal dalam keadaan itusebentar saja, dan tidak bisa menghitung berapa lama mereka tertidur: Lalu Kami tarik (sehelai tabir) ke telinga mereka, dalam gua selama beberapa tahun,(sehingga mereka tidak mendengar). Kemudian Kami bangkitkan mereka, untuk Kami uji, manadari kedua golongan menghitung lebih baik: berapa lama mereka tinggal. (Surat al-Kahfi, 11-12) Demikianlah Kami bangkitkan mereka (dari tidur) supaya mereka saling bertanya. Salahseorang dari mereka bertanya, “Berapa lama kamu tinggal (di sini)?” Mereka menjawab, “Kamitinggal (barangkali) sehari atau sebagian dari sehari.” (Akhirnya) mereka (semua) berkata,“(Hanya) Tuhan yang mengetahui (berapa lama) kamu tinggal (di sini).... (Surat al-Kahfi, 19) Situasi yang dikisahkan dalam ayat di bawah ini juga merupakan bukti bahwa waktu sebenarnyamerupakan cerapan psikologis. Atau seperti orang yang melewati sebuah dusun yang sudah runtuh sampai ke atap-atapnya, iaberkata: "Oh, bagaimana Allah menghidupkan semua ini setelah mati?" lalu Allah membuat orang itumati selama seratus tahun kemudian membangkitkannya kembali. Ia (Allah) berfirman: "Tidak,bahkan seratus tahun, maka lihatlah makananmu dan minumanmu, tidak rusak. Tetapi lihatlahkeledaimu; dan akan Kami jadikan engkau suatu tanda bagi manusia; dan lihatlah tulang-belulang itu bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengandaging. Maka setelah jelas kepadanya ia pun berkata: "Aku tahu bahwa Allah berkuasa atassegalanya." (Surat al-Baqarah, 259) Ayat di atas jelas menekankan bahwa Allah, Yang menciptakan waktu, tidak dibatasi oleh waktu.Sebaliknya, manusia dibatasi oleh waktu, yang ditakdirkan Allah. Seperti dalam ayat itu, manusiabahkan tidak mampu mengetahui berapa lama ia tertidur. Dalam keadaan demikian, pernyataan bahwawaktu adalah mutlak (sebagaimana pernyataan para penganut materialisme dalam pemikiran merekayang menyimpang) sangat tidak masuk akal. 115
  • 116. TAKDIR Relativitas waktu ini mejernihkan masalah yang sangat penting. Relativitas begitu berubah-ubahsehingga suatu periode yang tampaknya berdurasi milyaran tahun bagi kita mungkin berlangsung hanyabeberapa detik dalam perspektif lain. Lagipula, suatu periode waktu yang sangat lama yangmembentang dari permulaan dunia sampai akhir dunia mungkin tidak berlangsung walau sedetik saja didimensi lain. Inilah intisari konsep takdir—suatu konsep yang tidak dipahami dengan baik oleh kebanyakanorang, khususnya para materialis yang sepenuhnya menolak [konsep] ini. Takdir ialah pengetahuanAllah yang sempurna tentang semua peristiwa masa lalu atau pun masa datang. Kebanyakan orangmempertanyakan bagaimana Allah telah mengetahui peristiwa-peristiwa yang belum dialami danmenyebabkan mereka gagal dalam memahami keotentikan takdir. Bagaimanapun, "peristiwa yangbelum dialami" hanya demikian bagi kita. Allah tidak dibatasi oleh waktu atau pun ruang karena Iasendiri yang menciptakannya. Karena alasan ini, masa lalu, masa datang, dan masa sekarangsemuanya sama bagi Allah; bagi-Nya segala sesuatu telah terjadi dan berakhir. Dalam bukunya The Universe and Dr. Einstein, Lincoln Barnett menerangkan bagaimana TeoriRelativitas Umum sampai pada kesimpulan ini. Menurut Barnett, alam semesta dapat "tercakupdengan seluruh kemegahannya hanya oleh intelek kosmik”.47 Kehendak yang oleh Barnett disebut“intelek kosmik” merupakan bijaksanaan dan pengetahuan Allah, yang berlaku bagi segenap alam.Sama sebagaimana kita dapat dengan mudah melihat pangkal, tengah, dan ujung penggaris, dan semuasatuan di antara [pangkal-ujung] sebagai satu keutuhan, Allah mengetahui waktu yang kita patuhiseolah-olah waktu merupakan satu peristiwa mulai dari awal hingga akhir. Akan tetapi, manusiamengalami insiden hanya ketika waktu mereka sampai, dan mereka menyaksikan takdir yang telah Alahciptakan bagi mereka. Perlu pula diperhatikan dangkalnya pemahaman yang menyimpang mengenai takdir yang berlakudi masyarakat kita. Keyakinan yang menyimpang tentang takdir ini merupakan suatu takhyul bahwaAllah telah menentukan "takdir" bagi setiap manusia tetapi bahwa takdir-takdir ini terkadang bisadiubah oleh manusia. Contohnya, orang memberikan pernyataan semu tentang seorang pasien yangkembali dari pintu kematian seperti "ia mengalahkan takdirnya". Tiada seorang pun yang dapatmengubah takdir. Orang yang kembali dari pintu kematian sesungguhnya tidak meninggal karena iatidak ditakdirkan untuk meninggal pada saat itu. Ironisnya, inilah takdir orang-orang itu yangmembohongi diri mereka sendiri dengan mengatakan "Saya mengalahkan takdir saya" bahwa mestinyamereka katakan demikian dan tetap berpola pikir demikian. Takdir adalah pengetahuan yang abadi dari Allah dan bagi Allah, Yang mengetahui waktu sepertisatu kejadian saja dan yang berlaku atas seluruh waktu dan ruang; segala sesuatu ditentukan dan diakhiridalam takdir. Kita juga memahami dari sesuatu yang Allah hubungkan dalam Al-Quran bahwa waktuitu satu bagi Allah: banyak kejadian yang dalam pandangan kita akan terjadi di masa datang dikaitkandalam Al-Quran dengan cara sedemikian seolah-olah [kejadian-kejadian] itu telah berlangsung jauh-jauh sebelumnya. Contohnya, ayat-ayat yang memerikan catatan bahwa manusia harus menyerahkandiri kepada Allah di akhirat dihubungkan sebagai peristiwa-peristiwa yang telah terjadi lama sekali: Sangkakala ditiup, maka segala yang ada di langit dan yang ada di bumi pingsan, kecualiyang dikehendaki oleh Allah (dikecualikan). Kemudian itu ditiup sekali lagi, tiba-tiba mereka 116
  • 117. berdiri tegak dan menunggu. Dan bumi memancarkan cahaya Tuhannya; Kitab (catatan segalaperbuatan) akan diletakkan (terbuka); para nabi dan saksi-saksi akan didatangkan, dandijatuhkanlah keputusan yang adil di antara mereka, dan mereka pun tak akan dirugikan. (Surataz-Zumar, 68-69) Orang-orang kafir dibawa ke neraka berbondong-bondong. (Surat az-Zumar,71) Dan mereka yang bertakwa kepada Tuhan akan dibawa ke dalam surga berbondong-bondong… (Surat az-Zumar, 73) Beberapa ayat lain dalam masalah ini ialah: Dan setiap pribadi akan tampil, dengan masing-masing pendorong dan saksi. (Surat Qaaf,21) Dan langit pun akan terbelah, sehingga hari itu jadi rapuh. (Surat al-Haaqqah, 16) Dan atas kesabaran dan ketabahan mereka, Ia membalas dengan surga dan (pakaian)sutera; mereka di sini bersandar di atas peterana; mereka tak akan melihat di dalamnyamatahari (terlalu panas) atau dinginnya (bulan) yang melampaui batas. (Surat al-Insaan, 12-13) Dan api neraka ditampakkan bagi siapa saja yang melihat. (Surat an-Naazi’at, 36) Maka hari ini orang-orang beriman menertawakan kaum tak beriman. (Surat al-Muthaffifiin, 34) Dan orang-orang yang berdosa melihat api neraka dan mereka mengerti akan jatuh kedalamnya; dan mereka tidak mendapat jalan keluarnya. (Surat al-Kahfi, 53) Seperti yang dapat dilihat, kejadian-kejadian yang akan terjadi setelah kematian kita (dari sudutpandang kita) dihubungkan dalam al-Quran sebagai peristiwa masa lalu yang telah dialami. Allah tidakdibatasi oleh kerangka waktu relatif yang membatasi kita. Allah menghendaki hal-hal ini dalamketiadaan waktu: orang telah mengerjakannya dan semua peristiwa ini telah berlalu dan berakhir. Didalam ayat di bawah ini Ia menegaskan bahwa setiap peristiwa itu, besar atau pun kecil, ada dalampengetahuan Allah dan tercatat dalam sebuah kitab: Dalam keadaan apa pun kamu, dan bagian apa pun yang kamu baca dari Al-Quran, danperbuatan apa pun yang kamu kerjakan, niscaya Kami menjadi saksi ketika kamu sedang tekunmelakukannya. Tak ada yang tersembunyi dari Tuhanmu seberat zarah pun, di bumi dan dilangit, tak ada yang lebih kecil atau lebih besar daripada itu, niscaya terekam jelas dalam Kitab.(Surat Yuunus, 61) KEKHAWATIRAN PARA MATERIALIS 117
  • 118. Masalah yang dibahas di bab ini, yaitu kebenaran yang melandasi materi, ketiadaan waktu, danketiadaan tempat, sesungguhnya sangat jelas. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, hal ini jelas bukansemacam filosofi atau pola pikir, melainkan hasil ilmiah yang tidak mungkin ditolak. Di sampingkeberadaan realitas teknis, buktinya juga tidak memberi alternatif logis dan rasional lain dalam masalahini: alam semesta ialah kesatuan khayalan atau semu dengan semua zat penyusunnya dan semuamakhluk yang tinggal di dalamnya. [Alam semesta] ini sekumpulan cerapan. Para materialis mengalami kesulitan untuk memahami masalah ini. Contohnya, jika kita kembalike contoh bus Politzer: meski secara teknis Politzer tahu bahwa ia tidak bisa keluar dari persepsinya, iahanya bisa menerimanya di kejadian-kejadian tertentu. Dengan kata lain, bagi Politzer, peristiwa-peristiwa berlangsung di otak sampai terjadinya penabrakan bus, segera seusai penabrakan bus terjadi;benda-benda keluar dari otak dan mendapatkan realitas fisik. Rusaknya logika hal ini sangat jelas.Politzer membuat kekeliruan sebagaimana Johnson, seorang materialis, yang berkata "Saya menendangbatu, kakiku sakit, karenanya batu itu ada". Politzer tidak dapat memahami bahwa kejutan yang terasasetelah bus itu berdampak merupakan cerapan belaka juga. Alasan halus mengapa pengikut materialisme tidak dapat memahami masalah ini adalah ketakutanmereka terhadap sesuatu yang akan mereka hadapi bila mereka memahaminya. Lincoln Barnettmemberi tahu kita bahwa sebagian ilmuwan "melihat" masalah ini: Seiring dengan reduksi oleh para filsuf terhadap semua realitas subyektif ke suatu dunia bayang-bayang cerapan, ilmuwan-ilmuwan menjadi sadar akan batas-batas indera manusia yangmengkhawatirkan.48 Acuan apa pun yang dibuat pada fakta bahwa materi dan waktu ialah cerapan membangkitkanketakutan luar bagi materialis ini, karena [materi dan waktu] ini merupakan satu-satunya gagasan yangia andalkan sebagai keberadaan mutlak. Ia, dalam pengertian tertentu, menjadikan mereka berhalasesembahan; karena ia kira bahwa materi dan waktu (melalui evolusi) menciptakannya. Jika ia merasa bahwa alam semesta yang pada perkiraannya merupakan tempat ia hidup, duniaini, tubuhnya sendiri, orang lain, para filsuf materialisme lain yang mempengaruhi gagasannya, dan,pendek kata, segala sesuatu merupakan cerapan, ia merasa diluapi dengan kengerian total. Segalasandarannya, keyakinannya, dan jalan lain yang ia punya tiba-tiba lenyap. Ia merasakan perasaan putusasa yang akan benar-benar ia alami di hari perhitungan itu, seperti yang diuraikan dalam ayat "Hari itumereka akan menyatakan tunduk kepada Allah; dan segala yang diada-adakan akan meninggalkanmereka.” (Surat an-Nahl, 87) Lantas, materialis ini berupaya meyakinkan diri sendiri tentang kenyataan zat, dan menciptakan"bukti" demi tujuan ini. Ia memukulkan lengannya ke tembok, menendang batu, berteriak, bersorak,namun tidak pernah bisa terlepas dari realitas. Persis sebagaimana mereka ingin menghilangkan realitas ini dari benak mereka, mereka jugaingin orang lain membuangnya. Mereka juga sadar bahwa jika orang pada umumnya mengetahui artisejati materi, sifat primitif filsafat mereka sendiri dan kejahiliyahannya akan pandangan dunia akanditelanjangi sampai terlihat oleh semua orang, dan tiada landasan lagi yang merupakan dasar pandanganmereka. Ketakutan ini merupakan alasan mengapa mereka sangat terganggu dengan fakta-fakta yangterkait di sini. Allah menyatakan bahwa ketakutan orang kafir akan mendalam di akhirat. Di hari penghakiman,mereka akan dipanggil sehingga: 118
  • 119. Dan tatkala kami kumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada yangmempersekutukan (Kami), “Manakah sekutu-sekutumu yang kamu dakwakan ada?” (Surat al-An’aam, 22) Seusai itu, orang-orang kafir akan menyaksikan harta, anak, dan kerabat mereka, yang merekaanggap nyata yang dianggap sebagai sekutu Allah, meninggalkan mereka dan lenyap. Allah mengabarikita hal ini di ayat “Perhatikanlah! Betapa mereka berdusta terhadap diri sendiri! Segala yangmereka ada-adakan dengan kebohongan menghilang meninggalkan mereka.” (Surat al-An’aam,24) PAHALA ORANG BERIMAN Sementara kenyataan bahwa zat dan waktu merupakan cerapan mengkhawatirkan para materialis,[kenyataan] sebaliknya berlaku bagi orang beriman. Orang beriman menjadi sangat senang ketikamereka mencerap rahasia yang ada di balik zat itu, karena kenyataan ini merupakan kunci semuapertanyaan itu. Dengan kunci ini, semua rahasia dibuka. Orang menjadi mudah memahami banyak halyang sebelumnya sulit dipahami. Seperti yang dikatakan sebelumnya, pertanyaan tentang kematian, neraka, akhirat, perubahandimensi, dan pertanyaan seperti "Di mana Allah?" "Apa yang sebelum Allah?" "Siapa pencipta Allah?""Berapa lama kehidupan di alam kubur berlangsung?" "Di mana surga dan neraka?" dan "Di mana surgadan neraka saat ini berada?" mudah dijawab. Akan terpahami jenis tatanan seluruh alam yang diciptakanoleh Allah dari ketiadaan, semakin banyak semakin begitu. Dengan rahasia ini, pertanyaan "kapan?"dan "di mana?" menjadi tak berarti karena tiada lagi waktu dan tempat. Bila ketiadaan ruangdimengerti, akan dipahami bahwa neraka, surga, dan bumi semuanya itu sebenarnya ada di tempatyang sama. Jika ketiadaan waktu dimengerti, akan dipahami bahwa segala hal terjadi pada satukejadian: ketiadaan itu ditunggu dan waktu tidak berlalu, karena segala sesuatu telah terjadi dan selesai. Dengan terselidikinya rahasia ini, dunia menjadi seperti surga bagi orang beriman. Segalakekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan material yang menyusahkan lenyap. Orang ini mengerti bahwasegenap alam memiliki kedaulatan tunggal, bahwa Ia mengubah seluruh dunia fisik sekehendak Dia danbahwa yang wajib dilakukan oleh manusia adalah kembali kepada-Nya. Lalu ia menyerahkan dirisepenuhnya kepada Allah “... supaya mengabdi kepada-Nya ...” (Surat Aali ‘Imraan, 35) Memahami rahasia ini merupakan pahala terbesar di dunia ini. Dengan rahasia ini, kenyataan lain yang sangat penting yang disebutkan di Al-Quran tersingkap:bahwa "Allah lebih dekat dengan manusia daripada urat merihnya sendiri". (Surat Qaaf, 16)Sebagaimana yang kita ketahui, urat merih itu di dalam tubuh. Apa yang dapat lebih dekat denganseseorang daripada [isi tubuh] di dalamnya? Situasi ini bisa mudah dijelaskan dengan realitas ketiadaantempat. Ayat ini juga bisa dipahami dengan lebih baik dengan memahami rahasia ini. Hal ini merupakan kebenaran sederhana. Harus ditegakkan dengan baik bahwa tiada penolongdan penyedia bagi manusia selain Allah. Tidak ada apa pun kecuali Allah; Allah satu-satunyakeberadaan mutlak yang dapat dimintai perlindungan, yang dapat dimohoni pertolongan dan pahala. Ke mana pun kita menghadap, [di situ] ada keberadaan Allah. 119
  • 120. 120
  • 121. KESIMPULAN Tak pelak lagi, tiada yang lebih penting daripada penciptaan manusia dan mengenali sangPencipta. Yang telah kita lakukan sepanjang buku ini adalah berupaya memahami suatu masalah yangmerupakan persoalan terpenting bagi setiap orang. Kami rasa pembaca perlu diingatkan dalam hal ini bahwa orang tidak membutuhkan informasiyang melimpah untuk mengerti bahwa alam semesta dan segala isi di dalamnya, termasuk orang itusendiri, telah diciptakan. Lingkup kalbu dan akal anak kecil sama luasnya dengan orang dewasa untukmengerti bahwa ia diciptakan. Sabda Nabi Ibrahim dalam al-Quran adalah contoh yang sangat baiktentang maksud kita. Nabi Ibrahim pernah hidup di suatu masyarakat yang mengingkari Allah dan menyembah berhala.Meski ia belum pernah menerima ajaran apa pun tentang keberadaan Allah, ia mengerti dengan akal dankalbunya bahwa ia telah diciptakan—lebih-lebih, bahwa ia telah diciptakan oleh ALlah, Yangmenciptakan langit dan bumi. Dalam al-Quran hal itu dikaitkan seperti ini: Tatkala malam yang gelap tiba, ia melihat sebuah bintang; ia berkata, “Inilah Tuhanku.”Tetapi setelah bintang terbenam, ia berkata, “Aku tidak menyukai segala yang terbenam.”Tatkala ia melihat bulan timbul ia berkata, “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan terbenam, iaberkata, “Jika Tuhanku tidak memberi petunjuk pastilah aku jadi orang yang sesat.” Tatkala iamelihat matahari terbit ia berkata, “Inilah Tuhanku, Ini yang lebih besar.” Tetapi setelahmatahari terbenam, ia berkata, “Hai kaumku, aku lepas tangan dari segala yang kamupersekutukan.” “Kuhadapkan wajahku kepada yang menciptakan langit dan bumi sebagaipenganut agama haniif yang jauh dari syirik dan aku bukanlah golongan musyrik. (Surat al-An’aam, 76-79) Seperti yang kita lihat dalam contoh Nabi Ibrahim, setiap orang yang mempunyai akal dan nuranidan, yang lebih penting, yang "tidak menolak dengan lalim dan sombong" mampu memahami bahwaalam semesta diciptakan dan, lagipula, bahwa alam semesta diciptakan dengan suatu rencana dantatanan yang hebat. Tidak diragukan lagi keadaan orang yang menolak keberadaan Allah, walau semua tandaperwujudan-Nya ditampilkan agar dilihat oleh semua orang, sangat mengherankan bagi orang yangmempunyai akal dan nurani. Dalam Al-Quran, dinyatakan keadaan orang-orang yang tidak berimankepada kekuatan penciptaan dari Allah: Kalau engkau merasa heran, maka yang sungguh mengherankan itu perkataan mereka,“Bila kami sudah menjadi debu, akan menjadi makhluk baru lagikah kami?” Orang-orangitulah yang mengingkari Tuhan mereka! Mereka itulah yang di lehernya dilingkari belenggu(perbudakan), mereka itulah penghuni api neraka, tinggal di dalamnya selamanya. (Surat ar-Ra’du, 5) Hal-hal yang terkait di buku ini lebih penting daripada segala hal lain dalam kehidupan anda.Mungkin sejauh ini anda lalai untuk merenungkan pentingnya masalah ini atau mungkin anda bahkanbelum pernah memikirkan masalah ini sebelumnya. Namun, yang pasti bahwa mengenal Allah, Yang 121
  • 122. menciptakan anda, lebih penting dan mendesak daripada segala hal lain yang bisa anda kerjakan. Pikirkanlah hal-hal yang telah Allah anugerahkan kepada anda: anda hidup di suatu dunia yangsangat terencana sampai detail-detail yang terluruh dan diciptakan khusus bagi anda. Anda tidakmengambil bagian dalam proses ini. Bukalah mata anda lebar-lebar suatu hari dan akan anda dapati dirianda sendiri di tengah-tengah berkah yang tak terhitung. Anda bisa melihat, bisa mendengar, bisamerasakan .... Dan demikianlah karena Ia menginginkan penciptaan demikian. Dalam suatu ayat difirmankan: Allah melahirkan kamu dari rahim ibumu, sementara kamu tidak mengetahui apa-apa;dan Dia membuat untukmu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani supaya kamu bersyukur.(Surat an-Nahl, 78) Seperti yang dinyatakan dalam ayat itu, tidak lain kecuali Allah yang memberi anda segala yanganda miliki dan yang menciptakan alam semesta tempat anda hidup. Karena itu, datang dan serahkanlahseluruh jiwa anda sendiri kepada Allah dan bersyukurlah kepada-Nya atas segala berkah yang telahAllah limpahkan kepada anda dan, dengan demikian, pahala yang kekal. Jika anda melakukan yangsebaliknya, anda menunjukkan ketidakbersyukuran dan membuka diri anda sendiri atas hukuman yang,insyaAllah, akan berlangsung selamanya. Yakinlah: Ia betul-betul ada dan Ia sangat dekat dengan anda .... Ia melihat dan mengetahui segala sesuatu yang anda lakukan, dan mendengar setiap kata yanganda tuturkan .... Dan yakinlah bahwa setiap orang, termasuk anda, akan segera mempertanggungjawabkannyakepada-Nya .... Maha Suci Engkau, Tiada ilmu pada kami kecuali apa yang sudah Kau ajarkan kepadakami, Engkaulah Matatahu, Maha Bijaksana. (Surat al-Baqarah, 32) KOVER BELAKANG Bagaimana kita mengetahui keberadaan Allah? Masuk-akalkah pemikiran bahwa keseimbangan di dunia ini terjadi secara kebetulan ketikakeserasian yang luar biasa teramati bahkan dengan mata telanjang? Perkataan bahwa alam semesta, yangsetiap bagiannya menyiratkan keberadaan Penciptanya, muncul dengan sendirinya merupakanpernyataan yang paling tak masuk-akal. Karena itu, mesti ada pemilik keseimbangan yang terlihat dimana-mana dari tubuh anda sampai sudut terjauh angkasa luas yang tak terbayangkan. Jadi, siapaPencipta ini yang mentakdirkan segala hal sedemikian cermat dan menciptakan semuanya? Dia tidak mungkin zat yang terdapat di alam semesta, karena Ia pasti merupakan kehendak yangeksis sebelum alam semesta dan menciptakannya di sana. Pencipta Yang Mahakuasa yang dari-Nyasegala sesuatu memperoleh keberadaan, namun keberadaan-Nya tanpa awal atau pun akhir. Agamamengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaan-Nya kita temukan dengan akal kita. Melaluiagama yang Ia wahyukan kepada kita, kita tahu bahwa Dialah Allah, Maha Pemurah, Maha Pengasih,Yang menciptakan langit dan bumi dari ketiadaan. Buku ini menyeru anda untuk memikirkan alam semesta dan makhluk-makhluk hidup yang 122
  • 123. diciptakan oleh Allah dan melihat kesempurnaan penciptaan mereka. 123