• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,180
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
139
Comments
0
Likes
5

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 1
  • 2. Natrium (Na) Magnesium (Mg) Aluminium (Al) Silikon (Si) Klorin (Cl) Sulfur (S) Fosfor (P) Argon (Ar) Logam Metaloid Non Logam Gas Mulia2
  • 3. 3 Keelektronegatifan unsur-unsur periode ketiga semakin ke kanan semakin besar diakibatkan oleh jari-jari atomnya yang semakin ke kanan semakin kecil. Kekuatan ikatan antaratom dalam logam meningkat (dari Na keAl). Hal ini berkaitan dengan pertambahan elektron valensinya. Unsur ini mempunyai ikatan kovalen yang sangat besar, begitu juga dengan fosfor, belerang, dan klorin yang merupakan isolator karena termasuk unsur nonlogam.
  • 4. 4 Natrium merupakan reduktor terkuat, sedangkan klorin merupakan oksidator terkuat. Meskipun natrium, magnesium, dan aluminium merupakan reduktor kuat, tetapi kereaktifannya berkurang dari Na keAl. Sedangkan silikon merupakan reduktor yang sangat lemah, jadi hanya dapat bereaksi dengan oksidator-oksidator kuat, misalnya klorin dan oksigen. Di lain pihak selain sebagai reduktor, fosfor juga merupakan oksidator lemah yang dapat mengoksidasi reduktor kuat, seperti logam aktif. Sedangkan belerang yang mempunyai daya reduksi lebih lemah daripada fosfor ternyata mempunyai daya pengoksidasi lebih kuat daripada fosfor. Sementara klorin dapat mengoksidasi hampir semua logam dan nonlogam karena klorin adalah oksidator kuat.
  • 5. Fase : Padat Konfigurasi e- : [Ne] 3s1 Struktur Atom : Kristal Logam Titik Didih : 883 C Titik Leleh : 98 C Massa Atom relatif : 22,99 Energi Ionisasi : 496 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +1 Keelektronegatifan : 1,0 Daya hantar listrik : 0,210 M/Ω.cm Daya hantar panas : 1,41 W/cmK Kalor Peleburan : 2,60 kJ/mol Kalor Penguapan : 97,42 kJ/mol 11 22,99 gr/mol 5
  • 6. Struktur kristal : Kubus pusat badan Bilangan Oksidasi : +1 (oksida basa kuat) Elektronegativitas : 0,93 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : -pertama =495,8 kJ/mol -kedua =4562 kJ/mol -ketiga =6910,3 kJ/mol Jari-jari Ionik : 102 pm Jari-jari Logam : 190 pm Jari-jari Kovalen : 154 pm Jari-jari Van der Waals : 227 pm 6
  • 7. 7  Natrium bisa dibuat dari reaksi sederhana yaitu proses elektrolisis. Caranya, digunakan NaCl atau yang lebih kita kenal sebagai garam dapur.Awal mulanya NaCl dilelehkan dulu, lelehan NaCl inilah yang kita gunakan untuk membuat natrium.  Dari reaksi yang dilakukan, akan dihasilkan natrium cair yang nantinya disimpan dalam minyak tanah. Natrium cair ini tidak bisa disimpan dalam air karena akan meledak.
  • 8. Mereduksi bijih logam (Ti) Na sebagai isi dari Lampu Kabut Dipakai dalam pembuatan ester dan dalam persiapan senyawa-senyawa organik Digunakan untuk memperbaiki struktur beberapa campuran logam Untuk memurnikan logam cair (K, Rb, Cs) 8
  • 9. Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas NaHCO3 dipakai sebagai pengembang kue NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah Mereduksi lelehan KCl, bertujuan untuk memperoleh logam kalium Untuk membentuk Natrium Karbida (Na2C2) 9
  • 10. Fase : Padat Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 Struktur Atom : Kristal Logam Titik Didih : 1107 C Titik Leleh : 650 C Massa Atom relatif : 24,312 Energi Ionisasi : 738 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +2 Keelektronegatifan : 1,2 Daya hantar listrik : 0,226 M/Ω.cm Daya hantar panas : 1,56 W/cmK Kalor Peleburan : 8,48 kJ/mol Kalor Penguapan : 128 kJ/mol 12 24,312 gr/mol 10
  • 11. Struktur kristal : Segi enam Bilangan Oksidasi : +2 (oksida basa kuat) Elektronegativitas : 1,31 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : -pertama =737,7 kJ/mol -kedua =1450,7 kJ/mol -ketiga =7732,7 kJ/mol Jari-jari Ionik : 72 pm Jari-jari Logam : 160 pm Jari-jari Kovalen : 130 pm Jari-jari Van der Waals : 173 pm 11
  • 12. Magnesium dibuat melalui elektrolisis lelehan garam kloridanya. Mg diolah dari air laut melalui proses Downs:  Air laut dicampur CaO sehingga Mg diendapkan sebagai Mg(OH)2  Endapan direaksikan dengan HCl pekat, mengahasilkan larutan MgCl2 Larutan MgCl2 diuapkan sehingga diperoleh kristalnya. Kristal MgCl2 dielektrolisis 12
  • 13.  Magnesium dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen  Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum  Pemisah sulfur dari besi dan baja  Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan  Untuk membuat lampu kilat  Sebagai katalis reaksi organik  Magnesite digunakan untuk refractory, sebagai batu bata dan lapisan di tungku-tungku pemanas13
  • 14. Fase : Padat Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 1 Struktur Atom : Kristal Logam Titik Didih : 2519 C Titik Leleh : 98 C Massa Atom relatif : 26,9815 Energi Ionisasi : 578 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +3 Keelektronegatifan : 1,5 Daya hantar listrik : 0,377 M/Ω.cm Daya hantar panas : 2,37 W/cmK Kalor Peleburan : 10,71 kJ/mol Kalor Penguapan : 294,0 kJ/mol 15 26,9815 gr/mol 14
  • 15. Struktur kristal : face-centered cubic Bilangan Oksidasi : 3,2,1 (oksida amfoter) Elektronegativitas : 1,61 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : -pertama =577,5 kJ/mol -kedua =1816,7 kJ/mol -ketiga =2744,8 kJ/mol Jari-jari Ionik : 54 pm Jari-jari Logam : 118 pm Jari-jari Kovalen : 121 pm Jari-jari Van der Waals : 184 pm 15
  • 16. Aluminium diperoleh dengan cara elektrolisis aluminim oksida cair yang diperoleh dari bauksit, yaitu aluminium oksida hidrat yang mengandung kotoran, misalnya Fe2O3 dan SiO2, melalui langkah-langkha sebagai berikut: a. Bauksit yang masih kotor direaksikan denga NaOH pekat. Al2O3 dan SiO2 larut, tetapi Fe2O3 dan kotoran lain disaring dengan alat filtrasi. Al2O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H2O(l) 2NaAl(OH)4 (aq) b. Filtratnya diencerkan dengan air, dan direaksikan dengan CO2 untuk mengendapkan aluminium hidroksida. 2NaAl(OH)4(aq) + CO2(g) 2Al(OH)3 (g) + Na2CO3(aq) + H2O(l) 16
  • 17. c. Produk disaring untuk memeperoleh Al(OH) 3, kemudian dipanaskan untuk meperoleh Al2O3 2Al(OH)3 (aq) Al2O3 (g) + 3H2O(g) d. Al2O3 dilarutkan dalam lelehan kriolit (Na3AlF ). Campuran kemudian dimasukkan kedalam sel elektrolisis yang teridi dari anoda dan katoda C Reaksi elektrolisis yang terjadi: Katode : 4Al3+(l) + 12e 4Al(l) Anode : 6O2-(l) 3O2 + 12e Sel : 4Al3+(l) + 6O2-(l) 4Al(l) + 3O2 2Al2O3(l) 4Al(l) + 3O2 Lelehan aluminium yang terbentuk pada katode membentuk lapisan di dasar sel dan secara berkala dikeluarkan.17
  • 18.  Alat masak, karena tahan panas dan tahan karat karena membentuk lapisan oksida  Al(OH)3 untuk obat maag  Digunakan dalam kabel bertegangan tinggi  Digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang  Digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks 18
  • 19. Fase : Padat Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 2 Struktur Atom : Kristalkovalen Titik Didih : 3280 C Titik Leleh : 1410 C Massa Atom relatif : 28,0855 Energi Ionisasi : 789 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +4 Keelektronegatifan : 1,8 Daya hantar listrik : << Daya hantar panas : 1,48 W/cmK Kalor Peleburan : 50,21 kJ/mol Kalor Penguapan : 359 kJ/mol 14 28,086 gr/mol 19
  • 20. Struktur kristal : Kubus intan Bilangan Oksidasi : +4 Elektronegativitas : 1,90 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama =786,5 kJ/mol kedua =1577,1 kJ/mol ketiga =3231,6 kJ/mol Jari-jari Ionik : 26 pm Jari-jari Logam : 111 pm Jari-jari Kovalen : 111 pm Jari-jari Van der Waals: 210 pm 20
  • 21.  Pasir kuarsa (SiO2)dipanaskan dengan kokas (C) pada suhu sekitar 30000C dalam tanur listrik (reaktan ditambahkan dari atas tanur) SiO2(s) + 2C (g) Si (l) + 2CO (g) Lelehan Si yang dihasilkan akan membentuk padatan dengan titik leleh 14100C.  Untuk penggunaan seperti transitor, chips kompoter, dan sel surya siperlukan Si ulta murni, sehingga Si perlu dipanaskan dengan Cl2 , kemudian hasilnya direduksi dengan mengalirkan campuran uap SiCl4 dengan gas H2 melalu tabung yang dipanaskan. Si(s) + 2Cl2(g) SiCl4(l) SiCl4(l) + 2H2(g) Si (s)+ 4HCl (g) 21
  • 22.  Silikon sering digunakan untuk membuat serat optik dan dalam operasi plastik (bahan semikonduktor untuk kalkulator, mikrokomputer)  Digunakan untuk mengisi bagian tubuh pasien dalam bentuk silikone (polimer silikon untuk mengubah jaringan pada tubuh) 22
  • 23. Fase : Padat Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 3 Struktur Atom :Molekulpolatom Titik Didih : 277 C Titik Leleh : 44,1 C Massa Atom relatif : 30,9738 Energi Ionisasi : 1013 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +5 Keelektronegatifan : 2,1 Daya hantar listrik : << Daya hantar panas : 0,00235W/cmK Kalor Peleburan : 0,66 kJ/mol Kalor Penguapan : 12,4 kJ/mol 15 30,9738 gr/mol 23
  • 24. Struktur kristal : Monoklinik Bilangan Oksidasi : ±3, 5, 4 Elektronegativitas : 2,19 (skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama =1011,8 kJ/mol kedua =1907 kJ/mol ketiga =2914,1 kJ/mol Jari-jari Ionik : 17 pm Jari-jari Logam : 102 pm Jari-jari Kovalen : 106 pm Jari-jari Van der Waals : 180 pm 24
  • 25. Fosforus Putih. Diperoleh dengan reduksi fosforit, dalam batuan fosfat yang dipanaskan dengan kokas dan pasir silika pada suhu 1400-15000C. 2Ca(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(g) 25
  • 26.  Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda (CRT) dan lampu pendar  Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen  Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan  Untuk membuat lampu kilat  Ditemukan pula pada berbagai jenis mainan yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark)  Asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5 merupakan bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya 26
  • 27.  Kalsium fosfat digunakan untuk membuat perabotan China dan untuk memproduksi mono- kalsium fosfat  Digunakan dalam memproduksi baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya  Merupakan bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang. 27
  • 28. Fase : Padat Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 4 Struktur Atom :Molekulpolatom Titik Didih : 444 C Titik Leleh : 115 C Massa Atom relatif : 32,064 Energi Ionisasi : 1000 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +6 Keelektronegatifan : 2,5 Daya hantar listrik : << Daya hantar panas : 0,00269W/cmK Kalor Peleburan : 1,727 kJ/mol Kalor Penguapan : 45 kJ/mol 16 32,064 gr/mol 28
  • 29. Struktur kristal : Orthorhombic Bilangan Oksidasi : −1, ±2, 4, 6 Elektronegativitas :2,58( skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama: 999,6 kJ/mol kedua: 2252 kJ/mol ketiga: 3357 kJ/mol Jari-jari Ionik : 29 pm Jari-jari Logam : 102 pm Jari-jari Kovalen : 102 pm Jari-jari Van der Waals : 180 pm 29
  • 30. Sulfur banyak terdapat dalam kulit bumi. Sebagai unsur yang ditemukan di daerah vulkanik, sulfur kemungkinan merupakan hasil reaksi gas SO2 dan H2S yang terdapat dalam gas vulkanik. 8SO2(g) + 16H2S(g) 16H2O(l) + 3S8(s) Deposit belerang yang terdapat dibawah permukaan, ditambang dengan proses Frasch. Penggunaan utama belerang adalah untuk pembuatan asam sulfat yang dibuat melalui dua proses yaitu proses kontak dan bilik timbel. 30
  • 31.  Digunakan untuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya  Untuk mensterilkan alat pengasap  Merupakan penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit  Pembuatan korek api  Proses vulkanisasi karet  Pembuatan CS2 (bahan baku serat rayon)  (NH4)SO4 atau pupuk ZA  H2SO4 untuk elektrolit pada aki (accumulator)  CuSO4.5H2O (terusi) untuk anti jamur pada tanaman dan kayu31
  • 32. Fase : Gas Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 5 Struktur Atom :Molekul diatom Titik Didih : -35 C Titik Leleh : -101C Massa Atom relatif : 35,453 Energi Ionisasi : 1250 kJ/mol Tingkat Oks. Max : +7 Keelektronegatifan : 3,0 Daya hantar listrik : - Daya hantar panas :0,00009W/cmK Kalor Peleburan : 6,406 kJ/mol Kalor Penguapan : 20,41 kJ/mol 17 35,453 gr/mol 32
  • 33. Struktur kristal : ortorombik Bilangan Oksidasi` :±1,+3,+5,+7(oksdaasakuat) Elektronegativitas : 3,16 (Skala Pauling) Energi Ionisasi : pertama = 1251,2 kJ·mol−1 kedua = 2298 kJ·mol−1 ketiga =3822 kJ·mol−1 Jari-jari Ionik : 180 pm Jari-jari Logam : 99 pm Jari-jari Kovalen : 99 pm Jari-jari Van der Waals : 175 pm 33
  • 34. Klorin dibuat melalui proses Downs, yang dilakukan dengan cara mengelektrolisis lebiran NaCl, yang dicampur dengan sedikit NaF sebelum dicairkan, dengan tujuan untuk menurunkan titik lebur NaCl dari 800 menjadi 10000C. Pada elektrolisis ini digunakan diafragma lapisan besi tipis untuk mencegah reaksi antara logam Na dan gas Cl2 yang terbentuk. 34
  • 35.  Digunakan untuk menghasilkan air minum yang aman hampir di seluruh dunia. Bahkan, kemasan air terkecil pun sudah terklorinasi  Digunakan secara besar-besaran pada proses pembuatan kertas, zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, obat-obatan, antseptik, insektisida, makanan, pelarut, cat, plastik, dan banyak produk lainnya 35
  • 36.  Senyawa klorin digunakan untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan, dan proses tekstil  Klorin digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom  Kimia organik sangat membutuhkan klorin, baik sebagai zat oksidator maupun sebagai subtitusi, karena banyak sifat yang sesuai dengan yang diharapkan dalam senyawa organik ketika klor mensubtitusi hidrogen, seperti dalam salah satu bentuk karet sinteti 36
  • 37. Fase : Gas Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 6 Struktur Atom : Molekulmonoat Titik Didih : -186 C Titik Leleh : -189C Massa Atom relatif : 39,948 Energi Ionisasi : 1520 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 0 Keelektronegatifan : - Daya hantar listrik : - Daya hantar panas :0,00018W/cmK Kalor Peleburan : 1,18 kJ/mol Kalor Penguapan : 6,43 kJ/mol 18 39,948gr/ mol 37
  • 38. Struktur kristal : kubus pusat muka Bilangan Oksidasi : 0 Elektronegativitas : - Energi Ionisasi : pertama: 1520,6kJ/mol kedua: 2665,8 kJ/mol ketiga: 3931 kJ/mol Jari-jari Ionik : - Jari-jari Logam : 98 pm Jari-jari Kovalen : 97 pm Jari-jari Van der Waals : 188 pm 38
  • 39. Argon dapat diperoleh dari atmosfer/udara bebas secara destilasi fraksional pada udara cair. ATAU DENGAN mengemisikan positron / elektron ke atom K K + 1e ---> Ar(40) isotopAr dengan proton 40. 39
  • 40.  Digunakan dalam bola lampu pijar listrik karena argon tidak bereaksi dengan wolfram (tungsten) yang panas.  Digunakan sebagai gas inert yang melindungi dari bunga api listrik dalam proses pengelasan, produksi titanium dan unsur reaktif lainya, dan juga sebagai lapisan pelindung dalam pembuatan kristal silikon dan germanium.  Digunakan dalam las stainless steel 40
  • 41. Na Mg Al Si P S Cl Ar Nomor Atom 11 12 13 14 15 16 17 18 Jari-jari atom 1,86 1,60 1,43 1,17 1,10 1,04 0,99 0,97 Jari-jari ionik (pm) 102 72 54 26 17 29 180 - Jari-jari logam/koval en 190 160 118 111 102 102 99 98 Energi ionisasi 496 738 578 789 1013 1000 1250 1520 Keelektroneg atifan 1,0 1,2 1,5 1,8 2,1 2,5 3,0 - Biloks maksimum +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7 0 Titik Leleh 98 649 660 1410 44,1 115 -101 -189 Titik Didih 883 1107 2519 3280 277 444 -35 -186 41